Dua Kereta ‘Mahal’ Ini Masih Bertahan dengan Kursi Tegaknya, Apa Saja Ya?

Bagi penumpang dengan perjalanan jauh mengharapkan fasilitas yang bagus, termasuk pada kursinya yang sudah di upgrate menjadi yang lebih nyaman. Apalagi harga kereta ini dengan adanya rangkaian baru, meski merogoh kocek yang agak tinggi, penumpang pun rela melakukan perjalanan dengan KA tersebut karena dilihat dari fasilitasnya.

Nah, sudah banyak kereta api kelas 3 ini sudah menjadi rangkaian terbaru, mulai dari kelas premium dan menggunakan ekonomi body stainless steel new generation. Rangkaian yang sudah di upgrate pun telah diselesaikan oleh pembuatnya di INKA Madiun. Berawal dari ekonomi dengan fasilitas kursi yang membuat penumpang posisi tegak sedangkan harga tiketnya sudah mahal, apalagi menempuh perjalanan lebih dari 5 jam.

Dari banyak rangkaian yang sudah menjadi cukup nyaman dengan posisi yang tidak ‘kursi tegak’ lagi, namun masih tersisa beberapa rangkaian kereta api dengan tarif mahal namun fasilitas kursi layaknya kereta PSO. Ini dia rangkumannya:

1. KA Matarmaja
Kereta ini memiliki rute Pasar Senen-Malang merupakan rangkaian kereta api kelas ekonomi yang masih bertahan dengan formasi kursi 2+3. Kereta ekonomi ini menghubungkan kota Malang dengan kota Jakarta yang berjarak sekitar 881 kilometer, dengan durasi perjalanan sekitar 16 sampai 16,5 jam untuk satu kali perjalanan.

Adapun dalam perjalanan, KA Matarmaja selalu melewati dua kota, yaitu Blitar dan Madiun. Nama Matarmaja bukan berasal dari nama gunung, tokoh legenda, maupun nama bentang alam lainnya.

Nama ini sebenarnya merupakan bentuk singkatan dari nama-nama kota utama yang dilaluinya. Matarmaja adalah nama yang merujuk pada nama kota Malang, Blitar, Madiun, dan Jakarta. KA ini masih saja diminati masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Kota Malang dan ada juga beberapa kota yang disinggahinya.

Harga tiket KA Matarmaja adalah Rp270.000 dengan keberangkatan Stasiun Pasar Senen pukul 11.25 WIB, tiba di Stasiun Malang pukul 02.17 WIB dan keberangkatan Stasiun Malang pukul 07.40 WIB, tiba di Stasiun Pasar Senen 23.09 WIB.

KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm”

2. KA Pasundan
Sebenarnya KA ini cukup ramai diminati warga khususnya Jawa Barat dan Jawa Timur. Awalnya KA Pasundan termasuk kereta api kelas ekonomi satu-satunya keberangkatan pada pagi hari dari Stasiun Kiaracondong dan siang hari dari Stasiun Surabaya Gubeng. Namun, seiringnya perubahan jadwal pada Gapeka 2025 ini, keberangkatan KA Pasundan jadi berbanding terbalik.

Dari Stasiun Surabaya Gubeng menjadi pagi hari pada pukul 05.00 WIB dan tiba di Stasiun Kiaracondong pukul 18.58 WIB sedangkan dari Stasiun Kiaracondong menjadi pukul 11.10 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 00.40 WIB. KA Pasundan masih menggunakan rangkaian kelas ekonomi kursi tegak formasi 2+3 dengan tiket seharga Rp270.000. Walaupun harga tiketnya cukup mahal untuk sekelas ekonomi biasa, tapi masyarakat tetap yang menggunakan kereta ini cukup ramai meski waktu tempuhnya cukup lama.

Itulah kedua kereta api yang masih menggunakan tarif mahal dengan fasilitas ekonomi biasa. Adapun desas-desus mengenai peremajaan rangkaian ini, nantinya akan diganti menjadi rangkaian kelas ekonomi yang memiliki fasilitas lebih keren dengan harga yang wajar.

