Mengerikan dari Prindapan, Perempuan Diperkosa di Dalam Bus Kosong

Seorang pria dengan catatan kriminal berat diburu pihak kepolisian Pune, New Delhi, India. Ini dikarenakan pria tersebut melakukan pemerkosaan terhadap seorang Wanita berusia 26 tahun di dalam bus milik Maharashtra State Road Transport Corporation (MSRTC).

Menurut korban, dirinya tengah menunggu bus ke Paithan di salah satu jalur sekitar pukul 05.30 pagi Waktu setempat pada hari Selasa (25/2/2025) kemarin. Saat itu korban mengatakan, dia didekati oleh pelaku yang mengatakan bahwa bus sudah tiba di jalur lainnya.

Namun, bukan di bawa menuju bus yang akan ditumpangi, pelaku justru membawa korban ke sebuah bus kosong yang diparkir di area sepi di lokasi tersebut. Karena saat itu hari masih gelap, Wanita itu menaiki bus yang dikiranya masih sepi.

Sayangnya, pelaku juga ikut masuk ke dalam bus tersebut dan diduga memperkosa korban dan melarikan diri. Kejadian ini terekam CCTV dan polisi melakukan identifikasi pada pelaku.

Baca juga: Viral! Ngadu Diperkosa Penumpang, Pramugari American Airlines Malah Dipecat

Diketahui, polisi sudah mengidentifikasi pelaku dan mendapatkan nama Datta Gade. Selain memperkosa, dia juga memiliki kasus pencurian dan penjambretan sebelumnya.

“Pelaku diiidentifikasi sebagai Datta Gade yang juga memiliki kasus pencurian an penjambretan sebelumnya,” kata pihak kepolisian Swargate.

Pihak kepolisian juga mengatakan telah membentuk beberapa tim untuk melacaknya. Untuk diketahui Maharashtra State Road Transport Corporation disingkat (MSRTC atau ST) adalah layanan bus milik negara bagian Maharashtra, India yang melayani rute ke kota-kota di Maharashtra serta ke negara-negara bagian tetangganya.

Layanan ini juga menawarkan fasilitas pemesanan tiket online untuk semua bus. Baru-baru ini mulai 21 Mei 2020, Perusahaan ini memulai Transportasi Barang, Pembuatan Karoseri Bus Pribadi, dan Pembuatan Ulang Ban Kendaraan Pribadi. Di masa mendatang, Perusahaan ini berencana untuk memulai pompa bensin untuk kendaraan pribadi di seluruh Maharashtra.

Maharashtra State Road Transport Corporation didirikan oleh Pemerintah Negara Bagian Maharashtra sesuai ketentuan dalam Bagian 3 dari Undang-Undang RTC 1950. MSRTC mengoperasikan layanannya dengan skema transportasi jalan yang disetujui yang diterbitkan melalui Pemberitahuan MVA 3173/30303-XIIA tertanggal 29 November 1973 dalam lembaran negara. Area yang dicakup oleh skema tersebut adalah seluruh wilayah negara bagian Maharashtra.

Perusahaan tersebut mengoperasikan layanan kereta tahap dan kontrak di seluruh wilayah negara bagian Maharashtra kecuali perusahaan ST yang ditetapkan berdasarkan Bagian 68 A (b) dari Undang-Undang MV dan pengecualian lain yang diterbitkan dalam skema tersebut. Bus pertama dikibarkan dari Pune ke Ahmednagar pada tahun 1948.

Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerintah India Hadirkan Halte Khusus Wanita

Lebih Enak Mana, Naik Kereta Api Jalur Selatan atau Jalur Utara?

Jalur kereta api memang identik dengan kecepatan, kenyamanan, keindahan, dan ketepatan waktu. Namun kembali lagi kepada masyarakat sebagai pengguna setia kereta api. Biasanya jalur utara identik dengan persawahan , jalurnya yang kebanyakan lurus, kecepatan bisa mencapai lebih dari 80 km/jam dan lebih jarang kereta api yang berhentj di stasiun kecil.

Baca juga: Libur Lebaran ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Namun untuk jalur selatan, waktu tempuh sedikit lebih lama, karena harus melewati medan yang cukup berat, seperti: tanjakan, turunan, tikungan yang mencapai 90 derajat, serta masih terbatasnya kecepatan antara 50 – 80 km/jam.

Jalur utara saat ini sudah mencapai tahap jalur ganda dari Jakarta sampai dengan Surabaya. Pembangunan ini dinilai berhasil karena bisa menghasilkan kecepatan dan ketepatan waktu saat kereta api berjalan. Selain itu banyaknya stasiun yang dilewati tak melulu rangkaian kereta api untuk berhenti. Justru kereta api berhenti di stasiun – stasiun dengan volume penumpang yang tinggi.

Tak hanya kereta penumpang, jalur utara juga identik dengan banyak lalu lintas kereta api angkutan barang. Melewati jalur utara, estimasi waktu perjalanan KA angkutan barang pun sangat sangat dominan, hanya terhalang dengan kereta api penumpang yang mau tidak mau harus mengalah (disusul). KA angkutan barang yang melewati jalur utara mayoritas adalah KA Petikemas dari Surabaya (Kalimas) menuju Tanjung Priok pp.

Ilustrasi KA Kamandaka melintas kawasan Bumiayu, Jawa Tengah dengan rangkaian Kelas Ekonomi.
(FOTO: instagram/@raafiddhiyaulhaq )

Lain halnya dengan jalur selatan. Ini sangat di favoritkan bagi penumpang kereta api khususnya yang gemar dengan alam Indonesia. Meski kecepatan kereta api tak secepat di jalur utara, tapi pemandangan yang disuguhkan membuat mata tak mau berkedip. Hamparan sawah, gunung, sungai, dan jurang – jurang sudah menjadi andalan penumpang kereta api yang menikmati pemandangan di jalur selatan.

Baca juga: Mau Coba Naik Kereta Sultan Jelang Lebaran? Ini Syarat dan Harganya

Sebagai contoh, jalur Purwakarta hingga Tasikmalaya. Di jalur tersebut Anda merasa tidak akan bosan karena pemandangan paling keren di tanah Jawa Barat. Meski kecepatan kereta apinya dibatasi, tak menyulutkan kebosanan penumpang melihat keindahan yang dihasilkan alam Indonesia. Tak hanya itu ada beberapa stasiun kecil dan besar yang masih memiliki bangunan lama sebagai cagar budaya aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Nah, bagaimana pendapat Anda, lebih senang lewat jalur utara atau jalur selatan?

Stasiun Kroya, Jadi Pertemuan Kereta Jalur Utara dan Selatan Jawa, Ternyata Sibuknya Seperti Ini

Selain Stasiun Purwokerto, Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto ternyata memiliki jalur yang cukup sibuk melayani perjalanan kereta api. Ya, Stasiun Kroya berada dilokasi jalur percabangan kereta api dari arah utara maupun selatan Pulau Jawa. Jalur kereta api yang dominan ini kebanyakan angkutan penumpang dari kelas eksekutif, bisnis, ekonomi premium, dan ekonomi. Bahkan dengan ditambah sibuknya jalur ini, kereta api barang juga melintas di Stasiun Kroya, yaitu angkutan semen dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Stasiun Kroya memiliki sembilan jalur kereta api. Awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus arah Bandung atau Cilacap maupun arah Kutoarjo, di jalur 3 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Purwokerto, sedangkan jalur 1, 4, dan 5 digunakan sebagai jalur untuk persilangan dan penyusulan kereta api. Sementara jalur 6 dan 7 dipergunakan sebagai jalur untuk parkir KA barang dan KA ketel, serta jalur 8 dan 9 sebagai jalur yang menghubungkan ke Depo Lokomotif, bengkel KA, dan UPT Depo Mekanik.

Kereta Api Serayu memasuki jalur 2 Stasiun Kroya

Saat ini lintas jalur di stasiun Kroya menuju Cirebon dan Kutoarjo sudah berupa jalur ganda. Dengan adanya jalur ganda tersebut, rute Jakarta-Kroya melalui Purwokerto-Cirebon maupun sebaliknya bisa ditempuh dalam waktu 5,56 jam saja. Jalur ganda tersebut secara bertahap akan disambungkan hingga ke Surabaya via Kertosono-Mojokerto.

