Peron Skycafe, Nikmati Senja Seperti Menunggu Kereta

Menjadi salah satu hotel terdekat dengan Stasiun Manggarai, Yello Hotel bisa menjadi pilihan pelancong yang sedang menikmati liburannya di Jakarta khususnya daerah Jakarta Selatan dan Pusat. Dengan jarak 1,7 km dari stasiun, hotel ini dirasa mampu untuk mempermudah pelancong yang ingin menggunakan kereta commuter atau kereta listrik (KRL) untuk mengelilingi kota Jakarta atau sekitarnya. Baca juga: Hadirkan “Super Lounge,” Disinilah Lokasi Starbucks Terbesar! Yello Hotel sendiri baru-baru ini, tepatnya pada 25 April 2018 kemarin hotel yang berada di Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan tersebut menghadirkan rooftop cafe. Yello menamakannya Peron Skycafe dan berada di lantai 9 atau lantai tertinggi di hotel ini. KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber, bahwa nama peron sendiri diambil karena terinspirasi dari letaknya yang tidak jauh dari Stasiun kereta api Manggarai. Dimana nama peron sendiri berarti tempat penumpang menunggu kereta. Sayangnya, meski bernama peron, Skycafe ini sendiri tidak cocok untuk menunggu kereta apalagi KRL. Sebab Stasiun Manggarai tidak melayani kereta jarak jauh dan juga belum mulai mengoperasikan kereta bandaranya. Tetapi, tenang saja, dituturkan oleh Taufik, Hotel Manajer dari Yello Hotel Manggarai, bahwa Peron Skycafe sendiri bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyrarakat yang ingin melarikan diri dari kepenatan akibat macetnya jalanan raya. Bahkan bagi penikmat senja, Peron Skycafe sangat cocok untuk tempat menikmati matahari terbenam. “Kita sangat welcome pada tamu dan media yang mau datang di waktu yang cukup melelahkan,” ujar Taufik. Baca juga: Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta Peron Skycafe buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 02.00 WIB. Berada di bawah naungan hotel bintang tiga, Peron Skycafe bisa menampung 150 orang. Lampu temaram dan desain ruangan bernuansa kayu bisa membuat yang datang merasakan kenyaman sambil menikmati malamnya kota Jakarta. Sebenarnya di stasiun sendiri memang tidak ada lounge khusus untuk menunggu kereta. Biasanya yang banyak adalah tempat makan, cafe ataupun restoran sembari menunggu keberangkatan kereta. Sehingga penumpang yang datangnya beberapa jam sebelum keberangkatan bisa bersantai dan tidak takut tertinggal kereta.

