Hari Ini dalam Sejarah, Pertama Kali Dalam Sejarah Dua Maskapai Barter Pesawat

Hari ini dalam sejarah, yang bertepatan dengan 18 Oktober 1983, dua maskapai AS, Pan American World Airways (Pan Am) dan American Airlines sepakat barter atau tukar-menukar beberapa pesawat. Pan Am diketahui menyerahkan 15 McDonnell Douglas DC-10 sedangkan American Airlines memberikan 8 Boeing 747. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah ada dua maskapai penerbangan menyetujui barter pesawat.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Dilansir The New York Times, Jeffrey Kriendler, wakil presiden urusan publik Pan Am, mengatakan dalam sebuah wawancara pada 14 Oktober, bahwa “diskusi sedang berlangsung dan terus berlanjut” meskipun kedua maskapai belum mencapai kesepakatan.

Setelah sempat tarik ulur kepentingan selama beberapa hari dan sempat diisukan menemui jalan buntu, terhitung dari 14-18 Oktober, masing-masing maskapai akhirnya bersepakat menukar pesawat, dimana, menurut Kriendler, Pan Am menyerahkan 15 McDonnell Douglas DC-10 sedangkan American Airlines memberikan 8 Boeing 747.

Hans Plickert, analis maskapai penerbangan di E. F. Hutton, mengatakan transaksi (barter pesawat antar dua maskapai) “Pasti akan menjadi yang terbesar dari jenisnya.” Pertukaran pesawat di antara maskapai besar jarang terjadi. Mereka (maskapai) biasanya membeli pesawat baru untuk memodernisasi armada mereka.

Dengan adanya barter pesawat ini, Pan Am harus merelakan salah satu dari dua jenis pesawat trijet yang dimiliki dan menyisakan 12 pesawat trijet, Lockheed L-1011. Namun hal itu bagus untuk maskapai.

Pasalnya, selama ini, Pan Am kerap direpotkan (dipaksa keluar uang berlebih) dengan adanya dua jenis pesawat trijet itu terkait biaya perawatan serta melatih dan menjaga kemampuan pilot untuk menerbangankan kedua jenis pesawat. Nampaknya, inilah yang menjadi dasar Pan Am untuk mendapatkan pesawat yang dibutuhkan dengan jalan barter.

Pada Juli 1982, Pan Am memutuskan untuk menyederhanakan armadanya dengan menjual Lockheed L-1011 miliknya. Namun, maskapai kesulitan menemukan pembeli karena umumnya dunia juga kelebihan pasokan jet jumbo bekas. Ketika opsi barter DC-10 ke American Airlines muncul, menurut seorang pejabat industri, Pan Am memutuskan untuk memprioritaskan hal itu dan menahan rencana untuk menjual L-1011.

Plickert berujar, bahwa L-1011, yang dapat mengangkut 275 penumpang, menjadi pesawat yang ideal untuk rute Amerika Latin Pan Am, dimana traffic tengah menurun kala itu, sehingga membuat armada Boeing 747 Pan Am terlalu besar untuk rute itu. Queen of the Skies Boeing 747 diketahui dapat mengangkut hingga 450 penumpang per penerbangan.

Sebaliknya, Boeing 747, yang kala itu sudah ada 44 armada yang dimiliki Pan Am, sangat cocok untuk sebagian besar rute internasional jarak jauhnya. Dengan tambahan delapan pesawat, tentu maskapai dalam posisi yang lebih siap untuk menangani serbuan penumpang yang meningkat saat itu.

Pan Am sendiri sebetulnya tidak menginginkan DC-10. Namun, hal itu menjadi sebuah keniscayaan usai membeli National Airlines pada 1980 dan secara otomatis maskapai mendapat pesawat yang mampu mengangkut sebanyak 275 penumpang itu, mirip Lockheed L-1011 karena memang keduanya bersaing ketat.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Bak gayung bersambut, menurut Plickert, American Airlines sudah bertahun-tahun mengeluh bahwa Boeing 747 terlalu besar untuk strategi bisnis maskapai yang ingin membangun kembali jaringan domestik ke kota-kota penghubung di Amerika Serikat, sebuah strategi bisnis yang menjadikan frekuensi penerbangan sebagai fokus utama. Strategi bisnis seperti itu paling cocok dioperasikan dengan pesawat yang lebih kecil. Nampaknya inilah yang menjadi dasar maskapi menukar pesawat itu ke Pan Am.

