BPS: 78 Persen dari Total Penumpang Kereta Berasal dari KRL Jabodetabek

Menjadi salah satu moda transportasi yang diminati, kereta api menjadi incaran masyarakat baik kereta listrik ataupun kereta jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatera. Karena menjadi yang diminatai ternyata sebanyak 38,5 juta orang tercatat menggunakan kereta api pada April 2019. Baca juga: Ternyata Kereta Api Indonesia Sudah Berganti Logo 3 Kali Hal ini di catat oleh Badan Pusat Stastistik (BPS) yang mengatakan adanya kenaikan sebesar 0,16 persen dibandingkan pada bulan Maret 2019 kemarin. Jumlah ini sendiri sebagian besar merupakan penumpang Jabodetabek yang adalah penumpang pelaju atau commuter. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah ini sendiri di dominasi penumpang kereta listrik (KRL) Jabodetabek sebanyak 28,1 juta atau 78,37 persen dari total penumpang kereta api. Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi di wilayah Jawa yang bukan Jabodetabek dan Sumatera. “Kenaikan itu masing-masing untuk Jawa bukan Jabodetabek sebesar 5,10 persen dan 2,93 persen di Sumatera. Sebaliknya ada penurunan jumlah penumpang di wilayah Jabodetabek sebesar 1,07 persen,” ujar Suhariyanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari merdeka.com (10/6/2019). Meski begitu jika di total secara kumulatif penumpang kereta api dari Januari hingga April 2019 mencapai 138,6 juta orang dan ini naik 0,68 persen bila dibandingkan periode sama di tahun 2018 kemarin. Peningkatan tersebut terjadi di Pulau Jawa bukan Jabodetabek sebesar 11,55 persen dan Sumatera 12,60 persen. Namun, Jabodetabek sendiri menurun hingga 1,88 persen bila di total secara kumulatif. Adanya kenaikan penumpang tidak sama dengan jumlah barang yang diangkut, sebab ada penurunan sebesar 7,79 persen dibandingkan bulan lalu yang menjadi 3,9 juta ton. “Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,7 juta ton atau 70 persen dari total barang yang diangkut dengan kereta api. Penurunan jumlah barang terjadi di semua wilayah Jawa bukan Jabodetabek dan Sumatera masing-masing turun sebesar 0,94 persen dan 10,44 persen,” kata Suhariyanto. Baca juga: Tandingi Layanan Dunia Dirgantara, Otoritas Kereta Api Rusia Siap Ganti Kereta Sleepers Legendaris Selama periode Januari-April 2019 kumulatif jumlah barang yang diangkut kereta api mencapai 16,1 juta ton atau naik 4,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Peningkatan terjadi di wilayah Sumatera sebesar 7,93 persen, sementara itu wilayah Jawa non-Jabodetabek turun sebesar 2,17 persen.

Sepanjang Mei 2019, Boeing Tak Dapat Orderan (Lagi)

Awan kelabu sepertinya belum berpindah dari Boeing. Setelah kemarin diberitakan bahwa perusahaan kedirgantaraan asal Negeri Paman Sam ini disangka bermasalah oleh Federal Aviation Administration (FAA) karena adanya temuan tentang cacat komponen pada pesawat jenis 737 MAX dan 737NG, kini beredar kabar bahwa Boeing kembali tidak mendapatkan pesanan dari pelanggan sepanjang bulan Mei 2019 kemarin. Baca Juga: Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019 Ya, absennya pesanan ke perusahaan ini merupakan kali kedua sepanjang tahun 2019 ini – setelah sebelumnya pada bulan April pun, Boeing mengalami polemik yang sama. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (11/6/2019), absennya pesanan ini merupakan salah satu buntut dari kasus jatuhnya dua pesawat jenis 737 MAX 8 yang dioperatori oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines dalam kurun waktu kurang dari lima bulan. Tapi grounded berjamaah terhadap 737 MAX yang dilakukan oleh maskapai di seluruh dunia ini bukanlah satu-satunya alasan dari absennya pesanan ke tubuh Boeing, melainkan minat dan kepercayaan pelanggan yang mulai menurun. Pasalnya, Boeing masih memiliki sekitar 5.000 pesanan pesawat dari berbagai pelanggannya, dan kebanyakan dari mereka tidak akan melanjutkan pesanan atau tidak akan menambah jumlah armadanya lagi. Seolah tidak mau menekan dari segi mentalnya saja, Boeing juga harus menanggung malu karena pada pagelaran Paris Air Show yang rencananya dihelat pada minggu ketiga bulan Juni ini, Boeing harus membongkar absennya pesanan ke pihak mereka di hadapan Airbus – rival terbesarnya. Ya, biasanya baik Airbus maupun Boeing selalu mengumumkan jumlah pesanan yang masuk ke tubuh perusahaan masing-masing. Namun apa daya, yang masuk ke tubuh Boeing adalah nihil. Baca Juga: Belum Rampung Masalah 737 MAX, Boeing Diterpa Isu Cacat Komponen di Seri 737NG Sebenarnya, Boeing telah membatalkan 71 pesanan untuk pesawat jenis 737 MAX pada bulan Mei 2019 kemarin, namun ini tidak ada hubungannya dengan grounded berjamaah yang sudah disebutkan di atas. Pembatalan ini merupakan tindak lanjut Boeing atas pesanan dari maskapai asal India, Jet Airways. Pada bulan April lalu, Jet Airways gagal mendapatkan pinjaman dana dan pihak maskapai memutuskan untuk menghentikan operasinya.

Gelontorkan Rp17,7 Triliun, Russian Railways Hadirkan Kereta Cepat Velaro RUS

Perkeretaapian Rusia, Russian Railways dikabarkan baru saja memesan sejumlah kereta Velaro RUS berkecepatan tinggi yang diharapkan untuk bisa memasuki masa operasionalnya di masa yang akan datang. Velaro RUS ini sendiri merupakan kereta rakitan Siemens yang memiliki basis ICE 3M/F yang semula ditujukan untuk menunjang operasional dari Deutsche Bahn. Adapun investasi yang dilakukan oleh Russian Railways untuk menghadirkan sejumlah kereta ini mencapai €1,1 miliar atau yang setara dengan Rp17,7 triliun. Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia KabarPenumpang.com mengutip dari laman railway-technology.com (10/6/2019), adapun jumlah kereta yang dipesan oleh Russian Railways berjumlah 13 unit. Sebelumnya, Russian Railways telah melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk delapan unit kereta yang sama pada tahun 2006 dan delapan lainnya lagi pada tahun 2011. Pesanan ini merupakan bagian dari kontrak kerja sama selama 30 tahun yang terjalin di antara dua perusahaan tersebut. “Fakta yang tersaji dengan adanya pemesanan armada tambahan dari Russian Railways kepada pihak Siemens adalah terjalinnya satu kerja sama yang kuat antara dua perusahaan ini. Selain itu, tercermin juga performa Velaro rakitan kami yang kuat, dimana kereta mampu menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpangnya, dimana ini akan berimplikasi langsung pada pengalaman mereka,” ujar CEO Siemens Mobility, Sabrina Soussan. “Velaro telah membuktikan keandalannya di Rusia setelah mengular lebih dari 50 juta kilometer terhitung sejak tahun 2009 silam,” imbuhnya. Kelak, Velaro RUS ini akan beroperasi di jalur Moskow – St. Petersburg untuk mengakomodasi penumpang di jalur sepanjang 650km ini. Sedikit berbeda dengan kereta Velaro yang tersebar di belahan bumi lainnya, Velaro RUS ini dirancang khusus untuk mampu beroperasi di bawah suhu ekstrem khas Negeri Beruang Merah. Baca Juga: Inilah 5 Operator Kereta Mancanegara dengan Pendapatan Spektakuler Dikenal dengan nama Sapsan dalam bahasa lokal, kereta ini mampu mengangkut sekitar 550 penumpang maksimal dalam sekali perjalanannya. Menambahkan pernyataan dari Sabrina, Presiden dan CEO dari Siemens, Joe Kaeser mengatakan, “kami akan terus bekerja sama untuk memperluas jaringan ini dan dengan demikian kami secara langsung akan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan infrastruktur modern di Rusia dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di negara ini.”    