Ciri Khas Alunan Musik Stasiun Kroya
Setiap naik kereta api tentu kita mengenal bel kedatangan kereta api di stasiun yang sangat dominan. Namun bel kereta api di Stasiun Kroya memiliki ciri khas yang dimiliki wilayah Daop V Purwokerto ini. Dengan memperdengarkan lonceng atau lagu keroncong berjudul Di Tepinya Sungai Serayu karya Soetedja Poerwodibroto. Di mana lagu tersebut diperdengarkan setiap kali ada kereta api yang datang untuk melayani atau menginformasikan penumpang maupun persilangan dan penyusulan antarkereta api.

Selain menjadi jalur kereta api yang memiliki tingkat lalu lintas KA terpadat, stasiun Kroya juga memiliki depo lokomotif dan juga bengkel kereta api yang merupakan bengkel kereta api terbesar di Daop 5 Purwokerto. Fungsinya mirip dengan Balai Yasa, yakni sebagai tempat perbaikan kereta api. Bengkel ini juga dijadikan sebagai tempat untuk sarana kereta penolong milik Daop 5 Purwokerto.

Fyi, sejak jalur ganda tersebut dioperasikan, wujud stasiun ini terus berubah dibanding sebelumnya. Atap overcapping stasiun yang memayungi jalur 13 telah diganti dengan atap yang baru dan memiliki ukuran lebih besar, dan dapat menaungi jalur 16. Peron pada stasiun Kroya juga telah diperpanjang dan ditinggikan, sehingga dapat memuat rangkaian kereta api yang panjang dan memudahkan penumpang naik dan turun di peron stasiun.

Kereta api angkutan BBM melintas perlintasan Stasiun Kroya.

Sebagai salah satu stasiun besar, hampir semua perjalanan kereta api penumpang tujuan Jakarta, Bandung, dan Cilacap, Yogyakarta hingga Surabaya maupun sebaliknya berhenti di stasiun ini.

Tapi ada beberapa kereta api yang berjalam langsung (tidak berhenti) di Stasiun Kroya, yaitu KA Argo Lawu, Argo Dwipangga dan Taksaka (jadwal Gapeka 2025). Stasiun ini juga digunakan untuk putar arah lokomotif angkutan barang, kereta angkutan semen Solusi Bangun Indonesia dan KA BBM yang datang dari arah Cilacap atau lintas selatan menuju Cirebon atau lintas utara, begitu pula sebaliknya. Itulah alasan mengapa stasiun ini menjadi jalur pertemuan KA dari Utara dan Selatan yang menjadi salah satu stasiun dengan jalur tersibuk di Jawa Tengah.

Lebih Enak Mana, Naik Kereta Api Jalur Selatan atau Jalur Utara?

Bandara di Las Vegas Uji Coba Pemeriksaan Keamanan Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai diadaptasi di lingkup kebandarudaraan. Salah satu yang terbilang baru dan tengan diuji coba adalah penggunaa kecerdasan buatan untuk pemeriksaan keamanan di bandara. Pada bulan Oktober 2024, teknologi penyaringan keamanan berbasis AI SeeTrue didemonstrasikan di Bandara Harry Reid di Las Vegas, Amerika Serikat.

Demonstrasi tersebut dilakukan oleh Transportation Security Laboratory of the Department of Homeland Security Science and Technology Directorate.

Seperti dikutip dari airport-technology.com, Leidos, penyedia solusi teknologi, telah bermitra dengan SeeTrue, perusahaan perangkat lunak AI, untuk meningkatkan efisiensi pemeriksaan keamanan melalui teknologi deteksi ancaman bertenaga AI.

Kemitraan ini berfokus pada pengintegrasian algoritme berkemampuan AI untuk mendeteksi barang terlarang dalam pemeriksaan keamanan bandara dan bea cukai dengan menggabungkan pendekatan AI Trusted Mission milik Leidos dengan teknologi canggih SeeTrue.

Dengan menggabungkan algoritme deteksi ancaman pihak ketiga, Leidos akan mempercepat pengembangan algoritme ini untuk melayani kebutuhan kliennya yang terus berubah dengan lebih baik. Bidang fokus utama meliputi algoritme untuk mendeteksi mata uang dan narkotika, yang akan diperkenalkan ke pasar melalui pemindai CT ClearScan Leidos.

