Wacana Tarif KRL akan Naik Rp500, Ini Penjelasan dari KCI

Menggunakan transportasi massal di wilayah Jabodetabek memang sudah sangat di mudahkan untuk melakukan perjalanan ke berbagai kawasan. Apalagi ditambah dengan tarif yang sangat terjangkau dan penggunaan yang mudah lebih sangat terasa bagi masyarakat yang setia pengguna Kereta Rel Listrik (KRL).

Berbagai fasilitas yang diberikan, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah sangat membantu bagi penumpang di tiap-tiap stasiun maupun selama di perjalanan kereta api. Dengan tarif yang sudah terjangkau, masyarakat pun bisa menikmati fasilitas yang ada. Tak hanya itu tarif terendah yang diberikan sepanjang perjalanan 25 kilometer adalah Rp3.000. Namun, berbagai informasi di media sosial mengatakan bahwa rencana adanya kenaikan tarif perjalanan KRL sebesae Rp500.

Direktur Utama PT KCI, Mochamad Purnomosidi mengungkapkan soal potensi kenaikan tarif KRL. Namun, saat ini rencana kenaikan tarif KRL masih dikaji secara mendalam. Purnomo bilang, rencana kenaikan tarif dipertimbangkan untuk menekan subsidi yang saat ini ditanggung pemerintah. Sehingga harga tiket KRL nantinya menjadi Rp 3.500 dari harga saat ini yang sebesar Rp 3.000.

Meski demikian, Purnomo menegaskan kenaikan tarif KRL tidak akan diputuskan secara terburu-buru. Selain masih dikaji, pihaknya juga harus meminta izin kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). KCI menurutnya juga mempertimbangkan agar subsidi KRL ke depannya lebih tepat sasaran.

Sebagai informasi, saat ini pemerintah memberikan subsidi agar penumpang KRL bisa menikmati tarif murah Rp3.000 untuk 25 kilometer pertama. Kemudian tarifnya sebesar Rp1.000 untuk 10 km berikutnya. Purnomo mengungkapkan wacana KRL prioritas. Wacana itu menurutnya juga jadi alternatif solusi untuk menekan beban anggaran subsidi tarif KRL.

Selain menghadirkan layanan KRL prioritas, opsi lain yang juga dipertimbangkan untuk mengurangi beban subsidi adalah menaikkan tarif KRL. Namun, ia menegaskan kedua opsi tersebut masih berupa alternatif dan belum menjadi keputusan akhir. Jika wacana tersebut direalisasikan, KRL prioritas akan memiliki waktu tempuh yang lebih cepat dibandingkan KRL reguler.

Sebagai informasi, saat ini pemerintah memberikan subsidi agar masyarakat dapat menikmati tarif KRL yang relatif murah. Subsidi tarif tersebut diberikan pemerintah melalui skema public service obligation (PSO) yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Selama ini, kenaikan biaya operasional KRL belum diimbangi dengan penyesuaian tarif.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, beban subsidi pemerintah berpotensi semakin meningkat dan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada 2024 lalu, Kementerian Perhubungan juga sempat mengungkapkan wacana untuk menerapkan skema subsidi baru agar lebih tepat sasaran bagi pengguna transportasi publik.

Dampak Ekonomi KA Kahuripan: Kereta Termurah yang Hidupkan Jalur Selatan Jawa

Mau Berlibur ke Istanbul? Baca Dulu Beberapa Tips Berikut Ini!

Ada beberapa maskapai internasional yang melayani rute Jakarta – Istanbul (Turki), namun diantaranya hanya satu maskapai yang melayani penerbangan langsung (direct flight), yakni Turkish Airlines yang terbang setiap hari mengantarkan wisatawan dari Tanah Air menuju Istanbul, kota bersejarah yang membelah Asia dan Eropa dengan Sungai Bosporus-nya.

Baca Juga: Mau Melancong? Yuk Intip Biaya Visa on Arrival Saat Tiba di Bandara Luar Negeri

Istanbul memang menjadi daya tarik favorit wisatawan dari Indonesia, sebut saja disana Anda bisa melihat The Blue Mosque, Hagia Sophia Cathedral, menghabiskan waktu berjalan-jalan di Alun-alun Sultanahmet, hingga melintasi Jembatan Galata yang terkenal merupakan beberapa spot wisata yang tidak boleh Anda lewatkan. Lalu, apa saja yang mesti Anda perhatikan sebelum melancong Negeri Kebab tersebut? Berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa tips tersebut versi laman huffingtonpost.com.

