Nekat Buang Tinja Ke Kebun, Perempuan Cantik Ini Justru Terjepit di Jendela

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, rasanya pas untuk menggambarkan nasib perempuan cantik yang terjepit di jendela toilet setelah mengambil tinjanya sendiri dari lubang kloset untuk dibuang keluar. Ini terjadi di saat sang gadis usai berkencan bersama Liam Smith di sebuah restoran Nando’s.

Baca juga: Tangki Toilet Kosong Saat Mendarat, Patut Diduga Pesawat Buang Kotoran di Udara

KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk (5/9/2017), perempuan di Inggris yang tidak mau disebutkan namanya ini mengalami hal yang amat tak menyenangkan saat pulang dari restoran, di rumah sembari meneguk anggur sembari menonton film dokumenter Ia pergi ke toilet dalam kondisi mabuk, dan dirinya buang air besar.

Namun karena flush toilet tidak berfungsi, perempuan tersebut panik dan mengambil tinjanya untuk dibuang ke taman. Sayangnya saat akan membuang ke luar, dirinya terjepit di jendela sempit bagian atas tak bisa keluar. Liam Smith bercerita, perempuan tersebut saat itu mengambil kotorannya dan mengantongi untuk dibuang ke kebun. Tetapi jendela toilet rumah tersebut tidaklah mengarah ke kebun.

Perempuan terjebak di jendela kamar mandi usai buang tinja

“Saat itu saya benar-benar khawatir dan mengatakan akan pergi keluar, karena keunikan desain rumah. Apalagi jendela rumah tidak bisa terbuka ke arah kebun,” ujar Smith. Karena itu, perempuan tersebut membuka celah sempit di atas jendela yang terpisah dari jendela lainnya. Smith mengatakan, di bagian ini perempuan tersebut membuang kotorannya.

Dari gambar yang terlihat, si perempuan terjepit dengan badan menghadap ke bawah serta kaki yang menyangkut di bagian celah jendela kecil tersebut. Awalnya Smith sempat membantu tetapi tak bisa sehingga membuat si perempuan terjebak.

Diketahui, perempuan tersebut terjebak selama 15 menit dan Smith yang khawatir memanggil petugas pemadam kebakaran untuk menolong. Memang perempuan tersebut berhasil keluar, tetapi jendela tersebut harus dirusak agar perempuan tersebut lolos.

“Saya tidak mengeluh, mereka melakukan apa yang harus dilakukan, masalahnya saya harus mengeluarkan uang £300 untuk mengganti jendela yang rusak,” jelas Smith. Juru bicara pemadam kebakaran yang membantu insiden tersebut mengatakan, pihaknya menerima telepon pukul 22.41 dimana seorang perempuan terjebak diantara kaca luar dan dalam.

Baca juga: Tidak Lagi Gunakan Toilet “Bolong,” PT KAI Ganti Dengan Septic Tank

“Dua kru dikirim dari stasiun Pemadam Kebakaran Temple dan dia berhasil diselamatkan dengan menggunakan perkakas tangan,” kata juru bicara tersebut. Atas kejadian ini, Smith juga tetap bertemu dengan perempuan tersebut.

Jejak Boeing 707 di Indonesia: Pernah Dioperasikan 4 Maskapai Hingga Jadi Pesawat Kepresidenan

Meski pamornya sangat tersohor di dunia, debut Boeing 707 nyaris terlupakan dalam kelompok pesawat jarak jauh legendaris di Indonesia. Publik di Tanah Air umumnya lebih mahfum dengan keberadaan DC-10 30 dan Boeing 747-200 yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia di dekade 80-an. Tapi faktanya, walau dioperasikan dalam waktu yang singkat, pesawat jet bermesin empat ini sempat digunakan oleh Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Bouraq Airlines, Pelita Air Service, dan TNI AU sebagai pesawat angkut VIP (Kepresidenan).

Baca juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

Bila saat ini label pesawat penumpang jarak jauh identik dengan wide body (berbadan lebar), maka jangan keliru dengan Boeing 707, meski masuk dalam kelompok pesawat penumpang jarak jauh (dapat terbang sejauh 10.650 km dengan bahan bahar maksimum), pesawat yang prototipe perdananya diluncurkan perdana pada 1954 ini termasuk narrow body, atau pesawat penumpang dengan lorong tunggal, atau serupa dengan kelas pesawat penumpang jarak sedang Boeing 737 atau Airbus A320.

Dari spesifikasi, Boeing 707 yang diawaki 3 orang (pilot, kopilot dan navigator). Boeing 707 punya panjang badan 46,61 meter, panjang rentang sayap 44,42 meter dan tinggi 12,93 meter yang digerakkan oleh 4 mesin EA Pratt & Whitney JT 3D-7 yang mampu melakukan terbang non-stop selama 12,5 jam dengan kecepatan maksimum 890 km per jam.

