Bukan Kecepatan, Inilah Kereta Api Paling Lambat di Dunia yang Tawarkan Pemandangan Indah

Menikmati perjalanan dengan kereta api tentu yang dilihat adalah pemandangan dari balik jendela. Pelayanan yang memuaskan, keamanan yang terjamin, dan kenyamanan yang terasa lebih kini sudah banyak dinikmati masyarakat. Seperti halnya jika kita menggunakan kereta api di Indonesia, pemandangan yang disuguhkan membuat penumpang yang melihatnya tentu ingin mengabadikan dengan kamera.

Indonesia memang memiliki panorama pemandangan yang luar biasa indah saat naik kereta api. Nah, bagaimana jika kabarpenumpang akan mengajak kalian melihat pemandangan indah di dunia tetap menggunakan kereta api. Tapi kereta api ini memiliki perjalanan yang sangat lambat.

Beberapa alasan yang mendasari, mungkin karena medan jalur yang dilintasi ekstrem dan berbahaya untuk melaju kencang di atasnya. Faktor usia kereta yang sudah tua atau teknologi yang tak mendukung juga jadi pertimbangan.

Sementara itu ada pula kereta yang menyadari bahwa pemandangan indah di perjalanan itu terlalu sayang jika dilihat dalam hitungan detik, sehingga memberikan waktu lebih lama untuk penumpang menikmatinya.

Bahkan, sejumlah kereta api ini disebut sebagai yang paling lambat di dunia. Ketika kereta api dunia sibuk berlomba mengantarkan penumpangnya dengan kecepatan penuh, justru kereta-kereta ini jadi yang paling pelan menempuh perjalanan. Berikut rangkuman kereta api terlambat di dunia namun memiliki panorama yang indah dilansir dari CNN Indonesia:

1. Kereta Api Darjeeling, India
Masih di India, kali ini adalah kereta api perjalanan yang melewati pegunungan dengan lambat. Disebut perjalanan Kereta Api Darjeeling, sebuah kereta yang akan membawa penumpangnya melintasi Pegunungan Himalaya Timur dengan langkah kecil.

Sepanjang jalan, penumpang bisa puas menikmati perkebunan teh hingga pesona puncak gunung yang tertutup oleh salju. Selain agar penumpang bisa menikmati pemandangan indah, sebenarnya kereta ini melambatkan pergerakannya karena jalur curam dan tajam yang dilintasinya.

2. Kereta Te Anau-Manapouri, Selandia Baru
Sekarang beralih ke Selandia Baru. Kereta yang menyisir rute Te Anau menuju Manapouri ini disebut sebagai salah satu kereta wisata yang perjalanannya paling lambat.

Kereta api ini mengajak wisatawan bergerak dengan perlahan melintasi hutan belantara di bagian pulau selatan Selandia Baru. Kereta ini sengaja dirancang bergerak lambat untuk menyuguhkan keindahan pemandangan.

3. Jalur West Highland, Skotlandia
Terakhir datang dari Skotlandia, yaitu kereta yang dengan lambat melintasi jalur West Highland. Bergerak di sepanjang dataran tinggi, kereta ini siap melaju dari Glasgow menuju Mallaig.

Dalam sekali perjalanan, mereka menghabiskan banyak waktu untuk menempuh jarak sekitar 180 kilometer. Jalur yang dilewati juga cukup terjal, tetapi pemandangannya membuat mata terpaku. Mulai dari danau hingga kastil, semuanya bisa dilihat tanpa terburu-buru.

4. Glacier Express, Swiss
Sebuah kereta api berjenama Glacier Express di Swiss disebut sebagai salah satu kereta paling lambat di dunia, meskipun ada kata “Express” di akhir namanya. Kereta ini memiliki rata-rata kecepatan 37 kilometer per jam. Membawa penumpangnya dengan perlahan melintasi Zermatt ke St. Moritz. Walaupun pelan tetapi pemandangannya sungguh menakjubkan.

Selama perjalanan, Glacier Express akan melewati tempat indah dengan pemandangan luar biasa, termasuk Pegunungan Alpen yang terkenal. Kereta ini melintasi 291 jembatan dan melewati 91 terowongan. Jarak sejauh 291 kilometer akan ditempuh dalam waktu delapan jam.

5. Howrah-Amritsar Express, India
Diklaim sebagai salah satu kereta api terlambat di dunia dengan pemandangan indah, Kereta Api Howrah-Amritsar Express ini berjalan pelan di atas medan yang beragam. Dengan rata-rata kecepatan 20-30 kilometer per jam, kereta ini menyuguhkan variasi pemandangan yang tak akan membuat penumpang bosan. Mulai dari lanskap pedesaan yang tenang sampai pesona perkotaan, bisa dilihat dengan teliti selama perjalanan.

