Hyperloop One Ganti Nama Setelah Virgin Group Tanam Saham

Guna melebarkan sayap bisnisnya, miliuner nyentrik pemilik Virgin Group, Richard Branson diketahui baru saja menanamkan sebagian sahamnya di perusahaan transportasi masa depan, Hyperloop One. Tidak hanya investasi yang tidak disebutkan jumlahnya, Virgin juga melakukan rebranding yang diumumkan sendiri oleh sang CEO Virgin Group. Ternyata, dibalik investasi pihak Virgin terhadap Hyperloop One, ada satu alasan kuat yang akhirnya berbuah rebranding tersebut.

Baca Juga: Hyperloop One Pamerkan Sembilan Rute Andalannya

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman berbagai sumber, Sir Richard Branson mengungkapkan bahwa tujuan dari Hyperloop One sejalan dengan target Virgin Group sendiri, yaitu penggunaan teknologi hijau yang berkelanjutan. Tentu ini sejalan dengan investasi Virgin lainnya, sebut saja Virgin Airways dan Virgin Galactic. Pihak Virgin sendiri mengaku sangat tertarik pada desain all-electric yang diaplikasikan oleh Hyperloop One.

Melalui cuitannya di media sosial Twitter, Kamis (12/10/2017), pria nyentrik berambut gondrong ini mempublikasikan fotonya tengah berada di depan pipa Hyperloop One, seraya memperkenalkan Virgin Hyperloop One ke muka dunia. “Sebagai pemilik kereta, ini merupakan moda yang hendak saya operasikan,” tutur Richard. “Saat ini, kereta api yang kami operasikan dibatasi kecepatannya, hanya 125 mil per jam. Jika ada konsumen yang ingin pergi dari London ke Edinburgh dalam waktu tempuh sekitar 45 menit, hal tersebut nantinya akan terwujud dengan hadirnya Virgin Hyperloop One,” imbuhnya.

Diketahui, bulan lalu Hyperloop One mengumumkan bahwa pihaknya mendapatkan kucuran dana tambahan sekitar USD$ 85 juta untuk pembiayaan, sehingga total pengangkutannya menjadi US$245 juta dan kemungkinan valuasi lebih dari US$700 juta. Sumber lain menyebutkan bahwa Sir Richard Branson menolak untuk mengeluarkan investasinya sendiri dari tangkapan tersebut.

Sumber: theverge

Meskipun demikian, nominal tersebut tidak bisa dibilang sedikit untuk sebuah startup transportasi tanpa produk komersial, tidak ada aliran pendapatan, belum ada persetujuan pemerintah, dan tidak ada bukti bahwa sistem transit modanya akan aman bagi penumpang manusia. Namun perusahaan pesaing Hyperloop milik Elon Musk tersebut berhasil meyakinkan berbagai perusahaan untuk turut berinvestasi pada moda transportasi masa depan dengan kecepatan supersonik tersebut.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Seperti yang diketahui bersama, beberapa waktu yang lalu, perusahaan milik Shervin Pishevar ini baru saja melakukan uji coba skala penuh di Gurun Nevada. Dalam uji coba skala penuh tersebut, moda dapat melaju dengan kecepatan 70mph atau setara dengan 112 km per jam. Tentu angka tersebut masih jauh dari target kecepatan Hyperloop yang mencapai 1000 km per jam. Dalam kesempatan tersebut, tim juga menguji keseluruhan dari kesiapan moda di semua komponen sistem untuk pertama kalinya, seperti motor, suspensi kendaraan, teknologi levitasi magnetik, dan pemompaan vakum.

Akuarium Virtual Pemindai Wajah Sapa Calon Penumpang di Bandara Dubai

Kembali lagi dengan inovasi barunya, Bandara Internasional Dubai (DBX) akan membuat akuariaum virtual dengan teknologi pengenalan wajah pada 2018 mendatang. Nantinya pengunjung akan berjalan melalui akurium virtual dengan isinya pun ikan-ikan virtual  dimana ada 80 kamera built in siap untuk memindai wajah setip penumpang yang masuk dan melakukan verifikasi data.

Baca juga: Mudahkan Identifikasi Penumpang, Bandara Dubai Rencanakan Bangun Smart Tunnel

“Ikan ini nantinya sebagai hiburan dan sesuatu yang baru bagi pelancong, tetapi pada akhirnya itu pasti akan menarik penglihatan mereka ke berbagai sudut terowongan agar 80 kamera yang tersebar di akuarium tersebut bisa menangkap wajah mereja,” kata Kepala Urusan Luar Negeri Mayor Jenderal Obaid Al Hameeri yang dikutip KabarPenumpang.com dari airport-technology.com (13/10/2017).

