Selamat Datang Gapeka 2025, Jadwal Lama Terganti, Jadwal Baru Semoga ‘Mancarli’

Informasi tentang perubahan jadwal atau Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2025 beredar di media sosial. Mulai dari perubahan perjalanan kereta api, jam keberangkatan maupun kedatangan kereta api sampai nama kereta api sendiri pun berubah.

Ya, perubahan Gapeka 2025 terjadi pada awal Februari ini yang sudah bisa di cek melalui website maupun aplikasi PT Kereta Api Indonesia. Terlihat bahwa jadwal kereta api untuk perjalanan baru ini terlihat adanya penambahan rute kereta api. Tak hanya itu, rangkaian yang semula dengan fasilitas seadanya, kini memiliki fasilitas layaknya perjalanan kelas cukup mewah.

Beberapa penambahan perjalanan kereta api diantaranya pada rangkaian KA Sawunggalih dan KA Taksaka dengan menambah perjalanan yang semula pagi dan malam hari, kini bertambah menjadi pagi, siang dan malam hari. Selain itu adanya penambahan nama kereta api baru pada Gapeka 2025. Seperti KA Arjuno Ekspres (Surabaya Gubeng – Malang pp.), KA Ijen Ekspres (Ketapang – Malang pp.), KA Sancaka Utara (Surabaya Pasarturi – Yogyakarta – Cilacap pp.), KA Cakrabuana (Purwokerto – Cirebon – Gambir pp.), KA Gunungjati (Semarang Tawang – Cirebon – Gambir pp.), dan KA Madiun Jaya (Madiun – Cirebonprujakan – Pasarsenen pp.).

Rangkaian Kereta Api Mataram rute Solo Balapan-Pasar Senen melintas di kawasan Bekasi

Selamat Datang Kembali KA Parahyangan
Dari nama-nama kereta api tersebut ada yang dihilangkan pada Gapeka 2025 kali ini. Seperti halnya KA Kutojaya Utara dengan rute Kutoarjo – Pasarsenen pp., kini rangkaian tersebut digunakan oleh rangkaian KA Madiun Jaya. Selain itu brand ‘Argo’ pada beberapa kereta api pun dihilangkan. Seperti pada Gapeka 2023 adanya KA Argo Cheribon dengan rute Gambir – Cirebon – Tegal. Jadwal baru kali ini diubah namanya menjadi KA Gunungjati dan KA Cakrabuana dengan rute yang diperpanjang hingga ke Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Purwokerto.

Selain beberapa nama KA yang hilang dan diganti, ada nama kereta api yang menjadi sorotan para warga yang biasa menggunakannya. Salah satunya KA Parahyangan. Nama kereta api ini kembali ‘lahir’ setelah semula diberi nama KA Argo Parahyangan sejak tahun 2010 setelah dilebur jadi satu dengan menghilangkan nama KA Argo Gede. KA Parahyangan kini kembali mencuat namanya pada awal Februari ini dengan rute Bandung – Gambir pp. yang tentunya sangat melekat dengan warga yang biasa menggunakannya. Kelasnya pun tetap sama menggunakan eksekutif dan ekonomi premium dengan rangkaian berbodi stainless steel.

Dengan harga tiket mulai dari Rp150.000 untuk kelas ekonomi premium dan kelas eksekutif Rp250.000, perjalanan KA Parahyangan tetap menjadi andalan warga Jakarta maupun Bandung yang merasakan perjalanan dengan panorama indahnya Bumi Parahyangan.

Dengan berlakunya perjalanan baru Gapeka 2025 PT KAI optimis memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan setia kereta api dengan perjalanan yang Aman, Lancar dan Terkendali (MANCARLI). Dan berharap tetap bisa menjadi andalan penumpang yang setia menggunakan jasa kereta api dengan fasilitas yang disediakan lebih aman, nyaman dan efisien. Bagi masyarakat pengguna kereta api tetap dihimbau agar selalu mengecek jadwal sebelum melakukan perjalanan dan informasi update yang tersedia di website dan media sosial resmi PT KAI. [MASEN]

Simak Imbauan ASDP Indonesia Ferry Kepada Calon Penumpang di Tengah Cuaca Ekstrem

Kondisi cuaca yang terbilang cukup ekstrem beberapa waktu yang lalu membuat sejumlah Perusahaan penyedia jasa transportasi seperti ASDP Indonesia Ferry mengeluarkan imbuan kepada calon penumpangnya. Tidak lain, imbauan ini ditujukan agar calon penumpang tetap merasa aman dan nyaman selama perjalanan. Lalu, apa saja imbauan yang dianjurkan oleh pihak ASDP Indonesia Ferry?