Lintasi Perbatasan dalam Lima Menit: Menyongsong Operasional RTS Link Johor Bahru-Singapura 2027

Progres 38 Persen, Kereta Premium Heritage Balai Yasa Gubeng Siap Uji Coba Juni 2026

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus melakukan inovasi atau gebrakan terbaru untuk melayani masyarakat. Alih-alih memiliki rangkaian kereta api yang berusia lebih dari 50 tahun, tentunya akan kembali dimodifikasi dengan rangkaian kereta yang lebih baru dan nyaman. Tentunya jika rangkaian tersebut masih bisa kembali digunakan dan memiliki hasil lulus uji. Karena beberapa kereta yang berusia cukup tua ternyata masih bisa dimodifikasi ulang dengan rangkaian yang lebih baru.

Seperti halnya Balai Yasa Surabaya Gubeng. Diketahui balai yasa ini merupakan tempat yang dipakai untuk perawatan besar sarana perkeretaapian. Sama seperti balai yasa yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Di sinilah, transportasi kereta api maupun gerbong bahkan lokomotif memperoleh semi perawatan akhir (SPA), pemeliharaan akhir (PA) hingga modifikasi.

Diketahui Balai Yasa Surabaya Gubeng ini terletak di Jalan Tampak Siring, Surabaya, tak jauh dari Stasiun Gubeng. Melansir informasi dari situs resmi heritage.kai.id, Balai Yasa SGU dibangun pada 1912 oleh Pemerintahan Belanda, Staatspoorwegen, perusahaan kereta api milik Hindia Belanda.

Di sini banyak kereta diperbaiki. Setiap satu kereta dibutuhkan kurang lebih lima hari untuk perbaikan. Sedangkan untuk perbaikan besar, misalnya pada kereta api kecelakaan, dibutuhkan waktu paling lama sekitar dua minggu. Tentunya perawatan di balai yasa sanhat mengandalkan keamanan saat melakukan perbaikan.

Nah, setelah Balai Yasa Surabaya Gubeng ini sukses menciptakan Kereta Panoramic dan Kereta Petani – Pedagang, informasi yang menarik lainnya balai yasa ini akan meluncurkan rangkaian kelas ekonomi yang bernuansa Heritage. Saat ini KAI tengah menyiapkan rangkaian kereta berkonsep experience, luxury, dan heritage yang memadukan fasilitas premium dengan karakter historis.

Sebanyak 12 unit sedang dikerjakan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Rangkaian tersebut mencakup kereta sleeper dengan ruang privat, kereta makan berkonsep fine dining, kereta lounge dengan fasilitas hiburan, serta kereta pendukung operasional.

Menariknya, pengembangan ini mengusung revitalisasi sarana era 1980 hingga 1990-an yang dirancang ulang sesuai standar kenyamanan masa kini. Bisa dikatakan menggunakan rangkaian yang terdahulu dan kembali untuk dimodifikasi. Pendekatan ini tidak hanya meremajakan aset, tetapi juga menjaga identitas historisnya.

Hingga kini, tahap pertama pengerjaan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan memasuki uji coba pada Juni 2026 sebelum diluncurkan secara komersial. Ke depan, operasional rangkaian tersebut akan difokuskan pada perjalanan tematik dengan rute pilihan yang menawarkan panorama terbaik serta terintegrasi dengan destinasi wisata unggulan.

Melalui inovasi itu, KAI optimistis dapat memperluas peran kereta api sebagai bagian penting dari industri pariwisata nasional. Serta pengembangan konsep tersebut dilakukan tentunya dengan mempertimbangkan pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Jawa.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Merayakan 24 Tahun Penerbangan Perdana Embraer E-170: Revolusi Jet Regional dari Brasil

Tanggal 19 Februari menjadi catatan emas bagi industri penerbangan Brasil dan dunia. Tepat pada hari ini di tahun 2002, pesawat jet berbadan sempit (narrow-body) Embraer E-170 membelah langit untuk pertama kalinya dari fasilitas pabrikan di São José dos Campos. Penerbangan perdana ini bukan sekadar uji coba teknis, melainkan awal dari sebuah revolusi yang mengubah peta persaingan jet regional global, yang selama dekade sebelumnya didominasi oleh pabrikan besar asal Amerika Utara dan Eropa.

Pengembangan keluarga E-Jet dimulai pada akhir 1990-an ketika Embraer menyadari adanya celah pasar antara jet regional kecil berkapasitas 50 kursi dan pesawat jet besar seperti keluarga Boeing 737 atau Airbus A320. Proyek yang awalnya dinamakan ERJ-170 ini bertujuan menghadirkan pesawat yang menawarkan kenyamanan layaknya jet besar namun dengan biaya operasional jet regional. Berbeda dengan model ERJ-145 sebelumnya yang merupakan pengembangan dari pesawat turboprop, E-170 dirancang dari nol dengan desain clean-sheet.

Salah satu inovasi paling menonjol dari desain ini adalah konfigurasi penampang lambung “double-bubble”. Desain unik ini memungkinkan Embraer menghilangkan kursi tengah yang sempit, sehingga setiap penumpang mendapatkan akses jendela atau lorong (aisle) dengan ruang kepala dan bahu yang lebih luas. Terobosan ini secara instan menghapus citra jet regional yang selama ini dianggap sesak dan tidak nyaman bagi penumpang jarak jauh.

