Pemkot Palu Perluas Layanan Bus Trans Palu Jadi Empat Koridor

Bus Trans Palu resmi diperluas pelayanannya oleh Pemerintah Kota Palu pada Senin (1/7/2025) kemarin. Perluasan layanan ini merupakan komitmen Pemkot Palu dalam memberikan kenyamaan dan keamanan bagi masyarakat.

Ada empat koridor utama yang dilayani Trans Palu dengan masing-masing koridor memiliki dua hingga tiga rute berbeda untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat di berbagai penjuru kota.

Koridor 1 melayani tiga rute strategis:
1. Terminal Mamboro – Pelabuhan Pantoloan,
2. Terminal Mamboro – Pusat Kota,
3. Terminal Mamboro – Balai Kota.

Koridor 2 juga mencakup tiga rute penting:
1. Pasar Manonda – Bandara Mutiara Sis Al-Jufri,
2. Pasar Manonda – Balai Kota,
3. Balai Kota – Hunian Tetap (Huntap) Petobo.

Koridor 3 beroperasi dengan dua rute yang menjangkau pusat kota hingga wilayah pendidikan dan permukiman padat:
1. Pusat Kota – Jalan Karanjalemba melalui Jalan Moh. Yamin,
2. Pusat Kota – Jalan Karanjalemba melalui Jalan Monginsidi.

Koridor 4 menghubungkan Kelurahan Tipo dan tengah kota melalui dua rute:
1. Terminal Tipo – Pasar Manonda,
2. Terminal Tipo – Pusat Kota.

Perluasan layanan ini diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas warga terhadap transportasi umum. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto mengatakan, perluasan ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi demi menekan kemacetan dan polusi udara di wilayah kota.

Operasional Bus Trans Palu dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WITA, dengan frekuensi keberangkatan yang diatur untuk memastikan waktu tunggu yang efisien di setiap rute.

Pemerintah Kota Palu mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebagai solusi transportasi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Sebelumnya, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat memimpin rapat membahas operasional Bus Transpalu didampingi Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dan Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo menginstruksikan agar koridor bus segera dilakukan perubahan.

“Pokoknya saya minta semua koridor diisi semua,” kata Wali Kota.

Instruksi tersebut sebagai persiapan menggratiskan biaya tiket Bus Trans Palu bagi seluruh pelajar, mulai dari anak PAUD hingga mahasiswa. Kebijakan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru tahun 2025-2026.

“Jadi semua anak anak anak wajib punya kartu pelajar atau kartu mahasiswa,” kata Hadianto.

Rapat yang berlangsung di ruang kerja wali kota, menghadirkan organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait, sebagaimana dikutip dari akun Facebook @Hadianto Rasyid. Hadianto menjelaskan, kartu pelajar atau kartu mahasiswa itu harus diperlihatkan oleh pelajar saat hendak naik ke Bus Trans Palu.

Sehingga, setelah rapat, Wali Kota Hadianto meminta kepada Sekda Irmayanti untuk mengkordinasikannya ke Dinas Pendidikan Kota Palu.

“Dinas pendidikan harus diberi tahu agar seluruh siswa mulai tingkat SD hingga SMP dibuatkan kartu pelajar,” imbuhnya.

Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

Rayakan HUT ke-22 KAI Services, Kuliner Kereta Hadirkan Promo Special Rp22.000

Rayakan HUT ke 22 KAI Services, Kuliner Kereta by KAI Services hadirkan Promo Happy Culinary di atas kereta. Kuliner Kereta menyajikan special menu untuk para penumpang kereta api dengan harga special yakni Rp22.000 mulai tanggal 2 Juli 2025 hingga 4 Juli 2025.

Promo Happy Culinary di Kuliner Kereta menghadirkan menu-menu yang menjadi favorit para penumpang diantaranya Bakso Enak yang tersedia di seluruh kereta makan wilayah Jawa. Ada juga menu Popblak yang tersedia di seluruh Kereta Makan wilayah Palembang. Ada juga Pop Snack Combo yang tersedia di seluruh kereta makan wilayah Medan.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT KAI Services tanggal 2 Juli 2025, kami menghadirkan rangkaian acara salah satunya adalah promo Happy Culinary, persembahan Kuliner Kereta. Penumpang dapat menikmati menu-menu favorit  dengan harga special, salah satunya Bakso Enak dengan harga special Rp22.000.

