8 Unit Lokomotif Datang dari Medan, Railfans Geruduk Pelabuhan Tanjung Priok dan Stasiun Jatinegara

Pemandangan tak biasa terlihat pada Senin 9 Maret 2026 di saat momen yang langka hadir di wilayah Jakarta. Ya, bagi pecinta kereta api (Railfans) suasana pagi hari memang menjadi antusias dengan hadirnya pemandangan yang tak biasa tersebut. Momen itu berawal dari informasi yang beredar di media sosial mereka mengenai mutasi atau pengiriman lokomotif dengan seri BB 203 dan BB 303 dari Medan menuju Jakarta.

Diketahui pengiriman melalui kapal dengan nama Bistari 8 dari Pelabuhan Belawan menuju Tanjung Priok yang membawa beberapa seri lokomotif tersebut merapat di area pelabuhan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu persatu lokomotif diturunkan dari masing-masing truk trailer menuju ke rel yang tersedia di kawasan tersebut. Sejumlah petugas yang menangani aktivitas bongkar seperti pemindahan lokomotif ini terlihat sangat berhati-hati.

Tak hanya itu beberapa railfans yang justru sempat hadir dapat mengabadikan momen tersebut dengan bidikan kamera. Aktivitas pemindahan lokomotif dilakukan mulai pagi hari dalam keadaan kondisi sudah mulai terang. Disisi lain terlihat truk trailer yang mengangkut lokomotif pun menunggu giliran untuk dilakukan bongkaran tersebut.

Selang beberapa jam, tepat pada pukul 14.10 pengiriman lokomotif dari area PT JICT pun mulai dilakukan. Sebanyak 2 unit setiap pengiriman dilakukan secara perlahan dengan kecepatan di bawah 20 km/jam. Ini dilakukan agar kondisi saat dijalankan tetap aman dan tak ada hambatan. Saat kedua lokomotif tersebut mulai jalan perlahan, bidikan kamera dari para railfans pun mulai beraksi. Seakan tak mau ketinggalan momen yang cukup langka tersebut.

Informasi sempat simpang siur, karena biasanya pengiriman lokomotif dari area pelabuhan melewati Stasiun Pasoso dikumpulkan terlebih dahulu di Stasiun Tanjung Priok. Setelah semua terkumpul, barulah lokomotif kiriman dari Depo Cipinang membantu menarik satu persatu unit lokomotif kiriman itu. Namun kali ini agak berbeda, ternyata lokomotif tersebut bisa dijalankan kembali yang dikendarai masinis secara langsung sampai ke Depo Cipinang.

Tak hanya di area PT JICT, railfans yang menunggu di lokasi lain yang dilewati lokomotif kiriman ini sudah siap mengabadikan momen tersebut. Salah satu lokasi favorit adalah Stasiun Jatinegara. Railfans yang mulai berdatangan dari berbagai wilayah pun berkumpul di jalur 5 dan 6 Stasiun Jatinegara. Karena mereka sudah yakin bahwa kiriman lokomotif tersebut melewati jalur yang akan digunakan antara jalur 6, 7 atau pun 8.

Sekitar pukul 15:30 WIB akhirnya terdengar dari pengeras suara Stasiun Jatinegara bahwa ada informasi terdapat lokomotif dinas akan masuk. Namun, yang mereka yakini momen tersebut akan masuk antara jalur 6, 7, atau 8, ternyata salah. Lokomotif kiriman tersebut masuk di jalur 4. Alhasil railfans yang sedikit terkecoh memalingkan pandangan dan kameranya mengarah ke jalur 4.

Suara klakson khas kereta Sumatra pun terdengar berulang kali seperti memanggil dari kejauhan bahwa sebentar lagi akan tiba. Akhirnya terlihat hidung lokomotif dengan nomor BB 203 78 05 dan BB 303 78 07 dengan kedua bercap Depo MDN (Medan) yang pertama kali memasuki jalur Stasiun Jatinegara. Dan tentu saja antusiasme railfans mengabadikan momen langka tersebut akhirnya terobati. Melihat lokomotif asli dari Medan dan penomoran unik jadi bahan konten mereka untuk di unggah ke sosial mereka masing-masing dan betharap jutaan mata tertuju pada konten mereka.

