Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

Suhu panas ekstrem ternyata tak hanya melanda negara-negara di Benua Eropa, tetapi di belahan dunia lain, seperti Korea Selatan, kini juga tengah menghadapi terjangan gelombang panas. Selain membawa dampak bagi kesehatan manusia, gelombang panas juga membawa pengaruh langsung pada layanan transportasi, khususnya pada jaringan rel kereta.

Baca juga: Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!

KabarPenumpang.com melansir dari koreajoongangdaily.joins.com (31/7/2018), The Korea Railroad Corporation (Korail) harus menunda dua jadwal keberangkatan kereta KTX dari Seoul ke Busan pada pukul 08.05 pagi waktu setempat hari Senin (30/7/2018) kemarin setelah menemukan dampak gelombang panas yang meluas hinga dekat Stasiun Geumcheon-gu di Seoul Selatan. Adapun dua kereta lainya ditunda sekitar 10-30 menit dan pukul 09.30 pagi waktu setempat Korail mengumumkan bahwa semua kereta kembali berjalan normal.

Korail sendiri mengatakan, pihaknya mencurigai panas ekstrem membuat beberapa jalur rel memuai dan menjadi lebih lebar. Tetapi mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu, peringatan gelombang panas terus disiarkan sejak 11 Juli 2018 kemarin. Peringatan gelombang panas sendiri dikeluarkan setelah suhu diperkirakan melebihi 33 derajat Celcius selama dua hari lebih.

Kemudian peringatan gelombang panas juga dikeluarkan ketika suhu mencapai lebih 35 derajat Celcius selama lebih dari dua hari. Pada 23 Juli 2018, Korail sampai harus membatasi kecepatan kereta cepatnya di Gyeongbu High Speed Railway hingga 70 km per jam setelah mendapat konfirmasi jalur baja antara Stasiun Cheonan-Asan di Chungcheong Selatan dan Stasiun Osong di Chungcheong Utara terpapar gelombang panas hingga 61,4 derajat Celcius.

Korail sendiri memperlambat keretanya di jalur kereta cepat Gyeongbu hingga 230 km per jam pada 20 Juli. Menurut Korail, melambatnya kereta api hingga 70 km per jam pada 23 Juli adalah pertama kalinya bahwa perusahaan harus menerapkan peraturan itu.

Sekitar 16 kereta ditunda di jalur antara Stasiun Cheonan-Asan dan Stasiun Gwangmyeong di Gyeonggi pada Minggu malam selama sekitar satu jam setengah, setelah sistem komunikasi lokal gagal. Korail mengatakan secara tentativ menyimpulkan bahwa panas bukanlah penyebab kegagalan sistem.

Baca juga: Banyak Masinis Sakit dan Efek Gelombang Panas, Kereta Komuter Sydney Menghadapi Masalah

Panas yang tak henti-hentinya juga menyebabkan retaknya bagian jalan yang di aspal. Sebuah pipa air yang dipasang di sepanjang jembatan di Distrik Bundang, Gyeonggi, rusak Minggu malam. Pipa, dipasang di sepanjang jembatan dengan lebar 20 meter dan lebar 25 meter, pecah sekitar pukul 10.14 waktu setempat.

Pihak kepolisian mengatakan untungnya tidak ada korban cedera. Pipa itu diperbaiki tetapi jembatan telah ditutup sejak itu. Polisi mengatakan panas yang ekstrim mungkin menyebabkan pondasi patah di dalam aspal jembatan, yang mungkin telah retak pipa. Dan ketika pipa itu pecah, air yang keluar itu mungkin telah meretakkan permukaan jalan aspal lebih jauh, kata polisi. Pemerintah setempat memeriksa jembatan dan pipa pada Senin pagi.

Terpaksa Tidur di Bandara? 6 Tips Ini Bisa Anda Coba!

Lebih baik menunggu daripada ketinggalan pesawat. Stigma inilah yang terus bermukim di benak para calon penumpang pesawat, bahkan hingga kini. Namun bagaimana nasibnya jika alur ceritanya kita ubah – dimana seorang calon penumpang sudah datang lebih awal dan penerbangannya ditunda beberapa jam karena ada masalah teknis, ditambah lagi itu merupakan penerbangan paling awal. Tentu saja rasa kantuk yang menggelayuti mata enggan pergi hingga ia dapat beristirahat sebentar.