Baca Juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Melansir dari siaran pers, melalui Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, pihak ASDP Indonesia Ferry mengimbau kepada semua calon penumpang untuk mengatur waktu keberangkatan. “Kami terus memantau perkembangan situasi, terutama bagi pengguna jasa yang datang dari wilayah terdampak banjir.” Ujar Shelvy.

Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa kasus calon penumpang yang terlambat sampai di pelabuhan akibat terjebak banjir, mobil mogok, dan faktor X lainnya yang pada akhirnya berimbas pada batalnya keberangkatan mereka. Belum lagi antrean yang mengular – terutama di momen libur panjang, tentu ini menjadi salah satu parameter yang juga harus diperhitungkan oleh calon penumpang supaya tidak terlambat sampai di pelabuhan.

“Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, periksa informasi cuaca, dan rencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari keterlambatan akibat gangguan di jalur darat.” Tandas Shelvy melengkapi imbauan dari pihak ASDP Indonesia Ferry.

(ASDP)

Di lain sisi, diketahui pihak ASDP Indonesia Ferry juga sempat memberlakukan kebijakan khusus untuk memperpanjang masa berlaku tiket yang sudah expired pada akhir Januari 2025 kemarin. Kebijakan ini berlaku khusus untuk calon penumpang yang mengalami keterlambatan karena terjebak banjir, khususnya di Pelabuhan Merak – di mana calon penumpang cukup menunjukkan tiket perjalanan beserta dokumentasi kondisi banjir serta kendaraan yang digunakan. Nantinya, ini akan menjadi dasar pihak ASDP untuk memperpanjang masa berlaku tiket.

Kebijakan ini diterbitkan pihak ASDP Indonesia Ferry sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap calon penumpangnya. Bukan tidak mungkin jika di waktu mendatang, ASDP Indonesia Ferry juga kembali memberlakukan kebijakan semacam ini guna meningkatkan kepuasan calon penumpang yang jika ditinjau lebih lanjut, ini akan berimplikasi pada meningkatnya jumlah penumpang di waktu mendatang.

Baca Juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Dalam menghadapi dinamika perjalanan di tengah cuaca yang tidak menentu, pihak ASDP Indonesia Ferry diketahui akan terus berkoordinasi aktif dengan BMKG dan stakeholder lainnya, demi memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan selamat. Terakhir, pihak ASDP Indonesia Ferry juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini terkait kondisi cuaca dan lalu lintas menuju Pelabuhan – terutama pada saat kondisi cuaca ekstrem seperti yang terjadi belakangan ini.

Jenis Obat-Obatan Yang Baiknya Disiapkan dalam Perjalanan

Gapeka 2025 Berlaku 1 Februari, Jadwal Perjalanan LRT Jabodebek Tidak Berubah

Perubahan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) yang mulai diterapkan oleh KAI mulai 1 Februari 2025 tidak berdampak pada operasional LRT Jabodebek. Masyarakat tetap dapat menggunakan layanan LRT Jabodebek dengan jadwal yang sama seperti sebelumnya, tanpa perubahan waktu keberangkatan maupun jumlah perjalanan.

Baca juga: Demi Kenyamanan dan Keamanan Penumpang LRT Jabodebek, KAI Mulai Uji Coba Kereta Khusus Wanita

Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengungkapkan bahwa layanan LRT Jabodebek tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Untuk bulan Februari, kami masih menggunakan jadwal yang sama. Tidak ada perubahan dalam jumlah perjalanan maupun waktu keberangkatan,” ujar Purnomosidi.