Diketahui pengiriman lokomotif dilakukan sebanyak 8 unit dengan nomor seri sebagai berikut:
• BB 203 78 01
• BB 203 78 02
• BB 203 78 04
• BB 203 78 05
• BB 303 78 01
• BB 303 78 02
• BB 303 78 06
• BB 303 78 07
Entah valid atau tidak bahwa rencana untuk lokomotif seri BB 203 rencana akan di bawa menuju Balai Yasa Yogyakarta untuk melakukan perawatan. Jika memang benar, tentunya lokomotif akan disatukan ke rangkaian kereta api yang mengarah ke Stasiun Yogyakarta.

Usianya Genap 140 Tahun, Stasiun Medan Kini Makin Eksis dan Modern

Serangan Udara di Teheran Hancurkan Satu-satunya Boeing 747-100 yang Tersisa di Dunia

Dunia penerbangan baru saja kehilangan salah satu ikon paling langka dalam sejarah kedirgantaraan. Sebuah serangan udara di Bandara Internasional Mehrabad, Teheran, pada 6 Maret 2026, dilaporkan telah menghancurkan satu unit pesawat tanker KC-747 milik Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF).

Kehancuran ini bukan sekadar kerugian materil bagi kekuatan militer Iran, melainkan penanda berakhirnya era operasional Boeing 747-100 terakhir yang masih aktif terbang di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, serangan tersebut menghantam pesawat yang tengah diparkir di apron bandara. Pesawat dengan nomor registrasi 5-8107 (nomor seri pabrikan 20082) ini menjadi korban dalam operasi yang diklaim merusak sejumlah aset udara di pangkalan tersebut.

Citra yang beredar menunjukkan kerusakan struktural yang sangat parah akibat api pada bagian badan pesawat (fuselage) dan sayap. Di usianya yang telah mencapai 55 tahun, hantaman tersebut secara praktis mengakhiri masa dinas panjang sang “Kucing Besar” yang telah menjadi saksi bisu berbagai gejolak sejarah.

Pesawat yang hancur ini memiliki sejarah yang luar biasa unik. Awalnya diproduksi sebagai varian Boeing 747-131, ia merupakan bagian dari generasi pertama “Jumbo Jet” yang mengubah wajah penerbangan sipil dunia sejak diperkenalkan pada tahun 1970.

Melawan Mustahil: Bagaimana Iran Membangun ‘Boeing Rahasia’ di Tengah Kepungan Sanksi

Perjalanan hidupnya dimulai pada tahun 1971 saat beroperasi untuk maskapai Trans World Airlines (TWA). Namun, takdir membawanya ke ranah militer ketika pada tahun 1975, pesawat ini dikonversi oleh Boeing menjadi pesawat tanker untuk memenuhi pesanan Angkatan Udara Kekaisaran Iran di era Shah. Hebatnya, meski diterpa embargo suku cadang yang sangat ketat pasca-revolusi 1979, teknisi Iran berhasil melakukan keajaiban teknis untuk menjaga raksasa ini tetap layak terbang selama hampir setengah abad.

Sebagai hasil konversi dari pesawat penumpang wide-body, KC-747 menjadi salah satu tanker pengisi bahan bakar terbesar yang pernah ada di dunia. Pesawat ini mampu membawa lebih dari 180.000 liter bahan bakar, memberikan jangkauan operasional yang sangat jauh bagi jet tempur garis depan. Dilengkapi dengan sistem boom dan drogue, ia bertugas menyuplai energi bagi jet-jet tempur legendaris Iran seperti F-4 Phantom dan F-14 Tomcat.

Dengan panjang 70,6 meter, pesawat ini adalah target strategis yang masif. Keberadaannya memungkinkan Iran melakukan patroli udara jangka panjang di wilayah Teluk yang luas.

Kehancuran unit ini membawa dampak yang sangat dalam, baik secara operasional maupun historis. Dari sisi militer, hilangnya KC-747 melumpuhkan kemampuan logistik udara Iran dalam mendukung armada tempurnya untuk terbang jauh dari pangkalan.

Secara historis, dunia kini resmi kehilangan varian 747-100 terakhir yang masih operasional. Varian ini adalah model dasar yang memperkenalkan konsep kabin dua lorong dan dek atas ikonik yang menjadi ciri khas keluarga 747 selama puluhan tahun.

Dengan hancurnya KC-747 di Mehrabad, bab terakhir dari sejarah operasional generasi pertama Boeing 747 kini resmi tertutup. Sang pelopor era jet jumbo itu kini hanya tersisa dalam lembaran buku sejarah dan puing-puing di sudut pangkalan udara yang kini sepi.