Desa Pelangi, Ubah Wilayah Padat dan Kumuh Jadi Tujuan Wisata

Desa pelangi semakin lama semakin banyak di jumpai di Tanah Air. Salah satu desa pelangi yang terkenal berada di Wonosari, Semarang, Jawa Tengah. Desa ini berada di lereng bukit dan tepat dilintasi sebuah sungai dibawahnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari hindustantimes.com (19/6/2017), dulunya sebelum menjadi desa dengan warna pelangi, desa ini terkesan kumuh dan suram. Baca juga: Eksplorasi Keindahan Pulau Pahawang dengan Pasir Putihnya Apalagi air sungainya yang hitam dan penuh sampah. Sebanyak 200 rumah saat itu di makeover dan menghabiskan biaya sekitar $200 ribu untuk mengecat rumah dan melukis dengan berbagai gambar. Tak hanya itu sungai yang berada dekat desa ini pun dibersihkan, untuk menjadi desa pelangi, warga Wonosari, Semarang ini bekerja selama sebulan dari dana yang diberikan pemerintah dan beberapa perusahaan untuk membuat kampungnya lebih bagus dan terlihat menarik seperti sekarang ini.
Desa Pelangi,
Wonosari,
Semarang (hindustantimes.com)
Pertengahan April, desa ini setelah dibuka oleh Walikota setempat dikenal dengan “Desa Pelangi”. Bangunan-bangunan ini tak hanya di cat berbagai warna untuk menarik perhatian, gambar-gambar yang membantu mempercantik bangunan seperti sayap malaikat dan paus dapat terlihat dari jauh. Saat memasuki desa ini, jalan setapaknya pun dipenuhi gambar-gambar yang unik, sehingga perjalanan Anda tidak akan terasa bosan. Baca juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia Bukan hanya wisatawan lokal saja yang mengunjungi desa ini, wisatawan mancanegara pun banyak yang datang hanya untuk sekedar mengabadikan dirinya dan desa ini.
Kampoeng Pelangi (hindustantimes.com)
“Ini sangat istimewa, sangat kreatif. Desa biasanya terlihat polos tapi sekarang ada banyak tempat bagus untuk berfoto,” Maya Susanti, seorang pengunjung Indonesia. Seorang tokoh masyarakat, Yosep Tri Prawoko mengatakaan, setiap gang telah menjadi tempat favorit pemotretan. Tak hanya wisatawan saja yang merasakan kebahagiaan, penduduk desa pelangi pun menikmati hasil keindahan ini. Dengan banyaknya pengunjung, membuat warga desa meletakkan tempat-tempat sampah agar desa pelangi tetap terlihat bersih. Baca juga: Pulau Rote, Strategis Bagi Perbatasan, Inilah Keindahan di Ujung Selatan Indonesia Sebenarnya, desa pelangi ini, mengikkuti cara desa di Meksiko yang memberi warna warni pada desanya. Tetapi ternyata di Indonesia tak hanya Wonosari, Semarang saja yang punya desa pelangi ada sembila desa lainnya yang memiliki desa pelangi yakni Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Kampung Warna-warni Code, Yogyakarta; Kampung Bulak, Kenjeran, Surabaya; Kampoeng Kelir Kroman, Gresik; Kampung Penas, Cipinang Selatan, Jakarta Timur; Kampung Wisata Jodipan, Malang; Kampung Wisata Lubuk Linggau, Sumatera Selatan; Kampung Wisata Teluk Seribu, Balikpapan, Kalimantan Timur dan Kampung Sungai Kalilo, Banyuwangi.

Untuk Arus Balik, ASDP Ferry Terapkan Delapan Skema di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

PT ASDP Indonesia Ferry mendukung skema penanganan arus balik Lebaran 2019 yang telah dibahas oleh Kementerian Perhubungan selaku regulator, dan seluruh mitra kerja layanan penyeberangan Angkutan Lebaran 2019. Baca Juga: H-2 Lebaran, 682.446 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera Berdasarkan siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan ada 8 poin penting yang dibahas dalam rapat persiapan arus balik yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan selaku regulator bersama dengan KSOP, BPTD, Polri, Gapasdap, dan INFA yang berlangsung di Terminal Eksekutif Merak, Banten, pada Senin (3/6) malam. Adapun skema yang akan diterapkan pada arus balik Lebaran dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak: 1. Skema bongkar dan muat akan diberlakukan: di dermaga 5 dan 6 hanya muat di Bakauheni dan bongkar di dermaga 4, 5, dan 7 di Merak, selanjutnya berangkat kosongan; 2. Bila terjadi antrian masuk ke entri Pelabuhan Bakauheni sepanjang 1 km dari pintu masuk, maka kendaraan dari tol Lampung Bakauheni akan dikeluarkan di Simpang Hatta dan Kalianda, apabila lebih dari 4KM akan dikeluarkan di exit tol Sidomulyo; 3. Untuk memperlambat kendaraan ke Bakauheni, akan dilakukan pola pengaturan waktu dengan cara entri tol di Terbanggi Besar-Simpang Pematang akan menggunakan skema buka-tutup dengan menyesuaikan waktu (jam 06.00 buka, 16.00 tutup); 4. Bypass data manifest di loket penjualan tiket diberlakukan pada semua kendaraan selama arus balik Angleb 2019; 5. Skenario pengaturan kendaraan dan pemuatan ke kapal berlaku di semua kondisi dengan skenario sangat padat (kapal yg dioperasikan besar di atas 5.000 GT dengan waktu port time maksimal 45 menit); 6. Pemberlakuan diferensiasi tarif diberlakukan siang hari (08.01 – 19.59 diskon 10%) dan malam hari (20.00 – 08.00 kenaikan tarif 10%) pada tanggal 7 s.d. 9 Juni 2019; 7. Penggunaan bantuan tugboat di Pelabuhan Bakauheni hanya dikenakan biaya BBM saja. Sedangkan di Pelabuhan Merak, penggunaan tugboat dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan tarif yang berlaku dan sesuai judgement dari Nakhoda melalui BPTD setempat; 8. Selama arus balik, pergantian kapal hanya dilakukan di Pelabuhan Merak. Untuk di Pelabuhan Bakauheni, pergantian kapal hanya dilakukan dalam kondisi darurat. “Dari ke-8 poin penting yang disepakati, yang akan menjadi concern dari ASDP terkait soal proses bongkar muat kapal, bypass data manifest, penggunaan kapal ukuran besar, pergantian kapal, serta penerapan diferensiasi tarif. Hal-hal ini akan kita koordinasikan lebih baik lagi sehingga penerapan saat arus balik lebih optimal, sehingga pelayanan terhadap pengguna jasa berjalan lebih lancar khususnya di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni,” tuturnya. Menurutnya, layanan selama arus balik Lebaran tahun ini memerlukan perhatian khusus mengingat waktu yang lebih pendek dibanding arus mudik, karena masyarakat harus sudah kembali beraktifitas pada tanggal 10 Juni 2019. “Hal ini yang harus kita antisipasi. Tidak hanya kesiapan sarana dan prasarana, sejak awal ASDP telah mempersiapkan strategi menghadapi lonjakan pengguna jasa saat arus balik berlangsung di periode yang relatif singkat. Diprediksikan, puncak arus balik terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6),” tuturnya. Ira memastikan, ASDP akan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar yakni diatas 5000 GT selama arus balik Lebaran berlangsung, percepatan waktu bongkar muat maksimal 45 menit, serta pergantian kapal yang hanya dilakukan di Pelabuhan Merak saja, sementara di Pelabuhan Bakauheni hanya saat darurat saja. Terkait kebijakan diferensiasi tarif, lanjut Ira, hal tersebut sejatinya sejalan dengan karakteristik pemudik saat arus balik dari Bakauheni-Merak yang cenderung ramai atau banyak melakukan penyeberangan di siang hingga sore hari. “Selama ini, karakter pemudik yang akan kembali saat arus balik memang lebih banyak yang jalan di siang atau sore hari. Ditambah dengan penerapan diferensiasi tarif ini, tentu perjalanan arus balik diharapkan lebih teratur, tertib dan lancar,” ujarnya. Baca Juga: H-3 Lebaran, 556.727 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera Ia menambahkan, dengan penerapan diferensiasi tarif pada periode arus mudik terjadi gejala anomali dimana pada H-6 atau Kamis (30/5) yang lalu jumlah pemudik pada malam hari justru lebih rendah daripada siang hari. Padahal, karakteristik arus mudik dari Merak menuju Bakauheni biasanya lebih tinggi volume di malam hari. Kendati demikian Ira berharap, kelancaran dan kesuksesan selama arus mudik juga dapat terulang di arus balik Lebaran. “Pengguna jasa dihimbau mengatur jadwal kepulangan, dan untuk mendukung pembayaran cashless, agar memperhatikan kecukupan saldo kartu elektronik, dan jangan lupa mempersiapkan e-KTP sebelum melakukan transaksi di loket pelabuhan,” katanya menambahkan.