LRT Jabodebek tetap mengoperasikan 348 perjalanan pada hari kerja (weekday) dan 270 perjalanan pada akhir pekan serta hari libur (weekend). Waktu tunggu antar kereta atau headway selama jam sibuk (peak hours) tetap 11 menit, sementara di luar jam sibuk (off-peak hours) 12,5 menit.

Berikut keberangkatan kereta pertama dan terakhir:

Hari Kerja (Senin – Jumat)
Keberangkatan awal:
* Dukuh Atas BNI – Jatimulya: 06.17 WIB
* Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 06.22 WIB
* Jatimulya – Dukuh Atas BNI: 05.22 WIB
* Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 05.30 WIB

Keberangkatan terakhir:
* Dukuh Atas BNI – Jatimulya: 22.49 WIB
* Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 22.54 WIB
* Jatimulya – Dukuh Atas BNI: 21.54 WIB
* Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 22.02 WIB

Akhir Pekan & Hari Libur (Sabtu, Minggu, Hari Libur Nasional)
Keberangkatan awal:
* Dukuh Atas BNI – Jatimulya: 06.21 WIB
* Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 06.28 WIB
* Jatimulya – Dukuh Atas BNI: 05.22 WIB
* Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 05.35 WIB

Keberangkatan terakhir:
* Dukuh Atas BNI – Jatimulya: 22.31 WIB
* Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 22.39 WIB
* Jatimulya – Dukuh Atas BNI: 22.13 WIB
* Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 21.46 WIB

Saat ini, rata-rata jumlah pengguna harian LRT Jabodebek mencapai 86.871 orang pada hari kerja (weekday) dan 41.580 orang pada akhir pekan (weekend), menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini sebagai pilihan transportasi yang praktis dan efisien.

Sebagai moda transportasi berbasis otomatis yang modern dan efisien, LRT Jabodebek terus berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi para pengguna. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga keselamatan selama berada di area stasiun maupun saat perjalanan berlangsung.

Baca juga: Sinergi Kreatif KAI Wisata dan LRT Jabodebek Kembangkan Potensi Iklan di Stasiun dan Kereta

“Kami juga mengajak seluruh pengguna untuk saling menghormati dan peduli terhadap sesama, terutama pengguna prioritas seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, lansia, serta pengguna yang membawa anak kecil. Berikan tempat duduk bagi mereka yang membutuhkan, hindari berdesakan saat naik atau turun, serta jaga ketertiban demi kenyamanan bersama,” tambah Purnomosidi.

Dengan jadwal perjalanan yang tetap optimal dan frekuensi layanan yang stabil, LRT Jabodebek terus berupaya menjadi solusi transportasi yang andal bagi masyarakat Jabodetabek.

Besok Gapeka 2025 Berlaku, KAI Services Tingkatkan Pelayanan Kepada Penumpang

PT KAI akan meluncurkan 16 kereta api (KA) baru bersamaan dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yaitu pada 1 Februari 2025. KAI Services sebagai Central of Services hadir memberikan pelayanan terbaik di kereta baru tersebut dengan meningkatkan pelayanan untuk para penumpang di semua unit bisnis yang dikelola KAI Services.

Seperti di unit Sales on Train, KAI Services menghadirkan menghadirkan promo di 5 kereta baru dan di 14 nomor kereta. Kereta-kereta tersebut yakni, KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi – Solo Balapan – Cilacap. KA Gunung Jati relasi Gambir – Cirebon – Semarang Tawang. KA Madiun Jaya relasi Madiun – Pasar Senen, KA Cakra Buana relasi Gambir – Cirebon – Purwokerto serta KA Ijen Ekspress relasi Ketapang – Malang.

Pada 3 KA baru seperti KA Sancaka Utara, KA Gunung Jati, dan KA Madiun Jaya, Kuliner Kereta by KAI Services hadir dengan promo free Teh Botol Sosro kepada penumpang yang membeli menu-menu seperti Nasi Goreng Parahyangan Legend, Ayam Geprek, Nasi Rames, Nasi Ayam Bulgogi.  Sementara di KA Cakra Buana dan KA Ijen Ekspress  hadir promo setiap pembelian 2 produk ciomy rasa ayam plus teh premium akan mendapatkan free 1 ciomy rasa keju.

