Catat! Ini Daftar Kereta Api Tambahan Saat Angkutan Nataru

Pemerintah telah melonggarkan level PPKM. Masyarakat pun mulai berbondong – bondong mempersiapkan tanggal yang pas untuk pergi berlibur. Tak hanya menjelang libur Natal dan Tahun Baru, beberapa hari sebelumnya sudah terlihat di beberapa kota besar khususnya di Pulau Jawa. Tak heran masyarakat pun telah memadati kawasan wisata di kota tujuan yang mereka kunjungi.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Hias Lokomotif dan Kereta

Antusiasme masyarakat di Pulau Jawa saat liburan Natal dan Tahun Baru lebih dominan menggunakan angkutan darat. Kereta api misalnya, mereka sudah mempersiapkan waktu untuk berkunjung keluar kota dengan memesan tiket kereta api jarak jauh, berharap tidak kehabisan tiket. Untuk mencegah kehabisan tiket dan menenuhi pelayanan pada masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memutuskan untuk menjalankan Kereta Api Tambahan. Sudah tradisi memang, PT KAI selalu memberikan pelayanan tambahan rangkaian kereta api dalam mengatasi lonjakan penumpang ataupun kehabisan tiket KA.

Sesuai informasi yang diperoleh dari instagram KAI: @KAI121_, bahwa terdapat beberapa tanggal dan KA tambahan yang akan dijalankan jelang Natal dan Tahun Baru kali ini. KA yang akan diberangkatkan adalah KA kelas eksekutif, ekonomi premium maupun ekonomi biasa. Adapun kereta api yang dijalankan sebagai berikut:

1. Tanggal 17 – 31 Desember 2021
KA Solo Tambahan
Berangkat Gambir : 22.50 WIB dan 09.50 WIB
Berangkat Solo : 09.55 WIB dan 22.10 WIB

2. Tanggal 17 – 31 Desember 2021
KA Sembrani Tambahan
Berangkat Gambir : 20.50
Berangkat Surabaya Pasar Turi : 20.00

3. Tanggal 23 – 31 Desember 2021
KA Taksaka Tambahan
Berangkat Gambir : 10.40 WIB dan 23.45 WIB
Berangkat Yogyakarta : 12.00 WIB dan 21.35 WIB

4. Tanggal 20, 23 – 31 Desember 2021
KA Gaya Baru Malam Selatan
Berangkat Pasar Senen : 11.00 WIB
Berangkat Surabaya Gubeng : 12.00 WIB

5. Tanggal 20, 23 – 31 Desember 2021
KA Kutojaya Utara
Berangkat Jakarta Kota : 04.30 WIB
Berangkat Kutoarjo : 17.10 WIB

6. Tanggal 18 – 31 Desember 2021
KA Logawa
Berangkat Jember : 06.00 WIB
Berangkat Purwokerto : 05.30 WIB

7. Tanggal 18 – 31 Desember 2021
KA Ambarawa Ekspres
Berangkat Surabaya Pasar Turi : 13.10 WIB
Berangkat Semarang Poncol : 08.10 WIB

8. Tanggal 18 – 31 Desember 2021
KA Sribilah Utama
Berangkat Medan : 15.00 WIB
Berangkat Rantauprapat : 14.45 WIB

9. Tanggal 24 – 27 dan 30 Desember 2021
KA Sindang Marga
Berangkat Kertapati : 20.15 WIB
Berangkat Lubuk Linggau : 19.45 WIB

10. Tanggal 26 Desember 2021
KA Argo Parahyangan
Berangkat Bandung : 21.50 WIB
Berangkat Gambir : 22.25 WIB

*(Sumber: Instagram PT Kereta Api Indonesia (Persero))

Baca juga: Spot Berburu Kereta Api Disini, Gak Perlu Izin

Kereta Api Argo Parahyangan rute Gambir ~ Bandung berjalan langsung di Stasiun Cikarang
(FOTO : Sendy Prasetya)

Lokasi Rapid Test Antigen
Selama liburan Natal dan Tahun Baru, PT KAI juga memudahkan kepada masyarakat pengguna kereta api agar selalu lebih waspada terhadap kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Maka dari itu beberapa stasiun sudah melayani tempat pendaftaran Rapid Test Antigen sebelum melakukan perjalanan kereta api. Berikut Stasiun yang melayani Rapid Test Antigen:

1. DAOP 1 JAKARTA
Pasar Senen
Gambir
Bekasi
Cikampek
Karawang

2. DAOP 2 BANDUNG
Bandung
Kiaracondong
Tasikmalaya
Banjar
Purwakarta
Cimahi
Cipeundeuy

3. DAOP 3 CIREBON
Cirebon
Cirebon Prujakan
Jatibarang
Haurgeulis
Brebes
Babakan

4. DAOP 4 TEGAL
Semarang Tawang
Semarang Poncol
Tegal
Cepu
Ngrombo
Pemalang
Pekalongan
Weleri

5. DAOP 5 PURWOKERTO
Purwokerto
Kroya
Sidareja
Kutoarjo
Kebumen
Cilacap
Gombong

6. DAOP 6 YOGYAKARTA
Yogyakarta
Lempuyangan
Solo Balapan
Klaten
Purwosari
Sragen
Wates
Solo Jebres

7. DAOP 7 MADIUN
Madiun
Jombang
Blitar
Kediri
Kertosono
Tulungagung
Nganjuk

8. DAOP 8 SURABAYA
Surabaya Pasar Turi
Surabaya Gubeng
Malang
Sidoarjo
Mojokerto
Bojonegoro
Babat
Kepanjen
Wonokromo
Lamongan

9. DAOP 9 JEMBER
Jember
Ketapang
Banyuwangi Kota
Rogojampi
Probolinggo
Kalisetail

10. DIVISI REGIONAL 1
Medan
Kisaran
Tanjung Balai
Rantau Prapat
Mambangmuda
Tebing Tinggi

11. DIVISI REGIONAL 2
Kertapati
Prabumulih
Muaraenim
Lahat
Tebing Tinggi
Lubuk Linggau

12. DIVISI REGIONAL 3
Tanjungkarang
Kota Bumi
Baturaja
Martapura

Selain itu, untuk mengatasi lonjakan penumpang kereta api saat libur Natal dan Tahun Baru, pihak dari PT Kereta Api Indonesia tetap melakukan pengawasan protokol kesehatan yang ketat guna menghindari terpapar virus Covid-19. (Pras – Cinta Kereta Api)

Train Suite Shiki-shima Jadi Hotel Bergerak, Dilengkapi Segala Kemewahan ala Bintang Lima

Saat berkunjung ke Jepang, pelancong tidak akan bosan dan petuangan akan dimanjakan  menggunakan fasilitas kereta api, baik kerera antar kota dan kereta kommuter. Sebab Negeri Sakura ini memiliki berbagai jenis kereta yang bisa digunakan pelancong maupun masyarakat mereka sendiri.

Baca juga: Tiga Sleeper Train ini Sajikan Pengalaman Fantastis Mengular di Benua Biru!

Mungkin yang terpikir dalam benak Anda hanyalah kereta biasa yang digunakan untuk bepergian. Tetapi yang satu ini berbeda, di mana kereta tersebut dikonversi menjadi sebuah hotel mewah dan bergerak.

Kamar di kereta futuristik Jepang. Foto: Train Suite Shiki-shima

Penasaran? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timeout.com (13/12/2021), ini adalah Train Suite Shiki-shima memiliki bathtub hinoki, makanan gourmet dan gerbong observasi modern. Untuk menikmati perjalanan dengan kereta ini, Anda harus merogoh kocek yang cukup mahal, yakni 370 ribu yen atau sekitar Rp46,8 juta per orang.

Memang terdengar sangat mahal untuk naik kereta. Tetapi kereta tidur ultra mewah tersebut lebih unggul dari lokomotif lain yang pernah ditemui. JR East’s Train Suite Shiki-shima adalah kereta wisata tidur yang membawa penumpang dalam perjalanan selama beberapa hari melalui beberapa tempat indah terbaik di Jepang, termasuk kilang anggur Nagano, atau melalui eksplorasi budaya Ainu di Hokkaido.

Kereta ini memiliki kapasitas maksimum hanya 34 penumpang, dengan lima gerbong tidur, dua gerbong observasi, gerbong lounge dan gerbong makan. Paket yang ditawarkan untuk musim mendatang adalah perjalanan satu malam ke Nagano dan perjalanan tiga malam ke Hokkaido, dengan kereta berangkat dari Stasiun Ueno Tokyo.

Ada banyak hal yang bisa dilihat di salah satu perjalanan mewah ini, meskipun keretanya sendiri menawarkan banyak suguhan untuk mata. Sebagai permulaan, orang bisa menghabiskan berjam-jam menatap pemandangan dari jendela gerbong observasi di kepala dan ekor kereta.

