Dari Bengkel Bus, Tentrem Berubah Jadi Karoseri

Tentrem dalam Bahasa Jawa memiliki arti perdamaian, Tapi yang mau dibahas KabarPenumpang.com adalah nama sebuah karoseri asal Malang Jawa Timur. Ya, namanya adalah PT Tentrem Sejahtera atau biasa disebut Tentrem.

Karoseri ini memiliki operator bus antar kota dengan nama yang sama yakni Tentrem. Karoseri Tentrem beroperasi di Kota Malang sejak 39 tahun yang lalu atau tepatnya pada tahun 1986.

Awalnya, ini hanyalah sebuah bengkel maintenance untuk seluruh armada bus Tentrem saat itu. Namun pada 1988, operator bus yang dipimpin oleh Tatang Wahyudi tersebut memutuskan untuk membuka bengkelnya untuk umum.

Baca juga: Diikuti 4 Karoseri Ternama, Busworld Southeast Asia 2022 Digelar 5-7 Oktober di JIExpo

Di mana kemudian Tentrem mulai melayani pembuatan, servis dan maintenance bodi bus untuk seluruh pelanggan dari berbagai perusahaan bus. Ini pun membuahkan hasil, sehingga karoseri Tentrem menerima sertifikat resmi dari Mercedes-Benz untuk standarisasi bus body builder untuk sasis bus Mercedes–Benz dan juga menjadi Karoseri Pertama di Indonesia yang membangun bodi untuk sasis bus Scania tipe K380iB.

Berbagai varian bodi bus buatan karoseri Tentrem pun tidak kalah banyak dengan karoseri lainnya. Pada awal peluncurannya, bodi bus Tentrem sempat mencuri perhatian dan terbilang laris. Salah satu perusahaan otobus (PO) antarkota antarprovinsi yang menggunakan bodi dari karoseri Tentem adalah Harapan Jaya.

Mereka menggunakan jenis bodi Super High Deck dengan sasis Scania K360IB dengan seri karoseri Tentrem adalah Avante (bus kelas premium/coach). Selain itu tipe velocity milik Tentrem digunakan untuk bus perkotaan.

Seperti Royaltrans yang dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Nama Tentrem pun makin bersinar setelah adanya program “Buy the service” Teman Bus oleh Dirjen Angkutan Darat Kemenhub pada akhir tahun 2020 silam.

Baca juga: Tri Sakti Jadi Karoseri Anak Bangsa Pertama yang Bangun Bus Tingkat

Dengan program ini, PT Bengawan Solo Trans mengoperasikan 30 unit varian medium long Tentrem Velocity W3 untuk melayani Koridor 1 Batik Solo Trans. Akhir tahun 2021, bersamaan dengan ekspansi program Teman Bus ke dua kota besar lainnya, Bandung dan Surabaya, Tentrem meluncurkan generasi terbaru dari seri Velocity.

Pertama kali ditampilkan pada peluncuran layanan Trans Semanggi Suroboyo, yaitu Tentrem Velocity W5 Lowdeck, yang merupakan varian bus besar berlantai rendah pertama Karoseri Tentrem, selain seri bus apron bandara.

Kemudian disusul oleh peluncuran sekaligus pengoperasian varian bus medium Tentrem Velocity W1 milik Trans Metro Pasundan, yang dilengkapi dengan lantai belakang rendah dan ramp untuk mengakomodasi pengguna kursi roda.

Ekspor 14 Bus ke Bangladesh, Karoseri Laksana Andalkan Sasis dari Scania

Semakin Dikebut, Kedua Jalur Kereta Pasca Longsor di Grobogan Akhirnya Diujicoba

Pasca jalur kereta api yang terdampak longsor di wilayah Grobogan, Jawa Tengah, kini semakin adanya kemajuan. Perbaikan pun sudah terlihat pada rel yang saat ini dibuat jembatan darurat. PT KAI berusaha semaksimal mungkin agar perjalanan kereta api di jalur utara semakin bagus dan lancar. Meskipun perjalanan beberapa kereta api masih memutar, namun PT KAI berusaha untuk selalu update informasi mengenai hal tersebut.