Sementara dalam Gapeka 2025 ini KAI Services juga menyiapkan personil disemua unit bisnis mulai dari cleaning, security, parkir, dan prama prami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang kereta api. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan mess di beberapa titik  yang dapat digunakan untuk menunjang kinerja para prama dan prami dalam menjalankan tugas.

Dengan hadirnya mess ini, diharapkan  prama dan prami KAI Services dapat lebih baik dalam menjalankan tugas terutama dalam pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yang akan dimulai pada 1 Februari 2025.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services siap memberikan pelayanan terbaik dalam rangka pemberlakuan Gapeka 2025. Semua unit bisnis kita siapkan untuk menyambut Gapeka tanggal 1 Febuari 2025 besok. Salah satunya yang kita siapkan adalah hadirnya promo di Kuliner Kereta untuk 5 kereta baru yang disiapkan PT KAI.

Disusun Pertama Kali Tahun 1840-an di Perancis, Inilah Gapeka 2021 dari PT KAI

KRL Kiriman dari Cina Tiba di Jakarta, Ini Penampakannya

Pengiriman rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari Perusahaan Cina CRRC Sifang Co. Ltd tiba pada Kamis (30/1). Menggunakan kapal kargo Xin Da Fang asal Cina, merapat di dermaga 202 Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut kabar yang beredar rangkaian KRL ini akan datang secara bertahap. Tahap pertama tiba di Tanjung Priok membawa 11 unit kereta.

Jumat (31/1) sekitar pukul 10 pagi pada pantauan CCTV Pelabuhan Tanjung Priok satu persatu KRL dibawa menggunakan truk trailer dari dermaga menuju Stasiun Pasoso. Jarak dari dermaga 202 dengan Stasiun Pasoso tidak terlalu jauh hanya saja kemacetan sempat terjadi diarea tersebut. Rangkaian KRL itu disusun diatas rel yang berada di emplasemen Stasiun Pasoso.

Proses pemindahan KRL dari kapal kargo keatas truk trailer di Dermaga 202, Tanjung Priok

Alasan KCI Memilih KRL dari Cina
Selama ini moda transportasi di Jabodetabek mayoritas berasal dari Jepang. Beberapa seri KRL dari perusahaan Jepang seperti Japan Railway, Nippon Sharyo maupun Tokyu Corporation menjamur di jalur Jabodetabek. Nah, pada tahun 2025 ini cukup mengejutkan oleh masyarakat terutama penggemar kereta api. Bermacam perbincangan di media sosial sempat terjadi. Namun ini alasan KCI membeli rangkaian KRL dari Cina tentu saja karena harganya yang lebih murah dibanding produsen KRL Jepang dan Korea Selatan.

Tak hanya itu alasan lainnya dari segi teknis. KCI memilih dari Cina karena juga memenuhi persyaratan teknis. Tentunya KRL yang diimpor ini sudah memenuhi spesifikasi teknis dan ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Kemudian reputasi rekam jejak yang baik dan produsen KRL impor tersebut telah bekerja sama dengan 28 negara di dunia.

Rencana rangkaian KRL tersebut setelah disusun di atas rel Stasiun Pasoso selanjutnya akan dikirim ke Depo Depok untuk perawatan lebih lanjut. Rute yang akan dilalui KRL impor ini dari adalah: Tanjung Priok-Pasar Senen-Kampung Bandan-Manggarai-Pasar Minggu-Depok-Depo Depok. Untuk jam pengiriman dari Tanjung Priok ke Depo Depok masih menunggu informasi lanjut pihak KCI. [MASEN]

Komuter KRL Jabodetabek dari Cina Tiba di Awal 2025, Beropasi di Akhir Tahun

“Long Window Time”, Mulai 1 Februari Setiap Hari Minggu Jadwal Whoosh Paling Awal Beroperasi Pkl 07.35

Seiring dengan peningkatan jadwal perjalanan Whoosh menjadi 62 jadwal per hari yang mulai berlaku pada 1 Februari 2025, KCIC berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan keselamatan operasional kereta cepat.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah perpanjangan waktu pemeriksaan dan pemeliharaan prasarana atau dikenal dengan sebutan Long Window Time.

