Sisi Lain Asian Games, Ajak Warga Kurangi Polusi dan Beralih ke Transportasi Umum
Kualitas udara Jakarta yang saat ini tidak terlalu baik membuat masyarakatnya disarankan untuk menggunakan masker selama berada di luar ruangan. Dengan rendahnya kualitas udara yang kurang baik tersebut, mendorong pihak penyelenggara Asian Games 2018 untuk mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Baca juga: Tah Hanya Hadirkan KMT Khusus, Inilah Rute KRL dan TransJakarta Untuk Pengunjung Asian Games 2018
Hal ini selain untuk mengurangi polusi udara, dengan kendaraan umum juga mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi secara perlahan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman antaranews.com (14/8/2018), untuk membantu hal tersebut PT TransJakarta menyediakan ribuan armada bus untuk atlet dan pejabat.
Sedangkan bagi relawan dan wartawan yang meliput Asian Games 2018 juga ada layanan TransJakarta gratis. Erik Thohir, Ketua Panitia Pelaksanaan Asian Games Indonesia (INASGOC) mengatakan, pelaksaan Asian Games adalah saat yang tepat bagi penonton dan masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.
Sehingga momen ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Presiden Direktur TransJakarta Budi Kaliwono mengatakan, selain atlet, pejabat, relawan dan wartawan yang meliput, bus gratis juga tersedia bagi penonton dan berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah nasional.
Pada hari-hari tertentu tersebut, penonton yang akan naik TransJakarta cukup dengan menunjukkan tiket pertandingan saat masuk ke halte bus dan akan ada bus khusus yang mengantar ke pertandingan. Diketahui untuk mendukung perhelatan besar Asia tersebut, TransJakarta sendiri mengatakan bahwa 1681 armada disiapkan untuk mengangkut para atlet Asian Games.
Bahkan untuk Asian Games, TransJakarta menambah 306 armada baru untuk mengantar atlet dari wisma menuju ke venue dan sebaliknya. Tak ketinggalan bagi pelajar yang ingin menonton kompetisi di venue Asian Games menghadirkan 120 bus sekolah yang sebelumnya berjumlah 50 bus.
Adanya ini untuk menyatakan harapan bahwa bus sekolah dapat melayani siswa yang tertarik untuk menonton pertandingan secara langsung. Ini juga merupakan kebijakan pemerintah yang menghadirkan ratusan bus untuk memfasilitasi transportasi yang lancar di Jakarta selama Asian Games.
Rencana tersebut merupakan bagian dari tiga kebijakan transportasi utuk memastikan keberhasilan acara multi olahraga se-Asia. Ketiga kebijakan tersebut berhubungan dengan rekayasa lalu lintas, transportasi umum dan kargo.
Moda transportasi umum yang disiapkan sebanyak 107 bus TransJakarta yang melayani rute menuju lokasi kompetisi dan 204 lainnya mengangkut pemilik mobil pribadi yang terkena dampak ganjil-genap.
Pemerintah juga akan menyediakan 40 bus bagi mereka yang bepergian dari hotel ke tempat kompetisi, 10 bus bagi mereka yang bepergian dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kompetisi dan 41 bus rekreasi untuk atlet dan pejabat. Sehingga orang-orang dapat bepergian secara gratis dengan bus yang melaju dari bandara dan hotel ke tempat-tempat pertandingan serta di bus rekreasi.
Baca juga: BPTJ Siapkan Bus Gratis Bagi Tamu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang
Dia mengatakan, Kementerian Perhubungan akan menyediakan bus-bus yang melakukan perjalanan dari bandara dan hotel ke tempat-tempat pertandingan, sementara pemerintah provinsi Jakarta akan menyediakan bus TransJakarta dan bus rekreasi. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan telah menyerahkan 300 bus ke INASGOC untuk digunakan untuk memfasilitasi transportasi bagi para atlet dan pejabat selama acara multi-olahraga.
Dari 300 bus, 100 akan dioperasikan di Palembang, Sumatra Selatan dan 170 di Jakarta dan sisanya di provinsi Jawa Barat dan Banten. Di Palembang, sistem Light Rail Transit (LRT), selain bus, akan digunakan sebagai moda transportasi khusus bagi para peserta Asian Games, di mana 45 negara dan anggota panitia Asian Games akan berpartisipasi.
Mass Transit Railway Selesaikan Uji Coba Hong Kong-Shenzhen-Guangzhou
Mass Transit Railway (MTR) operator kereta api yang berbasis di Hong Kong ini baru saja menyelesaikan uji coba High Speed Rail (HSR) atau kereta cepatnya dari Hongkong-Shenzhen-Guangzhou. Uji coba yang dilakukan oleh Hong Kong HSR tersebut adalah mengecek keamanan dan kondisi operasi lainnya untuk layanan penumpang sebelum melaju di rel.
Baca juga: Banyak Pilihan Moda Transportasi, Mudahkan Melancong di Taiwan
KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com (17/8/2018), bahwa Hong Kong’s Transport and Housing Secretary menyatakan hasil uji coba HSR tersebut aman dan baik-baik saja. Sehingga memungkinkan MTR bisa memasuki tahap akhir persiapan sebelum diluncurkan untuk layanan penumpang pada September mendatang.
Diketahui, lebih dari 700 personel saat ini tengah mengerjakan persiapan akhir untuk HSR melaju di relnya. Selama uji coba yang dilakukan antara Hong Kong dan Cina, sejumlah tes lainnya juga dilakukan.
Hal tersebut untuk memvalidasi perangkat keras dan perangkat lunak yang terdapat di HSR. Manager MTR XRL Simon Tang mengatakan, keselamatan dan kualitas sudah menjadi prioritas utama mereka selama mendesain dan konstruksi proyek perkeretaapian tersebut.
“Kami mengatasi banyak tantangan untuk membawa sambungan rel ke hasil yang baik. Untuk minggu-minggu terakhir menjelang dimulainnya layanan HSR dalam pengangkutan penumpang, kami terus bekerja bergandengan tangan dengan tim operasional untuk memastikan pembukaan dan meluncurnya kereta di rel dengan mulus pada akhir September 2018 mendatang,” ujar Tang.
Baca juga: 10 Fakta Seputar Kereta Cepat di Cina
MTR juga telah menyediakan gambar desain yang disetujui, hasil pengujian dan catatan kontrol kualitas kepada departemen pemerintah terkait untuk penilaian guna membantu inspeksi mereka terhadap HSR seperti sistem sinyal dan komunikasi, pekerjaan lintasan dan sistem saluran udara serta rolling stock. Evaluasi yang dilakukan juga akan mencakup keamanan struktural dari Hong Kong West Kowloon Station.
Di Hong Kong, MTR sendiri telah mengoperasikan sepuluh jalur kereta api komuter, jaringan Light Rail dan jaringan Airport Express berkecepatan tinggi, di mana 5,8 juta perjalanan penumpang dilakukan pada hari kerja normal.
Jaringan Kereta North – East Asia, Akankah Jadi Penanda Reunifikasi Korea?
Ribuan pasang mata tertuju ke Gelora Bung Karno pada Sabtu (18/8/2018) kemarin. Opening Ceremony dari perhelatan Asian Games 2018 tersebut sukses mengundang decak kagum dari setiap pasang mata yang melihatnya – baik secara langsung maupun dari layar kaca. Puluhan kotingen yang turut serta dalam pesta olahraga se-Asia tersebut pun memasuki area stadion seraya memperkenalkan diri.
Baca Juga: Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un
Dari sekian banyak kotingen, ada satu momen bersejarah yang tercipta – kontingen Korea Selatan dan Korea Utara bersatu di bawah bendera Unifikasi Korea. Sebelumnya, kedua ‘saudara’ ini sempat terpecah selama 65 tahun pasca genjatan senjata pada tahun 1953. Namun kesepakatan damai yang diajukan oleh kedua petinggi negara tersebut pada 27 April 2018 dan bersatunya kontingen kedua negara di bawah bendera Unifikasi Korea semakin mempertegas perdamaian diantara kedua belah pihak.
Tidak terkecuali dari sektor transportasinya, dimana Presiden Korea Selatan Moon Jae-In sebelumnya telah menyetujui pengembangan jaringan kereta api menuju Korea Utara pada akhir tahun 2018 ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (17/8/2018), Presiden Jae-In mengajukan rancangan pembangunan jaringan kereta api North – East Asia yang akan mencakup Semenanjung Korea, Cina, Mongolia, Rusia, Jepang, hingga Amerika.
“Hal ini (pembangunan jaringan kereta api) akan memfasilitasi sistem perdamaian dan keamanan multilateral negara-negara yang terlibat di dalamnya,” tutur Presiden Jae-In dalam pidatonya pada peringatan Hari Pembebasan di Seoul beberapa waktu yang lalu. Pengumuman ini sendiri merupakan bentuk rekonsiliasi lanjutan pasca penandatanganan perjanjian damai kedua belah pihak.
Lebih lanjut, semisal jaringan kereta api North – East Asia ini rampung kelak, maka akan tercipta satu konektivitas yang memungkinkan Korea Selatan mengekspor komoditasnya ke Cina, Rusia, dan Eropa melalui Korea Utara. Ini juga akan memfasilitasi impor minyak dari Rusia ke Korea Selatan.
Baca Juga: Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara
Hadirnya jaringan kereta api ini juga diharapkan dapat menstimulasi perkembangan industri di Korea Utara. Sayangnya, belum ada kepastian kapan jaringan kereta api ini bisa mulai beroperasi – terutama karena sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Korea Utara. Guna menindaklanjuti rencana ini, kedua belah pihak diagendakan kembali bertemu pada bulan September mendatang di Pyongyang.
Bus Tingkat Bertenaga Hidrogen Meriahkan Asian Games 2018
Kendaraan tanpa emisi salah satu pilihan untuk mengurangi polusi udara dan membuat kuailtas udara menjadi semakin baik. Pada Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta dan Palembang ini, akan kehadiran bus bertingkat bertenaga hidrogen selama perhelatan dari 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.
Baca juga: Toyota Luncurkan SORA, Bus Berbahan Bakar Sel yang Ramah Lingkungan
KabarPenumpang.com melansir dari laman renewableenergymagazine.com (10/8/2018), demonstrasi bus bertenaga hidrogen ini sendiri disampaikan oleh penyedia energi terpadu dan mobilitas emisi nol, Ecubes Arcola. Ecubes Arcola selain mendemonstarasikan juga akan mengadakan roadshow pendidikan selama seminggu di kota-kota Indonesia, membuat lokakarya teknologi secara langsung untuk lebih dari seribu anak muda d Sumatera Selatan dan Jawa.
Program ini sendiri merupakan bagian dari strategi Ecubes Arcola yang lebih luas untuk penggunaan tenaga hidrogen yang bersih, dimana infrastruktur energi seluruh wilayah melalui proyek-proyek pelengkap di seluruh sektor pembangkit listrik dan transportasi berdasar pada teknologi.
“Memberikan solusi untuk dunia energi yang berkelanjutan tidak lagi masalah mengatasi hambatan teknologi, tetapi tentang tantangan kepemimpinan. Sumatera Selatan menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mengembangkan ekonomi hijau, seperti yang ditunjukkan oleh solusi perintis berdasarkan teknologi terkait hidrogen sejak 2016,” kata Aleksander Gerbec, Presiden Direktur Ecubes Arcola.
Managing Director Ecubes Arcola, Ben Todd menambahkan, integrasi infrastruktur lintas sektor memungkinkan adanya peningkatan serta percepatan penetrasi energi terbarukan ke dalam bauran daya. Sehingga secara bersamaan pula menghasilkan transportasi dengan emisi nol.
Bersamaan dengan kegiatan di pertandingan, di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran di London pada 10 Agustus 2018 kemarin, mempromosikan Investasi energi bersih di Indonesia dan menandai peluncuran praktis kemitraan antara Ecubes Arcola dan sponsor dari Asian Games Education program di kawasan ASEAN, Serba Dinamik. Acara ini juga memamerkan teknologi nol emisi Inggris yang mutakhir dengan demonstrasi bus listrik sel bahan bakar hidrogen bertingkat, yang dikembangkan oleh Arcola Energy menggunakan kendaraan basis Alexander Dennis dengan melakukan perjalanan ke Westminster.
Selain bus hidrogen, dua minivan hidrogen juga sudah tiba di Palembang. Dua mobil hidrogen ini merupakan keluaran terbaru dari pabrikan Renault, yang telah di modifikasi oleh Ecubes Arcola dengan para ilmuwan terkemuka dari Imperial College Inggris. Rencananya dua minivan hydrogen ini akan dihadirkan di Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, selama Asian Games 2018 berlangsung.
Baca juga: Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa!
Misi program di Indonesia, adalah untuk mendemonstrasikan bagaimana infrastruktur tenaga dapat dirancang untuk memungkinkan energi bersih, terjangkau dan udara bersih untuk semua orang. Program ini sudah mulai memberikan peluang menarik bagi pengembangan ekonomi baru, rendah karbon dan menyeluruh di Indonesia.
Program untuk Asian Games 2018 adalah pendahulu sebelum Olimpiade Tokyo 2020 di mana tenaga dan transportasi yang menggunakan hidrogen akan menjadi bagian penting dari infrastruktur.
Dilema Soal Seat Pitch, Masih Dimaklumi Penumpang
Duduk di pesawat selama berjam-jam tanpa bisa menyandarkan kursi tentu terasa bagaikan mimpi buruk. Seperti halnya dalam penerbangan low cost carrier, jarak antara satu kursi dengan lainnya cukup dekat sehingga untuk meluruskan kaki saja pun terkadang harus berpikir dua kali.
Baca juga: Tolak Atur Regulasi Kursi Pesawat, FAA: Kenyamanan Penumpang Bukan Masalah Keamanan
Tak hanya kaki, saat menurunkan sandaran duduk juga seringkali memikirkan penumpang lain agar tidak mengganggu. Bila ditelisik 2,5 juta orang terbang dari Amerika Serikat dan duduk berasa lebih dekat dengan orang yang berada di depannya.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari thrillist.com, ternyata masalah ruang kaki dan sandaran kursi yang diturunkan bisa membuat sesama penumpang saling berargumen. Sebab, sebenarnya penumpang bisa saja menurunkan sandaran kursi tetapi penumpang dibelakangnya tidak setuju atau tidak suka karena tempatnya duduk menjadi lebih sempit.
“Dalam 21 tahun, saya tidak pernah ada orang di dalam pesawat yang terlibat pertengkaran mengenai hal itu,” ujar pramugari American Airlines, Jill McIlvaine.
Dia mengatakan mungkin ada sedikit yang pasif dan yang agresif cukup banyak. Bahkan McIlvaine mengatakan, saat pertemuan pramugari antara tiga maskapai penerbangan dirinya menemukan kesimpulan yang sama, dimana tidak ada yang menyaksikan perkelahian atau pertengkaran verbal serta ketegangan dalam bentuk apapun.
McIlvaine mengatakan, saat melakukan perjalanan jarak dekat meski tak lagi ada makanan hangat tetap saja masih banyak orang yang menaiki pesawat untuk perjalanan mereka. Bisa dikatakan pesawat setiap harinya pun penuh dan membuat sedikit ruang untuk bergerak.
Sebenarnya untuk mendapatkan ruang kaki yang cukup, penumpang yang terbiasa dalam penerbangan bisa mengetahui kursi mana yang cukup nyaman untuk dipilih. Apalagi jika memiliki tubuh yang tinggi biasanya sudah tahu memilih duduk di kursi bagian mana.
Baca juga: Untuk Rute Jarak Pendek, Low Cost Carrier Tawarkan Konsep “Standing Seat”
Kini selain kelas ekonomi, pilihan ekonomi plus juga sedikit lebih baik. Tetapi ini hanya ada di beberapa maskapai saja. Jika Anda tidak memiliki keadaan khusus di bidang masalah punggung atau ukuran fisik, mungkin ini agak sedikit membuat tidak nyaman.
Ada Tujuh Tiket di Jaringan Perkeretaapian Jepang, Jangan Salah Pilih Ya!
Terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit nan kaya akan unsur kebudayaannya, tak ayal membuat Jepang menjadi salah satu negara yang masuk ke dalam daftar plesir orang banyak. Selain aspek kebudayaannya yang sangat kental, Jepang juga terkenal akan jaringan transportasi – khususnya kereta yang sangat masif. Seolah sudah menjelma menjadi tulang punggung transportasi di Jepang, ular besi yang ada di Negeri Sakura ini tidak pernah sepi dari penumpang.
Baca Juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta
Nah, rasanya sayang sekali jika Anda melewatkan kesempatan untuk menjajal jaringan perkeretaapian di Jepang yang sudah sangat mendunia ini. Tapi tunggu dulu, peribahasa “di mana dipijak, di situ langit dijunjung” akan berlaku ketika Anda membeli tiket. Berbeda dengan di Indonesia, berikut KabarPenumpang.com himpun 7 jenis tiket yang dijual oleh operator layanan kereta api di Jepang, dikutip dari berbagai laman sumber.
Tiket Reguler
Ini merupakan jenis tiket yang biasa Anda temui di Indonesia – yang membedakan hanyalah sistem perhitungan besaran tarifnya saja. Untuk kereta jarak dekat, Anda cukup merogoh kocek sebesar 20 yen atau yang setara dengan Rp2.600 per kilometernya. Sedangkan untuk kereta jarak jauh, per kilometernya Anda akan dikenai biaya sebesar 10 yen atau yang setara dengan Rp1.300. Lokasi pembeliannya pun sama seperti di Indonesia, yaitu di loket atau mesin tiket yang tersedia di setiap stasiun.
IC Card
Ini mirip dengan kartu e-money yang biasa Anda temui di Indonesia – dimana para penumpang akan melakukan pembayaran dengan sistem prabayar. Semisal saldonya habis, Anda bisa melakukan pengisian ulang di gerai-gerai tertentu. Tidak hanya dapat digunakan untukmembeli tiket kereta api, IC Card juga dapat digunakan untuk berbelanja di minimarket atau restoran tertentu. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di loket atau mesin tiket yang ada di setiap stasiun.
Seishun 18 Kippu
Tiket yang satu ini tidak ada di Indonesia, karena dengan menggunakan Seishun 18 Kippu, Anda bisa menikmati perjalanan selama lima hari tanpa batas untuk berkeliling Jepang dengan menggunakan kereta lokal atau kereta cepat. Per harinya, Anda akan dikenai biaya 2.370yen atau yang setara dengan Rp313.000. Semisal Anda tidak mau ribet, cukup ambil tiket per lima hari lansgun yang dibanderol 11.850yen (Rp1,57 juta). Tapi, Seishun 18 Kippu hanya dijual tiga kali dalam setahun selama musim liburan sekolah.
Japan Rail Pass
Bisa dibilang, ini merupakan induk dari tiket kereta yang bisa digunakan untuk semua jenis kereta JR dari Kagoshima di selatan Jepang hingga ujung utara Hokkaido. Moda yang dapat diakses pun tidak hanya sebatas kereta api saja, melainkan bus hingga kapal ferry yang tergabung dalam perusahaan Japan Rail. Japan Rail Pass hanya bisa digunakan turis asing yang berlibur ke Jepang.
JR Tokyo Wide Pass
JR Tokyo Wide Pass bisa digunakan tanpa batas oleh para pemegang paspor non-Jepang untuk kereta JR (termasuk shinkansen dan limited express train) dan kereta non-JR di wilayah Kanto selama tiga hari berturut-turut. Tiket jenis ini bisa dibeli di Bandara Narita, Bandara Haneda dan beberapa stasiun di antaranya stasiun Tokyo, Shinagawa, Shinjuku, Shibuya, Yokohama, Ueno, Mito dan Ikebukuro.
Baca Juga: Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang
Special Pass
Tiket terusan ini ditujukan bagi siapa saja yang sering mengular dengan kereta di jalur yang sama – jadi mereka tidak harus mengantri di loket setiap hari untuk beli tiket. Dengan begitu, antrean di loket juga bisa diminimalisir, bukan?
Subway Pass
Sesuai dengan namanya, ini ditujukan bagi para penumpang jaringan kereta bawah tanah Jepang yang terdiri dari Tokyo Metro dan Toei Subway. Tidak seperti tiket kereta lainnya, Subway Pass hanya bisa dibeli di stasiun bawah tanah saja.
Ini merupakan jenis tiket yang biasa Anda temui di Indonesia – yang membedakan hanyalah sistem perhitungan besaran tarifnya saja. Untuk kereta jarak dekat, Anda cukup merogoh kocek sebesar 20 yen atau yang setara dengan Rp2.600 per kilometernya. Sedangkan untuk kereta jarak jauh, per kilometernya Anda akan dikenai biaya sebesar 10 yen atau yang setara dengan Rp1.300. Lokasi pembeliannya pun sama seperti di Indonesia, yaitu di loket atau mesin tiket yang tersedia di setiap stasiun.
IC Card
Ini mirip dengan kartu e-money yang biasa Anda temui di Indonesia – dimana para penumpang akan melakukan pembayaran dengan sistem prabayar. Semisal saldonya habis, Anda bisa melakukan pengisian ulang di gerai-gerai tertentu. Tidak hanya dapat digunakan untukmembeli tiket kereta api, IC Card juga dapat digunakan untuk berbelanja di minimarket atau restoran tertentu. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di loket atau mesin tiket yang ada di setiap stasiun.
Seishun 18 Kippu
Tiket yang satu ini tidak ada di Indonesia, karena dengan menggunakan Seishun 18 Kippu, Anda bisa menikmati perjalanan selama lima hari tanpa batas untuk berkeliling Jepang dengan menggunakan kereta lokal atau kereta cepat. Per harinya, Anda akan dikenai biaya 2.370yen atau yang setara dengan Rp313.000. Semisal Anda tidak mau ribet, cukup ambil tiket per lima hari lansgun yang dibanderol 11.850yen (Rp1,57 juta). Tapi, Seishun 18 Kippu hanya dijual tiga kali dalam setahun selama musim liburan sekolah.
Japan Rail Pass
Bisa dibilang, ini merupakan induk dari tiket kereta yang bisa digunakan untuk semua jenis kereta JR dari Kagoshima di selatan Jepang hingga ujung utara Hokkaido. Moda yang dapat diakses pun tidak hanya sebatas kereta api saja, melainkan bus hingga kapal ferry yang tergabung dalam perusahaan Japan Rail. Japan Rail Pass hanya bisa digunakan turis asing yang berlibur ke Jepang.
JR Tokyo Wide Pass
JR Tokyo Wide Pass bisa digunakan tanpa batas oleh para pemegang paspor non-Jepang untuk kereta JR (termasuk shinkansen dan limited express train) dan kereta non-JR di wilayah Kanto selama tiga hari berturut-turut. Tiket jenis ini bisa dibeli di Bandara Narita, Bandara Haneda dan beberapa stasiun di antaranya stasiun Tokyo, Shinagawa, Shinjuku, Shibuya, Yokohama, Ueno, Mito dan Ikebukuro.
Baca Juga: Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang
Special Pass
Tiket terusan ini ditujukan bagi siapa saja yang sering mengular dengan kereta di jalur yang sama – jadi mereka tidak harus mengantri di loket setiap hari untuk beli tiket. Dengan begitu, antrean di loket juga bisa diminimalisir, bukan?
Subway Pass
Sesuai dengan namanya, ini ditujukan bagi para penumpang jaringan kereta bawah tanah Jepang yang terdiri dari Tokyo Metro dan Toei Subway. Tidak seperti tiket kereta lainnya, Subway Pass hanya bisa dibeli di stasiun bawah tanah saja.
Saat Pesawat Lepas Landas, Mobil Van Melaju di Landasan Pacu dengan Tenang
Melintasi landasan pacu dengan mobil van adalah satu tantangan besar, apalagi jika ladasan pacu tersebut sangat sibuk untuk aktivitas penerbangan. Tapi bagaimana bila untuk mempercepat waktu, sebuah mini van melintas landasan pacu demi sampai ke tempat acara tepat waktu meski nyaris tertabrak pesawat yang hendak lepas landas?
Baca juga: Landas Pacu di Bandara ini ‘Dipotong’ oleh Jalur Kereta!
Ini belum lama terjadi dan dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.sg (15/8/2018), bahwa kejadian tersebut terjadi pada 27 Juni 2018 kemarin sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Pengemudi van yang tidak disebutkan namanya tersebut saat itu tengah membawa dua orang General Aviation untuk diantar ke acara barbekyu karyawan bandara.
“Saya memutuskan menyeberang melalui landasan pacu, karena membuatnya lebih cepat sampai ke tujuan,” ujar si pengemudi.
https://youtu.be/E39dVmh7f1M
Bahkan dia mengaku sebelum melintas landasan pacu sempat menelepon pihak ATC dan berbicara pada operator yang mengurusi runway 20 dan 14. Dengan yakin karena sembari melihat kanan kiri, dan petugas pun tidak ada yang mengatakan akan ada pesawat lepas ladas.
“Sekitar separuh jalan, ternyata di landasan pacu 13, penumpang yang duduk di kursi depan kaget dan melihat keluar jendela pendumpang kanan ada lampu lepas landas menyala. Saya melaju di landasan dan mendengar pesawat terbang diatas kami meninggalkan landasan pacu,” kata pengemudi van itu.
Dalam video tersebut, mobil van sudah menyeberang dan pesawat baru mulai lepas landas dengan bagian depan terangkat. Diketahui pesawat yang hampir bertabrakan dengan mobil van tersebut adalah Embraer 145 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Envoy Air-American Airlines dengan 57 penumpang.
Baca juga: Gegara Ada Kawanan Sapi di Landasan, Manager Bandara di Nigeria Diganjar Skorsing
“Saya bertanya, apakah ada penumpang lain yang mendengar bahwa runway 14 dikosongkan? Kemudian keduanya menyatakan bahwa telah membersihakn runway 14 untuk kami,” kata pengemudi itu lagi.
Meski baru melalui peristiwa yang menegangkan, tetapi para petugas General Aviation tersebut tetap mengikuti pesta dan pengemudi segera melaporkan kejadian itu pada pengawas operasi bandara. Atas kejadian ini belum jelas apakah pengemudi dan operator kontrol daratt akan dihukum atas insiden tersebut.
Tak Hanya Hadirkan KMT Khusus, Inilah Rute KRL dan TransJakarta Untuk Pengunjung Asian Games 2018
Perhelatan Asian Games yang berlangsung sejak 18 Agustus 2018 hingga 2 September mendatang mebuat PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Aisan Games. Ada tiga jenis kartu yang inspirasinya dari maskoy Asian Games 2018 yakni Bhin Bhin, Atung dan Kaka.
Baca juga: Jelang Asian Games 2018, ASDP Operasikan Dermaga dan Layanan Ferry Eksekutif
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kehadiran KMT edisi khusus ini sendiri dijual diseluruh stasiun KCI dengan harga Rp50 ribu yang sudah termasuk dengan saldo Rp15 ribu. Dikarenakan edisi khusus, penjualan KMT yang dimulai pada 17 Austus 2018 kemarin akan dijual selama persediaan masih ada.
KMT edisi khusus Asian Games 2018 ini disiapkan sebanyak 15 ribu kartu. “Kami berharap masyarakat Jakarta dan sekitarnya maupun pendatang dari dalam dan luar negeri dapat menggunakan transportasi publik khususnya KRL Commuter Line untuk menuju ke lokasi venue Asian Games maupun berwisata ke berbagai tujuan di Jakarta,” ujar Direktur Utma PT KCI Wiwik Widayanti.
Setelah kehadiran KMT edisi khusus, bagaimana transportasi untuk mencapai lokasi atau venue Asian Games yang ada di Jakarta? Ya, ternyata ada banyak transportasi yakni kereta hingga TransJakarta dan ini memudahkan pengunjung apa lagi salah satu venue di Gelora Bung Karno (GBK) tidak memperbolehkan membawa kendaraan pribadi.
Berikut ini cara sampai ke venue dengan kereta commuter dan TransJakarta.
1. GBK
Bila dari Rangkasbitung, Parung Panjang ataupun Serpong, pengunjung bisa turun di Stasiun Palmerah. Selanjutnya bisa berjalan kaki atau naik bus gratis TransJakarta yang disediakan dari Stasiun Palmerah. Pengunjung dari Jatinegara, Senen, Kemayoran dan Kampung Bandan bisa transit di Stasiun Tanah Abang dan naik kereta tujuan ke arah Rangkasbitung atau Serpong dann turun di Stasiun Pelmerah. Jika pengunjung dari Depok atau Nambo bisa langsung turun di Stasiun Sudirman tanpa harus transit dan bisa lanjut menggunakan TransJakarta arah Blok M dan turun di GBK atau naik bus gratis GR1 perhentian GBK. Pengunjung Bekasi bisa transit di Manggarai dan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Sudirman. Sedangkan pengunjung asal Tangerang dan Jakarta Barat lainnya bisa transit di Stasiun Duri dan lanjut ke Stasiun Sudirman atau Tanah Abang kemudian lanjut ke Stasiun Palmerah.
2. JIExpo
Paling dekat adalah staiun Rajawali untuk relasi kereta Jatinegara-Bogor dan Stasiun Sawah Besar untuk relasi Bekasi-Jakarta Kota atau Bogor-Jakarta Kota.
3. Ancol Eco Park
Pengunjung bisa turun di Stasiun Ancol (Jakarta Kota-Tanjung Priok), Stasiun Jakarta Kota (Bogor dan Bekasi), Stasiun Kampung Bandan (relasi Jatinegara-Bogor dan Jakarta Kota-Priok).
4. Veledrome
Berada di Jakarta Timur, untuk mencapainya pengujung bisa menggunakan KRL dan turun di Stasiun Kramat, Jatinegara ataupun Klender. Bila turun dari Stasiun Sudirman, melanjutkan dengan TransJakarta dari Halte Dukuh Atas 2 ke arah Pulogadung dan turun di Veledrome.
5. Equestrian
Letaknya yang berada juga di jakarta Timur, pengunjung bisa menggunakan rute kereta sama dengan menuju Veledrome. Bedanya bukan turun di Stasiun Sudirman melainkan Pasara Senen dan menggunakan TransJakarta tujuan Pulogadung turun di Halte ASMI atau bila dari Jatinegara turun di Halte Cempaka Mas.
6. Taman Mini Indonesia Indah
stasiun terdekat adalah Tanjung Barat dan dilanjutkan dengan kendaraan umum seperti angkot. Bila turun di Stasiun Cawang dan berlanjut dengan TransJakarta arah Pinang Ranti dan turun di Halte Garuda Taman mini. Dari Stasiun Cawang juga bisa menggunakan bus nomor 7D ke arah TMII.
7. Pondok Indah Golf Course
Karena letaknya di Jakarta Selatan, pengunjung bisa naik KRL dan turun di Stasiun Kebayoran atau menggunakan TransJakarta dari Halte Pasar Kebayoran ke arah Lebak Bulus.
8. POPKI Sport Hall Cibubur
Tiga stasiun terdekat POPKI Cibubur yakni Stasiun Universitas Pancasila, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Pondok Cina. Ketiganya termasuk relasi Jatinegara-Bogor dan Jakarta Kota-Bogor.
Baca juga: BPTJ Siapkan Bus Gratis Bagi Tamu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang
9. Stadion Patriot Candrabaga
Bekasi Stadion sepakbola ini terletak tak jauh dari Stasiun Bekasi. Namun Anda bisa juga turun di Stasiun Cawang, lanjut naik Transjakarta ke arah Pinang Ranti atau PGC 2, transit di BNN untuk naik Transjakarta B11 ke arah Summarecon Bekasi, turun di RS Mitra Keluarga yang ada di sebelah Stadion Patriot.
10. Stadion Wibawa Mukti
Cikarang Stasiun KRL commuter line yang terdekat dari stadion ini yakni Stasiun Cikarang relasi Bekasi. Jaraknya sekitar 11 kilometer.
Jauh dari Implementasi, Metro Mumbai Didapuk Sebagai Jaringan Metro Terpanjang di 2022
Terkenal sebagai rapid transit system yang melayani kota Mumbai dan Maharashtra, Metro Mumbai kini tengah direncanakan untuk menjadi jaringan metro terpanjang dalam jangka waktu lima tahun ke depan – dengan total jalur sepanjang 276 km. Itu berarti, Metro Mumbai akan melampaui jalur CST – Karjat milik Central Railway (122 km) dan perpanjangan jalur Churchgate menuju Dahanu milik Western Railway (123 km). Jika dilihat dari skala dan konsep, maka Metro Mumbai akan menjadi wajah dari transportasi di India di masa yang akan datang.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Mumbaikars Merasakan Layanan Kereta Ekonomi AC
“Ini (Metro Mumbai) akan mengubah wajah transportasi di Mumbai pada tahun 2022 mendatang,” ungkap R. A. Rajeev, salah satu petinggi di Metro Mumbai, dikutip KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (8/8/2018). Jika sudah rampung kelak, maka akan tersedia sekitar 250 stasiun yang tersebar di berbagai titik di ruang lingkup operasi Metro Mumbai. Hingga saat ini sendiri, layanan yang mulai beroperasi pada 8 Juni 2014 silam ini baru memiliki total lintasan 11,4 km.
Tak ayal, para konsensus memandang perkembangan Metro Mumbai ini nantinya akan memiliki efek transformatif, menciptakan lapangan kerja baru (karena akan melakukan pembangunan dan membutuhkan tenaga kerja dalam skala besar), dan meningkatkan kualitas kehidupan di kota karena letaknya yang strategis.
Selain itu, nantinya Metro Mumbai juga akan terkoneksi dengan sejumlah fasilitas publik yang akan mempermudah para penumpang yang hendak beraktifitas – sebut saja stasiun akan terhubung dengan perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga bandara. “Kami menjadikan Hong Kong dan Singapura sebagai Benchmark. Kelak, kami akan menunjuk konsultan untuk divisi pengoperasian dan pemeliharaan terpisah khusus untuk Metro Mumbai,” tandas Rajeev.
Baca Juga: Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih!
Sudah barang tentu kocek yang mesti dikeluarkan tidaklah sedikit. Untuk menyiasatinya, Rajeev mengatakan akan memaksimalkan dana yang tersedia. “Kami juga sudah mulai melakukan diskusi serius untuk Asian Development Bank guna melakukan peminjaman sejumlah dana yang akan digunakan untuk membangun beberapa jalur,” terang Rajeev.
“Memang agak sulit untuk mencapai target yang sudah kami tetapkan sebelumnya, namun kami akan berusaha keras untuk mempercepat pembangunannya dan pengoperasian bisa dimulai pada tahun 2022 mendatang.” Tutupnya.
