Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Profesi pilot nampaknya penuh dengan risiko tinggi. Wajar bila sekalipun sama-sama bertaruh nyawa, namun gaji pilot dengan masinis kereta api terpaut cukup jauh. Selama penerbangan, pilot dibatasi dengan banyak aturan di bawah sterile cokcpit rule.

Baca juga: Kenapa Pintu Kokpit Harus dalam Keadaan Terkunci dan Anti Peluru? Berikut Ulasannya

Selain itu, dalam melindungi pilot dari penyanderaan oleh kelompok teroris, pintu kokpit yang dahulu dibuat senyaman mungkin, justru berubah menjadi bak benteng terakhir kru kokpit dari ancaman serangan. Bila dahulu pintu kokpit sebatas dibuat anti peluru, pintu kokpit modern kini penuh dengan beragam fitur tambahan.

Dilansir DW, pintu kokpit modern setidaknya memiliki lima komponen utama, mulai dari pintu anti peluru dengan tambahan electronic triple bolt, lubang intip (peephole), kamera di kabin untuk memantau aktivitas penumpang dan kru, panel kontrol pintu kokpit dengan tiga mode (normal, lock, dan unlock), serta panel keyboard di area kabin dan telepon untuk komunikasi kru dengan pilot. Di luar itu, pilot dan co-pilot juga dilengkapi dengan sensor tekanan yang bekerja saat kabin kehilangan tekanan.

Ilustrasi pintu kokpit harus dalam keadaan terkunci. Foto: Jalopnik

Sebagai bagian dari standar keamanan terbang, setiap pramugari yang hendak masuk ke kokpit, diharuskan membunyikan bel terlebih dahulu. Kru kokpit kemudian dapat mengecek secara visual dengan fitur lubang intip. Bila benar pramugari, tentu akan dibukakan, bila tidak, jangan harap pilot akan membuka dengan tulus.

Lagi pula, bila kedapatan bukan pramugari yang mengetuk atau menggedor pintu, bisa dipastikan, pilot akan mengaktifkan pengamanan tambahan pintu kokpit dengan mode ‘lock’ dalam keadaan on. Otomatis, tiga baut tambahan akan memperkuat ketahanan pintu kokpit terhadap segala macam bentuk pembobolan.

Hanya saja, terkadang, situasi dan kondisi tetap mengharuskan pintu kokpit harus dibuka dari kabin. Misalnya, pilot pingsan akibat turbulensi, terbang melebihi batas ketinggian maksimum pesawat, atau pingsan karena gangguan kesehatan. Dalam kondisi tersebut, mau tak mau pintu kokpit harus bisa dibuka dari luar.

Mengantisipasi adanya hal itu, regulator penerbangan sipil dunia dan produsen pesawat pun memberi akses ke awak kabin dengan menggunakan kode khusus. Setelah kode khusus tersebut diakses, pintu tak serta merta terbuka. Harus menunggu 30 detik.

Bila kode akses tersebut diakses pramugari karena intimidasi dari oknum penumpang, pilot masih bisa membatalkan akses dan kode akses tersebut akan non-aktif selama lima menit (belakangan berkembang menjadi 20 menit). Sebaliknya, bila pilot tak beraksi, maka pintu kokpit akan terbuka dan dalam tempo lima detik pintu kokpit akan kembali tertutup.

Di samping dapat terbuka dengan kode akses khusus yang tak diketahui oleh penumpang, pintu kokpit juga otomatis terbuka jika sensor mendeteksi kokpit kehilangan tekanan. Sebaliknya, bila pilot merespon, maka, pintu akan tetap terkunci tanpa coba bisa dibuka kembali dari luar selama 20 menit.

Baca juga: Empat Jam Tertahan di Kabin, Penumpang Coba Dobrak Pintu Kokpit dan Buka Pintu Darurat!

Selama 20 menit itu, pilot masih cukup waktu untuk mendaratkan pesawat di bandara terdekat. Setelah mendarat, pilot dan kru dapat menggunakan fitur cockpit emergency hatch yang tersedia di atas kepala kokpit sebagai jalan keluar khusus yang memisahkan pilot dengan penumpang di kabin.

Selain itu, pilot juga bisa keluar lewat jendela atau cockpit emergency escape through sliding window. Tentu, sebelum mendarat, pilot mengkomunikasikan dengan petugas di darat tentang situasi pesawat terkait adanya ancaman. Petugas berwenang kemudian melakukan langkah-langkah penyelamatan setibanya di bandara.

 

Kolaborasi ASDP dengan Darwinbox Menuju Arah Baru Keunggulan SDM di Sektor Maritim

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai perjalanan transformasi untuk meningkatkan manajemen sumber daya manusia melalui implementasi teknologi HR terbaru dari Darwinbox. Kerjasama strategis ini bertujuan untuk menyederhanakan operasional HR dengan meningkatkan efektivitas pelayanan sumber daya manusia, mendorong efisiensi, akurasi, dan peningkatan pengalaman karyawan yang lebih menyeluruh.

