Liburan Telah Usai, Waspadai Post Holiday Syndrome!

Liburan memang mengasyikan bahkan membuat pikiran kembali fresh karena tidak memikirkan pekerjaan saat menikmatinya. Namun, bagaimana jika waktu liburan telah usai dan harus kembali bekerja?

Baca juga: Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan

Ketika Anda baru pulang berlibur dan tidak bisa langsung bekerja mungkin anda merasakan penderitaan liburan atau bila berlangsung selama beberapa hari mungkin mengalami Post Holiday Syndrome atau sindrom pasca liburan. Psikolog di Univesity of Granada Spanyol meneliti kondisi tersebut digambarkan sebagi perasaan ketidaknyamanan umum saat akan kembali bekerja.

Biasanya gejala yang dialami seperti kelelahan, kurang nafsu makan, nyeri otot dan kecemasan. Tetapi jangan takut, untuk menghilangkan sindrom ini, KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa laman sumber tips jitunya.

1. Tidak langsung bekerja
Bila sudah tahu akan kembali bekerja, jangan pulang dari liburan satu hari sebelumnya. Biasakan beberapa hari sebelumnya, karena dengan ini bisa ada waktu penyangga sebelum kembali aktivitas.

2. Persiapkan yang harus dilakukan
Sebelum mulai bekerja, baiknya cek email terlebih dahulu. Ini untuk memudahkan Anda memilah pekerjaan yang akan di lakukan. Persiapan ini juga agar menjauhkan Anda dari efek liburan yang masih tersisa. Siapkan waktu setengah jam untuk merencanakannya, jangan malu bila ada yang tahu Anda baru saja kembali dari menyegarkan diri.

3. Ubah pola liburan
Para peneliti mengatakan untuk tidak megambil liburan panjang tetapi baiknya ambil beberapa liburan dengan waktu yang pendek. Hal ini akan memudahkan dalam menyesuaiikan kehidupan kerja. Bila dalam setahun memiliki niatan untuk berlibur, cari waktu yang pendek seperti beberapa hari dalam sebulan.

4. Padukan kerjaan dan hidup
Dalam kehidupan seseorang, pekerjaan termasuk di dalamnya. Sehingga jangan seimbangkan tetapi dipadukan agar energi terfokuskan dalam menangani hal-hal untuk mencapai sesuatu dalam pekerjaan. Karena setiap orang memiliki pekerjaan yang berbeda sesuai bidangnya.

Baca juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

5. Fokus pada pekerjaan
Bila masih berada di aroma liburan, baiknya fokuskan pada pekerjaan. Karena liburan sudah berlalu dan pekerjaan yang ada di depan mata nyata. Jadi baiknya dari awal bekerja sadarkan diri bahwa hari liburan telah usai

Dengan beberapa tips ini, Post Holiday Syndrome bisa berkurang perlahan dan memudahkan kembali ke kehidupan Anda. Mengubah tatanan meja kerja juga bisa membantu melepaskan sindrom yang membuat Anda seperti merasa liburan.

Pengemudi Uber di Amerika Serikat Hadirkan Musik Spotify dengan Ragam Pilihan Lagu

Layanan ride sharing Uber dan Lyft yang ada saat ini bisa dikatakan monoton karena pengemudi lebih sering berbicara dengan penumpang bahkan saling berdiam tanpa ada alunan lagu apapun. Bila diperdengarkan lagu mungkin semua penumpang tidak menyukainya disebabkan tidak sesuai keinginan.

Baca juga: Tak Mau Ambil Risiko, Uber Kembangkan Riset dan Tinjau Mekanisme Layanan Taksi Udara

Baru-baru ini seorang pengemudi layanan ride sharing tersebut menghadirkan musik dengan pilihan lagu yang beragam melalui aplikasi Spotify.

“Jadi saya baru saja memulai mengemudi untuk Uber dan Lyft. Saya telah mendapat banyak pujian di musik saya sejak menyamaratakan penumpang saya dengan memberikan mereka pilihan 1-11 daftar putar,” ujar pengemudi yang juga pengguna Twitter @TEEJUS_ yang dikutip KabarPenumpang.com.

Tweet tersebut telah di retweet lebih dari 50 ribu kali. Sebagian besar pengguna Twitter ingin tahu bagai mana pengemudi mengkategorikan musik-musik tersebut.