Fitur baru ini nantinya akan diluncurkan pertama kali pada terminal 3 bandara Dubai pada akhir tahun 2018 dan pada terminal lainnya tahun 2020. Sebenarnya, akuarium virtual ini bisa diganti dengan adegan lainnya bukan hanya ikan melainkan pemandangan dan sebagainnya.

Sebelum masuk akuarium virtual, para pelancong harus melakukan pra pendaftaram dengan mengunjungi salah satu kios pemindai wajah 3D bandara. Kemudian saat pelancong melewati akuarium tersebut biometrik mereka akan dibandingkan dengan profil digital mereka.

Jika nantinya cocok, mereka akan mendapatkan pesan “have a nice trip“, tetapi bila ada masalah pelancong akan dihentikan sehingga petugas keamanan bisa melakukan pemeriksaan lebih banyak. Pemindaian biometrik ini diatur untuk merevolusi pengalaman bandara di seluruh dunia.

Maskapai berbiaya rendah Amerika Serikat JetBlue juga menerapkan sebuah percobaan teknologi membaca wajah untuk mempercepat proses boarding gate di bandara Internasional Boston Logan. Dimana penumpang memindai dokumen perjalanan mereka di kios selfie. Tapi JetBlue tidak sendirian dalam memusatkan perhatian pada biometrik untuk mengurai dan akhirnya menghilangkan antrian di gate.

Baca juga: Bandara Dubai Hadirkan Teknologi Baru Keimigrasian di Pekan Teknologi Gitex 2017

Februari 2017, bandara Schipol di Amsterdam telah menetapkan target untuk menjadi bandara digital terdepan di dunia tahun 2018 mendatang. Selain itu, mereka juga mengumumkan sebuah uji pengenalan wajah yang bekerja sama dengan KLM dimana nantinya penumpang bisa naik ke pesawat tanpa harus menunjukkan tiket dan paspor.

Untuk mendaftarkan diri dalam proses ini, penumpang akan memindai paspor mereka, tiket dan memfoto wajah mereka di kios pendaftaran khusus. Data ini akan dihapus secara otomatis setelah boarding. Di luar prosedur itu, penumpang tidak perlu menunjukkan dokumentasi lebih lanjut, wajah mereka cukup untuk memberi mereka akses melalui pintu gerbang dan mereka dapat melanjutkan ke pesawat.

Mau Jadi Astronot Selama Beberapa Jam? Yuk Jajal Wisata Unik Ala Novespace Ini!

Bagi Anda yang penasaran dengan sensasi zero gravity yang selalu dipertontonkan melalui layar kaca oleh para astronot, kini Anda sudah bisa mencoba sensasi tersebut. Uniknya, Anda tidak akan menggunakan pesawat ulang alik untuk mencoba sensasi melayang-layang bak seorang astronot, melainkan sebuah pesawat Airbus A310 yang akan memfasilitasi perjalanan Anda, bagaimana caranya?

Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com, pesawat Airbus A310 yang digunakan sebelumnya merupakan armada dari angkatan udara Jerman kelas VIP yang diberi nama Konrad Adenauer. Ini merupakan satu dari segelintir pesawat terbang di dunia yang digunakan oleh para ilmuwan dan astronot untuk melakukan latihan membiasakan diri dengan nol gravitasi tanpa harus pergi ke ruang angkasa.

Sumber: flightglobal.com

Adalah Novespace, anak perusahaan badan antariksa Perancis, CNES, yang mewujudkan impian orang banyak tersebut. Diketahui dari sumber lain, pesawat Airbus A310 ‘Novespace’ Zero G ini sudah mulai melayani penumpang yang tertarik dengan wisata unik ini sejak 29 April 2015, dari dua titik penerbangan yang berbeda, yaitu Bordeaux dan Paris.

Sebelum terbang tentu saja penumpang akan dibekali dengan petunjuk teknis yang perlu dilakukan saat pesawat berada dalam kondisi tanpa bobot. Sensasi tanpa gravitasi atau sensasi parabola akan terjadi dimana pesawat akan berada di belasan titik parabola yaitu dua kali di posisi 1/3 gravitasi bumi, dua kali di posisi 1/6 gravitasi bumi, dan 11 kali di posisi 0 gravitasi bumi.

Sumber: flightglobal.com

Selain diberi pengarahan terlebih dahulu, penumpang juga akan diberi seragam khusus yang mesti mereka gunakan ketika menaiki layanan ini. Selama kurang lebih dua jam, para penumpang bisa merasakan sensasi parabola, termasuk waktu tempuh menuju titik parabola. Adapun, penumpang akan dibawa mengitari sekitar 15 titik parabola gravitasi bumi.