Jangan Lupa Visa!

ilustrasi visa. Sumber: kompas.com

Selain tentunya paspor, Turki merupakan salah satu negara yang masih memerlukan visa untuk kita masuk ke dalamnya. Tenang, Anda tidak perlu bersusah payah untuk mencari Kedutaan Besar Turki di negara domisili Anda, karena Pemerintah Turki telah membuat situs web yang akan memudahkan Anda untuk mengajukan permohonan, membayar, dan mendapatkan visa Anda secara online dalam hitungan menit (visa on arrival).

Biaya pembuatan visa itu sendiri beragam, tergantung negara domisili Anda. Pastikan pula paspor Anda masih aktif ketika hendak melakukan permohonan pengajuan visa. Untuk berjaga-jaga, segeralah mencetak visa manakala sudah terbit, karena Anda harus menunjukkan visa tersebut ke beberapa petugas bandara sebelum Anda tiba di counter kontrol paspor. Jadi, visa yang sudah dicetak tersebut akan sangat memudahkan Anda pasca de-plane (turun dari pesawat).

Kedatangan pun Akan Memakan Waktu yang Lama

Sumber: tmgrup.com.tr

Jika Anda menjadwalkan sebuah pertemuan satu jam setelah landing di Turki, hampir dapat dipastikan Anda akan melewati pertemuan tersebut, karena proses keluar bandara akan memakan waktu yang sangat lama, walaupun visa yang sudah Anda cetak berada di tangan. Biasanya di hari-hari sibuk, proses keluar dari bandara akan memakan waktu kurang lebih satu jam, tentunya perkiraan waktu tersebut bisa berubah kapan pun.

Petunjuk: Sebenarnya ada dua customs control di kedua ujung koridor terminal kedatangan. Jika Anda menghadap ke arah pintu keluar, customs control yang berada di ujung kanan biasanya tidak terlalu ramai. Jika di area tersebut sudah ramai, dapat dipastikan Anda akan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam untuk mengurus perijinan tersebut.

Meninggalkan Turki Akan Lebih Sulit Ketimbang Datang
Jika fase di atas sudah cukup membuat Anda muak, pastikan kesabaran Anda sudah teruji karena proses meninggalkan Turki akan memakan waktu yang lebih lama daripada Anda datang ke negara ini. Anda akan melawati serangkaian proses pengecekkan keamanan sebelum Anda harus melakukan kontrol parspor lagi. Setelah melewati tahap tersebut, Anda akan melewati satu fase pengecekkan keamanan lagi sebelum Anda tiba di pintu menuju tarmac. Layaknya di terminal kedatangan, terdapat dua customs control zone di terminal keberangkatan.

Usahakan Untuk Tidak Jajan di Bandara

Sumber: aa.com.tr

Layaknya di beberapa bandara di dunia, harga penganan hingga souvenir yang ditawarkan tentu akan lebih tinggi daripada di pusat kota. Namun harga yang ditawarkan di beberapa bandara di Turki memiliki perbandingan harga yang sangat signifikan. Disarankan untuk menahan diri atau mempersiapkan segalanya secara matang sehingga Anda tidak perlu “melubangi dompet” Anda untuk berbelanja di bandara.

Baca Juga: Jalan Ini Hubungkan Jepang dan Turki Sepanjang 20.000 Km!

Ada pula keunikan dari beberapa bandara di sini. Satuan mata uang yang mereka gunakan di sini adalah Euro, bukan Lira Turki. Jadi, bisa Anda hitung sendiri selisih harga antara 30 Euro dan 30 Lira!

Satu lagi tips yang mungkin berguna bagi Anda yang hendak berkunjung ke Turki, yaitu Anda bisa menggunakan Tram sebagai moda andalan untuk berkendara selama berada di sini. Jika Anda ingin merasakan sensasi moda lain di Turki, Anda bisa menggunakan bus atap terbuka yang dapat dijangkau melalui Alun-alun Sultanahmet. Jadi, sudah lebih siap kan untuk berlibur ke Turki?

Guncangan di Timur Tengah: Menakar Peluang Istanbul dan Singapura Geser Dominasi Hub Dubai

Krisis geopolitik yang melanda Timur Tengah telah memberikan guncangan hebat pada model bisnis mega-hub yang selama ini dikuasai oleh Dubai (DXB), Abu Dhabi (AUH), dan Doha (DOH). Penutupan ruang udara dan pembatalan penerbangan massal memaksa maskapai global mencari rute alternatif yang lebih stabil.

Berikut adalah analisis mengenai bandara-bandara yang berpeluang kuat mengambil alih peran sebagai hub penerbangan internasional jarak jauh:

1. Istanbul Airport (IST), Turki
Istanbul saat ini menjadi kandidat paling kuat untuk menyerap limpahan trafik dari Teluk. Terletak di titik temu Eropa dan Asia, Istanbul berada di luar zona konflik langsung namun tetap cukup dekat untuk melayani rute transkontinental. Dengan target kapasitas 200 juta penumpang per tahun pada 2030, IST memiliki infrastruktur yang sanggup menampung lonjakan penumpang transit.

Ditunjang oleh agresivitas Turkish Airlines, maskapai ini memiliki jaringan terbang ke lebih banyak negara daripada maskapai lain, menjadikannya pengganti alami bagi Emirates atau Qatar Airways.

Bandara Istanbul Resmikan Operasional ‘Triple Runway’ – Tingkatkan Kapasitas Penerbangan dan Mengurangi Waktu Delay

2. Bandara Internasional Changi (SIN), Singapura
Untuk rute antara Eropa/Australia dan Asia Tenggara, Changi tetap menjadi pilihan utama yang paling aman. Di tengah ketidakpastian politik, Singapura menawarkan stabilitas total. Data Maret 2026 menunjukkan Changi masih memimpin dalam kualitas layanan transit (layover). Jika rute melalui Dubai dianggap berisiko, penumpang dari Australia menuju Eropa cenderung memilih transit di Singapura lalu mengambil rute utara atau selatan yang menghindari wilayah konflik.

3. Bandara Internasional Indira Gandhi (DEL), India
India sedang bertransformasi dari sekadar pasar domestik menjadi pusat transit global. Dengan dibukanya Noida International Airport pada pertengahan 2026 untuk mendampingi Delhi, kapasitas di wilayah ibu kota India melonjak drastis. Di bawah kepemilikan Tata Group, Air India sedang memperkuat model hub-and-spoke mereka untuk menyaingi dominasi maskapai Teluk, khususnya untuk rute menuju Amerika Utara dan Eropa.

4. Addis Ababa Bole (ADD), Ethiopia
Bagi rute yang menghubungkan Asia ke Amerika Selatan atau Afrika Tengah, Addis Ababa menjadi pintu gerbang yang semakin relevan. Ethiopian Airlines telah membangun jaringan yang sangat kuat di Afrika. Jika Dubai terganggu, trafik dari Asia menuju pasar berkembang di Afrika akan bergeser ke sini.

Krisis 2026 ini menunjukkan bahwa ketergantungan global pada satu titik transit (seperti Dubai yang menangani hampir 14% trafik transit dunia) sangat berisiko. Analis memprediksi akan terjadi dua tren utama, yaitu Fragmentasi Hub, trafik tidak lagi terpusat di satu kota, melainkan tersebar ke Istanbul, Singapura, dan India. Kedua Penerbangan Langsung, maskapai akan lebih banyak menggunakan pesawat hemat bahan bakar seperti Boeing 787 atau Airbus A350 untuk terbang langsung, menghindari kebutuhan transit di wilayah yang bergejolak.

Meskipun Dubai memiliki infrastruktur yang sulit tertandingi, Istanbul dan India adalah pemenang terbesar dalam jangka pendek secara geopolitik, sementara Singapura tetap menjadi “safe haven” bagi pelancong internasional.

Imbas Krisis Timur Tengah, Qantas Resmi Batalkan Penerbangan Non-Stop Perth-London

Garuda Indonesia Group Siapkan 1,3 Juta Kursi untuk Mudik Lebaran 2026

Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode peak season Idulfitri 1447 H/2026. Kapasitas tersebut disiapkan untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026.

Dari total kapasitas tersebut, 616 ribu kursi disediakan oleh Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink, yang didukung oleh 7.634 frekuensi penerbangan, terdiri dari 3.325 penerbangan Garuda Indonesia dan 4.309 penerbangan Citilink.

Sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya permintaan, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight) yang terdiri dari 146 penerbangan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.

Kami memproyeksikan bahwa terdapat sejumlah rute yang akan memiliki permintaan cukup tinggi yakni, antara lain Jakarta–Padang, Jakarta–Medan, Jakarta–Balikpapan, Jakarta–Pekanbaru, dan Jakarta–Jambi untuk rute domestik. Sementara untuk rute internasional mencakup Jakarta–Singapura, Jakarta–Jeddah, Jakarta–Madinah, serta Denpasar–Narita (Tokyo).

Adapun Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan kesiapan kapasitas penerbangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

“Momentum Idulfitri menjadi periode yang paling ditunggu bagi masyarakat untuk kembali berkumpul dengan keluarga maupun berlibur. Karena itu kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran,” ujar Dani.

