Hari Ini, 40 Tahun Lalu, Boeing 737 Gulf Air 771 Jatuh Gegara Penumpang ‘Ketinggalan’ Pesawat

Hari ini, 40 tahun lalu, bertepatan dengan 23 September 1983, pesawat Boeing 737 Gulf Air dikabarkan jatuh saat menuju Bandara Internasional Abu Dhabi. Menurut salah seorang sumber, pesawat dengan nomor penerbangan 771 itu tiba-tiba menurunkan ketinggian dan menghilang usai berangkat dari Karachi, Pakistan. Usut punya usut, kuat diduga pesawat tersebut jatuh akibat salah seorang penumpang ‘ketinggalan’ pesawat.

Baca juga: Hari Ini, 46 Tahun Lalu, Turkish Airlines Flight 452 Jatuh Gegara Pilot Mengira Jalan Raya Sebagai Runway

Dari laporan Associated Press yang disiarkan The New York Times, seorang sumber di Bandara Dubai mengatakan pesawat kemungkinan mengalami kerusakan pada mesin. Ia mengaku sempat melakukan kontak dengan pesawat Gulf Air 771.

Namun, komunikasi mendadak terputus, sekitar 20 menit sebelum pesawat dijadwalkan tiba di bandara. Pesawat dengan nomor registrasi A4O-BK itu akhirnya terdeteksi jatuh di gurun dekat Mina Jebel Ali antara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab.

Dari laporan hasil investigasi Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) setebal 400 halaman, diketahui, pesawat sebetulnya dalam keadaan normal. Kapten pilot asal Oman, Saoud Al Kindy bersama co-pilot dari Bahrain, Khazal Al Qadi, bahkan terlibat obrolan seru di dalam kokpit.

Sampai akhirnya, tiba-tiba terdapat gangguan besar yang membuat kru kokpit terindikasi panik. Sampai akhirnya, pesawat diketahui menukik dengan cepat. Hal mengharukan juga terekam cockpit voice recorder (CVR) saat kapten pilot menyempatkan diri untuk berdoa sebelum pesawat jatuh dan menewaskan 112 orang (penumpang dan awak).

Dari kronologi di atas, kuat dugaan pesawat mengalami gangguan akibat ledakan bom di bagian kompartemen kargo. Dugaan tersebut kemudian diperkuat dengan adanya seorang penumpang yang ‘ketinggalan’ pesawat. Padahal, oknum penumpang tersebut sempat melakukan check in bagasi. Besar kemungkinan, bagasi yang dikirim oknum tersebut merupakan sebuah bom.

Dugaan pesawat Gulf Air dengan nomor penerbangan 771 ini jatuh akibat dibom juga diperkuat dengan cedera para penumpang yang duduk tepat di atas kompartemen kargo. Tak dirinci dengan jelas cedera apa yang dimaksud. Selain itu, data flight data recorder (FDR) juga mendukung dugaan tersebut.

Baca juga: Hari Ini, 46 Tahun Lalu, TWA Flight 841 Dibom Pemuda Palestina Gegara Intel Israel

Selang beberapa waktu, pendiri Fatah yang juga pendiri Dewan Revolusioner (Organisasi Abu Nidal), Sabri Khalil al-Banna, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pria yang juga dikenal sebagai Abu Nidal itu kemudian meminta Arab Saudi agar membayar uang keamanan untuk menghindari kejadian tersebut terulang kembali.

Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab kemudian menuruti permintaan tersebut. Ketiganya tak ingin mengambil risiko, mengingat organisasi itu masyhur dikenal sebagai pejuang Palestina yang paling kejam.

Kurangi Polusi Udara dan Pemanasan Global, Tiap 22 September Dunia Rayakan Hari Bebas Mobil Internasional

Kendaraan pertama kali meluncur ke jalanan tahun 1886 silam dan kini sudah lebih dari satu miliar kendaraan bermotor melaju di jalanan seluruh dunia. Namun sayangnya dunia tak bisa menghindari polusi udara dari asap kendaraan bermotor yang kini merubah tatanan dunia dan membuat pemanasan global semakin meningkat.

Baca juga: Wah Ternyata Ada Loh Hari Bahasa Bajak Laut Internasional

Karena hal ini, negara di dunia kemudian menyadarinya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih dengan jalan kaki, bersepeda atau kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara. Biasanya setiap negara memiliki ketentuan masing-masing dengan mengadakan satu kali seminggu tanpa kendaraan pribadi atau tergantung dari kebijakan pemerintah.

