Banyuwangi Hadirkan Kapal Cepat ke Denpasar, Hanya 2 Jam Perjalanan!

Berada di ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi memiliki potensi wisata yang mulai berkembang, apalagi dengan adanya pelabuhan Ketapang yang menghubungkan pulau Jawa-Bali dengan kapal ferry. Tetapi ternyata tak hanya itu, sejak 30 Desember 2017 lalu Banyuwangi kemudian mengoperasikan kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi langsung ke Denpasar dan Lombok.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Dengan kapal cepat Marina Srikandi ini, waktu yang ditempuh hanya dua jam sedangkan bila menggunakan darat bisa sekitar lima hingga enam jam. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kapal cepat ini nantinya akan menjadi moda alternatif bagi wisatawan yang akan berkunjung baik dari Bali maupun Lombok atau untuk menikmati wisata di Banyuwangi.

“Dalam konteks pemasaran, kita tidak akan mungkin melepaskan diri dari Bali dan Lombok. Khususnya Bali, ini harus kita manfaatkan karena di sana pasar utama wisatawan mancanegara. Hampir lima juta turis asing datang ke sana tiap tahun dan itu sebagian harus kita tarik mampir ke Banyuwangi. Nah kapal cepat ini memudahkan pemasaran Banyuwangi ke para turis yang ada di Bali maupun Lombok,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Pada awal pembukaan perdana ini frekuensi perjalanan kapal satu kali sehari dari Banyuwangi-Bali atau sebaliknya, dimana kapal tersedia atau menginap di Banyuwangi sebelum berangkat ke Bali.

“Nantinya kita akan buka dua kali trip seiring dengan pertumbuhan pasar kedepan,” ujar Direktur Marina Srikandi, Mulyono Sugito.

Mulyono mengaku optimis, sebab kapal ini juga terkoneksi langsung dengan Lombok. Sehingga secara otomatis ini juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Banyuwangi.

Keberangkatan kapal cepat ini dari pantai Boom di Banyuwangi menuju Kedonganan di Bali. Tiket untuk sekali perjalanan Rp375 ribu, tetapi bagi penumpang yang membeli untuk pulang pergi bisa mendapatkan harga promo.

Keberangkatan kapal dari Pantai Boom pukul 09.00 WIB dan tiba di Kedonganan pukul 12.00 WITA. Sedangkan keberangkatan dari Bali pukul 13.00 WITA dan tiba di Banyuwangi pukul 14.00 WIB.

Tetapi, jadwal ini pun sewaktu-waktu masih bisa mengalami perubahan, sehingga calon penumpang bisa memastikan keberangkatan kapal tersebut dengan melihat situs resmi di www.marinasrikandi.com. Pemilihan jalur Kedonganan (Denpasar) – Pantai Boom (Banyuwangi) dipilih karena relatif lebih nyaman dan aman untuk aktivitas penyeberangan.

Baca juga: Pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Bakal Ditingkatkan dengan Automatic Ticketing System

Sebab gelombang tidak terlalu besar dan selama perjalanan penumpang bisa menyaksikan nelayan memancing dan lumba-lumba serta ikan pari melompat di lautan bebas. Biasanya jika pemandangan mamalia laut dan ikan pari ini terlihat, kapal akan berhenti sementara untuk memberikan kesempatan penumpang menyaksikan dan mengabadikan atraksi tersebut.

Pemandangan ini pun tidak akan didapatkan jika menggunakan kapal ferry dari Ketapang-Gilimanuk. Kapal cepat Marina Srikandi memiliki panjang 21,48 meter dan lebar 6,30 meter dengan kapasitas penumpang 145 orang.

Hampir Mirip Dengan di Ibukota, Inilah Ragam Perilaku Pengemudi di Negeri Paman Sam

Apakah Anda termasuk tipe orang yang lebih mengandalkan transportasi umum seperti bus atau kereta untuk bepergian? Atau mungkin Anda termasuk golongan yang lebih sering menggunakan kendaraan pribadi? Tidak bisa dipungkiri, kedua opsi tersebut sama-sama memiliki kekurangannya masing-masing. Berdesakan merupakan hal yang harus Anda terima jika berkendara menggunakan transportasi umum, sedangkan macet sudah menjadi hal lumrah ketika Anda menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Terjebak Macet? Yuk Lakukan Hal Berikut Ini Biar Tidak Stress!

Berbicara soal mengendarai kendaraan pribadi, ternyata ada beragam perilaku pengemudi yang akan Anda temui di jalanan. Di Ibukota sendiri, masih saja banyak ditemukan pengemudi yang tidak sabaran ketika berkendara. Tak pelak, ‘sorak sorai’ klakson pun selalu menghiasi jalan-jalan di Jakarta. Namun tidak sedikit juga yang lebih memilih untuk bersabar dan pasrah akan kondisi jalanan yang nampak ‘memerah’ ketika peak hours.

Terbesit pertanyaan, apakah kondisi jalanan di luar negeri pun sama dengan di Indonesia? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman prnewswire.com (7/5/2018), ternyata kondisi jalanan di luar sana pun tidak jauh berbeda dengan yang ada di dalam negeri. Berikut kami sarikan beberapa perilaku pengemudi dari lima kota yang berbeda, berdasarkan survei Cars.com.

Atlanta
Bisa dibilang, para pengemudi di Atlanta termasuk yang paling bisa menahan emosi ketika di perjalanan dibandingkan dengan empat kota lain yang masuk ke dalam daftar survei. Namun, pengemudi di kotamadya ini bisa dibilang termasuk ke dalam kategori ‘pemberontak’, karena kerap kali berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan dan memainkan gadget mereka.

Los Angeles
Survei Cars.com mendapati pengemudi di Los Angeles benci ketika berkendara di kota berjuluk “City of Angels” ini. Bahkan, kemungkinan besar mereka akan merasa stress saat mengemudi. Tak pelak, kota ini termasuk ke dalam salah satu kota dengan peringkat terburuk dalam hal keramahan para pengemudinya.

Houston
Hampir sama dengan Atlanta, para pengemudi di sini bisa dibilang saling menghormati satu sama lain. Sayangnya, mereka terlalu asik dengan dunianya sendiri ketika berkendara. Mereka bisa berkendara sembari makan, minum, dan mudah sekali terdistraksi oleh notifikasi dari gadget mereka atau bahkan toko di pinggir jalan!

Baca Juga: ‘Macet Puluhan Tahun’, Mobil-Mobil di Chatillon Belgia ini Bertransformasi Jadi Spot Angker!

Chicago
Tidak jauh seperti Houston, para pengemudi di Chicago pun menikmati waktu berkendara mereka. Sampai-sampai, seseorang akan ‘diasingkan’ ketika melamun saat mengemudi. Berkendara dengan santai, sembari bernyanyi, dan menikmati perjalanan.

Washington DC
Anda akan menemukan beragam sumpah serapah serta rentetan bunyi klakson ketika berkendara di sini. Secara tidak langsung, amarah para pengemudi pun akan menular kepada Anda, berhati-hatilah!

Pengemudi Grab Antar Penumpang Serangan Jantung ke Rumah Sakit, Keluarga Berterimakasih

Setiap pengemudi baik taksi konvensional maupun berbasis online tidak akan pernah tahu siapa penumpang yang akan mengorder mereka dan tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Balum lama ini seorang pengemudi Grab membantu penumpangnya yang mengalami serangan jantung tak lama menaiki mobil yang dipesannya.

Baca juga: Bayi Perempuan Lahir di Grab, Orang Tua Diganjar Kupon S$8000

KabarPenumpang.com melansir dari laman tnp.sg (19/4/2018), Moolan Imran Yacob seorang pengemudi Grab dan baru bergabung dengan platform tersebut selama dua minggu mendapat pesanan penumpang dari Mohamed Rashidi pada 8 Maret 2018 kemarin. Saat itu Moolan mengangkut Rashidi dari halte bus di Bedok untuk mengantarnya ketujuan yakni di Yishun.

Namun, belum lama mengemudikan mobilnya, Moolan mendengar ada dering telepon dari ponsel Rashidi dan itu berulang selama dua kali tetapi tak di jawab. Moolan awalnya berpikir si empunya ponsel tertidur di dalam mobil yang dikendarainnya saat melihat Rashidi yang duduk di kursi depan sebelahnya.