Kesuksesan penerbangan perdana E-170 segera diikuti oleh pengembangan varian yang lebih besar, yakni E-175, E-190, dan E-195. Strategi Embraer untuk menciptakan sebuah “keluarga” pesawat dengan kesamaan suku cadang dan kokpit yang identik terbukti menjadi nilai jual utama bagi maskapai. Pilot yang memiliki sertifikasi untuk E-170 dapat dengan mudah menerbangkan varian E-195 tanpa perlu pelatihan ulang yang ekstensif, sebuah efisiensi biaya yang sangat krusial bagi manajemen maskapai.

Pasar internasional menyambut hangat keluarga E-Jet. Maskapai besar seperti JetBlue, United Express, hingga Lufthansa mulai mengandalkan pesawat ini untuk rute-rute penghubung (feeder) maupun rute jarak menengah dengan kepadatan penumpang rendah hingga sedang. E-190 dan E-195, khususnya, menjadi favorit karena mampu menampung hingga 110-120 penumpang dengan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan jet generasi lama.

Hingga saat ini, lebih dari 1.600 unit keluarga E-Jet telah dikirimkan ke berbagai maskapai di seluruh penjuru dunia. Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan Embraer sebagai produsen pesawat terbesar ketiga di dunia setelah Airbus dan Boeing, tetapi juga memicu lahirnya generasi penerus yang lebih canggih, yakni E-Jet E2. Generasi terbaru ini membawa efisiensi mesin yang lebih tinggi dan sayap komposit yang lebih aerodinamis, memastikan warisan yang dimulai pada 19 Februari 2002 tetap relevan di masa depan.

Penerbangan perdana E-170 dua dekade lalu adalah pembuktian bahwa inovasi tidak harus datang dari raksasa mapan. Dari Brasil, Embraer berhasil membuktikan bahwa dengan mendengarkan kebutuhan pasar akan kenyamanan dan efisiensi, sebuah pesawat jet regional bisa tumbuh menjadi legenda yang menguasai langit internasional.

Setelah Scoot Airlines, Giliran Virgin Australia Order Delapan Unit Embraer E190-E2

Beli Tiket Kereta Cepat Bakal Dapat Potongan Harga Rp100.000, Begini Caranya!

Siapa sih yang tak mau naik kereta cepat dapat potongan diskon yang menggiurkan. Ya, perjalanan menggunakan kereta cepat yang memakan waktu hanya setengah jam ini ternyata sedang tebar potongan diskon yang fantastik. Tak hanya itu, diskon tarif kereta cepat ini berlaku hingga tiga bulan. Tentu masyarakat yang ingin mencoba atau yang biasa menggunakan kereta cepat ini pastinya bisa mendapatkan tarif diskon tersebut.

Ya, kabar menarik bagi para pelancong yang ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya untuk Tiket Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kini bisa mendapat potongan harga hingga Rp100.000. Promo tiket Whoosh bisa didapatkan khusus pembelian melalui Trip.com, baik melalui situs resmi, aplikasi, maupun mobile site platform ini.

Diskon tiket Whoosh ini diberikan dalam rangka kerja sama KCIC dengan Trip.com dan bisa digunakan untuk pembelian mulai 12 Februari 2026. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa semakin banyak pilihan kanal pembelian, maka transaksi tiket Whoosh akan semakin mudah dan fleksibel bagi masyarakat.

Kerja sama ini menjadi strategi KCIC dalam memperkuat distribusi tiket secara digital serta memperluas jangkauan pasar, termasuk wisatawan mancanegara, mengingat Trip.com memiliki jaringan global dengan pengguna dari berbagai negara.

Promo tiket Whoosh berlaku untuk periode pembelian mulai 12 Februari 2026 hingga 31 Mei 2026. Calon penumpang berkesempatan mendapatkan diskon tiga persen hingga Rp100.000 dengan minimum transaksi Rp 150.000. Untuk mendapatkan diskon tiket Whoosh ini, penumpang wajib memasukkan kode promo 3WHOOSH saat melakukan pembelian via aplikasi maupun situs Trip.com. Kupon Whoosh akan dirilis setiap Senin pukul 12.00 WIB dengan jumlah terbatas.

Eva menyampaikan bahwa penambahan kanal penjualan ini sejalan dengan tren pembelian tiket Whoosh yang semakin didominasi oleh kanal digital. Berdasarkan data penjualan periode 2023 hingga 2026 yang dikutip dari laman Kompas bahwa sebanyak 80 persen transaksi tiket Whoosh dilakukan melalui kanal online, sementara sekitar 20 persen sisanya dibeli melalui kanal offline, seperti loket stasiun dan mesin penjualan tiket (TVM).

KCIC menilai keunggulan penjualan online tidak hanya pada kemudahan akses kapan saja dan di mana saja, tetapi juga pada kecepatan transaksi, pilihan metode pembayaran yang beragam, kemudahan perubahan jadwal sesuai ketentuan.