Pemeriksa keamanan bagasi kabin ClearScan Leidos menggunakan teknologi CT dan algoritme canggih untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, sehingga cairan dan barang elektronik dapat tetap berada di dalam bagasi kabin.

Solusi AI SeeTrue dirancang untuk terintegrasi dengan mudah dengan pemindai sinar-X dan CT di berbagai tempat, termasuk bandara, pelabuhan laut, pos pemeriksaan keamanan perkotaan, bea cukai, dan fasilitas pengiriman.

Layanan Imigrasi di Bandara Changi Sabet Peringkat Terbaik di Dunia

Cirahayu: Jalur Manuver Kereta Api Hingga Stasiun Paling Terpencil di Kabupaten Tasikmalaya

Bagi kalian yang pernah naik kereta api melintasi jalur Bandung-Tasikmalaya, pasti sudah tak asing lagi dengan stasiun terpencil yang satu ini. Sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kadipaten, Kadipaten, Tasikmalaya.

Inilah Stasiun Cirahayu yang merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di Kabupaten Tasikmalaya. Stasiun yang terletak pada ketinggian 619 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi (Daop) II Bandung. Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur raya dan 1 jalur badug (buntu). Stasiun Cirahayu terlayani masih menggunakan persinyalan mekanik, mulai dari sinyal lengan dan pengoperasian persambungan rel (wesel).

Bila dilihat dari kondisinya secara fisik, Stasiun Cirahayu telah layak untuk menyandang stasiun kelas III, namun begitu stasiun ini memiliki fasilitas toilet. Apalagi Stasiun Cirahayu ini sudah menjadi stasiun yang cukup ramai dengan beberapa kereta api yang berhenti di stasiun ini pada Gapeka 2025. Kebersihan di area stasiun pun sangat terjaga. Juga keamanan di stasiun ini telah menempatkan personil untuk mengamankan area stasiun.

KA Serayu rute Pasarsenen-Purwokerto berhenti di jalur 1 Stasiun Cirahayu.

Tak hanya itu, stasiun yang kecil ini juga jauh dari jalan raya. Jika melihat dari jalan raya yang menghubungkan Nagrek-Tasikmalaya, ada sebuah papan petunjuk arah menuju ke Stasiun Cirahayu yang berada dikawasan kecamatan Ciawi, Tasikmalaya. Memang papan petunjuk itu sudah cukup usang bahkan agak susah untuk melihatnya saat kendaraan sedang berjalan. Jarak dari jalan raya menuju Stasiun Cirahayu adalah 5 kilometer dengan jalan yang menanjak. Praktis stasiun ini dikatakan terpencil, meskipun di bagian depan arah timur stasiun terdapat beberapa rumah.

Meski jalurnya manuver cenderung menikung tajam, Stasiun Cirahayu dilewati kereta api dengan kecepatan 50 km/jam. Dengan tentu penumpang kereta api sangat menyukai jalur ini, terlebih saat berhenti di Stasiun Cirahayu.

Pemberhentian terlama di Stasiun Cirahayu ini dipegang oleh Kereta Api Serayu pagi rute Pasarsenen-Purwokerto. KA Serayu berhenti di Stasiun Cirahayu sekitar 30 menit lamanya. Karena harus mengalah dan menunggu persilangan dengan 2 kereta api, yaitu KA Malabar (Malang-Bandung) dan KA Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung). Dengan tentu penumpang KA Serayu senang, selain pemandangan di sekitar sangat indah, mereka juga mengabadikan momen kereta api melintas di Stasiun Cirahayu dengan ponselnya.

Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah

Sejarah Panjang Kapal Pencalang: Mulai dari Kapal Pengintai Hingga Modernisasi di Masa Kini

Tidak hanya kapal Pinisi atau kapal Kora-Kora, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tentu punya deretan kapal tradisional yang menarik untuk dibahas. Kapal tradisional yang akan dibahas pada kesempatan ini memiliki rentetan sejarah panjang, mulai dari memata-matai musuh di jaman dahulu hingga menjadi kapal untuk berdagang. Kapal yang berasal dari Riau dan Semenanjung Melayu ini juga ternyata sempat ditiru oleh daerah lain, lho! Ada yang bisa menebak kira-kira kapal apa yang akan dibahas?

