Unik, Hotel Mewah di Singapura Tawarkan Paket “Asuransi Hujan”

Meski dapat diramal, namun turunnya hujan adalah bagian dari proses alam yang kadang tak dapat dihindari. Nah, dalam persepketif perjalanan wisata, turunnya hujan belum tentu menguntungkan, pasalnya bukan tak mungkin jadwal perjalanan yang telah disusun bisa berubah atau berantakan gegara hujan turun.

Baca juga: Cegah ‘Wabah’ Vape, Singapura Berlakukan Pemeriksaan Ketat dan Sanksi Berat Bagi Vapers

Berangkat dari kasus di atas, sebuah hotel mewah di Singapura menawarkan konsep yang menarik berupa “asuransi hujan.” Curah hujan rata-rata 171 hari per tahun di Singapura, dan InterContinental Singapura menawarkan paket “Rain Resist Bliss”, yang mengambil risiko untuk memastikan hujan tidak merusak liburan para tamunya.

Persisnya, InterContinental Singapura akan mengganti biaya menginap satu malam tamu jika salah satu aktivitas yang mereka rencanakan ternyata terkena hujan.

“Saya sedang ngobrol dengan sekelompok teman tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam perjalanan mewah dan salah satu dari mereka dengan bercanda berkomentar bahwa menjamin cuaca yang baik akan menjadi tingkatan selanjutnya dari perjalanan mewah,” kata manajer umum hotel, Andreas Kraemer, seperti dikutip CNN, dan dari situlah lahir konsep paket asuransi hujan.

Namun, paket asuransi memberlakukan ketentuan, yakni InterContinental tidak akan membagikan uang tunai setiap kali hujan turun. Menurut rilis dari hotel, kriteria terpenuhi ketika “durasi hujan melebihi 120 menit kumulatif dalam blok waktu 4 jam pada siang hari.”

Paket ini juga hanya berlaku untuk orang yang menginap di suite, dengan harga mulai dari 850 SGD ($633) per malam untuk junior suite dan mulai dari 4,500 SGD ($3,349) untuk Presidential Suite.

Uang tersebut berbentuk voucher yang harus dibelanjakan di InterContinental Singapore dalam waktu enam bulan, dan jumlah yang Anda dapatkan setara dengan menginap satu malam di kategori kamar Anda. Paket khusus seperti ini dapat menjadi cara agar hotel yang sudah mapan tampil menonjol.

Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho!

Waduh! 94 Persen Pencopet di India Adalah Wanita

Negara dengan kota-kota yang padat penduduk umumnya mempunyai problem sosial pada warganya. Seperti salah satu yang mencuat adalah tingginya angka kriminalitas. Di India misalnya, negara dengan populasi penduduk 1,3 miliar ini cukup marak angka kriminalitasnya, mulai dari perkosaan sanpai copet di India sudah menjadi momok tersendiri, terlebih pada aksi copetnya yang ternyata dominan dilakukan oleh kaum hawa.

Baca juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Di India, pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 1392 kasus pencopetan terjadi di Delhi Metro. KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com, Central Industrial Security Force (CISF) mengambil langkah untuk menurunkan jumlah tersebut. Setelah CISF melakukan langkah terbarunya, tahun 2018 dilaporkan hanya 497 kasus.

Dari kasus di atas, pada tahun 2018 dilaporkan pelakunya 94 persen adalah wanita, melonjak dari tahun 2017 yang keterlibatan wanita sebagai pencopet di angka 85 persen. CISF menjaga keamanan metro dengan mengidentifikasi tersangka dengan menurunkan anggotanya lewat operasi intelijen dan pengawasan lebih terpadu dengan kamera pengawas (CCTV).

Nantinya, petugas keamanan dapat menghentikan terduga pencopet sebelum masuk ke lokasi pintu masuk stasiun. Seorang pejabat senior CISF mengatakan anggotanya diturunkan di 236 stasiun metro India dan menambah personel baik pria maupun wanita di tempat-tempat rentan.

