PO ANS, Bagian Tak Terpisahkan dari Tradisi Merantau Urang Awak

Anas Sutan Jamaris atau Haji Anas, pemilik yang juga pendiri Perusahaan Otobus (PO) legendaris dari Ranah Minang ANS tutup usia pada usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi Urang Awak, khususnya para perantau.

Baca juga: PO ANS – Pernah Layani Trayek AKAP Terjauh, Banda Aceh – Denpasar

PO yang namanya merupakan singkatan dari ‘Aman, Nyaman, Sampai Tujuan’ itu boleh dikatakan sebagai pelopor angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) di Sumatra Barat. Jauh sebelum hadirnya Jalan Tol Trans Sumatra, ANS sudah memulai kiprahnya di jalanan Sumatra.

Melintasi jalanan yang belum sepenuhnya diaspal mulus, menyebrang sungai menggunakan rakit atau pelayanagan, hingga melintas daerah rawan kejahatan dilakukan oleh bus-bus ANS pada awal kiprahnya. Mengantar para perantau mengadu nasib atau sebaliknya, pulang ke kampung halaman tercinta.

Nama ANS juga sempat disebut dalam novel ‘Negeri Lima Menara’, mengantarkan tokoh utama menuntut ilmu ke Jawa dari Bukittinggi. Dalam novel tersebut, ANS dinarasikan sebagai bus yang nyaman dengan fasilitas hiburan pemutar video.

Selain itu, ANS juga disebut mengantarkan tokoh utama hingga tujuan akhirnya di Ponorogo. Jauh berbeda dengan saat ini, yang mana tujuan akhirnya di Jawa hanya sampai Bandung.

Apa yang ditulis di novel tersebut memang benar adanya. Novel yang mengambil latar medio 1990-an itu betul-betul menggambarkan kedigdayaan ANS yang sempat membuka layanan AKAP hingga Malang dan Denpasar.

Bicara soal kenyamanan, sampai dengan hari ini ANS dikenal oleh Urang Awak sebagai bus yang nyaman. ANS menjadi satu-satunya PO Sumbar yang menyediakan layanan kelas Super Eksekutif sebelum akhirnya disuntik mati dan digantikan oleh Royal Eksekutif.

Kenyamanannya juga ditunjang oleh penggunaan bodi buatan Morodadi Prima yang dikenal stabil ketika melibas tikungan. Sejak dulu, seluruh armadanya menggunakan bodi buatan karoseri yang bermarkas di Singosari, Malang itu.

Sejak dulu, ANS yang identik dengan warna biru dan putih selalu tampil elegan. Membuatnya tampak berkelas dan membuat siapapun yang menumpanginya boleh berbangga hati.

Rizal, pengusaha fotokopi dan percetakan di bilangan Rawamangun menyebut dirinya sudah menjadi pelanggan ANS sejak tiga dekade lalu. Seluruh kelas layanan pernah dicobanya, mulai dari Jumbo (Non AC 2-2 Non Toilet), Jumbo AC (2-2 Non Toilet) AC Eksekutif (2-2 Toilet), Super Eksekutif (AC 2-1 Toilet), dan yang terbaru Royal Eksekutif (AC 2-2 Toilet).

Dia juga sempat merasakan bagaimana ngerinya Jalur Lintas Tengah yang pada medio 1990-an masih menjadi satu-satunya akses antarkota di Sumatra. Bus harus berjalan beriringan ketika melintas di titik-titik rawan seperti Lahat, Sumatra Selatan.

“ANS dari dulu itu dikenal bus nyaman. Busnya saudagar Minang. Kebanyakan yang naik itu para Saudagar atau mahasiswa kaya memang karena tiketnya mahal buat zaman itu. Saya awal merantau ya naiknya bukan ANS, cari yang murah,” katanya.

Dianggap sebagai bus kalangan atas, nyatanya tak membuat ANS lupa daratan. Pada 1998, diketahui sang pemilik menggratiskan tiket untuk perantau Minang yang menjadi korban atau mengalami kerugian akibat kerusuhan. Hal itu pula yang membuat nama ANS punya tempat tersendiri di hati masyarakat Minang.

