Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas

Terkadang penyandang disabilitas kesulitan dalam menggunakan berbagai moda transportasi. Hal ini dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung mereka untuk beraktivitas. Seperti yang terjadi di Jepang tepatnya di Bandara Internasional Kansai, ketika itu Hideto Kijima diberitahu bahwa di bandara tujuan Amami memiliki peraturan bagi penyandang disabilitas harus ada teman untuk perjalanannya alias tak boleh sendirian.

Baca juga: Panasonic Uji Coba Kursi Roda Otonom di Bandara Haned

Untungnya saat di konter check in dirinya bersama seorang rekan untuk membantu naik ke pesawat dengan Vanilla Air. Sayangnya saat harus kembali ke Kansai, dirinya hanya bisa menggunakan kursi roda hingga di bawah tangga pesawat, selebihnya Kijima harus merangkak naik dan memakan waktu tiga hingga empat menit dengan sekitar 17 langkah menggunakan tangannya.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman asahi.com (5/8/2018), hal tersebut menjadi gejolak bagi publik dan timbul pertanyaan tentang bagaimana staf bandara menangani masalah yang membuat Kementerian Transportasi mempertimbangkan beberapa perubahan yang diperlukan. Keputusan yang dibuat nantinya untuk merevisi ketentuan dalam undang-undang yang mencakup penghapusan hambatan bagi penyandang disabilitas serta Hukum Aeronautika Sipil yang mewajibkan perusahaan penerbangan menyediakan peralatan yang diperlukan.

Sehingga para penyandang disabilitas dapat naik pesawat dimana saja di Jepang. Ada berbagai pilihan yang tersedia untuk maskapai penerbangan dalam membantu penyandang disabilitas yakni seperti alat pengangkat yang terpasang di kendaraan yang dapat diparkir di sebelah pesawat.

Hingga saat ini belum ada peraturan hukum tentang pemberian bantuan kepada penyandang cacat yang ingin naik ke bandara tanpa jembatan. Maskapai penerbangan juga harus menambahkan langkah yang mereka rencanakan untuk membantu penyandang disabilitas dalam operasional dan mendapat persetujuan dari kementerian transportasi.

Seorang profesor emeritus di Kindai University, Akihiro Mihoshi mengatakan mengharuskan maskapai penerbangan untuk menyediakan peralatan merupakan langkah besar pertama karena banyak pengguna kursi roda yang tidak jadi bepergian sendiri karena tidak bisa masuk ke pesawat.

Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

“Juga akan ada kebutuhan untuk mengembangkan lingkungan sehingga staf yang bekerja di berbagai bandara akan dapat memberikan bantuan secara fleksibel ketika mereka melihat perlunya dukungan seperti itu,” ujar Mihoshi.

Adanya keputusan untuk memudahkan penyandang disabilitas di bandara juga untuk menghilangkan penghalang bagi penyandang disabilitas terutama saat Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade yang akan diadakan tahun 2020 mendatang.

Karoseri Laksana Hadirkan Bus Legacy SR2 Double Decker

Tak kenal maka tak sayang, ini merupakan peribahasa yang sering di ucap dan di dengar, bahkan mungkin peribahasa ini cocok untuk Karoseri Laksana yang berasal dari Ungaran, Jawa Tengah. Pasalnya karoseri yang satu ini sudah menjadi bagian dari ibu kota Jakarta karena dipercaya untuk membalut sasis bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus TransJakarta (APTB) dan TransJakarta.

Baca juga: Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia

Meski begitu body bus produksi Laksana sendiri juga berada di trayek bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Saat ini, Laksana sudah berkespansi dan mampu memproduksi 1200 bus pertahun untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri sejak 2017 lalu.

Sejak berdiri tahun 1967 silam, Laksana terus berevolusi dan berinovasi memberikan yang terbaik bagi konsumen. Bahkan kini telah menjadi karoseri bus modern yang dilengkapi dengan permesinan dan sistem canggih dengan standar tinggi serta berbasis komputer untuk memastikan tingginya kualitas dan tingkat kemanan setiap produk.