Postingan Nora Rashidi di Facebook (Facebook)

Tapi ternyata Rashidi seperti panik serta tidak responsif dan Moolan kemudian mengambil ponsel dari kantung baju penumpangnya tersebut dan memanggil kembali panggilan tak terjawab tersebut. Telepon itu berasal dari anak perempuan Rashidi yakni Nora Rashidi.

“Saat melihat hal tersebut, saya harus menjaga ketenangan dan harus bertindak cepat. Saya prihatin dengan kondisi penumpang,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah berbincang dengan Nora, Moola kemudian mengemudi ke tempat penjemputan saudara Rashidi yang menunggu mereka. Kemudian dirinya menawarkan diri untuk mengantar ke Rumah Sakit Umum Changi.

Setelah kejadian Nora mengatakan, sebenarnya sang ayah ingin berterimakasih secara pribadi kepada Moola tetapi meninggal dua minggu setelah itu karena masalah jantung.

“Bahkan beberapa hari sebelum dirinya meninggal, ayah berkata untuk pergi menemui Moolan dan berterimakasih,” ujar Nora.

Baca juga: Atasi Pengemudi ‘Nakal,’ Grab Filipina Terapkan Kebijakan Baru

Kemudian 4 April 2018 kemarin, Nora memposting di Facebook dan memuji Moolan. Tak disangka sehari setelah postingan tersebut Moolan melihat postingan dan ternyata sudah ada 1300 yang menyukai dengan 300 komentar. Hal ini membuat Moolan mengirim pesan kepada Nora melalui Facebook.

“Saya sedih mendengar tuan Rashidi meninggal. Tetapi saya senang saya dapat menawarkan bantuan saya kepadanya. Sebagai pengemudi, adalah tugas saya untuk memastikan penumpang saya aman dan nyaman,” ujar Moolan.

Andrew Chan, Kepala GrabCar Singapura mengatakan, pihaknya berharap bahwa pengemudi dan penumpang platform Grab akan terus saling mendukung pada saat dibutuhkan dan membantu menjaga semangat komunitas tetap hidup.

Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pada April 2017 silam PT Transportasi Jakarta meluncurkan 100 buah armada baru berlogokan Mercedes Benz dengan seri OC500RF 2542. Ya, PT Transportasi Jakarta yang menunggangi layanan BRT TransJakarta ini memang diketahui sebagai salah satu pengguna setia dari produk asal Negeri Bavaria. Tidak hanya berfokus pada mobil sporty nan elegan saja, ternyata pergerakkan Mercedes Benz di dunia bus pun turut mendongkrak laba dari perusahaan tersebut.

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter 315CD: Mewahnya Layanan Shuttle Jakarta – Bandung

Berbicara soal armada bus dari Mercedes Benz, merk dagang yang didirikan pada tahun 1926 ini memiliki satu varian low deck yang kini tengah menjadi primadona di kelasnya, yaitu Mercedes Benz Citaro. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, bus ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 silam dan menggantikan peran dari Mercedes-Benz O405 / O405N series.

Bus listrik yang sudah terjual lebih dari 500.000 unit di seluruh dunia ini menggunakan baterai Lithium-ion (Li-ion) seperti yang biasa ditemui di kebanyakan bus listrik, hanya saja baterai milik Citaro bersifat modular. Modular yang dimaksud di sini adalah operator dapat mengatur jumlah kebutuhan baterai, tergantung pemakaian, syarat dan berbagai kondisi lain yang melingkupi lalu lintas perkotaan yang akan diarungi Citaro.

Misalnya, setting-an baterai Citaro yang digunakan di satu kota dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi tentu akan berbeda dengan kota lain dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang rendah. Dapat beradaptasi dengan berbagai iklim menjadi kelebihan Citaro selanjutnya. Bus low deck ini sudah diuji diberbagai tempat, bahkan dengan suhu yang ekstrem sekalipun. Seperti dinginnya lingkaran Arktik dan menyengatnya panas di Sierra Nevada.