Baca juga: Akuisisi Jembatan Nusantara, ASDP Kini Punya 219 Armada Ferry

Dengan jumlah armada sebanyak 222 unit kapal feri dan tenaga kerja yang tersebar di darat dan laut, ASDP menyadari pentingnya kebutuhan akan solusi HR yang kuat untuk mengotomatisasi dan meningkatkan operasional mereka. Peralihan dengan menggunakan platform Darwinbox dapat mendorong ASDP dalam membangun satu sumber informasi yang benar, sesuai, dan tepat untuk data SDM, sehingga menghilangkan risiko kesalahan dan menjamin informasi yang hadir dan tersedia menjadi lebih konsisten dan dapat diandalkan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang profesional, berkualitas, dan selaras dengan cita-cita kami dalam penerapan teknologi berbasis nilai, kami menyadari mengenai pentingnya kesisteman dalam praktik-praktik SDM. Untuk itu, platform Darwinbox muncul sebagai pilihan yang ideal, yang mampu menjawab tantangan yang beragam ini serta mendukung visi kami dalam membantu meningkatkan kepuasan karyawan.” kata Wahyu Wibowo, Direktur SDM & Layanan Korporasi ASDP.

Aspek penting dari kemitraan ini adalah kemampuan adaptasi solusi dari aplikasi Darwinbox terhadap operasional ASDP. Mengingat area bisnis serta tantangan konektivitas yang terbatas di laut, melalui kemampuan offline Darwinbox muncul sebagai game-changer yang mampu memberikan manfaat. Salah satu manfaatnya adalah pada karyawan saat ini yang dapat menggunakan fitur offline platform untuk mengelola kehadiran, mengakses basis data karyawan, bahkan tanpa koneksi internet yang aktif.

Erlisetya Wahyudi, Vice President HR Management ASDP, menambahkan bahwa progres baik dan berdampak ini adalah sebuah lompatan teknologi yang tinggi dan positif bagi perkembangan perusahaan. “Komitmen kami untuk menyediakan operasional HR yang efisien dan efektif melalui Darwinbox dengan aplikasi yang sederhana dan aman, menciptakan pengalaman pengguna yang mudah dan nyaman untuk karyawan kami.”

Sementara itu, Hendra Setiawan, Vice President Information Technology ASDP, menambahkan bahwa betapa pentingnya transformasi digital strategis ini dilakukan. “Kami telah memanfaatkan kekuatan fitur geofencing (penggunaan jaringan satelit GPS) dan face recognition (pengenalan wajah) Darwinbox untuk memperkuat pelacakan kehadiran karyawan kami di darat. Teknologi canggih ini memastikan sistem presensi yang aman dan akurat, yang berkontribusi pada kemajuan layanan operasional kami secara keseluruhan.”

Tahap awal implementasi platform Darwinbox di ASDP diselesaikan hanya dalam waktu 36 hari. ASDP dan Darwinbox telah bekerja untuk memperluas fungsionalitas platform di seluruh siklus kerja karyawan, termasuk dalam bagian Manajemen Kinerja/Performance, Payroll, Talent Acquisition, Expense Management, dan serta integrasi pihak ketiga melalui Darwinbox Studio.

Baca juga: Beda Antara ASDP-Angkasa Pura: Operator Kapal dan Pelabuhan Vs Pengelola Bandara (Saja)

Darwinbox secara global merupakan platform human capital management (HCM) dengan peringkat #1 (di Gartner Peer Insights) dan didukung oleh perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Salesforce, dan Sequoia. Solusi era baru ini melayani 850+ perusahaan, 2,5 juta+ karyawan di 116+ negara, dan telah menjadi yang tercepat dan satu-satunya pemain HCM Asia yang masuk ke dalam Gartner Magic Quadrant pada tahun 2021 dan 2022. Kemitraan teknologi perusahaan dengan Microsoft membantu mempercepat pengembangan inovasi-inovasi mutakhir, termasuk AI di bidang SDM.

Rayakan HUT KAI ke-78, 30 Nomor KA Ikut Program Hidden Culinary KAI Services, Ini Daftarnya

Dalam rangka menyambut HUT PT KAI (Persero) ke-78 tahun pada 28 September 2023 mendatang, sebanyak 30 nomor kereta api (KA) turut memeriahkan program Hidden Culinary yang diinisiasi KAI Services.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Services Hadirkan 16 Kuliner ‘Legend’ di Kereta Api Lewat Program Hidden Culinary

Program Hidden Culinary sendiri adalah menyajikan makanan khas daerah di atas kereta dengan menggandeng UMKM di bidang kuliner yang sudah dikenal masyarakat dan banyak dicari oleh pecinta kuliner.

Program tersebut berlangsung mulai tanggal 25 September 2023 hingga 30 September 2023. Akan ada 17 kuliner unggulan serta makanan khas daerah yang akan ikut serta dalam kegiatan ini. Para penumpang kereta api bisa melakukan pemesanan 17 kuliner ini di kereta makan di kereta-kereta yang ikut serta di program ini.