Baca Juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin!

Tidur di bandara lalu muncul menjadi opsi yang tidak bisa dielakkan oleh para penumpang malang ini. Pertanyaanya adalah, amankah jika Anda tidur di bandara? Sebenarnya jawabannya aman-aman saja, selama Anda mengikuti beberapa tips yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman wikihow.com ini.

Gunakan Headset
Mengingat di hampir sudut bandara merupakan tempat yang relatif bising, ada baiknya Anda menggunakan headset dan memutar lagu kesenangan Anda. Dengan begitu, Anda diharapkan dapat segera terlelap dan beristirahat sejenak sebelum Anda tinggal landas.

Tutupi Mata
Hampir sama seperti poin pertama, namun ini diperuntukkan indera penglihatan Anda. Jika kondisi sekeliling terang benderang, kebanyakan dari Anda akan sulit untuk tidur, bukan?

Pasang Alarm
Sudah jelas, tujuan dari poin yang berikut ini adalah untuk mencegah Anda tidur terlalu pulas yang dikhawatirkan akan membatalkan penerbangan Anda. Semisal Anda merasa sangat lelah, ada baiknya Anda memasang beberapa alarm sekaligus dalam jeda waktu yang singkat – semisal 5 menit sekali.

Jangan Terlalu Jauh dari Gerbang Keberangkatan
Dikhawatirkan Anda yang tertidur pulas tidak memiliki waktu untuk berbegas menuju gerbang keberangkatan semisal Anda tidur terlalu jauh dari gerbang tersebut. Berabe, bukan?

Baca Juga: Anda Malu Ngorok di Angkutan Umum? Begini Cara Mengatasinya!

Gunakan Jaket Sebagai Alas
Selain jaket, Anda juga bisa menggunakan syal, atau pakaian lain sebagai alas tidur Anda. Kendati tempat Anda tidur sudah dilapisi dengan karpet, namun hal ini ada baiknya tetap dilakukan karena kita tidak tahu tingkat kebersihan dari tempat tersebut.

Gunakan Lounge
Jika Anda memiliki budget lebih, ada baiknya Anda untuk menyewa lounge. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir akan keselamatan barang bawaan Anda dan ketinggalan penerbangan. Kendati keselamatan barang bawaan terjamin, bukan berarti Anda bisa seenaknya meninggalkannya begitu saja.

Saat Bepergian Sendiri dengan Pesawat, Beberapa Hal ini Layak Disimak

Ada kalanya Anda harus bepergian sendiri menggunakan pesawat, sedikit berbeda dengan penerbangan dengan keluarga. Ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan dalam perjalanan sendiri. Kami merangkumnya dari wikihow.com berbagai cara menikmati penerbangan tanpa keluarga.

Baca juga: Dollar Naik Lantas Takut Traveling ke Luar Negeri? Baca Dulu Tips Ini!

1. Cari tiket murah
Pilih terlebih dahulu pesawat apa yang akan digunakan untuk pergi ketujuan. Kemudian buka situs web milik maskapai tersebut atau hubungi pemasaran pemesanan tiketnya. Biasanya dengan mencari di situs web pun Anda bisa mendapatkan tarif termurah dan bila memilih penerbangan dengan kelas ekonomi baiknya pada pertengahan minggu jangan akhir pekan. Faktanya berlibur sendirian dengan menggunakan pesawat akan menghemat biaya tiket.

2. Penerbangan sepi
Tidak suka kebisingan atau suara anak-anak dalam pesawat? pilih waktu yang tepat dimana anak-anak jarang atau mungkin tidak di ajak orang tua dan keluarga mereka bepergian. Anda bisa memilih penerbangan seperti pertengahan minggi yakni hari Selasa atau Rabu.