Gempuran tiket murah dari maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier) juga tak membuat ANS menyerah undur diri dari layanan AKAP. Tetap bertahan hingga akhirnya kejayaan bus Sumbar kembali pada 2019 dengan tersambungnya Jalan Tol Trans Sumatra hingga Palembang.

“Sedih kalau ingat waktu itu, kalah sama pesawat. Sehari satu berangkat, semua daerah [di Sumbar] disisir. Itu juga belum penuh. Andalannya paket barang di bagasi supaya tetap hidup,” ujarnya.

Kini, ANS dan bus-bus Minang lainnya kembali mengulang kejayaannya. Setiap harinya, ANS paling sedikit memberangkatkan tujuh bus dari Sumbar maupun Jawa. Kehadiran PO baru yang mencoba legitnya jalur Bandung-Jabodetabek-Sumbar tak membuat ANS hilang pamor.

Baca juga: Pelayanan Rumah Makan Minang dan Karakter Penumpang, Jadi Sebab Bus AKAP Lintas Sumatera Tak Sediakan Makan

“ANS tetap yang paling nyaman. Tiket sudah bisa dibeli online juga, kemajuan sekali. Fasilitasnya bagus, ditingkatkan terus agar tak kalah saing. Terakhir itu Royal [Eksekutif] baru ada mini bar-nya,” tutur Rizal. (Bisma Satria)

 

Lockheed Constellation Milik TWA Jadi Cocktail Bar Bernuansa Retro

Sudah lumrah jika sebuah pesawat yang sudah tidak beroperasi malah dijadikan sebuah tempat yang memiliki fungsi berbeda dengan sebelumnya. Ya, pada pemberitaan sebelumnya sudah pernah disebutkan bahwa ada banyak orang-orang kreatif di luar sana yang menyulap burung besi rongsok menjadi suatu tempat yang memiliki fungsi baru – mulai dari salon, tempat makan, hingga hotel tematik.

Baca Juga: Kreatif! Pilot ini Sulap Bangkai Airbus A330 Menjadi Sebuah Museum

Nah, kali ini pemberitaan datang dari Negeri Paman Sam dimana sebuah pesawat Lockheed Constellation diubah menjadi bar dengan nuansa retro yang sangat kental. Kira-kira, bagaimana penampakannya?

Seperti yang diberitakan KabarPenumpang.com dari laman designboom.com, pesawat Lockheed Constellation yang digunakan sebagai kerangka dari cocktail bar ini merupakan sebuah pesawat yang dirakit pada tahun 1958 dan dioperasikan oleh maskapai Trans World Airlines (TWA). Tentu saja, interior dari pesawat ini sudah dirombak besar-besaran guna menciptakan rasa nyaman bagi para pengunjungnya.

Sumber: USA News Hub

Anda sudah tidak akan lagi melihar deret bangku selayaknya pesawat penerbangan penumpang – melainkan diganti dengan susunan bangku mewah berlapiskan kain merah. Tata pencahayaan yang terkonsentrasi pada bagian tengah body pesawat juga semakin menambah nilai elegan dari cocktail bar yang ‘terparkir’ di depan JFK Airport ini.

Di dalam cocktail bar ini, Anda semua akan melihat berbagai barang berbau jadul yang akan menggairahkan nostalgia Anda, seperti pedang cocktail hingga board game legendaris, dan tidak lupa, karpet merah ikonik dari TWA.

Sumber: USA News Hub

Desain interior dari TWA Cocktail Bar ini sendiri dipimpin oleh Sara Duffy (Interior Designer) dan Stonehill Taylor (Architects), dimana keduanya dengan apik menggabungkan nilai vintage dengan berbagai kelengkapan perabotan modern.

Baca Juga: Pensiun dari Dunia Aviasi, Boeing 747 Disulap Jadi Restoran Mewah

Sedikit menyinggung soal TWA sendiri, maskapai ini sendiri ditemukan pada tahun 1930 dengan nama Transcontinental  & Western Air. Di awal pengoperasiannya, maskapai ini melayani rute penerbangan dari New York City menuju Los Angeles via St. Louis, Kansas City, dan beberapa pemberhentian lainnya.