Berbeda dengan layanan penerbangan biasa, pesawat Airbus yang biasanya di desain untuk ratusan orang ini dikonfigurasi menjadi sekitar belasan penumpang saja, mengingat beban pesawat yang harus diperhitungkan untuk bisa sampai ke titik parabola tertinggi. Tidak heran jika penumpang yang menjajal wahana unik ini merasa kegirangan ketika mendapati diri mereka melayang akibat tingkat gravitasi yang perlahan mulai turun.

Baca Juga: World View Terbangkan Sandwich KFC ke Stratosfer

Tidak hanya mempertimbangkan jumlah penumpang, Tim Zero-G dari Novespace juga telah mempehitungkan durasi mereka selama berada di ruang tanpa gravitasi tersebut. Terlalu lama berada di kondisi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kondiri tubuh penumpang tersebut.

Penasaran? Jika Anda ingin mencoba untuk menjajal wisata anti gravitasi ini, Anda diwajibkan untuk menebus tiketnya dengan harga US$10 ribu atau setara dengan Rp97 juta. Kesempatan untuk menari-nari tanpa gravitasi di atas Samudera Atlantik ini sudah terbuka lebar. Anda siap mencobanya?

KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm”

Pernah dengar kereta Matarmaja? Kereta ini digadang-gadang pernah digunakan untuk pembuatan film 5 cm yang dibintangi oleh Herjunot Ali dan kawan-kawan saat akan menuju Malang dan berpetualang mendaki Gunung Semeru. Merujuk dari wahananya, KA Matarmaja adalah kereta kelas ekonomi AC yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan melayani rute Malang Kotabaru – Pasar Senen.

Baca juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Berdasarkan literatur, film 5 Cm karya sutradara Rizal Mantovani dirilis pada tahun 2012 dan saat itu menjadi film yang laris ditonton muda-mudi. Pada saat ditumpangi Pevita Pearce dan Herjunot Ali, KA Matarmaja masih membawa rangakaian kelas bisnis dan ekonomi, dimana di kedua kelas tersebut belum menggunakan AC. Berbeda dengan KA Matarmaja saat ini, yang sudah memakai rangkaian full ekonomi AC dengan gerbong baru.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, bahwa sejatinya nama Matarmaja diambil dari singkatan kota-kota yang dilalui KA ini, yakni Malang, Blitar, Madiun dan Jakarta. Sebelum menjadi Matarmaja, kereta ini bernama Senja Maja dan hanya sampai ke kota Blitar, tetapi atas permintaan pengguna jasa, di tahun 1983 rute diperpanjang hingga Malang.

Dulu, rangkaian kereta ini berisi gerbong ekonomi dan satu kelas bisnis hingga berakhir seperti saat ini hanya gerbong ekonomi AC. Selama beroperasi awalnya Matarmaja melalui jalur selatan yakni lewat Purwokerto dan Yogyakarta, namun untuk sekarang pengoperasiannya berubah menjadi jalur utara melawati Pekalongan hingga Semarang dan berbelok ke jalur arah Solo.

Format KA Matarmaja menggunakan rangkaian gerbong ekonomi AC terbaru, terdiri dari lokomotif dan delapan rangkaian kereta dengan livery Kesepakatan (K3), sebuah kereta makan, kereta pembangkit dan satu gerbaong bagasi. Berikut ini stasiun-stasiun yang disinggahi oleh kereta Matarmaja Stasiun Malang, Stasiun Malang Kotalama, Stasiun Kepanjen, Stasiun Sumberpucung, Stasiun Kesamben, Stasiun Wlingi, Stasiun Blitar, Stasiun Ngunut, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Kertosono, Stasiun Nganjuk, Stasiun Madiun, Stasiun Paron, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Tegal, Stasiun Babakan, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jatibarang, Stasiun Pegadenbaru, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Pasar Senen.

Dan tahukah Anda kereta Matarmaja ini adalah salah satu kereta di Tanah Air yang memiliki jam perjalanan terlama? Ya, karena waktu tempuh dari Jakarta menuju Malang dihabiskan 16 jam 45 menit. Jadi bagi Anda pelancong yang akan naik kereta ini diharapkan bersabar dan menyiapkan fisik yang cukup.

Kereta Matarmaja

Tak hanya itu, saat menggunakan KA ini, sebagai pelancong akan dihiasi dengan pemandangan yang membuat Anda tidak mudah jenuh karena perjalanan yang cukup lama. Malam hari, Anda bisa merasakan sensasi Venice van Java yang mejadi satu julukan nama tempat di kota Semarang yang menyuguhkan pemandangan indah berupa sungai yang luas lengkap dengan lampu kerlap kerlip mirip dengan kota Venice di Italia.

