“Malu Bertanya Sesat Dijalan,” Bingung di Hotel Cari Concierges

Pramutamu atau concierges hotel tidak hanya melayani kebutuhan tamu yang menginap. Ternyata ketika Anda melancong dan menginap di sebuah hotel dan bingung sesuatu atau ingin makan di sebuah restoran bisa bertanya kepada pramutamu tersebut. Sebab seperti kata pepatah ‘Malu bertanya, sesat di jalan.”

Baca juga: Jangan Ragu! Barang-Barang di Kamar Hotel Ini Memang Gratis Dibawa Pulang

Maka, sebagai tamu hotel Anda bisa meminta tolong dan pramutamu akan membantu dengan semua masalah perjalanan yang tengah dihadapi dan tak perlu memberikan biaya tambahan. KabarPenumpang.com merangkum usatoday.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pramutamu hotel jika Anda membutuhkan bantuan. Berikut ini beberapa hal yang bisa membantu Anda dengan segala kebingungan dan bahkan bisa membuat lebih irit.

#1 Menghemat uang dan menerima bantuan sebelum tiba
Pramutamu akan membantu memberitahukan cara ke bandara dengan lebih murah, ke tempat wisata gratis yang bisa didatangi hingga harga taksi ketika bepergian ke tujuan Anda. Pramutamu dapat menjadi sumber daya tidak hanya sekali Anda berada di hotel tetapi juga sebelumnya. Misalnya, ia dapat membantu merencanakan hari pertama Anda, termasuk reservasi restoran untuk makan malam.

#2 Tempat kebugaran
Terkadang di hotel banyak yang tidak menyediakan kebugaran, Anda bisa menanyakan kepada pramutamu. Biasanya mereka akan mengarahkan ke hotel yang bekerja sama dengan fasilitas lebih baik. Selain itu juga direkomendasikan ke pusat keburan terdekat yang menawarkan latihan harian atau mingguan.

#3 Dapat tumpangan
Ketika jam sibuk, hari hujan atau terlambat menghadiri sesuatu biasanya mencari taksi atau kendaraan online cukup sulit. Tetapi ketika meminta bantuan pramutamu mereka bisa membantu lebih cepat. Bahkan beberapa diantaranya ketika menawarkan tip ke mereka, maka dalam sekejap Anda bisa langsung mendapat tumpangan.

#4 Tiket
Ke suatu tempat dan tidak punya tiket masuknya? Biasanya para pramutamu tak langsung mengatakan mereka memiliki koneksi, tetapi berhati-hati sebelum memberitahu hal tersebut. Sehingg ketika Anda bertanya mereka tidak langsung menjawab dan menanyakan tiket apa yang dibuthkan, sebab mereka memiliki koneksi dengan broker atau pemegang tiket musisman yang tidak menggunakan tiket mereka.

#5 Keamanan
Pramutamu biasanya akan membuat tamu hotel aman dan nyaman dalam bepergian. Bila Anda kehabisan ide, biasanya pramutamu bisa menyarankan taman atau berbagai aktivitas yang bisa dikunjungi dan sudah direkomendasikan keamanannya.

#6 Membantu perayaan
Ketika menginap di hotel dan akan melakukan perayaan seperti melamar atau memberikan ucapan ulang tahun. Pramutamu hotel bisa membantu menghias kamar hotel dengan bunga atau balon serta fotografer untuk mengabadikan momen tersebut.

#7 Pekerjaan
Pergi ke suatu tempat dan menginap di hotel saat melaksanakan tugas luar bisa terjadi pada siapapun. Namun ketika Anda kebingungan untuk mencetak bahan, hingga mengirim paket atau butuh ruangan rapat, maka pramutamu bisa membantu dengan sigap segala sesuatu yang dibutuhkan.

#8 Membantu terlihat formal
Bepergian ke suatu negara atau ke suatu tempat tak semuanya model pakaian Anda bawa. Maka ketika ada undangan khusus yang mengharuskan menggunakan pakaian formal Anda akan kebingungan. Saat seperti ini, ketika meminta bantuan pramutamu, maka mereka akan membuat janji dengan salon dan menyiapkan pakaian sewaan atau hal lainnya.

#9 Masalah dokumen
Jangan berpikir pramutamu hanya bisa membantu pekerjaan hotel, nyatanya mereka bisa membantu membuat janji dengan keduataan jika paspor hilang dicuri, memfasilitasi perbaikan ponsel. Mereka juga menerima surat atau koper yang datang terlambat.

