Yang Ditunggu-tunggu, Akhirnya KRL Buatan INKA Resmi Angkut Penumpang Hari Ini

Lengkap sudah perjalanan Kereta Rel Listdik (KRL) Commuter Line kali ini. Seri terbaru KRL CLI.225 buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun ini resmi beroperasi mengangkut penumpang di lintas Jabodetabek. Ya, sejak awal Maret 2025, sarana KRL baru buatan INKA ini telah dilakukan FAT (Factory Acceptance Test) sebelum dilakukan uji coba dinamis di lintas Yogyakarta-Solo.

Setelah lakukan pengujian di Yogya-Solo, tahap pertama pengiriman rangkaian sarana KRL baru PT INKA ini sudah tiba di Depo KRL Depok pada Kamis, 17 April 2025. Rangkaian yang dikirim terdiri dari enam unit, lalu kemudian pada 20 April telah tiba lagi sebanyak enam unit sehingga menjadi satu trainset dengan 12 unit KRL.

Kedatangan satu trainset tersebut merupakan bagian dari penyelesaian kontrak pengadaan KRL. Tahap pertama pengiriman KRL baru ini terdiri dari enam kereta, selanjutnya untuk tahap kedua sebanyak juga telah dikirim sebanyak enam kereta.

Rangkaian ini akan dirangkaikan menjadi satu trainset (satu trainset berjumlah 12 kereta) untuk selanjutnya akan dilakukan uji dinamis sejauh 4.000 km di lintas Jabodetabek, sama halnya seperti sarana KRL baru buatan CRRC.

Interior KRL INKA rute Bogor ~ Jakarta Kota. (Foto: Dok. Istimewa)

Hingga akhirnya pada hari ini, Selasa (16/12) rangkaian tersebut sudah bisa digunakan untuk angkutan masyarakat dengan rute Depok – Jakarta Kota – Bogor – Depok. Rangkaian KRL CLI.225 ini dijalankan sedikitnya 2 trainset yang masing-masing trainset terdiri dari 12 kereta. Adapun jadwal KRL yang berjalan pada hari ini adalah:

• Trainset I (loop 20)
– KA 1021 rute Depok 09:39 – Manggarai 10:15
– KA 1022 rute Manggarai 10:28 – Bogor 11:31
– KA 1299 rute Bogor 11:42 – Jakarta Kota: 13:11
– KA 1296 rute Jakarta Kota 13:24 – Depok 14:22

• Trainset II (loop 22)
– KA 1251 rute Depok 09:34 – Jakarta Kota 10:33
– KA 1248 rute Jakarta Kota 10:49 – Bogor 12:16
– KA 1027 rute Bogor 12:25 – Manggarai 13:28
– KA 1028 rute Manggarai 13:36 – Depok 14:12

Diketahui bahwa KRL ini menggunakan komponen produksi dalam negeri maupun luar negeri. Pada bagian sistem kelistrikan dan penggerak, KRL ini menggunakan komponen yang diproduksi oleh Toyo Denki Seizo. Sedangkan pada sistem pengereman, KRL ini menggunakan komponen yang diproduksi oleh Nabtesco

KRL seri iE305 atau CLI 225 ini memiliki formasi 12 unit kereta pada setiap rangkaian, dan kesemuanya berkedudukan di Depo KRL Depok. Bersama dengan KRL seri SFC120-V, iE305 beroperasi di Commuter Line Jabodetabek, utamanya di Commuter Line Bogor dan Commuter Line Cikarang.

Kedepannya berharap KRL buatan anak bangsa ini bisa terus melaju dan memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat khususnya Jabodetabek. Tentunya agar masyarakat bisa terus menggunakan transportasi umum seperti KRL dengan waktu yang efisien, tarif yang murah meriah dan dapat menempuh di tempat tujuan dengan aman dan nyaman.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Biar Tak Penasaran, Seberapa Awal Pilot Harus Tiba di Bandara?

Bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan udara, tentu diperlukan standar untuk waktu tiba di bandara, lantaran ada proses check-in, boarding pass, bagasi dan rangkaian pemeriksaan keamanan. Lantas bagaimana dengan pilot dan awak kabin?

Baca juga: Apakah Pilot dan Pramugari Harus Menjalani Pemeriksaan Ketat di Bandara Seperti Penumpang

Karena terkait dengan layanan dan rencana penerbangan, sudah barang tentu mereka mempunyai prosedur yang ketat untuk waktu jadwal ketibaan di bandara. Nah, yang menjadi pertanyaan, seperti apakah prosedur yang berlaku untuk awak pesawat? Maklum, tanpa kehadiran dan kesiapan pilot di bandara, maka tidak akan berlangsung penerbangan.

Seperti halnya penumpang, pilot harus mempertimbangkan kedatangan mereka tepat waktu di bandara. Dikutip dari Simpleflying.com, untuk pilot yang memulai perjalanan jarak pendek dari bandara asalnya, maka waktu yang diminta untuk check-in pilot biasanya antara 30 menit hingga satu jam sebelum jadwal keberangkatan.

Waktu tersebut dilakukan pilot untuk meninjau dokumen dan cuaca sebelum penerbangan, dan menyiapkan pesawat untuk keberangkatan. Beberapa maskapai mengizinkan pilot untuk check-in di perangkat seluler mereka, sementara perusahaan lain mewajibkan pilot untuk check-in di crew center.

Pilot dan kru jarak jauh internasional cenderung memiliki waktu masuk lebih awal. Tidak hanya ada lebih banyak informasi untuk dibahas selama diskusi pra-penerbangan, tetapi maskapai juga ingin melindungi pendapatan dan kinerja tepat waktu yang terkait dengan penerbangan jarak jauh.

Maskapai harus ‘memanggil’ pilot cadangan untuk menutupi jika salah satu anggota kru tidak dapat melakukan waktu check-in, dan maskapai penerbangan ingin memastikan bahwa slot kedatangan mereka yang berharga dipatuhi saat terbang ke tujuan yang jauh.

Poin tambahan yang perlu dipertimbangkan adalah beberapa pilot muncul di bandara tanpa mengetahui apakah mereka akan terbang hari itu. Pilot ini dikenal sebagai “reservists.” Pilot cadangan siap untuk melindungi ketika kolega mereka jatuh sakit, melaporkan bahwa mereka lelah, terjebak dalam lalu lintas yang buruk, atau miskoneksi dari penerbangan.

Baca juga: Apakah Pilot Pernah Bosan Melihat Keluar Jendela Selama Penerbangan Jarak Jauh?

Beberapa maskapai memiliki sejumlah pilot yang duduk di bandara, sementara yang lain memiliki pilot cadangan dalam waktu “panggilan” tertentu dari bandara (biasanya 2 jam adalah waktu tersingkat, tetapi bisa selama 18 jam).

Bikin Betah! Live Cooking Terus Berlanjut di KA Ini, Penumpang Serasa Nongkrong di Kafe

Live cooking. Ya, itulah penyebutan memasak secara langsung yang dilakukan koki saat di perjalanan kereta api (KA). Memang tak semuanya hidangan atau menu makanan yang dimasak secara langsung. Makanan di kereta yang kita ketahui biasanya lebih sering dipanaskan atau jika yang berkuah biasanya hanya ditambahkan air panas.

Sedikit mengenang jaman dimana setiap menu makanan di kereta api seluruhnya dimasak secara langsung. Tak hanya kereta kelas eksekutif, bahkan kelas bisnis maupun ekonomi pasti ada juru masak berada di kereta makan (restorasi). Ya, berbagai menu makanan yang tersedia pasti dimasak terlebih dahulu tentunya membuat penumpang merasa nikmat saat memakannya.

Namun beberapa tahun berikutnya, live cooking yang dilakukan di setiap kereta pun dihilangkan. Mengingat sempat terjadi insiden kebakaran saat aktivitas memasak yang membuat bagian interior kereta makan hampir 100 persen terbakar. Dari insiden tersebut, memasak secara langsung pun dihentikan dan diganti dengan pemanas makanan (oven).

Tapi mengingat permintaan penumpang ingin merasakan makanan yang benar-benar hangat, maka PT Kerera Api Indonesia Persero (KAI) mengabulkan permintaan tersebut. Layanan live cooking di KAI ini terus berlanjut di 2025, terutama di kereta eksekutif seperti Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Taksaka, dan Argo Wilis, menawarkan pengalaman memasak langsung hidangan seperti Nasi Goreng, Mie Godog, dan Selat Solo oleh koki profesional di kereta makan, yang bisa dipesan lewat aplikasi KAI Access atau WhatsApp.

Tentunya layanan ini dapat mengobati kerinduan para penikmat perjalanan kereta api serta memberikan pengalaman berkesan saat berkuliner. KAI pun terus melakukan inovasi salah satunya dengan memberikan customer experience berbeda. Selain waktu tempuh beberapa kereta api dibuat jauh lebih cepat, KAI terus memberikan pelayanan yang jauh lebih baik.

Dalam rangkaian KA-KA tersebut, di kereta makan KAI menghadirkan koki pilihan yang memasak secara langsung. Tentunya dengan menu makanan terpilih dan terbaik yang disediakan di kereta api. Enak, sudah pasti. Bahkan penumpang bisa merasakan kenyamanan di kereta makan serasa di kafe. Dengan ornamen khas yang membuat penumpang betah, akses Wifi yang diberikan pun semakin menambah pelayanan yang memuaskan.

Salah satu kuliner yang menjadi pilihan favorit pelanggan kereta api yaitu nasi goreng parahyangaan. Menu tersebut merupakan kuliner legendaris yang selalu dicari. Kondimen yang lengkap dan rasa khas menjadikan menu tersebut selalu ditanyakan saat pelanggan bepergian.

Menu lain yang tidak kalah favorit yaitu nasi ayam geprek dengan sensasi pedas menggoda dan train chicken yang disajikan dengan nasi ataupun kentang. Ada juga menu baru yang wajib dicoba yaitu nasi sei sapi.

Selain rasanya yang unik, pelanggan juga dapat menyaksikan langsung bagaimana kuliner tersebut diolah. Jadi pelanggan bisa menikmati pengalaman kuliner berbeda sambil menikmati pemandangan di kereta makan. Kira-kira sudah berapa kali, nih kalian menikmati makanan langsung dimasak dari koki berpengalaman di kereta api?

Bikin Kamu Ngeces, Ini Deretan Kuliner Mewah di Perjalanan Kereta Klasik

Boeing 737-400 A-7308 TNI AU eks Lion Air Tuntas Jalani Check D

Boeing 737-400 dengan nomor registrasi A-7308 dari Skadron Udara 17 berhasil menyelesaikan pemeliharaan berat Check D, yaitu program perawatan berkala tingkat tinggi yang memiliki interval delapan tahun. Pemeliharaan jenis ini merupakan tahapan paling komprehensif yang memastikan seluruh aspek struktur, sistem, dan kelayakan terbang pesawat berada dalam kondisi terbaik untuk mendukung tugas negara.

Pelaksanaan Check D terhadap pesawat dengan nomor registrasi A-7308 berlangsung selama enam bulan penuh di Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Para teknis melaksanakan tugasnya  secara teliti oleh teknisi berpengalaman, mulai dari pemeriksaan struktur pesawat secara menyeluruh, pembongkaran komponen vital, pengujian sistem avionik, hingga penilaian integritas rangka pesawat. Kompleksitas pekerjaan ini menjadi bukti kualitas profesionalisme Sathar 14 Depohar 10 dalam menjaga keandalan armada strategis TNI AU.

Usai pemeliharaan, A-7308 tampil dengan wajah baru. Pesawat yang sebelumnya berwarna putih kini berganti dengan livery abu-abu modern, selaras dengan standar pewarnaan pesawat Falcon 8X dan C-130J. Pada bagian tengah badan pesawat, terdapat aksen minimalis bernuansa merah putih yang menegaskan identitas kedirgantaraan Indonesia. Tampilan baru ini memberikan kesan tegas, elegan, sekaligus mencerminkan kesiapan pesawat dalam menjalankan misi kenegaraan.

Sebagai pesawat andalan Skadron Udara 17 yang bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma, B-737-400 A-7308 memegang peran penting dalam misi angkut VIP/VVIP. Pesawat ini kerap digunakan untuk mendukung mobilitas Presiden, Wakil Presiden, pejabat tinggi negara, serta berbagai kegiatan resmi pemerintahan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan rampungnya Check D, pesawat kembali siap memberikan dukungan transportasi udara yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Selain menjalankan misi VVIP, 737-400 TNI AU juga digunakan untuk mendukung pergeseran personel TNI dalam operasi tertentu serta pengangkutan logistik skala menengah. Fleksibilitas ini menjadikan pesawat sebagai aset strategis yang dapat diandalkan dalam berbagai kondisi, termasuk operasi gabungan antar matra.

Pesawat A-7308 juga memiliki peran signifikan dalam misi kemanusiaan. Dengan konfigurasi yang dapat disesuaikan, pesawat ini dapat dialihfungsikan untuk evakuasi, pengiriman bantuan bencana, maupun distribusi logistik darurat. Kemampuan ini membuatnya menjadi salah satu komponen penting dalam operasi tanggap darurat nasional yang membutuhkan mobilitas cepat dan kapasitas angkut besar.

“Pre-Flight Check”, Inilah Lima Inspeksi Wajib yang Dilakukan Sebelum Pesawat Lepas Landas

Untuk mendukung tugas-tugas tersebut, 737-400 telah menjalani modifikasi standar VIP/VVIP yang meliputi interior kabin khusus bagi pejabat negara, sistem komunikasi aman untuk kebutuhan pemerintahan, serta sejumlah fasilitas kenyamanan tambahan.

Dengan selesainya Check D dan seluruh modifikasi yang dipertahankan sesuai standar, pesawat A-7308 kini kembali siap mengemban berbagai misi penting TNI AU, mulai dari penerbangan kenegaraan, dukungan diplomasi, hingga operasi kemanusiaan skala nasional maupun internasional.

Boeing 737-400 dengan nomor registrasi A-7308 didatangkan lewat program hibah, persisnya pesawat ini berasal dari hibah (donasi) dari Lion Air Group pada tahun 2016. Sebelum beralih menjadi aset TNI AU, pesawat ini diketahui menggunakan kode registrasi sipil, PK-LIW.

Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato (DIL): Gerbang Utama Timor Leste

Terletak di jantung ibu kota, Bandar Udara (Bandara) Internasional Presidente Nicolau Lobato (DIL) di Dili bukan sekadar fasilitas transportasi; ia adalah simbol kedaulatan dan saksi bisu dari seluruh fase sejarah Timor Leste. Bandara ini menjadi gerbang udara terbesar dan paling krusial bagi negara yang baru merdeka ini.

Sejarah bandara ini mencerminkan pergolakan politik negara. Selama periode integrasi dengan Indonesia, bandara ini dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Comoro.

Selama kurang lebih 24 tahun, Comoro adalah jalur udara utama, melayani penerbangan domestik maupun internasional terbatas, dengan koneksi vital ke berbagai kota di Indonesia, terutama Denpasar (Bali). Hubungan ini menjadi sangat krusial, baik untuk administrasi, perdagangan, maupun pergerakan warga.

Namun, setelah restorasi kemerdekaan pada tahun 2002, bandara ini dinobatkan ulang dengan nama Presidente Nicolau Lobato, untuk menghormati pahlawan kemerdekaan yang gigih. Pergantian nama ini menandai babak baru, di mana bandara ini bertransformasi menjadi gerbang resmi Republik Demokratik Timor Leste ke dunia global.

Qantas Buka Penerbangan Internasional Terpendek ke Dili Timor Leste

Keterkaitan bandara ini dengan Indonesia tetap menjadi poin penting. Bahkan hingga hari ini, rute Dili–Denpasar adalah salah satu rute internasional tersibuk yang menghubungkan Timor Leste ke jaringan maskapai global melalui hub Bali. Maskapai Indonesia, seperti Citilink dan Sriwijaya Air, serta maskapai pendahulu, telah lama menjadi tulang punggung konektivitas Dili. Selama masa krisis dan transisi, bandara ini juga memainkan peran logistik kunci untuk bantuan dan pasukan penjaga perdamaian.

Meskipun menyandang predikat “Internasional,” Bandara DIL tergolong kecil dibandingkan standar regional. Landasan pacunya memiliki panjang sekitar 1.850 meter, sebuah batasan signifikan. Panjang ini cukup ideal untuk pesawat jet berbadan sempit (narrow-body) populer seperti Boeing 737 dan Airbus A320 yang melayani rute regional (Darwin, Denpasar, Singapura).

Namun, batasan ini berarti DIL tidak dapat menampung pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk penerbangan jarak jauh. Hal ini memaksa Timor Leste untuk bergantung pada penerbangan transit melalui negara tetangga, membatasi potensi pariwisata dan logistik kargo langsung. Saat ini, layanan utamanya adalah rute internasional ke Darwin, Denpasar, dan Singapura, dengan penerbangan domestik terbatas ke Oecusse dan Baucau.

Pemerintah Timor Leste mengakui bahwa Bandara DIL adalah kunci pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, prioritas pembangunan saat ini adalah memperpanjang landasan pacu. Perpanjangan ini akan membuka peluang rute langsung dari Asia Timur dan Australia bagian timur, yang secara dramatis dapat meningkatkan sektor pariwisata dan perdagangan, serta memperkuat posisi Dili sebagai simpul penting di kepulauan Asia Tenggara.

Pada akhirnya, Bandar Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato adalah cerminan dari Timor Leste itu sendiri: kecil namun bersemangat, dengan sejarah yang kompleks, dan dipenuhi visi besar untuk masa depan.

Mulai 24 Agustus 2022, Batik Air Buka Penerbangan Denpasar – Dili Timor Leste

Terbantu! Jasa Perjalanan Wisata Bakal Hadir Untuk Wisatawan KA Jaka Lalana

Masih perbincangan hangat soal Kereta Api (KA) Wisata Jaka Lalana yang segera hadir rute Jakarta (Gambir) – Cianjur pp. Masyarakat dibuat antusias dengan hadirnya KA tersebut karena menawarkan fasilitas kenyamanan saat diperjalanan apalagi jalur yang dilalui merupakan jalur kereta api tertua rute Jakarta – Bandung.

Ya, sempat terjadi pembatalan perjalanan KA Jaka Lalana pada 14 Desember kemarin karena pihak dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memfokuskan penanganan jalur kereta yang terdampak sampai tuntas dilakukan, dan setelahnya baru direncanakan kembali pengoperasian KA Wisata Jaka Lalana yang sudah dilakukan uji coba membawa lima rangkaian sampai Stasiun Cianjur.

Sehingga pihaknya memastikan KA Wisata Jaka Lalana sudah layak beroperasi dengan lima rangkaian yang rencananya akan beroperasi awal dengan jadwal saat akhir pekan, disesuaikan permintaan akan dilakukan evaluasi untuk dijadwalkan setiap hari.

Belum sempat beroperasi, ternyata banyak dari agen travel wisata perjalanan di Kota Cianjur sudah menawarkan beberapa paket untuk wisatawan yang menggunakan KA Jaka Lalana. Menurut kabar dari berbagai sumber, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia menyiapkan sejumlah paket wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur Reza Addairobi di Cianjur, Minggu, mengatakan kerjasama juga dilakukan dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur guna menawarkan paket perjalanan wisata bagi wisatawan yang berlibur ke Cianjur.

Pemerintah daerah merasa terbantu dengan beroperasinya KA Jaka Lalana karena dapat mengenalkan atau mempromosikan berbagai destinasi wisata penunjang mulai dari Gunung Padang, air terjun atau Curug Cikondang dan destinasi wisata penunjang lainnya ketika turun di Stasiun Lampegan.

Termasuk destinasi wisata di tengah kota Cianjur seperti Bumi Ageung, Taman Alun-alun Cianjur, Bomero Citywalk yang terletak hanya beberapa ratus meter dari Stasiun Cianjur, dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang datang.

Masih belum diketahui pasti kapan KA Jaka Lalana ini akan dioperasikan. Tapi beberapa informasi mengatakan bahwa KA Jaka Lalana rencana akan diluncurkan pada Kamis, 18 Desember 2025. untuk sementara kereta wisata ini hanya beroperasi pada akhir pekan, tetapi jika peminatnya tinggi maka akan beroperasi setiap hari.

Sejak diwacanakannya kereta wisata tersebut, Pemkab langsung berkomunikasi dengan berbagai jasa wisata untuk membuat beberapa paket. Termasuk KA yang berhenti di Stasiun Lampegan, nantinya bisa berkunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang dan Curug Cikondang. Sedangkan di wilayah perkotaan rencananya dilakukan wisata ke Bumi Ageung, Alun-alun, Bojongmeron Citiwalk, dan Kampung Pandangwangi.

Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

Ellen Church, Pramugari Pertama di Dunia yang Juga Punya Lisensi Pilot

Pernah terpikir oleh Anda siapakah yang menjadi pramugari pertama dalam penerbangan? Bila Anda pernah memikirkannya, pada tahun 1930 silam, seorang wanita muda yang menjadi seorang perawat adalah pramugari pertama diperusahaan Boeing Air Transport.

Baca juga: Ternyata, Boeing dan United Airlines Dulu Adalah Satu Perusahaan, Lho!

Untuk mengenal lebih lanjut pramugari pertama dunia ini, KabarPenumpang.com sudah merangkum dari worldhistory.us. Bernama Ellen Churh, pramugari yang awalnya ingin menjadi seorang pilot maskapai komersial.

Lahir di Iowa sebuah pertanian dekat Cresco, Ellen lahir pada 22 September 1904. Awalnya sebelum menjadi seorang pramugari, ternyata Ellen terpesona dengan pesawat terbang yang dilihatnya semasa kecil.

Bahkan dia punya impian tidak menjadi seorang istri petani karena dirinya menginginkan kehidupan yang penuh petualangan. Kemudian dia memulai karirnya dengan menempuh pendidikan di University of Minnesota dan mendapat gelar keperawatan tahun 1926.

Ellen sendiri sempat bekerja menjadi pengajar perawat di salah satu rumah sakit di Prancis. Kemudian dirinya mengambil pelajaran terbang hingga menjadi seorang pilot yang memiliki lisensi terbang.

Namun sayangnya dia tahu bahwa sebagai seorang perempuan akan sulit mendapat pekerjaan sebagai pilot. Selain dari eksploitasi perempuan, penerbangan komersial di masa itu masih di dominasi oleh laki-laki.

Akhirnya Ellen kemudian menuju ke San Francisco dimana kantor Boeing Air Transport (BAT) pada Februari 1930 untuk menjadi bagian dari industri penerbangan komersial baru. Pada musim dingin itu dia bertemu dengan manajer Steve Stimpson dan mendiskusikan tentang idenya.

Bahkan bisa dikatakan pada tahun itu, kebanyak orang masih takut terbang karena banyaknya kecelakaan terjadi. Apalagi pesawat komersial di kala itu terbang dengan ketinggian rendah daripada saat ini yakni hanya sekitar enam ribu kaki bila dibandingkan saat ini yang 35 ribu kaki.

Hal ini berarti pesawat mengudara melalui cuaca buruk dan banyak penumpang yang mabuk udara. Ellen yang memiliki pikiran panjang kemudian melontarkan kemungkinan perawat wanita yang bisa merawat penumpang lebih baik, apalagi bagi mereka yang sering sakit dan takut dengan perjalanan pesawat.

Stimpson awalanya hanya memberikan pernyataan Ellen kepada atasannya dan awalnya hal itu di tolak. Namun kemudian pihak BAT berubah pikiran dan setuju untuk masa percobaan tiga bulan. Hal ini kemudian membuat Stimpson dan Ellen menyaring pelamar hingga pada akhir musim semi di tahun itu ada delapan pramugari dengan salah satunya Ellen sebagai keberhasilan yang menggembirakan dan semakin banyak wanita yang bekerja sebagai pramugari.

Setelahnya BAT bergabung dengan dua perusahaan kecil dan membentuk United Airlines dimana Ellen mengudara bersama maskapai tersebut dari Oakland menuju Chicago. Sayangnya karir pramugari pertama ini tidak lama hanya 18 bulan.

Baca juga: Capai Usia 102 Tahun, Delta Airlines Rayakan Ulang Tahun Pramugari Pertamanya!

Ini dikarenakan Ellen mengalami kecelakaan mobil dan meski begitu dirinya memiliki karir yang terkenal sebagai perawat dalam Perang Dunia II. Dia bertugas sebagai perawat penerbangan di Korps Perawat Angkatan Darat, dan mendapatkan medali udara. Dia meninggal dalam kecelakaan menunggang kuda yang tragis pada tahun 1965.

Lemah Abang – Cibarusah: Kisah Jalur Kereta Lori Dogong yang Hampir Terlupakan

Disinggahi hanya dua kereta yakni kereta barang dan kereta Commuter Line Walahar (Cikarang – Purwakarta pp.), Lemah Abang merupakan stasiun kecil yang berada masih di Kabupaten Bekasi. Stasiun ini memiliki area peron yang unik yaitu dipisahkan oleh pintu perlintasan jalan raya yang menghubungkan dari Jalan Raya Panturan menuju Jalan Raya Lemah Abang.

Disamping itu Stasiun Lemah Abang sangat ramai kereta api yang lalu lalang dengan kecepatan maksimal. Maklum, jalur kereta api yang melewati stasiun ini merupakan jalur utama dari Jakarta menuju ke kota-kota besar di Pulau Jawa maupun sebaliknya. Meskipun terlihat kecil, namun sejarah membuktikan bahwa Stasiun Lembah Abang memiliki jalur cabang yang tak semua orang mengetahuinya.

Memang tak terlihat lebih jelas bekas jalurnya mengarah kemana apalagi bekas rel yang tersisa pun tidak ada sama sekali. Tapi informasi dari berbagai sumber mengatakan bahwa dari Stasiun Lemah Abang dulunya memang ada jalur kereta api yang menghubungkan hingga ke kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Pembangunan rel kerata api yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda bersama perusahaan Beos (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij atau Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), itu tidak terlepas dari kebijakan politik liberal yang memperbolehkan masuknya penanaman modal asing ke Hindia Belanda.

Berbondong-bondonglah para pengusaha untuk menginvestasikan modalnya ke sejumlah daerah, termasuk Bekasi, Tambun, Cikarang, Lemah Abang, Kedunggedeh, Cibarusah, dan Karawang.

Memang pada masa itu, sudah ada jalan raya yang menghubungkan Lemah Abang dengan Bogor dan Cianjur melalui Cibarusah. Namun, kondisinya amat menyedihkan sebagai akibat adanya tanah partikelir (partuculiere landerijen), Tuan-tuan tanah tidak membuat jalan yang baik, selain yang diperlukan langsung untuk kepentingannya.

Tentu saja mereka tidak mau mengaspal Jalan Lemah Abang-Cibarusah sepanjang 30 kilometer itu. Alasannya, selain biayanya amat mahal, juga lebih menguntungkan penduduk pribumi ketimbang perusahaannya. Solusinya, tuan tanah membangun rel kereta api Lemah Abang-Cibarusah. Dengan begitu, rel hanya bisa digunakan untuk mengirim hasil panen perusahannya.

Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Rel kereta api yang dibangun untuk kepentingan pengiriman hasil panen saja. Tuan tanah Cibarusah hanya mengandalkan Stasiun Lemah Abang dan satu stasiun yang dibuatnya di Cibarusah. Mereka tidak membangun stasiun atau halte untuk masyarakat umum.

Karena itu, tuan tanah tidak menggunakan lokomotif besar, melainkan ukuran kecil. Selain itu ada pula gerbong/gerobak segi empat ukuran sekitar 2×2 meter, memiliki roda kereta namun tak berlokomotif. Cara mengoperasikannya, kereta yang berada di atas rel, didorong oleh penumpangnya sambil berlari. Bila gerobak sudah melaju, penumpangnya nomplok atau meloncat ke atas gerobak yang tengah melaju kencang. Penduduk sekitar menyebutnya sebagai lori atau dogong.

Untuk lintasan rel, bahwa rel kereta dogong sama seperti rel kereta api pada umumnya. Memiliki bantalan rel dari besi, balok-balok kayu serta dibagian tengahnya koral. Dari Cibarusah sampai Lemahabang, rel kereta dogong tersebut berjarak 10-40 meter, posisi disebelah kiri dari jalan raya utama.

Rel kereta dogong yang berada di sisi kiri mulai menyebrangi jalan raya utama ke sebelah kanan di kawasan Simpangan Lemahabang (sekarang kompleks RS. Annisa). Sementara itu dari wilayah Jonggol sampai Cibarusah, rel kereta dogong menyeberangi Sungai Cipatujah dan setelah itu melintasi tengah persawahan sebelah Sungai Cikompeni.

PT. Pupuk Kujang di Pojok Salak Jonggol
bekas Kongsi Belanda dan stasiun awal kereta Dogong. (Foto: Dok. Istimewa)

Menurut laman artikel dari Cibarusah Center mengatakan bahwa terdapat 3 stasiun yang berada di sepanjang jalur dogong ini, sebagai berikut:

• Stasiun pertama kereta dogong berada di Kongsi Belanda yang berlokasi di Pojok Salak Kecamatan Jonggol Bogor (sekarang gedung PT. Pupuk Kujang). Stasiun ini juga berfungsi sebagai gudang penampungan padi-padi sebelum diangkut.

• Stasiun kedua berada di Kongsi Belanda yang berlokasi di Cibarusah (sekarang pasar Cibarusah). Stasiun Cibarusah ini merupakan stasiun transit kereta dogong. Di stasiun ini biasanya dimanfaatkan oleh para pendorong untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lemahabang.

• Stasiun ketiga kereta dogong sebagai stasiun terakhir berada di Lemahabang (sekarang BAPELKES, seberang stasiun Lemahabang). Di stasiun ini juga padi-padi yang diangkut dari Jonggol dan Cibarusah diproduksi di pabrik penggilingan padi milik pemerintah Belanda yang bernama PT. ARNOLD.

Saat ini, lintasan kereta dogong sudah habis tak berbekas. Berdasarkan penelusuran penulis, besi-besi yang menjadi bantalan kereta dogong sudah tidak ada. Hanya tinggal bekas pematang sawah berukuran besar yang dulu merupakan lintasan rel, itupun terdapat dibeberapa titik lokasi di wilayah Jonggol, Cibarusah dan Serangbaru saja. Sisanya dari wilayah Serangbaru sampai Lemahabang sudah beralih fungsi menjadi permukiman dan industri.

Masa Lalu Stasiun Bekasi, Sempat Berstatus Sebagai Halte Besar

Bukan 14 Desember KA Wisata Jaka Lalana Diluncurkan, Tapi Diundur Jadi Tanggal Segini

Suksesnya PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) melakukan uji coba dinamis kereta wisata mewah Heritage Class bernama Jaka Lalana dengan rute Gambir, Manggarai, Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur pada Rabu (10/12). Dalam uji coba tersebut, rangkaian kereta terdiri dari dua kereta heritage, kereta makan, kereta pembangkit, serta dua kereta kelas eksekutif.

Dua Kereta Heritage Class yang diuji membawa nomor IW-38221 dan IW-38222, menampilkan desain glossy dengan warna dominan hijau emerald dan krem berpadu ornamen emas. Interiornya didominasi hijau emerald dan cokelat hangat, dilengkapi bangku konfigurasi dua-dua di sisi kanan dan kiri.

Dinding kereta dibalut ornamen kayu cokelat dengan sentuhan emas, diterangi lampu tempel gaya klasik, serta gorden senada di tiap jendela. Kereta mewah ini menawarkan pengalaman perjalanan bernuansa heritage dengan kenyamanan premium, menyusuri jalur selatan yang asri dan bersejarah.

Namun, kabar yang sudah beredar bahwa peluncuran perdana KA Wisata Jaka Lalana akan dilakukan pada 14 Desember kemarin. Tapi hal tersebut tidak jadi dilakukan. Menurut Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyampaikan kabar terbaru terkait peluncuran kereta wisata Jaka Lalana. Ia memastikan agenda peresmian yang semula dijadwalkan pada Minggu, 14 Desember 2025, resmi diundur.

Informasi itu diterimanya langsung dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, hasil berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk stasiun. Peluncuran yamg semula dilakukan pada 14 Desember 2025 akan diundur menjadi tanggal 18 Desember 2025.

Penundaan ini juga menjadi kabar baru bagi publik, mengingat sebelumnya Jaka Lalana disebut tinggal selangkah lagi meluncur di jalur rel. Kereta wisata berkonsep heritage itu digadang-gadang akan membuka pengalaman baru menyusuri lanskap eksotis Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur.

Selain itu nantinya Jaka Lalana akan menempuh waktu sekitar 4 jam 45 menit dari Stasiun Gambir ke Stasiun Cianjur dan sebaliknya. Kereta melewati 17 stasiun melalui rute: Gambir – Manggarai – Cawang – Pasar Minggu – Depok – Citayam – Bogor – Bogor Paledang – Cicurug – Cibadak – Cisaat – Sukabumi – Gandasoli – Cireungas – Lampegan – Cibeber – Cianjur.

Hadirnya Kereta Jaka Lalana diharapkan meningkatkan sektor pariwisata Jawa Barat, terutama Sukabumi dan Cianjur. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyambut baik layanan baru ini dan menyebutnya sebagai motor penggerak baru untuk meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian daerah.

Begini Penampakan KA Wisata Jaka Lalana Saat Lakukan Uji Coba

Jam Malam di Landasan Pacu: Kisah Bandara Internasional yang ‘Terpaksa Tidur’ di Malam Hari

Meskipun bandara internasional sering digambarkan sebagai gerbang dunia yang tak pernah berhenti berdenyut, pada kenyataannya, banyak hub penerbangan terbesar di dunia terpaksa menutup sementara operasinya di malam hari. Keputusan ini, yang dikenal sebagai penerapan jam malam (curfew), didorong oleh konflik antara kebutuhan operasional maskapai dan hak masyarakat sekitar untuk mendapatkan lingkungan yang damai dan bebas polusi suara.

Di Eropa, Bandara Internasional Frankfurt (FRA) di Jerman menjadi salah satu contoh paling ekstrem dalam hal pembatasan operasional malam hari. Sebagai salah satu hub tersibuk di benua tersebut, Frankfurt dikenal memiliki larangan lepas landas dan pendaratan yang sangat ketat. Larangan ini umumnya berlaku antara pukul sebelas malam hingga pukul lima pagi.

Senyapnya Langit Dini Hari: Mengapa Bandara Internasional Jarang Beroperasi Penuh 24 Jam

Pembatasan ini adalah hasil dari litigasi dan tekanan komunitas yang panjang, menjadikan Frankfurt tolok ukur regulasi kebisingan di Eropa, dan memaksa maskapai merancang ulang jadwal penerbangan mereka agar tidak melanggar jendela sunyi ini.

Tidak jauh berbeda, London Heathrow (LHR), salah satu bandara tersibuk di dunia dan pintu gerbang utama Inggris, juga menerapkan jam malam yang ketat. Meskipun volume lalu lintas udara di LHR sangat padat sepanjang hari, mereka harus mematuhi aturan yang melarang sebagian besar pergerakan pesawat antara pukul 23:30 hingga 06:00. Aturan di Heathrow sangat ketat, bahkan menetapkan kuota khusus untuk pergerakan pesawat yang menghasilkan kebisingan rendah pada jam-jam transisi.

Sementara itu, di Pasifik, Bandara Sydney (SYD) di Australia menerapkan undang-undang jam malam yang mungkin termasuk yang paling ketat dan paling lama di dunia. Sydney diatur oleh undang-undang federal yang melarang pergerakan jet komersial besar antara pukul 23:00 hingga 06:00.

Mengenal Tower ATC Bandara Sydney, Salah Satu Tower ATC Paling Unik di Dunia

Undang-undang ini dibuat untuk melindungi penduduk kota dari kebisingan jet dan hanya mengizinkan sejumlah kecil pergerakan kargo khusus atau penerbangan kritis dengan slot yang dikontrol ketat. Hal ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah Australia terhadap kualitas hidup warganya, meskipun konsekuensinya adalah hilangnya potensi pendapatan bandara pada jam-jam tersebut.

Bahkan di Asia, di mana bandara dikenal lebih fleksibel, pembatasan tetap ada. Bandara Internasional Narita (NRT) di Jepang, meskipun tidak sekeras jam malam di Sydney, memiliki batasan operasional yang umumnya mengakhiri penerbangan sekitar tengah malam. Pembatasan ini telah diperlonggar dari waktu ke waktu, tetapi tetap menunjukkan adanya kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan lalu lintas dengan ketenangan bagi komunitas di sekitar bandara.

Bagaimana dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Indonesia? Secara teknis, CGK tidak memiliki jam malam resmi yang melarang total penerbangan komersial, menjadikannya bandara yang beroperasi 24 jam. Namun, meskipun landasan pacu secara fisik terbuka, lalu lintas penerbangan komersial sangat minim antara pukul 01:00 hingga 04:00 dini hari.

Minimnya aktivitas ini bukan karena regulasi kebisingan yang ketat, melainkan lebih didorong oleh efisiensi operasional dan permintaan pasar. Maskapai cenderung menghindari slot penerbangan di waktu tersebut karena rendahnya jumlah penumpang domestik dan untuk meminimalkan biaya shift malam. Selain itu, pada jam-jam sepi ini, otoritas bandara sering menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan perawatan penting pada landasan pacu dan infrastruktur penting lainnya dengan gangguan minimal.

Secara kolektif, bandara-bandara ini membuktikan bahwa operasional 24 jam bukanlah norma universal. Keputusan untuk menutup sebagian atau seluruh operasi malam hari adalah hasil dari kompromi yang sulit antara kepentingan ekonomi global, tuntutan efisiensi, dan kesejahteraan lingkungan serta kesehatan masyarakat yang tinggal berdekatan dengan landasan pacu.

Troli Canggih Kini Buat Operasional Bandara Hemat 100 Persen, Ini Rahasianya