Adapun beberapa rangkaian kereta kelas ekonomi yang semula dengan biasa menjadi rangkaian lebih nyaman seperti: KA Progo, KA Tawang Jaya, KA Logawa, KA Brantas dan KA Gayabaru Malam Selatan

 

Mudik Rasa Kemping? Yuk Nikmati Momen Seru Perjalanan ke Kampung Halaman

Biasanya mudik identik dengan silaturahmi ke rumah sanak saudara. Tapi, bagaimana kalau sambal mudik, sambil kemping di perjalanan? Sepertinya ini akan menjadi hal baru dan unik untuk dinikmati.

Buat Anda yang perjalanan mudiknya santai dan ingin menikmati perjalanan, sepertinya kemping bisa menjadi pilihan sebelum tiba di kampung halaman. Tetapi kemping juga bisa dilakukan Bersama dengan keluarga besar di kampung halaman, bila Anda memiliki Waktu libur yang cukup Panjang.

Untuk menikmati kemping ini, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan.

1. Peralatan kemping
Ini sudah pasti, karena kalau tidak bawa peralatan kemping ya seperti liburan biasa kan. Nah, jangan lupa bawa tumbler atau termos untuk air hangat. Bawa juga matras, tenda, lampu portable, dan powerbank.

2. Waktu perjalanan dan tempat kemping
Jangan jalan terlalu siang, pilih Waktu malam atau pagi hari karena masih sejuk dan suasanya terasa nyaman. Cari tempat istirahat terbuka dengan pemandangan hijau seperti rest area yang memiliki taman kecil. Tapi, kalau rest area penuh, Anda bisa cari lapangan terbuka atau taman di sekitar jalur mudik untuk sekedar rebahan sambal menikmati Udara segar.

3. Perbekalan makanan
Karena sekedar menikmati perjalanan saat mudik, kemping sederhana ini juga butuh perbekalan makanan seperti roti, kue, buah, atau biskuit. Jangan lupa ya dengan termos berisi kopi atau teh hangatnya.

4. Playlist
Buat playlist musik dengan suara alam atau lagu-lagu favorit biar perjalanan terasa seperti perjalanan hiking di pegunungan. Selain merasa tenang, Anda juga menikmati alunan musik yang menentramkan hati

5. Spot Foto
Jangan buru-buru sampai tujuan. Manfaatkan waktu istirahat untuk foto-foto di rest area atau tempat pemandangan indah. Momen perjalanan jadi kenangan berharga.

6. Permainan
Bawa kartu remi, UNO, atau permainan kecil untuk mengisi waktu saat istirahat.

7. Kebersihan
Karena berada dilingkungan luar, Anda juga harus tetapmenjaga bersihan lingkungan. Bawa kantong sampah untuk membuang bekas makanan atau minuman Anda, ini agar sekitar Anda tetap bersih seperti kemping asli.

Nah, jadi Anda akan mudik dengan cara biasa atau menikmati perjalanan dengan kemping?

Tenda Kubus Carsule Berikan Sensasi Berkemah di Mobil

Hari Ini dalam Sejarah, Jet NASA X-15 Jadi Pesawat Pertama yang Melesat 4.675 Km Per Jam!

Hari ini, 64 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 1961, pesawat supersonik atau mungkin hypersonik NASA dan tim peneliti lainnya, The North American X-15, berhasil menembus kecepatan 4,675 km per jam atau Mach 4,43 untuk pertama kalinya di dunia. Saat itu, penerbangan yang dipiloti Kapten Robert White dari Angkatan Udara AS ini dicapai pada ketinggian 23.605 m.

Baca juga: X-59 QueSST, Pesawat Supersonik Rancangan NASA, Siap Unjuk Gigi Pada 2021

Keberhasilan menyentuh rekor kecepatan dunia untuk pesawat berawak tentu tidak diraih dengan mudah. NASA dan sekutunya tercatat sudah memulai penelitian penerbangan supersonik dan hypersonik sejak awal tahun 1960. Bahkan, sebelum NASA berdiri, ilmuan Amerika Serikat (AS) sudah memulai penelitian itu.

Dilansir laman aerospaceweb.org, Chuck Yeager, dari Angkatan Udara AS, tercatat sebagai pilot atau orang pertama yang melampaui kecepatan suara (Mach 1 lebih) saat menerbangkan pesawat penelitian Bell X-1 pada tahun 1947. Tak disebutkan dengan jelas diangka berapa kecepatan yang berhasil diraih.

Rekor kecepatan Yeager kemudian runtuh pada tahun 1953, saat Scott Crossfield menerbangkan pesawat penelitian D-558-2 Skyrocket dan melesat hingga Mach 2. Ia adalah pilot atau orang pertama yang berhasil mencapai Mach 2.

