Pasca Gempa dan Tsunami 2011, JR East Pulihkan Jalur Kereta Api yang Lumpuh di Prefektur Iwate

Tentu Anda masih ingat dengan bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Jepang pada Maret 2011 lalu, bukan? Bagaimana tidak, gempa berkekuatan 9 skala richter mengguncang kawasan Tohoku di lepas pantai Samudera Pasifik, tepatnya wilayah timur Sendai, Honshu, Jepang pada 11 Maret 2011. Satu jam berselang, sebuah tsunami setinggi 10 meter menghantam kawasan pesisir Prefektur Miyagi dan sekitarnya yang berimbas pada hilangnya 15 ribu nyawa.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Selain ‘sukses’ menghancurkan sebagian wilayah di Jepang, gempa dan tsunami ini juga tak pelak meninggalkan cacat di sektor transportasi Jepang. Dan tujuh tahun berselang pasca bencana tersebut, East Japan Railway Co. (JR East) mulai melakukan uji coba terhadap jalur kereta sepanjang 8,5 km di Prefektur Iwate yang sempat lumpuh akibat gempa dan tsunami tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (22/8/2018), tujuh dari 13 stasiun yang tersebar di sepanjang jalur ini tidak luput dari keganasan bencana alam ini mulai kembali dibangun demi beroperasinya kembali jalur kereta ini. Pada 18 Juli kemarin, JR East telah merampungkan pembenahan dari jalur ini – mulai dari menggali jalur yang sudah tertimbun tanah hingga menyelesaikan konstruksi lainnya di jalur ini.

Lalu pada 21 Agustus kemarin, JR East mulai menjalankan lokomotif diesel – listrik di jalur sepanjang 12,3 km yang membentang antara Stasiun Kamaishi dan Stasuin Otsuchi. Pengujian jalur ini pun dilakukan secara bertahap, mulai dari kecepatan 5, 15, hingga 45 km per jam untuk memastikan keamanan dari jalur yang seolah terlahir kembali ini.

JR East akan terus melakukan sejumlah uji coba, pembenahan sejumlah titik, dan rekonstruksi ulang beberapa bangunan yang akan menunjang pengoperasian kereta api ini kelak dan diharapkan semua proses ini bisa rampung pada akhir September 2018 mendatang.

Baca Juga: Siap Operasikan Kereta Nirawak, JR East Hadapi Serangkaian Kendala

Setelah dirasa mampu untuk mengoperasikan jalur ini kembali, JR East akan menyerahkan jaringan perkeretaapian ini kepada Sanriku Railway Co. untuk meng-handle pengoperasiannya kelak. Diagendakan, Sanriku Railway Co. akan memulai operasi pada 23 Maret 2019 mendatang. Dengan begitu, keseimbangan jalur perngoperasian kereta api pun akan kembali terjalin dan bisa pulih seperti sediakala – sebelum gempa dan tsunami Jepang menyerang.

 

“Citizens on Patrol” Bantu Polisi Patroli di MRT Singapura

Sukarelawan di Singapura yang tergabung dalam program Citizens on Patrol (COP) membantu polisi mengawasi perilaku mencurigakan di area stasiun SMRT. Mereka juga berpatroli untuk mencegah penumpang teraniaya karena kasus outrage of modesty (OM) atau masalah tindakan asusila serta membagikan selebaran pencegahan kejahatan untuk meningkatkan kesadaran atas kasus tersebut di transportasi umum.

Baca juga: Sopir Bus SMRT Singapura Keder, Penumpang Pun Berperan Sebagai Navigator

Pada semester pertama tahun 2018, ada 105 kasus pencabulan di transportasi umum atau naik 43,8 persen yang sebelumnya hanya 73 kasus pada periode yang sama. Bila di total ada 16.460 kejahatan yang sudah dilaporkan dari Januari hingga Juni 2018 ini dan naik 3,2 persen dari sebelumnya 15.949 pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini sebagian besar karena penipuan e-commerce, pinjaman dan peniruan identitas diri, dimana meningkat hingga 72,8 persen menjadi 1823 kasus pada semester pertama tahun ini dari 1055 pada tahun lalu dii periode sama.