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, ternyata Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau HBKB ini sudah dimulai sejak 25 November 1956 di mana hari Minggu bebas mobil pertama terjadi di Belanda. Kemudian pada 1992 di Ottawa mengikuti hal yang sama. Pada 1995, Prancis menggelar acara untuk memperingati Green Transport week di Kota Bath yang diikuti oleh semua masyarakat.

Hingga akhirnya Asosiasi Transportasi Lingkungan menetapkan Hari Bebas Mobil tahun pertama pada hari Selasa pertama dalam Minggu Transportasi Hijau sekitar tanggal 17 Juni. Namun, tahun 2000, tepatnya 22 September disepakati untuk menjadikan sebagai Hari Bebas Mobil Internasional.

Awalnya pun hanya diselenggarakan di bawah naungan Komisi Eropa dan kemudian di perluas ke Internasional dengan sejumlah besar kota di seluruh dunia diundang untuk menutup pusat mobil mereka. Lalu, pada Hari Bebas Mobil Internasional, orang-orang diajak untuk berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan kendaraan umum.

Pendukung hari Bebas Mobil Internasional mengklaim lebih dari seratus juta orang di 1500 kota merayakan ini meski pada hari dan cara yang dipilih masing-masing. Selama dekade pertama gerakan hari bebas mobil (1994-2005), dunia telah melihat ratusan kota memberikan pendekatan dalam keadaan yang sangat berbeda, beberapa baik, beberapa tidak dapat disangkal, beberapa di antaranya pada beberapa kesempatan. Adanya Hari Bebas Mobil ini sendiri sejak awal memiliki tujuan untuk menjadi sebuah langkah kecil, katalisator dalam proses transformasi sistemik di seluruh kota yang jauh lebih besar dan ambisius menuju sistem mobiliasai yang berkelanjutan.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Apakah merayakan Hari Bebas Mobil setiap 22 September? Ternyata Indonesia tepatnya di Jakarta pertama kali mengadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor pada 23 Mei 2002. Kegiatan ini di Indonesia awalanya dilaksanakan oleh Koalisi Lembaga Swadaya MAsayarakat atau LSM lingkungan sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat.

Di Jakarta HBKB ini sendiri pertama diselenggarakan pada hari minggu terakhir setiap bulannya. Kegiatan ini berlangung selama delapan jam dari pukul 06.00 pagi hingga 14.00 WIB. Tetapi karena banyak keluhan kemudian dipersingkat menjadi dua jam dan kemudian menjadi dua kali dalam seminggu.

Baca juga: Tata Ulang Trotoar Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI Jakarta Canangkan #TrotoarKita

Hingga akhirnya pada 13 Mei 2012 HBKB dilaksanakan empat kali dalam sebulan dari pukul 06.00 pagi hingga 11.00 WIB. Namun, semenjak pandemi ini, pemerintah ibukota Jakarta menghentikan sementara adanya HBKB untuk meminimalisir kerumuman yang terjadi.

Terkenal Karena Didi Kempot, Inilah Jejak Sejarah Stasiun Solo Balapan

“Ning Stasiun Balapan
Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Kowe Karo Aku
Naliko Ngeterke Lungamu
Ning Stasiun Balapan
Rasane Koyo Wong Kelangan
Kowe Ninggal Aku
Ra Kroso Netes Eluh Ning Pipiku
Da… Dada Sayang
Da… Slamat Jalan”

Ketika mendendangkan lirik lagu ini, biasanya yang terlintas diawal adalah penyanyi Keroncong Dangdut yakni Almarhum Didi Kempot yang bernama asli Dionisius Prasetyo. Didi kempot yang memiliki julukan God of Brokenhearth bisa dikatakan yang mengenalkan lagu Stasiun Balapan dan jelasnnya mengenalkan Stasiun Solo Balapan ini kepada masyarakat Indonesia.

Baca juga: Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Lagu ini sendiri unik mengisahkan kisah cinta sepasang kekasih yang berpisah di Stasiun Balapan di Solo. Nah, dari pada penasaran bagaimana kalau mencari tahu keberadaan sebenarnya Stasiun Solo Balapan ini? KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun paling besar dan bersejarah di kota Solo.

