Program Loyalitas, Garuda Indonesia dan UOB Luncurkan “Garuda Indonesia UOB Card”

Garuda Indonesia bersama dengan UOB Indonesia pada hari ini, Jumat (8/3) meluncurkan “Garuda Indonesia UOB Card” (GIUC). Adapun GIUC tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama cobrand yang secara fundamental telah berlangsung sejak tahun 2006 lalu bersama Citibank sebagai bank partner dan merupakan tindak lanjut dari proses migrasi layanan dari Citibank ke UOB.

Baca juga: Inilah 5 Kasus Serangan Siber yang Terkenal dalam Dunia Maskapai Penerbangan 

Mengusung tema “From Shops to Skies”, para anggota GarudaMiles yang juga merupakan pengguna GIUC dapat menikmati sejumlah fitur dan keuntungan istimewa di antaranya adalah dapat menikmati ekstra bagasi 20 kg secara cuma-cuma, bonus aktivasi 25.000 miles, mendapatkan hingga 3x miles untuk setiap transaksi di Garuda Indonesia dan 2x miles untuk transaksi retail lainnya minimal Rp20.000,- dan kelipatannya, hingga mendapatkan keanggotaan GarudaMiles Platinum sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa peluncuran GIUC ini merupakan wujud dari komitmen Garuda Indonesia dalam memberikan kenyamanan lebih bagi sedikitnya 2 juta anggota GarudaMiles untuk menikmati berbagai nilai tambah layanan penerbangan dan perbankan.

Selain berkesempatan mendapatkan bonus aktivasi 25.000 miles dan fitur ekstra bagasi, Garuda Indonesia juga menawarkan kepada anggota GarudaMiles yang telah menjadi anggota kartu Cobrand GIUC maupun pengguna jasa yang baru mengajukan kartu GIUC di lokasi acara untuk mendapatkan diskon redemption 40% untuk pembelian tiket penerbangan Garuda Indonesia dengan periode penerbangan hingga Desember 2024.

CityAirbus NextGen Memulai Debutnya di Donauwörth, Terbang Perdana Akhir Tahun

Dari Donauwörth, Jerman, pada 7 Maret 2024, Airbus Helicopters telah memperkenalkan prototipe CityAirbus NextGen kepada publik, menjelang penerbangan perdananya akhir tahun ini. CityAirbus kelas dua ton, dengan rentang sayap sekitar 12 meter, sedang dikembangkan untuk terbang dengan jangkauan 80 km dan mencapai kecepatan jelajah 120 km per jam, sehingga sangat cocok untuk operasi di kota-kota besar dalam berbagai kondisi dan misi.

Baca juga: Airbus Gandeng MAGicALL, Kembangkan Motor Listrik Taksi Udara eVTOL CityAirbus NextGen

Peresmian ini bertepatan dengan pembukaan pusat pengujian CityAirbus baru di Donauwörth, yang akan didedikasikan untuk sistem electric vertical takeoff and landing vehicles (eVTOLs).

Pusat tersebut, yang merupakan bagian dari investasi berkelanjutan dan jangka panjang Airbus dalam Advanced Air Mobility (AAM), mulai beroperasi dengan penyalaan CityAirbus NextGen pada bulan Desember 2023 dan sekarang akan digunakan untuk sisa pengujian yang diperlukan sebelum prototipe tersebut diluncurkan. penerbangan perdananya di akhir tahun.

Pengujian ini mencakup motor listrik dengan delapan rotornya serta sistem pesawat lainnya seperti kontrol penerbangan dan avionik.

Pada saat yang sama, Airbus memperluas jaringan dan kemitraan globalnya untuk menciptakan ekosistem unik yang akan mendorong pasar AAM yang sukses dan berkelanjutan. Airbus baru-baru ini menandatangani perjanjian kemitraan dengan LCI, sebuah perusahaan penerbangan terkemuka, untuk fokus pada pengembangan skenario kemitraan dan model bisnis di tiga bidang inti AAM: strategi, komersialisasi, dan pembiayaan.

Jeju Air dan Eve Air Mobility Luncurkan Buku Putih Operasional eVTOL di Pulau Jeju

Daop 2 Siapkan 6 KA Tambahan Masa Angkutan Lebaran 2024, Total 365.692 Tiket Lebaran

Daop 2 Bandung mengoperasikan enam kereta api tambahan untuk melayani masa angkutan Lebaran periode keberangkatan 31 Maret – 21 April 2024. Total, Daop 2 menambah 76.428‬ tempat duduk KA Jarak Jauh atau rata-rata 3.474 tempat duduk per hari. Tiket dijual mulai hari Kamis, 07 Maret 2024 pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Ratusan Ribu Penumpang KA Argo Parahyangan Pindah ke Whoosh, KAI: Belum Ada Penurunan Signifikan

Manager Humas Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi mengatakan, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, contact center 121 dan berbagai mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan KAI.

“Dengan ditambahnya 6 KA tambahan tersebut, total Daop 2 Bandung menyiapkan 365.692 tempat duduk untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat guna mudik menggunakan KA pada momen Lebaran 2024. Dioperasikannya KA tambahan ini menunjukkan kesiapan Daop 2 dalam menyediakan sarana transportasi bagi pelanggan yang ingin melakukan perjalanan di masa Lebaran, serta merupakan wujud komitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Ayep.

Adapun KA Tambahan pada masa angkutan Lebaran 2024 di Daop 2 Bandung yaitu:

1. Pasundan Tambahan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng (PP) keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 09.00 WIB
2. Kutojaya Selatan Tambahan relasi Kiaracondong – Kutoarjo (PP) keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 23.00 WIB
3. Ciremai Pagi relasi Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 06.10 WIB
4. Argo Parahyangan Tambahan relasi Bandung – Gambir (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 19.45 WIB
5. Lodaya Tambahan relasi Bandung – Solo Balapan (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 10.15 WIB
6. Lodaya Tambahan relasi Bandung – Solo Balapan (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 21.20 WIB

Berikut Jadwal Perjalanan KA regular dari Wilayah Daerah Operasi 2 Bandung:

1. KA 92 Lodaya Pagi relasi Bandung – Solobalapan berangkat Bandung 06.55 datang Solobalapan 14.59
2. KA 6 Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 07.40 datang Surabaya Gubeng 17.35
3. KA 182 Baturraden Ekspres relasi Bandung – Purwokerto berangkat Bandung 08.10 datang Purwokerto 14.52
4. KA 7014A Malabar relasi Bandung – Malang berangkat Bandung 09.40 datang Malang 22.55
5. KA 144 Ciremai relasi Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng berangkat Bandung 17.00 datang Semarang Tawang Bank Jateng 01.09
6. KA 122 Malabar relasi Bandung – Malang berangkat Bandung 17.20 datang Malang 06.34
7. KA 66 Turangga relasi Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 18.10 datang Surabaya Gubeng 04.21
8. KA 94 Lodaya Malam relasi Bandung – Solobalapan berangkat Bandung 19.00 datang Solobalapan 03.00
9. KA 86 Mutiara Selatan relasi Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 20.00 datang Surabaya Gubeng 07.08
10. KA 126 Harina Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 20.55 datang Surabaya Gubeng 08.09
11. KA 240 Pasundan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng berangkat Kiaracondong 10.15 datang Surabaya Gubeng 23.54
12. KA 252 Serayu relasi Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto berangkat Kiaracondong 13.21 tiba di Purwokerto 20.12
13. KA 251 Serayu relasi Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen berangkat Kiaracondong 12.47 datang Pasar Senen 16.36
14. KA 260 Kutojaya Selatan relasi Kiaracondong – Kutoarjo berangkat Kiaracondong 20.50 datang Kutoarjo 03.55
15. KA 238 Kahuripan relasi Kiaracondong – Blitar berangkat Kiaracondong 22.15 datang Blitar 12.10
16. KA 256 Serayu relasi Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto berangkat Kiaracondong 23.53 datang Purwokerto 06.44
17. KA 255 Serayu relasi Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen berangkat Kiaracondong 00.15 datang Pasar Senen 04.07
18. KA 7027A Pangandaran relasi Banjar – Gambir berangkat Banjar 16.55 datang Gambir 00.49
19. KA 7047 Papandayan relasi Garut – Gambir berangkat Garut 12.30 datang Gambir 17.45
20. KA 267 Cikuray relasi Garut – Pasar Senen berangkat Garut 06.30 datang Pasar Senen 12.35
21. KA 43 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 06.00 datang Gambir 08.45
22. KA 49 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 09.35 datang Gambir 12.45
23. KA 51 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 10.50 datang Gambir 13.50
24. KA 7045 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 19.55 datang Gambir 22.50

Baca juga: Klarifikasi KCIC Usai 31 Penumpang Ketinggalan Kereta Cepat Whoosh: KA Feeder Dioperasikan Daop 2 KAI

Sementara itu, berdasarkan pantauan pada Kamis, 7 Maret 2024 pukul 09.00 WIB, tiket KA Jarak Jauh pada masa Angkutan Lebaran 2024 yang telah terjual untuk keberangkatan KA pada periode 31 Maret s/d 21 April 2024 adalah 94.418 tiket atau 26 % dari total keseluruhan tiket yang sudah bisa dipesan. Jumlah tersebut masih akan bertambah, karena penjualan masih terus berlangsung.

Untuk informasi lebih lanjut terkait KA Tambahan dan penjualan tiket pada masa Angkutan Lebaran, masyarakat dapat cek dari aplikasi Access by KAI dan menghubungi Customer Service di stasiun serta Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Hari ini dalam Sejarah, Malaysia Airlines Flight 370 Hilang, Jadi Misteri Dirgantara Terbesar di Dunia

Hari ini, satu dekade lalu yang bertepatan dengan 8 Maret 2014, menjadi momen terkelam sekaligus paling misterius dalam dunia kedirgantaraan global, yakni hilangnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines Flight 370, yang berangkat dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing. Disebut sebagai misteri dirgantara terbesar, pasalnya tidak jelas keberadaan (posisi) pesawat dengan 227 penumpang dan 12 awak tersebut.

Baca juga: Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370 Ditemukan! Hanya 28 Km dari Lokasi Pencarian Terakhir

Dengan pencarian besar-besaran yang melibatkan banyak negara dengan kocek hingga US$200 juta, pun sampai saat ini belum ada titik pasti jatuhnya MH370, bahkan serpihan definif pesawat itu belum dapat teridentifikasi. Raibnya MH370 tanpa jejak sontak melahirkan banyak spekukasi dan beragam teori konspirasi.

Sejauh ini, klaim penemuan lokasi MH370 oleh beberapa peneliti belum berujung fakta. Dan sejak Juni 2018 silam, proses pencarian telah resmi dihentikan. Pemerintah Malaysia pun juga telah memberikan penekanan, bahwa proses pencarian akan kembali dilanjutkan bila terdapat petunjuk-petunjuk baru yang lebih kuat.

“8 Maret adalah hari yang penuh dengan ambivalensi. Di satu sisi, ini berfungsi sebagai kesempatan untuk mengekspresikan perasaan kami sambil menarik perhatian, tetapi di sisi lain, kami khawatir itu akan merobek luka semua orang lagi,” kata Jiang, yang ibunya menjadi salah satu penumpang pesawat nahas tersebut, seperti dikutip dari Global Times.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa lintasan terakhir MH370 kemungkinan besar di sepanjang jalur selatan atau sepanjang E93.7875 ° bujur. Area pencarian prioritas tertinggi terapat di 6.719 NM2 (23.050 km2) mengasumsikan tidak ada input pilot setelah kehabisan bahan bakar. Area pencarian prioritas tertinggi berikutnya mencakup 6.300 NM2 (22.000 km2), dan mengasumsikan ada luncuran ke arah selatan setelah kehabisan bahan bakar. Prioritas terendah adalah luncuran terkendali ke arah yang tak beraturan dengan luas sekitar 48.400 NM2 (166.000 km2).

Baca juga: Satelit AS Temukan Pesawat MH370 di Hutan Kamboja! Cina dan Rusia Turun Tangan

Pada Desember 2021, Insinyur penerbangan asal Inggris, Richard Godfrey, mengklaim telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014 silam. Pesawat nahas itu berada di 1.993 km sebelah barat Perth, 28 km dari lokasi pencarian terakhir oleh kapal AS pada tahun 2018 dan terletak 4.000 meter di dasar laut.

Hari ini, 49 Tahun Lalu, Yakolev Yak-42 Terbang Perdana, Pesawat Soviet Pertama dengan Tiga Mesin Jet

Hari ini, 49 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 1975, terbang perdana Yakovlev Yak-42, pesawat penumpang bermesin jet yang dikembangkan oleh biro desain pesawat Uni Soviet, Yakovlev. Pesawat ini dirancang untuk menggantikan pesawat penumpang bermesin turboprop yang lebih tua dengan pesawat bermesin jet yang lebih efisien dan modern.

Yak-42 adalah pesawat jet pertama dari desain Soviet yang menggunakan tiga mesin jet, dengan satu mesin dipasang di bagian ekor pesawat dan dua mesin lainnya dipasang di sayap. Konfigurasi ini memberikan pesawat keunggulan dalam hal performa dan efisiensi bahan bakar dibandingkan dengan pesawat bermesin turboprop sebelumnya.

Hari Ini, 56 Tahun Lalu, Yakovlev Yak-40 Pesawat Buatan Uni Soviet Pertama dan Satu-satunya Miliki Sertifikasi Barat

Pesawat ini memiliki kapasitas sekitar 120-150 penumpang tergantung pada konfigurasi kelas, dan digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Yak-42 menjadi populer di Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur lainnya, dan juga diekspor ke beberapa negara di luar wilayah tersebut.

Yakovlev Yak-42 memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pesawat yang cukup populer pada masanya, seperti Yak-42 adalah pesawat bermesin jet pertama dari desain Soviet yang menggunakan konfigurasi tiga mesin, dengan satu mesin dipasang di bagian ekor pesawat dan dua mesin lainnya dipasang di sayap. Konfigurasi ini memberikan pesawat keunggulan dalam hal performa, efisiensi bahan bakar, dan keandalan.

Dengan kapasitas sekitar 120-150 penumpang tergantung pada konfigurasi kelas, Yak-42 mampu mengangkut jumlah penumpang yang lebih besar dibandingkan dengan pesawat bermesin turboprop sebelumnya, yang membuatnya cocok untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Yak-42 memiliki performa yang baik dalam hal kecepatan, ketinggian penerbangan, dan jangkauan, yang membuatnya cocok untuk berbagai rute penerbangan.

Pesawat ini dilengkapi dengan kabin yang luas dan nyaman, serta fasilitas penumpang yang memadai untuk menjadikan perjalanan penumpang lebih nyaman.

Hari Ini, 60 Tahun Lalu, Ilyushin Il-62 Terbang Perdana dan Jadi Pesawat Terbesar di Dunia

Meskipun Yak-42 memiliki berbagai keunggulan ini, pesawat ini juga memiliki kelemahan, termasuk tingkat kebisingan yang tinggi dan biaya operasional yang relatif tinggi dibandingkan dengan pesawat bermesin jet modern lainnya.

Total, sekitar 180 unit Yakovlev Yak-42 diproduksi antara tahun 1977 dan 2003. Meskipun beberapa pesawat masih beroperasi di beberapa negara, penggunaan Yak-42 telah berkurang secara signifikan seiring dengan pengenalan pesawat bermesin jet yang lebih modern dan efisien.

Pertama di Eropa, Swedia Luncurkan Sistem Pemesanan Terpusat untuk Transportasi Umum

Swedia menjadi negara pertama di Eropa yang menggunakan standar online OSDM (Open Sales and Distribution Model) untuk proses pemesanan angkutan umum di tingkat nasional dengan peluncuran Sistem Distribusi Nasional – National Distribution System (NDS) yang dikembangkan oleh Samtrafiken, yang memungkinkan pelanggan memesan tiket dari lebih dari 50 kereta api Swedia dan operator bus.

Baca juga: Cegah Kecelakaan Kereta Api, Swedia Kembangkan Robot Inspeksi dan Maintenance Canggih

Sistem yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi perjalanan Estonia, Turnit, menghubungkan pengguna ke beberapa platform pemesanan dari satu situs pusat, sehingga memudahkan perencanaan perjalanan menggunakan layanan dari beberapa operator kereta api.

NDS menghubungkan tiket bus dan kereta api dari penyedia termasuk perusahaan kereta api nasional Swedia SJ, Vy Group dari Norwegia, Arlanda Express, dan MTRX serta 21 otoritas transportasi umum regional independen di negara Skandinavia tersebut.

Dikembangkan oleh International Union of Railways, OSDM memberikan standar internasional untuk platform pemesanan angkutan umum guna mendorong akses yang lebih mudah bagi pelanggan untuk memesan layanan kereta internasional.

Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Jadi Kereta Bandara Tercepat

Hari Ini, 21 Tahun Lalu, Pesawat Tilt-Rotor Sipil Pertama di Dunia AW609 Terbang Perdana

Pada hari ini, 21 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 2003, pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia, AgustaWestland AW609, sukses melakukan penerbangan perdana di Arlington, Texas, dengan pilot uji Roy Hopkins dan Dwayne Williams. Sayangnya, berbagai lika-liku dalam proses pengembangan membuat pesawat sampai saat ini belum beroperasi secara komersial.

Baca juga: Leonardo AW609 Muncul di Dubai, Selangkah Menuju Sertifikasi

Dihimpun dari berbagai sumber, pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia tersebut sebelumnya dikenal sebagai Bell/Agusta BA609. Program ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1998 oleh dua manufaktur helikopter kenamaan dunia asal Amerika Serikat (AS) dan Italia.

Bell sebelumnya pernah mengembangkan pesawat serupa versi militer bersama Boeing, yaitu Bell Boeing V-22 Osprey. Tak heran bila Agusta menggandeng Bell untuk mengembangkan pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia.

Sebelum melakukan penerbangan perdana, setahun sebelumnya, prototipe yang dinamakan AC1, lebih dahulu melakoni ground test di Italia untuk menguji seberapa jauh sistem pesawat berfungsi. Setelah dirasa cukup baik melewati ground test, tes penerbangan perdana atau maiden flight pun dilakukan. Ketika itu, dilaporkan hasilnya juga tak kalah baik dengan saat ground test.

Akan tetapi, baik saat ground test dan flight test pertama, tidak diikuti dengan proses selanjutnya. Secara mengejutkan, pada tahun 2011, Bell mundur dari program tersebut, meninggalkan Agusta sendiri tanpa pengalaman membuat pesawat tilt-rotor. Hal ini pun sangat berdampak buruk bagi jalannya program tersebut. Pesawat pun berganti nama dari BA609 menjadi AW609.

Pada tahun 2015, prototipe kedua atau yang disebut juga AC2, mengalami kecelakaan saat melakukan uji terbang di Italia. Setahun berikutnya, AgustaWesland melakukan reorganisasi dan memutuskan berganti nama menjadi Leonardo S.p.A atau menjadi bagian dari divisi helikopternya perusahaan induk Leonardo. Sebelumnya, melalui AgustaWesland berdiri sendiri sebagai anak perusahaan dari Leonardo.

Lewat reorganisasi tersebut, Leonardo berhasil bangkit dan membangun prototipe ketiga atau AC3. AC3 dibangun untuk melakukan uji engine handling performance dan load level survey di AS. Tak lama berselang AC4 dibangun Leonardo dan melakukan uji coba di Italia.

Prototipe itu juga digunakan dalam berbagai penerbangan demonstrasi ke pelanggan potensial di seluruh dunia. Sejauh ini, mulai dari AC1 sampai AC4 sudah mengantongi sekitar 1.900 jam terbang. Sedikit lagi menuju syarat melakoni uji sertifikasi agar bisa segera digunakan secara massal di seluruh dunia.

Pada Oktober tahun 2022 lalu, Leonardo berhasil memproduksi AW609 pertama (bukan sebagai prototipe). Pesawat tersebut kemudian melakukan uji terbang perdana pada 13 Oktober di pabrik Leonardo di Philadephia, Pennsylvania, AS, dengan menggandeng Bristow Group.

Selanjutnya, AC5 akan melewati “mission capability evaluation and expansion” untuk bisa mendapat sertifikasi FAA. Diperkirakan tahun 2024 proses ini selesai dan AW609 pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia bisa digunakan secara komersial.

Baca juga: Inilah Ling-Temco-Vought (LTV) XC-142, Pesawat dengan Kemampuan Terbang Transisi Pertama di Dunia

Leonardo AW609 ditenagai mesin turboprop Pratt & Whitney PT6C-67A. Lewat konsep tiltrotor-nya, pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter dan melaju di udara seperti pesawat bersayap tetap. Dengan begitu, pesawat ini sangat berguna di berbagai medan dan operasi sulit namun dengan mendapat jangkauan dan kecepatan sebagaimana pesawat bersayap tetap konvensional.

AW609 mampu melaju di kecepatan 500 km per jam sejauh hampir 2.000 km dengan muatan penuh sekitar 2.721 kg. Pesawat ini mampu menampung sebanyak 12 penumpang. Tetapi bisa saja lebih sedikit atau banyak tergantung konfigurasi akhir yang digunakan maskapai.

Mirip Elektrokromik di Pesawat, Jendela LRT Singapura Bisa Otomatis Buram Saat Melintasi Dekat Apartemen

Mirip dengan teknologi jendela tanpa tirai elektrokromik di pesawat, wahana LRT (Light Rail Transit) di Singapura rupanya juga menerapkan teknologi serupa, yang mana jendela kereta komuter tersebut akan otomatis menjadi redup dan buram bisa melintasi dekat blok perumahan dan apartemen.

Baca juga: Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai

Klip video kereta yang secara otomatis jendelanya memburam ketika melintas di dekat bangunan apartemen telah membuat heboh di media sosial. Kereta dengan teknologi futuristik ini adalah Light Rail Transit (LRT) Bukit Panjang Singapura, yang juga disebut sebagai light rail pertama di negara pulau tersebut.

Menurut situs resmi Singapore Trains (SGTrains), fitur inovatif kereta ini diperkenalkan untuk melindungi privasi warga yang tinggal berdekatan dengan jalur LRT. Oleh karena itu, ketika wahana LRT mendekati bangunan tempat tinggal, otomatis jendelanya menjadi berkabut.

Video kendaraan yang viral di Twitter memperlihatkan kereta berpenampilan futuristik itu melaju, namun saat mendekati bangunan tempat tinggal, jendelanya dibutakan selama beberapa detik. Sedangkan ketika kendaraan melewati gedung tersebut, otomatis jendela berubah menjadi normal.

Rute kereta yang menarik ini berjalan di jalur pemandu layang yang eksklusif. Yang membuatnya lebih unik adalah rodanya dilengkapi ban karet dan saat dioperasikan, kebisingannya berkurang. “Kereta api ini beroperasi pada jalur pemandu layang yang eksklusif, tidak terhalang oleh lalu lintas jalan raya dan pejalan kaki. Dibandingkan dengan kereta MRT yang beroda logam, LRT ini dilengkapi dengan ban karet dan relatif senyap selama pengoperasiannya.

Bukan Hanya di 737 Max, FAA Sebut Ada Potensi Masalah Keselamatan di Boeing 787 Dreamliner

Manajemen Boeing sepertinya layak untuk pusing tujuh keliling, belum juga tuntas masalah yang terkait dengan 737 Max, kini ada indikasi masalah yang terkait dengan keselamatan pada seri pesawat widebody 787 Dreamliner. Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) telah menandai lebih banyak masalah keselamatan pada dua keluarga jenis pesawat Boeing.

Baca juga: Pejabat FAA Sebut Boeing Gagal Memenuhi Standar Kontrol Kualitas di Manufaktur 

Masalah ini melibatkan sistem anti-es mesin pada 737 Max dan 787 Dreamliner yang lebih besar. Regulator keselamatan tetap mengizinkan kedua model pesawat untuk terbang meskipun ada potensi masalah. Kedua masalah tersebut terjadi melalui proses standar FAA untuk mengembangkan pedoman kelaikudaraan – bukan proses darurat – yang menandakan bahwa badan tersebut dan pembuat pesawat tidak percaya bahwa masalah tersebut cukup serius sehingga mengharuskan pesawat untuk segera berhenti terbang.

Boeing mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa tidak ada masalah yang merupakan “masalah keselamatan penerbangan berdasarkan analisis teknis yang ekstensif.”

“Upaya ekstensif kami untuk lebih meningkatkan keselamatan pesawat termasuk meninjau masalah secara sistematis,” kata perusahaan itu.

Namun masalah keselamatan lainnya adalah hal terakhir yang dibutuhkan Boeing saat ini, dua bulan setelah insiden lepasnya emergency exit door pada pesawat 737 Max meledak pada penerbangan Alaska Air, meninggalkan lubang menganga di sisi pesawat tak lama setelah lepas landas. Max mengalami serangkaian masalah selama lima tahun terakhir, termasuk dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang pada akhir 2018 dan awal 2019, yang menyebabkan jet tersebut dilarang terbang selama 20 bulan.

Pentingnya menghilangkan lapisan es
Meskipun peralatan penghilang lapisan es tampaknya kurang penting pada bulan-bulan musim panas, suhu dingin di ketinggian tempat jet komersial terbang, dikombinasikan dengan jumlah kelembapan di awan yang harus dilalui, membuat peralatan penghilang lapisan es diperlukan. dua belas bulan dalam setahun.

“Anda tidak terlindungi oleh musim di Alam,” kata Dennis Tajer, seorang pilot American Airlines dan juru bicara Allied Pilots Association. “Perintah kelaikan udara tidak dikeluarkan kecuali Anda mempunyai kondisi tidak aman yang perlu ditangani. Ini tidak menyenangkan. Ini mungkin dapat dikelola untuk sementara. Tapi itu bukanlah solusi.”

FAA mengatakan masalah Max yang baru terungkap dapat menyebabkan mesin jet berhenti bekerja. Masalah kelistrikan “dapat mengakibatkan hilangnya daya dorong pada kedua mesin karena kerusakan akibat pengoperasian dalam kondisi lapisan es”. Perbaikannya termasuk mengganti kabel pada panel di atas kepala pilot.

Masalah ini ditemukan selama analisis teknik Boeing tiga tahun lalu dan merupakan “masalah kecil yang belum pernah terlihat selama beberapa dekade pelayanan” baik pada generasi 737 saat ini maupun sebelumnya, kata Jessica Kowal, juru bicara Boeing. Perusahaan mengatakan telah mengungkapkan masalah ini kepada maskapai penerbangan dan FAA pada saat itu, dan memberikan solusinya.

(www.flights.com)

Penemuan pada tahun 2021 sejalan dengan perintah perusahaan pada tahun itu untuk melarang terbang beberapa pesawat Max karena masalah kelistrikan lainnya. Boeing Max – pada saat itu, baru kembali beroperasi setelah hampir dua tahun tidak beroperasi karena dua kecelakaan fatal – menjalani analisis sistem kelistrikan yang ekstensif.

Kurang dari seminggu setelah pemberitahuan 737 Max dipublikasikan secara publik, FAA melaporkan masalah anti-icing terpisah pada 787 Dreamliner. Dikatakan bahwa segel yang rusak dapat menyebabkan kerusakan akibat panas pada saluran masuk mesin – dan berisiko menyebabkan kerusakan serius pada pesawat.

Kenapa Bagian Belakang Mesin Boeing 787 Bergerigi? Ini Fungsinya

Boeing sedang berupaya mendesain ulang bagian mesin 787 Dreamliner untuk mencegah masalah lebih lanjut. Masalah ini ditemukan pada kurang dari dua lusin dari lebih dari 1.000 Dreamliner yang beroperasi, katanya.

FAA menggambarkan kedua masalah tersebut sebagai masalah kualitas produksi – yang menjadi fokus mereka saat ini di Boeing setelah insiden dalam penerbangan Alaska Airlines pada bulan Januari lalu.

Pejabat FAA Sebut Boeing Gagal Memenuhi Standar Kontrol Kualitas di Manufaktur

Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) pada Senin mengatakan bahwa auditnya terhadap manufaktur di perusahaan pembuat pesawat terbang Boeing dan pemasok utamanya menunjukkan “beberapa contoh” di mana mereka gagal memastikan produksi memenuhi standar kualitas.