Masalah Hidrolik, Airbus A330-300 Garuda Indonesia Rute Jakarta-Melbourne Terpaksa Return to Base

Penerbangan Airbus A330-300 Garuda Indonesia GA 716 rute Jakarta-Melbourne mengalami masalah pada hari Sabtu, 6 Januari 2024 yang mendorong pilot untuk memutuskan putar balik atau return to base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Usai Raih 63.900 Jam, Airbus A330-300 Pertama di Dunia Pensiun

Dilansir Antara, Kamis (11/1/2024), Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan pesawat itu putar balik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Dengan mempertimbangkan aspek safety, maka pilot in command (PIC) berkoordinasi dengan operation control center (OCC) dan memutuskan untuk kembali mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan kondisi baik dan normal di Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, pesawat itu kembali ke Bandara Soekarno-Hatta dengan mempertimbangkan kemudahan koordinasi kebutuhan spare part ataupun kesiapan pesawat pengganti. Irfan mengatakan penerbangan GA 716 diberangkatkan kembali dengan pesawat pengganti pada Minggu (7/1) dini hari.

Penerbangan GA 716 yang dilayani dengan A330-300 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada pukul 19.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Melbourne pada pukul 05.30 waktu setempat.

Pilot Ketumpahan Kopi, A330 Condor Airlines Terpaksa Return to Base!

Beberapa jam setelah pesawat mengudara, pilot melihat cockpit indicator yang menunjukkan kondisi hidrolik pesawat memerlukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut. Pesawat kemudian putar balik dan mendarat kembali di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 00.25 WIB.

Para penumpang kemudian diberangkatkan kembali dengan armada A330-900 Neo pada pukul 02.45 WIB dan telah tiba di Bandara Internasional Melbourne pada pukul 13.10 LT. “Terkait penyesuaian jadwal keberangkatan ini, Garuda Indonesia juga memastikan para penumpang terdampak telah mendapatkan service recovery sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Irfan.

Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, PT KAI Daop 2 Bandung Layani 1.169.892 Pelanggan, Naik 15 Persen

Pada masa Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ini, PT KAI Daop 2 Bandung melayani 1.169.892 pelanggan KA, naik 15 persen jika dibandingkan dengan periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Tahun lalu Daop 2 Bandung melayani 1.015.125 pelanggan KA pada periode 22 Desember 2022 – 8 Januari 2023.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

“Pada periode 21 Desember 2023 s.d 7 Januari 2024, PT KAI Daop 2 Bandung melayani 205.450 pelanggan KA Jarak Jauh dan 964.442 pelanggan KA Lokal. Seluruh pelanggan tersebut dipastikan sudah terlayani dengan baik sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi.

Tahun ini, puncak volume pelanggan pada masa Angkutan Nataru terjadi pada tanggal 1 Januari 2024 dengan jumlah pelanggan yang dilayani sebanyak 86.264 pelanggan. Pada masa Angkutan Nataru tahun ini, Daop 2 Bandung mengoperasikan 474 perjalanan KA Jarak Jauh, serta 1.028 perjalanan KA Lokal selama 18 hari masa Angkutan Nataru tahun ini.

Ayep mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan pihak-pihak lainnya yang telah mendukung kelancaran angkutan Nataru ini. PT KAI Daop 2 Bandung juga berterima kasih kepada para pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Nataru ini.

Ayep mengatakan, keberhasilan dalam melayani pelanggan di masa Nataru 2023/24 ini akan KAI jadikan momentum untuk melakukan evaluasi secara detail dan komprehensif, termasuk kepatuhan terhadap pelaksanaan budaya keselamatan serta aspek pelayanan.

Baca juga: KAI Luncurkan KA Argo Dwipangga “New Generation”, Serba Canggih dan Nyaman

Insan KAI berkomitmen untuk terus menciptakan inovasi dan membangun kereta api yang berkelanjutan sehingga tercapai visi KAI yakni ‘menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia’.

“Hasil evaluasi ini kami harapkan dapat menjadi strategi pembelajaran yang sangat penting bagi KAI untuk mempersiapkan operasional KA sepanjang tahun 2024, khususnya menjelang Angkutan Lebaran tahun 2024 yang tidak lama lagi akan kita laksanakan,” tutup Ayep.

