Bukan Sekedar Item dalam Sapaan Pilot ke Penumpang, Informasi ‘Ketinggian’ Punya Arti Lain

Selain mendapat sapaan manis dari pramugari, penumpang yang telah bersiap mengudara dalam suatu pemerbangan umumnya juga bakal mendapat sambutan dari pilot/kopilot. Lewat saluran mikrofon, pilot biasanya akan memperkenalkan nama, lamanya penerbangan, perbedaan waktu di daerah tujuan dan ketinggian terbang nantinya.

Baca juga: Otoritas Penerbangan Sipil Perancis: Ponsel 5G Wajib Dimatikan Karena Ganggu Instrumen Ketinggian Pesawat

Nah, yang disebut terakhir, yakni informasi ketinggian terbang, mengapa hal tersebut harus disampaikan oleh pilot? Bukankah informasi ketinggian terbang bisa jadi justru membuat sebagian penumpang menjadi gelisah atau takut. Pilot pada penerbangan komersial biasanya menginformasikan ketinggian terbang kepada penumpang sebagai bagian dari komunikasi rutin untuk beberapa alasan:

1. Menjaga Penumpang Terinformasi
Memberikan informasi mengenai ketinggian terbang membantu menjaga penumpang tetap terinformasi tentang kondisi penerbangan. Ini juga bisa memberikan rasa tenang dan kenyamanan, karena penumpang mengetahui bahwa pesawat berada dalam kendali yang baik dan pilot terus memantau ketinggian secara rutin.

2. Memberikan Konteks untuk Pengalaman Penerbangan
Ketinggian terbang sering dihubungkan dengan pengalaman yang dirasakan oleh penumpang, seperti perubahan tekanan kabin, suhu di luar, atau pemandangan yang terlihat dari jendela. Mengetahui ketinggian terbang dapat membantu penumpang memahami beberapa sensasi yang mereka alami selama penerbangan, seperti saat pesawat menanjak atau menurunkan ketinggian.

3. Menyampaikan Informasi Utama
Informasi tentang ketinggian terbang adalah bagian dari informasi keselamatan penerbangan yang lebih luas. Dengan memberikan informasi ini, pilot menunjukkan bahwa mereka memantau semua aspek penerbangan, termasuk ketinggian, yang sangat penting untuk keselamatan.

4. Menjaga Keterlibatan Penumpang
Pengumuman ini juga dapat meningkatkan keterlibatan penumpang dengan penerbangan mereka. Penumpang mungkin lebih memperhatikan fase-fase penerbangan, seperti saat pesawat mencapai ketinggian jelajah atau saat mulai menurunkan ketinggian menuju pendaratan.

5. Bagian dari Protokol Penerbangan
Menginformasikan ketinggian terbang adalah bagian dari protokol komunikasi standar dalam penerbangan komersial. Ini memastikan bahwa pilot tetap berkomunikasi secara aktif dengan penumpang selama penerbangan.

Pengumuman ketinggian terbang oleh pilot adalah bagian dari upaya untuk menjaga komunikasi yang baik, memberikan kenyamanan, dan memastikan penumpang merasa terinformasi tentang kondisi penerbangan. Ini adalah salah satu cara pilot menunjukkan bahwa mereka memantau dan mengendalikan penerbangan dengan cermat.

Mengapa Ada Batasan Ketinggian Terbang untuk Pesawat? Ini Jawabannya

Tawarkan Paket Perjalanan Khusus, Garuda Indonesia dan BRI Gelar “Umrah Travel Fair” 2024

Setelah sukses pada pelaksanaan tahun lalu, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Agustus 2024 di Main Atrium & Mossaic Walk Kota Kasablanka Mall, Jakarta Selatan.

Baca juga: Dengan Airbus A330-900, Garuda Indonesia Kembali layani Rute Umrah Surabaya-Jeddah

BRImo sebagai official mobile banking partner serta berbagai exhibitor travel agent dan non-travel agent, pada pelaksanaan GUTF ini yang merupakan GUTF kedua yang dilaksanakan, Garuda Indonesia menawarkan berbagai pilihan paket perjalanan Umrah maupun Haji Plus bagi para pengguna jasa dengan periode perjalanan mulai 1 September 2024 hingga 31 Juli 2025.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa gelaran GUTF 2024 kali ini merupakan inisiatif berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk menjembatani kebutuhan aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci melalui penyediaan layanan penerbangan yang aman dan nyaman dengan penawaran harga yang kompetitif dan berbagai nilai tambah lainnya.

“Mempertimbangakan populasi masyarakat Muslim Indonesia yang merupakan salah satu populasi muslim terbesar di dunia, gelaran GUTF 2024 kali ini tentunya kami laksanakan untuk menjawab peningkatan permintaan perjalanan menuju Tanah Suci dari tahun ke tahun,” jelas Irfan.