Mengintip ‘Isi Perut’ Pesawat yang Dikorbankan Iran Demi Menjaga Langit Tetap Terbuka

Selain Penumpang, Kereta Angkutan Barang Tetap Beroperasi Penuh saat Arus Mudik Lebaran 2026

Angkutan mudik Lebaran 2026 lebih didominasi dengan kersta reguler penumpang yang mengantarkan pemudik menuju ke tempat tujuan. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Divisi Regional (Divre) 1 Sumatra Utara salah satu wilayah memiliki dampak dari arus mudik tersebut cukup signifikan bagi masyarakat sebagai pengguna kereta api.

Bahkan, KAI wilayah tersebut telah mengalokasikan total 2.700 tiket diskon 30 persen untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Tentunya, program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran. Serta dapat memfasilitasi warga yang merencanakan perjalanan lebih hemat sekaligus bebas macet.

Selain angkutan penumpang, KAI wilayah Divre 1 Sumatra Utara juga tetap mengoperasikan angkutan barang yang terus beroperasi selama arus mudik Lebaran 2026. Karena masa angkutan lebaran ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Adapun keputusan itu diambil untuk menjamin kelancaran distribusi logistik serta ketersediaan pasokan energi di wilayah Sumatra Utara, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat tajam.

Menurut Plt Manager Humas KAI Divre 1 Sumatra Utara, Anwar Yuli Prastyo, yang dirangkum laman Antara menjelaskan bahwa peran kereta api tidak hanya vital untuk layanan mudik penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam menjaga rantai pasok komoditas. Hal ini krusial untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah kepadatan arus mudik.

Operasional angkutan barang KAI Divre 1 Sumatra Utara akan berjalan penuh guna menyokong berbagai aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Konsistensi dalam layanan ini sangat penting agar kebutuhan pokok dan komoditas unggulan tetap tersedia bagi masyarakat. Anwar Yuli Prastyo menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan di tengah lonjakan pergerakan masyarakat.

Salah satu prioritas utama dalam layanan angkutan barang ini adalah pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM). KAI Divre 1 Sumatra Utara mengoperasikan hingga tiga perjalanan setiap harinya, mengangkut 48 gerbong dengan total kapasitas mencapai 1.632 kiloliter. Distribusi BBM ini melayani rute strategis dari Labuhan menuju Kisaran serta Siantar.

Selain BBM, distribusi logistik juga didukung oleh pengiriman 19.994 ton petikemas serta 8.045 ton crude palm oil (CPO). Komoditas-komoditas ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri lokal maupun untuk tujuan ekspor, berkontribusi pada perputaran roda ekonomi di Sumatra Utara. KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan ini.

Fokus utama KAI Divre 1 Sumatra Utara tetap pada aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan di seluruh lintas pelayanan kereta api. Ini adalah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh perusahaan. Dengan distribusi logistik yang terjaga, KAI berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan mudik Lebaran dengan nyaman tanpa kendala pasokan kebutuhan pokok. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan ekonomi KAI dalam mendukung kelancaran perayaan hari besar keagamaan.

Bukan Sekadar Tanda, Simbol ‘Lingkaran’ Ini Sudah Sudah Melegenda di Gerbong Kereta Barang

Kereta Motis Selatan Jadi Perjalanan Terlama di Angkutan Lebaran 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Perjalanan Kereta Motis atau kepanjangan dari Motor Gratis ini memang dihadirkan untuk angkutan masyarakat dan barang pada musim libur panjang. Setelah dijalankan pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah pun menghadirkan kembali perjalanan Kereta Motis ini selama angkutan mudik Lebaran 2026.

Diketahui sebanyak 3 rute yang dilewati Kereta Motis ini, diantaranya:

1. Motis Utara melayani Stasiun Kampung Bandan, Pasar Senen, Bekasi, Cikampe, Arjawinangun, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Taeang, dan Cepu pulang-pergi.

2. Motis Tengah melayani Stssiun Kampung Bandan, Pasar Senen, Bekasi, Karawang, Haurgeulis, Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, dan Lempuyangan pulang-pergi.

3. Motis Selatan melayani Stasiun Kampung Bandan, Pasar Senen, Bekasi, Karawang, Cikadongdong, Padalarang, Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, Cipeundeuy, Rajapiolah, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Langen, Meluwung, Jeruk Legi, Maos, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, dan Madiun pulang-pergi.