Namun sayang, maskapai penerbangan ini terbilang cukup sering dirundung masalah, sehingga pengoperasiannya harus berhenti di tahun 2001. Tercatat, maskapai TWA ini sendiri pernah mengoperasikan Airbus A318-100, Boeing 717-200, Boeing 757-200, Boeing 767-300ER, hingga McDonnell Douglas MD-83 dengan jumlah yang paling banyak diantara armada lainnya (65 unit).

Komuter KRL Jabodetabek dari Cina Tiba di Awal 2025, Beropasi di Akhir Tahun

Ada kabar baik bagi para pengguna kereta komuter (KRL Jabodetabek), pasalnya pada awal tahun 2025 akan kedatangan sejumlah rangkaian kereta baru, yang berstatus bekas pakai dari Cina.

Baca juga: Ada Luhut di Balik Impor KRL Baru KAI Commuter dari CRRC Sifang Cina

Kabar ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama KAI Commuter Indonesia (KCI) Asdo Artriviyanto saat meluncurkan KMT edisi khusus BT21 di Stasiun BNI City, Senin (12/8) malam kemarin. “Triwulan I 2025 kita akan kedatangan kereta-kereta baru. Kereta baru dengan teknologi baru, persembahan untuk Jabodetabek,” kata Asdo, seperti dikutip detik.com.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Humas PT KAI Commuter Leza Arlan ikut menambahkan perusahaan terus berusaha agar pesanan kereta baru itu dapat datang tepat waktu. Terlebih mengingat KCI memesan cukup banyak rangkaian kereta untuk 2025 nanti. “Jadi kalau untuk yang Commuter line, untuk kereta yang baru tahun depan, mudah-mudahan time delivery-nya sesuai,” ucap Leza saat ditemui wartawan di acara yang sama.

“Sementara satu atau triwulan satu keretanya datang itu kalau sesuai dengan time delivery dan ini makanya time delivery-nya kita jagain,” sambungnya.

Leza menjelaskan kereta baru yang datang merupakan pesanan KCI dari perusahaan asal Cina, CRRC Sifang Co., Ltd dan produsen sarana perkeretaapian dalam negeri INKA. Setelahnya KAI Commuter bersama pemangku kepentingan lainnya akan uji sertifikasi guna memastikan rangkaian kereta layak digunakan.

“Keretanya datang, yang dari CRRC, yang dari INKA juga. Jadi nanti di semester dua ya mudah-mudahan setelah uji sertifikasinya selesai itu bisa teman-teman bisa nikmati lah kereta barunya,” paparnya.

Sebagai informasi, dalam catatan detikcom sebelumnya Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan penandatanganan Kontrak Kerja Sama Pengadaan Sarana Kereta Rel Listrik (KRL) baru bersama CRRC dan INKA pada akhir Januari 2024 kemarin.

Untuk pemesanan rangkaian kereta baru kepada CRRC, KCI membeli tiga rangkaian baru dengan tipe KCI-SFC120-V. Sedangkan untuk pesanan untuk INKA, KCI membeli 16 rangkaian KRL baru dan melakukan retrofit terhadap 19 rangkaian lama.

Jika dikalkulasi, total kerja sama tersebut bernilai Rp6,84 triliun. Adapun seluruh pembiayaannya, diperoleh KCI lewat skema shareholder loan dari PT KAI dan bantuan dari Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Pada awal Juli 2024 lalu, KCI batal melakukan peremajaan (retrofit) terhadap 19 rangkaian kereta lama dengan INKA. Sebagai gantinya, KCI menambah jumlah kereta impor dari CRRC. Akibatnya jumlah retrofit berkurang dari 19 menjadi 2 rangkaian kereta saja. Sedangkan jumlah kereta impor asal ‘Negeri Tirai Bambu’ kini bertambah dari 3 rangkaian menjadi total 11 rangkaian.

Rangkaian KRL baru dari Cina dan INKA inilah yang diharapkan bisa sampai pada awal 2025 nanti. Diharapkan kereta-kereta ini nantinya bisa beroperasi pada semester (antara Juli-Desember) 2025.

Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek

DC-3 Dakota Masih Terbang Setelah 80 Tahun, Berapa Usia Terbang Maksimum Sebuah Pesawat?

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar nama pesawat penumpang legendaris Douglas DC-3, yang juga dikenal sebagai Dakota. Ya, pesawat propeller tersebut sampai saat ini masih eksis (dengan sejumlah upgrade), menyiratkan pesawat yang usianya lebih dari 80 tahun tapi masih bisa terbang dengan aman. Dari contoh pada Dakota, mendorong pertanyaan, berapa lama usia terbang maksimum atau masa pakai sebuah pesawat terbang?

Baca juga: McDonnell Douglas Dakota DC-3 – Si Tua-Tua Keladi Setelah 81 Mengudara

Usia terbang maksimum atau masa pakai sebuah pesawat terbang didasarkan pada beberapa faktor, termasuk desain pesawat, perawatan yang dilakukan, dan kondisi operasional. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai usia terbang pesawat:

1. Desain dan Umur Pakai
Pesawat komersial biasanya dirancang dengan masa pakai sekitar 20 hingga 30 tahun atau lebih, tergantung pada jumlah siklus penerbangan (lepas landas dan pendaratan) dan total jam terbang. Pesawat yang lebih tua dapat terus dioperasikan lebih lama dari itu, selama perawatan dan inspeksi dilakukan secara rutin untuk memastikan keselamatan.

2. Jumlah Siklus Penerbangan:
Siklus penerbangan (lepas landas dan pendaratan) sering kali menjadi faktor yang lebih kritis dibandingkan usia kalender. Pesawat yang melakukan penerbangan pendek (short-haul) mungkin mengalami lebih banyak siklus dibandingkan dengan pesawat yang digunakan untuk penerbangan jarak jauh (long-haul).

Pesawat dirancang untuk menahan sejumlah siklus tertentu, biasanya antara 50.000 hingga 75.000 siklus sebelum memerlukan penggantian atau perbaikan besar.

3. Perawatan dan Inspeksi:
Dengan perawatan yang tepat, pesawat bisa beroperasi jauh melampaui usia desain awalnya. Misalnya, Boeing 747 pertama kali diperkenalkan pada akhir 1960-an, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga 50 tahun kemudian. Inspeksi reguler dan perawatan yang cermat dapat memperpanjang usia terbang pesawat.

4. Pensiun Pesawat:
Pada titik tertentu, biaya perawatan dan operasi pesawat tua bisa menjadi tidak ekonomis, dan pesawat tersebut mungkin akan dipensiunkan. Faktor-faktor lain termasuk efisiensi bahan bakar dan kemampuan memenuhi regulasi lingkungan baru. Pesawat yang sudah dipensiunkan sering kali dijadikan suku cadang, diubah menjadi kargo, atau dipamerkan di museum.

Secara umum, usia terbang pesawat bervariasi, tetapi dengan perawatan yang baik, pesawat dapat terus beroperasi selama 25-40 tahun atau lebih, tergantung pada jenis dan penggunaannya.

Dalam contoh kasus DC-3 Dakota, secara keseluruhan, kombinasi desain yang tangguh, perawatan yang hati-hati, dan komunitas yang berdedikasi telah memungkinkan banyak DC-3 untuk terus terbang lebih dari 80 tahun setelah pertama kali diluncurkan. Pesawat ini adalah contoh luar biasa dari rekayasa yang baik dan ketahanan dalam dunia penerbangan.

Jadi Maskapai Terbaik, Modal Awal Cathay Pacific Hanya Satu Pesawat DC-3 Bernama “Betsy”

Gegara Tas Louis Vuitton, Penumpang Wanita Asal Cina Terpaksa Diusir dari Pesawat

Seorang penumpang wanita asal Cina terpaksa dikeluarkan dari pesawat setelah berdebat dengan awak kabin terkait penyimpanan tas tangan mewah (luxury handbag), lantaran menolak menyimpan tas mewah yang dimaksud di bawah kursi.