Rekor kemudian berlanjut. Pilot uji Angkatan Udara, Milburn Apt, menjadi pilot pertama yang mencapai kecepatan Mach 3 pada 27 September 1956. Ketika itu, pesawat supesonik Bell X-2 berhasil dibawanya melesat hingga mencapai kecepatan maksimum Mach 3.196, atau 3.370 km per jam pada ketinggian 65.607 kaki (19.995 m).

Tinta sejarah kembali menulis rekor baru. Pada 7 Maret 1961, pesawat supersonik atau mungkin hypersonik The North American X-15, berhasil menembus kecepatan 4,675 km per jam atau Mach 4,43 untuk pertama kalinya di dunia. Saat itu, penerbangan yang dipiloti Kapten Robert White dari Angkatan Udara AS ini dicapai pada ketinggian 23.605 m, menjadikannya sebagai pilot pertama di dunia yang berhasil menembus kecepatan Mach 4.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Tiga bulan berselang atau 23 Juni 1961, rekor kembali tercipta saat Bob ‘Robert’ White melesat bersama X-15 hingga kecepatan Mach 5 atau 5.800 km per jam. Ia pun berhasil menjadi pilot pertama yang merasakan sensasi di kecepatan itu. Ia kemudian melanjutkan rekornya menjadi pilot pertama yang mencapai kecepatan Mach 6 atau 6.590 km per jam pada 11 September 1961 di ketinggian 30.970 m.

Rekor kecepatan untuk pesawat penelitian X-15 akhirnya mencapai batas maksimum. Pada 3 Oktober 1967, pilot uji William “Pete” Knight berhasil melesat hingga Mach 6,72 atau 7.274 km per jam, di ketinggian 102.100 kaki (31.120 m). Sampai saat ini, Knight terus tercatat sebagai manusia tercepat di dunia. Demikian juga dengan X-15 yang menjadi pesawat berawak dengan kecepatan tertinggi di dunia.

Garuda Indonesia dan Japan Airlines “Joint Business” Berupa Codeshare

Garuda Indonesia memperkuat kerja sama dengan Japan Airlines melalui program “Joint Business” dalam menghadirkan berbagai langkah akselerasi portofolio bisnis dan ekspansi pasar kedua maskapai di kawasan Asia Pasifik.

Melalui kerja sama yang secara resmi mulai dijajaki sejak Oktober 2024 lalu, Garuda Indonesia dan Japan Airlines berkomitmen menghadirkan berbagai nilai tambah layanan penerbangan yang terintegrasi bagi pengguna jasa melalui penawaran pilihan jadwal penerbangan yang lebih beragam dan terhubung langsung dengan rute penerbangan lanjutan dari dan menuju Indonesia maupun Jepang.

Selain itu, kerja sama “joint business” ini turut menghadirkan ragam benefit tambahan baik dari aspek penawaran harga tiket penerbangan yang lebih kompetitif, hingga seamless experience bagi penumpang dalam prosedur pre-flight hingga post flight.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R. Susardi menyampaikan, “Kerja sama joint business bersama dengan Japan Airlines ini, kami harapkan dapat memperkuat pangsa pasar Garuda Indonesia khususnya di Asia Pasifik, sehingga upaya meningkatkan minat kunjungan wisatawan mancanegara dari Jepang menuju destinasi di Indonesia seperti Medan, Makassar, Surabaya, Yogyakarta dan kota-kota lainnya dapat bergerak selaras dengan upaya mendukung kemajuan pariwisata nasional.”

“Untuk memaksimalkan pemberian nilai tambah berkelanjutan dari kerja sama ini, para pengguna jasa Garuda Indonesia juga berkesempatan untuk mengeksplor kota-kota di Jepang selain Tokyo di antaranya seperti Okinawa, Fukuoka, Sapporo, Osaka, dan Hiroshima yang semakin mudah dan dengan harga menarik,” jelas Ade.

Lebih lanjut, sejumlah manfaat terintegrasi yang dapat segera dinikmati oleh pengguna jasa Garuda Indonesia dan Japan Airlines secara bertahap mulai 1 April 2025 mendatang, di antaranya akses jaringan penerbangan kedua maskapai khususnya di rute-rute domestik dengan harga yang spesial, layanan check-in ke destinasi tujuan yang ditawarkan kedua maskapai, hingga proses transfer penerbangan di kedua maskapai, hadirnya one-stop call center service untuk mengoptimalkan layanan yang seamless antara Garuda Indonesia dan Japan Airlines, serta kemudahan untuk mengumpulkan miles dari penerbangan kedua maskapai.