Saat ini, tiket Whoosh tersedia di berbagai kanal online, antara lain aplikasi Whoosh, situs resmi ticket.kcic.co.id, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Traveloka, Tiket.com, dan Trip.com. Adapun pembelian tiket Whoosh secara offline tetap tersedia melalui loket dan mesin tiket di stasiun.

Ke depannya KCIC akan terus meningkatkan kualitas Contact Center Whoosh melalui penguatan sistem, peningkatan pelayanan, serta integrasi layanan digital agar pengalaman perjalanan penumpang semakin nyaman.

Gandeng Trip.com, KCIC Yakin Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara Naik Whoosh

Bulan Ramadhan Tiba! Simak Tips Berbuka Puasa di Commuter Line, LRT Jabodebek, MRT dan LRT Jakarta

Bagi sebagian orang, terutama pekerja, berbuka puasa saat masih berada di jalan, tentu sudah menjadi hal yang biasa. Ini dikarenakan mereka sering kali tidak sempat pulang tepat waktu untuk berbuka puasa di rumah, sehingga membuat mereka harus berbuka puasa di perjalanan. Kejadian ini disebabkan dari saat pulang beraktivitas menjelang waktu berbuka maupun kondisi kemacetan yang sulit dihindari.

Maka dari mau tidak mau saat adzan berkumandang masyarakat berbuka puasa di tempat yang memang tidak seharusnya untuk makan dan minum. Hal seperti itu biasa ditemukan saat menggunakan transportasi umum. Namun, beda halnya saat bulan suci Ramadhan. Ketentuan tersebut tidak berlaku pada saat berbuka puasa tiba. Masyarakat diperbolehkan untuk makan dan minum di dalam transportasi umum, walaupun saat sedang bergerak.

Ya, ketentuan ini berlaku saat masyarakat menggunakan transportasi di Kota Metropolitan khususnya berbasis rel, seperti: Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan LRT Jakarta. Nah, kabarpenumpang akan kembali mengabarkan ketentuan makan dan minum di transportasi berbasis rel tersebut dari berbagai sumber. Berikut beberapa tipsnya.

1. KRL Commuter Line
Secara resmi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memperbolehkan para pengguna layanan Commuter Line untuk membatalkan puasa di dalam gerbong kereta selama bulan Ramadan. Meski demikian, terdapat sejumlah batasan yang harus dipatuhi demi kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan.

Sebagai bentuk pelayanan tambahan, petugas akan memberikan informasi secara berkala saat waktu berbuka puasa tiba, baik melalui pengumuman di dalam kereta maupun di area stasiun. KAI Commuter juga menyediakan fasilitas dispenser air minum gratis atau water station di stasiun yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mengisi botol minum sendiri.

2. LRT Jabodebek
Perusahaan transportasi LRT Jabodebek mengumumkan kelonggaran kebijakan untuk penumpang dengan memperbolehkan makan di dalam kereta dan area stasiun untuk berbuka puasa, dengan waktu dibatasi mulai adzan magrib sampai pukul 19.00 WIB.

Selain itu, kebijakan tersebut juga untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang masih dalam perjalanan ketika waktu berbuka puasa, terutama saat jam pulang kerja yang menjadi periode mobilitas tertinggi di kawasan Jabodebek. Tidak lupa, LRT juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun yang bisa dimanfaatkan oleh penumpang LRT Jabodebek.

3. MRT Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan aturan khusus bagi penumpang yang ingin membatalkan puasa di dalam Ratangga maupun area berbayar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Penumpang diperbolehkan mengonsumsi air putih dan buah kurma dengan batasan waktu tertentu.

Selain air putih dan kurma, penumpang dilarang mengonsumsi jenis makanan dan minuman lain di area berbayar. Minuman seperti teh, kopi, sirup, soda, serta makanan ringan selain kurma tetap tidak diperbolehkan demi menjaga kebersihan fasilitas MRT.

4. LRT Jakarta
Bagi pengguna transportasi umum, terutama LRT Jakarta, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar berbuka puasa tetap berjalan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Penumpang diminta untuk berbuka puasa dalam waktu 10 menit setelah waktu yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses berbuka tidak berlangsung terlalu lama dan tidak mengganggu penumpang lainnya yang sedang melakukan perjalanan.

Dimohon untuk tidak membawa makanan berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lainnya. Dan pastikan berbuka puasa cukup membawa makanan ringan seperti kurma atau camilan lainnya.

Itulah tips berbuka puasa di berbagai transportasi berbasis rel di Jabodetabek dan pusat kota. Dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan transportasi umum selama berbuka puasa. Kebersihan dan kenyamanan sangat penting, mengingat ruang di dalam transportasi umum cukup terbatas dan digunakan oleh banyak orang. Dengan menjaga kebersihan, masyarakat turut berkontribusi menjaga kenyamanan bersama.

Puasa di Transportasi Umum? Ini Cara Menikmatinya

Hari Ini 44 Tahun Lalu, Boeing 757 Terbang Perdana Saat Berkecamuk Krisis Minyak Global

Tepat hari ini 44 tahun lalu, yaitu pada 19 Februari 1982, di Bandara Kota Renton, Washington, AS, pilot uji Boeing John H. Armstrong dan Samuel Lewis “Lew” Wallick, Jr, melakukan penerbangan pertama dari pesawat prototipe model 757 dengan nomor registrasi N757A dan nomor seri 22212.