“KAI Services menghadirkan promo menarik dengan tawaran menu-menu yang enak untuk para penumpang kereta api. Penumpang dapat menikmati promo ini diseluruh kereta makan di wilayah Pulau Jawa. Kami juga memudahkan para penumpang dengan menyediakan pembayaran melalui transaksi non cash.” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (3/7).

KAI Services menggelar serangkaian acara dalam perayaan HUT KAI Services pada 2 Juli 2025. Selain menggelar doa bersama, pemberian santunan anak yatim, dan Reska Berbagi, KAI Services juga menghadirkan beragam promo menarik untuk para penumpang kereta api.

Sambut Liburan Sekolah, KAI Services Hadirkan Kids Fun Menu Persembahan Kuliner Kereta

 

Lexus Bangun Pabrik Mobil Listrik di Shanghai, Targetkan Produksi di Tahun 2027

Kendaraan listrik yang kini berkembang pesat bukan hanya digunakan sebagai transportasi umum tetapi juga untuk kendaraan pribadi. Di era modern ini, pabrikan kendaraan listrik pun ikut berkembang dan mulai melebarkan sayapnya di berbagai negara.

Lexus, merek mewah yang dikembangkan Toyota dikabarkan sudah memulai pembangunan fasilitas produksi kendaraan energi baru mereka di Cina. Pembangunan ini tepatnya di Distrik Jinshan, Shanghai, Cina.

Merek mewah Toyota ini menjadi perusahaan otomotif kedua yang sepenuhnya dimiliki asing di Shanghai setelah pabrik milik Tesla. Dikutip dari Carnewschina.com, proyek energi baru Lexus, yang berlokasi di Kawasan Teknologi Tinggi Teluk Shanghai di Distrik Jinshan, dijadwalkan selesai pada Agustus 2026.

Sedangkan untuk produksi Lexus diarapkan bisa mulai pada 2027 dengan kapasitas produksi tahunan sebanyak 100 ribu mobil. Dengan investasi ini, Pabrkan asal Jepang tersebut bertujuan untuk mempercepat transformasi listrik dan kendaraan cerdasnya yang lebih cocok untuk pasar domestik dan internasional Cina.

Lexus (Shanghai) New Energy Co., Ltd sendirim diketahui memiliki modal terdaftar sebesar 107,1 miliar yen Jepang atau sekitar USD740 juta atau Rp11,9 triliun. Modal ini mencakup total area sekitar 1,13 juta meter persegi.

Luas Kawasan ini bahkan lebih besar dari punya Tesla di Shanghai yang hanya 860 ribu meter persegi. Untuk diketagui, jadwal proyek Lexus sendiri memiliki keimiripan dengan perkembangan pesatt tesla di Shanggai.

Tesla mulai membangun Gigafactory Shanghai pada Januari 2019, dan mengirimkan kendaraan Model 3 buatan China pertamanya kurang dari setahun kemudian yakni pada Desember 2019. Melalui pembangunan pabrik ini, Toyota ingin mempercepat pengembangan mobil listrik dan teknologi pintar.

Tujuannya adalah untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Tiongkok dan juga pasar global. Pabrik Lexus ini juga menjadi simbol perubahan kebijakan di Cina.

Sebelumnya, perusahaan asing wajib bermitra dengan perusahaan lokal untuk bisa memproduksi mobil di negara tersebut. Sekarang, perusahaan asing seperti Tesla dan Lexus bisa memiliki pabrik sepenuhnya tanpa mitra lokal.

Meskipun target produksi ditetapkan pada 2027, banyak yang memperkirakan bahwa prosesnya bisa lebih cepat. Cina dikenal mampu mempercepat proyek-proyek besar.

Raih Momentum Kenaikan Harga BBM, Wuling Motors Garap Pasar Mobil Listrik

Boeing 737 Japan Airlines Turun Ketinggian Hingga 26.000 Kaki, Penumpang dengan Masker Oksigen Tulis Catatan Perpisahan

Petaka di angkasa nyaris dialami penumpang Boeing 737 Japan Airlines rute Shanghai (Cina) ke Tokyo (Jepang), yang mana ketinggian pesawat anjlok 26.000 kaki, dari ketinggian awal 36.000 kaki (10.972 meter) ke 10.500 kaki (3.200 meter). Dalam kondisi tersebut, masker oksigen harus dikenakan oleh semua penumpang. Dalam momen mencekam, penumpang pesawat telah menulis catatan perpisahan dan surat wasiat.