Untuk mengawali implementasi “Joint Business” Garuda Indonesia dan Japan Airlines kali ini, para pengguna jasa dapat menikmati penawaran harga spesial untuk penerbangan menuju Tokyo dengan harga mulai dari Rp7 jutaan untuk keberangkatan dari Jakarta dan Denpasar (pergi-pulang).

Selanjutnya tiket mulai dapat dipesan pada tanggal 7 – 13 Maret 2025 di berbagai kanal penjualan Garuda Indonesia untuk perjalanan mulai 1 April 2025.

Untung-Rugi Gabung Aliansi SkyTeam yang Juga Diikuti Garuda Indonesia, Apa Saja?

Setelah Sempat ‘Membuka Diri’, Korea Utara Kini Kembali Tutup Akses Bagi Wisatawan dari Eropa

Setelah kabar sebelumnya menyebut Korea Utara mulai membuka diri untuk sektor pariwisata, yakni dengan kunjungan wisatawan asing dari Eropa, maka ada kabar lanjutan, negara sosialis komunis itu kini telah menghentikan pariwisata asing beberapa minggu setelah dibuka kembali untuk pengunjung Barat

Korea Utara sekali lagi menutup perbatasannya, menangguhkan pariwisata asing hanya beberapa minggu setelah negara tertutup itu menyambut pengunjung Barat pertamanya dalam lima tahun.

Pertama Kalinya Sejak Pandemi, Korea Utara Terima Kelompok Wisatawan Asing dari Eropa

Korea Utara menutup perbatasannya pada awal 2020 saat dimulainya pandemi Covid, dan secara bertahap mencabut pembatasan mulai pertengahan 2023.

Turis pertama, sebuah kelompok dari Rusia, diizinkan masuk ke negara itu pada Februari 2024, tetapi pengunjung internasional pertama dari negara lain termasuk Inggris, Kanada, Perancis, dan Jerman baru tiba di Korea Utara untuk pertama kalinya bulan lalu.

Kunjungan kelompok Barat itu terbatas pada kota terpencil di timur laut, Rason, yang oleh pemerintah Korea Utara telah ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus. Selama perjalanan, mereka mengunjungi pabrik, toko, dan patung mendiang pemimpin Korea Utara.

Tidak seperti wisatawan dari Rusia, maka wisatawan dari Eropa tidak diizinkan mengunjungi Pyongyang, ibu kota negara itu.

Operator tur mengatakan pada hari Rabu bahwa perjalanan ke Korea Utara tidak lagi memungkinkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Tidak jelas mengapa Korea Utara kembali menutup diri bagi pengunjung asing dan berapa lama penangguhan tersebut akan berlangsung.

“Kami telah diberi tahu bahwa Rason untuk sementara ditutup” kata Koryo Tours, operator tur yang berkantor pusat di Beijing, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. “Ini situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Agen perjalanan lain yang menyelenggarakan perjalanan ke Korea Utara membuat pengumuman serupa.

“Kami menyarankan agar mereka yang merencanakan tur pada bulan April dan Mei menahan diri untuk tidak memesan tiket pesawat hingga kami memiliki informasi lebih lanjut,” kata Young Pioneer Tours yang berkantor pusat di Cina dalam sebuah posting Facebook, seraya menambahkan bahwa pengembalian uang tersedia untuk tur yang dibatalkan karena perubahan mendadak tersebut.

Jembatan Tumangang – Jembatan Kereta Penghubung Antara Rusia dan Korea Utara

Tarif Rp15 Ribu, Penginapan Murah di Terminal Pulo Gebang Dilengkapi AC dan Shower

Terminal bus menjadi salah satu spot yang akan ramai pemudik di saat libur Lebaran tiba. Ini karena pemudik juga banyak yang memilih untuk menikmati perjalanan mereka menggunakan bus.