Pemilihan jam keberangkatan baiknya tidak memilih siang tetapi pilih pagi (penerbangan pertama), sore dan malam hari. Jangan pernah memilih waktu penerbangan saat liburan sekolah, ini bukan membuat Anda nyaman, tetapi justru banyak anak-anak yang pergi liburan bersama orang tua mereka. Jika maskapai penerbangan menawarkan kelas bisnis dan harga tidak jauh berbeda dengan kelas ekonomi, Anda bisa memilihnya dengan mengeluarkan sedikit tambahan biaya untuk kenyamanan dengan penumpang dewasa lain.

3. Barang bawaan
Saat bepergian sendiri, barang bawaan akan semakin sedikit. Mungkin Anda hanya akan membawa satu buah ransel dan satu tas sandang. Ransel dan tas sandang Anda bahkan tak perlu masuk dalam bagasi kargo dan bisa di bawa dalam kompartemen di kabin atau di letakkan di bawah kursi.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

4. Siapkan keperluan bila perjalanan panjang
Meski bepergian sendiri, Anda tetap harus mengemasi barang bawaan pribadi untuk digunakan selama penerbangan. Apalagi jika perjalanan Anda jauh yang memakan waktu lebih dari 2-4 jam. Beberapa perangkat elektronik seperti iPod dan ponsel untuk mendengarkan musik, bermain game atau lainnya. Laptop juga bisa dibawa untuk membantu Anda bila ada pekerjaan yang belum terselelasikan dan bisa dikerjakan selama penerbangan.

Buku bacaan atau majalah, bila Anda tidak begitu menyukai musik, buku atau majalah bisa menggantikannya. Menambah wawasan selama perjalanan dengan membaca buku juga menjadi satu hal baik yang bisa dilakukan.

5. Jelajahi tempat baru
Pergi sendiri ke satu tempat, Anda tidak perlu pusing mencari pilihan destinasi. Karena saat sendiri bisa membuat Anda menemukan tempat-tempat baru tanpa harus digerecoki keluarga atau anak-anak yang dibawa bepergian karena kelelahan atau hal lainnya.

The Boring Company Rilis Foto Infrastuktur “Loop”, Calon Jaringan Transportasi Bawah Tanah di Chicago

Selain tengah disibukkan dengan urusan Hyperloop, dewasa ini Elon Musk cs. pun tengah menindaklanjuti sistem transit yang kelak akan menghubungkan Bandara Internasional O’Hare dengan pusat kota Chicago. Melalui perusahaannya, The Boring Company (TBC), Entrepreneur kelas kakap ini mengatakan bahwa semisal proyek ini rampung, maka sistem transit ini akan menjadi sarana transportasi yang menggunakan teknologi “Loop” pertama di dunia.

Baca Juga: Genjot Proyek Kereta Bawah Tanah Menuju Bandara, Pemerintah Chicago Percayakan Kapabilitas The Boring Company

Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap sejumlah pemangku kepentingan terkait dan masyarakat, TBC baru-baru ini merilis sebuah gambar yang kelak akan menjadi titik peluncuran (gantry) dari sistem transportasi yang, “mampu mengangkut 8 hingga 16 penumpang atau satu kendaraan penumpang,” tutur salah seorang juru bicara dari TBC, dikutip KabarPenumpang.com dari laman electrek.co (5/7/2018).

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, jaringan transportasi karya Elon Musk ini rencananya akan menggunakan sebuah papan luncur elektrik yang akan mengular di bawah tanah. “Loop adalah sistem transportasi publik yang beroperasi di bawah tanah dan dapat menempuh kecepatan hingga 125 – 150 mil per jam (202 – 242 km per jam). Loop sendiri akan menggunakan papan luncur elektrik sebagai armadanya,” tulis TBC dalam laman resminya.

Ketika di awal memenangkan kontrak untuk membangun sistem transit dari pemerintah setempat, ada banyak pertanyaan yang timbul, seperti “apakah moda ini nantinya akan berjalan di atas rel atau menggunakan teknologi yang mirip dengan Hyperloop, yaitu menggunakan tabung kedap udara dan memaksimalkan daya levitasi magnetik,”

Namun dengan dirilisnya foto gantry tersebut, maka pertanyaan demi pertanyaan pun perlahan terjawab. Dengan eksistensi dudukan rel pada tengah infrastruktur tersebut, maka sudah jelas jika jaringan transportasi ini nantinya akan berjalan di atas rel. Seorang narasumber dari TBC mengatakan bahwa foto tersebut diambil ketika kerangka infrastuktur ini masih berada di Hawthorne, California – markas dari TBC. “Namun sesegera mungkin akan dikirimkan ke Chicago,” tambahnya.