Tingkatkan Kualitas Udara, Seoul Metro Kurangi Debu Halus di Stasiun Kereta Bawah Tanah

Operator kereta komuter Seoul Metro belum lama ini mengumumkan rencana komprehensifnya untuk mengurangi konsentrasi debu halus di stasiun kereta bawah tanah di ibu kota Negeri K-Pop tersebut. Menurut Seoul Metro, sistem ventilasi pembuangan akan dipasang di lebih banyak peron kereta bawah tanah tahun ini.

Baca juga: Atasi Kepadatan Penumpang, Seoul Metro Operasikan Gerbong Kereta Komuter Tanpa Kursi

Sepuluh sistem ventilasi dipasang di Stasiun Jongno 5-ga di pusat kota Seoul tahun lalu, dan akan diperluas secara bertahap ke 34 peron kereta bawah tanah pada tahun 2026. Operator kereta bawah tanah berencana untuk memprioritaskan penerapan di sepanjang jalur kereta bawah tanah No. 1, di mana pembatasan ruang mengharuskan penggantian udara sistem ventilasi yang menantang.

Operator kereta bawah tanah tersebut berencana untuk berinvestasi sebesar 300 miliar won ($227 juta) selama tiga tahun ke depan untuk mengurangi rata-rata tingkat debu ultrahalus di peron dari 38,8 mikrogram per meter kubik menjadi 32 mikrogram per meter kubik pada tahun 2026. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan mempertahankan tingkat “sedang”, yang tertinggi ketiga dari sistem empat tingkat, atau lebih tinggi di setiap stasiun kereta bawah tanah.

Dikutip Koreajoongangdaily.joins.com (10/1/2024), keseluruhan 275 stasiun di sepanjang jalur kereta bawah tanah No. 1 hingga 8 telah mengalami penurunan konsentrasi debu sekitar 35 persen dan berada pada tingkat di bawah standar hukum – 50 mikrogram per meter kubik – yang ditetapkan untuk fasilitas tersebut. Namun, operator mengatakan perbaikan dianggap perlu karena fasilitasnya sudah ketinggalan zaman.

Bebatuan yang hancur di rel kereta api sepanjang jalur kereta bawah tanah No. 1 hingga 4 akan diganti dengan beton, karena akan menimbulkan debu setiap kali kereta bawah tanah lewat. Menurut Metro Seoul, sekitar 46 persen rel kereta api telah menghancurkan bebatuan, dan penggantian tersebut diharapkan dapat mengurangi konsentrasi debu halus di wilayah tersebut sekitar 28 persen.

“Tikar” pengontrol debu akan ditempatkan di lantai sebelum pintu putar di stasiun kereta bawah tanah untuk meminimalkan debu masuk ke area tersebut. Tikar ini awalnya akan dipasang di stasiun yang memiliki fasilitas rekreasi atau pegunungan di dekatnya. Metro Seoul mengatakan pihaknya mengonfirmasi keefektifan matras tersebut setelah pengujian di Stasiun Suyu di sepanjang jalur No. 4 mengurangi konsentrasi debu halus lebih dari 5 persen dari tahun 2020 hingga 2021.

Robot akan digunakan untuk membersihkan sistem ventilasi di stasiun kereta bawah tanah, dan operator kereta bawah tanah di ibu kota akan membersihkan saluran udara di atas langit-langit setiap lima tahun, lebih sering daripada interval sepuluh tahun saat ini.

Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia

“Langkah terbaru ini bermakna karena menandai rencana komprehensif pertama yang mencakup terowongan dan platform kereta bawah tanah,” kata CEO Seoul Metro Baek Ho, seraya menambahkan bahwa operator akan mengerahkan segala upaya untuk meningkatkan kualitas udara, menjadikan layanan dan fasilitas kereta bawah tanah sebagai transportasi yang dapat diandalkan. pilihan untuk semua orang.

Digarap Korea, Feasibility Study LRT Bali Relasi Bandara Ngurah Rai-Central Park Selesai April 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Wakil Menteri Infrastruktur, dan Transportasi Korsel Mr. Sangwoo Park, Selasa (9/1), untuk membahas upaya penyelesaian Feasibility Study (FS) dan pembiayaan pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Bali.

Baca juga: TrollyBus Dipilih untuk Transportasi Koneksi Bandara Bali Utara dan Selatan

Dalam pertemuan yang berlangsung di Korea Territorial Development Museum, Seoul, Korsel, Menhub menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen membangun transportasi massal perkotaan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya yaitu di Bali.