“Komunitas memiliki peran penting dalam memerangi kejahatan. Anggota masyarakat didesak untuk tetap waspada terhadap kejahatan dan melaporkan para pelaku ke polisi,” ujar Wkil Komisaris Polisi Florence Chua yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (24/8/2018).

Direktur operasi, Asisten Senior Komisaris Bagaimana Kwang Hwee, mengatakan polisi terus memantau peningkatan kasus OM. “Kami akan terus meningkatkan upaya kami untuk bekerja erat dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mencegah dan mencegah kasus-kasus seperti itu, terutama di tempat hiburan malam umum dan jaringan transportasi umum. Pelanggar akan ditangani dengan sangat sesuai dengan hukum,” katanya.

Polisi berencana sendiri nantinya berencana melibatkan 700 grup COP di seluruh SMRT untuk melakukan patroli sebulan sekali. Salah seorang anggota bernama Terence Lim, yang telah berada di tim COP selama tiga tahun dan mengambil bagian dalam pilot Queenstown.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ada warga yang bertanggung jawab dan membantu polisi menjaga keamanan komunitas kami. Sebagai contoh, kami akan memberi tahu komuter bahwa jika mereka menghadapi seorang penganiaya, mereka harus mengajukannya kepada seseorang yang memiliki otoritas. Jika mereka berada di dalam kereta, mereka dapat menggunakan interkom untuk mengingatkan staf MRT,” ujar Lim.

Polisi juga akan meningkatkan upaya anti-molestasi di klub malam setelah 37 persen kenaikan kasus OM menjadi 63 pada semester pertama tahun ini dari 46 pada periode yang sama tahun lalu di tempat hiburan malam umum. Mereka akan memulai kampanye untuk mendidik para club goers tentang bagaimana melindungi diri mereka sendiri terhadap kejahatan semacam itu.

Baca juga: Gas Freon di MRT Singapura Bocor, Gangguan Kesehatan Mengintai Penumpang

Manajer pengembangan bisnis Soh Qiao Ying tahu bagaimana rasanya menjadi sasaran seorang penganiaya. Tujuh tahun yang lalu, ketika dia baru berusia 16 tahun, seorang pria mengikutinya dari stasiun MRT Yew Tee ke bloknya di mana dia menyentuhnya secara tidak layak di lift.

Dia telah keluar dari lift pada saat itu, tetapi, menolak untuk menjadi korban, dia berbalik dan berteriak sangat keras. Keluarganya mendengarnya dan menelepon polisi, yang kemudian menangkap si penganiaya. Setelah kejadian itu, Nona Soh mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri. Pada transportasi umum, dia akan waspada dan menjauh jika seorang pria terlalu dekat dengannya. Dia juga menghindari masuk ke lift dengan orang asing.

Sebentar Lagi, Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Rampung. Ini Dia Rinciannya!

Demi mendukung pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) yang akan diadakan di Bali pada Oktober 2018 mendatang, sejumlah persiapan pun dilakukan – salah satunya adalah pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, yang berada di Kota Denpasar, Bali. Proyek yang menelan biaya sebesar Rp168 miliar ini dikabarkan bakal rampung lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya diagendakan (September 2018). Dengan begitu, underpass ini dapat digunakan ketika perhelatan akbar tahunan yang akan diselenggarakan pada pertengahan Oktober mendatang.

Baca Juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Simpang Tugu Ngurah Rai ini merupakan jalur utama dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai maupun Kawasan Wisata Nusa Dua. “Underpass ini dibangun bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Kota Denpasar serta mendukung pertemuan tahunan IMF-WB tahun 2018,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman liputan6.com.