Sedangkan untuk gerbong tidur, setiap suite-nya dilengkapi dengan toilet pribadi dan kamar mandi sendiri. Beberapa bahkan memiliki bak mandi cemara hinoki untuk berendam saat Anda melewati beberapa lanskap paling indah di Jepang.

Jika Anda memilih untuk memesan tur tiga malam di Hokkaido, hari-hari biasa di kereta Shiki-shima mungkin dimulai dengan bangun untuk sarapan Hakodate ikura (telur salmon) dan cumi-cumi di atas nasi sebelum turun di Stasiun Hakodate untuk naik trem eksklusif berkendara keliling kota. Untuk makan siang, Anda akan disuguhi menu Perancis yang menggunakan bahan-bahan musiman dari daerah sekitar yang disiapkan oleh chef Yuya Sekikawa, sebelum Anda turun untuk tur ke Museum dan Taman Nasional Upopoy Ainu.

Baca juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya

Perjalanan dua hari satu malam di Nagano (kamar double mulai dari 370 ribu per orang) akan berlangsung dari bulan Juni hingga September sedangkan perjalanan empat hari, tiga malam di Hokkaido (kamar double mulai dari 800 ribuper orang) akan dimulai dari April hingga November. Untuk menikmati kereta ini, Anda bisa memesannya melalui situs web resmi JR East hingga 31 Januari 2022. Untuk perhatian, pelancong harus memesan terlebih dahulu karena kapasitas kereta dan Anda akan dipilih dengan undian untuk menikmati perjalanan.

Mobil Listrik GATe Rancangan UGM akan Digunakan di Bandara dan Event G20 Bali

Mobil listrik buatan lokal karya anak bangsa, akan digunakan di dua Bandara Internasional yaitu Bandara Soetta dan Bandara YIA (Yogyakarta International Airport), serta digunakan untuk mendukung Event G20 di Bali pada tahun depan.

Baca juga: Hyundai Hadirkan Seven Concept, ‘Ruang Inovatif’ di Mobil Listrik Masa Depan

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara simbolis pembelian mobil listrik buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang bernama Mobil “GATe” (Gadjahmada Airport Transporter electric), di Yogyakarta, Sabtu (18/12).

Kemenhub bersama PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, Gojek, dan Grab, membeli 6 (enam) unit Mobil “GATe” untuk digunakan di Bandara Soetta, Bandara YIA. “GATe menjadi kebanggan bagi Indonesia yang harus didukung. Karena merupakan hasil karya anak bangsa. Kita akan beli lebih banyak untuk mewarnai event G20 di Bali nanti,” kata Menhub.

Menhub menjelaskan, penggunaan mobil listrik GATe sejalan dengan apa yang menjadi perhatian dalam presidensi G20, yaitu bagaimana upaya negara-negara dalam menangani perubahan iklim, melalui pengurangan emisi dan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan.

Mobil GATe merupakan hasil riset kendaraan listrik kerjasama LPDP dan Direktorat Peneliatian UGM yang akan digunakan untuk transportasi bandara. Mobil listrik ini dikembangkan mulai tahun 2019, dengan konsep kendaraan bandara berbentuk mobil listrik berkecepatan 21 km/jam yang meniliki kapasitas 4-6 orang.






















Bus di Jepang Dimodifikasi Bisa Angkut 20 Penumpang dan 19 Sepeda Non Lipat

Moda transportasi saat ini memudahkan penumpangnya untuk membawa sepeda non lipat untuk masuk di dalam kendaraan. Di Indonesia, ini sudah mulai diterapkan di MRT Jakarta yang mana penumpang pengguna sepeda non lipat bisa membawa masuk sepeda mereka.

Baca juga: Pengguna Sepeda Non Lipat Bisa Bawa Masuk Sepeda ke Kereta di Fukuoka

Selain itu di Jepang pun melakukan hal yang sama yakni sepeda non lipat bisa masuk ke dala kereta. Tak hanya itu, sebuah bus wisata besar yang didesain ulang untuk pengendara sepeda juga di hadirkan untuk mereka dan membuat pengguna sepeda tidak perlu membongkarnya ketika naik dan bepergian di berbagai rute di prefektur yang ramah kendaraan roda dua ini.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (20/11/2021), bus ini Cycle Cabin yang dibuat oleh Kaifu Kanko Company. Ini adalah operator bus di prefektur Tokushima, Jepang dan bus tersebut mampu menampung sebanyak 19 sepeda utuh (non lipat) di rak area depan dan 20 penumpang di bagian belakang.