Di India, Suzuki Ertiga Hadir Dalam ‘Setelan’ Taksi Lho!

Setelah beberapa waktu yang lalu sempat beredar sentilan-sentilun tentang kelas Honda Mobilio yang turun akibat digunakan menjadi armada taksi, kini kabar mengejutkan lain datang dari produsen otomotif asal Jepang lainnya, Suzuki, dimana baru-baru ini produsen otomotif yang bermarkas di Hamamatsu, Prefektur Shizouka memperkenalkan Ertiga varian terbaru di India. Usut punya usut, kendaraan yang bernama Suzuki Ertiga Tour M ini akan ditargetkan untuk menjadi armada taksi. Nah lho, apakah kasusnya akan sama seperti Honda Mobilio lagi? Baca Juga: Bus Kota di Chennai, Potret Buruk Transportasi di India Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pasar taksi di India terus mengalami perkembangan dan hal tersebut berdampak pada pencarian dari para perusahaan taksi terhadap mobil yang harganya ramah di kocek namun mudah untuk dirawat dan murah untuk dioperasikan. Dengan spesifikasi yang dijabarkan di atas, pihak Suzuki India menilai bahwa Ertiga cocok dengan persyaratan tersebut dan memutuskan untuk menghadirkannya dalam versi khusus taksi. Kendati Ertiga Tour M dirancang untuk kebutuhan taksi seperti yang sudah dijabarkan di atas, tapi itu bukan berarti ada komponen yang diubah darinya – sebut saja mobil ini tetap dilengkapi dengan bohlam halogen sebagai lampu depan proyektor, grille krom, gagang pintu, dan bemper sewarna bodi, cover kaca spion, serta pelek dengan dop. Selain itu, mobil ini juga telah dilengkapi dengan fitur power steering, power window pada bagian depan dan belakang, electric mirror, remote kunci, dua unit airbag pada bagian depan, sistem pengereman ABS dan EBD, pengingat sabuk keselamatan, sensor parkir belakang, dan speed limiter. Melihat dari fiturnya, nampaknya pihak Suzuki India sudah paham betul dengan kriteria yang dibutuhkan untuk mobil sekelas taksi. Mengutip dari laman drivespark.com (1/6/2019), Suzuki Ertiga Tour M ini menggunakan mesin yang sama dengan varian lain, namun rumornya, model yang disasar untuk pembeli borongan (fleet) dan taksi ini akan menggunakan bahan bakar gas yang tengah naik daun di India. Baca Juga: Jajal Tuk Tuk, “Bajaj” dengan Argometer di Bangalore, India Jika ditanya apakah Suzuki Ertiga Tour M ini bisa merangsek ke pasar Indonesia, tentu saja jawabannya masih belum dapat dipastikan – bisa iya, bisa juga tidak. Pasalnya, Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra menjelaskan bahwa fungsi dari mobil ini ditujukan untuk mobil keluarga, bukan sebagai taksi. “Jadi kalau kami, menurut Suzuki, pada saat kami membuat produk untuk jadi taksi, lebih banyak negatifnya,” ucap Donny, dikutip dari laman kompas.com (28/5/2018). Namun, pernyataan tersebut dirilis pada tahun lalu, mungkin di tahun 2019 ini pihak SIS akan berubah pikiran dan akan membuntuti jejak dari Suzuki India.  

Lama Ditinggal Mudik dalam Keadaan Tangki Bensin Kosong, Kerusakan Mesin Mengancam!

Musim libur sudah selesai, para pegawai kantoran sudah harus kembali ke kota perantauannya masing-masing untuk kembali meraup pundi-pundi rupiah. Bagi mereka yang pada musim mudik ini lebih memilih untuk menggunakan layanan transportasi umum, meninggalkan kendaraan di rumah atau di kantor menjadi satu pilihan yang mau tidak mau harus dijabani. Tapi tahukah Anda bahwa meninggalkan kendaraan dalam kondisi tangki bensin kosong pada kurun waktu yang cukup lama ternyata dapat merusak kendaraan Anda?