Baca juga: Akibat Tas Obat, Sepasang Suami Istri Diusir dari Pesawat

Seperti dikutip South China Morning Post (15/8/2024), insiden perdebatan sampai diusirnya penumpang wanita tersebut telah menyebabkan penundaan penerbangan selama satu jam.

Insiden tersebut menarik 4 juta penayangan di Douyin dan memicu diskusi panas setelah seorang penumpang mengunggah klip video kejadian tersebut.

Penumpang yang meminta untuk tidak disebutkan namanya itu mengatakan wanita yang duduk di kelas ekonomi bersikeras meletakkan tas tangan Louis Vuitton-nya di sebelahnya, bukan di bawah kursi di depannya.

Penerbangan pada 10 Agustus 2024 dari bandara di kota Chongqing di China barat daya itu sudah berangkat dan terpaksa kembali ke gerbang keberangkatan. Para penumpang bertepuk tangan ketika polisi mengawal wanita itu keluar dari pesawat.

Insiden tersebut menyebabkan penundaan selama satu jam dan mengganggu waktu keberangkatan penerbangan berikutnya. Tas tangan Louis Vuitton harganya sekitar US$3.000 di Cina dan tiket kelas ekonomi untuk penerbangan dari Chongqing ke provinsi Hebei di Cina utara, yang dioperasikan oleh China Express Airlines, harganya 800 yuan (US$110).

Maskapai penerbangan tersebut tidak menanggapi pertanyaan tentang kasus tersebut atau mengungkapkan hasilnya setelah berbicara dengan penumpang tersebut. Identitas penumpang yang melakukan pelanggaran tersebut juga tidak diungkapkan.

Tak Salah, Pasangan Ini Diusir dan Tidak Mendapat Kompensasi dari Maskapai

Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Jaringan kereta komuter yang berusia ‘dewasa’ kerap mengundang kisah-kisah mistis dan horor, apalagi sebagian besar jaringan MRT berada di bawah tanah. Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman goodyfeed.com, di Singapura ternyata ada empat stasiun MRT yang berhantu dan beberapa diantaranya dulu merupakan bekas pemakaman. Ya, simak cerita keempat stasiun MRT tersebut.

Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Stasiun MRT Tampines
Sebelum dibangun menjadi sebuah stasiun MRT, dulunya Stasiun Tampines adalah kuburan. Tapi tenang saja, tulang belulang orang-orang yang dikubur situ sudah dipindahkan ketempat lain yang layak dan stasiun MRT dibangun diatasnya. Banyak penumpang yang mengatakan telah melihat ‘sosok’ saat naik kereta saat larut malam dan beberapa bahkan melihat sosok seorang pria yang bunuh diri dengan melompat ke rel kereta di bagian belakang peron.

Stasiun MRT Woodleigh
Stasiun ini berdiri dekat dengan tempat Pemakaman Bidadari yang merupakan salah satu pemakaman tertua dan terbesar di Singapura. Karena letaknya, di stasiun ini sering terlihat sosok hantu dengan pakaian putih baik duduk atau berdiri di stasiun yang menghadap ke peron timur laut. Stasiun ini sudah selesai pembangunannya pada tahun 2003 dan mulai dioperasikan tahun 2011. Banyak penumpang yang naik kereta sebelum stasiun dibuka melihat pocog saat kereta mereka melintas melalui stasiun Woodleigh.

Stasiun Novena
Stasiun ini dikatakan berhantu dan dulunya adalah pemakaman Yahudi. Banyak staf SMRT telah melihat penampakan sosok buram yang membawa peti mati di sepanjang rel. Staf pemeliharaan tugas malam di terowongan juga memiliki banyak pengalaman melihat hantu berdiri disamping mereka atau mengamati mereka dari jauh.

Baca juga: Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos

Stasiun Bishan
Bishan ternyata menjadi salah satu stasiun MRT yang sering memperlihatkan hantu-hantu tanpa kepala, penumpang hantu dan beberapa hantu nakal yang mengganggu wanita muda. Beberapa orang bahkan mendengar langkah kaki yang berjalan di atas kereta. Banyak staf SMRT yang lebih tua juga mengalami kesulitan teknis yang tidak biasa setelah mencapai stasiun ini.

