Berubah Menjadi Perkampungan Warga, Pemprov Jawa Barat Yakin Bangun Kembali Jalur Kereta Rancaekek-Tanjungsari?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun media sosialnya mengabarkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan reaktivasi empat jalur mati kereta api yang telah terlantar puluhan tahun. Jalur kereta di Jabar tersebut yakni Jakarta-Bandung-Pangandaran, Bandung-Ciwidey, Bekasi-Bandung-Garut dan Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari Sumedang. Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Jawa Barat, Pertanda Peningkatan Sektor Pariwisata di Tanah Pasundan? Dalam akunnya pun Ridwan Kamil menjelaskan reaktivasi jalur ini dalam rangka mendukung sektor pariwisata dengan menyediakan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Salah satu yang akan dibahas KabarPenumpang.com yakni jalur Rancaekek-Tanjungsari yang sudah mati lebih dari 70 tahun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung mengatakan bahwa jalur ini kondisi sarana dan prasarananya sudah tidak layak untuk jalur kereta api. Apalagi sisa atau bekas adanya jalur kereta api pun tak terlihat. “Sekarang sudah tidak layak, banyak rel yang sudah hilang, kemudian beberapa tempat sudah dipenuhi bangunan di atasnya,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus yang dikutip dari laman tribunnews.com (17/9/2018). Bahkan Joni mengatakan, saat jalur tersebut masih beroperasi, efektivitasnya sangat tidak maksimal untuk masyarakat. Sebab jalur ini berbeda dengan jalur lain yang masih efektif. Tak hanya itu, pada masa kereta masih mengular di jalur Rancaekek-Tanjungsari, jalur tersebut kurang mendapat perawatan dari pemerintah karena cukup sulit melakukannya. Joni menambahkan, terkait wacana Pemprov yang akan melakukan reaktivasi jalur Rancaekek-Tanjungsari baiknya dilakukan perencanaan yang matang baik dari Pemprov, Kemenhub dan PT KAI sendiri. Diketahui, jalur Rancaekek-Tanjungsari merupakan salah satu jalur kereta api non-aktif di Jabar dengan panjang lintasan 11,5 km. Jalur yang kini tanpa rel dan beralih fungsi menjadi perkampungan warga tersebut dibangun mulai tahun 1918 oleh Staatsspoorwegen dan mulai beroperasi 13 Februari 1921 silam. Baca juga: Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat Dulunya saat masih beroperasi, jalur ini untuk mengangkut teh dan hasil bumi dari daerah Sumedang Barat. Sayangnya di masa pendudukan Jepang dari 1942 hingga 1945, jalur kereta ini dibongkar dan relnya dipindahkan untuk pembangunan jalur kereta api Saketi-Bayah di Banten yang memakan banyak korban jiwa. Sebelum Ridwan Kamil, tahun 2015 lalu muncul wacana untuk mengaktifkan jalur ini dan dilanjutkan sampai Bandara Kertajati, sebagai bagian infrastruktur penghubung Cirebon-Bandung.

