Viral di Facebook, Jumlah Followers Instagram Petugas KRL Cantik ini Tembus Angka 27,6 Ribu!

Setiap sisi Jakarta memang selalu memiliki cerita unik untuk dibagikan, termasuk yang satu ini. Mata kamera seorang penumpang Commuter Line Jabodetabek berhasil mengabadikan salah seorang petugas di Stasiun Manggarai. Bukan sembarang petugas, melainkan ia memiliki paras yang manis nan ayu. Ramah, merupakan kesan kedua – setelah cantik – yang tergambar dari wanita ini, pasalnya ia kerap melemparkan senyuman kepada setiap penumpang. Baca Juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, petugas wanita ini bernama Efelina Hutabarat. Wanita berdarah Batak ini pertama kali menjadi sorotan publik setelah seorang pengguna jejaring sosial Facebook bernama Omphu Mohammed Iqbal mengunggah hasil jepretan dirinya. Efelina yang di dalam foto itu tampak seperti sedang melamun, sontak menjadi buah bibir netizen. Foto itu sendiri diunggah pada Rabu (4/7/2018).
Sumber: Brilio
”Mbaknya selalu ada setiap gua naik kereta dari stasiun Manggarai. Biasanya lemparkan senyum, hanya kali ini mbaknya lagi menatap kosong, mungkin karena gua juga pura-pura sibuk main handphone. Biasanya sih kita beradu tatap,” tulis Omphu melengkapi postingan di Facebooknya. Entah ia tengah bergurau atau memang kenyataannya seperti itu, namun yang pasti, fokus netizen tidaklah terpusat pada keterangan tersebut. Benar saja, baru satu hari Omphu membagikan foto tersebut, netizen sudah membagikan sebanyak 942 kali. Bagaimana nama Efelina tidak langsung mencuat? Baca Juga: Mau Tetap Cantik ke Pesta Meski Naik Kereta Komuter? Baca Tips Ini! Selain menghujani postingan Omphu tersebut dengan komentar, netizen juga sampai-sampai mencari tahu lebih mendalam tentang lulusan dari Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun 1 ini. Akhirnya muncullah satu akun intagram yang disinyalir milik Efelina, dengan nama akun @felinadestari. Sayangnya, ke-kepo-an netizen sempat terbentur pengaturan privacy account yang mengunci akun Efelina. Tidak patah arang, netizen yang terkagum-kagum dengan kecantikan dari Efelina itu tidak segan-segan untuk mem-follow akun dengan 58 postingan tersebut. Bak seorang selebgram, pengikut dari akun Efelina langsung melesat drastis ke angka 27,6 ribu. Fantastis!  

