Operator Kereta Cepat Arab Saudi (Kembali) Revisi Jadwal Peluncuran

Masih ingatkah Anda dengan kereta cepat di Arab Saudi, Haramain Express? Ya, kereta yang dicanangkan akan mengangkut para tamu Allah ini baru saja merevisi jadwal pengoperasian perdananya. Sebelumnya, pihak operator telah memperkirakan pembukaan jalur kereta ini akan rampung pada pertengahan Maret 2018 kemarin. Namun sayangnya, perkiraan tersebut meleset setelah pada bulan Februari, pihak operator mengatakan bahwa masih harus menyelesaikan terlebih dahulu lima stasiun yang ada pada jalur tiga jaringan kereta cepat ini.

Baca Juga: Jelang Pengoperasian Komersial, Haramain Express Belum Tentukan Tarif

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman ArabNews (6/5/2018), Menteri Transportasi Saudi Nabil bin Mohammed Al-Amoudi dan pihak operator telah menandakan September 2018 sebagai target peluncuran operasi kereta cepat Haramain Express ini. Negosiasi terus berlanjut antara pihak berwenang di Arab Saudi dan Konsorsium Al-Shoula yang bertanggung jawab atas kontrak sistem kereta api senilai €6,7 biliun ini.

Adapun tujuan dari negsiasi tersebut adalah untuk mencoba dan menyetujui kapan jaringan kereta api sepanjang 450 km ini siap untuk memulai operasi komersial. Kepala Eksekutif SAR, Dr Bashar AlMalik mengatakan bahwasanya dia berharap layanan dapat dimulai “dalam beberapa minggu ke depan,” ungkapnya. Ini membuka kemungkinan operasi komersial dapat dimulai sebelum Lebaran Haji tahun ini.

Ketika sang operator optimis dapat mengoperasikan kereta cepat Haramain Express ini pada September 2018 mendatang, namun ada saja beberapa pihak yang justru menunjukkan respon kebalikannya. Sebut saja sebuah media Spanyol yang mengatakan bahwa proyek kereta ini akan kembali meleset dari target dan baru rampung pada akhir tahun 2019 mendatang.

Baca Juga: Kereta Cepat Haramain Siap Layani Tamu Allah Akhir Tahun Ini

Sebelumnya, Saudi Public Transport Authority (PTA) mengaku pihaknya belum menentukan harga yang akan dikenakan kepada para penumpang kereta cepat yang menghubungkan Mekkah dan Madinah ini. Kendati demikian, otoritas transportasi tersebut mengatakan tengah melakukan penjajakan untuk menemukan harga tiket yang tepat.

Nantinya, para penumpang Haramain Express ini dapat menggunakan layanan Wifi OnBoard serta tempat duduk yang sangat nyaman. Tidak hanya itu, para Tamu Allah ini juga dapat menikmati beragam teknologi canggih yang terpasang di dalam kereta Haramain Express.

Tiket Kereta Murah ala Cross Country Trains? Ini Triknya!

Kereta di Inggris menjadi salah satu transportasi yang biasa digunakan masyarakatanya untuk bepergian ke suatu daerah atau kota tertentu di luar kota. Penumpangnya pun dari berbagai kalangan yakni biasa, menengah dan ke atas. Apalagi sepertinya kereta api makin diminati oleh masyarakat untuk menikmati perjalanan dengan pemandangan yang terlihat di sekitaran rel.

Baca juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online

KabarPenumpang.com melansir dari laman gloucestershirelive.co.uk (26/4/2018), ternyata dengan untuk menikmati kereta di Inggris ini penumpang bisa merasakan harga terendah dari biasanya. Bahkan bisa mencapai 70 persen untuk perjalanan dari Manchester dan Cardiff dengan beberapa trik sederhana.

Tetapi trik ini hanya berlaku untuk Cross Country Trains yang beroperasi di stasiun Gloucester dan Cheltenham Spa. Ada beberapa cara yang bisa diikuti untuk mendapatkan harga terendah sampai 70 persen, salah satunya adalah Cross Coutry Trains menawarkan kesempatan kepada penumpang untuk memesan tiket sebelum atau tepatnya bisa dibeli 15 menit sebelum keberangkatan kereta.