Pada gelaran GUTF perdana tahun 2023 lalu, Garuda Indonesia mencatatkan total transaksi yang mencapai lebih dari 133 persen dari nominal transaksi yang ditargetkan dengan total pembelian tiket penumpang perjalanan umrah mencapai 17.403 penumpang.

Lebih lanjut, dalam gelaran GUTF 2024 ini, Garuda Indonesia bersama BRImo sebagai official mobile banking partner turut memberikan berbagai nilai tambah untuk para pengguna BRImo, yaitu cashback Saldo BRImo Rp100 ribu, cashback sampai dengan Rp1 juta untuk pemegang Kartu Debit BRI, dan berbagai hadiah menarik lainnya untuk pemilik Tabungan BritAma. Selain itu, para pemegang Kartu Kredit BRI bisa mendapatkan cashback sampai dengan Rp2 juta, cicilan 0% hingga 24 bulan, dan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik setiap Apply Kartu Kredit BRI.

Regional CEO BRI Hendra Winata mengatakan BRI terus berupaya memberikan yang terbaik dan pelayanan yang prima untuk seluruh pengguna BRImo, tidak terbatas dalam pengelolaan keuangan namun juga membantu kemudahan akses layanan perbankan selama melaksanaan perjalanan umrah.

“Dengan hadirnya BRImo Super Apps, peserta umrah dapat melakukan berbagai transaksi perbankan di luar negeri hanya dalam genggaman, diantaranya fitur transfer Internasional. Selain itu, BRI juga senantiasa meningkatkan pelayanan Perbankan , sehingga BRI dapat menemani dan memudahkan transaksi masyarakat selama perjalanan umrah baik dalam penggunaan Kartu Debit maupun Kredit. Dengan demikian, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas ibadah umrah dengan biaya yang efisien dan lebih terjangkau.” jelas Hendra.

Sementara itu, partisipasi BRI di event ini adalah sebagai upaya BRI dalam mengembangkan pasar produk digital banking BRI, BRImo, melalui berbagai kalangan agar BRImo dapat digunakan secara luas di berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak muda pecinta musik. Yuk, download BRImo di Google Play Store, App Store, dan Huawei AppGallery sekarang untuk merasakan kemudahan transaksi perbankan dalam genggaman!

Selain itu, Garuda Indonesia juga turut menawarkan harga promo tiket penerbangan umrah untuk group booking di antaranya tiket penerbangan kelas ekonomi Jakarta – Jeddah pp mulai Rp 13,9 jutaan, tiket kelas ekonomi Jakarta – Madinah pp mulai 14,4 jutaan, dan tiket kelas bisnis dengan harga mulai dari Rp 31,2 jutaan. Selain itu, pengguna jasa juga dapat mengakses diskon pembelian deposit Rp 2 juta per penumpang serta Program Happy Hour dengan harga tiket mulai Rp 11,7 jutaan.

Selain memberikan penawaran tiket penerbangan umrah dengan harga khusus, Garuda Indonesia juga turut memberikan berbagai nilai tambah lainnya seperti Welcome Bonus 1.700 GarudaMiles, Double Deals pembelian GarudaMiles GoldPrivilege, Diskon Lounge Bandara Soekarno-Hatta sebesar 20 persen, dan Diskon mencapai 25 persen untuk pembelian merchandise pada layanan GarudaShop.

Tips Sopan Buang Angin Selama Perjalanan, Intinya Harus Tetap “Dicicil”

Jangan Anggap Enteng, Ini Pentingnya Gunakan Penutup Telinga Selama Penerbangan

Masalah pada telinga kerap dialami oleh penumpang pesawat udara dan ada yang menyebut, menggunakan penutup telinga saat naik pesawat udara bisa sangat penting bagi beberapa orang, terutama selama lepas landas dan mendarat. Apa benar demikian?

Baca juga: Permen ‘Tak Lagi’ Disajikan oleh Pramugari Sebelum Take-off, Ini Penjelasannya

Menggunakan penutup telinga saat naik pesawat tidak selalu diperlukan, tetapi bisa sangat membantu bagi mereka yang sensitif terhadap perubahan tekanan atau kebisingan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penutup telinga dapat membantu dalam penerbangan/

1. Mengurangi Ketidaknyamanan Akibat Perubahan Tekanan
Selama lepas landas dan mendarat, pesawat mengalami perubahan tekanan udara yang cepat. Perubahan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit di telinga, yang dikenal sebagai “ear barotrauma” atau “ear popping.” Menggunakan penutup telinga atau earplugs yang dirancang khusus dapat membantu mengatur aliran udara dan tekanan, mengurangi risiko barotrauma dan membuat transisi tekanan lebih nyaman.

2. Mengurangi Kebisingan
Pesawat dapat sangat berisik, terutama selama lepas landas, mendarat, dan saat terbang pada ketinggian jelajah. Mesin pesawat, turbulensi, dan kebisingan dari penumpang lain dapat membuat lingkungan kabin kurang nyaman. Penutup telinga atau headphone peredam bising dapat mengurangi kebisingan latar belakang, yang membantu mengurangi stres dan kelelahan, serta membuat perjalanan lebih nyaman, terutama dalam penerbangan jarak jauh.

3. Perlindungan Telinga
Bagi mereka yang sensitif terhadap suara keras, kebisingan di dalam pesawat dapat berpotensi merusak pendengaran jika terpapar dalam jangka waktu yang lama. Penutup telinga dapat memberikan perlindungan tambahan.

4. Meningkatkan Kualitas Tidur
Jika Anda ingin tidur selama penerbangan, mengurangi kebisingan adalah kunci. Penutup telinga atau headphone yang baik dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih tenang, memudahkan tidur, dan mengurangi kelelahan setelah penerbangan.

Apakah Ada Pesawat yang Dibuat untuk Meredam Kebisingan Mesinnya?

Kurangi Emisi Karbon, Lufthansa Pasang “Kulit Hiu” pada Armada Pesawat Jarak Jauh

Maskapai penerbangan sering kali terjebak antara keinginan untuk mengurangi emisi tetapi juga meningkatkan laba. Namun kedua keharusan yang berbeda ini sebenarnya bisa berjalan selaras. Mengurangi emisi karbon berarti membakar lebih sedikit bahan bakar dan menghabiskan lebih sedikit uang untuk membeli bahan bakar.

Baca juga: Kurangi Emisi Karbon, Cathay Pacific Tanyakan Apakah Frequent Flyer Bersedia Membawa Peralatan Makan Sendiri di Kelas Bisnis

Dan itu sebabnya maskapai asal Jerman, Lufthansa meniru trik dari ‘dunia hewan’, yakni dengan menerapkan lapisan khusus yang menyerupai kulit hiu (sharkskin) ke bagian-bagian pada pesawat.

Dalam hal dekarbonisasi, mengurangi emisi perjalanan udara merupakan prioritas tinggi sekaligus tugas yang sulit. Secara global, lalu lintas udara menyumbang sekitar 2,5 persen emisi karbon, tetapi karena emisi tersebut dipancarkan di ketinggian, penelitian telah menemukan bahwa efek pemanasan mungkin hampir dua kali lebih besar.

Masalahnya adalah sangat sulit untuk menyaingi kepadatan energi volumetrik bahan bakar jet, yang mengandung hampir 50 kali lebih banyak megajoule per liter daripada alternatif seperti hidrogen, etanol, atau baterai lithium-ion. Hal itu tidak menjadi masalah bagi transportasi darat atau laut, di mana berat dan volume tidak terlalu penting, tetapi hal itu menjadi kendala nyata untuk mengganti pesawat jet ke sumber bahan bakar yang berbeda.

Bahan bakar karbon sintetis jelas sangat diminati oleh sektor penerbangan, tetapi bahan bakar ini memiliki masalah tersendir, yaitu biofuel dapat mengalihkan lahan pertanian dari penyediaan makanan bagi manusia, dan penangkapan karbon dioksida secara langsung melalui udara untuk mengubahnya menjadi metana (dan kemudian bahan bakar hidrokarbon yang lebih kompleks) membutuhkan banyak energi dan sangat mahal, mungkin menghabiskan biaya lima kali lipat dari minyak yang diekstraksi dari bawah tanah.

Untuk itu, Lufthansa rencananya akan memasang empat pesawat Boeing 777-200ER (yang dioperasikan oleh Austrian Airlines) dengan teknologi kulit hiu, bergabung dengan 17 badan pesawat lainnya (Boeing 747-400 Lufthansa, 12 Boeing 777-200ER Swiss, dan empat Boeing 777F Lufthansa Cargo), yang sudah menggunakan lapisan film tersebut.

Hampir 9.000 kaki persegi (830 m2) permukaan pesawat—di sepanjang badan pesawat dan juga nacelle mesin—akan ditutupi dengan lembaran film AeroSHARK, yang meniru sisik pada kulit hiu asli dengan pita setebal 50 mikron yang mengurangi gesekan dengan meminimalkan lapisan batas turbulen.

Pada hiu, dihitung bahwa ini setara dengan sekitar 10 persen pengurangan hambatan dibandingkan kulit halus, dan penggunaan pendekatan ini telah membantu perenang Olimpiade berenang di air dengan lebih mudah. Namun, itu berlaku untuk berenang di air; dampaknya pada pesawat yang terbang di udara lebih kecil, tetapi seharusnya tetap menghemat bahan bakar sekitar 1 persen per penerbangan.

“Kami menganggap serius tanggung jawab ini dan mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk mengurangi emisi CO2 dalam operasi penerbangan kami. Pada satu persen, potensi efisiensi kulit hiu mungkin tidak terdengar banyak, tetapi secara total akan menghemat ribuan ton CO2 per tahun pada penerbangan jarak jauh,” kata COO Austrian Airlines Francesco Sciortino.

Ia menambahkan, “meskipun Boeing 777-200ER kami sudah memasuki tahun-tahun terakhir masa pakainya, kami memanfaatkan investasi ini untuk selangkah lebih dekat dengan target pengurangan CO₂.

Kurangi Emisi Karbon, Japan Airlines dan Sumitomo Tawarkan Sewa Pakaian Bagi Turis Asing

Sambut ‘Satu Tahun Melayani’ LRT Jabodebek Rayakan dengan Pameran Foto dan Turnamen Basket

Jelang memperingati satu tahun operasional, LRT Jabodebek menggelar serangkaian kegiatan istimewa untuk merayakan pencapaian penting dalam tema ‘Satu Tahun Melayani’. Kegiatan ini diharapkan mengapresiasi dukungan masyarakat dan semua pihak yang terlibat, serta memperkuat komitmen LRT Jabodebek dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.

Baca juga: Seluruh Stasiun LRT Jabodebek Dilengkapi Water Station, Penumpang Bisa Isi Air Minum Gratis

Mulai tanggal 19 hingga 28 Agustus 2024, Stasiun Cawang akan bertransformasi menjadi venue pameran foto yang menampilkan perjalanan LRT Jabodebek dari fase konsepsi hingga operasional. Pameran ini menggambarkan berbagai proses penting seperti peletakan batu pertama, uji coba, hingga peresmian untuk mengedukasi masyarakat mengenai tantangan dan pencapaian yang telah dilalui LRT Jabodebek. Pameran ini terbuka untuk masyarakat dan menyediakan sudut-sudut instagramable untuk para pengunjung.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Baowono menyampaikan pameran ini tidak hanya menjadi tempat untuk melihat dan berfoto, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang efektif.

“Dengan hadirnya pameran ini, kami ingin masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang proses dan upaya yang diperlukan dalam penyediaan layanan transportasi publik yang handal,” ujar Mahendro.

Bersamaan dengan pameran, LRT Jabodebek juga menyelenggarakan ‘LRT Jabodebek Basketball Tournament’ yang diikuti oleh klub-klub dari stakeholder termasuk anak perusahaan KAI, Adhi Karya, DJKA, INKA, dan MRTJ. Turnamen ini bertujuan mempererat hubungan antar stakeholder dan memperkuat rasa kebersamaan melalui olahraga.

Mahendro mengungkapkan kegembiraannya atas dukungan kepada LRT Jabodebek yang diterima selama setahun ini.

“Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan dukungan dari masyarakat. Kami berharap kegiatan ini akan memperkuat hubungan LRT Jabodebek dengan masyarakat yang kami layani,” tutup Mahendro.

Ada Tindak Kejahatan di Stasiun, LRT Jabodebek: Waspada Hoax

10 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia, Ada Dimana Saja Ya?

Karena kondisi geografis di Indonesia yang didominasi kontur gunung dan perbukitan, menjadikan populasi terowongan kereta banyak di negeri ini, yang bila dikaitkan dengan sistem perkeretaapian di Jawa dan Sumatera, identitas terowongan tak bisa dilepaskan dari kelancaran layanan, dan uniknya hampir sebagian besar terowongan kereta yang ada di Indonesia merupakan sisa peninggalan Belanda.

Baca juga: Kokoh Layaknya Seekor Gajah, “Terowongan Gunung Gajah” Masih Eksis Dilintasi Kereta

Dari 19 terowongan kereta yang ada di Indonesia, ada 10 terowongan yang masuk kategori terpanjang, tidak semuanya masih aktif digunakan saat ini, dan berikut diantaranya

1. Terowongan Wilhelmina
Memiliki panjang 1208 meter menjadikan terowongan yang menghubungkan kereta api Pangandaran dari Banjar dengan Cijulang ini menjadi yang terpanjang di Indonesia. Sayangnya terowongan ini tak lagi berfungsi dikarenakan banyak rel yang hilang dan sudah dipenuhi tanaman merambat. Bangunan terowongan ini di buat oleh Belanda dan diresmikan tanggal 1 Juni 1921.

2. Terowongan Sasaksaat
Dibangun antara tahun 1902-1903 oleh Staatsspoorwagen (SS) perusahaan kereta api Hindia Belanda tersebut membelah bukit Cipedong di kampung Sasaksaat, desa Sumur Bandung, Bandung Barat. Memiliki panjang sekitar 949 meter, bukan hanya menjadi terowongan terpanjang saja melainkan juga terwongan terpadat di Indonesia, karena di lewati kurang lebih 44 kereta api setiap harinya. Terowongan Sasaksaat sendiri berada di antara jalur Padalarang dan Purwakarta dan diantara Stasiun Sasaksaat dan Maswati.

3. Terowongan Eka Bakti Karya
Berada di Sumber Pucung, Malang tepatnya 5 km setelah stasiun Sumber Pucung, terowongan ini memiliki panjang sekitar 850 meter. Disebelah terowongan ini, terdapat bendungan Ir Sutami dan saat ini terowongan Eka Bakti Karya dikelola oleh Daerah Operasional VIII Surabaya.

Terowongan Eka Bakti Karya

4. Terowongan Sawahlunto
Dengan panjang sekitar 827 meter, terowongan Sawahlunto menjadi terowongan yang dilewati lokomotif Mak Itam untuk wisata. Letaknya sendiri berada diantara stasiun Sawahlunto dan stasiun Muara Kalaban.

5. Teowongan Mrawan
Letaknya yang dekat dengan stasiun Mrawan di kabupaten Jember dan dibangun tahun 1901-2901 oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia Belanda ini memiliki panjang 690 meter. Letak terowongan ini sendiri juga dekat dengan kawasan wisata Gumitir dan menembut Gunung Gumitir yang membatasi Jember dengan Banyuwangi.

6. Terowongan Lampegan
Dibangun tahun 1881-1884 oleh perusahaan kereta Belanda, Terowongan Lampegan berada di antara Cianjur dan Sukabumi. Sempat ambruk pada 8 Februari 2001 silam, terowongan dengan panjang 687 meter ini kemudian direnovasi ulang.

7. Terowongan Kupitan
Tak banyak sejarah tentang terowongan kereta dengan panjang 600 meter dan berada di antara Muara kalaban dan Padang Sibusuak, Sumatera Barat. Saat ini yang diketahui hanya tahun pembangunannya 1921 dan tertera di pintu masuk terowongan yang satu ini.

Terowongan Tebing Tinggi

8. Terowongan Ijo
Berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah, terowongan tua ini dibangun tahun 1885-1886 dengan sistem kerja paksa di masa penjajahan Belanda, terowongan dengan panjang 580 meter ini masih beroperasi hingga kini. Terowongan ijo juga menjadi lokasi syuting film Kereta Api Terakhir dan Daun di Atas Bantal.

9. Terowongan Tebing Tinggi
Sama dengan Terowongan Gunung Gajah, Terowongan ini juga terletak di Sumatera Selatan, tepatnya di Talang Banyu, desa Tanjung Kupang, kecamatan Tebing Tinggi. Terowongan yang memiliki panjang sekitar 424 meter ini, termasuk salah satu terowongan yang masih aktif di Indonesia. Tapi karena kurangnya perawatan, sehingga terlihat di beberapa bagian tampak mengalami kerusakan akibat goncangan dan gerusan air hujan.

Baca juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

10. Terowongan Gunung Gajah
Berada di urutan ke sepuluh, terowongan Gajah memiliki panjang 368 meter dan terletak di Sumatera Selatan di antara stasiun Bunga Mas dan Lahat. Namanya sebenarnya bukan stasiun Gunung Gajah Melainkan stasiun Willem Synja.

Meriahkan HUT ke-48 PT DI, “DI Edutainment” Siapkan Diskon Spesial 48 Persen

Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang jatuh pada tanggal 23 Agustus 2024, DI Edutainment ikut memeriahkan momentum HUT tersebut dengan menghadirkan diskon menarik sebesar 48% untuk pembelian tiket DI Edutainment khusus pada tanggal 24 Agustus 2024, yang biasanya tiket tersebut dibanderol dengan harga Rp35.000/orang.

Baca juga: PT DI dan Intercrus Aero Jalin Kerja Sama Kembangkan “Intercrus Sola” Advanced Air Mobility 

DI Edutainment merupakan sebuah program edukasi yang disediakan oleh PTDI untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin mengetahui lebih dalam tentang industri pesawat terbang satu-satunya di Asia Tenggara. Sejak pendiriannya di tahun 2023, DI Edutainment telah menerima banyak respon positif dari masyarakat, tidak hanya dari masyarakat Bandung dan Jawa Barat saja, melainkan juga dari luar pulau Jawa, yang secara akumulasi hingga saat ini telah mencapai lebih dari 50.000 pengunjung umum yang dibuka setiap hari Sabtu & Minggu.

Program DI Edutainment ini terdiri dari kegiatan Factory Tour menggunakan DI Edubus, yang mengambil start dari DI Runway 29 Café, lalu masuk ke dalam kawasan PT DI dan melintasi beberapa hanggar pesawat terbang, sambil dipandu dan dijelaskan oleh tour guide terkait beberapa produk pesawat PT DI seperti NC212i, CN235, N219, UAV Elang Hitam/PTTA Wulung, Rudal Nasional dan Roket, serta produk-produk dari Anak Perusahaan PT DI, dalam hal ini PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) dan IPTN North America (INA) Inc.

Selain itu, pengunjung juga diperkenankan mengambil swafoto di area static display pesawat dan mengunjungi Mock Up Gallery yang di dalamnya terdapat mock up pesawat CN235 produksi PT DI, dimana pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam area cockpit dan cabin pesawat CN235 tersebut, serta beberapa pajangan miniatur produk pesawat terbang PT DI, dengan total durasi trip/perjalanan kurang lebih selama 40 menit.

Hari Ini, 37 Tahun Lalu, CN-235 Pesawat Turboprop Kebanggaan Indonesia Terbang Perdana

Inilah Economy Sky-Dream, Tempat Tidur Tiga Tingkat untuk Penumpang Kelas Ekonomi Jarak Jauh

Kursi nyaris tegak lurus di kelas ekonomi mungkin tak ada masalah bagi penumpang pada penerbangan jarak pendek di bawah satu setengah atau dua jam. Namun, di atas itu, apalagi penerbangan internasional antar-benua, penumpang yang duduk di kursi model itu dipastikan tidak nyaman dan ingin segera menyudahi penerbangan.

Baca juga: Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

Namun, itu tidak akan pernah terjadi andai seluruh maskapai merealisasikan konsep Economy Sky-Dream dari perusahaan konsultan dan teknik Belanda, ADSE.

Sebetulnya, penumpang kelas ekonomi jarak jauh sudah mulai mendapai kenyamanan lebih, seperti tempat duduk ergonomis dan leg room lega. Tetapi, tetap saja, tidak ada pengalaman tidur nyaman seperti di rumah. Masalah itulah yang ingin dipecahkan ADSE melalui konsep Economy Sky-Dream.

Dilansir Simple Flying, alih-alih coba menghadirkan lebih banyak ruang di kabin, mereka berpikir akan lebih brilian bila menghadirkan tempat tidur di atas kepala atau kursi penumpang. Bukan hanya satu tetapi dua tempat tidur, menggantikan kompartemen bagasi di bagian atas.

Perlu digaris bawahi, konsep tempat tidur tiga tingkat ini hanya ditujukan untuk kelas ekonomi pesawat widebody Airbus A350 dan Boeing 777.

Sebelum mulai menikmati tempat tidur tiga tingkat ini, seluruh penumpang akan memulai taxiing dan lepas landas dari kursi sebagaimana mestinya. Ini disebut seating mode atau mode tempat duduk. Barulah setelah pesawat meluncur stabil di udara, penumpang bisa menikmati sensasi tidur di kelas ekonomi di tempat tidur tiga tingkat.

Penumpang cukup menaiki tangga untuk mencapai tempat tidur di tingkat kedua dan ketiga. Masing-masing tempat tidur dilengkapi dengan life vests atau sejenis lampu baca, passenger service unit (PSU) berupa ventilasi, masker oksigen saat dalam keadaan darurat dan USB charge. Kursi kosong yang ditinggali penumpang juga bisa dimanfaatkan menjadi tempat tidur. Jadi, total ada tiga tempat tidur.

Karena kompartemen bagasinya pindah ke bawah kursi, pastinya penumpang harus membawa barang-barang yang diinginkan terlebih dahulu sebelum ke tempat tidur tingkat dua dan tiga.

Saat waktunya menyantap hidangan, penumpang kabin kelas ekonomi ini bisa kembali ke kursi di bawahnya, dan mengaktifkan mode foldable table atau meja lipat, mengingat tidak ada meja lipat dari seatback kursi depan. Untuk kenyamanan lebih, penumpang juga bisa mengangkat armrest agar terasa lebih luas.

Pada umumnya, maskapai menerbangkan widebody mereka dengan konfigurasi 10 kursi atau 3-4-3. Adapun konsep Economy Sky-Dream berkurang satu kursi menjadi 3-3-3. Ini tentu menjadi kendala terberat maskapai untuk merealisasikan konsep tersebut, mengingat hilang satu kursi di setiap row bisa berdampak buruk pada arus kas perusahaan.

Akan tetapi, hal itu cepat-cepat diluruskan perusahaan. Melalui Maurice Boon, konsultan teknis untuk ADSE, ia menjamin hal itu tertutup dengan biaya ekstra yang dikeluarkan penumpang di kursi tempat tidur tiga tingkat ini.

Baca juga: Intip Konsep Peacock Suites, Desain Hotel ‘Terbang’ Super Mewah Pesawat di Masa Depan

“Kepadatan penumpang yang berkurang dapat dikompensasikan dengan harga tiket untuk penumpang yang menerbangkan ranjang susun. Penurunan berat badan dari lebih sedikit penumpang dan lebih sedikit barang bawaan cukup signifikan dan mungkin dapat mengurangi berat keseluruhan untuk seluruh bagian tempat tidur susun (bunk beds),” katanya kepada Runway Girl Network.

Bila masalah revenue bisa dijawab, bagaimana dengan masalah safety atau kenyamanan, khususnya saat dalam keadaan darurat. Biasanya, konsep kursi pesawat inovatif seringkali terkendala di sini hingga pada akhirnya konsep tersebut tak pernah terwujud di penerbangan komersial. Apakah konsep kursi Economy Sky-Dream salah satunya? Menarik ditunggu.

Mau Duduk Nyaman di Bus? Jangan Salah Pilih Kursi

Sudah bukan rahasia lagi jika memilih posisi kursi menjadi pilihan awal sebelum berangkat naik bus. Terkadang banyak juga yang tidak memilih posisi kursi alias yang penting duduk dan nyaman. Padahal kenyamanan tempat duduk apalagi di bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) atau pariwisata adalah kunci kita menikmati perjalanan.

Baca juga: Punya Tinggi Tak Wajar, Penumpang Bingung Saat Duduk di Kursi Halte Bus Ini

Tapi, pernahkah Anda pernah berpikir posisi tempat duduk mana yang paling nyaman di dalama bus? Dikutip dari quora.com ada beberapa jawaban yang menarik untuk dicoba dalam pemilihan kursi di dalam bus agar nyaman dalam menikmati perjalanan.

Beberapa orang mengatakan, duduk dimanapun di kursi bus adalah hal yang sama saja. Yang terpenting adalah saat menikmati perjalanan dan nyaman untuk duduk. Namun, beberapa orang lainnya beranggapan lainnya. Ada yang akan memilih di dekat pintu keluar, artinya duduk di kursi bagian depan di tingkat pertama bila bus itu ada dua tingkat.
kursi31Biasanya bila duduk di dekat pintu keluar, saat menggunakan angkutan umum adalah hal paling nikmat dan indah. Hal ini dikarenakan Anda akan merasa leluasan dan tidak sesak apalagi di jam sibuk. Selain itu, ruang gerak lebih luas dan jarak penglihatan pada tempat tujuan Anda jadi lebih mudah terlihat. Ini penempatan tempat duduk bila Anda menggunakan bus sebagai angkutan umum Anda.

Namun, bila Anda menggunakan bus AKAP atau pariwisata ada hal yang berbeda dalam pemilihan kursi. Untuk Anda yang mabok darat baiknya jangan duduk di belakang atau di bagian depan karena goncangan bus paling terasa. Hal ini justru akan membuat Anda bertambah mual, tapi kalau Anda memang menginginkan duduk di kursi depan atau belakang dan seorang yang mabuk perjalanan, baiknya minum obat mabuk seperti Antimo ini bisa membuat Anda tertidur.

Namun, kemungkinan besar bila itu adalah bus AKAP dan Anda sendirian baiknya duduk di tengah, karena bila duduk di bagian belakang, kemungkinan untuk menjadi korban pencopetan akan semakin besar. Lain lagi bila di bus pariwisata atau pergi dengan keluarga duduk dimana saja kemungkinan untuk was-was pencopetan akan jauh dari pikiran Anda.

Pilihan terbaik bila menaiki bus baik AKAP maupun pariwisata, pilih duduk di tengah dekat lorong,ini adalah pilihan tempat duduk yang paling aman dan nyaman. Di sini memang kurang nyaman untuk menikmati pemandangan diluar melalui jendela. Tetapi tempat ini adalah yang paling aman.

Baca juga: Ngeri, Jarum Jahit Ditemukan Tertancap di Kursi Bus Tingkat 

Hal ini terlihat jelas, memang semua orang akan selalu berharap sampai di tujuan dengan selamat, aman dan nyaman. Tapi namanya insiden terkadang tak bisa di hindarkan, duduk di tengah adalah pilihan paling tepat, selain aman, bila bus menabrak sesuatu Anda tidak akan ikut terpental ke depan atau saat duduk di belakang dan bus tiba-tiba di tabrak dari belakang kepala Anda bisa saja terantuk kursi.

