Libur Lebaran, MRT Jakarta Jadi “Wahana Hiburan” Favorit Keluarga

Masa libur lebaran tak hanya dimanfaatkan orang untuk mudik atau pulang ke kampung halaman masing-masing, tetapi banyak juga warga ibu kota atau daerah penyangga yang menikmati kelenggangan Jakarta. Tak hanya itu, masyarakat juga berbondong-bondong menikmati moda transportasi baru yakni MRT Jakarta yang mengular dari Bundaran Hotel Indonesia hingga ke Lebak Bulus. Baca juga: Akomodasi Penumpang Pelajar, Pemprov DKI Kaji Tarif ‘Khusus’ di MRT Jakarta Ternyata pada libur awal Lebaran jumlah penumpang yang tercatat oleh PT MRT Jakarta sebanyak 83 orang dalam sehari. Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan, pada 3 Juni tercatat ada sebanyak 62 ribu penumpang yang menggunakan MRT Jakarta. Pada 4 Juni 58 ribu penumpang dan 5 Juni 48 ribu penumpang, dimana Kamal mengatakan, saat hari Raya Idul Fitri ramai di sore hari. “5 Juni di pagi harinya pnumpang masih jarang, karena masih shalat Idul Fitri, baru ramai siang dan sore hari. Tanggal 6 Juninya ada 83 ribu penumpang,” ujar Kamal yang dihubungi KabarPenumpang.com, Jumat (7/6/2019). Bahkan Kamal mengatakan, pada 8 Juni 2019, penumpang yang menggunakan MRT Jakarta hingga 90 ribu orang dalam sehari. Namun dia mengatakan, ini bukanlah yang tertinggi tetapi pada tarif potongan 50 persen di 3 April lalu sebanyak 116 ribu penumpang. “90 ribu penumpang cukup tinggi di masa 100 persen tarif ini. Selain itu tanggal 3 Mei dan 10 Mei kemarin juga pernah di atas 90 ribu penumpang dalam seharinya,” tambah Kamal. Kereta MRT Jakarta tetap melayani masyarakat selama libur Lebaran, termasuk pada hari pertama dan kedua Lebaran. Lonjakan penumpang pada hari kedua Lebaran itu melampaui rata-rata jumlah penumpang di hari kerja dan libur pada bulan lalu. “Rata-rata jumlah penumpang per hari pada akhir pekan bulan lalu sekitar 50 ribu orang per hari, sedangkan pada hari kerja sekitar 77 ribu penumpang per hari,” tutur dia. Baca juga: Masa Promosi Berakhir, Mulai 13 Mei MRT Jakarta Terapkan Tarif Normal Bisa dikatakan, meski dalam tarif penuh atau tidak ada diskon, moda transportasi baru ini diminati masyarakat yang tengah menikmati liburan di ibukota. Selain cepat, MRT Jakarta juga memiliki integrasi yang cukup dengan moda transportasi lainnya seperti TransJakarta atau Commuter Line.

