Kejar Efisiensi, Seluruh Pesawat Lufthansa Bakal Dibalut Kulit Ikan Hiu

0
Pesawat-pesawat Lufthansa Cargo bakal dilengkapi dengan teknologi kulit ikan hiu untuk efisiensi bahan bakar. Foto: Lufthansa Cargo

Seluruh pesawat Boeing 777F Lufthansa Cargo ke depan bakal dilapisi dengan teknologi kulit hiu. Itu dilakukan untuk membuat pesawat lebih irit bahan bakar. Guna memuluskan hajat itu, Lufthansa Cargo akan menggandeng entitas bisnis Lufthansa lainnya; Lufthansa Technik.

Baca juga: Bye-bye Bau Tak Sedap, Teknologi Ini Bikin Kabin Pesawat Bebas Bau Tak Sedap!

Industri penerbangan, sebagaimana industri lainnya, memang selalu mencari inovasi terbaru dengan mengambil alam sebagai sumber inspirasinya.

Pada September tahun lalu, Airbus bertekad untuk segera merealisasikan program ‘fello’fly’ atau penerbangan formasi, yang terinspirasi dari angsa, untuk mencapai konsumsi bahan bakar pesawat yang lebih rendah sekaligus mengurangi polusi, setelah sukses mengujicobanya ada tahun 2016 dan 2019.

Selain terinspirasi dari mahkluk hidup yang bisa terbang, seperti burung dan angsa, inovasi teknologi di industri penerbangan juga banyak terinspirasi dari mahkluk hidup di luar itu. Salah satunya makhluk laut, dalah hal ini, hiu.

Mulai tahun depan, Lufthansa Cargo dan Lufthansa Technik akan berkolaborasi untuk menyelimuti armada Boeing 777F mereka dengan teknologi kulit ikan hiu. Kulit ikan hiu dinilai dapat mengurangi gesekan saat pesawat di udara.

Secara sederhana, berkurangnya gesekan sudah pasti akan membuat kinerja mesin menjadi lebih mudah dan pada akhirnya menghemat bahan bakar.

Teknisnya sendiri, badan pesawat akan dilapisi dengan sejenis kaca film menyerupai kulit ikan hiu berukuran sekitar 50 mikrometer buatan AeroSHARK. Jadi, ini tidak menggunakan kulit ikan hiu asli, mengingat ikan hiu adalah predator tertinggi dalam rantai makanan di laut yang memegang peranan penting dan penjaga keseimbangan ekosistem laut.

Dengan teknologi laser, kaca film kulit ikan hiu ini akan menyatu dengan badan pesawat dan membuat permukaan lebih halus.

Bila sudah direalisasikan, teknologi tersebut mampu membuat pesawat menghemat bahan bakar hingga satu persen. Tak terlalu besar memang. Namun, bila itu terjadi di seluruh armada Boeing 777F Lufthansa Cargo, itu sama dengan menghemat sekitar 3.700 ton bahan bakar jet setiap tahun.

Tak cukup sampai di situ, bahan bakar lebih hemat satu persen juga berarti mengurangi emisi CO2 sekitar 11.700 ton, sebanding dengan pembatalan 48 penerbangan barang dari Frankfurt ke Shanghai. Luar biasa, bukan?

Baca juga: Mengapa Ada Batasan Ketinggian Terbang untuk Pesawat? Ini Jawabannya

“Kami selalu memainkan peran utama dalam memperkenalkan teknologi ramah lingkungan. Teknologi kulit hiu yang baru untuk pesawat menunjukkan apa yang dapat dicapai oleh mitra besar dan sangat inovatif secara kolektif untuk lingkungan. Ini akan membantu kami mencapai tujuan netralitas iklim pada tahun 2050,” kata Anggota Dewan Eksekutif Deutsche Lufthansa AG, Christina Foerster.

Teknologi kulit ikan hiu tentu bukan satu-satunya upaya Lufthansa Cargo dalam mengurangi polusi dan dampaknya terhadap lingkungan. Bulan lalu, maskapai tersebut mengoperasikan penerbangan mingguan Frankfurt ke Shanghai menggunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Inisiatif itu diperkirakan berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 20.250 ton dan menghemat sekitar 174 ton bahan bakar setiap pekannya.

Leave a Reply