Jelang Perayaan Hari Nasional Cina 1 Oktober, Tiket Kereta Cepat Habis Diborong

Setiap tanggal 1 Oktober, Rakyat Cina memperingati Hari Nasional, dimana mereka merayakannya selama satu minggu setiap tahunnya. Hari Nasional sendiri yang dirayakan Republik Rakyat Cina menandai dimulainnya salah satu pekan emas. Sebab Hari Nasional ini dirayakan di seluruh Cina daratan, Hong Kong dan Makau dengan berbagai festival perayaan yang diselenggarakan pemerintah, termasuk pertunjukan kembang api dan konser. Baca juga: Uji Coba Kereta Cepat Otomatis di Cina Akan Mulai Musim Panas 2019 Pelaksanaannya sendiri biasanya dimulai dengan upacara di Lapangan Tianmen di pusat kota yakni Beijing. Adanya Pekan Emas ini, di gunakan seluruh masyarakat Cina untuk berlibur bahkan tiket kereta ke Beijing dari berbagai tujuan yang melintasi perbatasan pun sudah habis terjual untuk hari pertama libur Hari Nasional 1 Oktober. Dirangkum KabarPenumpang.com dari scmp.com (15/9/2018), meski sudah habis terjual di platform pembelian besar, tetapi untuk platform lokal Hong Kong, tiket masi bisa didapatkan. Bahkan diprediksi pelancong yang akan menggunakan jaringan kereta api di hari pertama Pekan Emas membludak. Untuk pelancong yang akan melakukan perjalanan ke terminal Kowloon Barat dari Beijing, Shanghai, Fuzhou, Hangzhou dan Xiamen pada 1 Oktober tidak bisa lagi mendapatkan tiket melalui platform-platform resmi seperti 12306.cn dari China Railway Corporation. Anggota parlemen lokal Yiu Si-wing yang mewakili sektor pariwisata legislatif kota tersebut memperkirakan pendapatan hotel akan melonjak lebih dari 10 persen dan tingkatan penyewaan rumah naik lima atau enam persen selama satu pekan tersebut ketika sebagian besar masyarakat daratan berlibur. Sayangnya Yiu mengatakan sulit untuk memprediksi jumlah pelancong yang akan berkunjung ke Hong Kong. Sebab masyarakat Cina saat ini sering bepergian ke luar negeri selama Pekan Emas. “Jika penerbangan di luar negeri penuh dan mahal, maka orang akan memilih Hong Kong,” ujar Yiu. Jalur kereta ekspres akan membawa lebih banyak orang dari kota-kota tingkat kedua dan ketiga di provinsi-provinsi Cina seperti Jiangxi dan Hunan. Jika tur yang lebih tinggi diadakan untuk mereka. Ini karena penerbangan dari tempat-tempat ini relatif mahal dan jarang. Sementara itu, Badan Pariwisata Hong Kong telah mengincar peluang bisnis. Seorang juru bicara mengatakan telah bekerja dengan agen perjalanan utama di 10 kota di sepanjang rute kereta api, termasuk Guiyang di provinsi Guizhou, Wuhan di Hubei, dan Changsha di Hunan. Itu juga telah bekerja dengan perusahaan pelayaran untuk menawarkan paket kereta api dan kapal gabungan bagi wisatawan dari Cina tengah dan barat. Di Hong Kong, agen perjalanan lokal telah bersaing untuk pelanggan yang ingin menggunakan jalur Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong pada hari debutnya, 23 September. Toko-toko kecil menghadapi masa depan yang tidak pasti di dekat terminal kereta api berkecepatan tinggi. China Travel Service pada Kamis mengiklankan berbagai paket tur untuk hari pembukaan dengan harga antara HK$799 dan HK$3.499. Saingan Layanan Perjalanan Hong Thai dan Wing On Travel, dua dari agensi terbesar di kota itu, meluncurkan tur tiga hari ke Chaoshan di provinsi Guangdong, sebuah destinasi yang berjarak sekitar tiga jam dengan kereta api berkecepatan tinggi. Direktur Hong Thai, Jason Wong Chun-tat, percaya ada banyak permintaan untuk wisata kereta api dan mengatakan perusahaan itu mengincar paket ke kota-kota di bawah lima jam lagi, termasuk Guilin di Guangxi. Wong mengantisipasi pertumbuhan dua digit untuk perusahaannya dalam mengatur perjalanan ke tujuan-tujuan ini. Baca juga: Melancong ke Hong Kong? Jangan Lupa Octopus Card “Dengan kereta kecepatan tinggi, kapasitas angkut bisa dinaikkan,” katanya. Yiu mengatakan, untuk Hongkong, tujuan jarak pendek dalam tiga atau empat jam akan menjadi undian terbesar, yang dapat dicapai untuk akhir pekan yang panjang. Tapi Johnny So Tsz-yeung, manajer umum Sunflower Travel, mengatakan bahwa perusahaan sedang menunggu untuk mengukur dampak dari jalur kereta api sebelum mengatur tur karena daya tariknya mungkin terbatas. Stasiun Guangzhou Selatan tidak dekat dengan pusat kota, katanya, dan kereta api ke Guilin dan Chaozhou tidak sering. Sistem tiket real-time dan persyaratan bagasi menyulitkan agen untuk mengatur tur, tambahnya. Semua tas harus memiliki dimensi gabungan (panjang, tinggi dan lebar) tidak lebih dari 130cm. Pada hari Jumat, Adi Lau Tin-shing, direktur operasi untuk operator kereta api Hong Kong, MTR Corporation, mengungkapkan bahwa sekitar 15 ribu tiket telah dijual di Hong Kong pada hari Kamis, dengan Guangzhou South tujuan paling populer, diikuti oleh Chaoshan, Xiamen dan Fuzhou di provinsi Fujian. Tiket tersedia di stasiun West Kowloon, online dan via telepon, serta melalui 17 agen perjalanan lokal.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta Mati Listrik (Lagi)