Kesiapan operasional tersebut didukung oleh 101 armada yang terdiri dari 60 armada Garuda Indonesia dan 41 armada Citilink. Armada Garuda Indonesia meliputi 6 Boeing 777-300ER, 11 Airbus A330 Series, dan 43 Boeing 737-800NG. Sementara armada Citilink terdiri dari 39 Airbus A320 dan 2 ATR 72-600.

Selain kesiapan armada, Garuda Indonesia Group juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran. Garuda Indonesia juga mengaktifkan Posko Lebaran di sejumlah hub utama serta melibatkan karyawan melalui program piket operasional peak season.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Lebaran, Garuda Indonesia Group memperkuat kesiapan operasional dan layanan secara menyeluruh mulai dari memastikan kesiapan awak pesawat, menjaga kelaikan armada melalui perawatan berkala, standar layanan dan mitigasi irregularities, hingga memastikan kesiapan infrastruktur sistem dan layanan ground handling.

Di sisi lain, dukungan terhadap kemudahan pembelian tiket turut didukung oleh Garuda Indonesia Group melalui implementasi kebijakan stimulus pemerintah melalui potongan harga tiket penerbangan kelas ekonomi domestik yang telah berlaku sejak 10 Februari 2026 untuk periode penerbangan 14–29 Maret 2026.

Stimulus tersebut berasal dari kombinasi kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, penyesuaian Passenger Service Charge (PSC), serta fuel surcharge, yang diproyeksikan memberikan potongan harga tiket pada kisaran 13–18 persen.

Dani menambahkan bahwa penetapan harga tiket Garuda Indonesia sendiri telah mengacu kepada aturan pemerintah yakni Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan oleh regulator.

“Kami berharap kesiapan angkutan Lebaran ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Dani.

Kehilangan Mahkota Bintang Lima: Skytrax Turunkan Peringkat Garuda Indonesia Jadi Maskapai Bintang 4

 

Air New Zealand Batalkan 1.100 Penerbangan Akibat Krisis Bahan Bakar

Krisis energi yang dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah kini mulai berdampak langsung ke wilayah Pasifik. Air New Zealand, maskapai nasional Selandia Baru, secara resmi mengumumkan pembatalan sekitar 1.100 jadwal penerbangan mulai pertengahan Maret hingga awal Mei 2026. Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar avtur yang mencapai level yang dianggap maskapai sebagai “volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Keputusan ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 44.000 penumpang selama dua bulan ke depan. CEO Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, menjelaskan bahwa pembatalan ini setara dengan pengurangan sekitar 5% dari total kapasitas layanan maskapai. Prioritas pengurangan jadwal difokuskan pada layanan off-peak atau jam tidak sibuk, terutama untuk rute domestik dan beberapa rute internasional jarak pendek. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan bagi penumpang, di mana sebagian besar dari mereka akan dialihkan ke jadwal penerbangan lain pada hari yang sama.

Penyebab utama dari turbulensi operasional ini adalah meroketnya harga avtur global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah—khususnya dampak dari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sempat memutus jalur pasokan minyak di Selat Hormuz. Data pasar menunjukkan harga avtur yang biasanya berada di kisaran US$85 per barel, melonjak tajam hingga dua kali lipat dalam hitungan hari. Selain pembatalan jadwal, Air New Zealand juga telah menaikkan tarif tiket secara merata di seluruh rute untuk menutupi biaya operasional yang membengkak.

Krisis ini juga memberikan tekanan besar pada konektivitas regional di Selandia Baru. Beberapa rute menuju kota-kota seperti Tauranga, Nelson, dan Marlborough akan mengalami pengurangan frekuensi mingguan. Meski demikian, pihak maskapai menegaskan bahwa tidak ada rute yang dihapus sepenuhnya. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mempertahankan konektivitas nasional sambil menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar di tengah ketidakpastian pasar minyak dunia.

Bagi industri penerbangan global, langkah Air New Zealand ini menjadi sinyal peringatan bahwa stabilitas energi sangat rentan terhadap guncangan geopolitik. Jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut tanpa solusi diplomatik, bukan tidak mungkin maskapai lain di kawasan Asia-Pasifik akan mengikuti langkah serupa.

Bagi para pelancong, era tiket murah tampaknya harus berakhir sementara, digantikan oleh penyesuaian jadwal yang dinamis dan kenaikan biaya perjalanan sebagai konsekuensi logis dari krisis energi yang sedang melanda dunia.