Sementara itu menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Nyoman Yasmara mengatakan bahwa proyek underpass ini sudah rampung 99 persen tertanggal 27 Agustus kemarin. Dirinya menyatakan bahwa akan ada serangkaian uji leg dengan instansi kepolisian dan juga perhubungan untuk dinyatakan layak pakai oleh kedua instansi tersebut.

Selesai uji leg, rencananya acara melaspas akan dilaksanakan pada tanggal 12 September sebagai bentuk upacara persemian sebelum akhirnya bisa digunakan oleh publik. “Setelah itu baru akan dibuka untuk umum,” ujar Nyoman Yasmara. Menurut sebuah studi, underpass ini akan mengurangi kemacetan di daerah tersebut hingga 50 persen.

Sumber: Bali Travel News

Ketika sudah dibuka untuk umum kelak, nantinya kendaraan dari arah Denpasar menuju Nusa Dua maupun sebaliknya akan melewati jalan bagian bawah (underpass). Sementara kendaraan yang dari arah Denpasar menuju Bandara Internasional Ngurah Rai maupun sebaliknya akan tetap menggunakan jalan atas.

Bisa dibilang, pengerjaan proyek yang dimulai sejak September 2017 ini terhitung cepat. Dikutip dari laman sumber lain, pada bulan Maret kemarin saja, pengerjaan proyek underpass dengan panjang 712m, lebar 17m, dan tinggi 5,1m ini baru rampung sekitar 40 persen. Adapun upaya percepatan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah dengan menambah jumlah pekerja agar sistem pembagian 3 shift bisa berjalan.

Tapi jangan kira pengerjaan proyek ini bukan tanpa halangan. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana mengatakan, “Salah satu tantangan dalam pembangunan underpass tersebut adalah lokasinya yang berdekatan dengan bandara, sehingga tidak dapat menggunakan peralatan konstruksi yang terlalu tinggi karena dikhawatirkan mengganggu pesawat yang hendak terbang dan mendarat.”

Baca Juga: Pelabuhan Benoa Berbeda dengan Tanjung Benoa di Bali

Adapun anggaran dalam proyek ini dikeluarkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Ditjen Bina Marga. Untuk masalah konstruksi, dikerjakan oleh PT. Adhi Karya-PT. Nindya Karya-PT. Wira KSO. Sementara untuk konsultan supervisi oleh PT. Wira Widyatama, PT. Aria Jasa Reksatama, dan PT. Tata Guna Patria (Joint Operation).‎

 

Pelabuhan Srengsem, Aset PT KAI Tempat Sejenak Melepas Penat

Lampung menjadi provinsi paling selatan Pulau Sumatera dan memiliki banyak destinasi cantik karena berada dekat laut. Dengan beberapa pelabuhan, pelancong bisa masuk ke Lampung dengan mudah seperti dari Bakauheni.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Tapi ternyata sebelum ada Bakauheni, Lampung memiliki pelabuhan lain yang juga menjadi aset dari PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, belum lama ini, PT KAI Divre IV melakukan kunjungan ke Pelabuhan Srengsem tersebut.

“Iya ini jadi salah satu aset kita juga. Untuk luas pelabuhan ini 27.745 meter persegi. Jadi, perlu diketahui bahwa KAI juga memiliki aset pelabuhan yang pantainya indah,” ujar Deputi Kepala PT KAI Divre IV, Tanjungkarang Asdo Artri Viyanto.

Dia mengatakan, Pelabuhan Srengsem sendiri merupakan salah satu aset KAI baik dari Daop ataupun Divre yang memiliki pantai. Bahkan Asdo menambahkan, kedepannya Pelabuhan Srengsem sendiri akan dikembangkan untuk angkutan.