Hingga 1979, produksi Boeing 707 telah menembus angka 1.010 unit. Meski pamornya sebagai pesawat komersial sudah surut, tapi cita rasa pesawat ini terus lestari hingga kini, tercatat platform Boeing 707 hadir pada versi VIP C-137 Stratoliner untuk USAF, versi VC-137 untuk kepresidenan AS Air Force One. Bahkan juga di wujudkan dalam varian tanker KC-135 Stratotanker dan E-3 Sentry AWACS. Berikut kutipan jejak Boeing 707 dari blog anggerabiyyu.blogspot.jp.

1. Merpati Nusantara Airlines (MNA)
Awalnya dimiliki Qantas dengan registrasi VH-EBL. Merpati Nusantara Airlines menyewa B707-138B dari Boeing via Comercial Air Transport Sales dan diberi nama “Princess of Bali,” dengan registrasi N107BN pada 15 Juli 1976. MNA kemudian menggunakannya untuk charter di hari Minggu dengan rute Denpasar-Los Angeles, via Biak, Guam, Honolulu, selama 3 tahun. Pernah juga melayani charter rute Denpasar-Manila, serta penerbangan Haji. Kemudian pesawat ini dibeli pada Mei 1979 dan diberi registrasi Indonesia PK-MBA. Pesawat ini dipensiunkan Oktober 1980 dan dibeli Omega Air tahun 1986 kemudian di-scrap awal 1990-an.

2. Merpati Nusantara Airlines Cargo
Merpati pernah juga mengoperasikan B707 varian kargo pada 31 Agustus 1994. Pemilik pertamanya American Airlines dengan registrasi N8404 sampai tahun 1968. Sempat berganti kepemilikan sampai diambil alih oleh perusahaan leasing Bulgaria dan diberi registrasi LZ-FEB. Bisnis kargo via udara yang booming era 90-an menarik Merpati untuk terjun di bisnis ini, bahkan di badan pesawat tertulis “The International Air Freighter Of Indonesia” serta di hidung pesawat ditulis “Borobudur” serta di ekor pesawat sudah terpampang logo Merpati. Sayang, pesawat ini hanya beroperasi sebentar, bahkan mungkin batal dioperasikan. Pesawat ini diambil alih oleh Azerbajian Airlines Cargo pada 5 April 1996 dan diberi registrasi 4K-401. Pesawat ini tidak bertahan lama, karena 7 bulan kemudian crash di Baku, Azerbaijan.

3. Bouraq Indonesia Airlines
Masih berversi sama dengan Merpati, yakni B707-138B, pemilik awalnya juga Qantas. Sejak pensiun 1968, sempat berganti kepemilikan dan kemudian berakhir di perusahaan leasing Pan Ayer, dan kemudian disewa Bouraq pada November 1978 sebagai pengguna terkahir. Maksud awal Bouraq adalah untuk mendapat kontrak dalam penerbangan haji, namun gagal. Bouraq kemudian menggunakannya sebagai penerbangan charter tapi tak lama kemudian diberhentikan, dikembalikan, dan berakhir di-scrap di Aircraft Storage Marana, Arizona.

Baca juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

4. Pelita Air Service
Pelita Air Service membeli B707-3M1C pada 25 April 1975. Akhiran C pada versi ini artinya Convertible, yakni bisa diubah menjadi freighter. Pesawat ini sering berganti kepemilikan. Pernah disewakan kepada Sempati Air untuk penerbangan charter dengan rute Jakarta-Denpasar-Tokyo sampai 1979. Kemudian dioperasikan oleh Pelita untuk penerbangan charter.

Garuda Indonesia juga sempat menggunakannya dan kemudian diregistrasi PK-GAU pada akhir 1989. Pernah pula disewa PMI untuk mengirimkan bantuan ke Iran yang mengalami bencana gempa bumi tahun 1988. PK-PJQ kemudian dihibahkan ke TNI-AU pada Januari 1990. Sebelumnya, TNI-AU sudah mengoperasikan pesawat ini melalui cara menyewa sejak 1980-an, untuk keperluan angkut special Skadron Udara 17, serta berperan besar dalam Operasi Babut Mabur, yakni operasi klandestin pengiriman bantuan berupa senjata kepada gerilyawan Mujahidin Afghanistan.

Di era Presiden Abdulrahman Wahid (Gus Dur), Boeing 707 TNI AU sempat diperankan sebagai pesawat angkut Kepresidenan. Namun di tahun 2003 pesawat ini dinyatakan tidak operasional, dan 2005 pesawat ini dijual ke Omega Air untuk di scrap.

Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

Dalam penerbangan, tak jarang ada kelakuan penumpang yang membuat awak kabin gerah, salah satunya mabuk selama penerbangan. Karena hal tersebut, beberapa awak kabin mengungkapkan beberapa kisah yang mengejutkan tentang kehidupan di pesawat saat menghadapi penumpang mabuk.