Baca Juga: Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial

Pada kesempatan terpisah, Elon Musk mengatakan bahwa estimasi pembangunan dari sistem transportasi baru di Chicago ini akan memakan waktu 18 hingga 24 bulan. “Kami tengah menunggu persetujuan dari sejumlah otoritas terkait guna mendapat ijin pengeboran, kira-kira akan diputuskan dalam waktu 3 sampai 4 bulan ke depan,” tutur Elon dalam sebuah konferensi pers. “Untuk waktu pembangunan sendiri bisa aja lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan tersebut, namun tidak akan lebih dari 3 tahun pembangunan.” tutupnya.

Semisal ditinjau lebih jauh soal kehadiran sarana transportasi ini, nampaknya Elon Musk sadar betul bahwa jalanan di atas tanah sudah tidak  bisa lagi diandalkan untuk menampung sarana transportasi baru. Tentu saja karena masalah kemacetan yang sudah tidak bisa ditolerir lagi dan akan menimbulkan kekacauan semisal pihaknya tetap bersikeras untuk membangun sarana transportasi di atas tanah.

Lalu bagaimana dengan jalur udara? Nampaknya Elon Musk tidak akan menempuh jalur ini karena dirinya sudah kadung di cap sebagai “Bapak Transportasi Modern”. Belum lagi soal regulasi yang juga ‘semerawut’ semisal dirinya ingin menghadirkan moda udara.

 

Lalui Wilayah Borobudur, Jalur Kereta Api Yogyakarta-Magelang Siap di Reaktivasi

Jalur kereta api dari Yogyakarta ke Magelang yang sebelumnya hanya wacana akan di aktifkan kembali, kini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Nantinya jalur yang dibangun ini akan melalui wilayah Borobudur, sehingga akses menuju ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur lebih mudah.

Baca juga: Pembangunan (Kembali) Jalur KA Yogyakarta – Magelang, Hidupkan Nostalgia Era 70-an

“Betul adanya rencana itu (reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang (Borobudur) akan segera dilaksanakan oleh DJKA (Dirjen Perkeretaapian),” yang diutip KabarPenumpang.com dari tribunjogja.com (31/7/2018).

Untuk menandai rencana reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang ini, DJKA (Dirjen Perkeretaapian) memasang patok di Kabupaten Magelang salah satunya di Kecamatan Secang. Patok ini sendiri dipasang sekitar 800 meter dari jalur kereta api yang lama tepatnya di sekitar perempatan Secang antara Jalan Raya Secang dan Jalan Alternatif Secang-Pucang.

Pematokan ini sendiri merupakan pekerjaan dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA yang tengah melakukan Studi Kelayakan (FS) dan Survey Investigasi Desain. Adanya studi kelayakan ini sendiri untuk melihat kelayakan dari jalur kereta yang sudah ada maupun jalur baru yang akan dibangun.

“Pematokan itu adalah bagian dari pekerjaan Studi Kelayakan (FS) dan Survey Investigasi Desain (SID) jalur KA menuju KSPN Borobudur. Sebagian jalur memang jalur baru, juga jalur lama,” kata Eko.

Namun Eko mengatakan, pihaknya belum tahu secara pasti dimana saja wilayah yang akan dilalui terkait jalur baru untuk jalur kereta api Yogyakarta-Magelang. Dia menambahkan terkait pembebasan lahan juga merupakan kewenangan DJKA pusat.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Eko sendiri mengatakan, rencana reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang ini memang sudah digaungkan cukup lama, tetapi baru tahun ini mulai direalisasikan.
Tujuan dari reaktivasi jalur kereta tersebut untuk menunjang KSPN Borobudur.

