KA Pangandaran, Kereta yang Tak Sampai Stasiun Pangandaran

0
(wordpress)

Terkenal dengan pantainya, Pangandaran menjadi salah satu destinasi di Jawa Barat yang diminati pelancong domestik. Baru-baru ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka jalur untuk mempercepat perjalanan dengan menhadirkan relasi Gambir-Banjar dengan KA yang diberi nama Pangandaran.

Baca juga: KA Pangandaran Beroperasi, Kini Jakarta-Banjar Jadi Lebih Mudah

Kehadiran KA Pangandaran ini mempercepat perjalanan dari Jakarta menuju Pangandaran yakni 9,5 jam dimana kereta Jakarta-Bajar memiliki waktu tempuh 7,5 jam. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bahkan untuk mempermudah pelancong Bupati Pangandaran sendiri akan menyiapkan bus wisata demi memudahkan mobilisasi dari Stasiun Banjar menuju Pangandaran yang memiliki jarak 75 km.

Dengan waktu tempuh 7,5 jam, KA Pangandaran sudah berhenti di beberapa stasiun yakni Bandung, Cibatu, Cipeundeuy dan Tasikmalaya. Perhentian terakhir ke Pangandaran hanya di Stasiun Banjar, sebab jalur yang melalui Stasiun Pangandaran hingga Cijulang sudah tak lagi aktif. Jalur KA dari Banjar-Pangandara-Cijulag eksisting sudah ada tetapi sayangnya kini tak lagi aktif dan ditutup pemerintah pada 1982 silam.

Padahal jalur ini sempat pernah akan direaktivasi tetapi proyek tersebut hanya sampai di Stasiun Banjarsari. Kini kehadiran KA Pangandaran yang sudah mulai mengular di rel sejak 2 Januari 2019 kemarin, KAI mengharapkan masyarakat yang akan berwisata ke Pangandaran lebih dimudahkan.

Tak hanya itu, bila dihitung dengan perjalanan darat dengan kendaraan pribadi bisa mencapai 13,5 jam dan bila terhitung dengan kereta api menghemat waktu hingga empat jam. Untuk diketahui, Stasiun Pangandaran sendiri dibangun pada tahun 1921 silam.

Terletak di provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, sayangnya sejak 1984 sudah dinonaktifkan. Kondisi bangunannya sendiri sebenarnya masih berdiri kokoh meski dikelilingi semak-semak belukar dan pepohonan.

Tahun 1997 lalu, stasiun dan jalur kereta api ini sempat diaktifkan dan dilewati beberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 namun akhirnya jalur Banjar-Cijulang ini benar-benar ditutup saat krisis ekonomi melanda seluruh Asia. Bentuk Stasiun Pangandaran sendiri memiliki ukuran 20,8 x 5,44 meter dengan pintu masuk di sisi selatan dan sejajar dengan pintu di sisi utara menuju kereta.

Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Jawa Barat, Pertanda Peningkatan Sektor Pariwisata di Tanah Pasundan?

Bentuk atap nya model pelana dengan penutup genteng tanah liat serta ditopang oleh beberapa konsul di setiap sisi. Tampak selatan terdapat pintu selebar 253 cm yang diapit dua pilaster berupa susunan bolder ekspos yang berfungsi estetis serta bagian barat pintu berderet tiga jendela kayu.

Leave a Reply