Baca juga: Mau Menuju Stasiun Whoosh Karawang? Berikut Pilihan Akses dan Intermoda yang Tersedia

Long Window Time merupakan periode khusus untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Jika sebelumnya dilakukan setiap hari mulai pukul 00.00–04.00 WIB. Mulai 1 Februari 2025 khusus hari Minggu waktu perawatan diperpanjang menjadi 00.00 – 00.07 WIB.

Penerapan Long Window Time akan dilakukan 1 kali dalam satu minggu, dengan demikian maka khusus hari Minggu mulai keberangkatan 1 Februari 2025 jadwal operasional Whoosh akan menyesuaikan menjadi 56 jadwal per hari.

Adapun jadwal perjalanan pertama dari Stasiun Tegalluar pada hari Minggu dimulai pukul 07.35 WIB, sementara jadwal pertama dari Stasiun Halim dimulai pukul 08.00 WIB.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemilihan hari Minggu didasarkan pada evaluasi okupansi perjalanan di pagi hari, yang menunjukkan tingkat keterisian penumpang lebih rendah dibandingkan hari lainnya.

“Dengan demikian, penerapan Long Window Time ini dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap animo masyarakat untuk menggunakan layanan Whoosh,” ujar Eva.

Adapun pemeriksaan dan perawatan prasarana Whoosh yang dilakukan meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, persinyalan, listrik aliran atas, sound barrier, drainase, dan berbagai aspek K3 pada parasarana Whoosh. Pemeriksaan menggunakan peralatan khusus dan dukungan tenaga profesional, tingkat keakuratan posisi rel dapat mencapai hingga satuan milimeter.

Dengan waktu yang lebih panjang, pemeriksaan dapat dilakukan lebih intensif dan menyeluruh, sehingga kualitas perawatan akan semakin baik seiring dengan penambahan jumlah perjalanan Whoosh.

“KCIC ingin memastikan bahwa layanan Kereta Cepat Whoosh tetap andal dan aman, meskipun jadwal perjalanan ditingkatkan. Langkah ini menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat.” tutup Eva.

Stasiun Citayam Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial Belanda

Siapa yang tak tahu dengan Stasiun Citayam? Ternyata Stasiun yang ada di daerah Jawa Barat ini dibangun pada masa Kolonial Belanda. Dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), yang pada masa itu namanya Halte Citayam.

Baca juga: Stasiun Sukaresmi – Dari 2014 Hingga Kini Belum Juga Resmi Dibangun 

Stasiun ini pada masa Kolonial Belanda digunakan sebagai tempat perhentian naik dan turun penumpang serta barang. Saat itu ada empat kereta yang berhenti di Halte Citayam ini berdasarkan jadwal kereta yang dikeluarkan NISM pada Jumat, 31 Januari 1873 silam.

Stasiun Citayam dengan nama ejaan lama pada masa Kolonial Belanda (inilahdepok.com)

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta ini terbagi dua perjalanan yakni dari Jakarta menuju Bogor dengan KA No.2 dan No.14 serta dari Bogor menuju Jakarta dengan KA No.7 dan No.17. Pada masa itu, perjalanan dari Stasiun Jakarta ke Halte Citayam membutuhkan waktu hampir dua jam dan Citayam menuju Bogor sekitar 45 menit.

Namun pada tahun 1913, operasional kereta api relasional Jakarta ke Bogor diambil alih oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS). Pengambil alihan operasional dari NISM ke SS sendiri memberikan keuntungan pada perjalanan kereta api Jakarta-Bandung via Bogor yang tidak perlu berganti kereta lagi.

Setelah kemerdekaan, Djawatan Kereta Api yang kini menjadi PT KAI melakukan klasifikasi stasiun untuk menentukan fasilitas dan kondisi kebutuhan pengangkutan. Melalui Surat Keputusan DDKA No. 20493/BB/54 tanggal 16 Maret 1954 ditetapkan klasifikasi stasiun menjadi 6 kelas, yakni Stasiun Besar, Stasiun Kelas 1, Stasiun Kelas 2, Stasiun Kelas 3, Stasiun Kelas 4, dan Stasiun Kelas 5.

