HokBen Pasok Menu Baru di Garuda Indonesia, Bagaimana Quality Control-nya?

New inflight menu yang ada di penerbangan domestik Garuda Indonesia dari HokBen akan ada tiga macam yakni nasi dengan beef teriyaki, nasi dengan egg roll, nasi dengan chicken steak dan semuanya ditambahkan puding. Tapi bagaimana sih quality control-nya? Sebab, biasanya Aerofood ACS dari Garuda Indonesia yang melakukan hal tersebut.

Baca juga: Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik

Ditemui KabarPenumpang.com saat penandatangan kerja sama Garuda Indonesia dengan Hokben untuk new inflight menu, VP Inflight Service Garuda Indonesia Vindex Tengker mengatakan, quality kontrol akan tetap dilakukan pihak Aerofood ACS. Sebab semua makanan dari vendor-vendor yang ada selain HokBen dicek dan tidak semuanya dimasak di dapur ACS.

“Kita keterbatasan tempat, makanan dari ACS pun tidak semuanya di masak di dapur kami, yang jelas kualifikasi stylenya harus sesuai dengan originalitasnya. Biasanya semua suplier kita audit,” ujar Vindex, Kamis (29/11/2018).

“Jadi sebelum kita membuat suatu kesepakatan kerja sama, kita audit dulu, ada tim yang kesana. Ini sama seperti kita mengaudit saat ada square baru. Setelah di audit flow-nya akan sampai ke ACS,” tambahnya.

Dia mengatakan, pihaknya menjamin semua makanan yang disediakan dan disiapkan oleh HokBen sendiri, sebab Garuda Indonesia menginginkan rasa original tanpa campur tangan Aerofod ACS. Vindex mengatakan, makanan dari HokBen akan hadir di dapur ACS 1 hari sebelumnya dan kemudian besokannya baru diupload ke pesawat.

“Yang jelas tidak ada campur tangan dari ACS, kita pakai trail and error untuk rasanya, basicly memang sudah dicoba juga saat dibekukan kemudian dipanaskan. Kita tidak ikut campur tangan karena nasinya HokBen ini kan khas, kita belum bisa membuat seperti Hokben. Jadi semua dari Hokben, kita hanya meletakannya di tempat, tutup dan chill (dibekukan),” ujar Vindex.

Dia menambahkan, makanan HokBen sama dengan yang lainnya saat masuk ke pesawat dalam suhu empat derajat celcius. Kemudian setelah di dalam pesawat, cabin crew akan memanaskannya dan disajikan kepada penumpang seperti halnya makanan yang lain.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Vindex mengatakan, untuk rasa tidak akan berubah saat di ketinggian, dari pengalama yang didapatkan dirinya, tidak hanya HokBen sebab, semua makanan yang dibuat di darat rasanya pas dan tidak kurang garam. Kalaupun berbeda, Vindex menjelaskan hanya akan berubah sedikit.

“Kalau seseorang punya lidah yang peka, mungkin akan jauh berbeda rasanya, bila tidak ya biasa saja. kita selama ini tidak menambahkan garam hanya seasoning (bumbu) yang di buat lebih strong (kuat),” tuturnya.

Sempat Hoax, Ini Kisaran Tiket KA Joglosemarkerto yang Beroperasi 1 Desember 2018

Pada 1 Desember 2018, kereta melingkar yang akan menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta bernama Joglosemarkerto ini sendiri memiliki rute Purwokerto-Tegal-Semarang-Solo-Jogja-Purwokerto baik dengan rute searah maupun berlawanan laju jarum jam.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

Namun bagaimana dengan tarif kereta Joglosemarketo ini? Sebab, sebelum adanya besaran harga tiket KA Joglosemarkerto ini, beberapa hari yang lalu sempat beredar adanya tarif tiket ini. Sayangnya tarif tersebut tidaklah valid dan masih belum jelas kebenarannya.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Joglosemarkerto akan memiliki tarif kompetitif dan menggunakan dua rangkaian kelas yakni eksekutif dan ekonomi. Gerbong eksekutif di kereta Joglosemarketo akan ada dua dengan kapasitas 100 tempat duduk dengan per gerbongnya 50. Sedangkan kelas ekonomi akan ada tujuh gerbong yang memiliki kapasitas 560 kursi.