“Iya, memang salah satu tujuannya untuk giat wisata Borobudur. Jalur kereta api itu akan melalui Borobudur juga dan mempermudah akses wisatawan menuju ke sana,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, reaktivasi ini sempat hanya menjadi wacana. Hal ini dikarenakan jalur lama tidak memungkinkan untuk di reaktivasi karena sudah terbangun perumahan dan menjadi jalan raya yang dilalui kendaraan lainnya.

“The Truck Surf Hotel,” Van Bernuansa Surfing yang Tawarkan Jaringan Pertemanan Baru

Menghabiskan waktu liburan di sebuah kondominium nyaman nan mewah atau menyewa sebuah van hanya untuk berburu ombak di tepi laut dan petualangan lain yang tidak terlupakan, nampaknya menjadi dua opsi yang sulit untuk ditolak. Kalau sudah begitu, mengapa Anda tidak melakukan keduanya secara bersamaan? Dengan sentuhan kreatifitas dan teknologi, menggabungkan kedua rencana liburan yang sempura tersebut kini bukanlah hanya sebatas angan-angan.

Baca Juga: Nyeleneh, Orang-Orang ini Sulap Kendaraan Jadi Kolam Renang!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, The Truck Surf Hotel, merupakan jawaban atas pertanyaan di atas. Berdiri di atas sasis truk Mercedes Actros, ide gila pembangunan ‘hotel berjalan’ ini diawali oleh sepasang Portugis bernama Eduardo Ribeiro dan Daniela Carneiro yang gemar bertualang menggunakan van. Tidak hanya sekedar bertualang, Eduardo dan Daniela pun diketahui gemar berselancar, belajar tentang kebudayaan baru, hingga membuat jaringan pertemanan baru.

Merasa sayang jika ‘kegilaan’ tersebut hanya dilakukan berdua saja, duo Portugis ini akhirnya memutuskan untuk merombak lantas menyewakan van yang sudah menemani perjalanan mereka dari Eropa hingga Afrika dalam sebuah tur mandiri ini. Dengan begitu, secara tidak langsung mereka mengajak orang-orang untuk menikmati sensasi bertualang dan bermalam di sebuah van yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa – tidak lupa untuk membuat sebuah jaringan pertemanan baru.

Eduardo dan Daniela juga sengaja membumbui van mereka dengan sharing concept, sehingga setiap orang yang turut dalam perjalanan The Truck Surf Hotel ini bisa ‘terjebak’ di dalam sebuah kondisi dimana mereka harus bersosialisasi satu sama lain, walaupun sebelumnya mereka semua tidak saling kenal. Sebut saja ruang tidur, dapur, kamar mandi, hingga ruang tengah didesain sedemikian rupa untuk mengakrabkan setiap penggunanya.

Interior The Truck Surf Hotel. Sumber: newatlas.com

Berbicara soal interior, The Truck Surf Hotel ini sendiri mengusung tema berselancar yang cukup kental dan berpadu dengan kearifan lokal – tembok kayu, mural bernuansa bahari, dan eksistensi dari banyak jendela. Bagi Anda yang tidak bisa hidup tanpa internet, tidak perlu khawatir, karena The Truck Surf Hotel pun menyediakan layanan internet onboard.

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter Vansports Camper, Van Lengkap Dengan Ruang yang Besar

Bagaimana, apakah Anda siap untuk memulai petualangan bersama The Truck Surf Hotel? Pastikan Anda memiliki kocek yang cukup karena pasangan ini mematok Surfing Packages dengan harga sekitar US$600 atau berkisar Rp8,7 juta per single-bed untuk durasi perjalanan satu minggu penuh. Paket tersebut sudah termasuk full time staff assistance, penyewaan papan seluncur dan wetsuit, pelatihan berseluncur, dan tur di kota setempat. Pokoknya lengkap dan bakalan jadi pengalaman liburan tak terlupakan deh!

 

Ganti Armada Tua, Singapura Kembali Hadirkan Rangkaian MRT Terbaru dari Bombardier

Demi melakukan peremajaan terhadap sejumlah armadanya yang sudah ‘berumur’, Singapore’s Land Transport Authority (LTA) telah menandatangani kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan penyedia armada kereta api kenamaan, Bombardier. Di sini, Singapore’s LTA berminat untuk mendatangkan 11 rangkaian kereta MRT anyar yang masing-masing mampu menarik enam gerbong.

Baca Juga: LTA Singapura Tambah 17 Rangkaian Metro MRT Untuk North East Line dan Circle Line

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (26/7/2018), armada baru ini nantinya akan menggantikan peran dari armada generasi pertama yang beroperasi di North-South and East-West Lines (NSEWL). Sebagai bocoran, kereta-kereta baru ini akan dirancang di Jerman dan dirakit di Changchun, salah satu fasilitas milik Bombardier yang ada di Cina. Ke-66 kereta ini pun diharapkan rampung dan dapat dikirim sebelum akhir tahun 2021 mendatang.

“Nantinya kereta akan melewati serangkaian uji coba sebelum akhirnya masuk ke dalam pelayanan komersial,” tutur wakil kepala eksekutif LTA Infrastructure and Development, Chua Chong Kheng. “Jaringan perkeretaapian yang sukses dan dan tahan lama sangat bergantung pada logistik dan dukungan teknis yang efisien, terjamin, dan juga dapat digunakan dalam jangka panjang. Di sini kami melihat rekam jejak dari Bombardier yang berpengalaman di bidangnya,” imbuhnya.

Adapun nilai kontrak yang terjalin diantara kedua belah pihak adalah sebesar US$800 juta atau yang setara dengan Rp11,5 triliun. “Dengan nilai tersebut, kami harap pihak Bombardier mampu melakukan revitalisasi jalur tertua yang kami miliki dan meningkatkan keandalan serta kemampuan dari jaringan perkeretaapian Singapura,” tutur Mr. Chua.

Adapun empat dari 11 rangkaian kereta anyar ini akan disematkan sistem Automatic Track Inspection (ATI), dimana pemasangannya memungkinkan operator memantau kereta tersebut secara real-time, memantau kelengkapan lintasan dan armada itu sendiri selama beroperasi.

Baca Juga: Singapura Uji Coba Sistem Blind Spot Pada 20 Bus

Tidak hanya sebatas menyediakan armada, namun isi dalam perjanjian kontrak antara Singapore LTA dan Bombardier juga mencakup dukungan layanan untuk armada baru ini selama 30 tahun mendatang.

Sebagai informasi tambahan, pihak Bombardier dan Singapore LTA ini sendiri telah menjalin kerja sama selama kurang lebih 30 tahun lamanya. Paling baru, pihak Singapura mendatangkan sejumlah armada nirawak baru yang nantinya akan ditempatkan di Downtown Line.

 

Laboratorium Simulator Kereta Api Hadir di Massachusetts untuk Bantu Teknisi

Keolis Commuter Services yang bermitra dengan Otoritas Transportasi Teluk Massachusetts (MBTA) merancang, membangun dan menguji laboratorium simulator kereta api komuter baru dan simulator kereta kontrol di Somerville, Massachusetts. Laboratorium ini sendiri dirancang untuk memberikan pelatihan lanjutan pada para teknisi.

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia

Dilansir KabarPenumpang.com dari globalrailwayreview.com (24/7/2018), dalam laboratorium ini terdiri dari ruang kelas, simulator kereta kontrol dan simulator lokomotif yang dibangun dari kabin kereta HSP46.

“Simulator mobil dan lokomotif baru kami adalah alat canggih yang akan membantu kami lebih meningkatkan pelatihan insinyur dan kinerja kereta komuter. Di lab baru ini, kita dapat menciptakan situasi yang realistis di jalur kereta api yang kita inginkan agar para insinyur kami saat ini dan baru mengalami. Ini membantu tim kami lebih siap untuk mengoperasikan kereta api komuter dan menanggapi tantangan dengan lebih cepat dan efektif,” kata avid Scorey, General Manager dan CEO, Keolis.

Dia mengatakan, ini juga tergantung pada arah perjalanan para teknisi mengoperasikan kereta api komuter baik dari lokomotif maupun kereta kontrol yang menjadi kereta terakhir pada rangkaian. Saat ini teknisi sudah berlatih di dalam lab dan 12 orang diantaranya akan menyelesaikan program resmi pertama menggunakan simulator pada 19 Agustus 2018 mendatang.