Insiden tersebut terjadi pada hari Senin, tanggal 30 Juni 2025 dalam penerbangan 8696. Buntut dari kejadian itu, pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Osaka, Jepang. “Saya mendengar ledakan teredam, dan masker oksigen jatuh dalam beberapa detik,” kenang seorang penumpang, menurut Associated Press

Penerbangan tersebut beroperasi berdasarkan perjanjian codeshare antara Japan Airlines dan anak perusahaannya yang berbiaya rendah (LCC), Spring Japan, dengan nomor penerbangan JL8696/IJ004 berangkat dari Bandara Pudong Shanghai menuju Bandara Narita Tokyo di Jepang, menurut Kyodo News.

Ada 191 penumpang dan awak di dalam pesawat ketika tiba-tiba mengalami masalah mekanis di udara. Pesawat itu dengan cepat turun dari sekitar 36.000 kaki ke hanya di bawah 10.500 kaki dalam waktu 10 menit, sekitar pukul 6:53 malam waktu setempat. Beberapa penumpang disebut telah kehilangan kesadaran akibat perubahan ketinggian tersebut.

Seorang penumpang yang ketakutan mengingat bahwa dirinya “hampir menangis” saat mereka menulis surat wasiat dan menuliskan rincian PIN asuransi dan kartu bank mereka. Momen mengerikan saat penumpang diminta mengenakan masker oksigen terekam dalam video. Penumpang yang panik terlihat dalam rekaman itu memegang erat-erat masker mereka saat pramugari membuat pengumuman.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang melaporkan sebuah peringatan yang menunjukkan adanya kelainan pada sistem tekanan udara pesawat dipicu di tengah penurunan,Pesawat itu kemudian dialihkan ke Bandara Internasional Kansai di Osaka, Jepang, saat pilot mengumumkan keadaan darurat kepada kontrol lalu lintas udara.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan saat pesawat mendarat di Osaka sekitar pukul 20.50 waktu setempat. Mereka yang berada di dalam pesawat ditawari kompensasi transportasi sebesar 15.000 yen ($93) dan diberikan akomodasi satu malam. Investigasi telah diluncurkan untuk menentukan apa yang menyebabkan insiden tersebut.

Boeing 737-800 MH2664 Malaysia Airlines Nyaris Celaka, Ketinggian Turun 2.100 Meter dalam Hitungan Detik!

Stasiun-stasiun Kereta di Indonesia Mengapa Jaraknya Suka Berdekatan? Ternyata Ini Alasannya

Pernahkah kalian sadar bahwa saat naik kereta api pernah melewati beberapa stasiun yang diantaranya dengan jarak yang cukup berdekatan? Beberapa stasiun di jalur Pulau Jawa misalnya Stasiun Cirebon dengan Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Yogyakarta dengan Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solo Balapan dengan Stasiun Solo Jebres dan Stasiun Semarang Tawang dengan Stasiun Semarang Poncol.

Nah, beberapa stasiun yang disebutkan tadi ternyata memang sudah ada sejak jaman kolonial Belanda, lho. Tak hanya itu ada alasan juga mengapa stasiun besar tersebut jaraknya pun berdekatan.

Ada sekitar 13 perusahaan perkeretaapian yang mengelola jaringan kereta api di Hindia Belanda, terutama di Jawa, Sumatera, dan Madura. Setiap perusahaan tersebut membangun jaringan rel dan sarana pendukungnya sendiri, termasuk stasiun-stasiunnya.

Alasan mengapa stasiun-stasiun kereta sangat berdekatan adalah karena masing-masing stasiun tersebut dibangun dan dimiliki oleh perusahaan yang berbeda. Kita ambil contoh Stasiun Semarang Poncol dimiliki oleh perusahaan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sementara Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh perusahaan Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).

