Qatar Airways Buat Kejutan, Hadirkan Airbus A321neo dalam konfigurasi Kelas Ekonomi 236 Kursi

Qatar Airways telah mengonfirmasi akan mengoperasikan pesawat Airbus A321neo dalam konfigurasi kelas ekonomi. Maskapai penerbangan nasional Qatar ini telah mengakuisisi tiga pesawat jenis ini yang dilengkapi kabin yang relatif padat dengan 236 kursi kelas ekonomi.

Langkah ini mengejutkan kalangan industri, mengingat Qatar Airways secara tradisional dikenal fokus melayani segmen pasar premium.

Dalam tanggapan tertulis, Qatar Airways mengonfirmasi bahwa keputusan untuk mengoperasikan sebagian kecil armada dengan kabin ekonomi disebabkan oleh permintaan kelas ekonomi yang kuat dan terus meningkat pada rute-rute tertentu.

Beberapa media telah menunjukkan bahwa, mulai Oktober 2025 hingga Januari 2026, ketiga pesawat ini akan secara bertahap dilantik ke dalam armada dan dikerahkan ke rute yang menghubungkan Bandara Internasional Hamad (DOH) Doha ke Madinah (MED) di Arab Saudi, Multan (MUX), Sialkot (SKT) dan Peshawar (PEW) di Pakistan, Sharjah (SHJ) di Uni Emirat Arab, dan Tbilisi (TBS) di Georgia.

Qatar Airways juga telah mengonfirmasi bahwa tiga pesawat A321neo pertama yang dilengkapi kabin kelas ekonomi ini bukan bagian dari pesanan 50 pesawat yang telah dibuat maskapai tersebut dengan Airbus.

Maskapai Qatar pertama kali memesan 50 pesawat keluarga A320neo pada tahun 2011. Pesanan tersebut kemudian dikonfirmasi ulang pada tahun 2017, tetapi ditingkatkan ke tipe A321neo yang lebih besar.

Hingga September 2025, Qatar Airways masih menunggu pengiriman 50 unit A321neo tersebut dari Airbus, yang dalam hal ini akan dilengkapi dengan kabin kelas bisnis. Pengiriman terkait pesanan luar biasa ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026.

Makin Panas, Airbus Tuntut Qatar Airways Rp3,1 Triliun Gegara Batal Beli Dua Pesawat A350

Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93

11 September 2001 akan menjadi tanggal yang tidak akan dilupakan oleh warga Amerika Serikat dan pemerhati jagad dirgantara. Ya, 24 tahun yang lalu, total ada empat pesawat (dua milik maskapai United Airlines dan sisanya milik maskapai American Airlines) yang menjadi objek pembajakan 19 teroris al-Qaeda. Momen teror terkelam ini menewaskan 2.996 korban jiwa dan lebih dari 6.000 orang lainnya menderita luka-luka.

Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Tak lekang dari ingatan, bagaimana dahsyat dan masifnya aksi terorisme ini, dimana pesawat Boeing 767-223ER yang dioperasikan oleh American Airlines Flight 11 menabrak Menara Utara World Trade Center pada pukul 08.46 waktu setempat. Lalu pada pukul 09.03 waktu setempat, pesawat Boeing 767-222 yang dioperasikan oleh maskapai United Airlines Flight 175 menabrak Menara Selatan World Trade Center. Keseluruhan penumpang, awak kabin, dan teroris yang melakukan aksi sadis ini meninggal seketika.

Tidak berhenti sampai di situ, masih ada dua pesawat lagi; Boeing 757-223 yang dioperasikan oleh maskapai American Airlines flight 77 menabrak ke Pentagon dan menewaskan 64 orang yang ada di dalam pesawat (termasuk awak pesawat, penumpang, dan teroris) serta 125 karyawan di Pentagon.

Lalu yang terakhir, mungkin ini yang cukup menarik perhatian publik dunia, dimana pesawat berjenis Boeing 757-222 yang dioperasikan oleh United Airlines Flight 93 dikabarkan akan menabrak U.S. Capitol Building. Namun seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ‘keberanian’ penumpang yang ada di dalam kabin untuk memberikan informasi dan melakukan perlawanan kepada pembajak inilah yang pada akhirnya menjadi poin menarik untuk dibahas.

Perlawanan penumpang ini berawal ketika pesawat tengah mengudara dan terdengar notifikasi dari dalam kabin yang menyebutkan bahwa adanya bom di dalam United Airlines Flight 93. Mendengar hal tersebut, para penumpang langsung berusaha untuk mengontak keluarga atau rekanan mereka yang ada di darat dan mencari tahu apa yang terjadi – tidak lagi perduli dengan aturan yang melarang penumpang mengaktifkan ponsel mereka ketika tengah mengudara.

Dari info yang diperoleh oleh penumpang, mereka sadar bahwa mereka pun menjadi korban pembajakan oleh teroris – menyusul tiga insiden penabrakan sebelumnya. Para penumpang pun langsung berupaya untuk mengambil alih penerbangan tersebut dengan merangsek masuk ke ruang kokpit. Kendati mereka berhasil melumpuhkan teroris, namun tetap saja ajal tak bisa terhindarkan.

Baca Juga: Minta Tebusan Rp20Juta dan Parasut, Inilah Kronologi Pembajakan Pesawat Pertama di Indonesia

United Airlines Flight 93 jatuh di dekat Diamond T. Mine, sebuah tambang batu bara yang terletak di Stonycreek Township, Somerset County, Pennsylvania dan menewaskan keseluruhan 44 orang yang berada di dalam penerbangan nahas tersebut.

Keberanian para penumpang di dalam penerbangan ini membuat U.S. Capitol Building atau yang lebih akrab disebut Gedung Parlemen ini tetap aman dari hantaman pesawat. Guna mengenang keberanian para penumpang United Airlines Flight 93, sebuah memorial park didirikan oleh pemerintah setempat setahun berselang pasca kejadian. Lokasinya pun berdekatan dengan koordinat United Airlines Flight 93 jatuh.

Hingga saat ini, memorial park tersebut masih ramai didatangi oleh pengunjung guna mengenang kejadian Black September ini.

 

Stasiun Tertua di Banten, Sebentar Lagi Akan Miliki Stasiun dengan Bangunan Paling Megah

Ramainya masyarakat gunakan stasiun ini seakan menjadi titik utama dari Provinsi Banten menuju kawasan Jabodetabek. Bagaimana tidak, stasiun ini memang menjadi satu-satunya lokasi transit paling strategis bagi warga sekitar maupun warga yang datang dari pulau seberang (Sumatera) yang gunakan kereta api sebagai salah satu transportasi murah dan praktis.

Ya, Stasiun Rangkasbitung inilah menjadi stasiun dengan lokasi paling strategis di kawasan pusat keramaian dan pasar tradisional. Sedari awal Stasiun Rangkasbitung ini dibangun, masyarakat sangat bergantung dengan keberadaannya untuk menuju ke kawasan Jabodetabek. Mayoritas pedagang maupun petani di stasiun ini pun masih sangat kental dengan kehadiran mereka. Tak heran diketahui wilayah Banten masih sangat bergantung pada hasil panen yang mereka tanam sendiri.

Stasiun Rangkasbitung.

Mengingat dengan volume penumpang di Stasiun Rangkasbitung semakin banyak, sedangkan area stasiun yang minim akan ruang tunggu yang disediakan, maka dari itu stasiun ini akan dibuat lebih megah lagi untuk menampung penumpang yang menunggu kereta api. Stasiun yang berada di ketinggian +22 meter dibangun tahun 1890-an, saat ini memiliki 8 jalur kereta api dan semuanya tentu saja aktif. Selain 8 jalur, ada pula jalur simpan untuk rangkaian cadangan atau darurat.

Stasiun Rangkasbitung sedang dibangun gedung baru yang berada di sebelah barat gedung lama. Gedung baru Stasiun Rangkasbitung yang sedang dibangun ini mempunyai dua lantai. Ada tangga penghubung juga yang dibangun dari gedung lama cagar budaya ke gedung baru ini.

Pada bulan September ini pembangunan gedung baru masih terus berlanjut dan terus dikerjakan hingga target tahun depan pun tercapai. Bagian pinggir dari gedung baru tersebut masih diberi pita atau garis keamanan yang disebut juga safety line. Garis keamanan terus dipasang agar penumpang yang melintas tetap aman diluar jangkauan area pekerja.

Terlihat juga pembangunan di sisi kanan dan kiri rel kereta api. Tempat penumpang menunggu kereta api juga masih dalam pembangunan. Meskipun pembangunan gedung baru masih berlanjut, tetapi penumpang selalu ramai memadati stasiun ini. Tak hanya adanya garis pembatas yang dipasang agar kenyamanan penumpang terjaga, namun petugas keamanan di stasiun pun terus memandu jalannya penumpang serta arahan yang membuat penumpang makin aman.

Petugas keamanan terlihat dan tersebar di bagian vital stasiun seperti ruang tunggu, area boarding serta penyeberangan rel kereta. Namun meski begitu, CCTV tetap memantau di setiap sudut stasiun untuk memudahkan para petugas melihat dari monitor di ruang penjaga keamanan.

Banyaknya penumpang di stasiun ini adalah penumpang kereta api yang membawa berbagai barang bawaan mereka. Maka dari itu dari pihak PT KAI Commuter menghimbau untuk selalu menjaga dan memperhatikan barang bawaannya, jangan sampai tertukar, berpindah tangan, dipindahkan, apalagi terbawa oleh penumpang lain.

Stasiun Angke, Sempat Miliki Kanopi Hingga Gerbang Awal Menuju Kawasan Batavia

Punya Parkir Khusus Bus Pariwisata, Terminal Giwangan Jadi yang Terbesar di Yogyakarta

Baru-baru ini, Terminal Giwangan akan dipoles menjadi tempat parkir khusus. Parkiran tersebut untuk digunakan bagi para pengusaha bus pariwisata memarkirkan ndaraan mereka.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan kendaraan atau shuttle bus bagi penumpang bus pariwisata.

“Nanti sebagian bus-bus sesuai kemampuan akan kami masukkan di Terminal Giwangan. Nanti yang ke Malioboro, Titik Nol dan kota itu pakai bus shuttle,” kata Hasto yang dikutip dari berbagai laman sumber.

Adapun penataan area parkir tersebut di Terminal Giwangan, adalah bagian dari upaya menghidupkan Jogja di sisi selatan.

“Jadi, niat untuk menghidupan selatan ini kami wujudkan dengan tindakan nyata meskipun anggaran tidak besar,” ujarnya.

Hasto menilai bahwa sisi selatan Yogyakarta sendiri memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Adapun potensi pariwisata yang berada di sisi selatan yakni Kawasan Cagar Budaya Kotagede dengan kerajinan perkan dan Taman Budaya Embung Giwangan.

Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto menyebut total area parkir dan kios yang akan dikerjakan sekitar 3.500 meter persegi.

“Pekerjaan meliputi perbaikan saluran drainase, perbaikan kios, dan perbaikan jalan atau paving yang rencananya akan jadi TKP giwangan,” katanya.

Penyempurnaan parkir Terminal Giwangan tersebut menggunakan APBD Kota Yogyakarta 2025 dengan pagu sekitar Rp 2,8 miliar.

Termonal Giwangan sendiri letaknya berada di Jalan Imogiri Timur Km 6, Kelurahan Giwangan, Umbulharjo. Berada diantara Yogyakarta dan Bantul, Terminal Giwangan hadir untuk menggantikan Terminal Umbulharjo.

Terminal Giwangan merupakan terminal tipe A terbesar di Indonesia yang merupakan tempat singgah bus dari seluruh kota besar di Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Terminal ini diresmikan pada tanggal 10 Oktober 2004.

Adapun rata-rata jumlah penumpang yang dilayani sarana itu berkisar 20 ribu per hari sedangkan jumlah bus yang melaluinya, berdatangan maupun bertujuan ke provinsi lain, mencapai 850 buah. Untuk diketahui, selain Terminal Giwangan, adalagi Terminal Jombor dan Condongcatur.

Trans Jogja, Bus Rapid Transit Tanpa Separator Asli Kota Gudeg

Mau ke Bali dengan Biaya Terjangkau? Ada Tiga Pilihan Perjalanan Naik Kereta Murah, Segini Tarifnya

Perjalanan menuju Bali tak melulu gunakan jalur penerbangan dengan tarif yang lumayan menguras uang. Memang benar, menggunakan pesawat terbang dari kota di Pulau Jawa menuju Pulau Bali selain hemat waktu, jadwal perjalanan pun banyak pilihannya dan tak perlu transit. Namun bagaimana jika menggunakan kereta api dati Jakarta atau dari kota lainnya menuju Bali dengan harga yang sangat murah? Tentu tak mustahil.

Berbagai alternatif kereta api menuju destinasi penyeberangan menuju Bali sudah banyak yang dirasakan oleh masyarakat. Apalagi yang hobinya ber-travelling dengan budget yang rendah sekalipun. Walaupun harga murah, tentunya perjalanan sangat lama dan membutuhkan waktu transit yang terkadang mengharuskan menginap dahulu di kota yang disinggahi untuk menginap. Nah, kali ini kabarpenumpang akan memberikan alternatif kereta api bagi kalian yang ingin berwisata hingga Pulau Dewata tersebut.

Suasana Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi tampak dari atas. (Foto: Dok. seblang.com)

Jakarta – Ketapang via Bandung dan Malang
Bagi kalian yang berdomisili di Jabodetabek ingin mencoba sensasi perjalanan hingga 2 hari sampai menuju Pulau Bali, alternatif pertama ini bisa dilakukan. Kalian bisa gunakan Kereta Api (KA) Walahar dari Stasiun Cikarang dengan tujuan Stasiun Purwakarta dengan harga tiket Rp4.000.

Saat tiba di Stasiun Purwakarta, kalian bisa lanjutkan perjalanan dengan KA Commuter Line Garut sampai dengan Stasiun Kiaracondong dengan harga tiket Rp8.000. Sesampainya di Stasiun Kiaracondong waktu tunggu yang dibutuhkan cukup lama hampir sekitar 3 jam. Kalian bisa memanfaatkan waktu dengan mencari kuliner terlebih dahulu untuk menghindari kebosanan.

Dari Stasiun Kiaracondong kalian bisa gunakan KA Kahuripan hingga tujuan akhir Stasiun Blitar. Menggunakan kereta dengan tarif Rp84.000 ini menempuh perjalanan hingga 13 jam sampai Blitar. Setelah tiba di Stasiun Blitar, kalian bisa melanjutkan menggunakan KA Commuter Line Dhoho dengan tujuan Malang dengan harga tiket Rp10.000.

Setiba di Stasiun Malang kalian bisa beristirahat atau sekadar menginap satu malam untuk melepas lelah, atau bisa juga meneruskan perjalanan menggunakan kereta api berikutnya. Karena waktu tunggu di Malang, masih bisa dapat KA berikutnya hingga ke tujuan akhir di kawasan Banyuwangi.

Kalian bisa gunakan KA Tawang Alun dari Stasiun Malang hingga tujuan akhir Stasiun Ketapang. Tarif yang dikeluarkan menggunakan KA Tawang Alun ini adalah Rp62.000. Perjalanan dengan KA Tawang Alun ini memakan waktu hingga lebih dari 6 jam. Saat tiba di Ketapang, kalian bisa memilih antara ingin beristirahat dulu atau bisa lanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang dan berakhir di Pulau Bali.

• Jakarta – Ketapang via Bandung dan Surabaya Gubeng
Untuk alternatif berikutnya, kalian bisa gunakan kereta api dengan harga tiket yang masih relatif murah tetap transit di Kota Bandung (Stasiun Kiaracondong) terlebih dahulu dengan kereta yang sama seperti yang dijelaskan pada alternatif pertama.

Saat tiba di Stasiun Kiaracondong, kalian bisa tetap gunakan KA Kahuripan namun bisa turun di Stasiun Lempuyangan. Nah, pilihan inilah yang bisa kalian lakukan jika tidak ingin melewati Kota Malang. Kalian bisa gunakan KA Sri Tanjung dari Stasiun Lempuyangan sampai dengan tujuan akhir di Stasiun Ketapang. Tarif yang dikenakan naik KA Sritanjung ini adalah Rp94.000

“Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

• Jakarta – Ketapang via Cirebon dan Surabaya Pasarturi
Alternatif lainnya kalian tentu bisa menempuh perjalanan ke Pulau Bali naik kereta api melalui jalur utara. Ada kereta api dengan tarif murah dari Stasiun Pasar Senen langsung menuju Stasiun Surabaya Pasarturi hanya dengan tarif Rp104.000 saja, yaitu KA Airlangga. Ya, tentunya mendapatkan tiket KA ini tak cukup mudah. Selain harganya yang murah meriah, pemesanan pun harus dari jauh-jauh hari sebelum berangkat, minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.

Setiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi, kalian mau tidak mau harus mencari tempat singgah atau penginapan di Surabaya, mengingat KA Airlangga tiba di Surabaya pukul 10 malam. Untuk melanjutkan hingga Stasiun Ketapang harus gunakan kereta api berikut pada esok harinya. Kalian pun tak perlu khawatir, di area stasiun di Kota Surabaya cukup banyak penginapan yang dikhususkan untuk transit saja dengan harga yang relatif murah namun dengan tempat seadanya.

Saat melakukan perjalanan berikutnya, kalian bisa gunakan kereta lainnya yang langsung menuju ke Stasiun Ketapang, yaitu KA Probowangi. Dengan tarif Rp56.000 saja, kalian bisa gunakan KA tersebut naik dari Stasiun Surabaya Gubeng. Perjalanan dengan KA Probowangi menempuh waktu selama 6 jam 50 menit.

Bagaimana, kira-kira kalian lebih praktis yang mana, nih? Jangan lupa selalu pastikan cek kembali jadwal perjalanan kalian mulai dari tanggal, jam keberangkatan dan duduk sesuai nomer yang tertera di tiket (kecuali lokal/commuter line). Pemesanan tiket juga bisa melalui aplikasi Access by KAI atau laman kai.id. Selamat mencoba!

Bye bye Kursi Tegak! Mulai 28 September 2025 KA Matarmaja Ganti Rangkaian Jadi Ekonomi New Generation

Sepertinya ‘hilang’ sudah keberadaan rangkaian dengan interior kursi tegak untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan tarif yang relatif mahal ini. Ya, setelah kabarpenumpang mendapat kabar dari rekan pecinta kereta api melalui pesan singkat bahwa adanya penggantian rangkaian, ternyata benar adanya.

Ternyata rangkaian untuk Kereta Api (KA) Matarmaja bakal mengganti rangkaiannya dari ekonomi biasa dengan kapasitas 106 tempat duduk (formasi 2+3) menjadi 72 tempat duduk (formasi 2+2). Rangkaian ini menggunakan ekonomi New Generation hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai. Tentunya ini menjadi KA terakhir setelah sebelumnya rangkaian KA Pasundan yang sudah mengganti rangkaian menjadi New Generation.

Melihat dari aplikasi tiket Access by KAI di ponsel, untuk denah kursi KA Matarmaja sudah berubah dimulai pada tanggal 28 September 2025, dimana tanggal tersebut juga merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) yang ke-80. Perjalanan KA Matarmaja yang sudah diubah rangkaiannya menjadi New Generation adalah keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan juga dari Stasiun Malang.

Rangkaian KA Matarmaja yang masih gunakan ekonomi biasa saat ini dikenakan tarif terjauh adalah Rp290.000 sampai tanggal 27 September 2025. Keesokan harinya, maka akan menggunakan Ekonomi New Generation yang dikenakan tarif mulai harga Rp350.000 – Rp375.000 untuk perjalanan terjauh.

Interior Kereta Kelas Ekonomi New Generation kapasitas 72 kursi. (Foto: Dok. KAI)

Seiring dengan perkembangan bahwa PT KAI akan memberlakukan rangkaian kereta api khususnya kelas ekonomi dengan kenyamanan saat diperjalanan, rasanya sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang tak perlu lagi adanya keluhan termasuk kursi tegak dengan harga yang masih relatif mahal. Kini harga sepadan dengan fasilitas tentu saja membuat penumpang akan merasa nyaman meskipun menempuh perjalanan hingga belasan jam.

Untuk rangkaian lama KA Matarmaja biasanya akan dipergunakan untuk rangkaian tambahan kereta api lainnya, salah satu contohnya adalah sebagai rangkaian lokal yang ada di Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya atau rangkaian KAJJ yang masih menggunakan tarif subsidi dengan interior yang masih berkapasitas 106 tempat duduk.

Diketahui KA Matarmaja pertama kali beroperasi pada 28 September 1983. Kereta ini dulunya bernama Kereta Api Senja Maja, dengan rute layanan Madiun – Jakarta, pulang pergi. Rangkaian kereta perdana ini terdiri dari rangkaian Ekonomi, dengan tambahan satu kereta Bisnis. Pada 1983, PT KAI memperpanjang rute KA Matarmaja hingga BIiltar, lalu Malang.

Perpanjangan rute ini merupakan suatu respon terhadap permintaan penumpang. Selain itu, sepanjang sejarahnya, KA Matarmaja juga kerap mengalami perubahan jalur. Berawal dari melewati rute Selatan melalui kota Purwokerto dan Yogyakarta, KA Matarmaja kemudian beralih melewati jalur utara, yaitu melalui Pekalongan hingga Semarang, untuk kemudian berbelok ke jalur cabang arah Solo dan Malang. Perubahan rute ini bertujuan untuk mengisi kekosongan pada layanan rute Semarang – Solo.

KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm”

Perkenalkan, Doai Eki. Stasiun Kereta Terdalam di Negeri Sakura!

Bila berbicara negara Jepang yang teringat adalah Tokyo dan bunga sakuranya. Tetapi ternyata ada lagi yang diingat yakni kereta dan keunikan setiap stasiunnya. Sebab Jepang memiliki berbagai model stasiun seperti stasiun Shibuya yang terkenal dengan patung Hacikonya.

Baca juga: Merasakan Nostalgia Satu Abad Lalu di Stasiun Mojiko Jepang

Namun, tak hanya berhenti disitu saja, setelah KabarPenumpang.com menelisik lebih jauh, ada satu stasiun yang menakjubkan dan unik di Negeri Sakura ini, yaitu Stasiun Doai Eki. Stasiun ini merupakan stasiun bawah tanah yang jika dilihat dari luar tak berbeda dengan stasiun kereta lainnya.

Kenapa sih dikatakan menarik? Padahal stasiun bawah tanah banyak ada di Jepang. Ya, Stasiun Doai Eki yang berada di Gunma, ternyata berada di bawah tanah dengan kedalam 70 meter. Ini menjadikannya stasiun bawah terdalam yang ada di Jepang.

Tak hanya itu, jarak dari loket pembelian tiket hingga menuju peron pun cukup panjang yakni 338 meter dan pengunjung harus melewati 462 anak tangga dengan penerangan yang cukup minim. Bila diperkirakan waktu dari loket menuju ke peron sekitar sepuluh menit dengan berjalan kaki menuruni anak tangga.

Jangan ditanya tentang elevator atau lift dan eskalator ya, sebab stasiun terdalam ini tak memiliki kedua sehingga penumpang dengan usia lanjut tidak disarankan menggunakan stasiun ini. Stasiun Doai Eki sendiri memiliki panggilan lain yakni Stasiun Cacing Nomor 1 di Jepang.

Ketika pengunjung tiba di peron, suasana remang-remang juga masih terasa dan kesan horor alias mistis etika sering adanya kabut yang menghampiri. Bahkan kesan seram menjadi bertambah karena stasiun lebab dan berair serta penumpang yang naik kereta dari stasiun ini tak banyak. Namun, jika dilihat dari luar, stasiun yang berada di Prefektur Gunma ini memang tampak normal. Justru, kesan asri melekat padanya karena posisinya yang dikelilingi pepohonan.

Baca juga: Berada di Jembatan Setinggi 40 Meter, Stasiun di Jepang ini Sukses Sedot Wisatawan

Sebenarnya, stasiun Doai mempunyai dua platform satu di bawah tanah, untuk kereta api arah utara dengan tujuan Echigo-Yuzawa, Urasa, Niigata dan Nagaoka. Sementara, platform lainnya berada di atas tanah, khsusus untuk tujuan ke arah selatan. Jalur arah selatan ini akan mengantarkan penumpangnya menuju ke Minakami, Takasaki, dan Ueno.

Ketenaran stasiun yang lebih mirip tempat berlindung di bawah tanah ini tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Stasiun Doai pernah muncul di salah satu novel populer dari Jepang dan di televisi versi film Climber’s High oleh Hideo Yokoyama. Stasiun ini resmi dibuka pada 19 Desember 1936 silam dan dioperatori oleh East Japan Railway Company (JR East).

 

Garuda Indonesia Jadi Maskapai Pertama yang Bergabung Ke Dalam Keanggotaan TIACA

Garuda Indonesia secara resmi bergabung sebagai anggota The International Air Cargo Association (TIACA). Bergabungnya Garuda Indonesia dalam TIACA ini menjadi milestone penting di tengah upaya Perusahaan untuk terus memperkuat perannya di jaringan kargo udara global. Garuda Indonesia saat ini menjadi maskapai satu-satunya yang bergabung dalam asosiasi tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani mengatakan bahwa bergabungnya Garuda Indonesia dalam asosiasi kargo udara internasional (TIACA) ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan untuk mengembangkan jaringan internasional lini bisnis kargo sekaligus untuk turut berkontribusi dalam penyusunan kebijakan global dan pengembangan berbagai inovasi sektor kargo udara.

“Bergabungnya Garuda Indonesia ke TIACA merupakan langkah penting untuk mengakselerasi kinerja lini bisnis kargo maskapai. Kami optimis kerja sama strategis ini dapat memperluas akses Garuda Indonesia ke pasar internasional, serta turut mendukung kemajuan perekonomian nasional dengan menciptakan konektivitas yang lebih kuat untuk bagi ekspor komoditas unggulan nasional ke berbagai kota di dunia,” tambah Wamildan.

Sementara itu Direktur Jenderal TIACA, Glyn Hughes mengatakan “Merupakan suatu kehormatan bagi kami menyambut Garuda Indonesia sebagai Trustee Member TIACA. Sebagai maskapai penerbangan nasional Indonesia, Garuda Indonesia menghadirkan perspektif regional yang penting serta komitmen yang kuat dalam mendorong keunggulan industri kargo udara global. Keterlibatan Garuda Indonesia di tingkat Trustee mencerminkan semakin pentingnya kolaborasi strategis lintas  wilayah dan kami berharap dapat bekerja sama untuk mendorong inovasi, keberlanjutan dan konektivitas dalam industri ini”.

Selain itu, jaringan TIACA juga memberikan manfaat lainnya yakni akses untuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) khususnya di lini bisnis kargo; optimalisasi penjajakan kolaborasi bersama anggota TIACA lainnya maupun perluasan strategi promosi layanan kargo unggulan; serta dapat menjadi fundamen dalam penyusunan mitigasi guna membantu Garuda Indonesia dalam memitigasi berbagai dinamika kondisi global melalui akses informasi terkini mengenai perubahan kebijakan di berbagai negara.

“Melalui kolaborasi dengan TIACA, Garuda Indonesia bertekad untuk mendukung perkembangan industri kargo nasional dengan menghadirkan konektivitas global, yang diharapkan akan makin memperkuat peran Indonesia dalam global supply chain,” tutup Wamildan.

Singapore Airlines Raih Re-sertifikasi IATA untuk Penanganan Produk yang Rentan Rusak

Ingin Merasa Nyaman Saat Naik Kereta Api? Yuk, Ikuti Arahan Mudah Berikut Ini

Masyarakat tentu sangat mengharapkan setiap naik transportasi umum mendapat kenyamanan saat mulai keberangkatan hingga di tempat tujuan. Termasuk saat juga di dalam perjalanan. Menggunakan kereta api misalnys, walaupun saat ini masyarakat melihat bahwa kereta api sudah terlihat nyaman dan aman, namun jika para penumpang tidak memiliki kesadaran bahwa penumpang lainnya dirugikan kenyamanannya, pastinya terjadi komplain yang kurang mengenakkan.

Tak hanya itu, jika masyarakat berlibur sendiri (solo traveling) tentu jangan sampai ada kekeliruan atau kesalahan saat menggunakan kereta api. Dipastikan selalu untuk mengecek jadwal perjalanan seperti tanggal dan waktu keberangkatan, tujuan, serta jenis kelas dari kereta api pilihan yang akan dipesan pun harus meyakini bahwa pilihan tersebut sudah benar-benar merasa nyaman saat diperjalanan.

Naik kereta api memang menjadi salah satu pilihan transportasi yang paling populer dan efisien di Indonesia. Nah, bagaimana jika masyarakat yang pertama kali naik kereta api, masih ada keraguan saat memesan, destinasi tujuan turun di stasiun mana, bahkan harga dan kelas yang pastinya berbeda. Dari hal tersebut pasti ada beberapa yang perlu diperhatikan agar perjalanan pastinya menjadi lancar dan menyenangkan.

Nah, kabarpenumpang kali memberi panduan wajib untuk diperhatikan agar tidak terjadi masalah dalam perjalanan. Berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan saat pertama kali naik kereta api supaya mempermudah perjalanan kalian.

Membeli Tiket dengan Teliti
Jika memang sudah menentukan kota tujuan, silakan pilih tanggal keberangkatan disertai dengan keberangkatan dari stasiun awal dan stasiun tujuan yang dekat dengan destinasi diinginkan. Otomatis kalian bisa memilih kereta api apa yang akan kalian naiki serta lengkap dengan harga yang tercantum.

Jika membeli tiket dengan salah atau tidak memperhatikan detilnya, kalian mungkin akan dikenakan biaya tambahan saat naik kereta. Misalnya, jika membeli tiket dengan tujuan atau tanggal yang salah, kalian mungkin perlu membayar biaya penggantian tiket atau bahkan membeli tiket baru dengan biaya yang lebih tinggi.

Maka dari itu, penting sekali untuk membeli tiket dengan benar saat pertama kali naik kereta api. Juga perhatikan detail, seperti tujuan, tanggal, jam keberangkatan, kelas, dan tempat duduk.

Jangan Mepet Apalagi Terlambat Tiba di Stasiun
Ini yang selalu terjadi pada penumpang biasanya berdomisili di kawasan yang sulit terhindar dari kemacetan. Tiba tepat waktu di stasiun saat akan naik kereta api sangat penting. Sebab, kereta api cenderung sangat mengikuti jadwal yang telah ditentukan.

Penting bagi kalian yang pertama kali naik kereta api untuk memperhatikan waktu tiba di stasiun dan memastikan untuk datang tepat waktu. Semua dilakukan untuk memastikan bahwa kalian juga bisa melakukan proses check-in dan boarding dengan tenang dan nyaman. Jangan lupa untuk melakukan check-in dan memeriksa jadwal keberangkatan kereta yang akan dinaiki, sebaiknya tiba di stasiun minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta.

Cek Nomor Kursi Sesuai yang di Tiket
Ini yang selalu penumpang merasa kesulitan saat sudah masuk ke dalam kereta untuk mencari nomor kursi. Biasanya penumpang yang usia renta atau bahkan yang jarang sekali menggunakan kereta api.

Pastikan jika memang merasa kesulitan, alangkah baiknya minta bantuan kepada petugas di atas kereta seperti kondektur. Atau petugas pelayanan makanan bahkan bisa bertanya kepada Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Untuk nomor kursi terpasang ditiap atas jendela pada deretan masing-masing kursi.