Pada klasifikasi ini ternyata Stasiun Citayam masuk dalam kategori stasiun kelas 5. Stasiun yang sering disebut Stasiun Citayem ini terletak tepat di perbatasan antara kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, dengan Kelurahan Pabuaran, Bojonggede, Bogor.

Stasiun Citayam berada pada ketinggian +120 meter di atas permukaan laut dan dioperasikan oleh Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun yang lokasinya paling selatan di Kota Depok dan paling utara di Kabupaten Bogor. Sisi utara stasiun ini termasuk dalam wilayah Kota Depok, sedangkan sisi selatannya sudah termasuk wilayah Kabupaten Bogor.

Meskipun bernama Citayam, stasiun ini tidak terletak di Citayam, Tajur Halang, Bogor. Sumber penamaan stasiun ini berasal dari Jl.Raya Citayem, yang terletak di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok. Di seberang Jalan Raya Citayam dari stasiun ini ada pusat perbelanjaan Pasar Citayam. Dari sini ada percabangan ke Stasiun Nambo.

Jalur ini awalnya dibuat untuk membuat jalur lingkar dari Stasiun Parung Panjang hingga Stasiun Cikarang. Namun karena krisis hebat pada tahun 1998 dan jatuhnya presiden Soeharto, maka jalur ini menganggur selama dua tahun. Setelah dua tahun, PT Kereta Api mengoperasikan KRD Manggarai-Nambo pp.

Baca juga: Sejarah Singkat Kereta di Pulau Jawa, Butuh 36 Tahun Untuk Hadirkan Jaringan Sepanjang 3.000 Km! 

Sayangnya karena kereta yang sudah kuno dan okupansi yang rendah maka jalur ini ditutup pada 2006. Tetapi 1 April 2015, jalur cabang ke Nambo mulai melayani KRL Commuter Line. Ke arah utara stasiun ini, sebelum Stasiun Depok, terdapat Halte Pondok Terong yang sudah tidak aktif karena okupansi yang minim dan juga karena pembangunan jalur ganda Jakarta-Bogor.

XB-1 Boom Supersonic “Son of Concorde” Terbang dengan Memecahkan Hambatan Suara

Jet XB-1 Boom Supersonic memecahkan hambatan suara untuk pertama kalinya pada hari Senin saat perusahaan Amerika tersebut berupaya menghadirkan pesawat terbang tercepat di dunia yang mampu mengangkut penumpang antara New York dan London hanya dalam waktu lebih dari 3,5 jam.

Jet satu kursi, model uji sepanjang 201 kaki oleh Boom Supersonic, telah mencapai kecepatan 844 mph hanya dalam 12 menit dalam uji terbang terakhirnya dari Pangkalan Udara dan Antariksa Mojave California.

Tepat Janji, Prototipe Pesawat Supersonik Boom XB-1 Resmi Dipamerkan, 2021 Mulai Melesat

Terobosan bagi pesawat tersebut terjadi setelah beberapa kali gagal memecahkan batas kecepatan suara dalam uji terbang sebelumnya, dengan satu uji terbang awal bulan ini hanya mencapai 728 mph.

Dengan uji coba hari Senin, yang diterbangkan oleh kepala pilot uji Boom Tristan “Geppetto” Brandenburg, XB-1 mencapai Mach 1.1, yang memperkuat ambisi perusahaan untuk merancang pesawat penumpang supersonik yang mampu mencapai Mach 1.7, atau 1.304 mph.

XB-1 dijuluki “Son of Concorde,” merujuk pada pesawat supersonik yang dapat terbang dari London ke New York dalam waktu kurang dari tiga jam sebelum dipensiunkan pada tahun 2003.

Concorde dihentikan produksinya segera setelah kecelakaan dahsyat Air France di Paris pada bulan Juli 2000 yang menewaskan 109 orang di dalamnya dan empat orang di darat.

CEO Boom Supersonic Blake Scholl memposting di X, “Kami sangat mendukung [Amerika]” saat penerbangan tersebut dinyatakan sukses. BOOM

Satu bulan sebelumnya, pesawat tersebut mencapai kecepatan tertinggi hanya 728 mph, karena sebelum uji terbang terakhir, pesawat tersebut sebelumnya belum pernah menembus batas kecepatan suara. BOOM

XB-1 adalah prototipe pesawat Overture milik Boom, pesawat komersial supersonik yang dapat mengangkut 64 hingga 80 penumpang dengan kecepatan hampir dua kali kecepatan suara.

Selain perjalanan tiga jam 40 menit dari New York ke London, Overture menjanjikan perjalanan dari New York ke Roma, Atlanta ke Madrid, dan Tokyo ke Vancouver dalam waktu sekitar 4,5 jam.

Pesawat yang sangat dinanti-nantikan ini telah memiliki 130 pesanan dan prapemesanan dari beberapa maskapai besar, termasuk American Airlines, United Airlines, dan Japan Airlines.

Perjalanan dari Washington, DC, ke Dublin akan memakan waktu sekitar 3,5 jam dan penerbangan dari Los Angeles ke Tahiti akan memakan waktu sekitar 4,5 jam.

Boom mengatakan bahwa mereka berharap suatu hari nanti dapat mengoperasikan lebih dari 600 rute di seluruh dunia dan memberi orang akses ke penerbangan yang terjangkau ke mana pun di dunia.

Sederet Masalah Ini Jadi Biang Kerok Era Pesawat Supersonik Concorde Berakhir

Sungai Potomac ‘Makan Korban’ (Lagi), Tabrakan Maut Helikopter UH-60 Black Hawk dengan Bombardier CRJ-700 American Airlines

Sungai Potomac kembali ‘menelan’ korban jiwa, setelah insiden maut Boeing 737 Air Florida Flight 90 yang jatuh di Sungai ‘Es’ Potomac pada 13 Januari 1982, di wilayah yang sama pada hari Rabu (29/1/2025) kembali menjadi saksi bisu tragedi yang melibatkan tabrakan antara helikopter UH-60 Black Hawk dengan sebuah pesawat komersial American Airlines Flight 5342 dari jenis Bombardier CRJ-700

Para pejabat mengatakan bahwa helikopter Black Hawk yang bertabrakan di udara dengan pesawat komersial berpenumpang 70 orang itu sedang dalam penerbangan latihan.

Hari ini 38 Tahun Lalu, Boeing 737 Air Florida Flight 90 Jatuh di Sungai ‘Es’ Potomac

Black Hawk milik Angkatan Darat AS (US Army) yang bertabrakan dengan pesawat penumpang pada hari Rabu (29/1) malam waktu setempat, sedang dalam penerbangan latihan malam saat kecelakaan itu terjadi. Demikian disampaikan kepala media Joint Task Force-National Capital Region Heather Chairez kepada CNN, Kamis (30/1/2025).

Batalion Penerbangan ke-12, yang bermarkas di Fort Belvoir, menyediakan transportasi helikopter dan “dukungan penyelamatan teknis” untuk wilayah Ibu Kota Nasional (National Capital Region).

Tidak jelas dari mana Black Hawk tersebut lepas landas sebelum tabrakan. Seorang pejabat Angkatan Darat AS mengatakan helikopter itu adalah model Black Hawk yang membawa tiga tentara sebagai awaknya. Belum diketahui bagaimana kondisi mereka saat ini.

The Washington Post mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan bahwa polisi telah mulai menarik beberapa mayat dari Potomac.

Sebelumnya, maskapai penerbangan Amerika Serikat, American Airlines mengatakan 60 penumpang dan empat awak berada di dalam pesawat jet komersial yang jatuh ke Sungai Potomac di Washington, DC pada Rabu (29/1) malam waktu setempat. Pesawat penumpang regional itu jatuh ke sungai setelah bertabrakan di udara dengan helikopter militer Black Hawk di dekat bandara Reagan National Airport.

“Penerbangan American Eagle 5342 dalam perjalanan dari Wichita, Kansas (ICT), ke Washington, D.C. (DCA) terlibat dalam kecelakaan di DCA,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan. “Ada 60 penumpang dan empat awak di dalam pesawat itu,” imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/1/2025).

Presiden Donald Trump “telah diberitahu tentang situasi ini dan tragisnya tampaknya sebuah helikopter militer bertabrakan dengan sebuah jet regional,” kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt di Fox News, dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/1/2025).