Tak hanya itu, selama beberapa bulan kedepan semua teknisi baru dan yang sudah, akan berpartisipasi pada pelatihan serupa dalam simulator.

“Investasi seperti ini menunjukkan komitmen tanpa akhir kami untuk meningkatkan budaya keselamatan kami. Merangkul teknologi seperti lab simulator baru ini membantu kami untuk menciptakan kembali situasi di bawah kondisi seperti kehidupan dan akan membantu membawa modul pelatihan kami ke tingkat berikutnya,” ujar Luis Manuel Ramirez, Manajer Umum MBTA.

Terletak di kantor MBTA dan Keolis di Somerville, Massachusetts, simulator tersebut menciptakan kembali profil infrastruktur trek, platform, stasiun dan bangunan di sepanjang jaringan. Getaran kursi, suara dan pengalaman visual 360 derajat menciptakan lingkungan pelatihan yang realistis.

Kontrol dan fitur di dalam simulator lokomotif dan simulator mobil kontrol sesuai dengan apa yang ada di kereta nyata. Instruktur dapat menyesuaikan lingkungan untuk setiap saat sepanjang hari, yang mencerminkan cahaya nyata atau eksposur gelap dan menerapkan berbagai kondisi cuaca, seperti hujan, salju dan musim gugur ketika daun dan puing-puing menciptakan kondisi rel yang licin.

Baca juga: Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok

Sebelumnya, insinyur akan berlatih dalam kondisi ini hanya ketika cuaca diizinkan. Sekarang, dengan lab baru ini, para insinyur dapat berlatih dalam segala kondisi cuaca setiap saat sepanjang tahun.

Sebagai bagian dari program baru ini, para insinyur akan menghabiskan 40 jam atau lebih di simulator, serta melanjutkan pelatihan langsung dengan seorang supervisor. Desain, konstruksi dan pengujian simulator lokomotif dan kontrol kereta membutuhkan waktu beberapa tahun untuk diselesaikan.

Stasiun Kalasan Riwayatmu Kini

Menelisik hiruk pikuk perkeretaapian di kota Gudeg ternyata ada satu stasiun bernama Kalasan. Stasiun ini terletak di Jalan Raya Yogya-Solo di Km 13 Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lantas apa yang khas dari Stasiun Kalasan?

Baca juga: Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh!

Stasiun ini dulunya aktif dan sebagai pemberhentian kereta Prambanan Ekspres atau Prameks tujuan Kutoarjo-Solo. Sayangnya pada 2007 lalu, stasiun ini dinonaktifkan karena kurang efisien serta posisinya yang berdekatan dengan Stasiun Maguwo dan Brambanan.

Penonaktifan Stasiun Kalasan juga dikarenakan aktifnya jalur ganda Kutoarjo-Solo. Awal penonaktifannya, stasiun ini masih bersih dan rapi, bahkan terlihat seperti stasiun yang masih aktif beroperasi.

Namun tahun 2016 stasiun ini mulai tak terawat, apalagi setelah tidak adanya petugas maupun warga yang menjaganya. Meski masih berdiri hingga kini, Stasiun Kalasan terlihat memprihatikan dan terkesan kumuh.

Bagian Stasiun Kalasan, Yogyakarta (Wikipedia)

Meski begitu stasiun yang berada di Timur Yogyakarta ini masih sering dikunjungi warga hanya untuk berfoto atau untuk menikmati pemandangan kereta yang melintas di sore hari. Dulunya stasiun buatan Belanda ini memiliki enam jalur dengan formasi dua jalur lurus, tiga jalur berhenti dan satu jalur gudang dengan tanda spoor badug tepat disebelah PPKA.

Stasiun ini pun pernah terbakar tahun 2008, yang terjadi karena ketidaksengajaaan penjaga stasiun yang bernama Mbah Bejo (Alm). Kebakaran tersebut membuat dokumen zaman PJKA dan dokumen lain serta Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api) yang terpasang di dalam ruangan hangus.

Dari kebakaran ini, Anda masih bisa menemukan satu seragam komplit di ruang kepala stasiun utuh dengan topi. Sayang pintu ruang kepala stasiun, loket dan gudang terkunci semenjak Mbah Bejo meninggal.

Baca juga: Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho

Stasiun Kalasan berada di ketinggian +126 meter diatas permukaan laut yang merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Bangunan stasiun sendiri diperkirakan bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Solobalapan-Yogyakarta yang dikerjakan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscahppij (NIS) pada tahun 1872 sebagai lanjutan dari proyek jalur Semarang-Vorstenlanden.

Awalnya stasiun ini cukup sederhana dan setelah diambil alih oleh Staatsspoorwegen (SS), Stasiun Kalasan direnovasi dan bentuk bangunannya masih bertahan hingga kini. Sebelum non aktif, stasiun ini pernah beberapa kali mengalami renovasi dimana terlihat lantai yang sudah menggunakan keramik putih.

Muncul Bau Mirip Kaus Kaki Kotor di Kabin, Spirit Airlines Terpaksa Mendarat Darurat

Penerbangan dengan Spirit Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah beberapa penumpang mengeluh ada rasa terbakar di tenggorokan dan sakit di dada. Tak hanya itu, tercium juga bau mirip dengan kaus kaki kotor.

Baca juga: Mesin Meledak di Ketinggian 11.000 Meter, Southwest Airlines Mendarat Darurat di Philadelphia

KabarPenumpang.com melansir dari laman businessinsider.sg (27/7/2018), penerbangan tersebut berangkat dari Bandara LaGuardia di New York dengan tujuan ke Fort Lauderdale di Florida. Sayangnya karena bau mirip kaus kaki kotor tersebut penerbangan itu harus dialihkan ke Myrtle Beach di South Carolina pada Kamis (26/7/2018) malam.

Keputusan pendaratan darurat diambil kru pesawat Spirit Airlines dengan nomor penerbangan 779 saat bau sudah tersebar dalam kabin. Dari pendaratan darurat tersebut 220 penumpang harus diturunkan dari pesawat dan tujuh sampai sepuluh orang dilarikan kerumah sakit untuk mendapat perawatan medis dengan salah seorang penumpang wanita ditemukan tidak sadarkan diri.

Dalam penyelidikan awal, pihak berwengan menganggap bau dan rasa sakit yang dialami penumpang terkait dengan beberapa jenis bahan kimia di pesawat. Namun, sayangnya tidak ada hal yang tak wajar ditemukan dalam kabin.

“Laporan kami mengungkapkan bahwa beberapa orang penumpang di pesawat terpapar zat yang tidak diketahui. Pesawat telah dikosongkan dan kami mengisolasinya serta mencoba untuk berhubungan dengan petugas kebakaran di bandara,” ujar seorang petugas dari Myrtle Beach Fire Rescue.

Lt. Christian Sliker, dari Dinas Pemadam Kebakaran Myrtle Beach mengatakan, setelah pemantauan secara spesifik dan awak hazmat masuk kedalam pesawat tidak ada zat yang ditemukan. Selain itu pesawatnya pun bersih secara keseluruhan.

Baca juga: Seorang Pria Oleskan Tinja di Dua Toilet, United Airlines Terpaksa Mendarat Darurat

Kemudian atas insiden ini, semua penumpang dialihkan ke pesawat berbeda yang sudah disiapkan maskapai Spirit Airlines dan meninggalkan Bandara Myrtle Beach pada Jumat (27/7/2018) pukul 03.30 pagi waktu setempat dan mendarat dengan selamat di Fort Lauderdale pukul 04.45 pagi waktu setempat.

Kejadian ini juga membuat pihak maskapai terus menyelidiki penyebab bau tersebut dan hingga kini belum jelas apakah bau tersebut benar-benar dari kaus kaki kotor seorang penumpang atau bukan. Bahkan pihak Spirit juga mempertimbangkan adanya beberapa penumpang yang seenaknya melepas sepatu dan kaus kaki dalam pesawat sehingga tak heran dugaan itu patut dicurigai sebagai penyebab pendaratan darurat pesawat tersebut.