“Kami akan fokus untuk memulai pembangunan LRT Bali Tahap 1 yaitu dari Bandara Ngurah Rai hingga Central Park,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan, pemerintah mengundang Korsel untuk bekerjasama membangun proyek transportasi massal berbasis rel pertama yang ada di Bali tersebut. Adapun Feasibility Study (FS) dilakukan oleh Korea National Railways dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank.

“FSnya sudah dimulai pada Januari 2023 lalu, dan kami targetkan studinya sudah selesai pada April 2024,” kata Menhub.

Menhub berharap, KNR yang memiliki pengalaman dan reputasi yang baik sebagai perusahaan kereta api di Korsel, dapat mendukung upaya penyelesaian FS sesuai tenggat waktu.

“Pengerjaan FS ini bukanlah suatu yang mudah, karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan mulai dari teknis, finansial, dan institusional. Tapi kami yakin FS ini dapat kita selesaikan dengan baik,” ucap Menhub.

Terkait dengan pembiayaannya, Menhub mengungkapkan, pemerintah masih terus membahas berbagai skema antara lain memanfaatkan Official Development Assistance (ODA) Loan maupun Public Private Partnership (PPP).

“Kami meminta dukungan penuh Pemerintah Korsel kepada pihak Eximbank, KNR, dan pihak terkait lainnya, sehingga Bali dapat menikmati transportasi massal yang lebih baik,” tutur Menhub.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jaringan Kereta di Bali, Berpusat di Bandara Ngurah Rai, Pilih Trem Baterai atau ART?

Di sektor udara, Menhub juga mengundang Korea untuk meningkatkan frekuensi penerbangan langsung (direct flight) dari Korea ke Indonesia, khususnya ke Batam dan Bali. Selain itu Menhub juga mengharapkan kerjasama pengelolaan Bandara Batam dengan pihak Incheon dari Korea dapat ditingkatkan.

Dalam kunjungannya, Menhub juga bertemu dengan CEO Korea National Railway (KNR) Mr. Hanyoung Kim dan CEO Korea Exim Bank Mr. Hee-Seung Yoon. Selain itu, Menhub juga mengunjungi Depo Kereta Api bawah tanah (underground) di Seoul.

Singapore Airlines Raih Re-sertifikasi IATA untuk Penanganan Produk yang Rentan Rusak

Singapore Airlines (SIA) telah mendapatkan re-sertifikasi (sertifikasi ulang) global dari Asosiasi Transportasi Udara (International Air Transport Association – IATA) untuk penanganan produk yang rentan rusak (perishable product) yang dikirim melalui pusatnya di Singapura. Re-sertifikasi ini berlaku selama tiga tahun, berlaku mulai tanggal 1 Februari 2024.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Sistem Air dan Limbah Pesawat?

Sertifikasi ini berdasarkan pada Peraturan Kargo Rentan Rusak (Perishable Cargo Regulations) yang dikeluarkan oleh IATA, yang menggabungkan masukan-masukan mengenai peraturan dan operasional dari pemerintah dan para pakar industri. Sertifikasi ini memvalidasi upaya berkelanjutan SIA untuk memenuhi standar tertinggi industri kargo udara dalam hal keamanan pangan, dan mencegah pemborosan makanan (food waste) di sepanjang rantai pasok (supply chain).

Dengan demikian, para pelanggan SIA dapat memastikan bahwa kargo mereka yang rentan terhadap waktu dan suhu akan diangkut secara cepat melalui layanan THRUFRESH SIA.

THRUFRESH menyediakan layanan khusus dalam rantai dingin (cold chain), termasuk prioritas dalam pengangkutan dan penanganan, transfer yang cepat, serta fasilitas ruang pendingin (cold room) untuk menjaga keutuhan barang yang mudah rusak. Di Bandara Changi, juga tersedia pengisian biang es (dry ice) untuk transshipment.

Gantikan Boeing 747-400F, Singapore Airlines Finalisasi Pengadaan Tujuh Pesawat Kargo Airbus A350F

SIA bekerja sama dengan operator terminal dan penyedia layanan ground handling terkemuka di seluruh dunia untuk membentuk koridor mutu dalam jaringan pengiriman kargo pada tahun 2021. Tujuannya adalah untuk menjamin keutuhan produk yang rentan rusak selama perjalanan, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh IATA. Saat ini, sembilan station SIA – Amsterdam, Barcelona, Brussel, Frankfurt, Ho Chi Minh City, Hong Kong SAR, Hyderabad, Singapura, dan Zurich – telah memperoleh sertifikasi dalam jaringan koridor mutu tersebut.