Pengemudi dengan akun Spotify TJ tersebut akhirnya menjawab beberapa tweet sebelum menghasilkan uang tambahan dari pilihan musiknya selama perjalanan. Untuk memudahkan bila Anda menjadi penumpang dari TJ, berikut ini ada beberapa kategori pilihannya.

Heady Bros
Pilihan musik untuk menghibur seperti berada di club. TJ Jones sendiri mengatakan musik milik Heady Bros seperti musik untuk membuat pengguna narkoba terhibur. Lagu yang dibawakan adalah Purple Haze oleh Jimi Hendrix, Drain You oleh Nirvana, Mind Mischief oleh Tame Impala dan Ode To Viceroy oleh Mac DeMarco.

Orang kulit putih menyukai Rap
Lagu yang dinyanyikan oleh Drake, Childish Gambino, Frank Ocean, Future, Kanye West, Chance the Rapper, Kendrick Lamar, dan Steve Lacy merupakan pilihan pas dan tepat.

Awal 20-30an
Lagu masa ini seperti kembali ke masa lalu seperti Fleetwood Mac dan Hall & Oates yang diberikan perpaduan modern dari Lorde dan Sia.

30+
Bagi TJ lagu tahun 30an merupakan cut off ketika itu seperti masa lalu dan menjadi peninggalan kuno. Daftar putar ini benar-benar oldies dengan lagu-lagu dari Rick Springfield, Beach Boys, Fleetwood Mac dan Earth, Wind and Fire. “Ini benar-benar selera saya,” ujar TJ.

Baca juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi

Quiet Ppl
Lagu dari daftar ini berisi nyanyian melow dan bisa membuat penumpang terenyuh dan terbawa suasana. Lagu tersebut milik Frankie Cosmos dan Sufjan Stevens. Jadi bila ingin menangis di dalam Uber dipersilahkan.

Ada beberapa daftar lagu lainnya dan pilihan ada di tangan Anda. Sayangnya ada lebih dari satu juta pengemudi Uber di Amerika Serikat dan kemungkinan Anda untuk naik mobil milik Jones sangat sedikit. Namun, Anda bisa masuk ke akun Spotify milik Jones yang terbuka untuk publik dan daftar lagu tersebut yang sudah dibagi dalam 11 kategori bisa Anda pilih sendiri.

50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri

Sudah berdiri selama 50 tahun, Perusahaan Otobus (PO) Nusantara meluncurkan bus tingkat atau double decker terbarunya. Bus Conqueror Double Decker ini merupakan bus tingkat buatan karoseri Nusantara Gemilang yang berada dibawah naungan PO Nusantara.

Baca juga: Jauh Sebelum Motobus, Ternyata Sudah Ada Jasa Kirim Motor via Bus AKAP!

Bus baru milik PO asal Kudus ini menggunakan sasis MAN seri R37 yang merupakan buatan Eropa dan pertama kali masuk Indonesia dengan tiga poros. Sasis model ini sangat fleksibel untuk dibuat sasis bus baik single dek ataupun double dek.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bus Conqueror ini bagian luar berwarna coklat susu yang dipadukan dengan kombinasi ombak berwarna kuning. Tak hanya itu, angka 50 dan tulisan Nusantara serta gambar burung elang yang merupakan simbol karoseri Nusantara di cat berwarna putih pun menghiasi body kiri dan kanan luar bus ini.

Bus PO Nusantara jaman dulu

Bisa dikatakan bus terbaru double decker ini merupakan hadiah ke 50 tahun PO yang sudah banyak melayani trayek bus malam AKAP dan pariwisata. Seperti double decker lainnya, bus baru ini menggunakan kaca ganda di bagian depan untuk pemandangan penumpang baik yang duduk di dek atas maupun bawah.

Meski memiliki double dek, tetapi bobot bus baru milik PO Nusantara lebih ringan sehingga bus lebih hemat bahan bakar dan ban juga awet. Bus bernama Conqueror tersebut memiliki arti penakluk, mungkin pemilik PO menginginkan bus ini untuk menjadi penakluk dunia transportasi dan menjaring masyarakat menggunakan transportasi umum salah satunya bus.

Sayangnya, belum ada informasi lebih jelas armada ini akan dioperasikan sebagai bus malam AKAP atau pariwisata. Tetapi jika dilihat dari persaingan PO bus yang ada saat ini, Conqueror bisa digunakan menjadi bus AKAP yang melintasi trayek Jakarta-Semarang-Kudus.

PO Nusantara sendiri merupakan salah satu PO yang terkenal dengan bus-bus mewahnya seperti Omah Mlaku, Omah Mlayu dan bus AKAP dengan trayek dari Kudus ke beberapa kota di Pulau Jawa. PO ini didirikan tahun 1968 silam oleh Yonatan Budianto di Kudus.

Baca juga: Mengenal PO Safari Dharma Raya, “Si Gajah dari Temanggung”

Awal didirikannya, PO ini hanya mengandalkan dua unit bus merek GAZ buatan Uni Soviet pada tahun 1965. Kedua bus tersebut sebelum digunakan PO Nusantara dulunya bekas digunakan TNI Angkatan Laut.

Bus-bus yang digunakan Nusantara sendiri memiliki standar luar negeri dan beberapa diantaranya bekerja sama dengan Scania. Kelas bus yang ditawarkan PO Nusantara yakni Super Executive, Executive, VIP, Patas dan Ekonomi. Saat ini Nusantara sendiri memiliki 75 bus dan melayani 164 rute.

Singapura Hadirkan “Kota Mini” dengan Kendaraan Otonom

Singapura kembali membuat negaranya dimudahkan dengan segala hal teknologi salah satunya membuat kota mini dengan berisi kendaraan tanpa pengemudi. Kota ini hanya sebesar dua hektar dan akan dibuka pada November 2018 mendatang.

Baca juga: Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom

Dalam kompleks ini nantinya akan ada bukit kecil yang memeriksa cara kerja sensor kendaraan saat tidak bisa melihat jalanan yang ada didepanya. Gedung pencakar langit untuk membuat tiruan gangguan radio dan mesin pembuat hujan buatan yang sering terjadi di Singapura.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thejakartapost.com (6/6/2018), Singapura dengan hadirnya ini membantu membangun basis data informasi yang tak tertandingi terkait tantangan dan solusi dimana memungkinkan pemerintah untuk memperkenalkan teknologi dengan aman.

“Kami mungkin satu-satunya negara yang melihat ini dengan cara yang proaktif dan sistematis. Apa yang kami lihat sebenarnya adalah penerapan peraturan,” ujar Mantan Wakil Sekretaris di Kementerian Transportas, Lee Chuan Teck.

Lee mengatakan data yang dikumpulkan harus memungkinkan pemerintah membuat peraturan kendaraan otonom pada tahun kedua. Saat ini diketahui ada sepuluh perusahaan yang menguji kendaraan otonom buatan Nanyang Technological University.

Direktur Program Future Mobility Solution, Niels de Boer mengatakan, dua bus dari Volvo AB akan bergabung dengan mereka awal tahun depan dan akan ada banyak lagi yang datang. Nantinya kecepatan berjalannya kendaraan otonom hanya 20-25 km per jam.

“Kami akan lihat lingkungan yang terkendali meski banyak hambatan,” ujarnya.

Pada kota ini ada tujuh kamera 360 derajat yang menghadirkan video secara langsung ke Land Transport Authority’s Intelligent Transport Systems Centre. Bersama dengan informasi yang dikumpulkan dari kendaraan, pemerintah sedang membangun basis data yang memungkinkan untuk mengevaluasi apakah EV siap untuk jalan umum dan bagaimana mereka harus dikerahkan.

Nanyang Technological University sedang menguji sebuah minibus tanpa sopir 15 penumpang yang dibangun oleh perusahaan Perancis Navya SAS, dimana peneliti dapat beroperasi menggunakan perangkat lunak otonom atau secara manual melalui handset gaya video game. Bus menavigasi jalur, berhenti di depan pejalan kaki yang tersesat di jalan dan berhenti di halte bus untuk mengumpulkan dan mengantarkan penumpang, meskipun beberapa fungsi, seperti bergerak di lampu lalu lintas masih harus dimulai secara manual.

Satu-satunya tempat bus tidak akan berjalan adalah ke tempat dengan simulator karena bus sempat rusak terkena badai petir belum lama ini. Sebab sejauh ini, kendaraan yang diuji di tempat yang ada mesin hujan buatan tidak bekerja dengan baik.

Sekitar 70 persennya sensor pada kendaraan tidak berjalan dengan baik saat hujan lebat. Bus uji universitas mungkin bukan kendaraan otonom eksperimental paling canggih yang digunakan, tetapi itu menunjukkan bahwa kendaraan tanpa pengemudi masih memiliki banyak rintangan untuk diatasi.

Baca juga: Hino Motors Kembangkan Bus Mini Otonom di Bandara Haneda

Sementara penggunaan AI berarti bahwa mesin akan belajar dengan cepat dari kesalahan mereka, pelajaran nyata dari taman uji adalah kebutuhan akan infrastruktur canggih di luar kendaraan.

“Infrastruktur akan menjadi lebih penting. Tidak cukup untuk mengetahui di mana kendaraan itu berada,” kata de Boer.

Operator dan petugas lalu lintas juga harus memantau banyak kejadian lain yang mungkin penumpang tua yang jatuh di dalam bus, antrian yang luar biasa besar di halte bus, kerusakan dan kejadian lainnya.

Siap-Siap! PT KAI Akan Jual Tiket Sleepers Train 10 Juni Mendatang

Ada kabar baik bagi para railfans – sebutan untuk para pecinta kereta api – di seluruh Indonesia, PT KAI kini tengah melakukan ‘sentuhan’ terakhir agar layanan terbarunya, Sleepers Train, dpat beroperaasi pada Senin (11/6/2018) mendatang. Semisal terwujud, maka asa bagi para pemudik yang tidak kebagian tiket pulang ke kampung halaman masing-masing pun akan turut meningkat seiring dengan rencana penjualan tiket yang rencananya akan mulai dijual sehari sebelum pengoperasian (Minggu, 10/6/2018).

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Format Bilik, PT KAI Siap Luncurkan Layanan Sleepers Train Lebaran 2018 Mendatang!

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan bahwa dirinya kini tengah menantikan izin pengoperasian dari pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Ya kalau nanti memang keluar izinnya tanggal 10 ya kita jual tanggal 10. Ekspektasi saya tanggal 11 Juni ini sudah bisa dioperasikan,” ujarnya, dilansir dari laman inews.id (7/6/2018).

Selain masih menunggu keputusan dari Kemenhub soal perizinan, PT KAI sendiri pun hingga kini masih belum menentukan tarif yang akan dikenakan kepada para penumpang layanan Sleepers Train. “Kurang lebih Rp1 juta. Tapi barangkali karena ini percobaan saya mau kasih yang jauh lebih murah,” tandas Edi. Harga tersebut berlaku untuk satu-satunya rute yang dilayani oleh kereta bernuansa First Class di moda udara ini, yaitu Jakarta – Surabaya.

Edi menyiratkan bahwa rute dan harga dari layanan Sleepers Train ini merupakan salah satu ajang uji coba PT KAI untuk melihat respon pasar. Pasalnya, KA Argo Parahyangan yang mengoperasikan Priority Class (satu tingkat di atas kelas eksekutif) saja, penumpang merasa tidak keberatan dengan harga tiket yang melambung di atas kelas eksekutif, yaitu berkisar Rp300.000.

Belum lagi soal rute yang dioperasikan, tentu PT KAI akan memaksimalkan efisiensi dan keefektifan rute Jakarta – Surabaya, karena nilai jual utama dari layanan Sleepers Train adalah perjalanan yang memakan waktu lama. “Nanti dipertimbangkan ada yang menuju ke Yogyakarta atau Solo, ini kan lagi dicoba kira-kira minatnya ada tidak,” terang Edi.

Menyinggung soal armada Sleepers Train sendiri, Direktur Administrasi dan Operasi PT KA Pariwisata, Sunarjo mengatakan bahwa hingga saat ini ada empat gerbong yang siap beroperasi. “Saat ini, kami memiliki empat gerbong yang dapat digabungkan dengan kereta api yang ada seperti Gajayana (Malang) dan Argo Anggrek (Surabaya),” tuturnya.

Baca Juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima?

Kendati begitu, PT KAI hanya akan mengoperasikan tiga dari empat gerbong yang ada. “KAI investasinya empat gerbong, rencananya di Bromo Anggrek ada dua perjalanan, satu untuk Gajayana, satu lagi untuk cadangan,” ungkap Presiden Direktur PT KA Pariwisata, Totok Suryono, dilansir dari laman sumber terpisah.

Canangkan Integrasi dengan Jasa Transportasi Online, MRT Jakarta Bangun Aplikasi Sendiri

Belum lama melakukan tanda tangan nota kesepahaman dengn GoJek Indonesia, PT MRT Jakarta hari ini (8/6/2018), kembali melakukan hal yang sama dengan Grab Indonesia. Penandatanganan ini sendiri dilakukan untuk menghadirkan sinergi dalam sistem transportasi ibu kota yang semakin hari semakin padat dengan kendaraan pribadi.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pembuatan aplikasi untuk MRT yang akan bersinergi dengan GoJek dan Grab. Namun, akan seperti apanya saat ini pihak MRT masih terus melakukan perumusan dan pembicaraan yang tepat untuk ini.

“Kita buat sendiri aplikasinya, nanti sinerginya dengan aplikasi-aplikasi sistem lain seperti GoJek dan Grab. Yang jelas semuanya akan terintegrasi nantinya,” Jelas William kepada KabarPenumpang.com di kantor MRT Jakarta, Jumat (8/6/2018).

William menambahkan, untuk pembaruan aplikasi baik untuk GoJek maupun Grab masih dibicarakan secara teknis. Tak hanya itu, meski bekerja sama dengan platform online, MRT Jakarta tak melupakan TransJakarta dan Kereta commuterline (KRL) untuk tetap bersinergi.

Selain kerja sama untuk sinergi pengangkutan penumpang dari first mile-last mile, sistem pembayaran pun akan disinergikan melalui aplikasi tersebut. Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, akan lebih mudah bagi pengguna Grab baik GrabBike maupun GrabCar.

“Karena pengguna Grab di Jakarta khususnya cukup signifikan, dengan seamless konetivitas melalui teknologi dan operasional kami bisa memudahkan pembayaran. Bersama denagn OVO sebagai mitra payment nantinya pembayaran dengan Grab dan MRT akan bisa lebih mudah,” ujar Ridzki.

Tak hanya terkait dengan aplikasi dan mitra payment yang akan bersinergi, William juga menambahkan terkait progres MRT saat ini. Pada 4-5 Juni 2018 kemarin, pihak MRT Jakarta sudah melakukan uji sinyal dan hasil yang didapat ialah persinyalan berjalan dengan baik.

“Saat uji sinyal evaluasi kita saat ini dua kereta yang ada kita uji dan sinyalnya berjalan baik,” jelas William.

Baca juga: Jelang April 2019, Inilah Beragam Strategi PT MRT Jakarta Agar Kondisi Sekitar Stasiun Kondusif

Setelah uji coba persinyalan, William mengatakan, akan menyipkan kedatangan kereta-kereta selanjutnya kemudian akan melakukan tes di line utama. Untuk tiket MRT yang akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang, sampai saat ini kisaran tarif belum turun dari pemerintah.

“Kalau hasil dari studi konsultan kita kisaran Rp8500 untuk tiket rata-rata 130 penumpang,” jelas Wiliam.

Singapore Airlines Buka (Kembali) Penerbangan Langsung Singapura – Newark

Nampaknya dunia aviasi global harus merevisi nama Qantas Airways sebagai maskapai yang melayani penerbangan terlama dan terjauh, karena baru-baru ini Singapore Airlines baru saja menetaskan argumen yang mengatakan bahwa flag carrier negara tetangga tersebut akan membuka rute penerbangan dari Newark Liberty International Airport (EWR) di New Jersey menuju ke Singapore Changi Airport (SIN) pada bulan Oktober mendatang.

Baca Juga: Qantas Selipkan Cerita Unik di Balik Penerbangan Jarak Jauh Non-Stop Perdananya

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman latimes.com (31/5/2018), penerbangan ini akan menjadikannya sebagai rute penerbangan komersial terpanjang di dunia, dengan total jarak 10.376 mil atau yang setara dengan 16.699 km. Untuk modanya sendiri, Singapore Airlines akan menggunakan armada Airbus A350-900 dengan kapasitas 67 kursi di kelas bisnis dan 94 kursi di kelas ekonomi premium.