Mei 2019: Kinerja Ketepatan Waktu Lion Air Capai 89,73 Persen

Lion Air memberikan perkembangan terkini terkait layanan dan operasional penerbangan pada Mei 2019 bahwa mencatatkan kinerja tingkat ketepatan waktu (on time performance/ OTP) mencapai 89,73 persen. Sepanjang periode tersebut, Lion Air beroperasi 11.416 frekuensi terbang dengan rata-rata per hari 400-420, melayani jaringan ke lebih dari 51 kota tujuan domestik dan internasional. Baca Juga: Lion Air Group Sabet Gelar Maskapai Penyumbang 5 Besar Trafik Penumpang di Bandara Changi Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, pencapaian OTP 89,7 persen menunjukkan rata-rata kinerja Lion Air tertinggi berdasarkan ketepatan waktu, dibandingkan periode sama pada 2018 yaitu 68,9 persen dan 2017 yang hanya diperoleh 65 persen. Lion Air menyampaikan apresiasi terbaik kepada seluruh pelanggan (pebisnis dan wisawatan) berkat dukungan penuh dalam membantu kelancaran operasional sejalan meningkatkan ketepatan waktu penerbangan, dimulai dari proses pelaporan (check-in), ketika masuk ke pesawat (boarding) hingga tiba di bandar udara tujuan. Lion Air mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru pesawat, petugas layanan darat (ground handling), teknisi dan karyawan atas kontribusi serta peran aktif membentuk kinerja perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan guna memberikan pengalaman terbang mengesankan di era perjalanan kekinian (millennials traveling). Lion Air juga berterima kasih kepada pengelola bandar udara, regulator, pengatur lalu lintas udara serta berbagai pihak yang mendukung penuh atas operasional Lion Air selama ini. Data OTP 89,73 persen merupakan aktual penghitungan laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan bersamaan (real time) menurut ketepatan pesawat saat keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) dalam waktu kurang dari 15 menit dari jadwal yang ditentukan. Lion Air menegaskan bahwa pelaksanaan setiap penerbangan selalu patuh dan menerapkan budaya keselamatan (safety culture). Komitmen ini seiring usaha menghadirkan layanan terbaik kepada travelers dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first). Dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan OTP, Lion Air mengimplementasikan beragam langkah strategi tepat yang bertujuan agar operasional konsisten pada level terbaik, sehingga berdampak positif terhadap kualitas layanan dan tingkat ketepatan waktu penerbangan, antara lain pengaturan pergerakan penumpang dan pesawat, koordinasi intensif bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran setiap hari, mengaplikasikan standar prosedur pengoperasian pesawat udara menurut aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya. Lion Air juga menjalankan prosedur DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), Kementerian Perhubungan RI. Untuk mekanisme pengoperasian pesawat udara, Lion Air memiliki utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta rata-rata lima pesawat sebagai cadangan (stand by). Lion Air mengoperasikan berbagai tipe pesawat, 66 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi) dan tiga Airbus 330-300 (440 kelas ekonomi). Baca Juga: Lion Air Group (Wings Air) Bersiap Terima ATR-72 600 Ke-80 Lion Air mengoptimalkan pesawat dengan mengelola pergerakan pesawat (rotasi) disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (load factor) dan lainnya. Lion Air menggunakan sistem terstruktur dan konsistensi secara komprehensif antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan cepat (quick action) guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan terjadi di lapangan (irregularities) guna meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan

“Bring Your Own Device,” Solusi Hemat Biaya Gantikan Layar Hiburan di Seat Back

Hidup di era yang sudah serba modern seperti dewasa ini memang tidaklah se-purba dulu, dimana kemudahan demi kemudahan sudah dapat ditemui hanya melalui gadget pribadi Anda saja. Sebut saja untuk membeli makanan, mengirim paket, membeli tiket pesawat hingga yang paling mendasar adalah menonton sejumlah video atau film sekalipun kini sudah dapat Anda lakukan melalui ponsel Anda. Ya, kemudahan seperti yang sudah dijabarkan di atas ternyata tidak melulu memberikan dampak positif terhadap penggunanya – dan ternyata ada sebagian golongan yang merasakan dampak tidak-terlalu-baik dari hadirnya gadget maha canggih ini. Baca Juga: Kamera In-Flight Entertainment, Berbahayakah atau Malah Menguntungkan? Di sektor aviasi global, dikenal dengan yang namanya Bring Your Own Device (BYOD) entertainment streaming, dimana ini merupakan sebuah layanan yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman penumpang ketika mengudara bersama sebuahh maskapai. Tidak dapat dipungkiri, layanan ini dapat Anda temui tidak hanya di maskapai full service saja, melainkan sejumlah maskapai ultra-low-cost pun sudah mulai menerapkan sistem hiburan terhadap penumpang ini. Nah, sebagai informasi tambahan, maskapai yang berbasis di Abu Dhabi, Etihad baru saja mendaftarkan namanya sebagai salah satu maskapai yang akan menawarkan sistem hiburan streaming BYOD ini kepada penumpangnya secara cuma-cuma. Etihad merupakan bagian dari kelompok maskapai yang akan lebih menonjolkan sistem hiburan BYOD ini ketimbang layar hiburan yang terpasang di bagian belakang bangku penumpang – dan sistem hiburan BYOD ini merupakan satu-satunya pilihan hiburan yang ditawarkan oleh pihak maskapai. Alasan dari Etihad untuk menerapkan sistem hiburan BYOD di sejumlah armada mereka sebenarnya cukup sederhana – karena berat layar yang berada di belakang bangku penumpang terbilang hanya akan menambahkan bobot dari pesawat saja ketika tengah mengudara, dimana hal ini akan berimplikasi pada bertambahnya bahan bakar yang perlu dibawa. Salah satu juru bicara dari Etihad juga mengatakan bahwa bisnis In-Flight Entertainment (IFE) bukanlah bisnis yang murah, dan dengan sistem hiburan BYOD merupakan salah satu cara yang dapat digunakan maskapai untuk bisa menghemat pengeluaran, namun tetap bisa memberikan pelayanan maksimal terhadap penumpang. Baca Juga: 2019: Mulai dari Virtual Reality Sampai Live Music Bakal Tampil di Kabin Garuda Indonesia Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman paddleyourownkanoo.com (29/4/2019), tidak hanya Etihad saja yang mempraktikkan cara ini – pun dengan American Airlines yang mengaku dapat menghemat kocek pemeliharaan layar di belakang bangku penumpang tersebut. Sistem hiburan BYOD ini ternyata merupakan implementasi dari maskapai yang melihat perilaku para penumpangnya ketika berada di dalam pesawat, dimana sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk menggunakan gadget mereka untuk menonton atau menghibur mereka selama perjalanan – bukan menggunakan layar bangku belakang.

H-2 Lebaran, 682.446 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Memasuki H-2 Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyeberangkatkan sebanyak 682.446 penumpang, 64.263 unit sepeda motor, dan 74.755 unit mobil pribadi yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni sejak H-7 atau Kamis (29/5/2019) lalu. Baca juga: H-3 Lebaran, 556.727 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera Pada Senin (3/6/2019) atau H-2 Lebaran trafik penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni relatif normal dan mengalir, tidak ada kepadatan volume penumpang dan kendaraan yang signifikan. Sebaliknya, arus mudik dari Sumatera menuju Jawa juga ramai dan mengalir, dimana sejak H-7 hingga H-3 tercatat 248.130 orang atau sudah 85,9 persen dari total penumpang 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu. Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 3.758 unit atau sudah 63,3 persen dari total 5.941 unit pada periode mudik tahun lalu. Dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 3.758 unit atau sudah 89,1 persen dari total 36.899 unit pada periode mudik tahun lalu. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, kelancaran dan kesuksesan arus mudik Lebaran tahun ini berkat kerja keras banyak pihak mulai dari regulator, operator ferry, aparat serta pengguna jasa. “Semua pihak telah bersinergi dan berkoordinasi dengan baik sehingga arus mudik dapat terlayani dengan optimal. Hingga H-2 trafik sudah landai, tidak terjadi stagnasi. Sejak awal, ASDP telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi dan kesiapan seluruh sarana dan prasarana, fasilitas dan pelayanan prima, penerapan diferensiasi harga, anjuran dan sosialisasi mudik di siang hari serta penetapan dermaga VII Merak yang khusus melayani sepeda motor,” tutur Ira yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Senin (3/6/2019). Tidak ketinggalan, lanjutnya, hadirnya layanan kapal eksekutif dengan yang memberikan kecepatan waktu pelayaran hanya 1 jam dan kenyamanan fasilitas di atas kapal ASDP, maka perjalanan mudik dengan kapal ferry menjadi lebih asyik dan lancar. “Bahkan, waktu tempuh Jakarta-Bandar Lampung via darat hanya 5 jam karena sailing time kapal ASDP hanya 1 jam saja,” tutur Ira. Ditambah lagi, pada layanan Angkutan Lebaran tahun ini, penerapan Automatic Ticketing System dan e-KTP reader dalam pencatatan manifest penumpang kapal juga memperlancar dan mempercepat saat transaksi pembayaran. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengguna jasa ferry yang telah mempersiapkan perjalanan di awal mudik dengan baik, juga telah disiplin dalam pembelian tiket ferry melalui online serta membayar dengan kartu elektronik (cashless). Berkat kerjasama yang baik, terbukti layanan penyeberangan hingga H-2 Lebaran berjalan lancar dan nyaman, tanpa hambatan yang berarti,” tutur Ira lagi. Baca juga: Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang Ia berharap, kelancaran dan kesuksesan selama arus mudik juga dapat terulang di arus balik Lebaran. “Pengguna jasa dihimbau mengatur jadwal kepulangan, dan untuk mendukung pembayaran cashless, agar memperhatikan kecukupan saldo kartu elektronik, dan jangan lupa mempersiapkan e-KTP sebelum melakukan transaksi di loket pelabuhan,” katanya menambahkan.