Kuliner yang akan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini antara lain, Soto Cak Har, (Surabaya) Lontong Kapuan (Semarang), Nasi Jamblang (Cirebon), Lele Mangut Mbah Marto (Yogyakarta), Dawet Mbok Darmi (Solo), Serabi Notosuman (Solo), Nasi Liwet Wongso Lemu (Solo), Pecel 99 Madiun (Madiun), Rawon Brintik (Malang), Tahu Bakso (Semarang), Tahu Petis (Semarang), Loenpia (Semarang), Tempe Mendoan (Purwokerto), Cuanki Serayu (Bandung), Batagor Riri (Bandung),

Ada beberapa nomor kereta yang ikut ambil bagian dalam program ini antara lain :

KA 5 Argo Wilis
KA139 Senja Utama Yogya
KA 105 Gaya Baru Malam Selatan
KA 135 Bogowonto
KA 91 Lodaya Pagi
KA 7 Argo Lawu
KA 89 Mataram
KA 67 Taksaka
KA 87 Senja Utama Solo
KA 93 Lodaya Malam
KA 114 Rangga Jati
KA 116 Rangga Jati
KA 55 Gajayana
KA 92 Lodaya Pagi
KA 43 Argo Parahyangan
KA 49 Argo Parahyangan
KA 47 Argo Parahyangan
KA 35 Argo Parahyangan
KA 68 Taksaka
KA 2 Argo Bromo Anggrek
KA 88 Fajar Utama Solo
KA 17 Argo Semeru
KA 18 Argo Semeru
KA 1 Argo Bromo Anggrek
KA 11 Argo Sindoro
KA 15 Argo Muria
KA 225 Menoreh
KA 229 Ambarawa
KA 230 Ambarawa
KA 129 Gumarang.

Nantinya dalam kegiatan Hidden Culinary ini, Prama/prami yang melayani penjualan kuliner kereta, akan mengenakan pakaian Kebaya Nusantara, dan  menyuguhkan suasana seperti di tempat asli kuliner khas daerah tersebut dijual.

Selain Hidden Culinary, KAI Services juga memiliki promo Nasi Chicken Bulgogi Gratis minuman Country Choice. Dalam promo yang berlangsung mulai tanggal 28 – 30 September 2023 ini setiap penumpang yang melakukan pembelian produk Nasi Chicken Bulgogi akan mendapatkan gratis minuman Country Choice. Promo ini hanya berlaku di KA yang menjual produk Nasi Chicken Bulgogi.

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, berujar Program Hidden Culinary ini digelar dalam rangka menyambut HUT PT KAI (Persero) ke 78 tahun pada 28 September 2023.

Selain itu kita juga punya promo Nasi Chicken Bulgogi gratis minuman untuk para penumpang kereta api. “Ada banyak kuliner khas daerah yang bisa penumpang nikmati di kereta makan dalam Hidden Culinary mulai dari tanggal 25 September -30 September 2023.” pungkasnya, dalam rilis yang diterima KabarPenumpang.com.

Lion Air, Batik Air dan Super Air Jet, Adopsi Solusi Digital dari Airbus untuk Efisensi Perawatan Pesawat

Lion Air, Batik Air dan Super Air Jet, ketiga maskapai swasta nasional diwartakan mengadopsi solusi digital Airbus untuk mewujudkan efisiensi perawatan dan operasi penerbangan. Ketiga maskapai tersebut telah mengadopsi solusi Airbus Skywise Health Monitoring (SHM) dan NAVBLUE N-Flight Planning (N-FP) sebagai alat bantu pengelolaan kinerja armada.

Baca juga: Airbus Ungkap Visi Baru untuk Desain Kabin Pesawat di Tahun 2035

Secara keseluruhan, sejumlah kontrak yang ditandatangani akan mencakup hingga 110 pesawat yang terdiri dari keluarga A320 dan A330. Memanfaatkan teknologi cloud dan big data dari platform data penerbangan Skywise, SHM mengumpulkan dan memusatkan sistem peringatan kinerja pesawat secara real time, efek dek penerbangan (flight-deck effects), pesan perawatan (maintenance messages), dan lainnya; memprioritaskan dan menghubungkannya dengan prosedur pemecahan masalah yang relevan; menyoroti dampak operasional; dan menyediakan riwayat perawatan sistem, sehingga memungkinkan penanganan kejadian pada pesawat secara efektif.

Secara keseluruhan, SHM menghemat waktu bagi maskapai dan mengurangi biaya perawatan yang tidak terjadwal karena SHM memungkinkan maskapai mengambil keputusan yang berbasis data.

Selain itu, Lion Air, Batik Air, serta Super Air Jet terus mengandalkan NAVBLUE untuk berbagai layanan penerbangan, termasuk charts navigasi, database navigasi Flight Management System (FMS), dan alat penghitung performa pesawat (Flysmart+).