Baca juga: Pasca Hard Landing, Muncul ‘Kerutan’ di Bodi Boeing 757-200 Delta Airlines

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kala itu, pesawat dengan kapasitas antara 178 dan 239 penumpang (757-200) tersebut memiliki sejumlah permasalahan dengan mesin sebelah kanan dan membutuhkan sejumlah perbaikan sebelum akhirnya kembali melakukan penerbangan berikutnya. Setelah melakukan sejumlah perbakan, pesawat akhirnya dapat terbang dan mendarat sempurna di Paine Field, Everett, Washington, setelah 2 jam, 31 menit mengudara.

Dikembangkan bersamaan dengan Boeing 767 pada akhir 1970-an, saat krisis minyak global tengah melanda dunia dan membuat ekonomi lesu, tak terkecuali Boeing, yang mem-PHK hampir 36.000 karyawan, Boeing 757 memulai penerbangan komersial perdana pada tahun 1982. Saat ini, setelah hampir 40 tahun kemudian, banyak kalangan menilai bahwa Boeing 757 masih dianggap sebagai salah satu pesawat narrow body tertangguh di dunia.

Betapa tidak, Boeing 757 mampu terbang sempurna lintas benua dan transatlantik dengan jarak tempuh selama enam sampai tujuh jam. Tak hanya itu, pesawat tersebut disebut tangguh juga karena dapat terbang ataupun mendarat di bandara dengan landasan pacu pendek sekalipun. Di AS sendiri, 757 adalah sebuah kesuksesan besar bagi maskapai AS karena ketangguhannya. American Airlines, Delta Airlines, dan United Airlines seluruhnya berhasil mencapai profit yang luar biasa karena menerbangkan seluruh rute jarak pendek dan menengah dengan Boeing 757.

Selain ketiga maskapai terbesar di AS tersebut, maskapai lainnya di seluruh dunia juga berhasil mencetak hasil gemilang dengan memaksimalkan ketangguhan Boeing 757, mulai dari Icelandair (rute Reykjavík, Islandia—San Francisco, Amerika Serikat dengan jarak tempuh mencapai lebih dari 11 jam, jauh dari daya jelajah Boeing 757 yang normalnya hanya berkisar enam – tujuh jam), Thomas Cook & Condor (anak perusahaan Lufthansa), British Airways, dan Arkia Israel Airlines.

Icelandair dengan pesawat Boeing 757. Foto: Simple Flying

Di Indonesia sendiri, sekalipun banyak maskapai di dunia yang berhasil mencatatkan hasil gemilang, Boeing 757 rupanya masih belum menjadi primadona maskapai-maskapai dalam negeri. Menurut catatan pengamat penerbangan, Gerry Soejatman, dari beberapa alasan yang mendasarinya, salah satu yang utama adalah karena alasan spesifikasi.

“Untuk (Boeing) 757 masalahnya sebernya satu sih. Dia itu kan tinggi ya pesawatnya. Jadi butuh ekstra ground equipment, meski pake tangga yang tinggi-lah, mobil tangga yang tinggi-lah, dan lain-lain” terangnya saat dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu, (19/2).

Di samping itu, sekalipun pesawat tersebut cukup tangguh dan memiliki kemampuan yang tak dimiliki pesawat-pesawat sejenis lainnya (kala itu), seperti mampu terbang atau turun landas di bandara-bandara kering, tinggi, dan dengan landasan pacu yang pendek, Gerry melihat bahwa momentum dunia penerbangan Indonesia saat itu juga menjadi alasan lainnya mengapa Boeing 757 tidak dilirik maskapai-maskapai dalam negeri.

“Itu dibikin tahun berapa? Di zaman dia launching, maskapai sini masih belum pakai pesawat besar-besar. Zaman dulu masih pakai Propeller, Fokker. Nah, setelah penerbangan ramai itu kita baru mulai masuk ke jet. Saat kita sudah masuk ke jet, pesaing sudah semakin banyak dan lebih menarik dibandingkan 757,” tambahnya.

Tak lupa, ia juga menambahkan catatan, bahwa selain dua alasan di atas, tidak diliriknya Boeing 757 juga akibar leasing rate yang mahal dibanding pesawat-pesawat sejenisnya seperti Boeing 727 ataupun ataupun Airbus A321 . Bahkan, menurutnya, sejak awal kehadiran 757, leasing hampir tidak pernah murah. Tentu saja, dengan kondisi tersebut, ditambah dua catatan sebelumnya maskapai-maskapai Indonesia enggan melirik Boeing 757, sekalipun pesawat tersebut dinilai sebagai pesawat tertangguh di dunia.

Maskapai Condor, dengan armada Boeing 757-nya. Foto: Flickr

Boeing 757 sendiri awalnya dianggap wujud pengembangan dari Boeing 727, meskipun Boeing mengaku lebih baik membuat pesawat yang benar-benar baru dibanding harus meningkatkan model lamanya. Hal itu dinilai lebih ekonomis.

