Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik

Mulai 5 Desember 2018, ada menu makanan yang berbeda dalam penerbangan kelas ekonomi Garuda Indonesia dimana makanan tersebut akan bercita rasa Jepang yakni dari HokBen. New inflight menu tersebut akan hadir hingga 30 Januari 2019 mendatang di penerbangan domestik maskapai plat merah tersebut.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, kolaborasi ini sendiri merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan new inflight experience kepada pelanggan sekaligus memberi nilai tambah saat mereka menggunakan layanan penerbangan Indonesia. Ari mengatakan, pada tahap awal ini HokBen akan menyiapkan 29.500 meals yang hadir di 11 rute penerbangan setiap hari Rabu dan Sabtu.

Adapun new inflight menu tersebut bisa dinikmati pada penerbangan keberangkatan dari Cengkareng menuju Aceh, Batam, Padang, Banjarmasin, Pontianak, Denpasar, Balikpapan, Medan, Makassar, Manado dan Lombok.

“Ini hadir pada penerbangan hari Rabu dan Sabtu di waktu makan siang pukul 11.00-13.00. Nantinya juga kita akan menghadirkan yang spesial adalah flight attendant akan menggunakan kimono saat menyajikan makanan,” ujar Ari kepada media di Pondok Indah Mall, Kamis (29/11/2018).

Ari mengatakan, sebenarnya ada beberapa menu selain makanan Jepang yakni Amerika, tetapi karena HokBen sudah siap, maka Garuda mulai perdana dengan mereka. Untuk kelas bisnis hidangan yang diberikan pun khusus. Dia menambahkan, saat ini juga pihaknya akan mengembangkan bersama Pizza Hut, sedangkan Sushi Tei untuk makanan kelas bisnis.

“Sebenarnya kami ingin menghadirkan burger dari Burger King, tetapi karena modelnya menyerap maka masih kami komunikasikan menu apa yang akan dihadirkan. Kita juga akaan coba menu Nasi Padang,” ujar Ari.

Ari mengatakan, kehadiran menu baru ini juga bagian dari komitmen maskapai dalam menyelaraskan customer voice yang menginginkan ragam menu berbeda dari penerbangan bersama Garuda Indonesia. Perubahan ini juga bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk menarik pasar millenial dan berusaha lebih dekat dengan kebutuhan mereka. Pemilihan HokBen sendiri, Ari mengatakan, karena salah satu menu favorit masyarakat Indonesia yang juga konsumen Garuda Indonesia.

Baca juga: Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati

Direktur Utama HokBen, Paulus Arifin menambahkan, kehadiran menu makanan HokBen ini merupakan langkah luar biasa dimana menyajikan kuliner berbdeda dan memanjakan lidah pelanggan. Dia mengatakan, ini sejalan dengan visi HokBen yang mana ‘membawa kehidupan lebih baik’.

“Menu yang kita hadirkan untuk service di Garuda Indonesia yakni pilihan daging sapi dan ayam. Sudah diputuskan adalah nasi dengan beef teriyaki plus puding, nasi dengan egg chicken roll plus puding dan nasi dengan chicken steak plus dan puding. Kemudahan operasional bertahan diketinggian 30 ribu dan penyajiannya dalam keadaan hangat,” tambah Paulus.

Mulai 5 Desember 2018, Batik Air Pindah Ke Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta

Batik Air, salah satu maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group per tanggal 5 Desember 2018 akan mulai berpindah ke Terminal 2E. Perpindahan ini sehubungan dengan revitalisasi yang akan dilakukan pada Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Batik Air Layani Penerbangan Non Stop Jakarta – Samarinda

Manajer Senior Komunikasi dan Hukum Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang mengatakan, adanya revitalisasi ini merupakan unsur yang penting dilakukan untuk peningkatan pelayanan pada pengguna. Program revitalisasi ini, dijelaskan Febri telah dilakukan selama tiga tahun dan bangunan Terminal 1 adalah gedung pertama yang dibangun pada 1985 silam.