LRT Palembang Diminati Pemudik Kala Libur Lebaran

Jakarta punya Mass Rapid Transit (MRT) yang mana masa libur Lebaran masyarakat banyak menggunakannya dan bagaimana dengan Palembang yang punya Light Rail Transit (LRT)? Apakah warga Sumatera Selatan juga antusias naik LRT di Palembang? Baca juga: Load Factor Rendah, Akankah LRT Palembang Senasib dengan MRT Malaysia? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ternyata ada lonjakan juga terjadi pada penumpang LRT Palembang di hari kedua Lebaran yakni pada 6 Juni 2019. Tak hanya itu, jumlah penumpang tertinggi pun tercatat pada 7 Juni dimana mencapai 22.709 penumpang. Bahkan arus balik pelancong yang datang ke Palembang pada musim Lebaran diprediksi akan meningkatkan penumpang hingga 9 Juni 2019 kemarin. Adapun pada 3 Juni penumpang LRT sebanyak 8375, 4 Juni 7150, 5 Juni ada 4516 dan 6 Juni 15.296. Meningkatnya jumlah pengguna LRT membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang mengoperasikannya mulai menambah jumlah operasional menjadi 58 perjalanan hingga pukul 20.32 WIB setiap harinya mulai 7 Juni 2019 kemarin. Penambahan jumlah operasional ini naik sebanyak enam perjalanan dari yang sebelumnya 52 perjalanan. “Mulai 7 Juni 2019 LRT Sumsel ditambah 6 perjalanan sehingga waktu operasional LRT mulai jam 04.48 WIB sampai jam 20.32 WIB, dengan keberangkatan terakhir dari stasiun Bandara pukul 19.30 WIB tiba di stasiun DJKA pukul 20.32 WIB,” ujar Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti. Diharapkan dengan penambahan jumlah perjalanan akan lebih meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT dan menjadikan LRT Sumsel sebagai bagian penting dalam sistem transportasi publik masa depan masyarakat kota Palembang. Adapun dengan penambahan jadwal perjalanan, waktu operasional LRT akan dimulai pukul 04.48 WIB. Sementara itu, keberangkatan terakhir dari Stasiun Bandara Palembang ialah pukul 19.30. Kereta dijadwalkan tiba di stasiun DJKA pukul 20.32 WIB. Aida juga menjelaskan, penambahan jadwal tersebut merupakan suatu komitmen KAI dalam mengembangkan transportasi massal untuk mengurangi kemacetan. Selain itu, KAI juga berharap melalui hal tersebut juga mampu menigkatkan minat masyarakat dalam menggunakan LRT. “Apalagi saat ini LRT Sumsel telah terintegrasi dengan bis Damri dan Trans Musi,” ujarnya. Baca juga: Tahun 2019, LRT Palembang Alami Perbaikan Waktu Tempuh dan Tunggu Secara total dari awal operasi 23 Juli 2018 sampai 1 Juni 2019, LRT Sumsel telah mengangkut sebanyak 1.683.318 penumpang. Stasiun Ampera, stasiun DJKA, stasiun Bandara, dan Bumi Sriwijaya menjadi yang paling ramai dikunjungi penumpang.

‘Impor’ Maskapai Asing untuk Turunkan Harga Tiket, Ini Kemungkinan Terburuknya!

Di penghujung bulan Suci Ramadhan 2019, sejumlah pemudik yang hendak pulang kampung sempat dibuat senewen lantaran harga tiket pesawat yang mengalami lonjakan cukup tinggi. Karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah harga minyak bumi yang sedang tinggi-tingginya, akhirnya para pemudik lebih memilih untuk tetap tinggal di Ibu kota atau bahkan menempuh jalur darat dan berbagai alternatif lainnya.

Menanggapi harga tiket pesawat yang sedang berada di puncak ini, Presiden Joko Widodo sempat mengutarakan wacana untuk ‘mengimpor’ maskapai asing untuk membuka rute domestik di dalam negeri. Hal ini ditujukan untuk mereduksi mahalnya harga tiket pesawat tersebut.

Baca Juga: Layakkah Full-Service Carrier Layani Penumpang dengan Standar LCC?

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih lanjut mengenai ide dari RI 01 ini.

“Ya ide Pak Presiden bagus sekali, kita akan mempelajari. Insya Allah itu bisa dilaksanakan,” ujar Menteri Budi, dikutip dari laman kompas.com (1/6/2019).

Kendati sependapat dengan ide Presiden Joko Widodo, namun Menteri Budi mengatakan maskapai asing yang ingin masuk dalam pasar dalam negeri harus memiliki kantor yang beroperasi di Indonesia. Selain itu, 51 persen saham dari perusahaan yang di bangun di Indonesia harus dimiliki oleh negara.

“Tentunya (perizinan operator penerbangan asing di dalam negeri) memperhatikan akses cabotage bahwa perusahaan asing itu harus memiliki perusahaan di sini di mana dimiliki oleh Indonesia 51 persen. Terus mengikuti syarat syarat yg lain,” lanjutnya.

Adapun syarat lain yang dimaksud Menteri Budi adalah perihal asas cabotage (rute domestik harus dilayani maskapai nasional) yang berlaku untuk layanan transportasi udara.

Alih-alih akan menghadirkan cibiran dari sejumlah kelompok terkait idenya ini, Presiden Joko Widodo pada dasarnya ingin memperkaya kompetisi pemain maskapai yang selama ini dikuasai oleh dua grup raksasa di sektor aviasi lokal, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.