Otoritas Penerbangan Federal (FAA) memerintahkan semua pesawat di bandara Reagan untuk tidak terbang. Kepolisian Washington mengatakan dalam postingan di media sosial X bahwa “beberapa lembaga” sedang menanggapi lokasi kecelakaan di Potomac.

Pesawat Masuk Jalan Tol di Kanada, Ini Faktanya

Airbus Catat Pesanan 455 Unit Helikopter, Kuasai 57 Persen Pasar Ekspor Helikopter Global

Airbus Helicopters mencatat 455 pesanan kotor (bersih: 450) pada tahun 2024, yang menyoroti pertumbuhan pasar yang stabil dengan kinerja yang kuat tahun ini (2025) untuk helikopter ringan, helikopter bermesin ganda, dan helikopter berat.

Baca juga: Airbus Helicopters Raih Pesanan Terbesar untuk Kepolisian Jerman, 44 unit Helikopter H225

Pesanan tersebut berasal dari 182 pelanggan di 42 negara. Perusahaan mengirimkan 361 helikopter pada tahun 2024, yang menghasilkan pangsa awal sebesar 57% dari pasar sipil dan parapublik. Sebagai catatan, parapublik adalah organisasi atau lembaga yang berada di antara sektor publik dan sektor swasta.

“Penerimaan pesanan Airbus Helicopters pada tahun 2024, dengan peningkatan mendekati 10 persen dalam unit untuk tahun kedua berturut-turut, menyoroti pertumbuhannya yang stabil dalam lingkungan global yang kompleks,” kata Bruno Even, CEO Airbus Helicopters.

Program Super Puma tampil kuat di pasar sipil dan parapublik serta militer dengan 58 pesanan berkat Bundespolizei Jerman, Penjaga Pantai Jepang, Kementerian Pertahanan Belanda, dan Kementerian Pertahanan Nasional Rumania.

Tahun 2024 menandai peluncuran peningkatan komprehensif, yang dikenal sebagai Blok 1, untuk NH90 serta dimulainya uji terbang untuk konfigurasi Standar 2 Pasukan Khusus Perancis, dan pengiriman konfigurasi Standar 3 pertama ke Angkatan Udara Spanyol.

Program H145 dan H145M menyambut banyak pelanggan pertahanan dan keamanan baru seperti Angkatan Udara Brunei, Kementerian Pertahanan Belgia, Angkatan Udara Indonesia, Komando Penerbangan Polisi Bahrain, serta Kementerian Pertahanan Irlandia.

“Pertahanan dan keamanan merupakan prioritas strategis di Airbus Helicopters. Kami bangga mendukung pelanggan kami dengan helikopter yang memungkinkan mereka melindungi dan melayani negara mereka seperti yang kami lihat pada tahun 2024 dengan dukungan dari Garda Nasional AS, Lakota, dalam upaya bantuan bencana setelah Badai Helene dan H135 serta NH90 dalam banjir di Valencia, Spanyol. Kami terus berinovasi dan memperluas kemampuan misi yang kami tawarkan – kami mengintegrasikan Flexrotor ke dalam portofolio UAS kami, kami mendemonstrasikan kemampuan kerja sama berawak dan tak berawak dengan VSR700 dan H130, dan kami sedang meletakkan dasar untuk Rotorcraft Generasi Berikutnya Eropa melalui studi konsep khusus,” lanjut Even.

Pada tahun 2024, Racer pertama kali terbang dan helikopter gabungan unik ini melampaui target 420 Km per jam hanya dalam tujuh penerbangan bersama dengan penerbangan perdana CityAirbus NextGen di Donauwörth. Di pasar sipil dan parapublik, H175 menyelesaikan uji terbang antibeku di Kanada dan Norwegia sebelum sertifikasi tahun ini dan H160 melanjutkan masuknya layanan secara bertahap di seluruh dunia dengan lebih dari 30 helikopter yang kini beroperasi.

Perusahaan juga meningkatkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) untuk uji terbang pengembangan dan pelatihan penerbangan di Marignane, Albacete, dan Donauwörth hingga hampir 20%, dan menambahkan penggunaan SAF di fasilitasnya di Oxford, Inggris.

Airbus Racer Pecahkan Rekor Kecepatan Helikopter 420 Km per jam