Sambut Idul Fitri 1440H, Cashbac Beri Cashback Hingga 60 Persen

GoJek punya GoPay dan Grab yang kerja sama dengan OVO selalu memberikan kemudahan bagi penggunanya. Bahkan kerap kali membarikan diskon dalam bentuk voucher yang bisa digunakan pelanggan hingga 50 persen untuk membayar barang belanjaan atau makanan mereka. Baca juga: Beri Nama Anak “Gopay,” Keluarga ini Dapat Saldo Rp500 Ribu Per Bulan dari Gojek Ya, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440H, pendatang baru Cashbac memanjakan pelanggannya dengan memberi Promo THR yang bisa digunakan pada 5 dan 6 Juni 2019. Promo ini memberikan cashback sebesar 60 persen hingga Rp50bribu untuk pengguna aplikasi tersebut. KabarPenumpang.com mengutip dari siaran pers (3/6/2019), dengan adanya Promo THR ini, Anda bisa merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat di berbagai restoran, kafe, dan fasilitas entertainment seperti bioskop dan karaoke sambil menikmati instant cashback. Promo THR ini dapat dinikmati seluruh pengguna Cashbac di ribuan merchant dan puluhan ribu outlet yang bekerjasama dengan Cashbac, kecuali di merchant AlfaMart, Family Mart, UH Mart, Nina Mart, Palm Mart, dan merchant yang menggunakan metode dengan pembayaran barcode. Beberapa merchant F&B yang siap menemani momen Anda dan keluarga dalam menyambut Lebaran yakni McDonald’s, The Duck King, Seribu Rasa, Sour Sally, Zenbu, QQ Kopitiam, Negiya, Excelso, Hong Kong Cafe, Penang Bistro, Raa Cha, Gokana, Altitude, Grand Cafe Grand Hyatt, dan masih banyak lagi. Pengguna baru Cashbac dapat menikmati Promo THR berupa cashback 60 persen hingga Rp50 ribu dengan memasukkan voucher code “THRCASHBAC50” pada aplikasi. Selain itu, pengguna setia aplikasi Cashbac juga dimanjakan dengan promo cashback 60 ribu hingga Rp25 ribu yang dapat diperoleh dengan menggunakan voucher code “THRCASHBAC25.” Untuk menambah keseruan dalam berbelanja dan merayakan Hari Raya, seluruh pengguna Cashbac juga bisa mendapatkan ekstra cashback dengan mudah. Hanya dengan membagikan kode referal dengan teman-teman, Anda juga akan mendapat cashback tambahan sebesar Rp25 ribu ketika teman Anda men-download aplikasi dan bertransaksi untuk pertama kali. Aplikasi Cashbac juga memiliki keunggulan yang khas dan tidak dimiliki aplikasi pembayaran lainnya yakni fitur untuk menghubungkan langsung kartu kredit atau kartu debit Anda pada aplikasi sebagai metode pembayaran. Dengan fitur tersebut, para pelanggan Cashbac tidak perlu lagi top-up saldo sehingga Anda dapat bertransaksi dengan mudah kapanpun. Data Anda pun terjamin keamanannya karena Cashbac menggunakan proses berstandar keamanan setara bank untuk mengamankan seluruh data Anda. Fitur lain yang unik dari Cashbac adalah instant cashback yang otomatis Anda dapatkan ketika bertransaksi dan tidak memiliki masa berlaku. Selama akun Anda aktif, cashback akan selalu dapat digunakan dan dibelanjakan sepuasnya. Baca juga: Juni Mendatang, Grab Akan Hadirkan GrabCar Premium Aplikasi Cashbac dapat diunduh secara gratis di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Yuk, download Cashbac sekarang – dan dapatkan #CashbackLebihBesar.