Sebab setelah 15 menit harga tiket kereta tersebut akan kembali seperti biasa dan bisa lebih mahal. Sehingga bagi penumpang yang tiba-tiba merubah rencana perjalanan atau ingin beristirahat sebentar tiket tersebut bisa bernilai lebih mahal hingga 15 menit sebelum keberangkatan.

Kemudian membeli melalui situs web atau dengan aplikasi. Sehingga perbedaan pembayaran tiket sampai 70 persen, perjalanan bebas repot karena kursi sudah di pesan, tidak harus mengantri tiket langsung karena dikirim ke ponsel dan tanpa dikenakan biaya pemesanan.

Baca juga: Eva – Kereta Cepat Berbiaya Murah Kedua, Meluncur 2019 di Spanyol

Dan penghematan rata-rata dihitung dengan membandingkan harga tiket standar tunggal maju atau dibeli sebelum hari perjalanan, untuk 4.872 perjalanan CrossCountry, ke harga yang setara dari satu tiket standar tunggal yang berlaku pada layanan.

Diketahui dengan adanya seperti ini ternyata penumpang kereta melonjak di West Midlands tahun lalu dengan tambahan 1,3 juta total perjalanan dengan kereta api. Sebanyak 19,9 juta penumpang melakukan perjalanan di dalam West Midlands sendiri tahun 2016-2017. Ini naik 6,7 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya 18,6 juta penumpang.

Begini ‘Cara’ Bandara Mampu Menguras Kocek Penumpang

Ruang tunggu di bandara, biasanya dibuat senyaman mungkin bagi para penumpang yang harus menghabiskan waktu sebelum pesawat berangkat. Namun, kenyamanan ini juga bisa membuat penumpang menghabiskan uang lebih banyak.

Baca juga: Terungkap! Banyak Belokan Ke Kiri, Buat Calon Penumpang Lebih Banyak Belanja di Bandara

Kenapa? Hal ini dikarenakan sebagai awal sebelum merasakan perjalanan baik untuk liburan maupun bisnis akan menyenangkan dan menarik. Tetapi ini bisa berubah dengan drastis dan menjadi tidak menarik ketika penerbangan ditunda ataupun dibatalkan.

KabarPenumpang.com merangkum dari express.co.uk, bahwa banyak yang tidak disadari penumpang saat bandara memiliki cara cerdas untuk membuat mereka mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya. Seperti makanan dan minuman di bandara yang memang mahal dari gerai biasanya sehingga membuat para pengunjung kadang terkejut karena harga yang tertera pada gerai makanan dan minuman di bandara.

Ada salah satu bandara di Texas yakni Dallas Fort Worth Airport yang memasang jendela kaca baru di dekat beberapa gerbang keberangkatan mereka. Kaca ini bisa menyaring sinar matahari dan mampu menyurangi panas serta silau dari cahaya matahari sehingga membuat penumpang lebih nyaman.

Tapi, dengan adanya kaca tersebut ternyata ada efek samping yakni penumpang bisa menghabiskan uang lebih banyak untuk makan. Salah satunya adalah restoran Twisted Root yang meningkat 102 persen dari tahun ke tahun setelah ada kaca yang dipasang di sebelahnya.

Kaca tersebut mungkin yang membuat para penumpang berada di tempat makan ini karena lebih sejuk. Tingkat penumpang duduk berlama-lama naik sebesar 83 persen sementara suhu di daerah tersebut menurun 10-15 derajat.

CEO Bandara Dallas Fort Worth (DFW), Sean Donohue mengatakan, DFW merupakan bandara netral karbon terbesar di dunia. Pihaknya juga terus menerus mengevaluasi teknologi dan solusi baru di seluruh bandara untuk mengidentifikasi perbaikan demi memberikan pengalaman penumpang yang lebih baik.

“Kami sangat senang melihat efek positif pada pengalaman pelanggan dan bagaimana kaca mengubah perilaku pelanggan dengan lebih sedikit silau dan suhu yang lebih dingin,” ujar Donohue.

Tetapi kaca bukanlah satu-satunya cara untuk membuat penumpang mengeluarkan uang mereka, karpet ternyata memiliki pengaruh yang tak jauh berbeda. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa karpet terlihat lebih santai dibandingkan lantai kayu di bandara yang memberi efek menenangkan pada penumpang.

Baca juga: Bandara Lapisi Lantai dengan Karpet, Ternyata Ini Alasannya!

Diketahui, orang-orang menghabiskan tujuh persen lebih banyak untuk barang ritel dan sepuluh persen uang ketika mereka merasa nyaman. Rata-rata £82 atau sekitar Rp1,5 juta dihabiskan penumpang ketika di bandara dan ini mungkin lebih banyak dari uang yang digunakan untuk membeli tiket.

Salah satu cara mudah untuk mengurangi hal tersebut adalah membawa botol air kosong ke gerbang ruang tunggu. Sebab dengan botol kosong ini, penumpang bisa mengisi air minum mereka di keran gratis setelah melewati keamanan bandara.

Penumpang di Inggris Bisa Dikenakan Denda Jika Kedapatan Mainkan Gadget!

Sudah menjadi rahasia umum jika berkendara sembari memainkan gadget merupakan hal yang ilegal di seluruh dunia. Tidak ada satupun otoritas berwajib di setiap negara yang mengijinkan para pengemudinya menggunakan ponsel atau gadget ketika tengah berkendara. Namun, apa jadinya jika penumpang yang berada di dalam kendaraan pun dilarang untuk memainkan gadget mereka? Ya, ini bukanlah isapan jempol semata, karena ada wilayah di dunia yg menerapkan peraturan seperti ini.

Baca Juga: Dipengaruhi Inggris dan Jepang, Indonesia Anut Mazhab Setir Kemudi di Kanan

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cambridge-news.co.uk, definisi penumpang yang dimaksud di atas adalah instruktur pengemudi. Di Inggris, Anda akan dikenakan denda hukuman hingga £200 atau yang setara dengan Rp3,3 juta semisal Anda kedapatan memainkan gadget ketika tengah menginstrukturi seorang calon pengemudi. Denda tersebut berlaku bahkan ketika Anda duduk di bangku penumpang.

Agar setara, peraturan ini tidak hanya berlaku kepada para instruktur mengemudi saja, pun berlaku pada teman atau keluarga yang tengah mengajarkan seorang individu untuk mengemudi. Direktur Kebijakan dan Penelitian dari IAM RoadSmart, Neil Greig mengatakan bahwa membimbing seseorang yang tengah belajar mengemudi artinya memaksa Anda untuk duduk di bangku depan, dan secara tidak langsung, Anda harus turut mengawasi jalan.

“Bahkan Anda harus bersikap layaknya Anda sedang mengemudi sebuah kendaraan, benar-benar fokus terhadap jalan dan tidak mencabangkan konsetrasi,” tutur Neil. “Tidak bisa dipungkiri, belajar mengemudi merupakan hal yang cukup membuat stress,” tandasnya. Jika ditelaah lebih dalam lagi, aturan seperti ini patut ditiru oleh negara-negara lain, dimana hasil dari penerapan peraturan ini akan berdampak pada kondisi lalu lintas yang lebih tertib.

Baca Juga: Gantungkan Raket, Mantan Petenis Profesional Kini di Balik Kemudi Black Cab Modern!

Di Indonesia sendiri, tidak sedikit pengemudi yang mendapatkan lisensi ‘abal-abal’ karena kurangnya pengawasan dari sang instruktur. Atau yang lebih parahnya lagi, masih ada saja oknum kepolisian yang ‘membuka’ jasa sogokan supaya pemohon lisensi tidak perlu mengikuti tes. Tanpa di sadari, hal ini bisa memperkeruh kondisi di jalanan.

Insiden di Gerbong Restorasi, Air dari Toilet ‘dicampur’ ke Dalam Minuman

Operator kereta India, The Indian Railways telah menjatuhkan sanksi kepada sebuah vendor restorasi karena pegawainya kedapatan berlaku curang. Tidak tanggung-tanggung, denda sebesar Rs 1 lakh atau yang setara dengan Rp210 juta ‘dihibahkan’ setelah sebuah rekaman amatir menunjukkan dua pegawai vendor tersebut mencampur air dari toilet ke dalam minuman yang hendak dijajakan kepada para penumpang.

Baca Juga: 165 Tahun Kereta Api Mengular di Rel India

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailyo.in (3/5/2018), rekaman menjijikan tersebut sontak menjadi viral dan diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2017 silam di Charminar Express, tepatnya ketika kereta berhenti di stasiun Secinderabad (Telangana). Disinyalir, dua orang terrekam dipekerjakan oleh kontraktor P Siva Prasad.