Baca juga: Survei: Penumpang “Pengganggu” Terbanyak dari Belakang Kursi

KabarPenumpang.com merangkum dari express.co.uk (14/8/2017), dari hasil penyelidikan baru-baru ini mendapatan bahwa penanganan pada penumpang yang mabuk dalam penerbangan meningkat hingga kenaikan 50 persen dalam satu tahun. Hal ini menyebabkan maskapai seperti Ryan Air menyerukan alkohol tetap bisa disajikan untuk penumpang di bandara, tapi karena keterbatasan penanganan penumpang mabuk di dalam kabin, maka alkohol tak lagi disajikan selama penerbangan.

Dalam hasil penyelidikan tersebut, awak kabin mengungkapkan beberapa cerita mengerikan terkait penumpang yang mabuk dalam penerbangan. Adapun hasil survei The BBC Panorama menyatakan lebih dari empat ribu awak kabin dalam Britain’s largest union Unite bahwa 87 persen menjawab telah menjadi saksi dari perilaku penumpang mabuk.

Satu dari lima awak kabin menjawab telah mengalami beberapa bentuk penganiayaan fisik dari penumpang hingga melampaui batas. Tak hanya itu, satu dari sepuluh orang mengalami pelecehan seksual dalam penerbangan oleh penumpang mabuk.

Ally Murphy seorang awak kabin Virgin sampai berhenti bekerja setelah 14 tahun menjadi seorang awak kabin dan membeberkan hal-hal yang dia ketahui tentang penumpang mabuk di kabin pesawat. “Orang-orang hanya melihat kami sebagai pelayan bar di langit. Mereka akan menyentuh payudara, pantat hingga kaki Anda. Terkadang mereka juga menarik rok,” ujar Murphy.

Sebenarnya ada kode etik untuk penumpang yang mengganggu dan sebagian besar maskapai besar sudah ikut kode etik tersebut dan bandara besar masuk pada tahun 2016. Hal ini menyatakan, bahwa penumpang harus diberi peringatan tentang tidak meminum alkohol dalam penerbangan dan penumpang juga seharusnya tidak dilayani minuman alkohol lebih banyak jika memang membuat mereka mabuk. Namun, kode etik tersebut hingga kini masih dipertanyakan, benar tidaknya diberlakukan pada penumpang terkhusus yang mabuk.

Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Tiga belas persen awak kabin dari hasil survei percaya telah melihat pengurangan perilaku mengganggu penerbangan. Salah seorang kru mengatakan, “Kode etik tidak bekerja. Kami melihat kejadian setiap hari, mingguan hingga bulanan, dimana alkohol terutama yang bebas bea adalah masalah yang signifikan.”

Oliver Richardson, petugas transportasi sipil di Unite National memberi berkomentar, bahwa pelecehan dan perilaku mengganggu menjadi tantangan bagi awak kabin, karena mereka harus bersaing dalam melakukan pekerjaan dan memastikan keselamatan penumpang lainnya tidak mengalami gangguan. “Industri penerbangan  dan Pemerintah perlu mengenali bahwa kode etik harus segera diterapkan, contohnya seperti melihat faktor tingkat konsumsi alkohol sebelum keberangkatan penerbangan, dan juga hukuman yang lebih berat bagi pelaku perilaku tersebut,” ujarnya.

Tak Mau Ikut Antrian, Calon Penumpang Bergaya Difabel di Bandara

Sesuai etika dan ketentuan yang berlaku, penyandang disabilitas pastinya menjadi penumpang prioritas pada moda transportasi apapun. Saat di bandara pun, penyandang disabilitas (difabel) akan dilayani dengan sepenuh hati baik dari petugas bandara maupun pihak maskapai. Hal ini terlihat bila antrian panjang, penumpang disabilitas akan didahulukan.

Baca juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?

KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk, bahwa penumpang dengan mobilitas terbatas atau Passengers with Redue Mobility (PRM) berhak mendapat bantuan secara gratis dan diizinkan untuk memotong antrian di bandara. Bantuan ini bisa diminta penyandang disabilitas saat melakukan pemesanan tiket atau saat check in tiket di bandara.

Namun karena alasan etika, sayangnya penumpang yang bersangkutan tidak diharuskan menunjukkan bukti jelas bila diri mereka penyandang disabilitas dan ini mendorong pelumpang lain memanfaatkan situasi seperti untuk menggunakan kebijakan tersebut dan berpura-pura. Praktik seperti ini sangat sering terjadi dan staf maskapai penerbangan sampai membuat penerbangan ajaib untuk menggambarkaan bagaimana para pelancong yang memerlukan kursi roda untuk naik ke pesawat terbang tetapi tidak berangkat.

“Kami mengatakan ada keajaiban karena mereka semua membutuhkan kursi roda untuk melanjutkan perjalanan tetapi tidak turun. Kami tidak hanya melayani minuman dan memastikan kemanan tetapi sekarang kami juga menyembuhkan orang sakit,” ujar Kellly Skyles seorang awak kabin American Airlines.

Dia mengatakan, penumpang yang juga penyandang disabilitas adalah penumpang pertama naik ke pesawat terbang, tetapi menjadi yang terakhir berangkat. Sayangnya penipuan ini hanya menguntungkan saat keberangkatan bukan untuk kedatangan.