Didi Kempot (Youtube)

Bangunan stasiun ini pun sudah menjadi cagar budaya berdasarkan SK Bupati No.646/1-R/1/2013. Stasiun ini terdiri dari dua terminal atau emplasemen selatan dan utara. Emplasemen selatan memiliki lima jalur sepur dan emplasemen utara memiliki tujuh jalur sepur. Pada emplasemen selatan lebih sering digunakan dipakai untuk kereta apai penumpang sedangkan bagian selatan untuk pelayanan kereta api barang.

Setelah pembangunan jalur ganda pada lintas Solo-Yogyakarta rampung pada tahun 2007, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda arah hulu (dari Yogyakarta) dan jalur 5 sebagai sepur lurus jalur ganda arah hilir (ke Yogyakarta) sekaligus jalur tunggal arah Madiun. Nama Balapan sendiri diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara komplek stasiun.

Pembangunan stasiun ini dilakukan oleh perusahaan kereta api pertama Hindia Belanda Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada abad ke-19 di lahan milik Keraton Mangkunegaran. Peletakan batu pertama berlangsung pada tahun 1864, dimeriahkan dengan upacara yang dihadiri Mangkunegara IV dan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Beele.

Stasiun Solo Balapan tempo doeloe (sharingdisini.com)

Stasiun ini dibuka pada tanggal 10 Februari 1870 bersamaan dengan pembukan segmen Kedungjati–Gundih–Solo, setelah sebelumnya jalur segmen Gundih–Solo direncanakan dibuka pada tanggal 1 September 1869. Pada tahun 1927, dibangun satu bangunan di selatan stasiun dengan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya Jawa dengan atap tajuk tiga.

Konstruksi bangunan stasiun sisi selatan dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Bangunan emplasemen utara yang dibangun lebih awal dirancang sebagai sebuah bangunan gedung memanjang, dengan atap pelana tanpa teritisan dibagian sofi—sofinya.

Di bagian tengah bangunan yang memanjang tersebut diletakan bangunan utama yang berfungsi sebagai hall kedatangan penumpang serta kantor administrasi stasiun dengan dimensi yang berbeda sehingga tampak seperti menara. Menara memiliki bentuk atap yang mengambil inspirasi bentuk atap lokal dengan dua tekukan kemiringan yang berbeda dan diberi akhiran ornamen pada puncak bubungan. Itulah ciri bangunan gedung bergaya Nieuwe Bouwen yang dikombinasikan dengan elemen lokal, sebagai mana terlihat jelas pada jenis konstruksi atap peron dan raut profil yang dibuat di pilaster—pilasternya.

Emplasemen selatan merupakan bangunan yang lebih baru dengan langgam bangunan yang merupakan penggabungan antara arsitektur lokal dan modern. Bangunannya terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kanopi dropoff yang merupakan penambahan baru, bagian hall dengan loket dan kantor administrasi, serta bangunan emplasemen.

Bangunan hall dirancang dengan atap bertumpuk tiga sejajar yang tidak menunjukkan ciri arsitektur lokal. Sedangkan bentuk atap kanopi drop-off mirip pendopo yang diadopsi dari arsitektur setempat dengan konstruksi kolom beton. Bangunan emplasemen berupa bangunan panjang beratap pelana dengan struktur baja.

Bangunan emplasemen utara berkarakter Nieuw Bouwen yang dikombinasikan dengan elemen lokal. Bagian pintu masuk, hall dan kantor administrasi diletakkan di tengah dalam bentuk seperti menara sehingga menjadi vocal point bangunan ini.

Baca juga: Pernah Beroperasi Lima Dekade di Indonesia, Lokomotif D301 59 Jadi Monumen di Stasiun Semarang Tawang

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kedua di Indonesia yang menggunakan sistem persinyalan elektrik setelah Stasiun Bandung, tepatnya dinyalakan tahun 1972. Sinyal tersebut diproduksi oleh Siemens dan diberi seri DrS60.

Yuk Intip Kelas Apa Saja yang Telah Dimiliki Kereta Api Indonesia, Sudah Lengkap?

Transportasi kereta api di seluruh dunia memiliki beragam kelas yang dimiliki tiap – tiap rangkaiannya. Tentu mulai dari kelas paling rendah hingga paling mewah bahkan paling mahal. Interior yang dimiliki kereta api pun beragam, mulai dari ruangan keretanya hingga ke bagian kursi sampai interior yang lengkap dengan kelas tidur. Kereta api di Indoonesia saat kembali ke jaman dulu memiliki kelas yang istimewa bahkan hanya ada 1 rangkaian dengan rute Jakarta – Surabaya, yaitu Kereta Api Bima. KA Bima-lah yang digadang – gadangkan sebagai kereta api paling mewah, karena lengkap dengan pendingin udara dan terdapat ruang tidur bertingkat yang dapat memanjakan penumpang saat perjalanan malam hari.