Dengan hadirnya kompetitor asing, maka lambat laun persoalan tingginya tarif akan dapat dientaskan. Ya, seperti yang sudah diketahui sejak lama, polemik tentang tingginya harga tiket pesawat ini memang sudah kadung menjalar sejak dulu kala.

Senada dengan Menteri Budi, Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Roeslani pun menyambut baik rencana tersebut.

“Negara manapun bisa, kita tidak memandang maskapai negara mana yang masuk, yang penting semuanya membawa asas manfaat ke kita,” ujar Rosan dikutip dari laman sumber terpisah.

Nampaknya tujuan dari Presiden Joko Widodo ini mampu ditangkap dengan baik oleh Rosan, “Ada kompetisi yang sehat, bukan untuk ditakuti. Jadi bisa lebih baik dan efisien,” jelas dia.

Namun pendapat berbeda disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa dengan masuknya maskapai asing ke Indonesia tidak akan banyak berpengaruh terhadap harga tiket, karena pada dasarnya biaya operasional yang mesti dikeluarkan oleh pihak maskapai relatif sama.

“Jadi saya kira maskapai asing pun tentu sama saja cost-nya. Cost airlines itu pesawat, avtur, pemeliharaan, ongkos personel, semua hampir sama semuanya. Mau maskapai dari mana sama,” pungkasnya.

Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!

Jika ditelisik lebih mendalam lagi, hadirnya maskapai asing ke dalam ranah aviasi domestik tidak menutup kemungkinan untuk ‘membunuh’ sejumlah maskapai lokal yang tidak mampu bersaing. Hal ini diutarakan oleh Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul yang menilai hadirnya maskapai asing mampu mengubah iklim pasar saat ini.

“Yang saya khawatirkan (dari masuknya maskapai asing untuk melayani rute penerbangan domestik) adalah bisa merusak pasar penerbangan domestik yang kemudian setelah itu ditinggalkan,” terang Joseph.

Susah Top Up E-Money Buat Pemudik yang Lewat Tol? Ini Solusinya

Libur Lebaran telah usai, pemudik kembali ke kota masing-masing untuk menjalankan aktivitas seperti semula. Kembalinya pemudik ini baik ke ibukota atau ke kota lainnya membuat beberapa jalur Tol macet parah yang diakibatkan berbagai hal. Baca juga: Polemik Biaya Ekstra di Top Up Kartu Uang Elektronik, Setujukah Anda? Salah satunya terjadi di Tol Trans Sumatera menuju Bakauheni yang terkena imbas dari padatnya pelabuhan. Namun ternyata masalah bukan hanya karena imbas padatnya pelabuhan saja, tetapi ada hal lain yang penting jadi catatan, yaitu penggunaan kartu uang elektronik untuk pembayaran gerbang Tol. Dimana para pemudik banyak kehabisan saldo pada kartu uang elektronik ataupun masalah lemotnya mesin pembaca kartu (card reader) tersebut. Salah satu kartu yang banyak digunakan adalah e-toll atau e-money yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri. Selain hanya bisa mengisi saldo hingga Rp1 juta saja, pengisiannya pun banyak yang berpikir hanya melalui minimarket, mesin ATM, gate Tol isi ulang ataupun smartphone yang sudah di dukung NFC atau pembaca kartu uang elektronik. Tetapi hal ini ternyata bisa di lakukan oleh pemilik kartu e-money yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri dengan mengunduh aplikasi Mandiri Online di smartphone Android atau iOS. Caranya pun mudah, hanya tinggal memasukkan nomor kartu e-money ke pilihan di aplikasi pengisian e-money, masukkan nominal yang akan diisikan ke kartunya. Bila ponsel pintar pemudik dilengkapi dengan NFC, maka untuk mengecek saldo, kartu tersebut hanya di tempelkan pada bagian belakang ponsel. Tetapi jika ponsel tidak dilengkapi NFC, pengguna bisa menempelkan kartu di ATM Bank Mandiri atau mini market. Baca juga: Jelang Operasional Penuh, MRT Jakarta Perkenalkan ‘Kartu Jelajah’ untuk Transaksi Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini pengguna kartu e-money sendiri mencapai 18 juta kartu, bahkan sebanyak 49 ruas Tol sepanjang Pelabuhan Merak samai ke Surabaya bisa menggunakannya. Tapi apakah semuanya memiliki tabungan atau rekening Mandiri? Ternyata tidak semua pemilik e-money adalah pemilik rekening Mandiri, pasalnya kartu ini terlepas dari tabungan dan bisa digunakan siapa saja baik itu untuk naik KRL, TransJakarta hingga MRT Jakarta yang baru-baru ini menjadi moda transportasi.

Wings Air Buka Penerbangan Tanjung Karang-Krui dan Tanjung Pinang-Letung Anambas

Kinerja keuangan Lion Air kini tengah menjadi sorotan, lantaran diduga tengah mengalami kesulitan, setelah grup maskapai terbesar di Indonesia ini mengajukan penundaan pembayaran jasa bandara kepada PT Angkasa Pura I. Namun rupanya itu tak menyurutkan niat maskapai dalam satu grup untuk melakukan ekspansi, seperti pada Minggu, 9 Juni 2019, Wings Air (Lion Air Group) meresmikan penerbangan perdana untuk dua destinasi terbaru intra-Lampung yang melayani Tanjung Karang, Lampung ke Krui, Pesisir Barat dan intra-Kepulauan Riau yakni Tanjung Pinang, Bintan tujuan Letung Anambas. Baca juga: ATR-72 600 Wings Air Sukses Lakukan Proving Flight di Bandara Taufik Kiemas Wings Air lepas landas dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II (TKG) bernomor IW-1294 pada 09.05 WIB. Pesawat mendarat sempurna di Bandar Udara Muhammad Taufik Kiemas (TFY) pukul 09.50 WIB. Penerbangan sebaliknya, Wings Air berangkat dari Krui dengan nomor IW-1295 pukul 10.15 WIB, kemudian tiba di Tanjung Karang pada 11.00 WIB. Wings Air di rute Tanjung Karang – Krui – Tanjung Karang menawarkan traveling di saat musim liburan dengan frekuensi terbang satu kali setiap Senin, Jum’at dan Minggu. Pembukaan ini berdasarkan tingginya permintaan perjalanan udara kekinian (millennials traveling), terutama sektor pariwisata untuk “selancar atau surfing”. Sementara rute baru Tanjung Pinang – Letung Anambas – Tanjung Pinang memiliki satu kali frekuensi terbang setiap hari. Wings Air nomor IW-1230 bertolak dari Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjung Pinang (TNJ) pukul 07.45 WIB, pesawat mendarat pada 08.15 WIB di Bandar Udara Letung, Jemaja (LMU). Untuk rute sebaliknya, tetap dilayani pada hari yang sama, Wings Air mengudara pukul 14.40 WIB dari Letung bernomor IW-1231 dan sudah tiba di RHF pukul 15.10 WIB. Bagi travelers yang berasal dari berbagai kota menuju Kepulauan Anambas mempunyai opsi baru, yakni singgah terlebih dahulu di Bintan. Tanjung Pinang ke Letung dibuka untuk menyusul kesuksesan penerbangan Wings Air yang telah dilayanai dari Batam pada Agustus 2018. Baca juga: Lion Air Group (Wings Air) Bersiap Terima ATR-72 600 Ke-80 Wings Air juga menambah frekuensi terbang Batam – Letung Anambas – Batam menjadi satu kali setiap hari, dari sebelumnya setiap Senin, Rabu dan Jumat. Wings Air menggunakan nomor IW-1229, bertolak dari Letung pada 08.40 WIB dan mendarat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam Batu Besar (BTH) pukul 09.40 WIB. Sedangkan dari Batam, Wings Air mengudara pukul 13.20 WIB bernomor IW-1228 dan tiba di Letung pukul 14.20 WIB. Dalam melayani rute baru di atas, Wings Air mengoperasikan ATR 72-500 atau ATR 72-600 tipe turboprop.