Selain itu, bila duduk ditengah biasanya lebih aman dan nyaman karena tidak terlalu merasakan goncangan saat bus berjalan di jalan berkelok atau ngebut.

Rumah Makan Umega, dari Usaha Menambah Gaji Hingga Jadi Bagian Penting Tradisi Merantau Orang Minang

Bicara soal bus antar kota antar provinsi (AKAP) jurusan Bandung-Jabodetabek-Sumatra Barat, tentu saja tak boleh melewatkan rumah makan yang satu ini. Rumah makan yang dimaksud adalah RM Umega yang ada di pinggir Jalan Lintas Tengah Sumatra, Gunung Medan, Dharmasraya, Sumbar.

Baca juga: Sajian di Rumah Makan PO Bus AKAP, Jurus Pemikat Loyalitas Penumpang

Rumah makan tersebut didirikan oleh salah satu pegawai kejaksaan di Dharmasraya, Zubir Sutan Bagindo pada medio 1970-an. Nama Umega sendiri merupakan sebuah akronim dari “Usaha Menambah Gaji”.

Seiring berjalannya waktu, usaha menambah gaji yang dilakukan Zubir justru menghasilkan uang lebih besar dari gajinya. Dari sebuah rumah makan kecil, RM Umega berkembang menjadi berkembang menjadi tempat istirahat terpadu dengan fasilitas rumah makan, toko oleh-oleh, ATM, musala, hotel, hingga SPBU.

Menu makanan yang tersedia di RM Umega sama seperti dengan rumah makan Padang atau Ampera Minang kebanyakan. Ada rendang, ayam gulai, ayam bakar, gulai cancang (daging cincang), telur balado, nasi goreng padang, soto padang dan lain-lain. Tentu saja, tersedia pula sayur pucuk ubi (daun singkong), gulai cubadak (nangka), serta sambal hijau.

Menu makanan yang dijual di RM Umega harganya boleh dikatakan cukup bersahabat untuk ukuran rumah makan di Jalur Lintas Sumatra. Harganya mulai dari belasan ribu rupiah hingga Rp28.000 untuk satu piring nasi beserta sayur dan lauk lengkap.

Rasa dan kebersihannya juga konsisten terjaga selama puluhan tahun. Termasuk kebersihan fasilitas toilet, kamar mandi, dan musalanya.

Oleh karena itu, rumah makan ini juga menjadi pilihan bagi pengendara kendaraan pribadi yang melintas di Jalur Lintas Tengah Sumatra. Saat, musim mudik tiba, area parkir Umega seringkali penuh oleh kendaraan pribadi berplat nomor luar kota, khususnya Jakarta dan Bandung.

Saat ini, perusahaan otobus (PO) yang berhenti rehat di RM Umega antara lain adalah PO Naikilah Perusahaan Minang (NPM), PO Family Raya Ceria (FRC), PO Armada Bumi Minang (ABG), PO Transport Express, PO Lubuk Basung Jaya (LBJ) Transport, PO Putra Rafflesia, PO Epa Star, PO Gumarang Jaya dan PO Palala. Beberapa armada milik PO Antar Lintas Sumatra (ALS) juga kerap terlihat mampir di rumah makan tersebut.

Di sisi lain, RM Umega ternyata punya tempat tersendiri di hati orang Minang, utamanya para perantau yang menuju ke Jawa lewat jalan darat. Sebab, rumah makan tersebut sempat menjadi rumah makan satu-satunya bagi bus yang berangkat dari Sumbar menuju Jawa.

Perantau Minang kawakan yang pernah merasakan bagaimana merantau atau kembali ke kampung halaman menggunakan bus pada medio 1970-awal 2000-an tentunya tak asing dengan rumah makan ini. Kesan tersendiri itu juga ada kaitannya dengan keberadaan pengamen saluang atau alat musik tradisional Minang di teras rumah makan.

Alunan saluang yang merdu seakan menyambut para perantau yang akan kembali ke kampung halamannya di Ranah Minang. Sebaliknya, bagi para perantau yang akan kembali ke tanah rantauan, alunan saluang seakan-akan menjadi salam perpisahan di ujung Bumi Minangkabau.

Baca juga: Pelayanan Rumah Makan Minang dan Karakter Penumpang, Jadi Sebab Bus AKAP Lintas Sumatera Tak Sediakan Makan

Dharmasraya merupakan kabupaten paling barat yang ada di Sumbar. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jambi dan menjadi pintu gerbang masuk ke Ranah Minang dari Jawa atau dari bagian selatan Sumatra. (Bisma Satria)