Akibat Tas Make Up Lolos dari Alat Pemindai, 700 Penumpang Terdampar di Bandara Munich

Sebanyak 330 penerbangan di Bandara Internasional Munich, Jerman mau tak mau harus batal pada Sabtu (28/7/2018) kemarin. Ini dikarenakan tas rias seorang wanita yang tak terdeteksi saat melewati alat pemindai keamanan.

Baca juga: Seorang Wanita Bawa Pisau dan Lolos dari Alat Pemindai, 3 Ribu Penumpang Tertahan di Bandara Auckland

KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (2/8/2018), diketahui wanita tersebut memiliki cairan yang terlalu banyak di dalam barang bawaannya ketika melewati keamanan di bandara. Tetapi bukannya membuang botol isi cairan tersebut dirinya memilih kembali ke meja check ini dan memeriksa tasnya.

Setelah 15 menit kemudian wanita tersebut kembali ke pemeriksaan keamanan. Tapi entah bagaimana dia berhasil melewati pos pemeriksaan tanpa melewati pemeriksaan tubuh. Sayangnya saat para petugas keamanan menyadari kesalahan yang mereka lakukan, wanita itu sudah tidak lagi terlihat.

Ada kemungkinan dia sudah dalam penerbangannya. Hingga akhirnya membuat reaksi berantai, dimana mempengaruhi lebih dari 32 ribu penumpang yang akan melewati bandara pada hari itu. Seluruh terminal akhirnya di tutup dan semua orang di gedung harus mengungsi.

Penerbangan yang seharusnya terbang mau tak mau tertunda selama tujuh jam dan membuat 330 penerbangan dibatalkan serta sekitar 700 orang harus menghabiskan malam mereka di ruang tunggu bandara karena masalah tersebut. Deutsche Welle seorang inspektur yag bertanggng jawab atas pos pemeriksaan mengatakan, wanita itu melewati pos keamanan tubuh saat seorang petugas dilaporkan sedang melakukan percakapan dengan rekan-rekannya dan membuat mereka gagal melihat wanita itu berjalan tanpa melewati pemindai tubuh.

Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

“Dari yang telah kami pelajari, sejauh ini tentang insiden tersebut, kami tidak membayangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap penumpang,” ujar juru bicara Bandara Munich.

Bahkan atas insiden ini, tiga karyawan perusahaan kemanan bandara milik negara harus rela ditangguhkan dari pekerjaan mereka sembari menunggu penyelidikan pihak berwenang. Selain itu wanita yang lolos saat melalui keamanan bandara juga tidak bisa disalahkan atas kekacauan yang terjadi. Tak hanya itu, ada pula kerugian pada bandara sekitar US$1,2 atau setara dengan Rp17,3 miliar atas kesemrawutan tersebut.

Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier

Sebagai salah satu bandara transit tersibuk dunia, Changi di Singapura kini telah memiliki 4 terminal. Pada hari ini (3/8/2018) Terminal 4 Bandara Changi memperkenalkan taman bermain baru yang dilengkapi dengan tali dan jaring.

Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Hadirkan Kemewahan dan Teknologi Tinggi

Dilasir dari straitstimes.com (3/8/2018) oleh KabarPenumpang.com, menurut Changi Airport Group (CAG) taman bermain ini sendiri akan mulai beroperasi beberapa minggu lagi. Taman bermain Chandelier tersebut berbentuk helix ganda dengan inti baja rajutan yang dianyam dan terletak di area transit yang juga keberangkatan Terminal 4 Changi.

Ini juga merupakan fitur memanjat jaring dan tiang pemadam kebakaran yang memungkinkan pengguna untuk meluncur turun pada interval atau jarak dua meter. Chandelier sendiri dibangun menggunakan 10 km tali dan didukung oleh sekitar 15 ton baja.

Penampakan dari dekat taman bermain Chandelier (Channel NewsAsia)

Taman bermain ini menjulang ke langit-langit bandara dan menempel pada tanah. Permainan ini mampu dimainkan oleh 50 orang pada satu waktu. Tenang, bagi pelacong yang berangkat atau transit melalui Terminal 4, bisa memainkannya secara gratis dan akan dibuka selama 24 jam untuk penumpang.

CAG mengatakan, Chandelier hingga saat ini masih menjadi instansi seni terbesar di bandara. Terminal 4 Bandara Changi sendiri merupakan terminal yang menghadirkan kemewahan dan kecanggihan. Di mana didalamnya dibagi beberapa kawasan yakni warisan yang berisi kebudayaan Singapura, teater digital hingga lukisan dan patung yang menghiasinya.

Selain itu Terminal 4 menawarkan fitur baru dengan megah dan mengesankan seperti sistem Fast and Seamless Travel (FAST). Dimana proses otomatis yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi proses check in dan termasuk teknologi pemindai wajah berteknologi tinggi.

Baca juga: Mulai 7 November 2017, AirAsia Pindah Ke Terminal 4 Bandara Changi

Terminal ini adalah yang pertama di Bandara Changi yang menggunakan pengenalan wajah untuk memastikan orang yang sama bergerak dari langkah pertama hingga terakhir untuk check in, penandaan tas, imigrasi dan boarding.

Di terminal ini sendiri menjadi rumah bagi sebelas maskapai penerbangan termasuk Cathay Pacific dan AirAsia. Hadirnya Terminal 4 sendiri kini penumpang yang ditampung Changi bisa mencapai 82 juta per tahun.

Kakek ini Pajang 1.500 Koleksi Miniatur Pesawatnya di Bandara Shannon, Irlandia

Tidak ada yang bisa membatasi hobi seseorang, kendati itu menghabiskan kocek yang tidak sedikit. Mungkin stigma itulah yang berkembang di kalangan pegiat hobi dari seluruh dunia. Tidak sedikit bahkan diantara para pegiat hobi tersebut yang malah menghasilkan uang yang jauh melebihi pengeluarannya. Seperti Michael Kelly, 67 tahun, mantan tukang ledeng yang hobi mengumpulkan miniatur pesawat.

Baca Juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi

Selama hampir 50 tahun belakangan ini, ia getol sekali mengumpulkan miniatur pesawat dengan skala 1:200. Dana yang sudah ia keluarkan pun bisa dibilang tidaklah sedikit, sekitar US$29.000 atau yang setara dengan Rp417,6 juta per tahun – hanya untuk mengumpulkan miniatur pesawat tersebut. Mungkin sebagian dari Anda akan beranggapan bahwa itu merupakan hal yang bodoh, namun tidak bagi Michael.

Sumber: ITTN

Berkat ketekunannya mengumpulkan miniatur pesawat yang jumlahnya menembus angka 1.500 model ini, namanya kini menjadi buah bibir di seluruh pelosok dunia. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman passengerterminaltoday.com (6/7/2018), karena rumahnya yang berada di Farranshone, Limerick, Irlandia sudah tidak cukup lagi untuk menampung koleksinya tersebut, maka Michael berencana untuk memajang miniatur-miniatur pesawatnya tersebut di Bandara Shannon, Irlandia.

Kini, Anda bisa melihat sendiri koleksi miniatur pesawat Michael di sebuah galeri yang letaknya tidak terlalu jauh dari lounge keberangkatan. Direktur Operasi Bandara Shannon, Niall Maloney mengatakan bahwa dirinya – secara pribadi – mengaku sangat beruntung bisa mengenal Michael lengkap dengan semua koleksi mainannya itu.

Baca Juga: Alami Krisis Penerbang, Ryanair Undang Mantan Pilot Untuk Bergabung Kembali

“Begitu bertemu dengan Michael, antusiasnya terhadap dunia aviasi sangatlah tinggi. Sampai-sampai ilmu kedirgantaraan langsung otomatis mengalir ketika Anda berbicara dengannya,” ungkap Niall. “Ia bahkan mengetahui setiap detail sejarah dari setiap koleksi yang ia miliki,” tandasnya terkagum-kagum.

Sedikit gambaran, koleksi miniatur pesawat Michael meliputi: Concorde ; Pesawat Sunderland yang dimiliki oleh Al Capone pada tahun 1930-an ; Antonov ; pesawat terbesar yang tidak pernah terbang, Spruce Goose dari Hughes Aircraft Company ; Boeing 737 pertama milik Ryanair, hingga koleksi lengkap Aer Lingus dari versi paling pertama. Salut!

 

Wow! Ada Robot Barista di Bandara Austin Texas

Stempel smart airport sudah barang tentu menjadi predikat yang diidamkan bagi setiap pengelola bandara internasional. Selain menampilkan beragam kemudahan lewat digitalisasi perangkat untuk memanjakan calon penumpang, sisi hiburan sampai dukungan kemudahan check in mulai merambah teknologi penggunaan robot.

Baca juga: Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan

Belum lama ini tepatnya 17 Juli 2018, Bandara Internasional Austin di Texas, Amerika Serikat kehadiran robot kopi dari Briggo. Dimana Briggo mengatakan ini akan menjadi robot pembuat kopi pertama di Bandara AS dan yang terpenting adalah bahwa robot barista sedang dalam persaingan mainstream.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thespoon.tech (12/7/2018), bahwa pihak bandara telah bertemu dengan Briggo pada awal tahun 2018 sebelum akhirnya hadir di Bandara Austin. Perusahaan yang berbasis di Austin ini tidak hanya sekedar membangun kios pembuatan kopi seluas 40 kaki persegi atau setara dengan 3,71 meter persegi.

Tetapi, Briggo juga memilih dan memanggang kopi spesialisasinya sendiri pada masing-masing mesin. Rencananya, Briggo juga akan menghadirkan bot barista seperti yang dilakukan Cafe X dengan robot barista dalam box di jalan-jalan San Fransisco.

Pada robot kopi milik Briggo tidak ada campur tangan manusia dalam pembuatan kopi. Tetapi akan membantu dalam me-restock dan perawatan robot kopi ini sendiri. Briggo sendiri nantinya juga akan melebarkan sayapnya ke seluruh dunia walaupun saat ini masih tumbuh di Texas dan Bay Area.

Baca juga: Bantu Penumpang Bawa Barang Hingga ke Gerbang, KLM Hadirkan Robot Care-E

Briggo mengatakan, barista kopi milik mereka bukan seperti mesin penjual kopi yang biasanya. Mereka menghadirkan dengan membuat kopi kelas atas dan melakukannya tanpa istirahat dan bisa menangani banyak konsumen. Co-Founder dan CTO Briggo, Chas Studor bersikeras bahwa mereka tidak akan membunuh kafe atau menggantikan barista.

Studor percaya bahwa penumpang yang terburu-buru untuk mendapatkan kopinya di bandara, robot lebih cocok dalam menjalankan tugas itu. Sedangkan jika ingin merasakan hasil latte atau kopi yang lebih nikmat bisa duduk di kedai kopi atau kafe. Briggo menambahkan, setiap yang membeli kopi melalui robot atau mesin kopi, mereka ingin pembeli menuliskan saran tentang apa yang dipikirkan tentang Briggo robot kopi.

Lufthansa Hadirkan Makanan Astronot di Kelas Bisnis

Pada bulan Juli dan Agustus 2018 ada makanan baru di dalam kelas bisnis penerbangan Lufthansa. Salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa ini akan menyajikan makanan di kabin yang dikembangkan untuk makanan astronot. Makanan ini awalnya dibuat untuk seorang astronot asal Jerman Alexander Gerst dan krunya di International Space Station (ISS) yang berangkat Juni 2018 kemarin.

Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan

KabarPenumpang.com merangkum dari laman fastcompany.com (7/3/2018), pihak Lufthansa mengatakan, penumpang yang menggunakan maskapainya dan memilih kelas bisnis akan memiliki kesempatan untuk menikmati salah satu menu yang Gerst dan krunya makan di stasiun angkasa. Salah satunya adalah ayam ragout dengan jamur. Gerst sendiri akan menghabiskan waktu selama enam bulan ke depan di ISS dan penumpang Lufthansa akan merasa seperti astronot berkat menu inspirasi ruang angkasa yang akan hadir dalam penerbangan jarak jauhnya.

Makanan ini dibuat oleh LGS Group katering dan perabotan hotel Lufthasa serta menjadi replika makanan Gerst. Makanan ini biasanya diberikan pada astronot untuk membantu mereka mengatasi kerinduan dan sebagai hadiah khusus.

Makanan ini sendiri dibuat dari resep tradisional di daerah asalnya Swabia yang berada di barat daya Jerman. Bila lengkap makanan ini akan ada keju spaetzle yang suguhkan dengan bacon, ayam ragout dan jamur.

Tetapi penumpang kelas bisnis tidak akan mendapatkan makanan yang benar-benar mirip dengan Gerst. Sebab astronot memiliki rasa makanan yang rendah sodium karena dikalengkan dan dikirim ke luar angkasa dimana bisa bertahan hingga dua tahun.

Tetapi penumpang penerbangan Lufthansa akan mendapatkan versi hidangan yang dibuat oleh katering perusahaan. Bahkan Lufthansa sebenarnya seperti memaksa pelanggannya untuk melupakan tentang makanan hambar di luar angkasa.

“Siapa pun yang bermimpi menjadi astronot semasa kecil mungkin tidak terlalu memikirkan makanan. Dan makanan di misi luar angkasa pertama tidak benar-benar layak untuk dimimpikan itu sudah hilang dalam sejarah sebagai tabung dan kubus,” ujar Lufthansa.

Kartu menu makanan kelas bisnisnya pun kini juga diilustrasikan dengan gambar dari ISS untuk mendapatkan komentar penumpang. Lufthansa tidak salah ketika mengklaim bahwa makanan ruang angkasa telah meningkat pesat sejak misi pertama dengan awak. Saat ini astronot ISS bahkan menikmati pizza.

Baca juga: Pasta? No, Nasi Goreng? Yes, Untuk Disantap di Kabin Pesawat

“Makanan terbaik yang kami miliki adalah makanan yang kami dapatkan sebagai paket perawatan, yang merupakan pembuatan pizza dengan kerak dan saus. Karena tekstur dan rasanya sangat berbeda dari makanan biasa (beku-kering) yang kami miliki, itu adalah pizza terbaik yang pernah saya miliki,” kata Randy Bresnik seorang astronot.

Membuat makanan untuk astronot adalah kombinasi dari melihat nutrisi, umur simpan dan rasa. Tentu saja, para astronot dibatasi oleh cara mereka dapat menyiapkan makanan dan yang penting mereka mendapatkan jumlah kalori, vitamin dan mineral yang tepat dalam setiap kali makan. Para ilmuwan makanan pintar yang bertanggung jawab untuk merancang menu NASA telah berhasil memasukkan barang-barang terdengar lezat seperti kari ikan India, kue kepiting, kue lemon curd, dan bahkan aprikot tukang sepatu.

Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan

Siapa sih yang tidak ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya ketika membuka suatu usaha? Nampaknya stigma ini sudah tertanam di benak setiap orang ya. Sama halnya seperti PT MRT Jakarta (PT MRTJ) yang ingin mendapatkan laba sebesar-besarnya, tanpa harus main ‘kotor’. Jika mengandalkan penjualan tiket perjalanan saja, apa itu sudah bisa balik modal? Mungkin bisa, tapi membutuhkan waktu yang sangat lama.

Baca Juga: Koneksikan Gedung dan Stasiun, Akankah Interkoneksi MRT Jakarta ‘Secanggih’ di Singapura?

Lalu, apa saja siasat yang dilakukan oleh William Sabandar cs dalam mengeruk laba dari model sarana transportasi perdana di Indonesia ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun empat sumber penghasilan PT MRTJ ketika sudah beroperasi pada 2019 mendatang ini, dikutip dari laman idntimes.com (30/7/2018).

Iklan di Stasiun dan Kereta
Tidak bisa dipungkiri, pemasangan iklan di sejumlah titik strategis akan mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi PT MRTJ. Untuk pengiklan sendiri, PT MRTJ akan membuka lelang. “Nanti Anda lihat di stasiun, di kereta di mana-mana, dipasang advertisement, itu adalah potensi revenue MRT Jakarta,” ujar William Sabandar.

Retail di Area Stasiun
Kelak ketika sudah beroperasi, Anda akan menjumpai sejumlah retail di stasiun-stasiun MRT. Dengan menggunakann sistem sewa, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan bahwa PT MRTJ kini tengah menyeleksi proposal dari sejumlah calon tenant atau penyewa.

“Target kita di Agustus akan terkumpul dan di September kita umumkan pemenang siapa saja brand dan merek apa saja yang akan isi stasiun kita,” katanya. Dengan cara seperti ini, jelas PT MRTJ akan mengantongi keuntungan lebih. Tapi tidak sembarang orang bisa menyewa tempat di stasiun MRT lho! Agung mengatakan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, “Harus unik, harus beda dengan yang di mall. Standar kebersihan, pelayanan, dan keamanan kita tetapkan seperti itu. Tapi keunikan jadi syarat kriteria evaluasi,”

Penamaan Stasiun
Masih ingat dengan cerita dibalik penamaan Stasiun BNI City yang dulunya bernama Stasiun Sudirman Baru (Kereta Bandara)? PT MRTJ juga nampaknya akan menempuh jalan yang sama dengan PT Railink. “Stasiun kita bisa diberi nama sponsor. Misal bundaran Hotel Indonesia apa. Saya gak mau sebut dulu, tergantung siapa yang berani bayar mahal,” ucap Agung.

“Kita lakukan e-auction dan siapakan aturannya. Target di bulan Agustus kita mulai. Jadi nanti nama perusahaan atau merek di lokasi stasiun itu bisa bawa dampak kontribusi ke MRT,” tandasnya. Cara yang digunakan pun masih sama dengan pengadaan retail di dalam stasiun, yaitu dengan sistem lelang.

Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

Sistem Telekomunikasi
Melalui cara ini, nantinya PT MRTJ akan bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi dalam penyediaan layanan internet seperti WiFi yang bisa digunakan masyarakat. Nantinya perusahaan telekomunikasi akan diminta ikut lelang.

“Jadi Anda bisa menggunakan WiFi di (jalur) bawah. Itu revenue untuk kita. Karena kita siapkan infrastruktur (kerja sama PT MRTJ dengan Tower Bersama) dan minta provider ikut lelang, kita bisa dapat penawaran terbaik dengan harga yang paling baik. Itu pemasukan,” tutur William.

 

Dinilai Belum Siap, LRT Jakarta Urung Beroperasi Saat Asian Games 2018

Harapan bakal mengularnya LRT (Light Rapid Transit) Jakarta pada 10 Agustus 2018, nampaknya urung dilakukan. Dengan pembatalan tersebut maka LRT yang selama ini proyeknya dikebut, batal menyemarakan pagelaran Asian Games 2018 yang akan dimulai pada 18 Agustus mendatang.

Baca juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

Pengerjaan proyek LRT yang telah sampai pada fase uji coba terus digenjot pengerjaannya beberapa waktu ini, lantaran LRT rute Kelapa Gading – Velodrome Rawamangun direncanakan sebagai moda transportasi para atlet dari penginanapan ke area pertandingan.

Sebelumnya ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa LRT Jakarta akan beroperasi pada 10 Agustus 2018. Namun kabar terbaru yang dikutip dari news.metrotvnews.com (2/8), menyebutkan LRT Jakarta batal beroperasi saat Asia Games 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan Light Rapid Transit (LRT) Jakarta tidak beroperasi saat Asian Games 2018. Angkutan massal berbasis rel itu dinilai belum siap dioperasikan.

“Jakarta belum ya, karena belum siap untuk dilaksanakan,” kata Basuki di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Agustus 2018. Basuki mengatakan, Koridor I Fase I (Kelapa Gading-Velodrome) juga dipastikan tidak bisa dioperasi meski sudah memasuki masa trial. “Untuk keseluruhannya enggak, yang di Kelapa Gading baru di trial juga,” ucap dia.

Saat ini pihak PT Jakarta Propertindo telah menyiapkan empat trainset yang akan beroperasi, walaupun tercatat LRT Jakarta sendiri sudah memiliki delapan trainset. Waktu operasinya sendiri mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan 24 masinis telah disiapkan untuk mengoperasikan LRT Jakarta.

Baca juga: Rolling Stock Selesai 2 Bulan Sebelum Target, Ini Dia 5 Fakta Unik LRT Jakarta

Dengan batal beroperasinya LRT pada 10 Agustus, sontak membuat beberapa warga kecewa, pasalnya selama ini LRT telah digadang-gadang sebagai maskot transportasi untuk hajatan pestar olah raga terbesar di Asia ini. Bahkan pengerjaan rangkaian kereta (rolling stock) di Korea Selatan telah dipercepat, dan dapat selesai dua bulan sebelum target.

Disisi lain, LRT Palembang justru malah telah beoperasi dan siap melayani transportasi Asian Games 2018.

Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor

Memang, dunia transportasi itu didominasi oleh kaum adam, namun bukan berarti eksistensi dari kaum hawa redup begitu saja. Ambil contoh kasus yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu, dimana seorang petugas kereta api bernama Efelina Hutabarat mendadak menjadi sorotan publik. Semua ini berawal dari unggahan status seorang penumpang Commuter Line yang mencatumkan foto Efelina. Tak pelak, sosok Efelina yang cantik sukses muncul di sejumlah pemberitaan.

Baca Juga: Viral di Facebook, Jumlah Followers Instagram Petugas KRL Cantik ini Tembus Angka 27,6 Ribu!

Tidak hanya Efelina saja, kemarin juga sempat dibahas tentang seorang pramugari kereta yang tidak hanya memiliki wajah yang jelita, namun dirinya juga menguasai empat bahasa sekaligus – Indonesia, Jawa, Inggris, dan Jerman, yang bernama Lesyiana Oktaviani. Nah, kali ini KabarPenumpang.com akan membahas tentang pramugari kereta cantik lagi, nih! Wah, kali ini siapa ya?

Perkenalkan, Lady Richiana! Wanita asal Purwodadi ini merupakan lulusan dari SMK Negeri 1 Cepu. Setahun berselang setelah ia menyelesaikan bangku sekolah kejuruannya – atau tepatnya pada tahun 2014, Lady mulai bekerja di salah satu perusahaan retail kenamaan di Indonesia, PT SAT, Tbk. Kurang lebih satu tahun Lady menimba ilmu bersama PT SAT, ia lalu memutuskan untuk meningkatkan pengalaman kerjanya.

Ditunjang dengan paras yang cantik, ia lalu memberanikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu train attendant di PT KAI. Dengan tekad bulat yang dibarengi dengan kekuatan doa, Lady akhirnya terpilih menjadi salah satu pramugari kereta pada bulan Agustus 2016. Berarti, terhitung sudah dua tahun dirinya mengabdi kepada salah satu BUMN yang memiliki prestasi gemilang ini.

Entah bagaimana caranya netizen bisa mengetahui Lady, namun yang pasti, hingga saat ini followers di akun Instagram pribadi dengan nama akun @ladyrichiana sudah menyentuh angka 31 ribu! Wah, banyak banget ya yang kepo sama Lady!

Baca Juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Sementara itu melansir dari laman Facebook pribadinya, Lady pun menambahkan informasi bahwa dirinya merupakan seorang Beauty Advisor di Misslyn Cosmetics, terhitung sejak bulan Juni 2016. Hhmmm, tidak heran jika paras cantik dari seorang Lady Richiana tidak lepas dari pengetahuannya seputar kecantikan, ya! Pantas saja banyak orang yang menjadi followers Instagram Lady, habis cantik sih!

Bagi kalian yang juga penasaran dengan pramugari kereta yang satu ini, silakan cek sendiri Instagramnya.

Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh Armadanya

Seolah sudah menjelma jadi kebutuhan primer bagi setiap orang, hadirnya internet di sejumlah sarana publik bukanlah satu pemberitaan yang baru lagi – tidak terkecuali di sarana transportasi. Kali ini Jepang yang berniat untuk menghadirkan fasilitas Free WiFi di hampir seluruh armada Shinkansennya. Tahun 2020 menjadi tenggat waktu pemasangan fasilitas Free WiFi ini, atau yang bertepatan dengan perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Panas Tokyo.

Baca Juga: Di India, Layanan WiFi Gratis di Kereta Juga Dapat Dinikmati oleh Warga Sekitar

Pemasangan fasilitas ini merupakan tindak lanjut dari tingginya permintaan dari para pengguna jasa kereta peluru Shinkansen, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (23/7/2018), pihak Japan Railway sudah mulai menyicil pemasangan jaringan internet nirkabel gratis ini di sejumlah rute. Pada bulan Mei silam, Japan Railway telah memasang layanan Free WiFi di kereta peluru seri E5 yang mengular di Tohoku Shinkanen Line.

Pemasangan tersebut berlanjut pada 12 armada Shinkansen lain yang mengular di jalur yang sama, terhitung pada tanggal 23 Juli kemarin. Menurut rencana yang dirilis oleh pihak Japan Railway, “Semua layanan Shinkanen yang mengular di Tohoku, Hokuriku, dan Akita Shinkansen Lines akan memiliki fasilitas Free WiFi pada September 2019 mendatang. Sementara untuk seluruh armada Shinkansen yang mengular di Yamagata Shinkansen Lines akan dapat merasakan fasilitas ini pada Maret 2020.”

Pun dengan operator lain yang juga mengoperasiakan Shinkansen, seperti East Japan Railway Co. (JR East) yang mengatakan akan meningkatkan jumlah armada Shinkansen yang terpasang layanan Free WiFi yang mengular di Joetsu Shinkansen Line.

Baca Juga: Sejumlah Masalah Hadang Penerapan WiFi Onboard di Kereta? Ini Dia Jawabannya!

Central Japan Railway Co. (JR Tokai) juga telah memperkenalkan armada Shinkansen seri N700A yang telah terpasang fasilitas Free WiFi di dalamnya pada 25 Juli kemarin. JR Tokai juga mengatakan akan memastikan pemasangan fasilitas tersebut di 131 armada lainnya pada Maret 2020 mendatang.

Lain cerita dengan operator Hokkaido Railway Co. (JR Hokkaido) yang mermastikan seluruh armadanya akan terpasang fasilitas Free Wi-Fi, “Pada akhir tahun fiskal ini paling lambat.” tutur salah satu juru bicara dari JR Hokkaido.

Jelang Olimpiade Musim Panas, Jepang Terkendala Penggunaan Bahasa Asing di Sarana Transportasi

Meningkatnya pelancong ke Jepang dalam beberapa waktu ke belakang – bahkan diprediksi jumlah tersebut akan terus menanjak hingga tahun 2020 mendatang, ini seperti bumerang bagi Negeri Matahari Terbit. Pasalnya, walaupun kehadiran wisman akan meningkatkan pendapatan negara tersebut, namun di sisi lain harus ada peningkatan fasilitas di sejumlah sarana publik, seperti kereta api dan stasiun. Ya, ini berkaitan dengan bentuk pengumuman dalam bahasa asing (Bahasa Inggris).

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

Jepang memang terkenal akan penggunaan Bahasa Inggrisnya yang sangat terbatas. Andaikan ada yang lancar berbicara Bahasa Inggris pun, para wisman akan sedikit kesulitan untuk menangkap maksud dari si pembicara karena aksennya yang sangat unik.

Ambil contoh dari kasus gempa bumi yang mengguncang Osaka pada 18 Juni 2018 kemarin, dimana ketika gempa terjadi, sebuah layanan kereta yang tengah mengular terpaksa memperlambat laju sebelum berhenti di Stasiun Ashiya di Prefektur Hyogo. Di dalam rangkaian tersebut, nampak seorang wisman yang tampak bingung dengan kepanikan yang terjadi. Beruntung, ada seorang warga Jepang yang mengerti Bahasa Inggris dan menerjemahkan situasi yang terjadi.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman TheJakartaPost.com, Hikaru Nagano – Orang Jepang yang mahir Bahasa Inggris, lalu berlari menuju kompartemen masinis dan meminta ijin untuk membuat pengumuman bencana kepada para penumpang dalam rangkaian tersebut dalam Bahasa Inggris.

“Ini adalah pengumuman darurat. Ada gempa kuat di Osaka,” kata Nagano singkat. Ia menambahkan bahwa kereta akan berhenti di Stasiun Ashiya untuk sementara waktu. Setelah membuat pengumuman darurat tersebut, ia lalu mengarahkan penumpang dengan menggunakan Bahasa Inggris menuju pintu keluar.

Kendati aksinya tersebut terbilang melewati batas, namun pihak operator tetap mengapresiasi apa yang telah ia lakukan. “(Tindakannya) sangat membantu. Petugas kereta juga berterima kasih untuk itu,” kata seorang pejabat dari Hanshin Electric Railway.

Baca Juga: Berada di Jembatan Setinggi 40 Meter, Stasiun di Jepang ini Sukses Sedot Wisatawan

Dari contoh kasus ini, terlihat satu kelemahan dari pihak Jepang yaitu dalam penggunaan bahasa asing, khususnya dalam situasi darurat. Maka dari itu, ketika diselaraskan dengan salah satu gambaran Jepang pada 2020 mendatang – perhelatan Olimpiade Musim Panas. Semisal pada 2020 mendatang pihak Jepang belum menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, bukan tidak mungkin akan lebih banyak lagi wisman yang kebingungan seperti contoh di atas.