Tas Terkena Minyak dan Barang Hilang, AirAsia Hanya Ganti Rungi Rp103 Ribu

Bagasi rusak, kehilangan barang atau tas tidak ditemukan? Ini kerap terjadi saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang baik menuju satu daerah maupun ke negara lain untuk berbisnis atau berlibur. Biasanya bila hal ini terjadi, perjalanan akan terganggu dan membuat sebagian besar rencana tertunda bahkan tak bisa menikmati liburan meski sudah melaporkannya ke bagasi klaim di bandara.

Baca juga: Bandara King Abdulaziz Miliki Penanganan Bagasi Canggih Sepanjang 34,6 Kilometer

KabarPenumpang.com melansir dari laman punemirror.indiatimes.com (6/6/2018), baru-baru ini penumpang AirAsia menemukan tasnya tersiram minyak dan beberapa barang hilang. Namun, setelah melapor kepihak maskpai di bandara, seakan laporan tersebut tak digubris bahkan menganggapnya seperti masalah sepele.

Kejadian tersebut dirasakan Harsh Chowdhary bersama temannya Ankota Kothari yang tiba di Bandara Pune dari Delhi pada malam tanggal 4 Juni 2018 kemarin.

“Setelah kami menerima bagasi, kondisinya sangat menyedihkan. Kami menghubungi staf lapangan AirAsia dan harus menunggu selama satu jam,” ujar Chowdhary.

Bahkan setelah lama menunggu saat berbicara dengan Fernandez dan Priya, Chowdhary mengaku mereka tidak memberikan jalan keluar dan justru menertawakan. Chowdhary bahkan menjelaskan bahwa ritsleting tas temannya terbuka dan ada barang-barang seperti pengering rambun dan lainnya hilang.

Sayangnya, setelah berdebat dengan pejabat dan staf lapangan AirAsia, mereka menawarkan penggantian Rs500 atau setara dengan Rp103 ribu atas kerusakan yang terjadi. Atas kejadian ini, pihak AirAsia sendiri belum memberikan tanggapan apapun.

Diketahui, kasus seperti ini telah meningkat beberapa waktu terakhir yang terbang dari dan ke Bandara Pune dan beberapa staf maskapai enggan menangani keluhan tersebut. Dalam 20 hari terakhir, sekitar lima kasus seperti itu telah dilaporkan di mana penumpang mengalami kerugian karena kecerobohan oleh beberapa maskapai penerbangan yang bereputasi.

Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya

Ternyata, kejadian seperti ini tidak hanya terjadi pada maskapai AirAsia. Sebab satu minggu yang lalu, bagasi penumpang IndiGo salah diletakkan oleh petugas.

Tetapi pejabat yang berwenang tidak menerima komplain dengan segera dan bersikeras tas tidak bisa ditemukan. Namun, tas yang hilang tersebut ditemukan oleh anggota Central Industrial Security Force (CISF) di kantor belakang IndiGo setelah dua minggu kemudian.

Klasik, Ini Dia Rentetan Alasan Delay di Dunia Penerbangan

Membaca tulisan delayed di papan informasi jadwal pesawat memang sangat menyebalkan, bukan? Belum lagi waktu tunggunya cukup lama sehingga Anda kebingungan harus berbuat apa. Main games di gadget nampaknya akan terlalu menghabiskan baterai, pun dengan menonton film yang sudah Anda unduh terlebih dahulu. Selain pertanyaan, “Apa yang harus dilakukan selama menunggu waktu delay?” tersebut, pertanyaan lain yang kerap kali muncul adalah “Kok pesawatnya bisa delay?”

Baca Juga: Hadapi Delay di Bandara, Anda Bisa ‘Survive’ Tanpa Smartphone

Beragam spekulasi bermunculan, namun kita tidak pernah mengetahui pasti apa yang melatarbelakangi sebuah penerbangan mengalami delay, walaupun pihak maskapai telah memberitahu. Tapi apakah itu benar? Tidak ada yang tahu! Nah, maka dari itu, KabarPenumpang.com akan sarikan beberapa poin yang kerap kali membuat sebuah penerbangan mengalami delay, dikutip dari laman claimcompass.eu.