Barter pesawat antar dua maskapai untuk pertama kalinya di dunia ini, bila diusut lebih dalam, sebetulnya merupakan hilir dari hubungan mesra dua maskapai yang sudah terjalin sejak lama. Sebelumnya, dalam koran The New York Times terbitan 21 Desember 1973, kedua maskapai dilaporkan juga sepakat untuk barter beberapa rute andalan masing-masing.

Kode Bandara Mudahkan Penumpang dan Pekerja Penerbangan

Jakarta ada CGK, Hongkong ada HKG, apakah Anda tahu ini kode apa? Pasti sebagian dari Anda tahu ini adalah kode dari bandara-bandara di seluruh dunia. Tapi pernahkah Anda sadar darimana dan kenapa ada kode-kode bandara ini?

Baca juga: IATA vs ICAO, Apa Bedanya? Berikut Ulasannya

Dilansir dari skygod.com, International Air Transport Association (IATA) mengatakan dengan adanya kode ini untuk memudahkan pilot, pengendali udara, pramugari, agen perjalanan hingga penanganan bagasi. Awalnya tahun 1903 ketika Wright bersaudara mengudara pertama kalinya bandara adalah lapangan yang nyaman dengan angin yang kencang.

Namun, saat itu, Weather Service melakukan tabulasi data dari seluruh kota di dunia dengan menggunakan sistem indikasi dua huruf. Dulunya, penerbangan hanya menyalin sistem ini, tetapi tahun 1930an saat dunia penerbangan tiba-tiba meledak ke masyarakat, kota tanpa stasiun pengendali cuaca juga ikut di identifikasi untuk mendapatkan kode-kode terbaru yang sesuai.

Blog FASTRAVEL
Blog FASTRAVEL

Kemudian beberapa bagian dari pemerintahan melakukan brainstorming dan lahirlah sistem dengan tiga huruf untuk bandara-bandara ini. Biasanya tiga huruf ini bukanlah berasal dari nama bandara itu saja melainkan dari kota-kota tempat bandar berdiri atau dibangun. Contohnya seperti Bandara Soekarno-Hatta di Indonesia yang memiliki kode CGK, karena berada di daerah Cengkareng, BOM untuk bandara di Bombay, India atau Kualanamu (KNO) di Sumatera Utara.

Selain itu singkatan tiga huruf ini juga, terkadang tidaklah sesuai dengan yang harusnya menjadi singkatan seperti O’Hare di Chicago yang disingkat ORD. Namun, semakin pesatnya pertumbuhan dunia penerbangaan membuat singkatan tiga huruf tidaklah lagi cukup untuk mengidentifikasi sebuah bandara. Ada beberpa badara yang menggunakan kombinasi angka dan huruf sebanyak empat digit seperti 2NC3(Sky-5Helipad), biasanya dengan kombinasi ini digunakan untuk landasan milik militer atau landasan helikopter.

Adanya kode ini, sekarang pengidentifikasian yang semakin berkembang dengan kompleksitas yang tinggi, maka kode-kode ini digunakan dalam sistem pemesanan melalui komputer dan manajemen penerbangan. Saat ini tren terbarunya adalah teknologi pemberian label dengan kode bar yang dicetak laser untuk sistem bagasi otomatis.

Baca juga: Bandara Mana yang Paling Mudah untuk Pilot Lepas Landas dan Mendarat?

Kode bandara ini biasanya tidak akan sama dengan kode booking atau kode pemesanan pada tiket pesawat. Namun, biasanya kode bandara tujuan berada di tiket dan boarding pass yang Anda punya untuk menaiki pesawat. Di Indonesia maupun di Internasional hampir semua bandara pasti memiliki kode tiga huruf ini, baik yang sesuai nama bandara ataupun nama kota tempat bandara itu berada.

Bawa Bagasi Besar Saat Naik Pesawat, Ini yang Perlu Diketahui

Tak jarang para wisatawan asing yang tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, membawa papan selancar. Dilihat dari dimensinya yang besar dan terbilang berat, kemudian banyak mengundang tanya, bagaimana prosedur membawa bagasi kargo dalam ukuran yang sedemikian besar. Sudah jelas akan ada biaya ekstra, karena ukuran barang seperti papan selancar bukanlah barang standar.

Baca juga: Seringkali ‘Ghaib’, Mungkinkah Bagasi Pertama di Baggage Carousel cuma Buat Testing?

Perihal bagasi besar tentu banyak ragamnya, selain papan selancar, rombongan pemusik/band umumnya juga membawa bagasi dalam ukuran besar saat menggunakan jasa penerbangan. Nah, berapa biaya tambahan dan prosedur apa yang harus dilalui tatkala Anda harus membawa bagasi besar? Mungkinkah Anda bisa menghindari pengenaan biaya berlebih yang sangat besar?