Seperti pulau utama Shikoku yang telah sangat meningkatkan infrastruktur dan fasilitas bersepeda untuk memikat pengendara dari seluruh Jepang dan luar negeri. Bahkan prefektur Tokushima, di bagian timur pulau, telah disebut-sebut sebagai “kerajaan sepeda”.

Banyak kursus bersepeda, termasuk rute Hikyo Iya Kaido, telah didirikan di daerah pegunungan di prefektur. Pemerintah prefektur telah meminta rencana promosi pariwisata dari bisnis untuk memberikan pengendara sepeda dari semua tingkatan akses mudah ke rute berbukit.

Bus tersebut diharapkan membawa rombongan, termasuk keluarga dalam tur sepeda dan tim yang ambil bagian dalam kamp bersepeda. Untuk diketahui, bersepeda telah meningkat popularitasnya sebagai kegiatan di luar ruangan selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Pengguna Sepeda Non Lipat Bisa Bawa Masuk Sepeda ke Kereta di Fukuoka

“Saya berharap orang-orang akan merasakan pengalaman bersepeda di bawah konsep baru ini,” kata Gubernur Tokushima Kamon Iizumi.

Perjalanan Terjauh Kereta Api dari Portugal ke Singapura? Ini Kisaran Biayanya

Pernah tidak Anda membayangkan menikmati perjalanan kereta api jarak jauh dari Portugal ke Singapura? Kalau pernah artinya saat ini, bayangan itu bukan sebatas khayalan tetapi mungkin akan menjadi kenyataan.

Baca juga: Transoceánica – Bus dengan Rute Terjauh di Dunia, Tempuh Jarak 6.195 Km!

Hal ini karena jalur kereta api terpanjang di dunia sangat mungkin hadir. Di mana pada 2 Desember kemarin, jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Kunming di Cina ke Vientiane di Laos baru saja dibuka.

KabarPenumpang.com melansir euronews.com (14/12/2021), ini beraarti mereka yang mencari perjalanan ekstrim dengan kereta api, sekarang bisa pergi dari Beijing ke Bangkok yang kemudian ke Singapura. Perjalanan tersebut juga menciptakan jalur kereta api berkelanjutan terpanjang di dunia.

Sebelumnya, perjalanan kereta api yang terus menerus pada rute ini akan berakhir di Vietnam dan hanya menempuh jarak sekitar 16.898 km. Untuk kemudian melakukan perjalanan ke Singapura, penumpang harus naik bus dari Saigon, melalui Kamboja ke Bangkok.

Untuk memulai perjalan panjang ini, Anda akan melewati 13 negara berbeda dari Spanyol, Polandia, dan Belarusia di Eropa hingga Mongolia, Thailand dan Malaysia dalam perjalanan Asia. Di beberapa jalur, pelancong harus bermalam di sepanjang rute, misalnya di Lisbon, Madrid dan Paris, dan mereka harus menginap dua malam di Moskow dan dua malam di Beijing.

Perjalanan tersebut akan memakan waktu hingga 21 hari ketika dihitung oleh seorang penggemar kereta Inggris Mark Smith. Smith mengatakan, untuk perjalanan panjang ini dengan biaya visa dan tiket perjalanan yakni sekitar €1.200 atau sekitar Rp19,5 juta. Untuk diketahui, bepergian dengan kereta api juga akan mengurangi emisi karbon perjalanan secara signifikan.

Baca juga: Tak Hanya Cina dan Jepang, Ini Jalur Terpanjang Kereta Berkecepatan Tinggi di Eropa

Penerbangan satu arah dari Lisbon Portugal ke Bandara Changi di Singapura akan mengeluarkan sekitar 1,67 ton setara CO2. Sebagai perbandingan, melakukan perjalanan jauh dengan kereta api atau bus akan mengeluarkan sekitar 0,08 ton. Tetapi untuk melakukan perjalanan yang lengkap, pelancong harus menunggu karena dua perjalanan terpanjang yaitu Paris ke Moskow dan Moskow ke Beijing saat ini ditutup karena pandemi.