Korea Utara Luncurkan Layanan Seluler 4G dengan Perangkat Bekas dari Huawei

Pihak berwenang Korea Utara mulai mendaftarkan pelanggan 4G setelah negara tersebut meningkatkan jaringan telekomunikasinya dengan perangkat bekas yang sebagian besar dibeli dari Huawei, perusahaan telekomunikasi asal Cina.

Baca juga: Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Menurut situs berita lokal Daily NK, pihak berwenang Korea Utara telah menyelesaikan pembangunan menara seluler 4G di beberapa wilayah di negara ini – dengan tujuan membangun lebih dari 80% menara seluler yang direncanakan pada tahun 2025. Saat ini, layanan 4G sebagian besar tersedia di distrik pusat ibu kota, Pyongyang.

”Orang-orang yang berlangganan jaringan baru mengatakan sinyalnya sangat bagus, tanpa gangguan saat menjelajahi intranet atau menonton acara,” kata sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Daily NK.

Namun, sumber tersebut menambahkan bahwa sinyal tersebut menghilang ketika pengguna berada jauh dari pusat kota. Hal ini mendorong masyarakat Korea Utara untuk menunggu hingga jangkauan 4G di seluruh negaranya meningkat secara signifikan sebelum berlangganan jaringan baru tersebut. Pertama, perangkat seluler di Korea Utara tidak otomatis beralih ke 3G ketika sinyal 4G lemah.

“Orang-orang dengan perangkat 4G tetap menggunakan perangkat 3G mereka, menggunakan kedua ponsel secara bersamaan,” kata sumber anonim kepada media lokal. Hal ini terjadi di tengah jaminan dari pemerintah akan cakupan 4G yang kuat dengan sinyal yang menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya merupakan zona mati, termasuk di bawah tanah.

Pengamat industri mencatat bahwa Korea Utara secara tradisional tertinggal satu generasi di belakang teknologi seluler yang ada saat ini karena negara tersebut menggunakan peralatan bekas yang ada di pasaran ketika operator lain meningkatkan jaringan mereka.

Sunnet, jaringan 2G, diluncurkan pada tahun 2002 tepat ketika negara lain mulai meluncurkan teknologi 3G, dan Koryolink meluncurkan jaringan 3G pada akhir tahun 2008, hanya beberapa bulan sebelum jaringan 4G pertama diperkenalkan.

Laporan berita lokal mengatakan pemerintah Korea Utara mulai mengganti peralatan telekomunikasi pada bulan Oktober untuk meningkatkan jaringan 3G yang ada serta membuka jalan bagi pembentukan layanan berbasis 4G di negara tersebut.

Dengan menggunakan peralatan bekas Huawei, Korea Utara secara bertahap mengganti repeater, monitor jarak jauh, penguat transmisi dan penerimaan radio, kontrol pemrosesan sinyal radio di stasiun-stasiun base transceiver, dimulai di kota-kota besar Pyongyang, Nampo, Pyongsong, Sariwon, Wonsan, dan Hamhung.

Air Koryo, Flag Carrier Korea Utara dengan Predikat Bintang 1 Versi Skytrax

Data terbaru dari GSMA Intelligence menunjukkan bahwa sekitar 28,3% dari 26,2 juta penduduk Korea Utara memiliki koneksi seluler – semuanya merupakan langganan prabayar dan hanya seperempatnya yang memiliki ponsel pintar.

Pada tahun 2023, tingkat pertumbuhan tahunan koneksi seluler kurang dari 3%, sementara koneksi ponsel pintar meningkat hampir 12% menjadi 1,9 juta. Menurut unit penelitian GSMA, operator seluler Byol menutup tahun 2023 dengan 7,1 juta pelanggan 3G, sementara saingannya Koryolink mengakhiri tahun 2023 dengan 400,000 pelanggan 3G.

Bikin ‘Grounded’ Ratusan Pesawat, CEO Boeing Bertanggung Jawab Atas Insiden 737 MAX 9 Alaska Airlines

Insiden lepasnya emergency exit door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines pada 5 Januari 2024, secara langsung telah menampar manajemen Boeing, meski tak menibulkan korban jiwa, ada lebih 170 pesawat sejenis untuk sementara dilaran terbang untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9

Dikutip Simple Flying, CEO Boeing Dave Calhoun mengakui dan bertanggung jawab atas insiden Alaska Airlines 737 MAX 9 pekan lalu. Calhoun menjanjikan transparansi penuh dalam penyelidikan selanjutnya, Dalam pertemuan keselamatan dengan karyawan di pabriknya di Renton, Washington, CEO Boeing mengatakan “kami akan melakukan pendekatan, dengan yang pertama mengakui kesalahan kami.”