Baca Juga: Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil

Ya, mungkin sebagian dari Anda akan lebih memilih untuk mengosongkan tangki bahan bakar kendaraan sebelum bepergian jauh dengan alasan supaya bahan bakarnya tidak mubazir. Tapi siapa sangka, alih-alih mengeluarkan 20 hingga 30 ribu rupiah untuk mengisi bahan bakar kendaraan sebelum ditinggal lama, Anda harus mengeluarkan nominal yang lebih besar untuk mereparasi kendaraan Anda yang rusak akibat ditinggal dalam kondisi tangki bahan kosong. Duh, sayang banget kan?

Lalu, bagaimana bisa kondisi tangki bahan bakar yang kosong dapat merusak kendaraan Anda? Berikut adalah sejumlah kerusakan kendaraan yang dapat ditimbulkan oleh kondisi seperti ini, dikutip KabarPenumpang.com dari laman hipwee.com.

Ancaman Karat Hingga Bocor Ketika tangki bahan bakar kendaraan Anda berada dalam posisi kosong atau hanya terisi sedikit, maka bensin yang ada di dalamnya akan menguap ketika terkena panas matahari. Hasil penguapan tersebut dapat mengakibatkan tangki bahan bakar Anda menjadi karatan dan dampak lebih lanjutnya lagi, tangki bahan bakar Anda menjadi bocor (akibat karat). Hiii, nggak mau kan tangki bahan bakar kendaraan Anda jadi bocor?

Mesin Jadi Gampang Ngadat Ketika kondisinya dingin, uap-uap yang dihasilkan oleh penguapan bensin tadi akan mengumpulkan kotoran-kotoran yang ada di dalam tangki dan akan mengendapkan kotoran tersebut. Dengan kata lain, meninggalkan kendaraan dengan kondisi tangki yang kosong berpotensi untuk mengganggu kinerja motor.

Hati-Hati Fuel Pump Anda! Kalau ternyata Anda lebih sial dari hanya sekedar tangki bensin yang bocor, maka giliran ancaman fuel pump Anda rusaklah yang siap melubangi kocek Anda lebih dalam lagi. Fuel pump sendiri merupakan instrumen yang berfungsi untuk mendistribusikan bahan bakar ke keseluruhan kendaraan Anda. Kalau fuel pumpnya sudah rusak, waah, itu artinya Anda harus membawa kendaraan tersebut ke bengkel terdekat untuk ‘diobati’.

Baca Juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta

Jangan salah, jika fuel pump Anda sudah bermasalah, maka ini menjadi indikasi awal untuk masalah mesin lainnya, sebut saja masalah pengapian. Kasarnya, masalah pada sistem pengapian ini menjadi risiko yang paling fatal akibat Anda membiarkan tangki bahan bakar kendaraan berada dalam keadaan kosong untuk waktu yang cukup lama.

Hiii, Penumpang Virgin Atlantic Temukan Celana Dalam Bekas Pakai Saat Boarding!