H-3 Lebaran, 556.727 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Memasuki H-3 Lebaran, tercatat 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4 persen dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera sejak H-7 atau Kamis (29/5). Diikuti 52.291 unit atau sudah 68 persen dari total 76.959 kendaraan roda dua, dan 68.599 unit kendaraan roda empat keatas/lebih atau sudah 72 persen dari total 95.380 unit pada periode mudik tahun lalu. Baca juga: Arahkan Mudik di Siang Hari, PT ASDP Berikan Diskon Tarif di Lintas Merak-Bakauheni “Jika melihat data, tren mudik dari Jawa ke Sumatera tahun ini masih mengalami kenaikan. Mahalnya harga tiket pesawat mendorong masyarakat untuk menggunakan moda transportasi darat, termasuk penyeberangan. Dan Lebaran tahun ini, pengguna jasa juga mulai mengatur dengan baik jadwal keberangkatan di waktu awal sehingga puncak arus mudik lebih merata,” tutur Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi dalam siaran pers. Diperkirakan, untuk trafik kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi Pelabuhan Merak pada Minggu (2/6) malam ini masih ramai mengalir dan lancar. “Libur cuti bersama di periode mudik yang relatif lama membuat arus berangkat lebih terdistributif. Hingga H-3, layanan arus mudik penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan normal dan terkendali,” katanya lagi. Sebaliknya, pemudik yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa di Pelabuhan Bakauheni mulai H-7 hingga H-4 tercatat sebanyak 197.549 orang atau sudah 68,4 persen dari total 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu. Diikuti, jumlah kendaraan roda dua sebanyak 2.636 unit atau 44,4 persen dari total 5.941 unit tahun lalu dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 29.948 unit atau sudah 72,3 persen dari total 41.397 unit pada periode mudik tahun lalu. Sementara itu, dari lintasan yang menghubungkan pulau Bali dan Jawa dilaporkan, pemudik yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang sebanyak 238.416 orang atau sudah 58 persen dari total penumpang 408.582 orang periode mudik tahun lalu. Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 48.230 unit atau sudah 57 persen dari totap periode mudik tahun lalu sebanyak 84.201 unit. Dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 26.629 unit atau sudah 59 persen dari total 45.251 unit periode mudik tahun lalu. Baca juga: Pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Bakal Ditingkatkan dengan Automatic Ticketing System “Arus mudik dari Gilimanuk ke Ketapang cenderung ramai mulai malam hingga dini hari, khususnya roda dua dan roda empat. Namun, situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Ketapang & Gilimanuk terpantau ramai lancar, aman & terkendali,” tutur Ira.

