Terkait Kriminalisme, Komisi Haji Nigeria Waspadai Kepulangan Jamaah Haji dari Arab Saudi

Sebagai negara di Afrika yang kerap diterjang isu kriminal dan terorisme, Nigeria sudah barang tentu perlu mewaspadai datangnya tamu-tamu asing. Dan yang menjadi perhatian kini adalah pada penerbangak kembali para jamaan Haji. Seperti maskapai penerbangan Haji tahun 2018 ini telah diperingatkan oleh Komisi Haji Nasional Nigeria atau The National Hajj Commission of Nigeria (NAHCON) untuk tidak mengangkut penumpang yang bertendensi kriminal saat penerbangan kembali dari Arab Saudi ke Nigeria.

Baca juga: Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah

Peringatan ini disampaikan ketua NAHCON Abdullahi Muhktar saat melakukan pertemuan dengan operator penerbangan tahun 2018 di Jeddah, Arab Saudi. “Operator penerbangan harus dengan serius memperingatkan para petugas di darat mereka untuk tidak mengizinkan penumpang non-Haji naik ke penerbangan Haji atau mengambil keuntungan untuk memungkinkan elemen kriminal keluar dari wilayah Arab Saudi. Ini tidak akan dimaafkan karena kita tidak tahu jenis kejahatan yang mungkin mereka lakukan sebelum meninggalkan negara,” ujar Abdullahi yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman punchng.com (26/8/2018).

Dia menambahkan penerbangan Haji tidak boleh digunakan untuk keadaan apapun dan setiap orang yang mencurigakan harus dilaporkan sehingga pihaknya dapat mengingatkan pihak berwenang. Abdullahi menambahkan, setelah menyelesaikan tahap pertama, transportasi peziarah dari Nigeria dan saat ini untuk pemulangan memerlukan rencana yang teliti dan bekerja sama penuh dengan semua staf.

“Kita semua harus melipatgandakan upaya kita sekarang karena fase ini membutuhkan kepatuhan dengan standar internasional karena kita akan beroperasi bersama dengan pesawat lain secara global dari titik keberangkatan yang sama,” jelasnya.

Abdullahi lebih lanjut menyarankan agar para operator secara serius mengingatkan staf lapangan mereka dalam penanganan bagasi jamaah atau memberikan kabar yang jelas saat cuaca buruk. Konsul Jenderal Nigeria di Jeddah, Muhammadu Inusa, juga menyarankan pejabat NAHCON yang bertanggung jawab atas pengangkutan udara untuk mematuhi perjalanan kembali para peziarah dalam urutan kedatangan.

“Tidaklah adil untuk kembali terlebih dahulu kepada mereka yang datang terakhir ke Saudi. Pertama-tama harus datang, pertama kembali secara berurutan, untuk membangun kepercayaan pada sistem,” kata Inusa.

Baca juga: Siasati Puncak Musim Haji, Bandara Arab Saudi Adopsi Teknologi Gelang RFID

Dia memuji NAHCON karena tidak meninggalkan seorang peziarah dibelakang pada fase pertama dari Nigeria. Sementara itu, Max Air, salah satu maskapai penerbangan, mengatakan siap untuk memulai perjalanan kembali pada 27 Agustus.

Managing Director perusahaan penerbangan Shyam manwani, mengatakan perusahaan telah mengangkut air suci peziarah (Zamzam) ke Nigeria selama fase pertama. Ini akan didistribusikan kepada para peziarah saat kembali ke bandara di Nigeria.

MRT Jakarta Fokus Testing and Commissioning, Ini Bedanya dengan Trial Run!

MRT Jakarta semakin matang dalam menyambut pengoperasian perdananya pada Maret 2019 mendatang. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya progress pembangunan jaringan metro pertama di Indonesia ini yang sudah hampir menyentuh angka 96 persen secara keseluruhan (Fase 1). Belum lagi sejumlah uji coba di segala bidang yang kini tengah menguras tenaga William Sabandar cs.

Baca Juga: Lanjutkan Uji Coba Persinyalan, Ini Kali Pertama Kereta MRT Jakarta Masuki Terowongan

Dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta yang diadakan di Depo Lebak Bulus, Selasa (28/8/2018), William Sabandar selaku Dirut PT MRT Jakarta mengatakan bahwa perkembangan pembangunan Fase 1 ini sudah mencapai 95,97 persen. “Dengan rincian 94,42 persen untuk Depo dan Elevated Section, sedangkan untuk Underground Section sudah mencapai 97,53 persen. Masih on track (sesuai rencana),” ujar William di hadapan sejumlah awak media.

Untuk saat ini, PT MRT Jakarta tengah melakukan proses pemeriksaan dan pengecekan sistem kereta atau yang lebih dikenal dengan nama Testing and Commissioning. Sebenarnya, proses ini sudah berjalan sejak pertengahan Agustus, dan William menaksir Testing and Commissioning pada kereta pertama ini akan berlangsung sekitar lima minggu. “Karena ini kereta pertama, maka prosesnya agak lama. Untuk kereta kedua hingga ke-16 paling hanya membutuhkan waktu satu sampai dua minggu saja,” terangnya.

Adapun kegunaan dari proses Testing and Commissioning ini adalah untuk memastikan semua sistem yang berada di dalam kereta buatan Nippon Sharyo, Jepang ini berfungsi dengan baik dan diharapkan tidak menemukan kendala ketika masa pengoperasiannya kelak. “Jadi tesnya itu bertahap, mulai dari di bawah 30km/jam, besok akan kita tingkatkan jadi 45km/jam, dan akan terus meningkat hingga 100km/jam,” ujar William. “Untuk sementara ini, proses masih dilakukan secara manual, tapi nanti ke depannya akan otomatis,” imbuhnya.

Menurut agenda, PT MRT Jakarta akan melakukan ters uji pergerakan kereta (dynamic test) di jalur utama pada tanggal 10 September 2018 mendatang, “lalu akan mulai uji coba operasi sistem perkeretaapian secara terintegrasi oleh kontraktor pada 12 November,” lanjut William. Peraih gelar doktor geografi dari University of Canterbury, New Zealand ini juga mengatakan bahwa semisal semua sistem sudah berfungsi dengan baik, maka pihaknya siap untuk melakukan trial run. “Ketika semua sistem sudah ok, maka kami baru bisa melakukan trial run. Kami berharap kontraktor bisa menyerahterimakan proses ini kepada PT MRT Jakarta pada pertengahan Desember ,” ujar Pria berdarah Maluku – Toraja ini.

Baca Juga: Jual Official Merchandise Sebelum Beroperasi, MRT Jakarta Ingin Tumbuhkan Fanatisme?

Nah, beberapa waktu ke belakang ada kesalahpahaman di masyarakat yang menyebutkan bahwa MRT Jakarta telah melakukan trial run. Padahal, proses trial run dan testing and commissioning merupakan dua proses yang berbeda. Seperti yang sudah disinggung di atas, proses testing and commissioning merupakan tahapan dimana calon operator menguji keseluruhan sistem dari armada dan kelaikan jalur yang akan dilintasi kelak. Sementara trial run merupakan proses lanjutan dimana hampir keseluruhan sistem sudah berjalan dengan baik.

 

Jepang dan Rusia Sepakat Kembangkan Jalur Kereta Kargo Trans-Siberia

Demi mendorong kerja sama bilateral di sektor ekonomi, Jepang dan Rusia sepakat untuk mengembangkan rute pengiriman barang melalui Jalur Kereta Trans-Siberia. Selain itu, kerja sama tersebut juga diproyeksikan untuk membangun kepercayaan diantara kedua belah pihak untuk menyelesaikan sengketa teritorial yang sudah ‘berkerak’.

Baca Juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstimes.com.sg (21/8/2018), kedua pemerintah percaya bahwa kerja sama tersebut mampu memberikan energi pada third distribution channel, menyusul jalur udara dan laut. Menurut sumber yang mengetahui tentang diplomasi antara pihak Jepang dan Rusia, uji untuk memverifikasi distribusi menggunakan Kereta Api Trans-Siberia akan dimulai sekitar tanggal 11 – 13 September mendatang, ketika Eastern Economic Forum berlangsung di Vladivostok, Rusia.

Pada kesempatan itu pula, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sekiranya lima hingga 10 perusahaan, terutama perusahaan distribusi Jepang, tengah mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam pengujian ini. Mereka akan mempelajari sejumlah faktor seperti biaya dan waktu transportasi, prosedur administratif yang diperlukan untuk bea cukai, dan proses impor dan ekspor.

