Ikon Pesawat Tiba-tiba Mengilang dari Layar Flightradar24, Jangan Keburu Panik!

Memantau penerbangan kerabat atau sanak sudara dari aplikasi Flightradar24 punya kenikmatan tersendiri, cukup dengan memasukan kode penerbangan, maka Anda bisa memantau kondisi penerbangan secara realtime. Namun, bila pesawat yang belum tiba di tujuan, namun ikon pesawat tiba-tiba menghilang, kadang bisa membuat cemas, seperti terbesit pertanyaan, apakah ikon yang menghilang dari layar Flightradar24, bisa diartikan pesawat mengalami insiden di udara?

Baca juga: Flightradar24.com Rilis Fitur Search Baru, Ini Detailnya

Faktanya, tidak selalu saat pesawat menghilang dari aplikasi Flightradar24 itu berarti pesawat jatuh atau mengalami kecelakaan. Ada beberapa alasan mengapa pesawat bisa menghilang dari aplikasi Flightradar24. Berikut uraiannya.

1. Koneksi Data
Pesawat yang berada di wilayah yang tidak terjangkau oleh sinyal penerima ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) tidak akan terdeteksi oleh aplikasi pelacakan penerbangan. Wilayah terpencil atau daerah dengan infrastruktur yang terbatas mungkin memiliki cakupan yang kurang dari sistem ADS-B.

2. Pemeliharaan atau Gangguan
Pesawat yang sedang menjalani pemeliharaan atau mengalami gangguan teknis pada sistem transponder atau peralatan pelacakan lainnya mungkin tidak dapat terdeteksi oleh sistem pelacakan.

3. Privasi atau Keamanan
Beberapa penerbangan, terutama penerbangan militer atau penerbangan khusus, dapat memilih untuk menyembunyikan data penerbangan mereka dari publik untuk alasan privasi atau keamanan.

4. Kesalahan Sistem
Kadang-kadang, kesalahan atau masalah teknis pada sistem pelacakan penerbangan dapat menyebabkan pesawat tidak terdeteksi atau tampak menghilang dari aplikasi pelacakan.

5. Pemutusan Sinyal
Ada kemungkinan bahwa pesawat mengalami pemutusan sinyal ADS-B karena masalah teknis pada peralatan transponder atau alasan operasional lainnya.

6. Perubahan Jalur Penerbangan
Pesawat mungkin telah mengubah jalur penerbangan atau ketinggian, yang dapat mengakibatkan penundaan dalam pemantauan posisi oleh aplikasi Flightradar24.

7. Peraturan dan Kebijakan
Beberapa negara atau maskapai penerbangan memiliki peraturan atau kebijakan yang membatasi atau mengatur informasi yang dapat diberikan kepada publik tentang penerbangan mereka, yang dapat mempengaruhi ketersediaan data pelacakan.

ADS-B adalah singkatan dari Automatic Dependent Surveillance-Broadcast. Ini adalah sistem pelacakan pesawat yang menggunakan satelit GPS untuk menentukan posisi pesawat dan kemudian menyiarakan informasi posisi tersebut secara terus-menerus ke stasiun darat dan pesawat lain yang juga dilengkapi dengan sistem ADS-B. Sistem ini memungkinkan pesawat untuk dilacak secara real-time oleh operator lalu lintas udara dan aplikasi pelacakan penerbangan seperti Flightradar24.

Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial

Sinyal ADS-B berisi informasi seperti identifikasi pesawat, posisi, kecepatan, arah, ketinggian, dan informasi lainnya yang penting untuk navigasi dan keamanan penerbangan. Sistem ADS-B diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penerbangan dengan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap lalu lintas udara dan memungkinkan pengendali lalu lintas udara untuk mengelola lalu lintas dengan lebih efisien.

Qantas dan Jetstar Optimalkan Pemeliharaan Armada dengan Airbus Skywise Predictive Maintenance

Qantas dan Jetstar Airways dari Australia mengumumkan penerapan solusi digital Skywise Predictive Maintenance (S.PM+), yang merupakan langkah penting dalam komitmen mereka terhadap operational excellence. Dengan mengadopsi pemeliharaan proaktif, kedua maskapai ini berupaya untuk mengantisipasi kegagalan komponen, meminimalkan kejadian penundaan penerbangan, dan mengurangi insiden Aircraft on Ground (AOG).

