Ilyushin Il-62M “Changmae” – Pesawat Kenegaraan Korea Utara, Digunakan Kim Jong Un Bila Terpaksa

Karena alasan keamanan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un jarang menggunakan wahana udara untuk lawatan ke luar negeri. Utamanya Kim Jong Un memilih menggunakan kereta api dengan melintasi wilayah Cina atau Rusia. Meski sangat jarang, untuk lawatan jarak jauh yang tak bisa dicapai dengan Kuda Besi, maka Kim mau tak mau harus menggunakan pesawat udara.

Seperti saat menemui Presiden AS Donald Trump pada tahun 2018 di Singapua, maka Kim Jong Un menggunakan pesawat kenegaraan, yang sekaligus menjadi penerbangan jarak jauh perdana Kim Jong Un setelah menjadi orang nomer satu di Korea Utara.

Pesawat kenegaraan Korea Utara tentu saja bukan produksi Amerika Serikat atau Barat, persisnya pesawat “Air Force One” Korea Utara adalah Ilyushin Il-62M Classic buatan Uni Soviet. Pesawat khusus yang ditumpangi Kim Jong Un ada dua, yakni “Changmae-1” dan “Changme-2”, yang kabarnya komponen dan suku cadangnay didapatkan dari maskapai Kuba, Cubana Airlines.

Il-62 terbang perdana pada 3 Januari 1963. Pesawat narrow body ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Uni Soviet yang ketika itu tengah terlibat Perang Dingin dengan Amerika Serikat (AS). Selain itu, kebanggan lainnya juga karena Ilyushin Il-62 menjadi penantang kuat Vickers VC10, yang ketika itu menjadi satu-satunya pesawat dengan empat mesin yang dipasang di bagian belakang pesawat di bawah T-tail.

Proses pengembangan Ilyushin Il-62 bisa dibilang tak terlalu lama. Itu dimulai sejak Februari 1960 atau sekitar tiga tahun sampai penerbangan pertama. Di masanya, pengembangan pesawat jet empat mesin sedang gencar-gencarnya usai kemunculan pesawat jet komersial pertama di dunia, De Havilland Comet.

Pesawat ini mampu terbang sejauh 4.500 km saat terisi penuh dan 6.700 km saat diisi oleh sekitar 100 penumpang, didukung oleh empat mesin jet lokal, Kuznetsov NK-8-4. Ilyushin kemudian mengganti mesin tersebut menjadi Soloviev D-30KU yang lebih senyap dan tentu saja buatan lokal.

Bukan jangkauan empat mesin dan mesin yang lebih halus, serta kapasitas penumpang yang menjadi pembeda pesawat jet terbesar di dunia tersebut dibanding pesawat kompetitor, melainkan peletakan mesinnya yang unik.

Mesin Ilyushin Il-62 terletak di bagian belakang badan pesawat layaknya pesawat trijet. Bila pesawat trijet seperti Boeing 727, Yakolev Yak-42, dan berbagai pesawat lainnya, satu di kanan dan kiri belakang badan pesawat dan satu lainnya di horizontal stabilizer, Ilyushin Il-62 meletakkan kedua mesinnya di bagian kanan dan kiri bagian belakang pesawat.

Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar!

Tak cukup sampai di situ, mesin juga dibungkus oleh nacelle sambung atau nacelle ganda. Ini sebetulnya bukan barang baru mengingat De Havilland Comet sudah mengaplikasikannya lebih dahulu. Namun, pada poin peletakan mesin di bagian belakang badan pesawat sangat jarang kala itu.

Stasiun Pyongyang, Titik Awal Perjalanan Kim Jong Un Saat Melawat ke Luar Negeri

Kim Jong Un, pemimin Korea Utara yang dianggap sebagai diktator paling kontroversial, saat ini sedang berada di Beijing Cina, yakni untuk menghadiri perayaan Victory Day 2025 yang jatuh pada tanggal 3 September 2025. Dan, seperti pada lawatan-lawatannya terdahulu, Kim ke Cina dengan menggunakan kereta api khusus.