Gegara ‘Masalah Komputer’, Boeing 777-300ER Air New Zealand Tujuan Singapura RTB Setelah Tujuh Jam Mengudara

Atasi Akses Sulit, Pemkot Bogor Usulkan Stasiun Ciomas Disinggahi KRL

Jalur kereta api Bogor – Sukabumi saat ini sudah mulai ramai dinikmati masyarakat. Tak hanya yang berdomisili di Bogor maupun Sukabumi, tapi masyarakat dari Jakarta pun juga menikmati kereta api di jalur yang terkenal paling legendaris ini. Ya, semenjak diluncurkannya Kereta Api Pangrango, antusiasme masyarakat semakin tinggi untuk berwisata ke destinasi tujuan wilayah Sukabumi.

Beberapa stasiun yang di lewati Kereta Api Pangrango pun membuat penumpang semakin praktis dan efisien karena melewati berbagai area pedesaan yang terbantu dengan aktifnya stasiun tersebut sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Namun, diantara jalur yang dilewati Kereta Api Pangrango hingga kini masih ada satu stasiun yang terbilang belum aktif tapi terlihat cukup rapi.

Stasiun ini bernama Ciomas. Stasiun ini terletak di Kertamaya, Bogor Selatan, Bogor, stasiun yang terletak pada ketinggian +349 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun yang letaknya paling selatan di Kota Bogor. Walaupun diberi nama Ciomas, secara administratif stasiun ini terletak sangat jauh di tenggara Kecamatan Ciomas.

Hingga saat ini Stasiun Ciomas belum juga digunakan. Padahal peron, bangunan stasiun, dan sistem persinyalan sudah bagus dan bisa digunakan. Tak hanya itu, pemandangan di sekelilingnya pun menawarkan panorama hutan dan pedesaan serta adanya sungai yang membuat area stasiun terasa nyaman dan asri. Ternyata alasan Stasiun Ciomas masih belum bisa digunakan karena adanya kendala.

Kendala tersebut merupakan hal yang terjadi karena akses dari jalan raya menuju Stasiun Ciomas. Maka dari itu, stasiun ini masih belum bisa digunakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengusulkan maupun memberikan solusi untuk perpanjang relasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline hingga Stasiun Cigombong.

Usulan tersebut sudah disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dengan menanyakan fungsi dari keberadaan Stasiun Ciomas di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Diketahui bahwa keberadaan Stasiun Ciomas ini bersebelahan dengan aset milik pengembang Rancamaya atau PT Sinarmas. Sehingga dengan diusulkannya perpanjangan relasi KRL, masyarakat di wilayah Bogor Selatan, khususnya Rancamaya, Kertamaya, Genteng, dan sekitarnya bisa mengakses layanan KRL tanpa harus menuju Stasiun Bogor. Namun, PT KAI beralasan bahwa tidak beroperasinya Stasiun Ciomas karena akses kendaraan yang tidak memadai.

Dedie menambahkan bahwa pemerintah kota telah melakukan peninjauan langsung bersama sejumlah perangkat daerah untuk memastikan rencana pembangunan akses jalan menuju stasiun tersebut. Ia menyebut pembukaan akses sangat penting agar fasilitas stasiun dapat dimanfaatkan masyarakat.

Tentunya pembangunan akses jalan menuju Stasiun Ciomas akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk PT KAI. Pemerintah Kota Bogor juga membuka kemungkinan pembiayaan melalui skema kerja sama maupun tanggung jawab sosial perusahaan.

Dengan adanya akses jalan yang memadai, Stasiun Ciomas diharapkan dapat berfungsi sebagai simpul transportasi baru di Kota Bogor. Hal ini dinilai dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus membantu mengurangi kepadatan transportasi di pusat kota.

Selain Jalurnya yang Tertua, Dua Stasiun di Jalur Sukabumi – Cianjur Ini Juga Saksi Sejarah Terkenal di Era Kolonial

Uji Coba KRL 12 SF Lintas Rangkasbitung Terjadi Kendala, Ternyata Ini Penyebabnya

Masyarakat Jabodetabek melakukan aktivitas tentu menginginkan transportasi yang nyaman dan praktis. Seperti pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Ya, di berbagai jalur yang terkenal dengan banyaknya pengguna KRL bahkan tingginya animo masyarakat yang menggunakannya sudah terbiasa dengan angkutan massal ini. Selain di jalur Bogor maupun Bekasi, tingginya masyarakat pengguna KRL juga terlihat pada jalur Rangkasbitung.

Tentu saja lintas antara Tanah Abang hingga Rangkasbitung maupun sebaliknya telah digunakan masyarakat sejak saat elektrifikasi masuk di jalur tersebut. Apalagi dengan banyaknya perjalanan KRL, masyarakat bisa menyesuaikan jadwal dan waktu kedatangan di berbagai stasiun yang dilewati. Walaupun perjalanan KRL cukup banyak, namun di setiap rangkaian hanya beroperasi paling banyak hanya 10 SF (Stamformasi) saja.