Namun, dari ketiga perjalanan Kereta Motis tersebut, tentu bisa terlihat salah satunya terdapat Kereta Motis Selatan dengan banyaknya pemberhentian di stasiun yang dilintasi. Ya, perjalanan Kereta Motis Selatan ini jadi yang paling lama yakni mencapai 15 jam dan 56 menit. Selain jalurnya melewati wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, jalur tersebut ada batasan kecepatan karena melewati jalur dataran tinggi.

Pengoperasian Kereta Motis Utara, Tengah, maupun Selatan nantinya akan dilakukan mulai tanggal 13 Maret 2026. Adapun masyarakat yang mendaftar Motis ini pun bisa bernafas lega, pasalnya Kereta Motis Selatan via Bandung ini kembali dioperasikan. Padahal angkutan Lebaran tahun lalu tidak tersedia angkutan Motis Selatan.

Berikut ini jadwal pemberhentian stasiun yang melayani angkutan Kereta Motis:

Jadwal stasiun pemberhentian kereta Motis Selatan.

Program ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran, mengingat jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor masih sangat besar setiap tahunnya. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 24,08 juta orang.

Tentunya, angkutan motor gratis ini masyarakat bisa menitipkan sepeda motornya menggunakan kereta api sehingga tetap bisa mudik membawa motor, tetapi lebih aman, lebih nyaman, lebih tepat waktu dan tentu saja gratis. Khusus bagi pendaftar di wilayah Jabodetabek, sepeda motor dapat dititipkan di stasiun terdekat sesuai lokasi pendaftaran, kemudian kendaraan tersebut akan diangkut menggunakan truk oleh petugas menuju titik tujuan.

“Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium

Kekacauan di Bandara Kuala Lumpur: Ribuan Penumpang Terdampar Akibat Gangguan Listrik dan Sistem Bagasi

Pusat penerbangan tersibuk di Malaysia, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), baru saja dilanda kekacauan besar setelah pemadaman listrik yang tidak terduga menyebabkan sistem penanganan bagasi otomatis lumpuh total. Insiden yang terjadi pada 6 Maret 2026 ini mengakibatkan penumpukan ribuan koper dan keterlambatan perjalanan bagi ribuan penumpang.

Gangguan bermula ketika terjadi lonjakan listrik (power trip) yang memicu sistem keamanan untuk menghentikan operasional seluruh mesin sortir bagasi secara otomatis. Langkah ini sebenarnya merupakan fitur keamanan untuk mencegah kerusakan pada perangkat keras yang sensitif, namun dampaknya langsung terasa di seluruh area terminal.

Selama lebih dari satu jam, ban berjalan (conveyor belt) dan mesin pemindai bagasi berhenti beroperasi. Akibatnya, penumpang yang baru tiba maupun yang akan berangkat harus menunggu tanpa kepastian, sementara tumpukan bagasi mulai memenuhi area check-in dan klaim bagasi.

Ribuan penumpang dilaporkan mengalami frustrasi di tengah ketidakjelasan informasi. Antrean panjang terlihat di area klaim bagasi, di mana korsel bagasi tampak kosong meskipun pesawat sudah mendarat lama. Dampak paling signifikan dirasakan oleh penumpang penerbangan internasional yang memiliki jadwal transit ketat, karena bagasi mereka harus melewati proses pemeriksaan keamanan yang lebih rumit saat sistem kembali menyala.

Beberapa penumpang meluapkan keluh kesah mereka di media sosial, menunjukkan foto-foto tumpukan koper yang tidak bergerak dan kerumunan massa yang memenuhi terminal.

Otoritas bandara KLIA segera menerjunkan tim operasional darat untuk menangani backlog atau tumpukan bagasi yang tertunda. Berdasarkan laporan resmi, gangguan listrik tersebut berhasil diatasi dalam waktu kurang dari dua jam, dan sistem penanganan bagasi dinyatakan pulih sepenuhnya pada pukul 20.37 waktu setempat.

Pertama di Dunia! Bandara Incheon Luncurkan Layanan Notifikasi Waktu Kedatangan Bagasi Real-Time

Untuk mempercepat pemulihan, KLIA mengerahkan staf tambahan guna memproses koper secara manual dan memastikan seluruh bagasi sampai ke tangan pemiliknya secepat mungkin. Pihak bandara juga terus memberikan informasi berkala melalui saluran komunikasi resmi mereka untuk menenangkan para pelancong yang terdampak.