Selasa, (4/2) merupakan kabar baik bagi PT KAI untuk mengabarkan pada masyarakat bahwa jalur kereta api pasca longsor di wilayah itu sementara sudah bisa dilewati kereta api. Informasi yang beredar di media sosial memperlihatkan bahwa rel kereta api di area tersebut telah dibuat jembatan darurat untuk memperlancar proses jalannya kereta api di jalur utara.

Uji coba pertama dilakukan menggunakan lokomotif dan kereta mekanik dengan berjalan perlahan 5 km/jam. Optimis uji coba cukup lancar, malam hari akhirnya dilakukan kembali uji coba menggunakan rangkaian kereta api reguler.

Ujicoba jembatan darurat dilakukan pada KA Ambarawa Ekspres dengan kecepatan 5 km/jam

Kereta api pertama dari arah Surabaya pun dilakukan uji coba yaitu KA 265 Ambarawa Ekspres. KA tersebut melewati pembangunan jembatan darurat dengan kecepatan 5 km/jam.

Kemudian kereta api selanjutnya adalah KA 272 Airlangga dari arah Jakarta. Dengan kecepatan yang, kereta api ini dapat melewati jembatan darurat dengan aman saat disaksikan oleh jajaran dan kru PT KAI.

Saat dilakukannya uji coba pembangunan tersebut, maka nantinya beberapa kereta api lainnya ikut melewati jalur tersebut. Dengan tentu berkecepatan tak lebih dari 10 km/jam. Karena saat ini beberapa kereta api yang melewati jalur utara, masih berjalan memutar lewat jalur selatan. Tak hanya itu akibat gangguan pada jalur utara, ada beberapa kereta yang dibatalkan. Seperti KA Argo Bromo Anggrek pagi dan KA Sembrani malam baik dari arah Surabaya maupun Jakarta.

Dengan dilakukan pembangunan jalur darurat tersebut, PT KAI berharap proses penyelesaian pada jalur utara bisa dilakukan dengan segera. Agar perjalanan kereta api kembali normal. [MASEN]

Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Musi Cruise, Pengalaman Wisata Sarat Makna di Kota Palembang

Siapa yang tidak kenal dengan sungai yang membelah kota pempek, Palembang? Seolah sudah menjelma menjadi salah satu ikon terkenalnya, Sungai Musi ternyata menawarkan wisata sungai yang sayang untuk Anda lewatkan! Diketahui, pemerinta setempat secara resmi telah meluncurkan transportasi wisata air Musi Cruise untuk setiap pelancong yang ingin menikmati keindahan salah satu sungai terpanjang di Indonesia ini.

Baca Juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Sebagaimana yang dilansir dari laman rri.co.id, transportasi wisata Musi Cruise sudah mulai berlayar sejak tanggal 1 Januari 2025 kemarin dengan masih menggunakan harga promo, Rp. 5.000 untuk 1 penumpang. Menurut Kepal aDinas Pariwisata Palembang, Kiagus Sulaiman Amin, Musi Cruise ini merupakan kapal wisata yang sebelumnya dikenal dengan nama Kapal Putri Kembang Dadar.

Kapal Putri Kembang Dadar ini sendiri masuk ke dalam jenis kapal pesiar yang mampu mengangkut 100-120 penumpang dalam sekali perjalanan. Kapal ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik berlayar menyusuri Sungai Musi, memungkinkan wisatawan menikmati panorama kota dari perspektif berbeda.

Melansir dari sumber lain, Kapal Putri Kembang Dadar ini kerap difungsikan untuk wisata keluarga, wisata kelompok (semisal kantor atau komunitas) hingga acara khusus seperti acara ulang tahun.

“Minat masyarakat terhadap Musi Cruise sangat tinggi,” ujar Kiagus. “Setelah masa promo berakhir, tiket Musi Cruise akan tersedia secara online dengan harga yang saat ini masih dalam tahap kajian.” Lanjutnya dalam kesempatan yang sama.

Musi Cruise. Sumber: istimewa

Untuk waktu mendatang, pemerintah daerah juga berencana untuk menggandeng pihak swasta atau pihak ketiga untuk mengelola kapal wisata ini agar layanan semakin optimal. Dengan kata lain, Upaya tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata di daerah Palembang.

Lebih lanjut, kehadiran Musi Cruise ini juga semakin mempertegas identitas kota Palembang sebagai kota wisata sungai. Ada banyak asa yang ditanggung oleh kehadiran Musi Cruise ini, antara lain; meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkenalkan sejarah dan budaya kota Palembang secara lebih luas, serta pesona Sungai Musi yang menjadi ikon kebanggaan kota Palembang.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjajal pengalaman wisata bersama Musi Cruise, Anda bisa membelinya secara online melalui website musicruise.palembang.go.id. Jangan lupa untuk membuat akunnya terlebih dahulu ya!

Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Ada Pembatasan Kapasitas mAh pada Power Bank di Dalam Kabin Pesawat, Ini Sebabnya!

Merujuk pada pedoman keselamatan penerbangan internasional yang dikeluarkan oleh International Air Transport Association (IATA), khususnya dalam dokumen IATA Dangerous Goods Regulations (DGR), disebut baterai lithium-ion cadangan (power bank) harus selalu dibawa dalam bagasi kabin dan tidak diperbolehkan untuk dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked baggage).

Lain dari itu, ada batasan kapasitas mAh pada power bank yang diizinkan untuk dibawa ke dalam kabin. Nah, yang menjadi pertanyaan mengapa ada pembatasan kapasitas pada power bank yang dibawa? Dan berapa kapasitas mAh maksimum yang diperbolehkan dibawa ke dalam kabin pesawat?

Pembatasan kapasitas power bank di dalam kabin pesawat terutama diberlakukan untuk alasan keselamatan, dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Risiko Kebakaran dan Ledakan
Power bank mengandung baterai lithium-ion yang memiliki kepadatan energi tinggi. Jika terjadi kerusakan, hubungan pendek, atau overheat, baterai tersebut dapat mengalami reaksi berantai (thermal runaway) yang berpotensi menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Dengan membatasi kapasitas, risiko ini dapat diminimalisir karena baterai dengan kapasitas yang lebih besar memiliki potensi energi yang lebih tinggi dan, oleh karena itu, lebih berisiko jika terjadi kegagalan.

2. Regulasi dan Standar Keselamatan Internasional
Badan-badan seperti International Air Transport Association (IATA) menetapkan regulasi yang mensyaratkan agar perangkat dengan baterai lithium-ion yang membawa daya lebih tinggi (misalnya, di atas 100 Wh) harus mendapatkan persetujuan khusus dari maskapai.

Perangkat dengan kapasitas yang lebih tinggi dianggap memiliki risiko yang lebih besar dan karenanya biasanya tidak diperbolehkan dibawa dalam bagasi terdaftar, melainkan harus dibawa di kabin agar dalam keadaan darurat dapat segera ditangani.

Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam Penerbangan

3. Kemudahan Penanganan Darurat
Bila power bank disimpan di dalam kabin, awak kabin dapat dengan cepat merespon dan menangani potensi masalah seperti kebakaran baterai. Di sisi lain, jika perangkat tersebut berada di bagasi yang tidak terawasi, deteksi dini terhadap masalah menjadi lebih sulit, sehingga potensi bahaya semakin tinggi.

Dengan demikian, pembatasan kapasitas power bank di kabin pesawat merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru selama penerbangan. Regulasi ini memastikan bahwa setiap perangkat yang dibawa ke dalam pesawat telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan internasional.

Menurut regulasi penerbangan internasional, power bank dengan kapasitas hingga 100 Wh diizinkan untuk dibawa ke dalam kabin pesawat tanpa memerlukan izin khusus dari maskapai. Jika dikonversikan ke milliampere-hour (mAh) dengan asumsi tegangan nominal baterai sebesar 3,7 V, maka power bank dengan kapasitas hingga sekitar 27.000 mAh dapat dibawa ke dalam kabin pesawat.

Perlu diperhatikan bahwa jika kapasitas power bank berada antara 100 Wh sampai 160 Wh, biasanya diperlukan izin dari maskapai. Sedangkan untuk power bank di atas 160 Wh, umumnya tidak diperbolehkan untuk dibawa ke dalam pesawat.

Awas, Kelamaan Dicas dan Terselip di Kursi Pesawat, Ponsel iPhone Meledak dan Terbakar!

Pasoso, Mengenal Stasiun Bongkar Muat Peti Kemas di Ujung Utara Jakarta

Sejak KRL Impor dari Cina tiba di Jakarta, Stasiun Pasoso menjadi andalan para penggemar kereta api (railfans). Meski wilayahnya terkenal dengan banyaknya angkutan barang yang bolak-balik, namun tak menyulitkan mereka untuk mengabadikan momen tersebut.

Lokasinya yang dekat dengan terminal dan Stasiun Tanjung Priok, Pasoso merupakan stasiun bongkar muat peti kemas dan melayani selama 24 jam. Jadi stasiun khusus kereta barang ini pasti selalu alami kesibukan.

Stasiun Pasoso juga menjadi tren di kalangan penggemar kereta api. Dan merupakan stasiun incaran jika ada pengiriman kereta api baru maupun mutasi ke Pulau Sumatera. Jadi tak heran, saat ini Pasoso menjadi stasiun paling dinanti jika ada momen langka.

Jalur masuk Stasiun Pasoso (foto: istimewa)

Singkat sejarah, Stasiun Pasoso merupakan stasiun kereta api barang kelas III/kecil di wilayah Tanjung Priok. Sebagai informasi, pada awal 1990-an, Departemen Perhubungan pernah merencanakan pembangunan jaringan rel lingkar luar Jakarta yang menghubungkan Stasiun Sungai Lagoa dengan Stasiun Cikarang dan Stasiun Parung Panjang via Stasiun Citayam – Jonggol melewati Stasiun Pasoso. Salah satu tujuannya adalah untuk meminimalisasi kereta api barang yang melintasi kawasan perkotaan di Jakarta.

Stasiun ini sejak 2010 hanya difungsikan sebagai titik akhir perjalanan kereta api peti kemas yang melayani rute Tanjung Priuk–Gedebage dan Tanjung Priuk–Kalimas, p.p. Jalurnya telah diperpanjang hingga JICT (Jakarta International Container Terminal) sejak awal tahun 2016.

Sejak tanggal 27 Januari 2016, kereta api peti kemas yang tadinya hanya sampai Tanjung Priuk (sebagai permulaan pemberangkatan KA peti kemas), kini sudah dialihkan ke Pasoso (titik langsir) untuk mendukung jalur ke JICT.

Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Mengenal Airport Crash Tender (ACT) – Kendaraan Damkar yang Beroperasi Khusus di Bandara

Kendaraan pemadam kebakaran telah menjadi standar yang ada di setiap bandara. Meski begitu, ada perbedaan antara kendaraan pemadan kebarakan di bandara dan kendaraan pemadam kebakaran (damkar) konvensional yang kita kenal beroperasi di wilayah urban perkotaan.

Nah, yang dimaksud kendaraan damkar di bandara adalah Airport Crash Tender (ACT), yakni pemadam kebakaran khusus yang dirancang untuk menangani kebakaran dan keadaan darurat di bandara. Kendaraan jenis ini dirancang untuk merespons kecelakaan pesawat dengan cepat dan efektif.

Lanataran punya misi khusus, ACT dilengkapi dengan peralatan canggih yang tidak dimiliki kendaraan pemadam kebakaran biasa.

Misalnya dari segi mobilitas, ACT harus punya kemampuan mencapai kecepatan 100-120 km/jam untuk merespons cepat. Sementara kapasitas yang dibawa umumnya 10.000–15.000 liter air dan busa tahan api (AFFF).

Pertama di Asia Selatan, Bandara Bengaluru Hadirkan Simulator Pemadam Kebakaran

Untuk menunjang keselamatan personel, ACT juga dibekali dengan water cannon berikut monitor, dry chemical, dan foam system. Ciri khas lain dari kendaraan ACT dirancang dengan ban besar dan suspensi khusus untuk melintasi landasan dan area berumput.

Harus mampu menjalani misi serba cepat dengan tingkat darurat tinggi, maka standar pengoperasian kendaraan ACT juga diatur dalam regulasi ICAO, yakni harus mencapai titik kecelakaan dalam 2-3 menit.

Umumnya, kendaraan ACT dibuat dengan lapisan proteksi eksra, hal ini untuk mampu beroperasi pada suhu ekstrem dan mengantisipasi ledakan bahan bakar pesawat.

Dari beragam tipe ACT yang beredar di pasaran, yang cukup terkenal adalah Oshkosh Striker (Amerika Serikat), Rosenbauer Panther (Austria) – Terkenal dengan desain futuristik dan kecepatan tinggi, dan Ziegler Z6 (Jerman) yang dilengkapi sistem foam canggih.

Jarang Dianggap, Ini Peran Vital Petugas Pemadam Kebakaran di Bandara

PT Pelni Siap Kerahkan KM Dobonsolo Untuk Tunjang Mudik Lebaran 2025

Kesiapan PT Pelni dalam menghadapi musim mudik Lebaran 2025 yang akan tiba dalam beberapa bulan ke depan agaknya sudah semakin matang. Ini terlihat dari perusahaan yang sudah mulai menyiapkan salah satu armada terbaiknya, KM Dobonsolo, untuk melayani penumpang di musim mudik Lebaran 2025. Diketahui, KM Dobonsolo tengah menjalani docking tertanggal 20 Januari hingga 9 Februari mendatang.

Baca Juga: Pelni Catat Kenaikan Jumlah Total Penumpang Sepanjang Tahun 2024, Tembus Angka 5 Juta!

Seperti dilansir dari siaran pers, melalui Direktur Armada dan Teknik PT Pelni, Robert MP Sinaga mengatakan bahwa proses docking di Jakarta ini memang merupakan agenda tahunan yang sudah direncanakan oleh perusahaan. Selama menjalankan docking, kapal akan menjalani pemeriksaan, perawatan maupun penggantian untuk bagian-bagian yang dibutuhkan.

“KM Dobonsolo merupakan salah satu kapal penumpang yang melalui jalur padat. Melalui docking ini, kami melakukan pengecekan dan perbaikan pada lambung kapal, sistem mesin, baling-baling, serta kelengkapan keselamatan seperti sekoci dan alat pemadam kebakaran,” kata Robert dalam sebuah kesempatan.

KM Dobonsolo

Robert juga menambahkan bahwa proses docking yang dilakukan mencakup pengecatan ulang badan kapal untuk mencegah korosi akibat paparan air laut, optimalisasi alat untuk melayani penumpang serta pembaruan fasilitas di atas kapal guna meningkatkan kenyamanan penumpang.

Senada dengan Robert, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, Nuraini Dessy juga menambahkan bahwa perawatan tahunan yang tengah dijalani oleh KM Dobonsolo ini merupakan bentuk persiapan PT. Pelni, “untuk menghadapi angkutan Lebaran nanti.”

Nantinya, di tahun 2025, KM Dobonsolo ini akan memiliki 2 trayek utama, yaitu:

  • Trayek A (PP): Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura.
    • Trayek B (PP): Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Sorong – Manokwari.

Sedikit menilik spesifikasi KM Dobonsolo, kapal penumpang yang dirakit pada tahun 1993 ini memiliki kapasitas penumpang hingga 2.000 orang, dengan panjang keseluruhan 146,5 meter dan lebar 23,7 meter. Sebagaimana kapal penumpang lain, KM Dobonsolo juga memiliki beberapa jenis kelas kabin, mulai dari yang ekonomi hingga yang mewah.

Guna menunjang pengalaman penumpang selama berlayar menggunakan KM Dobonsolo, PT Pelni juga tidak lupa menambahkan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati penumpang, seperti restoran, kafetaria, hingga tempat ibadah – terlebih rencananya KM Dobonsolo akan digunakan untuk angkutan Lebaran, di mana akan lebih banyak penumpang yang beribadah selama perjalanan.