LRT Jakarta Uji Coba Publik 11 Juni 2019

Dalam rangka persiapan menuju operasi komersial LRT Jakarta, PT LRT Jakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas moda transportasi publik baru yang akan dimulai pekan depan. Program Uji Publik LRT Jakarta ini akan dimulai pada hari Selasa, 11 Juni 2019 dengan waktu operasi kereta mulai pukul 5.30 WIB sampai dengan 23.00 WIB dan selang waktu antar kereta (headway) 10 menit. Baca juga: Tarif LRT Jakarta Flat Rp5 Ribu, Lalu Kapan Beroperasinya? Terdapat 5 stasiun yang digunakan sebagai akses naik/turun penumpang, yaitu diantaranya, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.  Penumpangcukup membawa e-ticket yang didapatkan dari pendaftaran Uji Publik secara online di website PT LRT Jakarta, menuju salah satu stasiun LRT Jakarta. E-ticket akan di validasi oleh petugas di loketstasiun dan ditukarkan dengan tiket Single Journey Trip (SJT)sebagai akses masuk penumpang ke area berbayar (paid area) dan melakukan perjalanan dengan LRT Jakarta. Setibanyadi stasiun tujuan, SJT akan diminta kembali oleh petugas di gerbang tiket keluar. PT LRT Jakarta selaku operator dari LRT Jakarta melakukan proses ini dalam rangka memastikan kesiapan operasi sebelum diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuanu program Uji Publik ini tidak hanya mempersiapkan sistem perkeretaapian dan SDM-nya saja, namun juga familiarisasi dan edukasi ke masyarakat terhadap moda transportasi baru perlu dipersiapkan dengan baik dalam rangka menyongsong peradaban budaya baru bertransportasi publik. Pada saat mengikuti Uji Publik masyarakat dihimbau untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama diantaranya dengan menjaga kebersihan, membudayakan antri, mengutamakan kursi prioritas untuk penyandang disabilitas, wanita hamil dan lansia, tidakm dan minum di dalam kereta, tidak memutar musik atau berbicara dengan keras, sertat melakukan kampanye politik diseluruh area LRT Jakarta dalam bentuk apapun. Waktu operasional mulai 05.30-23.00 WIB dengan headway sepuluh menit. Cara pendaftaran melalui bit.ly/UjiPublikLRTJ kemudian pilih jadwal kunjungan uji publik dan dan submit formulir serta verifikasi email. Setelah verifikasi download tiket elektronik. Baca juga: LRT Jakarta Siap Beroperasi, Inilah Kisaran Tarifnya! Saat tiba d stasiun tunjukkan eticket di loket stasiun dan satu tiket berlaku untuk satu orang. Eticket di gunakan pada hari yang ditentukan.

Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Denyut dunia kereta api di Tanah Air tak bisa dilepaskan dari masa kolonialisme Belanda, pasalnya hampir sebagian besar stasiun yang ada di Indonesia memang dibangun sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda. Diantara stasiun-stasiun tua era Belanda, juga sebagian besar masih aktif hingga kini. Meski telah melalui modernisasi bangunan dan infrastruktur, beberapa stasiun masih menyisakan orisinalitas pada sisi bangunannya. Dan berikut adalah 10 stasiun tertua di Indonesia, baik yang masih aktif maupun ada stasiun yang tak lagi beroperasi. Stasiun Semarang Gudang/ Tambaksari Stasiun yang dibangun sejak 16 Juni 1864 ini, merupakan stasiun tertua yang ada di Indonesia. Stasiun ini diresmikan oleh Gubernur Belanda Baron Sloet van de Beele. Setelah di resmikan, tiga tahun kemudian atau tepatnya 10 Agustus 1867, untuk pertama kalinya kereta melintas di sini. Dulu, pengoperasiannya Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij. Stasiun ini berada didekat laut dan tutup karena terkena banjir rob. stasiun-semarang-gudang Namun, stasiun ini sudah non aktif atau tidak beroperasi sama sekali. Karena stasiun ini hanya tersisa puing-puing dan beberpa bagiannya sudah terkubur oleh tanah. Stasiun Semarang Tawang Stasiun yang memiliki kode SMT ini diresmikan sejak 19 Juli 1868. Ini adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. Awalnya Stasiun ini hanya beroperasi hingga Stasiun Tanggung dan diperpanjang hingga ke Solo dan Lempuyangan pada 1973. Di stasiun ini, hanya kereta eksekutif dan bisnis yang beroperasi. Untuk kereta ekonomi hanya akan melintas saja di stasiun ini tanpa berhenti dan masih aktif hingga kini. Stasiun-Tawang-Semarang Stasiun Lempuyangan Stasiun kedua teramai di Yogyakarta ini masih terus beroperasi hingga kini sejak didirikan 2 Maret 1872 silam. Stasiun Lempuyangan saat ini melayani semua rute kereta ekonomi. stasiun-lempuyangan Stasiun Ambarawa Stasiun Ambarawa saat ini hanya melayani kereta wisata saja, stasiun ini sudah tidak aktif melayani perjalanan kereta ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Kereta wisata yang beroperasi yakni Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori Ambarawa-Tuntang pp. Tak hanya itu, stasiun Ambarawa saat ini juga dijadikan museum, bila anda berkunjung ke stasiun ini akan menemukan lokomotif tua yang terpajang di dalamnya. Stasiun yang dibangun sejak 21 Mei 1973 dan dulunya bernama Stasiun Willem I, karena yang memerintahkan untuk membangun adalah Raja Willem I untuk mengangkut pasukan tentaranya ke Semarang. stasiun-ambarawa Stasiun Kedungjati Stasiun yang memiliki arsitektur sama dengan Stasiun Ambarawa ini diresmikan 21 Mei 1873. Dulunya, stasiun ini beroperasi juga meniju stasiun Ambarawa dan mulai berhenti melayani rute stasiun Ambarawa sejak 1976 tepat tidak beroperasinya Stasiun Ambarawa. Setealh 66 tahun kemudian yakni tahun 1907, bangunan Stasiun Kedungjati yang awalnya dari kayu di ubah ke bangunan bata dengan peron berkonstruksi baja dan atap dari seng. stasiun-kedungjati Stasiun Solo Balapan Stasiun ini dirancang oleh arsitek bernama Herman Thomas Karsten yang memiliki aliran Indish. Pada pembangunannya di tahun 1863, pada peletakan batu pertama dimeriahkan dengan upara dan dihadiri oleh Mangkunegara IV serta Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron van de Beele. Pembangunan stasiun Solo Balapan ini selesai dan diresmikan tahun 1873 hingga kini masih beroperasi. Stasiun-Solo-Balapan Stasiun Purwosari Stasiun yang dibangun sejak 1875 ini merupakan stasiun tertua di Surakarta. Pembangunan stasiun ini juga ditangani oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij. Stasiun ini melayani kereta ekonomi local maupun komuter. Stasiun-Purwosari-Solo-Jawa Stasiun Surabaya Kota Stasiunini popular dengan nama stasiun semut, diresmikan sejak 16 mei 1878. Awalnya tujuan pembangunan stasiun ini untuk mengangkut hasil perkebunan di pedalama daerah Jawa Timur khususnya Malang menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, lama kelamaan sejak 11 November 1911, stasiun ini mengalamai perubahan dan diperluas hingga seperti sekarang. Sejarah_stasiun_surabaya_kota_semut Stasiun Malang Kotalama Stasiu keretra api kelas 1 ini merupakan stasiun kereta api paling selatan di kota Malang sekaligus yang tertua. Dibangun sejak 1879, nama stasiun ini awalnya hanya Stasiun Malang dan ditambah Kotalama agar dibedakan dengan Stasiun Malang dan juga karena usia bangunannya. stasiun-malang-kota-lama Stasiun Ijo Stasiun yang dibangun sejak 1880 ini bukan hanya sebagai perlintas kereta melainkan sebagai pengontrol terowongan jalur rel. Hal ini dibangun untuk menembus perbukitan kapur Gunung Malang. Stasiun ini juga jarang disinggahi oleh kereta api kecuali mengalami persilangan atau persusulan dengan kereta api lainnya. Stasiun_Ijo-2_-gupt