Disaat itulah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjawab keinginan masyarakat sebagai pengguna setia Commuter Line khususnya di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung maupun sebaliknya untuk menambah SF seperti pada jalur Bogor dan Bekasi/Cikarang. Mengingat jalur Rangkasbitung sudah semakin padat akan penumpang. Apalagi sudah ada Stasiun Jatake yang telah diresmikan agar penumpang dengan mudah mengakses perjalanan KRL.

Menurut Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi mengatakan, tengah menguji coba rangkaian KRL 12 SF rute Tanah Abang – Rangkasbitung. Selama perjalanan uji coba tersebut berjalan aman seperti biasa. Namun sangat disayangkan di tengah perjalanan KRL tersebut mengalami kendala akibat persoalan daya listrik. Meski begitu, uji coba KRL 12 gerbong di jalur tersebut masih terus berlangsung.

Saat ini permasalahan kelistrikan tersebut, KCI masih mengkaji kembali dan mengecek sejumlah gardu listrik yang berada di jalur tersebut. Tentunya, KCI akan mengoperasikan rangkaian KRL 12 SF di jalur yang sama apabila hasil uji coba dinyatakan berhasil dan tidak terjadi kendala baik dari kelistrikan maupun kendala lainnya.

Purnomo mengungkapkan, dalam uji coba yang masih berlangsung tersebut ditemukan sejumlah gardu listrik di jalur Rangkasbitung yang belum cukup kuat untuk menunjang operasional KRL dengan 12 SF tersebut. Saat pengujian dilakukan, beberapa gardu listrik mengalami trip atau mati.

Tentunya KCI sendiri tak tinggal diam begitu saja, solusi terbaik agar masyarakat bisa merasakan KRL dengan rangkaian 12 SF pun harus ditemukan. Saat ini KCI masih terus mencari solusi agar percobaan perjalanan 12 gerbong KRL jalur Rangkasbitung bisa lancar. Alternatif solusi yaitu bisa dengan menambah daya listrik atau mengubah pengaturan pada gardu listrik.

Ke depannya tentu uji coba rangkaian KRL 12 SF tersebut dilakukan untuk mengatasi kepadatan penumpang di rute Tanah Abang – Rangkasbitung. Purnomo mengakui pertumbuhan jumlah penumpang di jalur tersebut sangat tinggi. Artinya PT KAI dan PT KCI berkomitmen bagaimana bisa memberikan yang terbaik buat penumpang supaya terwujud.

Sebelumnya jenis KRL yang diuji coba menggunakan rangkaian yang sudah ada, yakni seri kereta 205. KRL 12 SF yang diuji coba pun selalu berhenti di stasiun dan terlihat sejumlah petugas tampak memeriksa rangkaian KRL dari sisi luar dan dalam. Petugas lainnya, juga tampak mengukur jarak gerbong paling ujung depan dengan ujung peron kereta. Setelah di uji coba, selanjutnya masih ada evaluasi bertahap yang akan dilakukan. Alasannya, supaya memastikan prasarana pendukung tersebut dapat mengakomodir untuk pengoperasian Commuter Line dengan stanformasi 12 SF.

Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Masih Mau Berburu Diskon? Tenang, Tiket KA 30 Persen Diperpanjang Hingga 20 Maret 2026

Walaupun masyarakat masih war tiket kereta api untuk arus mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) masih terus membuka tiket kereta api terutama untuk layanan kereta api tambahan. Calon penumpang juga bisa memilih jenis kereta api apa dengan destinasi tujuan sesuai yang tertera pada pemesanan tiket baik secara online maupun offline (loket stasiun).

Tak sampai disitu saja, KAI masih terus tebar diskon tiket kereta api dengan rute sesuai pilihan masyarakat. Biasanya rute yang ramai di pesan adalah dari Jakarta (Gambir/Pasar Senen) menuju le Cirebon, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Malang, hingga Surabaya. Beberapa tiket kereta api pun masih tersedia, walaupun tiket kelas ekonomi dengan harga subsidi sudah ludes terjual.