Lalu Lintas Udara Padat
Pertumbuhan lalu lintas udara terus mengalami peningkatan terhitung sejak tahun 1980-an, terlebih di beberapa kota tersibuk dunia seperti New York, London, dan Paris. Belum lagi maskapai penerbangan jarak jauh yang juga ikut nimbrung dengan sejumlah peraturan yang membelitnya. Tentu hadirnya peraturan tersebut, maka akan berdampak pada keseluruhan lalu lintas udara. Belum lagi ada maskapai yang mengganti jadwal penerbangan mereka beberapa waktu sebelum mengudara (last minutes), sedikit banyaknya itu akan mempengaruhi waktu tunggu Anda juga, lho!

Masalah Teknis
Poin nomor dua ini kerap kali dijadikan senjata pamungkas para maskapai ketika layanan mereka mengalami delay. Namun tidak sedikit pula maskapai yang benar-benar mengalami masalah teknis beberapa saat sebelum mengudara. Karena tidak mau ambil resiko, maka pihak maskapai akan mencoba untuk mengatasi masalah tersebut. Semisal gagal, refund tiket penumpang merupakan salah satu opsi terakhiryang harus dihadapi.

Syarat Istirahat Awak Penerbangan
Selain memastikan moda yang hendak ditunggangi sudah laik beroperasi, satu hal yang terpenting adalah kondisi awak kabin sendiri – dalam kasus ini pilot dan pramugari/pramugara. Karena regulasi yang berlaku sangatlah ketat, sampai-sampai jam istirahat mereka pun diatur. Semisal ada yang kurang dan mereka bisa memanfaatkan waktu delay yang ada, maka para awak kabin tersebut akan menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat.

Penumpang
Selain dari segi penyedia jasa, penumpang pun kerap kali menjadi faktor utama penyebab delay di beberapa penerbangan. Tidak lekang dari ingatan ketika seorang pria paruh baya bernama Dr. David Dao menerima perlakuan kasar dari kru United Airlines, atau sejumlah perkelahian di dalam kabin menjadi beberapa poin penting yang mengacaukan jadwal penerbangan sebuah maskapai.

Di Indonesia, tren delay yang sedang mengemuka adalah terkait candaan tentang bom. Kasus yang menimpa beberapa penerbangan Lion Air dan Batik Air bisa menjadi contoh delay akibat perbuatan penumpang.

Baca Juga: Lion Air, Punya Citra Buruk Soal Keterlambatan Jadwal Penerbangan

Cuaca
Untuk urusan yang satu ini, memang tidak ada tandingannya. Cuaca buruk atau ekstrem sekalipun bukanlah lawan yang setimpal bagi si burung besi. Lain bandara, lain pula kebijakan yang berlaku untuk menangani penumpang yang terjebak delay akibat cuaca buruk. Mungkin sebagian maskapai memiliki kebijakan untuk membagikan makanan ringan atau berat sekalipun, tapi bukan tidak mungkin jika mereka tidak memberlakukan aturan yang sudah mereka setujui tersebut.

(Lagi) Gajah Tewas Tertabrak Kereta Api di India

Gajah di India semakin hari kian berkurang populasinya, salah satu sebabnya karena banyak yang tewas akibat tertabrak kereta api. Baru-baru ini tepatnya pada 4 Juni 2018 kemarin, dua anak gajah harus tewas tertabrak kereta api di Yedakumeri di Shiradi Ghats, Sakleshpur Taluk.

Baca juga: Di India, Ratusan Gajah Mati Ditabrak Kereta Api

Dilansir oleh KabarPenumpang.com dari newindianexpress.com (6/6/2018), kematian gajah karena tertabrak kereta api ini memicu ke khawatiran di Karnataka. Hal ini membuat pihak konservasi satwa liar menyerukan tindakan tegas terhadap otoritas South Western Railway (SWR) setelah meningkatnya insiden kematian gajah di rel kereta api.

Mereka mengatakan, bahwa SWR sendiri belum menerapkan langkah-langkah mitigasi atau pedoman yang diberikan Dewan Kereta Api untuk beroperasi di kawasan hutan.