Ternyata Pelabuhan Srengsem dulunya pusat pendidikan yang merupakan tukar guling dengan PT Pelindo sebelum menjadi milik PT KAI. Pelabuhan Srengsem, pada masa jayanya dulu digunakan untuk bersandar kapal ferry, kemudian memasuki masa kadaluarsa alias tak lagi beroperasi tahun 1981 silam dan digantikan Pelabuhan Bakauheni saat ini.

Pada Pelabuhan Srengsem bagian utara ada rumah-rumah nelayan dengan model bangunan panggung dan berdiri diatas air laut. Tak jauh dari rumah nelayan, terdapat Pelabuhan Panjang berdiri kokoh.

Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

Di pelabuhan ini kapal barang dan peti kemas berlabuh serta bersandar. Sayangnya sisi selatan Pelabuhan Srengsem tidak cukup enak dipandang meskipun ada pantai yang bisa digunakan untuk berenang dan bermain pasir. Sebab 200 meter setelahnya adalah bangunan galangan kapal besar.

Sayangnya aset milik PT KAI ini bukan tempat yang nyaman untuk berwisata. Meski begitu banyak masyarakat yang menyempatkan waktu mereka untuk sejenak melepas penat sembari menikmati deburan angin pantai dan deru suara ombak dari air laut.

Sepanjang Tahun Ini, 1400 Penumpang Pria Telah Diamankan Karena Masuki Gerbong Wanita

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat India. Atas dasar fakta tersebut, Menteri Kereta Api India menyatakan bahwa tahun 2018 sebagai tahun keamanan wanita dan anak. Adanya pernyataan ini dikarenakan wanita dan anak-anak rentan kejahatan apalagi saat berada di dalam kereta api.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Dengan pernyataan dari Menteri, akhirnya Railway Police Force (RPF) membentuk dua tim yakni Bhairavi dan Virangna yang berisikan staf wanita untuk menjaga keamanan penumpang wanita dan anak di dalam gerbong wanita. Indian Railways mengatakan bahwa tahun 2018 ini sudah hampir 1400 penumpang pria diamankan pihak RPF karena berada di gerbong wanita di Northern Railway.

“Menteri Kereta Api telah mengumumkan tahun 2018 sebagai tahun Wanita & Keamanan Anak. Dalam hal ini, tim Bhairavi dan Virangna telah dibentuk yang berisi staf wanita RPF 1.384 penumpang pria yang bepergian dengan pelatih wanita ditangkap pada tahun ini,” ujar sebuah pernyataan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (20/8/2018), saat ini RPF sendiri setelah penangkapan tersebut mengawal sebanyak 220 kereta di bagian Northern Railway atau kereta utara. Tahun ini sendiri sebanyak 61.211 orang telah diamankan dan ditangkap di bagian jalur kereta api berbeda karena kesalahan yang dilakukan menyangkut dalam Undang-Undang Kereta Api dan didenda Rs15 juta atau sekitar Rp3,12 miliar.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

“Hingga bulan Juli 2018 RPF sudah menangkap 250 penjahat IPC yang terlibat dalam kejahatan yang terkait dengan penumpang dan menyerahkannya pada Government Railway Police (GRP),” ujar Indian Railways.

Properti kereta dengan kerusakan senilai Rs2,5 juta atau sekitar Rp531 juta sudah dipulihkan dan sebanyak 484 orang perusak properti korporasi yang dikenakan pasal dalam UU Kepemilikan Kendaraan Bermotor ditangkap pihak kepolisian. Diketahui hingga Juli 2018 juga sebanyak 2137 anak-anak termasuk 221 anak perempuan diselamatkan dan diserahkan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbeda untuk dipertemukan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka. Untuk kemanan penumpang RPF bisa dihubungi selama 24×7 dan membatu terkait kemanan penumpang.

Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura

Baru-baru ini, Changi Airport Group (CAG) meluncurkan program barunya yakni Changi Stopovers yang bertujuan untuk penumpang yang bepergian melalui Singapura untuk menjelajahi negeri Singa itu. Program ini sendiri memberikan pilihan menarik bagi para pelancong untuk menikmati liburan singkat saat transit di Singapura sebelum mengunjungi negara Asia Tenggara lainnya atau negara di Eropa dan Amerika.