Baca juga: Tampilkan Corak Karya Seni Aborigin, QantasLink Terima Unit Perdana Airbus A220

Ditandatangani di Singapore Airshow 2024, perjanjian ini mencakup armada A330 milik Qantas dan armada A320 milik Jetstar Airways. Implementasi penuh S.PM+ telah berjalan, dengan Qantas dan Jetstar Airways mulai mengintegrasikan solusi ini pada tahun 2023.

Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari perjanjian sebelumnya antara Airbus dengan Qantas dan Jetstar Airways ketika kedua maskapai tersebut menggunakan platform Skywise untuk armada mereka pada tahun 2019, yang menandai dimulainya inisiatif digital yang signifikan dalam penyempurnaan operasi mereka.

S.PM+ memanfaatkan banyak sumber informasi tentang operasional pesawat, mengantisipasi kegagalan komponen dengan menganalisis aktivitas abnormal. Dengan demikian Qantas dan Jetstar Airways dapat dengan mudah beralih dari pemeliharaan yang tidak direncanakan ke pemeliharaan yang direncanakan, sehingga menghasilkan manajemen kinerja armada yang lebih baik, mengurangi penundaan operasional, dan menghemat bahan bakar.

Vietnam Airlines Pilih Airbus Skywise Untuk Solusi Pemeliharaan Prediktif Armadanya

Skywise dari Airbus adalah sekumpulan solusi digital penerbangan terbesar yang terdiri dari beberapa modul termasuk keandalan, pemeliharaan prediktif, atau pemantauan kesehatan. Didukung oleh big data, Skywise menawarkan solusi siap pakai yang unik bagi operator penerbangan untuk mengatasi tantangan operasional mereka, dan membentuk cara yang lebih berkelanjutan untuk mengoperasikan serta memelihara pesawat Airbus.

Tolak Beli Barang dari Toko Rekanan Pemandu Wisata, Keluarga Pelancong ‘Diusir’ dari Bus

Identik membawa bendera kecil setiap kali bertugas, keberadaan pemandu wisata (tour guide) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa paket wisata. Dan sudah lumrah bila pemandu wisata bakal mengarahkan pelancong untuk menyambangi toko (souvenir shop) rekanan, dengan gimick diskon untuk pelancong, plus komisi yang bisa diraup oleh sang pemandu saat memboyong pelancong ke dalam toko. Namun, ada anomali yang terjadi di Cina.

Baca juga: Jepang Hapuskan Kewajiban Tur Berpemandu untuk Pelancong Asing, Tapi Tetap Harus dalam Paket Tur

Seperti dikutip South China Moring Post, seorang pemandu wisata memaksa sebuah keluarga turis asal Cina turun dari bus karena menolak membeli gelang seharga 50.000 yuan (US$6.950), yang kemudian mendorong otoritas pariwisata setempat untuk melakukan penyelidikan.

Seorang turis bermarga Tian dari Provinsi Hebei membeli paket wisata seharga 17.000 yuan untuk keluarganya yang beranggotakan lima orang untuk mengunjungi Kota Lijiang di Provinsi Yunnan selama Festival Musim Semi.

Pada tanggal 12 Februari 2024, yaitu hari ketiga perjalanan mereka, pemandu wisata membawa rombongan wisatawan ke sebuah toko di Lijiang yang menjual barang-barang batu giok. Pemandu tersebut kemudian mencoba membujuk Tian agar membeli gelang seharga 50.000 yuan.

Namun Tian menolak karena harganya terlalu mahal. Turis tersebut kemudian mengetahui bahwa anggota lain dari kelompoknya telah membeli produk mahal tetapi dia tetap memutuskan untuk mengatakan tidak, meskipun ada peringatan memaksa dari pemandu wisata.

Buntut dari aksi Tian yang menolak membeli batu giok, pemandu wisata kemudian meminta Tian dan keluarganya untuk naik ke bus lain.

Tian pun melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas pariwisata setempat, yang kemudian melakukan penyelidikan. Pada 18 Februari, pemandu wisata tersebut didenda 20.000 yuan dan diskors selama tiga bulan. Insiden ini telah menjadi topik hangat di media sosial Cina, dan banyak yang mengkritik pemandu wisata tersebut.

Ingin Berikan Tip Saat Melancong di Amerika Serikat, Pelajari Dulu Serba-Serbinya

Seoul Bangun Tempat Perlindungan (Shelter) dari Cuaca Ekstrem di 41 Toko Serba ada

Pemerintah Metropolitan Seoul (SMG) akan membuat tempat berlindung di 41 toko serba ada di seluruh ibu kota, sehingga warga dapat mendinginkan diri selama musim panas atau menghindari cuaca dingin selama musim dingin.

Baca juga: Atasi Kekurangan Pengemudi, Seoul Akan Luncurkan Bus Tanpa Pengemudi di Waktu Subuh

Dikutip dari The Korean Times, Pemerintah kota mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan BGF Retail dan GS Retail pada hari Jumat lalu. BGF Retail adalah operator waralaba toko serba ada CU, sementara GS Retail mengoperasikan toko serba ada GS25.

Secara tradisional, pusat komunitas dan fasilitas kesejahteraan berfungsi sebagai tempat berlindung selama kondisi cuaca ekstrem. Namun, terbatasnya akses dan jam operasional menjadi tantangan bagi banyak orang. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah kota mengusulkan pemanfaatan toko serba ada karena aksesibilitasnya dan operasionalnya yang buka sepanjang waktu.

BGF Retail dan GS Retail menyatakan dukungan mereka, yang mengarah pada komitmen 23 toko CU dan 18 toko GS25, yang berlokasi di 18 distrik di ibu kota, untuk berfungsi sebagai tempat penampungan awal.

Toko-toko ini akan menyediakan tempat istirahat dengan tujuan memberikan perlindungan kepada warga selama cuaca dingin dan gelombang panas.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah Seoul memasang tanda yang menyatakan toko-toko ini sebagai mitra kolaboratif dan memulai kegiatan promosi. Selain itu, langkah-langkah dukungan administratif, seperti bantuan bagi pemilik toko, akan diberikan untuk mendorong partisipasi sukarela.

Uji coba pengoperasian pusat-pusat ini akan dimulai pada hari Kamis dan berlangsung hingga 15 Maret ketika kesiapan pemerintah kota terhadap gelombang dingin akan dicabut. Badan ini kemudian akan menganalisis efektivitas tempat penampungan dan berupaya memperluas jumlahnya sebelum gelombang panas terjadi.

Tingkatkan Kualitas Udara, Seoul Metro Kurangi Debu Halus di Stasiun Kereta Bawah Tanah

“Tempat penampungan ini mewakili model kemitraan publik-swasta,” kata seorang pejabat SMG, seraya menambahkan bahwa para mitra akan melakukan yang terbaik untuk membuat Seoul lebih aman dan nyaman di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Mau ke Thailand? Pelancong asal Indonesia Kudu Bawa Uang Tunai Rp8 Jutaan

Bisa disambangi tanpa visa, negara-negara di Asia Tenggara tak pelak menjadi tujuan destinasi favorit para pelancong asal Indonesia. Meski ada kemudahan, namun, khusus untuk Thailand ada kebijakan baru yang wajib Anda ketahui, pasalnya boleh jadi kebijakan ini bakal membuat sebagian pelancong akan mengurungkan niatnya ke Negeri Gajah Putih.

Baca juga: Thailand Rayakan Festival Cahaya “Loy Krathong”, Ini Pilihan Destinasi Terbaik untuk Anda

Berdasarkan ketentuan terbaru, untuk berlibur ke Thailand, Anda harus menyiapkan uang tunai kurang lebih sebanyak Rp8 jutaan. nformasi tersebut dibagikan oleh content educator travel, Abi Satria dalam akun Instagram @inimasabi. Abi Satria menjelaskan, uang tunai tersebut dibutuhkan sebagai bukti mampu finansial sebelum masuk dan berlibur ke Thailand.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok kerap kali mendapatkan kasus Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak bisa masuk ke Thailand akibat tidak bisa melampirkan bukti mampu finansial. “Tapi karena makin seringnya KBRI Bangkok menerima aduan WNI yang ditolak masuk ke Thailand karena tidak bisa menunjukkan bukti punya uang dan info pesanan hotel, masa berlaku paspor yang masih lama (minimal 6 bulan).

“Lantaran banyak kasis, akhirnya dikeluarkan lah imbauan untuk bawa uang cash THB 15.000-20.000,” tulis Abi Satria, dikutip dari keterangan unggahan tersebut, Jumat (23/2/2024).

Baca juga: Airbnb Rilis Data Terbaru Tentang Industri Wisata di Asia Tenggara, Thailand Jawara di 2022

Uang tersebut dibutuhkan untuk berjaga-jaga apabila diminta bukti mampu finansial saat di imigrasi di Thailand. Abi Satria menyatakan bahwa persyaratan ini baru diterapkan, sebelumnya saat ia datang ke Thailand awal tahun 2024, peraturan tersebut masih belum ada. “Selama 2023 sampe awal 2024 ini bolak-balik ke Thailand gak pernah bawa cash banyak, karena emang apa-apa udah cashless dan Qris juga udah bisa di Thailand,” jelasnya.

Hari ini 11 Tahun Lalu, Kecelakaan Balon Udara di Luxor Mesir Tewaskan 19 Orang

Kecelakaan balon udara di Luxor, Mesir, pada 26 Februari 2013, adalah salah satu kecelakaan balon udara paling mematikan dalam sejarah penerbangan balon udara. Kejadian ini terjadi ketika sebuah balon udara wisata mengalami kebakaran dan jatuh ke tanah, menewaskan 19 orang dari 21 penumpang yang ada di dalamnya.

Baca juga: Begini Foto Antartika Pertama pada 119 Tahun Lalu Lewat Balon Udara

Penyebab kecelakaan tersebut diduga akibat dari kebocoran gas pada tabung gas yang digunakan untuk mengisi balon udara, yang kemudian menyebabkan terjadinya kebakaran. Balon udara tersebut terbakar di udara sebelum jatuh ke tanah di dekat kota Luxor.

Kronologi kecelakaan balon udara di Luxor, dimulai pada pukul 06.30 pagi waktu setempat, sekelompok turis naik ke dalam sebuah balon udara di dekat kota Luxor untuk menikmati pemandangan udara dari sekitar Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk kompleks kuil Karnak dan Kuil Luxor.

Ketika balon udara berada di ketinggian yang cukup tinggi, diperkirakan sekitar 300 meter, terjadi kebocoran gas pada tabung gas yang digunakan untuk mengisi balon udara. Kebocoran gas tersebut menyebabkan terjadinya kebakaran di dalam keranjang balon udara. Api dengan cepat menyebar dan memicu kepanikan di antara penumpang.

Untuk menghindari api, beberapa penumpang melompat dari keranjang balon udara, sementara yang lain mencoba memadamkan api dengan menggunakan pakaian mereka. Akibat kebakaran dan kepanikan, balon udara jatuh ke tanah di daerah padang gurun di dekat Luxor.

Tim penyelamat segera dikirim ke lokasi kecelakaan, namun 19 dari 21 penumpang tewas dalam kejadian tersebut, termasuk warga negara dari Hong Kong, Inggris, Jepang, dan Perancis.

Di Ketinggian 1.000 Kaki, Subway Buka ‘Restoran’ di Atas Balon Udara

Kecelakaan ini menyebabkan reaksi internasional yang besar dan menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan penerbangan balon udara wisata di Mesir. Setelah kecelakaan, pemerintah Mesir memperketat regulasi dan pengawasan terhadap industri penerbangan balon udara untuk meningkatkan keselamatan bagi para penumpang.

Stasiun Labuan di Medan, Jalur Pertama Perkeretaapian Sumatera Utara

Namanya memang terdengar rancu, lantaran ada nama Stasiun Labuan yang ada di Pandeglang, padahal kedua stasiun ini berbeda. Dimana Stasiun Labuan dengan kode LBU tersebut berada di Medan Belawan, kota Medan, Sumatera Utara, sedangkan Stasiun Labuan yang satunya berada di Pulau Jawa dan sudah tak lagi aktif alias alurnya sudah tak ada lagi.

Baca juga: Stasiun Labuan, Pernah Jadi Stasiun di Paling Ujung Barat Pulau Jawa

Meski begitu stasiun-stasiun yang ada di kota medan beserta jalurnya juga masih aktif dan beroperasi hingga kini. Salah satu stasiun yang akan dibahas KabarPenumpang.com dan masih aktif adalah Stasiun Labuan.

Dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Labuan sendiri masuk dalam Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara dan Aceh. Stasiun ini sendiri merupakan yang pertama di jalur kereta api Deli Spoorweg Maatschapijj (DSM) yang menghubungkan Labuan dengan Belawan.

Stasiun ini merupakan kelas dua dan berada di ketinggian +2,30 meter di atas permukaan laut. Memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 sepur lurus. Stasiun ini aktif namun tidak mengangkut penumpang melainkan bahan bakar minyak (BBM) menuju ke Medan.

Sebab satu kilometer ke arah utara stasiun terdapat percabangan menuju ke Depot Pertamina Labuan. Di Stasiun Labuan sendiri pada November 2018 kemarin terlaksana kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh PT KAI Divre I Sumut dan Aceh.

Bakti sosial pemeriksaan kesehatan tersebut mengadirkan RailClinik untuk diperkenalkan kepada masyarakat sekitar Stasiun Labuan. Diketahui, menjadi jalur pertama yang dibangun DSM karena saat itu, Labuan masih menjadi pust pemerintahan Sultan Deli.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik

Bahkan saat itu Kesultanan Deli melarang warga Melayu menjadi buruh kasar dan kuli-kuli yang di datangkan dari Cina-lah yang didatangkan untuk membangun rel-rel di jalur tersebut. Jalur Labuan-Medan sendiri dibangun merupakan jalur perkotaan pertama yang dibuat dengan panjang sekitar 16,7 km. Pada awalnya terdapat tiga Lokomotif B 2t 1067 “Sumatra” yang dibuat oleh perusahaan Belanda Hohenzollern untuk kebutuhan sarana di jalur yang dioperasikan oleh DSM tersebut.

Garuda Indonesia dan The Pokemon Resmi Gunakan Livery “Pikachu Jet GA-1”

Garuda Indonesia berkolaborasi dengan The Pokémon Company pada hari ini Kamis (22/2) meresmikan pengoperasian livery tematik Pikachu Jet GA-1 yang diaplikasikan pada pesawat Boeing 737-800 NG Garuda Indonesia di Hangar 2 GMF AeroAsia. Desain livery tematik Pikachu Jet GA-1 ini merupakan desain pertama dari total 2 (dua) desain yang telah disiapkan oleh Garuda Indonesia dan The Pokémon Company.

Baca juga: Garuda Indonesia dan The Pokémon Company Rilis Design Livery Tematik “Pikachu Jet”

Penerbangan perdana pesawat Garuda Indonesia dengan desain livery tematik Pikachu Jet GA-1 tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Jumat (23/2) pada penerbangan GA408 dengan rute penerbangan Jakarta – Denpasar dan juga GA411 dengan rute penerbangan Denpasar – Jakarta.

Lebih lanjut, penerbangan pesawat dengan livery Pikachu Jet GA-1 tersebut nantinya juga akan melayani beberapa rute domestik seperti Batam, Medan, Palangkaraya, Malang, Balikpapan, Yogyakarta, Denpasar – Makassar pp, Merauke – Jayapura pp, serta rute internasional Surabaya – Singapura pp.

Penggunaan desain tematik Pikachu Jet GA-1 tersebut merupakan bagian dari program “Pokémon Air Adventures”, sebuah program kolaborasi antara Garuda Indonesia dan The Pokémon Company untuk menghadirkan pengalaman penerbangan yang baru dan unik untuk pengguna jasa Garuda Indonesia, khususnya pecinta Pokémon.

Adapun desain tematik Pikachu Jet GA-1 yang akan digunakan pada pesawat Garuda Indonesia selama 5 (lima) tahun kedepan tersebut menampilkan keindahan kultur dan kekayaan alam Indonesia di mana livery pesawat menampilkan keindahan alam Indonesia bersama dengan berbagai Pokémon seperti Squirtle, Horsea, Finneon, Mantine, Butterfree, Bounsweet, Oddish, Eevee, Aipom, dan Vileplume.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa peluncuran desain livery tematik Pikachu Jet GA-1 ini merupakan inisiatif berkelanjutan Garuda Indonesia yang terus kami selaraskan dengan animo masyarakat dalam menyambut kehadiran berbagai pengalaman tematik Pokémon di dalam penerbangan Garuda Indonesia.