Insiden ini menjadi pengingat betapa rentannya infrastruktur modern terhadap gangguan teknis sekecil apa pun. Meskipun KLIA dikenal sebagai salah satu bandara dengan fasilitas tercanggih di Asia Tenggara, ketergantungan pada sistem otomatisasi tingkat tinggi menjadikannya sangat sensitif terhadap gangguan pasokan listrik.

Sebagai langkah antisipasi di masa depan, manajemen KLIA menyatakan komitmennya untuk memperkuat ketahanan infrastruktur, termasuk investasi pada sistem pasokan listrik cadangan (redundant power supplies) guna meminimalisir risiko kejadian serupa terulang kembali.

Dengan Teknologi 3D, Bandara Internasional Kuala Lumpur Kini Berstandar “Airport 4.0”

Selamat Tinggal Uang Pas: Wajah Baru Taksi Hong Kong yang Makin Modern

Bagi siapa pun yang pernah mengejar taksi di tengah hiruk-pukuk Tsim Sha Tsui atau mencari kembalian di tengah kemacetan Central, ada kabar segar dari jalanan Hong Kong. Kota ini sedang bersiap merombak pengalaman naik taksi menjadi jauh lebih berkelas dan antiribet.

Pemerintah Hong Kong baru saja mengumumkan perluasan titik jemput khusus (designated stops) untuk armada taksi berlisensi. Jika biasanya kita harus berebut taksi di pinggir jalan, kini titik-titik jemput strategis sedang disiapkan di ikon-ikon kota seperti Hong Kong Palace Museum, Museum M+, Bandara Internasional Hong Kong, hingga HKCEC. Langkah ini bukan sekadar menambah marka jalan, melainkan bagian dari upaya besar untuk merapikan alur transportasi di titik-titik wisata tersibuk.

Pemain utama dalam perubahan ini adalah lima armada taksi berlisensi resmi—seperti Joie, SynCab, Big Bee, Amigo, dan Big Boss. Berbeda dengan taksi merah atau hijau biasa yang sering kita temui, armada “khusus” ini menawarkan standar yang lebih tinggi: wajib bisa dipesan secara online, memiliki sistem pemantauan pengemudi untuk keamanan, dan yang paling penting, wajib menerima pembayaran digital.

Namun, revolusi yang sesungguhnya akan terasa mulai 1 April 2026. Mulai tanggal tersebut, seluruh taksi di Hong Kong—baik armada premium maupun reguler—diwajibkan menyediakan minimal dua metode pembayaran elektronik. Tidak akan ada lagi drama “hanya menerima tunai” atau repot mencari uang receh. Penumpang bisa dengan bebas memilih antara memindai QR Code (seperti Alipay atau WeChat Pay) atau menggunakan kartu (seperti kartu Octopus yang legendaris, kartu kredit, hingga sistem FPS).

Untuk memudahkan, setiap taksi nantinya akan ditempeli stiker di jendela yang menginfokan metode pembayaran apa saja yang tersedia. Meski uang tunai tetap bisa digunakan, transisi ke arah digital ini jelas menjadi angin segar bagi wisatawan mancanegara maupun warga lokal yang mendambakan kepraktisan.

Dengan titik jemput yang lebih teratur dan sistem pembayaran yang kini berada di ujung jari, berpindah dari satu sudut Hong Kong ke sudut lainnya tidak akan lagi terasa melelahkan. Hong Kong sedang membuktikan bahwa meski kotanya penuh sejarah, urusan mobilitas mereka tetap melaju di jalur masa depan.

Abaikan Aturan Dasbor, Sopir Taksi Hong Kong Terancam Denda HK$2.000

Perhatian Pelancong! Wilayah Udara Ditutup, Qatar Airways Tawarkan Refund dan Reschedule Gratis

Maskapai nasional Qatar, Qatar Airways, secara resmi mengumumkan penyesuaian operasional besar-besaran yang berdampak pada pembatasan jumlah penerbangan selama periode 9 hingga 11 Maret 2026. Langkah darurat ini diambil menyusul adanya penutupan wilayah udara regional secara mendadak, yang memaksa maskapai hub global tersebut untuk segera melakukan re-rute demi menjamin keselamatan penumpang dan kru pesawat.

Situasi ini bermula dari dinamika geopolitik dan keamanan yang meningkat di wilayah Timur Tengah, yang menyebabkan beberapa koridor udara utama tidak lagi dapat dilalui oleh penerbangan sipil. Pihak Qatar Airways menyatakan bahwa pembatasan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko bagi armada mereka sekaligus memastikan kepatuhan terhadap protokol keselamatan internasional.

Selama tiga hari tersebut, banyak rute reguler yang terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke jalur alternatif yang lebih jauh, yang secara otomatis berdampak pada waktu tempuh yang lebih lama bagi para pelancong.

Bagi para penumpang yang telah memiliki tiket untuk keberangkatan antara 9-11 Maret, Qatar Airways mengimbau untuk terus memantau status penerbangan mereka melalui situs resmi atau aplikasi seluler maskapai. Perusahaan juga telah mengaktifkan kebijakan fleksibilitas pemesanan ulang, yang memungkinkan penumpang untuk mengubah jadwal perjalanan mereka tanpa biaya tambahan atau mengajukan pengembalian dana penuh. Langkah ini merupakan upaya maskapai untuk menjaga kepercayaan pelanggan di tengah situasi force majeure yang berada di luar kendali mereka.

Penutupan wilayah udara ini tidak hanya memengaruhi Qatar Airways, tetapi juga diperkirakan akan menciptakan efek domino pada jaringan logistik global dan konektivitas udara di Bandara Internasional Hamad. Para analis industri penerbangan menyebutkan bahwa periode tiga hari ini akan menjadi tantangan logistik besar bagi Doha, yang selama ini berfungsi sebagai hub transit utama dunia.

Meskipun demikian, otoritas penerbangan Qatar terus berkoordinasi dengan organisasi internasional untuk mencari solusi navigasi yang aman agar operasional dapat kembali normal segera setelah wilayah udara dinyatakan aman untuk dilintasi kembali.

Imbas Serangan Rudal Iran dan Krisis Timur Tengah, Inilah Pengaruh yang Bakal Dirasakan Penumpang Qatar Airways

Penumpang Bisa Gunakan Kereta Motis Tanpa Harus Daftar Kendaraan Mulai Tanggal Segini

Arus mudik Lebaran 2026 angkutan kereta api sudah diberlakukan perjalanan tambahan. Kereta api tambahan dioperasikan salah satunya di lintas Pulau Jawa untuk rute jalur utara, tengah, maupun selatan. Beberapa pilihan kereta api tambahan pun jadi minat masyarakat yang terlanjur kehabisan tiket menuju kota tujuan saat mudik.

Selain kereta api reguler tambahan yang disediakan, masyarakat masih bisa memesan beberapa jenis kereta api dan kelas yang masih tersedia di penjualan tiket. Selain itu, kabar gembira tentunya untuk masyarakat yang ingin membawa kendaraan ke tempat tujuan, bisa gunakan angkutan kereta Motor Gratis (Motis).

Saat ini pendaftaran Motis masih berlangsung di beberapa stasiun tersebar di Pulau Jawa, antara lain Jakarta Gudang, Tangerang, Bekasi, Depok Baru, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, Purwosari, dan Madiun. Pendaftaran di buka mulai tanggal 1–29 Maret 2026 secara daring via nusantara.kemenhub.go.id.

Namun, bagi para pemudik yang ingin gunakan Kereta Motis bisa juga menggunakan untuk transportasi mudik lebaran tanpa harus mendaftar kendaraan bermotor. Ya, kemudahan ini bisa dilakukan cukup hanya membeli tiket yang disediakan melalui aplikasi Access by KAI maupun laman resmi kai.id. Caranya jug cukup mudah, masyarakat cukup memesan tiket kereta api dengan rute stasiun awal dan tujuannya.

Lalu, beberapa pilihan tiket Kereta Motis tergantung rute yang dituju. Sebagai catatan, pembelian tiket Kereta Motis hanya bisa dipesan mulai 6 jam sebelum keberangkatan. Sebagai contoh, jika jadwal keberangkatan dari stasiun awal pada pukul 10:00 WIB, calon penumpang bisa memesan mulai pukul 04:00 WIB. Untuk tarif Kereta Motis pun bervariasi, mulai dari harga Rp30 ribuan saja.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) membuka pendaftaran program angkutan sepeda Motis Lebaran 2026 mulai 1 Maret 2026. Pendaftaran Motis Lebaran 2026 dapat dilakukan secara online dan offline di stasiun-stasiun tertentu.

Berikut rincian lengkap program Motis Lebaran 2026:
• Kunjungi situs resmi pada nusantara.kemebhub.go.id atau pada motis.djka.kemenhub.go.id/register
• Kemudian daftarkan akun menggunakan alamat email aktif yang dimiliki
• Lanjutkan dengan melengkapi seluruh kolom pada formulir yang tersedia, mulai dari data diri, rute perjalanan, jadwal keberangkatan, dan detail kendaraan serta informasi tiket calon penumpang
• Setelah semua data terkirim, lakukan verifikasi fisik ke posko pendaftaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
• Verifikasi dilakukan agar pendaftaran tidak terhapus secara otomatis oleh sistem sekaligus menjadi validasi atas data yang telah dimasukkan.

Syarat dan Ketentuan Daftar Motis Lebaran 2026:
• Peserta Motis tidak sedang terdaftar/mengikuti program mudik gratis lainnya.
• Peserta yang telah mendaftarkan diri di program Motis wajib untuk mengikuti dan apabila mengundurkan/membatalkan diri maka pemudik tidak dapat mengikuti program ini di tahun berikutnya.
• Peserta yang sudah berhasil mendaftar secara online wajib melakukan verifikasi ke posko, sesuai dengan waktu verifikasi yang telah dipilih pada saat mendaftar.
• Peserta yang hanya mendaftarkan sepeda motor, diwajibkan memiliki/menunjukkan bukti moda transportasi lainnya.
• Pada saat penyerahan sepeda motor, peserta wajib menunjukkan KTP asli pendaftar dan bukti pendaftaran.
• Kode booking tiket KA akan diberikan pada saat penyerahan sepeda motor.
• Peserta dilarang memberikan tip bagi petugas Motis 2026.
• Para peserta wajib tunduk pada peraturan yang berlaku.

Siap-siap! KA MOTIS Lebaran 2026 Bakal Hadir, Yuk Simak Rute, Jadwal dan Cara Pendaftarannya

Sempat Ditutup, Perlintasan Sebidang Stasiun Purwakarta Dibuka Lagi Berharap Dibuat Palang Resmi

Perjalanan kereta api yang melewati Stasiun Purwakarta sudah mulai terlihat ramai. Meskipun jeda antar kereta tidak terlalu dekat, namun jalur kereta api menuju selatan ini masih melewati perlintasan baik menggunakan palang pintu maupun tanpa palang pintu. Salah satunya perlintasan sebidang yang berada tak jauh dari Stasiun Purwakarta ini.

Ya, diinformasikan bahwa perlintasan sebidang tersebut memang tidak memiliki palang pintu resmi. Tapi terlihat bahwa banyaknya kendaraan bermotor terutama roda dua yang menyeberangi perlintasan tersebut. Masyarakat pun lebih sering melewati perlintasan itu dengan alasan akses yang lebih dekat. Apalagi menurutnya kereta api yang melintas tak begitu banyak dibanding jalur lain yang berada diutara.

Meski belum memiliki fasilitas resmi, maayarakat setempat secara swadaya membantu mengatur arus kendaraan dari kedua sisi rel agar pengguna jalan dapat melintas secara bergantian dengan aman. Masyarakat setempat pun berinisiatif membangun palang pintu seadanya, karena yang terpenting bagi mereka adalah masyarakat bisa mematuhi lalu lintas saat di perlintasan kereta api.

Salah satu masyarakat yang biasa menyeberangi rel kereta api di perlintasan sebidang ini pun menuturkan bahwa keberadaan akses tersebut sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat. Apalagi saat berangkat bekerja, masyarakat menilai akses tersebut menjadi jalur penting bagi mobilitas sekitar.

Tak sedikit pula masyarakat berharap bahwa perlintasan sebidang ini kedepannya bisa difasilitasi, misalnya dibuatkan palang atau petugas resmi supaya lebih aman. Serta pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi perlintasan tersebut.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, melakukan penutupan perlintasan liar kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Purwakarta, pada 30 Oktober 2024 lalu. Upaya tersebut, dinilai perlu dilakukan guna meminimalisasi risiko yang bisa membahayakan pengguna jalan.

Di saat bersamaan ratusan masyarakat dari berbagai kalangan menggelar aksi damai di lokasi kegiatan sebagai bentuk penolakan agar perlintasan tanpa palang pintu tersebut tidak ditutup. Mereka tak sepakat dengan rencana penutupan perlintasan oleh PT KAI ini karena dinilai akan berdampak negatif terhadap mobilitas dan kehidupan sehari-hari mereka.

Perwakilan dari masa demo mengatakan, penutupan perlintasan kereta api akan mengakibatkan kesulitan akses bagi warga, terutama bagi pelajar, pekerja, dan petani yang bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas. Menurut dia, penutupan perlintasan jalur kereta api di wilayahnya ini dapat merugikan warga. Sehingga, pihaknya mendesak PT KAI memberikan solusi terlebih dahulu sebelum melakukan penutupan perlintasan jalan.

Ini Dia Alasan Kenapa Singkatan Stasiun Solo Jebres Adalah “SK” Bukan “SJ”

Kenali Flying Stress, Situasi yang Bisa Buyarkan Konsentrasi Penerbang

Sebagai salah satu profesi yang menuntut kepiawaian dalam mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari, tepat dalam mengambil keputusan, kemampuan komunikasi yang sempurna, hingga penguasaan diri yang optimal, bukan tidak mungkin apabila seorang pilot juga dapat terserang stress ketika menjalani rutinitasnya. Dapat Anda bayangkan, berapa banyak beban yang bertumpu di pundak seorang pilot ketika tengah bertugas?

Baca Juga: Inilah Penyebab Ketika Pilot Benar-Benar Kelelahan!

Selain harus mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat, mereka juga tidak boleh sesekali mengindahkan peraturan yang sudah ada sebelumnya, seperti terbang di jalur yang tidak semestinya, hingga mengabaikan variabel yang harus dicek sebelum mengudara. Sudah barang tentu, ada masanya ketika seorang pilot merasa stress dengan rutinitas rumitnya ini. Maka dari itu, di sektor aviasi global, dikenal dengan yang namanya flying stress.

Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya-tanya, “apa sih flying stress itu?”

Flying stress merupakan stress khusus atau ketegangan dalam penerbangan (jika diartikan dari sudut pandang ilmu psikiatrik penerbangan). Tahan atau tidaknya seseorang dalam menghadapi stress memang tergantung pada ketahanan si pribadi itu sendiri dan sejumlah variabel yang mempengaruhinya – terutama integritas kepribadian dan motivasi.

Mengutip dari buku karangan Djarot S. Hindrayanto dan Wahjadi D. yang berjudul “Otopsi Psikologi Pada Kecelakaan Pesawat Udara yang diterbitkan pada tahun 2008 silam, gangguan stress ini dapat menimbulkan anxietas (kegelisahan) yang berlebih dan ini dapat menurunkan daya tahan terhadap stress itu sendiri, baik dalam derajat maupun durasinya.

Sekarang, saatnya kita berandai-andai. Bayangkan apabila Anda merupakan seorang pilot dan harus melihat hamparan langit tak berujung selama ribuan jam di dalam hidup Anda. Belum lagi Anda harus terus berkomunikasi dengan menara pengatur lalu lintas udara dan melakukan pre-flight check – yang terkenal sangat ribet setiap sebelum mengudara. Seberapa kuat Anda mampu meredam tingkat stress tersebut? Kendati Anda merupakan seorang yang sangat cinta terhadap sektor aviasi, namun pasti ada saja kalanya Anda merasa jenuh.

Baca Juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Nah, jika sudah begitu, kira-kira apa saja faktor yang mempengaruhi flying stress dari seorang pilot? Masih mengutip dari buku yang sama, berikut adalah 10 faktor yang bisa mempengaruhi flying stress seorang pilot.

1. Faktor yang disadari (kesadaran dalam proses berpikir)
2. Faktor yang tidak disadari (pengalaman masa lalu hingga motivasi yang mendasari seorang penerbang)
3. Faktor kepribadian
4. Faktor psikologi (perasaan takut dan kecemasan)
5. Faktor fisik (kelelahan atau kondisi tubuh yang kurang fit)
6. Faktor lingkungan (seperti ruang kokpit dan tempat tinggalnya)
7. Faktor pengalaman terbang
8. Faktor sosiokultur (kondisi sosial dari si pilot itu sendiri, seperti keadaan ekonomi, tren, hingga perusahaan yang tidak teratur)
9. Faktor perubahan hidup (pernikahan, perceraian, dan lain-lain), dan
10. Reaksi akut (pilot dituntut untuk melakukan suatu perbaikan dalam suatu penerbangan atau menghadapi situasi darurat).