Baca juga: Keluhan Masyarakat Saat Naik Kereta Api Soal Tempat Duduk, KAI Segera Hilangkan Kursi Tegak Kelas Ekonomi

Saat ini kereta api di Indonesia memiliki rangkaian dengan berbagai kelas dan tentu saja memiliki variasi harga yang berbeda. Kelas yang diimiliki mulai dari kelas ekonomi hingga kelas sleeper (kereta tidur). Penumpang selama diperjalanan pun dimanjakan dengan kenyamanan meski berbeda kelas. Pun petugas yang melayani selama perjalanan diatas kereta api selalu sigap demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang itu sendiri.

Kelas Ekonomi
Rangkaian kereta api dengan kelas ekonomi sangatlah ekonomis. Sempat adanya keluhan komentar di akun media sosial KAI mengenai kursi kelas kelas ekonomi dengan posisi tegap, namun kelas ekonomi tetap diminati masyarakat mengingat harga yang relatif murah dibanding yang lain. Ada 2 kategori untuk kelas ekonomi, ada kelas ekonomi dengan kapasitas 106 tempat duduk dan kelas ekonomi dengan kapasitas 80 tempat duduk. Untuk yang kapasiitas 106 tempat duduk biasanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan juga lokal dengan formasi 2+3. Untuk 80 tempat duduk dimiliki kelas ekonomi premium dengan formasi 2+2. Untuk formasi ini biasanya harga sedikit lebih mahal dan hanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh saja.

Kelas Bisnis
Dengan formasi 2+2 rangkaian kereta yang memiliki kelas bisnis ini bisa dibilang sangat jarang dilihat. Hanya beberapa saja kelas bisnis yang masih digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Beberapa diantaranya berada pada rangkaian KA Gumarang (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi pp.) dan KA Malabar (Bandung – Malang pp.). Jenis kursi pada rangkaian kelas bisnis ini memanjang dan diisi hanya 2 orang. Berbeda dengan kelas ekonomi, kelas bisnis ini bisa mengubah kursi sesuai arah jalannya kereta api. Lalu jarak antar kursi yang diduduki dengan bagian kursi depan, memiliki jarak cukup luas sehingga penumpang bisa merenggangkan kakinya saat duduk.

Kelas Eksekutif/Argo
Semenjak PT KAI membeli rangkaian dari PT INKA Madiun, banyak rangkaian eksekutif yang di desain seddemikian ruupa demi kenyamanan penumpang. Namanya kelas eksekutif dan memiliki tiket yang relatif tinggi, penumpang dimanjakan selama perjalanan agar kenyamanan dan keamanan penumpang terjamin. Kelas eksekutif yang memiliki formasi 2+2 ini berkapasitas 80 tempat duduk dengan kursi yang unik. Sandaran kursi (reclyning seat) bisa bisa diatur, dan bagian sandaran kaki (foot rest) juga diatur sedemikian rupa. Ada beberapa kursi pada kelas eksekutif terdapat meja lipat untuk penumpang yang membawa makanan untuk makan ditempat. Namun sayangnya beberapa kelas eksekutif ada yang tidak memiliki meja tersebut.

Kelas Istimewa
Kelas ini merupakan inovasi dari PT KAI untuk penumpang yang ingin lebih nyaman dalam menggunakan kereta api. Salah satu kelas paling istimewa terssebut adalah Kelas Sleeper dan Panoramic. Kelas Sleeper sudah dijalankan dengan dirangkaikan kepada kereta eksekutif dengan rute dari Jakarta dan Bandung ke berbagai kota di Pulau Jawa. Kelengkapan pada Kelas Sleeper ini yaitu interior yang sangat luas, kursi cukup untuk 1 orang yang dilengkapi audio visual. Serta kursi yang bisa diubah menjadi posisi layaknya tempat tidur.

Baca juga: Kereta Panoramic, Era Baru KAI Melihat Pemandangan Lebih Luas Selama Perjalanan

Kemudian Kelas Panoramic adalah inovasi baru dari PT KAI bagi penumpang yang ingin melihatt pemandangan lebih luas dengan memasangkan jendela kaca yang lebih lebar dibagian samping dan juga bagian atas. Fasilitas interior Kereta Panoramic ini sengaja dibuat agar penumpang bisa merasakan indahnya pemandangan alam Indonesia. Untuk rangkaian Panoramic ini masih tahap uji coba dan rencananya akan dijalankan sebagai rangkaian reguler saat Ulang Tahun PT KAI September tahun ini. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mengapa Helikopter Tidak Bisa Terbang di Ketinggian ‘Tinggi’ (di Atas 25.000 Kaki)?