#10 Restoran
Biasanya pramutamu akan menghubungi restoran tempat tamu akan makan. Jika restoran penuh, mereka bisa membuat daftar tunggu direstoran tersebut tanpa harus berpindah ke tempat lainnya.

Baca juga: Aston Pluit Hotel & Residence Gelar ‘Master Chef Kids’

#11 Layanan lokal
Butuh pengasuh bayi, bengkel mobil atau alat bantu lainnya? Pramutamu bisa membantu melengkapi semuanya. Baik menjadi pengasuh pengganti ketika mereka bertugas atau mencarikan bantuan lainnya

#12 Kebutuhan khusus
Ketika sakit dan membutuhkan dokter, pramutamu siap membantu memanggilkan taksi yang bisa diakses kursi roda dan mencari dokter bahasa Inggris. Merekomendasikan restoran yang dapat mengakomodasi alergi makanan tertentu.

Jangan Lagi Takut Turbulensi, Teknologi ini Bisa Buat Pesawat Nyaris Terbang Mulus

Bagi sebagian orang, bepergian dengan menggunakan pesawat mungkin jadi salah satu hal yang menyenangkan. Selain dapat mempersingkat waktu, pemandangan di luar pesawat dari ketinggian tertentu juga dapat menjadi obat penghilang rasa jenuh selama di udara. Belum lagi berbagai hiburan yang disediakan maskapai, lengkap sudah pengalaman menarik di udara.

Baca juga: Beginilah Kondisi Pramugari Thomas Cook yang Patah Kaki Akibat Turbulensi

Akan tetapi, semua euforia yang terjadi di udara seketika sirna saat cuaca buruk menghadang. Terlebih ketika awan cumulonimbus memenuhi sekeliling pesawat dalam jumlah yang banyak. Dijamin penerbangan akan menjadi horor. Bahkan pesawat berbadan besar seperti A380 dan Boeing 747 sekalipun tak kuasa menahan ‘serangan’ awan yang bisa menghasilkan badai petir dan cuaca dingin tersebut.

Berbagai insiden yang diakibatkan oleh turbulensi hebat sejak dahulu memang sering menghantui penumpang. Khususnya dalam penerbangan jarak jauh. Yang patut diketahui, seperti penerbangan Air New Zealand NZ5715 dari Christchurch, Selandia Baru menuju Invercargill, Januari tahun lalu. Kala itu, seisi pesawat hampir seluruhnya mengalami mual dan muntah-muntah. Saking hebatnya turbulensi yang terjadi dalam waktu yang tak sebentar.

Mencari jalan keluar atas ketakutan berlebih akan turbulensi hebat, Andras Galffy, seorang mahasiswa doktoral dari Technische Universität Wien asal Austria pun menemukan titik terang. Dalam penelitian yang masih menjadi bagian dari disertasinya, ia berhasil menemukan sebuah teknologi sensor yang mampu mengurangi resiko turbulensi hingga 80 persen.

Selain dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan akibat turbulensi, teknologi yang sudah mendapat hak paten tersebut dinilai juga dapat menghemat bahan bakar. Pasalnya, ketika turbulensi terjadi, sistem perputaran angin pada sayap pesawat menjadi tak beraturan hingga mengurangi daya angkat pesawat. Akibatnya, pesawat harus mengeluarkan ‘tenaga’ ekstra untuk tetap mempertahankan jalur, ketinggian, serta gaya angkat.

Meskipun teknologi sensor tersebut baru diuji ke pesawat tak berawak, sebagaimana Andras Galffy yang memang ahli di bidang sistem autopilot dan pesawat tak berawak, namun, ia percaya bahwa temuannya ini dapat diaplikasikan ke pesawat berawak atau pesawat komersial. Tak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa teknologi tersebut juga dapat diaplikasikan bukan hanya pada pesawat baru, namun juga pada pesawat-pesawat yang sudah ada.

Seperti dikutip dari laman innovationorigins.com, Kamis, (30/1), cara kerja dari teknologi sensor tersebut, secara umum sangat mudah. Mula-mula, sensor yang terpasang di depan pesawat akan mengukur dan mencatat tekanan udara serta menyajikannya kepada pilot. Ketika pesawat sudah memasuki wilayah dengan tekanan udara tinggi (turbulensi), pilot hanya perlu melakukan langkah-langkah sederhana dengan bantuan sistem kontrol aktuator cerdas yang dikembangkan Andras Galffy dan rekan-rekannya.

