“Kearifan Lokal,” Kunci Sukses Garuda Indonesia Sabet Gelar Maskapai Bintang Lima

Dunia penerbangan Tanah Air kembali menuai prestasi, dimana Garuda Indonesia berhasil menyabet predikat sebagai maskapai penerbangan bintang lima versi The Airline Passenger Experience Association (APEX). Penganugerahan tersebut dilakukan pada saat APEX Award Ceremony Expo 2017 yang diadakan di Long Beach, California beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 23 Tahun Mengangkasa, Boeing 747-400 Garuda Indonesia Akhiri Masa Tugas

Asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang bermarkas di New York tersebut memilih Garuda Indonesia sebagai satu dari 22 maskapai global yang diumumkan sebagai Five Star Recipients of the 2018 Official Airline Ratings, yang merupakan program pemeringkatan penerbangan pertama yang didasarkan pada feedback penumpang yang terverifikasi dan tersertifikasi.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury mengatakan bahwa penganugerahan predikat tersebut semakin menegaskan posisi Garuda Indonesia sebagai pemimpin penerbangan global dalam hal pengalaman dan kenyamanan penumpang.

“Keberhasilan Garuda meraih predikat sebagai maskapai bintang lima merupakan wujud dari komitmen serta hasil kerja keras seluruh karyawan dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa,” tukas orang nomor satu di Garuda tersebut dalam sebuah pernyataan. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pengguna jasa sehingga Garuda Indonesia bisa meraih predikat prestisius ini,” imbuhnya.

APEX berkolaborasi dengan TripIt® dari Concur®, sebuah aplikasi pengorganisasian perjalanan dengan rating tertinggi di dunia, untuk mengumpulkan feedback penumpang secara anonim berdasarkan pengalaman perjalanan mereka yang telah diverifikasi. Dengan menggunakan skala lima bintang, lebih dari 500.000 penerbangan dinilai oleh pengguna jasa dari seluruh penjuru dunia. Periode polling tersebut berlangsung sejak 24 Oktober 2016 hingga 31 Juli 2017 kemarin.

Dilansir dari sumber lainnya, adapun lima aspek yang menjadi penilaian dalam penganugerahan gelar ini meliputi kenyamanan kursi, layanan kabin, makanan dan minuman, hiburan, dan WiFi. Untuk masalah layanan kabin sendiri, Garuda Indonesia memiliki beberapa nilai tambahan yang mereka adopsi langsung dari kearifan lokal.

Baca Juga: Demand Melonjak, Garuda Indonesia Tambah Jadwal Penerbangan Denpasar-Melbourne

Sebagaimana yang dikatakan langsung oleh Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan kepada KabarPenumpang.com (17/10/2017), pelayanan yang diberikan oleh maskapai plat merah ini tidak lepas dari unsur kearifan lokal yang sangat melekat erat dengan budaya bangsa Indonesia sendiri. “Sebut saja seperti senyum para awak kabin yang ikhlas, selalu menunduk ketika berbicara dengan penumpang (karena di adat Indonesia tidak sopan ketika harus berbicara dengan orang duduk tanpa membungkuk),” ujarnya.

Ditambah lagi, di beberapa jurusan, akan diputarkan lagu daerah khas Indonesia yang akan memberikan kesan tersendiri kepada para penumpangnya. “Ya, kami bekerja sama dengan Adi MS untuk mengaransemen beberapa lagu daerah dengan konsep orkestra. Direkamnya juga di Praha,” terang Ikhsan. Maka tidak heran jika impresi yang coba ditawarkan oleh Garuda Indonesia menentukan predikat yang mereka raih kemarin.

Becak: Dikagumi di Eropa, Tersingkir di Dalam Negeri

“Becak, becak, tolong bawa saya. Saya duduk sendiri, sambil mengangkat kaki…”
Penggalan lirik lagu anak-anak tersebut terdengar tidak asing di telinga kita, menceritakan tentang seorang anak kecil yang hendak bertamasya menggunakan becak berkeliling kota. Sedikit banyaknya, kehadiran transportasi berbasis online mempengaruhi eksistensi dari moda darat tiga roda tersebut. Tapi, tidak sedikit juga masyarakat yang tetap mempercayakan becak sebagai tumpuan transportasi mereka.

Baca Juga: Ford Hadirkan Layanan Bike Sharing, Kok Bisa?

Walaupun di Ibu Kota sudah jarang terlihat, namun becak masih digandrungi oleh masyarakat di daerah lainnya di Indonesia, sebut saja Yogyakarta. Di Kota Pelajar ini, Anda akan menemukan ratusan becak mangkal di sekitaran daerah Malioboro. Mereka siap mengantarkan Anda berkeliling, menyusuri sudut kota Yogyakarta yang masih sangat kental nuansa Keratonnya. Namun, jangan sampai Anda terkecoh ketika sang pengemudi becak mematok harga yang tinggi, atau menawarkan perjalanan ke daerah yang tidak ingin kunjungi. Anda disarankan untuk menawarnya terlebih dahulu di muka.

Selain menempati tempatnya sebagai bagian dari khasanah kota Yogyakarta, becak-becak di kota ini pun mendapat perlakuan khusus dari otoritas setempat. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Peraturan walikota Jogja Nomor 25 tahun 2010 mewajibkan becak dan andong/kereta kuda memiliki Surat Ijin Operasional Kendaraan Tidak Bermotor (SIOKTB)  untuk dapat beroperasi. Dengan SIOKTB tersebut becak juga harus dilengkapi dengan Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor (TNKTB). Jadi Anda jangan heran ketika melihat becak-becak di sini menggunakan plat kuning.

Taksi Velo. Sumber: lprs1.fr

Nampaknya tren becak juga merambah kota fesyen, Paris. Di sini, terdapat juga becak yang siap mengantarkan Anda berkeliling kota, khususnya di seputaran ikon kota tersebut, Menara Eiffel. Taksi Velo, nama moda darat non emisi ini, memiliki sedikit perbedaan dengan becak domestik. Perbedaan tersebut terletak di bagian kemudinya – Pengemudi taksi velo berada di depan, sedangkan becak domestik pengemudinya berada di belakang.

Kendaraan ini banyak diminati oleh wisatawan yang datang, selain memiliki desain yang unik, taksi velo ini juga disebut-sebut nyaman untuk ditumpangi. Maka tidak heran jika wisatawan yang datang ke Paris, tidak melewatkan kesempatan untuk naik moda unik yang satu ini. Anda harus menyiapkan dana sebesar 20 Euro atau setara dengan Rp240.000 untuk sekali perjalanan. Jika harga tersebut dirasa mahal, Anda juga bisa memilih menyewa taksi velo ini dengan budget 300 Euro atau setara dengan Rp3,7 juta per hari.

Ternyata tidak hanya Paris, di Belanda pun tren becak mulai menanjak manakala seorang pemuda membeli dan membawa pulang becak khas Yogyakarta. Alih-alih menjadikannya pajangan, pemuda yang diketahui bernama Daan Goppel ini menjadikan becak yang ia beli sebagai salah satu sarana transportasi yang akan mengangkut penumpang menyusuri lokasi bersejarah disana, termasuk bangunan bersejarah Belanda –Indonesia.

Baca Juga: Uber Menghilang di Kota Malang

Daan juga tidak hanya diam selama melakukan tur, tapi ia juga sembari menceritakan tentang sejarah dari tempat yang ia lewati. Kecintaannya yang besar terhadap becak diakui Daan mulai tumbuh ketika ia belajar Bahasa Indonesia di Universitas Indonesia pada tahun 2013 silam. “Ini adalah pengalaman yang luar biasa mengendarai becak dengan penumpang. Anda tak mendengar suara mesin dengan kecepatan yang bisa untuk menikmati pemandangan. Ini adalah sarana transportasi yang ideal. “ungkapnya dikutip dari laman tribunnews.com (23/8/2017).

Sumber: kanal247.com

Tentu, ini merupakan sebuah ironi ketika sarana transportasi tradisional seperti becak mulai digemari oleh masyarakat dari Benua Biru, sedangkan keberadannya di Indonesia seolah dipandang sebelah mata dan pamornya mulai kalah dengan moda transportasi berbasis online. Sudah barang pasti ini bertolak belakang dengan program pemerintah yang selama ini dijalankan, yaitu usaha untuk mengurangi tingkat polusi di Ibu Kota. Bagaimana bisa orang asing lebih cinta dengan kearifan lokal ketimbang warga pribuminya sendiri?

AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

Maraknya penerbangan drone membuat dunia aviasi sedikit kewalahan karena semakin bertambahnya moda udara yang harus dipantau agar tidak mengakibatkan kecelakaan di lalu lintas udara. Tercatat, Unmanned Aircraft Systems (UAS) atau yang lebih dikenal dengan sistem pesawat tanpa awak sudah menyebabkan gangguan di bandara di seluruh dunia, bahkan KabarPenumpang.com melansir dari cnet.com (19/7/2017), beberapa diantara kasus UAS tersebut menimbulkan korban luka, tentu hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus manakala sejumlah perusahaan tengah mempersiapkan sejumlah moda transportasi masa depan.

Baca Juga: Survei: Keraguan Masyarakat Bakal Jadi Penghambat Kehadiran Drone Penumpang

Sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Santa Monica, AirMap merupakan sebuah platform yang akan bertugas untuk mengatur lalu lintas drone. AirMap menggabungkan data dari berbagai sumber yang mencakup lalu lintas udara, cuaca, hingga batasan peraturan. Informasi yang disebarkan oleh pesawat tanpa awak seperti DJI dan Yuneec akan membantu mencegah pilot penerbangan konvensional terbang ke koordinat yang seharusnya tidak mereka lalui.

Gangguan dari drone biasanya ditemui saat pesawat konvensional terbang di ketinggian rendah, karena lalu lintas drone tidak akan ditemui di atas ketinggian 30.000 kaki. CEO dari AirMap, Ben Marcus mengatakan sistem pemantauan ini merupakan sebuah indeks dari apa yang terjadi secara real time. “Disajikan dalam tampilan 3 dimensi,” tuturnya. “Bisa dikatakan, ini semacam peta untuk kendaraan otonom. Di sini, orang-orang yang berwenang dituntut untuk bisa menggunakannya, karena drone-drone tersebut merupakan hasil buah tangan manusia,” tambah Ben.

Baca Juga: Wow! Uber Canangkan Program Taksi Drone

Sebelum lepas landas, operator pesawat tak berawak diminta untuk mengirimkan rencana penerbangan yang dianalisis untuk memberi tahu mereka tentang kondisi cuaca atau apakah mereka melanggar peraturan di wilayah udara. Kemudian petugas bandara, khususnya di ATC (Air Traffic Control) selaku pengelola lalu lintas wilayah udara juga dapat mengakses data dari AirMap dan berkomunikasi langsung dengan operator drone yang telah mengirimkan informasi mengenai rencana penerbangan dan nomor telepon mereka. Ada 130 bandara di AS, termasuk LAX (Los Angeles) dan Houston George Bush Intercontinental yang saat ini menggunakanAirMap sebagai salah satu platform mereka. Platform seperti AirMap dinilai sangat ideal untuk memantau penerbangan pesawat tak berawak.

Sementara itu, teknologi di dunia aviasi memiliki radar drone yang bisa saja dipasang di pesawat tanpa awak tersebut, namun tetap saja teknologi tersebut memiliki kelemahan. Bukan dari segi kemampuannya, melainkan dari harganya. “Ini pada dasarnya adalah radar kelas militer yang harganya sangat tinggi,” tutur Kevin Hightower, kepala produk di AirMap.

MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat

Teknologi penerbangan terus bergerak pesat, merujuk kepada kata efisiensi dan efektivitas, beragam inovasi tak pernah sepi diperkenalkan. Salah satu yang terbilang baru adalah konsep pasokan energi revolusioner untuk mendukung operasional di kabin pesawat penumpang. Seperti yang belum lama ini dirilis Diehl Aerosystems dari Jerman, yang memperkenalkan teknologi Distributed Autonomous Cabin Power (DACAPO), solusi yang menjanjikan energi yang tak terbatas dalam kabin pesawat.

Baca juga: Maskapai Pacu Kemampuan WiFi dalam Penerbangan

DACAPO dikembangkan dengan menggandeng lembaga penelitian Fraunhofer ICT IMM dan German Aerospace Center (DLR) yang turut mengembangkan Modular Autonomus Galley with Integrated Power Cell (MAGIC), yaitu troli makanan pada kabin yang juga bisa menjadi pembangkit listrik untuk dapur dengan menggunakan campuran air propilen glicol sebagai bahan bakarnya.

Maret 2016 menjadi pembuktian pertama konsep pembangkit tenaga listrik dari propilen glicol berhasil dilakukan di laboratorium. “Pencapaian ini merupakan pembuktian bahwa kita berada pada jalur inovasi yang tepat,” ujar Benno Petersen, Kepala Inovasi dan R&T Diehl Aerospace yang dilansir KabarPenumpang.com dari apex.aero (12/10/2017).

Sederhananya troli diisi dengan daya bahan bakar dan bertindak menjadi pembangkit listrik di dapur. Bahan bakar campuran propilen glicol ini sangat aman dan sangat mudah ditemukan karena sebelumnya digunakan sebagai pendingin di pesawat terbang.

Penerapan BYOD (Bring on Your Device) pada kabin penumpang dipercaya akan semakin meningkat tajam, dimana penumpang dapat secara masif menggunakan gadget (smartphone/tablet/laptop) di dalam kabin berkat adanya fasilitas WiFi onboard. Dalam skema WiFi onboard bakal lebih banyak konsumsi energi pada kabin, mengingat gadget yang terkoneksi WiFi perlu mendapat pasokan listrik untuk charging baterai. Berangkat dari kebutuhan energi pada kabin yang terus meningkat, troli MAGIC hadir sebagai solusi.

Baca juga: Tahun 2020, Dipercaya 14.419 Pesawat Komersial Gunakan Akses WiFi di Kabin

Diehl Aerosystems sendiri merupakan peserta reguler Chrystal Cabin Award (CCA) tahun 2017 ini dan memenangkan kategori Cabin System. Pengajuan CCA harus melengkapi inovasi paling signifikan dalam interior pesawat terbang, teknologi onboard, kenyamanan penumpang, efisiensi, keselamatan dan desain yang masih berfungsi. CCA berikutnya pada tahun 2018 akan mencakup tujuh kategori dan termasuk hiburan serta konektivitas inflight yang menjadi pendatang baru. Nantinya pemenang CCA akan diumumkan pada Aircraft Interiors Expo pada 10-12 April mendatang di Hamburg, Jerman.

23 Tahun Mengangkasa, Boeing 747-400 Garuda Indonesia Akhiri Masa Tugas

Mungkin generasi ‘jaman now’ tak terlalu mengingat bahwa Garuda Indonesia juga menjadi salah satu operator pesawat jumbo jet Boeing 747-400, pesawat untuk rute jarak jauh dengan empat mesin ini nyatanya sudah mendukung penerbangan Garuda Indonesia sejak tahun 1994. Dijuluki sebagai Queen of the Skies, Boeing 747-400 Garuda Indonesia terakhir melayani penerbangan pada 6 Oktober 2017 kemarin saat melayani kepulangan jamaah Haji dari Madinah menuju Makassar.

Baca juga: Fokker F-28, Pernah Menjadi Tulang Punggung Armada Garuda Indonesia

Tak terasa pesawat ini sudah melintasi langit dunia selama kurun waktu 23 tahun dengan 89.000 jam terbang dan 15512 flight cycle. Penerbangan terakhir PK-GSH ini menandai masa pensiun seluruh Boeing 747-400 milik Garuda Indonesia. Selama pengabdian 23 tahun bersama Garuda Indonesia, ada tiga pesawat Boeing 747-400 yang dioperasikan dengan nomor registrasi PK-GSI, PK-GSG dan PK-GSH. Dan saat ini 747-400 ini berada di hanggar 4 GMF AeroAsia.

Boeing 747-400 merupakan pesawat dengan ukuran terbesar dari sejumlah armada yang dioperasikan Garuda Indonesia. Pesawat ini menampung penumpang dengan kapasitas 428 orang yang terdiri dari 42 kursi kelas eksekutif dan 386 sisanya dikelas ekonomi dengan AVOD (Audio and Video on Demand) yang hanya tersedia di kelas eksekutif.

Pesawat ini membuktikan kehandalannya dengan menggabungkan keunggulan Aerodinamis dari masing-masing model Boeing 747. Winglet memberikan efek sayap yang melebar namun tanpa melebihi slot bandara standar. Boeing 747-400 juga dikenal dengan daya tahannya terbang long range nonstop dengan kecepatan lebih tinggi serta mampu mengangkut lebih banyak payload baik penumpang maupun kargo.

Senior Manager Public Relations Garuda, Ikhsan Rosan mengatakan, selain sebagai armada penerbangan Haji dan Umroh, pesawat ini juga bisa menjadi penerbangan charter. Tak hanya itu, Ikhsan menambahkan Boeing 747-400 bisa digunakan sebagai pesawat sapu jagat dalam misi penerbangan khusus.

Baca juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

“Sebagai pesawat sapu jagat di domestik biasanya membantu mengangkut penumpang yang tidak bisa terangkut maskapai akibat bencana alam atau yang lainnya,” ujar Ikhsan yang ditemui KabarPenumpang.com di kantornya (17/10/2017).

Pesawat Boeing 747-400 Garuda Indonesia pernah melayani rute penerbangan internasional dan domestik seperti Amsterdam, London, Frankfurt, Munchen, Zurich, Paris, Madrid, Vienna, Tokyo Narita, Nagoya, Osaka, Seoul, Beijing, Shanghai, Hongkong, Taipei, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur Jeddah, Riyadh, Dammam, Madinah, Abu Dhabi, Kairo, Melbourne, Sydney, Brisbane, Perth, Ujung Pandang. Surabaya, Medan, Padang, Palembang, Balikpapan, Banda Aceh, dan Jakarta.

Pada tahun 2000, pesawat Boeing 747-400 Garuda Indonesia pernah membawa Presiden Gus Dur dalam kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Pesawat ini juga pernah terbang nonstop kurang lebih 13 jam dari Munich ke Halim Perdanakusuma untuk melayani penerbangan khusus menjemput jenazah Almarhumah Ainun Habibie, istri mantan Presiden RI BJ Habibie.

Pensiunnya pesawat ini bukan karena kendala teknis dan usia, namun lebih kepada biaya operasional yang tidak sesuai dengan tingkat okupansi penumpangnya. Dengan purna tugasnya pesawat ini, belum jelas akan diapakan jumbo jet tersebut, ada yang menyebut Boeing 747-400 legendaris itu akan dijual oleh Garuda Indonesia.

Demand Melonjak, Garuda Indonesia Tambah Jadwal Penerbangan Denpasar-Melbourne

Bagi Garuda Indonesia, penerbangan ke Australia tergolong rute ‘gemuk,’ dengan pemberangkatan dari Jakarta dan Denpasar, kini maskapai kebanggaan nasional tersebut telah melayani rute ke tiga kota besar di Australia, yakni Sydney, Perth dan Melbourne. Dan yang disebut terakhir, penerbangan dari dan ke Melbourne yang dikenal sebagai kota pelajar di Negara Bagian Victoria, mengalami lonjakan permintaan, khususnya pada rute Denpasar – Melbourne.