Meski Dalam Perjalanan Mudik, Shalat Jangan Ditinggalkan

Apalah artinya menjalani ibadah puasa namun tidak dibarengi dengan Shalat. Bagi para pemudik yang menggunakan moda darat seperti bus dan travel bisa saja menepi di Musholla atau Masjid terdekat untuk melakukan Shalat lima waktu. Namun apa jadinya jika Anda yang mudik menggunakan kereta api, pesawat, atau kapal laut untuk sampai di tempat tujuan? Apakah Anda harus menunggu moda tersebut sampai di tujuan, atau sebaiknya Anda mendirikan Shalat di perjalanan? Tentu saja Anda tidak mungkin untuk melewatkan salah satu kewajiban sebagai umat Islam. Ada beberapa pandangan mengenai cara umat Muslim menunaikan Shalat di moda transportasi, bahkan ada juga yang mengatakan menjalankan ibadah Shalat di moda transportasi sebaiknya tidak dilakukan karena tidak menghadap Kiblat. Namun, dibalik itu semua, ada satu poin penting yang patut diingat yaitu Ibadah yang selama ini dijalani akan tetap diperhitungkan oleh Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Baca Juga: Meski Antre Panjang di Gerbong Restorasi, Sahur di Kereta Itu Unik! Untuk melaksanakan Shalat di moda transportasi yang tidak memungkinkan untuk behenti sembarangan seperti kereta api dan pesawat, maka Anda memiliki dua cara untuk berwudhu. Pertama adalah memanfaatkan air yang ada di toilet untuk mengambil air wudhu, dan yang kedua adalah dengan cara bertayamum. Jikalau memungkinkan, pergunakanlah air yang tersedia di wastafel toilet untuk mengambil air wudhu, namun jika tidak, silakan bertayamumlah. Untuk tata cara Shalat selama di perjalanan, dianjurkan untuk tetap melakukannya dengan cara berdiri. Anda bisa menggunakan fasilitas yang ada, seperti yang tersedia di KA Gajayana, dimana kereta jurusan Jakarta – Malang tersebut menyediakan Musholla yang bisa digunakan. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan Sholat dengan cara berdiri, Anda bisa menunaikannya dengan cara duduk. Tata gerakannya pun hampir sama dengan Shalat biasa pada umumnya, yang membedakan hanya gerakan kakinya. Sedangkan untuk masalah Kiblat, hingga kini masih banyak Ulama yang berdebat mengenai ketentuan yang satu ini. Sebagian ada yang mengatakan sah-sah saja untuk melakukan Shalat di atas kendaraan dengan arah Kiblat yang tidak tentu, sebagian lagi mengatakan Shalat selama berkendara tidak sah. Namun, ini semua kembali kepada kepercayaan Anda. Jikalau Anda ingin tetap melaksanakan Shalat selama berkendara, maka dengan penuh tawakal bacalah niat lalu segerakanlah Shalat. Jika Anda memilih untuk Shalat sesampainya di tempat tujuan, maka Anda bisa melakukannya dengan cara di jama’ atau menggabungkan dua waktu Sholat ke dalam satu waktu Sholat. Dengan catatan, Jama’ hanya berlaku untuk empat waktu Sholat, yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