Tapi, tahukah kalian kalua ada terminal bus yang menyediakan penginapan murah di dalamnya? Ya, penginapan ini berada di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Tepatnya penginapan tersebut berada di dua lokasi yakni Gedung A dan di lantai 3 Gedung C. Tarif permalamnya pun hanya Rp15 ribu dengan satu bilik untuk satu orang dan bila penumpang mandi, maka tarifnya akan berbeda Rp5 ribu sehingga menjadi Rp20 ribu.

“Untuk biaya segini kan cukup murah Rp 15 ribu untuk penginapannya, pakai tambah mandi Rp 5.000. Jadi total Rp 20 ribu kalau pakai mandi,” kata Petugas Tarif Layanan Terminal Pulo Gebang, Juanda.Dia menjelaskan, bila penginapan ini untuk laki-laki dan perempuan terpisah. Yang mana deretan kamar perempuan dan laki-laki dibatasi dengan sekat. Juanda menjelaskan, untuk laki-laki ada sembilan kamar dan perempuan delapan kamar.

Bilik penginapan murah di Terminal Pulo Gebang

Sedangkan di Gedung C ada delapan kamar dan ini semua khusus laki-laki. Juanda mengatakan, penginapan biasanya penuh setiap malam hingga pagi hari yakni khususnya pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Tamu penginapan ini, disebutkan Juanda biasanya menerima sekitar 30 orang setiap hari. Untuk ukuran kamanya pun bentuknya berupa bilik-bilik dengan sekat setinggi 3,45 meter yang terbuat dari baja ringan dan gipsum.

Ukuran kamar perempuan berisi satu kasur sekitar 2,3 x 2 meter. Sementara kamar berisi dua kasur ukurannya 3,3 x 2,3 meter. Kamar laki-laki berukuran 2,3 x 1,9 meter untuk diisi satu kasur. Kamar yang lebih luas berisi dua kasur berukuran sekitar 3,8 x 2,3 meter.

Namun bagaimana fasilitasnya, karena biaya yang dikocek cukup murah? Ternyata bilik dilengkapi dengan AC, matras/Kasur dan ada stopkontak. Meski setiap kamar perempuan dan laki-laki dilengkapi Kasur/matras yang dilapisi dengan lain, sayangnya penginapan ini tidak menyediakan bantal dan selimut.

Untuk kamar mandinya pun terpisah dan setiap kamar mandi dileengkapi dengan shower, kloset duduk dan jongkok, urinoar, dan wastafel. Semua fasilitas penginapan hanya bisa dinikmati oleh pengunjung yang memiliki tiket bus, dengan kata lain penumpang.

Sebab, penginapan ini dibuat untuk mereka yang menunggu keberangkatan, atau sekadar menginap bila tiba di terminal larut malam. Tamu yang ingin menginap hanya perlu menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau pengenal sejenisnya dan tiket bus khusus yang perlu dipenuhi oleh orang yang mau menginap adalah tanda pengenal berupa KTP atau sejenisnya dan tiket bus.

Batas waktu menginap selama 1×24 jam dan jam check out pukul 12.00 WIB. Jadi bisa dikatakan, pengguna penginapan murni penumpang bus yang sudah memiliki tiket.

Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda Stockholm

Hari Ini, Kecelakaan Garuda Indonesia Flight 200 Akhirnya Antarkan Pilot ‘Arogan’ Pertama ke Penjara

Hari ini, 18 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 2007, pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-200 mengalami kecelakaan fatal. Sedikitnya 22 orang, terdiri dari satu awak dan 21 penumpang, tewas. Setelah proses penyelidikan dilakukan, pilot Marwoto Komar ditetapkan menjadi tersangka dan divonis dua tahun penjara oleh pengadilan, menjadikannya sebagai pilot pertama yang dijatuhi vonis pengadilan.

Baca juga: Tragedi GA152: Sempat Terjadi ‘Kebingungan’ Identifikasi ATC dengan MA152

Disarikan dari berbagai sumber, pesawat Garuda Indonesia flight 200 terbang dengan membawa predikat sebagai salah satu maskapai yang tingkat keselamatannya paling buruk. Sejak tahun 1950, tercatat sudah ada 13 kecelakaan fatal, salah satunya adalah kecelakaan Garuda Indonesia flight 152 di Buah Nabar, Medan.

Setelah lepas landas dengan mulus dari Bandara Soetta pukul 06.00 WIB, pesawat dilaporkan siap mendarat pada pukul 6.49. Di sini, jarak pesawat dengan Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, sudah dikisaran 20 mil.

Berdasarkan rekaman black box cockpit voice recorder (CVR), pilot dan kopilot sempat melakukan briefing tak lama setelahnya. Pilot kemudian memutuskan pendaratan menggunakan approach instrumen landing system (ILS).

Namun, rencana tersebut ditolak ATC dan menggantinya dengan visual approach di bawah aturan long final dan lapor jika runway telah terlihat. Visual approach saat itu tentu sangat relevan mengingat kondisi cuaca dalam kondisi baik. Hanya saja, entah apa yang ada dibenak sang pilot, ia tetap kukuh bahwa pendaratan ILS approach tanpa sepengetahuan controller. Dari sinilah petaka dimulai.

Pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia flight 200 tergelincir dan terbakar di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Foto: ABC

 

Beberapa menit kemudian, flight 200 PK-GZC sudah mendapat visual bandara tersebut. Rekaman CVR menunjukkan, pilot mulai menurunkan landing gear.

Jelang mendarat, data menunjukkan, kecepatan pesawat masih dikisaran 290 knot, masih terlalu tinggi untuk final approach. Demikian juga dengan ketinggian pesawat. Menyadari hal itu, kapten pilot berusia 44 tahun dengan 13.421 jam terbang tersebut berusaha mengurangi ketinggian pesawat. Itu berhasil, namun kecepatan pesawat malah bertambah. Padahal, jelang pendaratan, tidak ditemukan masalah apapun pada pesawat.

Di sini, kapten meminta kopilot untuk menurunkan flaps ke 5 derajat, sesuatu tindakan yang tidak tepat untuk prosedur pendaratan pesawat. Kopilot Gagam S.R berusia 30 tahun dengan pengalaman 1.528 jam terbang pun menuruti perintahnya.

Sejurus kemudian, alarm EGPWS (Enhanced Ground Proximity Warning System) terdengar sebanyak 15 kali di kokpit. Namun, kapten tetap melanjutkan untuk final approach.

Sampai di sini, kopilot sebetulnya sudah menyarankan untuk go around karena alarm tersebut, tetapi ditolak mentah-mentah oleh pilot. Pesawat pun mendarat dengan kondisi flaps 5 derajat dan 860 meter di depan runway threshold dengan kecepatan 221 knot, 87 knot lebih tinggi dari pendaratan normal. Pesawat touchdown sangat keras dan bouncing dua kali.

Kopilot sebetulnya sempat meminta pilot untuk go around. Belum juga dijawab, pesawat kembali bouncing untuk kali ketiga. Setelah itu, landing gear bagian depan patah, pilot pun mengaktifkan thrust reversers untuk memperlambat pesawat. Sedikit berhasil, namun pesawat masih terus meluncur dan memercikkan bunga api akibat gesekan besi landing gear yang patah dengan aspal.

Baca juga: Mengenal Istilah Pilot Error, Gagalnya Keputusan Pilot yang Berujung Kecelakaan

Sambil terus meluncur, sayap kanan membentur tanah persawahan lalu patah. Patahannya terlempar ke arah kiri pesawat sehingga bertumpuk pada sayap kiri. Tidak pelak lagi, bahan bakar yang tertampung di bagian sayap tumpah dan menyebar ke area persawahan. Pesawat kemudian berhenti di persawahan dengan api yang cepat membesar.

Dari sederet bukti, sekalipun ditentang Federasi Pilot Indonesia serta Federasi Internasional Asosiasi Pilot Penerbangan (IFALPA), akhirnya pilot Marwoto Komar ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang juga menewaskan warga negara asing tersebut serta melukai tokoh publik, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin dan kriminolog Adrianus Meliala. Ia akhirnya menjadi pilot pertama yang dijatuhi vonis pengadilan 2 tahun penjara.

Trans Jatim Niat Perluas Layanan dan Rute, Mojokerto-Porong Jadi Tujuan Terbarunya

Bus mini atau mini bus sepertinya mulai menjelajah berbagai daerah di Indoensia. Bukan hanya di Ibukota Jakarta saja, tetapi ada di Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur dan berbagai kota lainnya di Indonesia.

Kehadirannya pun cukup membantu masyarakat karena tarifnya terjangkau dibandingkan dengan kendaraan online. Seperti di Jawa Timur, yang baru-baru ini pelayanan dan rute Trans Jatim akan ditingkatkan.

Peningkatan layanan dan rute tersebut juga disambut positif oleh Dewan Perwakilan Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim). Yang mana dikatakan anggota Komisi D DPRD Jatim Harisandi Savari bahwa perluasana memang diperlukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan transportasi publik milik Pemprov Jatim.

Saat ini Trans Jatim melayani lima koridor di seluruh Jawa Timur. Koridor 1 menyambungkan rute Sidoarjo ke Gresik via Surabaya, Koridor 2 Mojokerto ke Surabaya.

Koridor 3 Mojokerto ke Gresik, Koridor 4 dari Gresik ke Lamongan, dan Koridor 5 Surabaya menuju Bangkalan dan semua koridor PP. Namun, harapan kedepannya perluasan ini bisa mencapai ke Bandara.

Di mana empat kabupaten seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep bisa tersambung semuanya. Hal ini dikatakan Harisandi agar pembangunannya merata di berbagai aspek.

“Sehingga, pembangunan ke depan bisa semakin merata. Tentu pembangunan di berbagai aspek, harus dilakukan termasuk di Madura,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, akan menambah peningkatan pelayanan dan rute Bus Trans Jatim pada 100 hari kerja periode keduanya.

Khofifah mengatakan, Bus Trans Jatim masuk ke dalam program prioritasnya keempat. Ia akan mendorong peningkatan kapasitas pelayanan Bus Trans Jatim di koridor yang saat ini telah ada.
“Berikutnya juga memulai koridor enam dengan rute Sidoarjo-Mojokerto,” ujar Khofifah. ​

Untuk diketahui, Pemprov Jatim saat ini juga sedang mematangkan skema operasional Trans Jatim untuk koridor 6 dengan rute Mojokerto ke Porong. Bahkan jumlah halte yang akan dibangun di wilayah Kabupaten Mojokerto diprediksi meningkat dari rencana awal. Tetapi, sebagian halte hanya berupa plang rambu pemberhentian bus tanpa bangunan shelter.

Rencananya, rute anyar ini melalui Terminal Kertajaya-Terminal Mojosari-Ngoro-Japanan-Terminal Porong. Dan akan terintegrasi dengan jalur angkutan AKDP arah Malang, Pasuruan, Probolinggo maupun Banyuwangi.

Seperti Tinggal Kenangan, Mini Bus di Pemalang Kehilangan Penumpang

Terdampak Siklon Tropis Alfred, Kapal-Kapal di Australia Terpaksa Cari Pelabuhan Alternatif

Media dunia kini tengah menyoroti Australia, pasalnya Siklon Tropis Alfred kini posisinya mendekati Brisbane pada Kamis (06/03/2025). Dikabarkan, Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) memperkirakan Siklon Tropis Alfred akan meningkat menjadi 110 km/jam (60 knot) sebelum mendarat tepat di utara Brisbane.

Baca Juga: Hari dalam Sejarah, Tenggelam dalam 90 Detik, Kapal Ferry “MS Herald of Free Enterprise” Tewaskan 193 Orang

Suasana semakin mencekam manakala seorang penumpang yang tengah berlayar berhasil mengabadikan momen menegangkan saat gelombang laut yang tengah pasang menghantam bagian sisi kapal. Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman 9news.com.au (05/03/2025), seluruh penumpang yang tengah berlayar bersama Pacific Encounter cruise ship ini dikabarkan berhasil lolos dari sergapan gelombang tinggi, badai hingg angin kencang dan berhasil kembali ke pelabuhan Brisbane.

Leisa Hassall, salah seorang penumpang Pacific Encounter yang sudah sering berlayar mengaku bahwa dirinya tidak terlalu terdampak Siklon Tropis Alfred ini, tapi tidak dengan penumpang lainnya. “Tidak terlalu buruk bagi saya, tetapi beberapa orang nampak kesulitan saat kapal menghadapi gelombang,” ungkap Leisa Hassall dalam keterangannya yang diunggah ke laman media sosial.

Pacific Encounter. Sumber: istimewa

“Kapten telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik untuk mengarahkan kami menjauh dari badai, alih-alih kami terombang-ambing oleh ombak.” sambungnya.

Sebelumnya, Biro Meteorologi Auatralia (Bureau of Meteorology/BoM) telah memperingatkan bahwa pasang surut laut yang “sangat tinggi” hingga setinggi 9 meter dan angin kencang dengan tipikal yang merusak diperkirakan terjadi saat Siklon Tropis Alfred mendekati pantai. Menurut pemberitaan terakhir, Siklon Tropis Alfred saat ini bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 20 km/jam, dan hembusan anginnya bisa menjadi sangat kuat begitu menghantam pantai.

Di sisi lain, kapal-kapal lain yang juga berpotensi terdampak Siklon Tropis Alfred dikabarkan sudah menemukan pelabuhan alternatifnya guna menghindari ancaman keselamatan. Sebut saja Queen Anne, yang saat ini sedang dalam pelayaran perdananya, adalah salah satu kapal yang dialihkan. Ada juga Carnival Luminosa, kapal pesiar yang malah lebih memilih untuk menghindar pelabuhan Brisbane hingga 7 Maret mendatang sambil menunggu badai di dekat Kaledonia Baru berlalu.

Yuk Kenali “Ganasnya” Laut Dengan Level Sea State

Menyusul Kemenhub, ASDP Gelontorkan 1.060 Tiket Kapal Gratis Untuk Mudik 2025

Setelah pemberitaan yang lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan Program Mudik Gratis 2025 dengan menyediakansekitar 67 ruas trayek, kini giliran ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dikabarkan membagikan 1.060 tiket kapal gratis di 9 lintasan penyeberangan. Program ini bertujuan untuk memberikan akses transportasi yang lebih mudah dan aman bagi masyarakat, khususnya pemudik dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Baca Juga: Mudik Lebaran Gratis 2025, Kemenhub Siapkan Lebih dari 60 Ruas Trayek Jalur Laut

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, Shelvy Arifin selaku Corporate Secretary ASDP menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program Kementerian BUMN dalam menciptakan mudik yang lebih kondusif dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama yang kurang mampu, bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga tanpa terkendala biaya transportasi. Langkah ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) No. 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, di mana ASDP turut serta dalam meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat,” ujar Shelvy.

Selain meringankan beban masyarakat, program ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi dalam perjalanan jarak jauh.

Ilustrasi kepadatan pemudik di Pelabuhan Merak. Foto: Tirto

ASDP berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka kecelakaan dan memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 berjalan lancar, aman dan selamat. Pendaftaran program mudik gratis ini akan dibuka pada 3 – 17 Maret 2025, dengan keberangkatan pertama dari Jakarta menuju Bandar Lampung pada 27 Maret 2025. Untuk rute ini, tersedia kuota 60 orang, yang akan diberangkatkan menggunakan bus setelah melakukan daftar ulang pada 24 – 25 Maret 2025 di Kantor Pusat ASDP.

Selain rute Jakarta – Lampung, ASDP juga menyediakan mudik gratis di wilayah Cabang Bajoe dan Cabang Baubau dengan rincian sebagai berikut:
Cabang Bajoe akan dilayani KMP Arwana dan KMP Merak dengan rincian lintasan:
* Bajoe – Kolaka (200 orang)
* Siwa – Tobaku (200 orang)
* Sabutung – Balanglompo (100 orang)

Cabang Baubau akan dilayani oleh 9 unit kapal, yakni KMP Sultan Murhum, KMP Bahteramas, KMP Pulau Rubiah, KMP Teluk Cenderawasih II, KMP Nuku, KMP Semumu, KMP Kambaniru, KMP Tenggiri, dan KMP Mujair, dengan rincian lintasan:
* Kendari – Langara (100 unit kendaraan roda 2)
* Tampo – Torobulu (100 unit kendaraan roda 2)
* Labuan – Amolengo (100 unit kendaraan roda 2)
* Baubau – Waara (100 unit kendaraan roda 2)
* Raha – Pure (100 unit kendaraan roda 2)

Bagi Anda yang berminat mengikuti Program Mudik Gratis 2025 ASDP ini, Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap dengan mengunjungi akun Instagram resmi ASDP di @asdp_id dan @asdp191. Sementara untuk peserta dari cabang Bajoe dan Baubau, detail keberangkatan akan diinformasikan lebih lanjut setelah proses pendaftaran melalui tautan yang tersedia di Instagram ASDP.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung penyelenggaraan mudik Lebaran yang lebih aman dan nyaman.” Tutup Shelvy.

ASDP Beberkan Data: Lebih dari 80% Calon Penumpang Mudik 2024 Masih Beli Tiket Dadakan dan Terlambat!