Genjot Pariwisata, Korea Utara Luncurkan Perahu Makan di Sungai Taedong Pyongyang

Meski dikenal sebagai negara paling misterius dan tertutup, namun bukan berati tidak ada denyut pariwisata untuk negara sosialis komunis tersebut, pasalnya Korea Utara baru meluncurkan layanan perahu makan, yang memungkinkan wisatawan menikmati makanan sambil berlayar di Sungai Taedong yang mengalir melalui Pyongyang, menurut laporan media berita pro-Korut pada hari Senin.

Layanan perahu keliling wisata saat ini populer di kalangan wisatawan di Sungai Taedong, menurut laporan Choson Sinbo, surat kabar pro-Korea Utara yang berbasis di Jepang.

Perahu beratap tenda ini tersedia dalam tipe enam orang dan 12 orang, keduanya dikemudikan oleh penumpang sendiri dan dilengkapi dengan meja barbekyu yang dipasang di bagian tengah, kata surat kabar tersebut.

Media mengutip pernyataan seorang pejabat kementerian transportasi yang mengatakan bahwa permintaan warga sipil untuk layanan perahu sungai tumbuh pesat, sebagian besar berasal dari keluarga, dan sulit untuk memenuhi permintaan pada hari libur.

Sungai Taedong merupakan tujuan wisata populer bagi wisatawan asing dan lokal di Korea Utara. Layanan perahu pesiar yang diluncurkan di sungai tersebut pada tahun 2013 dapat mengangkut hingga 300 penumpang dan dilengkapi dengan ruang makan.

Peluncuran layanan perahu makan ini dilakukan setelah negara tersebut mengembangkan berbagai program pariwisata yang bertujuan untuk menghasilkan devisa asing, serta mempromosikan konsumsi dalam negeri dan sirkulasi mata uang lokal.

Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Makin Mudah! Warga Depok dan Cikarang Bisa Gunakan KMT Commuter Line Saat Naik Angkot

Pengguna Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line kini makin luas dan mudah untuk digunakan segala macam transportasi. Tak hanya sebagai kartu elektronik untuk perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL), sekarang sudah bisa digunakan untuk transportasi lainnya.

Seperti halnya naik bus Transjakarta, Commuter Line Basoetta, LRT Jabodebek, Commuter Line Yogyakarta, Prameks, Trans Jogja, Trans Jateng, Trans Jatim, hingga MRT Jakarta. Bahkan bisa untuk pembayaran lainnya, yakni area parkir stasiun dan berbelanja makanan dan minuman di toko-toko stasiun, khususnya di Loko Cafe milik PT Reska Multi Usaha.

Bagi yang belum mengetahui, untuk warga Depok dan Cikarang atau sekitarnya, KMT sudah bisa digunakan untuk pembayaran di angkutan kota (angkot) wilayah tersebut. Sejak 9 Mei 2025, KMT sudah bisa menjadi alat pembayaran tiket Mikro Trans Depok (D-01A) untuk tujuan Terminal Jatijajar dari Stasiun Depok Baru. Selain itu, KMT juga bisa digunakan untuk transportasi Swatantra S-01 dari Stasiun Cikarang menuju Halte President University Cikarang.

Ilustrasi penumpang tap KMT di halte Transjakarta. (Foto: Dok. Kompasiana)

Awalnya dikembangkan sebagai alat pembayaran elektronik tiket Commuter Line, kini KMT telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi di Pulau Jawa. Kini KMT memudahkan penggunanya melakukan transaksi pembayaran tiket transportasi umum. Dengan satu kartu, masyarakat sudah bisa melakukan pembayaran tiket seluruh moda transportasi. Fakta unik lainnya, KMT ini juga kerap dijadikan barang koleksi oleh pengguna karena memiliki desain yang unik dan menarik.

Pembelian KMT ini pun semakin mudah jika kita ingin naik KRL diseluruh loket stasiun penjualan. Bagi masyarakat yang belum memiliki KMT dan ingin menikmati fasilitas sistem pembayaran ini, dapat membeli kartu perdananya dengan harga Rp 40.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000. Sedangkan untuk layanan isi ulang saldo KMT, dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi C-Access pada perangkat seluler yang memiliki fitur NFC.

KAI Commuter berharap integrasi pembayaran KMT di transportasi Mikro Trans juga bisa diterapkan di wilayah-wilayah lainnya yang terdapat layanan Commuter Line, sehingga dapat mempermudah dan menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta

Siemens Velaro Novo Tembus Kecepatan 405 Km/Jam, Pencapaian Baru dalam Teknologi Kereta Cepat di Jerman

Siemens Mobility bekerja sama dengan DB Systemtechnik dan DB InfraGO, pada 28 Juni 2025, menetapkan pencapaian kecepatan 405 km/jam di jalur kereta cepat antara Leipzig/Halle dan Erfurt, Jerman. Hal ini dicapai dengan menggunakan kereta ICE-S (dengan gerbong bertenaga 410 101 dan 102 yang dioperasikan oleh DB Systemtechnik), yang menggunakan gerbong uji Velaro Novo.

Pencapaian ini menandai langkah maju yang besar dalam pengembangan Velaro Novo next geneation, yang akan disertifikasi untuk kecepatan maksimum 360 km/jam.

Kereta yang melaju dengan kecepatan di atas 300 km/jam sangat jarang terjadi di jaringan Jerman dan dilakukan secara eksklusif untuk tujuan pengujian.

Dr. Philipp Nagl, CEO DB InfraGO AG mengatakan, “Saat ini, ICE telah melaju lebih cepat dari sebelumnya di jalur Erfurt – Leipzig/Halle. Kecepatan tertinggi baru sebesar 405,0 km/jam menegaskan kinerja tinggi infrastruktur pada HSL ini: setelah sepuluh tahun beroperasi terus-menerus, kami dapat melaju dengan kecepatan tinggi tanpa modifikasi apa pun. Hal ini membuktikan bahwa investasi infrastruktur meletakkan dasar bagi mobilitas dan logistik yang andal, berkelanjutan, dan berkapasitas tinggi lintas generasi. Uji coba ini memberi kami data penting untuk perbaikan dan pemeliharaan rute berkecepatan tinggi serta untuk pengembangan teknis kereta berkecepatan tinggi, yang pada akhirnya menguntungkan penumpang kami.”

Mengenal Sapsan – ‘Nasib’ Kereta Cepat Rusia Produksi Siemens Jerman

Velaro Novo baru dari Siemens Mobility merupakan pengembangan lebih lanjut yang konsisten dari tiga generasi Velaro sebelumnya. Sejumlah inovasi terperinci menjadikan kereta kecepatan tinggi ini sebagai kendaraan yang sangat efisien, mengonsumsi energi hingga 30% lebih sedikit sekaligus mengurangi biaya investasi dan perawatan secara signifikan.

Dalam layanan reguler, kereta ICE cepat Jerman melaju dengan kecepatan hingga 300 km/jam. Kereta cepat Erfurt – Leipzig/Halle, bagian dari Proyek Transportasi Persatuan Jerman No. 8 (VDE 8), mulai beroperasi pada tahun 2015.

Sebelum uji coba, jalur tersebut menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh para ahli dan tetap dalam kondisi sangat baik. Saat ini jalur tersebut ditutup hingga 12 Juli untuk perawatan dan pengoptimalan. Di antara pekerjaan lainnya, bantalan jembatan yang memerlukan perawatan rendah sedang dipasang untuk memastikan bahwa infrastruktur pada jalur berkecepatan tinggi ini tetap andal dan berkinerja tinggi. Lalu lintas kereta api dialihkan ke jalur paralel selama penutupan. Pengalihan ini termasuk dalam jadwal yang dipublikasikan.

Rekor Jerman saat ini adalah 406,9 km/jam dan ditetapkan pada jalur Fulda – Würzburg pada 1 Mei 1988 oleh unit InterCityExperimental, yang kemudian berganti nama menjadi ICE/V.

Deutsche Bahn Resmi Operasikan Kereta Cepat ICE 3neo, Layani Rute Frankfurt-Cologne-Munich

Laksana Kembali Ekspor Bus, Kali Ini ke Sri Lanka!

Karoseri Laksana terus melakukan ekspansi ke berbagai negara di dunia. Beberapa negara yang sudah diekspor bus besutan karoseri Laksana adalah Kepulauan Fiji, Bangladesh, Timor Leste, dan Laos.

Bahkan baru-baru ini, perusahaan bus asal Semarang Jawa Tengah itu mengekspor bus ke Sri Lanka. Di mana Sri Lanka adalah negara tujuan kelima ekspor bus karoseri Laksana.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir dan ikut pelepasan ekspor bus-bus milik karoseri Laksana itu.

“Kami mengapresiasi bahwa ekspor perdana ini menjadi penanda bahwa produk anak bangsa mampu bersaing di dunia internasional. Ini yang perlu kita hargai,” kata Luthfi yang dikutip dari antaranews.com.

Dia mengatakan, ekspor bus yang dilakukan karoseri Laksana menjadi penanda bahwa produk Jateng memiliki pangsa pasar besar di luar negeri. Di mana banyaknya produk-produk Jateng yang sudah diekspor ke luar negeri.

“Ini membuktikan bahwa produk-produk dari Jateng mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan bahwa Jateng saat ini sedang mengembangkan konsep aglomerasi wilayah, meliputi Semarang Raya, Soloraya, Pekalongan Raya, Pati Raya, Banyumas Raya dan Kedu Raya.

Harapan ke depan Gubernur Jateng ini adalah unit bus produksi Laksana mampu menumbuhkan ekonomi baru di wilayah aglomerasi. Direktur Pemasaran PT Laksana Bus Manufaktur Canta Bayu Laksana mengatakan bahwa ekspor bus dari karoseri Laksana sudah dilakukan sejak 2009.

“Sampai saat ini, Laksana sudah berhasil mengekspor ke empat negara tujuan, yaitu Kepulauan Fiji, Bangladesh, Timor Leste dan Laos,” kata Bayu.

“Ini memang suatu ‘milestone’ yang sangat besar sekali bagi kita, karena bisa menembus satu pasar lagi. Jadi, setelah empat negara, Sri Lanka ini merupakan negara kelima yang kami ekspor,” katanya.

Untuk diketahui, karoseri Laksan sudah mengekspor lebih dari 200 unit bus ke empat negara sebelumnya. Unit bus yang diekspor ke Sri Lanka adalah seri Legacy SR3 Neo Suites Combi dengan sasis dan mesin Mercedes-Benz.

Bus yang diekspor ke Sri Lanka sementara baru satu unit sebagai prototipe yang dapat digunakan untuk bus pariwisata atau bus antarkota di Sri Lanka.

“Harapannya ini pembuka, agar bisa mengekspor bus lebih banyak lagi ke Sri Lanka dan negara tetangga lainnya,” katanya.

Dari Bengkel Bus, Tentrem Berubah Jadi Karoseri

Hari ini 37 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Di Indonesia kecelakaan kereta api di Bintaro pada 19 Oktober 1987 bisa dikatakan menjadi yang terbesar dengan korban jiwa 150 orang dan 300-an orang mengalami luka-luka berat. Tapi tahukah Anda, ternyata satu tahun setelahnya, kecelakaan kereta terbesar di Asia Selatan juga pernah terjadi?

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

KabarPenumpang.com merangkum dari wikipedia dan berbagai laman sumber lainya tepat pada 8 Juli 1988 sebuah kecelakaan besar kereta terjadi di Kerala, India. Kecelakaan ini membuat terkejut semua negara bagian di India dan menjadi kesedihan tersendiri. Bila kecelakaan Bintaro terjadi karena tabrakan antara dua kereta, kecelakaan yang menewaskan lebih dari 100 orang di Kerala ini memiliki beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya.

Penyelidikan awal kereta ini celaka dan jatuh ke sungai karena adanya angin topan dan menjadi pertanyan publik kala itu. Kemudian masalah penyelarasan lintasan dan roda kereta juga menjadi faktor lainnya.

Selain itu kecepatan tinggi saat melintasi jembatan serta masalah perawatan jalur juga ikut ambil bagian menjadi penyebab kecelakaan kereta tersebut. Insiden ini sendiri berawal dari Kereta Island Express yang berangkat dari Bangalore menuju ke Trivandrum.

Kereta tersebut tergelincir di jembatan Peruman dan jatuh ke Danau Ashtamudi sekitar pukul 13.15 waktu setempat. Sepuluh dari 14 gerbong tersebut jatuh ke danau dengan dua diantaranya terbalik saat jatuh ke air.

Dari 14 gerbong ada gerbong mesin, gerbong barang dan gerbong kelas dua yang berhasil melewati jembatan ketika kecelakaan terjadi. Saat terjatuh ke danau, gerbong-gerbong tersebut terkunci dan menyulitkan para penyelam yang akan membantu menyelamatkan nyawa penumpang.

Dua hari setelah kecelakaan ditemukan 101 jenazah oleh penyelam angkatan laut. Ternyata saat masa pencarian berlanjut banyak mayat yang ditemukan dan diperkirakan mencapai 140 orang tewas.

Saat insiden diketahui kereta dalam kecepatan 80 km per jam dan melintasi sepanjang 125 meter jembatan. Hari naas tersebut, jalur jembatan kereta licin karena dibasahi air hujan yang tengah turun membasahi bumi.

Baca juga: Inilah 10 Kecelakaan Kereta Terburuk di Dunia

Selain penyelam dari angkatan laut, warga sekitar pun ikut membantu menyelamatkan korban dan ada sekitar 200-an orang luka-luka. Uniknya dua tragedi besar kecelakaan di dua negara dengan beda satu tahun ini ternyata diangkat dalam sebual film layar lebar.

Bila kecelakaan Bintaro diangkat dalam film Tragedi Bintaro tahun 1989. Sedangkan Tragedi Peruman ditampilakn dalam fil Malayalam 1990 Iyer the Great.

Terminal Amplas, Saksi Bisu Perubahan Transportasi di Medan

Terminal Amplas bukan sekadar titik keberangkatan dan kedatangan bus. Terminal yang berlokasi di Jalan Panglima Denai, Medan Amplas, ini menyimpan sejarah panjang sebagai salah satu pusat mobilitas masyarakat terbesar di Sumatera Utara.

Terminal Amplas mulai beroperasi pada awal 1980-an dan dirancang sebagai terminal tipe A yang mampu melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), hingga angkutan kota. Keberadaannya menjadi vital karena Medan merupakan pintu gerbang utama menuju berbagai wilayah di Sumatera bagian utara, seperti Deli Serdang, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, bahkan sampai ke Banda Aceh dan Padang.

Pada masa jayanya di tahun 1990-an hingga awal 2000-an, Terminal Amplas dipadati ratusan armada bus dari berbagai perusahaan otobus (PO). Suasana ramai, kios makanan khas Medan, pedagang oleh-oleh, dan deretan warung kopi menjadi bagian dari denyut hidup terminal ini. Tidak sedikit pelajar, pekerja, hingga pedagang antar daerah memulai perjalanannya dari terminal ini.

Namun seiring waktu, Terminal Amplas mengalami penurunan aktivitas. Kemunculan angkutan online, minimnya perawatan fasilitas, serta bergesernya rute-rute transportasi ke terminal bayangan menyebabkan jumlah penumpang dan operator menurun drastis. Terminal yang dahulu ramai, mulai terlihat lengang dan kurang terawat.

Pemerintah pusat dan daerah pun mencoba menghidupkan kembali Terminal Amplas. Pada 2022, Kementerian Perhubungan mengambil alih pengelolaan terminal sebagai bagian dari revitalisasi terminal tipe A nasional. Renovasi besar-besaran dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama terminal serta menjadikannya lebih ramah pengguna, modern, dan tertib.

Kini, perlahan Terminal Amplas menunjukkan geliatnya kembali. Fasilitas mulai ditingkatkan, keamanan diperketat, dan layanan bus antarkota mulai rutin beroperasi. Terminal ini bukan hanya bangunan fisik, tapi simbol konektivitas antar daerah dan lintas generasi.

Terminal Amplas menjadi saksi bisu perubahan wajah transportasi di Medan. Dari masa ke masa, ia tetap berdiri menjadi simpul penting dalam peta perjalanan masyarakat Sumatera Utara. Membangkitkan kembali kejayaannya bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga upaya melestarikan bagian dari sejarah transportasi kota Medan.

PO Intra, Kondektur Bukan Hanya Pengutip Ongkos Tapi Juga Navigator untuk Menyalip

Miliki Rangkaian Terpanjang, KA Gumarang Satu-satunya yang Masih Gunakan Kelas Bisnis di Rute Jakarta-Surabaya

Masih gunakan kelas bisnis yang sangat legendaris, merupakan satu-satunya kereta dengan rangkaian terpanjang saat ini dengan rute Stasiun Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi. Ya, Kereta Api (KA) Gumarang menjadi salah satu rangkaian yang juga diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun Surabaya. Memiliki 2 kelas yakni kelas eksekutif dan bisnis, KA Gumarang masih relatif terjangkau terutama untuk tarifnya.

Kereta Api Gumarang pertama kali pada 20 Mei 2001. Bahkan, dulunya kereta ini memiliki nama Kereta Api Jayabaya Utara dengan fokus layanan penumpang kelas bisnis. Sebagai salah satu kereta yang melayani tiga kelas dalam satu rangkaian, KA Gumarang merupakan salah satu kereta api yang paling diminati masyarakat, terutama untuk kebutuhan mudik.

Terdapat dua cerita yang mengisahkan asal usul nama Gumarang. Pertama, nama Gumarang diambil dari nama banteng (sapi hutan) yang gagah berani. Di sisi lain, ada pula yang mengatakan bahwa nama Gumarang berasal dari nama seekor kuda yang terdapat dalam legenda Minangkabau berjudul Cindua Mato.

Pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 ini rangkaian panjang itu tak hanya digunakan sebagai KA Gumarang saja, namun digunakan sebagai KA Tegal Bahari dengan rute Stasiun Pasar Senen – Tegal pp. Tentu saja harga tiketnya berbeda dengan KA Gumarang. Masyarakat yang menggunakan KA Tegal Bahari pun bisa dibilang ramai saat menjelang weekend.

Harga tiket KA Gumarang untuk rute Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi, untuk kelas bisnis tiket tersedia dalam kisaran harga termurah Rp350.000 dan termahal Rp390.000. Serta untuk kelas eksekutif, harga tiket KA Gumarang ditawarkan sekitar Rp570.000 Rp620.000 per penumpang. Khusus untuk rute yang lebih pendek, misalnya Jakarta Cirebon, tiket KA Gumarang tersedia dengan kelas bisnis dimulai dari harga Rp265.000 hingga Rp295.000 dan kelas eksekutif dimulai dari harga Rp430.000 hingga Rp465.000

Fyi, rangkaian KA Gumarang memiliki dua trainset yang masing-masing memiliki jumlah kelas bisnis dan eksekutif yang sama, yakni 9 kelas bisnis dan 5 kelas eksekutif ditambah dengan 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit. KA Gumarang dengan panjang sekitar 350 meter ini memang masih menggunakan rangkaian lama, yakni rata-rata diatas tahun 1980-an. Namun begitu perawatan terus dilakukan hingga sampai waktunya dikonservasi atau diremajakan. Jadi sudah berapa kali nih kalian naik KA Gumarang?

KA Gumarang dengan 16 Gerbong Jadi Kereta Api Campuran Terpanjang di Indonesia

Stasiun Tambun Bekasi, Saksi Bisu Perubahan Zaman Hingga Semakin Modern

Stasiun Kereta Api Tambun (TB) yang terletak di Mekarsari, Tambun Selatan, Bekasi, mungkin terlihat seperti stasiun kecil yang sederhana. Dibangun pada tahun 1898, Stasiun Tambun telah berusia 125 tahun saat ini. Sebuah fakta menarik yang mungkin tidak diketahui banyak orang, terutama mereka yang tinggal di sekitar Tambun dan Cibitung, adalah peran strategisnya dalam sejarah Indonesia.

Namun, di balik penampilannya yang mungkin terlupakan, Stasiun Tambun memiliki sejarah yang begitu penting dan penuh emosi, terutama pada era pergolakan dan Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1950). Betapa hebatnya peran stasiun yang saat ini sangat megah berada di pinggir underpass Pasar Tambun.

Stasiun Tambun era tahun 80-an. (Foto: Dok. Group Sejarah Bekasi)

Stasiun Tambun telah mengalami transformasi. Bangunan lama digantikan oleh bangunan baru yang mengusung arsitektur modern minimalis. Stasiun Tambun, yang memiliki sejarah panjang dan dibangun lebih awal daripada stasiun-stasiun lainnya seperti Manggarai, Jatinegara, bahkan Stasiun Cibitung tampaknya diabaikan dalam proses pembangunannya saat itu.

Adanya Bunker di Gedung Juang Menuju Stasiun Tambun
Dari Sejarah Stasiun Tambun ini tidak terlepas dari statusnya sebagai cagar budaya. Berdekatan dengan stasiun ini pun ada akses wisata menuju bangunan bersejarah yakni Gedung Juang. Bangunan tersebut juga memiliki status yang sama sebagai cagar budaya, adalah bagian penting dari kisah ini.

Gedung Juang Bekasi menjadi saksi bisu perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan Indonesia. Di dalam Gedung Juang ini terdapat beberapa lukisan yang merupakan sejarah dari Bekasi.

Namun menariknya pada salah satu bagian Gedung Juang, ternyata ada bunker yang menghubungkan bangunan ini dengan Stasiun Tambun. Bunker berupa terowongan itu panjangnya diperkirakan mencapai 500 meter. Tempat ini juga menjadi saksi bisu perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan Indonesia. Saat ini dikawasan Gedung Juang selalu ramai digandrungi masyarakat yang sekadar bersantai sekaligus wisata sejarah bagi warga Bekasi dan sekitarnya.

Stasiun Tambun kini menjadi salah satu saksi perkembangan transportasi di Jabodetabek dan transformasi kawasan Tambun dari area agraris menjadi daerah penyangga kota besar, dengan peran historis yang tetap terasa dalam infrastruktur modernnya. Dari masa kolonial hingga modern, Stasiun Tambun telah menjadi saksi bisu perubahan zaman, menyimpan kenangan dan cerita yang terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.

DDT Selesai, Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Beberapa Stasiun Ini, Termasuk Stasiun Tambun?

Serius Kembangkan Taksi Terbang, Toyota Gelontorkan Dana Sebesar US$250 Juta

Taksi terbang EHang 216-s yang baru-baru ini melakukan uji coba terbang, sepertinya membangkitkan beberapa produsen kendaraan. Bahkan para produsen mobil ini sudah siap dengan keseriusan mereka untuk mengembangkan taksi terbang di masa depan.

Sehingga taksi terbang nantinya bisa digunakan untuk mobilitas harian. Salah satu produsen mobil yang mulai kembali menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan taksi terbang adalah Toyota Motor Corporation.

Produsen mobil asal Negeri Sakura ini menggelontorkan dana sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4 triliun. Ini pun hanya setengah dari total investasi US$500 juta atau sekitar Rp8 triliun untuk mendukung pengembangan taksi Udara oleh strartup Joby Aviation.

Toyota sendiri memfokuskan investasi tersebut untuk mendukung pembangunan pabrik dan produksi komesial pesawat electric vertical take-off and landing (eVTOL). Yang mana ini digadang-gadang akan menjadi mobiitas perkotaan di masa depan.

eVTOL sendiri adalah kendaraan listrik yang mampu lepas landas secara vertikal mirip dengan helikopter. Namun perbedaan keduanya sangat jelas, di mana eVTOL akan lebih ramah lingkungan karena menggunakan listrik untuk operasionalnya.

Dilansir dari Slashgear menurut produsen mobil Jepang itu, mimpi mereka akan transportasi udara telah ada sejak masa pendiri Sakichi Toyoda pada 1925, yang kala itu sudah membayangkan penggunaan baterai untuk menggerakkan pesawat melintasi Samudra Pasifik. Kini, dengan kemajuan teknologi baterai, mimpi tersebut perlahan menjadi nyata.

Untuk diketahui, Joby Aviation mengklaim bahwa armadanya dapat melaju hingga 200 mil per jam, dengan jarak tempuh sekitar 150 mil sekali pengisian daya. Meski layanan ini belum tersedia untuk publik, mereka yakin teknologi ini akan mempersingkat waktu tempuh secara drastis di kota-kota besar, seperti New York.

Saat ini, Toyota bukan satu-satunya pemain otomotif yang terjun ke segmen eVTOL. Honda juga telah mengembangkan model eVTOL bertenaga hybrid turbin gas yang menawarkan jarak tempuh hingga 250 mil.

Meski begitu, saat ini kendaraan terbang pribadi belum akan tersedia dalam Waktu dekat. Tetapi kehadiran Toyota yang terkenal di dunia kendaraan memperkuat optimisme terhadap masa depan transportasi udara.

Toyota dan Joby Aviation Tuntaskan Uji Terbang Taksi Udara Pertama di Jepang

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Naik 50 Persen Dibanding Tahun Lalu

Penumpang LRT Jabodebek terus mengalami kenaikan. Data terbaru, selama Januari hingga Juni 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 13.040.403 penumpang telah memanfaatkan LRT Jabodebek. Jumlah tersebut naik sekitar 50 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencatat 8.685.648 pengguna.

Baca juga: Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, KAI Catatkan Rekor Baru Pengguna

Lonjakan signifikan ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan dari sisi volume, tetapi juga menggambarkan kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap LRT Jabodebek sebagai solusi mobilitas perkotaan.

Rata-rata pengguna harian mencapai 93.474 pengguna pada hari kerja, serta 39.608 pengguna pada akhir pekan menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tak hanya menjadi andalan untuk mobilitas harian, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas akhir pekan.

Selama Semester I 2025, KAI telah mengoperasikan 58.778 perjalanan LRT Jabodebek, dengan tingkat ketepatan waktu mencapai 99,46%. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam menjaga konsistensi dan keandalan layanan kepada masyarakat.

Kualitas layanan dan inovasi yang terus dihadirkan turut mendorong pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek selama Semester I 2025, di antaranya:
– Hadirnya co-working space di Stasiun Cawang sejak Februari untuk mendukung produktivitas pengguna secara gratis.
– Penambahan dua trainset sejak Maret, yang meningkatkan jumlah perjalanan harian dari 348 menjadi 366 pada hari kerja
– Pembagian takjil gratis di sejumlah stasiun selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna

Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi sepanjang semester pertama 2025 adalah:
– Stasiun Dukuh Atas BNI: 1.994.163 pengguna tap in dan 1.805.717 pengguna tap out
– Stasiun Harjamukti: 1.513.886 pengguna tap in dan 1.535.547 pengguna tap out
– Stasiun Kuningan: 1.184.282 pengguna tap in dan 1.150.324 pengguna tap out

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini adalah hasil kolaborasi antara peningkatan mutu layanan dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca juga: PT KAI Operasikan Lagi Kereta LRT Jabodebek Bekas Tabrakan, Amankah?

“Kami melihat peningkatan ini sebagai hasil dari kombinasi antara kualitas layanan yang terjaga dan kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. KAI akan terus menghadirkan layanan LRT Jabodebek yang semakin adaptif, nyaman, dan sesuai kebutuhan pengguna,” jelasnya.

Dengan pencapaian ini, KAI optimistis LRT Jabodebek akan terus menjadi pilihan masyarakat Jabodebek, seiring dengan upaya berkelanjutan dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.