Sebelumnya perlu diketahui, bahwa bagasi besar adalah bagasi yang saat check in bobotnya melebihi batas berat dan ukuran standar yang ditetapkan oleh pihak maskapai.

Dikutip dari SimpleFlying, British Airways, misalnya, memiliki bagasi terdaftar standar maksimum berukuran (90 x 75 x 43 cm) – apa pun yang lebih besar dari ini dianggap terlalu besar. Demikian pula, pada penerbangan American Airlines, satu bagian yang melebihi gabungan panjang + lebar + tinggi 62 inci (158 cm) dianggap terlalu besar. Barang-barang berukuran ganjil seperti peralatan olahraga dan alat musik juga diberi label berukuran besar.

Namun, meskipun barang Anda termasuk dalam kategori besar, bukan berarti Anda dapat mendaftarkan barang dengan ukuran apa saja. British Airways hanya akan menerima bagasi check-in berukuran besar yang berukuran 190 x 75 x 65 cm. American Airlines tidak menerima bagasi terdaftar yang berukuran lebih dari 126 inci (320 cm). Jika tas Anda melebihi dimensi ini, Anda harus mengatur layanan kargo atau pengiriman.

Meskipun biasanya Anda tidak perlu memberi tahu maskapai terlebih dahulu tentang tas yang terlalu besar (kecuali jika Anda membawa barang berukuran ganjil), Anda harus tiba di konter check-in lebih awal. Beberapa maskapai penerbangan akan memasang label khusus pada tas untuk memperingatkan penangan bagasi tentang sifatnya yang terlalu besar atau kelebihan berat badan.

Perhatikan bahwa tas yang terlalu besar mungkin tidak masuk melalui conveyor belt bagasi biasa karena berbahaya untuk diangkat dari belt. Jika Anda tidak dapat menemukan tas besar Anda, Anda mungkin perlu mengambilnya dari konter bagasi besar di aula kedatangan.

Hal lain yang harus dipersiapkan adalah mahalnya biaya check in bagasi yang terlalu besar. Meskipun Anda mungkin tidak dikenakan biaya untuk mengangkut barang berukuran besar yang termasuk dalam batas berat yang Anda berikan, beberapa maskapai penerbangan mengenakan biaya untuk tas berukuran besar.

Seperti British Airways memungkinkan Anda mendaftarkan alat musik tanpa biaya tambahan jika masih dalam jatah 23 kg, tetapi biaya bagasi besar American Airlines berkisar antara U$150 hingga U$200 sekali jalan.

Baca juga: Kenapa Maskapai Batasi dan Kenakan Biaya Bagasi ke Penumpang?

Dari sudut pandang ekonomi, semakin berat pesawat, semakin banyak bahan bakar yang dibakar. Demikian pula, semakin banyak volume yang diambil oleh bagasi, semakin sedikit ruang yang tersisa untuk mengangkut barang di dalam perut. Maka karena itu, biaya bagasi berukuran besar akan relatif mahal pada setiap maskapai, yang tentunya juga akan bergantung pada jarak penerbangan itu sendiri.

Teknologi Skrining Baru di Bandara: Tak Perlu Lepas Sepatu!

Beberapa bandara bertaraf internasional selalu melakukan pemeriksaan sedetail mungkin untuk memperkecil kemungkinan ada barang selundupan. Bahkan, tak jarang ada pihak keamanan bandara yang meminta turis asing untuk melepas pakaian juga sepatu yang dikenakan.

Baca juga: Timeline Teknologi Body Scanner di Bandara, dari Isu Gender Hingga Cegah Corona

Saat sedang terburu-buru, tentu ini akan sangat merepotkan dan membuat pergerakan Anda terhambat. Waktu Anda pun banyak terbuang di sini.

Bagi petugas, penumpukan penumpang yang menanti di skrining bukan hanya membuat tak nyaman, melainkan juga menjadi celah para oknum penumpang untuk mempelajari situasi dan kondisi untuk bisa menyelundupkan barang ilegal. Tetapi, itu dulu. Sekarang sudah ada teknologi mutakhir untuk menghindari itu.

Teknologi pemindai sepatu yang baru dikembangkan oleh U.S. Department of Energy’s Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), melalui pendanaan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), ditambah peningkatan teknologi pemindaian tubuh (body scanner), penumpang dijamin bakal sampai di gate lebih cepat tanpa perlu membuka sepatu.

Kedua teknologi tersebut saat ini tengah diproses kembali oleh perusahaan keamanan Liberty Defense Holdings sebelum di pasang di berbagai bandara di AS. Rencananya, shoes scanner atau alat pemindai sepatu serta body scanner mutakhir yang lebih canggih hasil pengembangan PNNL itu baru akan tersedia di bandara mulai 18 bulan ke depan.

Cara kerjanya cukup mudah. Penumpang diminta untuk berdiri di tempat sudah ditentukan selama dua detik dengan tetap mengenakan sepatu. Gelombang elektromagnetik dari shoes scanner kemudian akan mengambil gambar bagian bawah dan dalam sepatu.

Dengan demikian, hampir bisa dibilang mustahil ada barang ilegal yang lolos dari skrining sepatu ini dan meminimalisir ancaman terorisme di dunia penerbangan.

Upaya meloloskan barang ilegal, berbahaya maupun tak berbahaya, bukan sekali dua kali terjadi. Pada bulan Desember 2001, tiga bulan setelah serangan teroris 9/11, Richard Reid berusaha meledakkan bahan peledak yang disembunyikan di sepatu ketsnya dalam penerbangan American Airlines dari Paris ke Miami.

Ketika itu, sebagaimana dikutip dari axios.com, upaya terorisme di dunia penerbangan itu berhasil digagalkan oleh penumpang. Pesawat pun berhasil mendarat dengan selamat dan penumpang tersebut berhasil diamankan petugas tanpa perlawanan.

Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Sejak tahun 2006, penumpang pesawat diharuskan untuk melepas sepatu sebelum melewati body scanner kecuali mereka sudah melewati TSA Pre-Check.

Meskipun teknologi tersebut baru tersedia di AS, bukan tak mungkin ke depan teknologi pemindai sepatu akan hadir di banyak bandara di seluruh dunia; termasuk Indonesia.

Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Terjadi sebuah pelanggaran dalam pemeriksan keamanan adalah hal yang bisa saja terjadi di bandara, meski dipastikan frekuensinya tidak akan besar. Pasalnya mesin skrining sering tidak membaca dengan jelas apa yang ada di dalam barang bawaan penumpang.

Baca juga: Seorang Wanita Bawa Pisau dan Lolos dari Alat Pemindai, 3 Ribu Penumpang Tertahan di Bandara Auckland

Sehingga prosedur pemeriksaan keamanan perlu dilakukan dua kali, pertama di pintu masuk dan kedua sebelum masuk ke ruang tunggu (boarding room). Beberapa waktu lalu seperti di Bandara Auckland, Selandia Baru, dimana ada seorang penumpang yang membawa pisau melewatkan pemeriksaan keamanan di terminal domestik dengan melompati penghalang dan melewati pintu kedatangan.

Kemudian karena hal tersebut penumpang yang sudah melalui keamanan mau tak mau harus kembali diperiksa. Ternyata pelanggaran keamanan seperti ini beberapa tahun terakhir pernah terjadi.

Juru bicara Aviacion Security Service (Avsec), Mike Richards mengatakan setiap orang yang telah melalui pemeriksaan keamanan harus kembali diperiksa setelah terjadinya pelanggaran. Karena, petugas keamanan tidak ingin adanya masalah hingga pelanggar masuk dalam pesawat untuk menikmati penerbangannya.

Richards mengatakan, pihak keamanan tidak tahu barang apa yang dibawa oleh pelanggar dan bisa saja itu termasuk berbahaya atau terlarang serta diteruskan ke orang lain.

“Seringkali bahkan CCTV yang canggih pun bisa terkecoh dan banyak waktu berlalu sebelum orang tersebut ditemukan dan di interogasi. Dalam keamanan penerbangan, keselamatan penumpang yang bepergian adalah prioritas kami dan kami tidak dapat membiarkan risiko yang tidak teridentifikasi memasuki area steril di bandara,” ujar Richards.

Baca juga: Bergurau Soal Bom, Penumpang Lion Air (Kembali) Digelandang Petugas Keamanan Bandara

Seorang juru bicara Bandara Auckland mengatakan, pelanggaran tersebut membuat Avsec harus menyaring kembali semua penumpang yang menunggu penerbangan mereka dan menghentikan penumpang sementara sebelum masuk ke pemeriksaan keamanan. Namun, untuk menghindari hal tersebut kembali terjadi, juru bicara tersebut mengatakan, belum tahu seperti apa untuk mencegah atau mengurangi pelanggaran seperti itu di masa depan.

Masalah pelanggaran merupakan masalah bersama baik keamanan petugas bandara hingga maskapai penerbangan. Juru bicara Jetstar mengatakan keselamatan adalah prioritas nomor satu maskapai. “Kami sepenuhnya mendukung penyaringan yang diperlukan dalam situasi ini”.