Restoran (Bus) Mewah Pertama di Taipei, Bukan Hanya Tentang Makan Tetapi Menikmati Landmark

Bus yang dialih fungsikan menjadi restoran mewah baru saja di luncurkan di Taipei. Ini adalah bus pertama yang akan melayanani tur yang sudah dipesan ke landmark kota, atraksi dan makanan untuk penumpang karena ini adalah bus restoran.

Baca juga: Melbourne Kini Punya Restoran Trem Keliling

CEO Bus Restoran Taipei Hsu Hao-yuan mengatakan, bahwa tiga tur sebelum peluncuran perdana, tiketnya sudah terjual habis. Selain itu, penumpang yang menikmati tur tersebut juga memberikan umpan balik yang positif.

CEO Taipei Restaurant Bus Hsu Hao-yuan (depan, kanan) dan Liu Yi-ting (depan, kiri), komisaris Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei. Foto: CNA

Dilansir KabarPenumpang.com dari focustaiwan.tw (14/12/2021), Hsu mengaku, tur dengan bus restoran tersebut juga sudah penuh dipesan hingga akhir bulan. Dia menyebutkan satu-satunya kursi yang tersedia adalah untuk layanan makan malam, yaitu sekitar 70-80 persen dipesan.

Bus ini adalah bus tingkat atau double decker yang memiliki 26 kursi dengan tiga jadwal reguler yakni menawarkan layanan teh sore dana makan malam setiap Selasa dan Minggu serta hari Senin husus untuk pmemesanan perusahaan. Tur, yang dimulai dan berakhir di stasiun MRT Balai Kota Taipei, membawa penumpang melewati banyak landmark kota seperti Balai Peringatan Nasional Dr. Sun Yat-sen dan Taipei 101
.
“Penerimaan sangat baik. Itu di luar ekspektasi kami,” kata Hsu.

Shu mengatakan, saat ini, layanan bus menawarkan menu dari Regent Hotel, disiapkan di dapur di dek bawah bus, tetapi menu mungkin berubah, tergantung musim. Menu teh sore menawarkan daging sapi panggang dan brioche udang, pistachio macaroon dan raspberry madeleine, sedangkan makan malam lengkap termasuk pipi daging sapi Wagyu yang direbus dengan saus anggur merah dan salad Caesar.

“Awalnya, kami berencana untuk menyajikan mie daging sapi dan Din Tai Fung, makanan yang sangat disukai turis, tetapi karena perbatasan (Taiwan) tidak terbuka untuk turis, kami memutuskan untuk tidak melakukannya,” kata Hsu.

Bus restoran wisata Taipei . Foto: CNA

Dia mengatakan hanya satu bus yang beroperasi pada awal layanan, tetapi bus kedua dapat diperkenalkan dalam empat hingga enam bulan, tergantung pada situasinya. Liu Yi-ting, komisaris Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei, mengatakan peluncuran tur bus restoran telah ditunda dari awal tahun karena pandemi Covid-19.

“Hari ini adalah hari pertama, dan kami berharap setiap perjalanan akan penuh dipesan, kata Liu. Sejauh yang saya tahu, ada banyak pertanyaan tentang bus untuk teh sore dan makan malam,” ujarnya.

Baca juga: Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Ide meluncurkan bus restoran bertingkat muncul setelah survei di luar negeri, yang dilakukan dua tahun lalu, menemukan bahwa kota-kota internasional seperti Tokyo, Bangkok, London, dan Hong Kong semuanya memiliki layanan serupa, menurut Eric Hsu, chief operating officer dari Sanjin Integrated Marketing Co., Ltd., operator utama layanan bus Taipei.






















Puncak Libur Natal dan Tahun Baru 2022 KRL Commuter Line: Setiap Hari Senin

KAI Commuter memperkirakan puncak lonjakan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 pada tahun ini terjadi setiap hari Senin. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dimana Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan BUMN serta sebagian besar swasta tetap bekerja seperti biasa.

Baca juga: Depo Bekasi Ditutup, KRL Menginap di Cikarang

“Kami memperkirakan lonjakan penumpang terjadi setiap hari Senin. Pertimbangannya adalah itu awal dimulainya aktivitas dan kami (karyawan BUMN) juga diperintahkan masuk seperti arahan pemerintah,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba saat jumpa pers, Jumat, 17 Desember 2021.

Lantaran ASN, karyawan BUMN, dan sebagian besar swasta tetap bekerja seperti biasa, lanjut Anne, setiap hari, KRL Jebodetabek diprediksi tetap akan melayani sebanyak 400 – 550 ribu penumpang setiap hari, dimana lonjakan penumpang tertinggi terjadi setiap hari Senin.