“Sejak dua tahun terakhir ini, kami Laksana terus berevolusi, meningkatkan standar kualitas produk kami dimulai dari desain orisinil karya asli bangsa Indonesia, tingginya standar keamanan yang kami terapkan pada setiap produk yang kami keluarkan serta penggunan mesin dan komputer canggih untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Hal ini ditandai dengan telah diluncurkannya Legacy Sky SR2, Tourista, Discovery, Cityline 2 Low Entry yang digunakan pada Transjakarta dan Suroboyobus serta Cityline 2 Maxi.” ucap Bapak Stefan Arman Direktur Teknik Laksana Bus yang dikutip KabarPenumpang.com melalui keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).

Laksana sendiri telah mengekspor unit ke Fiji dan tengah memproduksi bus untuk Bangladesh. Tak hanya itu, sebagai bukti keseriusan Laksana dalam menerapkan standar keamanan yang tinggi di setiap bus produksinya, pada Mei 2018 Laksana menerapkan uji guling bus pertama di Indonesia.

Selain itu Laksana juga terus melakukan optimalisasi dengan struktur bus sehingga berat bus dapat menjadi lebih ringan. Tidak hanya meluncurkan produk baru, Laksana juga melakukan update pada Legacy Sky SR2 HD dan XHD Prime. Kedua produk tersebut telah dilakukan beberapa peningkatan seperti diaplikasikannya Optimized Structure, kemudian diaplikasikannya improved design structure untuk uji guling dan juga penambahan fitur-fitur bus sehingga memberikan tampilan yang lebih elegan dari versi sebelumnya.

Pada 3 Agustus 2018 kemarin Laksana hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018) dan memperkenalkan secara resmi produk terbaru yaitu Legacy SR2 Double Decker yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk lain di kelasnya. Legacy SR2 Double Decker hadir dengan desain terbaik di kelasnya, baik eksterior maupun interior.

Desain eksterior dari bus ini masih menggunakan bahasa desain yang telah digunakan pada beberapa produk Laksana lainnya. Ditambahkan ornamen-ornamen dengan chrome Legacy SR2 Double Decker ini memiliki kesan elegan dan mewah pada tampilan depan.

Pada Legacy SR2 Double Dekernya juga ditambahkan ornament berbentuk L yang modern dan merupakan bentukan logo LAKSANA. Ornamen aluminium extrusi atas samping juga telah dilengkapi dengan lampu LED biru sehinga memberikan kesan yang modern baik dari dekat maupun dari jauh.

Baca juga: 50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri

Desain interior trap tangga yang menggunakan bahan komposit cetak sehingga terlihat rapi dan elegan dan juga yang merupakan pertama di Indonesia. Tidak hanya dibekali dengan design yang menarik, Legacy SR2 Double Decker juga dilengkapi dengan teknologi terbaru yaitu optimized structure design yang menggunakan bahan-bahan komposite yang ringan yang diletakan pada area-area yang tepat sehingga menurunkan titik gravitasi kendaraan yang membuat bus menjadi lebih stabil.

“Sejalan dengan perkembangan infrastruktur di Indonesia, diharapkan bus Legacy SR2 Double Decker ini dapat menjadi moda transportasi yang diandalkan.” Tutup Stefan.

“1940s Weekend Railway at War,” Cara Edukasi dan Nostalgia Sejarah Kereta ala Britania Raya

Bicara tentang sejarah Perang Dunia II maka tak bisa dilepaskan dari eksistensi wahana kereta api. Betapa tidak, selain digunakan sebagai alat transportasi warga untuk evakuasi, peran kuda besi saat itu juga identik sebagai pengangkut pasukan, logistik, pelayanan kesehatan, bahkan telah tercipta beberapa kereta yang dilengkapi persenjataan. Boleh dikata, babak Perang Dunia II baik di Eropa dan sebagian Asia kental dengan derap sejarah kereta api, khususnya di zaman kereta uap.