Maka dari itu, KAI terus berikat diskon 30 persen bagi masyarakat yang beruntung membeli tiket kereta api untuk rute yang diinginkan. Disini, KAI menghadirkan program promo mudik dalam ‘Ramadan Festive 2026’. Program tersebut berupa promo reguler dengan diskon sampai 30%. Mengutip dari akun Instagram resmi KAI (@kai121_), pemesanan tiket dapat dilakukan pada 9 Maret 2026 mulai pukul 00.00 WIB. Berikut syarat dan ketentuannya:

• Pembelian tarif diskon ini dapat dilakukan di seluruh channel penjualan pada 9 Maret 2026.
• Tarif diskon berlaku untuk periode keberangkatan 9-20 Maret 2026.
• Tarif diskon tidak berlaku untuk kereta luxury, compartment, dan kereta wisata.
• Tarif diskon tidak berlaku pada tarif khusus serta tidak dapat digabungkan dengan reduksi dan/atau diskon lainnya.
• Tiket dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan dan diubah jadwal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Jadwal dan daftar kereta dapat dilihat melalui aplikasi Access by KAI.
• Berlaku selama alokasi tiket dan tarif diskon masih tersedia.

Berdasarkan informasi resmi dari KAI, berikut cara untuk membatalkan tiket kereta secara online lewat Access by KAI:

• Pemohon pembatalan adalah penumpang yang bersangkutan atau salah satu penumpang yang data dirinya telah terdaftar pada aplikasi Access by KAI serta menggunakan akun Access by KAI pemohon.
• Pembatalan tiket melalui Aplikasi Access by KAI dapat dilakukan selambat-lambatnya dua jam sebelum kereta api berangkat dan kode booking yang dimiliki berstatus “Paid”.
• Jika lewat dari waktu tersebut, maka proses pembatalan dilakukan di loket stasiun.
• Untuk pembatalan tiket, dikenakan bea sebesar 25% dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan.
• Pengembalian dana pembatalan estimasi 7 hari terhitung sejak pengajuan pembatalan dilakukan.
• Pengembalian bea hanya melalui skema transfer bank dan E-Wallet.
• Pengembalian bea dapat dikirimkan ke rekening salah satu penumpang yang ada di dalam kode booking tiket yang dibatalkan. Nama dan nomor rekening bank yang diinput harus sesuai dengan nama dan nomor pada buku rekening bank.
• Apabila terdapat kesalahan input nama atau nomor rekening bank oleh pelanggan, maka proses pembatalan akan ditolak oleh sistem dan penumpang dapat melakukan pembatalan manual di loket stasiun yang ditentukan perusahaan.
• Apabila proses pengembalian bea tiket yang dibatalkan mengalami kegagalan transfer, maka penumpang akan mendapat pemberitahuan berupa notifikasi sms dan email serta berhak mendapatkan bea tiket yang dibatalkan paling lama/maksimal 1 tahun terhitung sejak proses pembatalan dilakukan.
• Jika dalam waktu 1 tahun sejak proses pembatalan, bea pengambilan tiket tidak diambil, maka bea tersebut akan menjadi milik perusahaan.
• Pembatalan secara online juga dapat dilakukan apabila pembelian sebelumnya melalui situs online selain aplikasi Access by KAI. Kode booking dapat masuk ke menu “Tambahkan Tiket” dan nama yang terdapat di dalam tiket terdaftar sebagai user Access.

Berubah Pikiran? Begini Cara Ubah Jadwal dan Pembatalan Tiket Kereta Api pada Perjalanan Mudik

Cara Aman Hindari Cidera Saat Mengangkat Barang Bawaan

Jangan anggap enteng urusan mengangkat barang, apalagi jika barang yang diangkat bobotnya lumayan berat. Salah posisi dalam mengangkat, bisa-bisa persedian dan pinggang malah bisa cidera. Mengetahui cara mengangkat barang rasanya mutlak diketahui, khususnya bagi Anda penumpang kendaraan umum yang biasa naik kereta api dan bus.

Baca juga: Mudik Meriah, Porter Hasilkan Cuan Dapat Berkah

Dengan mengetahui cara yang mengangkat barang bawaan dengan benar, maka  risiko terkena cidera bisa dikurangi, dan perjalanan Anda bisa berlangsung nyaman sampai tujuan. Dilansir KabarPenumpang.com dari safetysign.co.id, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengangkat barang dengan mudah.

1. Gunakan alat pelindung
Anda harus selalu melindungi tangan dan kaki dengan alat yang sesuai. Agar tangan dan kaki tidak lecet atau cidera.

2. Gunakan tangga
Saat akan mengangkat benda, baiknya letakkan di tempat lebih tinggi atau bisa menggunakan tangga agar mencegah resiko cidera akibat mengangkat beban berat. Jadi jangan langsung mengambil benda tersebut dari tempat yang tinggi.

hima-k3.ppns.ac.id

3. Pastikan bentuk barang bawaan
Baiknya periksa dulu barang bawaan sebelum Anda mengangkat. Ini perlu dilihat karena takut barang yang Anda bawa permukaannya tidak rata atau ada yang menonjol.

4. Lakukan dengan jongkok
Kalau Anda mengangkat dari bawah, baiknya berjongkok atau melipat satu kaki untuk memudahakan mengangkat barang tersebut.