Uji Coba 20 Juli 2018, Tarif LRT Palembang Rp5 Ribu-Rp10 Ribu

Light Rapid Transit (LRT) Palembang yang pada 15 Juli 2018 kemarin baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo akan segera diuji coba. Uji coba tersebut akan berlangsung dari 20-30 Juli 2018 mendatang dari Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Stasiun Jakabaring. Baca juga: Hanya dengan Lima Stasiun Utama, LRT Palembang Siap Beroperasi Saat Asian Games 2018 Tarif LRT Rp10 ribu diberlakukan jika pemberangkatan dari Bandara menuju Jakabaring atau sebaliknya. Sedangkan tarif flat selain dari stasiun bandara akan dikenakan Rp5 ribu, tarif ini akan dikenakan bagi masyarakat umum dan untuk atlet serta awak media akan digratiskan saat Asian Games 2018 berlangsung. Dengan tarif yang sudah ditentukan tersebut, pembayaran untuk menaiki LRT akan secara non tunai yakni menggunakan kartu yang di tapping di gate. Namun bagi pengguna yang belum memiliki kartu uang elektronik akan ada petugas loket yang menjualnya. Dalam uji coba LRT Palembang akan ada dua rangkaian kereta atau trainset, sebab pihak Waskita masih melakukan penyelesaian kelengkapan LRT tersebut. “Jadi operasional kanan kiri, nanti kalau sudah dipastikan sudah clear maka delapan trainset yang disiapkan akan dioperasionalkan semua,” ujar PPK Kemenhub LRT Sumsel Suranto yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com (18/7/2018). Saat ini pengerjaan LRT Palembang sendiri sudah mencapai 94,51 persen dan sekarang dalam tahap penyelesaian walk way, tes sarana prasarana dan simulasi evakuasi. “Kami menargetkan semuanya selesai 20 Juli,” ujarnya. Untuk uji coba yang akan dilakukan 20 Juli 2018 stasiun yang akan mulai dioperasikan yakni DJKA/Opi, Jakabaring, Ampera, Cinde, Bumi Sriwijaya dan Bandara. Suranto mengatakan, stasiun tersebut akan dipersiapkan hingga akhir Juli dan pada Agustus untuk stasiun yang akan dioperasikan di update kembali. Baca juga: Kebut Persiapan Asian Games 2018, PT INKA Mulai ‘Cicil’ Pengiriman LRT Palembang Untuk Stasiun Polresta, Dishub, RSUD dan Panti Kayu akan bisa digunakan pada Asian Games setelah selesai dibangun. Sayangnya untuk Stasiun Demang dan Garuda Dempo tidak akan beroperasi pada Asian Games. Dalam satu rangkaian LRT akan ada tiga gerbong yang mampu mengangkut 536 penumpang dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dan akan berhenti di setiap stasiun selama 30 detik. Fasilitas yang ada dalam trainset LRT sendiri yakni AC, CCTV dan WiFi. Diketahui, saat Asian Games 2018 berlangsung, Jembatan Ampera juga akan ditutup dari kendaraan pribadi dan akan digunakan hanya untuk angkutan umum.

Selasa Sore! Waktu Paling Tepat untuk Berburu Tiket Pesawat Murah

Kini Anda dapat dengan mudah memesan tiket pesawat melalui gadget di mana pun dan kapan pun Anda mau. Puluhan bahkan ratusan jasa penyedia tiket perjalanan dapat Anda temui dengan sangat mudah di laman pencarian Google. Secara keseluruhan, mungkin Anda melihat semua laman menawarkan harga yang sama. Tapi jangan salah, ada lho beberapa laman yang menampilkan harga lebih murah ketimbang yang lainnya. Baca Juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah Mengingat hampir kebanyakan orang saling berebut harga terendah untuk terbang ke satu destinasi, di sinilah nilai ketajaman Anda dalam menganalisa harga, seni pencarian, serta pemilihan waktu yang tepat diuji. Memang, untuk mendapatkan itu semua, diperlukan kesabaran dan perencanaan waktu berlibur yang matang. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan sejumlah poin yang patut Anda perhatikan dalam mencari tiket perjalanan via Online Travel Agent (OTA), dikutip dari laman vagabondish.com. Terbang di Luar Waktu ‘Prime Time’ Melarikan diri dari kesibukan sehari-hari saat akhir pekan memang disarankan untuk menghindari kejenuhan. Maka tidak heran jika harga tiket pesawat – biasanya – melambung ketika akhir pekan, atau hari-hari kejepit lainnya. Bagi Anda yang memiliki rencana untuk menghabiskan waktu akhir pekan di luar daerah, ada baiknya Anda membeli tiket dari jauh-jauh hari dan menghindari berangkat pada hari Jumat, karena niscaya harganya akan melambung tinggi. Tips: Dikutip dari laman sumber lain, hari Selasa sore merupakan hari paling tepat untuk mendapatkan tiket murah. Sedangkan hari Rabu merupakan hari dimana harga tiket berada di titik terendah. Bandingkan Sejumlah Situs
Perbandingan Harga Tiket Pesawat di PegiPegi.com dan Tiket.com
Salah satu cara untuk mendapatkan harga terendah dalam suatu penerbangan adalah dengan cara membandingkan harga dari sejumlah situs. Karena pada dasarnya, tidak semua laman penyedia tiket perjalanan selalu menampilkan harga yang sama, walaupun detail penerbangan sama persis. Dalam contoh di atas, dapat Anda lihat perbandingan harga untuk dua laman penyedia tiket perjalanan yang menampilkan harga yang berbeda, dengan detail penerbangan yang sama. Selain kedua contoh di atas, kami pun telah mensurvey dua laman web lainnya, yaitu Traveloka.com dan Garuda-Indonesia.com yang dimana kedua laman tersebut menampilkan harga yang sama dengan Tiket.com. Bersihkan Riwayat Pencarian Sama seperti artikel sebelumnya, dimana para peneliti menyarankan untuk membersihkan terlebih dahulu riwayat pencarian sebelum Anda mulai mencari tiket. Dipercaya, ini dapat menghindari Anda terjebak dalam ‘permainan’ cookies yang digeluti oleh para agen penyedia tiket. Baca Juga: Mau Berburu Tiket Penerbangan Murah, Simak Tips Disini Belilah Tiket di Waktu yang Tepat Penentuan kapan waktu yang tepat untuk membeli tiket memang tidak akan ada habisnya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa semakin jauh kita membeli tiket dari hari H, maka harganya akan jauh lebih murah. Sebagai salah satu laman penyedia tiket penerbangan, salah seorang juru bicara dari Cheapoair.com mengatakan bahwa waktu yang tepat untuk membeli tiket dengan harga terendah adalah 54 hari atau 7 setengah minggu sebelum keberangkatan.  

Waspada! Beberapa Kecurangan Ini Bisa Anda Temui di Agen Perjalanan Abal-Abal

Menjamurnya bisnis agen perjalanan wisata dewasa ini memang tidak selalu berdampak positif. Pasalnya, tidak mudah bagi para agen baru untuk menjaring pasarnya sendiri di tengah persaingannya dengan beberapa nama besar yang sudah terlebih dahulu dikenal publik. Inovasi merupakan hal terpenting yang pada akhirnya dapat menjadi pembeda dengan penyedia jasa lain. Namun jika ditelaah lebih dalam lagi, apakah setiap agen ini memiliki caranya tersendiri untuk ‘mengeruk keuntungan lebih’? Baca Juga: 5 Mitos Seputar Online Travel Agents yang Terbantahkan Jawabannya sederhana, ada. Tentu cara yang mereka lakukan tidaklah sekotor First Travel, sebuah agen perjalanan ibadah yang kedapatan melakukan penipuan terhadap pelanggannya. Kembali ke tahun 2016 silam dimana salah satu travel agent terbesar di Tanah Britania Raya, Flight Centre dipertanyakan reputasinya karena tercium melakukan kecurangan terhadap pelanggannya. Tidak menutup kemungkinan, kecurangan sejenis pun turut dipraktekkan oleh penyedia jasa serupa di Indonesia. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk, berikut beberapa kecurangan yang mungkin dilakukan oleh agen penyedia jasa perjalanan. Diingatkan, artikel ini dibuat bukan untuk menjatuhkan reputasi dari para agen penyedia jasa, melainkan untuk memberikan pengetahuan kepada para pengguna jasa untuk lebih berhati-hati. Selisih Harga Model bisnis yang digeluti oleh agen penyedia jasa perjalanan ini hampir mirip dengan seseorang yang berbelanja di sebuah warung. Semakin sering ia berbelanja, semakin banyak ia berbelanja, maka kemungkinan ia mendapat diskon dari pihak warung pun semakin besar. Maka semisal Anda membandingkan sejumlah laman agen penyedia jasa perjalanan, bukan tidak mungkin Anda mendapati dua harga yang berbeda untuk detail perjalanan yang sama. Semakin jeli Anda mencari, maka semakin besar pula kesempatan Anda untuk mendapatkan tiket yang lebih murah. Pembatalan Bagi Anda yang hendak melakukan pembatalan penerbangan (cancellation), kiranya lebih berhati-hati. Pasalnya, hampir semua rute penerbangan yang disuguhkan oleh pihak maskapai bisa dibatalkan. Namun karena pihak agen enggan untuk mengurus pembatalan tersebut yang terkenal ribet, maka mereka mengganti keterangan di rincian penerbangan – dari yang semula bisa dibatalkan, menjadi tidak bisa dibatalkan. Seat Blocking Metode semacam ini pun menjadi satu temuan di dalam tubuh Flight Centre, dimana para staf didorong untuk memesan bangku penerbangan dalam jumlah yang banyak, dimana itu akan berdampak pada melambungnya harga kursi yang tersisa. Search Engine Cookies Riwayat pencarian di ponsel atau gadget lain pun bisa memegang peranan seseorang mendapati harga tiket yang lebih mahal. Kendati hipotesa ini belum terbukti kebenarannya dan tidak ditemukan bukti konklusif, namun ada baiknya bagi Anda menghapus terlebih dahulu riwayat pencarian sebelum memesan tiket. Baca Juga: Anda Independent Traveler? Inilah Rentetan Aplikasi Yang Bisa Maksimalkan Petualangan Anda Klausula Paritas Harga Dalam sebuah laporan terpisah, menemukan bahwa ada beberapa agen yang mendesak pihak hotel untuk memberikan harga kamar tertinggi untuk dipajang di laman website si agen. Desakan ini berbuntut pada pihak hotel yang tidak bisa melemahkan harga kamar yang sudah dipasang di web si agen. Untuk menghindari Anda terjebak di dalam situasi seperti ini, ada baiknya Anda tetap melakukan cara yang kuno – tapi – efektif: Memesan langsung via telepon.  

Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia

Selain terkenal dengan kereta uap ‘Sepur Kluthuk Jaladara’ yang melintasi tengah kota untuk berkeliling, ternyata kota Solo juga memiliki bus tingkat atau double decker dan telah beroperasi sejak 2011 lalu. Bus tingkat ini bernama Werkudara yang beroperasi sebagai bus wisata kota Solo dan hebatnya menjadi bus tingkat pertama buatan Indonesia. Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo Karena menjadi buatan anak bangsa pertama, double decker Werkudara sendiri mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada 2011 lalu. Werkudara memiliki tinggi 4,5 meter dan lebar 2,5 meter. Bus ini memiliki gambar satu dari lima tokoh Pandawa dalam Pewayangan di bodi bus dengan disertai tulisan Werkudara bergaya aksara Jawa dan logo Solo Spirit of Java. Bus besutan karoseri Tri Sakti Magelang ini dibeli seharga Rp1,8 miliar dengan dana yang berasal dari APBD kota Solo. Untuk menaiki bus, pelancong cukup merogoh kocek sebesar Rp20 ribu tiap perjalanan reguler dan bisa menikmati kota Solo selama tiga jam. Sedangkan pelancong yang pergi bersama rombongan juga bisa menyewa bus tersebut dengan biaya Rp800 ribu untuk satu trip atau selama tiga jam dengan biaya overtime Rp250 ribu per jamnya. Pembelian tiket bus atau mencarternya bisa langsung ke Kantor Dinas Perhubungan Pemerintahan Kota Solo mulai pukul 09.00-15.00 WIB atau melalui sambungan telepon. Bagi rombongan wajib melakukan pemesanan minimal satu hari sebelum keberangkatan dan membayar uang muka 25 persen dari harga sewa. Rute bus Werkudara dimulai dari Kantor Dishubkominfo di Manahan–perempatan Manahan (Jl. Ahmad Yani)– pertigaan Kerten (Jl. Slamet Riyadi)– Sriwedari–Gladag–Balai Kota–Pasar Gede–perempatan Panggung (Jl. Kolonel Sutarto)–Tugu Cembengan (Jl Ir Sutami)–Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Biasanya di TSTJ wisatawan yang duduk dibawah akan bergantian dengan wisatawan yang duduk di atas. Sedangkan untuk rute pulang, Werkudara memulai perjalanan dari Taman Satwa Taru Jurug–Tugu Cembengan (Jl. Kolonel Sutarto)–perempatan Panggung (Jl. Urip Sumarhajo)–Pasar Gede–Balai Kota–Gladag–perempatan Sangkrah (Jl. Kapten Mulyadi)–perempatan Baturono–Gading (Jl. Veteran)–Tipes–Baron (Jl. dr. Rajiman)–Laweyan–Lumbung Batik (Jl. K.H. Agus Salim)–Purwosari (Jl. Slamet Riyadi)–pertigaan Kerten–perempatan Manahan–Kantor Dishubkominfo di Manahan. Bagi pelancong yang mencarter bus untuk rombongan, rute perjalanannya bisa memilih sesuai selera seperti pusat perbelanjaan, Museum Batik Kauman atau tempat wisata lainnya di Kota Solo. Saking tingginya minat pelancong menggunakan double decker Werkudara membuat kesempatan perawatan bus terbatas dan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan pemerintah kota telah menambahkan lagi bus untuk menunjang pariwisata kota. Baca juga: Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata “Minat wisatawan untuk menjelajahi kota menggunakan bus tingkat Werkudara cukup tinggi,” ujar Hadi yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (13/7/2018). Bus baru ini dikatakan telah disumbangkan oleh Tahir Foundation Bank Mayapada sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). “Kami telah menyumbangkan bus-bus tersebut ke beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Surakarta,” kata pendiri Bank Mayapada Dato Sri Tahir.

Pangkas Waktu 1 Menit, Proyek JR East Rute Ueno – Omiya Tuai Kontroversi

Sebagai salah satu upaya untuk tetap mempertahankan predikat sebagai negara yang memiliki jaringan kereta api terbaik di dunia, wajar rasanya jika Jepang terus melakukan pengembangan pada sektor perkeretaapiannya. Kali ini poin efektifitas dari si ular besilah yang disasar oleh salah satu operator kereta di Negeri Matahari Terbit, JR East. Sang operator yakin, peningkatan efektifias ini akan berdampak pada jumlah penumpang yang dapat diangkut. Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas Dilansir KabarPenumpang.com dari laman moneycontrol.com (10/7/2018), kabarnya JR East akan meningkatkan batas kecepatan kereta ke level 130 km per jam, atau naik 20km per jam dari batas kecepatan yang sekarang. Proyek konstruksi berdurasi dua tahun ini melibatkan pembangunan jalur kereta yang akan menghubungkan Stasiun Ueno dan Stasiun Omiya. Mengingat Jepang merupakan negara yang sangat-sangat menghargai waktu, maka keunikan dari proyek JR East kali ini adalah memangkas estimasi perjalanan selama satu menit. Ya, saat ini, kereta yang mengular di antara dua kota tersebut membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba di tujuan. Sedangkan jika proyek ini rampung kelak, maka waktu tempuh antar dua kota ini dapat dipangkas menjadi 29 menit saja. Unik, ya! Kendati sempat menuai kritikan dari khalayak ramai soal pemangkasan waktu tempuh yang ‘sangat’ signifikan tersebut, namun pihak JR East yakin bahwa upayanya untuk meningkatkan efisiensi moda ini akan sukses. Selain cibiran tersebut, sejumlah golongan juga kerap memprotes soal suara yang dihasilkan dari si kereta cepat ini, terutama bagi mereka yang tinggal tidak jauh dari jalur kereta. Tidak hanya suara, getaran yang ditimbulkan pun menjadi senjata cadangan para warga yang seakan menolak kehadiran dari kereta cepat ini. Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors? Menganggapi keluhan warga tersebut, pihak operator pun tidak tinggal diam. Mereka menyatakan bahwa pihaknya tengah memasang panel penyerap suara yang diproyeksikan untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan oleh kereta ini. Untuk masalah getaran, pihak JR East enggan mengeluarkan pernyataan lanjutan karena belum menemukan teknologi yang tepat untuk mereduksi getaran. Tidak berhenti sampai di situ, beberapa kalangan pun menyebutkan bahwa proyek ini tidak seimbang. Maksudnya adalah dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit, namun pendapatan yang dihasilkan jauh lebih kecil ketimbang pengeluaran dana di awal.    

ST Engineering Kembangkan Automatic Fare Collection, Masuk Stasiun Tanpa Tapping Kartu

Perkembangan di dunia perkeretaapian Indonesia bisa dibilang sudah jauh menanjak dibanding satu dekade lalu. Khusus untuk Commuter Line Jabodetabek, kini sudah tidak ada lagi penumpang yang bergelantungan di atas gerbong atau pintu kereta yang tidak menutup ketika tengah mengular. Kemajuan seperti ini tidak terlepas dari perbaikan di sistem pertiketannya, dimana kini PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) sudah memadukan sistem tap cash dan peningkatan personel keamanan yang siap menindak tegas penumpang yang membandel. Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis Lain Indonesia, lain pula dengan negara tetangga, Singapura. Dari segi infrastruktur transportasinya, Negeri Singa ini memang sudah dua tingkat lebih tinggi ketimbang Indonesia. Semisal di Ibu Kota para komuter masih harus menempelkan kartu (tapping) Tiket Harian Berjamin (THB) atau varian electronic money (e-money) lain ke mesin sensor untuk masuk ke dalam peron, maka baru-baru ini Singapura dengan bangga memperkenalkan sistem pembayaran terbarunya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (10/7/2018), pagelaran Singapore International Transport Congress and Exhibition 2018 (SITCE) menjadi saksi dari lahirnya sistem Automatic Fare Collection (AFC) yang baru, dimana para komuter tidak perlu lagi menempelkan kartu untuk bisa masuk ke dalam peron. Adapun kreator yang berdiri di belakang sistem pertiketan baru ini adalah ST Engineering, perusahaan teknik yang juga mengembangkan sistem garbarata otomatis di Changi International Airport. Dengan hadirnya inovasi semacam ini, hampir dapat dipastikan antrean di depan gerbang masuk peron dapat diminimalisir. Bagaimana tidak, penumpang hanya tinggal mengenakan benda-benda yang telah disematkan teknologi long-ranged Radio Frequency Identification (RFID), seperti gelang, kartu, atau gantungan kunci. Secara otomatis, sensor yang terpasang di sisi gerbang masuk menuju peron ini akan memotong saldo yang ada di akun e-money Anda. Tidak perlu menunggu instruksi dari mesin untuk masuk, penumpang bisa langsung melenggang masuk selama saldo mencukupi. Semisal tidak ada masalah pada saldo atau faktor lain, maka lampu indikator akan menyala hijau. Sebaliknya, lampu akan menyala merah jika mesin sensor menemukan masalah. Baca Juga: FeliCa, Gelang Ajaib Berbasis Chip Untuk Transaksi Komuter Jabodetabek “Sistem AFC baru hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik untuk memproses setiap penumpang, sedangkan sistem yang lama membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 detik,” ungkap Senior Vice-President ST Engineering, Mr. Bernard Chow. “Ini akan berindikasi pada peningkatan jumlah penumpang yang masuk ke dalam stasiun,” tandasnya. Dalam rangka uji coba, perkenalan, dan menggalang respon dari para komuter, sistem AFC baru ini tengah diuji coba Stasiun Bedok, Kembangan, Redhill, dan Tiong Bahru. Kemudahan yang ditawarkan oleh sistem pertiketan baru ini tidak hanya menyasar komuter biasa saja, melainkan para penyandang disabilitas juga akan merasakan manfaat dari inovasi ST Engineering ini.    

Indian Railways Hadirkan Gerbong Kereta Pintar dengan ‘Kotak Hitam’

Belum lama ini, India Railways, operator kereta di Negeri Anak Benua menghadirkan kereta dimana gerbongnya dilengkapi dengan fitur kotak hitam (black box) dan info real time yang terjadi selama perjalanan. Hadirnya kotak hitam menyiratkan sebuah sistem perekam datan penerbangan pada pesawat komersial. Baca juga: Perancis Terapkan Internet of Things Untuk Kendalikan Pintu Kereta KabarPenumpang.com melansir dari laman thebetterindia.com (11/5/2018), kereta api India semakin terdorong dengan teknologi dimana Indian Railways sendiri telah menghadirkan dan meluncurkan gerbong kereta cerdas untuk memperingati hari Teknologi Nasional, gerbong cerdas ini untuk pertama kalinya dirilis ke publik di pabrik Rae Bareli sebagai proyek percontohan atau uji coba. Nantinya gerbong pintar ini setelah diuji coba tampaknya akan diterapkan ke lebih banyak pada layanan kereta api India. Sebenarnya tujuan adanya gerbong cerdas ini sendiri adalah sederhana, proaktif dan bukan reaktif. Gerbong tersebut juga memiliki ketentuan untuk terus memantau komponen penting seperti penyebab kerusakan infrastruktur rel, penundaan dan tergelincir. Proyek ini sendiri menelan biaya Rs15 hingga 20 lakh per gerbong atau Rp419 juta. Beberapa teknologi yang dipasang pada gerbong cerdas tersebut yakni kamera pengintai (CCTV), sistem informasi penumpang, alat pemadam kebakaran dan lain sebagainya. Adapun fitur menarik lainnya yang dimiliki gerbong kereta terbaru ini adalah keberadaan kotak hitam (black box) yang akan memberikan informasi mengenai kondisi gerbong dan data terkait penumpang dengan waktu nyata. Indian Railways juga menerapkan sistem sensor on-board condition monitoring system atau OBCMS untuk mendeteksi kerusakan yang berhubungan dengan gerbong kereta penumpang dan jalurnya. Adanya CCTV dan sistem informasi sendiri untuk memberikaan pembaruan konstan pada kesiapan gerbong dengan sistem pemanas, ventilasi, AC, manajemen air dan diagnosa gerbong. Ini dimana sistem akan mampu memperkuat keselamatan dan keamanan dan operasional kereta. Setiap roda gerbong juga akan diletakkan sensor untuk merekam semua getaran dan suhu kereta. Baca juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things Adapun perbedaan getaran adalah tanda pertama bahwa bantalan roda sebuah gerbong rusak dan ini bisa cepat diambil tindakan. Sensor yang sama juga diletakkan pada bagian jalur kereta yang akan mengawasi keadaan jalur dalam keamanan dan memastikan pemeliharaan prediktif. Ini juga akan memungkinkan penggunaan sumber daya secara efisien dan mengurangi biaya operasional. Semua hal yang berkaitan dengan gerbong kereta cerdas dan hiburan dalam gerbong dan informasi terkait kereta api ini harus menggunakan Internet of Things dalam pengoperasiannya.

PT KAI Kembali Buka Lowongan, Simak Syarat dan Ketentuannya

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang sedang meningkat performanya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengajak anak bangsa untuk menjadi bagian dari mereka. Tahun 2017 lalu, KAI sendiri telah membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi masinis dikarenakan kebutuhan untuk menjadi masinis sangat besar karena adanya kereta Bandara, KRL dan yang masuk dalam masa pensiun. Baca juga: Mau Jadi Masinis PT KAI, Baca Dulu Beberapa Persyaratannya! Kali ini KabarPenumpang.com menginfokan dari laman recruitment.kai.id, sejak 17 Juli 2018 kemarin PT KAI membuka lowongan sebagai operasional, pemeliharaan dan teknologi informasi yang akan di seluruh wilayah kerja KAI. Terkhusus untuk operasional (masinis, PPKA dan juru langsir) dan pemeliharaan (sarana, sinyal telekomunikasi dan listrik serta jalan rel dan jembatan) akan memprioritaskan pada Divisi Regional (Divre) 1 Sumatera Utara. Sedangkan untuk bagian teknologi informasi PT KAI membuka penempatan diseluruh wilayahnya. Bagi para pelamar di posisi tersebut berjenis kelamin pria dan harus sehat secara jasmani serta rohani dalam hal ini tidak bertindik dan bertato serta tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Para pelamar harus memiliki ijazah SLTA dengan nilai UAN rata-rata minimal 6,0 dengan usia per 1 Agustus 2018 paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 25 tahun. Pada formasi pemeliharaan dan teknologi informasi pelamar memiliki tinggi badan minimal 160 cm dan 165 cm untuk operasional. Dalam pelamaran pekerjaan ini pun bagian operasional terbagi dua yakni operasional dan pemeliharaan serta operasional PPKA. Untuk persyaratannya pun bagi operasional dan pemeliharaan adalah SMA jurusan IPA, SMK Mesin, Otomotif, Listrik, Elekrto, Elektroika, Telekomunikasi, Bangunan dan Sipil. Sedangkan pelamar operasional PPKA bisa dari jurusan IPA atau IPS. Bagian teknologi informasi tak jauh berbeda dengan operasional dan pemeliharaan untuk jurusan lulusan sekolah. Para pelamar bisa mengunduh panduan bila memang belum jelas untuk registrasi dan apply. Jangan lupa buat akun pada https://recruitment.kai.id/ sebelum melakukan registrasi dan mengunggah dokumen. Baca juga: Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama! Proses pelamaran dan apply semua dokumen akan dimulai pada 17 hingga 23 Juli 2018 dan hanya bisa mengikuti satu pilihan perekrutan saja. Adapun lokasi seleksi berdasarkan lokasi daerah yakni Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Jember, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Palembang dan Tanjungkarang sesuai apply yang dilakukan pelamar. Dalam melakukan perekrutan tersebut PT KAI tidak memungut biaya apapun dan tidak menggunakan sistem refund atau penggantian biaya transportasi serta akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan perekrutan. Tak hanya itu, bagi pelamar diharapkan tidak menerima janji apapun dari pihak-pihak yang mengaku bisa membantu dalam meluluskan perekrutan.

Terbentur Masalah Bahasa dan Kultur, Mungkinkah Cina Cantumkan Bahasa Inggris di Sarana dan Pra-Sarana Transportasi?

Bahasa merupakan salah satu identitas dari suatu daerah atau wilayah. Dari sekian banyak bahasa yang ada di dunia, mungkin anda semua setuju bahwa Bahasa Jepang dan Cina merupakan contoh bahasa yang tidak menggunakan alfabet. Lalu bagaimana jadinya jika kedua negara tersebut tetap menggunakan Bahasa Ibu mereka di berbagai sarana dan pra-sarana transportasi? Tentu ini akan menjadi masalah tersendiri bagi para wisatawan mancanegara yang tengah plesiran di sana. Baca Juga: Bandara Dubai Gunakan Bahasa ‘Jawa Halus’ Untuk Pemeberitahuan Penerbangan Sebagai bahasa universal, sudah selayaknya bahasa Inggris disematkan di setiap instrumen yang ada di sarana dan pra-sarana transportasi, seperti halnya papan penunjuk arah. Dengan begitu, para pelancong ini dapat dengan mudah membaca arah dan menggunakan fasilitas yang ada. Nah, pada kasus kali ini, China Railway Coorporation (CRC) tengah mempersiapkan sejumlah penanda bilingual yang diproyeksikan dapat mempermudah mobilitas dari para pelancong. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railjournal.com (16/7/2018), upaya dari sang operator kereta Cina ini diperkirakan akan terhambat oleh berbagai faktor, seperti tata penggunaan kata yang akan berdampak pada efektifitas tanda tersebut. Ambil contoh, hampir semua kata perintah dalam Bahasa Inggris selalu tertuang dalam bentuk yang singkat, jelas, lugas, dan padat. Berbeda dengan Cina yang terkesan bertele-tele. Di Cina, pengumuman di dalam kereta selalu diawali oleh ucapan terimakasih kepada para pelanggan, yang dilanjutkan oleh penjelasan tentang potensi bahaya, dan diakhiri dengan pengarahan dari pihak kereta api tentang apa yang semestinya dilakukan atau dihindari. Lebih lanjut, penggunaan bentuk jamak (plural) pun tidak berlaku di Cina. Kendati terdengar sederhana, namun sesungguhnya ini dapat mengacaukan persepsi para pelancong yang sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin diantara dua masalah di atas, masalah terjemahan kata per kata dari Bahasa Cina ke Bahasa Inggris merupakan yang paling krusial, dimana Cina memiliki aturan yang menyebutkan jika satu kata (baik kata benda, kata kerja, maupun kata sifat) yang disandingkan dengan kata lainnya akan mengubah arti dari kata itu sendiri. Baca Juga: Manjakan Penumpang Asal Cina, Sydney Airport Gaet Baidu Hadirkan Peta Bandara Contoh sederhananya adalah frasa “ticket gates will close before departure” yang berarti loket penjualan tiket akan ditutup sebelum kereta berangkat dalam Bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Cina menjadi “kaiche qian tingzhi jianpiao”. Namun terjemahan dalam Bahasa Cina tersebut memiliki arti yang tidak bisa dipahami, yaitu “drive car before stop halt check ticket” yang berarti kendarai mobil sebelum berhenti untuk mengecek tiket. Dari contoh di atas saja, masalah penyampaian pesan dalam bahasa asing saja sudah tidak terpenuhi dan tidak menutup kemungkinan masalah pergeseran makna seperti ini akan terus berlanjut. Selain itu, masalah lain yang timbul adalah bagaimana cara menyederhanakan sebuah frasa ke dalam bentuk yang lebih singkat dan lugas, namun tidak menghilangkan pesan tersirat yang hendak disampaikan menjadi problematika lain yang harus dipertimbangkan matang-matang oleh CRC semisal mereka ingin melengkapi instrumen bilingual yang ada di sarana dan pra-sarana transportasi.