4 Tahun Selalu Terlambat dan Tertunda, Penumpang Kereta Ernakulam Express Layangkan Protes

Kereta api sebagai salah satu moda transportasi massal dan cepat ternyata bisa membuat penumpangnya marah karena keterlambatan yang tak kunjung diperbaiki. Hal tersebut terjadi di Stasiun Heelalige, India, dimana sudah lebih dari satu tahun, penumpang kereta api di Hosur selalu mendapati kereta yang akan mereka tumpangi terlambat.

Baca juga: Indian Railways Canagkan Pembangunan Koridor Atas Kereta Api di Kerala

KabarPenumpang.com melansir dari laman deccanherald.com (27/11/2018), karena keterlambatan tersebut yang tak kunjung dibenahi, membuat penumpangnya melakukan aksi protes mereka yang berangkat dari Dharmapuri di depan kereta Intercity Ernakulam di Stasiun Heelalige pada Selasa (27/11/2018) kemarin. Adanya protes ini setelah dua penumpang yang melakukan perjalanan mengatakan bahwa Intercity Superfast Express (12677) Ernakulam tertunda lebih dari 45 menit.

Akibat penundaan tersebut, kereta api di jalur Hosur harus tertunda selama kurang lebih satu jam. Seorang penumpang bernama Navin mengatakan, ribuan orang melakukan perjalanan dari Hosur ke Carmelaram untuk tiba di kantor merek di DEMU Dharmapuri. Namun, saat Ernakulam Express ditunda, kereta DEMU dihentikan di Heelalige selama hampir satu jam.

Penumpang yang melakukan demonstrasi (Deccan Herald)

“Penundaan ini membuat penumpang gelisah sehingga mereka turun dari kereta dan menyeberang ke jalur lain dan melakukan protes atas penundaan tersebut,” ujar Navin.

Bahkan pengakuan seorang penumpang lain membuat kejutan dimana dikatakan penundaan di rute itu ditunda hampir setiap hari, penumpang telah menulis saran dan kritik beberapa kali untuk mendapatkan solusinya.

“DEMU Yashwantpur-Hosur juga ditunda pada hari Selasa. Namun, menghentikan kereta supercepat bukan jawaban untuk masalah ini. Tapi kereta api harus menemukan solusi paling cepat,” ujar Suhas Narayanamurthy seorang penumpang lainnya.

Baca juga: India Operasikan DEMU untuk Layani Jalur Kereta Terpendek

Navin mengatakan, karena keterlambatan kereta api itu, secara langsung mempengaruhi kehidupan kerja dimana mereka dipaksa bekerja lembur untuk menebus kedatangan terlambat ke kantor. Namun, para petugas dan pejabat kereta api tidak memberikan komentar apapun terkait hal keterlambatan dan penundaan perjalanan kereta Enakulam Express di jalur Hosur tersebut.

Namun, Para pejabat kereta api sebelumnya mengatakan bahwa penundaan semacam itu adalah hasil dari kemacetan di lintasan, terutama pada jalur tunggal yang menghubungkan bagian Hosur. Jam puncak pagi melihat kedatangan dan keberangkatan beberapa kereta di jalur utama antara Bengaluru dan Chennai, yang telah berkontribusi terhadap penundaan Ernakulam Express.

Ciptakan Stasiun Ramah Penumpang, Stasiun London Waterloo Adopsi Virtual Reality dan Eye-Tracking

Salah satu stasiun di Inggris, London Waterloo tercatat sebagai stasiun kereta tersibuk di negara yang dipimpin oleh seorang Ratu tersebut. Dalam sebuah data yang dirilis oleh Office of Rail and Road, ada sekitar 428 juta penumpang yang melakukan perjalanan dari Stasiun London Waterloo sepanjang kuartal pertama 2018-2019. Angka ini mengalami peningkatan pesat, karena data menunjukkan jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dari stasiun ini pada periode 2016-2017 hanyalah 99 juta penumpang saja.

Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum

Dengan pertumbuhan angka yang sangat pesat tersebut, sudah seyogyanya jika pihak stasiun melakukan berbagai pengembangan guna menunjang efisiensi dan kelancaran perjalanan para penumpang. Dengan menggabungkan kemajuan teknologi, sebuah perusahaan asal Inggris, CCD Design and Ergonomics meluncurkan Evidentia, sebuah teknologi yang menggabungkan kemampuan virtual reality dengan eye-tracking.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (19/11/2018), perjalanan penumpang di stasiun sendiri tidak hanya sebatas di peron saja. Para penumpang harus bisa mengarahkan diri menuju kereta mereka, sembari bersinggungan dengan beragam toko retail, papan iklan, hingga sesama penumpang yang memadati stasiun tersebut.

Memastikan kelancaran arus penumpang merupakan poin inti dari hadirnya Evidentia yang berbasis teknologi imersif ini. Sederhananya seperti ini, pihak stasiun dapat memantau kelancaran arus penumpang di stasiun tanpa harus menempatkan petugas yang pada akhirnya hanya akan membuat stasiun menjadi semakin penuh.

“Kami telah mengembangkan alat yang mengintegrasikan teknologi eye-tracking ke dalam virtual reality sehingga kami dapat membawa orang dalam tim desain, atau perwakilan penumpang, dan menempatkan mereka di dunia virtual dan meminta mereka untuk menyelesaikan beberapa tugas,” jelas Managing Director dari CCD, David Watts.

“Tugas tersebut meliputi perintah untuk pergi menuju stasiun, pergi ke sana, pergi ke sini, temukan kereta, dan seterusnya. Sejumlah poin penting yang dapat dihasilkan dari menyelesaikan tugas-tugas ini, salah satunya adalah pengumpulan data objektif mengenai apa saja yang mereka lakukan dan mereka lihat ketika melakukan perjalanan di dunia virtual ini,” tandasnya.

Baca Juga: AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit

David mengatakan bahwa tujuan utama dari teknologi ini adalah untuk mendapatkan skema yang lebih baik dalam membantu orang-orang bernavigasi di dalam stasiun dan untuk menghindari sebuah stasiun mengalami perubahan yang lebih mahal dalam proses desain di kemudian hari. “Atau bahkan setelah sebuah stasiun dibangun,” kata David Watts.

 

Royal Jordanian, Pernah 2 Kali Layani Penerbangan Reguler ke Jakarta

Pada awal tahun 2017 silam, tepatnya pada bulan Januari, salah satu maskapai asal Timur Tengah, Royal Jordanian resmi menutup penerbangannya menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Ya, kini Royal Jordanian hanya membatasi penerbangannya sampai di Kuala Lumpur, Malaysia saja, padahal sebelumnya, maskapai anggota aliansi penerbangan Oneworld ini sebelumnya melayani rute penerbangan dari Amman – Kuala Lumpur – Jakarta.

Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!

Maskapai dengan livery yang didominasi warna hitam ini pada mulanya membuka rute penerbangan dari Amman (ibu kota Yordania) ke Jakarta pada Desember 2015, dan ini merupakan rute baru keempat Royal Jordanian di sepanjang tahun 2015. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman rj.com – laman resmi dari Royal Jordanian, sebelumnya maskapai yang bernama Alia Airlines ini telah terlebih dahulu membuka layanan penerbangan berjadwal menuju Jakarta di antara tahun 1992 hingga 2002.

Namun karena beberapa alasan komersial yang melatarbelakanginya, akhirnya Royal Jordanian terpaksa menghentikan penerbangan berjadwal tersebut. Diketahui, maskapai ini melayani penerbangan dari Amman menuju Jakarta sebanyak tiga kali dalam satu minggu – Senin, Rabu, dan Jumat. Rute ini, menurut pihak perusahaan, juga melayani tenaga kerja Indonesia, kargo, dan lalu lintas bisnis.

Direktur Utama dari Royal Jordanian kala itu, Captain Suleiman Obeidat mengatakan bahwa rute penerbangan pada rentang tahun 1992 hingga 2002 tersebut ditujukan untuk membawa wisatawan dari Yordania dan Levant menuju Indonesia dan sebaliknya, Royal Jordanian mengangkut para pelajar dari Indonesia yang hendak belajar di Yordania.

Namun karena alasan yang sudah disebutkan di atas, Royal Jordanian terpaksa menghentikan layananan penerbangannya menuju Indonesia pada tahun 2002.

13 tahun berselang – Desember 2015, pihak maskapai melakukan re-route menuju Jakarta dengan tujuan yang hampir sama, membawa wisatawan menuju Indonesia dan pelajar yang hendak bersekolah di Yordania. Pun dengan waktu terbangnya, tetap tiga kali dalam satu minggu.