Sistem kontrol aktuator, yang dikembangkan oleh kelompok penelitian Advanced Mechatronic Systems dimana Andras Galffy menjadi salah satu di antaranya, tersebut kemudian akan memicu langkah kecil dan tepat secara otomatis untuk meredam turbulensi dan memaksimalkan gaya angkat pesawat sehingga berdampak pada berkurangnya getaran dan guncangan.

Baca juga: Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Turbulensi Menyerang Saat Berada di Toilet

Meskipun demikian, Andras Galffy berdalih, masih ada cara yang lebih baik untuk mengurangi turbulensi dibanding teknologi sensor yang juga dapat digunakan untuk helikopter ini. Salah satunya, terletak pada sayap pesawat. Ia terinspirasi oleh konstruksi sayap burung yang ia sebut sebagai Morphing Wings.

Namun, cara tersebut tentu tak mudah, mengingat akan membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk mendesain ulang sayap pesawat, termasuk winglet dan wingtip, sistem navigasi, dan aerodinamika sayap. Tentu saja hal tersebut juga hanya berlaku pada pesawat baru, tak seperti teknologi sensor yang berhasil ditemukannya, yang dapat ditanamkan pada pesawat yang sudah ada.

Van Don, Bandara Pertama Vietnam yang Dikelola Swasta

Vietnam sebagai salah satu negara anggota ASEAN, baru-baru ini telah meresmikan Bandara Internasional Van Don. Bandara ini merupakan milik swasta pertama di Vietnam yang beroperasi untuk memperoleh pendanaan demi mengembangkan proyek infrastruktur nasional lebih lanjut.

Baca juga: Beberapa Faktor Fundamental Pacu Pertumbuhan Sektor Aviasi Vietnam

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (2/1/2019), Bandara Internasional Van Don berada di provinsi pesisir timur laut Quang Ninh. Dengan luas 290 hektar, bandara tersebut mampu menampung pesawat besar seperti Boeing 777 dan Airbus A350.

Menjadi milik swasta pertama, Bandara Van Don sepenuhnya milik Sun Group yang dibangun dengan kerja sama Konsultan Bandara Belanda. Manajer Proyek dan Arsitek NACO, Romy Berntsen mengatakan, ini adalah bandara paling modern di Vietnam. Nantinya kehadiran bandara baru tersebut akan memiliki pengaruh positif pada pengalaman para penumpang.

Dikatakan paling modern di Vietnam, sebab bandara ini dilengkapi dengan teknologi terbaru di terminal utama dan landasan pacunya. Bahkan kehadirannya diperkirakan mampu menampung 2,5 juta penumpang pertahun selama dua tahun kedepan dan lima juta penumpang per tahun di tahun 2030 mendatang. Adanya Bandara Van Don, perusahaan berharap bisa memulihkan investasi selama 45 tahun kedepannya.

Bandara ini sendiri dibangun dengan investasi US$310 juta atau setara dengan Rp4,42 triliun. Sebelum Sun Group masuk tahun 2016, investor bandara ini juga merupakan investor bandara Korea yang menarik diri dari proyek pada 2015 lalu. Penarikan dirinya saat mereka mengetahui Bandara Van Don akan beroperasi dengan fokus utama penerbangan domestik.

Namun, setelah Sun Group menjadi investor, usulan Bandara Van Don menjadi bandara internasional diputuskan untuk direalisasikan dan juga mendukung rencana pemerintah untuk mengoperasikan 13 bandara internasional dan 15 bandara domestik di tahun 2023 mendatang.

Baca juga: Go International, Go-Jek Rambah Vietnam Melalui Aplikasi Go-Viet!

Saat ini di Vietnam sendiri memiliki 21 bandara. Vietnam juga berencana untuk melakukan investasi sebesar US$3 miliar atau Rp42,8 triliun untuk membangun enam bandara baru selama lima tahun kedepan. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk memodernisasi fasilitas yang ada.

Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri

Berlayar dengan kapal pesiar, menikmati semua kemewahannya, mungkin adalah impian sebagian besar pelancong. Namun, karena harga yang di bandrol lumayan mahal, banyak juga pelancong yang mengurungkan niatnya untuk bepergian dengan kapal pesiar. Tapi, tahukah Anda bukan hanya pesawat, bus dan kereta yang memiliki tipe penumpang yang berbagai macam. Ternyata, tipe penumpang ini juga bisa ditemukan di perjalanan kapal pesiar.