Ada juga pemandangan Gunung Semeru yang bisa dinikmati saat KA memasuki daerah Kabupaten Malang pada pagi hari. Sebagai pelancong, pastinya Anda biasa menyiapkan bekal dalam perjalanan dan mungkin tak cukup untuk perjalanan panjang menuju Malang selama hampir 17 jam tersebut.

Baca juga: KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel

Tetapi tenang saja, Anda bisa mencicipi kuliner khas di stasiun pemberhentian KA Matarmaja seperti di Semarang Tawang, Solo Jebres dan Madiun. Ini karena, perhentian di stasiun-stasiun tersebut cukup lama jika dibanding stasiun lainnya.

Dalam perjalanannya, KA Matarmaja melintas terowongan Eka Bakti Karya, yakni terowongan kereta di dekat bendungan Karangkates yang dibuat Pemerintah Indonesia pada tahun 1969. Nah jika mau menjajal sensasi Matarmaja, tarifnya ternyata cukup murah, yaitu Rp110 ribu untuk sekali jalan dari Jakarta menuju Malang atau sebaliknya, dan dikabarkan akan naik pada Januari 2018 menjadi Rp125 ribu sekali jalannya.

Sejumlah Masalah Hadang Penerapan WiFi Onboard di Kereta? Ini Dia Jawabannya!

Kehadiran internet dewasa ini seolah sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang, tidak memandang usia, gender, dan latar belakang mereka. Tidak jarang, orang seakan mati gaya ketika mereka menyadari absennya internet di kehidupan mereka, terutama ketika orang-orang ini tengah dalam suatu perjalanan menggunakan moda transportasi umum. Oleh karenanya, salah satu raksasa transportasi multinasional, Virgin, tengah berusaha untuk memenuhi kebutuhan penumpang tersebut.

Baca juga: Sulitnya Menghadirkan Free WiFi di Atas Kereta, Inilah Alasan PT KAI

Walaupun di beberapa jaringan kereta di Inggris sudah menyediakan layanan onboard WiFi, namun survei kepuasan National Rail Passenger tahun 2017 ini menunjukkan, bahwa hanya 30 persen penumpang kereta di Inggris yang puas dengan pelayanan WiFi onboard. Angka tersebut berada di bawah kepuasan penumpang terhadap fasilitas toilet di kereta. Maka tidak heran jika beberapa operator kereta tengah berusaha untuk meningkatkan pelayanan WiFi onboard tersebut.

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (11/10/2017), pihak Virgin Trains membeberkan isi kontrak waralaba yang mereka jalin dengan Departemen Transportasi pada tahun 2014 silam. “Di rute pantai barat, kontrak waralaba kami mencakup ketentuan untuk meningkatkan server WiFi onboard,” ungkap salah satu juru bicara Virgin. Namun, meningkatkan jaringan WiFi onboard tidaklah semudah meningkatkan jaringan WiFi di rumah.

Kereta yang dilengkapi dengan layanan jaringan WiFi biasanya dilengkapi dengan jalur akses nirkabel untuk menyediakan jangkauan di atas gerbong penumpang. Namun, ini bergantung pada jaringan seluler yang ada, yang lebih mudah tersedia di beberapa daerah daripada jaringan seluler lainnya. Operator jaringan seluler membangun infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dimana permintaan mereka menguat, seperti di kota-kota sibuk atau lokasi perumahan.

Merujuk pada statemen yang ditelurkan oleh Thomas Roberts, wakil presiden senior produk EMEA dan pemasaran untuk pemasok WiFi onboard Icomera, penambahan jaringan WiFi khusus yang dibangun untuk mengisi kesenjangan dalam cakupan sepanjang jalur akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Selain meningkatkan kapasitas secara keseluruhan, penambahan jaringan khusus ini juga memungkinkan eksplorasi model bisnis yang berbeda, membuka lebih banyak bandwidth untuk penumpang,” katanya. Diketahui, penyedia layanan jasa kereta api Amerika, Amtrak memulai rencana penyediaan jaringan nirkabel khusus pada jalur Washington DC ke Boston pada tahun 2016 lalu.

Sebagian besar masalah WiFi terbelit dalam jumlah penumpang yang turut dalam suatu perjalanan dan ingin menyambungkan perangkat mereka ke jaringan yang tersedia. Sistem bekerja, tetapi karena lebih banyak pengguna yang mencoba untuk menyambungkan perangkat mereka ke jaringan WiFi yang ada, maka akan lebih banyak data yang perlu ditransmisikan. Dimana itu akan berdampak pada peningkatan biaya bagi operator kereta api yang membayar layanan WiFi onboard tersebut.