“Pengaturan Terminal 1 secara keseluruhan dapat meningkatkan kapasitas hingga 24 juta penumpang, dari sembilan juta penumpang. Terminal 2 juga dapat memiliki kapasitas 17-18 juta penumpang. Sebelumnya pada tahun 1992, itu hanya sembilan juta. Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang utama bagi Indonesia harus bersaing dengan bandara kelas dunia lainnya,” kata Febri yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai lama sumber.

Karena ada perubahan lokasi operasional tersebut, pihaknya menghimbau agar penumpang tidak salah tempat dan memperhatikan tiket mereka bila hendak menggunakan Batik Air.

“Untuk informasi lebih lanjut, petugas kami dan petugas Batik Air akan memberikan arahan,” jelas Febri.

Program revitalisasi dilakukan setelah dinobatkannya Bandara Soetta sebagai megahub dengan indeks konektivitas internasional terbaik di dunia. Febri menambahkan, pengakuan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan jumlah koneksi terjadwal dari penerbangan internasional dengan jumlah destinasi yang dilayani bandara.

Baca juga: Dari 234 Unit Pesanan, Batik Air Terima Airbus A320-200CEO ke-41

Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah dinamai oleh OAG Megahubs International Index 2018, sebagai bandara Megahub dengan indeks konektivitas internasional terbaik ke-10 dengan 249 poin, dari 50 bandara internasional terbaik di dunia.

Sejumlah bandara yang berada di posisi lebih baik dari Bandara Soekarno-Hatta di antaranya Bandara Changi di Singapura, Bandara O’Hare di Chicago, dan Bandara Paris-Charles de Gaulle. Sementara itu Bandara Soekarno-Hatta menduduki posisi yang lebih baik dibandingkan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia dan Bandara Internasional Hong Kong.

Pencarian CVR Lion Air JT-610: Sedot Lumpur di Perairan Tanjung Karawang Akan Dilakukan dalam Waktu Dekat

Seolah berpacu dengan waktu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus berupaya untuk mendapatkan komponen black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR), setelah sebelumnya pada 1 November 2018, komponen black box berupa Flight Data Recorder (FDR) berhasil ditemukan tim penyelam. Waktu memang menjadi yang dipertaruhkan, mengingat baterai beam dari CVR hanya dirancang untuk memancarkan sinyal selama 90 hari, dimana waktu yang terisa semenjak Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018, ini menyiratkan waktu tinggal 60 hari lagi dari saat ini.

Baca juga: Laporan Investigasi Awal Lion Air JT-610: KNKT Indikasikan Sensor Angle of Attack Tidak Berlaku Normal

Bila toh beam sinyal dari CVR telah mati, data yang tersimpan di dalam black box masih tetap dapat digunakan, sepanjang komponen dari CVR masih berfungsi. Hanya saja, pencarian akan menjadi lebih sulit bila beam sinyal sudah mati. Bagi KNKT, menemukan CVR menjadi sangat krusial guna mendapatkan informasi yang lengkap dalam proses investigasi jatuhnya pesawat. Komunikasi yang terjadi pada 13 menit terakhir antar awak di kokpit dan komunikasi pilot dengan ATC (Air Traffic Control) sangat penting dalam keseluruhan proses investigasi ini.

“Kami ingin mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan oleh pilot pada menit-menit terakhir tersebut,” ujar Nurcahyo Utomo, Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, dalam jumpa pers Laporan Awal Investigasi Boeing 737 Max 8 PK-LQP Lion Air di Kantor Pusat KNKT (28/11).

Dalam misi pencarian CVR ini, KNKT disebutkan oleh Nurcahyo membutuhkan peralatan dan perlengkapan khusus, yang berbeda spesifikasinya dari yang digunakan pada pencarian tahap sebelumnya.