Pihak kepolisian juga mengambil langkah menghadirkan pasukan khusus untuk melakukan pemeriksaan di stasiun metro dengan target favorit adalah kelompok-kelompok pencopet. Para polisi tersebut menggunakan pakaian biasa dan bergerak di dalam serta di sekitaran stasiun untuk mengawasi pencopet.

Para pencopet yang kebanyakan wanita ini sebagian besar berasal dari pusat kota Delhi dan berbagi modus operandi yang sama. Bagi para penumpang dan wisatawan yang menumpang kereta telah diingatkan untuk berhati-hati jika merasakan perilaku tak wajar dari beberapa atau seorang wanita.

Seorang polisi senior mengatakan, banyak pria yang menggunakan pakaian wanita dan masuk ke gerbong wanita. Hal ini dikarenakan wanita lebih banyak membawa barang-barang mahal ketimbang pria. Mereka menggunakan pakaian salawar dan menutupi kepala mereka serta membawa bayi sehingga benar-benar terlihat seperti wanita.

Baca juga: Biar Tidak Kecopetan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Terduga Copet

Modus lainn, wanita yang menjadi pencopet tak hanya membawa bayi tetapi juga bepergian berkelompok. Saat jam sibuk salah seorang dari mereka membuka ritsleting tas dan mencari momen yang tepat, kemudian pelaku lainnya dari kelompok itu mengambil barang berharga dan memberikan kepada yang lainnya. Para pencopet ini biasanya naik metro dari stasiun yang hampir kosong dan turun di stasiun yang ramai. Beberapa dari mereka bahkan berkeliaran di atas peron untuk menyerahkan barang curian kepada anggota geng lain.

Ponsel dan laptop menduduki daftar barang curian. DCP (metro) Dinesh Kumar Gupta mengatakan tim polisi khusus juga memiliki tugas menganalisis setiap titik di dekat stasiun. Pihak keamanan berupaya memastikan keselamatan wanita di dalam dan di sekitar stasiun.

Kenali Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat Yuk!

Sebagian dari Anda mungkin tidak asing dengan salah satu bahan bakar dari moda udara ini, ya, avtur. Layaknya manusia, pesawatpun butuh “makanan” agar fungsi-fungsi di dalamnya dapat beroperasi dengan maksimal. Namun, tahukah Anda bahwa pesawat memiliki satu jenis bahan bakas lain selain Avtur? Faktanya, beberapa pesawat terbang masih menggunakan mesin otomotif/mesin piston, walaupun dalam jumlah yang tidak banyak.

Baca juga: Bagaimana Bisa Naiknya Harga Avtur Bakal Rugikan Maskapai dan Penumpang?

Sebagai informasi tambahan, selain sebagai sumber energi penggerak mesin pesawat terbang, bahan bakar pada pesawat terbang juga berfungsi sebagai cairan hidrolik pada sistem kontrol mesin dan sebagai pendingin untuk beberapa komponen sistem pembakaran. Hanya ada satu jenis bahan bakar jet, yaitu tipe kerosene atau minyak tanah, yang digunakan untuk keperluan penerbangan sipil di seluruh dunia. Maka dari itu, sangatlah penting bagi perusahaan penyedia bahan bakar pesawat untuk memastikan bahan bakar yang disediakannya memiliki mutu yang tinggi dan sesuai dengan standar internasional.

Sumber: amextrans.blogspot.com
Sumber: amextrans.blogspot.com

Aviation Gasoline atau yang sering di singkat Avgas adalah bahan bakar dari fraksi minyak tanah yang dirancang sebagai bahan bakar pesawat terbang dengan menggunakan mesin yang memiliki ruang pembakaran internal (Internal Combustion Engine), yakni mesin piston atau mesin yang bekerja dengan prinsip resiprokal atau dengan pengapian/pembakaran. Dengan kata lain jenis bahan bakar Avgas ini untuk jenis pesawat yang bermesin piston engine.