Baca Juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

Hingga akhirnya pada bulan November 2016, perusahaan harus kembali menelan pil pahit dengan mengumumkan penutupan rute penerbangan Amman – Kuala Lumpur – Indonesia pada Januari 2017. Adapun penerbangan terakhir Royal Jordanian dengan menggunakan Boeing 787-800 menuju Jakarta terjadwal pada 11 Januari 2017. Namun anehnya, pihak maskapai masih mengoperasikan rute penerbangan menuju Kuala Lumpur – yang sebelumnya dipanjangkan menuju Indonesia.

Heboh! Pria Mirip Sinterklas Tanpa Baju dalam Kabin Pesawat

Entah mungkin sedang kepanasan, seorang pria bertubuh besar mirip Sinterklas diketahui tidak mengenakan baju dan hanya menggunakan celana pendek dalam sebuah penerbangan. Pria tua tersebut duduk di kursi tengah sebuah maskapai yang tidak diketahui namanya dalam penerbangan malam hari.

Baca juga: Tanpa Rasa Malu, Penumpang Ini Lepas Celana di Dalam Kabin Pesawat

Foto dirinya tersebut itu mengagetkan pengguna media sosial dan banyak yang mengkritik maskapai karena pria semi bugil ada di dalam penerbangan. Beberapa warganet bahkan mengatakan, awak kabin yang bertugas saat itu harusnya memberikan pria berambut putih dengan selimut untuk menutupi sleuruh tubuhnya.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.ie (28/11/2018), pada foto tersebut selain melihat sebuah bar tobleron besar sebagai makanan pesawat, pria tua itu tampak seperti Sinterklas yang biasa ada di saat bulan Desember menyambut Natal. Salah seorang pengguna Reddit yang menggunakan nama Sunflowerseeds whob yang berbagi foto itu membuat caption “Setelah Mrs. Claus pergi dan dia kehilangan separuh rusa ke arahnya, Santa jatuh ke masa gelap dan sekarang menggunakan penerbangan komersial untuk memenuhi tugasnya.”

Pengguna lainnya yang bernama Seff4L berkomentar “White trash Santa.” Beberapa pengguna Twitter mengomentari foto tersebut dengan mengatakan “Tobleron besar memberi kesan ekstra meriah.” Leb Burt seorang warganet mengatakan, apakah itu Santa malam yang sedang off?

Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas

Ternyata kejadian ini bukanlah pertama kali yang dilakukan penumpang untuk melepaskan pakaian mereka dalam penerbangan. Agustus lalu, seorang wanita berambut pirang, melepaskan bajunya dan hanya menggunakan bra hitam dalam perjalanan dari Moskow ke Antalya di Turki.

Awak kabin mengatakan wanita itu di luar kendali setelah minum terlalu banyak di bar di Moskow sebelum naik ke pesawat, dan mereka harus menahannya tak lama setelah take-off. Sementara itu pada bulan Maret, seorang penumpang diikat dan diseret dari pesawat setelah ia menanggalkan dan melakukan tindakan seks pada dirinya sendiri saat menonton film porno sebelum menyerang seorang pramugari, menurut laporan.

Per 1 Desember 2018, KA Jaka Tingkir Berubah Relasi dan Jadwal Keberangkatan

Kereta api Joglosemarkerto yang akan mulai beroperasi pada 1 Desember 2018, membuat beberapa jadwal kereta api berganti dan berpindah lokasi keberangkatan. Selain KA Kamandaka, KA Joglokerto ternyata KA Jaka Tingkir juga terkena imbasnya.

Baca juga: Sempat Hoax, Ini Kisaran Tiket KA Joglosemarkerto yang Beroperasi 1 Desember 2018

KA Kamandaka yang awalnya relasi Semarang Tawang-Purwokerto diteruskan menuju Yogyakarta-Solo-Semarang Tawang. Sedangkan KA Joglokerto yang awalnya beroperasi dari Purwosari menuju Purwokerto PP akan diteruskan relasinya hingga Semarang-Solo-Yogyakarta. Tak hanya itu KA Jaka Tingkir pun berubah keberangkatannya yang sebelumnya dari Purwosari menuju Pasar Senen kini menjadi dari Lempuyangan dengan tujuan yang sama.

“Perubahan jadwal KA Jaka Tingkir pun yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen yang semula berangkat pukul 11.30 menjadi 07.15. Sedangkan keberangkatan dari Lempuyangan yang sebelumnya berangkat dari Purwosari pukul 18.00 menjadi 19.000 dari Lempuyangan,” ujar VP Humas KAI Agus Komarudin melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Jumat (30/11/2018).

Kehadiran KA Joglosemarkerto ini pun seperti memberikan nuansa baru bagi Daop 5 Purwokerto, apalagi potensi wisata yang tersebar cukup banyak salah satu yang kerap kali dikunjungi pelancong domestik maupun internasional adalah Dieng. Humas Daop 5 Purwokerto Supriyanto mengatakan, kereta api kini menjembatani penumpang yang akan menikmati destinasi di Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga yang turun dari Stasiun Purwokerto dengan moda transportasi lajutan.

Pada 23 November 2018 kemarin, moda transportasi lanjutan tersebut perdana di launching. Sebagai program awal ada lima perjalanan moda terusan tersebut dan berikut ini jadwalnya.

Stasiun Purwokerto : 01.00 ; 03.30 ; 10.00 ; 13.30 ; 18.30
Tiba di Purbalingga : 02.15 ; 04.45 ; 11.15 ; 14.56 ; 19.45
Tiba di Banjarnegara : 03.31 ; 06.01 ; 12.31 ; 16.12 ; 21.01
Tiba di Wonosobo : 04.31 ; 07.01 ; 13.31 ; 17.12 ; 22.01
Sedangkan sebaliknya,
Berangkat Wonosobo : 02.36 ; 05.50 ; 11.34 ; 18.09 ; 20.00
Banjarnegara : 03.46 ; 07.00 ; 12.44 ; 19.19 ; 21.10
Purbalingga : 05.02 ; 08.16 ; 14.05 ; 20.35 ; 22.26
Tiba di stasiun Purwokerto :06.07 ; 09.21 ; 15.10 ; 21.40 ; 23.31.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

Pick up dan drop pointnya adalah untuk Wonosobo di toko oleh-oleh Harmoni dan RM Mbak Har Taman Plaza, Banjarnegara di SPBU hiu dan terminal induk Banjarnegara, sedangkan di Purbalingga di Kalimah. Ada tiga unit armada yang digunakan untuk sepuluh perjalanan.

“Dengan adanya angkutan terusan ini, masyarakat akan lebih mudah bepergian, baik yang menuju Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga, maupun dari daerah tersebut menuju stasiun Purwokerto, untuk selanjutnya meneruskan naik kereta api, akan lebih mudah. Bahkan dari Jakarta/Surabaya bisa langsung ke dieng,” kata Supriyanto.

HokBen Pasok Menu Baru di Garuda Indonesia, Bagaimana Quality Control-nya?

New inflight menu yang ada di penerbangan domestik Garuda Indonesia dari HokBen akan ada tiga macam yakni nasi dengan beef teriyaki, nasi dengan egg roll, nasi dengan chicken steak dan semuanya ditambahkan puding. Tapi bagaimana sih quality control-nya? Sebab, biasanya Aerofood ACS dari Garuda Indonesia yang melakukan hal tersebut.

Baca juga: Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik

Ditemui KabarPenumpang.com saat penandatangan kerja sama Garuda Indonesia dengan Hokben untuk new inflight menu, VP Inflight Service Garuda Indonesia Vindex Tengker mengatakan, quality kontrol akan tetap dilakukan pihak Aerofood ACS. Sebab semua makanan dari vendor-vendor yang ada selain HokBen dicek dan tidak semuanya dimasak di dapur ACS.

“Kita keterbatasan tempat, makanan dari ACS pun tidak semuanya di masak di dapur kami, yang jelas kualifikasi stylenya harus sesuai dengan originalitasnya. Biasanya semua suplier kita audit,” ujar Vindex, Kamis (29/11/2018).

“Jadi sebelum kita membuat suatu kesepakatan kerja sama, kita audit dulu, ada tim yang kesana. Ini sama seperti kita mengaudit saat ada square baru. Setelah di audit flow-nya akan sampai ke ACS,” tambahnya.

Dia mengatakan, pihaknya menjamin semua makanan yang disediakan dan disiapkan oleh HokBen sendiri, sebab Garuda Indonesia menginginkan rasa original tanpa campur tangan Aerofod ACS. Vindex mengatakan, makanan dari HokBen akan hadir di dapur ACS 1 hari sebelumnya dan kemudian besokannya baru diupload ke pesawat.

“Yang jelas tidak ada campur tangan dari ACS, kita pakai trail and error untuk rasanya, basicly memang sudah dicoba juga saat dibekukan kemudian dipanaskan. Kita tidak ikut campur tangan karena nasinya HokBen ini kan khas, kita belum bisa membuat seperti Hokben. Jadi semua dari Hokben, kita hanya meletakannya di tempat, tutup dan chill (dibekukan),” ujar Vindex.

Dia menambahkan, makanan HokBen sama dengan yang lainnya saat masuk ke pesawat dalam suhu empat derajat celcius. Kemudian setelah di dalam pesawat, cabin crew akan memanaskannya dan disajikan kepada penumpang seperti halnya makanan yang lain.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Vindex mengatakan, untuk rasa tidak akan berubah saat di ketinggian, dari pengalama yang didapatkan dirinya, tidak hanya HokBen sebab, semua makanan yang dibuat di darat rasanya pas dan tidak kurang garam. Kalaupun berbeda, Vindex menjelaskan hanya akan berubah sedikit.

“Kalau seseorang punya lidah yang peka, mungkin akan jauh berbeda rasanya, bila tidak ya biasa saja. kita selama ini tidak menambahkan garam hanya seasoning (bumbu) yang di buat lebih strong (kuat),” tuturnya.

Sempat Hoax, Ini Kisaran Tiket KA Joglosemarkerto yang Beroperasi 1 Desember 2018

Pada 1 Desember 2018, kereta melingkar yang akan menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta bernama Joglosemarkerto ini sendiri memiliki rute Purwokerto-Tegal-Semarang-Solo-Jogja-Purwokerto baik dengan rute searah maupun berlawanan laju jarum jam.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

Namun bagaimana dengan tarif kereta Joglosemarketo ini? Sebab, sebelum adanya besaran harga tiket KA Joglosemarkerto ini, beberapa hari yang lalu sempat beredar adanya tarif tiket ini. Sayangnya tarif tersebut tidaklah valid dan masih belum jelas kebenarannya.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Joglosemarkerto akan memiliki tarif kompetitif dan menggunakan dua rangkaian kelas yakni eksekutif dan ekonomi. Gerbong eksekutif di kereta Joglosemarketo akan ada dua dengan kapasitas 100 tempat duduk dengan per gerbongnya 50. Sedangkan kelas ekonomi akan ada tujuh gerbong yang memiliki kapasitas 560 kursi.

Bagaimana tarifnya? Ternyata tarif kelas eksekutif akan berkisar mulai dari Rp40 ribu hingga Rp390 ribu, sedangkan kelas ekonomi Rp30 ribu hingga Rp260 ribu. Besaran tarif ini sendiri tergantung jarak tempuh yang dipilih penumpang. VP PT KAI Daop 5 Purwokerto, MN Huda Santoso mengatakan, untuk penumpang yang akan memesan tiket KA Joglosemarkerto akan mendapat diskon dari PT KAI sebesar sepuluh persen dari tanggal 1-13 Desember 2018.

“Tiket ini bisa dipesan melalui channel-channel eksternal penjualan tiket KA ataupun melalui aplikasi KAI Access,” ujar Huda.

Adanya KA Joglosemarkerto ini penumpang tidak bisa memesan tiket KA Kamandaka rute Purwokerto-Tegal-Semarang dan sebaliknya untuk jadwal 1 Desember 2018 dan setelahnya. Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, penjualan tiket KA Kamandaka sendiri mulai 1 Desember belum bisa dilayani karena terkait rencana pemberlakuan KA baru tersebut.

Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

“Karena ada rencana perjalanan KA Joglosemarkerto, mulai 1 Desember penjualan tiket KA Kamandaka belum bisa dilayani,” kata Supriyanto.

Supriyanto menuturkan tidak bisa dilayani KA Kamandaka juga karena adanya proses pemindahan tiket yang sudah dipesan H-90 ke KA yang baru tersebut. Dia mengatakan saat ini masih menunggu proses pembenahan tiketing yang dilakukan kantor pusat PT KAI.

Regulasi Perusahaan Jadi ‘Separator’ Layanan LCC di Seluruh Dunia

Meningkatnya permintaan penerbangan belakangan ini memang berdampak luas. Tidak hanya bagi penumpang saja, melainkan juga terhadap pihak maskapai. Menjamurnya maskapai Low Cost Carrier (LCC) dewasa ini menandakan bahwa peningkatan permintaan penerbangan adalah nyata adanya dan itu tidak bisa dipungkiri. Kendati terbatas dalam beberapa aspek, namun sejumlah maskapai berlabel LCC malah memberikan pelayanan kelas atas.

Baca Juga: IATA: LCC Berkibar, ASEAN Bakal Jadi Kawasan Pertumbuhan Penerbangan Tercepat

Sebut saja British Airways yang menyediakan stok makanan untuk penerbangan jarak pendeknya, atau maskapai yang berbasis di Singapura, Scoot yang baru-baru ini menjadi sorotan pasca memberikan penumpang segelas air dingin secara cuma-cuma. Tentu saja, perlakuan dua maskapai ini menuai sorotan dari berbagai kalangan, dimana ereka menyebutkan, “apakah pelayanan tersebut tidak terlalu berlebihan?”

Jika diperhatikan lebih jeli, sebenarnya apa yang dilakukan oleh British Airways dan Scoot tersebut merupakan hal wajar – dimana setiap maskapai ingin memberikan layanan yang prima terhadap para penumpangnya. Toh dengan melayani seperti dalam contoh di atas, bukankah para penumpang akan merasa dihargai dan tidak menutup kemungkinan juga jika si penumpang ini akan terus-terusan menggunakan layanan British Airways, Scoot, atau maskapai LCC lain yang tidak terlalu ‘perhitungan’?

Namun semua pelayanan ini bergantung pada regulasi yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan maskapai. Bahkan, ada juga beberapa maskapai yang malah memberlakukan kebijakan yang sebaliknya – seperti ‘mencekik’ penumpang.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (26/11/2018), maskapai berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair adalah salah satu maskapai yang memberlakukan peraturan nyeleneh tersebut. Baru-baru ini maskapai tersebut menuai sorotan pasca memberlakukan peraturan dimana penumpang harus membayar GBP£25 atau yang setara dengan Rp464.000 untuk setiap hand luggage yang tidak muat disimpan di bawah kursi.

Namun jika penumpang ingin meminimalisir bea, mereka bisa mengambil opsi GBP£6 atau yang setara dengan Rp111.000 untuk onboard luggage hingga maksimal 10kg.

Baca Juga: “Tertipu,” Wanita ini Rugi Hingga Lebih dari Rp5 Juta Karena Coba LCC Baru!

Berbeda dengan Tiger Air, maskapai berbiaya rendah asal Australia yang menerapkan aturan berat total antara hand luggage dan bagasi tidak boleh melebihi angka 7kg.

Kesimpulannya adalah, tidak ada pakem resmi mengenai fasilitas apa yang akan Anda dapatkan jika mengudara menggunakan maskapai berbiaya rendah. Terlepas dari fasilitas pendukung tersebut, tugas dari pihak maskapai yang utama adalah untuk menerbangkan penumpang ke destinasi tujuan dengan selamat.

Beginilah Gambaran Dukuh Atas Saat Menjadi Transit Oriented Develpoment

Dalam kunjungannya ke Stasiun Dukuh Atas pada Kamis (29/11/2018), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengutarakan keinginannya untuk menjadikan kawasan di sekitar stasiun menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD). Maksudnya adalah para penumpang dapat menggunakan multi moda cukup dengan berjalan kaki saja, tidak perlu berpindah jauh untuk berganti moda transportasi. Hingga saat ini, stasiun tersebut memiliki jarak yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun BNI City (kereta bandara).

Baca Juga: Eksklusif! Inilah Penampakan Bagian Dalam Stasiun MRT Dukuh Atas

Dengan impiannya tersebut, sudah barang tentu moda MRT Jakarta harus terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain di sekitaran Stasiun Dukuh Atas. Tidak hanya di Dukuh Atas saja, tercatat ada lima stasiun MRT yang terintegrasi dengan TransJakarta – bagian dari kerja sama yang terjalin di antara dua perusahaan tersebut.

“Akan ada 5 stasiun MRT Jakarta yang terintegrasi sempurna dengan TransJakarta ; Bunderan HI, Dukuh Atas, Sisingamangaraja, Blok M, dan Lebak Bulus,” tutur William Sabandar.

“Integrasi sempurna di sini maksudnya adalah ketika penumpang MRT keluar stasiun, langsung ada halte TransJakarta,” imbuhnya.

Senada dengan William, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim juga mengutarakan hal yang sama, dimana integrasi antarmoda merupakan poin penting dalam terjalinnya sebuah Transit Oriented Development.

“Integrasi antarmoda sangat penting, dan kami tengah mengupayakan agar perpindahan penumpang dari dan atau menuju stasiun MRT itu bisa senyaman mungkin,” ujar Silvia.

Guna menunjang kehadiran dari Transit Oriented Development tersebut, William berharap dapat menciptakan environment yang nyaman bagi para penumpang di sekitaran Dukuh Atas, salah satunya adalah dengan cara menghijaukan daerah tersebut.

“Seperti yang bisa dilihat tadi, sudah mulai ada lahan hijau di sekitaran stasiun, diharapkan ke depannya akan ada lebih banyak tumbuhan hijau,” pungkasnya.

Pun dengan jalanan di sekitaran stasiun yang terkenal carut-marut. William berencana untuk menutup jalan di sekitar stasiun dan akan diperuntukkan sebagai zona pejalan kaki.

“Kami rencanakan kendaraan bermotor tidak boleh masuk Jalan Kendal. Kami akan ubah jalan yang biasa digunakan ojek online sebagai tempat berteduh ketika hujan tersebut menjadi daerah yang aman dan nyaman ketika dilalui pejalan kaki, apalagi di sana (Jalan Kendal) masih gelap kalau malam, karena tidak ada lampu,” terang William.

Baca Juga: Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Ia merencanakan untuk menjadikan Jalan Kendal tersebut sebagai poin dimana penumpang merasa aman dan nyaman.

“Rencananya akan ada space untuk penjual makanan, cultural, dan melting pot di kolong jembatan itu. Jalan akan kami tutup dan kami perindah,”

Dengan hadirnya konsep seperti itu, maka kenyamanan penumpang yang hendak berpindah moda di daerah Dukuh Atas akan sangat terjamin. Belum lagi sistem pengamanan yang akan ditunjang oleh anggota gabungan dari MRT Jakarta dan beberapa pemangku kepentingan terkait.

Mau Ketemu Pramugari Garuda Indonesia dengan Seragam Vintage? Simak Rute Penerbangannya Disini!

Seperti telah diwartakan sebelumnya, bahwa Garuda Indonesia akan meluncurkan dua pesawat Boeing 737-800 NG dengan logo livery lama (vintage), berikut seragam pramugari yang menyesuaikan dengan periode logo tersebut, maka lebih jelas lagi, maskapai plat merah ini menjelaskan kapan dan di penerbangan rute mana saja, Anda dapat memperoleh pelayanan dari pramugari berbusana vintage ini.

Baca juga: 5 Desember 2018, Bakal Ada yang Beda dari Seragam Pramugari Garuda Indonesia

Dengan tajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience,” layanan penerbangan tersebut direncanakan dapat dinikmati pengguna jasa pada periode 7 – 17 Desember 2018 pada jam tertentu di sejumlah rute penerbangan seperti :
1. Jakarta – Balikpapan pp dengan GA566 & GA569
2 . Jakarta – Surabaya pp dengan GA304 & GA309
3 . Jakarta – Singapura pp dengan GA846 & GA847

Lewat “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, pengguna jasa dapat merasakan nuansa penerbangan di tahun 1970 – 1980an melalui kehadiran awak kabin dengan seragam klasik ciptaan perancang terkenal dari Jepang – Hanae Mori – yang digunakan pada era tersebut. Tidak hanya itu, atribut klasik diterjemahkan melalui pengoperasian armada Boeing 737-800 NG yang menggunakan classic livery.

Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe mengungkapkan bahwa “Hadirnya konsep layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” diharapkan dapat memberikan nuansa berbeda kepada pengguna jasa yang akan melaksanakan perjalanan akhir tahun.”