Industri penerbangan sipil dunia resmi memasuki babak baru dalam sejarah penerbangan jarak jauh (ultra-long-haul). Pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus, mengumumkan keberhasilan penerbangan perdana dari varian pesawat penumpang dengan jangkauan terjauh di dunia, Airbus A350-1000ULR (Ultra Long Range).
Pesawat dengan nomor manufaktur MSN 707 yang berbalut instrumen uji terbang khusus tersebut sukses mengudara dari fasilitas utama Airbus di Toulouse, Perancis, pada tanggal 2 Juni 2026. Dalam penerbangan perdananya, pesawat jet berbadan lebar (widebody) ini mengangkasa selama tiga jam 43 menit dan berhasil mencapai ketinggian jelajah sedikit di atas 41.000 kaki di bawah kendali penuh kru uji terbang profesional Airbus. Keberhasilan krusial ini menandai dimulainya kampanye uji coba udara selama dua bulan ke depan guna memperoleh sertifikasi resmi sebelum pesawat siap diserahkan kepada maskapai peluncur.
Varian A350-1000ULR ini dikembangkan secara khusus oleh Airbus untuk memenuhi ambisi besar maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas Airways, lewat program legendaris mereka yang bertajuk Project Sunrise. Melalui varian ultra-jauh ini, Qantas bersiap mencetak sejarah baru dengan membuka rute penerbangan komersial langsung tanpa transit (non-stop) dari Sydney menuju London untuk pertama kalinya.
Penerbangan epik tersebut akan menempuh jarak fantastis yang mencapai hampir 10.000 mil laut (sekitar 18.520 kilometer) dengan estimasi waktu tempuh di udara hingga 22 jam tanpa henti. Kemampuan jelajah ekstrem ini dapat dicapai berkat modifikasi struktural pada pesawat berupa integrasi tangki bahan bakar tengah bagian belakang tambahan (Rear Centre Tank – RCT), yang secara signifikan mendongkrak performa pesawat sekaligus menambah radius terbang hingga 1.000 mil laut lebih jauh dibanding varian standar.
Selama penerbangan perdana di langit Perancis, kru penerbang yang dipimpin oleh pilot uji eksperimental Thomas Wilhelm dan Anthony Flynn, serta insinyur penerbangan Laurent Rossignol, Tuan Do, Alexia Plumet, dan Vincent Frayssinet, fokus melakukan pemeriksaan performa umum pesawat serta menguji arsitektur sistem bahan bakar baru yang tertanam pada tangki RCT.
Selain kapasitas bahan bakar, Airbus juga bersiap menyertifikasi sistem pendingin udara dapur (galley air cooling system) baru yang menggunakan unit refrigerasi lebih ringan dan efisien untuk kebutuhan penerbangan super-panjang. Aspek kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama yang diuji secara menyeluruh, mencakup sistem ventilasi serta kendali suhu kabin guna memastikan kondisi fisik penumpang tetap prima selama berada di dalam penerbangan berdurasi hampir sehari penuh tersebut. Setelah seluruh rangkaian kampanye uji terbang selesai, pesawat MSN 707 ini akan masuk kembali ke dalam hanggar untuk dimodifikasi dan dipasangi interior sesuai spesifikasi komersial premium pesanan Qantas.
Rencana pengiriman armada ini juga dilaporkan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Unit kedua A350-1000ULR pesanan Qantas, yang dijadwalkan menjadi pesawat pertama yang diserahkan secara resmi ke maskapai pada bulan April 2027, saat ini sudah memasuki tahap akhir perakitan (final assembly) dan siap keluar dari bengkel pengecatan dalam beberapa hari mendatang.
Setelah proses pengecatan rampung, pesawat kedua tersebut akan langsung menjalani proses instalasi mesin serta pemasangan interior kabin premium empat kelas (four-class cabin layout) yang super-mewah milik Qantas. Secara total, Qantas telah memesan sebanyak 12 unit varian A350-1000ULR demi menembus batas terakhir penerbangan langsung dari Australia, di samping pesanan 12 unit varian A350-1000 standar lainnya yang akan dioperasikan untuk memperkuat jaringan penerbangan jarak jauh global milik mereka.
Hadirnya A350-1000ULR memantapkan posisi keluarga besar A350 sebagai lini pesawat berbadan lebar modern paling sukses di pasaran, mendampingi varian yang sudah eksis seperti A350-900, A350-900ULR, dan A350-1000 standar. Seluruh varian ini telah menetapkan standar baru dalam industri penerbangan jarak jauh berkat efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, reduksi emisi karbon yang signifikan, serta tingkat kesenyapan kabin yang superior bagi kenyamanan penumpang.