Avgas memiliki nilai oktan sangat tinggi yang spesifik digunakan untuk mesin pesawat terbang dengan tingkat kompresi yang tinggi. Avgas serupa dengan bensin, bahan bakar ini diolah dari bensin yang lebih disempurnakan dari segi volatility (ukuran kecenderungan benda cair untuk menguap pada kondisi tertentu), titik didih, titik bekunya dan flash pointnya. Avgas memiliki sifat sangat mudah menguap dan terbakar pada temperatur normal. Maka dari itu, dibutuhkan prosedur dan peralatan khusus dalam menangani bahan bakar jenis ini.

Tidak seperti bensin yang biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan Anda, penggunaan platinum catalytic converter pada Avgas seperti yang sudah dirumuskan sejak 1970 silam bertujuan untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan karena Avgas mengandung tetraetil timbal (TEL), zat beracun yang digunakan untuk mencegah mesin meledak.

Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com

Baca juga: Mengenal Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat: Avgas Vs Avtur, Apa Bedanya?

Sedangkan Aviation Turbine atau yang sering disingkat Avtur adalah bahan bakar dari fraksi minyak tanah yang dirancang khusus untuk bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combustion Engine). Kinerja Avtur yang paling utama ditentukan oleh karakteristik kebersihannya, pembakaran, dan performanya pada temperatur rendah. Menurut penelitian terdahulu, akhirnya ditetapkan bahwa titik beku  maksimum pada suhu -47°C dan titik nyala minimum pada duhu 38°C.

Hingga saat ini, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola minyak dan gas bumi serta menjadi salah satu BUMN terbesar di Indonesia, Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan kedua bahan bakar penerbangan tersebut.

Diisukan Sepi, Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Penumpang Berkat Strategi Tarif Dinamis

Kereta Cepat Whoosh kembali menorehkan pencapaian dengan berhasil melayani 2 Juta Penumpang di tengah isu sepi penumpang. Hal ini dapat tercapai melalui berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan KCIC bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan layanan dan minat masyarakat menggunakan Whoosh setelah tiga bulan lebih beroperasi, termasuk penerapan skema Dynamic Pricing.

Baca juga: Tarif Dinamis Kereta Cepat Whoosh Berlaku, Ini Jadwal Dengan Harga Termurah

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh penumpang yang telah menggunakan Whoosh sebagai moda transportasi pilihannya untuk bepergian antara Jakarta dan Bandung.

KCIC senantiasa meningkatkan layanannya untuk memenuhi berbagai harapan pelanggan termasuk menyesuaikan jumlah perjalanan melalui penambahan jadwal agar kereta Whoosh semakin memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan Jakarta-Bandung.

“Jumlah perjalanan terus ditingkatkan secara bertahap dari awalnya 14 perjalanan reguler per hari di Oktober, 28 perjalanan di November, dan 40 perjalanan per hari sejak bulan Desember, bahkan di moment tertentu seperti akhir pekan dan musim liburan perjalanan Whoosh dapat mencapai hingga 48 jadwal per hari” ujar Dwiyana.

Tak hanya itu, penerapan skema Dynamic Pricing mulai Februari 2024 juga dinilai sangat membantu para penumpang untuk membuat rencana perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan daya beli. Terbukti terdapat peningkatan okupansi sebesar 16% pada perjalanan Whoosh yang menerapkan skema dynamic pricing dibandingkan bulan Januari.

Perlahan tapi pasti, penumpang mulai mencoba, menyukai, dan akhirnya secara rutin menggunakan layanan Whoosh. Efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan menjadi salah satu nilai tambah yang menjadi unggulan Whoosh. Beragam inovasi dihadirkan melalui kolaborasi dengan lokasi wisata, layanan Intermoda dengan berbagai operator transportasi, serta penyediaan area komersial.

Saat ini Salah satu hal yang juga terus dikembangkan yakni integrasi antar moda untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan untuk masyarakat dari dan menuju Stasiun Whoosh.

Di tahun 2024, KCIC telah menjalin kerjasama dengan bus Metro Pasundan untuk menambah integrasi moda transportasi di stasiun Padalarang. Selain itu, KCIC juga telah bekerja sama dengan Dishub Jabar dalam rencana penyediaan Green Intermoda di stasiun Tegalluar berupa bus listrik.