5. Mengangkat beban lurus
Jangan pernah saat mengangkat barang dengan memutar tubuh, ini bisa mengakibatkan Tulang punggung bermasalah. Angkat barang dengan lurus.

6. Selalu tegak
Setiap mengangkat barang, baiknya tubuh Anda selalu tegak, maksimal kemiringan 15 derajat untuk mengurangi tekanan pada bagian perut.

safetysign.co.id

7. Berat sesuai kemampuan
Angkatlah barang yang sesuai dengan kemampuan Anda. Bila barang lebih berat jangan pernah memaksa untuk mengangkatnya atau jangan sesekali Anda mengangkat barang dengan berat yang sama sebanyak dua tumpuk, ini akan membuat tulang punggung cidera dan sakit.

8. Tarik barang agar mudah
Bila barang yang akan diangkat berada di bawah meja atau rak, tarik sebelum mengangkatnya. Kemudian, tahan dengan kaki untuk memudahkan mengangkat barang tersebut.

Baca juga: Aneh Tapi Nyata! Seorang Wanita Terkunci di Dalam Bagasi Bus

9. Mengangkat bersama
Bila barang yang akan diangkat terlalu berat, baiknya jangan sendirian. Panggil beberapa orang untuk mengangkat secara bersamaan. Biasanya mengangkat barang dengan bersama akan lebih mudah dan ringan daripada mengangkat sendiri. Dengan bersamaan otot ataupun tulang punggung Anda tidak akan sakit.

10. Gunakan alat bantu
Gunakan alat bantu seperti troli atau gerobak untuk mengangkat beban yang lebih berat dan sulit diangkut. Dengan demikian maka akan mempermudah Anda dalam mengangkat beban.

Solusi Kemacetan Manila: Jepang Sebut Modernisasi Kereta Api Jadi Kunci Utama

Masalah kemacetan kronis di wilayah metropolitan Manila dan sekitarnya terus menjadi tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi Filipina. Menanggapi hal ini, Pemerintah Jepang melalui para pakar dan lembaga kerja samanya menyatakan bahwa sistem perkeretaapian yang telah ditingkatkan dan terintegrasi adalah solusi paling efektif untuk mengurai benang kusut lalu lintas di negara tersebut.

Dalam laporan terbaru pada Minggu (8/3/2026), Jepang menekankan pentingnya percepatan proyek-proyek infrastruktur rel untuk menyediakan moda transportasi massal yang andal, cepat, dan efisien bagi jutaan warga Filipina.

Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah menjadi mitra strategis utama Filipina dalam pengembangan jaringan transportasi rel. Beberapa proyek mercusuar yang tengah menjadi sorotan antara lain:

Metro Manila Subway: Proyek kereta bawah tanah pertama di Filipina yang diharapkan mampu mengangkut ratusan ribu penumpang per hari, mengurangi beban kendaraan di jalan raya secara signifikan.

North-South Commuter Railway (NSCR): Jaringan rel ambisius yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Luzon, yang dirancang untuk mempersingkat waktu tempuh antar provinsi secara drastis.

Pihak Jepang menyebutkan bahwa dengan standar teknologi Shinkansen yang diterapkan, keandalan waktu dan keamanan perjalanan akan menarik minat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi publik.

Peningkatan sistem perkeretaapian diyakini tidak hanya akan menyelesaikan masalah kemacetan (traffic woes), tetapi juga memberikan dampak domino yang positif:

1. Produktivitas Nasional: Pengurangan waktu tempuh di jalan berarti meningkatnya jam produktif bagi para pekerja dan pelajar.

2. Efisiensi Logistik: Konektivitas rel yang lebih baik mempermudah distribusi barang, yang pada akhirnya dapat membantu menekan biaya logistik nasional.

3. Pengurangan Polusi: Dengan berkurangnya volume kendaraan bermotor di jalan, emisi karbon di wilayah perkotaan dapat ditekan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Duta Besar Jepang untuk Filipina menegaskan bahwa peningkatan sistem rel ini adalah investasi jangka panjang yang krusial. Jepang berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal di Filipina guna memastikan keberlanjutan operasional sistem perkeretaapian tersebut.

Meskipun pembangunan infrastruktur skala besar seringkali menghadapi tantangan logistik dan pembebasan lahan, Jepang optimis bahwa dengan kolaborasi erat bersama pemerintah Filipina, wajah transportasi publik di Manila akan berubah total dalam beberapa tahun ke depan.

Setelah Delapan Tahun Tiba di Manila, Kereta Metro dari Cina Baru 16 Juli 2025 Beroperasi