Evelyn Danquah yang memberikan bantuan PRM untuk Delta Airlines mengatakan, bahwa penumpang saat dalam antrian panjang sering meminta pertolongan. Sementara ada beberapa yang berusaha meyakinkan petugas dengan berjalan pincang. “ketika mereka melihat antrian panjang, mereka hanya meminta kursi roda,” kata Danquah.

Baca juga: Hadapi Delay di Bandara, Anda Bisa ‘Survive’ Tanpa Smartphone

Salah seorang petugas bandara Birmingham di Inggris mengatakan, dirinya sering melihat orang-orang melewati keamanan dengan kursi roda dan kemudian berkeliaran di sekitar toko-toko sebelum masuk ke gerbang keberangkatan.

 

Tangki Toilet Kosong Saat Mendarat, Patut Diduga Pesawat Buang Kotoran di Udara

Pengadilan lingkungan India, akan mulai memberikan denda pada maskapai yang mengosongkan tangki toilet mereka saat berada di udara sebesar 50.000 rupee atau £600. Langkah ini diambil setelah seorang pensiunan jenderal mengkalim bahwa maskapai penerbangan sering membuang limbah manusia di rumahnya dekat dengan Bandara Internasional Indira Gandhi Delhi.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Dilansir KabarPenumpang.com dari telegraph.co.uk, kementerian penerbangan India mengkonfirmasi bahwa kotoran tersebut berasal dari rumah pria itu tetapi belum dibuktikan secara jelas apakah ada juga yang berasal dari pesawat yang sedang terbang. Tetapi, pihak pengadilan kemudian memutuskan kepada pihak berwenang untuk melakukan inspeksi langsung terhadap pesawat-pesawat, apakah tangki limbah pesawat telah dikosongkan di udara.

Inspeksi yang dilakukan tersebut dengan memeriksa tangki pembuangan kotoran yang tidak kosong saat mendarat. Bila setiap pesawat yang diperiksa ternyata tangki limbah kosong, maka harus membayar denda sebesar £600. Para prosedur standar, ground crew bandara dalam unit lavatory service akan mengosongkan tangki limbah setelah pesawat mendarat. Namun, seringkali terjadi insiden kebocoran, sehingga kotoran dari tangki dibuang ke daerah pemukiman. Perihal tangki kosong atau penuh, tentu harus dilihat berapa jumlah penumpang yang dibawa dan jarak penerbangan, jadi ketentuan ini tak bisa dipukul rata.

Tak hanya laporan dri seorang jenderal yang merasa rumahnya terkena ceceran kotoran dari pesawat, seorang wanita India pun menderita luka parah pada bahunya saat terkena jatuhan sepotong es besar dari langit. Ahli penerbangan mengatakan bahwa material tersebut adalah kristal biru. Ini merupaka nama yang diberikan untuk limbah manusia yang beku dan terbentuk di toilet pesawat terbang. Nama ini juga merujuk pada istilah bahan kimia biru yang digunaakan di toilet.

Diketahui, ada sekitar 25 kasus limbah manusia yang jatuh dari pesawat di Inggris dari laporan setiap tahunnya. Sedangkan masalah es biru ini tidak terbatas pada India. Tahun lalu, dua orang pensiunan di Wiltshire mengatakan bahwa kristal kuning dan cokelat telah jatuh dan menembus atap rumah mereka.

Baca juga: Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”

“Tidak ada cara untuk membuang isi toilet selama penerbangan,” jelas Patrick Smith, seorang pilot dan penulis Cockpit Confidential. Smith mengatakan, krista; biru tersebut akan disedot ke dalam tangki truk saat berada di bandara dan pengemudi truk dengan sembunyi-sembunyi membuang sampah tersebut ke selokan belakang tempat parkir.

“Seorang pria di California pernah memenangkan sebuah tuntutan hukum setelah potongan-potongan es biru jatuh dari sebuah pesawat dan menabrak langit-langit perahu layarnya. Kebocoran, memanjang dari pasak eksterior toilet, menyebabkan limpasan untuk membekukan, membangun, dan kemudian jatuh seperti bom es neon.

Sebelum dekade 80-an, kotoran manusia memang akan dibuang saat pesawat sedang mengangkasa, namun sejak 1982, setelah James Kemper menemukan toilet modern dengan sistem hisap dan sedikit air, kotoran manusia tidak lagi dibuang selagi terbang, sistem ini pertama kali digunakan pada pesawat Boeing pada tahun 1982.

“Tidak mungkin membuang kotoran dari toilet saat pesawat terbang. Baru saat pesawat mendarat di bandara tujuan, cairan biru dan kotoran di dalam toilet disedot oleh truk pengangkut kotoran dan dibuang di tempatnya,” jelas Patrick Smith. Saat dipindahkan itu, semua kotoran itu sudah berwarna biru dan nyaris berbentuk cair seutuhnya. Pada beberapa kasus, suhu dingin di angkasa membuat cairan kotoran yang sudah tercampur desinfektan itu membeku sehingga disebut kristal biru.