Upaya peningkatan aksesibilitas terus dilakukan, hadirnya Green Intermoda juga jadi bagian KCIC dalam mendukung penerapan energi hijau di bidang transportasi sebagaimana yang telah diterapkan pada rangkaian Kereta Cepat Whoosh.

Belum cukup sampai di situ, KCIC juga masih terus membuka peluang kerjasama dengan berbagai area wisata seperti yang telah dilakukan dengan 12 destinasi wisata di Jawa Barat. Kerjasama ini terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisata ke destinasi tersebut dan menjadi nilai tambah bagi para penumpang.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

Dwiyana menjelaskan, pencapaian jumlah penumpang hingga 2 juta orang ini membuktikan keberhasilan KCIC untuk mengajak para pengguna transportasi pribadi dan umum lainnya, ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. Kemacetan di jalan raya juga dapat ditekan karena banyaknya orang yang beralih ke Whoosh.

“Kepercayaan masyarakat yang diberikan pada kereta cepat Whoosh menjadi pelecut dan suntikan semangat bagi kami untuk terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik pada penumpang. Karena itu, kolaborasi dan inovasi-inovasi baru akan terus kami hadirkan untuk penumpang,” tutupnya.

Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Setiap maskapai pastinya memiliki seragam masing-masing untuk awak pesawat, salah satunya pramugari Garuda Indonesia. Maskapai dengan predikat bintang lima atau 5-Star Airlines dari Skytrax ini juga memiliki seragam yang menjadi ciri khas pramugarinya. Tapi, pernahkan Anda sadari bahwa seragam pramugari Garuda Indonesia berwarna warni?

Baca juga: Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Seragam yang berwarna warni ini, sebenarnya ada arti dan filosofi tersendiri. Saat ini ada empat warna seragam pramugari garuda Indonesia yakni biru, jingga, ungu dan hijau toska. Warna-warna ini, adalah penanda dari jenjang karir awak kabin alias jabatannya di dalam pesawat dan menandakan posisi awak kabin saat bekerja.

Diketahui, di dalam kabin sendiri ada tingkatan atau jenjang karir, pertama adalah pelaksana (junior dan senior), kedua ada Maitre d’cabin dan terakhir ada Purser atau Flight Service Manager (FSM).

Kompas.com

Pelaksana dalam kabin baik junior maupun senior akan menggunakan seragam berwarna hijau toska ataupun jingga. “Dalam penerbangan Garuda tidak ada namanya anak baru dan anak lama, semua punya tanggung jawab yang sama dalaam pelayanan dan keselamatan,” ujar Jani seorang pramugari Garuda Indonesia yang dikutip dari detik.com.

Biasanya pramugari yang menggunakan seragam hijau toska dan jingga adalah yang paling sibuk di dalam pesawat untuk menyediakan kebutuhan konsumsi penumpang dan membantu penumpang jika dibutuhkan. Seragam berwarna ungu biasanya digunakan oleh Maitre d’cabin. Posisi Maitre d’cabin merupakan posisi baru pada struktur awak kabin Garuda yang diluncurkan bersamaan dengan pelayanan Garuda Experience.

Maitre d’cabin, ditempatkan pada pesawat-pesawat ukuran besar seperi Airbus dan Boeing 777. Sedangkan seragam berwarna biru biasanya digunakan oleh Purser atau FSM. Jabatan ini adalah yang tertinggi seorang pramugari. Peran FSM adalah menjadi jembatan antara pramugari atau awak kabin dibawahnya dengan kapten pilot karena jabatan FSM langsung dibawah pilot. FSM sendiri memiliki tanggung jawab adanya komunikasi di kabin penumpang dengan kokpit.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Selain menandakan jenjang karier bagi pramugari, ternyata warna-warna yang digunakan pun memiliki arti dibaliknya.