Mengintip Porsi dan Menu Sarapan di KM Dobonsolo

Moda Transportasi Laut Selandia Baru Mulai ‘Berdayakan’ Kapal Listrik yang Ramah Lingkungan

Keberlangsungan moda laut berbasis listrik memasuki tahap baru, di mana Maritime New Zealand menyetujui “Rivian of the sea” untuk bergabung dengan armada feri diesel Fuller360 pada akhir tahun lalu. Rivian of the Sea ini sendiri merujuk pada VS-9 milik perusahaan asal Selandia Baru, Vessev. Diketahui bahwa Vessev memang perusahaan yang berfokus pada pengembangan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Baca Juga: KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia

Dilansir dari laman newatlas.com, CEO Vessev, Eric Laakmann menyebutkan bahwa pengembangan moda transportasi ramah lingkungan ini sejalan dengan visi perusahaan, di mana “VS-9 adalah kapal listrik pertama yang masuk ke armada Fullers360 (perusahaan feri dan pariwisata asal Selandia Baru) dan merupakan langkah besar dalam perjalanan mereka menuju nol emisi pada tahun 2040,” ujar Eric.

“Era baru perahu hydrofoil ini berawal dari upaya Tim Selandia Baru di Piala Amerika 2013. Sudah sepantasnya para pelancong Auckland kini dapat membeli tiket di Fullers360 untuk merasakan era baru bagaimana kita akan bergerak di atas air.” lanjutnya.

Armada yang dikembangkan oleh Vessev ini memiliki panjang 8,95 m dan memiliki kapasitas hingga 10 penumpang per perjalanan, ditambah seorang nakhoda dan anak buah kapal. Kapal ini juga dilengkapi dengan interior yang luas serta modern yang dirancang khusus untuk menunjang kenyamanan dan kemudahan setiap penumpangnya.

VS-9. Sumber: Vessev

Sistem propulsi listrik dan teknologi hydrofoiling VS-9 membuat lambung katamaran terangkat keluar dari air, membuat penumpang merasa seperti sedang naik pesawat terbang ketimbang kapal layar. Sementara untuk baterai VS-9 memiliki kapasitas yang cukup besar, mampu membuat kapal berlayar hingga jarak 92km dengan kecepatan kurang lebih 25 knot atau 46,3 km/jam.

VS-9 dapat mengisi daya dengan metode fast charging – menjadikan kapal ini sangat efisien untuk digunakan sejumlah operator di masa mendatang. Diketahui juga bahwa VS-9 ini mampu memangkas biaya operasional hingga 90%, menjadikan tawaran ini sulit untuk ditolak oleh para pelaku bisnis – terutama bisnis pariwisata pelayaran.

Jika tren dari kapal berbasis tenaga listrik ini positif, maka rencana selanjutnya yang akan dijalani oleh Vessev adalah mengembangkan VS-18, di mana kapal ini mampu menampung penumpang hingga 100 penumpang – yang bisa jadi juga memiliki kapasitas baterai lebih besar untuk menunjang jarak tempuh yang lebih jauh.

Kereta Ferry, Sensasi Naik Kereta di Tengah Laut

Insiden PIA Flight 300 – Pilot Boeing 747-200 Lupa Menurunkan Roda Pendarat

Pesawat mendarat tanpa roda pendarat, umumnya dilakukan dalam kondisi darurat, dan dikenal sebagai belly landing. Hal tersebut terjadi jika roda pendarat (landing gear) tidak bisa diturunkan karena adanya masalah teknis. Namun, mungkinkah sebaliknya, yaitu pilot mendaratkan pesawat karena lupa menurunkan roda pendarat?

Baca juga: Gaji Tidak Dibayar, Pilot Pakistan International Airlines Ancam Lakukan Mogok Kerja

Saat mendekati proses pendaratan, umumnya sensor di kokpit akan ‘menyala’ berupa perintah pilot untuk menurunkan roda pendarat. Sehingga sebenarnya nyaris mustahil pilot lupa menurunkan roda pendarat, terlebih pada pesawat modern. Namun, ada yang berbeda pada penerbangan Pakistan International Airlines (PIA) Flight 300.

Terjadi pada 4 Februari 1986, PIA Flight 300 dengan pesawat Boeing 747-200 (AP-AYW) mendarat dengan teknik belly landing di Bandara Islamabad, Pakistan. Dalam beberapa literasi disebutkan, bahwa alarm pesawat turun lebih awal dalam kondisi kabut tebal. Tetapi yang aneh adalah pilot ketika mendaratkan pesawat lupa untuk menurunkan roda pendarat.

Sang penerbang, disebut merupakan pilot senior, dan terpaksa pensiun setelah insiden tersebut. Untuk pesawatnya sendiri, meski mengalami kerusakan, masih terus terbang sampai 19 tahun kemudian, dan baru di-scrap pada tahun 2012. Dalam insiden itu, PIA Flight 300 membawa 247 penumpang dan 17 awak kabin.

Belly landing adalah istilah dalam penerbangan yang merujuk pada pendaratan darurat pesawat yang dilakukan tanpa roda pendaratan yang keluar. Saat melakukan belly landing, bagian bawah pesawat, seperti perut pesawat, akan bersentuhan langsung dengan landasan pacu, sehingga akan mengakibatkan kerusakan serius pada pesawat.

Belly landing biasanya dilakukan ketika pesawat mengalami kerusakan pada sistem roda pendaratan, seperti saat roda pendaratan tidak keluar atau tidak berfungsi dengan baik. Biasanya, pilot akan melakukan pemeriksaan pada sistem roda pendaratan sebelum melakukan pendaratan, tetapi jika terjadi masalah yang tidak dapat diperbaiki, maka pilot akan memilih untuk melakukan belly landing.

Belly landing merupakan pendaratan darurat yang sangat berisiko tinggi dan biasanya akan dilakukan dengan segala upaya untuk meminimalkan kerusakan pada pesawat dan mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih serius.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Pilot Jika Landing Gear Rusak?

Pilot dan awak kabin akan mempersiapkan diri dan memberikan instruksi kepada penumpang untuk mengantisipasi benturan saat pesawat bersentuhan dengan landasan pacu. Setelah pesawat berhenti, penumpang dan awak kabin harus segera dievakuasi melalui pintu darurat, karena ada risiko kebakaran atau ledakan yang dapat terjadi setelah pendaratan.

TransJakarta Rute 11D Punya Perhentian Baru, dari 66 Titik Menjadi 72 Titik

Transportasi umum di Jakarta semakin hari semakin berkembang. Ini terlihat dari penambahan perhentian baru untuk rute 11D (Pulo Gebang-Pulo Gadung via PIK) oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).

Penambahan tersebut dimulai sejak kemarin, Senin (3/1/2025). Penyesuaian ini disampaikan oleh Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani untuk memastikan kebutuhan mobilitas pelanggan tetap terpenuhi.

Baca Juga: Transjakarta: Calon Penumpang Tak Gunakan Masker Tidak Boleh Masuk Halte dan Naik Bus

Penyesuaian ini, dikatakan Ayu juga termasuk salah satu upaya Transjakarta dalam memperluas cakupan layanan yang saat ini sudah menyentuh angka 91,7 persen. Adapun penyesuaian layanan untuk rute 11D (Pulo Gebang – Pulo Gadung via PIK) adalah sebagai berikut:

Arah Pulo Gadung via PIK dan sebaliknya melalui titik perhentian Sbr. Cagar Budaya Batu Penggilingan, bus stop Rusun Pulo Jahe, dan bus Stop Cagar Budaya Batu Penggilingan. Untuk informasi, layanan 11D (Pulo Gebang – Pulo Gadung Via PIK) melalui 72 titik perhentian dari sebelumnya melalui 66 titik perhentian.

Rute ini menggunakan layanan Angkutan Umum Integrasi yang beroperasi setiap Senin – Minggu mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Untuk mendapatkan informasi terkini terkait layanan Transjakarta pelanggan dapat mengakses kanal media sosial resmi Transjakarta pada Instagram @infotije dan X @PT_Transjakarta serta dapat mendownload aplikasi TJ: Transjakarta yang telah tersedian di App Store dan Play Store.

TransJakarta Hadirkan 8 Bus Wisata, Satu Diantaranya Punya Atap Terbuka