Baca juga: Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier

Dikabarakan oleh KabarPenumpang.com dari laman breakingtravelnews.com (20/8/2018), dalam program ini, penumpang yang memesan paket singgah di situs web Changi Stopovers akan menikmati hotel transfer yang disediakan dan kartu SIM untuk ponsel senilai S$10 atau Rp107 ribu. Harga paket keliling ini per orangnya akan dikenakan S$63 atau Rp676 ribu.

Dalam promosi Changi Stopovers, CAG bekerja sama dengan Singapore Tourism Board selama dua tahun. Wakil Presiden CAG untuk pengembangan penumpang Peh Ke-Wei mengatakan, pihaknya sangat antusias untuk meluncurkan Changi Stopovers di Singapura dengan dukungan kuat dari Singapore Tourism Board. Karena menguntungkan penumpang, program ini juga memperkuat posisi Bandara Changi sebagai pusat pilihan regional, meningkatkan lalu lintas untuk mitra maskapai CAG.

“Program ini adalah bagian dari upaya kami yang berkelanjutan dalam memperkuat penawaran di Bandara Changi, dan untuk mempertahankan dan menarik penumpang yang memilih untuk berhenti di Singapura. Kami juga bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra dagang perjalanan kami untuk menawarkan program persinggahan ini melalui saluran penjualan mereka dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Ke-Wei.

Dia mengatakan di Changi pihaknya selalu bertujuan untuk menghadirkan penumpang dengan pengalaman perjalanan terbaik. Dengan Jewel Changi Airport membuka pintunya tahun depan dengan segudang penawaran gaya hidup dan atraksi. Jewel Changi Airport juga akan menawarkan pengalaman persinggahan yang ditingkatkan untuk penumpang.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

Program Changi Stopovers adalah inisiatif terbaru, yang akan menguntungkan penumpang transfer yang terbang dengan maskapai apa pun yang beroperasi di Bandara Changi. Saat ini, lebih dari 100 maskapai penerbangan beroperasi di Changi, menghubungkan Singapura ke sekitar 400 kota di sekitar 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Transfer penumpang saat ini mencapai sekitar 30 persen dari total lalu lintas Bandara Changi, dengan pergerakan penumpang dari Australia dan India mendaftar sebagai kontributor utama untuk mentransfer lalu lintas di Changi. Tahun lalu, lebih dari 1,1 juta pergerakan penumpang terdaftar di rute transfer utama Changi antara Australia dan India.

Mabuk Berat! Pria Muda Kencingi Penumpang Lain dalam Penerbangan ke Jepang

Penumpang pesawat mabuk dan betindak aneh serta mencurigakan kerap kali terjadi. Bahkan membuat penumpang panik dan awak kabin harus menenangkannya serta mengamankan penumpang tersebut. Seperti baru-baru ini seorang pria 24 tahun harus ditahan pihak kepolisian prefekur Chiba saat tiba di Bandara Internasional Narita pada Jumat (17/8/2018) kemarin. Pasalnya pria berkewarganegaraan Amerika Serikat itu dituduh mengencingi penumpang lain selama penerbangan.

Baca juga: Tangkal Masuknya Penumpang Mabuk, Inggris Perketat Peredaran Alkohol di Bandara

Dilansir dari foxnews.com (21/8/2018) oleh KabarPenumpang.com, pria muda yang diketahui bernama Denish Parekh bangun dari tempat duduknya dan mengencingi seorang pria Jepang berusia 50 tahun yang duduk dua baris di belakangnya. Pria tua yang menjadi korban tersebut saat itu tengah asik tidur dan menikmati perjalanannya dengan All Nippon Airways (ANA) tujuan Chicago, Amerika Serikat ke Narita, Jepang.