Alat pertama yang dibutuhkan adalah kapal yang bisa berhenti tanpa jangkar. Hal ini karena lokasi CVR diduga berada di dekat pipa pertamina dan fiber optik. Kedua, yang dibutuhkan KNKT adalah alat untuk sedot lumpur sehingga lumpurnya akan dipindah sehingga yang mungkin selama ini tertutup lumpur akan terlihat.

Sementara alat ketiga yang dibutuhkan KNKT adalah alat selam yang bisa digunakan dengan durasi lebih lama. “Satu lagi kita butuh alat selam, di mana para penyelam bisa lebih lama di dalam air. Karena yang kemarin itu kalau enggak salah penyelam hanya 10 menit dalam setiap kali selam,” ucap Nurcahyo.

Baca juga: KNKT – Ada 7 Tipe Black Box dengan Parameter Berbeda

Sejumlah upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan alat-alat tersebut. Salah satunya berdiskusi dengan pihak terkait untuk memilih kapal khusus yang akan digunakan. “Harapannya, dalam satu-dua hari ini kapal akan segera berangkat dari Singapura menuju ke lokasi,” ujarnya.

Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan

Dikenal sebagai negeri dengan ‘sejuta’ sanksi, menjadi Korea Utara terpuruk dalam berbagai sektor kehidupan. Isolasi akibat embargo ekonomi misalnya, menjadikan akses perdagangan Korea Utara sulit berkembang. Namun baru-baru ini, ada proyek yang mendapat lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB, yaitu rencana untuk melakukan survei lapangan bersama yang bertujuan untuk memulihkan konektivitas kereta api antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Baca juga: Jaringan Kereta North – East Asia, Akankah Jadi Penanda Reunifikasi Korea?

Adanya persetujuan ini juga akan mengecualikan pekerjaan survei kereta api dari sanksi internasional yang dikenakan pada Korea Utara. Pasalnya Korea Utara terkena sanksi ekstensif oleh PBB karena terbukti memiliki senjata nuklir dan program pembangunan rudal balistik. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (27/11/2018), langkah ini diambil dan menjadi yang pertama untuk kembali menghubungkan jalur kereta api yang dipotong selama Perang Korea antara 1950-1953.

Awalnya akan dimulai pada bulan April 2018, dimana kedua pemimpin Korea sepakat untuk mengadopsi langkah-langkah praktis untuk menghubungkan kembali jalur kereta api tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan bilateral.

“Pembebasan sanksi memiliki implikasi besar mengingat bahwa proyek ini telah mengumpulkan pengakuan dan dukungan dari Amerika Serikat dan masyarakat internasional,” ujar juru bicara kepresidenan Korea Selatan Kim Eui-kyeom.

Dia menyatakan harapan pembangunan kereta api cepat, yang katanya akan membawa kerjasama antar-Korea ke tingkat yang baru. Korea Selatan meminta pengecualian untuk pengiriman bahan bakar dan peralatan lain yang diperlukan untuk melakukan survei kereta api di Utara. Tahun ini, Presiden Korea Selatan Jae-in bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiga kali untuk meningkatkan hubungan bilateral.

Jalur kereta api akan memungkinkan Korea Selatan untuk mempromosikan ekspornya ke Cina, Rusia, dan Eropa Tengah melalui Korea Utara. Ini juga akan mendukung pengembangan industri Korea Utara.

Pyongyang berada di bawah sanksi Amerika Serikat yang luas untuk senjata nuklir dan program rudal balistiknya. Pada bulan Oktober, kedua Korea sepakat untuk melakukan studi lapangan bersama tentang rencana transportasi, dengan upacara peletakan batu pertama pada akhir November dan awal Desember 2018.

Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

Namun rencana itu ditunda di tengah pembicaraan yang macet antara Washington dan Pyongyang menyusul pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Juni di mana kedua pihak sepakat untuk bekerja menuju nukleasiasi dan perdamaian di semenanjung Korea. Negosiasi sejak itu membuat sedikit kemajuan, dengan Pyongyang marah oleh desakan Washington bahwa sanksi internasional harus tetap sampai menyerah senjata nuklirnya.