Stasiun Semarang Tawang masa kini, bangunannya tak berubah dari masa lalu

Hal yang sama juga berlaku untuk Stasiun Lempuyangan (Yogyakarta) yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api milik negara Staatsspoorwegen (SS), sedangkan Stasiun Tugu dimiliki oleh swasta yakni Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Sebagai perusahaan yang melakukan monopoli kereta api, stasiun yang saling berdekatan itu kemudian tetap difungsikan untuk melayani naik turun penumpang yang dibedakan dengan rute maupun kelas kereta yang berbeda. Seperti Stasiun Cirebon atau Kejaksan yang banyak diperuntukkan kereta eksekutif dan bisnis, sedangkan Stasiun Prujakan lebih banyak dipakai untuk pemberhentian kereta kelas ekonomi.

Setelah Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942, semua aset kereta api di Indonesia dikelola oleh Rikuyu Sokyoku (Dinas Kereta Api). Baru setelah Indonesia merdeka pada tahun 1946, Rikuyu Sokyoku berubah menjadi Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), yang kemudian menjadi cikal bakal PT KAI.

Pada awalnya, jalur kereta api dibangun oleh perusahaan transportasi Belanda, seperti Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) dan Staatsspoorwegen (SS).

Namun, banyak jalur kereta api warisan Hindia Belanda yang tidak beroperasi lagi setelah kemerdekaan. Di era Orde Baru, sebagian besar jalur tersebut dinonaktifkan. Meskipun begitu, pembangunan jalur kereta api di Indonesia terus dilakukan dengan memfokuskan pada pengembangan jaringan rel yang lebih modern dan efisien.

Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

Pendatang Wajib Tahu! Inilah Stasiun Kereta Api Paling Populer di Seputar Jakarta

Bagi yang baru menjelajahi atau bahkan jarang berkunjung ke Kota Jakarta tentu wajib tahu jika ingin menggunakan transportasi kereta api di dalam kota. Terlebih banyak sekali stasiun-stasiun di seputaran Jakarta yang paling populer dan pastinya banyak penumpang karena aksesnya yang mudah.

Beberapa di antaranya sudah berdiri sejak masa penjajahan kolonialisme. Melintasi waktu, beberapa bangunan stasiunnya saat ini telah menjadi cagar budaya karena nilai historisnya yang tinggi. Stasiun-stasiun tersebut juga menjadi saksi bisu sejarah pasang surutnya dunia perkeretaapian sejak masa kolonialisme hingga hari ini. Yuk, kita simak stasiun apa saja yang paling populer tersebut:

Bangunan lama Stasiun Jatinegara masih dipertahankan hingga kini.

• Stasiun Jatinegara
Berawal dari Stasiun Jatinegara. Stasiun Jatinegara ini akan dilintasi oleh kereta-kereta yang akan keluar kota Jakarta. Semua kereta api jarak jauh tujuan ke arah timur seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur akan melintasi stasiun ini, begitu pula jika kereta api tersebut kembali menuju Jakarta, tentu akan kembali melintasi stasiun ini. Stasiun ini juga merupakan tempat transit para penumpang yang hendak menuju ke arah Bekasi/Cikarang, Pasar Senen, maupun Manggarai.

Dari segi sejarah Stasiun Jatinegara ini didirikan pada tahun 1910 oleh pemerintah Hindia-Belanda dan diberi nama Stasiun Kereta Api Meester Cornelis, nama seorang guru dan misionaris terkenal asal Belanda yang mengembangkan kawasan Jatinegara kala itu. Untuk bangunan legendaris tersebut hingga saat ini masih dapat dinikmati saat keluar dari area stasiun.

• Stasiun Tanah Abang
Stasiun kereta api Tanah Abang. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun transit KRL commuter line yang sangat sibuk terlebih saat-saat menjelang jam masuk kerja dan sesudah jam kerja. Jarak terjauh KRL commuter line dari Tanah Abang melayani relasi Tanah Abang hingga Rangkas Bitung. Stasiun Tanah Abang didirikan pada tahun 1889. Namun sayang, sepertinya bangunan aslinya sudah tidak tampak lagi dan sudah digantikan oleh bangunan modern bertingkat dua lengkap dengan eskalator dan jembatan penyeberangannya.

Asal-usul kata Tanah Abang sendiri menurut salah satu versi berasal dari kata De Nabang , pohon sejenis Palem yang banyak hidup di kawasan tersebut pada saat itu, lalu masyarakat Batavia mulai menyebutkan kata Tenabang. Kini Stasiun Tanah Abang bertambah megah pada bangunan yang semakin modern dan memudahkan para penumpang sebagai pengguna setia Commuter Line.

• Stasiun Manggarai
Stasiun kereta api Manggarai ini memiliki beberapa hal yang bisa diceritakan. Pada awalnya wilayah Manggarai merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai Flores dan wilayah ini sudah dikenal oleh warga Batavia sejak abad ke-17. Dalam perkembangan selanjutnya wilayah ini berkembang menjadi sebuah perkampungan.

Untuk sejarah stasiun Manggarai sendiri, berdasarkan informasi dari PT. KAI yang dipasang di bagian depan stasiun Manggarai dituliskan bahwa sejak tahun 1913 perusahaan kereta api negara saat itu Staatsspoorwagen (SS) menguasai seluruh jaringan Kereta Api di Batavia dan Meester Cornelis, Staatsspoorwagen (SS) lalu menata ulang jalur kereta api di dua wilayah tersebut. Salah satunya adalah pembongkaran stasiun Boekitdoeri eks-NISM dan membangun stasiun baru, Stasiun Manggarai.

Saat ini stasiun kereta api Manggarai sudah mengalami renovasi besar, informasi selanjutnya Stasiun Manggarai nantinya akan menjadi stasiun sentral dan menggantikan stasiun Gambir terutama untuk kedatangan sekaligus pemberhentian terakhir dan keberangkatan awal kereta api jarak jauh.

• Stasiun Jakarta Kota
Salah satu stasiun kereta api yang dibangun pada era Batavia adalah stasiun yang saat ini dikenal dengan nama stasiun Jakarta Kota atau masih sering disebut dengan nama stasiun Beos, yang menurut salah satu versinya diambil dari singkatan nama operator Kereta Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij.

Stasiun ini sudah begitu familiar terutama bagi mereka yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Letaknya yang terletak di lokasi wisata kota tua turut menjadikannya sebagai salah satu ikon kota Jakarta. Pada masanya, stasiun Jakarta Kota adalah salah satu stasiun kereta api yang paling megah di kawasan Asia Tenggara.

Stasiun Jakarta kota ini mempunyai kontruksi yang megah dengan lengkungan-lengkungan besi yang kokoh sebagai penyangga atapnya. Bangunannya terlihat sangat kokoh dan bergaya art deco seperti banyak bangunan bersejarah yang dapat kita temui di sekitaran kota tua Jakarta. Bangunan stasiun Kota ini menggantikan stasiun lama Batavia Selatan yang berlokasi di belakang balaikota.

Saat ini, stasiun Jakarta Kota menjadi salah satu stasiun tersibuk yang melayani perjalanan commuter line untuk relasi Jakarta, Bogor, Depok, Nambo, dan Bekasi. Bangunan stasiun Jakarta Kota telah menjadi cagar budaya.

Nah, itulah beberapa stasiun yang sangat populer di seputar Jakarta. Stasiun yang ramai sebagai aktivitas masyarakat dari berbagai kalangan, stasiun-stasiun tersebut juga menjadi ikonik sejarah di Jakarta yang sangat legendaris dan terjaga akan perawatan bangunannya.

Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, KAI Catatkan Rekor Baru Pengguna

KAI kembali mencatatkan rekor jumlah pengguna harian LRT Jabodebek tertinggi sejak mulai beroperasi. Pada Senin, 1 Juli 2025, jumlah pengguna menembus angka 118.114 orang, melampaui rekor sebelumnya sebesar 114.000 pengguna yang tercatat pada 28 Mei 2025. Jika dibandingkan dengan rata-rata harian pengguna pada hari kerja di bulan Juni, kenaikannya mencapai 19%.

Tingginya angka tersebut bertepatan dengan dimulainya jadwal operasional baru, di mana jumlah perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja ditingkatkan dari 366 menjadi 398 perjalanan per hari. Penambahan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mengurangi waktu tunggu pengguna, khususnya pada jam sibuk.

Selain karena penyesuaian layanan yang dilakukan, peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada hari ini juga tidak lepas dari perubahan pola mobilitas masyarakat. Penyesuaian akses di beberapa ruas jalan utama bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 Bhayangkara mendorong masyarakat untuk memilih transportasi umum sebagai alternatif perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.

“Kami mengapresiasi antusiasme dan kepercayaan masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa transportasi publik seperti LRT Jabodebek semakin menjadi pilihan utama warga dalam beraktivitas,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.

Adapun tiga stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada hari tersebut adalah:
– Dukuh Atas BNI: 20.518 pengguna tap in dan 18.792 pengguna tap out
– Harjamukti: 13.220 pengguna tap in dan 13.359 pengguna tap out
– Kuningan: 11.389 pengguna tap in dan 10.747 pengguna tap out

PT KAI Operasikan Lagi Kereta LRT Jabodebek Bekas Tabrakan, Amankah?

Mengulik Sejarah Stasiun Cikini yang Berawal Hanya Bangunan Kecil Hingga Beredar Kisah Mistis

Stasiun Cikini. Ya, merupakan stasiun yang terbilang dekat dengan pusat Jakarta ini selalu ramai dengan masyarakat yang melakukan aktivitas dari seluruh Jabodetabek. Setiap harinya stasiun ini selalu dipadati penumpang saat pagi, siang, bahkan malam hari. Selain aksesnya yang strategis membuat Stasiun Cikini selalu teringat akan sejarah yang legendaris pada era kolonial Belanda, bahkan stasiun ini juga terkenal dengan hawa mistis yang beredar ceritanya di masyarakat.

Sejarah yang panjang dan menarik sejak didirikan sebagai sebuah stasiun kecil pengganti pada tahun 1926 hingga saat ini. Stasiun Cikini bermula saat stasiun ini dibangun sebagai pengganti stasiun kereta api Dierentuin pada tahun 1926. Staatsspoorwegen (SS) membangun dua halte kereta api kecil yang terletak di Gondangdia dan Menteng masing-masing.

Stasiun kereta api ini diresmikan pada tahun 1926 dengan nama Tji Kini. Fyi, sebelum menjadi stasiun, tempat ini dulunya adalah sebuah halte yang dilewati oleh KRL. Di tahun 1926 tersebut barulah keberadaan halte dialihkan menjadi sebuah stasiun kelas menengah.

Peron Stasiun Cikini. (Foto: Dok. Istimewa)

Salah satu alasan pembangunan Stasiun Cikini karena banyaknya masyarakat yang hendak berkunjung ke kebun binatang di dekat sana, yang kini menjadi Taman Ismail Marzuki. Menariknya lagi Selain KRL yang melintasi Stasiun Cikini, ada pula jalur trem yang beroperasional di kawasan Cikini. Trem yang ada di kawasan Cikini dulu beroperasional melewati Jalan Cikini Raya (sekarang menjadi Lapangan Banteng). Setelah itu terhubung ke arah Juanda dan Harmoni.

Berdampingan dengan Stasiun Cikini, dulu juga ada Halte Kebun Binatang. Letaknya cukup dekat dari Stasiun Cikini dan juga difungsikan sebagai tempat pemberhentian KRL. Akan tetapi, karena posisi Halte Kebun Binatang yang dekat dengan Stasiun Cikini, opsi ini dirasa kurang efisien ditumpangi pengguna KRL. Alhasil, Halte Kebun Binatang pun tidak beroperasi.

Sama halnya dengan Halte Kebun Binatang, di dekat Stasiun Cikini dulunya juga ada Halte Pegangsaan. Halte kereta api Pegangsaan kemudian dirobohkan pada akhir tahun 1980-an saat jalur kereta api layang dibangun antara Manggarai dan Jakarta Kota.

Selain dari sisi sejarah soal Stasiun Cikini, ternyata ada sisi lain yang membuat bulu kuduk merinding. Ya, sisi mistis yang beredar di masyarakat dari stasiun ini sempat geger. Bahkan sempat viral di media sosial. Beragam kisah misteri tersebut seperti penampakan-penampakan makhluk tak kasat mata hingga kereta hantu. Penampakan wanita gaib yang tewas akibat kecelakaan paling ramai dibicarakan.

Kisah mistis era tahun 2008 silam ini diakui banyak orang yang pernah naik kereta larut malam sedangkan jam operasi kereta sudah berakhir. Seperti filmnya, kereta hantu Cikini menuju Stasiun Bogor kurang lebih bercerita hal yang sama. Kereta dengan isi penumpang gaib yang diam membisu dengan wajah yang pucat pasi, bibir lebam, serta berbagai penampakan yang menyeramkan.

Percaya tidak percaya soal kejadian mistis pada Stasiun Cikini tersebut. Namun yang jelas hingga saat ini Stasiun Cikini masih menjadi stasiun andalan menuju lokasi beraktivitas masyarakat baik perkantoran maupun sekadar berjalan-jalan.

Apalagi dengan banyaknya angkutan Kereta Rel Listrik (KRL) membuat Stasiun Cikini telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan yang mencerminkan sejarah panjangnya. Dengan layanan kereta penumpang dan transportasi pendukung yang tersedia, stasiun ini terus menjadi tempat penting bagi para penumpang dan pengguna transportasi umum di Jakarta.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Ini Tarif EHang 216-s Sekali Terbang!

Sudah uji coba terbang mengangkut manusia, EHang 216-s  merupakan taksi udara secara otonom yang dipergunakan untuk penerbangan arak pendek. Taksi terbang ini pun kemudian digadang-gadang menjadi solusi kemacetan lalu lintas.

Namun saat ini EHang 216-s masih diuji cobakan danbelum untuk operasional penumpang secara komersial. EHang 216-s ini akan dioperasikan melalui pusat komando dan kendali AAV (Autonomous Aerial Vehicle) yang berada di darat menggunakan jaringan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi untuk berkomunikasi dengan lancar dengan pusat komando dan kendali.

Penasaran tarif taksi terbang ini bila sudah mulai beroperasi secara komersial? Rudy Salim, Executive Chairman dari Prestige Aviation mengatakan, biaya sewanya akan lebih murah ketimbang dengan helilkopter.

Dia menyebutkan, satu kali terbang, EHang 216-s tarifnya sekitar Rp500 ribu. Bahkan bila dibandingkan dengan durasi terbang yang sama, biaya sewa helikopter mencapai puluhan juta rupiah.

“Sekali penerbangan kurang lebih 30 km jarak maksimum. Itu maksimum penerbangan kurang lebih 25-30 menit. Sekali nge-charge, dia kan pakai baterai. Kurang lebih 500 ribu. Jadi kalau pakai helikopter 30 menit mungkin 50 juta. Misalnya ya, kemana gitu Rp50 juta 30 menit. Kalau pakai EHang ini cuman 500 ribu. Jadi murah sekali dan ini memang menjadi urban mobility transportation,” tambah dia.

Untuk diketahui, EHang 216-S mampu terbang sejauh maksimal 30 km dalam atu kali pengisian daya dengan durasi penerbangan sekitar 25-30 menit. Sehingga konsep yang disiapkan taksi terbang ini hanya rute pendek dalam kota bukan antarkota.

Waktu terbang mencapai 18-25 menit, serta kecepatan maksimal mencapai 130 km/jam. EHang 216-S ditenagai baterai, dilengkapi dengan 16 baling-baling dan motor.

“Artinya memang bukan buat antar kota. Bukan buat Jakarta Bandung, bukan Jakarta Bogor. Buat dari Pantai Indah Kapuk ke Plaza Senayan, Senayan ke Pondok Indah. Pondok Indah ke mana? Jakarta Barat, dari Jakarta Barat ke Jakarta Timur,” ucap Rudy.

“Buat di dalam kota, bukan antar kota. Memang transportasi dalam kota,” tambah dia.

EHang 216-s mengandalkan tenaga listrik dan tidak membutuhkan pilot karena sistemnya otonom. Rudy menambahkan ekosistem pendukung seperti landing pad, charging station, atau bahkan battery swapping area juga sedang dirancang agar operasional lebih efisien.

“Nanti ke depannya mungkin kita akan taruh beberapa landing area, landing pad, lalu nge-charge landing page atau switch baterai, dan sebagainya, masih kita pikirkan untuk ekosistem ke depannya,” kata Rudy.

Taksi Terbang EHang 216-s Uji Terbang di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2

Wacana Reaktivasi 5 Tahun Lalu, Jalur KA Madiun-Ponorogo Ternyata Masih Ada Kendala Berbagai Hal. Apa Saja?

Pada tanggal 22 Januari 2024, sempat dibahas mengenai reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo kembali dibahas dalam rapat DPRD Ponorogo. Menurut pembahasan dari berbagai sumber, dalam rapat tersebut, disusunlah Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun-Ponorogo Tahun 2023-2043.

Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Meskipun rencana reaktivasi rel kereta api telah diakomodasi dalam RTRW, tapi hingga saat ini belum ada kepastian mengenai realisasi rencana tersebut.

Proses ini mungkin melibatkan sejumlah pertimbangan teknis, finansial, dan regulasi yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum langkah selanjutnya dapat diambil. Dengan persoalan yang kompleks tersebut, dikutip dari laman Ponorogo News, berikut ini adalah fakta lain yang berkaitan dengan jalur kereta api Ponorogo.

Tampak bekas rel lintas Madiun–Ponorogo saat pengerjaan proyek perbaikan jalan di Perempatan Tugu, Kota Madiun. (Foto: Dok. Istimewa)

1. Jalur Reaktivasi
Beberapa stasiun yang masih terawat meskipun tidak beroperasi adalah Stasiun Ponorogo, Stasiun Balong, Stasiun Jetis, dan Stasiun Badegan. Perubahan jalur kereta api bisa dipengaruhi oleh kondisi alam dan berbagai faktor lainnya. Namun, jika reaktivasi jalur rel dilakukan, stasiun-stasiun tersebut kemungkinan akan menjadi bagian dari jalur kereta api Madiun-Ponorogo. Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi konektivitas antarwilayah dan mobilitas masyarakat di Ponorogo serta sekitarnya.

2. Proses Reaktivasi Terhenti Sementara
Kondisi sulit dan padatnya pemukiman warga di sepanjang jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo, khususnya di wilayah jalan Ploso, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, telah menghentikan sementara rencana reaktivasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Para pihak terkait, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah, menghadapi kesulitan dalam menemukan solusi atas situasi ini. Hal ini telah menyebabkan sebagian jalur rel tertimbun oleh pemukiman serta aspal, membuat jalur rel menjadi tidak terlihat di beberapa titik, khususnya di sekitar Halte Kota.

3. Wacana yang Cukup Lama
Sejak tahun 2020, pembahasan mengenai reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo telah disampaikan oleh PT KAI kepada publik. Rencana tersebut tentu disambut antusias oleh masyarakat lokal, terutama di Ponorogo. Masyarakat berharap bahwa reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo bukan hanya sekadar wacana belaka, tetapi dapat segera terealisasi.

4. Melibatkan Stasiun Lama
Jalur reaktivasi rel kereta api Madiun-Ponorogo yang dipertimbangkan kembali melibatkan beberapa stasiun kereta api di Ponorogo, termasuk Stasiun Ponorogo, Stasiun Balong, Stasiun Jetis, dan Stasiun Badegan. Meskipun saat ini stasiun-stasiun tersebut tidak beroperasi, tapi masih terawat dengan baik. Keterlibatan stasiun-stasiun lama ini menjadi penting karena beberapa faktor alam telah mempengaruhi perubahan jalur kereta api di wilayah Ponorogo.

Beberapa faktor alam yang mempengaruhi perubahan jalur kereta api meliputi topografi atau kondisi geografis, perubahan lahan dan lingkungan sekitar, serta perkembangan infrastruktur dan perkotaan. Stasiun-stasiun lama ini mungkin akan direnovasi atau disesuaikan kembali dengan standar operasional yang diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional kereta api.

5. Berbagai Kendala Saat Upaya Reaktivasi
Upaya reaktivasi rel kereta api Madiun-Ponorogo memang menjadi agenda penting bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang telah diakomodasi melalui pengesahan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Ponorogo tahun 2023-2043 oleh DPRD Ponorogo. Namun, proses reaktivasi ini tidaklah mudah dan memerlukan pertimbangan matang, terutama mengingat potensi dampak sosial yang mungkin timbul.

Dengan berbagai kondisi tersebut, rencana reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo harus ditangguhkan sementara waktu. Pihak KAI dan Pemerintah setempat kini sedang berupaya mencari solusi yang memungkinkan untuk mengatasi masalah ini dan melanjutkan rencana reaktivasi dengan lancar. Semoga saja terwujud.

Napak Tilas Jalur Madiun-Ponorogo. Dulu Primadona, Sekarang Menebar Dilema