Baca Juga: BEAM: Solusi Penat Saat Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Sadar akan masalah tersebut, pihak Virgin tidak lantas patah arang. Ia tetap mencoba untuk memberikan hiburan bagi para penumpangnya dengan menghadirkan BEAM yang memungkinkan para penumpang menonton film dan acara TV via server onboard. “Layanan ini tidak menggunakan WiFi karena kami telah membuat jaringan di kereta yang langsung menyorot perangkat pribadi Anda,” tutur juru bicara Virgin Trains.

Virgin telah membuat langkah-langkah untuk memungkinkan konsumen mengakses hiburan onboard tanpa bergantung pada jaringan seluler. Dipasang di kereta api tahun lalu, layanan BEAM perusahaan memungkinkan pelanggan menonton film dan acara TV via server onboard. “Layanan ini tidak menggunakan WiFi karena kami telah membuat jaringan di kereta api yang balok langsung ke perangkat pribadi Anda,” kata juru bicara Kereta Api Virgin.

Tampaknya meningkatkan layanan WiFi onboard akan memerlukan peningkatan kolaborasi antara operator kereta api dan penyedia jaringan bergerak untuk mengatasi masalah komersial, dan ini tentu saja bukan hanya masalah teknis semata.

Turbulensi, Guncangan Saat Mengudara Yang Tak Perlu Ditakuti

Untuk seorang yang sering terbang menggunakan pesawat sekali pun, turbulensi masih menjadi momok yang menakutkan bagi mereka. Bahkan, dalam sebuah literatur menyebutkan bahwa turbulensi merupakan penyebab paling umum yang mengakibatkan penumpang udara di Amerika cidera. Tercatat, sekitar 58 orang mengalami cidera setiap tahunnya yang diakibatkan oleh turbulensi.

Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Dalam sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa 18 Juni 2017 lalu, sebanyak 26 orang terluka, empat diantaranya mengalami cidera serius setelah maskapai China Eastern yang bertolak dari Paris menuju Kunming Changshui International Airport diterpa guncangan turbulensi yang cukup hebat. Lalu, sampai kapan turbulensi terus menghantui para penumpang udara? Apakah itu harus selalu ditakuti?

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk, Kapten British Airways, Steve Allright mengatakan bahwa ada banyak faktor yang dapat menimbulkan turbulensi, namun semua itu sudah dikuasai oleh para pilot, dan mereka mengetahui masing-masing cara untuk mengatasinya. “Turbulensi memang tidak nyaman, namun tidak berbahaya. Ini adalah bagian dari terbang, dan tidak perlu ditakuti,” ungkap Steve. “Berbagai aspek cuaca menyebabkan berbagai jenis turbulensi, dan yang paling umum dirasakan adalah Clear Air Turbulence (CAT),” imbuhnya.

“Jika Anda ketakutan menghadapi turbulensi, ingatlah bahwa pesawat dirancang sedemikian rupa sehingga tidak dapat di terbalikkan seperti yang Anda lihat di film-film,” ungkap Patrick Smith, seorang pilot kawakan berkewarganegaraan Amerika dan juga seorang penulis Cockpit Confidential, sebuah buku tentang perjalanan udara. “Saya mengakui bahwa turbulensi yang kuat pada akhirnya mengakibatkan kerusakan pada struktur pesawat dan cidera pada para penumpang. Sehubungan dengan kasus terakhir itu, kemungkinan orang-orang yang jatuh atau terpental dari bangkunya karena mereka tidak menggunakan sabuk pengaman,” imbuhnya menanggapi insiden yang dialami maskapai China Eastern tersebut.

Sementara itu, Steve mengatakan bahwa Anda tidak dapat melihat CAT, tidak dapat mendeteksinya di radar, dan tidak dapat memperkirakannya secara akurat, namun ada cara lain untuk menghindarinya. “Kita bisa mendengarkan laporan dari pesawat lain yang kita dengar secara langsung atau melalui Air Traffic Controller (ATC), terdapat beberapa opsi yang dapat kita pilih dari situ. Kita bisa melewati jalur mulus tersebut, namun pertimbangannya adalah ada pesawat lain yang berada di ketinggian yang sama, atau tetap berada di jalur penerbangan kita, namun kita tidak mengetahui apakah jalur tersebut mulus,” terang Steve.