Saat insiden tersebut, pria Jepang sempat menahan Denish, namun pelaku sudah terlanjur melakukan perbuatannya dan sempat membuat kericuhan dalam penerbangan. Untungnya awak kabin tanggap untuk memisahkan korban dan pelaku. Denish yang menjadi pelaku kemudian diamankan awak kabin sampai pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Narita.

Kemudian setelah mendarat awak kabin langsung menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian dengan tuduhan penyerangan. Namun pria muda tersebut membantah tuduhan itu dan mengatakan tidak mengingat kejadian selama penerbangan.

Dari keterangan yang didapat dari kepolisian, pria 50 tahun tersebut tidak mengenal pria muda yang mengencingi dirinya, bahkan belum pernah bertemu sekalipun. Tak hanya itu ternyata pria Amerika itu meminum empat gelas champagne dan segelas sake selama penerbangan.

“Karena saya dalam keadaan mabuk, saya tidak ingat kejadian itu,” ujar Denis yang dikutip salah seorang polisi.

Baca juga: Diamankan Karena Berteriak ‘Bom,’ Pria Ini Ternyata Mabuk

Selain mengencingi, penumpang mabuk juga pernah membuat geger pesawat mengatakan adanya bom. Penumpang itu mengatakan membawa bom di dalam tas tangannya sehingga membuat panik penumpang lain.

Saat coba ditenangkan Amar Chaudhary menanggapi awak pesawat dengan hal buruk dan mengucapkan kata-kata kasar. Setelah diamankan petugas kepolisian ternyata Amar dalam keadaan mabuk dan hasil medis pun menunjukkan hal yang sama.

Uni Eropa Punya Daftar Hitam Negara yang Dilarang Melintasi ‘Langitnya,’ Garuda Indonesia Pernah Termasuk!

Sebagai salah satu moda transportasi yang paling aman di antara yang lainnya, pesawat-pesawat yang selama ini menghiasi langit memiliki aturan yang sangat ketat. Berlandaskan pada International Civil Aviation Organization (ICAO) yang dibentuk pada bulan Desember 1944 dan berlaku sejak April 1947, berbagai maskapai penerbangan harus tunduk pada regulasi yang sudah ditetapkan oleh hasil dari konverensi yang ditandatangani oleh 52 negara ini.

Baca Juga: “Kearifan Lokal,” Kunci Sukses Garuda Indonesia Sabet Gelar Maskapai Bintang Lima

Sebenarnya, ada banyak tujuan yang diarahkan oleh hadirnya ICAO dalam dunia aviasi global – dimana itu semua berkaitan dengan kelangsungan perjalanan udara yang damai, tertib, dan tentu saja dapat menjamin keselamatan para penumpang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (22/8/2018), tidak hanya mengatur tentang regulasi yang berkaitan dengan keselamatan saja, tapi ICAO juga memiliki hak untuk menolak ijin dari maskapai yang hendak mengudara di atas teritorialnya.

“Perjanjian tengara ini meletakkan dasar untuk standar dan prosedur untuk navigasi udara global yang damai,” kata ICAO di situs webnya. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa ada beberapa maskapai yang dilarang terbang di atas beberapa daerah. Sebut saja Federal Aviation Authority (FAA) yang diberlakukan oleh Amerika Serikat mengantongi daftar 24 negara yang maskapainya dilarang mengudara di atas langit Negeri Paman Sam, termasuk Cote D’Ivoire, Filipina, Paraguay, dan Ukraina.

Berbeda dengan Uni Eropa yang memiliki EU Air Safety List dimana di dalam daftar tersebut tercantum 120 negara yang maskapainya sangat dilarang untuk melintas di atas langit Eropa.