Sebaiknya Anda Tahu, Inilah Jenis-jenis Pintu pada Pesawat ‘Penumpang’

Bicara tentang pesawat penumpang, maka tak bisa dilepaskan dari keberadaan beragam jenis pintu. Tentu banyaknya pintu pada pesawat terkait dengan jenis dan besarnya pesawat itu sendiri. Nah, tahukah Anda jenis-jenis pintu yang umumnya ada pesawat?

Baca juga: Fitur-Fitur Rahasia di Kabin Pesawat, Salah Satunya Bisa Buka-Kunci Pintu Toilet dari Luar

Ada beberapa jenis pintu pesawat yang digunakan untuk memungkinkan penumpang masuk dan keluar dari pesawat serta pintu untuk memuat dan membongkar kargo. Berikut adalah beberapa jenis pintu pesawat yang umum digunakan:

1. Pintu Utama (Main Door)
Pintu utama adalah pintu besar yang terletak di depan pesawat. Ini adalah pintu utama yang digunakan untuk masuk dan keluar penumpang sebelum dan setelah penerbangan.

Ilustrasi pintu pesawat dibuka saat di udara. Foto: Istimewa

2. Pintu Darurat (Emergency Door)
Pintu darurat adalah pintu tambahan yang dirancang untuk digunakan dalam situasi darurat, seperti evakuasi pesawat. Pintu-pintu ini memiliki penutup berwarna merah dan biasanya memiliki tangga terkait.

3. Pintu Darurat di Sayap (Wing Emergency Door)
Beberapa pesawat memiliki pintu darurat tambahan yang terletak di sayap pesawat. Pintu ini digunakan dalam situasi darurat untuk evakuasi cepat.

penumpang wanita di sayap pesawat Ukraine International Airlines (okezone.com)

4. Pintu Kargo (Cargo Door)
Pintu kargo adalah pintu yang digunakan untuk memuat dan membongkar kargo di bagian kargo pesawat.

5. Pintu Bagasi (Baggage Door)
Pintu bagasi adalah pintu yang digunakan untuk memasukkan dan mengeluarkan bagasi penumpang ke dalam pesawat.

6. Pintu Kokpit (Cockpit Door)
Ini adalah pintu yang menghubungkan kokpit dengan kabin pesawat. Biasanya memiliki akses terkunci dan hanya dapat diakses oleh awak kokpit.

Ilustrasi pintu kokpit terbuka sebelum lepas landas atau selama boarding. Foto: Jalopnik

7. Pintu Darurat dalam Kabin (Cabin Emergency Door)
Di beberapa pesawat, ada pintu darurat tambahan di dalam kabin yang dapat digunakan untuk evakuasi dalam situasi darurat.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Pilihan dan jumlah pintu pesawat dapat berbeda-beda tergantung pada jenis pesawat, produsen, dan model. Setiap jenis pintu memiliki fungsi dan peran tertentu dalam keselamatan dan efisiensi operasional pesawat. Pintu-pintu ini dirancang untuk memenuhi standar keselamatan yang ketat untuk operasi penerbangan.

Padahal Sudah Pegang Tiket, Ini Sebab Calon Penumpang Rela Antre di Depan Gate Boarding

Yang satu ini tak hanya terjadi di Indonesia, meski calon penumpang pesawat yang berada di ruang boarding sudah memiliki tiket, tapi tetap saja saat akan masuk ke garbarata, maka akan terjadi antrean. Mengantre di gate boarding bandara meskipun sudah memiliki tiket tempat duduk adalah tindakan yang seringkali tidak perlu.

Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Tentu ada alasan tersendiri, mengapa puluhan atau bahkan ratusan sampai antre berdiri lama, yang kadang-kadang membuat akses jalan menjadi sulit dilalui. Dikutip dari forum quora.com, berikut beberapa alasan yang melatarbelakangi calon penumpang antre meski sudah memegang tiket pesawat.

1. Ketakutan Kehilangan Penerbangan
Beberapa penumpang mungkin takut melewatkan pesawat mereka jika mereka tidak masuk ke dalam antrean secepat mungkin. Mereka mungkin merasa bahwa mengantre lebih awal adalah cara untuk memastikan bahwa mereka akan segera bisa naik pesawat.

2. Ketidakpahaman Prosedur Boarding
Bagi penumpang yang kurang berpengalaman dalam bepergian udara, prosedur boarding mungkin tidak selalu jelas. Mereka mungkin mengira bahwa harus mengantre di gate untuk mendapatkan tempat duduk yang lebih baik atau untuk menghindari kebingungan.

3. Sifat Manusia
Sifat manusia termasuk dalam kebiasaan dan norma sosial. Beberapa penumpang mungkin merasa “lebih aman” atau lebih nyaman jika mereka berada dalam antrean bersama dengan orang lain.

4. Kompetisi Bagi Ruang Bagasi Atas
Dalam beberapa kasus, penumpang mungkin ingin memastikan bahwa mereka memiliki akses terlebih dahulu ke ruang bagasi atas untuk menyimpan barang bawaan mereka. Meskipun maskapai biasanya memiliki kebijakan yang mengatur penggunaan ruang bagasi atas, beberapa penumpang tetap ingin memastikan bahwa mereka memiliki bagasi kabin yang tak jauh dari tempat duduknya

Namun, dalam kebanyakan kasus, ketika Anda sudah memiliki tiket dan tempat duduk yang ditentukan, tidak ada kebutuhan untuk mengantre di gate sebelum waktu yang ditentukan untuk pemeriksaan tiket dan papan pesawat. Jika Anda memiliki kursi yang ditentukan, Anda bisa duduk nyaman sampai saatnya untuk proses boarding.

Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi

Pengantrean yang berlebihan di depan gate mungkin hanya menambah kerumitan bagi penumpang lain dan awak kabin. Sebaiknya, penumpang diizinkan untuk masuk pesawat sesuai dengan kelompok atau zona penerbangan mereka sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan.

Ini Daftar 9 Pelabuhan Laut Tersibuk di Indonesia

Pelabuhan merupakan tempatnya kapal-kapal bersandar baik untuk penumpang maupun peti kemas. Anda pasti tahu kalau Indonesia adalah Negara kepulauan yang sebagian besarnya adalah perairan. Sehingga setiap sudut pulau di Indoensia memiliki pelabuhan untuk kapal-kapal tersebut untuk bersandar.

Baca juga: “Tanjung Perak Tepi Laut”, Riwayat Pelabuhan Kedua Tersibuk di Indonesia

Pernah terpikir untuk naik kapal laut atau kapal pesiar? Atau Anda sama sekali tidak pernah datang atau naik kapal dari pelabuhan? Sayang bila Anda sama sekali tidak pernah merasakannya, padahal di Indonesia yang merupakan Negara kepulauan ini, pelabuhan adalah satu dari jalur perekonomian baik nasional maupun internasional. Karena pelabuhan di Indonesia ada beberapa yang menjadi pelabuhan tersibuk dan mungkin tak pernah tidur dalam 24 jam.

Mungkin Anda berpikir lebih cepat menggunakan pesawat atau kereta api untuk menikmati pemandangan, sehingga Anda akan lebih memilik ke stasiun ataupun bandara. Tapi tidak ada salahnya bila Anda akan liburan dan memiliki waktu yang banyak untuk menggunakan kapal laut atau ferry untuk menyeberang menuju tempat Anda berlibur.

Berikut ini ada beberapa pelabuhan di Indonesia yang besar dan tersibuk.

Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan yang terletak di Jakarta Utara ini melayani kapal penumpang dan peti kemas, Tanjung Priok merupakan pelabuhan tersibuk nomor satu di Indonesia. Ini terlihat dari saat mudik atau libur tahun baru banyak masyrakat yang menggunakan kapal laut untuk mudik. Tak hanya itu, bila Anda memasuki kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Anda juga akan melihat peti kemas yang akan di angkut melalui kapal penumpang atau peti kemas.
createimage_smallPelabuhan Tanjung Perak
Pelabuhan tersibuk nomor dua di Indonesia ini terletak di Surabaya, Jawa Timur. Di pelabuhan ini, Anda akan takjub dengan terminal dan kapal pesiar yang bersandar di salah satu dermaganya. Dikatakan tersibuk, karena Tanjung Perak juga memiliki letak yang strategis untuk perdaganga ke Indonesia Timur.

Pelabuhan Merak
Pelabuhan yang menjadi jalur penyebrangan kapal ferry menuju pulau Sumatera ini juga menjadi pelabuhan tersibuk. Di Merak, Anda akan melihat bus, kendaraan pribadi, masyarakat yang akan menumpang kapal ferry untuk menyeberang ke Sumatera melewati Selat Sunda. Pelabuhan yang memiliki 6 dermaga ini setiap harinya melayani perajalanan kapal ferry sebanyak 50 perjalanan ke Bakauheni.

Pelabuhan Bakauheni
Pelabuhan yang terletak di ujung selatan pulu Sumatera ini tepatnya di Lampung, menjadi salah satu pelabuhan tersibuk sebagai jalur penyeberangan. Tak hanya menyeberangkan orang, pelabuhan terbesar dengan fasilitas yang lengkap ini juga menjadi pelabuhan yang mengirimkan barang dari Sumatera menuju pulau Jawa.
harbour-bayPelabuhan Belawan
Pelabuhan terpenting di Pulau Sumatera ini juga menjadi pelabuhan tersibuk. Tahun 2013 lalu, pelabuhan yang berada di Sumatera Utara ini mampu melayani bongkar muat peti kemas hingga 1,2 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) pertahunnya dan meningkat hingga 2 juta TEUs pertahunnya. Bukan hanya sebagai pelabuhan peti kemas, pelabuhan ini juga mengangkut penumpang dengan kapal laut tujuan nasional ataupun internasional.

Pelabuhan Harbour Bay
Pelabuhan yang terletak di Batam ini, merupakan jalur pengakutan penumpang baik dalam maupun luar negeri. Dari sini pun bukan hanya kapal cepat atau ferry saja yang berlbuh, kapal pesiar juga mengangkut penumpang dari pelabuhan ini. Tak hanya ramai oleh pengunjung yang datang ataupun pergi dari Batam, pelabuhan ini juga menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Sayangnya pelabuhan ini hanya untuk penumpang, sedangkan untuk peti kemas ada di pelabuhan Batam Center.

Pelabuhan Tanjung Emas
Tak berbeda jauh dengan palbuhan lainnya, di Tanjung Emas ini juga disibukkan dengan pelayarannya baik penumpang maupun peti kemasnya.
Pelabuhan-Tanjung-Emas-SemarangPelabuhan Ketapang
Pelabuhan yang terletak di Banyuwangi ini sama seperti Merk dan Bakauheni yang menjadi pelabuhan untuk penyeberangan penumpang melalui kapal ferry. Pelabuhan yang menjadi salah satu gerbang jalur masuk dari Jawa menuju Bali ini disibukkan dengan ratusan kapal ferry yang berlabuh di pelabuhan ini.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Pelabuhan Soekarno-Hatta
Bukan hanya bandara saja yang memiliki nama Soekarno-Hatta, namun pelabuhan di Makassar ini juga menjadi pelabuhan tersibuk. Terlihat kesibukan di peti kemasnya maupun penumpang yang akan menaiki kapal menuju pulau lainnya.
pelabuhan-petikemas-makassar

Dikendalikan Langsung oleh Pilot, Inilah Kondisi Dimana ‘Seatbelt Sign’ Harus Dinyalakan

Tanda sabuk pengaman (seatbelt sign) selalu kita lihat dalam penerbangan. Lantaran merupakan tanda penting yang wajib diperhatikan untuk keselamatan penumpang, maka kendali yang menyalakan dan mematikan seatbelt sign adalah pilot secara langsung. Sudah barang tentu ada ketentuan, mengenai kapan seatbelt sign dinyakan atau sebaliknya.

Baca juga: Dirancang Tahan Tekanan dan Tarikan, Sabuk Keselamatan Penumpang Pesawat Terbuat dari Bahan Ini

Pilot pesawat umumnya menginstruksikan penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan saat pesawat berada dalam kondisi berikut:

1. Landing dan Takeoff
Selama fase lepas landas (takeoff) dan pendaratan (landing) pesawat, sabuk keselamatan biasanya harus dikencangkan oleh semua penumpang. Fase-fase ini adalah momen kritis selama penerbangan, dan mengenakan sabuk keselamatan adalah tindakan yang diperlukan untuk melindungi penumpang dari guncangan atau turbulensi yang mungkin terjadi.

2. Turbulensi
Ketika pesawat mengalami turbulensi, baik yang terduga maupun yang tidak terduga, pilot akan menginstruksikan penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan. Turbulensi adalah gerakan tiba-tiba dan tidak terduga yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan penumpang, jadi mengenakan sabuk keselamatan adalah tindakan yang bijaksana.

3. Kondisi Cuaca yang Buruk
Jika pesawat masuk ke dalam kondisi cuaca buruk atau mengalami kondisi cuaca ekstrim, pilot akan meminta penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan. Cuaca buruk dapat menciptakan guncangan udara dan getaran pesawat yang dapat memengaruhi penumpang.

4. Instruksi Pilot atau Awak Kabin
Penumpang juga diharapkan untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh pilot atau awak kabin. Jika ada instruksi untuk mengenakan sabuk keselamatan, baik itu sebagai tindakan pencegahan atau dalam respons terhadap situasi tertentu, penumpang seharusnya patuh.

Baca juga: Mengapa Penumpang Harus Tetap Duduk Pakai Sabuk Pengaman Setelah Pesawat Mendarat?

Selain situasi di atas, penumpang juga disarankan untuk menjaga sabuk keselamatan terkencang selama seluruh penerbangan, terutama jika mereka duduk di kursi mereka. Ini adalah tindakan yang bijaksana untuk menjaga keamanan pribadi selama penerbangan, terutama jika pesawat mengalami turbulensi yang tak terduga.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Stasiun Manggarai, menjadi salah satu tombak perkeretaapian Indonesia khususnya di Jakarta. Hal ini dikarenakan Stasiun Manggarai selain menjadi salah satu stasiun tersibuk juga menjadi salah satu stasiun terbesar di jantung ibu kota Jakarta.

Baca juga: Lain Dulu Lain Sekarang, Wajah Baru Stasiun Manggarai Kini Lebih Menawan

Stasiun Manggarai saat ini memiliki 14 jalur kereta dengan letak berada di persimpangan tujuh arah Jatinegara, Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, Dipo Bukit Duri, Pengawas urusan kereta serta Balai Yasa Manggarai. Tak hanya menjadi perlintasan jalur commuter dan luar kota, stasiun ini juga menjadi tempat penyimpanan kereta jarak jauh seperti KA Jayabaya, Gaya Baru Malam Selatan, Majapahit, Brantas dan Kertajaya. Biasanya rangakaian KA ini disimpan di sepur simpan stasiun Manggarai.

My Manggarai

Dilansir dari Wikipedia.org, Sebelum menjadi sebuah stasiun, Manggarai merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores. Kemudian berkembang menjadi Gementee (Kotamadya) Meester Cornelis. Sejak tahun 1873, sudah ada jalur kereta api Jakarta-Bogor yang dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch-Indische Spoorweg Maatschappji (NISM). Kemudian Stasiun Manggarai mulai dibangun pada 1914 dan diresmikan 1 Mei 1918. Sejak 1913 perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jaringan rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis dan menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut.

Salah satunya pembongkaran stasiun Boekitduri dan pembangunan stasiun baru di Manggarai yang kita lihat sampai saat ini. Pembangunan Stasiun Manggarai ini dipimpin oleh seorang arsitektur Belanda bernama Ir. J Van Gendt. Selain stasiun, Van Gendt juga membangun sekolah pedidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas untuk para pegawai SS di sekitaran stasiun Manggarai.

Salah satu stasiun terbesar di Jakarta ini memiliki bengkel paling besar dan lengkap yang dimiliki SS untuk merehabilitasi dan merakit ulang kereta, gerbong dan lokomotif uap. Selain menjadi salah satu stasiun yang berperan penting dalam operasional jalur SS di Batavia (Jakarta), stasiun ini juga menjadi salah satu stasiun bersejarah. Buktinya yakni pada 1945, dalam suasana kemerdekaan, stasiun ini diambil alih oleh puluhan ribu demonstran massa pemuda dan buruh kereta api setelah melakukan long march dari stasiun Jakarta Kota. Kemudian 3 Januari 1946 silam, kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Yogyakarta. Di sini, berbagai persiapan sangat rahasia dilakukan, deretan gerbong barang diletakkan pada jalur satu. Pada pukul tujuh malam, KLB yang dinaiki rombongan Soekarno melintas perlahan dari Pegangsaan melalui jalur 4.

brilio.net
brilio.net

Tak hanya menjadi salah satu stasiun sejarah, Manggarai juga menjadi stasiun dengan cerita-cerita mistis. Ini karena stasiun Manggarai memiliki areal yang luas untuk meletakkan gerbong-gerbong kereta. Namun, banyak dari gerbong dan lokomotif yang di simpan ini rusak akibat kecelakaan kereta yang merenggut banyak korban jiwa penumpangnya.

Baca juga: Dibangun Tahun 1897, Jalur Kereta Lori Pertama di Indonesia Hubungkan Manggarai-Pulomas

Salah satu lokomotif pemeliharaan rel kereta yakni krane kereta yang digunakan untuk mengangkut gerbong saat tragedi Bintaro ikut anjlok secara misterius di stasiun ini. Sayangnya areal ini, tidak bisa dimasuki secara bebas oleh masyarakat umum, namun cerita-cerita mistis di stasiun ini tak bisa hilang karena gerbong dan lokomotif rusak masih ada di sini.