“Double Bubble,” Konsep Pesawat Unik Berbahan Bakar Ramah Lingkungan

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Friends of the Earth pada tahun 2009 silam, secara mengejutkan muncul fakta yang menunjukkan bahwa perjalanan via udara merupakan penyebaran zat-zat berbahaya tercepat di dunia. Hingga saat ini, biofuel masih diujicoba untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan tersebut, namun dengan prediksi lalu lintas udara akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2035 mendatang, tentu seluruh perusahaan terkait perlu mempertimbangkan suatu perubahan mendasar untuk membuat langkah yang signifikan.

Baca Juga: Bicara Dimensi dan Bobot, Lima Pesawat Ini Masih Juara

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, pesawat D “double bubble” diperkenalkan oleh pihak MIT (Massachusetts Institute of Technology) kepada NASA sebagai pesawat yang mampu mengurangi polusi di udara dan meningkatkan sekitar 70 persen penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan, penurunan tingkat kebisingan, tingkat emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah, hingga penggunaan landas pacu yang lebih pendek.

D “double bubble” ini memiliki sayap yang panjang dan ramping, ekor yang pendek, dan sesuai dengan namanya, mengganti badan pesawat pada umumnya dengan fuselage parsial yang ditempatkan berdampingan. Untuk urusan mesin, D “double bubble” menyimpan mesin di bagian belakang fuselage, tidak seperti kebanyakan pesawat yang menyimpannya di bagian sayap. Penyimpanan mesin ini merupakan pengaplikasian dari teknik Boundary Layer Ingestion (BLI).

“Berbagai studi yang diperkuat dengan analisa mendetail telah menunjukkan bahwa propulsor yang memanfaatkan lapisan batas (boundary layer) memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar secara signifikan,” ungkap salah seorang teknisi NASA,  David Arend, dilansir dari sumber terpisah. “Jika desain dan teknologi baru ini dapat disempurnakan, maka propulsor BLI akan mengeluarkan daya dorong dengan daya masuk yang lebih sedikit,” imbuhnya.

Baca Juga: Eva Air Tampilkan Tema Hello Kitty di Boeing 777-300ER

Walau disinyalir dapat meminimalisir penggunaan bahan bakar, namun pengaplikasian BLI akan menurunkan laju pesawat hingga 10 persen dibandingkan dengan pesawa sekelas Boeing 737, yang rencananya akan digantikan oleh D “double bubble”.

Proyek yang dipimpin MIT ini merupakan hasil dari kontrak senilai US$2,1 juta yang diberikan oleh NASA pada tahun 2008 silam sebagai bagian dari program penelitian aeronautika yang bertujuan untuk mengoperasikan pesawat yang lebih ramah lingkungan pada tahun 2035 mendatang.  Diketahui, Boeing, GE Aviation dan Northrop Grumman juga ikut serta dalam program ini.

Qantas Airways – The “Flying Kangaroo” Rajai Maskapai Teraman di Dunia

Negeri Kangguru patut berbangga karena maskapai kebanggaan mereka, Qantas Airways dianugerahi predikat maskapai teraman di dunia oleh Situs pengulas penerbangan, Airlineratings.com tertanggal 5 Januari 2017. Penyematan gelar tersebut bukan tanpa alasan, pihak Airlineratings.com melihat tidak adanya catatan kecelakaan selama 96 tahun pengabdian mereka di dunia aviasi. Perlu diketahui, ini merupakan tahun ke empat maskapai berjuluk “The Flying Kangaroo” tersebut menduduki peringkat puncak maskapai teraman di dunia.

Baca Juga: Qantas dan JetStar Izinkan Car Seat Dibawa ke Dalam Kabin

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (6/1/2017), predikat membanggakan ini juga telah diakui oleh pihak British Advertising Standards Association, yang menyebutkan bahwa Qantas merupakan salah satu maskapai senior yang mengedepankan aspek keamanan penumpang. Dalam mencari jawara di kategori ini, Airlineratings.com mendata sebanyak 425 maskapai, dan memberikan mereka bintang tujuh jika mereka lolos penilaian di bidang keselamatan. 148 maskapai mendapatkan nilai tinggi dalam penilaian ini, namun 50 lainnya mendapat penilaian yang kurang baik.

Diketahui dari laman sumber, Airlineratings.com mempertimbangkan beberapa faktor dalam pemberian bintang terhadap ratusan maskapai tersebut, seperti catatan kecelakaan, hingga sertifikasi dari International Air Transport Association (IATA) untuk beberapa maskapai yang terdaftar dalam penerbangan di Uni Eropa. Sementara itu, penilaian akan berkurang jika ada maskapai yang hanya mengoperasikan pesawat buatan Rusia.