Baca Juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka

Patrick mengatakan bagi Anda yang sedikit trauma dengan turbulensi, Anda bisa memilih duduk di dekat kaca samping sayap pesawat. “Karena di situ merupakan titik paling dekat dengan center of lift dan center of grafity,” terangnya.

Bagi seorang pilot, turbulensi ringan akan terasa seperti jalan bergelombang saja, akan tetapi turbulensi ringan ini akan terasa sangat menakutkan bagi penumpang yang penakut. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan aman. Ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami, seorang pilot.” Tutup Steve.

Delta Airlines Berikan Prosecco Gratis di Penerbangan Jarak Jauh

Apa salahnya sesekali menikmati liburan dengan segelas minuman beralkohol dalam suatu penerbangan? Sepertinya ini bisa Anda rasakan bila menjadi penumpang pada maskapai penerbangan Delta Airlines milik Amerika Serikat.

Apalagi bisa mendapatkannya secara cuma-cuma alias gratis, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk meminum segelas alkohol di penerbangan ini, atau memecahkan celengan Anda untuk membayar kenikmatan tersebut. Kabarpenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (6/10/2017), maskapai Delta Airlines baru-baru ini memperkenalkan layanan tambahan yang menarik dalam penerbangan mereka yakni memberikan Prosecco gratis.

Baca juga: Delta Airlines Tawarkan Akses Chatting Gratis via WiFi di Smartphone

Tetapi sebelum Anda terlalu bersemangat, prosecco ini bukanlah di botol besar seperti yang bisa didapatkan di supermarket, melainkan botol ukuran mini atau lebih kecil dari biasanya yang cukup untuk membuat hari Anda bahagia. Sayangnya, prosecco ini tidaklah hadir di semua penerbangan Delta dan hanya ada di penerbangan internasional terkhusus pada penerbangan jarak jauh.

Avissi Prosecco (Delta Airlines)

Sebenarnya, dalam sebuah penerbangan penumpang sudah lama memiliki pilihan bir gratis, anggur putih dan merah untuk diminum. Namun pengenalan Avissi Prosecco ini dalam penerbangan internasional jarak jauh benar-benar membuat maskapai penerbangan Delta berada di puncak popularitasnya.

“Anggur bersoda sering menjadi pilihan pertama untuk sebuah perayaan dan kami tahu betapa istimewanya orang-orang yang pergi dalam perjalanan sehingga kami ingin mereka merasakan seperti dalam perayaan,” ujar Lisa Bauer, Delta’s Vice President of On-Board Services.

Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

Bauer menambahkan, dengan adanya perayaan kecil-kecilan pada penerbangan bisa membuat penumpang merasakan sedikit kegembiraan dan melupakan sejenak perjalanan jauhnya. Tak hanya itu, ini juga bisa menjadi satu tips menikmati perjalan jarak jauh ketimbang merasakan kejenuhan.

Pihak Delta sendiri sudah mengumpulkan penawaran anggur murah terbaik dari supermarket terbesar dan menemukan rahasia baru dari Sainsbury dimana bisa mendapatkan sebotol Avissi Prosseco dengan harga £1,50 atau sekitar Rp270 ribu perbotolnya. Harga ini bisa didapat jika membeli minimal enam botol.

Prosecco sendiri merupakan jenis anggur putih yang tumbuh di Veneto Italia dan biasanya dibuat menjadi sparkling wine atau anggur bersoda. Prosecco digunakan untuk membuat cocktail.

Dengan Infrastruktur Baru, Bandara Silangit Kini Siap Terima Penumpang Internasional

Bandar udara Silangit di Sumatera Utara pada 28 Oktober mendatang akan resmi menyandang predikat sebagai bandara internasional dengan penerbangan perdana menuju Singapura. Dengan rute baru yang tak lama lagi akan digelar, PT Angkasa Pura II (AP II) selalu otoritas pengelola Bandara Silangit sejak tahun 2016 silam memang telah melakukan pembagunan infrastruktur bandara secara bertahap.

Baca juga: Bandara Silangit Terintegrasi Shuttle Bus Menuju Pulau Samosir

Wujudnya berupa pembangunan terminal baru seluas 2436 m2 dan siap dioperasikan pada bulan ini, fasilitas terminal anyar ini terdiri dari empat check in counter untuk keberangkatan internasional. Selain empat check in counter tersebut, saat ini juga sudah ada lima check ini counter untuk domestik, dua conveyor belt di area klaim bagasi, boarding lounge yang nyaman, area komersial dan lahan parkir yang luas.