Dapatkah Anda membayangkan bagaimana rasanya jika Anda menemukan suatu benda tak terduga di bangku pesawat Anda ketika melakukan boarding? Terlebih, benda ini memiliki kesan kotor dan jorok. Hiii, tentu kebanyakan dari Anda akan langsung mengajukan komplain ke pihak maskapai karena telah lalai dalam hal kebersihan. Nah, kejadian inilah yang menimpa Rebecca Naish, seorang penumpang Virgin Atlantic yang secara tidak sengaja menemukan dua buah celana dalam wanita tepat di bangkunya. Alih-alih celana dalam baru, yang Rebecca temukan ini adalah celana dalam bekas, lho! Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co,uk (10/6/2019), Rebecca yang hendak mengudara dari London Heathrow menuju Vegas pada Sabtu (1/6/2019) kemarin dibuat kaget dengan sepasang celana dalam wanita yang ia temukan di bangku tempatnya duduk. Sepasang celana dalam wanita tersebut dibiarkan tergeletak begitu saja di bangku Rebecca – seperti bekas pakai. “Bahkan, seorang penumpang pria di samping saya sampai ketakutan,” kenang Rebecca. “Saya harus menunggu perhatian dari awak kabin yang kala itu tengah sibuk melakukan proses boarding penumpang lain,” imbuhnya. Rebecca menduga bahwa kedua celana dalam tersebut merupakan milik penumpang pada penerbangan sebelumnya – walaupun ia juga tidak tahu pasti mengapa penumpang tersebut meninggalkan celana dalamnya begitu saja. Seketika awak kabin menghampiri Rebecca, ia langsung menjelaskan tentang temuannya tersebut. Tanpa panjang lebar, awak kabin ini langsung mengambil celana dalam itu tanpa alat bantu (sarung tangan atau tongkat pengait) dan langsung ‘mengamankannya’. “Awak kabin itu langsung meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Rebecca yang kala itu hendak menyambangi Licensing Expo. Beruntung, Rebecca sempat mengabadikan momen unik nan jorok tersebut dalam sebuah foto yang kemudian diunggahnya ke ranah media sosial – dan sontak, unggahan Rebecca tersebut menjadi ramai dibicarakan oleh banyak pihak. “Itu sangat menjijikkan! Semoga penerbangan Anda lebih baik ke depannya,” ujar salah satu warganet yang menganggapi unggahan Rebecca di media sosial Twitter tersebut. “Setidaknya bangku Anda sudah dibersihkan secara menyeluruh,” tandas warganet lainnya. Baca Juga: Serba-Serbi Soal Virgin Atlantic, Merek Dagang Milik Sir Richard Branson yang Mendunia! Menanggapi cuitan dari Rebecca, pihak Virgin Atlantic lalu membalasnya dan meminta maaf. “Hai Rebecca, kami meminta maaf atas kejadian yang Anda alami ketika tengah boarding di salah satu pesawat kami.” ujar pihak Virgin Atlantic singkat. Dan hingga kini, teka-teki dari siapa pemilik celana dalam tersebut masih menjadi misteri.

18 Juni, Kemenhub Tetapkan Tarif Baru Taksi Online

Tak hanya tarif ojek online (Ojol) saja yang ditetapkan peraturannya. Pasalnya Kementerian Perhubungan juga melakukan penerapan tarif baru untuk taksi online di Indonesia. Penetapan ini sendiri akan dilakukan setelah sosialisasi selesai dilaksanakan. Sayangnya sosialisasi ini tertunda karena libur Lebaran dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, hingga saat ini tidak ada komplain yang signifikan terkait tarif baru. Baca juga: Tarif Baru Ojol Berlaku 1 Mei di Lima Kota, GoJek dan Grab Ikut Aturan Pemerintah “Nanti setelah lebaran kita lakukan sosialisasi, kalau yang kemarin cocok yah sudah jalan. Sejauh ini tidak ada suatu komplain yang begitu signifikan,” jelas Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari cnbc.com, (10/6/2019). Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menambahkan, aturan taksi online sendiri sudah ditetapkan pada 2018 lalu melalui Peraturan Menteri Perhubungan No.1198/2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus. Aturan ini mengganti aturan PM 108 yang sebelumnya di uji materi ke Mahkamah Agung dan beberapa pasal ada yang dianulir dan tidak bisa dimasukkan kembali. “Kemudian untuk mengantisipasi resustensi dari para asosiasi di dalam peraturan yang baru. PM yang baru ini kita libatkan asosiasi. Ada tujuh tim yang dilibatkan dan sudah disosialisasikan ke daerah. Jadi yang ditetapkan di tahun 20187 dan 2018 akan diberlakukan minggu ini. Saya akan ketemu Kadishub provinsi, asosiasi dan dua aplikator. Kita akan sampaikan tanggal 18 Juni kita tetapkan dan saya minta mereka siap semua,” kata Budi Setiyadi. Salah satu yang diatur dalam Permenhub tersebut adalah masalah tarif dimana akan dibagi dua yakni tarif langsung yang merupakan pendapatan para taksi online dan taksi tidak langsung yang ditentukan aplikator. Tarif langsung akan ditentukan oleh Kemenhub. Kemenhub telah melakukan sosialiasi dengan melibatkan sejumlah stakeholder, yakni pengusaha taksi online, perwakilan driver serta aplikator taksi online. Selama ini, tarif taksi online diatur berdasarkan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor: SK.3244/AJ.801/DJPD/2017 tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah angkutan sewa khusus. Secara spesifik, ketentuan tarif tercantum pada Pasal 2. Adapun besaran tarif angkutan sewa khusus di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali adalah Rp6 ribu per km untuk batas atas Rp3.500 per km untuk batas bawah. Selanjutnya tarif di wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua Rp6.500 per km untuk batas atas dan tarif batas bawahnya sebesar Rp3.700 per km. Dalam aturan itu juga dengan tegas diatur mengenai iuran asuransi. Disebutkan, tarif angkutan sewa khusus untuk masing-masing provinsi sudah termasuk iuran wajib penumpang umum asuransi Jasa Raharja sebesar Rp60 per orang dan asuransi tanggung gugat penumpang Jasa Raharja Putera sebesar Rp40 per orang. Selain itu ternyata Kemenhub juga akan segera menerbitkan surat edaran yang melarang pemberian diskon atau potongan harga pada moda transportasi online baik taksi maupun ojek. Budi mengatakan, adanya diskon sendiri hanya memberikan keuntungan sesaat. Sedangkan untuk jangka panjang ini membunuh. Menurutnya, diskon yang terjadi di transportasi online dibagi menjadi dua, yakni diskon yang langsung dari aplikator dan diskon yang tak langsung dari kerja sama dengan pihak lain. “Tapi diskon yang langsung sudah relatif tidak ada. Yang Sekarang ini ada diskon yang tidak langsung yang diberikan oleh partner. Oleh karenanya kita sedang merancang suatu permen atau surat edaran yang melarang diskon,” jelasnya. Sebelumnya, Budi menjelaskan aturan ini nantinya tidak memperbolehkan adanya diskon-diskon yang bersifat predatory pricing oleh satu pihak tertentu, supaya persaingan lebih setara. Baca juga: Pasca Pemberlakuan Tarif Baru, Pengemudi Ojek Online Keluhkan Sepinya Order “Logikanya kan kita ingin dua-duanya hidup supaya terjadi kompetisi. Untuk mencapai itu ada dua yang harus kita lakukan, yakni equality (kesetaraan), perlakuan sama terhadap dua (operator) ini dan equilibrium, harga sesuai keinginan aplikator, pengemudi dan pengguna. Makanya kita atur, tidak ada diskon-diskon yang bakar duit oleh satu pihak tertentu supaya dia tetap equal,” kata Budi Karya.

Belum Rampung Masalah 737 MAX, Boeing Diterpa Isu Cacat Komponen di Seri 737NG

Belum surut kesengsaraan yang menyelimuti produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing pasca dua kecelakaan maut yang melibatkan Lion Air dan Ethiopian Airlines dalam rentang waktu lima bulan ini, kini Boeing harus kembali menelan pil pahit dimana Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan bahwa ratusan pesawat 737 MAX dan seri-seri sebelumnya berisikan partikel atau bagian-bagian yang tidak diproduksi dengan benar, terutama di bagian sayap. Baca Juga: Sebut Produk Buatannya Jelek, Karyawan Internal Bahkan Enggan Naik Pesawat Boeing Tentu saja, pernyataan dari federasi penerbangan Amerika Serikat ini seolah mempertegas pernyataan salah seorang karyawan Boeing yang mengataka bahwa dirinya enggan untuk mengudara bersama 737 MAX karena ia menyadari bahwa pesawat tersebut tidak laik untuk mengudara karena dikerjakan secara asal-asalan – karyawan internal ini mengatakan pengerjaan 737 MAX yang asal-asalan ini diindikasikan oleh bayaran yang tidak setimpal yang mereka terima. Kini pernyataan tersebut sudah terbukti benar keberadaannya, dan tentu saja akan mempengaruhi kinerja pesawat selama mengudara. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman samchui.com (3/6/2019), partisi yang mengalami masalah ini disinyalir akan memberikan pengaruh terhadap bagian sayap dan akan menurunkan kinerja pesawat ketika melakukan take off dan landing. Pihak FAA meyakini ada 179 pesawat dengan tipe 737 MAX dan 133 pesawat lainnya dari tipe 737NG di seluruh dunia yang mengalami kendala semacam ini – bukan tidak mungkin apabila pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines yang jatuh tersebut juga mengidap jenis ‘penyakit’ yang sama. Selain itu, FAA juga membeberkan data bahwa 65 pesawat yang berbasis di Amerika masuk ke dalam daftar pesawat tidak laik terbang tersebut. Menyikapi temuan ini, pihak Boeing langsung melakukan pengecekkan menyeluruh terhadap 41 pesawat hingga tangga 3 Juni 2019 kemarin, dan mereka menambahkan bahwa sebanyak 200 pesawat lainnya akan masuk daftar untuk diidentifikasi lebih lanjut. Baca Juga: Kejar Sertifikasi, Boeing Justru Sepelekan Kualitas Keselamatan Pesawat Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini Boeing tengah menunggu sertifikasi dari pihak FAA setelah melakukan upgrade software yang diduga kuat menjadi penyebab jatuhnya dua pesawat nahas di atas dan menelan korban jiwa sebanyak 346 orang. Banyak pihak yang sedikit tercengang dengan upgrade sistem navigasi di armada 737 MAX yang dilakukan oleh Boeing hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Pasalnya, di sini terlihat pihak Boeing seolah terburu-buru dalam melakukan upgrade sistem tersebut. Bahkan, Presiden dari Emirates, Tim Clark mengaku kaget ketika mendengar kabar bahwa Boeing telah menyelesaikan upgrade dan dicanangkan akan kembali mengudara pada Natal tahun ini. Untuk masalah keluarga Boeing 737NG sendiri, beberapa warganet sempat mempertanyakan soal Garuda Indonesia yang mengoperasikan sebanyak 81 unit pesawat jenis 737-800NG. Tidak hanya flag carrier Indonesia saja yang mengoperasikan pesawat jenis ini, pun dengan raksasa Low Cost Carrier (LCC) Tanah Air, Lion Air. Banyak yang mempertanyakan soal kelanjutan nasib dari jenis pesawat ini yang kebetulan dioperasikan oleh dua maskapai asal Indonesia. Tidak ada yang bisa memastikan nasib dari Boeing 737-800NG yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Lion Air, kecuali Kementerian Perhubungan telah ‘mengetok palu’ yang menandakan kelanjutan nasib dari pesawat jenis ini.  

MRT Singapura Larang Pengguna PMD untuk Gunakan Layanan!

Dalam waktu beberapa hari ke depan, para pengguna Personal Mobility Devices (PMD) akan ‘dipaksa’ turun di Woodlands MRT Station. Tapi jangan dulu berpikiran negatif, karena kebijakan ini ditempuh oleh pihak SMRT ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para komuter di Negeri Singa. Ya, para pengguna PMD ini mencakup pesepeda dan pengguna e-scooter yang turut serta memboyong kendaraan pribadinya tersebut ke dalam kereta. Baca Juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman pressreader.com (10/6/2019), operator kereta telah memasang metal barrier untuk mencegah para pengguna e-scooter dan pesepeda ‘meluncur’di area concourse – dimana kebijakan ini diberlakukan di bawah pengawasan langsung dari regulasi Land Transport Authority (LTA). Para pengguna e-scooter dan pesepeda dilarang untuk menggunakan layanan SMRT, kecuali sepeda dan e-scooter yang mereka kendarai bisa dilipat. Alih-alih ada asap jika tidak ada api, kebijakan ini juga mulai diterapkan oleh pihak SMRT setelah adanya kejadian yang melibatkan pengguna PMD dan penumpang SMRT. Masih mengutip dari lama sumber yang sama, tahun lalu seorang pengguna e-scooter terpaksa mendekam dibalik jeruji besi lantaran telah menabrak seorang penumpang SMRT berjenis kelamin wanita di Chinatown MRT Station – korban mengalami mengalami luka ringan pasca kejadian ini. Enggan kejadian yang sama atau lebih parah terulang kembali, maka dari itu pihak SMRT setuju untuk mengikuti regulasi LTA untuk mencegah para pengguna PMD seperti yang sudah dijelaskan di atas untuk menaiki layanan kereta komuter di Singapura ini. Uji coba pemasangan metal barrier ini merupakan update yang paling baru dari SMRT untuk lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penggunanya. Adapun uji coba ini mulai diterapkan sejak minggu keempat bulan Mei yang diinisiasi dengan pemasangan barrier di sejumlah area, termasuk di area yang berdekatan dengan Causeway Point shopping centre. Adapun barrier-barrier ini dipercaya dapat mencegah para pengguna PMD untuk bisa masuk ke area concourse, karena bentuknya yang berkelok dan akan menyulitkan – bahkan cenderung tidak mungkin untuk dilalui oleh pengguna PMD tersebut. Baca Juga: Platform Screen Doors Alami Kendala, Penumpang MRT Singapura Terjebak Delay Dua Jam! Dengan diterapkannya regulasi ini, bukan berarti pihak SMRT melarang pengguna PMD untuk menggunakan SMRT, namun lebih kepada untuk meningkatkan keamanan keamanan dan kenyamanan pbulik yang menggunakan layanan SMRT. Hal ini diungkapkan oleh pemerhati transportasi Singapura, Dr. Raymond Ong. “Regulasi ini diciptakan bukan untuk menentang para pengguna PMD, melainkan untuk menghadirkan moda transportasi yang lebih mengedepankan keamanan dan kenyamanan.” ujarnya singkat.

Wadaw! Gara-Gara Pipis di Botol, Alat Kelamin Pria Ini Tersangkut

Kebelet buang air kecil atau pipis saat berada di dalam kendaraan umum dan ditengah perjalanan kerap kali terjadi pada setiap orang. Cara menahannya pun berbeda-beda setiap orangnya agar tidak ngompol atau pipis di celana karena tidak tahan lagi. Baca juga: Sering Kebelet Pipis Dalam Angkutan? Simak Tips Untuk Menahannya Bahkan ada beberapa orang yang memaksakan pipis di dalam botol demi memenuhi hasrat tersebut dan menghindari ngompol. Tapi apakah efektif pipis di botol? Ternyata untuk wanita hal ini tidak disarankan, tetapi untuk para pria mungkin ini bisa di coba bila tengah kebelet. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com, pipis di botol bagi pria juga harus hati-hati. Pasalnya beberapa waktu lalu seorang pria asal Malaysia yang tengah kebelet pipis akhirnya melepaskan hasratnya di dalam sebuah botol air mineral. Tapi sayangnya karena ukuran botol yang kecil mau tak mau alat kelamin pria tersebut nyangkut di botol. Pria berusia 21 tahun kemudian ditolong oleh orang lain saat alat kelaminnya tersangkut. Dia mengklaim saat itu tengah malam dan ingin sekali buang air kecil. Lalu ia memutuskan untuk membuang air seninya ke dalam botol tersebut karena ia saat itu tidak bisa mencapai kamar mandi dengan tepat. Saat ia mencoba mengeluarkan alat kelaminnya, alat kelaminnya tersebut malah tersangkut di lubang kecil dari mulut botol tersebut. Asisten direktur Mohd Sani Harul, pria tersebut awalnya ingin memotong sendiri botol air mineral tersebut di rumahnya. Pemadam kebakaran dari stasiun pemadam Port Klang dan Andalas dipanggil ke tempat kejadian dan akhirnya bisa membuat alat kelamin pria tersebut terbebas. Baca juga: Kebelet Pipis, Pengemudi Uber Terpaksa Buang Air Seni di Gelas Korban tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah untuk menjalani perawatan dimana ia saat ini sudah dalam kondisi stabil. Namun bila tidak bisa pipis di botol ada baiknya Anda menahannya dengan berbagai cara seperti tidak tertawa, melonggarkan pakaian yang terlalu ketat, tidak minum terlalu banyak dan beberapa hal lainnya.