Membawa Barang Bawaan yang Benar
Kereta api memiliki ruang yang terbatas dan biasanya penuh dengan penumpang serta barang bawaan. Jika barang bawaan kalian tidak ditata dengan rapi dan benar, maka akan mengganggu kenyamanan dan keteraturan di dalam kereta api.

Pastikan barang bawaan tidak menghalangi jalan atau menempati tempat duduk orang lain. Jangan meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau oleh orang lain. Pastikan untuk membawa barang dengan benar dan mematuhi aturan di kereta api. Jangan membawa barang yang berbahaya atau melebihi kapasitas yang diizinkan.

Aturan Keselamatan Perjalanan Wajib Diikuti
Aturan keselamatan yang diterapkan oleh operator kereta api dirancang untuk melindungi penumpang dan kru dari bahaya selama perjalanan. Mengikuti aturan keselamatan akan membantu memastikan bahwa sesama penumpang lebih aman selama perjalanan.

Petunjuk keselamatan yang terpasang di tiap dinding kereta serta informasi lewat pengeras suara dari petugas, tentunya memudahkan penumpang untuk lebih jelas apa yang harus dilakukan untuk menghindari resiko ataupun mencegah dari tindakan yang dianggap membahayakan.

Taksi Donggala, Transportasi Alternatif yang Mulai Dilirik Wisatawan dan Warga Lokal

Donggala, Sulawesi Tengah, tidak hanya dikenal dengan pesona lautnya yang memikat, seperti Pantai Tanjung Karang dan Labuan Cermin. Tetapi juga dengan dinamika transportasi lokalnya yang terus berkembang.

Salah satu moda yang kini mulai dilirik masyarakat maupun wisatawan adalah layanan taksi. Meski jumlahnya tidak sebanyak di kota besar, kehadiran taksi di Donggala memberi warna baru dalam mobilitas warga.

Taksi konvensional biasanya beroperasi di sekitar pusat kota Donggala hingga jalur menuju Palu. Kehadirannya menjadi solusi di tengah terbatasnya angkutan umum, terutama bagi penumpang yang membutuhkan perjalanan cepat dan nyaman.

Beberapa pengemudi taksi lokal mengakui, permintaan meningkat di akhir pekan atau musim liburan. Wisatawan yang berkunjung ke Donggala kerap memilih taksi untuk menuju destinasi wisata pantai, pelabuhan, hingga penginapan.

Tidak sedikit pula yang memesan perjalanan menuju Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Selain taksi konvensional, layanan berbasis aplikasi online juga mulai masuk.

Walau belum sebanyak di kota besar, keberadaannya memberi pilihan lebih fleksibel bagi masyarakat. Tarif yang bisa dipantau langsung melalui aplikasi membuat penumpang merasa lebih aman dari risiko negosiasi harga.

Namun, ada tantangan tersendiri, jumlah armada masih terbatas, sehingga penumpang terkadang perlu menunggu lama. Di sisi lain, persaingan dengan kendaraan pribadi dan jasa travel juga menjadi kendala keberlangsungan taksi di Donggala.

Meski begitu, keberadaan taksi tetap membawa angin segar bagi transportasi di wilayah pesisir ini. Bagi warga lokal, taksi membantu mobilitas harian dan bagi wisatawan, taksi menjadi teman perjalanan menjelajahi keindahan Donggala yang menawan.

Nah, ini juga ada tip buat Anda yang akan naik taksi Donggala. Berikut sudah KabarPenumpang.com rangkum tips pelancong menggunakan taksi di Donggala.

Gunakan aplikasi jika tersedia
Dengan aplikasi, maka pelancong lebih mudah memantau tarif dan memastikan ketersediaan armada.

Pastikan nomor kontak
Jika menggunakan taksi konvensional, simpan nomor pengemudi untuk memudahkan pemesanan kembali.

Tanyakan tarif di awal
Jika menggunakan taksi non aplikasi, pastikan kesepakatan harga sebelum berangkat seperti menggunakan argo atau tarif yang sudah disepakati di awal.

Pilih taksi resmi
Utamakan taksi dengan identitas jelas untuk menghindari risiko keamanan.

Siapkan uang tunai
Meski ada pembayaran digital, di beberapa area Donggala sinyal internet terbatas sehingga transaksi tunai lebih lancar.

Pesan lebih awal
Saat akhir pekan atau musim liburan, armada terbatas, jadi sebaiknya lakukan pemesanan lebih cepat.

Dengan persiapan sederhana, pengalaman menggunakan taksi di Donggala bisa lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.