Karena itu, Anne mengatakan pihaknya tetap mengoperasikan KRL Jabodetabek sebanyak 1.005 perjalanan tiap harinya dengan total 94 rangkaian sama seperti seperti sebelumnya alias tidak ada penambahan KRL di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Jumlah disebut ini lebih banyak dari operasional PT KAI Commuter sebelum pandemi, yakni hanya sebanyak 960 perjalanan.

Selama periode Nataru, 1.005 perjalanan tersebut beroperasi sama seperti biasa, mulai dari pukul 04.00 – 22.00, termasuk di malam pergantian tahun, berbeda dengan malam pergantian tahun sebelum-sebelumnya dimana KRL Jabodetabek beroperasi sampai pukul 02.00 ini hari. Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penumpukkan penumpang dan membatasi mobilitas masyarakat sebagaimana arahan dari pemerintah pusat.

Guna memberikan rasa aman bagi pengguna KRL, selama masa Angkutan Nataru 2021/2022 KAI Commuter menyiapkan sebanyak 3.888 personel pengaman yang terdiri dari 1.260 personel petugas pengawalan KRL dan 2.628 personel pengamanan stasiun.

“KAI Commuter juga menyediakan petugas Passengger Service dengan total 300 petugas untuk pelayanan kepada pengguna KRL di stasiun dan sebagai petugas operator Lost and Found di seluruh Stasiun KRL yang ada di Jabodetabek. Sedangkan untuk Petugas Pelayanan KRL, KAI Commuter menyediakan 378 petugas untuk melayani pengguna di dalam perjalanan KRL,” jelas Anne.

KAI Commuter juga bekerja sama dengan pengamanan eksternal dari TNI/Polri dengan menugaskan sebanyak 100 personel, tersebar di tiap rangkaian KRL dan di stasiun besar, seperti Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, dan Manggarai.

Dalam menghadapi Covid-19 varian Omicron yang 70 persen lebih menular dibanding Covid-19 generasi awal, Anne menegaskan bahwa pihaknya selalu menerapkan standar protokol kesehatan tinggi sesuai arahan pemerintah.

Ia juga menyindir moda transportasi lain disebutnya sudah menerapkan 100 persen penumpang, berbeda dengan pihaknya yang masih mempertahankan kapasitas di bawah 50 persen.

Baca juga: GoTransit, Hubungkan GoJek dengan Pembelian Tiket KRL Jabodetabek

“KAI Commuter tetap memberlakukan aturan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah. Pertama, pengguna KRL harus sudah divaksinasi Covid-19, scan barcode, menggunakan masker double, dan menjaga jarak,” tambahnya.

“Apapun variannya, kami selalu menerapkan prokes tinggi dan bisa dilihat moda transportasi lain banyak yang sudah menerapkan 100 persen penumpang dan kami bertahan di bawah 50 persen,” tutupnya.

Ada Apa dengan Boeing 767 ANA Livery Fly! Panda, Simbol Hubungan Jepang-Cina?

Maskapai All Nippon Airways (ANA) terkenal dengan penggunaan livery unik, mulai dari Star Wars, kura-kura, hingga Flying Honu A380; termasuk livery Fly! Panda pesawat Boeing 767-300ER pada bulan Juli 2007 silam. Namun, pesawat dengan livery yang ketika itu lahir sebagai penanda 35 tahun hubungan diplomatik Jepang-Cina tersebut, kemana perginya saat ini?

Baca juga: Nyaris Berusia 40 Tahun, Boeing 767 Tertua di Dunia Masih Gagah Beroperasi

Dirilisnya livery Fly! Panda pada bulan Juli 2007 diketahui menandai dua hal penting. Pertama, ini menandakan 20 tahun ANA terbang ke Negeri Tirai Bambu itu. Adapun yang kedua menandakan 35 tahun hubungan diplomatik Jepang-Cina.

Dikutip dari Simple Flying, livery unik Fly! Panda ANA didesain bukan dari tangan-tangan profesional yang sudah malang-melintang selama puluhan tahun, melainkan hasil sayembara desain anak sekolah dasar di seantero Jepang.

Meski panitia pelaksana sayembara sempat dipusingkan dengan beberapa desain livery, pilihan akhirnya jatuh ke desain livery Fly! Panda karya desainer Takayuki Soeda. Selain menampilkan panda yang lucu dan menggemaskan, livery Fly! Panda juga menampilkan teks dalam tiga bahasa, Inggris, Mandarin, dan Jepang.