Helikopter sebenarnya dapat saja terbang di atas 25.000 kaki (sekitar 7.620 meter), tetapi ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat beroperasi di ketinggian tinggi seperti itu. Tidak seperti pesawat sayap tetap, helikopter yang mengandalkan sayap putar (baling-baling), harus mempertimbangkan faktor mesin, kinerja rotor, suhu udara dan ketersediaan oksigen.

Baca juga: Airbus H215, Jadi Helikopter Pertama di Jepang yang Terbang dengan Sustainable Aviation Fuel

Pasalnya, ketinggian yang lebih tinggi memiliki tekanan udara yang lebih rendah, yang mempengaruhi kinerja mesin helikopter. Mesin helikopter dirancang untuk beroperasi pada ketinggian tertentu, dan di atas ketinggian tersebut, mesin mungkin mengalami penurunan efisiensi dan daya dorong. Ini dapat membatasi ketinggian operasi maksimum helikopter.

Kemudian rotor utama helikopter juga dipengaruhi oleh tekanan udara yang lebih rendah di ketinggian. Untuk menjaga daya angkat yang diperlukan, rotor harus berputar lebih cepat, yang dapat memerlukan lebih banyak daya dari mesin. Ini juga dapat membatasi ketinggian operasi.

Di ketinggian tinggi, suhu udara umumnya lebih rendah. Ini dapat mempengaruhi kinerja mesin dan rotor, karena mesin umumnya lebih efisien pada suhu yang lebih tinggi. Sebagian besar helikopter memiliki batasan suhu operasi tertentu.

Lalu ketinggian di atas 25.000 kaki juga merupakan zona di mana ketersediaan oksigen sangat penting. Bagi awak pesawat dan penumpang, ada risiko hipoksia (kekurangan oksigen) jika tidak ada sistem penyediaan oksigen yang memadai. Helikopter kebanyakan beroperasi di ketinggian yang tidak memerlukan penggunaan oksigen tambahan.

Baca juga: Ternyata! British Airways Pernah Operasikan Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook

Di ketinggian tinggi, visibilitas dapat menjadi masalah karena ketebalan atmosfer yang lebih rendah. Selain itu, kendali helikopter juga dapat menjadi lebih responsif dan itu memerlukan keahlian pilot yang lebih besar.

Gallop Air dari Brunei, Jadi Maskapai Internasional Kedua Pengguna COMAC ARJ21 Setelah TransNusa

Maskapai startup Brunei Darussalam, Gallop Air, bakalmenjadi maskapai internasional kedua yang memperkenalkan pesawat COMAC ARJ21 ke dalam armadanya, mengikuti jejak maskapai Indonesia TransNusa. Kemitraan antara Gallop Air dan COMAC diperkuat melalui perjanjian niat pembelian pesawat yang ditandatangani pada Pameran Cina-ASEAN ke-20, yang berlangsung di Nanning, Guangxi, pada 15 September 2023.

Baca juga: COMAC Buka Kantor Perwakilan Luar Negeri Pertamanya di Jakarta 

Mirip dengan TransNusa, maskapai asal Brunei ini masih menjalin hubungan investasi dengan Cina. TransNusa merupakan maskapai penerbangan di bawah payung China Aircraft Leasing Group (CALC) yang didukung oleh perusahaan milik pemerintah Cina, Everbright Group. Berbeda dengan latar belakang TransNusa, Gallop Air didukung oleh perusahaan swasta dari Provinsi Shaanxi, khususnya Shaanxi Tianju Group.

Yang Qiang, Ketua Grup Shaanxi Tianju, juga berpartisipasi dalam acara seremonial pada tanggal 15 September dalam kapasitasnya sebagai Chairman Gallop Air. Kontrak tersebut bermaksud untuk mencakup akuisisi 30 pesawat dengan nilai total US$2 miliar. Model pesawat yang terlibat dalam perjanjian ini antara lain ARJ21, C919, ARJ21 CCF (COMAC Converted Freighter), jet bisnis ARJ21, dan pesawat medis ARJ21.