Baca juga: Airbus-Renault Kembangkan Baterai Masa Depan untuk Mobil dan Pesawat Listrik Hybrid

Kini, layanan kepada ketiga maskapai tersebut telah diperluas dengan penambahan N-Flight Planning (N-FP), sebuah solusi lengkap untuk mengoptimalkan perencanaan penerbangan, sekaligus menawarkan kemudahan integrasi dengan sistem pihak ketiga. Fitur otomatisasi dan peringatan berdasarkan kejadian pada pesawat dapat meningkatkan produktivitas dan memungkinkan diterapkannya pendekatan manajemen berdasarkan pengecualian (manage-by-exception).

Embraer dan Scoot Tandatangani Perjanjian Program Pool untuk Armada E190-E2

Embraer, manufaktur dirgantara dari Brasil, telah menandatangani perjanjian layanan Pool Program dengan Scoot, maskapai berbiaya murah dari Singapura, untuk mendukung operasional sembilan unit armada E190-E2 yang akan diterima mulai tahun 2024.

Baca juga: Embraer E190-E2 Uji Performa “Short Runway” di Korea Selatan

Pool Program menyediakan akses terhadap pertukaran komponen dan layanan perbaikan untuk lebih dari 300 suku cadang yang dapat diperbaiki untuk mendukung pesawat Scoot Embraer, sehingga maskapai penerbangan dapat meminimalkan investasi awal mereka dalam inventaris dan sumber daya bernilai tinggi yang dapat diperbaiki, sambil memanfaatkan keahlian teknis Embraer beserta keahliannya. jaringan penyedia layanan perbaikan komponen yang luas. Saat ini, Pool Program mendukung lebih dari 60 maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Ng Chee Keong, COO, Scoot mengatakan dalam siaran pers, “Pengaturan strategis dengan Embraer ini akan meminimalkan penundaan pemeliharaan untuk E190-E2, dan pada dasarnya meningkatkan kesiapan operasional.”

Carlos Naufel, Presiden & CEO, Embraer Services & Support mengatakan, “Bekerja sama dengan Scoot, kami bersiap untuk memasuki layanan E190-E2 tahun depan. Kami memanfaatkan ekosistem penerbangan Singapura yang solid dan kami berharap E190-E2 Embraer yang modern dan hemat bahan bakar akan hadir dengan corak Scoot.”

Pesawat jet E190-E2 merupakan pesawat lorong tunggal (narrow body) yang diklaim paling efisien dan paling senyap di dunia, dan batch pertama E190-E2 akan dikirimkan ke Scoot pada tahun 2024. Selain Pool Program, operasional Scoot juga akan mendapat manfaat dari AHEAD (Aircraft Health Analysis). dan Diagnosis) yang mencakup kemampuan deteksi dini untuk sistem penting, mengurangi gangguan teknis dan menghindari pembatalan penerbangan; eSight, dengan pemantauan kinerja armada secara real-time.

Keluarga pesawat E-Jets E2, termasuk E190-E2 memiliki interval perawatan terpanjang dalam kategori jet lorong tunggal – dengan 10.000 jam terbang untuk pemeriksaan dasar dan tidak ada batasan kalender untuk pengoperasian E-Jet pada umumnya. Hal ini memungkinkan pesawat dioperasikan dengan waktu henti yang minimal.

E190-E2 dan E195-E2, keduanya bagian dari keluarga E-Jets E2, dirancang menggunakan lebih dari 20 juta jam pengalaman yang diperoleh dari E-Jets generasi pertama, memastikan bahwa pesawat E2 modern dan canggih. namun tetap mempertahankan kematangan dan keandalan pesawat generasi sebelumnya. E-Jet generasi pertama adalah salah satu jet komersial paling sukses di industri dan terus beroperasi di seluruh dunia, dengan lebih dari 80 maskapai penerbangan di 50 negara dan lebih dari 1,700 unit telah dikirimkan.

Singapura adalah pusat layanan Embraer dan mendukung operasi di seluruh Asia Pasifik. Selain personel yang berbasis di Singapura, Embraer memiliki Pusat Distribusi Regional di zona perdagangan bebas Bandara Changi.

Baca juga: Pesan 9 Unit, Scoot Jadi Maskapai Singapura Pertama yang Operasikan Embraer E190-E2

Baru-baru ini, Embraer dan CAE mengumumkan pembentukan simulator penerbangan lengkap E2 dan program pelatihan pilot yang canggih di Singapura yang akan dimulai pada tahun 2023. Simulator penerbangan lengkap akan berbasis di Pusat Pelatihan Penerbangan Singapura-CAE yang berlokasi di Pusat Pelatihan Singaporea Airlines Group.

Hindari Penumpang Pingsan, Ini Sebab Suhu Kabin Pesawat Harus Selalu Dingin

Bila diperhatikan, diantara penumpang pesawat komersial hanya sedikit yang saat masuk kabin mengenakan celana pendek, kaos oblong dan sandal jepit, selebihnya para penumpang dominan menggunakan kostum yang lebih rapat dan bersepatu. Kebanyakan penumpang telah mempersiapkan ‘sambutan’ suhu dingin di dalam kabin pesawat, meski saat pertama masuk (boarding) suhu di dalam kabin tidak terlalu dingin.