Seperti yang sudah diperhitungkan sebelumnnya, nantinya perjalanan antar benua ini akan memakan waktu 18 jam 45 menit nonstop dan beroperasi tiga kali dalam seminggu. Selepas tanggal 19 Oktober, pihak Singapore Airlines mengatakan bahwa pengoperasian rute ini akan berjalan setiap hari.

Tentu saja, dengan hadirnya rute penerbangan ini akan mengalahkan sejumlah rute dengan catatan waktu perjalanan terlama lainnya, seperti Emirates yang menghubungkan Dubai dengan Auckland (17 jam 15 menit), Qatar Airways yang menghubungkan Doha dan Auckland dengan waktu perjalanan 16 jam 30 menit, dan Qantas Airways yang menghubungkan Perth Airport dan Heathrow International Airport dengan waktu tempuh 17 jam 2 menit.

Sebagai informasi tambahan, sebenarnya rute penerbangan Singapura – Amerika yang dilayani oleh Singapore Airlines ini bukanlah rute baru, melainkan sudah ada sejak tahun 2013 silam. Namun karena pihak Airbus selaku penyedia armada melakukan sejumlah peningkatan kinerja armada, mulai dari jarak langit-langit kabin yang lebih tinggi, jendela yang lebih besar, badan pesawat yang esktra lebar, hingga tata pencahayaan yang dirancang untuk mengurangi efek jet lag, maka pengoperasian rute tersebut pun sempat dibekukan sementara.

Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

Sesuai dengan agenda yang telah disusun, Singapore Airlines sendiri akan membuka rute penerbangan dari Los Angeles menuju Singapura, namun pihak perusahaan belum mau membocorkan kapan layanan ini akan mengudara. Selain membawa efek positif bagi penumpang yang mengincar waktu tempuh singkat, adapun dampak negatif dari penerbangan langsung jarak jauh semacam ini adalah daya tahan penumpang dalam mengarungi angkasa dalam waktu yang bisa dibilang tidak sebentar ini.

Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

Setalah mengakuisis Uber pada Maret 2018 kemarin, kini Grab melengkapi pengemudinya dengan berbagai barang untuk di jual selama perjalanannya dengan penumpang. Dimana dengan adanya barang-barang ini penumpang tidak lagi perlu ribet untuk membeli cemilan di mini market ataupun membeli obat di apotek.

Baca juga: Pengemudi Grab Antar Penumpang Serangan Jantung ke Rumah Sakit, Keluarga Berterimakasih

Sebab, baru-baru ini, layanan ride sharing tersebut bekerja sama dengan Cargo, perusahaan yang berbasis di New York untuk melengkapi pengemudi dengan kotak berisikan makanan ringan, minuman, produk kecantikan dan lainnya untuk di tawarkan kepada penumpang. KabarPenumpang.com merangkum dari laman wsls.com (5/6/2018), pengadaan kotak-kotak ini akan dibagikan pada sekitar seribu pengemudi Grab di Singapura mulai minggu ini dan untuk kawasan lainnya menyusul.

“Kami semua menghabiskan begitu banyak waktu di kendaraan-kendaraan angkutan umum sehingga rasanya harus ada cara untuk berinovasi dalam pengalaman itu,” kata CEO Cargo Jeff Cripe.

Penggunaan layanan ini sendiri sangat mudah bagi penumpang, dimana mereka bisa memesan produk yag diinginkan melalui aplikasi Grab di ponsel dan menambahkan biaya untuk tarif mereka. Sedangkan bagi pengemudi, layanan ini adalah kesempatan untuk mendapatkan uang lebih banyak dalam perjalanan mereka.

Cripe mengatakan, pegemudi yang menawarkan layanan Grab & Go bisa meningkatkan peringkat kepuasan penumpang mereka dan mendapat tambahan sebanyak US$190 atau Rp2,3 juta setiap bulannya. Pengemudi akan menghasilkan uang setiap kali penumpang membeli barang atau mengambil sampel gratis dari kotak tersebut.

“Mereka tidak akan mengambil risiko keuangan dimuka. Karena semua inventaris itu secara gratis,” ujar Cripe.

Dengan adanya kerja sama tersebut, Grab mencari cara baru untuk menghasilkan uang dari puluhan juta pelanggannya. Tak hanya bermitra dengan Cargo, Grab sendiri baru-baru ini memperluas jaringannya dengan pengiriman makanan dan pembayaran digital serta mendorong masyrakat menggunakan platformmnya untuk mentransfer uang ke teman dan melakukan pembelian di restoran atau toko.

Selain dengan Grab, Cargo juga bekerja sama dengan Uber dan Lyft di Amerika Serikat. Diketahui, di Amerika Serikat, Cargo bekerja sama untuk minuman dengan ritel Coca-Cola dan Kellogg.

Seorang analis e-commerce dan ritel di firma riset Forrester, Sucharita Kodali mengatakan, pendekatan Cargo menawarkan saluran distribusi baru untuk merek ritel.

“Idenya adalah bahwa jika orang tidak pergi ke toko, bawalah toko itu kepada mereka,” ujar Kodali.

Sayangnya, sulit bagi startup seperti Cargo untuk membangun bisnis dengan skala signifikan. Sebab, ini sangat membutuhkan banyak mobil untuk mendapatkan distribusi yang layak.

“Satu pengemudi Uber atau Lyft tidak akan menyentuh banyak orang dalam sehari. Setiap mobil akan menghasilkan kurang dari satu mesin penjual otomatis,” tambah Kodali.

Cargo mengatakan itu bertujuan untuk mencapai 25 juta penumpang di 20 ribu kendaraan pada akhir tahun. Pengemudi sudah menggunakan platform Cargo di tujuh kota Amerika Serikat, termasuk New York dan Chicago.

Baca juga: Atasi Pengemudi ‘Nakal,’ Grab Filipina Terapkan Kebijakan Baru

Dia mengatakan itu memiliki banyak minat dari daerah di mana Cargo belum beroperasi. Bagian terbesar dari tantangan hanya memperluas dan benar-benar mengaktifkan pengemudi.

Tapi sementara uang ekstra bisa membuat perbedaan untuk driver, pendapatan dari bisnis tidak mungkin mengubah permainan untuk perusahaan-perusahaan besar yang menumpang. Jika ternyata menjadi lebih menguntungkan dari yang diharapkan, Uber dan yang lain hanya bisa menyiapkan platform mereka sendiri dan memotong Cargo.

Promosikan Tiket Online Lebaran, ASDP Ferry Gelar Undian Berhadiah

Dalam momentum Angkutan Lebaran 2018, ASDP menggelar program apresiasi bertajuk “Mudik Asyik Tanpa Antre” yang ditujukan kepada pengguna jasa yang membeli tiket secara online. Para pemudik yang beruntung, akan mendapatkan undian grand prize 2 unit sepeda motor dan hadiah menarik lainnya.

Baca juga: Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni Resmi Berganti, Inilah Perbedaannya!

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dalam siaran pers (7/8) mengatakan, pengaturan jadwal perjalanan dengan kapal ferry penting dilakukan agar perjalanan arus mudik maupun balik berjalan lancar sehingga pemudik dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H bersama keluarga. Untuk itu, kami menghimbau agar pemudik memilih perjalanan di siang hari demi keselamatan serta membeli tiket online agar dapat mengatur keberangkatannya dengan baik, yaitu menyeberang sebelum waktu puncak arus mudik sehingga dapat menghindari kepadatan saat arus puncak.

Demi kelancaran dan kenyamanan di perjalanan, pemudik pejalan kaki, dan yang membawa sepeda motor atau mobil pribadi, Ira mendorong agar melakukan pembelian tiket berjadwal secara online yang dapat diakses selama 24 jam melalui http://tiket.indonesiaferry.co.id Pembelian tiket secara online berlaku untuk pemesanan maksimal H-1 keberangkatan. Adapun layanan penjualan tiket penyeberangan berjadwal secara online saat ini berlaku bagi penumpang, kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 (pribadi, pick-up, box barang) dan mobil travel jenis Elf. Masa berlaku tiket maksimal 4 jam setelah jam keberangkatan, dan waktu check in (masuk ke pelabuhan) mulai dibuka 3 jam sebelum keberangkatan.

“Tidak hanya dapat mengurangi antrian pembelian tiket di pelabuhan, pemudik yang membeli tiket online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode (yang diterima setelah membayar tiket) lebih singkat, sehingga dapat lebih cepat menuju kapal. Selain itu, data pemudik secara otomatis telah tercatat dalam manifest penumpang karena telah didaftarkan langsung saat proses online. Ini tentunya demi keselamatan penumpang,” tutur Ira.

Saat ini ada 16 lintasan penyeberangan yang pembelian tiketnya dapat diakses melalui online, yakni Merak-Bakauheni, Bakauheni-Merak, Ketapang-Gilimanuk, Gilimanuk-Ketapang, Padangbai-Lembar, Lembar-Padangbai, Kayangan-Pototano, Pototano-Kayangan, Bitung-Ternate, Ternate-Bitung, Muara Angke-Pulau Pramuka, Pulau Pramuka-Muara Angke, Muara Angke-Untung Jawa, Untung Jawa-Muara Angke, Muara Angke-Pulau Kelapa, serta Pulau Kelapa-Muara Angke.

Baca juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan

Selain menerapkan layanan penjualan tiket online, ASDP juga membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone) untuk layanan go-show, baik di jalur tol maupun non-tol. Untuk akses menuju Pelabuhan Merak, lokasi buffer zone berada di rest area KM 43 dan Hotel Mangku Putra-Merak. Selanjutnya, untuk lokasi buffer zone menuju Pelabuhan Gilimanuk berada di lahan parkir Pemda Jembrana, Cekik.

KA Kertajaya, Ternyata Kereta Terpanjang dengan 16 Rangkaian Gerbong

Kereta api terpanjang di Indonesia yakni kereta Kertajaya kini menjadi salah satu andalan utama masyarakat dari Pantai Utara Jawa yang akan menuju ke Ibu kota Jakarta. Ya, kereta api Kertajaya yang memiliki relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi ini memiliki 16 gerbong kereta.

Baca juga: KA Porong, Mencoba Bertahan di Tengah ‘Kepungan’ Lumpur Lapindo

Ke-16 gerbong tersebut ini terdiri dari 14 rangkaian kereta kelas ekonomi AC, satu kereta makan, satu pembangkit dan sebuah lokomotif untuk menarik kereta ini. KA Kertjaya sendiri dulu memiliki ciri khas gerbong bagasi berwarna biru.

Sayangnya setelah terjadi kebakaran gerbong bagasi KA Kertajaya menggunakan gerbong mirip dengan KA Sri Tanjung. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, awal tahun 2013 lalu, semua rangkaian KA Kertajaya menggunakan rangkaian gerbong ekonomi AC seiring peningkatan pelayanan seluruh KA ekonomi.

Sebelumnya KA Kertajaya hanya membawa dua sampai tiga gerbong ekonomi AC. Hingga akhirnya pada 4 Desember 2015, PT KAI menyediakan KA Kertajaya Tambahan dengan rangkaian panjang 14 untuk K3 per rangkaian dengan kapasitas lebih dari 1484 kursi.

Namun pada 1 April 2016, KA Kertajaya Tambahan dihentikan dan rangkaian panjang selama ini yang digunakan untuk penambahan kereta tersebut dialihkan menjadi KA Kertajaya reguler sebagai salah satu rangkaian kereta penumpang terpanjang di Indonesia. Dengan rangkaian sepanjang 16 kereta ini, pada 1 Mei 2016, pemberhentian KA Kertejaya dialihkan dari stasiun Jatinegara ke stasiun Bekasi.

Sebab peron stasiun Jatinegara tidak cukup untuk kapasitas dengan 16 rangkaian kereta. Selain itu rangkaian sepanjang ini juga menutupi wesel dan PJL 50 yang ada di dekat stasiun Jatinegara.

Baca juga: Adopsi Gerbong Bertingkat dan Tarif Lebih dari Rp900 Ribu, Inilah Kereta Sleeper PT KAI

Tak hanya memiliki perjalanan panjang sekitar 11 jam, kereta terpanjang ini berangkat dari Pasar Senen menuju Surabaya Pasar Turi setiap hari pukul 14.00 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Surabaya Pasar Turi meunuju Pasar Senen pukul 21.00 WIB.

Tiket KA Kertajaya pun cukup terjangkau yakni Rp165 ribu baik keberangkatan dari Jakarta maupun Surabaya. Ternyata insiden yang pernah terjadi pada KA Kertajaya tak hanya gerbong bagasi pada 27 November 2013 lalu, tetapi pada 25 Agustus 2016 satu gerbong ekonomi AC dan kereta makan juga pernag terbakar.