Menurut Tianju Group, bulan lalu, delegasi COMAC mengunjungi Brunei dari tanggal 15 hingga 18 Agustus atas undangan Gallop Air. Delegasi tersebut melakukan diskusi dengan otoritas penerbangan sipil terkait dan entitas penerbangan di Brunei.

Baca juga: COMAC Umumkan Pengiriman Unit Ke-100 ARJ21

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa, selama diskusi ini, pemerintah Brunei menyatakan dukungan penuh terhadap penggunaan pesawat regional buatan Cina oleh Gallop Air dan model bisnis kolaboratif dan saling melengkapi dengan Royal Brunei Airlines.

KA Kedung Sepur – Harga Tarif Lokal, Namun Interior Rasa Eksekutif

Bagi Anda ingin bepergian dengan kereta api ke arah utara Pulau Jawa, cobalah untuk mampir ke Kota Semarang. Selain terkenal dengan bangunan stasiunnya yang bersejarah, Semarang juga memiliki transportasi kereta api lokal dengan keunikan tersendiri. Perkenalkan dengan kereta yang satu ini, yaitu KA Kedung Sepur. Nama Kedung Sepur (Kedung Sapur) diambil dari istilah umum yang merupakan singkatan dari beberapa nama wilayah otonom di eks-keresidenan Semarang terdiri dari Kendal, Demak, Ungaran (ibu kota Kabupaten Semarang), Kota Salatiga, dan Purwodadi (ibu kota Kabupaten Grobogan) dengan Kota Semarang sebagai kota intinya.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

KA Kedung Sepur merupaka rangkaian kereta bertenaga diesel hidrolik dan juga satu – satunya rangkaian masih digunakan untuk mengangkut penumpang. Karena keberadaan kereta jenis ini sudah tak ada lagi untuk angkutan penumpang, yang ada hanya digunakan untuk rangkaian khusus seperti kereta medis yang membantu sebagai rumah sakit keliling.

Kedung Sepur dioperasikan pada tanggal 28 September 2014 atau bertepatan saat ulang tahun PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dengan warna dominan biru putih, rangkaian KA Kedung Sepur terdiri dari 4 unit kereta dan hanya memiliki satu rangkaian saja. Rangkaian Kedung Sepur merupakan rangkaian jenis Kereta Rel Diesel (KRD) MCW yaitu Kereta Rel Diesel Hidrolik (KRDH) kelas eksekutif, bisnis non-AC (berkode MBW), dan ekonomi non-AC yang diproduksi oleh Nippon Sharyo Co., Ltd., Jepang sejak tahun 1976 hingga tahun 1987. Maka dari itu, tak heran KRD jenis ini masih di pertahankan dan masih beroperasi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.

Tak hanya mesinnya bertenaga diesel, KA Kedung Sepur merupakan rangkaian kereta lokal namun memiliki interior bak kelas elsekutif. Ya, dengan harga Rp10.000 saja penumpang yang naik kereta ini dimanjakan dengan fasilitas kursi layaknya kelas eksekutif. Dengan corak warna kursi biru putih dan pendingin udara yang super sejuk, membuat penumpang merasa nyaman saat iklim kawasan Semarang yang dominan panas ini.

Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo

Selain itu kursi yang bisa diduduki juga bisa diatur kemiringan dalam sandaran. Bahkan kemiringan hampir bisa menyentuh posisi terlentang. Dengan durasi perjalanan 1 jam 33 menit, KA Kedung Sepur mengantarkan penumpang dari kota ke pedesaan di Kabupaten Semarang. Atau hanya sekedar merasakan pulang pergi pun bisa. Karena kereta ini melayani perjalanan 4 kali, yaitu 2 kali dari Stasiun Semarang Poncol dan 2 kali dari Stasiun Ngrombo. Untuk melihat jadwal atau sekaligus pemesanan, Anda tentu bisa melalui loket pembelian langsung atau bisa memesan melalui aplikasi KAI Access yang tersedia. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Hari ini 24 Tahun Lalu, KA Taksaka Resmi Beroperasi, Kini Jadi Kereta “Hype Trip” Kaum Milenial

Hari ini 24 tahun lalu yang bertepatan 19 September 1999, meluncur layanan Kereta Api (KA) eksekutif Taksaka yang melayani rute Stasiun Yogyakarta- Stasiun Gambir. Selama lebih dari dua dekade, KA Taksaka telah bertransformasi dari layanan KA eksekutif standar ke layanan kereta luxury sampai yang terakhir menyediakan layanan kereta panoramic.

Baca juga: KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

KA Taksaka melayani relasi Yogyakarta–Gambir di lintas tengah Jawa. Kereta api ini beroperasi sebanyak dua kali perjalanan untuk menempuh jarak 512 km yang ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam 21 menit.

Pada awalnya, KA Taksaka pernah beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta api Argo Lawu karena ia saat itu beroperasi menggunakan rangkaian eksekutif dengan bogie K9 – bekas rangkaian kereta api Argo Muria. Selain itu, kereta api Taksaka terkadang beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif buatan tahun 1998 – bekas rangkaian kereta api Argo Dwipangga.

Pada saat kereta api Argo Lawu dan Argo Dwipangga beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan tahun 2016, beberapa perjalanan pada Taksaka beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta Argo Lawu keluaran 2008 dan kereta kaca pesawat eks Argo Dwipangga buatan tahun 1984 dan 1986.

Saat ini, kereta api Taksaka beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat. Sejak 2018, kereta api ini (untuk perjalanan reguler) beroperasi menggunakan rangkaian eksekutif berbahan baja nirkarat buatan PT INKA keluaran kedua dan ketiga tahun 2018.

Pada 23 September 2022, Kereta api Taksaka mengalami penyegaran dengan menampilkan tema spesial bertajuk “Hype Trip” yang ditandai dengan tampilan eksterior kereta yang lebih cerah dan pelayanan dalam kereta yang disesuaikan dengan selera kaum millenial, seperti variasi menu makanan yang disesuaikan dengan selera kaum millenial, penyegaran pada seragam kru yang berdinas, dan ditambahkannya fasilitas permainan dalam kereta.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya pelanggan kereta api Taksaka yang berasal dari Generasi Y dan Z dan peran kereta ini yang menjadi moda transportasi favorit bagi para pelajar yang ingin menempuh studi di Yogyakarta atau berwisata di wilayah Yogyakarta.

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Nama Taksaka berasal dari sosok seekor naga menurut cerita Mahabharata yang baik dan pengayom. Mitologi Hindu meyakini bahwa naga tersebut adalah putra dari Dewi Kadru dan Kashyapa yang tinggal di Nagaloka bersama saudara-saudara lainnya, yaitu Basuki, Antaboga, dan lain-lain.

Eurostar – Layanan Kereta Cepat yang ‘Menyatukan’ Empat Negara Eropa

Di beberapa negara seperti Eropa dan Asia, ada layanan kereta lintas negara. Namun, yang jadi pertanyaan, adakah satu perusahaan kereta yang menjajikan layanan kereta lintas negara? Jawabannya ada, salah satu yang terkenal adalah Eurostar.

Baca juga: iProov Uji Coba Teknologi Otentikasi Wajah Biometrik pada Penumpang Eurostar

Eurostar adalah layanan kereta cepat yang menghubungkan beberapa kota utama di Eropa. Eurostar menghubungkan kota-kota di Inggris, Perancis, Belgia, dan Belanda. Ide untuk layanan kereta cepat antara Inggris dan Eropa bermula pada tahun 1986, ketika Pemerintah Inggris, Perancis, dan Belgia sepakat untuk membentuk Eurostar Group, sebuah konsorsium yang bertujuan untuk mengembangkan layanan kereta api lintas perbatasan.

Pada tanggal 14 November 1994, layanan Eurostar pertama kali diluncurkan. Kereta pertama berangkat dari Stasiun London Waterloo menuju Paris Gare du Nord melalui Terowongan Channel Tunnel yang baru selesai dibangun. Ini merupakan tonggak sejarah karena Eurostar adalah kereta cepat pertama yang menghubungkan Inggris dengan Benua Eropa di bawah Laut Inggris. Berikut adalah negara-negara yang dilayani oleh Eurostar:

Inggris
Eurostar memiliki stasiun utama di London, yaitu Stasiun London St Pancras International, yang menghubungkan London dengan berbagai kota di Inggris, termasuk Ashford dan Ebbsfleet.

Perancis
Eurostar menghubungkan London dengan berbagai kota di Prancis, termasuk Paris (Stasiun Paris Gare du Nord), Lille, dan Calais.

Belgia
Eurostar memiliki layanan ke Brussels, yang merupakan hub transportasi penting di Eropa. Stasiun utama di Brussels adalah Brussels Midi/Zuid.

Baca juga: Naik Kereta Lintas Negara, Dimanakah Pemeriksaan Imigrasi Dilakukan?

Belanda
Pada Maret 2020, Eurostar memperluas layanannya hingga mencakup Amsterdam dan Rotterdam di Belanda. Ini memungkinkan perjalanan langsung antara London dan dua kota besar di Belanda.

Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Bicara tentang jaringan kereta tentu tak bisa dilepaskan dari komponen bantalan rel, pasalnya apa pun jenis kereta yang melintasi, setiap rel dipastikan membutuhkan bantalan. Indonesia yang telah mengenal jaringan kereta lebih dari 150 tahun, punya pengalaman panjang dalam penggunaan beragam jenis bantalan rel.

Baca juga: Gunakan Ballasted dan Non Ballasted Track, Panjang Rel MRT Jakarta Mencapai 36 Ribu Meter

Bila saat ini kebanyakan bantalan rel menggunakan material beton, maka di masa lalu, dan mungkin di sebagian kecil daerah masih ada lintasan rel yang mengadopsi bantalan kayu. Sejatinya bantalan rel merupakan landasan tempat rel bertumpu dan biasanya diikat oleh penambat rel. Bantalan ini juga harus mampu menahan beban kereta yang berjalan di atas rel agar kereta tidak terguling atau anjlok. Biasanya bantalan tersebut dipasang melingtang rel pada jarak antar bantalan yang satu dengan lainnya sepanjang 0,6 meter.

KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber, bantalan rel harus menggunakan bahan-bahan pilihan baik itu kayu, beton, atau bahan lainnya. Berikut ini ada empat bantalan rel yang bisa digunakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

1. Bantalan kayu
Menjadi bantalan pertama sekali yang digunakan dalam dunia kereta api. Di Indonesia bantalan rel zaman penjajahan juga menggunakan kayu. Biasanya kayu yang digunakan memiliki serat yang bagus dan harus lebih elastis seperti kayu jati. Bantalan kayu saat dilalui kereta lebih nyaman dan tidak menyebabkan getaran yang tinggi. Sayangnya bantalan yang terbuat dari kayu tidaklah tahan lama, karena sering keropos terlebih jika daerah tersebut memiliki kelembapan dan curah hujan tinggi. Selain itu, sulit untuk mencari bahan yang cocok karena harga mahal.

Bantalan Kayu

2. Bantalan beton
Dimasa orde baru bantalan kereta api banyak diganti menggunakan beton. Dipilihnya beton karena memiliki daya tahan yang lama terhadap perubahan cuaca maupun suhu dan mampu bertahan hingga 20 tahun serta lebih kuat menahan tekanan beban kereta. Bantalan beton biasanya terbuat dari beton tulangan prategang dan juga ditempatkan angker penambat. Sayangnya, harga beton cukup mahal dan memerlukan ketelitian yang cukup tinggi sehingga membutuhkan tenaga ahli untuk membuatnya. Bantalan beton juga lebih kaku dan membuat getaran kereta cukup terasa.

Bantalan Beton

3. Bantalan baja
Terbuat dari pelat baja dan biasanya dipasang pada lengkungan atau tidak dipasang di keseluruhan rel. Sebab harga bantalan baja paling mahal harganya dan di Indonesia sangat jarang menggunakan bantalan jenis ini. Bantalan ini sebenarnya lebih kuat menahan beban dan juga akan bertahan lebih lama jika digunakan. Selain harga yang mahal kekurangan bantalan baja pada rel adalah mudah anjlok terutama pada daerah berpasir karena memiliki beban yang lebih besar.

Bantalan Baja

4. Bantalan slab
Jika bantalan beton memiliki jarak antara yang satu dengan lainnya, beda dengan slab yang menjadi satu dengan badan jalan yang dicor. Memiliki perawatan yang mudah, bantalan ini digunakan untuk membangun lintasan kereta api cepat dan arus yang tinggi. Bantalan slab juga lebih nyaman dibandingkan dengan yang lain serta memiliki kualitas yang sangat tinggi. Sayangnya untuk membuat pengerjaan ini membutuhkan tenaga khusus dan dana yang sangat besar sebab memiliki ketelitian yang sangat tinggi dalam pembuatannya.

Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Indonesia sendiri saat ini sebagian besar sudah menggunakan bantalan berbahan beton, tetapi beberapa rel masih juga ada yang menggunakan bantalan kayu. Sedangkan bantalan baja hanya ada sepersekian dari bantalan kayu dan beton.