Ketika penilaian tersebut sudah mengerucut ke angka 20, pihak Airlineratings.com turut membandingkan sejarah penerbangan dan keunggulan masing-masing maskapai. Selain induk perusahaan dari Jetstar Airways ini, beberapa nama lain yang juga masuk ke dalam jajaran maskapai dengan penerbangan teraman di dunia adalah Air New Zealand, Etihad, Finnair, KLM, Lufthansa, Swiss, dan United Airlines. Secara mengejutkan, nama American Airlines dan Emirates terdepak dari peringkat 20 besar maskapai teraman di dunia, padahal tahun lalu, keduanya sempat mejeng di jajaran tersebut.

Dilansir dari sumber terpisah, Qantas juga memimpin dalam hal pemantauan mesin secara real-time di seluruh armadanya dengan menggunakan komunikasi satelit. Cara tersebut memungkinkan maskapai untuk mendeteksi masalah sebelum menjadi isu keamanan pesawat membesar.

Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

“20 maskapai teraman yang kami rangkum selalu berada di garis depan inovasi keselamatan, keunggulan operasional dan peluncuran pesawat baru yang lebih maju,” ungkap Geoffrey Thomas, editor dari laman AirlineRatings.com. “Mereka selalu mengedepankan keselamatan selama penerbangan,” imbuh Geoffrey.

Sementara itu, nasib buruk dialami Afghanistan, Nepal, Suriname, dan Indonesia karena ke-empat negara ini harus rela mendapatkan hanya satu bintang dari AirlineRatings.com karena penyedia layanan penerbangannya tidak mengedepankan nilai-nilai keamanan. Itu berarti, ada banyak yang mesti dibenahi dari dunia aviasi dalam negeri agar penilaian tersebut bisa membaik dan mengembalikan kepercayaan orang-orang untuk menggunakan maskapai domestik.

Bandara Nusawiru, Penunjang Wisata Pangandaran dan Olahraga Dirgantara

Tak banyak kesibukan di Nusawiru, namun bandara yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Jawa Barat ini mempunyai ke khasan tersendiri, berlokasi tak jauh dari kawasan pantai, menjadikan keindahan Nusawiru dari ketinggian angkasa menarik hati bagi para penggemar olahraga dirgantara, tak heran bila di Nusawiru cukup lekat dengan aktivitas skydiving.

Baca juga: Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi

Tak itu saja, di bandara yang punya landas pacu 1.400 meter ini juga terdapat dua sekolah penerbangan, yakni Bandung Pilot Academy dan Perkasa Pilot Academy. Meski bukan berstatus bandara militer, instansi TNI dan Polri cukup sering menggunakan bandara ini sebagai basis latihan penerjunan (terjun payung). Padahal jika disinggung dari aspek keamanan, dekatnya lokasi bandara dengan perairan kurang baik. Untuk itu dalam setiap kegiatan penerjunan selalu melibatkan komponen SAR.

Bandara Nusawiru berlokasi di Cijulang, yang titiknya tak jauh dari lokasi wisata Pangandaran tepatnya di kabupaten Ciamis. Untuk menuju Nusawiru, dari Green Canyon berjarak sekitar enam kilometer, dari pantai Batu Karas 12 km dan 30 km dari Pananjung. Saat ini penerbangan dari Nusawiru dioperasikan oleh PT ASI Pujiastuti Aviation dengan pesawat Susi Airnya yang melayani rute ke Jakarta, Bandung, Cilacap dan Bandar Lampung.

Bandara Nusawiru tampak atas terlihat laut di depannya

Dari kapasitas, bandara seluas 50 hektar ini baru dapat didarati pesawat sekelas CN-235, ATR-72, NC-212, dan pesawat caravan. Nusawiru sempat ditutup pada masa reformasi, dan buka kembali pada tahun 2004 dengan sebuah maskapai penerbangan merpati Airlines, namun tidak bertahan lama.

Dengan fasilitas menara pengawas penerbangan (ATC), Bandara Nusawiru saat ini memiliki panjang landasan pacu masih 1.400 meter. Namun, Pemprov Jabar berhasil membebaskan lahan untuk perluasan runway tersebut sepanjang 800 meter, sehingga menjadi 2.200 meter. Bila panjang runway hingga 2200 meter, maka akan sama dengan panjang runway milik bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Nantinya jika landasan pacu sudah di perpanjang, maka bandara Nusawiru akan bisa disinggahi oleh pesawat berbadan menengah sekelas Airbus 320 dan Boeing 737-200. Pengembangan Bandara Nusawiru juga dilirik oleh beberapa negara karena posisinya yang strategis di wilayah selatan Jawa. Selain itu Nusawiru direncanakan akan menjadi titik utama destinasi wisata Jawa Barat Selatan karena potensi yang besar.