Amerika Serikat telah mengatakan kepada sekutunya Korea Selatan bahwa negara itu seharusnya tidak meningkatkan hubungan dengan Korea Utara lebih cepat daripada Pyongyang mengambil langkah untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

Sistem Transportasi Malaysia Harus Banyak Belajar dari Indonesia!

Moda transportasi berbasis massal Ibukota, TransJakarta terbukti ampuh dalam mengurangi volume kendaraan di Jakarta. Dengan berkurangnya jumlah kendaraan pribadi, maka polusi udara pun senantiasa berkurang secara simultan. Tidak hanya itu, moda transportasi yang masuk ke dalam jenis Bus Rapid Transit (BRT) ini juga ternyata mendapat panutan dari berbagai negara di Asia Tenggara, salah satunya adalah Malaysia.

Baca Juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman scmp.com, kembali ke awal tahun 2000, dimana Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso meninjau sistem BRT di Bogota dan terpesona dengan sistem transportasi tersebut. Setelah melakukan pembangunan jalur pertama sepanjang 12,9km di Sudirman – Thamrin dan menghabiskan dana sekira USD$29 juta atau yang setara dengan Rp421,2 miliar, sistem transportasi ini terus mengalami perkembangan hingga saat ini.

PT Transportasi Jakarta selaku operator dari sistem BRT Jakarta kini melayani 13 Koridor dan tengah merencanakan tambahan 2 koridor lagi dalam waktu dekat. Cukup dengan membayar Rp3.500 saja, maka Anda sudah bisa berkeliling Jakarta.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, sistem transportasi Indonesia bisa dibilang masih menang dari sejumlah aspek. Pertama dari biaya pembangunannya, MRT Kuala Lumpur menelan dana hingga USD$4,7 miliar atau yang setara dengan Rp68,2 triliun. Sebuah perbedaan yang sangat mencolok dari segi biaya pembangunan.

Lalu faktor kedua adalah dari daya angkut moda yang pada tahun 2017 kemarin, hanya menyentuh angka 132.000 penumpang per hari, sedangkan TransJakarta mampu mengangkut 650.000 komuter setiap harinya.

Dan faktor terakhir yang semakin memantapkan posisi TransJakarta adalah biaya yang dikenakan terhadap penumpang. Seperti yang sudah disebutkan di atas, TransJakarta hanya mengenakan tarif sebesar Rp3.500. Sedangkan MRT Kuala Lumpur mengenakan bea sebesar USD$1,5 atau berkisar Rp22.000 untuk sekali perjalanan.

Baca Juga: MRT Malaysia Butuhkan 250.000 Penumpang per Hari Agar Bisa Tembus Break Even Point

Dengan kemenangan telak TransJakarta dari MRT Kuala Lumpur, itu menandakan bahwa untuk membangun sebuah sistem transportasi baru, tidaklah harus melulu mahal. Terlebih ketika pengelolaan dan rencana yang sekiranya akan diberlakukan terhadap operasional moda tersebut tidaklah tepat. Ini terlihat dari jumlah pertumbuhan penumpang yang terjadi di antara kedua moda ini, dimana pertumbuhan penumpang MRT Kuala Lumpur masih stagnan – di angka 10 persen, sama seperti pada tahun 2010 silam.

Pemuda Loncat ke Rel, Aktivitas di Stasiun Bawah Tanah Kanada Berhenti Sementara

Seorang pemuda tertabrak Light Rail Transit (LRT) dan membuat layanan di Stasiun Bawah Tanah Churchill, Edmonton, Kanada, mengalami gangguan karena insiden tersebut. Operator LRT kemudian menggantinya dengan bus dan dijalankan antara stasiun LRT Central dan Stadion selaman penanganan.

Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra

Seorang juru bicara kepolisian Cheryl Voordenhout mengatakan, insiden pemuda yang tertabrak kereta itu bukanlah tindakan kriminal. Pria tersebut diketahui sudah dibawa ke rumah sakit karena luka yang dideritanya.