Baca juga: Pindad V-16, Vooridjer di Atas Rel Berlapis Baja Buatan Dalam Negeri

Beragkat dari kentalnya sejarah kereta semasa era Perang Dunia II, di Inggris operator Mid-Norfolk Railway (MNR) mencanangkan program yang disebut “1940s Weekend Railway at War.” Hajatan yang digelar 4 dan 5 Agustus 2018 ini punya kekhasan tersendiri, bukan sebatas penumpang diajak menumpangi kereta tua, lebih dari itu ada empat stasiun yang didandani ornamen bergenre era 40-an. Penumpang ditawarkam melakukan perjalanan dari Stasiun Dereham ke Wymondham dengan kereta uap dan berpakaian ala pelaku sejarah, yaitu sebagai prajurit atau warga sipil. Adanya ratusan orang dengan konstum cosplay Perang Dunia II menciptakan sebuah pemandangan layaknya momen pengambilan gambar film kolosal.

Seperti Stasiun Wymondham disulap menjadi semacam pasar yang menjajakan beragam pernak pernik khas era 40-an. Termasuk di bagian lapangan dipamerkan secara statis beragam kendaraan militer yang pernah digunakan pasukan sekutu. Nicky Reynolds dari Land Army group Soil Cinderellas yang meenjadi koordinator acara tersebut mengatakan,”kami ingin menjadikan acara ini sebagai momen edukasi bagi generasi muda, dan sekaligus saat yang tepat bagi mereka yang terlibat dalam Perang Dunia II untuk bisa bernostalgia,” ujar Reynolds dikutip KabarPenumpang.com dari mnr.org.uk.

Sebagai momen yang penuh keceriaan di musim panas, acara ini disokong oleh beberapa perusahaan seperti merek bir ternama Elmtree, produsen minuman teh, sampai salon penata rambut antik (vintage). Untuk memikat pengunjung, setiap pukul tiga sore diadakan pertunjukan perang-perangan di peron stasiun yang menggunakan beragam senjata pada zaman Perang Dunia.

Agar mendapat kesan dramatis, Stasiun Hardingham di sisi lain diperankan telah berhasil diduduki oleh pasukan Jerman. 1940s Weekend Railway at War telah berlangsung selama enam tahun belakangan, dan animo pengunjung semakin ramai dari waktu ke waktu. Untuk bisa menikmati acara hiburan yang penuh sejarah ini, pengunjung dewasa harus merogok kocek 17 euro untuk satu hari pertunjukan, atau 32 euro untuk paket dua hari pertunjukan. Anak usia lima sampai lima belas tahun tarifnya 9 euro. Sementara anak di bawah usia lima tahun dan manula di atas usia 60 tahun bisa menikmati acara secara gratis.

Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan

Berkaca di Indonesia, semestinya apa yang dilakukan oleh MNR bisa pula digarap oleh PT KAI, terutama dengan memaksimalkan peran Unit Heritage KAI yang selama ini dikenal luas perannya dalam melestarikan aset-aset bersejarah jaringan kereta di Indonesia.

Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya!

Melancong atau traveling menjadi salah satu hal yang paling menyenangkan. Biasanya bagi pelancong yang bepergian dengan pesawat sudah ahli dalam menyusun isi koper maupun tas mereka. Apalagi bila memiliki durasi perjalanan yang cukup lama, akan ada banyak barang yang harus dan di bawa karena demi kenyamanan perjalanan.

Baca juga: Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien

Untuk memuat barang bawaan, Anda membutuhkan koper atau tas yang tepat dalam artian semua barang yang dibutuhkan bisa masuk dan tersusun rapi serta tetap dalam kondisi baik. KabarPenumpang.com merangkum dari laman travelfashiongirl.com ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk memilih koper atau tas yang akan bawa dalam perjalan.