Dikutip dari garuda-indonesia.com, model kebaya yang dimodifikasi terinspirasi batik corak Parang Gondosuli yang memiliki nilai falsafat sinar kehidupan yang harum. Warna hijau toska yang bernuansa tropis dan menyegarkan, untuk jingga memberikan kesan hangat, ramah serta penuh energi. Biru memancarkan kesan andal, terpercaya, abadi dan menenangkan. Sedangkan warna ungu menggambarkan sisi elegan, kreatif dan inspiratif, warna ini sangat cocok untuk pelayanan baru Garuda Experience yang terlihat anggun dan elegan.

Rute Jauh, Ongkos Murah Inilah Si Hijau Putih Kopaja

Koperasi Angkutan Jakarta atau Kopaja, kini terlihat lebih baik kondisinya dari sebelumya. Kenapa? Karena dulu Kopaja yang sering dianggap sepele dibanding kompetitornya yakni Metro mini, justru saat ini lebih maju satu langkah. Ini terlihat dari pengusaha Kopaja yang mau bergabung dengan PT Transportasi jakarta (TJ) sejak tahun 2015 lalu.

Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja

Awalnya Kopaja berdiri bersamaan dengan Metro mini di tahun 1976, pada tahun awal Kopaja mengoperasikan 313 mini bus dan ini atas instruksi Gubernur pada waktu itu yakni Ali Sadikin. Mal Siantar Nainggolan, salah satu Komisaris PT Metro mini tahun 1976 mengatakan bentuk awal mini bus untuk Kopaja dan Metro mini pada tahun 1962 seperti roti tawar yang menggembung dibagian depannya.

Jenis bus Robur di Jakarta pada dekade 60-an
Jenis bus Robur di Jakarta pada dekade 60-an

Jenis ini adalah bus Robur buatan Jerman Timur untuk mengisi rute kosong dan menggantikan trem yang berhenti operasi. Namun, PT Metro mini dan Kopaja diresmikan baru 2 tahun kemudian yakni 1978 oleh Gubernur. Sebagai pengelola mini bus, Tjokropranolo meminta armadanya diremajakan, sehingga pada tahun 1990 Metro mini dan Kopaja menggunakan bus-bus buatan Jepang.

Dengan peremajaan di wajah mini bus berwarna hijau putih pada 320 armadanya yang sudah menggunakan GPS, AC dan sensor pada pintu, membuat Kopaja lebih diminati masyarakat. Tak hanya kendaraan yang diremajakan, para supir atau pengemudinya pun kini harus lolos sertifikasi dari PT TJ. Sejak tahun 2015 pun, para pengemudi yang dulunya bayaran setoran, mereka di bayar per kilometer oleh PT TJ.

Jangan salah walaupun trayek atau rute jauh dan menggunakan AC, harga tetap murah dan terjangkau masyarakat. Dulu, ongkos Kopaja Rp3.000 untuk jarak terdekat dan Rp5.000 untuk terjauh. Tapi kalau menggunakan Kopaja AC yang melalui jalur Busway ataupun tidak, penumpang hanya akan digunakan Rp5.000 dan itu sudah gratis naik Transjakarta bila si penumpang turun di halte Transjakarta.

Dari model yang lama hingga peremajaan Kopaja tetap berkapasitas 25 tempat duduk. Namun, bila penumpang tidak muat duduk, biasanya berdiri dan memungkinkan satu Kopaja terisi penuh hingga 35 orang atau lebih.

Baca juga: Jadi Gubernur, Ini Janji Anies Atasi Masalah Transportasi di Jakarta

Hingga kini baru ada 4 rute yang armadanya menggunakan AC dan terintegritas dengan Transjakarta yakni P20 (Pasar Senen-Lebak Bulus), S13 (Ragunan-Grogol), P19 (Ragunan-Tanah Abang) dan S602 (Ragunan-Monas). Untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meluncurkan Scania Citywide Low Entry yang akan menggantikan armada bus tidak layak pakai.

Mungkin kita tidak terbayang rute-rute jauh yang dilewati Kopaja. Memang, tak seperti kompetitornya yakni Metro mini memilih jarak dekat. Dengan jarak ini, para penumpang lebih dimudahkan dan untuk bertukar dengan Transjakarta bisa dikatakan penumpang mendapat harga yang termurah.

Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Kereta api, salah satu sarana transportasi darat ini memang menjadi idola bagi masyarakat. Selain estimasi perjalanan yang hampir akurat, kereta api juga menyuguhkan pemandangan indah sepanjang perjalanan. Hamparan sawah, barisan gunung, bahkan pesisir pantai merupakan pemandangan yang ditawarkan apabila Anda menaiki si ular besi ini. Namun tahukah Anda, stasiun kereta api aktif tertinggi di Indonesia terletak di Nagreg, Jawa Barat. Nama Nagreg sendiri lebih terkenal dengan rute utama para pemudik yang hendak melintasi rute pantai selatan, bukan karena stasiun kereta api aktif tertinggi di Indonesianya.

Baca juga: Jalur Nagreg: Meski Banyak Isu Gaib, Tetap Favorit Saat Musim Mudik

Stasiun Nagreg (NG) yang masuk ke Daerah Operasi II (Daop II) Bandung ini bukanlah stasiun besar seperti Stasiun Bandung, Gambir, maupun Gubeng di Surabaya. Stasiun ini hanyalah stasiun kecil (kelas III) yang terletak sekitar 50 meter dari jalan raya Bandung-Tasikmalaya. Berdiri di atas ketinggian 848 mdpl (meter di atas permukaan laut), menjadikan stasiun ini sebagai stasiun tertinggi di Indonesia mengalahkan stasiun Lebak Jero, Jawa Barat dengan ketinggian 818 mdpl, stasiun Padang Panjang, Sumatera Barat dengan ketinggian 773 mdpl, stasiun Cipeundeuy, Jawa Barat dengan ketinggian 772 mdpl, dan Stasiun Andir, Jawa Barat dengan ketinggian 730 mdpl.

Sebenarnya, predikat stasiun kereta api tertinggi di Indonesia dipegang oleh stasiun Cikajang, Garut, Jawa Barat dengan ketinggian stasiun 1246 mpdl, namun stasiun ini sudah berstatus non-aktif sejak 1983 karena jalurnya banyak yang sudah karatan dan rusak. Sejak saat itu, gelar stasiun kereta api aktif tertinggi di Indonesia dipegang oleh stasiun Nagreg. Stasiun yang diapit oleh stasiun Cicalengka dan stasiun Lebak Jero merupakan perlintasan untuk kereta api Argo Wilis tujuan Bandung-Surabaya yang melintas langsung, dan kereta api Mutiara Selatan tujuan Malang-Bandung.

Berhubung stasiun Nagreg merupakan stasiun kecil, maka stasiun ini hanya melayani satu rute perjalanan, yaitu dengan menggunakan Kereta Api Lokal Cibatu atau Kereta Api Simandra tujuan Cibatu-Purwakarta PP. Stasiun yang mulai beroperasi sejak tahun 1890 ini memiliki tiga jalur termasuk satu jalur sepur lurus. Gradien medan di sebelah barat maupun sebelah timur dari stasiun ini terbilang cukup curam. Di sebelah barat mencapai 15 per mil, atau setiap 1 km jalur kereta api akan naik atau turun setinggi 15 meter. Sedangkan di sebelah timur gradiennya mencapai berkisar 5-15 per mil.

nagreg
Foto: aldieaimanm.blogspot.co.id

Sekilas, stasiun kereta api aktif tertinggi di Indonesia ini terlihat biasa saja, tidak ada perlakuan khusus dengan predikat yang tersemat. Stasiun ini terletak hampir bersebelahan dengan bekas pabrik pupuk yang sudah tidak beroperasi lagi, tepatnya di sebelah barat dari stasiun Nagreg. Mungkin dengan tidak beroperasinya lagi pabrik pupuk tersebut membuat udara di sekitaran stasiun menjadi lebih sejuk, bayangkan jika pabrik tersebut masih beroperasi, mungkin para calon penumpang yang sedang menunggu di stasiun tersebut akan merasa tidak nyaman karena polusi yang ditimbulkan dari pabrik pupuk itu.