“Atas dasar penyelidikan, hukuman Rs 1 lakh telah dikenakan pada pemegang lisensi, melalui Indian Railway Catering dan Tourism Corporation Limited (IRCTC), agen kontrak,” tutur The Indian Railways dalam sebuah keterangan tertulisnya.

Sebagai bentuk pembelaan, kedua orang tersebut mengklaim bahwa mereka hanya memindahkan minuman yang tersisa dari satu kaleng ke kaleng yang lain di dalam toilet, dan tidak mencampur air toilet dengan itu. “Namun, fakta bahwa kaleng teh atau kopi yang terlihat dibawa keluar dari toilet, itu sendiri sudah merupakan praktik yang salah,” tandas sang operator kereta api.

Tidak hanya itu, pada bulan Juli 2017 silam, laporan Comptroller and Auditor General pada layanan katering di kereta api telah menemukan bahwa adanya makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi penumpang. Adapun makanan tersebut sudah terkontaminasi, beberapa di antaranya sudah memasuki masa expired date, dan air minum dalam kemasan yang tidak resmi beredar di sekitaran stasiun

Tiga bulan berselang, sebanyak 24 penumpang dirawat di rumah sakit, diduga karena keracunan makanan setelah mereka menyantap sarapan di atas layanan kereta premium Goa-Mumbai Tejas Express.

Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Sebagai jaringan kereta api terbesar kedua di dunia, tentu saja pemberitaan semacam ini menjadi perhatian serius sejumlah golongan, mulai dari penumpang hingga otoritas berwenang. Mencoreng nama baik, tentu saja ini menjadi ‘hukuman’ paling ringan yang akan diterima oleh operator kereta. Diperlukannya pengawasan lebih lanjut terkait bagian restorasi merupakan solusi untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.

Tarif Angkutan Umum Mahal, Masyarakat Lakukan Kecurangan Saat di Angkutan Umum

Hampir dua dekade ini, ada beberapa kelompok juru kampanye Swedia yang menentang otoritas dan membalikkan keseimbangan daya operator dan penumpang dengan bersatu untuk menghindari pembayaran. Hal ini dikarenakan tarif kendaraan umum yang naik begitu cepat serta menjadi mahal bagi warga berpenghasilan rendah.

Baca juga: Perusahaan Bus di California Hadirkan Peta Audio dan Tactile Untuk Kaum Difabel

KabarPenumpang.com menghimpun dari laman sumber railway-technology.com (1/5/2018), adanya ini bersamaan dengan argumen bahwa lebih banyak penumpang angkutan umum untuk angkutan gratis. Tak hanya itu Planka.nu atau yang dikenal dengan komunitas tumpangan gratis saat ini didirikan di Stockholm pada tahun 2001 oleh aktivis dari Federasi Pemuda Anarkosyndicalist Swedia sebagai tanggapan kenaikan biaya transportasi oleh Majelis County Council Stockholm.

Dua tahun kemudian cabang lainnya dibuka di Gothenburg dan beberapa organisasi lainnya di Helsinki, Östergötland, Skåne dan Oslo. Inti pembentukan ini sendiri sebenarnya Planka.nu ingin mendapatan keyakinan bahwa transportasi gratis adalah hak intrinsik dan mengubah keinginan individu untuk menghemat uang menjadi perjuangan kolektif untuk angkutan umum gratis.

“Untuk waktu yang lama, orang yang menggunakan transportasi umum belum mewakili kekuatan politik. Kami hanya mengatur orang-orang yang tidak ingin membayar tiket,” ujar anggota kelompok Planka.nu, Christian Tengbland.

Tak hanya itu, lebih dari 15 tahun organisasi ini telah memberikan dukungan dan solidaritas bagi mereka yang menolak membayar atau tidak mampu membayar ongkos di kota Swedia. Untuk keanggotaan grup ini sendiri berbasis langganan dengan uang masuk adalah dana solidaritas yang di gunakan untuk membayar denda anggota ketika mereka tertangkap karena naik tanpa tiket.

Untuk keuangan telah terbukti berhasil dimana biaya keanggotaan hari ini sama seperti pada tahun 2001, hanya SEK100, tidak seperti kartu perjalanan 30 hari Storstockholms Lokaltrafik (SL), yang telah dikenakan beberapa kenaikan harga selama bertahun-tahun, dan sekarang biaya SEK860.

Tarif penalti untuk penghindaran tiket adalah SEK1500. Mulai Januari tahun 2018, SL mengumumkan kenaikan tarif 3,3% lagi. “Anggota kami terampil dan tidak ketahuan,” ujar Tengblad.

Situs web Planka.nu juga memberikan saran tentang cara membedakan para pemeriksa tiket yang berbeda dengan seragam mereka, serta mendorong para penggerutu tarif untuk sepenuhnya mengetahui dan membela hak-hak mereka ketika tertangkap. Dalam berbagai situasi, pengendali tidak diizinkan menahan siapa pun yang tertangkap bepergian tanpa tiket. Sebaliknya, penumpang itu akan diminta untuk turun di pemberhentian berikutnya dan didenda.

Undang-undang tentang penghindaran tarif bervariasi antar negara. Swedia sendiri, praktik menghindar tarif tidak dianggap kriminal dan tidak membawa hukuman penjara, sementara mendirikan organisasi seperti Planka.nu adalah sah, jika masih dikecam.

Baca juga: Pajak Bandara di Beirut Naik, Masyarakat Lakukan Demonstrasi

“Kami tidak berharap orang-orang memiliki peraturan yang sama di tempat lain, karena ini adalah situasi khusus, di mana ada area abu-abu dan undang-undang kontrol tiket tidak benar-benar memungkinkan pengendali menangkap orang, tetapi kadang-kadang mereka lebih atau kurang melakukannya. Sangat sulit bagi mayoritas untuk bersimpati dengan metode kami, tetapi dengan cara yang bukan tujuan kami, “kata Tengblad.

Dia mengatakan apa yang telah mereka capai adalah permulaan menjaga diskusi tentang harga dan sistem tiket dengan kehidupan dan kenaikan tarif. Ini juga mengubah pandangan masyarakat tentang penerapan transportasi umum gratis yang telah diterapkan di banyak kota kecil di Swedia.

Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

PT Indonesia Ferry Property, perusahaan hasil joint venture antara BUMN PT Indonesia Ferry ASDP dan PT Pembangunan Perumahan, belum lama berselang telah melangsungkan penyelesaian konstruksi atau topping off area komersial tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (5/5).

Baca juga: PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo

Proyek area komersial yang dibangun merupakan bagian dari program pengembangan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang meliputi pembangunan marina, hotel serta pengembangan dermaga penyeberangan dengan total investasi sebesar Rp398 miliar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, kegiatan topping off area komersial Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia, termasuk Labuan Bajo.

Mengacu kepada Data Kementerian Pariwisata, target sasaran pembangunan pariwisata Indonesia di tahun 2019 mencapai 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 275 juta kunjungan wisatawan nusantara dengan pencapaian devisa mencapai sekitar Rp 240 triliun.

Adapun wilayah Labuan Bajo yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat diharapkan dapat mencapai target kunjungan 500 ribu wisatawan mancanegara dan 5 juta wisatawan nusantara dengan target pencapaian devisa mencapai Rp 8 triliun.

“Setelah topping off, ditargetkan area komersial dapat rampung dan beroperasi sebelum akhir tahun ini,” tutur Ira, di sela acara topping off area komersial Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (5/5) sore.

Area komersial di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo akan membidik sejumlah tenant retail serta makanan dan minuman khas lokal yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah serta menciptakan pusat bisnis baru.

Selain area komersial, tahun ini juga sudah mulai dilakukan pembangunan hotel dan marina di lingkungan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang ditargetkan dapat rampung tahun 2019.

Labuan Bajo memiliki daya tarik kuat di sektor pariwisata karena keindahan alamnya serta kekayaan budayanya. Selain Pulau Komodo, masyarakat juga dapat menikmati keindahan alam mulai dari Desa Wae Rebo, Pink Beach, serta Pulau Padar.

Baca juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Dengan dilakukannya pembangunan kawasan di lingkungan Pelabuhan Labuan Bajo, PT ASDP optimistis wilayah Labuan Bajo dapat menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata di Indonesia.

KFC Jepang Hadirkan Varian Ayam Tak Beraroma Tajam untuk Komuters

Perkeretaapian Jepang memang terkenal akan pendayaan tekonolginya yang super canggih, yang juga dipadukan dengan budaya dan tenggang rasa sesama penumpang. Maka tidak heran jika ada banyak norma tidak tertulis yang diberlakukan di dalam jaringan kereta Negeri Matahari Terbit ini, salah satunya terkait soal makanan dengan aroma yang cukup tajam.

Baca Juga: Peuyeum Dilarang Masuk Kabin Kereta?

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, dimana kereta api Argo Parahyangan yang menghubungkan Jakarta – Bandung melarang penumpangnya membawa masuk fermentasi tape atau peuyeum ke dalam kabin penumpang, padahal aturan tersebut bisa dibilang abu-abu karena didasarkan pada norma kesopanan saja.

Jepang sendiri mengaplikasikan tidak baku seperti yang diberlakukan oleh kereta Argo Parahyangan. Nah, jika ditelaah lebih dalam lagi, adanya aturan tentang membawa makanan berbau tajam seperti ini akan berdampak pada para penjaja makanan, seperti Kentucky Fried Chicken (KFC). Ya, franchise ayam goreng asal Amerika ini memang terkenal dengan aromanya yang harum nan kuat.

Satu lagi, kebiasaan orang Jepang adalah membawa makanan ke dalam kereta untuk menemani perjalanan mereka. Agar tetap memenuhi keingnan pembeli dan tidak melanggar norma kesopanan tersebut, KFC sampai-sampai menciptakan resep khusus agar produk ayam gorengnya tidak mengeluarkan aroma yang menyengat.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thedailymeal.com, KFC Jepang menghadirkan “Fried Chicken Home Type”, produk ayam goreng yang tidak mengeluarkan aroma kuat namun tidak menghilangkan cita rasa mereka. Pihak KFC sendiri mengaku varian ini memang dikhususkan bagi para komuter yang hendak menyantap produk mereka di kereta.

Anda tidak akan mencium aroma dari ayam yang memiliki aroma khas ini, kecuali Anda mendekatkan hidung ke dalam wadah ayam ini. Untuk mendapatkan ayam varian baru ini, Anda cukup merogoh kocek sebesar US$4,5 atau yang setara dengan Rp64.000 untuk dua potong ayam, Kedai yang menjual “Fried Chicken Home Type” ini sendiri terletak di luar stasiun kereta bawah tanah Shinjuku, Tokyo.

Baca Juga: Hindari Makanan dan Minum Ini saat Menggunakan Transportasi Umum

Tidak hanya menjual ayam goreng, kedai KFC yang satu ini juga menjajakan menu lainnya, seperti sup jagung, minuman ringan, hingga kue pai. Pihak KFC sendiri mengatakan bahwa “Fried Chicken home Type” ini sendiri mewakilkan hasrat para komuter yang hendak menyantap ayam berlogo Kolonel Sanders, tanpa harus melanggar norma kesopanan yang berlaku.

ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj Qute

Bajaj di Indonesia dan India sudah tak asing lagi serta menjadi salah satu transportasi yang biasa digunakan masyarakat. Kendaraan roda tiga ini, sepertinya menjadi andalan bagi penumpang yang membawa barang atau bepergian 2-3 orang dan menginginkan tempat yang lebih luas dibandingkan mikrolet.

Baca juga: Bemo Tereliminasi, Bajaj Qute Jadi Solusi

KabarPenumpang.com melansir dari newatlas.com, di West Virginia, Amerika Serikat, ternyata pada 2017 lalu sudah hadir sebuah skuter roda tiga yang bentuknya mirip dengan bajaj di Indonesia dan India. Skuter ini dinamakan ZEV T3-1 Micro dan ini adalah van hanya saja diperkecil menjadi seperempat ukuran mobil van asli.

ZEV T3-1 Micro ini mampu mengangkut dua orang penumpang dan satu pengemudi. Berjalan dengan tenaga listrik ini diam-diam mulai merambah jalan raya. Meski bentuknya kecil dan tidak glamor ZEV T3-1 Micro memiliki satu pintu, satu kursi depan, kursi penumpang, rem tangan dan tertutup layaknya sebuah mobil.

Bagian dalam ZEV T3-1 Micro (New Atlas)

Bila di ingat, bentuk ZEV T3-1 Micro ini bentuknya agak mirip dengan Bajaj Qute pengganti bemo di Jakarta. Bedanya Bajaj Qute mampu menampung 3-5 orang penumpang dan satu pengemudi.

Adapun perbedaannya yakni, ZEV T3-1 Micro memiliki tempat duduk pengemudi di tengah dengan alat kemudi seperti stang motor dan memilik roda tiga. Ini mirip dengan bajaj biasa yang ada di Indonesia maupun India. Tempat duduk penumpangnya pun terletak di belakang kursi pengemudi.

Sedangkan Bajaj Qute sendiri kemudi yang digunakan berbentuk setir mobil pada umumnya. Tempat duduk penumpang satu di depan dan dua lainnya ada di belakang. Roda Bajaj Qute sendiri ada empat dan benar-benar seperti mobil kecil.

Atas ZEV T3-1 Micro dan bawah Bajaj Qute

ZEV T3-1 Micro sendiri menggunakan baterai dan listrik empat kilowatt untuk menjalankannya dan mampu berjalan di kecepatan 50 km per jamnya. Sedangkan Bajaj Qute masih menggunakan bensin sebagai bahan bakar.

Baca juga: Jajal Tuk Tuk, “Bajaj” dengan Argometer di Bangalore, India

Untuk besaran baterai yang digunakan pada ZEV T3-1 Micro ini ada dua macam yakni yang mampu berjalan hingga 50 mil atau sekitar 80 km menggunakan baterai dasar silikat. sedangkan dengan jangkauan 70 mil atau sekitar 112,6 km menggunakan baterai yang di upgrade mejadi Lithium. Harganya pun berbeda US$5490 atau sekitar Rp76,6 juta untuk yang menggunakan baterai silikat.

Sedangkan U$8990 atau sekitar Rp125,5 juta untuk yang menggunakan Lithium. Harga ini mungkin sangat menakjubkan apalagi untuk sebuah kendaraan kecil yang bisa digunakan untuk jarak dekat.

Loket Gabungan di Pelabuhan Merak, Mudahkan Transaksi Tiket Rombongan Wisata

Lampung berada di selatan pulau Sumatera, ternyata memiliki wisata alam yang cukup banyak, salah satunya yang saat ini sedang booming yakni ke Anak Gunung Krakatau dan Pahawang. Ini membuat banyak pelancong menuju kesana. Lantaran di Pahawang pelancong bisa merasakan keindahan alam baik di dalam laut dengan snorkeling, tracking di Anak Gunung Krakatau bahkan pulau yang tersebar disekitarnya.

Baca juga: KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang

Untuk sampai ke sini, pelancong bisa menyeberang melalui pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni. Hal ini membuat PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry membuat loket gabungan yang memudahkan pelancong berangkat bersama rombongan, .

Loket ini akan melayani penumpang dengan rombongan di atas sepuluh orang, dimana nantinya hanya satu orang penumpang saja yang turun dan sisanya hanya menuliskan nama untuk menjelaskan bahwa penumpang tersebut ada dalam rombongan.

“Untuk pelancong yang pergi bersama temannya lebih dari sepuluh orang, mereka bisa ke loket gabungan,” ujar Branch Manager PT Mata Pensil Globalindo Cabang Merak Eydo Y Priamora kepada KabarPenumpang.com, Kamis, (3/5/2018).

Dia menambahkan loket gabungan ini akan memudahkan penumpang. Sebab yang membeli tiket ke loket hanya satu orang dan lainnya menunggu dengan memberikan data nama yang valid untuk memudahkan dalam pengisian data di loket.

“Jadi kalau ada sepuluh orang, hanya satu saja yang jalan. Yang lain tinggal tunggu kartu di tangan saja,” tambahnya.

Adanya loket gabungan ini berawal dari ide PT ASDP Indonesia Ferry saat melihat banyak penumpang yang melakukan perjalanan menuju Bakauheni dan melanjutkan perjalanan ke pulau Pahawang dan Anak Gunung Krakatau di Lampung. Sehingga membuat PT Mata Pensil akhirnya membuka loket gabungan ini untuk memudahkan penumpang.

Baca juga: Kereta Lokal Merak-Rangkasbitung, Gantikan Layanan KA Jakarta-Merak

Loket gabungan ini pun hanya ada di pelabuhan Merak, sedangkan di pelabuhan Bakauheni, pelancong yang lebih dari sepuluh orang tetap dengan pembelian tiket masing-masing. Ini dikarenakan tidak adanya loket gabungan di pelabuhan Bakauheni.