Semasa aktif mengudara, Boeing 757 ditawarkan dalam varian tiga tipe, yakni 757-100, 757-200, dan 757-300. Sesuai urutannya, 757-100 adalah varian yang paling kecil, dengan hanya memuat sekitar 150 penumpang. Adapun 757-200 dan 757-300, masing-masing menawarkan jumlah kursi yang lebih banyak, sekitar 192-239 dan 239-289 dalam konfigurasi satu atau dua kelas. Khusus untuk varian 757-300, pesawat tersebut berhasil mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor untuk pesawat twinjet satu lorong terpanjang dalam sejarah.

Baik 757-100, 757-200, ataupun 757-300, ketiganya tersedia dengan vairan mesin Rolls-Royce RB.211-535E atau Pratt & Whitney PW2037, dengan daya dorong setinggi 43.734 pound (194,54 kilonewton) per mesin.

Boeing 757 memiliki kecepatan jelajah 0,8 Mach (530 mil per jam, atau 853 kilometer per jam) pada 35.000 kaki (10.668 meter). Normalnya, tinggi jelajahnya berada di sekitaran 42.000 kaki atau 12.802 meter, dengan jarak maksimumnya berkisar 4.718 mil laut atau 7.593 kilometer.

Setelah beroperasi selama 23 tahun, Boeing akhirnya menyudahi produksi 757 pada tahun 2003, ketika penjualan mulai menyusut dan seluruh industri penerbangan terguncang oleh peristiwa 11/9 atau 11 September 2001. Pada saat itu, Boeing percaya bahwa keluarga 737 dan 787 yang dikembangkan akan mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan oleh penuaan 757.

Baca juga: Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93

Boeing benar-benar resmi menghentikan produksi 757 setelah mengirimkan 757 terakhir pada November 2005 ke Shanghai Airlines. Pengiriman ke maskapai Cina tersebut sekaligus menandai pesawat ke 1.050 yang berhasil diproduksi Boeing selama 23 tahun.

Meskipun sudah lapuk dimakan usia, ketiga maskapai utama AS, American Airlines, Delta Airlines, dan United Airlines hingga kini masih menerbangkan armada 757-nya. American Airlines dan United Airlines menerbangkan 757-200 sedangkan Delta Airlines menerbangkan 757-200 serta 757-300. Delta Airlines sendiri hingga kini tercatat sebagai maskapai terbesar yang masih mengoperasikan armada 757 dengan frekuensi hingga 100 penerbangan per hari.

 

 

Tiket Tidak Langsung Hangus saat Ketinggalan Kereta Cepat, Jika Penumpang Bisa Lakukan Ini

Kecewa bahkan miris jika masyarakat tertinggal kereta api yang akan dinaiki akibat suatu hal saat menuju ke stasiun pemberangkatan. Salah satu yang membuat ketinggalan kereta api tak lain dan tak bukan akibat kemacetan yang tidak bisa diprediksi. Hal tersebut sudah pasti terasa jenuh dengan keadaan yang bercampur aduk tidak karuan. Apalagi yang di akan digunakan adalah kereta cepat, pasti sudah sangat kesal jika tertinggal.

Dari kejadian tersebut sepertinya tak perlu khawatir lagi. Karena PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan penumpang Kereta Cepat Whoosh tidak perlu panik apabila tertinggal kereta. Melalui kebijakan reschedule yang semakin fleksibel, tiket perjalanan tidak langsung hangus dan masih dapat diubah jadwalnya hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan kebijakan ini diterapkan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang Whoosh, sekaligus menjawab kebutuhan penumpang yang menghadapi situasi perjalanan tidak terduga.

“Kebijakan ini dihadirkan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada penumpang, khususnya bagi mereka yang tertinggal kereta akibat kondisi lalu lintas, cuaca, atau faktor lain di luar kendali. Dengan adanya fleksibilitas ini, penumpang tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan tanpa harus kehilangan tiket yang telah dibeli,” ujar Eva, dikutip dari kcic.co.id,

Reschedule tiket secara offline melalui loket stasiun dapat dilakukan hingga batas maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Oleh karena itu, penumpang diimbau segera menuju loket dan mengantisipasi antrean agar proses perubahan jadwal dapat dilakukan tepat waktu dan tiket tidak hangus. Untuk perubahan jadwal di tanggal yang sama, penumpang tidak dikenakan potongan bea tiket.

Namun, apabila penumpang memilih jadwal baru dengan tarif yang lebih mahal, maka penumpang perlu membeli tiket baru dan bea tiket lama akan dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, jika penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang sama atau lebih murah, maka tidak dikenakan biaya tambahan. Meski demikian, tidak ada pengembalian selisih harga apabila tarif tiket baru lebih rendah.