“Tindakan harus diambil terhadap departemen kereta api dan melarang adanya jalur kereta api di Ghats Barat. Di Karnatakan, mematikan kereta api menjadi hal yang biasa ketika departemen kehutanan tampaknya benar-benar tidak berdaya dalam mengambil tindakan apapun terhadap kereta api,” ujar aktivis margasatwa G Veeresh.

Diketahui, jalur kereta api Hospet-Tinnaighat dan Miraj-Londa telah menjadi perangkap kematian yang nyata bagi satwa liar. Tak hanya itu jalur Sakleshpur-Mangaluru juga sangat berbahaya bagi gajah dan satwa liar lainnya.

Sedangkan Yedakumeri sendiri merupakan koridor gajah yang penting dan hampir 30 gajah tinggal di sini dengan induk dan anak mereka. Adapun koridor gajah untuk berkembang biak lainnya yakni hutan Bisle, Kaginere dan Kenchana Kumbri.

Namun tujuh desa seperti Bisle, Mavinoor, Boranamane, Yathahalla, Bajemane, Kaginere dan Balehalla juga menjadi tempat tinggal gajah. Selain itu semua penduduk telah memberikan izin untuk mengosongkan rumah mereka dan memberikan gajah-gajah tersebut jalan.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Menurut Hassan Wildlife Society, Ketua Menteri H D Kumaraswamy telah berjanji kepada para petani tentang relokasi permanen mereka selama kampanye pemilihannya. Adanya masalah ini juga membuat para pejabat kehutanan pun akan melakukan pertemuan bersama otoritas kereta api untu mengatasi masalah tewasnya gajah-gajah itu.

Kematian gajah tidak hanya di satu kota, April 2018 kemarin, empat gajah tewas tertabrak kereta api di Jharsuguda, Odisha dan dari 2009-2017 sebanyak 120 gajah tewas tertabrak kereta api di India.

Terpaksa Buka di Jalan? Tak Perlu Berlebihan, yang Penting Terhidrasi dan Manis!

Janganlah jadikan puasa sebagai penghalang Anda beraktifitas. Mungkin kalimat tersebut kerap kali terngiang di telinga Anda semua, tidak terkecuali bagi para pekerja kantoran. Ketika Bulan Suci Ramadhan tiba, tidak sedikit kantor yang memberlakukan peraturan masuk lebih siang dan pulang lebih awal. Walaupun tidak semua perusahaan menerapkan hal tersebut, namun ‘pergeseran jam macet’ Ibukota ini sering sekali menjerat perjalanan para pekerja kantoran dan memaksa mereka berbuka puasa di jalan.

Baca Juga: Lanjutkan Ramadhan Tahun Lalu, TransJakarta Siap Bagi-Bagi Takjil Gratis

Nah, kendati tidak bisa berbuka dengan orang-orang tercinta di rumah, namun Anda masih bisa merasakan nikmatnya membatalkan puasa di tengah kemacetan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Anda harus bisa mempertimbangkan estimasi perjalanan Anda terlebih dahulu, apakah ketika waktu berbuka Anda sudah berada di rumah atau belum.

Semisal Anda tidak bisa mempertimbangkan hal tersebut, ada baiknya Anda siapkan saja terlebih dahulu takjil berupa minuman manis dan beberapa buah cemilan. Hindari konsumsi kopi dan minuman dingin karena kopi akan meningkatkan asam lambung Anda, dan minuman dingin akan meningkatkan kemungkinan perut Anda kram. Pun dengan soda, dan minuman dengan rasa asam.

Semisal Anda tidak sempat membeli takjil, tidak usah khawatir. Dewasa ini juga Anda sudah dapat dengan mudah menemukan masjid atau pusat keramaian yang membagi-bagikan takjil secara gratis. Biasanya, takjil cuma-cuma tersebut berisikan minuman kemasan, kurma, dan beberapa buah snack. Sebenarnya, masih ada cara lain yang lebih membawa suasana rumah bagi Anda yang terpaksa berbuka di jalan.

Bawalah bekal semenjak pagi berangkat dan simpan di lemari pendingin hingga waktu pulang kantor tiba. Misalnya Anda dibekali air jeruk dari rumah dan kolak pisang, Anda bisa memasukkan keduanya ke dalam lemari pendingin terlebih dahulu hingga nanti waktunya berbuka puasa. Tapi sebaik-bainya menu buka puasa di jalan adalah air putih karena disinyalir dapat mengembalikan fungsi cairan tubuh yang hilang saat berpuasa.

Baca Juga: Berniat Habiskan Ramadhan di Luar Negeri, Perhatikan Dulu Durasi Puasanya!

Pun dengan Anda yang menggunakan sarana transportasi umum seperti Commuter Line Jabodetabek atau Bus TransJakarta, Anda bisa mempersiapkan takjil terlebih dahulu sebelum naik. Alih-alih berbuka puasa dengan menggigit jari karena tidak membawa takjil, lebih baik sedikit ribet dengan membawa kantong plastik berisikan jajanan untuk membatalkan puasa, bukan?

Mulai 8 Juni 2018, Damri Operasikan Bus ke Bandara Kertajati dari Empat Kota

Menjadi salah satu bandara baru yang mulai beroperasi, Bandara Kertajati di Majalengka sudah sepatutnya memiliki moda transportasi lain untuk menghubungkan dengan kota-kota sekitarnya. Kemarin pada 5 Juni 2018, Perum Damri telah meresmikan layanan mereka dari bandara yang disebut kedua terbesar di Indonesia ini.

Baca juga: Dari Jakarta Mau Bandara Kertajati? Selain via Tol Cipali Nantinya Tersedia Kereta Bandara

Dalam pengoperasian Damri akan mengawali layanan dari Bandung, Cirebon, Kuningan dan Cikarang langsung menuju ke Bandara Kertajati dan sebaliknya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa, hadirnya Damri dari empat kota ini untuk mengurangi kemacetan karena mobil pribadi dan mengajak masyarakat yang akan berangkat dari Kertajati menggunakan Damri.

“Kami Damri di sini hadir untuk support langsung Bandara Kertajati. Karena kita ketahui, airport itu sebenarnya tidak seharusnya menjadi titik kemacetan, tapi solusi kemacetan agar bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang saat ini sudah terlalu tinggi,” ujar Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatia Moemin.

Menurut Setia, Kertajati yang memiliki taraf internasional harus didukung moda transportasi demi menunjang aksesibilitas di dalamnya. Ini juga dihadirkan sebagai inisiatif layanan sebelum ada kereta api yang menghubungkan Bandara Kertajati dan sekitarnya.

“‎‎Kita sekarang sedang membenahi agar level off service yang dulu dimiliki, kini bisa kami lakukan lebih baik lagi. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah support sehingga kami bisa hadir di sini,” jelas Setia.

Pengoperasian Damri sendiri akan dimulai dari kota Bandung dan Cirebon pada 8 Juni 2018 bersamaan dengan penerbangan komersial perdana di bandara tersebut. Pemilihan dua kota ini menjadi yang perdana karena memiliki pasar yang cukup besar pengguna transportasi udara.

Baca juga: Jajal Pasar Penerbangan di Bandara Kertajati, Garuda Indonesia Utus Citilink

Dari Cirebon, bus akan beranngkat dari terminal Harjamukti dan Bandung dari Kebon Kawung via tol Cipali langsung ke Kertajati. Setia menambahkan, waktu pemberangkatannya pun menyesuaikan dengan jadwal penerbangan yang ada.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, hadirnya Damri di Bandara Kertajati, akan menjadi solusi terintegrasinya masyarakat di berbagai daerah Jawa Barat dengan bandara. Pihaknya bersyukur dengan hadirnya Damri bisa mempermudah penumpang baik yang datang dan keluar dari bandara.

Seluruh trayek bus Damri menuju bandara Kertajati itu memanfaatkan jalan tol Cipali. Pemberangkatan dari Bandung dari Pool Damri di Kebun Kawung dengan tarif Rp75 ribu per penumpang. Selanjutnya dari Terminal Harjamukti di Cirebon dengan tarif Rp40 ribu per penumpang juga via tol Cipali. Dari Terminal Kuningan melalui tol Ciperna dan Cipali dengan tarif Rp50 ribu. Damri juga membuka layanan dari Cikarang via tol Cikampek dan Cipali dengan tarif Rp60 ribu.

Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati

Hadirnya armada Boeing 777-300ER di tubuh Garuda Indonesia tentu semakin melengkapi layanan premium service jarak jauh yang dikedepankan sang maskapai plat merah. Bila Garuda Indonesia belum lama ini merilis layanan Eco-Basic, dimana bisa dibilang layanan tersebut merupakan yang paling ekonomis diantara layanan lainnnya, maka berbanding terbalik dengan layanan Business Class di Boeing 777-300ER.

Baca Juga: Setelah Penebalan Landasan, Boeing 777-300ER Garuda Indonesia Kini Bisa Terbang Langsung Jakarta-London

Layaknya seorang raja yang hendak mengudara, Anda akan mendapatkan seabreg keuntungan ketika mengudara menggunakan layanan kelas atas milik Garuda Indonesia ini. KabarPenumpang.com melansir dari laman finder.com.au, para penumpang di Business Class dapat melakukan check-in terpisah dari penumpang lainnya dan dapat dilakukan 24 jam sebelum penerbangan Anda.

Anda juga dapat mengakses SkyTeam Lounge yang ada di Sydney, dimana ruang tunggu tersebut bergaya layaknya sebuah perpustakaan. Belum lagi sebuah zona makan yang menawarkan makanan secara cuma-cuma, bar yang cukup lengkap, dan juga pod tidur. Patut digarisbawahi, fasilitas lounge di setiap bandara mungkin berbeda satu sama lain, jadi mungkin SkyTeam Lounge yang Anda temui di Bali tidak sama dengan yang ada di Sydney.

Sudah barang tentu Anda dapat menikmati fasilitas yang tersedia di Lounge Garuda di Soekarno-Hatta Jakarta (CGK), Ngurah Rai Denpasar (DPS), Kualanamu Medan (KNO), Sepinggan Balikpapan (BPN), dan Juanda Surabaya (SUB).

Dengan hanya bermuatan 38 bangku saja di Business Class, sudah barang tentu kesan lega dan tidak berdempet langsung terlintas di benak Anda, bukan? Ternyata benar saja, Garuda sukses memanfaatkan konfigurasi 1-2-1 dengan posisi bangku semuanya menghadap ke depan, dan setiap penumpang memiliki akses menuju gangway-nya masing-masing.

Kursi dapat dimasukkan ke posisi flatbed dengan panjang 109,22 cm dan lebar 53,85 cm, karena perjalanan jauh bukanlah sesuatu yang menyenangkan jika hanya dihabiskan dengan duduk. Anda tidak perlu khawatir dengan keseluruhan layanan di dalam penerbangan ini, karena semuanya bisa dibilang premium. Mulai dari hiburan selama perjalanan (termasuk televisi yang terdapat pada bagian depan bangku Anda yang menayangkan beragam acara dari seluruh penjuru dunia), ketersediaan USB port untuk mengisi ulang daya gadget, hingga WiFi onboard yang siap ‘mengalihkan’ kebosanan perjalanan panjang Anda.

Baca Juga: Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia

Sekali lagi, kendati selama perjalanan Anda sudah dimanjakan dengan beragam fasilitas yang disediakan oleh Garuda, namun bukan berarti dengan cuci muka saja sudah membuat Anda terlihat segar kembali ketika landing. Berterima kasihlah karena Garuda menyiapkan L’Occitane amenity kit yang siap menyulap penampilan Anda kembali segar.

Sebut saja sandal, bantal, headphone, dan beberapa perlengkapan tidur lainnya, juga pasta gigi, sikat gigi, sisir, dan masih banyak lagi. Jadi, jangan Anda tolak jika ada kesempatan untuk menjajal layanan menggunakan Boeing 777 dari Garuda Indonesia.

 

IATA: Cermati Keterlibatan Swasta dalam Investasi Pembangunan Bandara

Meningkatnya pertumbuhan penumpang pada perjalanan internasional membuat pemerintah perlu mengatasi segera krisis kapasitas pada bandara. International Air Transport Association (IATA) pada Senin (4/6/2018) kemarin, memperingatkan industri penerbangan agar berhati-hati dengan keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan bandara atau terminal baru.

Baca juga: Pasar LCC Meningkat, Bandara Internasional Narita Siap ‘Upgrade’ Kapasitas Terminal 3

Dilansir KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (4/6/2018), diproyeksikan, peningkatan penumpang akan menjadi dua kali lipat hingga 7,8 miliar penumpang pada tahun 2036 mendatang. Dengan peningkatan tersebut, maka infrastruktur bandara dan sistem kontrol lalu lintas yang ada sekarang tidak akan sebanding dengan peningkatan jumlah penumpang.

Meski begitu, bandara juga terus berusaha untuk mengatasi krisis kapasitas tersebut dengan mengelola slot dan memberikan maskapai penerbangan hak operasi tertentu pada waktu tertentu. Namun, ketua IATA, Alexander de Juniac mengatakan, dengan peningkatan tersebut pemerintah bisa menambah bandara baru atau peningkatan kapasitas di bandara lama melalui penambahan terminal baru.

“Kami berada dalam krisis kapasitas. Dan kami tidak melihat investasi infrastruktur bandara yang cukup untuk menyelesaikannya. Apalagi banyak pemerintah yang kekurangan modal untuk menambah kapasitas bandara dengan meminta bantuan ke perusahaan swasta,” ujar Juniac.

Dengan keterlibatan pihak swasta selaku investor, Juniac memperingatkan pada bandara yang diprivatisasi, bahwa beberapa bandara kemudian tidak memenuhi harapan maskapai penerbangan dengan banyak operator yang mengalami pengalaman pahit.

“Wisatawan juga merasakan masalahnya. Menurut (sistem penilaian global) Skytrax, lima dari enam bandara yang disukai wisatawan adalah ruang publik. Bandara yang diprivatisasi pasti lebih mahal. Tapi ada sedikit perbedaan dalam efisiensi atau tingkat investasi dibandingkan dengan bandara di tangan publik,” jelasnya.

Baca juga: ‘Diramalkan’ Meningkat Pada 2025, Bandara Soetta Tingkatkan Angka Pergerakan Pesawat

IATA memproyeksikan trafik penumpang udara global naik sebesar 6,5 persen tahun 2018 ini menjadi 4,36 miliar. Ini setelah kenaikan masing-masing 7 dan 7,3 persen pada 2016 dan 2017 lalu.

IATA sendiri mewakili 280 maskapai penerbangan dan akan mempertimbangkan resolusi tentang privatisasi infrastruktur kepada pemerintah untuk faktor pemanfaatan ekonomi dan sosial dalam jangka panjang saat mengoperasikan terminal baru. Resolusi ini juga menyerukan saran regulasi yang lebih baik dalam mengatur bandara yang privatisasi guna melindungi kepentingan konsumen.

Dari Jakarta Mau Bandara Kertajati? Selain via Tol Cipali Nantinya Tersedia Kereta Bandara

Bandara Intenasional Jawa Barat (BIJB) atau yang lebih dikenal dengan Bandara Kertajati telah beroperasi sejak 24 Mei 2018. Bandara yang berada di Majalengka ini persisnya akan menjadi pintu masuk pariwisata ke Jawa Barat.

Baca juga: Jajal Pasar Penerbangan di Bandara Kertajati, Garuda Indonesia Utus Citilink

Dengan bandara baru ini juga ternyata memiliki banyak manfaat seperti adanya moda transportasi baru penerbangan untuk masyarakat sekitar, membuka gerbang ekonomi baru, industri dan menumbuhkan sektor pariwisata serta sebagai bandara embarkasi haji bagi masyarakat Jawa Barat. Dibukanya Bandara Kertajati ini juga harus dilengkapi dengan konektivitas antar moda.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa Bandara Kertajati sendiri ternyata cukup mudah ditemukan oleh masyarakat yang berada di sekitaran bandara. Arief Budiman, Sekretatis BIJB mengatakan, bila dari Jakarta menggunakan mobil pribadi, melalui tol Cikarang Utama-Cipali-Km 158 Gerbang Tol Kertajati-Bandara Kertajati.

“Kalau tidak macet, dari Jakarta bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam” ujar Arief.

Arief mengatakan, untuk operator bus, pihak Dinas Perhubungan Jawa Barat saat ini masih melakukan penyeleksian untuk trayek menuju Bandara Kertajati dari sejumlah daerah. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menyiapkan aksesibilitas transportasi menuju Bandara Kertajati.

Kadishub Jabar, Dedi Taufik mengatakan, sejauh ini akses menuju Kertajati baru satu yang dipersiapkan yakni Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Bandung ke Indramayu atau sebaliknya. Rute itu menempuh Bandung-Sumedang-Kadipaten-Kertajati-Indramayu.

Untuk rute, jalur Bandung dan Cirebon bisa memakai Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali. Adapun titik point baru sebagai intermoda transportasi saat ini sedang disiapkan Dishub Jabar untuk memudahkan masyarakat di kabupaten/kota lain.

Titik itu nantinya akan atraktif melayani kebutuhan angkutan darat menggunakan transportasi berbasis bus. Ia berharap, adanya transportasi bisa memudahkan masyarakat menuju bandara.

“Integrasi intermodanya antara terminal, bis dan kita sedang rencanakan yang akan menghubungi Kertajati dengan terminal lainnya.” kata Dedi.

Saat ini Perum Damri telah menyiapkan 50 armada bus untuk melayani penumpang dari dan menuju ke Bandara Kertajati Majalengka. Pada tahap awal perusahaan milik pemerintah yang bergerak di bidang layanan transportasi darat ini telah menyiapkan lima jurusan, di antaranya dari Terminal Bandung, Terminal Tegal, Terminal Cirebon, Terminal Kuningan, dan Terminal Indramayu.

Sementara itu, untuk melengkapi konektivitas antar moda lainnya, Bandara Kertajati juga akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara agar menarik minat dan mempersingkat waktu penumpang dari Jakarta maupun Bandung.

Baca juga: Bandara Kertajati Buka Lima Rute Penerbangan Mudik dan Lima Kloter Haji 2018

“Nantinya kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam. Kereta akan melalui Bekasi Timur, Cikarang, Karawang dan Cikampek,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso.

 

Bertahun Tak Beroperasi, Stasiun Vadamadurai ‘Kedatangan Tamu Spesial’

Pemandangan berbeda tampak pada Jumat (1/6/2018) kemarin, dimana sebuah kereta penumpang Tirunelveli-Mayiladuthurai di India mendapatkan sambutan yang meriah dari sejumlah orang. Pasalnya, kereta yang didominasi oleh warna putih tersebut telah menorehkan sejarah baru, yaitu melakukan perhentian pertama di Stasiun Vadamadurai. Dengan begitu, stasiun ini secara resmi telah memasuki masa operasinya.

Baca Juga: Stasiun Kereta ‘Rasa Bandara Internasional’ Siap Hadir di India

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (2/6/2018), Divisi Madurai Southern Railway mengatakan bahwa penghentian kereta di Stasiun Vadamadurai merupakan sebuah tanggapan atas permintaan yang selama ini dilontarkan oleh publik. Mulai dari pedagang, anggota Komite Perlindungan Penumpang Kereta Api Vadamadurai hingga berbagai asosiasi rela menunggu sekian lama hanya demi menyambut si kereta pertama.

Kereta tersebut tiba dari Dindigul, dan seremoni kecil pun dilakukan supaya momen penghentian perdana tersebut berjalan lebih afdol. Mulai dari memberikan penghormatan pada masinis dan aisisten masinis dengan menggunakan syal, hingga memberikan manisan kepada para petugas menjadi seremoni kecil yang memeriahkan acara tersebut.

“Kereta Tirunelveli-Mayilathurai adalah kereta ketiga yang melayani Vadamadurai. Sekarang, kereta penumpang Dindigul-Tiruchi dan Villupuram-Madurai berhenti di stasiun pada pagi dan malam hari,” ungkap mantan anggota Dewan Penasihat Dewan Perkeretaapian Railed MLA dan Madurai Divisional S. Palanisamy.

“Kereta ini akan menguntungkan semua orang di sekitaran Vadamadurai, terutama bagi para peziarah yang hendak pergi ke Thajvaur dan Kumbakonam,” terang S. Palanisamy. “Harganya yang murah berkisar antara Rs11 hingga Rs30, tentu hal tersebut akan sangat membantu orang yang kurang mampu,” tambahnya.

Baca Juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal

Dikutip dari sumber lain, Divisional Railway Manager Neenu Ittyerah mengatakan pengaplikasian tarif tersebut diperkirakan memakan waktu hingga dua bulan, namun ia berani menjamin bahwa masalah penentuan tarif ini dapat rampung hanya dalam 20 hari saja.

Ternyata, Kereta Tirunelveli-Mayilathurai bukanlah yang pertama melakukan perhentian di Vadamadurai. Sebelumnya, ada Jayanthi Janata dan Sengottai Express yang telah terlebih dahulu mencicipi rasanya berhenti di Vadamadurai. Dua layanan tersebut terakhir kali melakukan pemberhentian di Stasiun Vadamadurai pada tahun 1977. Lama tak dijamah membuat Stasiun Vadamadurai kehilangan pesonanya, dan tidak ada layanan yang berhenti di stasiun ini untuk beberapa waktu.

Pilu! Inilah Curhatan Savannah Phillips, Penumpang Pesawat yang di Bully Karena Tubuhnya

Lagi-lagi nama United Airlines kembali melambung dan menjadi topik perbincangan hangat warganet. Tapi tenang dulu, kali ini bukan pihak maskapai yang membuat ulah melainkan salah satu penumpangnya yang kedapatan melontarkan ‘ejekan’ kepada penumpang wanita yang diketahui memiliki postur tubuh ekstra. Tak pelak, wanita yang kebetulan duduk persis di sebelahnya itu sempat menitikkan air mata dan terlibat cekcok kecil dengan si pengumpat.

Baca Juga: Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (17/5/2018), awal cerita bermula ketika seorang penumpang wanita berpostur subur bernama Savannah Phillips hendak mengudara dari Oklahoma menuju Illinois pada Selasa (15/5/2018). Sayangnya, Savannah ditempatkan di bangku tengah dekat pintu darurat, dimana ia bersebelahan (dekat kaca) dengan seorang pria paruh baya yang diperkirakan berusia 60 tahun.

Sayangnya umur pria tersebut tidak menunjukkan kedewasaannya dalam bersikap. “Saya dapat melihat ia mengirim pesan kepada seseorang dengan nada yang mengejek saya,” tutur Savannah dalam laman jejaring sosial Facebook miliknya. “Jarak ponselnya mungkin hanya 30 cm saja dari muka saya, dan saya dapat dengan jelas melihatnya mengirim pesan, “saya duduk di samping gundukan lemak yang bau,” tandasnya.

Sayangnya lagi, mata Savannah tidak bermasalah dan dapat melihat pesan singkat si pria tersebut dengan jelas, terlebih dengan ukuran huruf yang relatif besar. “Sontak saya menitikkan air mata ketika mengetahui pria tersebut menyebut saya dengan panggilan seperti itu. Kala itu, harapan saya adalah ia tidak mengajak saya berbincang sepatah kata pun, karena saya tidak tahu pasti reaksi apa yang akan saya lakukan. Mungkin menendangnya keluar dari pesawat,” tulis Savannah dalam laman Facebooknya.

Kejadian tersebut diperparah dengan informasi dari sang pilot yang mengatakan bahwa pesawat mengalami delay selama kurang lebih 30 menit. Setelah tak cukup kuat menahan emosi di dalam hatinya, Savannah lalu menegur si pria dan, “Anda tidak tahu apa-apa tentang saya, jangan menilai saya hanya dari postur tubuhnya saja,” ucap Savannah yang kebetulan merekam cekcok diantara mereka berdua.

Baca Juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?

Sepuluh menit berlalu setelah sang pilot menginformasikan delay, seorang pria muda yang duduk di belakang mereka berdua menepuk pundak si pengumpat dan berkata, “Kita perlu bicara. Sekarang saatnya kita bertukar bangku,” tutur pria muda tersebut. “Mengapa saya harus bertukar bangku?” tanya si pengumpat kebingungan. “Anda membicarakan wanita ini melalui pesan teks dan saya tidak setuju dengan tindakan yang Anda lakukan,” tandas si pria muda pemberani tersebut.

Tanpa berpikir panjang, si pengumpat yang mengatakan dirinya tengah dalam kondisi mabuk ini mengiyakan ajakan penumpang tersebut dan mereka bertukar tempat duduk. Setelah mendengar alasan pria muda tersebut, Savannah tiada henti berterima kasih kepadanya dan mengatakan, “ia akan menjadi pria favorit suami saya.”