Nah, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas tentang titik awal perjalanan kereta sang diktator yang diketahui memiliki phobia ketika mengudara ini ketika hendak menjalani kunjungan luar negeri. Ya, Stasiun Pyongyang.

Baca juga: Kim Jong Un Sambangi Vladivostok (Rusia), Kereta Mewah Berlapis Baja Kembali Beraksi

Stasiun Pyongyang merupakan adalah stasiun kereta api pusat di Korea Utara yang terletak di Yŏkchŏn-dong, Chung-guyŏk. Stasiun ini sendiri dioperasikan oleh Korean State Railway yang juga merangkap sebagai pemiliknya. Stasiun Pyongyang ini merupakan awal dari jalur P’yŏngbu dan P’yŏngŭi, yang disesuaikan dari jalur Kyŏngbu dan Kyŏngŭi yang dulunya digunakan sebelum pembagian Korea untuk mengakomodasi perpindahan ibukota dari Seoul ke Pyongyang (perpecahan Korea Selatan dan Utara).

KabarPenumpang.com melansir dari berbagai laman sumber, konstruksi asli Stasiun Pyongyang ini dibangun pada tahun 1920-an. Namun sayang, ketika Perang Korea pecah, konstruksi asli dari stasiun ini dihancurkan dan baru dibangun kembali pada tahun 1958 dengan menggunakan gaya arsitektur sosialis. Stasiun yang sudah terelektrifikasi ini memiliki tiga lantai pada bagian upper ground, dan satu lantai basement.

Sumber: comtourist.com

Lantai dasar (basement) memiliki meja tiket khusus untuk pegawai pemerintah. Di lantai pertama ada ruang tunggu, toilet, meja tiket, dan akses menuju peron. Di lantai dua berisikan kantor untuk staf dan di lantai tiga merupakan kantor untuk kepala stasiun.

Terdapat lima peron dan enam jalur di Stasiun Pyongyang ini, dengan peron nomor 1 sebagai yang paling luas ukurannya. Dua dari lima peron ini merupakan peron jenis island (berada di tengah-tengah jalur).

Sebagai stasiun utama di Korea Utara, sudah seyogyanya jika Stasiun Pyongyang menjadi penghubung kota-kota yang ada di sini, seperti: Chŏngju, Sinŭiju, Namp’o, Sariwŏn, Kaesŏng, Wŏnsan, Hamhŭng, dan Rason.

Baca Juga: Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar!

Tidak hanya melayani rute domestik saja, Stasiun Pyongyang juga melayani rute internasional seperti menuju Rusia dan Cina dengan menggunakan kereta malam. Malahan, ada layanan kereta penumpang harian menuju Dandong di perbatasan Cina.

Ada cerita unik yang bersemayam di balik Stasiun Pyongyang ini, dimana dalam dua kali sehari, stasiun ini mengumandangkan lagu “Where Are You, Dear General?” dengan menggunakan pengeras suara. Ini semacam alarm bagi keseluruhan kota Pyongyang. Unik, ya!

 

 

Kadungora – Surganya Spot Berburu Kereta Api dengan Panorama Memukau

Siapa yang tak pernah naik kereta api melewati pemandangan yang sangat menawan. Pemandangan alam seperti pegunungan, hamparan sawah, deretan pedesaan, bahkan luasnya lautan. Ya, pemandangan seperti kerap kali kita temukan saat memandangi dari balik jendela kereta api.

Seperti halnya panorama saat kita naik kereta api melintasi wilayah pedesaan yang ada di Jawa Barat pasti identik dengan bukit/gunung yang menjulang serta hamparan sawah yang begitu luas. Salah satu panorama tersebut bisa dijumpai saat melewati Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ya, tepat di Jalan Rancasalak, Kecamatan Rancabango, Garut, Jawa Barat merupakan daerah yang paling di kagumi terutama para pecinta foto/videografi kereta api. Sebab di kawasan inilah panorama yang disuguhkan sangat cocok. Kereta api yang melintas ditambah dengan pemandangan hamparan sawah dan panorama Gunung Mandalawangi yang terlihat sangat dekat, menambah kelengkapan untuk mengabadikan hasil yang sangat indah.

Jika cuaca cerah khususnya pada pagi hari, sangat cocok untuk menempati spot atau tempat untuk mengambil gambar kereta api yang melintas. Pada pagi hari kereta api biasanya datang dari arah Bandung menuju timur arah Yogyakarta. Angin berhembus sangat segar menyelimuti daerah tersebut, meskipun cuaca kemarau sekalipun.

Kereta Api Lodaya melintas di kawasan Kadungora.

Beberapa kereta api yang melintas di jalur ini memang tidak sebanyak layaknya jalur kereta api di jalur utara (Jakarta-Cirebon). Rata-rata kereta api di jalur yang masih berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung ini memiliki tujuan ke Surabaya, Yogyakarta, Purwokerto, dan Garut.

Untuk menuju ke spot ini pun rasanya tak begitu jauh. Dengan jarak 2,7 kilometer dari Stasiun Leles, kita bisa menggunakan angkutan umum yang beroperasi dari perlintasan kereta api Jalan Raya Bandung Garut menuju Pos Perlintasan 112 Jalan Rancasalak.

Dengan ongkos angkutan umum Rp5.000 saja, perjalanan hanya menghabiskan waktu 6 menit untuk sampai ke tujuan. Setelah tiba di tujuan, kita hanya berjalan kaki menuju lokasi spot dengan melewati gang kecil yang tak jauh dari pintu perlintasan Pos 112.

Menuju ke lokasi spot hunting dengan panorama memukau pun juga mudah jika menggunakan kereta api. Cukup turun di Stasiun Leles, maka sudah bisa merasakan keindahan yang pastinya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Meskipun Stasiun Leles merupakan stasiun kecil, namun banyaknya warga sekitar memanfaatkan stasiun ini untuk alternatif karena posisinya yang strategis. Tak heran, mulai dari kereta kelas eksekutif, ekonomi, bahkan lokal melayani naik dan turun di Stasiun Leles ini.

Beberapa spot menarik di area Kadungora ini sangatlah mudah. Kita bisa memposisikan kamera bisa mengarah jalur kereta dengan penorama Gunung Mandalawangi, hamparan sawah, bahkan jalur yang menikung 90 derajat. Pastinya hasil yang memuaskan bakal menjadi oleh-oleh yang tak terlupakan. Bagaimana, tertarik untuk datang?

Dijamin Instagramable, Inilah Jalur Kereta Api dengan Pesona Laut Satu–satunya di Pulau Jawa

Menyusuri Jalan Darat Yogyakarta ke Bali? Ini Empat Bus Sleeper Paling Rekomendasi

Bali menjadi salah satu destinasi favorit pelancol lokal dan mancanegara. Perjalanan menuju Pulau Dewata ini bisa menggunakan berbagai moda transportasi baik darat yang kemudian menyebrang laut dengan kapal ferry dan udara.

Bila Anda suka menikmati pemandangan, bisa memilih menggunakan perjalanan darat dengan bus. Nah, kalua merasa cukup jauh berangkat dari Jakarta, Anda bisa naik bus dari Yogyakarta menuju Bali.

Perjalanannya pun cukup unik dan tak terlupakan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Sleeper bus saat ini cukup menarik perhatian untuk perjalanan dari Yogyakarta menuju Bali.

Penasaran perusahaan otobus (PO) mana saja yang memiliki perjalanan dari Yogyakarta menuju bali dengan sleeper bus mereka? Berikut ini bus-bus yang ditemukan KabarPenumpang.com dari berbagai sumber.

1. Safari Dharma Raya
PO yang satu ini memiliki rute Yogyakarta-Bali dengan armada yang dilengkapi dengan reclining seat. Bus ini pun cukup nyaman karena full AC dan juga mendapatkan servis makan, minuman, hingga kudapan selama perjalanan. Tiketnya pun bisa langsung dipesan melalui website resmi Safari Dharma Raya. Tiket yang dibanderol pun cukup murah Rp345 ribu per orang.

2. Gunung Harta
Sebagai salah satu PO bus yang cukup terkenal, banyak rute yang sudah dioperasikan oleh Gunung Harta. Salah satunya rute Yogyakarta-Bali dan menggunakan rmada sleeper bus. Sasis sleeper bus Gunung Harta yang digunakan adalah Legacy SR3 Suites Combi dari Karoseri Laksana dengan seat 2-1. Selama di perjalanan, kamu dapat menikmati fasilitas berupa AC, port USB, bantal, selimut, AVOD (Audio Video On Demand), lampu baca, hingga makan. Harga tiket untuk sleeper bus Yogyakarta ke Bali dari PO Gunung Harta dipatok sekitar Rp380 ribu per orang sekali jalan.

3. Tami Jaya
Memiliki fasilitas paling komplit, Anda bisa merasakan kenyamanan saat perjalanan menggunakan armada milik Tami Jaya. Bukan hanya reclining seat, tetapi juga makanan dan camilan gratis. Setiap harinya, sleeper bus ini berangkat pukul 11.00 WIB dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Bila tertarik untuk menaikinya, kamu perlu merogoh kocek sekitar Rp600 ribu. Pemesanan tiketnya bisa dilakukan secara online melalui kontak yang tersedia di situs resminya.

4. Restu Mulya
PO Restu Mulya juga memiliki armada sleeper bus untuk rute ini. Armada bus ini menghadirkan fasilitas kursi yang bisa direbahkan hingga hampir mendatar. Setiap penumpang juga mendapatkan bantal, selimut, dan ruang kaki yang cukup untuk beristirahat dengan nyaman. Selain itu, bus ini dilengkapi dengan fasilitas hiburan seperti TV LED dan USB port untuk pengisian daya perangkat. Setiap harinya, armada sleeper bus ini berangkat pukul 09.50 WIB dari Terminal Jombor menuju Denpasar. Harga tiket sleeper bus berkisar Rp380 ribu per orang.

Dengan berbagai pilihan sleeper bus Yogyakarta-Bali, perjalanan panjangmu kini bisa lebih nyaman dan menyenangkan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa harga tiket dan jadwal keberangkatan sleeper bus ini bisa berbeda. Untuk itu, kamu bisa menayakan pada agen terkait sebelum memesan tiketnya.

Liburan di Beberapa Pulau? Cek Tipsnya Yuk!

Sebagai negara kepulauan, sudah jelas Indonesia dikelilingi banyak pulau yang memiliki keindahan alam yang eksotis serta menakjubkan. Mungkin dengan berlibur di beberapa pulau di Indonesia bisa menghilangkan kebosanan liburan di kota atau pedesaan.

Apalagi pulau-pulau ini belum pernah Anda singgahi dan letaknya cukup berdekatan. Jadi, sebelum semuanya kacau dan membuat pusing perjalanan, baiknya simak tips liburan di beberapa pulau yang jaraknya berdekatan.

Penasaran apa saja? Cek di bawah ini.

1. Tentukan destinasi
Sebelum berangkat lihat dulu apakah bisa dijangkau untuk liburan di beberapa pulau. Ini untuk menghindari Anda dari kebingungan dengan jarak pulau yang satu dengan yang lainnya. Yang jelas bila budget lebih dari yang diperkirakan, mungkin bisa menjelajah beberapa pulau lainnya. Tapi kalua pas-pasan, ya cukup dengan pulau yang sudah ditentukan dari awal.

2. Uang tunai
Jangan samakan berlibur di pulau dengan di kota besar ya. Di pulau biasanya masyarakat masih lebih banyak menggunakan uang tunai dalam bertransaksi. Jadi baiknya siapkan uang tunai Anda saat berlibur di pulau. Meski Anda memilih berlibur dengan mengambil paket liburan pun, uang tunai harus ada. Hal ini karena di pulau tidak ada ATM dan berbelanja oleh-oleh pun mereka hanya menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran.

3. Tempat makan
Biasanya, di pulau bila Anda memilih paket berlibur, ini sudah dengan makan. Tapi ada pula restoran apung atau restoran yang ada di pulau tempat Anda berkunjung. Meski di pulau, jangan lupa cek harganya dan sesuaikan budget sebelum kelabakan karena untuk makan budget Anda lebih dari yang disiapkan.

4. Transportasi umum
Bila pulaunya seperti Kepulauan Seribu, Gili di Lombok, sepertinya angkutannya hanya kapal cepat atau speed boat. Tapi kalau berkunjung ke beberapa pulau besar seperti Batam dan gugusan di Kepulauan Riau untuk menikmati daerahnya selain berpindah dengan speed boat, di daratan juga tetap ada transportasi umum.

5. Penginapan
Penginapan di pulau bila memilih paket liburan, biasanya berupa home stay atau villa khusus. Kalau Anda tidak merencanakan liburan dengan paket, bisa mencari homestay saat tiba di pulau tujuan. Biasanya budgetnya lebih murah dibandingkan villa.

Nah, Anda punya saran apalagi untuk berlibur di beberapa pulau?

Tips Nikmati Perjalanan dan Liburan ke Karimun Jawa

Berlapiskan Baja, Ternyata Kecintaan Kim Jong Un Terhadap Kereta Api Berawal dari Sini

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un kembali menunjukkan eksistensinya. Transportasi darat yang menuai sorotan dunia yang dinaiki olehnya kembali muncul. Ya, alih-alih bisa naik pesawat pribadi, namun ia memilih menggunakan kereta lapis baja andalannya untuk bertolak ke China pada Senin (1/9/2025) malam.

Menurut pengamat dan sumber dari pemerintah Korea Selatan, Kim disebut lebih sering menggunakan kereta berwarna hijau tersebut ketimbang pesawat pribadinya, Chammae-1. Alasan utamanya, usia pesawat itu sudah terlalu tua untuk perjalanan jarak jauh.

Kim harus berangkat Senin malam untuk sampai di Beijing pada Selasa karena jarak tempuh via darat dari ibu kota Korea Utara ke China yang memakan waktu sekitar 20 hingga 24 jam.

Kim Jong Un (tengah) saat berpamitan untuk berangkat dari Pyongyang menaiki kereta api ke Moskwa, Rusia. Foto yang diambil pada Minggu (10/9/2023). (Foto: Dok. KCNA/KNS via AFP)

Kunjungan Kim ke China adalah untuk menghadiri parade militer peringatan 80 tahun Perang Dunia II yang sekaligus untuk mengenang kemenangan China dan Uni Soviet melawan fasisme Jepang.

Keluarga Kim dilaporkan memiliki beberapa kereta khusus yang hampir sama, dibuat oleh sebuah pabrik di Pyongyang. Dijuluki “benteng bergerak”, kereta Kim Jong Un saat ini dilengkapi jendela antipeluru serta dinding dan lantai yang diperkuat untuk melindungi dari ledakan, menurut Kementerian Unifikasi Korea Selatan.

Kementerian itu menambahkan, memprediksi rencana perjalanan kereta api juga lebih sulit. Untuk meningkatkan keamanan kereta, Korut dulu pernah meminta penjagaan ketat di sepanjang rel, seperti saat kunjungan Kim Jong Un ke Hanoi pada 2019.

Ternyata kecintaan Kim akan kereta api sudah mengalir dalam keluarganya. Berawal memang dari Ayahnya yaitu Kim Jong Il dikenal takut terbang, sehingga membatasi kunjungan luar negerinya hanya untuk perjalanan darat ke China dan Rusia dengan kereta lapis baja.

Kim Jong Il bahkan pernah naik kereta dari Pyongyang ke Moskwa pada 2001. Perjalanan sangat panjang ini menempuh jarak 20.000 kilometer dan memakan waktu sekitar 24 hari.

Saat tiba di Beijing, Kim dilaporkan akan menginap di Wisma Negara Diaoyutai, tempat ia tinggal pada kunjungan-kunjungan sebelumnya. Nantinya dalam parade tersebut, Kim Jong-un dan sekutunya, Presiden Rusia Vladimir Putin, akan berada di antara kepala negara dari 26 negara asing.

Kunjungan ini menandai momen bersejarah bagi Kim. Ini adalah pertama kalinya ia menghadiri acara diplomatik multilateral sejak naik takhta pada akhir 2011. Terakhir kali pemimpin Korea Utara menghadiri parade militer China adalah pada tahun 1959, saat negara itu dipimpin oleh kakeknya, Kim Il-sung.

Stasiun Pyongyang, Titik Awal Perjalanan Kim Jong Un Saat Melawat ke Luar Negeri

Belum Sebulan Beroperasi di Daop 6 Yogyakarta, Rangkaian KRL Terkena Vandalisme

Aksi vandalisme kembali berulah dengan pemandangan yang tak nyaman dilihat mata. Vandalisme dengan coretan gravity berupa tulisan tersebut terjadi pada rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Ramai di media sosial aplikasi percakapan bahwa foto coretan gravity tersebut beredar di grup.

Menurut informasi yang beredar rangkaian KRL yang terkena aksi vandalisme adalah seri 205-5 yang belum lama ini beroperasi di lintas Yogyakarta – Palur pp. Rangkaian yang sebelumnya di kirim dari Depo KRL Depok ini beroperasi pada awal Agustus 2025 untuk melengkapi pengoperasian perjalanan KRL di jalur tersebut. Namun pemandangan yang tak biasa terjadi pada KRL dari negeri Sakura tersebut.

KRL yang terkena vandalisme. (Foto: Dok. Istimewa)

Hal ini menbuat para masayarakat terutama pecinta kereta api menuai kekesalan dengan aksi tersebut. Padahal sudah jelas, rangkaian KRL ini biasanya disimpan di Depo KRL Solo Jebres dan seharusnya tidak ada orang lain selain petugas yang masuk sembarangan ke area depo tersebut.

Dari aksi tersebut masyarakat penggemar kereta api ini pun terus berharap kepada pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) untuk terus memantau jika ada gerak gerik yang mencurigakan di tempat yang memang terlarang, bahkan jika ada masyarakat lainnya yang berusaha merusak fasilitas di lingkungan kereta api untuk melapir kepada petugas terkait.

Aksi vandalisme dengan coretan ini memang kerap kali terjadi beberapa tahun belakangan ini. Pada Juni 2024 lalu, terlihat aksi petugas membersihkan coretan pada rangkaian KRL di Stasiun Bekasi. Namun sangat disayangkan, petugas sempat kesulitan menghapus coretan tersebut karena dengan alat dan bahan seadanya.

Dari aksi tersebut, petugas KAI tak segan-segan melapor ke pihak yang berwajib karena aksinya tersebut yang sudah merusak fasilitas umum. Petugas juga akan memeriksa CCTV jika terbukti pelaku terlihat saat melakukan aksinya. KAI juga sudah mengembangkan dan menambah CCTV analytic sebagai pemantauan tindak kriminal dan vandalisme baik di stasiun ataupun kereta.

Diketahui tindakan vandalisme merupakan tindakan yang tidak hanya merusak fasillitas umum tetapi juga merupakan tindakan kriminal yang melanggar UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pelaku akan dikenakan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun.

Sah! KRL Negeri Sakura Akhirnya Melayani Jalur Yogya-Palur

 

Southwest Airlines Pasang “Penghalang Sekunder”, Proteksi Akses Ke Kokpit Saat Pilot Harus Membuka Pintu

Selain disebut tahan peluru, pintu akses ke kokpit kini mendapat tambahan proteksi, seperti pada penerbangan terbaru Southwest Airlines, yang kini dilengkapi penghalang yang dapat melindungi kokpit saat pilot perlu membuka pintu selama penerbangan.

Boeing 737 pertama perusahaan yang dilengkapi dengan penghalang yang dapat ditarik ini mulai beroperasi tepat pada akhir pekan Hari Buruh, menjadikannya salah satu maskapai penerbangan AS pertama yang menggunakannya.

“Penghalang sekunder,” yang lebih mirip gerbang daripada pintu padat, awalnya diwajibkan untuk dipasang di semua pesawat baru mulai musim panas ini berdasarkan aturan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) tahun 2023, namun maskapai tersebut setuju untuk menunda penerapan aturan tersebut selama satu tahun.

Serikat pekerja penerbangan telah lama berargumen setelah serangan 11 September 2001, bahwa penghalang sekunder diperlukan untuk melindungi kokpit ketika pilot harus membuka pintu – misalnya, untuk mengakses toilet.

“Bagi Southwest, ini adalah keputusan yang tepat,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan. “Kami memiliki sistem manajemen keselamatan yang kuat yang mengambil pendekatan proaktif dalam hal meningkatkan keselamatan sedapat mungkin.”

Southwest mengatakan “setiap pesawat baru” yang mereka terima akan dilengkapi dengan penghalang tersebut. Saat ini belum ada metode tersertifikasi untuk menambahkan penghalang pada pesawat yang ada, namun Southwest mengatakan tetap berkomunikasi dengan Boeing dan FAA.

Maskapai saat ini menggunakan prosedur seperti memblokir lorong di bagian depan pesawat dengan kereta minuman ketika pilot perlu membuka pintu dan keluar dari kokpit.

Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Kini Pesan Makanan dan Minuman di Kereta Bisa Via Fitur Railfood di Aplikasi Access by KAI

Perjalanan dengan kereta api kini semakin nyaman berkat hadirnya fitur Railfood di aplikasi Access by KAI. Melalui layanan ini, penumpang bisa dengan mudah memesan makanan, snack, dan minuman favorit kapan saja—baik sebelum keberangkatan maupun saat sedang berada di dalam perjalanan.

Dengan Railfood, pelanggan tak perlu lagi khawatir kehabisan menu yang diinginkan. Sistem pemesanan online memungkinkan penumpang memesan jauh-jauh hari, sehingga makanan sudah dipastikan tersedia ketika perjalanan dimulai. Pilihan menu yang beragam juga bisa disesuaikan dengan selera, menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Kemudahan Railfood semakin lengkap dengan dukungan pembayaran cashless. Penumpang dapat bertransaksi melalui berbagai metode, mulai dari virtual account hingga QRIS. Bahkan, transaksi langsung di atas kereta pun kini sudah sepenuhnya menggunakan sistem non-tunai, membuat proses pembelian lebih cepat, aman, dan fleksibel.

“Dengan hadirnya Railfood di Access by KAI, kami ingin memberikan pengalaman baru yang lebih praktis bagi pelanggan. Pemesanan makanan dan minuman kini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, serta didukung dengan sistem pembayaran cashless yang memudahkan pelanggan menikmati perjalanan tanpa repot,” ujar Vice President Corporate Secretary KAI Services, Hilmi Ridwan.

Melalui inovasi Railfood, KAI Services terus berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan kereta api yang tidak hanya nyaman, tetapi juga modern, praktis, dan penuh kemudahan.

Soal higienis? Makan di Kereta dan Pesawat Tak Jauh Berbeda

Rekayasa Pola Operasi Perjalanan Kereta Api, Kali Ini Diperpanjang Hingga 5 September

Perjalanan kereta api pada keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen masih terlihat pengamanan yang cukup ketat pasca demo yang terjadi di beberapa titik kawasan Jakarta. Maka dari itu PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) masih melakukan rekayasa operasional perjalanan kereta api.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko di Jakarta, Senin yang dikutip dari laman Antara mengatakan rekayasa pola operasi ini yakni dengan memberhentikan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen di Stasiun Jatinegara.

KAI Lakukan Berhenti Luar Biasa Selama 3 Hari, Penumpang Padati Stasiun Jatinegara

Ixfan mengatakan KA-KA keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen tetap berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan di kedua stasiun tersebut. Keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara tersebut semula hanya sampai 2 September 2025, namun diperpanjang hingga pada 5 September 2025.

Masyarakat pun memiliki pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dan strategis, terutama bagi yang berasal dari arah timur Jakarta. Hal ini untuk menjaga kenyamanan pelanggan dan kelancaran operasional KA. Berikut ini KA-KA yang berhenti di Stasiun Jatinegara yaitu KA 6 Argo Semeru, KA 132 Parahyangan, KA 46 Taksaka, KA 2 Argo Bromo Anggrek, KA 16 Argo Dwipangga.

Berikutnya, KA 118 Gunungjati, KA 40 Sembrani, KA 62 Manahan, KA 122 Cakrabuana, KA 44 Taksaka, KA 38 Brawijaya, KA 8 Bima, KA 36 Gajayana. Lalu, KA 124 Cakrabuana, KA 42 Sembrani, KA 32 Pandalungan, KA 4 Argo Bromo Anggrek, KA 14 Argo Lawu, KA 54 Purwojaya, KA 48 Taksaka, KA 120 Gunungjati, KA 64 Manahan.

Kemudian, KA 30F Argo Anjasmoro, KA 110 Fajar Utama Yk, KA 272 Airlangga, KA 284 Serayu, KA 204 Tegal Bahari. Serta KA 90 Gayabaru Malam Selatan, KA 270 Matarmaja, KA 112 Sawunggalih, KA 152 Brantas, KA 300 Cikuray.

Selain itu, KA 246 Majapahit, KA 260 Tawang Jaya, KA 108 Senja Utama Yk, KA 288 Serayu, KA 116 Sawunggalih, KA 144 Madiun Jaya, KA 164 Gumarang, KA 150 Singasari, dan KA 180 Tawangjaya Premium. Lalu, KA berangkat 4 dan 5 September 2025 yakni KA 50F Purwojaya, KA 7006 Batavia), dan KA 58F Purwojaya.

Sementara, KA kedatangan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen yang akan juga berhenti di Stasiun Jatinegara pada 3-5 September 2025. Yakni, KA 45 Taksaka, KA 15 Argo Dwipangga, KA 3 Argo Bromo Anggrek, KA 43 Taksaka, KA 13 Argo Lawu.

Berikutnya, KA 1 Argo Bromo Anggrek, KA 123 Cakrabuana, KA 47 Taksaka, KA 163 Gumarang, KA 179 Tawang Jaya Premium, dan KA 203 Tegal Bahari. Sementara KA yang datang 4 dan 5 September 2025 yakni KA53F Purwojaya dan KA 141F Parahyangan Fakultatif.

KAI khususnya wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengimbau kepada para pelanggan yang akan menggunakan layanan kereta api pada tanggal tersebut untuk menyesuaikan waktu keberangkatan. Serta menyiapkan waktu tempuh yang cukup sebagai antisipasi adanya pola rekayasa lalu-lintas.