Tidak hanya itu, beberapa calon kendala seperti pengaruh getaran hingga perbedaan suhu antara kedua negara ini juga akan turut diperiksa dalam pengujian tersebut. Guna mengatasi kemungkinan masalah di jalur tersebut, pemerintah juga rencananya akan bekerja sama dengan pihak swasta. Hingga saat ini, kedua belah pihak masih mengandalkan jalur udara dan laut dalam hal pengiriman kargo, dikarenakan kurangnya informasi yang jelas hingga masalah prosedur pengiriman yang rumit.

Jika ditempuh dengan menggunakan jalur laut (via Samudera Hindia), perjalanan antara kedua negara memakan waktu sekitar 53 hingga 62 hari – tergantung dari cuaca. Sementara jika ditempuh dengan menggunakan kereta api, maka waktu perjalanan yang dibutuhkan adalah 20 hingga 27 hari. Itu berarti setengah dari waktu perjalanan via jalur laut.

Adapun kemungkinan rute yang digunakan semisal jalur perkeretaapian ini disetujui adalah barang yang hendak dikirim melalui pelabuhan manapun di Jepang akan tetap menempuh jalur laut menuju Vladivostok, lalu barang tersebut akan dilanjutkan menuju Moskow via jalur kereta api. Selain lebih mempersingkat waktu pengiriman, penggunaan jalur kereta api ini juga digadang-gadang mampu menekan biaya pengiriman sekitar 40 persen.

Baca Juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Seperti yang diketahui bersama, Trans-Siberia merupakan jalur kereta api yang membentang sejauh 9.300km dari kota Vladivostok menuju Moskow. Semisal ditelaah lebih mendalam, eksistensi dari jalur ini bisa dibilang cukup vital untuk meningkatkan sektor perdagangan antara Jepang dan Eropa. “Jika hubungan ekonomi antara Jepang dan Rusia diperkuat melalui sektor transportasi, maka kita berharap hal tersebut mampu membawa dampak positif pada penyelesaian masalah di wilayah utara,” tutur narasumber di pemerintah Jepang.

 

Adopsi Vehicle-to-x, Bus Otonom Telkomsel 5G Ramaikan Asian Games 2018

Bus tanpa awak yang digadang-gadang akan hadir di Indonesia, kali ini direalisasikan oleh operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel. Bus otonom ini mendukung perhelatan besar Asian Games 2018. Berbeda dengan bus otonom lainnya, pada uji coba yang dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Telkomsel menghadirkan jaringan telekomunikasi kecepatan tinggi generasi kelima atau 5G.

Baca juga: Bus Tingkat Bertenaga Hidrogen Meriahkan Asian Games 2018

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jaringan 5G sendiri ini dihadirkan untuk membantu penonton dan kontingen agar dapat mendapat jaringan internet yang cepat. Ivan Purnama, Vice President Next Generational Network Telkomsel menjelaskan bahwa dengan jaringan 5G bukan lagi bicara kecepatan jaringan internet untuk browsing atau mengakses media sosial, tetapi akan diterapkan untuk hal lain, salah satunya penggunaan mesin.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyebutkan, jaringan 5G memang belum masuk ke Indonesia. Tetapi dalam beberapa tahun mendatang teknologi ini akan mendukung kemajuan bangsa terutama dengan kehadiran teknologi revolusioner yang bisa mengubah cara hidup manusia di masa depan, bahkan bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sehingga hal ini yang membuat Telkomsel menghadirkan pusat experience 5G di venue Asian Games 2018 GBK.

“Selama Asian Games 2018 pengujung bisa mengenal dan merasakan langsung implementasi dari teknologi revolusiner melalui berbagai perangkat yang dilengkapi dengan teknologi 5G,” tutur Ririek.

Diketahui ada beberapa perangkat yang diimplementasikan dengan teknologi 5G antara lain adalah live streaming Football 2020, Future Driving dan Cycling Everywhere yakni kontrol terhadap kendaraan dari jarak jauh dan uji coba bus otonom alias bus tanpa pengemudi yang akan berjalan di area GBK. Ivan menambahkan, penerapan jaringan 5G ini sendiri bisa diselenggarakan di Asian Games 2018 karena ada kerja sama Telkomsel dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Pemerintah Korea Selatan yang sebelumnya melakukan uji coba 5G di Winter Olympic.

Sebelumnya, Kemkominfo telah mengizinkan frekuensi tertentu untuk diterapkan pada uji coba 5G saat Asian Games 2018. “Ujicoba 5G ini menggunakan spektrum 2,8GHz dan menerapkan teknologi 5G beamforming. Untuk membuat uji coba berhasil, frekuensi tersebut tidak bersifat melebar tetapi ditembak khusus ke area uji coba,” kata Ivan.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan, upaya Telkomsel menguji cobakan teknologi 5G ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan 5G.

“5G bukan hanya lebih cepat, tetapi untuk menghadirkan layanan-layanan baru yang saat ini mungkin tidak ada tetapi bisa saja ada di masa depan,” tuturnya.

Bus otonom ini sendiri merupakan bus kecil yang mampu mengangkut maksimal 15 orang. Penyediaan teknologi bus otonom tersebut, Telkomsel bekerjasama dengan ST Engineering.

Teknologi 5G ini untuk kendaraan otonom masuk ke dalam konsep vehicle-to-x dimana sistem transportasi cerdas yang dapat mengatur lalu lintas, dan memastikan perjalanan menjadi aman di masa depan. Sehingga tidak bisa menggunakan jaringan 4G sebab, konsep ini harus memiliki latensi yang rendah serta kecepatan transfer data yang besar karena berhubungan dengan respon.

Untuk diketahui, bus tanpa awak ini ini menggunakan penggerak listrik dengan daya Battery Pack kapasitas 33 kWh yang mampu bertahan selama sembilan jam. Pengisian daya hingga baterai penuh, membutuhkan waktu selama tujuh sampai delapan jam. Bus bermerek Navya yang berasal dari Perancis ini memiliki sensor yang menggunakan teknologi Multi-Sensor Cutting-Edge yang paling canggih dari negara asalnya.

Baca juga: Bus Otonom Apolong Baidu Level 4 Meluncur Secara Global di 2019

“Kendaraan otonom atau kendaraan tanpa pengemudi ini merupakan sebuah contoh dari kecanggihan teknologi LIDAR (Light Detection and Ranging), AI (Artificial Intelligent) dan tentunya teknologi 5G untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Dengan menghadirkannya di perhelatan Asian Games 2018 sebagai bagian dari Telkomsel 5G Experience Center, Telkomsel memastikan kesiapan armada ini dapat memenuhi animo masyarakat, terutama mereka yang menonton pertandingan di area Gelora Bung Karno,” ungkap Indra Mardiatna, Vice President Technology & system Telkomsel.

Selain berdaya listrik yang eco friendly, mobil berjalan otonom, tanpa pengemudi dengan dilengkapi 5G live streaming. Kemampuan mobil otonom tersebut dimungkinkan dengan teknologi Artificial Intelligent (AI) dan 5G yang memiliki High throughput hingga 20 Gbps serta Low latency (1 millisecond). Mobil listrik Otonom ini merupakan salah satu konsep sistem transportasi cerdas yang akan menciptakan lalu lintas yang jauh lebih teratur, membuat perjalanan lebih nyaman dan lebih aman di masa depan.

Duduk di Bangku Orang Lain, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Cekal

Tentu Anda semua pernah duduk di tempat yang tidak sesuai dengan tiket ketika tengah berkendara menggunakan sarana transportasi umum, bukan? Ya, hal ini lumrah terjadi di berbagai sarana transportasi, mulai dari kereta, bus, hingga pesawat sekalipun. Namun apa jadinya jika Anda yang salah duduk ini enggan untuk pindah ke tempat duduk semestinya dan ‘dicekal’ oleh sang operator layanan? Duh!

Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Langgar Tata Cara Berpakaian Bisa Depak Penumpang dari Penerbangan

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (25/8/2018), seorang penumpang layanan kereta peluru di Cina terpaksa ‘dicekal’ untuk menggunakan layanan China Railway Jinan Group pada Jumat (24/8/2018). Hal tersebut didasari oleh tolakan dirinya ketika diminta untuk menduduki tempat duduknya sesuai dengan yang tertera di tiket perjalanan. Pencekalan terhadap penumpang pria ini masih belum ditentukan tenggat waktunya.

Tidak hanya dilarang untuk menggunakan layanan kereta peluru tersebut, Sun He – nama dari penumpang ini, juga didenda sebesar 200 yuan atau yang setara dengan Rp429.000 atas tindakan semena-menanya ini.

Pemberitaan ini semakin cepat beredar manakala seorang wanita yang tempat duduknya dirampas tersebut merekam aksi dari Sun He yang duduk di pinggir kaca kereta peluru kelas ekonomi. Alih-alih merasa tidak enak lalu pergi, Sun He malah enggan beranjak dari tempat duduk tersebut dan malah memerintah wanita ini.

“Anda punya tiga pilihan – berdiri, ambil kursi saya, atau pergi ker gerbong restorasi,” ujar Sun He dalam rekaman tersebut. Tak lama berselang, seorang petugas keamanan datang menghampiri untuk melakukan mediasi. Ternyata kehadiran petugas ini tidak membuat Sun He bergeming sedikitpun. Dengan dalih tidak bisa berdiri, ia meminta sang petugas untuk membawakannya kursi roda yang akan membantunya berpindah tempat.

Enggan menghabiskan waktu terlalu lama dengan Sun He, sang petugas lalu meminta wanita yang seharusnya duduk di bangku Sun He ini untuk pindah ke kelas Bisnis dan melanjutkan perjalanan di dalam rangkaian yang menghubungkan Jinan – Beijing ini.

Tak membutuhkan waktu lama bagi sang operator untuk menerbitkan sanksi bagi Sun He. Di hari yang sama (Jumat), Sun He dijatuhkan hukuman tidak boleh menggunakan layanan kereta api selama batas waktu yang belum ditentukan. Namun berdasarkan pedoman, larangan ini berkisar antara 90 hingga 180 hari – tergantung dari beratnya pelanggaran yang dilakukan.

Baca Juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?

Alhasil, video yang diunggah oleh wanita yang namanya enggan disebut tersebut ke dunia maya menuai berbagai respon yang menyudutkan Sun He. Mereka semua menentang aksi yang telah dilakukan oleh Sun He. Kalau hal yang sama menimpa Anda, apa yang akan dilakukan?

Tak Puas dengan Layanan Kereta , Pria ini Nekat Tato Permanen, Konsepnya ‘Nyeleneh’

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk menyuarakan rasa ketidakpuasannya terhadap sesuatu – bisa dengan cara melemparkan pernyataan ke media sosial, berdemo, atau seperti yang dilakukan Rauri Barratt asal Whitehawk, Brighton, Inggris. Ia memutuskan untuk menyuarakan kekecewaannya terhadap layanan Southern Rail melalui media tato permanen. Alhasil, tato yang kini menghuni tulang rusuk sebelah kiri pria berusia 36 tahun ini sontak menjadi buah bibir beragam kalangan.

Baca Juga: Tidak Puas Dengan Popso Nasi Goreng Parahyangan, Penumpang Layangkan Petisi ke PT KAI dan PT RMU

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (25/8/2018), ada alasan tersendiri bagi Rauri untuk ‘menggambar’ di bagian rusuk yang terkenal memiliki tingkatan sakit lebih tinggi daripada di area lainnya. “Rasa sakit (dari tato) ini mewakili bagaimana tersiksanya saya selama menggunakan layanan Southern Rail,” tutur Rauri.

Selain itu, pilihan sketsa yang dipilih Rauri pun terbilang cukup nyeleneh – Southern Rail Are S**t. Walhasil, tatonya tersebut menuai beragam tanggapan. “Mungkin saya akan menyesalinya (sketsa yang dipilih), tapi pada intinya adalah saya berusaha menyampaikan sesuatu terhadap layanan Southern Rail,” ujar Rauri menepis tanggapan netizen.

Selama proses ‘penggambaran’, Rauri terus menyampaikan perkembangan terkini melalui media sosial Twitter. “Saya sengaja terus up to date terhadap perkembangan proses tato ini agar setiap orang di media sosial Twitter dapat menyampaikan keluhan mereka kepada Southern Rail dengan menyantumkan foto dan video yang saya unggah,” terang Rauri.

Sumber: dailymail.co.uk

“Memang, saya belum pernah mendapatkan pengalaman sangat buruk ketika menggunakan layanan ini, tidak seperti orang lain yang menjadikan Southern Rail sebagai moda sehari-hari,” tandasnya.

Uniknya lagi, para penumpang yang juga merasakan hal yang sama seperti Rauri turut mendonasikan uang mereka untuk ‘patungan’ biaya tato Rauri. Tidak tanggung-tanggung, jumlah dana yang berhasil dikumpulkan via online ini terhitung sebesar £136 atau yang setara dengan Rp2,6 juta.

Adapun sketsa tato yang menempel selamanya di tubuh Rauri ini merupakan kombinasi dari gambar kereta api yang keluar dari mulut tengkorak dengan label Southern Rail pada bagian atas dan Are S**t pada bagian bawahnya.

Baca Juga: Bertahun Tak Beroperasi, Stasiun Vadamadurai ‘Kedatangan Tamu Spesial’

Ric Ruggeri selaku tattoo artist yang menggambar tubuh Rauri mengatakan bahwa konsep tato tersebut, “sangatlah unik,”

Ternyata, aksi yang dilakukan Rauri ini didasarkan oleh fakta. Sebuah survei pada bulan Januari lalu menyebutkan bahwa Southern Rail merupakan layanan kereta terburuk di Tanah Britania selama tiga tahun berturut-turut dengan angka 28 persen penumpang saja yang menyatakan puas dengan layanan tersebut.

 

 

 

 

Akibat Kelelahan, Pengemudi Taksi Tidur, Penumpang Mengemudi Sendiri!

Pernah terbayang naik taksi tapi harus mengemudikan taksi itu sendiri? Mungkin tidak pernah ada pikiran Anda mendapat perilaku seperti itu dari seorang pengemudi taksi. Bilapun ada, Anda pasti kesal karena selain harus mengemudikannya, sebagai penumpang juga harus membayar tarif taksi tersebut. Bahkan tarif yang dibayarkan tersebut tidak ada potongan sedikitpun alias membayar penuh.

Baca juga: Bingung Menentukan Tips Untuk Pengemudi Taksi? Simak Artikel Ini!

Hal tersebut baru saja terjadi di Thailand, dimana seorang pengemudi menikmati tidur siangnya dan penumpang menyetir hingga tujuannya. KabarPenumpang.com melansir dari laman nextshark.com (25/8/2018), Santiphap Khunchanmee, seorang penumpang yang terpaksa mengemudikan taksi yang ditumpanginya memposting hal tersebut di akun Facebooknya.

Dia membuat caption pada unggah fotonya yang berada di belakang kemudi bersama si pengemudi taksi yang tidur yakni sesuatu hal yang baru saat naik taksi. Dia membagikannya karena hal ini mengesankan dan agar semua tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Pos tersebut segera dibagikan secara luas dan mendapatkan lebih dari satu juta penayangan, ribuan suka dan ratusan komentar dalam beberapa hari. Dalam postingan yang viral itu, bahkan dirinya menuliskan percakapan yang terjadi yakni seperti berikut ini.

“Bro, saya tidak bisa melanjutkan mengemudi lagi. Saya sangat mengantuk. Biarkan saya parkir dan tidur siang sebentar selama lampu merah ini,” ujar si pengemudi pada Santiphap.

Dikarenakan bingung, Santiphap kemudian bertanya pada pengemudi tersebut, “Haruskah saya menyetir?”

Kemudian pengemudi yang tidak punya malu itu melanjutkan, “Saya berharap Anda menawarkan hal itu.”

Baca juga: Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik?

Hingga akhirnya Santiphap mengemudikan taksi tersebut sampai tujuannya. Tetapi ada beberapa alasan yang tidak bisa dijelaskan dan dirinya tetap harus membayar tarif penuh 300 bath atau US$9 atau sekitar Rp131 ribu.

Ternyata, Santiphap bukanlah yang pertama kali menjadi korban, sebelumnya sudah ada penumpang pria lainnya yang memiliki pengalaman yang sama. Pria tersebut juga berselfie bersama sang pengemudi yang tidur di taksinya dan mengemudikan hingga tujuan.

Empat Aplikasi Maps di Android Ini Bisa Beroperasi Tanpa Koneksi Internet!

Kehadiran fitur GPS (Global Positioning System) di smartphone berbasis Android belakangan ini sudah menjelma menjadi sebuah keharusan. Kemampuannya untuk menunjukkan peta lokasi, mengarahkan pada titik yang sudah ditentukan sebelumnya, hingga mengecek kemacetan secara real-time menjadi fitur-fitur andalan yang ditawarkan oleh pihak pengembang.

Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

Dibarengi dengan koneksi internet yang mumpuni, Anda dapat dengan mudah bepergian tanpa harus takut tersasar walaupun di tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya. Namun apa jadinya jika koneksi internet Anda mengalami gangguan? Masih bisakah Anda membuka aplikasi GPS ini? Berikut KabarPenumpang.com paparkan empat aplikasi GPS yang dapat berfungsi tanpa membutuhkan koneksi internet (offline), dikutip dari laman makeuseof.com. Sebagai catatan, aplikasi GPS di bawah ini hanya bisa diakses melalui ponsel berbasis Android.

Google Maps

Sumber: istimewa

Aplikasi yang biasanya sudah otomatis ter-install ketika Anda membeli sebuah ponsel baru ini ternyata memiliki fitur offline maps. Cara menggunakannya adalah pastikan Anda terhubung dengan koneksi internet (lakukan ini sebelum Anda bepergian), masuk ke aplikasi Google Maps, pilih garis tiga yang ada di kolom ‘Search Here’, lalu pilih ‘Offline Maps’. Setelah itu, silakan Anda pilih daerah mana yang sekiranya hendak Anda tuju, lalu download. Dengan begitu, Anda tetap bisa menggunakan aplikasi Google Maps walaupun tanpa koneksi internet.

MapFactor GPS Navigation Maps

Sumber: youtube

Aplikasi hasil kolabirasi OSM & TomTom ini dapat Anda unduh secara gratis di Google Play Store. Ketika mulai menggunakan aplikasi ini, Anda diminta untuk mengunduh terlebih dahulu lokasi yang ingin Anda tuju (dibagi berdasarkan negara). Ketika unduhan sudah selesai, maka Anda dapat menggunakan aplikasi ini walau dalam keadaan offline. Ingat, pastikan Anda men-download peta lokasi sebelum bepergian dan ketika masih terhubung dengan koneksi internet ya!

GPS Navigation and Maps Sygic

Sumber: istimewa

Cara kerja dari aplikasi ini hampir sama dengan MapFactor GPS Navigation Maps, namun yang membedakan adalah kualitas gambar yang dihasilkan dan aplikasi yang dirilis oleh TomTom ini memiliki fitur khusus untuk para pengemudi kendaraan bermotor dan pejalan kaki. Selain itu, Anda juga bisa membagikan rute perjalanan yang sebelumnya ditempuh kepada teman-teman Anda.

Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!

CoPilot GPS Sat-Nav Navigation

Sumber: youtube

Ini merupakan aplikasi berbayar yang memberikan free trial selama satu minggu (termasuk tampilan 3D pada peta). Lepas dari masa free trial, Anda akan menikmati peta dalam tampilan 2D. Adapun kelebihan dari aplikasi yang menyajikan peta lokasi secara offline ini adalah tiga opsi yang dapat Anda pilih setelah menentukan titik yang hendak dituju. Sama seperti tiga aplikasi di atas, Anda harus mengunduh terlebih dahulu lokasi yang sekiranya hendak Anda tuju sebelum dapat menikmati fitur-fitur di dalamnya dalam kondisi offline.

Jurus Selamat Bersepeda di Kota-Kota Besar, Waspada Walau Tidak Ngebut!

Bersepeda memang menyenangkan, apalagi kalau sudah bareng-bareng sama teman tentu kesenangannya ini akan naik berlipat ganda. Nah, tidak hanya untuk touring ke daerah-daerah saja, tidak sedikit warga Ibukota yang menggunakan sepeda untuk pergi ke tempatnya bekerja – dengan berbagai latar belakang yang mendasari niatnya bersepeda.

Baca Juga: CatEyeSYNC, Solusi Bagi Anda yang Gemar Bersepeda di Malam Hari

Tidak bisa dipungkiri, selain menyehatkan tubuh, dengan bersepeda kita juga telah berpartisipasi langsung dalam hal memerangi polusi udara. Tapi, ada beberapa poin dasar nih yang harus diperhatikan ketika bersepeda. Berikut KabarPenumpang.com himpun 5 tips aman bersepeda, dikutip dari laman bicyclingaustralia.com.au.

Tetap Terlihat
Kehadiran beragam lampu di sepeda Anda akan memegang peranan penting ketika Anda bersepeda pada malam hari. Untuk poin ini, Anda bisa menambahkan rear lights untuk memberikan tanda kepada pengguna jalan yang berada di belakang Anda. Sedangkan untuk bagian depan, Anda bisa menggunakan front light yang juga berperan sebagai sumber penerangan Anda di malam hari.

Kenakan Baju Cerah
Selain dapat meminimalisir panas ketika siang hari (baju hitam dipercaya lebih cepat menyerap panas), dengan menggunakan pakaian berwarna cerah juga dapat membantu para pengguna jalan lain untuk menyadari kehadiran Anda sebagai pesepeda di depannya.

Tetap Berhati-Hati
Selain harus tetap berhati-hati pada kendaraan lain, Anda juga harus awas terhadap jalan yang hendak Anda lewati. Ketika Anda terpaksa melintasi jalanan yang terkenal rawan, ada baiknya Anda harus meningkatkan kepekaan terhadap sekitar guna menghindari tindak kejahatan yang tidak diinginkan.

Bagi Anda yang suka bersepeda sembari memakai earphone, pastikan volume berada di level yang sewajarnya – tidak terlalu kencang. Ini akan membantu indera pendengaran Anda lebih awas terhadap sekitar. Selain itu, jangan lupa kenakan helm, alat pengaman lainnya untuk melindungi perjalanan Anda, dan mengatur kecepatan sehingga tidak terlalu ngebut.

Awas Pintu!
Bermasalah dengan pintu kendaraan yang sering dibuka secara tiba-tiba memang sangat menyebalkan bagi para pesepeda. Bayangkan Anda yang tengah bersepeda santai terpaksa harus banting stir karena ada pengemudi mobil yang membuka pintunya secara tiba-tiba – tentu ini akan membahayakan kedua belah pihak! Untuk menghindarinya, Anda bisa mengurangi kecepatan ketika melintasi tempat parkir di pinggir jalan dan sedikit menjauhinya. Di sini, Anda harus mengerahkan fokus sedikit lebih tinggi daripada ketika berjalan di tempat yang relatif sepi.

Baca Juga: Lima Poin ini Siap Ubah Persepsi dan Jadikan Anda Seorang Komuter Sepeda!

Ride Smart!
Khusus untuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan lain-lain ada baiknya Anda menghindari peak hours ketika hendak bersepeda. Ini ditujukan agar Anda tidak terjebak macet dengan ratusan pengguna jalan lainnya. Anda bisa start lebih pagi dan pulang sedikit lebih larut agar tidak terjebak macet.

 

Helm Feher, Hadirkan Pendingin Udara Bagi Para Bikers

Helm dengan pendingin udara baru saja diluncurkan Steven Feher bagi pengguna sepeda motor atau bikers. Teknologi pendingin yang digunakan pada helm ini sama dengan yang digunakan untuk mendinginkan jok pengemudi mobil.

Baca juga: Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (25/8/2018), helm Feher ini diklaim bisa menjaga kepala pengemudi 10-15 derajat lebih dingin di banding cuaca luar. Mendinginkan kepala sebenarnya salah satu cara terbaik untuk menyegarkan diri di hari yang panas, apalagi para bikers tahu betul bagaimana kondisi saat cuaca panas dan menghasilkan keringat saat mengendarai motor mereka.

Steven Feher CEO dan Founder Feher Research mengatakan saat dulu dirinya tengah mengendarai motor pernah merasakan panas dan meletakkan celana pendek cadangan yang dibawanya dileher setelah dicelupkan ke dalam air untuk menghilangkan panas dari teriknya cuaca. Karena hal ini, dirinya kemudian berpikir untuk membuat teknologi bagi para riders dan memulai membuka perusahaan helm.

Feher diketahui menemukan pendingin udara mini yang digunakan untuk mendinginkan kursi mobil Rolls-Royce, Bentley, Ferrari, Lexus dan GM. Kemudian pendingin tersebut diletakkan Feher di bagian belakang helm buatannya untuk mendinginkan kepala.

Dia mengatakan, pendingin ini sama dengan sistem AC mobil dan bekerja lebih baik serta mencegah udara dingin keluar dari helm dengan sebuah penutup kaca. Sebuah pompa thermoelectric kecil juga terpasang di bagian belakang helm untuk membantu menghilangkan kelembapan udara.

Helm ini sendiri dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pengguna dan membuat mereka sakit kepala karena dingin. Pada udara dingin juga membantu mengeringkan udara di dalam helm dan memberi efek demisting potensial yang membuat tutup kaca berguna.

Feher mengklaim sebagai cahaya 1450 g (3,2 lbs) untuk seluruh tutupnya. Itu sama ringannya dengan serat karbon AGV SportModular.

Baca juga: Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil

Bagian dari bagaimana Feher menyimpan cahaya tutupnya adalah dengan membongkar muatan baterai ke baterai 12 volt di sepeda. Helm dilengkapi dengan tali keriting dan kabel harness untuk dipasang langsung ke baterai sepeda.

Daya imbang sistem AC tidak signifikan, sehingga helm akan membutuhkan baterai yang cukup besar untuk mempertahankannya sepanjang hari. Helm Feher ACH-1 ini akan hadir dariukuran XS hingga 2XL dan di banderol dengan harga US$549 atau setara dengan Rp8 juta.