Baca juga: Bandara Blimbingsari, Andalkan Konsep Green Airport dan Kearifan Lokal

Sekertaris Daerah jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Australia Selatan sudah beberapa kali join meeting dan menyampaikan permintaan resmi pada Pemprov Jabar untuk melakukan penerbangan langsung ke Nusawiru. “Dari Australia Selatan lebih dekat ke Pangandaran, potensi penumpangnya tinggi,” ujar Iwa yang dikutip KabarPenumpang.com dari bisnis.com (13/3/2017). Pengembangan penerbangan wilayah selatan ini sudah menjadi target Pemprov Jabar untuk potensi ekonomi dan wisata. Diketahui, selain Australia Selatan dan empat negara Asean, ada empat provinsi di Cina yang juga bisa menjadi pasar potensial penerbangan ke selatan Jawa.

Pihak Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang kini menggarap proyek Bandara Majalengka kini mulai merespon bandara udara Nusawiru untuk dikembangkan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai Bandara Nusawiru di Pangandaran, Jawa Barat perlu dikembangkan. Menurut Budi, wilayah Jawa Bagian Selatan merupakan daerah yang sangat potensial dikembangkan potensi wisatanya karena itu dibutuhkan akses yang mudah ke sana. Terkait dengan Bandara Nusawiru, Menhub mengatakan bahwa Bandara ini harus diberi kesempatan untuk dibuka aksesnya ke kota-kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Bali dan sejumlah kota lainnya.

Terowongan Notog “Baru,” Siap Tembus Jalur Kereta Purwokerto-Kroya dengan Rel Ganda

Merujuk ke sejarahnya, terowongan kereta ini dibangun oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staats Spoorwegen (SS) direntang tahun 1914 hingga 1915, terowongan Notog terletak di Kabupaten Banyumas, Kecamatan Patikraja, Jawa Tengah ini merupakan salah satu terowongan lengkung yang ada di Indonesia. Walaupun ‘hanya’ memiliki panjang 260 meter, kita tidak dapat melihat ujung terowongan dikarenakan bentuk terowongan yang berbelok di dalam bukit.

Baca Juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

Tercatat, ada 19 terowongan kereta api yang tersebar di Jawa dan Sumatera, dua diantaranya dibangun pasca kemerdekaan Indonesia, yaitu Terowongan Eka Bakti Karya dengan panjang 850 meter dan Terowongan Dwi Bakti Karya dengan panjang 400 meter, keduanya dibangun pada tahun 1969 pada jalur kereta Malang-Blitar, Jawa Timur.

Ternyata, sejarah kembali terukir mana kala tiga buah terowongan kini tengah di bangun di Banyumas. Walaupun bukanlah terowongan pertama yang dibangun pasca kemerdekaan, namun salah satu dari terowongan ini akan memiliki double track atau jalur rel ganda. Adalah terowongan Notog baru yang hingga kini masih dalam pengeboran, sedangkan dua terowongan lainnya di bangun di daerah Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah. Ketiga terowongan di wilayah Banyumas ini menghungkan jalur rel Purwokerto-Kroya.

Merah: Terowongan Notog baru, Biru: Terowongan Notog lama. Sumber: istimewa

Berbeda dengan pembangunan yang pertama di era kolonial, terowongan Notog baru ini sudah menggunakan alat modern guna mempercepat waktu pembangunannya. “Kami berharap pada bulan Desember 2017 atau Januari 2018 sudah bisa tembus sehingga dapat segera dilakukan pengecoran beton,” tutur Apri Setiawan, General Manager Infrastruktur PT PP (Persero) yang dipercaya untuk mengembangkan proyek tersebut.

Selain itu, perkembangan jaman dan pola kerja yang berbeda dengan jaman Belanda membuat para pekerja terowongan ini seolah menangkis mentah-mentah soal rumor mengenai banyaknya korban jiwa yang berjatuhan ketika membangun terowongan Notog yang lama. Maka tidak heran jika ditemukan beberapa makam di atas terowongan Notog. Disinyalir, makam-makam tersebut merupakan tempat peristirahatan para pekerja yang tewas tersebut.

Pembangunan Terowongan Notog baru. Sumber: radarbanyumas.co.id

Apri mengaku, dalam pembangunan terowongan yang memiliki panjang 550 meter dengan diameter 9,3 meter yang sengaja dibangun agar bisa menampung dua rel ini, menghabiskan dana kurang lebih sekitar Rp 155,89 miliar. Didukung dengan 40 tenaga kerja yang terdiri dari delapan orang warga lokal sebagai helper, dan sisanya merupakan tenaga ahli, Apri berharap pembangunan terowongan ini rampung sepenuhnya pada Desember 2018. Pada awalnya, pembangunan terowongan ini ditargetkan selesai pada tahun 2017, namun terpaksa dijadwal ulang karena keterbatasan anggaran sehingga ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018.

Baca Juga: Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman pressreader.com (28/4/2017), bentuk dari terowongan Notog baru ini pun akan sama seperti pendahulunya, yaitu melengkung, dikarenakan mengikuti kontur bukit. Terowongan lama pun lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi pengeboran terowongan baru. “Jarak antara terowongan lama dan terowongan baru sekitar 300 meter, dan aman untuk konstruksi,” terang Apri. Untuk masalah ketahanan, Apri mengatakan terowongan ini mampu beroperasi hingga 100 tahun setelah pembangunan rampung.