Adapun EU Air Safety List ini memiliki tiga tujuan utama – pertama yang paling penting adalah menjaga keamanan dari langit Eropa, kedua adalah memberikan informasi yang tersedia secara publik kepada orang-orang Eropa sehingga mereka dapat membuat pilihan berdasarkan informasi tentang maskapai mana yang akan dipesan ketika mereka berada di luar wilayah UE, dan yang terakhir adalah menyediakan sarana bagi negara yang masuk ke dalam daftar hitam agar mereka bisa meningkatkan catatan keamanan mereka dan menghapus namanya dari daftar tersebut.

“EU Air Safety List membantu negara-negara yang masuk ke dalam daftar hitam untuk meningkatkan aspek keamanan mereka secara keseluruhan agar namanya bisa dihapus dari daftar dan bisa kembali mengudara di atas langit Eropa,” ujar Europe Commission dalam sebuah pernyataan resmi. Tidak hanya terpaku pada satu daftar data saja, melainkan daftar hitam EU Air Safety List ini selalu diperbaharui untuk memberikan informasi terbaru tentang negara mana saja yang namanya sudah dihapus daftar hitam.

Baca Juga: Garuda Pertahankan Predikat Bintang Lima Skytrax

Tapi tahukah Anda bahwa nama Indonesia pernah masuk ke dalam daftar hitam EU Air Safety List – tidak terkecuali flag carrier Garuda Indonesia. Namun pada 14 Juni kemarin, nama Indonesia sudah hilang dari daftar hitam tersebut yang berarti penerbangan maskapai Ibu Pertiwi sudah diperbolehkan untuk mengudara kembali di atas langiit Eropa.

 

Hendak Landing Saat Topan Cimarron Menerpa, Pesawat Asal Jepang Ini Menukik Tajam!

Pada Jumat (24/8/2018) kemarin, wilayah Barat Jepang diterpa Topan Cimarron yang mengakibatkan puluhan orang terluka dan ratusan ribu bangunan rusak. Selain menimbulkan kekacauan di Negara Matahari Terbit, Topan Cimarron pun tak ayal mengganggu sejumlah sistem transportasi – tidak terkecuali sektor aviasinya.

Baca Juga: Bantai Bandara Internasional Hong Kong, Topan Hato Batalkan 400 Penerbangan

Di balik masifnya efek dari Topan Cimarron ini, terselip satu cerita yang cukup membuat jantung seolah berhenti berdetak, yaitu manakala sebuah maskapai Jepang bermanuver menukik menuju darat ketika hendak mendarat di Bandara Narita. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (28/8/2018), pesawat berjenis Boeing 787 Dreamliner ini secara tiba-tiba menukik tajam ketika Topan Cimarron yang berkecepatan 200 km per jam menerpa si burung besi.

Dalam sebuah rekaman yang berhasil diabadikan, tampak pesawat tersebut sempat oleng beberapa saat sebelum pesawat ini menukik dan ‘terombang-ambing’ kerasnya terpaan topan. Beruntung, sang pilot berhasil menyeimbangkan kembali pesawat dan memutuskan untuk membatalkan pendaratan di Bandara Narita.

https://www.youtube.com/watch?v=7JRD5EvoEm4

Menurut laman sumber, pesawat tersebut berhasil melakukan pendaratan pada kesempatan kedua. Dilaporkan, seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut selamat walaupun beberapa di antaranya mengalami trauma.

Dapat Anda bayangkan sendiri semisal Anda merupakan salah satu penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut. Penampakan langit berwarna abu-abu yang dibarengi dengan beberapa manuver pesawat yang terhempas windshear akan senantiasa meningkatkan detak jantung Anda. Belum lagi ketika pesawat menukik tajam selama beberapa detik – dipastikan adrenalin Anda kala itu akan semakin terpacu.

Kendati dilengkapi dengan sejumlah teknologi yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan, namun alam bukanlah musuh yang sebanding dengan instrumen tersebut.

Sumber: news.com.au

Dari kejadian topan ini, dilaporkan sebanyak 30 orang di Barat Jepang mengalami luka-luka dan lebih dari 130.000 rumah mendadak kehilangan daya listriknya setelah salah satu turbin pembangkit daya listrik hancur diterpa topan.

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Selain itu, banjir dan tanah longsor menjadi bencana lanjutan pasca topan pergi meninggalkan Jepang. Guna memastikan tidak ada korban berjatuhan lainnya, sejumlah operator transportasi pun akhirnya membatalkan sejumlah jadwal – salah satunya adalah jaringan kereta cepat di Barat Jepang.

 

Bantu Investasi Startup, Grab Venture Hadir di Indonesia

Grab, mobile platform online to offline (O2O), kemarin meluncurkan Grab Ventures di Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan dari inovasi terbaru perusahaan. Pada peluncurannya ini, investasi yang diberikan senilai Rp3 triliun untuk startup di Indonesia.

Baca juga: Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab

Hadirnya Grab Venture sendiri untuk membantu startup-startup di Indonesia untuk tumbuh lebih cepat di tingkat nasional dan Asia Tenggara dengan menyediakan dukungan menyeluruh termasuk akses pada pasar, mentorship, keahlian teknologi dan investasi strategis. Grab Venture sendiri merupakan inisiatif terbaru dari Master plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ untuk mendukung target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara tahun 2020 mendatang.

Grab Ventures juga mengumumkan Grab Ventures Velocity, program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup-startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up). Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, pesatnya pertumbuhan mobile internet dan kepemilikan smartphone, Indonesia mampu dan dapat menjadi perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara.

“Indonesia telah menjadi rumah bagi sejumlah unicorn bidang teknologi, dan kami percaya bahwa Indonesia bisa mencetak lebih banyak pemimpin di bidang teknologi berskala regional bahkan global. Kominfo sedang merintis platform ekonomi digital IDEA Hub untuk mempercepat pemerataan akses ekonomi bagi negara-negara anggota G20, inisiatif ini ditujukan untuk menyediakan best practice dan referensi bagi perusahaan digital Indonesia. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan digital Indonesia pun perlu memiliki aspirasi besar seperti Grab, dan karena itulah saya menghargai komitmen Grab untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan lokal untuk berekspansi secara nasional maupun regional,” jelas Rudiantara yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (29/8/2018).

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf juga mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini ingin menciptakan ekosistem yang solid untuk mendorong keberhasilan startup. Sehingga BEKRAF berkomitmen untuk menjadi jembatan hubungan startup, investor, mentor dan materi pelatihan.

“Kami senang bisa bermitra dengan Grab yang menyediakan keahlian, jaringan regional dan platform-nya untuk memperkuat komunitas startup di Indonesia,” ujar Triawan.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia mengatakan, sejak Grab 4 Indonesia diluncurkan pada 2017, pihaknya yakin bahwa kesuksesan Indonesia akan tercermin dengan kesuksesan Grab semakin menguat. Inilah alasan utama mereka terus berinvestasi di Indonesia.

“Sejak tahun lalu, kami telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan di bidang teknologi dan memberdayakan lebih dari 5 juta pengusaha mikro. Pada saat yang bersamaan, Grab telah menetapkan dirinya sebagai startup terdepan di Indonesia. Di sektor ride-hailing, saat ini pangsa pasar kami telah mencapai 65 persen. Kini kami ingin membantu startup lainnya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, tidak hanya menjadi unicorn di Indonesia, namun juga menjadi salah satu pemimpin teknologi di Asia Tenggara,” ujarnya.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

Peluncuran Grab Ventures di Indonesia menyusul peluncurannya secara regional bulan Juni lalu di Singapura. Program ini bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan pemimpin teknologi generasi berikutnya di Asia Tenggara, sekaligus mendorong inovasi dan digitalisasi. Grab akan bermitra atau berinvestasi di perusahaan rintisan yang ingin menjawab tantangan di bidang mobilitas, makanan, logistik, fintech, dan tantangan lainnya di bidang O2O.