Meskipun terdapat kebijakan reschedule yang fleksibel, KCIC tetap mengimbau penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan perjalanan berjalan lancar. Diketahui reschedule ini merupakan bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan layanan transportasi cepat yang nyaman, adaptif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat

Berikut ini cara pembelian tiket Kereta Cepat Whoosh:
1. Pembelian tiket dapat dilakukan secara offline dan online.
2. Tempat pembelian offline dapat dilakukan pada:
– Loket Stasiun hingga 30 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran tunai maupun non tunai (Debit Card, Credit Card, & QRIS).
– Ticket Vending Machine hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan QRIS.
3. Pembelian online dapat dilakukan melalui:
– Aplikasi Whoosh Kereta Cepat hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan transfer bank, QRIS, E-Wallet, dan kartu kredit.
– Website ticket.kcic.co.id hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan transfer bank, QRIS, E-Wallet dan kartu kredit.
– Aplikasi resmi lainnya yaitu Access by KAI, Brimo by BRI, BNI Mobile dan Livin by Mandiri hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan transfer bank, QRIS, E-Wallet, dan kartu kredit.

Bak Primadona, LRT Jabodebek Kini Makin Jadi Andalan Kaum Pekerja

Terminal 2 Bandara Hong Kong Siap Beroperasi Penuh Mei 2026

Otoritas Bandara Hong Kong (AAHK) secara resmi mengumumkan tonggak sejarah baru dalam industri penerbangan Asia. Mulai 27 Mei 2026, Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Hong Kong akan beroperasi secara penuh untuk melayani keberangkatan penumpang. Langkah ini menandai selesainya proyek ekspansi masif yang dirancang untuk memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat transit udara paling sibuk dan efisien di dunia.

Pembukaan penuh ini bukan sekadar tambahan ruang fisik, melainkan pusat operasional baru yang akan menaungi 15 maskapai penerbangan utama. Maskapai-maskapai besar, termasuk maskapai berbiaya rendah (LCC) yang memiliki volume penumpang tinggi, akan memindahkan seluruh proses check-in dan layanan keberangkatan mereka ke gedung terminal yang lebih modern ini.

Langkah ini diharapkan dapat memecah kepadatan di Terminal 1 yang selama ini memikul beban operasional utama. Dengan dibukanya T2, Bandara Hong Kong kini memiliki infrastruktur yang mampu menangani target ambisius: melayani hingga 120 juta penumpang dan 10 juta ton kargo per tahun di masa depan.

Operasional penuh Terminal 2 adalah kepingan terakhir dari teka-teki proyek Sistem Tiga Landasan Pacu (3RS) yang bernilai miliaran dolar. Infrastruktur baru ini didukung oleh teknologi tercanggih, mulai dari sistem penanganan bagasi otomatis berkecepatan tinggi hingga integrasi transportasi yang lebih mulus.

Penumpang yang berangkat dari Terminal 2 akan dihubungkan ke pintu keberangkatan (gates) melalui sistem kereta Automated People Mover (APM) yang telah diperbarui, memastikan perpindahan antar-terminal tetap cepat dan nyaman. Selain itu, T2 juga dirancang sebagai pusat multi-moda yang menghubungkan bandara dengan wilayah Greater Bay Area melalui layanan feri dan bus lintas batas yang lebih terintegrasi.

Selain aspek teknis, Terminal 2 menawarkan pengalaman berbelanja dan bersantap yang jauh lebih luas dibandingkan versi sebelumnya yang sempat ditutup untuk renovasi pada 2019. Fasilitas pemeriksaan keamanan dan imigrasi di T2 juga dilengkapi dengan teknologi biometrik terbaru, memungkinkan proses border crossing yang lebih minim sentuhan (contactless), serupa dengan tren bandara pintar global lainnya.

Pembukaan pada 27 Mei mendatang diprediksi akan menjadi momentum kebangkitan penuh sektor pariwisata dan bisnis Hong Kong pasca-pandemi, sekaligus memberikan standar baru bagi kenyamanan penumpang di kawasan Asia-Pasifik.

Panduan Bus Gratis dari Bandara Hong Kong ke Macau, Khusus Pelancong!

Panduan MyICA Mobile: Aplikasi Wajib WNI untuk Masuk ke Singapura 2026

Singapura semakin mempertegas posisinya sebagai negara dengan sistem perbatasan paling efisien di dunia. Bagi wisatawan asal Indonesia, pengalaman melancong kini semakin praktis berkat digitalisasi penuh dokumen perjalanan. Salah satu instrumen utama yang wajib diketahui oleh setiap pelancong adalah aplikasi MyICA Mobile.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapura sebagai pintu gerbang digital resmi bagi siapa pun yang ingin memasuki wilayah mereka.

Dahulu, pelancong wajib mengisi kartu embarkasi berwarna putih secara manual di pesawat atau pelabuhan. Kini, kartu fisik tersebut telah digantikan sepenuhnya oleh SG Arrival Card (SGAC) yang diintegrasikan ke dalam aplikasi MyICA Mobile. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengumpulkan informasi perjalanan dan deklarasi kesehatan secara elektronik sebelum Anda tiba di gerbang imigrasi Singapura.