Baca Juga: Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Kapal Pencalang, kapal yang menjadi pilihan populer untuk nakhoda Bali dan Sulawesi ini berasal dari kata calang atau mencalang dalam bahasa Melayu, yang berarti meninjau, mengintai atau mengintip. Oleh karena itu pencalang dapat diartikan sebagai “perahu yang digunakan untuk memata-matai” atau “perahu intai”. Menurut glosarium VOC, pencalang sendiri berasal dari kata dalam bahasa Melayu “pentjalang” berarti “perahu yang dikirim untuk mengintai” dari kata “tjalang” yang berarti intai. Dari sini saja, sudah terlihat jelas bahwa awal dirakitnya kapal ini adalah untuk mengintai musuh.

Melansir dari berbagai sumber, kapal Pencalang biasanya memiliki satu atau dua tiang layar, dengan geladak yang menutupi sepanjang lambung dan sebuah bilik di tengah yang berfungsi sebagai ruang muatan, ditutup dengan geladak tetap.

Di jaman dulu, tepatnya saat jaman penjajahan Belanda, VOC atau perusahaan dagang Belanda juga membuat kapal jenis ini untuk digunakan di perairan India. Meskipun pada awal abad ke-18 VOC memiliki selup dan pencalang, pada akhir abad itu hanya kapal pencalang yang masih dibangun. Dalam peperangan, kapal pencalang sering digunakan untuk memata-matai musuh dengan memakai sifat dagangnya itu. Karena kapal Pencalang memiliki kemampuan berlayar yang baik, kapal ini lalu digunakan oleh VOC dalam memerangi para bajak laut.

Lain dulu lain juga dengan sekarang. Diketahui bahwa di tahun 2023 kemarin, institusi pendidikan seperti Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melakukan inovasi dengan memasangkan teknologi modern pada kapal Pencalang.

Kapal Pencalang. Sumber: istimewa

Mengutip dari laman resmi Kemendikbud, penggerak kapal Pencalang ini menggunakan motor dan layar. Sementara itu, badan kapal dibuat dari kayu Merbau, Jati, dan Camplong.

Kapal Pencalang ini juga dilengkapi alat automation identification system (AIS) hasil riset terapan dari dosen dan mahasiswa PPNS. AIS merupakan sistem pelacakan otomatis yang digunakan pada kapal. AIS ini mampu menampilkan keberadaan kapal lain di sekitarnya berada melalui layar display monitor Electronic Chart Display Information System (ECDIS) dan System Electronic Navigation Chat (SENC). Sebagai informasi tambahan, ECDIS berfungsi untuk meningkatkan keselamatan navigasi dengan menyediakan informasi navigasi yang komprehensif dan real-time. Sementara SENC merupakan database peta elektronik yang digunakan dalam sistem ECDIS.

Ternyata, luar biasa sekali bukan lika-liku perjalanan kapal Pencalang, mulai dari kapal pengintai, untuk memerangi bajak laut, hingga kini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu ‘diberdayakan’ kembali.

Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora

Baca Artikel Ini Biar Tidak Bingung Membedakan Kapal Ferry dan Kapal RoRo!

Diakui sebagai negara maritim terbesar di dunia, sudah sewajarnya jika Indonesia memiliki berbagai varian kapal untuk melayani penumpang antar pulau. Bagi Anda yang sering ‘menyeberang’ pulau dengan menggunakan kapal, ada 2 moda utama yang sering digunakan, yaitu kapal ferry dan kapal RoRo. Tahukah Anda perbedaan dari 2 kapal ini yang sering Anda jumpai di pelabuhan ini?

Baca Juga: 210 Tahun Lalu, Dunia Kehilangan Sosok Penemu Kapal Uap Komersial

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai lamaan sumber, kapal ferry adalah istilah umum untuk kapal yang mengangkut penumpang dan kendaraan melintasi perairan, biasanya dalam jarak pendek. Sementara kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) adalah jenis kapal ferry yang dirancang khusus untuk memungkinkan kendaraan bermotor masuk dan keluar kapal dengan mudah melalui pintu rampa (ramps). Ini berarti kendaraan dapat “roll on” (masuk) dan “roll off” (keluar) kapal, sehingga mempercepat proses bongkar muat.