Masih belum percaya? Untuk wisata mistis empat stasiun Singapura ini sangat cocok buat uji nyali.

Pertahankan Nuansa Komuter, Rangkaian Singapore MRT (SMRT) Disulap Jadi Hotel Co-living

Mulai beroperasi sejak 7 November 1987, layanan kereta komuter Singapore MRT (Mass Rapid Transit) kini telah beroperasi 37 tahun. Lantaran sudah beroperasi hampir empat dekade, armada SMRT sudah barang tentu sudah banyak yang dipensiunkan, bahkan sebagian tela di-scrap. Dan ada kabar salah satu bekas SMRT kini dijadikan hotel co-living di one-north.

Baca juga: Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’

Dikembangkan oleh perusahaan rintisan lokal Tiny Pod dengan dukungan dari JTC Corporation, Train Pod @ one-north akan menjadi hotel kereta co-living pertama di Singapura dan akan diluncurkan pada September 2024.

Di hotel co-living, tamu dapat menikmati kamar pribadi berperabotan lengkap tetapi juga dapat berbaur dengan orang lain di ruang komunal. Terletak di tempat parkir mobil di sebelah Blok 69 Ayer Rajah Crescent, gerbong kereta akan menampung delapan kamar berukuran 7,5 meter persegi, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi dalam. Hotel ini juga akan beroperasi dengan sistem kunci pintar oleh perusahaan rintisan lainnya Igloo Home.

Staf hotel tidak akan ditempatkan secara fisik di hotel kereta, tetapi pergantian kamar akan tetap ditangani oleh tim kebersihan.

Untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi para tamu, kompartemen masinis akan dilengkapi panel layar kristal cair yang memperlihatkan rekaman nyata perjalanan kereta sebelumnya melalui sebuah terowongan.

Ruang hijau rekreasi publik juga akan dibangun di samping hotel kereta co-living, dilengkapi dengan mesin penjual makanan dan minuman serta rak sepeda.

Pengunjung juga dapat berjemur di bawah sinar matahari sambil bersantai di kursi kereta, yang akan dialihfungsikan menjadi bangku publik luar ruangan.

Proyek kereta-hotel ini juga merupakan perluasan dari hotel peti kemas pop-up milik Tiny Pod yang sudah ada di LaunchPad @ one-north. Diluncurkan pada tahun 2020, peti kemas milik Tiny Pod telah meluas ke ruang publik dan perkotaan di Gardens by the Bay dan Haw Par Villa. Bagian asli bus (kereta) – termasuk jendela, kursi pengemudi, dan roda kemudi – tetap dipertahankan sebagai fitur kamar.

Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Bukan Cuma Shinjuku, Stasiun Union di Toronto Juga Punya Lorong Bawah Tanah yang Kompleks

Selain Shinjuku di Tokyo, ada beberapa stasiun bawah tanah di manca negara yang dikenal punya lorong-lorong yang kompleks, yang membuat sebagian besar akan membiungungkan untuk menjelajahinya. Seperti di Kanada, ada Stasiun Union (Union Station) di Toronto, ini adalah salah satu stasiun kereta utama yang paling sibuk di Kanada dan memiliki sistem lorong yang cukup rumit.

Baca juga: “Labirin Shinjuku” – Stasiun Kereta Bawah Tanah Tokyo dengan Banyak Koridor yang Membingungkan

Stasiun Union, yang dibuka pada tahun 1927, menggabungkan elemen desain bersejarah dengan pembaruan modern. Lorong-lorong yang ada harus mengakomodasi pergeseran antara desain lama dan penambahan baru, yang dapat membuat navigasi menjadi lebih kompleks.

Stasiun Union tidak hanya melayani kereta komuter dari VIA Rail dan GO Transit, tetapi juga terhubung dengan Toronto Transit Commission (TTC) melalui jalur subway. Ini menciptakan jaringan lorong yang luas dan memerlukan navigasi yang hati-hati. Lorong-lorong di stasiun ini menghubungkan peron-peron kereta dengan berbagai jalur subway TTC dan juga dengan terminal bus. Pengunjung harus menavigasi lorong-lorong yang berbeda untuk berpindah dari satu jenis transportasi ke yang lain.

Karena stasiun ini melayani berbagai jenis layanan kereta, peron dan jalur sering kali tersebar di beberapa tingkat, yang memerlukan eskalator dan tangga untuk perpindahan antar lantai. Ini menambah tingkat kompleksitas saat mencari jalur atau peron tertentu.

Stasiun Union di Toronto memiliki beberapa lantai yang masing-masing melayani fungsi yang berbeda. Secara umum, stasiun ini memiliki tiga lantai utama:

Lantai Dasar (Ground Level) – Ini adalah lantai utama di mana pintu masuk utama stasiun berada. Di sini terdapat akses ke berbagai layanan, termasuk area tiket, beberapa restoran, dan toko-toko. Lantai ini juga sering kali menjadi titik awal untuk mengakses berbagai jalur transportasi.

Lantai Mezzanine – Lantai ini berada di atas lantai dasar dan menghubungkan berbagai area stasiun, termasuk akses ke jalur kereta GO Transit dan VIA Rail, serta ke jalur subway Toronto Transit Commission (TTC). Lantai mezzanine juga berfungsi sebagai ruang untuk layanan pelanggan dan informasi.

Lantai Peron (Platform Level) – Lantai ini terletak di bawah lantai mezzanine dan merupakan tempat peron untuk kereta. Terdapat beberapa tingkat peron yang terpisah untuk layanan kereta yang berbeda, seperti VIA Rail dan GO Transit. Di sini juga terdapat akses ke eskalator dan tangga yang menghubungkan peron dengan lantai mezzanine dan dasar.

Stasiun Union melayani sekitar 250.000 penumpang per hari, menjadikannya salah satu stasiun dengan volume penumpang tertinggi di Kanada. Stasiun ini memiliki beberapa peron yang melayani berbagai layanan kereta, termasuk VIA Rail dan GO Transit. Jumlah total peron di stasiun adalah sekitar 16.

Luas total dari stasiun Union, termasuk area peron, mezzanine, dan lantai dasar, mencakup beberapa ribu meter persegi, memungkinkan ruang yang cukup untuk menangani volume penumpang yang besar serta fasilitas tambahan.

Châtelet–Les Halles – Dari Pusat Kota Paris, Inilah Stasiun Bawah Bawah Tanah Terbesar di Dunia

Seluruh Stasiun LRT Jabodebek Dilengkapi Water Station, Penumpang Bisa Isi Air Minum Gratis

Seluruh stasiun LRT Jabodebek saat ini sudah dilengkapi fasilitas water station. Penumpang dapat menikmati fasilitas tersebut secara gratis dan aman, sambil membentuk kebiasaan baik dengan membawa botol minum sendiri.

Baca juga: Ada Andil Jokowi, Penumpang LRT Jabodebek Meningkat Ribuan Orang

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengungkapkan tersedianya water station ini merupakan bagian dari inisiatif PT KAI untuk mendukung gaya hidup sehat di kalangan pengguna.

“Langkah ini juga sejalan dengan upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta mendukung kampanye cinta lingkungan,” ujarnya.

Berikut adalah rincian jumlah water station yang terdapat di setiap stasiun LRT Jabodebek:

Dukuh Atas: 2 unit
Setiabudi: 2 unit
Rasuna Said: 2 unit
Kuningan: 2 unit
Pancoran: 2 unit
Cikoko: 2 unit
Ciliwung: 1 unit
Cawang: 2 unit
TMII: 1 unit
Kampung Rambutan: 2 unit
Ciracas: 2 unit
Harjamukti: 2 unit
Halim: 2 unit
Jatibening Baru: 1 unit
Cikunir I: 1 unit
Cikunir II: 1 unit
Bekasi Barat: 2 unit
Jatimulya: 2 unit

Penyediaan water station di seluruh stasiun merupakan komitmen KAI untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. KAI ingin memastikan bahwa setiap perjalanan dengan LRT Jabodebek tidak hanya nyaman tetapi juga mendukung kesehatan dan kebiasaan positif pengguna.

Penggunaan water station di stasiun LRT Jabodebek memiliki berbagai manfaat, termasuk kemudahan akses air minum yang bersih dan aman, menjaga hidrasi selama perjalanan, serta berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik.

Baca juga: PT KAI Menuju “Zero Net Emission”, Dari Implementasi PLTS sampai Drinking Water Station

Water station yang KAI sediakan telah memenuhi prasyarat kesehatan yang ketat, dengan air yang telah dianalisis di Water Quality Laboratory (WQL) yang dikelola oleh Coway bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan.

“Kami mengajak seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk memanfaatkan fasilitas water station ini dengan bijak, mendukung gaya hidup sehat, dan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. KAI bertekad untuk terus memberikan pelayanan terbaik, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan transportasi tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan,” tutup Mahendro.

Cerdik dan Bernyali, Pria Tanpa Tiket Berhasil Naik Dua Penerbangan di Bandara Munich

Seorang pria dari Norwegia berhasil naik dua penerbangan tanpa boarding pass atau tiket yang sah di bandara Munich, yang merupakan bandara internasional terbesar kedua di Jerman, dan menjadi bandara kelima tersibuk di Eropa. Setelah awalnya tertangkap, pria itu lolos dari pemeriksaan keamanan keesokan harinya dan terbang ke Swedia.

Baca juga: Tanpa Tiket dan Dokumen, Bocah 13 Tahun ‘Sukses’ Terbang dengan British Airways

Seperti dikutip dw.com (14/8/2024), seorang pelancong Norwegia naik dua penerbangan di bandara Munich, tanpa tiket yang sah untuk kedua pesawat, kata polisi pada hari Selasa. Meskipun penipuannya dengan cepat diketahui pada awalnya, tapi Ia berhasil mencoba trik yang sama hanya sehari kemudian — dan berangkat dengan penerbangan menuju Swedia.

Yang terjadi adalah, pria berusia 39 tahun itu berhasil mengelabui staf keamanan di Bandara Munich untuk pertama kalinya pada tanggal 4 Agustus lalu.

Meskipun penumpang biasanya akan memindai boarding pass mereka di gerbang otomatis, surat kabar Bild Jerman melaporkan bahwa orang Skandinavia yang licik itu berdiri di dekat pelancong lain dan menyelinap masuk tanpa boarding pass.

Uniknya, Ia juga lolos dari staf maskapai di gerbang dan naik pesawat menuju kota Hamburg di Jerman utara. Pesawat itu sudah dipesan penuh dan, karena pria itu tidak punya tempat duduk, tipu dayanya terbongkar.

Sementara calon penumpang gelap itu diserahkan ke polisi dan didakwa, ia segera dibebaskan dan dikembalikan ke bandara sehari kemudian.

Yang membuat heran, dengan menggunakan teknik yang sama, ia menyelinap ke dalam pesawat menuju pesawat tujuan Stockholm yang tidak dipesan penuh, kata juru bicara polisi Sebastian Pinta. Kali ini, pesawat itu lepas landas dengan dia di dalamnya.

Penemuan ini mengejutkan di Stockholm. Ketika ia tiba di ibu kota Swedia, pria itu dengan cepat menarik perhatian staf bandara, karena ia ingin segera terbang kembali ke Munich.

Tapi ia kali ini berhasil ditangkap oleh polisi Swedia, yang juga menemukan bahwa ia membawa pisau dengan bilah sepanjang 10 sentimeter. Meskipun demikian, Pinta mengatakan pria itu dianggap tidak menimbulkan ancaman.

Juru bicara Bandara Munich Henner Euring mengatakan keadaan pelanggaran itu sedang diklarifikasi tetapi akan memakan waktu. “Kami sedang menyelidiki bagaimana penumpang tersebut dapat melewati pemeriksaan boarding pass otomatis sebelum pemeriksaan keamanan. Maskapai juga memeriksa boarding pass di gerbang keberangkatan, tempat mereka bertanggung jawab atas pemeriksaan tersebut.”

Polisi Jerman mengatakan pria tersebut sedang diselidiki atas tuduhan masuk secara ilegal dan penipuan transportasi.

Delapan Kisah Penumpang Gelap Sembunyi di Roda Pesawat, Empat Di Antaranya WNI