Baca Juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi

Bukan apa-apa, suhu yang ekstrem memang merupakan seteru utama baterai karena dapat memperpendek durabilitas dan keandalannya. “Bus kota kami tidak beremisi dan sangat hening saat berjalan. Para insinyur saat ini melakukan pengujian menyeluruh terhadap prototipe bus baru di bawah kondisi terberat,” ungkap Kepala Bus Daimler, Hartmut Schick.

“Sebagai konsep teknis, yang melibatkan sistem modular untuk power supply dan manajemen thermal yang optimal. Dengan semua itu, Citaro dengan tenaga listrik ini akan menjadi tonggak sejarah baru,” tandasnya optimis. Akankah TransJakarta sebagai salah satu pelanggan setia Mercedes akan ‘mempekerjakan’ Citaro?

Gegara Pria Mabuk, Perjalanan Kereta di Munich Terhenti Selama 21 Jam!

Sebagai salah satu moda transportasi murah dan cepat sampai di tujuan karena tidak terkena macet, kereta menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan. Meski begitu, keterlambatan atau penundaan keberangkatan karena berbagai hal kerap tak terelakkan.

Baca juga: Marak Kecelakaan di Peron, Otoritas Kereta di Inggris Himbau Warganya Tak Terlalu Mabuk

Masalah ini bisa mengakibatkan penumpang terlambat menaiki kereta dan kerugian yang cukup besar pada penyedia jasa kereta api. Nah, bagaimana jadinya jika karena seorang penumpang mabuk bisa menyebabkan perjalanan kereta harus dihentikan selama 1.280 menit atau sekitar 21 jam?

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan hal itu tersebut terjadi. Tetapi ternyata ini terjadi di Jerman tepatnya di dekat stasiun Pasing Munich, dan membuat pihak kepolisian menutup semua lalu lintas di stasiun demi mencari pria tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman theguardian.com (7/5/2018), bahwa pada Minggu pagi 6 Mei 2018 kemarin, pihak kepolisian Munich menerima panggilan darurat pada pukul 05.20 pagi waktu setempat. Telepon itu berasal dari seorang pria yang melaporkan dirinya terbangun di sebuah kontainer di kereta dekat stasiun Pasing.

Stasiun Pasing sendiri diketahui merupakan stasiun terbesar ketiga terbesar di Munich. Pria berusia 25 tahun tersebut tidak bisa keluar dan sudah sangat mabuk ketika dirinya masuk ke dalam kontainer sehingga tidak yakin ada dimana.

Tak mau mengambil risiko, pihak kepolisian Munich harus menghentikan lalu lintas kereta api dan mencari pria tersebut dari satu kereta ke kereta lain dan menemukannya pada pukul 06.20 pagi pada 7 Mei 2018 kemarin. Karena insiden tersebut, lalu lintas kereta api yang terdampak ada 86 dengan 37 pembatalan perjalanan kereta dan 21 pembatalan parisal atau sementara.

Baca juga: Adu Jotos Ketika Mabuk, Dua ‘Pegulat Amatir’ ini Nyaris Tertabrak Kereta!

Insiden ini membuat si pria yang tak disebutkan namanya tersebut mendapatkan tuduhan terkait dengan pelanggaran yang dilakukannya. Di Inggris sendiri untuk warganya yang mabuk, otoritas mengingatkan agar warga waspada saat berada di stasiun.

Mereka juga mengatakan agar tidak terlalu mabuk, sebab hal ini bukan hanya bisa mencelakakan diri sendiri melainkan bisa mencelakakan orang lain dan menghambat perjalanan kereta api. Diketahui, kecelakaan yang melibatkan penumpang mabuk di Inggris sendiri mengalami luka serius seperti menyalahgunakan fasilitas di stasiun hingga tergelincir di peron, tangga bahkan eskalator.

Diduga Mabuk dan Teler, Pramugari United Airlines Layangkan Kalimat Kasar ke Penumpang

Bukan United Airlines namanya jika tidak berulah. Kali ini, maskapai asli Negeri Paman Sam kembali menghebohkan jagat dunia maya setelah perlakuan tidak sopan yang dilayangkan kru penerbang kepada penumpang. Dalam kasus kali ini, awak kabin dalam penerbangan dari Denver ke Williston, North Dakota menjadi sorotan publik setelah melontarkan kalimat yang tidak semestinya.

Baca Juga: Dipecat dan Difitnah, Mantan ‘Eksekutor’ David Dao Layangkan Tuntutan Ke United Airlines dan CDA

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman people.com (4/5/2018), seorang penumpang yang turut dalam penerbangan pada Kamis (3/4/2018) sore melampiaskan kekecewaannya terhadap pihak United melalui jejaring sosial Twitter. “Terima kasih United atas penerbangannya yang mengerikan. Pramugari tampak mabuk dan teler, membuat suasana di dalam kabin menjadi sangat tidak nyaman!” tulis sang penumpang yang ingin tetap anonim. Sayangnya, unggahan tersebut sudah dihapus oleh empunya.

Salah satu aksi dari si awak kabin adalah ketika dirinya mengumumkan informasi terkait penerbangan. “Jika Anda tidak mengencangkan sabuk pengaman, maka Anda semua akan mati,” kenang penumpang tersebut. Tentu saja, hal tersebut membuat penumpang di dalam kabin merasa kebingungan dan menganggap hal tersebut di luar batas norma kesopanan dan menyalahi Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.

Kesal dengan perlakuan yang menyalahi aturan tersebut, si pengunggah status langsung menyambangi kabin kokpit, berniat untuk melaporkan kejadian yang baru saja ia alami kepada kapten penerbangan. Seperti yang sudah bisa ditebak, petugas kepolisian sudah menantikan kehadiran mereka di bandara di North Dakota.

Menanggapi pemberitaan yang kadung tersebar luas ini, pihak United hanya bisa meminta maaf atas kejadian kurang menyenangkan tersebut. “Kami mengetahui adanya insiden yang melibatkan seorang pramugari dari layanan regional kami, Trans States Airlines dengan nomor penerbangan 4689. Sebagai etiket baik, kami telah memberikan kompensasi kepada semua pelanggan di penerbangan terkait dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” jelas pihak United melalui keterangan tertulis.

Baca Juga: Pelayanan Buruk Malah Dongkrak Laba United Airlines, Kok Bisa?

Menanggapi nasib sang awak kabin, pihak Trans States Airlines mengatakan bahwa tersangka tengah melewati masa interogasi dan ‘dibekukan’ sementara dari pekerjaannya. Duh, ada-ada saja, ya!

Pilah-Pilih Vendor, Bandara Internasional Changi Siap ‘Pekerjakan’ Facial Recognition

Mendapati nama Anda ada di dalam daftar last call memang sangat tidak menyenangkan. Anda harus buru-buru berlari menuju boarding gate agar tidak ketinggalan penerbangan. Namun masalah menjadi tambah runyam jika Anda masih berada di luar area check in, dimana beberapa pos pemeriksaan siap menghadang laju Anda untuk sampai ke pintu pesawat. Duh, ancaman ketinggalan penerbangan sudah mengawasi dari kejauhan dan siap membatalkan rencana perjalanan Anda.

Baca Juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Beruntung, Bandara Internasional Changi memahami betul fenomena keterlambatan penumpang ini. Maka dari itu, bandara berkode SIN ini tengah mencanangkanpemasangan teknologi Facial Recognition untuk membantu para penumpang yang terlambat atau hilang sehingga tidak mengganggu jadwal penerbangan mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (3/5/2018), salah satu bandara terbaik di dunia ini diketahui telah menggunakan perangkat lunak sejenis di salah satu terminalnya, yaitu T4. Teknologi Facial Recognition tersebut menyediakan opsi swalayan untuk check-in, penangangan bagasi, dan imigrasi, dan terbukti ampuh mengurangi panjang antrean dan waktu tunggu untuk semua penumpang.

Walaupun terdengar sangat canggih, namun para penumpang khawatir akan privasi dari data pribadinya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Petugas Informasi Changi Airport Group, Steve Lee mengatakan bahwa penggunaan teknologi ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan pihak bandara untuk memangkas masalah yang kerap kali menderu sejjumlah bandara di dunia ini.

“Ini hanyalah salah satu dari banyak cara yang ditempuh oleh Singapura dalam upayanya mengejar rencana untuk menjadi smart-nation, dengan cara menggunakan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan kehidupan warga negara,” jabar Steve Lee.

Baca Juga: Changi Sabet Gelar Bandara Terbaik Dunia Enam Tahun Berturut

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hingga saat ini, pihak bandara masih melakukan penjajakan guna mendapatkan satu teknologi yang terbaik dan dapat dipasang dalam waktu dekat ini. “Nantinya di masa yang akan datang, Anda tidak lagi membutuhkan paspor. Cukup datang, pindai wajah Anda, dan selamat menikmati perjalanan. Tutup Steve Lee.

Mau Sarapan Nikmat di Kereta, Tak Tahunya Ada Cacing di Paket Makanan

Makanan di kereta menjadi satu benefit yang diberikan di kereta beberapa negara dalam perjalanan yang cukup jauh yakni lebih dari tiga jam. Pembiayaan makanan ini pun biasanya sudah mencakup dari tiket yang dibeli oleh para penumpang.

Baca juga: Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang

Seperti di India, makanan yang tersaji di kereta kelas satu atau eksekutif merupakan benefit selain kenyaman kursinya. Namun apa jadinya jika dalam makanan yang disuguhkan kepada penumpang ternyata ada serangga atau binatang kecilnya?

KabarPenumpang.com melansir dari laman hindustantimes.com (5/5/2018), bahwa seekor cacing tersaji bersama dengan sarapan di dalam kereta Shatabdi dari Kalka menuju New Delhi. Karena hal ini Indian Railways mau tak mau harus membayar Rs10 ribu atau sekitar Rp2,1 juta kepada penumpang.

Denda ini diberlakukan oleh Forum Redressal Perselisihan Konsumen Chandigarh sebagai biaya kompensasi. Departemen katering dan pariwisata kereta api juga diminta untuk mengembalikan biaya katering Rs270 atau sekitar Rp56 ribu untuk sarapan ke penumpang Sektor 21.

Insiden ini terjadi saat Shalini Jain bepergian menggunakan kereta dengan kedua putranya pada 3 Juli 2016 lalu. Perjalanan Jain dari Chandigarh menuju New Delhi tersebut disajikan makanan dan dirinya sontak kaget karena ada cacing hidup dalam makanannya yang tersaji.

Hal ini membuat Jain mengembalikan makanan itu kepada staf katering dan juga mengembalikan makanan yang ada pada anak-anaknya karena tidak ingin mereka makan makanan tidak higienis dan sehat. Jain mengatakan saat itu juga dirinya ditawari kembali satu bungkus makanan tetapi dia dan putranya tidak mau menerima makanan tersebut.

Karena hal ini selain mengembalikan makanan, dirinya juga mengajukan keluhan karena makanan tersebut. Jain juga menyatakan bahwa ketika dia meminta staf kereta api, termasuk pemeriksa tiket kereta api (TTE) untuk memberikan daftar pengajuan keluhan, mereka tidak memberikannya kepadanya.

Kemudian pada 12 Oktober 2016 atau tiga bulan setelah insiden tersebut, Jain kemudian mengirim keluhan yang dirasakannya kepada Menteri Kereta Api tetapi tidak ada balasan yang didapatkannya. Sehingga dia mengajukannya pada Forum Redressal Perselisihan Konsumen Chandigarh karena dalam Undang-Undang Perkeretaapian memaksa penjualan makanan pada penumpang dengan menu yang ditentukan sebelum di sajikan.

“Ini makanan yang disajikan setara dengan perdagangan yang tidak adil dan pelayanannya pun kurang,” ujar Jain dalam keluhannya.

Keluhan yang dilayangkan kepada Perusahaan Katering dan Pariwisata Kereta Api India ditolak dan mereka mengatakan tidak memiliki peran dalam menyediakan layanan katering kereta api No.12006 dari Kalka menuju New Delhi pada Shatabdi Express. Mereka mengatakan pada tanggal tersebut diberikan oleh layanan penyedia yang dipekerjakan oleh Northern Railway sesuai kebijakan katering 2010.