Ketika itu, dalam menanggapai livery Fly! Panda, Wakil Presiden Eksekutif Pemasaran dan Penjualan ANA, yang saat ini menjabat sebagai Chairman of the Board, Shinichiro Ito, mengatakan, “Dengan eksterior yang menarik dan interior bertema panda, makanan, dan seragam awak kabin, kami berharap dapat menangkap imajinasi pelanggan yang terbang ke China dan membuat mereka bersemangat seperti kami terbang ke tetangga sebelah kami”.

“Kami bangga dengan layanan kami. 20 tahun sejarah menghubungkan masyarakat dari kedua negara kami dan menantikan Olimpiade Beijing tahun depan sebagai titik tertinggi dalam perjalanan antara Jepang dan China,” tambahnya.

Sejak menggunakan livery Fly! Panda, pesawat Boeing 767-300ER ANA sudah terbang ke banyak negara di dunia, meliputi Beijing, Hong Kong, Guangzhou, Taipei, dan Vancouver.

Setelah delapan tahun berlalu, pada tahun 2015, pesawat tersebut kembali menggunakan livery standar maskapai dan jarang terlihat di udara.

Baca juga: ANA Luncurkan Staycation Dua Malam di Jepang dan Flight to Nowhere dengan Airbus A380

Akan tetapi, Planespotters.net mencatat, pesawat tersebut terus aktif terbang sampai Januari 2021 lalu. Setelahnya, pesawat digrounded selama enam bulan dan di bulan Juli pesawat dikabarkan terbang ke Tel Aviv untuk dikonfigurasi ulang sebagai pesawat kargo dan disewa oleh Cargo Aircraft Management, salah satu lessor jet kargo terbesar di dunia, dengan nomor registrasi N391CM.

Diperkirakan, pesawat tersebut akan tetap terus terbang selama beberapa tahun mendatang mengingat kebutuhan pesawat kargo masih terus tinggi.

Gegara Masker Penumpang Baku Hantam di Kereta Komuter, Videonya Langsung Viral

Masker menjadi barang penting di masa pandemi seperti saat ini. Namun, nyatanya masih banyak orang yang tidak mengenakannya meski berada di luar rumah dan dalam kumpulan orang banyak. Masalah tak menggunakan masker pun bisa menjadi ajang adu mulut hingga baku hantam.

Baca juga: Viral Foto Penumpang Kereta London Gunakan Masker untuk Tutupi Mata

Seperti yang baru saja terjadi dan videonya menjadi viral. KabarPenumpang.com melansir walesonline.co.uk (16/12/2021), sebuah rekaman video perkelahian kemudian viral setelah seorang penumpang kereta api berdebat tentang pemakaian masker.

Penumpang yang merekam video bernama Sophie Tasker dan mengatakan saat insiden dalam kereta di Yorkshire tersebut mengatakan, konfrontasi itu sangat menakutkan. Video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan dalam video itu menunjukkan penumpang yang bepergian dari York ke Scarborough itu berteriak dan baku hantam.

Dalam potongan video, menunjukkan seorang pria berteriak pakai masker pada sekelompok penumpang dan mereka merespon dengan meneriakkan kembali “kamu memalukan”. Yang lainnya terdengar mencoba menenangkan situasi dan berkata, “Mari kita pikirkan anak-anak”.

Namun, argumen meningkat ke titik di mana orang terlihat berkelahi satu sama lain di lorong dan di atas kursi. Dalam klip terakhir, pria yang meminta orang untuk memakai masker berteriak pada satu pria “Anda punya satu kesempatan untuk pergi”. Perkelahian pecah setelah kereta meninggalkan stasiun York sekitar pukul 20.00 waktu setempat pada hari Sabtu (11 Desember).

“Pada dasarnya pria di sebelah kiri dengan kepala botak mulai mempertanyakan di mana masker yang digunakan orang yang berangkat dari York. Dia diberitahu bahwa dia membuat anak-anak kesal dengan berteriak, yang dia balas dengan pelecehan,” ujar Tasker.

Tasker mengatakan bahwa keluarga yang disuruh memakai masker pindah ke gerbong lain, pria yang mulai berdebat dengan orang lain yang tidak memakai masker. Ketika mereka mengatakan bahwa dibebaskan dari mengenakan masker, “dia masih terus bersumpah dan menyuruh mereka untuk membuktikannya”. Pria itu akhirnya dikawal dari kereta oleh polisi di Malton.

