Video Kasus Bagasi di Kualanamu Beredar, Lion Air Siap Tempuh Jalur Hukum

Citra Lion Air sebagai maskapai dengan penerbangan berbiaya murah rajin mendapat sorotan publik. Selain kerap terjadinya delay yang membuat emosi penumpangnya, kemarin beredar video penanganan pada bagasi penumpang yang merugikan citra Lion Air.

Baca juga: Punya Pesona Sejarah, Lion Air Buka Penerbangan ke Zhengzhou dari Bali dan Manado

Persisnya kemarin (1/8/2018) beredar video tentang pengaduan kerusakan restsleting pada bagasi penumpang Lion Air di Bandara Kualanamu setelah menggunakan penerbangan Lion Air JT212 dari Bandara Soekarno-Hatta. Yang dipersoalkan pihak Lion Air adalah video tersebut bukan kejadian baru, melainkan peristiwa yang telah berlangsung lima bulan lalu (Mei 2018).

Dalam video tersebut, nampak penumpang mengadu ke petugas Lion Air di bandara soal koper mereka yang dibongkar. Tapi tidak tahu siapa yang membongkar koper di video yang tersebar itu dan banyak penumpang yang komplain. Padahal Lion Air sudah menjalankan penanganan sesuai aturan dan standar pelayanan, serta persoalan tersebut dianggap selesai.

Hingga akhirnya pihak maskapai Lion Air menjelaskan pada keterangan tertulisnya yang diterima KabarPenumpang.com, Rabu (1/2/2018) bahwa kejadian tersebut bukan terjadi baru-baru ini. Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, kejadian itu terjadi tiga bulan lalu atau tepatnya pada Mei 2018 di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

“Sehubungan dengan beredarnya video hari ini tentang pengaduan kerusakan retsleting pada bagasi penumpang Lion Air di Kualanamu, Lion Air memberikan penjelasan bahwa konten seperti pada video tersebut terjadi 3 bulan yang lalu,” ujar Danang.

Baca juga: Bawa Benih Lobster, Penumpang Lion Air Terancam Pidana 10 Tahun!

Diketahui kerusakan retsleting pada bagasi Lion Air di Kualanamu setelah penumpang tersebut menggunakan penerbangan JT212 yang melayani rute penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Kualanamu. Atas kejadian yang menyudutkan dan merugikaan pihak Lion Air, maka Lion Air akan melakukan tindakan hukum pada pelaku dan pengedar video tersebut.

Sehingga, Lion Air memperingatkan agar pelaku menghapus video di seluruh jaringan media sosial dan komunikasi dalam waktu 1×24 jam. Jika masih ada video yang tersebar setelah batas waktu yang ditentukan, pihak Lion Air akan melaporkan kepada pihak kepolisian.

LRT Palembang Mogok, Ada Apa dengan Produk PT INKA?

Setelah dihebohkan dengan pengrusakan fasilitas Stadion Jaka Baring, Palembang yang dicanangkan sebagai salah satu venue perhelatan Asian Games 2018, kini Ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya sarana Light Rapid Transit (LRT) pertama di Indonesia tersebut mogok sekira 4 km menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (1/8/2018). Kejadian ini sontak menuai kritik dari warganet – baik yang menjadi korban langsung atau hanya sebatas pembaca saja.

Baca Juga: Hanya dengan Lima Stasiun Utama, LRT Palembang Siap Beroperasi Saat Asian Games 2018

Ditengarai, LRT Palembang mogok karena diterpa hujan deras. “Iya tadi mogoknya cukup lama, saya jadi telat ke Bandara,” ujar Wiko, salah seorang penumpang LRT, dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com (1/8/2018). Sekira satu jam lamanya, penumapng yang hendak menuju bandara dibuat was-was karena kereta buatan PT INKA tersebut tidak kunjung bergerak.

“Maunya cepat tapi malah terlambat. Kami juga dibuat cemas karena tertahan di gerbong selama satu jam,” ujar penumpang lain, Rangga, yang juga ikut tertahan di dalam moda berbasis rel tersebut.

Ketika dimintai keterangan terkait kejadian ini, Humas PT KAI Divre III Palembang, Aidah membenarkan kejadian yang membuat penumpang tidak nyaman tersebut. “Mogok 45 menit 2 kilometer sebelum stasiun bandara, karena ada masalah teknis,” kata Aidah saat dikonfirmasi, dikutip dari laman sumber lain.

Guna menindaklanjuti kesalahan teknis ini, Aidah mengatakan telah melaporkan kejadian kemarin ke PT INKA selaku pembuat dari kereta ini, dimana nantinya diharapkan bisa dicari solusinya secepat mungkin. “Masalah teknis masih diperiksa oleh PT INKA. PT KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

Kejadian ini hampir mirip seperti yang menimpa PT Railink di awal tahun 2018 kemarin. Tepatnya pada Kamis (1/3/2018) malam, kereta yang hendak bertolak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendadak mogok. Kereta ini terhenti ketika hendak berangkat dari Stasiun Batu Ceper, alhasil sebanyak 34 penumpang dialihkan menuju kereta selanjutnya.

Atas kejadian ini, PT Railink selaku operator meminta maaf atas ketidanyamanan yang terjadi. “Sehubungan dengan gangguan perjalanan KA Bandara Soetta malam ini di Stasiun Batu Ceper, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ungkap Humas Railink, Fitri, dikutip dari laman Tribunnews.com, Kamis (1/3/2018).

Dari sini, tidak heran jika opini masyarakat tergiring dan bermuara pada satu pertanyaan, “Ada apa dengan kereta buatan PT INKA?” dimana PT Railink pun menggunakan armada asli Madiun, Jawa Timur ini.

Warga Jakarta Keluhkan Sistem Buka Tutup Jalan Tol Jelang Asian Games 2018

Menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mulai menguji coba sistem buka tutup jalan tol yang rencananya akan diberlakukan pada tujuh gerbang tol yang ada di Jakarta. Hal ini dimaksudkan demi kelancaran ajang yang akan dibuka pada 18 Agustus mendatang. Adapun gerbang tol yang akan menerapkan sistem buka tutup ini tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

Mulanya, pihak Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem ini pada 19 gerbang tol. Namun setelah dilakukan pertimbangan, akhirnya angka tersebut menyusut menjadi tujuh gerbang tol saja. “Pertama adalah efektivitas penggunaan jalan tol, yang kedua adalah kondisi atau dampak dari penutupan itu di luar jalan tol,” ujar Kombes Yusuf, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com (1/8/2018).

Dari tujuh pintu tol yang akan menerapkan sistem buka tutup ini, Kombes Yusuf bersama jajarannya mengelompokkan ke dalam dua periode waktu – ada empat gerbang tol yang akan ditutup mulai pukul 06.00 – 17.00, sisanya pada 12.00 – 21.00. Adapun rincian dari gerbang tol yang akan ditutup pada pukul 06.00 – 17.00 adalah Angke 2, Tanjung Duren, Slipi 2, dan TMII 1. Sedangkan gerbang tol yang akan ditutup pada pukul 12.00 – 21.00 meliputi Angke 1, Slipi 1, dan TMII 1.

“Ini akan dilakukan saat Asian Games berlangsung,” ujar Kombes Yusuf.

Berdasarkan perhitungan waktu selama simulasi yang diadakan pada Rabu (1/8/2018), Kombes Yusuf mengatakan hanya dibutuhkan waktu 20 menit dari Wisma Atlet (Kemayoran) menuju Gelora Bung Karno dan sebaliknya. Hasil ini lebih cepat satu menit dari sumulasi sebelumnya. Sementara itu, waktu tempuh dari Wisma Atlet menuju TMII dibutuhkan waktu 27 menit, pun sebaliknya.

Di balik itu semua, dampak dari penutupan sejumlah gerbang tol ini dirasakan langsung oleh warga DKI Jakarta. Tidak sedikit dari mereka yang kebingungan dan emosi ketika laju kendaraan mereka dihadang oleh petugas yang berjaga tidak jauh dari gerbang tol. Dihimpun dari sumber lain, tampak seorang pengemudi mobil yang emosi ketika tidak diizinkan untuk masuk ke tol dalam kota.

“Saya tidak tahu kalau ini akan ditutup, dan tolong pak kalau bapak mau tutup (jalan tol), kontainernya (truk kontainer-red) diberesin dulu dong,” ujar seorang pengemudi wanita yang emosi.

Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, FDTJ Rilis Peta Transportasi Massal Terintegrasi

Lain cerita dengan komentar netizen di jejaring sosial Instagram. Banyak yang mengeluhkan dampak simulasi penutupan jalan tol tersebut. “Pluit – Bandengan 4 jam, parah banget,” tulis seorang pengguna Instagram, @ony_lfc. “Slipi – Pluit jam 4.20 – 7.45,” keluh pengguna Instagram lainnya dengan nama akun @erick.lim_.

Wah, kalau sudah begini, nampaknya sejumlah otoritas terkait harus mempertimbangkan kembali sistem buka tutup gerbang tol ini, ya?

Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Kendati namanya akrab dengan dunia aviasi, namun pramugari juga dapat Anda temui di kereta api dan akrab disebut sebagai prami. Sudah seyogyanya, tampilanlah yang menjadi andalan dari wanita-wanita terpilih ini. Jika dilihat dari tugasnya pun, bisa dibilang pramugari kereta memiliki pekerjaan yang hampir sama dengan pramugari pesawat – melayani setiap penumpang di dalam suatu perjalanan tertentu.

Baca Juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Yuk Kenali Sosok Train Attendant PT KAI

Tidak hanya bermodalkan cantik saja, namun pramugari-pramugari di kereta api pun bisa dibilang memiliki otak yang cukup encer – mengingat proses seleksi yang mempertimbangkan banyak aspek. Ngomong-ngomong soal cantik, permasalahan yang satu ini jelas tidak bisa ‘dipukul rata’, karena sifatnya yang subjektif. Mungkin menurut Anda pramugari A itu cantik, namun belum tentu rekan Anda mengutarakan hal yang serupa, dan seterusnya.

Nah, ada satu nama yang muncul dari sekian banyak pramugari berparas cantik yang berbalut seragam biru langit khas PT KAI, dia adalah Lesyiana Oktaviani. Berdasarkan hasil pencarian dari berbagai akun media sosial yang ia miliki, ternyata wanita cantik asal Sarawak ini dinyatakan lulus dari SMA Negeri 1 Binangun, Cilacap pada tahun 2016 silam. Hhmm, ternyata masih sangat belia ya usia Lesyiana!

Seperti yang sudah disinggung di atas, Lesyiana tidak hanya memiliki paras yang cantik, namun otaknya pun encer, lho! Nggak percaya? Ini buktinya! Dikutip KabarPenumpang.com dari akun Facebook pribadinya, ternyata Lesyiana menguasai empat bahasa – Indonesia, Jawa, Inggris, dan Jerman! Keren kan?

Ternyata sudah banyak orang yang penasaran dengan pribadi Lesyiana sendiri. Ini dibuktikan dengan banyaknya followers di akun Instagram miliknya. Tercatat, hampir 26 ribu followers Lesyiana di Instagram, seolah para pengikutnya ini enggan melewati perkembangan terbaru dari wanita yang kini menetap di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Untuk warga kota yang terkenal dengan penganan Gudegnya ini, monggo digencarkan usahanya untuk berkenalan dengan si pramugari cantik ini!

Baca Juga: Pat Green, 32 Tahun Mengabdi Sebagai Pramugari Kereta Api

Tapi, bagi Anda yang berharap untuk mendapatkan hati dari wanita yang bercita-cita menjadi seorang pramugari pesawat ini, siap-siap untuk patah hati karena di status Facebooknya tertera bahwa Lesyiana tengah menjalani satu hubungan dengan seorang pria. Kendati begitu, tidak usah berkecil hati! Masih banyak pramugari kereta lain yang statusnya masih single kok!

Napoli Centrale Railway Station, Salah Satu Gerbang Pelancong Menuju Pulau Capri

Selain Colosseum dan Menara Pisa, bisakah Anda sebutkan destinasi wisata favorit yang ada di Italia? Mungkin beberapa dari Anda akan menjawab Pantheon (kuil peninggalan kekaisaran Romawi), Trevi Fountain, dan Piazza Novona yang terkenal sebagai alun-alun besar nan sangat indah di pusat kota Roma. Namun ada satu destinasi wisata lain yan terlewatkan oleh Anda. Ya, Pulau Capri!

Baca Juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Seperti dalam video yang diunggah KabarPenumpang.com ke laman Youtube, terlihat keindahan Pulau Capri yang dipenuhi oleh ratusan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan yang mempesona, reruntuhan dari jaman Romawi, hingga menikmati penganan khas Italia di sana.