Inilah Penjelasan Lion Air Seputar ‘Tingginya’ Harga Tiket Multiple Flight

Dalam beberapa hari belakangan, pemberitaan dan topik bahasan di media sosial diramaikan seputar harga tiket yang fantastis dari layanan maskapai penerbangan di rute domestik. Lion Air Group, selaku grup maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, memberikan penjelasan detail seputar fenomena di atas. Baca juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya! Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic dalam catatan tertulis menyebutkan bahwa pihak Lion air lewat website www.lionair.co.id dan agen perjalanan (online dan korporasi), akan memberikan informasi detail penerbangan. Apabila kursi (seat) untuk penerbangan langsung N/A (not available atau tidak tersedia) dan Sold Out (terjual habis), maka sistem pada mesin akan mencari rute dengan menawarkan alternatif agar pemesan bisa sampai di tujuan (melalui transit). Penerbangan transit merupakan layanan dari maskapai sendiri atau kombinasi (multiple flight) bersama maskapai lain. Hal ini secara otomatis akan memunculkan harga jual total tiket dari keseluruhan sektor transit menjadi satu informasi harga tiket yang harus dibeli/ dibayar oleh pemesan. Lion Air “menjual harga jual tiket pesawat masih berada di bawah koridor tarif batas atas atau tidak menjual yang melebihi batas atas” menurut layanan kelas ekonomi domestik. Besaran tarif harga jual telah sesuai aturan regulator no PM 20 Tahun 2019 tentang tata cara dan formulasi perhitungan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjaldwal dalam negeri dan Keputusan Menteri Perhubungan no. KM 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Dalam menentukan harga jual tiket pesawat untuk penumpang pelayanan kelas ekonomi domestik, Lion Air Group sudah menghitung dan memberlakukan secara bijak berdasarkan kelompok layanan yaitu layanan standar minimum (no frills) diberikan oleh Lion Air dengan pesawat jet dan Wings Air menawarkan terbang menggunakan propeller (maksimal 85 persen) sedangkan Batik Air menyediakan konsep layanan premium/ maksimum (full service airlines) dengan pesawat jet (diperbolehkan menjual 100 persen). Menurut aturan tersebut, penetapan tarif batas atas pada tiket pesawat merupakan harga tertinggi/ maksimum yang telah mendapat izin untuk diberlakukan dan dihitung berdasarkan komponen tarif jarak. Untuk harga jual tiket penerbangan yang dijual merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga tiket pesawat. Baca juga: Tarif Tiket Pesawat Naik, Bus AKAP Diburu Masyarakat Pulau Sumatera Biaya tiket sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung terdiri dari komponen: · Tarif dasar (basic fare) tiket pesawat menurut jarak, · Pajak (government tax) dengan kisaran 10% dari harga dasar (basic fare) tiket pesawat, · Iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja), · Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax dimasukkan langsung dalam biaya tiket pesawat. Besarnya berbeda-beda sesuai dengan bandar udara di masing-masing kota. · Biaya lain (tuslah), seperti asuransi tambahan. Sejak 1 Maret 2018, pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau PSC terbaru sudah termasuk ke dalam komponen harga tiket. Dengan demikian, jika ada perubahan pada tarif PSC akan mempengaruhi nominal pada harga tiket.

PT KAI Luncurkan KA Ciremai 2, Tambahkan Relasi Bandung-Semarang

Merespon meningkatnya angka pemudik Lebaran 2019, PT KAI pada 1 Juni resmi meluncurkan rangkaian Kereta Api (KA) Ciremai 2. Selain untuk merespon tingginya pemudik, kehadiran KA Ciremai 2 juga iperuntukan bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dari Bandung menuju Semarang maupun sebaliknya. Baca juga: Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel Dikutip dari kompas.com (1/6), EVP Daop 2 Bandung Saridal mengatakan dengan adanya penambahan ini, total ada empat perajalanan KA Ciremai. Empat KA tersebut nantinya akan melayani perjalanan pada pagi dan sore setiap harinya. KA Ciremai 2 (Tambahan) ini akan memulai perjalanan yang terdiri dari Kelas Eksekutif dan Bisnis. Peluncuran ini ditandai dengan perjalanan KA Ciremai dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Semarang Tawang, Sabtu (1/6/2019) sore. Penambahan perjalanan ini untuk KA 12988 (Bandung – Semarang Tawang) dan KA 12899 (Semarang Tawang – Bandung). Durasi permjalanan dari Bandung ke Semarang adalah 7,5 jam Dalam setiap rangkaian, KA Ciremai 2 membawa 4 kereta eksekutif dan 4 kereta bisnis. Total 456 kursi yang tesedia dari KA Ceremai 2 tersebut.Tiket KA Ciremai 2 sudah bisa dipesan sejak 24 Mei di aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel penjualan KAI. Tarif KA Ciremai 2 sama seperti KA Ciremai eksisting dengan Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan. “Bandung-Semarang Tawang ini menjadi salah satu favorit mudik. Jadi memang banyak peminatnya, kemarin saja okupansinya hampir 100 persen,” ujar Saridal. Baca juga: PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang KA Ciremai merupakan satu dari dua kereta api yang melayani koridor Semarang-Bandung Melalui Lintas Pantura (Utara) selain Kereta api Harina (hingga Surabaya). KA Ciremai diresmikan bertepatan dengan hari ulang tahun Kereta Api Indonesia ke-68 yang jatuh pada tanggal 28 September 2013, dengan rute sebelumnya Bandung-Cikampek-Cirebon, lalu pada tanggal 3 Oktober 2016 diperpanjang hingga Semarang (mengikuti rute lama KA Harina).