Insiden Alaska Airlines Flight 1282 pada hari Jumat semakin berdampak pada kepercayaan terhadap eksistensi 737 MAX, terutama setelah terlibat dalam dua kecelakaan fatal pada tahun 2018 dan 2019, serta masalah produksi lainnya.

Calhoun menambahkan, “kami akan melakukan pendekatan dengan 100% dan sepenuhnya transparan di setiap langkah.” Perusahaan tersebut dikritik karena sikapnya yang mengelak dalam menangani kecelakaan 737 MAX, yang menurut laporan kongres sama dengan “budaya penyembunyian”.

Sama seperti kasus MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang dihilangkan dari manual pilot, Boeing gagal memberi tahu pilot bahwa pintu kokpit dirancang untuk terbuka saat terjadi dekompresi cepat.

Di pihak Alaska Airlines, tersiar kabar bahwa pesawat (registrasi: N704AL) – yang baru dikirim pada Oktober 2023 – sebelumnya telah menampilkan peringatan tekanan udara. Meskipun Alaska Airlines memindahkan pesawat tersebut dari penerbangan panjang di atas air sebagai tindakan pencegahan keselamatan, Alaska Airlines tetap mengoperasikan pesawat tersebut.

NTSB: Ada Indikasi Perangkat Pengaman pada Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Belum Terpasang

Boeing perlu memberikan daftar instruksi terbaru untuk operator MAX 9 setelah instruksi awalnya mendapat masukan dari operator dan pihak berwenang. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) kini telah memerintahkan setiap pesawat 737 MAX 9 yang memiliki pintu penutup untuk tetap dilarang terbang setelah insiden tersebut, yang berdampak pada total 171 jet.

NTSB: Ada Indikasi Perangkat Pengaman pada Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Belum Terpasang

Menyusul insiden lepasnya emergency exit door Boeing 737 MAX 9 pada 5 Januari lalu, National Transportation Safety Board (Dewan Keselamatan Transportasi Nasional) membuat pernyataan tentang investigasi sementara, yakni ada indikasi perangkat keras untuk mengamankan panel pada emergency exit door kemungkinan belum pernah dipasang pada pesawat narrow body tersebut.

Baca juga: Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Telah Ditemukan di Oregon

Dikutip New York Post, NTSB dan Biro Penyelidik Federal (FBI) kini menyelidiki terjadinya ledakan panel pada emergency exit door Boeing 737 Alaska Airlines yang hampir menimbulkan bencana minggu lalu, mencari kemungkinan bahwa perangkat keras yang seharusnya menjaga keamanannya tidak pernah dipasang.

Pejabat NTSB mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers Senin malam, beberapa jam setelah United Airlines melaporkan menemukan baut yang longgar dan “masalah pemasangan” pada beberapa pesawat jet Boeing 737 MAX 9 setelah pendaratan darurat Alaska Airlines Penerbangan 1282 pada Jumat malam di Portland. Bandara Internasional.

Para pejabat NTSB mengatakan kepada wartawan bahwa penutup pintu terlepas dari pesawat beberapa menit setelah lepas landas, menyebabkan tekanan kabin turun drastis dan menciptakan kondisi “keras” dan “berangin” yang mengerikan. Insiden Alaska Airlines menyebabkan seorang penumpang muda berusia 15 tahun yang duduk di sebelah emergency exit door dilaporka kehilangan bajunya saat Ia berhasil ditahan oleh ibunya.

Panel besar yang meledak dari pesawat itu terletak di tempat pintu keluar darurat biasanya berada di pesawat dengan kursi lebih banyak, dan seharusnya diamankan dengan baut penghenti dan 12 pin dan bantalan yang saling bertautan, kata penyelidik.

Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9

“Pemeriksaan sampai saat ini menunjukkan bahwa pintu tersebut ternyata mengarah ke atas, semua 12 pemberhentian menjadi terlepas, sehingga memungkinkannya meledak keluar dari badan pesawat,” kata insinyur kedirgantaraan NTSB, Clint Crookshanks.

“Kami menemukan bahwa kedua jalur pemandu pada sumbat tersebut retak… kami belum menemukan kembali keempat baut… yang menahannya dari pergerakan vertikal, dan kami belum menentukan apakah baut tersebut ada di sana,” lanjut Crookshanks.