Jalur Nagreg: Meski Banyak Isu Gaib , Tetap Favorit Saat Musim Mudik

Namanya tidak pernah absen di setiap liputan mudik dari masa ke masa. Jalan yang menghubungkan kota Bandung dan kota Garut / kota Tasikmalaya ini kerap kali menjadi sumber kemacetan ketika musim mudik dan arus balik. Selain medannya yang terkenal akan turunan dan tanjakan curam, kisah mistisnya pun tak jarang ingin ikut eksis. Selamat datang di Nagreg! Baca Juga: Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia Secara administratif, Kecamatan Nagreg masuk ke wilayah Kabupaten Bandung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Karena lokasinya yang didominasi oleh tanjakan dan turunan, maka tidak heran jika di lokasi ini banyak kecelakaan yang pernah terjadi. Maka sudah seperti kebiasaan warga Indonesia yang selalu mengaitkan segala sesuatunya dengan hal mistis, serangkaian kecelakaan yang terjadi di daerah ini pun kerap kali dikaitkan dengan aktifitas makhluk gaib. Ada banyak mitos yang turut meramaikan arus mudik via Jalur Selatan ini. Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, hadirnya sosok nenek-nenek yang melambaikan tangan seolah menjadi pertanda akan terjadi kecelakaan. “Cerita sopir-sopir yang rem blong itu sama, ada nenek-nenek mengayunkan tangan di pinggir jalan sebelum turunan Pos Tangan,” ujar Yudi Rustandi seorang warga Nagreg, dikutip dari laman tribunnews.com. Uniknya lagi, penampakan nenek-nenek tersebut hanya tampak kepada pengemudi yang kendaraannya mengalami rem blong. Selain si nenek, warga sekitar juga serin g melihat penampakan orang asing yang terlihat seperti tengah menaburkan garam beberapa saat sebelum sebuah kecelakaan terjadi. Hal ini dialami oleh beberapa orang, dimana mereka melihat orang asing yang menaburkan benda seperti garam di pinggir jalan. Dan benar saja, keesokan harinya kecelakaan maut pun terjadi di sekitar lokasi yang ditaburi garam tersebut. Tidak hanya di Tanjakan Emen, Subang saja yang memiliki mitos untuk membuang puntung rokok terlebih dahulu sebelum melintas, di Nagreg pun demikian. Warga di sana percaya bahwa arwah penasaran yang kerap kali mengganggu manusia tersebut akan ‘tenang’ jika dilempar rokok tertentu. Namun kepercayaan semacam ini sudah semakin hilang seiring dengan sedikitnya pengemudi yang melakukan tradisi ini. Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia Terakhir, gangguan gaib semacam ini dianggap yang paling berbahaya karena dapat mempengaruhi kinerja pengemudi. Kerap kali muncul sesosok bayangan hitam yang melintas sebelum Turunan Nagreg. Semisal si pengemudi tidak fokus, kendaraan bisa saja oleng dan terjadi kecelakaan, berbahaya bukan? Terlepas dari itu semua, jika mengaitkan hal gaib dengan dunia transportasi memang tidak akan ada habisnya, terutama di Indonesia dimana kepercayaan akan hal tak kasat mata tersebut masihlah sangat tinggi. Alih-alih jadi parno ketika melintasi jalur Nagreg, ada baiknya Anda meningkatkan konsentrasi dan tetap fokus selama berkendara.

Tidak Hanya Indonesia yang Punya Tradisi Mudik, Amerika Serikat Juga Punya!

Selain opor ayam dan tradisi bermaaf-maafan, apalagi yang identik dengan Lebaran? Ya, mudik! Tradisi ini seperti sudah mendarah daging di Indonesia dan diwariskan secara turun termurun dari generasi ke generasi. Menyambangi kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga di sana sudah menjadi agenda rutin setiap pekerja di perantauan. Baca Juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi Nah, pertanyaannya adalah apakah budaya mudik seperti ini berlaku juga di belahan bumi lain? Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, budaya pulang kampung seperti di Indonesia pun ternyata ada di luar negeri, namun dikemas dalam nuansa yang berbeda. Tepat, Thanksgiving! Adapun negara yang mengadaptasi budaya ini adalah sang negara Adikuasa, Amerika. Selain Amerika Serikat, ada Kanada, Liberia, Puerto Riko, dan Pulau Norfolk yang juga merayakan hari bersyukur di ujung musim panen ini. Di Amerika Serikat sendiri, hari Thanksgiving jatuh pada hari Kamis keempat di bulan November, berbeda dengan Kanada yang jatuh pada Senin kedua di bulan Oktober. Jika diperhatikan, hari Thanksgiving di Amerika Serikat dan Kanada jatuh tidak jauh dari akhir pekan. Momen long weekend tersebutlah yang biasanya digunakan warga Amerika untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan merayakan hari Thanksgiving bersama keluarga tercinta. Beberapa media setempat melaporkan, hari Rabu sebelum perayaan Thanksgiving di Amerika dan hari Minggu sebelum perayaan Thanksgiving di Kanada merupakan hari-hari paling sibuk di sektor transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Karena pada momen tersebutlah warga Amerika berbondong-bondong pulang ke kampung halaman masing-masing. Baca Juga: Duduk Dekat Jendela, Opsi Paling Ideal Untuk Naik Kereta Jarak Jauh Jika Lebaran di Indonesia identik dengan ketupat dan opor ayam sebagai lauknya, maka hari Thanksgiving di Negeri Paman Sam sana identik dengan olahan ayam kalkun sebagai menu utamanya. Ini merupakan perwujudan rasa syukur mereka atas hari baik dan rejeki yang sudah diberikan kepada mereka. Jadi, tradisi mudik seperti yang akan kita hadapi dalam beberapa hari ke depan tidak hanya dirasakan oleh warga Indonesia saja ya, Amerika dan sekitarnya pun merasakan hal yang sama dalam balutan nuansa berbeda!