Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Repubik Indonesia (Kemenko Marves RI) menjadi tuan rumah Bali International Airshow 2024 (BIAS) pada 18-21 September 2024. Pameran kedirgantaraan ini menjadi yang pertama berkomitmen memberikan dukungan untuk kesejahteraan sosial dan perlindungan lingkungan hidup.
Implementasi komitmen diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara PT INARO Tujuh Belas selaku penyelenggara BIAS dengan Yayasan CARE Peduli (YCP) pada Jumat, 1 Maret 2024 di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Jodi Mahardi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Marves RI, dalam
sambutannya pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman, menyambut baik kerja sama antara PT INARO Tujuh Belas dengan Yayasan CARE Peduli. Kerja sama antara kedua belah pihak diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan kesehatan masyarakat dan pembangunan kesejahteraan pada daerah yang
membutuhkan intervensi.
Lebih lanjut, Jodi menjelaskan potensi industri penerbangan di Indonesia diproyeksikan mengalami
pertumbuhan tahunan sebesar 5% selama 5 tahun ke depan. Indonesia berada pada peringkat ke-4 pasar perjalanan udara terbesar secara global, dengan banyaknya peluang penerbangan sipil. Tren positif di industri penerbangan juga didukung dengan adanya komitmen Indonesia untuk lingkungan hidup, salah satunya melalui pengembangan SAF (Sustainable Aviation Fuel).
Selain dikenal sebagai terowongan kereta terpanjang dan terdalam di dunia, Seikan di Jepang juga dikenal sebagai terowongan kereta api yang pembangunannya memakan waktu paling lama. Terowongan ini menghubungkan Pulau Honshu dan Hokkaido dan dibangun selama sekitar 17 tahun, dari tahun 1971 hingga 1988. Terowongan Seikan memiliki panjang sekitar 53,85 kilometer dan merupakan salah satu terowongan terpanjang di dunia.
Terowongan Seikan dibangun oleh Japanese National Railways (JNR), sebuah perusahaan kereta api nasional di Jepang pada saat itu. Biaya pembangunan terowongan ini mencapai sekitar 538,4 miliar yen Jepang atau sekitar 4,3 miliar dolar AS pada saat itu.
Pembangunan Terowongan Seikan dihadapkan pada berbagai kesulitan dan tantangan, seperti kondisi geologi, yang mana terowongan ini melalui lapisan batuan keras yang sulit untuk ditembus. Para insinyur harus mengatasi berbagai jenis batuan dan kondisi geologi yang berbeda selama proses pembangunan.
Kemudian ada tantangan berupa ketahanan terhadap air laut. Terowongan Seikan harus tahan terhadap tekanan air laut yang kuat, mengingat sebagian besar terowongan berada di bawah permukaan laut. Pembangunan terowongan sepanjang 53,85 kilometer membutuhkan teknologi dan perencanaan yang canggih untuk memastikan terowongan dapat dibangun dengan aman dan efisien.
Dalam hal cuaca ekstrim, wilayah Hokkaido sering mengalami cuaca ekstrim, seperti salju tebal dan angin kencang, yang dapat mempengaruhi progres pembangunan.
Ada lagi masalah logistik, memasok bahan dan peralatan konstruksi ke lokasi yang terpencil dan sulit diakses di bawah laut menjadi tantangan tersendiri. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, pembangunan Terowongan Seikan berhasil diselesaikan setelah 17 tahun dan menjadi salah satu terowongan kereta api terpanjang dan paling mengesankan di dunia.
Saat ini sekitar 50 kereta melakukan perjalanan melalui terowongan setiap harinya. Lokomotif yang digunakan untuk melalui terowongan ini adalah ED79 dan EH500 yang digunakan untuk mengangkut barang serta penumpang sejak Maret 1988.
Terowongan Seikan memiliki jalur tiga lempeng yang mampu menjalankan kereta peluru Shinkansen. Terowongan ini sendiri memiliki dua stasiun kereta api yakni Tappi Kaitei di Pulau Honsu dan Yoshioka Kaitei di Pulau Hokkaido.
114 tahun lalu, sebanyak 97 orang tewas akibat longsor salju yang parah dan mengubur Great Northern Railway di tenggara King County, Washington. Longsor Wellington ini terjadi pada 1 Maret 1910 tersebut menjadi yang terburuk dalam sejarah kereta di Amerika Serikat.
KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, insiden longsor salju ini dimulai selama sembilan hari di penghujung Februari 1910. Di mana saat itu kawasan Wellingtong mengalami badai salju yang hebat dengan kedalaman sekitar 30 cm salju turun setiap jamnya.
Namun pada hari terburuknya salju menutup hingga 340 cm dan saat itu ada dua kereta yang mana satu kereta penumpang dan satu kereta barang yang terperangkan di Depo Wellingtong saat akan pergi dari Spokane menuju ke Seattle. Karena salju yang lebat maka, pembajak salju dikirim untuk membantu tetapi tidak juga bisa menembus timbunan tersebut apalagi longsoran salju berulang kali terjadi di sepanjang jalur antara Scenic dan Leavenworth.
Pada 28 Februari, salju berhenti dan digantikan oleh hujan dan angin. Namun tepat pukul 01.00 pagi waktu setempat, pada 1 Maret, petir menyambar dan mengenai sebongkah salju sehingga terlepas dari sisi Gunung Windy.
Tumpukan salju setinggi 304 cm jatuh ke arah kota, yang untungnya meleset dari Bailets Hotel. Tetapi salju kemudian menghantam depo kereta. Saat itu sebagian besar penumpang dan awak tengah tidur di dalam kereta.
Karena longsoran salju, membuat kereta api menuruni bukit sejauh 45 meter dan masuk ke lembang Sungai Tye. Dalam insiden tersebut 96 orang tewas diantaranya 35 penumpang, 58 karyawan Great Northern Railway dan tiga karyawan kereta di depo.
Dalam insiden ini sebanyak 23 orang selamat karena ditarik dari reruntuhan oleh pegawai kereta yang bergegas membatu. Sayangnya karena kondisi cuaca menjadi buruk, setelah 21 minggu kemudian atau tepatnya akhir Juli, korban meninggal terakhir ditemukan.
Longsor ini kemudian membuat Depo Wellingtong diam-diam berganti nama menjadi “Tye” selama bulan Oktober karena asosiasi yang tidak menyenangkan dari nama lama tersebut. Pada bulan yang sama, Great Northern Railway mulai membangun gudang salju beton untuk melindungi rel di dekatnya.
Depo ditutup ketika Terowongan Kaskade kedua selesai pada tahun 1929, kota itu kemudian ditinggalkan dan akhirnya dibakar. Jalur tua dan gudang salju tetap ada dan telah dilestarikan sebagai bagian dari Iron Goat Trail, yang dapat diakses dengan mudah dari US Highway 2 dekat Stevens Pass atau dekat Scenic, sebelah timur Everett.
Banyaknya pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan dalam angkutan umum membuat resah dan tak nyaman. Hal ini juga membuat para perempuan terkadang enggan untuk menaiki angkutan umum dan memilih menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum yang bersifat pribadi seperti taksi. Namun untuk saat ini perempuan tak perlu khawatir dengan pelecehan seksual, kenyamanan dan keamanan di angkutan umum khususnya kereta, karena sudah ada gerbong perempuan.
Tak hanya Indonesia yang memiliki gerbong perempuan di rangkaian kereta, Jepang, Filipina, India, Brazil, Mesir, Iran, Meksiko, Taiwan dan Uni Emirat Arab pun mengoperasikan gerbong untuk perempuan ini.
Di Indonesia, kereta dengan gerbong untuk perempuan sudah ada sejak Agustus 2010 di kereta listrik CommuterLine. Pembagian gerbong ini di lakukan PT Kereta Api Indonesia untuk meberi kenyamanan bagi perempuan muda, lansia ataupun ibu hamil. Biasanya gerbong khusus perempuan ini ada di gerbong pertama dan terakhir dengan tampilan luar kereta berwarna merah muda ataupun ungu dengan tulisan “Kereta Khusus Wanita” dan diberi gambar bunga.
Gerbong yang dikhususkan untuk perempuan ini, hanya boleh digunakan oleh perempuan. Bila ada laki-laki yang masuk kedalamnya, biasanya oleh petugas akan disuruh pindah ke gerbong lain. Di tahun yang sama yakni 2010, tak hanya Indonesia yang meluncurkan gerbong kereta khusus perempuan, negara tetangga yakni Malaysia pun meluncurkan gerbong kereta dengan nuasa merah jambu sama seperti milik Indonesia.
Kawaii Beauty Japan
Mungkin di Indonesia dan Malaysia gerbong untuk perempuan rangkaian kereta masih terbilang paling muda, padahal di Jepang gerbong khusus perempuan sudah ada sejak tahun 1912. Awalnya hanya berada di jalur utama Chuo dan digunakan hanya pada jam-jam sibuk saja. Kemudian tahun 1920, gerbong khusus perempuan ini diperkenalkan di Kobe dengan jalur kereta Hankyu menuju Kobe dan Nishinomyia. Gerbong ini hanya di khususkan untuk para pelajar perempuan dan pada akhir Perang Dunia II, tahun 1947 gerbong ini kembali diperkenalkan di jalur utama Chuo dan Keihin menuju Tohoku.
Sedangkan di Mesir, kereta listrik yang disebut Metro memiliki gerbong untuk perempuan dan sudah ada sejak tahun 1987. Uniknya gerbong ini berada di tengah yakni gerbong 4 dan 5 dengan jam operasional dari 05.00 pagi hingga 01.00 pagi esoknya. Namun, gerbong 5 setiap harinya setelah jam 21.00 akan digunakan untuk gerbong campuran. Pembuatan gerbong ini pun dikarenakan tingginya pelecahan seksual yang terjadi pada perempuan-perempuan di Mesir.
Lain lagi dengan Brazil yakni di Kota Rio de Janeiro yang memiliki Metro atau kereta listrik. Tahun 2006 lalu, Rio de Janeiro Metro mengeluarkan mandat untuk membuat gerbong khusus untuk perempuan di rangkaian keretanya. Dari enam gerbong, satu diantaranya digunakan khusus untuk perempuan dan ditandai dengan warna merah muda yang memang warna untuk perempuan. Gerbong ini pun beroperasi dari Senin-Jumat pada jam-jam sibuk. Di pagi hari gerbong khusus perempuan ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 09.00 dan sorenya pada pukul 17.00-20.00.
Mahkota Sehat
Untuk negara dengan jumlah penduduk ketiga terbesar di dunia, India juga memiliki gerbong khusus perempuan. Gerbong kereta ini dilengkapi dengan jeruji disetiap kacanya, ini dibuat untuk mengantisipasi adanya perempuan yang nekat keluar melalui jendela atau ada laki-laki yang nekat masuk ke dalam gerbong khusus perempuan ini. Uniknya, gerbong kereta khusus perempuan ini pun dijaga oleh seorang polwan bukan polisi laki-laki atau petugas keamanan laki-laki seperti di Indonesia.
Satu negara lagi di kawasan Asia yakni Taiwan juga sempat memiliki gerbong khsusus perempuan tahun 2006. Sayangnya dengan pembagian gerbong khusus perempuan ini tidak ada dampak apapun dan ditiadakan setelah tiga bulan beroperasi.
Pernahkah Anda menaiki kereta yang memiliki nuansa seperti hotel berbintang, lengkap dengan kasur mewah, bar, dan fasilitas lainnya? Tentu apabila ada kereta semacam ini, perjalanan kita tentu saja tidak akan terasa dan menjadi penuh makna karena beragam fasilitas yang ditawarkan dan Jepang siap untuk mewujudkannya. Jepang selalu saja punya cara tersendiri untuk menarik hati para pelancong untuk singgah di Negeri Matahari Terbit itu.
Shiki-Shima, merupakan nama kereta yang memiliki fasilitas layaknya hotel berbintang. Kereta rilisan East Japan Railway Company (JR East) ini siap meniti rel di Jepang pada Mei 2017. Kereta Shiki-Shima merupakan sebuah karya dari Ken Okuyama, seorang perancang industri kenamaan asal Jepang sekaligus desainer mobil dengan logo kuda jingkrak, Ferrari.
Sumber: Dailymail.co.uk
Sungguh tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya menjalankan 2 aktifitas sekaligus, bermalam di hotel mewah dan berkendara menggunakan kereta. “Train Suite Shiki-Shima” menyediakan fasilitas 15 suite dan 2 deluxe suite, serta lounge yang tidak kalah mewah dengan hotel berbintang di seluruh dunia. Desain yang diterapkan pada kereta ini mengadaptasi guratan khas negeri para samurai dengan perabotan seperti lampu, ubin, dan interior lain bergaya modern. Untuk kamar mandi juga di desain sedemikian rupa sehingga hampir serupa dengan kamar mandi Jepang yang identik dengan kolam rendamnya.
sumber: Dailymail.co.uk
Adapun ide dibalik kemegahan kereta ini adalah “A Train You Appreciate the Change in Time and Place” dimana kita akan benar-benar dimanjakan di dalamnya. Untuk usuran perut, Anda tidak perlu khawatir karena di Train Suite Shiki-Shima juga menawarkan berbagai penganan yang menggugah selera. Koki-koki berpegalaman dari berbagai restoran kenamaan di Jepang didatangkan ke kereta ini untuk menyiapkan makanan untuk para penumpangnya.
Sumber: Dailymail.co.uk
Tidak tanggung-tanggung, pihak kereta mendatangkan seorang chef yang pernah bekerja di Paris. Berdasarkan kutipan dari laman Fast Japan, semua pesiapan yang terkait dengan urusan pangan diawasi oleh Chef Iwasaki, seorang yang pernah juga bertanggung jawab di dapur G8 Hokkaido Toyako Summit pada tahun 2008 silam.
Sumber: Dailymail.co.uk
Rencananya, kereta tidur mewah ini akan membuka beberapa perjalanan wisata yang akan sulit untuk dilupakan. Bagaimana tidak, Anda dapat melihat lebih dalam kehidupan sehari-hari warga Jepang, bukan hanya di kota-kota besar, tapi kearifan lokal pun akan turut disajikan dalam perjalanan ini lengkap dengan ciri khas dari berbagai daerah tersebut. Tentu saja Anda dapat merasakannya dari dalam kereta ini.
Rute pertama yang ditawarkan oleh pihak kereta berupa tur musim semi dan gugur, dimana para penumpang akan melakukan trip ini selama 4 hari 3 malam. Perjalanan ini diawali dengan berangkat dari stasiun Ueno, Tokyo menuju Nikko. Lalu pada hari berikutnya penumpang akan di bawa menuju Hokadate, Datemombetsu, dan bermalam di Noboribetsu dengan hotel yang sudah diakomodir oleh pihak JR East. Hari ketiga penumpang akan kembali bermalam di kereta dengan rute Higashi, Muroran, Toya, Shin-Hakodate-Hokuto, Aomori dan Hirosaki. Lalu hari terakhir, penumpang akan pulang ke Ueno melawati rute Tsuruoka, Atsumi Onsen, Niitsu, Higashi-Sanjo, dan berakhir di Ueno. Perjalanan ini dikhususkan bagi para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam Jepang lengkap dengan masyarakatnya yang hidup harmonis.
Sementara trip kedua, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan, kebun anggur, dan teknik artistik di sebelah timur Jepang. Rute dari trip kedua ini meliputi perjalanan dari Ueno menuju Obasute via Enzan, lalu pada hari berikutnya penumpang akan dibawa melewati Aizu-Wakamatsu sebelum akhirnya kembali ke Ueno. Pada trip ini, penumpang akan tidur di dalam kereta mewah tersebut.
Dan trip terakhir, wisatawan akan menikmati keindahan dari musim salju di Jepang. Seperti pada trip sebelumnya, wisatawan akan bertolak dari Ueno menuju Matsushima via Shiroishi dan bermalam di kereta. Hari kedua wisatawan akan mengawali perjalanan dari Aomori menuju Hirosaki, dan pada hari terakhir, penumpang akan kembali menuju Ueno melewati Naruko-Onsen.
Walaupun belum ada berita resmi soal biaya yang dikenakan untuk beberapa trip tersebut, namun sempat tersiar kabar mengenai harga trip tersebut. Pengunjung akan dikenakan biaya 350.000 hingga 950.000 yen per trip. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya?
Rasa takut akan sesuatu atau phobia bisa terjadi oleh siapapun termasuk Anda. Salah satunya phobia dalam penerbangan. Phobia yang satu ini sangat merugikan untuk sebagian orang apalagi yang takut ketinggian. Phobia ini disebut dengan aerophobia.
Seseorang yang takut naik pesawat biasanya disebabkan oleh banyak fackor. Dilansir dari beberapa website kesehatan, aerophobia terjadi karena adanya trauma di masa lalu. Hal ini tak diketahui pasti, ada kemugkinan orang tersebut mengalami langsung pengalaman yang tidak menyenangkan pada penerbangan ke suatu tempat. Cerita-cerita tentang kecelakaan pesawat juga bisa membuat Anda merassa merinding, takut dan ngeri.
Penderita aerophobia biasanya akan mengalami otot kejang dan tubuh gemetar, keringat dingin dan kepala pusing,perut mual dan rasa ingin muntah, mulut kering wajah pucat, pandangan menyempit serta tidak ada kemampuan untuk berpikir rasional.
Bagi penderita phobia ketinggian, naik pesawat menjadi salah satu tantangan yang cukup menakutkan. Apalagi kalau Anda harus pergi keluar negeri yang harus ditempuh dengan pesawat. Untuk Anda yang memiliki phobia ketinggian dan harus naik pesawat, diharuskan melakukan persiapan khusus sebelum naik pesawat. Berikut ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan dalam mengatasi ketakutan naik pesawat.
1. Alihkan perhatian
Hal ini sangat penting bagi Anda baik kegiatan kecil ataupun mengalihkan perhatian ke obyek apapun. Tujuannya untuk mengatur emosi Anda saat pesawat lepas landas.
2. Ingat kenangan manis
Ketakutan Anda bisa hilang karena mengingat kenangan manis bersama orang-orang terkasih.
3. Tidur
Cobalah untuk memejamkan mata pada saat lepas landa. Memang, Anda akan merasakan turbulensi, tapi coba bawa diri anda agar rileks agar bisa tertidur dengan pulas.
4. Kenali rasa panik
Saat Anda mulai merasa panik, kenali kepanikan Anda itu. Lebih cepat Anda merasa panic, lebih cepat pula untuk mengatasinya.
5. Memilih tempat duduk
Bila Anda tahu memiliki aerophobia, bookinglah tempat duduk di depan atau di tengah pesawat dan duduklah di bagian pinggir bukan di dekat jendela. Ini akan mengurangi ketakutan Anda apabila terjadi turbulensi saat lepas landas atau saat di udara.
6. Mengobrol dengan penumpang lain
Walaupun Anda tidak kenal dengan sebelah Anda, berbincanglah dengan mereka. Ini membuat Anda melupakan sejenak kalau sedang berada di dalam pesawat yang akan lepas landas.
7. Pilih maskapai tepat waktu
Jadwal yang tepat waktu akan mengurangi kepanikan Anda, apalagi ketakutan saat penerbangan.
8. Pertolongan para ahli
Bila phobia Anda saat naik pesawat sudah berlebihan, disarankan untuk menemui ahlinya. Hal ini bisa mengurangi ketakutan atau memang menghilangkan ketakutan Anda. Biasanya ke Psikiater, karena Anda akan diberi obat untuk mengurangi ketakutan Anda.
Saat Anda berada di dalam taksi, selain memantau tarif yang tertera di argometer, apalagi yang ada dalam benak pikiran Anda? Tiap orang tentu punya kepentingan berbeda-beda, namun kebanyakan penumpang masih ada yang bingung untuk besaran nilai tips yang akan diberikan ke pengmudi saat taksi tiba di tujuan.
Urusan besaran nilai tips memang subyektif, tidak ada standar dan patokan untuk itu. Namun ketimbang bingung, Anda bisa merujuk beberapa poin yang kami sarikan dari wikihow.com berikut ini.
Tip kepada pengemudi
Saat berhenti di tempat tujuan, biasanya pengemudi akan memberitahukan kepada Anda berapa tarif yang harus dibayarkan dan tertera di argometer. Hitung persentase nominal belakangnya dan bulatkan ke pembulatan terdekat, semisal jika nilai di display argometer Rp46.000, maka Anda bisa membayar Rp50.000.
Kebanyakan, taksi-taksi menampilkan tarif yang memungkinkan Anda bisa memprediksi harga samapai ke tujuan yang Anda inginkan sehingga sebelum Anda meninggalkan taksi bisa menghitung berapa tip yang akan diberikan kepada pengemudi. Cara hitung hasil persentase akhir dari tarif taksi Anda, biasanya 10-15 persen adalah hal yang wajar untuk diberikan. Namun, bila Anda bepikir melalui persentasi lebih sulit, baiknya berikan sesuai dengan hitungan yang Anda buat. Apalagi pengemudi sudah membantu Anda dalam memberitahukan jalan ke tempat tujuan dan sering berbicara dengan ramah pada Anda. Dengan sikap pengemudi yang baik, Anda bisa mempertimbangkan dengan memberikan tip 20 persen atau lebih.
Mengukur kualitas kecepatan
Jangan lupa untuk meninjau kemampuan pengemudi akan peengetahuan perjalanan Anda. anda bisa memberikan tip 5-10 persen atau tidak memberikan sama sekali, karena kelakuan pengemudi yang buruk dan membuat Anda tidak nyaman. Memberikan tip 15 persen kepada pengemudi saat membawa Anda ke tujuan dengan waktu tempuh yang seharusnya dan membuat Anda merasa nyaman di dalam taksi.
Anda juga bisa memberikan tip 20 persen atau lebih besar bila pengemudi taksi memberikan beberapa ide yang menarik ke tempat yang akan Anda tuju, apalagi bila si pengemudi tahu jalan tercepat sehingga waktu Anda tiba ditujuan lebih cepat dari perkiraan.
Cara lain untuk memberikan tip
Kalau Anda naik taksi tidak sendiri melainkan dengan beberapa teman, terkadang sulit untuk menentukan pembagian untuk memberikan tip ke pengemudi. bila Anda bingung gunakanlah kalkulator untuk menghitung tip tersebut dibagi dengan beberapa orang teman yang lain. Atau unduhlah aplikasi untuk menghitung jumlah trip. Dengan cara ini kalau Anda masih kurang yakin cobalah menghitung pada pembayaran paket, atau yang lainnya. Pembayaran tip untuk pengemudi Uber dan Lyft akan berbeda dengan taksi biasanya, karena perkembangan teknologi yang cepat. Kalau menggunakan layanan dari kedua transportasi ini, baiknya naik bersama dengan teman. Pembayaran dari kedua aplikasi taksi ini dilakukan tanpa ada tips dari layanan, sehingga Anda bisa memberikan tip langsung pada pengemudi atau tidak sama sekali.
Jangan pernah memberikan tip kepada pengemudi berupa voucher apapun. Ingatlah, bahwa pengemudi juga harus membayar sewa mobil, tempat tinggal atau hal lainnya. Baiknya berikan uang tunai sebagai tip untuk mereka. Yang jelas, Anda harus membayarkan tarif sesegera mungkin dan berikan tip langsung pada si pengemudi.
Pesawat penumpang modern saat ini lazim dibekali dengan fitur Meskipun sudah ada Automatic Landing System (ALS) atau Autoland yang dapat melakukan pendaratan pesawat secara otomatis, pilot masih lebih memilih untuk melakukan pendaratan secara manual dalam beberapa situasi.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pilot lebih memilih mendaratkan pesawat secara manual:
Situasi Darurat
Dalam situasi darurat atau ketika terjadi masalah dengan sistem pesawat, pilot dapat lebih mudah mengambil alih kendali pesawat dan melakukan pendaratan manual yang aman.
Keterbatasan Teknologi
Meskipun ALS dapat melakukan pendaratan dengan presisi tinggi, namun masih ada keterbatasan teknologi yang membuat pilot lebih percaya diri saat melakukan pendaratan manual, terutama dalam kondisi cuaca buruk atau di bandara dengan landasan pendek.
Pengalaman dan Keterampilan
Pendaratan manual memungkinkan pilot untuk menjaga dan meningkatkan keterampilan penerbangan manual mereka. Hal ini penting terutama dalam situasi darurat atau ketika ALS tidak tersedia.
Kontrol Lebih Besar
Dengan melakukan pendaratan secara manual, pilot memiliki kontrol yang lebih besar atas pesawat dan dapat mengatasi situasi yang mungkin tidak terduga dengan lebih baik.
Keselamatan dan Keamanan
Meskipun ALS dapat melakukan pendaratan dengan presisi tinggi, namun pilot tetap dianggap sebagai faktor kunci dalam menjaga keselamatan penerbangan dan dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam situasi darurat.
Pilot cenderung menggunakan ALS untuk melakukan pendaratan saat kondisi cuaca buruk atau ketika visibilitas rendah karena ALS dapat memberikan pendaratan yang lebih presisi dalam kondisi tersebut. Namun, pilot juga sering melakukan pendaratan secara manual, terutama dalam kondisi cuaca baik dan saat mereka ingin menjaga keterampilan penerbangan manual mereka.
Secara umum, penggunaan ALS lebih dominan dalam penerbangan komersial modern, terutama di bandara yang dilengkapi dengan infrastruktur yang mendukung ALS. Namun, pilot tetap menjalani pelatihan dan mempertahankan keterampilan pendaratan manual untuk situasi darurat atau keadaan di mana ALS tidak tersedia atau tidak dapat digunakan. Jadi, keduanya merupakan bagian yang penting dalam operasi penerbangan, tergantung pada situasi dan kondisi penerbangan yang spesifik.
Apa yang terjadi jika teknologi kereta di Jepang digabungkan dengan Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang menggunakan Virtual Reality (VR) atau realitas tertambah dalam membantu penumpang? Sepertinya ini akan menjadi pengalaman baru apalagi yang dibantu adalah para penumpang dengan kebutuhan khusus.
Saat ini Jepang sendiri membantu penyandang disabilitas dengan berbagai macam seperti menghadirkan jalur taktil berwarna kuning di sepanjang stasiun dan peron untuk penumpang tuna netra agar mudah naik dan turun kereta. Dilansir KabarPenumpang.com dari japan-forward.com, tak hanya membantu penumpang tuna netra, para petugas stasiun juga dengan senang hati membantu para penyandang disabilitas lainnya ke peron dan memastikan mereka naik ke dalam kereta dengan aman.
Bahkan para petugas juga akan menghubungi kepala stasiun tempat penumpang itu tiba untuk membantu ketika keluar dari kereta api menuju peron. Namun bagaimana jika petugas stasiun tidak cukup dan banyak penumpang disabilitas yang harus dibantu? Dengan kehadiran teknologi AI, perusahaan West Japan Railway Techsia dan Mitsubishi Elektrik tengah melakukan pengembangan perangkat lunak yang memantau rekaman video dan mendeteksi apakah ada penumpang penyandang disabilitas di stasiun.
Teknologi ini juga mampu membedakan penumpang yang menggunakan kursi roda, tongkat untuk membantu jalan dan kereta dorong bayi. Nantinya setelah itu, ada atribut warna berbeda yang diberikan kepada mereka sehingga kepala stasiun dapat mengirimkan bantuan yang sesuai.
Perusahaan Jepang Omron, spesialis dalam industri elektronik dan otomasi, telah melangkah lebih jauh dengan menciptakan robot dengan menggunakan AI. Ini melewati perantara dan menciptakan sebuah mesin yang, di masa depan, dapat mengambil alih tanggung jawab pegawai stasiun yang mengawal penumpang berkebutuhan khusus ke peron.
Menggunakan peta digital stasiun, robot dihubungkan dengan kamera video yang diprogram untuk mengenali secara visual ketika seseorang dengan tongkat berjalan berdiri di area yang ditentukan. Bayangkan di masa depan ini adalah pintu masuk ke sebuah stasiun.
Robot kemudian bergerak di depan orang yang dimaksud, mengumumkan kehadirannya, dan mengajak orang tersebut untuk mengikutinya. Ada pegangan berguna yang bisa dipegang seseorang. Setelah robot membawa penumpang ke peron di lokasi di mana pintu kereta akan terbuka, robot akan mengeluarkan pesan “Anda telah mencapai tujuan”.
Fitur menarik dari robot ini adalah bahwa ia bukan hanya sebuah mesin yang diprogram untuk mengikuti rute yang telah ditetapkan. Robot ini juga dapat bereaksi terhadap sekelilingnya, secara otomatis berhenti jika aliran komuter muncul di depannya. Model Omron telah digunakan untuk tujuan pembersihan di beberapa stasiun, namun model tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu penyandang disabilitas dalam waktu dekat.
Dengan alasan mengurangi emisi karbon, penerbangan domestik jarak pendek mulai dilarang di Eropa, dengan pengalihan pada layanan kereta cepat bertenaga listrik yang sudah menjadi standar di Benua Biru. Hal tersebut telah dijalankan oleh Perancis dengan yang terbaru diikuti oleh Spanyol.
Penerbangan dengan alternatif kereta api yang memakan waktu kurang dari dua setengah jam tidak akan diizinkan lagi. Kecuali dalam kasus yang terhubung dengan bandara hub dengan rute internasional. Pembatasan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang dibuat di Kongres oleh pemerintah koalisi Spanyol.
Spanyol telah mempertimbangkan larangan tersebut sejak tahun 2021 sebagai bagian dari rencana aksi iklim tahun 2050. Hal ini terjadi setelah pemerintah Perancis secara resmi melarang penerbangan domestik untuk perjalanan yang dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua setengah jam dengan kereta api pada Mei 2023.
Dilansir dari euronews, Senin (26/2/2024), nota yang disepakati kedua partai politik, PSOE dan Sumar, juga berupaya menganalisis potensi dampaknya.
Pembatasan penggunaan jet pribadi dan arahan Uni Eropa mengenai pajak produk energi, termasuk minyak tanah yang digunakan sebagai bahan bakar penerbangan.
Awalnya, rancangan proposal pemimpin Sumar Yolanda Díaz mencakup penghapusan penerbangan jarak pendek dengan alternatif kereta api yang memakan waktu kurang dari empat jam, namun kini dikurangi menjadi dua setengah jam.
Draf proposal awal akan menghemat hingga 300.000 ton CO2 dan 50.000 penerbangan per tahun, sebagaimana terungkap dalam penelitian yang dirilis tahun lalu oleh Ecologistas en Acción.
Koalisi kelompok lingkungan hidup mengatakan bahwa 11 rute udara dapat digantikan dengan perjalanan kereta api dalam waktu kurang dari empat jam, sehingga mengurangi emisi CO2 Spanyol hingga hampir 10 persen.
Laporan tersebut terutama mengamati penerbangan ke dan dari Madrid, banyak di antaranya kemungkinan besar tidak termasuk dalam larangan saat ini karena ini adalah bandara internasional. Seperti halnya kebijakan yang diterapkan di Perancis, jumlah penerbangan yang terkena dampak kebijakan di Spanyol bisa jadi sangat sedikit.
Kendati demikian, larangan penerbangan jarak pendek dikritik sebagai tidak efektif. Partai oposisi PP dan Vox menentang larangan tersebut dan Vox mengatakan hal itu akan membuat Spanyol kurang kompetitif. Belum jelas kapan kebijakan ini akan diberlakukan atau rute mana yang akan terkena dampaknya.
Hal ini karena larangan tersebut perlu melalui beberapa tahap amandemen sebelum dapat disetujui oleh Senat dan akhirnya menjadi undang-undang.
Atas inisiatif maskapai, KLM Royal Dutch Airlines telah menggantikan salah satu dari lima rute penerbangan berjadwal yang menghubungkan Brussels dan Amsterdam Schiphol dengan menggunakan kereta cepat Thalys. Inisiatif ini merupakan salah satu tindakan langsung yang diambil pihak maskapai guna menurunkan intensitas penerbangan antara Brussels dan Amsterdam – dimana KLM Royal Dutch Airlines dapat mengalokasikan slot penerbangan tersebut ke penerbangan jarak jauh.