London “Love The Tube” – 160 Tahun Kereta Bawa Tanah Pertama di Dunia

Selasa, 10 Januari 2023, menjadi hari bersejarah dalam dunia perkeretaapian, dimana menandai 160 tahun sejak perjalanan kereta bawah tanah (Tube) pertama di dunia, dimulai di Kota London. Untuk menandai kesempatan tersebut, sebuah perayaan berlangsung di Stasiun Baker Street.

Baca juga: Baker Street – Beroperasi Sejak 1863, Inilah Stasiun Kereta Bawah Tertua di Dunia

Dikutip dari railadvent.co.uk, Walikota London, Sadiq Khan, bertemu dengan empat staf London Underground. Dalam kesempatan itu, Walikota London juga meluncurkan roundel 160 tahun The Tube “Love the Tube”, yang akan dipajang di stasiun-stasiun di seluruh jaringan kereta bawah tanah, termasuk di Gloucester Road, Brixton, Oxford Circus, dan Covent Garden.

Otoritas transportasi London, Transport for London juga mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2023 akan menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati 160 tahun, yakni akan berfokus pada inovasi Tube, kontribusinya untuk meningkatkan lingkungan, bagaimana menghubungkan orang dan tempat, bagaimana mendukung keragaman dan inklusi, serta arsitektur serta desainnya yang unik dan terkenal di dunia.

Tube adalah ikon London sejati, menghubungkan orang-orang di seluruh ibu kota dan mengangkut turis dan komuter melintasi kota. Pada 10 Januari 1863, kereta api bawah tanah pertama di dunia dibuka, dan sejak saat itu, London Underground telah menjadi pusat sejarah ibu kota, terus tumbuh dan berkembang bersama kota yang diangkutnya.

Selama ini Tube telah menghembuskan kehidupan baru ke bagian London yang tidak terhubung dan menjadi katalis bagi banyak ekonomi lokal.

Baca juga: Inilah Wiggles – Rumah Perahu dengan Cita Rasa London Train Tube

Sejarah mencatat, bahwa jaringan kereta bawah tanah di London yang disebut Tube, pertama kali dibuka pada 10 Januari 1863 dengan melayani tujuh pemberhentian (stasiun).

Jalur itu melewati pemberhentian Edgware Road, Baker Street, Portland Road, Gower Street, dan King’s Cross Street. Jarak 3,75 mil atau sekitar 6 kilometer selama 18 menit. Jaringan Tube di London yang dibuka tahun 1863 berpusat di Stasiun Baker Street, dan jadilah saat ini Baker Street dikenal sebagai stasiun bawah tanah tertua di dunia.

Atasi Kepadatan Penumpang, Seoul Metro Operasikan Gerbong Kereta Komuter Tanpa Kursi

Dengn populasi penduduk lebih dari 10 juta jiwa, Seoul diikenal sebagai kota yang padat yang berimbas pada penuh sesaknya wahana transportasi umum pada jam-jam sibuk. Guna mengatasi kepadatan penumpang pada jam sibuk, Seoul Metro mulai minggiu ini akan mengoperasikan gerbong kereta komuter bawah tanah tanpa tempat duduk (kursi)

Baca juga: Pelajari Keunggulan Seoul Metro, MRT Jakarta Kembangkan Kapasitas Operasi dan Sistem Pemeliharaan

Seoul Metro mengatakan satu gerbong di masing-masing kereta Subway Jalur 4 akan beroperasi tanpa tempat duduk selama jam sibuk pagi dan sore hari. Operator mengatakan gerbong No. 3 pada kereta Jalur 4 akan ditetapkan sebagai gerbong tanpa kursi dengan mempertimbangkan tingkat kemacetan dan faktor lainnya.

Untuk operasional gerbong tanpa kursi, maka pada gerbong akan dibekali penyangga dan pegangan tambahan dipasang di gerbong tanpa kursi untuk mencegah kecelakaan terkait potensi penumpang yang akan terjatuh.

Pada kuartal ketiga tahun lalu, tingkat kemacetan di dalam gerbong kereta bawah tanah di Jalur 4 mencapai 193,4 persen dari kapasitas mereka selama jam-jam tersibuk, kata  Seoul Metro. Pihak operator kereta menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk memperluas gerbong kereta bawah tanah tanpa kursi ke jalur kereta bawah tanah lainnya.