Dominasi Airbus di segmen ini juga akan semakin diperkuat dengan rencana penerbangan perdana pesawat kargo murni teranyar mereka, A350F, yang dijadwalkan terbang pada akhir tahun ini. Berdasarkan data komulatif hingga akhir April 2026, keluarga besar Airbus A350 telah berhasil mengantongi total 1.579 pesanan dari 68 pelanggan di seluruh dunia, dengan lebih dari 700 unit di antaranya telah aktif beroperasi di bawah bendera 41 maskapai global.
Perjalanan kereta api bagi masyarakat kini tak perlu khawatir lagi. Karena makin banyak pilihan dan rute yang ditempuh, makin praktis menggunakan kereta api secara mudah. Seperti halnya rute kereta api di jalur Pulau Jawa. Banyak sekali kota-kota yang menjadi wisata andalan masyarakat dalam melakukan perjalanan saat akhir pekan maupun libur nasional. Tentunya mereja berbondong-bondong memesan tiket kereta api yang ditentukan secara matang.
DI Pulau Jawa sendiri terdapat 2 jalur yang memiliki wilayah berbeda, yaitu jalur utara maupun selatan. Berbagai macam kereta api yang melintasi kedua jalur tersebut tentunya masyarakat sudah merasakan kenyamanan selama di perjalanan. Tak hanya itu, rute kereta api yang berada di jalur utara maupun jalur selatan, kini sudah memiliki rute dalam satu tujuan yang sama yaitu stasiun akhir di ujung timur Pulau Jawa alias Stasiun Ketapang.
Ya, kini Stasiun Ketapang sudah memiliki kedatangan kereta api yang sama-sama dengan rute paling jauh yaitu dari Jakarta maupun Bandung. Untuk dari arah Jakarta tepatnya Stasiun Pasar Senen kini sudah memiliki Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres yang tentunya melintas di jalur utara. Sementara pada jalur selatan, kini memiliki KA Sangkuriang dengan keberangkatan Stasiun Bandung hingga Stasiun Ketapang maupun sebaliknya.
Masyarakat pun tak perlu khawatir lagi jika ingin melakukan perjalanan ke Banywangi. Karena jika menggunakan salah satu dari kedua kereta api tersebut, sudah tak perlu pindah kerera lagi atau transit di Surabaya. Namun, berbagai kereta api dengan rute ke Banyawangi masyarakat masih bisa menggunakan kereta api dengan keberangkatan dari Surabaya.
Tak hanya itu, masyarakat juga terbantu dengan adanya kedua kereta tersebut dan turun di Stasiun Ketapang kemudian berlanjut wisata ke Pulau Bali dengan penyeberangan kapal dari Pelabuhan Ketapang. Untuk lokasi pelabuhannya pun tak begitu jauh dari Stasiun Ketapang. Masyarakat hanya cukup berjalan kaki atau bisa menggunakan sarana ojek yang jaraknya kurang dari 10 menit saja.
Diketahui KA Blambangan Ekspres melayani rute Jakarta – Ketapang maupun sebaliknya setiap hari. Dari Stasiun Pasar Senen, KA Blambangan dijadwalkan berangkat pukul 12.10 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 04.40 WIB pada keesokan harinya. Adapun dari arah Stasiun Ketapang, KA Blambangan berangkat pukul 15.45 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 08.16 WIB.
Sedangkan KA Sangkuriang melayani rute Bandung – Ketapang maupun sebaliknya setiap hari. KA Sangkuriang berangkat dari Bandung pada pukul 14.45 WIB dan menempuh perjalanan melalui jalur selatan Pulau Jawa. Tiba di Stasiun Ketapang pada keesokan harinya sekitar pukul 06.53 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Stasiun Ketapang pada 15.00 WIB dan tiba pada keesokan harinya di Stasiun Bandung pukul 08.30 WIB.
Dengan konektivitas yang terintegrasi antara kereta api, pelabuhan penyeberangan, dan transportasi darat di Bali, KA Blambangan Ekspres maupun KA Sangkuriang menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan lebih santai tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi atau pesawat.
Kereta api di Indonesia kini masih menggunakan tahap uji coba bahan bakar yang bercampur dari kelapa sawit. Lokomotif yang dijalankan pun sudah menarik rangkaian kereta api yang beragam, mulai dari angkutan penumpang maupun angkutan barang seperti petikemas. Tak hanya lokomotif yang bercampur bahan bakar dari kelapa sawit, ada pula kereta api pembangkit yang juga menggunakan campuran yang sama. Dan tentunya sudah digunakan pada rangkakan kereta api, salah satunya pada Kereta Api (KA) Bogowonto rute Lempuyangan – Pasar Senen pp.
Menurut informasi yang beredar,nantinya pemerintah akan memberlakukan implementasi mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan. Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperbesar pemanfaatan energi berbasis nabati pada berbagai sektor transportasi nasional.
Sebagai operator transportasi publik berbasis rel, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus memperkuat kesiapan implementasi B50 melalui serangkaian pengujian teknis pada sarana perkeretaapian berbasis diesel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan, keandalan operasional, dan kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga selama proses transisi energi berlangsung.
Diketahui bahwa sepanjang tahun 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kg CO₂e atau sekitar 127,3 ribu ton dari total 47,4 juta penumpang. Sementara pada Januari – April 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI telah melayani 19.218.440 penumpang dengan konsistensi penggunaan bahan bakar berbasis biodiesel pada berbagai perjalanan kereta api berbasis diesel.
Dalam berbagai studi transportasi, moda berbasis rel memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi. Rata-rata emisi kereta api berada di kisaran 15-40 gram CO₂ per penumpang-kilometer, sementara kendaraan pribadi dapat mencapai sekitar 120-250 gram CO₂ per penumpang-kilometer.
Dalam mendukung implementasi B50, KAI bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS melalui tahapan pengujian yang dilakukan secara bertahap sejak pertengahan April 2026. Rangkaian pengujian dimulai dari proses blending bahan bakar, pemeriksaan kondisi sarana, hingga pengujian operasional pada berbagai jenis armada.
Untuk lokomotif, pengujian dilakukan di Depo Sidotopo dengan fokus pemantauan pada performa engine dan konsumsi bahan bakar selama penggunaan B50. Pengamatan dilakukan untuk memastikan karakteristik pembakaran, stabilitas performa mesin, serta efisiensi operasional tetap berjalan optimal dalam penggunaan harian. Sementara itu, pengujian pada kereta pembangkit dilaksanakan di Depo Kereta Yogyakarta dengan fokus pada pemantauan konsumsi bahan bakar dan pengujian berkala setiap 300 jam operasi.
KAI juga menyiapkan pengujian lanjutan dalam jangka waktu lebih panjang guna memastikan ketahanan sarana tetap terjaga saat beroperasi secara intensif di lapangan. Hingga saat ini, seluruh hasil pengujian masih dalam proses evaluasi dan pemantauan bersama pemerintah serta tim teknis terkait. KAI juga terus memperkuat koordinasi dan pengujian teknis agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Tak hanya pertumbuhan mobilitas masyarakat pengguna kereta api di Pulau Jawa, ternyata bisa terlihat juga di jalur Sumatera. Ya, data yang diperoleh dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyebutkan bahwa masyarakat pengguna kereta api semakin meningkat. Hal ini terjadi di wilayah Divisi Regional (Divre) 3 dan 4 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Memang transportasi kereta api khususnya angkutan penumpang di wilayah tersebut bisa dibilang sangat minim.
Diketahui beroperasinya kereta api di Sumbagsel meskipun cukup minim, namun antusias masyarakat sebagai pengguna setia cukup banyak. Apalagi jarak ke beberapa kota yang dilewati kereta api cukup jauh. Dengan harga yang relatif terjangkau dan praktis, kereta api wilayah Sumabgsel menjadi solusi terbaik untuk membawa penumpang ke berbagai kota tujuan.
Karena itulah, KAI terus memperkuat kapasitas layanan penumpang terkhusus di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan melalui pengiriman 25 unit sarana kereta dari Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menuju Divre IV Tanjungkarang dan wilayah Sumbagsel. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada layanan kereta api di wilayah tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penguatan sarana dilakukan untuk menjaga layanan penumpang di Sumatra, terutama pada lintas yang mengalami pertumbuhan volume penumpang sepanjang 2026. Karena meningkatnya mobilitas masyarakat, tentunya kesiapan sarana perlu dipersiapkan secara bertahap agar kapasitas layanan dan keandalan operasional tetap terjaga.
Berdasarkan progres pengiriman sarana, KAI melaksanakan pengiriman secara bertahap selama Mei hingga Juni 2026. Proses tersebut dimulai dari loading sarana di Jakarta International Container Terminal (JICT), dilanjutkan transportasi menuju penyeberangan laut hingga pengiriman menuju wilayah Rajabasa.
Sebanyak 25 unit sarana yang dikirim terdiri dari kereta kelas ekonomi (K3), kereta makan (M1), dan kereta pembangkit (P) yang dipersiapkan untuk mendukung operasional layanan penumpang di wilayah Sumbagsel. Penguatan sarana tersebut selaras dengan pertumbuhan pelanggan pada layanan kereta api di Divre 3 Palembang dan 4 Tanjungkarang.
Selama Januari hingga April 2026, volume pelanggan pada layanan kereta api di wilayah tersebut terus menunjukkan peningkatan. Salah satunya terlihat pada layanan KA Rajabasa yang melayani 301.658 pelanggan atau naik 32,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 226.946 pelanggan.
Sementara itu, layanan KA Kuala Stabas melayani 246.555 pelanggan pada Januari hingga April 2026, bertambah dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 237.761 pelanggan. KAI menilai, tren tersebut menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat antarkota di wilayah Sumatra terus berkembang, terutama pada layanan transportasi publik dengan kapasitas angkut besar dan waktu perjalanan yang lebih terukur.
Tentunya KAI juga terus melakukan sinkronisasi pengiriman sarana, persiapan jalur distribusi, serta koordinasi teknis pengangkutan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana operasional. Penguatan sarana yang dipersiapkan ini agar kapasitas layanan di Sumatra dapat mengikuti pertumbuhan pelanggan yang terus bergerak positif. Serta terus memantau kebutuhan operasional di setiap wilayah sehingga layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Sejatinya di setiap negara memiliki rangkaian kereta api khusus yang membawa penumpang paling penting untuk melakukan kunjungan ke berbagai wilayah. Indonesia juga termasuk memiliki rangkaian kereta api yang biasa disebut kereta inspeksi yang tentu saja untuk melakukan inspeksi baik itu kunjungan penting maupun melakukan pengecekan jalur kereta api.
Kereta inspeksi di Indonesia memiliki beragam fasilitas yang cukup lengkap untuk digunakan selama perjalanan. Berbagai fasilitas dan sajian yang diberikan saat menggunakan kereta tersebut terbilang sangat terbantu. Apalagi jika digunakan oleh orang khusus yang bekerja di bidangnya. Ya, kereta inspeksi selain digunakan untuk para pejabat negara, ada pula digunakan untuk hal penting seperti melakukan sidak ke berbagai daerah.
Selain Indonesia, ternyata ada pula kereta inspeksi yang baru-baru ini ramai di perbincangkan di media sosial dunia. Nah, kita menuju ke negara Vietnam. Dengan julukan Negeri Naga Biru ini, kereta api di negara tersebut juga memiliki kereta khusus inspeksi yang diperkenalkan di Vietnam. Ya, Perusahaan Kereta Api Vietnam mengadakan upacara peluncuran kereta inspeksi dengan nama Kereta Komando ini dikhususkan untuk memfasilitasi pertemuan daring dan pertukaran pekerjaan di dalam kereta.
Direktur Perusahaan Kereta Api Vietnam, Dao Anh Tuan mengatakan, kereta khusus ini merupakan model kereta modern dan multifungsi. Kereta ini tidak hanya mengangkut penumpang biasa tetapi juga berfungsi sebagai ruang kerja, pusat operasional, yang dipadukan dengan area istirahat dan pengalaman layanan selama perjalanan.
Rangkaian ini memiliki 6 kereta fungsional, seperti: kereta inspeksi, kereta VIP dengan 34 tempat duduk, kereta yang ‘sleeper’ karena memiliki 6 tempat tidur dan 24 tempat duduk, kereta dengan interior 56 kursi yang bisa diputar, dan kereta makan (restorasi). Setiap unit kereta memiliki fungsi yang berbeda, modern, dan fleksibel.
Para pemimpin Perusahaan Kereta Api Vietnam mengadakan rapat virtual di gerbong komando selama perjalanan kereta dari Hanoi ke Thai Nguyen pada pagi hari tanggal 29 Mei – (Foto: Tuan Phung)
Untuk interior ruang rapat, kereta ini dilengkapi dengan layar besar di tengah dan tiga layar kecil yang disusun di sepanjang meja rapat, memastikan bahwa setiap orang dapat sepenuhnya dan terus memantau informasi, grafik, dan gambar di lokasi secara sinkron. Selain itu ruang tersebut berfungsi sebagai pusat operasi bergerak, karena dilengkapi dengan sistem konektivitas daring dan peralatan modern. Memungkinkan pertemuan secara daring dan pemrosesan pekerjaan selama perjalanan busa terkendali sepenuhnya.
Setelah debutnya pada 29 Mei 2026, kereta khusus ini akan dioperasikan secara komersial di semua jalur kereta api Vietnam. Kereta ini akan beroperasi berdasarkan sistem sewa di bawah kontrak yang ditandatangani dengan pelanggan. Baik perorang, organisasi, maupun bisnis, penumpang yang ingin merasakan atau menyewa Kereta Komando ini dapat berkomunikasi langsung dengan perusahaan kereta api di Vietnam. Tertarik untuk mencoba?
Wara wiri kereta api yang satu ini paling dikenal dan masih eksis di lintas pantai utara (pantura). Ya, Kereta Api (KA) merupakam kereta api jarak menengah yang hadir menemani masyarakat khususnya Jawa Tengah ke berbagai kota yang disinggahi. Tarif terjangkau dan kenyamanan yang dirasakan saat menggunakan KA Kaligung sudah semakin terasa hingga kini.
KA Kaligung yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang ini memiliki relasi dari Semarang Poncol menuju Weleri, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes hingga Cirebon Prujakan dan sebaliknya. KA Kaligung beroperasi 10 kali perjalanan atau 5 kali perjalanan pulang pergi setiap harinya.
Tak hanya itu, perjalanan dengan kereta api di jalur ini bukan sekadar transportasi semata, tetapi juga menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan. Penumpang dapat menikmati pemandangan pantai seperti Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, dan Pantai Jodo langsung dari jendela kereta. Melintasi daerah Gringsing, penumpang akan disuguhi pemandangan khas pesisir utara Jawa, di mana rel kereta api membentang begitu dekat dengan garis pantai.
Selain itu, dengan menggunakan KA Kaligung, ada banyak kota dan kabupaten dengan segudang wisata seru dan menarik yang bisa dikunjungi saat liburan. Apalagi stasiun kereta api yang disinggahi KA Kaligung terletak di tempat strategis, sehingga masyarakat bisa langsung jalan-jalan tanpa menempuh perjalanan panjang lagi.
Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata dekat stasiun kereta yang wajib dikunjungi. Misalnya di Kota Semarang ada kawasan Kota Lama, Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah. Di Weleri ada Goa Bunda Maria Ratu Besokor, Bunga Tepi Sawah. Di Batang ada Pantai Ujung Negoro, Taman Hiburan Rakyat Kramat, Tubing Pandansari. Di Pekalongan ada Pantai Pasir Kencana, Museum Batik Pekalongan, Wisata Mangrove Park. Di Pemalang ada Makam Syeikh Maulana Samsudin, Pantai Joko Tingkir. Di Tegal ada Alun-alun Tegal, Rita Park Tegal.
Menggunakan KA Kaligung memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Kereta ini menawarkan waktu tempuh yang relatif cepat. Lalu fasilitas yang tersedia di dalam kereta memastikan penumpang merasa nyaman selama perjalanan.
Harga tiketnya yang cukup terjangkau menjadikannya pilihan ekonomis untuk perjalanan antar kota. Dan yang terpenting adalah penumpang dapat menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan, perkotaan maupun pedesaan dan panorama laut utara yang hanya ditemukan di jalur utara Pulau Jawa.
Kini, menggunakan KA Kaligung masyarakat tidak perlu bingung dalam berwisata. Yang perlu dilakukan hanyalah membeli tiket kereta dan siapkan diri untuk berpetualang, berwisata di area sekitar stasiun di berbagai daerah. Apalagi salah satu jadwal KA Kaligung sudah berhenti dan singgah di Stasiun Plabuan yang bisa dinikmati penumpang saat melihat pemandangan laut lebih dekat.
KAI Daop 4 Semarang juga berkomitmen untuk mendukung kemajuan pariwisata di Jawa Tengah melalui penyediaan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, serta menyuguhkan pengalaman perjalanan yang berkesan dan menyenangkan.
Jalur selatan memang hadirkan pesona alam yang tak terlupakan saat menggunakan kereta api. Tak hanya itu kawasan yang berada Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung kini sudah cukup banyak pilihan kereta api yang sesuai keinginan masyarakat untuk menempuh perjalanan dari arah Jakarta maupun sebaliknya. Namun disisi lain, wilayah Jawa Barat memang memiliki sejuta pesona kawasan wisata yang terbaik. Seperti halnya Kota Garut yang memiliki julukan Kota Dodol ini. Ya, masyarakat sudah bisa menggunakan kereta api ke kota tersebut.
Selain adanya kereta lokal, kereta api yang satu ini tentu masih eksis dan ramai digunakan masyarakat. Selain harganya terjangkau, menggunakan kereta ini justru merasakan pengalaman yang menyenangkan. Ya, inilah Kereta Api (KA) Cikuray dengan rute Stasiun Pasar Senen – Garut pp. KA Cikuray digadang-gadang merupakan satu-satunya kereta jarak jauh dengan tarif subsidi yakni hanya Rp45.000. Tak heran, setiap akhir pekan tiket kereta api ini selalu habis terjual.
Minat masyarakat terhadap KA Cikuray juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Karena banyak dimanfaatkan oleh pelajar, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, wisatawan, serta masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota untuk berbagai keperluan.
Dari data yang disampaikan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), pada relasi Garut – Pasar Senen, jumlah penumpang meningkat dari 157.735 pada 2022 menjadi 272.648 penumpang pada 2023. Angka itu naik 72,85 persen. Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 305.959 penumpang pada 2024 atau naik 12,22 persen. Pada 2025, jumlah penumpang mencapai 313.926 orang atau bertambah 2,60 persen.
Sebaliknya, pertumbuhan juga terjadi pada relasi Pasar Senen – Garut. Jumlah penumpang naik dari 135.530 orang pada 2022 menjadi 242.119 orang pada 2023 atau meningkat 78,65 persen. Pada 2024, jumlah penumpang kembali bertambah menjadi 285.130 orang atau naik 17,77 persen. Sementara itu, pada 2025, jumlah penumpang mencapai 301.797 orang atau meningkat 5,85 persen. Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani 2.014.844 penumpang sepanjang 2022 hingga 2025.
Adapun selama Januari hingga April 2026, KA Cikuray melayani 211.498 pelanggan. Jumlah itu terdiri dari 107.459 penumpang pada relasi Garut-Pasar Senen dan 104.039 penumpang pada relasi Pasar Senen – Garut. Dengan demikian, sejak 2022 hingga April 2026, KA Cikuray telah melayani 2.226.342 penumpang.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian. Stasiun tersebut meliputi Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, serta Pasar Senen. Setiap stasiun memiliki karakter dan peran berbeda dalam menggerakkan kehidupan masyarakat.
Bagi penumpang, perjalanan menggunakan KA Cikuray juga menghadirkan pengalaman tersendiri. Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan, lahan pertanian, serta hamparan kebun sayur yang menjadi ciri khas Garut.
Kondisi alam yang sejuk dan tanah yang subur menjadikan Garut sebagai salah satu daerah penghasil komoditas hortikultura di Jawa Barat. Berbagai hasil bumi, seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat, dan aneka sayuran dataran tinggi tumbuh di wilayah tersebut. Hasil panen itu setiap hari bergerak menuju berbagai kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perjalanan KA Cikuray memperlihatkan bagaimana satu jalur kereta api dapat menghubungkan daerah dengan karakter yang berbeda. Dari wilayah pertanian yang sejuk di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jakarta, semuanya terhubung dalam satu perjalanan.
Pertumbuhan penumpang Commuter Line Kereta Rel Listrik (KRL) khususnya jalur Bogor terlihat selalu meningkat. Hal ini didasari pertumbuhan aktivitas menuju ibukota maupun sebaliknya semakin besar. Sebagai pengguna KRL di jalur tersebut hal tersebut tentu sangat bergantung untuk kelancaran mobilitas masyarakat. Apalagi ditambah waktu yang relatif cepat dan biaya yang murah, masyarakat tentu memilih transportasi KRL.
Terlihat pengguna KRL yang naik maupun turun di Stasiun Bogor juga terlihat antusias. Tak hanya hari biasa (weekdays) yang kerap kali terlihat ramai, namun saat akhir pekan (weekend) juga terlihat ramai dengan masyarakat yang mengisi waktu liburan. Pihak KAI Commuter tentu membuat antisipasi agar penumpang lebih nyaman dalam menggunakan KRL di Stasiun Bogor.
Dari pantauan kabarpenumpang, kondisi Stasiun Bogor terutama pembangunan peron di jalur 6-8 masih terus dikerjakan. Alasan pembangunan tersebut adalah supaya rangkaian KRL bisa masuk jalur tersebut dengan stamformasi 12 kereta (sebelumnya hanya sampai 10 kereta).Penutupan dilakukan selama 90 hari hingga pekerjaan rampung sampai dengan Juli 2026 mendatang.
Progres pembangunan infrastruktur kelistrikan dilaporkan berjalan lebih cepat dibandingkan perluasan area peron. Pemasangan tiang listrik aliran atas kini telah menyentuh angka 80 persen, sementara pengerjaan rel dan peron baru mencapai 31 persen. Kondisi tersebut membuat pihak operator harus merancang skenario khusus demi mengantisipasi kepadatan pengguna di dalam stasiun.
Hingga saat ini, frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor mencapai 392 perjalanan per hari pada hari kerja dan 373 perjalanan per hari saat akhir pekan. Tingginya frekuensi perjalanan tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas pelanggan paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek.
Data penumpang menunjukkan tren pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada periode Januari hingga April 2026, volume penumpang yang melakukan gate in di Stasiun Bogor tercatat sebanyak 6.140.074 penumpang, sedangkan gate out mencapai 5.959.832 penumpang.
Tentunya, pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi pelanggan dapat menjadi lebih baik, khususnya pada jam sibuk. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman.
Tak hanya perpanjang peron, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru pada area peron jalur 6, 7, dan 8. Kanopi tersebut dirancang terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur, terutama saat kondisi hujan dan cuaca panas. Terlihat pula pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang, disiapkan juga area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun serta melakukan rekayasa arus penumpang pada jam sibuk. Penumpang yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sementara sebagian penumpang lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.
Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan. Untuk itu KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pembangunan dan mengimbau pengguna menyesuaikan alur keberangkatan serta jadwal perjalanan terbaru. Para pelanggan dimohon agar mengikuti arahan petugas dan memperhatikan rambu yang tersedia.
Pengguna kereta api lokal seperti Commuter Line sudah semakin terlihat kepadatannya saat jam-jam sibuk. Ya, kepadatan terasa di beberapa stasiun yang terjangkau pada pusat perkantoran juga terlihat di waktu jam beraktivitas telah selesai. Di beberapa stasiun di Jakarta hal tersebut terlihat pada pagi dan sore bahkan hingga malam hari. Nah, hal tersebut juga setara dengan kepadatan yang terlihat di wilayah lain yaitu Bandung dan sekitarnya.
Minat masyarakat juga terhadap pengguna Commuter Line Bandung Raya juga terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir ini. Selain menawarkan tarif terjangkau, kereta komuter juga menjadi alternatif bagi warga untuk menghindari kemacetan yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Bandung Raya.
Berdasarkan data KAI Commuter Line, jumlah pengguna di Area 2 Bandung terus bertumbuh. Pada 2023, total pengguna mencapai 14,7 juta. Angka tersebut meningkat menjadi 16,1 juta pengguna pada 2024 atau naik 9,7 persen. Tren kenaikan ini terus berlanjut pada tahun selanjutnya, tahun 2025 total pengguna sebanyak 18,7 juta atau tumbuh 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Harga yang terjangkau dan terhindar dari kemacetan tentunya merupakan alasan utama masyarakat menggunakan layanan Commuter Line. Selain itu, kepastian waktu tempuh perjalanan juga menjadi alasan dalam memilih layanan Commuter Line.
KAI Commuter menyebut bahwa hingga kini Stasiun Bandung yang menjadi titik dengan aktivitas penumpang tertinggi sepanjang 2026. Rata-rata terdapat 7.700 penumpang naik dan 10.700 penumpang turun setiap hari di stasiun tersebut. Tingginya mobilitas di Stasiun Bandung ini tak lepas dari posisinya sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus simpul integrasi berbagai moda transportasi.
Selain itu Stasiun Bandung memang tak hanya melayani kereta komuter, tetapi juga terhubung dengan layanan kereta api jarak jauh hingga feeder Kereta Cepat Whoosh. Banyaknya penumpang beragam berada di Stasiun Bandung juga menjadi tujuan aktivitas sehari-hari dan menjadi stasiun integrasi dengan KA Jarak Jauh (KAJJ) dan KA Feeder Kereta Cepat.
Setelah Stasiun Bandung, stasiun dengan volume pengguna tertinggi selanjutnya adalah Stasiun Cicalengka dengan rata-rata 4.800 penumpang naik dan 7.700 penumpang turun per harinya. Kemudian, ada Stasiun Padalarang dengan 3.200 penumpang naik dan 6.000 penumpang turun. Adapun Stasiun Padalarang juga mengintegrasikan penumpang komuter dengan Kereta Cepat Whoosh.
Pengguna tertinggi selanjutnya di Stasiun Rancaekek dengan 3.900 penumpang naik dan 4.500 penumpang turun serta Stasiun Kiaracondong dengan 3.900 penumpang naik dan 4.000 penumpang turun setiap harinya. Tingginya pergerakan penumpang pergerakkan di beberapa stasiun tersebut menunjukkan peran penting kereta komuter dalam menopang mobilitas warga di kawasan yang selama ini identik dengan kepadatan lalu lintas.
Untuk mengantisipasi kepadatan, terutama saat jam sibuk di mana volume penumpang tinggi, KAI Commuter juga menyiagakan petugas layanan dan keamanan di area stasiun. Fasilitas penunjang pun terus ditingkatkan, mulai dari ruang tunggu hingga fasilitas di dalam kereta.
Tentu ke depannya, KAI Commuter bersama KAI akan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan pemerintah untuk mendukung rencana pengembangan perkeretaapian di wilayah Jawa Barat, mengingat tren pertumbuhan penumpang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Masa libur panjang sejak akhir Mei 2026 memang sangat dimanfaatkan oleh masyarakat yang meluangkan waktunya untuk berlibur ke luar kota. Menggunakan kereta api tentu menjadi salah satu pilihan wajib untuk mendapatkan kenyamanan yang dirasakan saat diperjalanan. Apalagi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah menambah jadwal perjalanan kereta api pada masa libur panjang. Tak heran, banyak sekali pilihan kereta api yang terdiri dari tarif, rute dan lokasi favorit bagi masyarakat yang hendak berlibur.
Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat sebanyak 38.666 penumpang berangkat pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu, melalui sejumlah stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta. Jumlah tersebut menjadikan hari ini sebagai puncak volume penumpang selama periode libur panjang Iduladha 2026.
Seperti pada Stasiun Pasar Senen yang menjadi titik keberangkatan dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni 15.041 penumpang. Disusul Stasiun Gambir sebanyak 14.144 penumpang. Sementara itu, jumlah keberangkatan lainnya tercatat di Stasiun Bekasi sebanyak 4.069 penumpang, Jatinegara 2.673 penumpang, Cikarang 1.540 penumpang, Karawang 594 penumpang, dan Cikampek 605 penumpang.
Secara keseluruhan, total kapasitas tempat duduk kereta api jarak jauh yang disediakan selama periode long weekend Iduladha pada 25 Mei hingga 2 Juni 2026 mencapai 363.631 kursi. Hingga saat ini, tiket yang telah terjual mencapai 206.805 tiket atau sekitar 56 persen dari total kapasitas.
Untuk periode masa berakhir libur panjang (long weekend) kali ini, masyarakat sudah terlihat kepadatan di sejumlah kereta aoi yang datang di Stasiun Pasar Senen maupun Stasiun Gambir. Beberapa kereta api yang hadir juga beragam dari wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Ramainya penumpang kereta api mulai terlihat sejak Minggu, 31 Mei 2026. Namun masih berlanjut hingga 1 Juni 2026.
Dari data yang disampaikan PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 41.534 penumpang kereta api tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta pada Senin, yang merupakan puncak arus balik libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Terlihat dari padatnya kereta api yang tiba di Jakarta, memperlihatkan bahwa masyarakat sangat antusias menggunakan kereta api untuk perjalanan yang praktis.
Untuk Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah kedatangan tertinggi, yaitu 15.028 penumpang, disusul Stasiun Pasar Senen sebanyak 14.066 penumpang, Stasiun Bekasi 4.946 penumpang, Stasiun Jatinegara 4.675 penumpang, Stasiun Cikarang 1.404 penumpang, Stasiun Cikampek 803 penumpang, dan Stasiun Karawang 612 penumpang.
Selama periode 25 Mei-2 Juni 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 77 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) setiap hari, yang terdiri dari 68 KA reguler, delapan KA tambahan dari Stasiun Gambir, dan satu KA tambahan dari Stasiun Pasar Senen.
Berdasarkan data penjualan, kelas eksekutif mencatat penjualan sebanyak 119.223 tiket dari kapasitas 178.524 tempat duduk, kemudian kelas ekonomi komersial terjual sebanyak 132.582 tiket dari kapasitas 152.422 tempat duduk. Sementara itu, kelas ekonomi subsidi (PSO) yang merupakan layanan bersubsidi pemerintah mencatat penjualan sebanyak 34.738 tiket dari kapasitas 32.685 tempat duduk.
Tentunya, KAI Daop 1 Jakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api selama masa arus balik libur panjang berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Pemeriksaan sarana dan prasarana dilakukan secara intensif, didukung kesiapan petugas operasional di lapangan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap andal dan selamat.