Baca juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Merespon deman yang terus meningkat, Garuda Indonesia berencana menambah jadwal penerbangannya ke Australia tepatnya ke bandara di Melbourne yang tadinya hanya tujuh kali menjadi delapan kali dalam seminggu. Senior Manager Public Relations Garuda, Ikhsan Rosan mengatakan kepada KabarPenumpang.com (17/10), penerbangan dengan tambahan frekuensi ini akan dimulai pada 15 Desember 2017 mendatang. Penambahan jadwal atau frekuensi penerbangan tersebut dikarenakan adanya permintaan dari pelanggan dan juga komitmen Garuda Indonesia untuk mengembangkan serta meningkatkan industri pariwisata Indonesia.

Australia merupakan salah satu target utama wisatawan dari Kementerian Pariwisata. Sebab enam puluh persen turis Australia merupakan wisatawan berulang alias yang sering mondar-mandir Australia – Indonesia, apalagi Bali satu tempat tujuan favorit para turis Australia ini.

Selain itu, adanya konektivitas udara ini menjadi salah satu dari tiga program utama kementerian dalam pertemuan koordinasi nasional selain homestay wisata dan homestay desa. Sebab 80 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia menggunakan pesawat terbang, sehingga ketersediaan tempat duduk menjadi satu kunci untuk mencapai target jumlah wisatawan mancanegara tahun 2017 dan 2019.

Baca juga: Douglas DC-8: Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

Ikhsan mengatakan, dirinya tidak tahu pasti hari apa yang ada penerbangan dua kali dalam sehari dari Denpasar menuju Melbourne tersebut. Dia menambahkan, selain dari Denpasar sebenarnya Jakarta juga memiliki rute langsung menuju Melbourne. Penerbangan menjadi delapan kali seminggu dengan tambahan jadwal penerbangan ini akan berlangsung di hari Jumat. Jadwal keberangkatan tambahannya yakni pukul 09.00 waktu Bali dan tiba di pukul 04.35 waktu Melbourne. Sedangkan untuk perjalan kembali dari Melbourne akan berangkat pukul 06.00 sore waktu setempat dan tiba pukul 10.10 waktu Bali.

Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

Buat sebagian dari Anda mungkin akan bertanya-tanya, mengapa awak kabin atau pramugari selalu terlihat menawan ketika tengah bertugas. Tidak hanya paras yang elok, postur tubuh mereka juga bisa terhitung molek. Lantas, apakah ada perawatan khusus yang mereka lakukan? Atau mungkin mereka hanya menggunakan produk kecantikan namun dengan harga selangit? Mungkin untuk beberapa pramugari, ada yang melakukannya, tapi memang ada perawatan khusus yang mereka lakukan untuk tetap menjaga kecantikan wajahnya.

Baca Juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Bagi Anda yang masih betanya-tanya, berikut KabarPenumpang.com akan membeberkan beberapa tips sederhana yang bisa Anda tiru mengenai rahasia kecantikan para pramugari.

Air yang Cukup
Udara di dalam pesawat memang terkenal kering, apalagi jika Anda tengah berada dalam sebuah penerbangan jarak jauh. Dengan banyak minum air, maka kulit yang kering akibat udara di dalam kabin akan membantu kulit tetap lembab. Jika berkenan, Anda bisa menambahkan irisan jeruk lemon ke dalam air minum tersebut untuk menambah kesegaran.

Bawa Semprotan Wajah
Alih-alih membasuh muka dan akhirnya melunturkan make up Anda, ada baiknya menggunakan semprotan wajah. Menyemprot wajah akan memberikan kesegaran pada wajah untuk durasi yang tidak terlalu lama. Air yang bisa disemprotkan bisa berupa air asam atau air mawar yang bermanfaat untuk kelembaban wajah.

Pelembab
Jika kulit mulai terasa kering, mungkin barang ini yang sebaiknya Anda cari terlebih dahulu. Selain pelembab untuk kulit, ada juga berbagai produk kecantikan yang menyediakan pelembab untuk bagian tubuh lain, seperti lip balm dan pelembab wajah.

Pembersih Wajah yang Natural
dilansir dari cnnindonesia.com, seorang pramugari yang mengabdi pada salah satu maskapai di UAE mengatakan selalu membersihkan sisa make up setelah bertugas dengan air bersih. “Setelah semuanya sudah bersih, saya mengoleskan minyak kelapa untuk menjaga kelembaban kulit,” tuturnya.

Baca Juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Penggunaan Masker Secara Rutin
Jika diperhatikan lebih detil, wajah mulus yang dimiliki oleh pramugari tentu saja tidak bisa didapatkan dengan sembarangan, atau bahkan mereka tidak merawatnya. Perawatan yang mereka lakukan salah satunya adalah dengan menggunakan masker. Banyak pramugari di luar sana yang menggunakan masker jika mereka sedang tidak mengudara, dan akhirnya mereka memiliki kulit yang mulus. Lakukanlah dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk mendapatkan kulit mulus seperti pramugari.

Perlindungan Terhadap Radiasi
Semakin tinggi terbang, maka semakin tinggi risiko Anda terkena dampak radiasi. Padahal radiasi bisa berdampak pada kesehatan Anda, seperti memicu kanker. Anda pun perlu melindungi diri Anda dengan mengonsumsi cukup antioksidan, misalnya teh hijau, salad, atau produk kecantikan dengan kandungan vitamin A, C, dan E.

Percepat Pekerjaan Konstruksi MRT, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Sudirman-Thamrin

Sehari pasca pelantikan Gubernur baru DKI Jakarta, PT MRT Jakarta mengupayakan langkah percepatan pekerjaan konstruksi, salah satunya melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di 6 (enam) lokasi proyek stasiun bawah tanah MRT (Patung Pemuda, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi dan Bunderan HI). Hal ini dilakukan terkait dengan adanya beberapa tahapan pekerjaan diantaranya dalam rangka penataan kembali (reinstatement), penyelesaian relokasi utilitas, konstruksi pintu masuk (entrance) stasiun, cooling tower dan ventilation tower stasiun bawah tanah MRT.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

Beberapa tahapan pekerjaan ini akan membawa konsekuensi terhadap perubahan/pergeseran lajur lalu lintas secara bertahap mulai dari bulan Oktober 2017 hingga Juli 2018 di beberapa lokasi proyek stasiun MRT tersebut.
Tahapan Konstruksi di Bundaran Patung Pemuda Senayan

Pada titik transisi (jalur layang & jalur bawah tanah MRT) di bundaran Patung Pemuda Senayan, sedang dilakukan pekerjaan penimbunan tanah dalam rangka penataan kembali (reinstatement). Bundaran Patung Pemuda yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi area kerja konstruksi, saat ini telah selesai dan kondisi jalan pada area tersebut secara bertahap dikembalikan seperti semula. Ditargetkan pada pertengahan tahun mendatang, bundaran Patung Pemuda akan kembali aktif dengan kondisi seperti kondisi sebelum konstruksi.

Tahapan Konstruksi di Stasiun MRT Senayan
Pada beberapa lokasi proyek stasiun bawah tanah MRT (Stasiun Senayan) yang berlokasi di depan gedung Summitmas, saat ini sedang dilakukan pekerjaan konstruksi entrance stasiun dan CT/VT sisi timur stasiun Senayan yang ditargetkan selesai pada bulan Desember 2017. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi entrance dan CT/VT sisi barat stasiun Senayan (berlokasi di depan Ratu Plaza) mulai Januari 2018.

Tahapan Konstruksi di Stasiun MRT Istora
Pada lokasi proyek stasiun bawah tanah MRT (Stasiun Istora) yang berlokasi di depan eks Senayan Golf Driving Range, saat ini sedang dilakukan pekerjaan konstruksi entrance stasiun dan CT/VT sisi barat stasiun Istora yang ditargetkan selesai pada bulan Desember 2017. Bersamaan dengan itu, mulai bulan Oktober 2017 hingga Desember 2017, akan dilakukan pekerjaan pemindahan saluran drainase dari sisi timur menjadi di area median jalan (depan area SCBD) yang berdampak pada penutupan jalur busway di kedua arah, sehingga jalur Transjakarta untuk sementara waktu akan menyatu dengan lajur kendaraan pribadi pada titik tersebut. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi entrance stasiun dan CT/VT sisi timur stasiun Istora (depan gedung Bursa Efek) mulai Januari 2018.

Tahapan Konstruksi di Stasiun MRT Bendungan Hilir
Pada lokasi proyek stasiun bawah tanah MRT (Stasiun Bendungan Hilir) yang berlokasi di depan gedung Intiland, saat ini sedang dilakukan pekerjaan konstruksi entrance stasiun sisi barat dan CT/VT stasiun Bendungan Hilir yang ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei 2018. Bersamaan dengan itu, akan dimulai pula pekerjaan konstruksi entrance stasiun Bendungan Hilir sisi timur pada Januari 2018 hingga target penyelesaian konstruksi pada bulan Juli 2018.

Tahapan Konstruksi di Stasiun MRT Setiabudi
Pada lokasi proyek stasiun bawah tanah MRT (Stasiun Setiabudi) yang berlokasi di depan gedung Midplaza, saat ini sedang dilakukan pekerjaan konstruksi entrance stasiun sisi timur dan CT/VT stasiun Setiabudi yang ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei 2018. Bersamaan dengan itu, akan dimulai pula pekerjaan konstruksi entrance stasiun Setiabudi sisi barat pada Januari 2018 hingga target penyelesaian konstruksi pada bulan Juli 2018.

Tahapan Konstruksi di Stasiun MRT Bundaran HI
Pada lokasi proyek stasiun bawah tanah MRT (Stasiun Bundaran HI) yang berlokasi di depan gedung Plaza Permata, saat ini sedang dilakukan pekerjaan konstruksi entrance stasiun sisi timur dan penimbunan tanah/reinstatement. Bersamaan dengan itu, akan dimulai pula pekerjaan konstruksi entrance stasiun Bundaran HI sisi barat pada Oktober 2017 hingga target penyelesaian konstruksi pada bulan Juli 2018.

Baca juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah 

Dikutip dari siaran pers PT MRT Jakarta, berikut ini adalah ringkasan lokasi, jenis pekerjaan, dampak lalu lintas, serta jadwal:

Lokasi
Pekerjaan
Jadwal Pekerjaan
Patung Pemuda
(Bundaran Patung Pemuda Senayan)
 
Pekerjaan penimbunan tanah dan penataan kembali (reinstatement)
Jalan akan dikembalikan seperti kondisi awal (sebelum proyek)
17 November 2017 – 30 Juni 2018
Jl. Sudirman
(Stasiun Senayan)
1.       Pembangunan pintu masuk (entrance) stasiun sisi Timur
2.       Pembangunan pintu masuk (entrance) stasiun dan CT/VT sisi Barat
Oktober 2017 – Juli 2018
Jl. Sudirman
(Stasiun Istora)
1.       Pemindahan Saluran Drainase
2.       Pembangunan pintu masuk (entrance) stasiun dan CT/VT sisi Barat
3.       Pembangunan pintu masuk (entrance) stasiun dan CT/VT sisi Timur
Oktober 2017 – Juli 2018
Jl. Sudirman
(Stasiun Bendungan Hilir)
1.       Pembangunan Pintu masuk (entrance) Stasiun sisi Barat
2.       Pembangunan Pintu masuk (entrance) Stasiun sisi Timur
Oktober 2017 – Juli 2018
Jl. Sudirman
(Stasiun Setiabudi)
1.       Pembangunan Pintu masuk (entrance) Stasiun sisi Timur
2.       Pembangunan Pintu masuk (entrance) Stasiun sisi Barat
Oktober 2017 – Juli 2018
Jl. Thamrin
(Stasiun Bundaran HI)
1.       Pembangunan Pintu masuk (entrance) Stasiun sisi Timur
2.       Pembangunan Pintu masuk (entrance) Stasiun sisi Barat
Oktober 2017 – Juli 2018

Ford Hadirkan Layanan Bike Sharing, Kok Bisa?

Selama ini label Ford identik sebagai manufaktur otomotif papan atas. Namun, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat ini baru saja memperkenalkan co-venture dari Ford Motor Company, yaitu Ford GoBike. Kehadirannya diusung-usung akan menjadi jaringan pangsa sepeda terbesar kedua di Amerika dengan menyediakan sekitar 7.000 buah sepeda di San Francisco dan Bay Area sepanjang Oakland hingga San Jose.

Baca Juga: Sarana dan Pra Sarana Transportasi Termutakhir, Tidak Semuanya Mewah Loh!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman zdnet.com (3/7/2017), biaya yang dikenakan kepada para penyewa adalah US$ 3 per perjalanan. Terdapat juga layanan tiket bulanan dan tahunan, seperti yang biasanya ditemui pada jaringan bus  dan kereta. Memang sedikit agak aneh ketika mendengar Ford berinvestasi di program bike sharing seperti ini. Namun dilansir dari sumber, Ford melihat ini merupakan cara untuk memahami kebutuhan transportasi masa depan yang lebih baik ketimbang drone dan segala jenis kendaraan lainnya.

Diketahui, tahun lalu Ford mengakuisisi sebuah perusahaan yang berbasis di San Francisco, Chariot dalam hal penyediaan layanan jarak pendek komuter on-demand. Walaupun dalam hal ini Ford berperan sebagai sponsor, namun yang lebih banyak bekerja dalam mewujudkan program ini adalah Motivate, sebuah startup yang berbasis di New York yang mampu menarik perhatian banyak orang dengan program-progamnya, salah satunya adalah merancang, membangun, dan mengoperasikan jaringan sepeda di sembilan kota dan masih terus akan bertambah. Jaringan pangsa sepeda terbesar ada di New York dengan 10.000 CitiBikes.

Bisa dibilang, ini merupakan pendamping layanan transportasi lain namun dengan versi yang “lebih hijau”. Terbukti dengan spot penyewaan sepeda yang terletak dengan pra-sarana transportasi umum. Ini akan memungkinkan bagi para penggunanya untuk dapat mengakses bus atau kereta tanpa harus kelelahan setelah berjalan jauh. Tantangan muncul ketika pihak promotor harus membangun “stasiun” sepeda di tempat yang terpencil dengan cepat. Dikhawatirkan pembangunan tersebut terhambat akibat akses menuju lokasi yang sulit dijangkau.

Sumber: zdnet.com

Perjuangan Ford dalam mewujudkan transportasi go-green masa depan tidak berjalan sendiri. Terdapat Espin yang menawarkan jasa serupa, namun moda yang digunakan berbeda. Espin menggunakan sepeda listrik atau yang lebih dikenal dengan selis. Barang tentu, kehadiran selis milik Espin ini menjadi alternatif banyak orang ketika mereka sudah mulai penat menggunakan transportasi umum.

Baca Juga: Survei: Keraguan Masyarakat Bakal Jadi Penghambat Kehadiran Drone Penumpang

Kecepatan yang ditawarkan oleh selis Espin ini juga bisa dibilang menggiurkan. Rata-rata, sepeda listrik ini dapat melaju hingga kecepatan 25 mph atau setara dengan 40km/jam. Tentu ini akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi para calon penyewanya. Walaupun sepeda ini terbilang cukup berat, namun akan menjadi sangat ringan ketika dikendarai.

Lagi, masyarakat dihadapkan dengan dua pilihan. Espin menawarkan kenyamanan dan tenggat waktu perjalanan yang lebih singkat karena dapat memadukan antara tenaga manusia dan listrik secara bersamaan, sementara Ford bisa menjadi pilihan yang lebih praktis karena Anda tidak perlu khawatir dengan pencurian. Jadi, manakah yang akan Anda pilih?

Peduli Lingkungan dan Manfaatkan Energi Terbarukan, Bandara Oslo Jadi Yang “Terhijau” di Dunia

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Mungkin peribahasa tersebut pantas disematkan pada Bandara Oslo di Norwegia, karena bandara yang dikelola oleh Avinor ini tidak hanya mampu menjalankan sebuah proyek untuk melipatgandakan kapasitas penumpang, melainkan juga mendapatkan gelar bandara “terhijau” pertama di dunia berdasarkan penilaian berkelanjutan dari pihak Building Research Establishment Environmental Assessment Method (BREEAM), yang juga diakui secara internasional.

Baca Juga: Cair Tapi Bukan Sabun, Lantas Apa yang Dikeluarkan Dispenser Sabun di Bandara Detroit?

Tidak hanya melipatgandakan kapasitas penumpang menjadi 32 juta penumpang setiap tahunnya,tapi Bandara Oslo ini juga melebarkan bandara hingga 117.000 meter persegi, 11 jet bridged baru, dan 10 tempat parkir pesawat jarak jauh yang baru. Ini merupakan bagian dari proyek perluasan baru senilai NOK 14 miliar atau setara dengan Rp23,9 triliun. Tidak hanya itu, beberapa fitur ramah lingkungan juga ditonjolkan dari Bandar ini, seperti  menurunkan salju untuk mendinginkan musim panas yang sangat terik.

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (31/7/2017), BREEAM menilai bandara ini mengedepankan aspek lingkungan yang terdepan di dunia. Proyek yang dikelola oleh ÅF Advansia AS dan selesai pada bulan April kemarin ini memiliki satu fokus sejak awal pengembangannya, yaitu bandara yang menggunakan energi berkelanjutan. Namun, tantangan terbesar yang akan dihadapi adalah menerapkan sistem pengurangan emisi, dimana ini akan menjadi solusi ramah lingkungan jangka panjang. Hal tersebut diungkapkan oleh  kepala divisi lingkungan proyek perluasan Bandara Oslo, Asbjørg Næss.

“Penerbangan berkontribusi secara signifikan terhadap penyebaran emisi gas rumah kaca, jadi Avinor menganggap penting untuk lebih ramah lingkungan, terutama karena proyek besar seperti ini dapat memiliki dampak lingkungan yang besar,” tutur Asbjørg. “Selain itu, Avinor juga mengetahui bahwa bandara ramah lingkungan yang berkelanjutan merupakan contoh pasar bisnis yang baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Asbjørg mengaku bangga dengan pencapaian yang sudah mereka raih, terutama penilaian BREEAM terhadap penggunaan salju alami pada musim panas. “Kami menjaga salju dari musim dingin di bawah serbuk gergaji dan mencairkannya di musim panas untuk mendinginkan ruangan di dalam gedung,” ungkap Asbjørg. “Kita memiliki begitu banyak salju di musim dingin biasanya kita tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan itu tapi sekarang kita menggunakannya sebagai sumber daya,” tambahnya.

Baca Juga: Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi Jitu

Sedangkan untuk sistem penghangat, bandara ini menggunakan air tanah yang terletak di bawah bandara. Terminal ini juga dirancang sebagai Passive House yang merupakan konsep dari Jerman, dimana sebuah bangunan didesain sehingga energi yang dibutuhkan lebih sedikit. “Sebagai tim, kami membuat program yang berfokus pada target lingkungan di berbagai bidang. Misalnya: tidak ada bahan berbahaya, emisi CO2 dari produksi bahan harus jauh lebih rendah dari bandara lain. Kami juga memutuskan untuk mematuhi sertifikasi BREEAM di tingkat Excellent.” Tutup Asbjørg.