Baca juga: Soal higienis? Makan di Kereta dan Pesawat Tak Jauh Berbeda

Meskipun instruksi detail, sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Katering yang direvisi, 2010, disirkulasikan oleh Commercial Circular NO.35/2010 oleh Pemerintah India, tidak ada langkah efektif yang diambil oleh sebagian besar Zona Kereta Api untuk meningkatkan kualitas layanan makanan ke penumpang di atas kereta.

“Ini adalah kekeliruan serius di bagian Pejabat Katering terutama Pengawas, yang secara menyedihkan gagal mengawasi persiapan dan pelayanan makanan untuk penumpang di kereta. Pelapor telah membayar Rs270 sebagai biaya katering, tetapi tidak bisa makan dan menderita banyak dan bahkan anak-anaknya yang kecil tidak diberi makan selama perjalanan,” ujar forum tersebut.

Lion Air Group Jadi 5 Maskapai Teratas Pembawa Penumpang Terbanyak ke Singapura

Sebagai kelompok maskapai terbesar di Indonesia, Lion Air Group tak hanya menambah rute penerbangan dan armadanya saja. Ternyata maskapai yang terkenal sering delay atau mengalami keterlambatan jadwal penerbangan bahkan bisa membatalkannya secara tiba-tiba tersebut, mampu bersaing dengan beberapa maskapai lainnya dengan menyabet penghargaan dari Changi Airport Singapura.

Baca juga: Akibat Ancaman Bom, Lion Air JT120 Alami Delay Selama Dua Jam

Maskapai ini menjadi lima yang terbesar dengan kontribusi membawa penumpang terbanyak ke Bandara Internasional Changi Singapura atau Top 5 Airlines and Airline Groups by Passenger Carriege. Penghargaan Changi Airline Awards ini langsung diserahkan oleh Minister for Education (School) & Second Minister for Transport Ng Chee Meng kepada Managing Director Lion Air Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi di Singapura.

“Atas nama Lion Air Group, kami mengucapkan terima kasih dari apresiasi yang diberikan Changi Airport. Kami juga menyampaikan selamat kepada seluruh kru pesawat, tim operasional serta karyawan/ karyawati Lion Air Group berkat kerjasama yang baik dan kerja keras dalam mewujudkan kelancaran penerbangan. Penghargaan membanggakan ini kali kedua diperoleh Lion Air Group. Pada 2017 Lion Air Group telah memperoleh award serupa dengan pencapaian maupun pengembangan empat maskapai yaitu Lion Air, Batik Air dari Indonesia, Malindo Air dari Malaysia dan Thai Lion Air dari Thailand,” ujar Daniel yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima.

Saat ini frekuensi penerbangan Lion Air Group 15 penerbangan dalam sehari dan membawa lebih dari dua juta penumpang per tahun ke bandara Changi Singapura. Pergerakan Lion Air ke Singapura dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni enam kali sehari dengan Lion Air, tiga penerbangan setiap hari dengan Batik Air, Thai Lion Air tiga kali sehari dari Bandara Internasional Don Mueang Bangkok dan Malindo Air dengan empat penerbangan setiap hari dari Bandara Internasional Kuala Lumpur.

“Singapura masih konsisten menjadi salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan dan pebisnis dari kawasan Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, Malaysia dan Thailand. Selama ini dikenal sebagai negara berposisi strategis, jalur lalu lintas bisnis utama dunia dan negara persinggahan (transit) mancanegara. Kehadiran Lion Air Group di Singapura untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan udara selama ini serta sekaligus mempertegas kesungguhan Lion Air Group dalam memperluas konektivitas internasional,” kata Daniel Putut.

Dia menambahkan, dikarenakan hal tersebut pihaknya sangat antusias untuk terus mengembangkan jaringan dari dan ke Changi untuk menawarkan layanan udara yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Pihaknya juga berharap Changi akan semakin banyak membuka dan memberi slot prime time untuk seluruh penerbangan Lion Air Group.

Tujuan utamanya adalah memberikan kualitas penerbangan, tersedianya pilihan jadwal yang disesuaikan serta ekspansi dengan menambah frekuensi terbang dan rute baru. Daniel Putut pun optimis dapat mendukung dalam meningkatkan investasi pada sektor ekonomi dan pariwisata di Singapura dengan Indonesia, Malaysia dan Thailand.

“Lion Air Group telah menempatkan posisi sebagai salah satu dari lima airlines terbaik yang memberikan kontribusi besar dengan membawa penumpang menuju Bandara Internasional Changi. Lion Air Group merupakan maskapai yang mengoperasikan lebih dari 100 keberangkatan dari Changi setiap minggu,” ujar Managing Director, Air Hub Development, Changi Airport Group Lim Ching Kiat.

Lim mengatakan, bandara Changi mencatat lebih dari 1,5 juta pergerakan penumpang yang melakukan perjalanan udara ke dan dari Singapura hingga periode berjalan pada 2018.

Baca juga: Garap Wisata di Cina Selatan, Lion Air Buka Penerbangan Surabaya-Haikou

“Kami menantikan pertumbuhan berkelanjutan dengan Lion Air Group, serta bekerja bersama dalam kemitraan erat untuk memperluas kehadiran mereka di sini yang sangat membantu menumbuhkan konektivitas Singapura ke berbagai kota/ negara tujuan,” tambah Kiat.

Diketahui untuk Top 5 Airlines and Airline Groups by Passenger Carriage ada Singapore Airlines Gorup di peringkat pertama, Jetstar Group pisisi kedua, AirAsia Group posisi ketiga, Cathay Pasific Airways posisi keempat dan Lion Air Group di posisi kelima.

MRT Malaysia Butuhkan 250.000 Penumpang per Hari Agar Bisa Tembus Break Even Point

Demi merangkak menuju break-even point, proyek Mass Rapid Transit (MRT) Malaysia yang berada di bawah kendali Menteri Keuangan mencatatkan target 250.000 penumpang setiap harinya. Pernyataan tersebut digelontorkan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan, Datuk Othman Aziz melalui sebuah pernyataan. Kendati masih lumayan jauh dari target tersebut, dirinya bersama jajaran tidak patah arang demi mencapai ‘titik impas’.

Baca Juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesundaily.my, yang membuat optimis Datuk Othman Aziz cs. adalah status dari MRT sendiri yang merupakan salah satu proyek jangka panjang yang tengah digembleng oleh pemerintah Malaysia. “MRT adalah proyek jangka panjang dan bukan proyek yang akan menghasilkan pengembalian investasi dalam jangka waktu yang singkat,” tukas Datuk Othman Aziz.

Sang Datuk pun membocorkan jumlah angka dari penumpang MRT dewasa ini. “Berdasarkan estimasi, laba atas modal dapat dihasilkan ketika jumlah penumpang harian di MRT mencapai 250.000 orang, dibandingkan dengan 130.000 dan 140.000 orang saat ini,” ujarnya kepada awak media setempat pada akhir Maret silam. “Inshaa Allah (Dengan berkat Allah), kami akan mencapai tujuan kami untuk mendorong penggunaan transportasi umum, yang akan berimbas pada pengembalian modal (break-even point),” imbuhnya.

Tanpa bermaksud melemparkan dalih, Datuk Othman Aziz mengatakan ada beberapa pembangunan stasiun yang masih belum rampung sepenuhnya. “Saat ini, ada enam stasiun yang belum sepenuhnya selesai dan digunakan, yaitu stasiun Kwasa Damansara, Kwasa Sentral, Kampung Selamat, Sungai Buloh, TRX, dan Merdeka 118,” katanya kepada Dewan Rakyat sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai pendapatan dan profitabilitas proyek MRT.

Baca Juga: Baru Lima Hari Beroperasi, Vandalisme Terpa Jaringan MRT Kuala Lumpur

Setelah melakukan pembukaan fase pertama pada Desember 2016 silam dan fase kedua pada Juli 2017 kemarin, Sungai Buloh-Serdang-Putrajaya Line diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2022 mendatang. Sedangkan MRT Line 3, yang akan menjadi bagian dari Sistem Transit Terpadu Greater KL / Klang Valley, dijadwalkan selesai sebelum tahun 2025.