1. Sesuai kebutuhan dan ukuran yang tepat
Sebagai seorang pelancong, dalam bepergian biasa akan membawa koper atau tas dengan ukuran yang sesuai. Bila sesuai dengan kapasitas bagasi yang diizinkan maskapai, maka Anda tidak lagi akan dikenakan tambahan biaya. Biasanya ukuran akan dihitung dalam sentimeter dan ada beberapa ukuran koper yang biasa digunakan ketika bepergian.
a. 16″ (30x17x47cm), ini biasa digunakan untuk bepergian dalam jangka waktu 1-3 hari dan bisa masuk dalam kabin.
b. 20″ (37x22x56cm), dengan ukuran sedang, koper ukuran ini mampu memuat banyak barang dan berat yang bisa ditampung hingga 16 kg.
c. 22″ (38x22x48), meski berukuran sedang koper ini bisa membawa barang 16-20 kg dan cukup untuk barang lebih dari lima hari.
d. 24″ (43x23x63cm), barang yang mampu dimuat dalam koper ini mencapai 26 kg dan biasanya digunakan untuk bepergian 5-7 hari.
e. 28″ (47x32x73cm), ukuran koper ini cukup besar dan biasa digunakan untuk perjalanan lebih dari seminggu dan bisa memuat barang seberat 35 kg.

2. Pilih bahan yang tepat
Dengan banyaknya barang yang Anda bawa, jangan lupa pilih bahan yang tepat untuk koper atau tas Anda. Apalagi jika masuk dalam bagasi pesawat agar koper atau tas tak mudah rusak. Koper yang terbuat dari bahan polycarbonate atau plastik keras dan kuat, layak untuk di pilih. Selain itu bahan ini cukup ringan meski rentan rusak saat proses pengangkutan. Anda juga bisa memilih bahan polyester atau nylon. Sebab bahan-bahan ini bisa dibawa dengan mudah dalam kabin dan cukup tahan lama untuk digunakan. Yang terpenting gunakan koper atau tas anti air sehingga barang di dalamnya tetap kering selama perjalanan.

3. Pengaman dan roda koper
Jika bepergian menggunakan koper, pilih yang nyaman untuk Anda bawa. Sebab koper memiliki dua jenis roda yakni spinner atau empat roda dan upright atau dua roda. Koper dengan empat roda biasanya lebih mudah bergerak meskipun ada beban tambahan di atas koper. Berbeda dengan roda dua, ini akan cukup menyulitkan jika ada barang tambahan di atas koper. Tak hanya itu, jangan lupakan pengamanan pada koper, karena ini salah satu yang wajib. Pilihan koper dengan kunci pengaman Travel Sentry Approved (TSA) yang memenuhi standar keamanan internasional agar koper tetap aman sepanjang masa.

Baca juga: Baca Ini Dulu Sebelum Anda Beli Koper

4. Kualitas, harga dan garansi
Harga bagus, pasti kualitas juga bagus dan biasanya juga punya garansi bahkan ada pemberian garansi penuh alias 100 persen bila barang rusak. Anda bisa membeli koper di tokonya langsung ataupun online. Bila masih takut barang tersebut tidak sesuai harapan atau palsu, dengan langsung ke tokonya Anda bisa memilih sesuai keinginan dan bentuknya. Terkadang ada diskon atau promo, Anda bisa memanfaatkannya untuk koper atau tas yang dibutuhkan. Jangan lupa pertimbangkan layanan garansi, ini agar terhindar dari berbagai risiko yang mungkin terjadi pada koper atau tas Anda.