“Resmi dioperasikannya Pikachu Jet GA-1 sekaligus turut menjawab antusiasme masyarakat yang ingin merasakan pengalaman penerbangan yang unik melalui peluncuran livery dan berbagai aktivasi bersama The Pokémon Company,” kata Irfan.

“Kolaborasi strategis dengan berbagai brand unggulan berskala nasional dan global tentunya juga menandai komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk menghadirkan layanan penerbangan premium yang tidak hanya aman dan nyaman, melainkan juga memberikan nilai tambah untuk para pengguna jasa. Selain itu, aktivasi kolaboratif tersebut tentunya menjadi dedikasi kami dalam memperkenalkan kekayaan dan keanekaragaman budaya serta alam yang dimiliki Indonesia ke kancah dunia,” lanjut Irfan.

Selain meluncurkan desain livery tematik Pikachu Jet GA-1, Garuda Indonesia dan The Pokémon Company juga memberikan tambahan value pada beberapa touch points penumpang seperti landing page khusus di website Garuda Indonesia yang menginformasikan inflight material dan activity, rute penerbangan, penjualan merchadise Pokémon, LED dengan desain Pokémon pada selected check-in counter area, _cabin crew announcement dan boneka pikachu pada saat penumpang boarding, tayangan Pokémon Kids TV pada inflight entertainment di pesawat, serta berbagai inflight & route activation yang bisa diakses oleh pengguna jasa.

The Pokémon Company diwakili oleh Susumu Fukunaga menambahkan, “Kami bekerja sama dengan Garuda Indonesia dalam proyek “Pikachu’s Indonesia Journey” yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dan penuh kegembiraan dengan Pokémon Livery tematik Pikachu Jet GA dan juga “Pikachu Indonesia Journey” merupakan bagian dari “Pokémon Air Adventures”, sebuah proyek yang diluncurkan dengan harapan bahwa ketika orang-orang dapat bergerak bebas lagi, mereka akan dapat merasakan kembali kegembiraan dalam bepergian dan kenikmatan mobilitas.

“Kemudian dimulai dengan acara di Bali pada tanggal 2 dan 3 Maret, kami akan melakukan berbagai upaya agar Pikachu dan teman-temannya dapat memberikan kenangan indah di berbagai tempat di Indonesia. Kami berharap banyak orang akan datang dengan Pikachu Jet GA-1 dan mengunjungi acara-acara tersebut” pungkas Susumu Fukunaga.

Pokemon Slowpoke Warnai Kapal Ferry di Prefektur Kagawa Sebagai Promosi Pariwisata Lokal

Lebih lanjut, Irfan Setiaputra pada kesempatan tersebut turut menuturkan “Dengan kolaborasi strategis bersama brand unggulan berskala global seperti ini, kiranya akan semakin banyak kolaborasi bersama brand-brand unggulan lain yang bisa dilakukan oleh Garuda Indonesia. Kiranya hal tersebut akan semakin menumbuhkan excitement masyarakat dalam mengakses penerbangan Garuda Indonesia sekaligus akan berdampak positif dalam kepulihan pariwisata nasional”.

Tekan Biaya Operasional Maskapai, Embraer dan Scoot Tandatangani “Embraer Collaborative Inventory Planning”

Embraer dan Scoot, maskapai berbiaya murah, bagian dari Singapore Airlines Group, telah menandatangani kontrak untuk Embraer Collaborative Inventory Planning (ECIP), sebuah program manajemen inventaris suku cadang yang dapat dibuang dan dirancang untuk membantu pelanggan mengurangi biaya operasional sebesar mengoptimalkan tingkat persediaan.

Baca juga: Embraer dan Scoot Tandatangani Perjanjian Program Pool untuk Armada E190-E2

Perjanjian ECIP, ditambah dengan Pool Program yang telah ditandatangani Scoot sebelumnya, akan memberikan dukungan komprehensif untuk sembilan armada jet E190-E2 Scoot yang akan datang. Dengan ini Scoot akan menjadi pelanggan ECIP pertama di kawasan Asia-Pasifik.

Ng Chee Keong, Chief Operating Officer, Scoot, mengatakan,“Kemitraan berkelanjutan kami dengan Embraer merupakan bukti komitmen kami untuk memberikan kinerja optimal dengan armada E190-E2 baru. Selagi kami mengantisipasi kedatangan jet Embraer pertama kami dalam waktu dekat, pengaturan strategis ini akan membantu memastikan efisiensi operasional.”