Baca juga: Pengemudi Uber Diserang dan Diejek oleh Penumpang Tak Bermasker

“Polisi Transportasi Inggris menerima laporan tentang perkelahian di dalam layanan antara stasiun York dan Malton pada pukul 8.13 malam pada hari Sabtu 11 Desember. Petugas mengetahui rekaman yang diposting di media sosial tentang insiden ini dan penyelidikan sedang berlangsung. Saksi atau siapa saja yang memiliki informasi diminta untuk menghubungi BTP dengan mengirim SMS atau menelepon 0800 40 50 40 mengutip referensi 628 11/12/21,” ujar juru bicara polisi Transportasi Inggris.






















Tok! Pesawat Airbus A380 Terakhir Dikirim ke Emirates, Era Pesawat Komersial Terbesar Usai

Airbus rampung mengirimkan pesawat superjumbo A380 ke Emirates, Kamis lalu. Ini bukan sekedar pengiriman pesawat biasa, melainkan menjadi penanda berakhirnya era pesawat komersial terbesar di dunia itu selama 14 tahun terakhir.

Baca juga: Orang Berpengaruh di Airbus Sebut (Dibohongi Soal) Mesin Jadi Sebab Kegagalan A380

Bagi Emirates, ini adalah pesawat A380 ke-123 yang diterima. Bila ditotal, Airbus hanya berhasil mengirim 250 pesawat A380, jauh dari prediksi sebelumnya yang mencapai 1.000 unit.

Pengiriman pesawat Airbus A380 terakhir kemarin ke Emirates juga ditandai dengan ‘upacara’ khusus. Tak lama setelah lepas landas dari pabrik Airbus di Hamburg, Jerman, pesawat melakukan farewell lap, berputar-putar selama beberapa waktu di atas kota pelabuahn tersebut, sebelum menuju Dubai, markas Emirates.

Serah terima pesawat antara Airbus dengan Emirates sengaja dibuat tertutup dan mengecewakan banyak orang, utamanya avgeek di Eropa, jauh berbeda dibanding kemewahan dari kemeriahan pada tahun 2005 silam saat peluncuran Airbus A380 ke hadapan publik.

Selain karena pandemi Covid-19 yang kembali mengganas usai kemunculan varian Omicron, serah terima dilaksanakan secara tertutup juga didasari concern perusahaan yang lebih fokus pada pesawat-pesawat twinjet-nya belakangan ini.

Baca juga: Mengharukan, Warga Iringi ‘Kepergian’ Airbus A380 Terakhir Saat Lewati Pedesaan Perancis

Meski era Airbus A380 dianggap sudah usai, Presiden Emirates, Tim Clark, justru memandang sebaliknya. Ia percaya, bahwa pesawat komersial terbesar di dunia masih memiliki banyak hal menarik untuk menarik penumpang duduk di kursinya.

“Ada (yang menyebut) penurunan ketertarikan dan antusiasme (penumpang untuk naik A380). Kami tidak sependapat dengan itu; kami menggunakan pesawat (A380) yang hebat ini untuk bekerja,” katanya.

“Kami memiliki apa yang saya pikir sebagai salah satu pesawat terindah yang pernah diterbangkan,” tutupnya, seperti dikutip dari Reuters.

Setelah pesawat Airbus A380 terakhir resmi dikirim, praktis, pabrik perakitan di Toulouse, Perancis, sempat terkatung-katung. Sebab, sebagian besar space di pabrik ini digunakan untuk merakit pesawat superjombo itu.

Baca juga: Blak-blakan, Ternyata Ini Rahasia Emirates Jadi Operator A380 Terbesar di Dunia

Namun, Airbus menyebut, space kosong yang ditinggalkan A380 akan digantikan dengan pesawat-pesawat narrowbody yang penjualannya jauh lebih baik. Demikian juga dengan pabrik Airbus di Hamburg.

Seperti diketahui, Airbus telah menghentikan produksi super-jumbo jet rakitannya, A380 pada awal tahun 2019 lalu. Sebelumnya, raksasa manufaktur asal Benua Biru ini mendapatkan pembatalan pesanan dari sejumlah maskapai yang telah atau hendak menggunakan armada widebody ini, mulai dari Qantas, Singapore Airlines, Etihad hingga pengguna terbesarnya, Emirates.