“Enam regu kebakaran datang untuk menyelamatkan setelah mendapat telepon pukul 15.47 sore dan dikabarkan ada seorang yang terjebak di lintasan kereta api di stasiun,” ujar juru bicara pemadam kebakaran Edmonton Suzzette Mellado yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman edmontonjournal.com (20/11/2018).

Mellado sendiri mengatakan tidak mengataui secara jelas bagaimana pria muda tersebut terperangkap di rel dan tertabrak kereta. Juru bicara Kota, Rowan Anderson mengatakan, orang itu dengan sengaja melompat di depan kereta. Sebagai catatan, pada platform di stasiun bawah tanah tersebut memang tidak dilengkapi platform screen doors.

Diketahui insiden tertabraknya seorang pria muda tersebut terjadi pada Selasa, 20 November 2018 kemarin dan sempat menghentikan perjalanan kereta api. Kemudian setelah pria tersebut dievakuasi ke rumah sakit, layanan LRT di stasiun Churchill kembali pulih pukul 17.30 waktu setempat.

Beberapa waktu lalu juga jalur kereta di Stasiun Lonsdale, Adelaide, Australia harus menghentikan sementara layanannya antar Brighton dan Noarlunga Center. Hal ini dikarenakan dua orang usil yang mendorong sebuah mobil sedan saat kereta tengah berjalan lambat untuk berhenti di stasiun tersebut.

Baca juga: Adu Jotos Ketika Mabuk, Dua ‘Pegulat Amatir’ ini Nyaris Tertabrak Kereta!

Pelaku diperkirakan dua orang pria berusia 23 dan 21 tahun. Karena insiden ini, Adelaide Metro memperkirakan mengalami kerugian sekitar US$100 ribu atau sekitar dengan Rp1,4 miliar. Pihak Adelaide Metro juga mengatakan beberapa mobil di tempat parkir yang dekat stasiun juga telah dirusak dan pemilik telah melaporkan kepada pihak kepolisian.

Seorang penumpang bernama Sam Davies yang berada di kereta bagian depan mengatakan, peristiwa tersebut sangat menakutkan bagi masinis kereta api. Atas insiden ini, Menteri Transportasi Stephan Knoll mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang terhadap desain stasiun kereta. Sebab platform kereta berada di tingkat yang sama dengan parkiran mobil.

Maret 2019, Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta-Nagoya dengan Airbus A330

Garuda Indonesia, sebagai maskapai plat merah berencana akan membuka rute baru dari Jakarta menuju Nagoya pada 23 Maret 2019 mendatang. Nantinya rute baru tersebut akan dilayani sebanyak empat kali dalam seminggu yakni hari Selasa, Jumat, Sabtu dan Minggu. Rute baru Jakarta-Nagoya rencananya akan menggunakan Airbus A330 dual class yang terdiri dari penerbangan kelas ekonomi dan bisnis.

Baca juga: Rajin Naik Garuda Indonesia, Terbang ke Jepang dengan First Class Hanya Bayar US$76

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, diperkenalkannya rute penerbangan internasional Jakarta-Nagoya PP tersebut merupakan bagian dari komitmen pengembangan jaringan penerbangan internasional Garuda Indonesia khususnya melalui pengembangan kapasitas penerbangan dan utilisasi armada pada rute-rute penerbangan yang prospektif.

“Layanan penerbangan pada rute ini juga menjadi langkah positif perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar sektor penerbangan Jepang – Indonesia yang terus tumbuh dan semakin menjanjikan, dimana angka kunjungan wisatawan mancanegara asal Jepang ke Indonesia menunjukan peningkatan signifikan khususnya ke sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia salah satunya Jakarta sebagai pusat perekonomian terbesar di Indonesia”, jelas Ari yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu, (28/11/2018).

Ari mengatakan, Nagoya yang merupakan ibukota Prefektur Aichi merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi Garuda, terutama bisnis dan penumpang pariwisata. Pihaknya mengharapkan dibukanya rute penerbangan.

“Prefektur Aichi dikenal sebagai salah satu kota industri & manufactural tersibuk di Jepang. Kami optimistis bahwa pembukaan layanan langsung Jakarta – Nagoya dapat mendukung upaya percepatan laju iklim bisnis dan potensi ekonomi antara kedua negara”. tutup Ari.

Baca juga: Garuda Indonesia Lakukan Codeshare dengan Japan Airlines

Jepang adalah salah satu pangsa pasar paling penting untuk Garuda Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, Garuda Indonesia telah menunjukkan dukungannya terhadap hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Jepang. Dengan dibukanya layanan ini, penumpang diharapkan dapat menikmati lebih banyak pilihan penerbangan dan tujuan ke Jepang dan Indonesia maupun sebaliknya.

Beberapa waktu lalu, Garuda Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Japan Airlines (JAL). Kerja sama ini untuk peningkatan konektivitas penerbangan di kawasan Asia Pasifik. Selain itu juga untuk memberikan pilihan lebih banyak bagi pengguna kedua maskapai tersebut khususnya layanan penerbangan dari Indonesia ke Jepang dan Amerika Serikat.

Tambah Trainset, Kemenhub: Dua Pekan Evaluasi LRT Palembang

Light Rail Transit (LRT) Palembang yang sudah beroperasi saat ini tengah menunggu kedatangan satu trainset terakhir yang seharusnya tiba di Palembang pada 26 November 2018 kemarin. Sehingga nantinya akan ada delapan trainset dimana salah satunya akan menjadi cadangan dan beradai di Depo Jakabaring.

Baca juga: Plafon Stasiun Roboh Diterpa Angin Kencang, Kepala Proyek LRT Palembang: “Mampu Menahan Angin 91 km Per Jam”

Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam waktu dekat akan ditambahkan satu trainset lagi. Ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan, headway yang lebih pendek, kapasitas penumpang yang lebih banyak dan waktu operasional yang lebih panjang. Kehadiran satu trainset tersebut, Budi meminta Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur kembali operasional LRT dengan angkutan pengumpan atau feeder yang sudah ada.

“Saya juga menyampaikan kepada Kadishub untuk melihat feeder-feeder itu secara lebih maksimal dan mengurangi kompetisi angkutan lain yang sejajar dengan LRT. Perlu dilakukan pengaturan bagaimana LRT ini menjadi suatu angkutan jangkar atau utama, yang menghubungkan bandara sampai ke Jakabaring, sedangkan (angkutan umum) yang lain jadi feeder,” yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Tak hanya itu, Budi Karya juga memberikan waktu dua minggu untuk evaluasi perkembangan proyek LRT Palembang. Adanya ini karena Budi Karya mengataan, proyek LRT belum sepenuhnya rampung dan penyempurnaan belum usai sehingga mendapat perhatian khusus dari Kemenhub.

Adapun yang dievaluasi yang dilakukan adalah comisioning LRT dimana memastikan semua sistem dan komponen bangunan sudah dirancang, dipasang, diuji, dioperasikan dan dipelihara sesuai dengan persyaratan operasional.

“LRT dalam skala project angkutan massal, dibutuhkan waktu tertentu yaitu waktu konstruksi dan comisioning. Saat Asian Games memang dipercepat. Kita masih melakukan comisioning dan pekerjaan konstruksi di beberapa tempat,” ujar Budi Karya.

Dia menambahkan, saat ini kecepatan, jarak waktu dan headway LRT belumlah maksimal. Tak hanya itu feeder LRT juga harus berjalan seiring.

Baca juga: Bayar Tiket LRT Palembang, Per 1 Desember 2018 Bisa Gunakan Kartu Uang Elektronik

“LRT ini menjadi angkutan jangkar utama yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju ke kawasan Jakabaring di Seberang Ulu. Harapan kita nanti akan lebih cepat, headway lebih pendek, kapasitas lebih banyak,” tambahnya.

Budi Karya menambahkan, waktu operasi juga lebih panjang dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dan okupansi semaksimal mungkin sekisar 80 persen hingga 90 persen. Saat ini, LRT Palembang sudah beroperasi. LRT tersebut menjadi yang pertama di Indonesia itu dan sudah menjadi gaya hidup baru masyarakat metropolis.

Laporan Investigasi Awal Lion Air JT-610: KNKT Indikasikan Sensor Angle of Attack Tidak Berlaku Normal

Satu bulan berlalu sejak musibah jatuhnya Boeing 737 Max 8 Lion Air PK-LQP dengan nomer penerbangan JT-610 di Perain Teluk Karawang pada 29 Oktober 2018, hari ini (28/11) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menunaikan kewajibannya untuk merilis hasil investigasi awal (Preliminary Report) di kantor pusat KNKT.

Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Paparan yang dibuka oleh Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko, mengatakan laporan awal memuat antara lain data korban, data kerusakan sarana dan prasarana, personil, rekam operasi, komponen bukti investigasi, hasil wawancara, dan data penunjuang lainnya. Sementara pendalaman isi laporan dijelaskan secara lebih detail oleh Kasubdit Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Nurcahyo Utomo.

Fakta-fakta yang disampaikan KNKT menyebut bahwa pesawat memang sudah mengalami masalah saat penerbangan Denpasar-Jakarta, dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, sebelum keesokannya jatuh di perairan Karawang. Dan diantara beberapa hal yang dikupas dalam laporan kepada media, adanya anomali pada sensor Angle of Attack (AoA) menjadi sesuatu yang akan didalami lebih lanjut oleh investigator KNKT.

Nurcahyo Utomo menyebutkan, bahwa sensor AoA saat penerbangan JT-610 mengeluarkan output yang diterima pada instrumen di kopit, yang menandaskan sudut kemiringan pesawat terdongak ke atas 20 derajat, suatu hal yang mengindikasikan potensi terjadinya Stall. Sebaliknya dari analisa Flight Data Recorder (FDR), posisi pesawat justru nampak normal.

Data pada FDR merekam adanya perbedaan antara AoA kiri dan kanan sekitar 20 derajat, yang terjadi terus menerus sampai dengan akhir penerbangan. Sesaat pesawat udara sebelum lepas landas (rotation), stick shaker pada control column sebelah kiri aktif dan terjadi pada hampir seluruh penerbangan. Dan ironisnya, anomali pada AoA telah terjadi sebelumnya pada penerbangan PK-LQP pada rute Denpasar – Cengkareng, yakni pada malam sebelum hari naas. Bahkan pada penerbangan sebelumnya lagi, yaitu dari Manado ke Denpasar, pesawat tersebut diketahui mengalami masalah pada air speed indicator.

Serangkaian perbaikan, telah dilakukan atas permasalahan yang terendus sejak 26 Oktober 2018, termasuk penggantian sensor AoA di Denpasar. Dalam jumpa pers, Nurcahyo mengatakan AoA yang terdapat pada Lion Air JT-610 sebelumnya pernah mendapat perbaikan di Florida, Amerika Serikat. “Kami berencana untuk memperoleh data dan informasi langsung dari Florida, terkait jenis dan hasil dari perbaikan AoA tersebut,” ujar Nurcahyo.

Sebagai informasi, sensor AoA posisinya terdapat pada sisi luar pesawat, persisnya ada di bagian depan samping kokpit. Sensor ini berperan untuk mengkur tingkat kemiringan pesawat dibandingkan dengan horizontal line. Dalam aerodinamika pesawat, tingginya level AoA dapat menyebabkan pesawat kehilangan daya angkat, lantaran adanya turbulensi udara di sekitar sayap utama. Output dari AoA tidak bisa dilihat langsung oleh pilot, melainkan output sensor AoA yang kemudian digunakan sebagai pasokan untuk beberapa menu indikator navigasi di kokpit.

Baca juga: Saat Boarding, Penumpang Lion Air JT-610 Kirim Video ke Grup WhatsApp Keluarga

Sejak diterima oleh Lion Air, dalam tiga bulan pengoperasian, Boeing 737 Max 8 PK-LQP telah melayani 385 penerbangan. Dari hasil investigas awal KNKT, pada enam penerbangan terakhir, pada dua penerbangan tidak ditemukan terjadinya masalah, selebihnya pada empat penerbangan terakhir terindikasi adanya beberapa masalah yang dapat diselesaikan.
Lebih lanjut, pihak KNKT akan terus melakukan investigasi dan wawancara pada pihak-pihak yang terkait. Dan yang pasti, KNKT tengah berjuang untuk mendapatkan black box VDR (Voice Data Recorder) yang merekam pembicaraan terakhir awak kabin dan komunikasi dengan pihak ATC (Air Traffic Control).

Berbalut Kostum Power Ranger, Baim Wong Kejutkan Penumpang LRT Palembang

Salah satu arti kenamaan Ibukota, Baim Wong membuat heboh warga Palembang beberapa waktu yang lalu. Pasalnya, pria kelahiran Jakarta, 27 April 1981 ini hadir di tengah-tengah penumpang moda transportasi anyar di Kota Pempek, Light Rapid Transit (LRT). Terlebih, ketika kehadiran pria yang acap kali muncul di sejumlah sinetron ini awalnya mengenakan kostum yang tidak biasa – kostum Power Ranger, lengkap dengan topengnya.

Baca Juga: Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah akun Youtube BaimPaula, Baim Wong langsung mengenakan kostum Power Ranger berwarna hitam ketika turun dari mobil dan menuju ke loket penjualan tiket. Sontak, gaya unik Baim ini mengundang perhatian banyak orang.

“Harga tiketnya Rp5.000 per orang,” ujar Baim saat membeli tiket.

Kendati sudah mengenakan kostum Power Ranger, lengkap dengan topengnya, namun masih saja ada sebagian orang yang mengetahui bahwa orang yang berada di balik kostum superhero tersebut adalah Baim Wong – mungkin mereka mengetahui dari suaranya, karena sepanjang video tersebut, Baim Wong tidak berhenti berbicara. Bahkan seorang petugas LRT pun mengetahui bahwa itu adalah Baim Wong karena ada Paula Verhoeven yang notabene adalah istrinya.

Tidak hanya menjajal moda transportasi yang menunjang perhelatan Asian Games 2018 kemarin, Baim Wong pun ‘menginspeksi’ infrastruktur stasiun, mulai dari toilet hingga Musholla. Ada banyak hal menggelitik yang dilakukan oleh Baim Wong ketika menunggu kereta LRT datang.

Setibanya kereta, Baim Wong yang masih mengenakan topeng lalu masuk ke dalam rangkaian dan mulai menyapa beberapa penumpang. Lagi, kostum yang dikenakannya ini menarik perhatian penumpang – tidak terkecuali anak kecil.

Ia juga tidak lupa menanyakan pendapat penumpang tentang eksistensi dari moda yang ditujukan untuk meminimalisir kemacetan di Palembang ini. Sampai pada satu titik, Baim Wong lalu melepaskan topeng yang ia kenakan dan penumpang di satu gerbong tersebut menjadi histeris.

Baca Juga: Mantan Presiden Ini Salami Penumpang Delta, Ada Apa?

Begitulah aksi Baim Wong ketika mencoba menjajal LRT Palembang, dengan bumbu-bumbu kejenakaan khasnya.

Inti dari keseluruhan inspeksi dadakan Baim Wong tersebut adalah moda LRT Palembang memiliki kualitas moda dan infrastruktur yang sangat memadai dan kini, saatnya untuk beralih menggunakan moda transportasi berbasis massal untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara!