Bantu Investasi Startup, Grab Venture Hadir di Indonesia

Grab, mobile platform online to offline (O2O), kemarin meluncurkan Grab Ventures di Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan dari inovasi terbaru perusahaan. Pada peluncurannya ini, investasi yang diberikan senilai Rp3 triliun untuk startup di Indonesia.

Baca juga: Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab

Hadirnya Grab Venture sendiri untuk membantu startup-startup di Indonesia untuk tumbuh lebih cepat di tingkat nasional dan Asia Tenggara dengan menyediakan dukungan menyeluruh termasuk akses pada pasar, mentorship, keahlian teknologi dan investasi strategis. Grab Venture sendiri merupakan inisiatif terbaru dari Master plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ untuk mendukung target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara tahun 2020 mendatang.

Grab Ventures juga mengumumkan Grab Ventures Velocity, program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup-startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up). Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, pesatnya pertumbuhan mobile internet dan kepemilikan smartphone, Indonesia mampu dan dapat menjadi perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara.

“Indonesia telah menjadi rumah bagi sejumlah unicorn bidang teknologi, dan kami percaya bahwa Indonesia bisa mencetak lebih banyak pemimpin di bidang teknologi berskala regional bahkan global. Kominfo sedang merintis platform ekonomi digital IDEA Hub untuk mempercepat pemerataan akses ekonomi bagi negara-negara anggota G20, inisiatif ini ditujukan untuk menyediakan best practice dan referensi bagi perusahaan digital Indonesia. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan digital Indonesia pun perlu memiliki aspirasi besar seperti Grab, dan karena itulah saya menghargai komitmen Grab untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan lokal untuk berekspansi secara nasional maupun regional,” jelas Rudiantara yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (29/8/2018).

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf juga mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini ingin menciptakan ekosistem yang solid untuk mendorong keberhasilan startup. Sehingga BEKRAF berkomitmen untuk menjadi jembatan hubungan startup, investor, mentor dan materi pelatihan.

“Kami senang bisa bermitra dengan Grab yang menyediakan keahlian, jaringan regional dan platform-nya untuk memperkuat komunitas startup di Indonesia,” ujar Triawan.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia mengatakan, sejak Grab 4 Indonesia diluncurkan pada 2017, pihaknya yakin bahwa kesuksesan Indonesia akan tercermin dengan kesuksesan Grab semakin menguat. Inilah alasan utama mereka terus berinvestasi di Indonesia.

“Sejak tahun lalu, kami telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan di bidang teknologi dan memberdayakan lebih dari 5 juta pengusaha mikro. Pada saat yang bersamaan, Grab telah menetapkan dirinya sebagai startup terdepan di Indonesia. Di sektor ride-hailing, saat ini pangsa pasar kami telah mencapai 65 persen. Kini kami ingin membantu startup lainnya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, tidak hanya menjadi unicorn di Indonesia, namun juga menjadi salah satu pemimpin teknologi di Asia Tenggara,” ujarnya.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

Peluncuran Grab Ventures di Indonesia menyusul peluncurannya secara regional bulan Juni lalu di Singapura. Program ini bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan pemimpin teknologi generasi berikutnya di Asia Tenggara, sekaligus mendorong inovasi dan digitalisasi. Grab akan bermitra atau berinvestasi di perusahaan rintisan yang ingin menjawab tantangan di bidang mobilitas, makanan, logistik, fintech, dan tantangan lainnya di bidang O2O.

Manfaatkan Kolong Jembatan dan Fungsi Katrol, Pria ini Buat Tempat Singgah Pribadinya Sendiri

Warga yang tinggal di kolong jembatan memang pernah menjadi fokus kerja pemerintah Indonesia dan merelokasi mereka ke tempat tinggal yang lebih layak merupakan tujuan akhirnya. Kesan kumuh dan tidak sehat menjadi alasan pemerintah untuk memberantas pemukiman seperti ini. Namun apa jadinya jika ada seorang arsitek yang membangun tempat singgah pribadi di kolong jembatan? Akankah tempat singgah si arsitek ini juga akan kena gusur oleh pemerintah?

Baca Juga: Eva – Kereta Cepat Berbiaya Murah Kedua, Meluncur 2019 di Spanyol

Tapi tunggu dulu, ini bukan kasus dari dalam negeri – melainkan dari Negeri Matador, Spanyol. Adalah Fernando Abellana yang membangun sebuah ‘shelter’ pribadi di sebuah kolong jembatan di Valencia yang dirahasiakan. Alih-alih kumuh seperti yang ada di Indonesia, tempat singgah Fernando ini bisa dibilang unik karena posisinya yang menggantung di atas tanah. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, tempat singgah karya Fernando ini bisa dibilang cukup komplit, karena dilengkapi oleh rak, tempat duduk, meja belajar, dan bahkan tempat tidur.

Proyek nyeleneh ini merupakan contoh nyata dari sebuah arsitektur parasit, dimana Fernando memanfaatkan tiang penyangga horizontal yang ada di bawah jembatan sebagai rel untuk menggerakkan sebuah fungsi katrol.

Sumber: newatlas.com

Pijakan berkatrol yang terbuat dari rangka besi dan alas kayu ini merupakan media Fernando untuk sampai ke tempat singgah pribadinya – mengingat ketidaktersediaannya tangga untuk mencapai tempat singgah tersebut. Untuk bisa pindah dari satu titik ke titik lainnya, Fernando cukup memutar sebuah tuas yang ada di bagian samping pijakan dan roda yang menempel pada tiang penyangga horizontal akan bergulir searah dengan putaran katrol tersebut.

Sumber: newatlas.com

“Saya mengamati, meneliti, dan mengembangkan proyek ini secara otodidak, dengan satu-satunya tujuan adalah untuk memuaskan motivasi saya secara pribadi,” ungkap Fernando. “Dengan pengalaman kerja saya selama bertahun-tahun, saya akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi dengan seniman, desain interior, dan arsitek untuk mengembangkan Lebrel – tempat singgah pribadi ini,” tandasnya.

Baca Juga: AVE, 26 Tahun Beroperasi, Inilah Jaringan Kereta Cepat Terpanjang di Benua Biru

Untuk memberikan penerangan ketika malam hari, Fernando juga tidak lupa untuk menyimpan sebuahh lampu berdaya baterai. Sebuah kasur tipis lengkap dengan bantal dan selimut pun tak lupa ‘diungsikan’ Fernando dari rumahnya menuju Lebrel – semata-mata untuk meningkatkanya kenyamanan di tempat singgah pribadinya itu. Unik ya!

Etihad dan Emirates, Jadi Maskapai Paling Ramah Bagi Keluarga

Memiliki beragam fasilitas untuk melayani keluarga, maskapai Emirates dan Etihad mendapat gelar sebagai layanan ramah keluarga. Emiartes dan Etihad sendiri mendapatkan gelar itu bersama dengan 18 maskapai lainnya.

Baca juga: Dalam Penerbangan, Pilih Kelas Ekonomi Premium Atau Ekonomi Biasa?

Kenapa menjadi ramah keluarga? Ternyata Etihad dan Emirates sendiri membantu dan memudahkan keluarga yang bepergian bersama anak-anak mereka. KabarPenumpang.com melansir dari laman khaleejtimes.com (27/8/2018), perusahaan mainan Play Like Mum memberikan peringkat kedua untuk Emirates dan kedelapan untuk Etihad.

Dalam penilaiannya yang dibandingkan adalah dalam pelayanan bagasi, reservasi kursi, pra boarding untuk keluarga, biaya makanan, hiburan gratis untuk anak-anak, keranjang bayi hingga kursi roda. Pelayanan penuh seperti penilaian ternyata dimiliki oleh British Airways dan Emirates.

Untuk mendapatkan fasilitas ini, pasalanya ketika terbang, uang merupakan kunci utama untuk mendapatkan segala fasulitas dan kemudahan dalam penerbangan.

“Kami semua berada di penerbangan ketika anak-anak marah, menjerit, sedih atau sakit dan itu merusaknya bagi orang lain dalam penerbangan. Di dunia yang ideal, orang tua akan memiliki anak-anak yang diam dan bahagia sehingga tidak mengganggu yang lain, tetapi kami tahu bahwa sebagai manusia itu tidak terjadi, bahkan dengan anak yang paling sopan jika mereka sakit dalam penerbangan,” kata kepala analisis di StrategicAero Research Saj Ahmad.

Fasilitas yang ada dan diberikan Etihad dan Emirates sendiri membantu anak-anak untuk terhibur dan orang tua nyaman dalam perjalanannya. Emirates dan maskapai penerbangan biaya penuh lainnya seperti Etihad dan Oman Air membuktikan bahwa daya tarik mereka bukan hanya kemudahan melainkan hingga detail terkecil pun diperhatikan.

Ahmad menambahkan, reputasi Emirates sudah terkenal bahkan untuk penumpang yang belum pernah terbang menggunakannya. Sebab, mereka biasanya tahu tentang Emirates dari penumpang lain atau keluarga yang memuji Emirates.

Baca juga: Kreatif! Beginilah Cara Emirates Rangkul Penumpang yang Hendak ‘Seat Upgrade’

“Emirates membayar perhatian yang rumit terhadap detail untuk pelancong dengan anak-anak dari segala usia. Apakah itu kereta gratis yang tersebar di seluruh Bandara Internasional Dubai kepada awak kabin yang dilatih khusus untuk menenangkan dan menjaga anak-anak,” kata Ahmad.

Menurut Play Like Mum, daftar lima besar yang paling ramah keluarga termasuk British Airways, Emirates, Virgin Atlantic, Lufthansa dan AirFrance, sementara flybe, Jet2.com dan Ryanair berdiri di bagian bawah 20 maskapai penerbangan.

Jumlah Penumpang Komuter Meroket, Menhub Anjurkan LRT Diperpanjang Sampai Baranangsiang

Tingginya angka penumpang Commuter Line Jabodetabek asal Bogor membuat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengisyaratkan anak buahnya untuk memperpanjang jalur LRT hingga ke Bogor. Sebagaimana yang diketahui bersama, tingginya jumlah penumpang ini akan berimbas pada kondisi di dalam gerbong yang semakin penuh dan berdesakan.

Baca juga: Terminal Baranang Siang, Kini Seperti Pupus Harapan 

Kondisi ini diperparah dengan adanya proyek pembangunan Double-Double Track (DDT) di Stasiun Besar Manggarai – yang berimbas pada durasi perjalanan KRL Jakarta Kota – Bogor bertambah sekitar 10 menit.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno pun senada dengan Menhub Budi yang mengatakan perlu adanya alternatif moda transportasi untuk memecah tingginya angka penumpang menuju Kota Hujan ini. “Saya kira di Bogor itu sekarang kan sudah ada KRL. Kita lihat penggunanya sudah banyak,” ujar Djoko, dikutip dari laman detik.com (26/8/2018).

Opsi LRT yang akan diperpanjang hingga Bogor semakin menguat manakala penambahan kapasitas angkut sudah tertutup rapat – dimana penambahan tersebut akan mengganggu perlintasan sebidang. Jika semakin banyak kereta melintas, maka kemacetan di sekitaran perlintasan sebidang pun secara otomatis akan bertambah. “Artinya sudah nggak bisa tambah kapasitas kecuali jalur sebidang hilang bisa tambah kapasitas,” terang Djoko.

Djoko menyebut, Bogor merupakan salah satu destinasi akhir perjalanan KRL yang menyumbang angka penumpang paling banyak ketimbang jalur lainnya. “Sekitar 60 persen penumpang KRL berasal dari Bogor, sisanya berasal dari Tangerang, Bekasi, dan daerah lainnya,” tandasnya.

Baca Juga: LRT Palembang Mogok, Ada Apa dengan Produk PT INKA?

Seperti yang sudah disinggung di atas, kelak hadirnya LRT ini diharapkan dapat memecah konsentrasi warga Bogor yang hendak pergi menuju ke Jakarta. “Sementara yang mau ke Jakarta dia di wilayah timur Bogor bisa manfaatkan jalur LRT. Bagi orang-orang Bogor yang merasa KRL terdesak bisa punya pilihan ada KRL ada LRT,” sebutnya.

Semisal jadi, nantinya jaringan Light Rapid Transit yang baru dicanangkan hingga Cibubur ini akan tersambung hingga ke Terminal Baranangsiang, Bogor pada tahun 2020 mendatang.

California Hadirkan AutoX, Mobil Otonom Pengantar Barang Pesanan

Belanja sayur dan kebutuhan dapur dengan cara online mungkin sudah banyak dilakukan masyarakat saat ini dan biasanya diantar via kurir. Tetapi bagaimana bila berbelanja sayur dan kebutuhan dapur diantar dengan mobil tanpa awak?

Baca juga: Baidu Uji Coba Mobil Otonom Berbasis Android Apollo

AutoX, startup kendaraan otomon baru saja meluncur di jalanan California pada Senin (27/8/2018) kemarin. Kehadiran layanan AutoX sendiri saat ini baru saja tersedia bagi pengguna yang berlokasi di area geo-fenced di seluruh San Jose.

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (28/8/2018), dengan menggunakan aplikasi yang kini baru tersedia di Apple Store, pelanggan bisa memesan dan membeli makanan yang ada di mobil otonom AutoX dari toko online GrubMarket. GrubMarket sendiri menjadi sumber produk segar dari berbagai produsen lokal.

Nantinya barang pesanan pelanggan tersebut di pusat pengiriman akan diletakkan di bagasi dan diantar menuju ke pemesan dengn mobil tanpa awak. Tenang saja untuk kesegaran bahan makanan yang diantar seperti sayur, suhu mobil sudah dikontrol dengan baik.

Barang tambahan yang bisa di pilih pada mobil otonom AutoX (newatlas.com)

Nantinya setelah mobil sampai di tujuan, aplikasi akan memberitahu pelanggan sehingga bisa keluar untuk mengambil pesanan mereka dalam mobil tanpa awak itu. Untuk membuka pintu belakang atau bagasi mobil, pelanggan meng-klik pesanan dan bisa mengambilnya.

Tak hanya barang pesanan saja, mobil tanpa awak ini juga menjajakan makanan dan minuman lainnya di sisi kanan kiri dalam mobil dan jendela akan turun secara otomatis sehingga pelanggan bia mengambil barang tambahan yang mereka inginkan. Untuk pembayarannya, sistem komputer mencatat barang apa saja yang diambil sebagai tambahan dan menambahkanya ke tagihan pelanggan.

Baca juga: Mobil Otonom Uber Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas di Arizona

Aplikasi self-driving dari AutoX menggunakan rangkaian kamera resolusi tinggi yang lebih murah dibandingkan sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) yang lebih mahal dan banyak digunakan perusahaan mobil otonom lainnya. Kamera dengan resolusi tinggi ini juga dipandu GPS untuk mendeteksi rintangan seperti pejalan kaki dan kendaraan lainnya.

Untuk saat ini layanan pengantaran barang belanjaan diberlakukan secara gratis, tetapi barang yang dibeli tetap di kenakan biaya. Nantinya mobil otonom ini akan mengenakan tarif pengantaran setelah uji coba selesai dan biaya yang dikenakan lebih rendah dari pada dengan kurir. Selain di San Jose, mobil otonom AutoX juga akan hadir di kota lainnya seperti Mountain View dan Palo Alto beberapa minggu kedepan.

PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang

Belakangan ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama dengan Kementerian Perhubungan berusaha mereaktivasi sejumlah jalur mati yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera. Adanya reaktivasi sendiri untuk mempermudah akses menuju tempat-tempat yang bisa dilalui kereta api.

Baca juga: Lalui Wilayah Borobudur, Jalur Kereta Api Yogyakarta-Magelang Siap di Reaktivasi

Selain itu dengan mereaktivasi jalur lama untuk dihidupkan kembali juga bisa mengurangi kemacetan di jalan raya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PT KAI tengah berupaya untuk melakukan reaktivasi jalur kereta Semarang menuju Rembang.

Dalam usaha reaktivasi ini, Dinas Perhubungan Jawa Tengah berkomitmen untuk membantu. Diketahui, reaktivasi jalur kereta yang berjarak lebih dari 100 km ini ditargetkan bisa terealisasi paling lambat 2023 mendatang.

Tetapi rencana reaktivasi ini bisa saja lebih cepat dikarenakan pemerintah kota dan kabupaten menginginkannya segera. Sebenarnya adanya reaktivasi jalur ini perekonomian masyarakat diharapkan bisa terdongkarak menjadi lebih baik.

“Jalur Semarang-Rembang akan menjadi prioritas, ini didukung dengan perencanaan reaktivasi yang telah tertampung di Bappeda tinggal menunggu langkah selanjutnya. Jalur ini menjadi prioritas Dishub Jateng,” ujar Kepala Seksi Perkeretaapian Dishub Jateng Fajar Rahmat.

Nantinya untuk reaktivasi tahap pertama akan dilakukan dari Semarang menuju Pati. Kemudian di tahap selanjutnya baru menyambung dari Pati menuju Rembang. Fajar mengatakan, pihaknya belum menerima aduan dari pemerintah daerah terkait adanya sengketa untuk pembebasan lahan. Sebab, Pemda di lima kabupaten mendukung penuh adanya reaktivasi kali ini.

“Reaktivasi rencananya akan dilakukan dari Semarang menuju Pati terlebih dahulu baru dilanjutkan dari Pati ke Rembang. Kini semua masih dalam tahap persiapan tinggal menunggu detail engineering desain dari Kementrian Perhubungan,” jelasnya.

Adanya reaktivasi jalur ini sendiri didukung oleh Bupati Pati Haryanto yang juga sudah lama menginginkan bekas jalur kereta dari Semarang-Rembang bisa di fungsikan kembali. Bahkan pihaknya mengaku telah bertemu Gubernur Jateng dan mengirimkan surat ke Kemenhub agar hal tersebut bisa terealisasi.

“Kami menghendaki agar jalur kereta dari Semarang, Demak, Kudus, Pati, dan Rembang bisa dibuka akses kereta kembali, sehingga pelaksanaan kereta bisa mengakhiri kemacetan lalulintas. Kemudian bisa juga memgurangi kerusakan jalur dan macet di pantura,” kata Haryanto.

Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi

Diketahui, jalur kereta api Rembang-Bojonegoro pertama kali dibuka tahun 1919 dan Jalur Semarang Tawang-Demak-Kudus-Rembang pertama kali dioperasikan pada tahun 1900. Keduanya dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda, Semarang-Joana Stoomtram Maatschapij.

Jalur Rembang-Bojonegoro hanya bertahan selama 70 tahun dan ditutup pada 1989, sedangkan Jalur Semarang-Rembang berumur sedikit lebih panjang yakni 75 tahun namun ditutup lebih awal yakni pada 1975. Kedua jalur yang saling terhubung tersebut ditutup karena alasan yang sama yakni kalah bersaing dengan moda angkutan darat lainnya seperti mobil dan bis.

Kualitas Dibawah Standar, Ratusan Troli di Bandara Calcutta Rusak

Puluhan hingga ratusan troli yang dibeli oleh Airports Authority of India (AAI) untuk Bandara Calcutta menuai kontroversi. Pasalnya troli-troli tersebut mengalami kerusakan, padahal umurnya belum genap setengah tahun. Otoritas bandara tersebut berdalih kerusakan pada roda troli ini dikarenakan penumpang yang membawa beban berlebih. Kendati masih ada garansi untuk memperbaikinya, namun kejadian ini sempat menjadi buah bibir di kalangan masyarakat yang bersikeras bahwa, “Bagaimana bisa barang baru memiliki umur penggunaan yang sangat singkat.”

Baca Juga: MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari telegraphindia.com (23/8/2018), setidaknya sudah lebih dari 100 troli yang diperbaiki pasca tiga bulan penggunaannya – lebih buruknya lagi, hampir setiap hari selalu ada minimal satu troli yang rusak. Menanggapi pemberitaan tersebut, pihak Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. selaku pemasok 4.000 troli ini mengaku tidak ada yang salah dengan produk buatannya.

“Kami terpaksa harus memperbaiki roda troli ini. Meskipun baru, tapi tetap tidak bisa digunakan. Pihak pemasok mengganti roda-roda ini di bawah kontrak pemeliharaan tahunan, tapi tetap saja jumlahnya terus meningkat setiap hari,” tutur salah satu pejabat senior Bandara Calcutta. Terhitung sejak April 2018 kemarin, sudah 2.600 dari 4.000 troli sudah tiba di Bandara Calcutta

Guna menindaklanjuti kasus ini, otoritas bandara pun lalu mengadakan pertemuan dengan pihak pemasok untuk membahas masalah troli rusak. “Masalahnya terletak pada bagaimana penanganan troli ini oleh petugas di Bandara Calcutta. Tidak ada masalah pada kualitas barang kami,” ujar pihak Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. pasca pertemuan.

Layaknya pada kebanyakan barang, “diperlukan penanganan yang baik dan benar supaya umur barang tersebut menjadi lebih lama,” tutur pihak pemasok. “”Salah satu caranya adalah dengan mengurangi beban angkut dari troli,” tandasnya. Saran tersebut nampaknya tidak pernah terdengar sebelumnya – apalagi langsung diutarakan oleh Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. selaku produsen dan pemasok troli.

“Saran tersebut seolah menyiratkan lebih baik penumpang tidak menggunakan troli,” tandas seorang otoritas bandara yang ikut dalam pertemuan tersebut. Sebanyak kurang lebih 1.000 troli lama yang masih digunakan di Bandara Calcutta sama sekali tidk mengalami masalah ketika penumpang membawa beban berlebih sekalipun. Hal inilah yang akhirnya menjadi acuan otoritas bandara untuk mengeluhkan kualitas troli dari Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd.

Baca Juga: Huawei Chigoo cTrolley, Troli Canggih Manjakan Akses Penumpang di Bandara

Selain saran yang kurang logis tersebut, pihak pemasok pun mengatakan bahwa ada baiknya troli-troli tersebut ditarik alih-alih didorong. “Saran ini tidka bisa berterima dengan kami.” tutup seorang pejabat dari Bandara Calcutta. Menurut Anda, pihak mana nih yang patut disalahkan akibat rusaknya troli-troli ini? Pihak bandara selaku pengguna atau pihak Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. yang disinyalir memproduksi barang tidak layak pakai?

 

PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

Ada kabar baik bagi Anda para pecinta kereta – terutama yang berdomisili di Jakarta dan Semarang! Ya, PT KAI secara resmi telah menambahkan Priority Class pada KA Argo Muria tertanggal 27 Agustus 2018 kemarin. Kereta api tujuan Jakarta (Gambir) – Semarang Tawang ini akan melakukan pemberhentian di sejumlah stasiun, seperti Cirebon, Tegal, dan Pekalongan. Berbeda dengan layanan sebelumnya yang hanya beroperasi ketika akhir pekan saja, Priority Class di KA Argo Muria ini kini tersedia setiap hari.

Baca Juga: Sering Naik Kereta Api? Ini Dia Posisi yang Paling Aman Bagi Penumpang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adapun kapasitas dari Priority Class KA Argo Muria ini sebanyak 28 seat saja – sama seperti kelas serupa di KA Argo Parahyangan yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Diharapkan, Priority Class di KA Argo Muria ini mampu memberikan alternatif perjalanan lain bagi para penumpang yang tidak kebagian tiket.

Selain itu, pelayanan terbaik dari yang terbaik juga dijanjikan PT KAI bagi para penumpang layanan ini. Soal jadwal keberangkatan, KA Argo Muria KA14 rute Gambir – Semarang Tawang berangkat pada pukul 09.00 WIB, sementara sebaliknya KA Argo Muria KA13 berangkat pukul 16.00 WIB menuju Gambir.

Adapun fasilitas yang akan didapatkan penumpang Priority Class antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi, Mini Bar, TV 52 Inch, crew khusus, toilet khusus dan kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif.

Ini merupakan Priority Class kelima yang dimiliki PT KAI, yang sebelumnya telah didahului oleh KA Taksaka rute Jakarta – Yogyakarta, dan rute Jakarta – Solo Balapan, KA Argo Lawu dan KA Argo Dwipangga jurusan Gambir – Solo Balapan, dan KA Argo Parahyangan jurusan Gambir – Bandung.

Baca Juga: Indonesia Punya Kelas Priority, India Punya Gerbong Anubhuti

Bagi Anda yang ingin menjajal layanan Priority Class di KA Argo Muria ini, siapkan kocek yang cukup dalam karena PT KAI mematok Rp480.000 untuk weekdays dan Rp700.000 untuk weekend. Kendati mahal, namun itu semua setara dengan pelayanan eksklusif yang akan Anda dapatkan di dalamnya!

 

Tutupi Kerugian, Uber Bakal Maksimalkan Moda Transportasi Individual

Sebuah inovasi yang cukup unik dilakukan oleh perusahaan ride-sharing asal California, Uber yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa moda transportasi individual lebih cocok untuk perjalanan di dalam kota. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh CEO Uber, Dara Khosrowshahi dalam suatu kesempatan. Jika ditinjau lebih jauh, ide Dara ini memiliki sejumlah keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang – salah satunya adalah yang berkaitan dengan pencemaran udara.

Baca Juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (27/8/2018), Dara juga memperkirakan adanya peningkatan pengguna layanan semisal ide ini direalisasikan kelak. “Selama peak hours, sangatlah tidak efisien jika satu mobil mengangkut satu penumpang saja atau bahkan berkendara sendirian,” ucap Dara. “Secara finansial, rencana ini memang tidak berarti banyak bagi kami dalam jangka waktu pendek, tapi lain cerita jika dibandingkan dengan jangka waktu panjang di masa yang akan datang,” tandasnya.

Diketahui, Uber telah menanamkan sahamnya di sejumlah perusahaan sepeda tahun lalu – salah satunnya adalah sepeda listrik Jump yang dapat Anda temui di delapan kota di Negeri Paman Sam, termasuk New York dan Washington. Kabarnya, layanan sepeda listrik Jump milik Uber ini akan segera di rilis di Berlin dalam waktu dekat. Pun dengan Lime, perusahaan skuter listrik yang juga sudah mulai dilirik oleh Uber.

Menurut perhitungan Dara, Uber akan mengalami perubahan pola pendapatan ketika mengoperasikan sepeda ketimbang mobil dengan jarak perjalanan yang sama. Namun, hal tersebut akan diimbangi dengan meningkatnya frekuensi pengguna layanan – terutama ketika peak hours. “Kami bersedia untuk mengais receh untuk pendapatan di masa depan yang tinggi,” paparnya optimis.

Tidak bisa dipungkiri, Uber kalah strategi dalam persaingan dengan sejumlah perusahaan ride-sharing lainnya yang membuat perusahaan yang didirikan oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp ini merugi sekitar US$4,5 miliar atau yang setara dengan Rp65,8 triliun. Mau tidak mau, Uber harus berupaya keras untuk membalikkan keadaan dan menyeimbangkan neraca perekonomiannya kembali.

Baca Juga: Diakuisisi Grab, CEO Uber: “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit”

Memang, pendapatan yang berhasil diraih Uber dalam bisnis ride-sharing (Uber Car) ini tidaklah sedikit, namun pada kenyataannya, laba tersebut lama kelamaan kian tergerus seiring dengan ekspansi pasar ke daerah-daerah baru. Ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kas Uber semakin merosot.

Belum lagi tekanan regulasi di beberapa daerah yang berimbas pada terhambatnya pertumbuhan pasar – sebut saja aturan baru yang berkembang di New York yang memberlakukan pembatasan volume kendaraan untuk mengatasi kemacetan. Akankah Uber masih tetap bisa berjuang?

 

Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta

Sebuah mobil sengaja ditabrakkan dengan kereta yang tegah melaju di jalur kereta Seaford Adelaide, tepatnya di Stasiun Lonsdale, Adelaide, Australia. Insiden itu terjadi pada Senin (27/8/2018) pukul tujuh malam waktu setempat dan pihak kepolisian mengamankan dua orang yang diduga pelaku.

Baca juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan

Dilansir dari abc.net.au (28/8/2018) oleh KabarPenumpang.com, karena insiden ini, layanan kereta api dihentikan sementara antara Brighton dan Noarlunga Center, sehingga penumpang mau tak mau menggunakan bus pengganti yang sudah disiapkan selama beberapa jam sampai mobil yang tertabarak dievakuasi petugas.

Dari CCTV atau kamera pengawas polisi mengatakan tidak ada orang di dalam mobil dan kereta saat menabrak dengan kecepatan rendah. Dalam pemeriksaan CCTV1 juga didapat dua pria pelaku yang diperkirakan berusia 21 tahun dan 23 tahun.

“Kami telah memeriksa CCTV dan dua tersangka terlihat mendorong mobil ke arah rel sebelum mereka lari,” ujar keterangan dari pihak kepolisian.

Untungnya dalam insiden tersebut tidak ada seorang penumpang pun yang terluka secara fisik. Akibat kejadian ini, Adelaide Metro memperkirakan mengalami kerugian sekitar US$100 ribu atau sekitar dengan Rp1,4 miliar. Pihah Adelaide Metro juga mengatakan beberapa mobil di tempat parkir yang dekat stasiun juga telah dirusak dan pemilik telah melaporkan kepada pihak kepolisian.

Seorang penumpang bernama Sam Davies yang berada di kereta bagian depan mengatakan, peristiwa tersebut sangat menakutkan bagi masinis kereta api.

Atas insiden ini, Menteri Transportasi Stephan Knoll mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang terhadap desain stasiun kereta. Sebab platform kereta berada di tingkat yang sama dengan parkiran mobil.

Baca juga: Gegara Pria Mabuk, Perjalanan Kereta di Munich Terhenti Selama 21 Jam!

“Kami akan melihat apa modifikasi diperlukan pada desain stasiun untuk memastikan bahwa kami sudah melakukannya dengan benar dan kami akan meminimalkan masalah ini terjadi di masa depan,” ujar Knoll.

Diketahui, kedua pria tersebut berasal dari Christies Downs dan dituduh membahayakan keselamatan, gangguan ilegal serta kerusakan properti. Jaminan keduanya pun ditolak pihak kepolisian.