Penting untuk dicatat bahwa MyICA Mobile bukanlah aplikasi pelacakan kontak (seperti TraceTogether di masa lalu), melainkan platform resmi untuk mengelola profil perjalanan, melakukan pemindaian paspor secara digital, hingga mendapatkan e-Pass (tanda masuk digital) yang dikirimkan langsung ke email Anda.

Untuk memastikan perjalanan Anda lancar, Anda wajib melengkapi SG Arrival Card melalui aplikasi MyICA Mobile paling cepat 3 hari sebelum kedatangan (termasuk hari kedatangan). Berikut adalah beberapa informasi dan syarat yang perlu Anda siapkan saat mengisi aplikasi:

Data Paspor: Anda bisa memindai halaman biodata paspor menggunakan kamera ponsel melalui fitur di dalam aplikasi agar data terisi otomatis.

Informasi Perjalanan: Tanggal keberangkatan, tanggal kepulangan, serta jenis transportasi yang digunakan (udara, laut, atau darat).

Akomodasi: Alamat tempat menginap selama di Singapura (hotel, apartemen, atau rumah kerabat).

Deklarasi Kesehatan: Pernyataan singkat mengenai kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan ke negara tertentu sebelum masuk Singapura.

Alamat Email: Pastikan email aktif, karena konfirmasi keberhasilan pengisian dan e-Pass akan dikirimkan ke sana.

Salah satu kabar gembira bagi pelancong di tahun 2026 adalah implementasi penuh sistem Passport-less Clearance di Bandara Changi dan pelabuhan feri. Jika Anda sudah mengisi profil di MyICA Mobile dengan benar, saat tiba di gerbang otomatis (Automated Lanes), Anda mungkin tidak perlu lagi mengeluarkan paspor fisik. Sistem akan menggunakan teknologi biometrik (pemindaian wajah dan iris mata) untuk memverifikasi identitas Anda berdasarkan data yang telah Anda kirimkan melalui aplikasi sebelumnya.

Prosedur Tambahan untuk WNI
Selain mengisi MyICA Mobile, pastikan Anda tetap memenuhi syarat umum masuk Singapura sebagai berikut:

Masa Berlaku Paspor: Paspor Anda harus berlaku minimal 6 bulan saat tanggal kedatangan.

Bukti Kepulangan: Terkadang petugas akan menanyakan tiket pesawat/feri kembali ke Indonesia atau ke negara tujuan selanjutnya.

Dana yang Cukup: Memiliki bukti kemampuan finansial yang cukup selama masa tinggal di Singapura.

Dengan mengunduh MyICA Mobile melalui Google Play Store atau Apple App Store dan mengisi data dengan jujur, perjalanan Anda dari Batam, Jakarta, atau kota lainnya menuju Singapura akan terasa jauh lebih cepat tanpa perlu lagi mengantre lama di loket manual.

Berkat Check-in Tanpa Sentuhan, Changi Dinobatkan Jadi Bandara Teraman di Dunia

Inilah yang Terjadi Jika Stasiun Manggarai Terintegrasi dengan LRT Jakarta

Jakarta sebagai Kota Metropolitan yang kini berkembang pesat apalagi pada sektor transportasi. Kini transportasi di Jakarta sudah semakin mudah dan terintegrasi ke berbagai wilayah Jabodetabek. Salah satunya transportasi berbasis rel atau kereta api. Di Jakarta sendiri sudah cukup banyak jalur kereta api yang menghubungkan ke berbagai wilayah baik di Jakarta maupun di wilayah luar Jakarta.

Berbagai macam stasiun yang kini sudah semakin mudah untuk di akses bahkan berbagai fasilitas pun sudah lengkap tersedia. Berbagai bangunan stasiun di Jakarta sudah bisa dikatakan megah yang bisa menampung ribuan penumpang. Ada pula stasiun yang bahkan digadang-gadang sebagai “jantung”nya Jabodetabek karena jalur kereta apinya terpusat di stasiun tersebut. Stasiun tersebut apalagi kalau bukan Manggarai.

Berusia lebih dari satu abad, Stasiun Manggarai sudah banyak dikenal masyarakat karena lokasinya sangat strategis dan terkoneksi dengan jalur kereta api lainnya. Stasiun ini merupakan percabangan ke berbagai kota di Jabodetabek. Tak heran, kedepannya Stasiun Manggarai akan dijadikan lokasi terpusat untuk transportasi berbagai jenis. Tentunya, Ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, serta nilai ekonomi masyarakat sekitar.

Stasiun Manggarai dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Transjakarta, dan LRT Jakarta sehingga menciptakan kemudahan perpindahan antarmoda yang lebih efisien dan nyaman. pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga pada pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat.

Stasiun Manggarai kini sudah banyak dinikmati masyarakat sebagai stasiun yang terkoneksi ke berbagai wilayah baik menggunakan KRL Commuter Line maupun Transjakarta. Apalagi pembangunan LRT Jakarta yang terkoneksi ke Stasiun Manggarai akan semakin mudah dan strategis. Diketahui bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir Desember 2025. Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.

Selain mendukung mobilitas perkotaan, pembangunan LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga berkontribusi terhadap agenda dekarbonisasi perkotaan. Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta