AS Keluarkan Amanden yang Wajibkan Produsen Otomotif Optimalkan Penggunaan Sabuk Pengaman di Kursi Belakang

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) bagian dari Departemen Transportasi Amerika Serikat (US Department of Transportation – DOT), belum lama ini mengeluarkan amanden terkait sabuk pengaman (keselamatan) di kendaraan.

Menurut data NHTSA, sekitar 50% penumpang kendaraan yang tewas pada tahun 2022 tidak mengenakan sabuk pengaman. Dan diketahui pula tingkat penggunaan sabuk pengaman untuk penumpang kursi belakang secara konsisten lebih rendah daripada kursi depan.

Secara khusus, menurut data dari studi tahunan NHTSA tentang penggunaan sabuk pengaman, dari tahun 2013 hingga 2022, penggunaan sabuk pengaman lebih rendah di kursi belakang daripada kursi depan, berkisar dari perbedaan sekitar 9 poin persentase pada tahun 2013 (78% vs 87%) hingga sekitar 14 poin persentase pada tahun 2017 (75% vs 89%). Pada tahun 2022, penggunaan sabuk pengaman di depan sekitar 91,6% dan di belakang sekitar 81,7%.

Meskipun sabuk pengaman dan peringatan sabuk pengaman efektif, sebagian besar kendaraan baru masih belum memiliki peringatan sabuk pengaman di kursi belakang. Terlebih lagi, meskipun sebagian besar kendaraan menyediakan beberapa tingkat pengingat untuk kursi depan, tingkat perlindungan yang ditingkatkan ini belum terjadi pada semua kendaraan dan tidak terstandarisasi.

Baru-baru ini, NHTSA mengumumkan mandat bagi produsen otomotif yang diharapkan akan membuat penggunaan sabuk pengaman lebih luas bagi mereka yang duduk di kursi belakang.

Seperti dikutip electronicdesign.com (28/1/2025), produsen otomotif harus mematuhi amandemen tersebut mulai 1 September 2026, untuk persyaratan sistem peringatan sabuk pengaman di kursi depan dan 1 September 2027, untuk kursi belakang. NHTSA memperkirakan aturan baru ini akan mencegah lebih dari 500 cedera dan menyelamatkan sekitar 50 nyawa setiap tahun, setelah diterapkan sepenuhnya.

Aturan tersebut mengharuskan semua kendaraan baru memberikan peringatan visual jika kursi belakang ditempati tetapi sabuk pengaman tidak digunakan. Setelah kendaraan mulai bergerak, harus ada peringatan visual dan audio—fitur yang sudah ada di sebagian besar mobil untuk penumpang kursi depan.

Peraturan tersebut mengubah Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal No. 208, “Perlindungan terhadap tabrakan penumpang,” yang sebelumnya hanya mewajibkan peringatan sabuk pengaman untuk kursi pengemudi. Persyaratan baru tersebut berlaku untuk mobil penumpang, truk, bus (kecuali bus sekolah), dan kendaraan penumpang serbaguna dengan peringkat berat kotor kendaraan hingga 10.000 pon.

Sabuk pengaman efektif dalam sebagian besar jenis kecelakaan dan sangat mengurangi risiko cedera fatal dan non-fatal dibandingkan dengan risiko yang dihadapi oleh penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Sementara sistem peringatan sabuk pengaman mendorong penggunaan sabuk pengaman dengan mengingatkan penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman untuk mengencangkan sabuk pengaman dan/atau memberi tahu pengemudi bahwa ada penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman sehingga pengemudi dapat meminta penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman untuk mengencangkan sabuk pengaman.

Sabuk Keselamatan Tiga Titik Jadi Standar dan Lebih Aman untuk Penumpang Bus

Empat Rute Bus Eireann Kembali Beroperasi di Cork

Bus Éireann Kembali mengoperasikan empat rute bus di kota Cork. Ini Kembali dioperasikan ke jadwal regular setelah empat bulan penghentian. Sehingga di Cork, bus milik Éireann akan Kembali beroperasi sebanyak 698 untuk rute 202/202A, 205, dan 208.

Bus dengan nomor 202/202A akan beroperasi setiap 20 menit dari yang sebelumnya 20 menit. Untuk bus 205 akan beroperasi setiap 15 menit dari yang sebelumnya 20 menit. Sedangkan rute dengan nomor 208, beroperasi sepuluh menit sekali dari yang 15 menit.

Baca juga: Bus Listrik dengan Pantograf (Trolleybus) – Moda Transportasi Massal Khas Beijing dan Shanghai

Sedangkan pada rute 220 pada rute kelima, layanannya akan dikurangi dan akan beroperasi tidak seperti jadwal regulernya. Pengurangan operasional rute 220 ini akan berkurang operasionalnya selama dua hingga tiga bulan kedepan.

Adanya pengurangan rute ini, membuat beberapa anggota parlemen dan anggota dewan di daerah tersebut telah mengkritik keputusan ini.

“Layanan 220 saat ini sedang menjalani peninjauan jadwal yang akan mengatasi masalah ketepatan waktu dan keandalan pada rute utama ini dan rute ini akan tetap beroperasi sesuai dengan jadwal saat ini. Diperkirakan jadwal layanan 220 yang baru akan tersedia pada akhir April 2025,” kata juru bicara Bus Eireann.

Dia menabahkan, kemacetan lalu lintas masih menjadi tantangan operasional dengan hanya dua persen dari layanan mereka yang dilayani melalui jalur bus di kota Cork.

Baca juga: Sulap Bus Reyot, Ecotact Hadirkan Bus Toilet Berfasilitas Lengkap!

“Bus Éireann berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan transportasi umum bagi masyarakat Cork dan akan terus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengamankan langkah-langkah prioritas bus tambahan yang penting untuk mendukung penyediaan layanan transportasi umum yang andal dan tepat Waktu,” tambahnya.

“Bus Éireann juga bekerja sama dengan Otoritas Transportasi Nasional (NTA) untuk memfasilitasi peluncuran BusConnects Cork. Sekali lagi, kami ingin meminta maaf kepada para pelanggan kami atas ketidaknyamanan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dan kami berharap dapat memberikan tingkat layanan yang lebih baik lagi kepada para pelanggan kami di Cork pada tahun 2025,” kata dia lagi.

Untuk diketahui, bus Eireann merupakan bus angkutan umum yang menyediakan layanannya di seluruh Irlandia kecuali Dublin. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Córas Iompair Éireann (CIÉ). Pusat utama perusahaan ini adalah Busáras, yang terletak di Store Street, Dublin. Pada tahun 2022, perusahaan ini mengoperasikan 229 Rute Kewajiban Pelayanan Publik, 14 rute jalan tol dan 8940 rute transportasi sekolah.

Selama pandemi COVID-19 tahun 2020-2022, tercatat bahwa Bus Éireann telah menjadi satu-satunya perusahaan bus yang terus mengoperasikan rute jarak jauh di negara tersebut. Bus Éireann memiliki logo seekor anjing yang berasal dari Irlandia yakni Irish Setter merah.

London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Pelni Catat Kenaikan Jumlah Total Penumpang Sepanjang Tahun 2024, Tembus Angka 5 Juta!

Sebagai negara maritim, sudah sepatutnya rakyat Indonesia ‘memberdayakan’ sektor transportasi laut untuk mobilisasi – baik sehari-hari maupun seasonal seperti mudik Lebaran dan lain-lain. Berkaca pada tahun 2024, ternyata PT Pelni mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang yang berlayar pada tahun tersebut. Kendati kenaikannya tidak terlalu signifikan, namun capaian ini seolah mempertegas posisi PT. Pelni sebagai penyedia utama transportasi laut.

Baca Juga: Ogah Stag Macet di Jalan Raya, Turis Mulai Gunakan Boat untuk Transportasi di Bali Selatan

Diketahui melalui siaran pers, sepanjang tahun 2024, PT Pelni mencatat total 5.095.306 penumpang di semua rute pelayaran yang disediakan oleh PT Pelni. Khususnya, peningkatan cukup pesat terjadi pada saat libur Nataru 2024/2025 kemarin, di mana jumlah penumpang tercatat berada di angka 551.383 penumpang, atau naik 8.7% dari proyeksi awal di angka 507.054 penumpang.

Sementara selama musim mudik Lebaran 2024 kemarin, PT. Pelni mencatat pergerakan penumpang di angka 641.013 penumpang, mengalami kenaikan 1,4% dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 632.155 penumpang.

Direktur Utama PT Pelni (Persero), Tri Andayani menyatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, “Kami melihat peningkatan penumpang pada tahun 2024 dipengaruhi oleh tingginya frekuensi perjalanan selama periode peak season, seperti Lebaran dan Nataru.” Ujar Tri.

“Fasilitas kapal yang terus dimodernisasi juga menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk mencoba perjalanan dengan kapal Pelni. Selain itu, kami memperkirakan bahwa kemudahan pemesanan tiket kapal Pelni melalui berbagai platform digital juga menjadi salah satu alasan masyarakat memilih Pelni sebagai moda transportasi andalan mereka,” tambahnya.

Kapal penumpang milik Pelni yang tengah berlabuh di pelabuhan (Nikkei Asian Review)

Sebagai penyedia jasa layanan transportasi laut, PT Pelni diketahui mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute pelayaran. Selain itu, PT Pelni juga menyinggahi 74 pelabuhan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Dari semua pelabuhan yang beroperasi di bawah naungan PT Pelni, tercatat ada 5 pelabuhan yang paling padat sepanjang tahun 2024, yaitu; Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Bau-Bau, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Jika dilihat, 3 dari 5 pelabuhan tersebut masuk ke dalam kategori pelabuhan kelas utama (Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok).

Sedangkan untuk ruas terpadat, Pt. Pelni menyebutkan bahwa ruas Belawan – Batam menduduki peringkat pertama ruas terpadat, disusul oleh Batam – Belawan di posisi kedua, Makassar – Bau-Bau di posisi ketiga, Bau-Bau – Makassar di posisi keempat dan di posisi lima ada ruas Makassar – Surabaya.

“Kami optimis melangkah ke tahun 2025 dengan semangat baru untuk meningkatkan layanan transportasi laut agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” tutup Tri.

Terowongan MRT Marmaray di Turki, Hubungkan Antara Asia dan Eropa dari Bawah Laut

Jakarta Mengenang 100 Tahun Kedatangan Kereta Rel Listrik, Dejavu?

Sejak keberadaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek, membuat warganya jadi terbantu melakukan kegiatan dengan praktis dan mudah. Jalur kereta api di kawasan tersebut terintegerasi dari berbagai wilayah, seperti Jakarta Kota, Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tanjung Priok dan Tangerang. Berbagai rute dan penambahan rangkaian KRL pun menjadi kebutuhan masyarakat setia pengguna transportasi berbasis rel ini.

Seperti baru-baru ini pengiriman rangkaian KRL impor dari Cina menjadi bukti bahwa kebutuhan transportasi KRL di Jakarta untuk masyarakat penggunanya sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan masyarakat Jabodetabek pun selalu bertambah.

Pengiriman KRL dari Cina ke Indonesia pada akhir Januari lalu ternyata membuat masyarakat penggemar kereta api sekaligus sejarah perkeretaapian pun sempat memposting dilaman X dengan nama @irpsID. Pada laman tersebut sebuah postingan dengan kalimat, “100 tahun yang lalu, Jakarta juga kedatangan KRL baru dari pabrik untuk angkutan komuter dalam kota”.

Dengan melihat laman tersebut terdapat gambar sebuah lokomotif listrik yang dikirim ke Jakarta bertepatan sama dengan kedatangan KRL dari Cina di bulan yang sama , yaitu pada awal Februari. Postingan laman X tersebut memperlihatkan lokomotif listrik pertama untuk angkutan di Jakarta tiba pada tahun 1925. Informasi bahwa lokomotif tersebut akan digunakan untuk angkutan komuter di Jakarta.

Menuju Perayaan 100 Tahun KRL di Indonesia
Lain halnya informasi selanjutnya yang akan menjadi gebrakan yang luar biasa dan membuat masyarakat khususnya Jabodetabek bakal geger. Bagaimana tidak, berbagai informasi dikulik tentang genapnya 100 tahun perjalanan KRL di Indonesia akan jatuh pada April 2025.

Kabar dari berbagai sumber bahwa pada bulan tersebut akan menjadi momen bersejarah bagi perjalanan KRL. Salah satu informasi yang paling dilirik adalah rencana membuat livery jenis Vintage pada lokomotif listrik yang digadang-gadang akan menjadi ikonik perayaan 100 tahun perjalanan kereta listrik tersebut.

“Bon Bon,” Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia

Spek Pariwisata, Agra Icon Hadir dengan Tulisan Bodi Simple

0

Perusahaan otobus (PO) Agra Icon meluncurkan bus baru besutan Karoseri Adiputro. Bus tersebut hadir untuk menambah divisi pariwisata dari Agra Mas. Bus ini, menggunakan model Jetbus 5 HDD yang dipasang ke sasis merek Hino.

Untuk tampilan bodi bus ini, Agra Mas tetap dengan ciri khasnya yakni berwarna merah. Namun perbedaannya lebih simple yang mana tulisan Icon berwarna kuning. Ini menandakan divisi yang berbeda dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Bagian kabinnya pun juga berbeda dengan bus AKAP karena untuk kebutuhan pariwisata. Di mana biasanya bus pariwisata membawa penumpang dengan jumlah lebih banyak. Untuk bangku bus pariwisata ini tiga kanan dan dua kiri.


Posisi kursi ini untuk memaksimalkan ruang yang ada. Bahkan spesifikasi fiturnya pun sesuai untuk pariwisata. Di dalam kabin, disediakan dispenser untuk air dinging dan panas di bagian depan bangku penumpang.

Adapula soket USB untuk mengisi daya ponsel penumpang. Bus Agra Icon pun dilengkapi dengan televisi (TV) berukuran besar yang berada di dua titik yakni bagian depan dan tengah kabin.

Baca juga: PO Agra Mas, Ternyata Bercat Warna Merah Sejak Awal Berdiri

Kehadiran tv tersebut untuk menemai penumpang selama perjalanan, apalagi penumpang yang suka berkaraoke. Ditambah dengan system audio di beberapa bagian bagasi kabin atas penumpang, bisa menambah keseruan pengguna bila berwisata dengan Agra Icon.

Serta pada bagasi kabin paling belakang yang ada di atas kepala penumpang dijadikan coolbox. Jadi saat penumpang membawa minuman dingin, bisa terjaga suhunya. Buat sasisnya memang tidak dijelaskan model Hino yang mana. Cuma kemungkinan memakai tipe RK280, sudah memenuhi standar Euro4 dan tidak menggunakan suspensi udara.

Agra Mas Hadirkan Double Decker Untuk Armada Bus AKAP

Good News Buat ‘Pekerja Mobile’, KAI Hadirkan Coworking Space Gratis di Stasiun LRT Jabodebek Cawang

PT KAI kini menghadirkan fasilitas coworking space di Stasiun LRT Jabodebek Cawang. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengguna yang ingin tetap produktif saat bepergian atau sekadar transit.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa hadirnya coworking space di Stasiun LRT Jabodebek Cawang merupakan bentuk komitmen LRT Jabodebek untuk lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin LRT Jabodebek tidak hanya menjadi moda transportasi yang nyaman dan aman, tetapi juga menjadi ruang produktif bagi masyarakat. Coworking space ini diharapkan bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin bekerja dari mana saja, termasuk di stasiun,” ujar Purnomosidi.

Coworking space ini berlokasi di Concourse Barat, tepat di depan Loco Cafe, Stasiun LRT Jabodebek Cawang. Fasilitas ini menyediakan meja dan kursi kerja yang nyaman dengan kapasitas hingga 48 orang. Pengguna juga dapat menikmati ruang ber-AC, fasilitas charger gratis, serta koneksi WiFi.

Fasilitas ini dapat digunakan secara gratis tanpa syarat apapun. Pengguna cukup datang dan langsung menggunakan co-working space sesuai kebutuhan. Co-working space ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Selain itu, keamanan di area working space juga dilengkapi dengan CCTV.

Menariknya, fasilitas coworking space ini juga dapat digunakan oleh lembaga atau perusahaan untuk keperluan acara atau kegiatan korporasi, seperti meeting atau workshop. Proses reservasi dapat dilakukan melalui petugas di stasiun untuk memastikan ketersediaan ruang sesuai kebutuhan.

“Demi kenyamanan bersama, pengguna diharapkan untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas, dan menjaga suasana tetap nyaman. Pengguna diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban, seperti membawa minuman beralkohol, merusak fasilitas, tidur atau berbaring di area working space, serta membuat kegaduhan. Selain itu, kami juga mengimbau agar pengguna tetap menjaga barang bawaan masing-masing untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Purnomosidi.

Dengan adanya fasilitas ini, LRT Jabodebek berharap dapat mendukung masyarakat yang membutuhkan ruang kerja fleksibel, baik untuk work from home (WFH) maupun menyelesaikan tugas kantor saat transit di stasiun.

LRT Jabodebek terus berupaya menghadirkan layanan terbaik demi kenyamanan dan kemudahan pengguna. Hadirnya co-working space ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen LRT Jabodebek untuk selalu berkembang dan berinovasi.

PT KAI Hadirkan Coworking Space Gratis di 9 Stasiun

Hari Ini 24 Tahun Lalu, AgustaWestland AW139 Terbang Perdana, Dikenal Sebagai Helikopter BASARNAS

Selain populer dalam penerbangan charter helikopter, nama AgustaWestland AW139 dikenal di Indonesia sebagai helikopter andalan BASARNAS dan Kepolisian Udara. Dan tepat hari ini, 24 tahun lalu adalah momen penerbangan perdana AgustaWestland AW139, yang menandai dimulai debutnya sebagai salah satu helikopter angkut sedang yang paling laris di pasar.

AW139 melakukan penerbangan perdananya pada 3 Februari 2001 di Vergiate, Italia. AW139 dikembangkan oleh Agusta (Italia) dan Bell Helicopter (AS) dalam proyek joint venture yang awalnya dikenal sebagai Agusta-Bell AB139.

Namun, pada 2005, Bell keluar dari proyek ini, dan AgustaWestland (sekarang bagian dari Leonardo) mengambil alih sepenuhnya dan mengubah namanya menjadi AW139.

Helikopter AW139 dikembangkan sebagai helikopter kelas menengah multirole yang menawarkan performa tinggi, fleksibilitas misi, dan teknologi canggih.

Tujuan pengembangan AW139 adalah menghadirkan helikopter kelas menengah multirole untuk sipil dan militer. AW139 dilengkapi dua mesin Pratt & Whitney Canada PT6C-67C, kabin luas dan fleksibel untuk berbagai misi Kecepatan dan daya angkut lebih tinggi dibanding helikopter lain di kelasnya saat itu.

Helikopter AW139 dikenal sebagai salah satu helikopter kelas menengah terbaik di dunia karena kombinasi kecepatan, daya angkut, fleksibilitas, dan teknologi canggih.

AgustaWestland AW139 memiliki Kecepatan maksimum 310 km/jam, lebih cepat dari pesaing seperti Sikorsky S-76 atau Airbus H175. Jangkauan AW139 mencapai 1.250 km dengan tangki eksternal, ideal untuk operasi jarak jauh. Helikopter ini bisa membawa hingga 15 penumpang atau hingga 2.500 kg muatan eksternal.

AW139 ditenagai oleh 2 mesin Pratt & Whitney Canada PT6C-67C (masing-masing 1.700 shp). Ciri khas dari mesin ini punya tingkat keandalan tinggi dan hemat bahan bakar dibandingkan pesaingnya, serta bisa terbang dengan satu mesin dalam keadaan darurat, meningkatkan keselamatan.

AW139 bisa digunakan untuk berbagai misi, termasuk transportasi VIP (digunakan oleh pemerintah & perusahaan minyak), SAR (Search and Rescue) dengan hoist & FLIR camera, Ambulans udara (MEDEVAC/CASEVAC) dengan kabin luas, Militer dan Penegakan Hukum (varian bersenjata tersedia), dam Operasi offshore – industri minyak gas di laut lepas.

AW139 kini menjadi salah satu helikopter kelas menengah paling sukses di dunia, dengan lebih dari 1.100 unit diproduksi dan dioperasikan di lebih dari 60 negara.

Leonardo AW609 Muncul di Dubai, Selangkah Menuju Sertifikasi

Pengiriman KRL Berjalan Lambat, Biar Sampai Depo Rangkaian Tetap Selamat

KRL import dari Perusahaan CRRC Corporation Limited telah menempuh perjalanan aman dari Stasiun Pasoso, Jakarta Utara menuju Depo Depok, Jawa Barat. Perjalanan ini pun dibatasi kecepatannya tak lebih dari 20 km/jam saat masuk stasiun.

Pengiriman pertama dikirim menggunakan lokomotif bernomor seri CC 2061349 dengan stamformasi yang terdiri dari Lokomotif+6 unit KRL impor+1 kereta pembangkit+2 kereta barang.

Stasiun Pasoso memberangkatkan rangkaian kiriman tersebut pada Sabtu (1/2) pukul 16.19 WIB dengan melewati rute Tanjung Priok, Ancol, Jakarta Kota, Kampung Bandan, Tanah Abang, Manggarai, Depok dan mengakhiri di Depo Depok. Perjalanan memang membutuhkan waktu yang cukup lama, selain masih baru, rangkaian KRL ini butuh perjalanan yang aman hingga di tujuan.

Rangkaian KRL tiba di Stasiun Depok pada pengiriman pertama yang memakan waktu lebih dari 5 jam

Perjalanan Dikawal Ketat
Pengiriman KRL tentu saja dikawal dengan ketat. Selain pengamanan diatas kereta, pengamanan pun dipantau tiap stasiun dan termasuk area jembatan yang berada di Stasiun Kampung Bandan.

KRL ini merupakan pengiriman pertama dari Tanjung Priok ke Depok. Beruntung pengiriman ini membawa 1 unit bagian kabin KRL tersebut. Jadi bisa melihat bentuk unik depan pada kabin KRL-nya. Sebanyak 6 unit KRL dikirim bernomor bodi yaitu CL I-125 1001 sampai dengan CL I-125 1006.

Perjalanan dari sore hingga tiba di Stasiun Depok malam hari memakan waktu lebih dari 5 jam pada pukul 22.46 WIB. Pengiriman tersebut sempat mengganggu perjalanan KRL khususnya dari Kampung Bandan, Manggarai hingga Depok. Namun, rangkaian KRL impor ini sempat berhenti cukup lama di Stasiun Pasar Minggu guna mengurai antrian perjalanan KRL menuju Bogor.

Setelah pengiriman pertama dengan 6 unit KRL selesai, maka dilanjutkan pengiriman kedua pada Minggu (2/2) di siang hari. Total pada kloter pertama sebanyak 36 unit KRL yang dikirim. Belum diketahui kapan uji coba rangkaian itu dilakukan. [MASEN]

KRL Kiriman dari Cina Tiba di Jakarta, Ini Penampakannya

Pelabuhan Makassar Sabet Predikat Sebagai Pelabuhan Terpadat di 2024

Di antara banyaknya pelabuhan yang ada di Indonesia, PT. Pelni mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 silam, Pelabuhan Makassar menjadi pelabuhan dengan arus penumpang terpadat. Angka yang didapat oleh pihak Pelni di tahun 2024 meningkat lebih dari 100% dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini seolah menjadikan Pelabuhan Makassar sebagai tonggak penting bagi transportasi laut di Indonesia Timur.

Baca Juga: Simak Imbauan ASDP Indonesia Ferry Kepada Calon Penumpang di Tengah Cuaca Ekstrem

Sebagaimana yang dilansir dari siaran pers PT. Pelni, tercatat Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan terpadat di jaringan PELNI selama tahun 2024 dengan total 399.028 penumpang. Angka ini meningkat hingga 103% dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 387.022 penumpang.

Menyusul Pelabuhan Makassar, ada juga Pelabuhan Ambon yang mencatat 301.683 penumpang, Pelabuhan Bau-Bau 258.982 penumpang, Pelabuhan Surabaya 234.379 penumpang serta Pelabuhan Tanjung Priuk dengan 204.522 penumpang.

Plh Kepala Cabang PT. Pelni Makassar Robby Munardi menjelaskan bahwa posisi Makassar sebagai pelabuhan strategis yang menghubungkan wilayah barat, tengah dan timur Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Jadi agaknya, tidak heran jika Pelabuhan Soekarno-Hatta – nama lain dari Pelabuhan Makassar, menjadi pelabuhan terpadat.

Penumpang di Pelabuhan Makassar. Sumber: istimewa

Sejalan dengan Robby, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni, Dessy Nuraini turut menekankan pentingnya pelabuhan Makassar dalam ekosistem operasional Pelni.

“Makassar tidak hanya menjadi pelabuhan terpadat, tetapi juga menjadi tulang punggung layanan angkutan penumpang kami di Indonesia Timur. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat layanan di pelabuhan ini, dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas untuk kenyamanan penumpang,” pungkas Dessy.

Melihat capaian positif PT. Pelni – terutama di Pelabuhan Makassar, diketahui PT. Pelni akan memperluas konektivitas antarwilayah, memperkenalkan inovasi baru dalam pelayanan dan memastikan bahwa armada kapal tetap terjaga dengan baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Diketahui, Pelabuhan Makassar menyandang predikat sebagai pelabuhan kelas utama, bersanding bersama Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Pelabuhan Belawan di Medan. Di antara sekian banyak dermaga, ada 4 dermaga utama di Pelabuhan Makassar: Dermaga Soekarno, Dermaga Hatta, Dermaga Layar Putih dan Dermaga Penumpang.

Shanghai International Port – Pelabuhan Laut Penumpang Terbesar di Dunia

Empat Tahun Beroperasi, Trans Metro Dewata Vakum Sejak 1 Januari 2025

Pulau Dewata, di kala libur Panjang cukup menjadi incaran para pelancong baik mancanegara maupun lokal. Ini kerap kali membuat jalanan berbagai daerah di Bali cukup padat dan macet. Sehingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI melalui Ditjen Perhubungan Darat menghadirkan program Buy The Service (BTS) Teman Bus di Bali yakni Trans Metro Dewata.

Kehadiran Trans Metro Dewata menjadi layanan ketiga setelag Palembang dan Surakarta. Kehadirannya diresmikan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster pada 7 September 2020 lalu di Pasar Badung, Denpasar. Trans Metro Dewata sendiri merupakan bus yang digadang-gadang akan mengurangi kemacetan dan polusi di Bali.

Baca juga: Medan Kini Punya Transmetro Deli, Gratiskan Tiket Penumpang Hingga Akhir 2020

Tak hanya itu, kehadiran Trans Metro Dewata juga untuk meningkatkan lagi minat massyarakan untuk menggunakan angkutan umum. Sayang beribu sayang, Trans Metro Dewata hanya bertahan selama empat tahun dan berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2025 kemarin.

Hal ini dikarenakan Pemerintah Daerah Provinsi Bali gagal mempersiapkan peralihan operasional sebelum kesepakatan berakhir. Sehingga Trans Metro Dewata terakhir beroperasi 31 Desember 2024 lalu dan dihentikan hingga batas Waktu yang belum ditentukan.

Trans Metro Dewata, selama beroperasi dengan melayani lima koridor. koridor 1 (Central Parkir Kuta-Terminal Persiapan), koridor 2 (Terminal Ubung-Bandara Ngurah Rai), koridor 3 (Terminal Ubung-Pantai Matahari Terbit), koridor 4 (GOR Ngurah Rai-Monkey Forest Ubud), dan koridor 5 (Sentral Central Parkir Kuta-Politeknik Negeri Bali).

Trans Metro Dewata ini beroperasi mulai pukul 04.30 WITA hingga pukul 22.00 WITA. Jeda keberangkatan tiap bus yakni sekitar 10 menit dan keberangkatan terakhir masing-masing koridor pukul 18.00 WITA.

Baca juga: Kontroversi MetroTrans Melaju di Jalur ‘Sempit,’ Inilah Tanggapan PT TransJakarta

Semasa masih beroperasi, tarif Trans Metro Dewata ini memiliki dua kategori yakni regular dan khusus. Untuk ongkos penumpang regular mulai dari Rp4000 (penumpang umum), sedangkan kategori khusus dikenakan ongkos Rp2000 biasanya tarif ini untuk pelajar, mahasiswa, lansia, dan disabilitas.

Selain itu, pembayarannya pun ada dua pilihan yakni menggunakan kartu uang elektronik atau QRIS. Bagi penumpang yang merupakan kategori khusus dan menggunakan kartu uang elektronik, mereka perlu mendaftarkan kartu tersebut ke kantor Trans Metro Dewata.

Ini ditujukan agar tarif atau ongkos dibayar sesuai dengan tarif khusus. Sedangkan mereka yang menggunkan QRIS, wajib untuk menunjukkan bukti kartu pelajar atau kartu mahasiswa saat melakukan pembayaran.

Sebelum naik Trans Metro Dewata, calon penumpang harus menyiapkan alat pembayaran. Setelah itu calon penumpang bisa menunggu Trans Metro Dewata di titik henti sesuai rute yang hendak ditumpangi. Rentang waktu keberangkatan antar bus Trans Metro Dewata yakni sekitar 10 menit.

Setelah bus tiba di titik henti, penumpang bisa naik bus dan melakukan tap-in atau pembayaran di awal. Jika sudah tiba di lokasi titik henti yang dituju, penumpang bisa turun dan tidak perlu tap out kartu sebelum keluar bus. Khusus penumpang yang menggunakan kartu uang elektronik dan hendak pindah koridor atau turun sejenak dari bus yang ditumpangi, penumpang tidak akan dikenakan biaya naik bus pada saat tap-in kedua. Asalkan, rentang waktu tap-in tidak lebih dari 90 menit.

Mulai Agustus 2019, MetroTrans Gantikan “Bikun” di Kampus UI Depok