“Terkait dengan pengembangan, kami sampaikan bahwa pengembangan bandara Silangit tidak berhenti sampai disini. AP II akan melanjutkan pengembangan hingga kuartal I/2018 dimana pada saat itu, terminal penumpang diperluas menjadi 3054 m2 dan dilengkapi dengan VIP lounge serta dapat menampung sebanyak satu juta pergerakan penumpang setiap tahunnya. Sejalan dengan pengembangan bandara ini, AP II juga secara aktif mengajak maskapai bekerjasama untuk membuka lebih banyak lagi rute domestik dan internasional di bandara ini,” jelas Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers (15/10/2017).

Sejak AP II mengelola Bandara Silangit, pengembangan terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh aspek termasuk dalam peningkatan konektivitas melalui dibukanya rute langsung Jakarta – Silangit dan sebaliknya pada 23 Maret 2016 lalu.

“Pengembangan yang dilakukan di Bandara Silangit merupakan wujud dari komitmen kami mendukung pemerintah dalam memperkenalkan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional,” kata Awaluddin.

Seiring dengan pengembangan yang dilakukan dan dibuka penerbangan langsung Jakarta – Silangit maka jumlah penumpang pun meningkat. Pada Januari – September 2017 tercatat jumlah penumpang mencapai 193.390 penumpang atau meningkat signifikan 216 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir 2017 diperkirakan jumlah penumpang dapat menyentuh angka sebanyak 250.000 penumpang, naik sekitar 60 persen dibandingkan dengan realisasi 2016 yakni 153.135 penumpang, didukung dengan pembukaan rute baru oleh Lion Air dan Citilink di mana rute-rute tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Sumatera Utara Ternyata Punya 10 Bandara

Pada 15 Oktober lalu, Presiden Joko Widodo juga mengunjungi Bandara Silangit untuk melihat kesiapan untuk menjadi bandara internasional. Pada kunjungannya, Presiden Jokowi meminta untuk dilakukan peningkatan di sisi udara khusunya perpanjangan runway dari yang ada saat ini 2.650 meter menjadi 3.000 meter dan meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terkait dengan kesiapan lahan.

“Kunjungan Presiden menunjukkan bahwa Bandara Silangit memiliki peran yang strategis khususnya dalam mendorong pertumbuhan pariwisata Danau Toba agar dapat menjadi destinasi wisata utama bagi para wisatawan mancanegara. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur di seluruh daerah untuk meningkatkan konektivitas transportasi udara,” tutur Awaluddin.

Flash Mobile, Marka Lalu Lintas Untuk Pengemudi Yang Mencoba Berponsel di Jalan Raya

American Automobil Association pada tahun 2015 silam pernah menyebut, bahwa angka 60 persen kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya terkait dengan penggunaan ponsel. Tak hanya di Amerika Serikat, tren tersebut juga meningkat secara global, termasuk juga di Indonesia. Berangkat dari kasus tersebut, sejumlah solusi telah dihadirkan untuk menekan kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang hilang konsentrasi akibat menggunakan ponsel. Salah satu terobosan baru meluncur di Inggris, yakni dengan pemasangan rambu lalu lintas yang ‘berisi’ peringatan khusus bagi pengemudi yang mencoba-coba telepon atau chatting dalam mengendara.

Marka jalan (lalu lintas) ini bernama Flash mobile yang berguna untuk memperingatkan pengemudi jika menggunakan telepon genggamnya saat berkendara. KabarPenumpang.com melansir dari dailymail.co.uk (11/10/2017), flash mobile akan hadir dan diluncurkan akhir bulan Oktober 2017 ini. Para peneliti di bagian sistem keamanan lalu lintas Westcotec mengklain bahwa tanda jalan baru ini ini bisa mengidentifikasi kapan pengendara menggunakan telepon mereka untuk menelepon, mengirim pesan ataupun berselancar di media sosial.

Baca juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi

Tanda ini terdiri dari lingkaran merah yang ditengahnya ada gambar teleppon genggam berwarna putih dan tersilang garis diagonal yang menandakan dilarang menggunakan telepon genggam. Saat ini sejumlah otoritas lokal sudah menggunakan tanda ini untuk memperingatkan pengemudi bahwa mereka mungkin akan melaju kencang.

Menurut perusahaan pembuat sistem pada tanda jalan ini bisa memindai sinyal untuk jaringan 2G, 3G dan 4G. Sensornya sendiri dilekatkan pada papan LED yang menyala untuk memperingatkan pengemudi.

Tanda jalan yang dilengkapi sistem sensor ini juga mampu mendeteksi pengemudi yang menggunakan bluetooth untuk mengoperasikan sistem hands free. Juru bicara Westcotec mengklaim jika seorang penumpang mengaktifkan tanda tersebut tidak ada masalah. Karena semua bagian dari proses pembelajaran dan sistem ini juga belum terhubung pada kamera apapun milik penegak hukum.

“Perangkat ini murni terkait dengan pendidikan, peringatan pengemudi dan bisa mengenali kapan pengemudi menggunakan telepon genggamnya. Ini adalah sistem pertama yang memiliki interaksi langsung dengan pengguna ponsel,” ujar juru bicara tersebut.

Baca juga: Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum menghubungkan sistem larangan menggunakan ponsel ini dengan jaringan ke penegak hukum, namun ada rencana kedepannya untuk mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, sistem ini tanpa keraguan, dimana kekuatan lampu LED yang diaktifkan dapat mengidentifikasi pengemudi dan hanya menyala saat pengendara menggunakan telepon genggamnya.

“Sebagian besar aktivasi akan berhubungan dengan driver, dan kami tidak melihat masalah saat penumpang mengaktifkan tanda tersebut. Sebenarnya, itu semua adalah bagian dari pesan edukasi. Sistem ini diharapkan diterapkan di Norfolk akhir bulan ini, dimana polisi Inggris telah mengekspresikan ketertarikannya pada sistem ini.

Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

Tidak ada moda transportasi yang tidak berhubungan langsung dengan alam. Begitulah kurang lebih pernyataan yang menunjukkan bahwa resiko mengalami kecelakaan bisa menimpa setiap moda transportasi, kapan saja dan dimana saja. Tidak terkecuali kapal pesiar. Walaupun bentuknya sangat besar dan terlihat kokoh, namun tetap saja ancaman dari alam seolah tidak memalingkan pandangannya. Namun, berkat perkembangan jaman, keberadaan kapal pesiar kini sudah lebih “tahan banting”. Kira-kira apa yang menyebabkan kapal ini tetap kokoh mengarungi lautan walaupun diterjang badai?

Baca Juga: Yuk Kenali “Ganasnya” Laut Dengan Level Sea State

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (5/10/2017), kapal pesiar Oasis Of The Seas, raksasa laut milik Royal Caribbean ini merupakan saksi bisu dari ganasnya badai di laut lepas. Kapal penumpang terbesar ketiga di dunia ini mampu menampung hingga 6.296 penumpang, dibangun dengan lambung ekstra lebar yang memberikan stabilitas tambahan terutama dalam kondisi badai ganas sekalipun.

Dengan ukurannya yang sangat besar, bahkan tidak bisa masuk ke Terusan Panama, namun kapal ini mampu menahan gelombang, hingga yang paling tidak bersahabat sekalipun. Ini dibuktikan dengan kejadian yang terjadi pada November 2009 silam, dimana kapal ini tengah dalam perjalanan dari Finlandia menuju Florida.

Dalam perjalanannya, kru menyebutkan bahwa kapal pesiar tersebut bergerak melalui apa yang oleh petugas disebut sebagai “hampir sampai kekuatan angin topan”, dimana gelombang ombak dengan tinggi lebih dari 12 meter dengan setia menemani perjalanan mereka. Namun apa yang terjadi, kapal tersebut berhasil tiba ditujuan dengan selamat, walaupun ada beberapa bagian yang mesti diperbaiki.

Lain cerita yang dialami oleh kapal tangker LPG/C Venere ketika menghadapi topan pada 19 Januari 2013 silam, dimana kapal berukuran super besar tersebut dihantam oleh ombak yang ketinggiannya kira-kira mencapai 7 meter. Tidak main-main, sebuah kamera pengawas yang di simpan di lambung kapal merekam bagaimana kapal ini tetap bertahan ketika di hantam badai, walaupun bagian lambung kapal tersebut terlihat meliuk-liuk terhempas terpaan ombak. Kehebatan para insinyur dalam membuat kapal pengangkut raksasa ini patut diapresiasi.

Baca Juga: Inilah “Neyk,” Rancangan Prototipe Kapal Selam Mewah dengan Kokpit Pesawat

Salah satu kunci dari kesuksesan beberapa kapal raksasa menerjang badai di laut lepas adalah rancangan dan stabilisinya yang mendalam, dimana itu akan memberikan tumpangan yang nyaman bagi para penumpang, bahkan di laut yang ganas sekalipun. “Pemeliharaan juga menjadi unsur penting di sini, dimana perbaikan dan pengecekan secara rutin, inovasi teknologi di bagian navigasi, ruang publik dan akomodasi, serta fasilitas penumpang lainnya akan membuat kapal pesiar tersebut selalu up to date,” tambah Pat Richardson, salah seorang penulis rubrik review kendaraan di Telegraph Travel.