Ada satu lagi fakta unik dari stasiun ini. Tidak terlalu jauh dari stasiun Nagreg, terdapat salah satu peninggalan sejarah, yaitu Situs Batu Kendan. Situs ini berdiri di atas lahan perbukitan berbatu cadas, yang dulunya diyakini merupakan asal muasal dari kerajaan Kendan. Nama Kendan sendiri diambil dari kata “Kenan” yang artinya batu kasar atau cadas yang memiliki rongga dan mengandung unsur seperti kaca berwarna hitam di bagian dalamnya. Jadi, bila anda sedang melewati stasiun Nagreg, berarti anda sedang berada di stasiun aktif tertinggi di Indonesia.

Terminal de Buses de La Paz – Mengenal Stasiun Bus Tertinggi di Dunia, Ada di Ketinggian 4.100 Mdpl

Tanggula di dataran tinggi Tibet, Cina dengan ketinggian 5.068 meter di atas permukaan laut (mdpl), dikenal sebagai stasiun kereta tertinggi di dunia. Sama-sama pra sarana di darat, lantas bagaimana dengan terminal? Dimanakah lokasi terminal bus tertinggi di dunia?

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Terminal bus tertinggi di dunia terletak di La Paz, Bolivia. Terminal ini dikenal sebagai Terminal de Buses de La Paz (Terminal Bisnis La Paz) atau juga dikenal sebagai Terminal de Buses de El Alto karena dekat dengan kota El Alto.

Terminal ini terletak di ketinggian sekitar 4.100 meter (13.450 kaki) mdpl, menjadikannya terminal bus tertinggi di dunia. La Paz adalah salah satu kota terletak di dataran tinggi Andes, dan terminal ini merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi dataran tinggi Bolivia.

Terminal ini dibangun pada tahun 2000-an untuk menggantikan terminal bus lama yang semakin tidak mencukupi kebutuhan karena pertumbuhan lalu lintas yang pesat di La Paz dan El Alto. Dengan ketinggian yang ekstrem, terminal ini menjadi titik awal perjalanan bagi banyak wisatawan dan penduduk lokal yang ingin menjelajahi kota-kota dan pegunungan di sekitarnya. Terminal ini juga menjadi tempat pertemuan dan aktivitas ekonomi penting bagi masyarakat setempat.

Beberapa rute bus populer dari terminal ini termasuk ke kota-kota seperti Cochabamba, Oruro, Sucre, dan Santa Cruz, serta ke destinasi wisata seperti Danau Titicaca, Uyuni (untuk Salar de Uyuni), dan Tarija.

Jungfraujoch, Stasiun Tertinggi di Eropa yang Sajikan ‘Lukisan’

Karena ketinggian yang ekstrem, bus yang melayani rute ke Terminal de Buses de La Paz biasanya harus memiliki spesifikasi khusus. Beberapa bus yang melayani rute ini dilengkapi dengan mesin yang lebih kuat untuk menangani kondisi perjalanan yang berat di dataran tinggi, serta sistem pendingin udara yang efisien untuk mengatasi perbedaan suhu yang ekstrem di malam hari.

Selain itu, karena jalan-jalan di sekitar La Paz dan El Alto sering kali berliku-liku dan curam, bus-bus ini juga harus memiliki kemampuan manuver yang baik dan sistem pengereman yang handal. Beberapa operator bus mungkin juga memilih untuk menggunakan bus dengan kabin yang dilengkapi dengan sistem oksigen tambahan untuk penumpang yang mungkin mengalami kesulitan bernapas karena ketinggian.

Sasaksaat – Inilah Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Indonesia

Bila Seikan adalah terowongan kereta dengan waktu pembangunan paling lama di dunia, maka bagaimana dengan Indonesia? Sebagai negara kepulauan dengan kontur geografi dengan banyak perbukitan, maka di Indonesia juga banyak terdapat terowongan kereta api. Nah, terowongan dengan waktu pembangunan paling lama di Indonesia ternyata ada di Jawa Barat.

Di Indonesia, salah satu terowongan kereta api yang pembangunannya memakan waktu cukup lama adalah terowongan Sasaksaat. Terowongan ini terletak di lintas kereta api antara Bandung dan Banjar, Jawa Barat. Pembangunan terowongan ini dimulai pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1918, memakan waktu sekitar 14 tahun.

Seikan, Jadi Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Dunia

Terowongan Sasaksaat memiliki panjang sekitar 480 meter dan merupakan salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia.

Terowongan Sasaksaat dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda. Pembangunan terowongan ini dilakukan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Belanda di Hindia Belanda pada saat itu, yang dikenal sebagai “Staatsspoorwegen” atau “SS”. Perusahaan ini merupakan badan usaha milik pemerintah kolonial Belanda yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan jalur kereta api di Hindia Belanda.

Pembangunan Terowongan Sasaksaat dihadapkan pada berbagai tantangan dan kendala, seperti kondisi geologi, lantaran terowongan ini melalui lapisan batuan yang keras dan kompleks. Para insinyur harus mengatasi berbagai jenis batuan dan kondisi geologi yang berbeda selama proses pembangunan.

Pembangunan terowongan pada masa itu masih menggunakan teknologi dan peralatan yang terbatas. Hal ini menyebabkan proses pembangunan menjadi lebih lambat dan sulit. Pembangunan terowongan membutuhkan tenaga kerja yang besar dan terampil. Pada masa itu, tenaga kerja yang tersedia mungkin terbatas, sehingga memperlambat progres pembangunan.

Memasok bahan bangunan dan peralatan konstruksi ke lokasi yang terpencil dan sulit diakses juga menjadi kendala dalam pembangunan terowongan ini.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan tersebut, pembangunan Terowongan Sasaksaat akhirnya berhasil diselesaikan setelah 14 tahun dan menjadi bagian penting dari jalur kereta api yang menghubungkan Bandung dengan Banjar di Jawa Barat.

Jelajahi Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini Dia Urutannya

Garuda Indonesia Tingkatkan Frekuensi Penerbangan di Lima Rute Internasional, Terbanyak ke Australia

Di tengah komitmen untuk mendukung upaya pertumbuhan industri pariwisata nasional, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terus mengoptimalkan kinerja operasional salah satunya dengan mengembangkan jaringan penerbangannya. Langkah tersebut salah satunya diimplementasikan melalui peningkatan berbagai frekuensi penerbangan internasional melalui dua hub penerbangan Indonesia, yaitu Jakarta dan Denpasar dengan membuka penambahan frekuensi akses penerbangan langsung dari Sydney, Melbourne, Seoul, dan Haneda yang dilaksanakan secara bertahap mulai akhir Maret 2024.

Baca juga: Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia

Peningkatan frekuensi tersebut akan dilaksanakan pada 5 (lima) rute penerbangan internasional (pulang pergi/PP), yaitu Sydney – Denpasar, Melbourne – Denpasar, Seoul – Jakarta, Seoul – Denpasar, dan Haneda (Tokyo) – Jakarta dimana peningkatan frekuensi penerbangan tersebut akan dimulai 31 Maret 2024 mendatang, Garuda Indonesia akan mengoperasikan penerbangan antara Jakarta dan Tokyo sebanyak 7 kali per minggu, dari sebelumnya 4 kali per minggu.

Adapun penambahan frekuensi pada 4 (empat) rute lainnya akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2024, di mana layanan penerbangan pada rute Denpasar-Sydney akan dilayani sebanyak 7 kali (dari sebelumnya 4 kali) per minggu; Denpasar-Melbourne sebanyak 7 kali (dari sebelumnya 4 kali) per minggu; Jakarta-Seoul sebanyak 5 kali (dari sebelumnya 4 kali) per minggu; dan Denpasar-Seoul sebanyak 7 kali (dari sebelumnya 4 kali) per minggu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, langkah tersebut selaras dengan fokus Perusahaan untuk terus bergerak semakin agile melalui optimalisasi revenue dari langkah pengembangan jaringan yang dijalankan secara prudent. Hal itu sejalan dengan proyeksi upaya peningkatan alat produksi Perusahaan, di mana Garuda Indonesia akan menambah jumlah armadanya menjadi sekitar 80 pesawat pada akhir tahun 2024.