Baca juga: Restoran di Kapal Pesiar Ini Menyajikan Hidangan Segar

Apalagi dengan perjalanan yang berhari-hari dibandingkan pengguna moda transportasi lain. Berikut ini ada lima tipe pelancong pengguna kapal pesiar yang KabarPenumpang.com rangkum dari laman thesun.co.uk 

1. Kursi geladak
Banyak pelancong yang ingin menikmati keindahan pagi kolam renang atau hanya untuk berjemur sebelum sarapan. Tapi, apa daya saat sampai di kolam dan ingin bersantai di kursi, yang terlihat dari kursi satu dengan lainnya sudah bertebaran barang-barang seperti handuk, tabir surya, topi, buku dan lainnya.

ilustrasi penumpang yang banyak menuntut (www.thesun.co.uk)

Sebenarnya ini hanya trik lama para pelancong kapal pesiar agar kerabat mereka bisa bersantai di sana sepanjang hari. Padahal penumpang kapal pesiar banyak dan juga ingin menikmati keindahan alam atau hanya untuk bersantai.

2. Tahu semua tentang kapal pesiar
Terkadang pelancong yang sering menggunakan kapal pesiar adalah teman yang tahu segalanya, baik itu celah atau sudut-sudut favorit pelancong di kapal pesiar tersebut. Untuk pemula, mereka sangatlah informatif.

Tapi, ketika bertemu pelancong yang tahu dan sering menggunakan kapal pesiar terlalu bangga dengan keahlian mereka tersebut justru membuat risih. Seperti memberitahukan pada Anda bahwa mereka pernah pergi ke setiap pelabuhan dan melebih-lebihkan cerita. Jadi, baiknya bertanya secukupnya dan menikmati sendiri keindahan yang didapat di kapal pesiar.

3. Bandit prasmanan
Mungkin kata-kata bandit terlalu kasar, tapi itulah yang mereka lakukan saat berada di restoran kapal pesiar. Mereka akan mengantri dengan penuh semangat dan mengisi piring mereka dengan salmon, udang sampai penuh dan membiarkan penumpang lainnya menunggu serta kembali beberapa waktu kemudian dan menyantap makanan mereka lagi.

Sebenarnya bukan rakus atau kelaparan, tapi ada kemungkinan mereka bisa naik kapal pesiar dengan harga yang cukup murah dan menikmati makanan sebanyak mungkin.

4. Penumpang kapal yang menuntut
Banyak peenumpang yang seperti ini, tak hanya di pesawat dan kereta api, di dalam kapal pesiar juga ada tipe seperti ini. Dimana lebih banyak menuntut daripada melakukannya sendiri.

ilustrasi penumpang berendam di spa kapal pesiar (www.thesun.co.uk)

Seperti merapikan tempat tidur yang meminta bantuan room service. Bahkan saking banyaknya menuntut, mereka tidak memperikan tip atau persenan kepada yang membantu mereka.

Baca juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah

5. Siput spa
Saat melihat kolam spa di brosur kapal pesiar, yang ada di benak Anda adalah rasa ingin mencoba ketika sudah berada di kapal pesiar. Namun, saat ingin mencoba selalu ada seseorang yang sama disana dari pagi hingga sore, kemarin dan sehari sebelumnya.

Sayangnya, pelayan spa tidak ada yang menegur dan pelancong tersebut juga tidak beranjak dari situ walaupun jari-jarinya sudah keriput oleh rendaman air hangat siang dan malam.

Jadi, manakah tipe Anda saat berada di kapal pesiar?

Jangan Sungkan Bertanya Ke PSA di Bandara, Mereka Ada Untuk Anda!

Umumnya berpenampilan menarik dan dengan sigap berdiri tak jauh dari konter check in, inilah sosok berseragam maskapai yang dikenal sebagai Passenger Service Assistance (PSA). Mesi tak di setiap konter check in ada PSA, banyak yang bertanya apa sebenarnya tugas dari PSA? Melayani kebutuhan informasi calon penumpang sudah jelas. Tentu tak cuma itu.

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

KabarPenumpang.com mengulik dari berbagai laman sumber dan mendapatkan bahwa, PSA sejatinya tak melulu identik dengan layanan di bandara, seharusnya PSA juga hadir di jalur pelayaran dan kereta api. Memeriksa penumpang, menangani penanganan bagasi, membuat pengumuman, membantu di gerbang serta ruang tunggu dan keamanan juga menjadi tugas PSA.

Namun, untuk maskapai plat merah seperti Garuda Indonesia, PSA membantu penumpang dengan memastikan kemudahan dan kenyamanan baik saat keberangkatan maupun kedatangan. Layanan PSA milik Garuda Indonesia dulunya bernama Valet Service. Seiring dengan bertambahnya penumpang dan penerbangan, petugas PSA memiliki tugas dan tanggung jawab yang semakin luas.

Saat ini PSA Garuda Indonesia tak hanya melayani penumpang kelas C, tetapi membantu semua penumpang yang membutuhkan bantuan saat di bandara. Layanan petugas PSA Garuda ditentukan dalam Service Level Agreement (SLA). Namun untuk pelayanan PSA Garuda baru ada di bandara Soekarno-Hatta.

Pelayanan PSA Garuda sendiri meliputi penerbangan domestik dan internasional saat proses check in, imigrasi Fast Track (khusus penerbangan internasional) baik saat keberangkatan maupun kedatangan. Selain itu saat proses transit dan khusus penumpang kelas C proses penyerahan bagasi di terminal kedatangan.

Pelayanan PSA juga diberikan pada program Premium Check-in yang diluncurkan oleh Garuda Indonesia di bandara Soetta. Para penumpang akan dibantu dalam proses check in, termasuk untuk proses passenger profiling dan baggage profiling. Setelah penumpang kelas C dan penumpang pemegang GFF Platinum mendapat bantuan untuk proses check in, mereka akan mendapat layanan lanjutan yaitu proses asistensi menuju loket imigrasi untuk Immigation Check (khusus penerbangan internasional). Petugas akan memberikan asistensi hingga penumpang berada di ruang tunggu Executive Lounge.

Tak jauh berbeda, PSA lainnya juga memiliki tugas yang sama yakni saat proses check in, mereka membantu memeriksa tiket penumpang, paspor dan dokumen lainnya di loket tiket atau gerbang menggunakan komputerisasi maskapai penerbangan. Selain itu juga menyediakan label bagasi dan memeriksa bagasi penumpang sesuai dengan spesifikasi penerbangan.

PSA juga membantu memastikan barang bawaan tidak melebihi ukuran, jumlah atau berat tertentu serta memproses biaya tambahan bila diperlukan. Adapun bantuan lainnya check in melalui kios eletronik dan menginformasikan gerbang penerbangan penumpang serta membantu penumpang memproses penerbangan penumpang yang tertinggal pesawat.

Tak hanya itu, saat boarding, mereka bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan penumpang untuk naik ke pesawat dengan menggunakan interkom saat mengumumkan kapan penumpang untuk berada di gerbang naik ke pesawat sesuai dengan kelas tempat duduk mereka. Para PSA juga membantu penumpang berkebutuhan khusus seperti penumpang yang menggunakan kursi roda untuk menaiki pesawat.

Baca juga: Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara

Berkomunikasi yang baik adalah kuncinya karena, mereka berfungsi sebagai layanan pusat komunikasi utama di bandara. Menyapa dan memberikan segala informasi kepada penumpang dari hal kecil sampai yang penting. PSA juga bertanggung jawab atas beberapa tugas terkait keamanan.

Leo C. Young, Insinyur Radio AS yang Berjasa Mengembangkan Sistem Radar Pertama di Dunia

Tepat pada hari ini, 16 Januari, 43 tahun yang lalu (16 Januari 1981), Leo C. Young, seorang insinyur radio Amerika Serikat (AS) menghembuskan napas terakhirnya. Kendati demikian, jasa-jasanya selama hidup tidak akan pernah terlupakan. Bagaimana tidak, pria yang tumbuh dan berkembang dari sebuah pedesaan kecil di Ohio, AS, ini menjadi salah satu orang di dalam sebuah tim yang berhasil mengembangkan sistem radar pertama di dunia.

Baca juga: Perang Dunia I Dorong Ilmuan Inggris Kembangkan Telepon Nirkabel di Kokpit

Dilansir history.navy.mil, sejak remaja, bakat Young di bidang nirkabel memang sudah menonjol. Di usia yang masih sangat muda, 14 tahun, ia bahkan sudah berhasil membangun radio receiver pertamanya dan memantik dirinya untuk berbuat lebih.

Pada tahun 1913 atau saat Young berusia 22 tahun, ia diundang untuk mendirikan stasiun radio amatir di Sekolah Menengah Fort Wayne. Transmitter satu kilowatt menjadi stasiun kendali pusat untuk Jaringan Amatir Angkatan Laut. Young bekerja langsung dengan Stasiun Radio Angkatan Laut NAJ, yang berlokasi di Great Lakes, Illinois, dalam mengelola jaringan ini.

Sadar anak muda bernama Young ini akan sangat berguna dalam berbagai misi, Korps Sinyal Angkatan Darat dan Angkatan Laut pun berebut jasanya pada tahun 1917 untuk membantu mereka memenangi Perang Dunia I. Tetapi, Young lebih memilih Angkatan Laut dan bergabung sebagai spesialis radio di Naval Reserve Force.

Setelah Perang Dunia I berakhir, begitupun juga dengan tugas singkatnya di stasiun Angkatan Laut di sekitar Great Lakes, Young diberikan tugas baru untuk melakukan penelitian dan pengembangan radio di Great Lakes di bawah arahan langsung Dr. A. Hoyt Taylor, yang saat itu menjabat sebagai District Director of Naval Communications.

Keduanya kemudian bergeser ke Belmar, New Jersey, AS, dimana Taylor menjadi petugas komunikasi yang bertanggung jawab atas beberapa pembangkit listrik bertegangan tinggi di East Coast.

Setelahnya ia ditugaskan di pengembangan peralatan penerima radio frekuensi rendah sampai tahun 1918 sebelum akhirnya ia dikirim ke Washington dan bergabuung dalam tim untuk pembentukan Laboratorium Radio Pesawat Angkatan Laut, pertama di Biro Standar sampai tahun 1919, dan kemudian dikirim lagi ke Pangkalan Udara Angkatan Laut di Anacostia, Maryland, untuk pengembangan radio frekuensi tinggi.

Sebelum dikirim ke Anacostia, Young dan mentornya, Dr. Taylor, disatukan kembali. Selama tahun 1922, keduanya berkerja bersama dengan mengamati pantulan gelombang radio frekuensi tinggi dari kapal di Sungai Potomac saat mereka melewati antara transmitter dan receiver portabel.

Output dari pengamatan tersebut, proyek pengembangan radar pimpinan Taylor menjadi semakin progresif dan radar 200-MHz pun menjadi pembuktian hingga akhirnya dipasang di kapal pada tahun 1937.

Pada tahun 1930, Leo Young ditugaskan untuk proyek penelitian di Naval Research Laboratory (NRL) yang menghasilkan deteksi pertama pesawat oleh gelombang radio yang dipantulkan. Empat tahun kemudian, ia bertanggung jawab untuk penelitian yang mengarah pada pengembangan sistem pertama di dunia yang menggunakan radio pulses untuk penentuan jarak benda diam atau bergerak. Sistem ini kemudian dikenal sebagai radar, singkatan dari radio detection and range.

Baca juga: Penerbangan Bersejarah di Iran, Seluruh Kru Kokpit Perempuan

Atas berbagai jasa-jasanya, ia pun menerima sederet penghargaan, seperti Presidential Certificate of Merit dari Presiden Truman pada tahun 1946, Stuart Ballantine Medal dari Franklin Institute pada tahun 1957, dan Distinguished Civilian Service Departemen Angkatan Laut pada tahun 1958.

Sebelum meninggal di Forestville, Maryland, Leo Young yang juga perintis radio amatir, sempat membantu melakukan penelitian yang mengarah pada penggunaan frekuensi tinggi untuk komunikasi radio di seluruh dunia.

Menhub Tawarkan COMAC Investasi Sektor Udara, Sinyal C919 Bakal Mengudara di Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan pimpinan perusahaan pesawat asal Tiongkok, Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) di Shanghai, Cina, Kamis (11/1).

Baca juga: Gallop Air dari Brunei, Jadi Maskapai Internasional Kedua Pengguna COMAC ARJ21 Setelah TransNusa

Menhub bertemu dengan Chairman & CPC Secretary COMAC He Dongfeng dan menyaksikan penandatanganan kerjasama antara COMAC dengan maskapai dalam negeri TransNusa. Transnusa menjadi maskapai Indonesia pertama yang menggunakan pesawat buatan COMAC.

“Kami menyambut baik kerjasama yang dilakukan antara kedua belah pihak. Kerjasama ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan di Indonesia,” ujar Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengajak COMAC untuk terus memperkuat kemitraan dan mempertimbangkan untuk berinvestasi mengembangkan industri penerbangan di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Menhub berkesempatan berkunjung ke pabrik pesawat COMAC untuk menyaksikan langsung proses pembuatan pesawat berteknologi mutakhir dengan pengerjaan yang detail.

Baca juga: Terbang Perdana Ke Luar Cina Daratan, COMAC C919 Sukses Mendarat di Hong Kong

“Saya menekankan agar produksi pesawat terbang ini betul-betul mengutamakan kualitas yang lebih aman, efisien dan ramah lingkungan,” tutur Menhub.

Menhub juga berkesempatan mengunjungi COMAC Aircraft Operation Support Control Center.