Yang jadi pertanyaan adalah, mengapa suhu di dalam kabin pesawat cenderung selalu dingin? Mengapa tidak dibuat hangat? Dikutip KabarPenumpang.com dari heart.co.uk (18/7/2017), disebutkan bahwa suhu yang lebih hangat di dalam kabin justru dapat meningkatkan risiko pingsan bagi beberapa penumpang. Ada potensi penumpang pingsan akibat penurunan ventilasi paru, yakni berkurangnya aliran darah ke otak.

Baca juga: Siapkan yang Penting, Tinggalkan yang Tak Perlu saat Traveling

Kondisi ini biasa dirasakan penumpang saat berada di ketinggian. Menurut sebuah penelitian bertajuk – Fainting Passenger: The Role of Cabin Environment yang diterbitkan oleh American Society for Testing and Materials, penumpang bisa terkena hipoksia karena ventilasi paru-paru tidak bekerja secara normal yang disebabkan imobilitas, mengantuk dan distensi gastrointestinal. Dalam lingkungan yang sudah beresiko tinggi, maka suku tinggi pada kabin dapat memicu reaksi gangguan kesehatan tersebut.

Maka dalam penerbangan yang membawa ratusan penumpang yang dijejalkan dalam kabin (dengan masing-masing penumpang memiliki tingkat hangat tubuh yang berbeda), awak kabin tentunya akan tetap menjaga agar suhu udara di dalam kabin pesawat tetap lebih dingin. Selain mengurangi risiko terjadinya pingsan, disebutkan juga bahwa akan lebih aman untuk menjaga suhu kabin tetap lebih dingin untuk menghindari terjadinya dehidrasi terhadap penumpang. Jadi, setiap kali Anda merasakan seperti membeku di dalam kabin pesawat, ingatlah bahwa hal itu memiliki tujuan yang baik.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Sementara itu, beberapa penumpang tidak akan pingsan pada suhu yang lebih hangat dan perusahaan penerbangan tidak peduli siapa dianatara penumpang yang kemungkinan besar akan terkena hipoksia. Penelitian ini, sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun akan menjadi bari saat Anda merasakan pada penerbangan yang dilakukan untuk berlibur.

Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Invasi robot mulai merambah Incheon International Airport di Seoul, Korea Selatan. Tentu saja bukanlah invasi yang menimbulkan peperangan antara manusia dengan robot, tapi kehadiran robot-robot tersebut merupakan bentuk nyata dari peningkatan pelayanan yang akan memberikan kemudahan bagi para calon penumpang. Direncanakan, robot yang bernama Troika ini akan mulai beroperasi pada Juli tahun ini.

Baca Juga: Dinosaurus Hadir Tiba-Tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Dubai

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelandleisure.com, Troika akan membantu para calon penumpang yang hendak mengudara dari Incheon. Robot ini akan berkeliling mengitari bandara, mencari calon penumpang yang membutuhkan bantuan, hingga membuang sampah yang berserakan. Para calon penumpang cukup memindai boarding pass dan Troika akan dengan sigap mengantarkan mereka ke gerbang bandara. Troika juga tidak akan mengantarkan orang-orang untuk berkeliling bandara tanpa tujuan yang jelas.

Robot yang memiliki tinggi sekitar 4,5 kaki ini akan memanggil nama calon penumpang yang telah memindai boarding pass mereka. Jika di dalam perjalanan menuju gerbang bandara, calon penumpang ini berdiri terlalu jauh dari Troika, maka robot yang terlihat seperti buah pir ini akan mengeluarkan suara, “Harap tetap dekat supaya aku bisa melihatmu”.

Layaknya seorang tour guide, Troika juga dapat memberikan informasi mengenai cuaca di lokasi tujuan penerbangan, informasi mengenai pemberangkatan, hingga menampilkan peta bandara. Tidak hanya sampai di situ, rasa ingin membawa pulang Troika akan bertambah manakala robot ini akan berkedip dan tersenyum saat berbicara, sungguh lucu! Ternyata, Troika juga menguasai beberapa bahasa lho, seperti Inggris, Korea, Cina, dan Jepang yang akan mempermudah mereka berinteraksi dengan manusia.

Baca Juga: Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman

Sementara itu, robot lain juga dapat ditemukan di bandara ini yang bertugas  untuk memelihara kebersihan bandara, dan akan memungut sampah yang terlihat saat mereka tengah berpatroli. Dalam pernyataan resminya, pihak Bandara Internasional Incheon mengatakan kehadiran robot-robot ini bukanlah untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk menambah bantuan tambahan ketika bandara tengah dilanda kesibukan yang luar biasa atau ketika larut malam.

Baca Juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality

Tidak hanya di Korea Selatan, invasi robot di bandara lain juga sudah mulai menjamur. Ambil contoh Geneva Airport di Swiss yang memiliki robot bernama Leo. Robot ini ditugaskan untuk dapat memeriksa para calon penumpang dan membantu membawakan barang mereka ke baggage handling area. Lain halnya dengan Spencer, robot yang berada di Amsterdam akan membantu Anda dalam melakukan penerbangan penghubung dan dapat mengenali emosi para penumpang.

Bukan Hanya Singapura, Bandara di 10 Negara Ini Juga Tidak Lagi Gunakan Boarding Pass

Bandara Changi di Singapura mengumumkan akan memberlakukan sistem biometrik boarding bagi penumpang pesawat yang akan berangkat mulai tahun 2024. Dengan sistem biometrik boarding, calon penumpang pesawat dapat melewati gerbang keamanan di bandara tanpa menunjukkan dokumen berupa paspor maupun boarding pass.

Baca juga: Di Bandara Changi Singapura, Penumpang Bisa Naik Perosotan Tertinggi di Dunia untuk ke Boarding Gate

Sebagai gantinya, penumpang pesawat cukup melakukan pindah wajah di beberapa titik yang telah disediakan untuk pemeriksaan keamanan. “Singapura akan menjadi salah satu dari sedikit negara pertama di dunia yang memperkenalkan izin imigrasi otomatis dan bebas paspor,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, Josephine Teo.

Selain Singapura, sejatinya sudah ada beberapa negara di dunia yang lebih dulu menerapkan hal yang sama. Mengutip dari laman Travel and Leisure, setidaknya ada 10 negara lainnya yang telah menerapkan layanan biometrik boarding. Kesepuluh negara tersebut adalah:

1. India
Beberapa bandara di India telah beralih ke layanan digital yang dapat mengenali penumpang pesawat dari teknologi pindai wajah bernama DigiYatra. Di antaranya Bandara Internasional Indira Gandhi (Delhi), Bandara Internasional Kempegowda (Bengaluru), Bandara Internasional Lal Bahadur Shastri (Varanasi), Bandara Internasional Pune, dan Bandara Internasional Rajiv Gandhi (Hyderabad).

Teknologi boarding biometrik British Airways. Foto: British Airways

2. Jepang
Dua bandara di Jepang, yaitu Bandara Internasional Haneda dan Bandara Internasional Narita telah memasang “Face Pass”, yaitu sistem pengenalan wajah yang memungkinkan penumpang naik pesawat tanpa boarding pass. Calon penumpang pesawat yang hendak menggunakan “Face Pass” perlu mendaftarkan paspor, mencantumkan foto, dan mengisi data penerbangan terlebih dahulu. Setelah proses tersebut berhasil, maka calon penumpang bisa melewati gerbang keamanan di bandara dengan teknologi pindai wajah.

3. Uni Emirat Arab
Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Abu Dhabi juga telah melayani sistem biometrik. Sistem ini memungkinkan penumpang pesawat bisa boarding tanpa harus menunjukkan paspor ataupun boarding pass.

Di Bandara Internasional Dubai, teknologi ini telah digunakan oleh ekspatriat, Emirat, dan pengunjung sejak 2019. Bandara ini punya 122 gerbang yang dilengkapi sistem biometrik. Sedangkan di Bandara Abu Dhabi telah memulai tahap pertama layanan biometrik yang telah diterapkan di gerbang imgrasi dan gerbang keberangkatan tertentu.

4. Malaysia
Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia telah menerapkan teknologi pengenalan wajah untuk mempercepat proses boarding sejak awal 2022. Calon penumpang pesawat yang akan menggunakan teknologi ini harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di Pendaftaran Totem yang ada di bandara keberangkatan.

Pada tahap awal, calon penumpang pesawat perlu memindai boarding pass untuk registrasi penumpang. Setelah itu, penumpang hanya perlu memindai wajah untuk melewati gerbang keamanan.

5. Hong Kong
Penggunaan teknologi pindah wajah di Bandara Internasional Hong Kong telah dimulai sejak 2019. Calon penumpang pesawat harus membuat token digital dengan cara mencocokkan token biometrik penumpang dengan paspor dan detail penerbangan. Sistem pengenalan wajah ini dipasang di gerbang keamanan dan gerbang boarding elektronik bandara.

6. Perancis
Dua bandara utama di Perancis, yaitu Bandara Paris Charles de Gaulle dan Bandara Orly sedang dalam tahap uji coba teknologi pindah wajah untuk penumpang yang hendak naik pesawat. Bandara akan menyimpan sementara data penumpang berupa detail penerbangan, paspor, dan foto. Sistem pengenalan melalui wajah ini dipasang di berbagai gerbang bandara yang memungkinkan penumpang lewat tanpa perlu menunjukkan boarding pass.

7. Spanyol
Di Spanyol, teknologi pindai wajah ini mulai dicoba di gerbang keberangkatan tertentu yang ada di Bandara Josep Tarradellas Barcelona-El Prat. Calon penumpang pesawat harus mendaftar melalui aplikasi Aena atau melalui spot pengenalan wajah yang ada di bandara.

8. Inggris
Bandara di Inggris yang melayani sistem boarding biometrik yaitu Bandara Heathrow dan Bandara Manchester. Akan tetapi sistem ini hanya tersedia untuk British Airways. Calon penumpang British Airways harus mendaftarkan diri di bandara untuk pengenalan wajah. Setelah proses pendaftaran selesai, penumpang bisa melewati gerbang pemeriksaan tanpa harus menggunakan dokumen fisik apapun.

9. Jerman
Dua bandara di Jerman, yaitu Bandra Frankfurt dan Bandara Internasional Munich melayani sistem biometrik khusus penumpang Lufthansa Airlines. Calon penumpang maskapai Lufthansa Airlines harus mendaftar di aplikasi Lufthansa dengan kelengkapan foto dan paspor.

Baca juga: Di Bandara AS, Boarding Pass dan KTP ‘Haram’ Saat Lewati Boarding Gate

10. Amerika Serikat
Sebagian besar maskapai penerbangan di Amerika Serikat menerapkan sistem biometrik boarding. Seperti halnya yang dilakukan oleh Delta Airlines dan United Airlines. Akan tetapi, beberapa maskapai tertentu mengenakan biaya kepada penumpang untuk mengakses fasilitas biometrik di bandara. Adapun data yang diperlukan seperti rincian penerbangan, informasi identitas, dan foto untuk mengenalan wajah di bandara nantinya.

Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda Stockholm

Ada pemandangan yang menarik saat keluar dari Bandara Arlanda di Stockholm, Swedia. Bertengger di lapangan hijau, nampak jelas sosok Boeing 747-200 berwarna biru dan putih dan dibawahnya dikeliling beberapa mobil. Meski berwujud pesawat utuh, tapi  tak ada mesin yang terpasang di kedua sayapnya, inilah yang disebut Jumbo Hostel, penginapan premium yang mengambil konsep pesawat legendaris Boeing Jumbo Jet.

Baca juga: Boeing 727 Ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

KabarPenumpang.com merangkum dari hotelyouwant.com, ruangan terbatas yang sempit dalam bangkai pesawat ini dirubah menjadi kamar-kamar elegan sejak tahun 2008 lalu. Tak hanya itu, bagi penggemar penerbangan dan penyuka petualang bisa menjadikan Jumbo Hostel ini sebagai tempat untuk mencari pengalaman yang unik serta berkesan. Berada di negara Swedia yang indah, hotel menjadi lambang kemewahan dan kenyamanan.

Bagian dalam kamar Hostel Jumbo (www.hotelyouwant.com)

Jumbo Hostel menjadi satu contohnya dimana pesawat Boeing yang telah mangkrak dapat dibuat menjadi lebih inovatif. Pesawat Boeing ini dirubah oleh seorang pebisnis ulung bernama Oscar Dios yang telah mengabiskan dana US$1,5 juta untuk mengubah bangkai pesawat ini menjadi sebuah hotel bintang lima.

Diketahui, proses untuk melakukan renovasi pada bangkai pesawat Boeing 747-200 ini memakan waktu hingga enam bulan hingga menjadi seperti saat ini. Hostel ini sendiri diminati para pelancong karena berada di dalam lingkungan Bandara Arlanda, sehingga para pelancong yang terkena penundaan penerbangan atau yang ingin merasakan kenikmatan tidur dalam hotel dari pesawat akan dengan mudah berada di dalamnya.

Merujuk ke asal pesawat yang digunakan, awalnya adalah milik Singapore Airlines yang dibuat tahun 1976 dan kemudian di jual ke Pan America hingga pensiun tahun 2002. Setelah itu pesawat ini berganti menjadi Clipper Belle of Sky dan melayani Air Club International, Transjet, Northeast Airlines dan lainnya.

Kamar di Hostel Jumbo (www.hotelyouwant.com)

Hingga akhirnya pesawat ini di lelang tahun 2002 oleh pemilik terakhirnya yakni Transjet yang mengalami kebangkrutan. Tahun 2007, Boeing 747-200 ini akhirnya dimiliki Oscar Dios dan diberikan izin oleh pihak berwenang Sigtuna mendirikan proyek untuk menjadikan pesawat ini sebagai Hostel Jumbo yang dikenal saat ini.

Renovasi yang memakan waktu enam bulan ini, membuat para pekerja harus mengeluarkan 450 kursi, mengganti cat dan perabotannya. Pembuatan hotel ini juga sudah memenuhi syarat konvensional iklim, isolasi dan pengaturan suhu.

Hampir semua kamar yang berada dalam bangkai pesawat ini menghadap ke landasan pacu. Setiap sudut hotel memberikan pengalaman penerbangan yang bisa dinikmati oleh tamu. Kapasitas Jumbo Hostel ini terdiri dari 29 kamar dan 61 tempat tidur dari model suite single, suite double dan kamar dengan empat tempat tidur.

Bagian kokpit yang terletak di dek atas merupakan kamar yang paling besar dan lengkap dengan shower serta kamar mandi pribadi. Setiap kamar dalam hotel ini dilengkapi dengan fitur berteknologi tinggi yakni televisi layar datar, WiFi dan perlengkapan mandi.

Bar dan Restaurant di dalam Hostel Jumbo (www.hotelyouwant.com)

Meskipun dibuat dari sebuah pesawat, hotel ini juga tetap mempertahankan keaslian bentuknya dan membuat suasana pesawat jet yang khas. Sehingga bisa dikatakan, sebagai pelancong tidak boleh melewatkan menginap pada Jumbo Hostel ini.

Baca juga: Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Kereta Bandara Tercepat

Para pegawai di hotel ini juga menggunakan pakaian layaknya kru pesawat baik itu sebagai kapten penerbangan maupun awak kabin. Anda yang menjadi tamu hotel ini bisa menggunakan lobi untuk berinteraksi dengan tamu lainnya dan bisa memesan makanan kemasan seperti kue dan minuman di Jumbo Bar and Restaurant dimana para tamu bisa bersantai di kursi sembari menikmati makanan dan minuman.

Bagi Anda yang membawa makanan sendiri bisa memanaskannya di microwave dimana pihak hotel sudah menyediakannya. Hotel ini sangat strategis karena ditempatkan di pintu masuk Bandara Arlanda yang menawarkan panorama keseluruhan landasan pacu melalui jendela-jendela kamar. Selain dekat dengan bandara, dari Jumbo Hostel ini Anda dapat menjangkau obyek wisata seperti Istana Steninge, Istana Roserberg dan kastil Skokloster.

Memang tak murah untuk menginap di Jumbo Hostel, tarif per malam untuk dua orang berkisar di US$1.500 sampai US$2.000. Karenanya penginapan ini layak disebut sebagai hostel premium.

Punya Ikatan Kuat dengan Los Angeles, Jadi Alasan Korean Air Donasikan Boeing 747 Sebagai Koleksi Museum di California

Maskapai nasional Negeri Ginseng, Korean Air mendonasikan US$25 juta dan sebuah pesawat Boeing 747 yang sudah pensiun untuk memperkuat koleksi Aviation Gallery of the California Science Center Foundation yang saat ini sedang dibangun di Samuel Oschin Air and Space Center di Los Angeles.

Baca juga: Korean Air Aktifkan Layanan WiFI Viasat di Airbus A321neo

Tahun lalu, California Science Center memulai pembangunan Samuel Oschin Air and Space Center yang baru, yang akan menjadi ruangan seluas 200.000 kaki persegi yang akan berisi 150 pameran pendidikan yang mencakup tiga galeri bertingkat dan menjadi rumah permanen dari Space Shuttle Endeavour.

Galeri Penerbangan Udara Korea akan mendemonstrasikan bagaimana upaya untuk menguasai angkasa melibatkan pengorbanan antara empat prinsip penerbangan – gaya angkat, daya dorong, tarikan, dan berat – yang memengaruhi setiap pesawat yang pernah dibuat, kata California Science Center Foundation dalam sebuah pernyataan.

(Foto: BriYYZ via Wikimedia)

Pimpinan Korean Air, Walter Cho, mengatakan wilayah Los Angeles telah menyambut baik maskapai ini selama bertahun-tahun, jadi merupakan suatu kehormatan untuk memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat.

Los Angeles adalah tujuan pertama Korean Air di Amerika Serikat, dan kami bangga menjadi bagian integral dari kisah dan sejarah penerbangannya. Fasilitas ini akan memberikan kesempatan belajar dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin penasaran dengan dunia penerbangan dan dampaknya terhadap masyarakat. Pameran 747 akan menampilkan teknologi transformatif dan dampak berkelanjutan dari pesawat ikonik ini.”

Galeri Penerbangan juga akan mencakup pengalaman langsung seperti Pameran Terowongan Angin (yang akan membantu pengunjung memahami kekuatan yang membuat pesawat terbang) dan Pameran Desain Pesawat (yang akan menawarkan pelajaran unik dalam desain dan teknik pesawat terbang).

Pembangunan California Science Center
Samuel Oschin Air and Space Center adalah tahap ketiga dari rencana induk tiga tahap California Science Center untuk mengembangkan salah satu pusat pembelajaran sains terkemuka di dunia selama tiga dekade terakhir. Menurut yayasan, pembangunan Samuel Oschin Center akan memakan waktu tiga tahun.

Baca juga: Korean Air Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Rute Tersibuk di Dunia

Korean Air saat ini memiliki 20 unit Boeing 747 dalam armadanya. Maskapai ini mengoperasikan empat 747-400ERF, sembilan 747-8, dan tujuh 747-8F. Maskapai ini mengatakan pada tahun 2021 bahwa mereka memperkirakan akan mempensiunkan pesawat 747-8 untuk operasional penumpang pada tahun 2031. Tidak diketahui jenis pesawat 747 apa yang akan disumbangkan ke Samuel Oschin Air and Space Museum, namun maskapai ini juga memiliki beragam jenis pesawat 747, mulai dari empat 747-200B hingga 27 Boeing 747-400.