Untuk sampai ke pulau ini, Anda semua memang harus menggunakan speedboat. Namun sebelum tiba di pelabuhan, Anda disarankan untuk menggunakan kereta karena ini merupakan salah satu moda favorit para pelancong sebelum berkunjung ke Pulau Capri. Semisal Anda menggunakan kereta, Anda akan turun di Napoli Centrale Railway Station, stasiun kereta terbesar ke enam di daratan Italia.

Stasiun utama di kota Napoli ini sendiri terletak di sebelah Piazza Garibaldi, di sebelah timur kota tua. Terdapat 25 jalur kereta di stasiun ini, termasuk jalur kereta cepat Roma – Naples dan beberapa jalur kereta konvensional lain seperti Roma – Cassino – Naples dan Roma – Formia – Naples Direttissima yang dibuka pada tahun 1927 silam. Adapun jalur yang paling baru di stasiun ini adalah jalur kereta cepat Naples – Salerno yang melayani perjalanan jarak jauh.

Stasiun ini sendiri pertama kali dibangun pada tahun 1866 dan dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Italia yang bernama Enrico Alvino. Namun seiring berkembangnya jaman, perubahan di segala aspekpun tak bisa dipungkiri. Sejumlah renovasi pun terus dilakukan hingga saat ini.

Bangunan stasiun yang kita lihat saat ini dirancang oleh Pier Luigi Nervi, Carlo Cocchia, Massimo Battaglini, Bruno Zevi, Giulio De Luca, Luigi Piccinato dan Joseph Vaccaro pada tahun 1954 silam. Enam tahun berselang setelah pembangunan, stasiun ini pun rampung dan berdiri kokoh hingga saat ini. Belakangan, sejumlah renovasi di fisik stasiun ini pun kembali diberlakukan.

Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan menuju Pulau Capri, banyaknya destinasi yang bisa dituju melalui stasiun ini diperkirakan menjadi alasan lain dibalik angka perjalanan 50 juta penumpang setiap tahunnya.

Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa

Kehadiran mobil mini sangat membantu mobilitas untuk menyusuri jalan di gang kecil. Apalagi bila kendaraan tersebut menggunakan tenaga baterai dalam pengoperasiannya dan lebih hemat energi serta jauh dari polusi.

Baca juga: ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj Qute

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (31/7/2018), bahwa selama sekitar satu dekade BMW Isetta pada tahun 1950-an hingga 1960-an hadir sebagai kendaraan kecil bergaya dengan penggunaan bahan bakar yang minim dan dirancang untuk meluncur di jalan-jalan Eropa yang sempit. Hal ini membuat desainer Wim Ouboter terinspirasi dari mobil-mobil gelembung retro kecil ini dan diungkapkan pada tahun 2016.

Namun, persetujuan untuk berjalan di Eropa saat itu belum jelas karena bentuknya yang belum pasti. Tetapi setelah adanya beberapa desain tak terduga Tiny Microlino EV (Electric Vehicle) tersebut akhirnya dilegalkan untuk meluncur di jalanan Uni Eropa.

Pelegalan ini didapatkan setelah lebih dari dua tahun hingga akhirnya desain akhir terungkap dan sertifikasi homologasi Uni Eropa diberikan. Padahal selama itu ribuan pre-order telah menunggu untuk mendapatkan batch pertamanya.

Microlino memiliki panjang 2,4 meter (7.8 kaki) dan berat 450 kg (990 lb) tanpa baterai dan penumpang. Mobil kecil ini memiliki kecepatan maksimum 90 km per jam (55 mph) tergantung pada ukuran baterai yang dipasang.

Tiny Microlino EV memiliki jangkauan 120 atau 200 km (74 atau 124 mil) dan dapat diisi ulang hanya dalam waktu empat jam menggunakan soket listrik konvensional saat baterai yang digunakan habis. Sementara perusahaan awalnya berharap untuk memiliki model pertama yang meluncur ke jalan pada awal 2018. Sayangnya karena penundaan desain telah mendorong penjadwalan mundur sedikit.

Baca juga: Bemo Tereliminasi, Bajaj Qute Jadi Solusi

“Alasan penundaan adalah karena bentuk khusus Microlino dan pintu depan homologasi membutuhkan waktu lebih lama dari yang kami harapkan. Selain itu, kami ingin mendapatkan umpan balik Anda terlebih dahulu, sebelum memulai produksi,” ujar pihak perusahaan.

Sejak pengumuman awal, beberapa perincian desain untuk iterasi terakhir telah diungkapkan, termasuk standar sunroof di setiap kendaraan dan panel touchscreen satu putaran di dasbor. Perkiraan harga dasar untuk Microlino telah melonjak sedikit sejak pengumuman asli 2016 dan saat ini diperkirakan sekitar €12 ribu atau sekitar Rp202 juta. Pre-order yang berbasis di Swiss akan menjadi pertama diluncurkan akhir tahun 2018, dengan pre-order Jerman akan segera menyusul pada 2019.

Empat Tahun Pasca Hilangnya MH370, Malaysian Airlines Rilis Laporan Investigasi

Kendati sudah lebih dari empat tahun pasca kejadian, namun misteri hilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 masih belum terungkap hingga kini. Banyak spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai hilangnya pesawat yang tengah memboyong 239 penumpang dan awak kabin ini, namun semua belum terbukti kebenarannya. Mulai dari kecelakaan, dibajak, hingga yang paling aneh adalah diculik oleh alien merupakan spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Penyidik Asal Australia Temukan Puing yang Dianggap Sebagai Serpihan Malaysia Airlines MH370!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cbc.ca (30/7/2017), Pemerintah Malaysia merilis sebuah Laporan Investigasi Keselamatan, dimana isi dari laporan setebal 449 halaman tersebut merinci setiap aspek dari penerbangan yang mengudara pada 8 Maret 2014 dari Kuala Lumpur menuju Beijing ini. Seperti yang kita ketahui bersama, semuanya berjalan secara normal hingga akhirnya pesawat nahas ini hilang dari radar ketika beralih jalur dan terbang menuju Samudera Hindia.

Sebanyak 19 penyelidik internasional yang turut terlibat dalam pencarian MH370 melihat semua kemungkinan yang menyebabkan hilangnya pesawat ini – mulai dari kondisi cuaca, hingga ke riwayat perawatan dan komponen dari Boeing 777 yang digunakan. Latar belakang keuangan perusahaan, kesehatan awak kabin sebelum mengudara, baterai lithium-ion, hingga buah manggis yang ada di dalam kargo pun tidak bisa disimpulkan menjadi sebuah konklusi yang sahih.

Namun para penyelidik tersebut mengarahkan satu hipotesa yang tidak mungkin terjadi, yaitu MH370 mengalami kerusakan mesin. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pesawat mengalami kerusakan mesin yang akhirnya merubah arah penerbangan dari rencana yang diajukan sebelum mengudara,” tutur salah satu investigator. “Riwayat perawatan pesawat pun tidak mengindikasikan MH370 memiliki masalah yang berkontribusi dalam kasus hilangnya pesawat ini,” tandasnya.

Membaca dari laporan awal, para investigator lalu berspekulasi bahwa sistem dari pesawat MH370 ini telah dimanipulasi oleh pihak ketiga. “Kemungkinan intervensi oleh pihak ketiga tidak dapat dikecualikan,” terangnya.

Kepala investigator, Kok Soo Chon mengatakan bahwa dirinya berserta tim percaya kalau ada ‘aksi terselubung’ yang dilakukan oleh oknum dalam penerbangan tersebut, dengan cara mengubah rute penerbangan dan mematikan sistem komunikasi. “Semuanya dilakukan secara manual dan sengaja, tapi kami tidak berpikiran bahwa hal tersebut dilakukan oleh sang pilot,” ujanrnya.

Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Empat tahun telah berlalu, dengan area pencarian lebih dari 12.000 kilometer persegi hanya menghasilkan 27 puing yang diduga berasal dari MH370. Apakah benar MH370 dibajak? Namun oleh siapa pesawat itu dibajak? Satu yang hampir dapat dipastikan adalah, pesawat ini jatuh di Samudera Hindia karena kehabisan bahan bakar. Lalu kalau begitu, mengapa bangkainya hingga saat ini tidak diketemukan?

 

Suhu Panas Ekstrem Melanda Swiss, Lintasan Kereta Api Terpaksa di Cat Putih

Saat ini negara-negara di Eropa, tengah mengalami kenaikan suhu yang drastis dan Swiss menjadi salah satu negara yang terkena dampak suhu panas tersebut. Dikarenakan Swiss memiliki jalur kereta api yang cukup luas, suhu panas yang luar biasa ini bisa diprediksi dapat mengakibatkan masalah pada perjalanan kereta api.

Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

Hal ini kemudian membuat The Rhaetian Railwayexternal link di kanton Swiss Graubuenden melakukan uji teknik yang biasa digunakan Italia untuk melawan efek distorsi panas pada logam. KabarPenumpang.com melansir dari laman swissinfo.ch (28/7/2018), diketahui The Rhaetian Railwayexternal link mengecat warna putih pada jalur rel kereta saat negara Alpen itu mengalami suhu yang sangat panas.

Tujuan utamanya adalah untuk menjaga logam jalur kereta api dari deformasi atau tertekuk dalam dan mempengaruhi seluruh negara di salah satu dari sepuluh hari di bulan Juli terpanas sejak dicatat oleh Badan Meteorologi Swiss, MeteoSwiss. Lapisan cat putih ini sendiri sedang diuji pada lintasan 300 meter di Graubuenden antara Kulbis dan Fideris.

Cat tersebut pertama kali diaplikasikan pada Juni kemarin dan kini waktu yang tepat untuk meninjau efeknya saat musim panas yang memiliki suhu tertinggi. Dari hasil uji coba ini, Yvonn Dunser juru bicara Rhaetian Railway mengatakan, ternyata suhu pada lintasan kereta berkurang sebanyak tujuh derajat setelah perawatan. Kemudian hasilnya juga akan dinilai ketika saat suhu tidak terlalu panas.

Sebuah studi oleh Institut Teknologi Federal Swiss ETH Zurich menunjukkan bahwa cat putih memiliki dampak positif pada sinar matahari yang kuat. Para peneliti kemudian beralih ke Rhaetian Railway sebagai subjek tes praktis.

Baca juga: Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

Jika jalur kereta api rusak lebih dari 50 mm, maka tidak bisa digunakan untuk dilalui kereta api. Selama musim panas 2015 lalu, suhu panas mempengaruhi jalur kereta api Rhaetian dan terlihat sangat parah sehingga semua kereta harus berhenti sementara antara desa Arosa dan ibu kota Graubunden di Chur.

Ini membuat para penumpang harus berpindah menggunakan bus untuk melanjutkan perjalanan mereka. Diketahui, mengecat jalur rel kereta menjadi warna putih untuk melawan efek panas, telah menjadi hal yang umum selama beberapa tahun terakhir di Italia.

Bandara Soekarno-Hatta Hadirkan “Hotel Kapsul” di Terminal 3 Domestik

Dalam era digital, banyak bandara di dunia yang memudahkan serta memanjakan penumpangnya dengan hotel kapsul di terminal. Salah satunya yang baru akan memulai adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dimana PT Angkasa Pura II pada 10 Agustus 2018 akan mulai mengoperasikan Digital Airport Hotel di Terminal 3 Bandara Soetta.

Baca juga: Ada Peluang, Penyedia Layanan Kapsul Tidur Rajai Pasar Bandara Internasional

Digital hotel ini akan berbentuk kapsul yang bertema tema space ship. Pembangunan hotel kapsul ini sendiri sudah dimulai sejak Maret 2018 kemarin dan diklaim akan menjadi yang pertama di bandara Indonesia. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, produsen hotel kapsul ini sendiri berasal dari Jepang yang bernama Capsule Indonesia. Kehadiran hotel kapsul ini diberitakan oleh AP II melalui aku Twitternya @AngkasaPura_2 pada 29 Juli 2018 kemarin.

“Pertama di bandara Indonesia, Digital Airport Hotel atau Hotel Kapsul bertemakan space ship. Tersedia sebanyak 120 kapsul dengan fasilitas yang akan memanjakan penumpang sambil menunggu waktu keberangkatan. Segera hadir di Terminal 3 @CGK_AP2,” tulis AP II yang dikutip KabarPenumpang.com, Rabu (1/8/2018).

Hotel kapsul tersebut sama dengan hotel-hotel kapsul lainnya dimana hanya mampu memuat satu orang di dalammya. AP II mengatakan, kehadiran hotel kapsul di Terminal 3 ini sendiri merupakan fasilitas berbayar.

Namun tarifnya saat ini belum ditentukan dan akan diinformasikan bersamaan dengan peresmian hotel kapsul tersebut pada 10 Agustus 2018 mendatang. Pada 120 kamar yang disiapkan akan ada dua tipe yakni kamar yang disewakan per tiga jam, per hari dan lainnya.

Baca juga: Hadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge, Bandara Dubai Penuhi Kebutuhan Tidur Pelancong

Hotel kapsul itu akan berada di lantai 1 Terminal 3 Domestik Bandara Soetta. Sebenarnya sebelum di Indonesia, beberapa bandara di negara Eropa, Amerika, Asia maupun Timur Tengah memiliki hotel kapsul seperti ini. Biasanya penggunaan hotel kapsul yang disediakan bandara untuk membantu para pelancong yang terkena delay atau sebagai penumpang transit yang butuh beristirahat sebelum melanjutkan penerbangan mereka.

Hotel kapsul ini memiliki volume 2,3 meter kubik dan saat akan masuk ke dalam kapsul pengguna wajib memakai sensor kunci berupa kartu layaknya hotel berbintang lima. Kartu ini juga berfungsi untuk menyalakan listrik dalam kapsul.

Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

Suhu panas ekstrem ternyata tak hanya melanda negara-negara di Benua Eropa, tetapi di belahan dunia lain, seperti Korea Selatan, kini juga tengah menghadapi terjangan gelombang panas. Selain membawa dampak bagi kesehatan manusia, gelombang panas juga membawa pengaruh langsung pada layanan transportasi, khususnya pada jaringan rel kereta.

Baca juga: Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!

KabarPenumpang.com melansir dari koreajoongangdaily.joins.com (31/7/2018), The Korea Railroad Corporation (Korail) harus menunda dua jadwal keberangkatan kereta KTX dari Seoul ke Busan pada pukul 08.05 pagi waktu setempat hari Senin (30/7/2018) kemarin setelah menemukan dampak gelombang panas yang meluas hinga dekat Stasiun Geumcheon-gu di Seoul Selatan. Adapun dua kereta lainya ditunda sekitar 10-30 menit dan pukul 09.30 pagi waktu setempat Korail mengumumkan bahwa semua kereta kembali berjalan normal.

Korail sendiri mengatakan, pihaknya mencurigai panas ekstrem membuat beberapa jalur rel memuai dan menjadi lebih lebar. Tetapi mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu, peringatan gelombang panas terus disiarkan sejak 11 Juli 2018 kemarin. Peringatan gelombang panas sendiri dikeluarkan setelah suhu diperkirakan melebihi 33 derajat Celcius selama dua hari lebih.

Kemudian peringatan gelombang panas juga dikeluarkan ketika suhu mencapai lebih 35 derajat Celcius selama lebih dari dua hari. Pada 23 Juli 2018, Korail sampai harus membatasi kecepatan kereta cepatnya di Gyeongbu High Speed Railway hingga 70 km per jam setelah mendapat konfirmasi jalur baja antara Stasiun Cheonan-Asan di Chungcheong Selatan dan Stasiun Osong di Chungcheong Utara terpapar gelombang panas hingga 61,4 derajat Celcius.

Korail sendiri memperlambat keretanya di jalur kereta cepat Gyeongbu hingga 230 km per jam pada 20 Juli. Menurut Korail, melambatnya kereta api hingga 70 km per jam pada 23 Juli adalah pertama kalinya bahwa perusahaan harus menerapkan peraturan itu.

Sekitar 16 kereta ditunda di jalur antara Stasiun Cheonan-Asan dan Stasiun Gwangmyeong di Gyeonggi pada Minggu malam selama sekitar satu jam setengah, setelah sistem komunikasi lokal gagal. Korail mengatakan secara tentativ menyimpulkan bahwa panas bukanlah penyebab kegagalan sistem.

Baca juga: Banyak Masinis Sakit dan Efek Gelombang Panas, Kereta Komuter Sydney Menghadapi Masalah

Panas yang tak henti-hentinya juga menyebabkan retaknya bagian jalan yang di aspal. Sebuah pipa air yang dipasang di sepanjang jembatan di Distrik Bundang, Gyeonggi, rusak Minggu malam. Pipa, dipasang di sepanjang jembatan dengan lebar 20 meter dan lebar 25 meter, pecah sekitar pukul 10.14 waktu setempat.

Pihak kepolisian mengatakan untungnya tidak ada korban cedera. Pipa itu diperbaiki tetapi jembatan telah ditutup sejak itu. Polisi mengatakan panas yang ekstrim mungkin menyebabkan pondasi patah di dalam aspal jembatan, yang mungkin telah retak pipa. Dan ketika pipa itu pecah, air yang keluar itu mungkin telah meretakkan permukaan jalan aspal lebih jauh, kata polisi. Pemerintah setempat memeriksa jembatan dan pipa pada Senin pagi.