Kapal ferry dapat berfokus pada pengangkutan penumpang, kendaraan, atau keduanya, dengan berbagai konfigurasi, tergantung operator yang mengoperasikannya. Sementara Kapal RoRo berfokus pada pengangkutan kendaraan bermotor, seperti mobil, truk, dan bus, serta barang-barang yang dapat diangkut dengan kendaraan.

Ilustrasi Kapal ferry. Sumber: rivieramm.com

Sementara dilansir laman detik.com, kapal RoRo mempunyai sejumlah ciri khas, yaitu memiliki geladak tertutup dan terbuka di sepanjang kapal yang digunakan untuk memuat kargo, seperti sepeda motor, mobil, truk, hingga alat berat. Selain itu, ciri khas lain dari kapal RoRo adalah memiliki pintu rampa di bagian depan dan belakang yang bisa ditekuk. Ketika pintu rampa dibuka, terdapat jembatan kecil di dermaga yang terhubung ke lambung kapal, sehingga kendaraan bisa naik dan turun dari kapal dengan mudah.

Jadi bagi Anda yang masih bingung dengan penjelasan di atas, sederhananya adalah seperti ini: kapal ferry merupakan kapal yang berfokus pada angkutan penumpang yang konfigurasinya dapat diatur sesuai kebutuhan dan fungsinya. Nah, jika kapal ferry memiliki konfigurasi untuk mengangkut kendaraan-kendaraan besar dan dibekali pintu rampa untik memudahkan proses loading, itulah yang dinamakan kapal RoRo.

Kendati kapal RoRo merupakan salah satu jenis dadi kapal ferry, namun terdapat beberapa perbedaan antara 2 kapal yang sering berseliweran di lautan Indonesia ini. Mulai dari desain, di mana kapal ferry biasanya memiliki desain yang lebih ramping, kecil dan memiliki dek atas yang terbuka, sementara kapal RoRo memiliki bentuk yang lebih kaku dan mengotak yang ditujukan untuk dapat mengangkut kargo yang lebih banyak.

Baca Juga: Siap-Siap! Maldives Akan Punya Kapal Feri Tenaga Surya Pertama Pada April Mendatang

Kapal ferry juga biasanya memiliki fasilitas untuk penumpang yang jauh lebih lengkap ketimbang kapal RoRo. Biasanya Anda dapat menjumpai kafetaria, restoran, hingga pembagian kelas untuk penumpang di dalam kapal ferry. Jika menilik dari segi kapasitas, kapal RoRo menawarkan daya angkut yang lebih besar ketimbang kapal ferry.

Jadi, jangan bingung lagi ya untuk membedakan mana kapal ferry dan mana kapal RoRo!

Sebaiknya Anda Tahu, Kapal Ferry Bukan Hanya Jenis Ro-Ro Saja

Akses Internet Starlink Digunakan dalam Modernisasi Sistem Air Traffic Control (ATC) di AS

SpaceX milik Elon Musk sedang menguji terminal internet satelit Starlink untuk sistem kontrol lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) di AS. Pengujian ini dimaksudkan untuk mempercepat modernisasi infrastruktur teknologi Federal Aviation Administration (FAA). Dalam hal ini, SpaceX dalam kontrak miliaran dolar dengan Verizon dan memasang 4.000 terminal Starlink pada infrastruktur FAA.

Musk baru-baru ini mengesahkan pengiriman 4.000 terminal Starlink ke FAA, dengan yang pertama sudah terpasang di laboratorium teknologi kontrol lalu lintas udara FAA di Atlantic City, New Jersey. Dua terminal lagi sedang diuji di lokasi terpencil di Alaska.

Idenya adalah untuk memastikan koneksi telekomunikasi yang lebih andal dan memberikan informasi cuaca yang akurat kepada pilot dan pengontrol lalu lintas udara.

Inisiatif tersebut diberi nama TDM X dan bertujuan untuk beroperasi penuh dalam waktu 12 hingga 18 bulan. Namun, terlepas dari optimisme tersebut, pertanyaan yang menggantung di udara adalah bagaimana gerakan ini memengaruhi persaingan dan kontrak yang telah ditetapkan?

Starlink Sukses Uji Layanan WiFi Starlink di Boeing 777 Qatar Airways, Akses Gratis Buat Penumpang di 2025

Starlink adalah jaringan satelit SpaceX yang menyediakan internet berkecepatan tinggi ke seluruh dunia, termasuk daerah-daerah terpencil di AS. Seiring pertumbuhannya, teknologi tersebut telah memicu perdebatan tentang inovasi, persaingan, dan pengaruh Musk yang semakin besar di negara tersebut.

FAA telah memberikan Verizon kontrak senilai $2023 miliar pada tahun 2017 untuk memodernisasi infrastrukturnya. Kini, masuknya Starlink dapat membuat kontrak tersebut diragukan. Verizon bersikeras bahwa teknologinya penting untuk menjaga keamanan sistem, sementara Musk, dalam platform X-nya, telah secara terbuka mengkritik kinerja perusahaan tersebut, dengan mengklaim bahwa “sistem Verizon tidak berfungsi dan membahayakan para pelancong.”

Pertanyaan besarnya adalah: seberapa jauh Musk dapat memperluas pengaruhnya dalam industri penerbangan tanpa mengganggu keseimbangan pasar? Bagaimanapun, perusahaannya telah mendominasi eksplorasi ruang angkasa dan semakin terintegrasi dalam komunikasi global.

Kebutuhan akan kontrol lalu lintas udara modern telah menjadi sorotan setelah kecelakaan fatal pada Januari 2025 yang melibatkan jet regional dan helikopter militer di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington. Mantan Presiden Donald Trump mengkritik teknologi kontrol lalu lintas udara, yang menyebutnya “usang.”

Menteri Perhubungan Sean Duffy baru-baru ini mengatakan Kantor Efisiensi Pemerintah Musk akan bekerja untuk “memikirkan kembali” wilayah udara negara itu. Kemitraan tersebut dapat mempercepat modernisasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh Musk yang semakin besar terhadap pemerintah AS dan infrastruktur penting.

Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Catatan Sejarah KA Taruna Ekspres, Hadirkan Layanan Khusus untuk Perwira TNI AD

Sebagai bagian mobilisasi tentara, kereta api yang dapat mengangkut jumlah lebih besar pada waktu itu mempunyai peran yang sangat penting. Seperti layaknya Kereta Luar Biasa (KLB) yang sering dijalankan secara khusus ini mengangkut penumpang yang tidak biasa dijalur kereta api wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Magelang sejak dahulu terkenal sebagai basis Akademi Militer (Akmil) yang mencetak perwira-perwira di lingkungan TNI AD. Lantaran memiliki ratusan kadet atau taruna, otoritas Akmil dan PT KAI pada dekade 1970-an menghadirkan layanan kereta khusus yang kelak diberi nama ’KA Taruna Express’.

Sesuai namanya, KA Taruna Express diperuntukkan sebagai mobilitas para taruna. Utamanya untuk tujuan perjalanan Magelang-Jogjakarta. Dimana Yogyakarta menjadi primadona para taruna untuk melakukan pesiar (berlibur). KA Taruna Ekspres dijalankan untuk mengangkut tentara, berjalan secara reguler. Hal tersebut bekerja sama antara TNI dengan perusahaan kereta api pada waktu itu.

Dengan rute Magelang-Yogyakarta inilah berdasarkan catatan sejarah, KA Taruna Express diresmikan pada 30 November 1972. Peresmian dan inisiatif hadirnya Taruna Express tak terlepas dari gagasan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang kala itu menjabat Gubernur Akabri Udarat (Umum dan Darat).

Kereta Api Taruna Ekspres di Stasiun Lembah Tidar tahun 1972. (Foto: Dok. Perpusnas)

Bahkan, stasiun baru dijalur tersebut pun hanya untuk melayani kereta ini, yaitu Stasiun Lembah Tidar. Fyi, Lembah Tidar adalah kawasan yang terletak di kaki Gunung Tidar, sebuah bukit kecil yang memiliki tinggi 503 mdpl dan berada di tengah Kota Magelang, Jawa Tengah.

Selain itu, Lembah Tidar juga dianggap memiliki nilai sejarah dan religi, bahkan disebut sebagai “Paku Tanah Jawa”. Stasiun Lembah Tidar merupakan stasiun kereta api yang terletak di Banyurojo, Mertoyudan, Magelang; pada ketinggian +342 m, termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta.

Karena sudah memiliki stasiun baru, KA Taruna Ekspres pun diresmikan di lokasi tersebut. Kereta api ini hanya berjalan pada hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Taruna Ekspres hanya dijalankan pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu karena hari itu adalah hari libur bagi para taruna Akabri Udarat. KA Taruna Ekspres hanya menyediakan 250 tempat duduk dan menggunakan kereta kelas 3 serta ditarik menggunakan lokomotif diesel hidraulik D301. Kegiatan rekreasi para taruna dilakukan secara bergilir dengan mengangkut bekal makan malam bagi taruna pada Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 15.00. Sementara itu pada hari Minggu pukul 07.30, Taruna Ekspres mengangkut bekal makan siang.

Saat itu, Daerah Magelang dan Ambarawa bisa diakses dengan kereta dari Yogyakarta. Kereta api pun membuat pergerakan pasukan memasuki Yogyakarta jadi lebih mudah. Hingga tak ada peluang menang jika penguasa atau bangsawan dari Yogyakarta beserta pengikutnya berperang melawan pemerintah kolonial. Sayangnya, fasilitas KA Taruna Ekspres inibtak berlangsung lama.

Akibat letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975, jalur tersebut menjadi tidak memungkinkan untuk dilewati kereta api dengan lancar. Kejadian tersebut terjadi pada November 1974. Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.

KA Taruna Express, Kenangan Kereta Khusus Pesiar Taruna Akademi Militer Magelang

Member GarudaMiles dan Emirates Skywards Kini Bisa Gunakan ‘Miles’ di Ratusan Destinasi dalam Jaringan Gabungan

Member GarudaMiles dan Emirates Skywards kini dapat memperoleh dan menggunakan Miles di lebih dari 200 destinasi di jaringan gabungan kedua maskapai

Garuda Indonesia dan Emirates pada Selasa (25/2) resmi menghadirkan nilai tambah baru bagi anggota frequent flyer melalui peluncuran program loyalitas bersama. Anggota GarudaMiles dan Emirates Skywards kini dapat mengumpulkan dan menukarkan Miles saat bepergian ke lebih dari 200 destinasi dalam jaringan gabungan kedua maskapai.

Sejak tahun 2022, kedua maskapai meluncurkan perjanjian codeshare dan terus memperluas kemitraan mereka untuk menawarkan lebih banyak tujuan penerbangan, Miles, dan hadiah bagi anggota program loyalitas.

Perjanjian tersebut ditandatangani saat berlangsungnya Aviation Festival Asia 2025 oleh Rahmaniar, Miles & Ancillary Group Head Garuda Indonesia dan Dr. Nejib Ben Khedher, Divisional Senior Vice President Emirates Skywards.

Wamildan Tsani Panjaitan, Direktur Utama Garuda Indonesia, menjelaskan: “Kami sangat senang dapat menghadirkan kemitraan bernilai tambah ini bagi para pelanggan setia Garuda Indonesia dan Emirates. Dengan program loyalitas bersama ini, Garuda Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penawaran menarik kepada anggota GarudaMiles, sekaligus menambah manfaat bagi anggota Skywards.”

Inisiatif ini memberikan lebih banyak peluang bagi anggota untuk memperoleh dan menukarkan Miles dengan mudah di kedua jaringan global. Anggota Skywards kini dapat menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia melalui penerbangan domestik Garuda Indonesia, sementara anggota GarudaMiles dapat menikmati berbagai destinasi global dengan konektivitas luas yang ditawarkan oleh Emirates.

Kolaborasi strategis ini sejalan dengan visi Skywards untuk menciptakan pengalaman loyalitas global yang sesungguhnya bagi anggota kami di seluruh dunia. Hal ini akan membuka peluang baru bagi para frequent flyer untuk mengumpulkan dan menukarkan miles di jaringan gabungan, sekaligus memperluas penawaran loyalitas yang populer di Asia Tenggara.

Dengan kemitraan baru bersama Emirates Skywards, anggota GarudaMiles kini dapat menikmati berbagai manfaat eksklusif saat bepergian yakni di antaranya mulai dari kemudahan mengumpulkan dan menukarkan miles di seluruh jaringan global Emirates, termasuk hadiah tiket penerbangan di Emirates kelas ekonomi dan kelas bisnis.

Garuda Indonesia dan Emirates Kerja Sama Codeshare untuk 16 Rute di Timur Tengah dan Eropa