“Rangkaian layanan Embraer dibangun berdasarkan pemahaman dan antisipasi kebutuhan pelanggan maskapai penerbangan kami dalam lingkungan yang sangat dinamis,” kata Carlos Naufel, Presiden dan CEO, Embraer Services & Support. “Kami berterima kasih kepada Scoot atas kepercayaan mereka kepada kami dalam upaya kami mewujudkan pengoperasian armada E190-E2 mereka.”

Singapura adalah pusat layanan Embraer dan mendukung operasi Asia Pasifik. Selain personel yang berbasis di Singapura, Perusahaan memiliki Pusat Distribusi Regional di zona perdagangan bebas Bandara Changi. Pusat Distribusi Regional menyediakan penyediaan dan dukungan suku cadang sepanjang waktu untuk pelanggan Embraer dari lokasi terpusat di wilayah tersebut.

ECIP menawarkan banyak keuntungan bagi pelanggan. Hal ini mencakup minimalisasi pencairan dana pelanggan karena sebagian besar investasi inventaris dilakukan oleh Embraer, sehingga mengurangi secara signifikan investasi yang biasanya dilakukan oleh maskapai penerbangan.

Selain itu, hal ini juga mencakup penetapan harga tahunan yang tetap untuk barang-barang yang tercakup dalam cakupan ECIP, sehingga memungkinkan pelanggan memiliki prediktabilitas arus kas berdasarkan tingkat layanan yang disepakati.

Gawat, Perusahaan Inggris Pasok Suku Cadang Palsu Mesin CFM56, Banyak Digunakan di Boeing 737 dan Airbus A320

Pengoperasiannya berbasis data, dengan rekomendasi pemesanan mingguan berdasarkan konsumsi suku cadang pelanggan. Perangkat lunak canggih, didukung oleh stok khusus untuk melayani Pelanggan ECIP di wilayah tersebut dan pengalaman Perencanaan Embraer adalah kunci efisiensi solusi. Selain itu, pelanggan ECIP mengandalkan keahlian manajemen layanan material Embraer dan jaringan logistik global dengan kinerja terbaik di kelasnya.

Vietjet Terima Pesawat ke-105 Airbus A321neo ACF, Diklaim Bisa Mengurangi Kebisingan Hingga 75%

Vietjet, maskapai berbiaya murah asal Vietnam, kedatangan armada baru berupa pesawat
Airbus A321neo ACF, yang diterbangkan dari Hamburg ke Ho Chi Minh City. Sebagai pesawat generasi terdepan dari Airbus, A321neo ACF mampu menghemat bahan bakar hingga 20%, menurunkan tingkat polusi lingkungan hingga 50%, dan secara signifikan mengurangi kebisingan hingga 75%.

Baca juga: Buka Penerbangan Vietnam – Hong Kong, Vietjet Terima Pesawat Ke-102 Airbus A321neo

Pada tahun 2019, Vietjet menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang mengoperasikan format kabin yang dirancang khusus untuk A321neo ACF. Pesawat ke-105 ini akan beroperasi pada rute-rute yang menghubungkan beragam destinasi di Vietnam dan mancanegara, seperti Australia, India, Cina, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, dan negara-negara lainnya.

Saat ini, Vietjet mengoperasikan lebih dari 100 pesawat melalui jaringan penerbangan yang mencakup Vietnam dan Thailand, serta berbagai destinasi internasional seperti Indonesia, Australia, India, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Kazakhstan, dan lainnya. Maskapai ini juga telah melayani lebih dari 185 juta penumpang, baik domestik maupun internasional.

Dalam dua bulan terakhir, Vietjet terus memperluas armadanya dengan melakukan penambahan pesawat Airbus Neo secara berturut-turut. Melalui peningkatan armada pesawat ini, Vietjet berupaya untuk menghadirkan sumber daya dan momentum baru guna memperluas jaringan penerbangannya ke berbagai destinasi baru pada tahun 2024.

Selain itu, untuk memenuhi permintaan perjalanan pelanggan selama liburan Tahun Baru Imlek pada awal bulan Februari, Vietjet juga telah menambah enam pesawat wet-lease ke armadanya.