Survei: 89 Persen Penumpang Turkish Airlines Tak Inginkan Adanya Panggilan Telepon Selama Penerbangan

Setiap maskapai berloma untuk menyajikan beragam kemudahan dan layanan ekstra bagi penumpangnya, sebut saja seperti in flight WiFi, yang menjadikan akses internet bisa disalurkan ke laptop dan smartphone Anda. Saat akses internet tersalurkan, maka dengan mudah Anda bisa melakukan panggilan dan terima telepon via VoIP (Voice over Internet Protocol) seperti yang ada di aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Larangan Dilonggarkan, Maskapai Cina Kini Izinkan Penumpang Aktifkan Smartphone di Pesawat

Namun, apakah mendapat panggilan telepon menjadi bagian penting saat berada di udara? Apakah hal ini tidak mengganggu sinyal penerbangan? Atau bahkan hal ini bisa menimbulkan banyak lagi pertanyaan. Untuk itu, KabarPenumpang.com untuk mendapat penjelasannya telah melansir dari laman travelandleisure.com (25/7/2018), bahwa dari survei Nielsen yang dilakukan oleh Turkish Airlines, didapat 89 persen penumpang ingin penerbangan mereka terjaga dari layanan panggilan telepon.

Entah itu untuk menghindari panggilan terkait pekerjaan bahkan hal yang sebenarnya tidak perlu dibicarakan. Sebab, waktu perjalanan yang dihabiskan dalam penerbangan tanpa konektivitas bisa menjadi sesuatu yang berharga.

Ini juga untuk menghindari penumpang lain mendengar percakapan seseorang diseberang telepon yang berbicara dengan Anda. Hasil survei mendapatkan jawaban terbanyak atau mayoritas menyebutkan potensi gangguan adalah sebagai alasan utama untuk melarang adanya panggilan telepon dalam kabin pesawat.

Mungkin beberapa tahun lalu responden menginginkan adanya sambungan telepon seluler saat berada di pesawat. Namun karena hal ini, presentase orang yang menentang layanan panggilan telepon di pesawat meningkat sejak 2015 lalu.

Baca juga: Saat Bepergian Sendiri dengan Pesawat, Beberapa Hal ini Layak Disimak

Tetapi meskipun sambungan tidak penting bagi penumpang pesawat, mereka justru menginginkan hal lainnya untuk tetap terhubung dan juga menghibur salama penerbangan. Survei yang dilakukan ternyata mengungkapkan bahwa 90 persen penumpang mengandalkan hiburan dan 77 persen berharap memiliki layanan internet selama berada dalam penerbangan.

Tetapi di tempat lain di dunia bisa saja sikap terhadap ponsel saat berada dalam pesawat berbeda. Ada sekitar 51 persen dari penumpang global yang menentang penggunaan ponsel saat berada di pesawat. Sedangkan penumpang dari India, Cina dan Uni Emirat Arab akan lebih memilih untuk melakukan panggilan telepon saat dalam penerbangan.

Meski begitu bagi masyarakat Amerika bisa dikatakan beruntung sebab Federal Communications Commission (FCC) juga tidak menginginkan adanya panggilan telepon di dalam pesawat. Tahun lalu, ketua FCC memblokir proposal yang mengizinkan panggilan suara dilakukan saat dalam penerbangan.

[Lagi] Dua Remaja Tewas Setelah Selfie di Jembatan Kereta

Tragis dua remaja yang berusia 15 tahun terpaksa meregang nyawa setelah asik berselfi di lintasan jembatan kereta api. Sedangkan seorang remaja lainnya berhasil meloloskan diri dengan melompat dari lintasan tersebut sesaat sebelum kereta menabrak kedua temannya.

Baca juga: Tragedi di Bangkok, Ketika Selfie di Rel Kereta Kembali Merenggut Nyawa

KabarPenumpang.com melansir dari laman tribuneindia.com (6/8/2018), kedua korban yang tewas terlindas kereta tersebut saat itu diketahui sedang dalam perjalanan pulang bersama seorang temannya yang selamat. Kemudian mereka menyempatkan diri berfoto di lintasan kereta api di Doraha pada Minggu (5/8/2018) pagi.

Kedua korban tewas diidentifkasi bernama Yuvraj Singh dan Gaurav Kumar yang berasal dari Desa Rampur dekat Sahnewal. Sedangkan teman mereka yang melompat untuk menyelamatkan diri tersebut belum dapat diketahui namanya karena belum ditemukan oleh pihak kepolisian.

Yuvraj sendiri seorang pelajar kelas VII dimana ayahnya bekerja di Dubai dan Gaurav pelajar kelas VIII dengan ayah seorang penjahit. Atas kejadian ini Avtar Singh dari bagian ASI (Archaeological Survey of India) di kantor polisi Doraha mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat ketika ketiganya berselfie ria di lintasan kereta api di bagian Chandigarh-Ludhiana.

“Anak yang mengambil foto selfie tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari lintasan. Sedangkan dua anak lainnya tidak bisa bergerak dan terlindas kereta api. Kami belum mengidentifikasi anak yang memiliki ponsel itu,” ujar Avtar.

Raghuvinder, Government Railway Police’s (GrP) mengatakan, dirinya mendapat telepon dari masinis kereta yang menuju Amritsar dari Chandigarh sekitar pukul 11.45 waktu setempat.

Baca juga: Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta

“Dia mengatakan kepada saya membunyikan klakson berulang kali, tetapi anak laki-laki itu tidak menyadarinya dan tertabrak. Insiden itu terjadi di jembatan kereta api di mana pejalan kaki tidak diizinkan untuk melintas,” ujarnya.

Tak hanya di India, Februari 2018 kemarin, seorang perempuan tewas dan seorang pria kritis ketika asik berselfie di lintasan kereta di Bangkok, Thailand. Keduanya diketahui saat akan melakukan selfie dalam kondisi mabuk tetapi tidak sadar ada kereta dari belakang yang menyebabkan keduanya tersabar.

KA Wijayakusuma, September Mendatang Punya Rute Baru Cilacap-Banyuwangi

Kereta api Wijayakusuma yang sebelumnya merupakan KA jarak pendek, September 2018 mendatang relasinya akan di perpajang. Hal ini tertuang dalam perka (Peraturan Kepala) yang baru dimana KA kelas premiun itu tak lagi melayani relasi Cilacap-Yogyakarta-Solo tetapi diperpanjang dari Cilacap menuju ke Banyuwangi di Jawa Timur.

Baca juga: KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel

Rencana ini diungkapkan oleh Vice President Passenger Marketing PT KAI Raden Agus Dwinanto. Dia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk ekspansi market dengan eskalasi pelayanan yang lebih luas sehingga KAI memperpanjang rute KA Wijayakusuma. Bahkan Raden mengatakan, langkah ini diambil juga tak lepas sejak pengoperasiannya pada September 2017 lalu yang tidak banyak peminat.

“Operasional KA Wijayakusuma kan 4 trip per hari, dan dari jumlah tersebut ada beberapa trip yang tingkat isian penumpangnya masih di bawah 50 persen. Kami tidak melikuidasi KA Wijayakusuma sebagai angkutan penghubung Jateng barat bagian selatan ke Yogyakarta dan Solo dan sebaliknya,” ujar Raden.

Meski begitu Raden mengatakan, pihakya akan tetap menggunakan nama Wijayakusuma pada kereta tersebut dan ada kemungkinan digantikan dengan nama lainnya. KabarPenumpang.com merangkum, KA Wijayakusuma sendiri hadir pada HUT PT KAI ke-72 tepatnya 28 September 2017. KA ini merupakan kereta ekspres kelas ekonomi AC Premium.

KA Wijayakusuma sendiri lebih populer dengan mana Wius dan Wikus Premium yang beroperasinya bersamaan dengan pembukaan Stasiun Cilacap. Kereta Wikus ini sendiri berhenti dibeberapa stasiun yakni Cilacap, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari dan Solo Balapan.

Baca juga: Tentang Kursi di Kereta Ekonomi Premium, Respon Admin Twitter PT KAI Menuai Polemik

Awalnya tiket kereta Wijayakusuma sendiri dari Cilacap-Kroya Rp20 ribu, Cilacap-Yogyakarta Rp50 ribu dan Cilayacap-SoloBalapan Rp70rb. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tarif tiket KA Wijayakusuma dengan relasi baru dari Cilacap-Banyuwangi belum ada.

Kereta ini memanfaatkan rangkaian 10 gerbong ekonomi premium plus satu gerbong pembangkit dengan kapasitas 768 tempat duduk, dimana dua gerbong untuk penyandang disabilitas dengan kapasitas masing-masing 64 orang. Satu kereta makan dan pembangkit serta delapan kereta ekonomi premium dengan kapasitas 80 orang, kereta ini diketahui buatan PT INKA.

Dukung Operasi Tanggap Bencana, Bandara Lombok Beroperasi 24 Jam Hinga Kamis Mendatang

Merespon kebutuhan akses darurat tanggap bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018. PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Lombok Praya mengoperasikan bandara selama 24 jam mulai Senin (6/8) hingga Kamis (9/8) untuk mendukung operasi bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTB.

Baca juga: Mulai 25 Mei 2018, Wings Air Layani Rute Kupang-Lombok Setiap Hari

Selain itu, pengoperasian bandara selama 24 jam ini juga untuk memfasilitasi banyaknya permintaan extra flight. “Dengan adanya quick response dari masyarakat dan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa NTB dan banyaknya permintaan extra flight, maka Angkasa Pura I menambah jam operasional menjadi 24 jam dari yang tadinya hanya beroperasi 18 jam dari pukul 06.00 – 24.00.

Terkait penambahan waktu operasi ini, kami juga memberikan prioritas pada pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. Penambahan penerbangan (extra flight) akan diberikan kepada maskapai berdasarkan hasil koordinasi dengan AirNav Indonesia yang tentunya sesuai dengan perhitungan kapasitas bandara.

Baca juga: Batik Air Kini Punya Premium Gate di Bandara Internasional Lombok

PT Angkasa Pura I terus berkoordinasi dengan otoritas dalam memonitor kondisi terkini dan berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait perubahan tipe pesawat dan extra flight.

Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Keterbatasan seorang penyandang disabilitas membuatnya terkadang kesulitan saat berada di tempat umum. Ini pun tak menutup kemungkinan ketika berada di stasiun, terminal bahkan bandara. Apalagi jika fasilitas yang ada tidak bisa digunakan para disabilitas.

Baca juga: Duuh.. Mobil Golf Pendukung Disabilitas dan Orang Tua ‘Nyungsep’ ke Rel Kereta

Belum lama ini di India tepatnya Januari 2018 salah satu stasiunnya yang berada di Kelara sudah mendukung penyandang disabilitas. KabarPenumpang.com melansir dari laman yourstory.com, bahwa Stasiun Ernakulum Kelara sudah bisa diakses sepenuhnya oleh penyandang disabilitas dan menjadi stasiun pertama yang membuat hal itu. Langkah besar ini terjadi setelah Virali Modi, yang berjuang untuk hak orang-orang bekebutuhan khusus di Mumbai.

Gadis berusia 25 tahun ini selama beberapa tahun terakhir mengadvokasi tempat-tempat umum untuk dibuat ramah disabilitas. Dia memulai kampanyenya yang disebut #MyTrainToo yang berperan untuk perubahan sejarah bagi Indian Railways.

Pada Stasiun Ernakulum jalan permanen untuk para disabilitas pengguna kursi roda sudah dibuat permanen. Porter yang membawa koper di stasiun kereta api juga dilatih untuk membantu para disabilitas tersebut. Tak hanya jalanan di stasiun, mobil listrik juga akan tersedia bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Kursi dan pendingin udara yang disediakan diruang tunggu dibuat untuk kenyamanan mereka.

Indian Railways sebagai operator kereta India berjanji akan membuat toilet dan fasilitas lainya selama enam bulan kedepan. Pihak Indian Railways juga menambahkan stasiun kereta api ramah disabilitas juga nantinya akan dibuat di seluruh negara bagian.

Baca juga: Sukses Curi Hati Penyandang Disabilitas, Swiss Federal Railways Rajai Perkeretaapian di Eropa!

Pada awalnya Virali yang menggunakan kursi roda dalam kesehariannya kesulitan saat berada di stasiun kereta api. Bahkan dirinya bercerita pernah ditipu oleh porter yang mencoba mengambil keuntungan dari dirinya. Hal ini kemudian membuatnya terinspirasi memulai kampanye #MyTrainToo dan mendapat dukungan luar biasa dari orang-orang di seluruh negeri.

Karena tweet Virali tersebut, Menteri Kereta Api India Suresh Prabhu meyakinnya pada Februari tahun 2017 lalu bahwa pekerjaan untuk membantu penyandang disabilitas akan dilakukan. Hingga akhirnya hanya Kerala yang mengambil inisiatif tersebut untuk memudahkan para disabilitas di stasiunnya.

Jevi Santoso, Masinis Ganteng yang Jadi Idola Penumpang KRL Jabodetabek

Membahas perkeretaapian Indonesia tak bisa lepas juga membicarakan masinisnya, karena masinis merupakan salah satu komponen terpenting agar kereta bisa berjalan dan mengantarkan penumpang dari tempat pemberangkatan hingga tujuan akhir. Ternyata PT KAI memiliki masinis-masinis dengan tampang yang rupawan, bahkan menjadi pujaan dari anak-anak, remaja perempuan hingga ibu-ibu.

Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Siapa sih masinis itu? Dari beberapa masinis tampan yang dimiliki PT KAI, KabarPenumpang.com memilih untuk mengulas Jevi Santoso Chaniago. Masinis tampan yang satu ini biasa dikenal dengan Jevi Santoso.

Pria muda kelahiran Padang Panjang 1 Juli 1995 silam ini memilih profesi sebagai masinis bukan tanpa alasan. Selain cita-cita dari kecil, ternyata Ayah pemuda 23 tahun ini juga seorang masinis.

Jevi memulai pekerjaannya sebagai seorang masinis di PT KAI sejak September 2015 atau tujuh bulan setelah dirinya resmi bergabung pada Februari tahun yang sama. Pria penyuka basket ini mengakui tugas sebagai masinis cukup menantang dengan mengantar penumpang dari stasiun keberangkatan hingga tujuan akhir dengan selamat.

Sebab dirinya mengakui bukan hanya satu nyawa tetapi ribuan nyawa berada di tangannya saat mengemudikan kereta. Jevi yang aktif menjadi masinis KRL relasi Jakarta-Bogor dan sebaliknya ini saat pertama kali menjadi masinis sempat gugup.

Baca juga: Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor

Bahkan telat mengerem sehingga posisi kereta yang dikemudikannya tidak berhenti di posisi yang tepat. Meski begitu, Jevi kini sudah terbiasa mengemudikan kereta dan banyak pengalaman yang diperolehnya. Dia mengaku, banyak penumpang yang mengucapkan terimakasih, mengkritik dan yang paling berkesan ketika bertemu anak-anak dan memanggil ‘Pak Masinis, Pak Masinis! Bawa keretanya hati-hati ya’ dan ini dianggap menjadi penyemangat Jevi.

Jevi sendiri meski sudah tiga tahun menjadi masinis tak lupa membagi tips agar anak muda yang ingin menjadi masinis bisa menggapai cita-citanya. Jevi mengatakan, agar memperbanyak pengetahuan tentang perkeretaapian, jaga kondisi tubuh dan jauh dari narkoba, ambil jurusan yang cocok untuk menjadi masinis serta tidak lupa sebagai masinis harus smart.