Ural Airlines Bayar Sewa Tahunan untuk Ladang Gandum Lokasi Airbus A320 yang ‘Terdampar’

Pada 12 September 2023, pilot Ural Airlines terpaksa mendaratkan Airbus A320 di ladang gandum Rusia setelah awak pesawat khawatir pesawat tersebut tidak akan sampai ke Bandara Novosibirsk (OVB) karena kekurangan bahan bakar.

Baca juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung

Kisah jet A320 yang bermasalah menarik perhatian media global, ketika orang-orang berspekulasi apakah pesawat tersebut akan diterbangkan keluar lapangan atau dipotong dan diangkut melalui jalan darat. Faktnya, hingga hari ini, pesawat Ural Airlines masih berada di lapangan di luar Novosibirsk, di Siberia selatan, dilindungi oleh keamanan swasta 24 jam di area berpagar.

Sejak pendaratan darurat, berbagai cerita bermunculan tentang nasib pesawat tersebut. Satu laporan setelah insiden tersebut mengatakan bahwa maskapai tersebut sedang menunggu tanah mengeras sebelum mencoba menerbangkan Airbus A320 keluar dari lapangan, sementara laporan lain pada bulan November 2023 mengatakan bahwa proyek tersebut akan “dihentikan” hingga musim semi 2024.

Namun, pada tanggal 9 Januari 2024, gambaran yang lebih jelas tentang nasib sebenarnya dari pesawat tersebut muncul setelah komentar dari kepala Distrik Ubinsky di Rusia, Oleg Konyuk.

Menurut kepala wilayah, Ural Airlines mengadakan perjanjian sewa dengan pemilik ladang untuk menyewa ladang tempat jet yang terdampar itu berada selama satu tahun, dan perjanjian ini masih bisa diperpanjang lebih lama.

Otoritas Rusia Terpaksa ‘Mutilasi’ A321 Ural Airlines yang Lakukan Hard Landing di Ladang Jagung

“Ada keputusan bahwa tanah akan membeku pada musim dingin, dan mereka akan lepas landas. Namun tanahnya membeku – mereka tidak lepas landas. Maskapai ini mengadakan perjanjian sewa dengan pemilik lapangan selama satu tahun. Lalu – saya tidak tahu apa yang akan terjadi, mungkin mereka akan menandatangani kontrak satu tahun lagi,” kata Konyuk.

Menurut KP-Novosibirsk, perjanjian tersebut saat ini berlaku hingga September 2024 dan maskapai tersebut membayar lebih dari US$11.000.

Setelah Baso, Butuh, dan Tanggung, Kapas Juga Ternyata Nama Stasiun Kereta!

Kapas tidak hanya terkenal sebagai alat pembersih yang sering digunakan kaum hawa untuk membersihkan make up, atau di dunia medis untuk membersihkan luka. Tapi siapa sangka dunia perkeretaapian juga akrab dengan benda ringan berwarna putih ini. Eits, jangan salah sangka dulu! Tentu bukan kapas seperti yang disebutkan di atas, melainkan ada sebuah stasiun di daerah Bojonegoro, Jawa Timur yang bernama Kapas. Lucu ya namanya!

Baca Juga: Butuh? Ternyata Ini Nama Stasiun Lho!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, stasiun ini masuk ke dalam kategori kelas III atau stasiun kecil. Sesuai dengan namanya, stasiun yang terletak di di dekat Jalan Raya Babat-Bojonegoro ini berada di Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di sini sudah jelas bahwa penamaan stasiun ini diambil dari nama daerah tempatnya berdiri, berbeda dengan Stasiun Indro yang tidak diketahui asal usulnya mengapa stasiun tersebut dinamai seperti itu.

Stasiun dengan kode KPS ini berada di bawah teritori Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya, dan termasuk ke dalam kategori stasiun yang masih mudah dijangkau, karena letaknya tadi. Pada awal pembangunannya, stasiun ini hanya memiliki tiga jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Kini stasiun yang berada di ketinggian +20M ini sudah menambah satu jalur tambahan, sehingga terdapat empat jalur, dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus.

Pun dengan sistem persinyalan. Sebelum dibangun jalur ganda, stasiun ini masih menggunakan sistem persinyalan mekanik. Tapi setelah dibangun jalur ganda, tidak hanya bangunan lamanya saja yang dirombak dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar, tapi juga sistem sinyal mekanik yang sebelumnya menjadi andalan, diganti dengan sistem sinyal eletrik yang lebih mutakhir.