Bagaimana tarifnya? Ternyata tarif kelas eksekutif akan berkisar mulai dari Rp40 ribu hingga Rp390 ribu, sedangkan kelas ekonomi Rp30 ribu hingga Rp260 ribu. Besaran tarif ini sendiri tergantung jarak tempuh yang dipilih penumpang. VP PT KAI Daop 5 Purwokerto, MN Huda Santoso mengatakan, untuk penumpang yang akan memesan tiket KA Joglosemarkerto akan mendapat diskon dari PT KAI sebesar sepuluh persen dari tanggal 1-13 Desember 2018.

“Tiket ini bisa dipesan melalui channel-channel eksternal penjualan tiket KA ataupun melalui aplikasi KAI Access,” ujar Huda.

Adanya KA Joglosemarkerto ini penumpang tidak bisa memesan tiket KA Kamandaka rute Purwokerto-Tegal-Semarang dan sebaliknya untuk jadwal 1 Desember 2018 dan setelahnya. Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, penjualan tiket KA Kamandaka sendiri mulai 1 Desember belum bisa dilayani karena terkait rencana pemberlakuan KA baru tersebut.

Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

“Karena ada rencana perjalanan KA Joglosemarkerto, mulai 1 Desember penjualan tiket KA Kamandaka belum bisa dilayani,” kata Supriyanto.

Supriyanto menuturkan tidak bisa dilayani KA Kamandaka juga karena adanya proses pemindahan tiket yang sudah dipesan H-90 ke KA yang baru tersebut. Dia mengatakan saat ini masih menunggu proses pembenahan tiketing yang dilakukan kantor pusat PT KAI.

Regulasi Perusahaan Jadi ‘Separator’ Layanan LCC di Seluruh Dunia

Meningkatnya permintaan penerbangan belakangan ini memang berdampak luas. Tidak hanya bagi penumpang saja, melainkan juga terhadap pihak maskapai. Menjamurnya maskapai Low Cost Carrier (LCC) dewasa ini menandakan bahwa peningkatan permintaan penerbangan adalah nyata adanya dan itu tidak bisa dipungkiri. Kendati terbatas dalam beberapa aspek, namun sejumlah maskapai berlabel LCC malah memberikan pelayanan kelas atas.

Baca Juga: IATA: LCC Berkibar, ASEAN Bakal Jadi Kawasan Pertumbuhan Penerbangan Tercepat

Sebut saja British Airways yang menyediakan stok makanan untuk penerbangan jarak pendeknya, atau maskapai yang berbasis di Singapura, Scoot yang baru-baru ini menjadi sorotan pasca memberikan penumpang segelas air dingin secara cuma-cuma. Tentu saja, perlakuan dua maskapai ini menuai sorotan dari berbagai kalangan, dimana ereka menyebutkan, “apakah pelayanan tersebut tidak terlalu berlebihan?”

Jika diperhatikan lebih jeli, sebenarnya apa yang dilakukan oleh British Airways dan Scoot tersebut merupakan hal wajar – dimana setiap maskapai ingin memberikan layanan yang prima terhadap para penumpangnya. Toh dengan melayani seperti dalam contoh di atas, bukankah para penumpang akan merasa dihargai dan tidak menutup kemungkinan juga jika si penumpang ini akan terus-terusan menggunakan layanan British Airways, Scoot, atau maskapai LCC lain yang tidak terlalu ‘perhitungan’?

Namun semua pelayanan ini bergantung pada regulasi yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan maskapai. Bahkan, ada juga beberapa maskapai yang malah memberlakukan kebijakan yang sebaliknya – seperti ‘mencekik’ penumpang.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (26/11/2018), maskapai berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair adalah salah satu maskapai yang memberlakukan peraturan nyeleneh tersebut. Baru-baru ini maskapai tersebut menuai sorotan pasca memberlakukan peraturan dimana penumpang harus membayar GBP£25 atau yang setara dengan Rp464.000 untuk setiap hand luggage yang tidak muat disimpan di bawah kursi.

Namun jika penumpang ingin meminimalisir bea, mereka bisa mengambil opsi GBP£6 atau yang setara dengan Rp111.000 untuk onboard luggage hingga maksimal 10kg.

Baca Juga: “Tertipu,” Wanita ini Rugi Hingga Lebih dari Rp5 Juta Karena Coba LCC Baru!

Berbeda dengan Tiger Air, maskapai berbiaya rendah asal Australia yang menerapkan aturan berat total antara hand luggage dan bagasi tidak boleh melebihi angka 7kg.

Kesimpulannya adalah, tidak ada pakem resmi mengenai fasilitas apa yang akan Anda dapatkan jika mengudara menggunakan maskapai berbiaya rendah. Terlepas dari fasilitas pendukung tersebut, tugas dari pihak maskapai yang utama adalah untuk menerbangkan penumpang ke destinasi tujuan dengan selamat.

Beginilah Gambaran Dukuh Atas Saat Menjadi Transit Oriented Develpoment

Dalam kunjungannya ke Stasiun Dukuh Atas pada Kamis (29/11/2018), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengutarakan keinginannya untuk menjadikan kawasan di sekitar stasiun menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD). Maksudnya adalah para penumpang dapat menggunakan multi moda cukup dengan berjalan kaki saja, tidak perlu berpindah jauh untuk berganti moda transportasi. Hingga saat ini, stasiun tersebut memiliki jarak yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun BNI City (kereta bandara).

Baca Juga: Eksklusif! Inilah Penampakan Bagian Dalam Stasiun MRT Dukuh Atas

Dengan impiannya tersebut, sudah barang tentu moda MRT Jakarta harus terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain di sekitaran Stasiun Dukuh Atas. Tidak hanya di Dukuh Atas saja, tercatat ada lima stasiun MRT yang terintegrasi dengan TransJakarta – bagian dari kerja sama yang terjalin di antara dua perusahaan tersebut.

“Akan ada 5 stasiun MRT Jakarta yang terintegrasi sempurna dengan TransJakarta ; Bunderan HI, Dukuh Atas, Sisingamangaraja, Blok M, dan Lebak Bulus,” tutur William Sabandar.

“Integrasi sempurna di sini maksudnya adalah ketika penumpang MRT keluar stasiun, langsung ada halte TransJakarta,” imbuhnya.

Senada dengan William, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim juga mengutarakan hal yang sama, dimana integrasi antarmoda merupakan poin penting dalam terjalinnya sebuah Transit Oriented Development.

“Integrasi antarmoda sangat penting, dan kami tengah mengupayakan agar perpindahan penumpang dari dan atau menuju stasiun MRT itu bisa senyaman mungkin,” ujar Silvia.

Guna menunjang kehadiran dari Transit Oriented Development tersebut, William berharap dapat menciptakan environment yang nyaman bagi para penumpang di sekitaran Dukuh Atas, salah satunya adalah dengan cara menghijaukan daerah tersebut.

“Seperti yang bisa dilihat tadi, sudah mulai ada lahan hijau di sekitaran stasiun, diharapkan ke depannya akan ada lebih banyak tumbuhan hijau,” pungkasnya.

Pun dengan jalanan di sekitaran stasiun yang terkenal carut-marut. William berencana untuk menutup jalan di sekitar stasiun dan akan diperuntukkan sebagai zona pejalan kaki.

“Kami rencanakan kendaraan bermotor tidak boleh masuk Jalan Kendal. Kami akan ubah jalan yang biasa digunakan ojek online sebagai tempat berteduh ketika hujan tersebut menjadi daerah yang aman dan nyaman ketika dilalui pejalan kaki, apalagi di sana (Jalan Kendal) masih gelap kalau malam, karena tidak ada lampu,” terang William.

Baca Juga: Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Ia merencanakan untuk menjadikan Jalan Kendal tersebut sebagai poin dimana penumpang merasa aman dan nyaman.

“Rencananya akan ada space untuk penjual makanan, cultural, dan melting pot di kolong jembatan itu. Jalan akan kami tutup dan kami perindah,”

Dengan hadirnya konsep seperti itu, maka kenyamanan penumpang yang hendak berpindah moda di daerah Dukuh Atas akan sangat terjamin. Belum lagi sistem pengamanan yang akan ditunjang oleh anggota gabungan dari MRT Jakarta dan beberapa pemangku kepentingan terkait.

Mau Ketemu Pramugari Garuda Indonesia dengan Seragam Vintage? Simak Rute Penerbangannya Disini!

Seperti telah diwartakan sebelumnya, bahwa Garuda Indonesia akan meluncurkan dua pesawat Boeing 737-800 NG dengan logo livery lama (vintage), berikut seragam pramugari yang menyesuaikan dengan periode logo tersebut, maka lebih jelas lagi, maskapai plat merah ini menjelaskan kapan dan di penerbangan rute mana saja, Anda dapat memperoleh pelayanan dari pramugari berbusana vintage ini.

Baca juga: 5 Desember 2018, Bakal Ada yang Beda dari Seragam Pramugari Garuda Indonesia

Dengan tajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience,” layanan penerbangan tersebut direncanakan dapat dinikmati pengguna jasa pada periode 7 – 17 Desember 2018 pada jam tertentu di sejumlah rute penerbangan seperti :
1. Jakarta – Balikpapan pp dengan GA566 & GA569
2 . Jakarta – Surabaya pp dengan GA304 & GA309
3 . Jakarta – Singapura pp dengan GA846 & GA847

Lewat “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, pengguna jasa dapat merasakan nuansa penerbangan di tahun 1970 – 1980an melalui kehadiran awak kabin dengan seragam klasik ciptaan perancang terkenal dari Jepang – Hanae Mori – yang digunakan pada era tersebut. Tidak hanya itu, atribut klasik diterjemahkan melalui pengoperasian armada Boeing 737-800 NG yang menggunakan classic livery.

Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe mengungkapkan bahwa “Hadirnya konsep layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” diharapkan dapat memberikan nuansa berbeda kepada pengguna jasa yang akan melaksanakan perjalanan akhir tahun.”

Eksklusif! Inilah Penampakan Bagian Dalam Stasiun MRT Dukuh Atas

Tinggal menunggu hitungan bulan, masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta akan kedatangan satu moda transportasi yang berbasis massal yang selama ini sudah dinanti-nanti. Ya, MRT Jakarta! Direncanakan rilis pada bulan Maret 2019, sejumlah sentuhan akhir tengah digenjot William Sabandar cs. demi melancarkan pengoperasiannya kelak.

Baca Juga: Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger PT MRT Jakarta yang diadakan pada Kamis (29/11/2018), perusahaan yang berkolaborasi dengan pihak Jepang ini mengizinkan media untuk meliput bagian dalam dari stasiun bawah tanah Dukuh Atas, setelah pada beberapa kesempatan sebelumnya mengunjungi stasiun bawah tanah Senayan.

Pada kesempatan tersebut, William Sabandar selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta memaparkan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 1 secara keseluruhan telah menyentuh angka 97,52 persen, dengan rincian depo dan elevated section 96,90 persen dan underground section 98,15 persen.

“Untuk stasiun Dukuh Atas sendiri, desainnya agak unik, karena ada plazanya. Ini sengaja dibangun karena diperkirakan akan ada interaksi penumpang yang cukup tinggi di stasiun ini,” papar William.

“Stasiun ini sendiri memiliki dua entrance, yang satu dekat dengan Stasiun BNI City, sedangkan yang satunya lagi akan terkoneksi dengan Gedung UOB,” tandasnya kepada KabarPenumpang.com dan awak media lainnya.

 

View this post on Instagram

 

Inside Stasiun MRT Dukuh Atas #mrt #mrtjakarta #subway #kabarpenumpang @mrtjkt foto by @pernah_wisuda

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Sementara itu, lanjut William, kesiapan operasional MRT Jakarta sudah berada di level 78,24 persen. Selama ini juga MRT selalu mengatakan akan berpihak pada penyandang disabilitas. Jika di dalam armada MRT Jakarta sudah disediakan space untuk penyandang disabilitas, pun dengan di stasiunnya. Akah ada tactile paving yang ditujukan kepada penyandang tunanetra.

“Kami juga memberikan pelatihan penanganan terhadap penyandang disabilitas kepada petugas-petugas di lapangan nanti,” tambah William.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan ke depannya, penamaan stasiun MRT Jakarta juga akan beragam – tidak menggunakan nama berdasarkan daerah tempatnya berdiri.

“Kami juga melakukan e-auction untuk penamaan beberapa stasiun, jadi misalkan ini stasiun ex Dukuh Atas atau yang lain, nanti tergantung dari penawaran mana yang terbaik,” jelasnya.

Baca Juga: Bakal Isi Area Belanja di Stasiun MRT Jakarta, Inilah 15 Peritel yang Telah Terpilih

Pada kesempatan yang sama pula, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim menanggapi persoalan tentang ojek online yang kerap kali ‘menghiasi’ setiap stasiun Commuter Line Jabodetabek. Silvia mengatakan PT MRT Jakarta akan mengambil kebijakan untuk menggunakan lahan tidak terpakai sebagai titik drop off dan pick up penumpang ojek online – sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

“Ambil contoh di depan Poin Square Lebak Bulus ada lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan mengambil dan menurunkan penumpang online,” jelasnya singkat.

 

Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik

Mulai 5 Desember 2018, ada menu makanan yang berbeda dalam penerbangan kelas ekonomi Garuda Indonesia dimana makanan tersebut akan bercita rasa Jepang yakni dari HokBen. New inflight menu tersebut akan hadir hingga 30 Januari 2019 mendatang di penerbangan domestik maskapai plat merah tersebut.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, kolaborasi ini sendiri merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan new inflight experience kepada pelanggan sekaligus memberi nilai tambah saat mereka menggunakan layanan penerbangan Indonesia. Ari mengatakan, pada tahap awal ini HokBen akan menyiapkan 29.500 meals yang hadir di 11 rute penerbangan setiap hari Rabu dan Sabtu.

Adapun new inflight menu tersebut bisa dinikmati pada penerbangan keberangkatan dari Cengkareng menuju Aceh, Batam, Padang, Banjarmasin, Pontianak, Denpasar, Balikpapan, Medan, Makassar, Manado dan Lombok.

“Ini hadir pada penerbangan hari Rabu dan Sabtu di waktu makan siang pukul 11.00-13.00. Nantinya juga kita akan menghadirkan yang spesial adalah flight attendant akan menggunakan kimono saat menyajikan makanan,” ujar Ari kepada media di Pondok Indah Mall, Kamis (29/11/2018).

Ari mengatakan, sebenarnya ada beberapa menu selain makanan Jepang yakni Amerika, tetapi karena HokBen sudah siap, maka Garuda mulai perdana dengan mereka. Untuk kelas bisnis hidangan yang diberikan pun khusus. Dia menambahkan, saat ini juga pihaknya akan mengembangkan bersama Pizza Hut, sedangkan Sushi Tei untuk makanan kelas bisnis.

“Sebenarnya kami ingin menghadirkan burger dari Burger King, tetapi karena modelnya menyerap maka masih kami komunikasikan menu apa yang akan dihadirkan. Kita juga akaan coba menu Nasi Padang,” ujar Ari.

Ari mengatakan, kehadiran menu baru ini juga bagian dari komitmen maskapai dalam menyelaraskan customer voice yang menginginkan ragam menu berbeda dari penerbangan bersama Garuda Indonesia. Perubahan ini juga bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk menarik pasar millenial dan berusaha lebih dekat dengan kebutuhan mereka. Pemilihan HokBen sendiri, Ari mengatakan, karena salah satu menu favorit masyarakat Indonesia yang juga konsumen Garuda Indonesia.

Baca juga: Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati

Direktur Utama HokBen, Paulus Arifin menambahkan, kehadiran menu makanan HokBen ini merupakan langkah luar biasa dimana menyajikan kuliner berbdeda dan memanjakan lidah pelanggan. Dia mengatakan, ini sejalan dengan visi HokBen yang mana ‘membawa kehidupan lebih baik’.

“Menu yang kita hadirkan untuk service di Garuda Indonesia yakni pilihan daging sapi dan ayam. Sudah diputuskan adalah nasi dengan beef teriyaki plus puding, nasi dengan egg chicken roll plus puding dan nasi dengan chicken steak plus dan puding. Kemudahan operasional bertahan diketinggian 30 ribu dan penyajiannya dalam keadaan hangat,” tambah Paulus.

Mulai 5 Desember 2018, Batik Air Pindah Ke Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta

Batik Air, salah satu maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group per tanggal 5 Desember 2018 akan mulai berpindah ke Terminal 2E. Perpindahan ini sehubungan dengan revitalisasi yang akan dilakukan pada Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Batik Air Layani Penerbangan Non Stop Jakarta – Samarinda

Manajer Senior Komunikasi dan Hukum Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang mengatakan, adanya revitalisasi ini merupakan unsur yang penting dilakukan untuk peningkatan pelayanan pada pengguna. Program revitalisasi ini, dijelaskan Febri telah dilakukan selama tiga tahun dan bangunan Terminal 1 adalah gedung pertama yang dibangun pada 1985 silam.

“Pengaturan Terminal 1 secara keseluruhan dapat meningkatkan kapasitas hingga 24 juta penumpang, dari sembilan juta penumpang. Terminal 2 juga dapat memiliki kapasitas 17-18 juta penumpang. Sebelumnya pada tahun 1992, itu hanya sembilan juta. Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang utama bagi Indonesia harus bersaing dengan bandara kelas dunia lainnya,” kata Febri yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai lama sumber.

Karena ada perubahan lokasi operasional tersebut, pihaknya menghimbau agar penumpang tidak salah tempat dan memperhatikan tiket mereka bila hendak menggunakan Batik Air.

“Untuk informasi lebih lanjut, petugas kami dan petugas Batik Air akan memberikan arahan,” jelas Febri.

Program revitalisasi dilakukan setelah dinobatkannya Bandara Soetta sebagai megahub dengan indeks konektivitas internasional terbaik di dunia. Febri menambahkan, pengakuan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan jumlah koneksi terjadwal dari penerbangan internasional dengan jumlah destinasi yang dilayani bandara.

Baca juga: Dari 234 Unit Pesanan, Batik Air Terima Airbus A320-200CEO ke-41

Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah dinamai oleh OAG Megahubs International Index 2018, sebagai bandara Megahub dengan indeks konektivitas internasional terbaik ke-10 dengan 249 poin, dari 50 bandara internasional terbaik di dunia.

Sejumlah bandara yang berada di posisi lebih baik dari Bandara Soekarno-Hatta di antaranya Bandara Changi di Singapura, Bandara O’Hare di Chicago, dan Bandara Paris-Charles de Gaulle. Sementara itu Bandara Soekarno-Hatta menduduki posisi yang lebih baik dibandingkan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia dan Bandara Internasional Hong Kong.

Pencarian CVR Lion Air JT-610: Sedot Lumpur di Perairan Tanjung Karawang Akan Dilakukan dalam Waktu Dekat

Seolah berpacu dengan waktu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus berupaya untuk mendapatkan komponen black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR), setelah sebelumnya pada 1 November 2018, komponen black box berupa Flight Data Recorder (FDR) berhasil ditemukan tim penyelam. Waktu memang menjadi yang dipertaruhkan, mengingat baterai beam dari CVR hanya dirancang untuk memancarkan sinyal selama 90 hari, dimana waktu yang terisa semenjak Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018, ini menyiratkan waktu tinggal 60 hari lagi dari saat ini.

Baca juga: Laporan Investigasi Awal Lion Air JT-610: KNKT Indikasikan Sensor Angle of Attack Tidak Berlaku Normal

Bila toh beam sinyal dari CVR telah mati, data yang tersimpan di dalam black box masih tetap dapat digunakan, sepanjang komponen dari CVR masih berfungsi. Hanya saja, pencarian akan menjadi lebih sulit bila beam sinyal sudah mati. Bagi KNKT, menemukan CVR menjadi sangat krusial guna mendapatkan informasi yang lengkap dalam proses investigasi jatuhnya pesawat. Komunikasi yang terjadi pada 13 menit terakhir antar awak di kokpit dan komunikasi pilot dengan ATC (Air Traffic Control) sangat penting dalam keseluruhan proses investigasi ini.

“Kami ingin mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan oleh pilot pada menit-menit terakhir tersebut,” ujar Nurcahyo Utomo, Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, dalam jumpa pers Laporan Awal Investigasi Boeing 737 Max 8 PK-LQP Lion Air di Kantor Pusat KNKT (28/11).

Dalam misi pencarian CVR ini, KNKT disebutkan oleh Nurcahyo membutuhkan peralatan dan perlengkapan khusus, yang berbeda spesifikasinya dari yang digunakan pada pencarian tahap sebelumnya.

Alat pertama yang dibutuhkan adalah kapal yang bisa berhenti tanpa jangkar. Hal ini karena lokasi CVR diduga berada di dekat pipa pertamina dan fiber optik. Kedua, yang dibutuhkan KNKT adalah alat untuk sedot lumpur sehingga lumpurnya akan dipindah sehingga yang mungkin selama ini tertutup lumpur akan terlihat.

Sementara alat ketiga yang dibutuhkan KNKT adalah alat selam yang bisa digunakan dengan durasi lebih lama. “Satu lagi kita butuh alat selam, di mana para penyelam bisa lebih lama di dalam air. Karena yang kemarin itu kalau enggak salah penyelam hanya 10 menit dalam setiap kali selam,” ucap Nurcahyo.

Baca juga: KNKT – Ada 7 Tipe Black Box dengan Parameter Berbeda

Sejumlah upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan alat-alat tersebut. Salah satunya berdiskusi dengan pihak terkait untuk memilih kapal khusus yang akan digunakan. “Harapannya, dalam satu-dua hari ini kapal akan segera berangkat dari Singapura menuju ke lokasi,” ujarnya.

Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan

Dikenal sebagai negeri dengan ‘sejuta’ sanksi, menjadi Korea Utara terpuruk dalam berbagai sektor kehidupan. Isolasi akibat embargo ekonomi misalnya, menjadikan akses perdagangan Korea Utara sulit berkembang. Namun baru-baru ini, ada proyek yang mendapat lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB, yaitu rencana untuk melakukan survei lapangan bersama yang bertujuan untuk memulihkan konektivitas kereta api antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Baca juga: Jaringan Kereta North – East Asia, Akankah Jadi Penanda Reunifikasi Korea?

Adanya persetujuan ini juga akan mengecualikan pekerjaan survei kereta api dari sanksi internasional yang dikenakan pada Korea Utara. Pasalnya Korea Utara terkena sanksi ekstensif oleh PBB karena terbukti memiliki senjata nuklir dan program pembangunan rudal balistik. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (27/11/2018), langkah ini diambil dan menjadi yang pertama untuk kembali menghubungkan jalur kereta api yang dipotong selama Perang Korea antara 1950-1953.

Awalnya akan dimulai pada bulan April 2018, dimana kedua pemimpin Korea sepakat untuk mengadopsi langkah-langkah praktis untuk menghubungkan kembali jalur kereta api tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan bilateral.

“Pembebasan sanksi memiliki implikasi besar mengingat bahwa proyek ini telah mengumpulkan pengakuan dan dukungan dari Amerika Serikat dan masyarakat internasional,” ujar juru bicara kepresidenan Korea Selatan Kim Eui-kyeom.

Dia menyatakan harapan pembangunan kereta api cepat, yang katanya akan membawa kerjasama antar-Korea ke tingkat yang baru. Korea Selatan meminta pengecualian untuk pengiriman bahan bakar dan peralatan lain yang diperlukan untuk melakukan survei kereta api di Utara. Tahun ini, Presiden Korea Selatan Jae-in bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiga kali untuk meningkatkan hubungan bilateral.

Jalur kereta api akan memungkinkan Korea Selatan untuk mempromosikan ekspornya ke Cina, Rusia, dan Eropa Tengah melalui Korea Utara. Ini juga akan mendukung pengembangan industri Korea Utara.

Pyongyang berada di bawah sanksi Amerika Serikat yang luas untuk senjata nuklir dan program rudal balistiknya. Pada bulan Oktober, kedua Korea sepakat untuk melakukan studi lapangan bersama tentang rencana transportasi, dengan upacara peletakan batu pertama pada akhir November dan awal Desember 2018.

Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

Namun rencana itu ditunda di tengah pembicaraan yang macet antara Washington dan Pyongyang menyusul pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Juni di mana kedua pihak sepakat untuk bekerja menuju nukleasiasi dan perdamaian di semenanjung Korea. Negosiasi sejak itu membuat sedikit kemajuan, dengan Pyongyang marah oleh desakan Washington bahwa sanksi internasional harus tetap sampai menyerah senjata nuklirnya.

Amerika Serikat telah mengatakan kepada sekutunya Korea Selatan bahwa negara itu seharusnya tidak meningkatkan hubungan dengan Korea Utara lebih cepat daripada Pyongyang mengambil langkah untuk menyerahkan senjata nuklirnya.