Pembangunan terowongan dengan double track ini ditujukan untuk mendukung proyek jalur ganda yang akan membentang dari Purwokerto hingga Kroya. Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengatakan jika proyek pembangunan jalur ganda selesai, tidak menutup kemungkinan ada penambahan rangkaian kereta api. “Dengan adanya jalur rel ganda, memungkinkan ada penambahan jumlah KA yang melintas.” Ujarnya dilansir dari sumber terpisah.

INKA CC300, Mampu Lintasi Banjir, Inilah Lokomotif Diesel Karya Anak Bangsa

Setelah PT Dirgantara Indonesia mampu memproduksi pesawat terbang dan PT Pindad sukses merilis kendaraan lapis baja (panser), kini giliran BUMN manufaktur kereta dan gerbong PT INKA menghadirkan karya unggulannya berupa lokomotif diesel hidraulik rancangan dalam negeri, DH CC300. Dengan warna merah yang mencolok, lokomotif made in Indonesia ini akan sangat mudah dikenali.

Lokomotif DH CC300 adalah hasil pengembangan yang dilakukan oleh PT INKA, menanggapi permintaan dari Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada tahun 2009 lalu. Diketahui, Lokomotif CC 300 merupakan salah satu lokomotif diesel hidraulik di Indonesia yang digunakan khusus untuk keperluan dinas Ditjen Perkeretaapian.

Baca Juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI

Walaupun lokomotif ini menggunakan mesin diesel milik salah satu perusahaan multinasional Amerika, Caterpillar, desain dan integrasi sistemnya murni hasil pemikiran insinyur Indonesia. Lokomotif dengan panjang 14,1 meter, lebar 2,6 meter, tinggi 3,6 meter, dan berat 84 ton ini dapat berlari di kecepatan maksimal 120 km per jam. Daya mesin dari Lokomotif CH CC300 ini adalah 2500 HorsePower (HP) dan memiliki gaya traksi sebesar 270 kN pada saat lokomotif mulai bergerak dari keadaan berhenti total. Dengan begitu, Lokomotif CC300 memiliki daya mesin yang lebih besar dari pesaingnya kala itu, CC206 buatan General Electric.

Tidak heran jika lokomotif dengan lebar gauge 1.067 mm dan menggunakan mesin diesel Caterpillar tipe 3512B HD ini pertama kali dioperasikan di wilayah Sumatera. Di sini, kereta api banyak digunakan untuk mengangkut hasil tambang, seperti batu bara dan lain-lain. Lokomotif ini diketahui dapat menarik 15 hingga 30 gerbong sekaligus.

Kelebihan lain dari lokomotif ini adalah desainnya yang memungkinkan untuk menerjang banjir. Lokomotif DH CC300 memiliki sistem kelistrikan terintegrasi dengan penggerak diesel hidrolik yang diletakkan di bagian atas lokomotif, sehingga memungkinkan kereta tetap melaju walau kondisi rel tergenang banjir setinggi 1 meter.

Inilah yang menjadi keunggulan yang ditawarkan oleh PT INKA jika dibandingkan dengan lokomotif sejenis buatan General Electric (GE), Amerika Serikat. Ketika lokomotif buatan GE menerjang banjir, tidak menutup kemungkinan akan terjadi korsleting karena sistem kelistrikan lokomotif asal Negeri Adikuasa ini terletak di bagian bawah.

Berbeda dengan lokomotif lainnya, lokomotif berbahan bakar high-speed diesel ini sudah dilengkapi dengan genset di dalamnya, sehingga tidak perlu lagi menarik 1 gerbong khusus untuk genset (gerbong genser) yang biasa kita lihat di kereta penumpang diesel pada umumnya. Genset ini nanti berfungsi untuk membangkitkan fasilitas elektronik di dalam kereta, seperti penerangan dan AC.

Baca Juga: Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order

Lokomotif dengan kapasitas bahan bakar 3.800 liter ini juga dilengkapi dengan kamera monitor pengintai. Kamera ini diletakkan di sisi kanan dan kiri lokomotif. Penambahan kamera ini tentunya akan membantu tugas Masinis untuk mengawasi keadaan penumpang di belakangnya tanpa perlu harus menengok ke belakang. Masinis cukup melihat dari layar monitor yang terdapat di dalam kabin.‎

Untuk kandungan komponen di dalam lokomotif, Direktur Produksi PT INKA, Hendy Hendratno Adji mengaku ada komponen yang harus didatangkan dari luar negeri seperti mesin penggerak (propulsi). Meski mengimpor mesin propulsi, INKA sendiri yang menentukan spesifikasi dan jenisnya. “Untuk komponen propulsi, kita memang masih beli dari luar negeri, tapi pemilihan komponen tersebut kita cari dan sesuaikan dengan hasil rancangan kita sendiri,” ujarnya. Sampai saat ini PT INKA telah memproduksi lima unit lokomotif CC300 pesanan Kemenhub.