Namun siapa sangka, nama stasiun yang identik dengan sesuatu yang putih ini pernah menyimpan kenangan tragis, dimana sebuah kecelakaan terjadi pada 23 Januari 2009 silam. Kereta Api Rajawali yang menghubungkan Stasiun Pasar Turi di Surabaya dan Stasiun Semarang Tawang tidak bisa menghindari tabrakan dengan Kereta Barang Antaboga di Stasiun Kapas, tepatnya di jalur nomor 1.

Baca Juga: “Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

Kecelakaan terjadi diduga karena keteledoran masinis dan asisten masinis KA Rajawali, yaitu melanggar sinyal masuk ketika aspek (isyarat) sinyal masih menandakan bahaya. Ditambah dengan petugas PPKA Stasiun Kapas tidak memindahkan wesel ke jalur dua yang masih kosong, alhasil tabrakan pun tak terelakkan. Masinis dan asisten masinis Kereta Barang Antaboga tewas seketika akibat terjepit lokomotif yang ringsek. Serem ya!

Walaupun insiden tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan, tapi biarlah itu menjadi satu kenangan pahit bagi stasiun ini dan dipetik pelajarannya agar lebih berhati-hati dalam bertugas. Kini, stasiun tersebut masih beroperasi hingga sekarang, walau hanya ada satu layanan perjalanan melalui stasiun ini, yaitu Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro tujuan Bojonegoro dan tujuan Sidoarjo (lokal ekonomi AC).

Sakalibel, Jejak Sejarah Jembatan Kereta Kedua Terpanjang di Indonesia

Mengingat medan yang dihiasi oleh pegunungan, perbukitan, dan lembah, maka tidak heran jika perkeretaapian Indonesia memiliki sejumlah jembatan yang menjadi pra-sarana penghubung titik satu dengan yang lainnya. Pada artikel sebelumnya  sudah diulas tentang jembatan kereta terpanjang di Indonesia, maka kurang afdol rasanya jika tidak mengenal peraih ‘medali perak’ dalam kategori yang sama. Perkenalkan, Jembatan Sakalibel!

Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ada beberapa penamaan dari jembatan yang didirikan pada tahun 1917 ini, diantaranya Sakalimolas dan Sakalimalas. Sebenarnya, nama jembatan ini merupakan singkatan dari Saka Lima Belas (Bahasa Jawa: Saka artinya Tiang), yang berarti jembatan yang ditopang oleh 15 tiang. Jembatan terpanjang di Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto yang memiliki nomor bangunan hikmat 1153 ini terletak sekitar satu kilometer di sebelah timur Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Jembatan sepanjang 298 meter ini kokoh melintang 20 meter di atas Kali Keruh, salah satu sungai kecil di Kabupaten Brebes yang sarat akan cerita mistis. Walaupun diselimuti cerita horror, namun itu semua tidak menghalangi para pecinta fotografi untuk mengabadikan momen indah di atas Jembatan Sakalibel.

Sumber: wikipedia

Tidak bisa dipungkiri, pemandangan yang disuguhkan dari atas jembatan yang sudah tidak digunakan ini memang indah, itulah yang melatarbelakangi para pecinta kereta api (railfans) untuk menyempatkan diri berkunjung ke Sakalibel. Minat berburu foto semakin bertambah manakala pembangunan jalan lingkar luar kota Bumiayu yang melintas di kolong Jembatan Sakalibel rampung. Semakin menambah daya artistik menurut mereka.

Masa Pembangunan Jembatan Sakalibel. Sumber: wikipedia

Jembatan yang sempat diperkuat tiga kali (tahun 1968, 1972, dan 1997) ini menggunakan konstruksi besi baja dengan rasuk rangka lalu lintas atas, maka tidak heran jika fisik jembatan ini masih terlihat sangat kokoh walaupun usianya sudah menginjak satu abad. Sayangnya, sehubungan dengan pembangunan jalur ganda kereta api yang menghubungkan Purwokerto dan Prupuk seolah menandakan bahwa masa pensiun jembatan 15 tiang ini akan segera tiba.

Baca Juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Benar saja, sebuah jembatan baru dengan konstruksi beton yang lebih kokoh dibangun pada April 2010 silam, tepat di samping Jembatan Sakalibel yang namanya pun terinspirasi dari pendahulunya, yaitu Jembatan Sakanenem. Kenapa diberi nama Sakanenem? Senada dengan nama pendahulunya, jembatan ini ditopang oleh enam pancang beton, bukan lagi oleh 15 tiang besi baja. Jika diperhatikan, ada kemiripan antara Jembatan Sakalibel dengan Jembatan Cisomang, dimana keduanya sama-sama memiliki suksesor yang berdiri tepat di sampingnya. Unik ya!