Pada Senin (17/9/2018) malam kemarin, Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sempat mengalami padam listrik selama beberapa waktu. Dalam sebuah foto yang diunggah warganet ke dunia maya, tampak seluruh bangunan terminal khusus Garuda Indonesia ini berada dalam keadaan gelap gulita – hanya ada beberapa lampu bertenaga genset saja yang menjadi sumber penerangan kala itu. Otomatis, pengoperasian terminal pun sempat tertunda beberapa waktu hingga listrik kembali menyala. Baca Juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi Mengenai kasus ini, sejumlah pihak terkait masih melakukan penyidikan guna menemukan penyebab mati listrik tersebut. Namun jika dirunut ke belakang, kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pada Senin (13/7/2015) silam, terminal paling baru di bandara berkode CGK ini juga sempat mengalami padam listrik. “Iya, tadi sempat mati lampu, satu menit saja, pukul 21.17 WIB,” ujar salah satu petugas jaga Terminal 3, dikutip dari laman detik.com (13/7/2015). Lompat satu tahun, kejadian yang sama kembali terulang. Tepatnya pada Selasa (9/8/2016) malam, Plt Direktur Utama PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan bahwa insiden mati listrik ini disebabkan oleh pemasangan sistem listrik yang tidak sempurna. “Jadi karena panas lalu korslet, seperti di rumah, kalau korslet, Miniature Circuit Breaker (MCB) turun sehingga listrik mati. Kita sudah teliti dan perbaiki, listrik sudah normal lagi,” ujar Djoko, dikutip dari laman sumber terpisah. Lagi, di tahun 2017 kemarin, listrik di terminal ini kembali padam pada Minggu (5/2/2017). Diantara tiga contoh kasus di atas, inilah yang paling lama – karena listrik mati untuk beberapa jam. “Kira-kira sehabis Isya (pukul 19.00 WIB), kembali normal sekitar pukul 22.00 WIB,” tutur petugas bagian informasi Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru. Baca Juga: Gara-Gara Listrik Mati, Bandara Sydney Menuai Delay Panjang Usut punya usut, kasus mati listrik seperti ini tidak hanya terjadi di dalam negeri lho! Karena pada Minggu (24/9/2017) silam, bandara tersibuk di Australia, Sydney Airport (Kingsford Smith) juga sempat mengalami mati listrik selama kurang lebih empat jam lamanya. Walhasil, penumpukan penumpang di hari pertama libur sekolah ini tidak bisa dielakkan. “Masalah sudah diatasi, tapi bandara tidak berada pada kapasitas normal. Kami bekerja keras untuk menghapus antrian penerbangan,” ujar juru bicara Air Service Australia (ASA) Sarah Fulton.  

Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

Seoul sebagai ibukota Korea Selatan beberapa tahun mendatang akan memudahkan para penyandang disabilitas dalam menggunakan bus kotanya. Pasalnya pada tahun 2025 mendatang, pemerintah kota metropolitan Seoul akan mengganti semua bus dalam kotanya dengan low floor/low deck atau bus berlantai rendah. Baca juga: Bus Low Deck Terbaru Hadir di Apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dilansir KabarPenumpang.com dari laman koreabizwire.com (22/8/2018), bus kota ini memiliki rute sekitaran kota dan penggantiannya akan secara bertahap dengan kendaraan tingkat menengah mulai tahun 2020 mendatang. Selain itu, taksi-taksi yang ada untuk penyandang disabilitas juga akan meningkat. Tak hanya itu, taksi tersebut jangkauannya pun akan diperluas untuk mencakup semua individu dalam kondisi disabilitas apapun. Bahkan saat ini pengklasifikasian untuk penyandang disabilitas pun dibagi perkelompoknya untuk memudahkan dalam penggunaan kendaraan umum baik itu bus kota ataupun taksi.
(koreabizwire.com)
Penyandang disabilitas visual tingkat satu hingga tiga dan disabilitas tingkat satu hingga dua bisa menggunakan taksi yang disediakan khusus mereka. Karena adanya sistem pengkalsifikasian bagi penyandang disabilitas, maka pada Juli 2019 mendatang hal tersebut akan dihapuskan. Sehingga Pemerintah Seoul mengumumkan menghadirkan bus dengan lantai rendah tersebut. Dimana ini akan menjadi langkah baru yang bertujuan untuk membuat pengguna transportasi lebih nyaman khususnya penyandang disabilitas dan para lanjut usia (lansia). Bus dengan lantai rendah ini, akan memiliki lantai yang sesuai dengan ketinggian bus. Hal tersebut agar memudahkan pengguna kursi roda dan lansia untuk naik dan turun dari bus lebih aman dan nyaman. Baca juga: Renault EZ-GO, Moda Otonom yang Memiliki Desain Pintu Low Deck Unik Sebenarnya saat ini 44 persen bus kota reguler atau sebanyak 3112 kendaraan sudah menggunakan lantai yang rendah dan pihak pemerintah berencana untuk menaikkan rasio untuk jenis kendaraan seperti itu hingga 85 persen. Rinciannya adalah 5799 kendaran pada tahun 2022 dan tiga tahun setelahnya atau tepatnya 2025 mendatang, bus biasa yang masih tersisa semuanya akan digantikan dengan bus berlantai rendah. Selain itu, lift akan dipasang di 28 stasiun kereta bawah tanah di Seoul dan sisanya pada tahun 2022. Di 16 stasiun yang dianggap tidak mungkin untuk memasang lift karena pembatasan ruang, langkah-langkah alternatif sedang dipertimbangkan.

Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?

Perkeretaapian India diketahui akan mencoba teknologi bio-toilet asal Jepang. Sebagai permulaan, satu bio-toilet ini sudah ditempatkan di Stasiun Madgaon yang terletak di jalur Konkan, Goa, India – guna memastikan efisiensi dan keandalan dari proyek percontohan yang tengah dikembangkan oleh Negeri Matahari Terbit ini. Nantinya, akan ada lebih banyak lagi bio-toilet yang ditempatkan, seperti di daerah Ibukota dan Stasiun Varanasi yang masuk ke dalam wilayah operasi Northern Railways. Baca Juga: Perkeretaapian India Siap Tinjau Kebijakan ‘Pay and Use’ Pada Toilet Stasiun Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (16/9/2018), sekiranya 150 bio-toilet akan dikirimkan Jepang secara cuma-cuma dan semuanya akan dipasang di infrastruktur kereta api India, tidak di dalam kereta apinya. Mengenai masa depan dari bio-toilet ini akan bergantung dari hasil proyek percontohan ini sendiri. Teknologi bio-toilet dari Jepang ini berbeda dengan yang digunakan oleh Indian Railways, dimana bio-toilet asal Jepang menggunakan serbuk gergaji dan sistem penggilingan khusus untuk mengurai kotoran di dalam tangki toilet – berbeda dengan yang digunakan Indian Railways, dimana proses penguraian tersebut dilakukan oleh bakteri. Para pengguna kereta api dan infrastruktur kereta di India telah cukup lama mengeluhkan satu masalah besar yang selama ini sudah mendarah daging, yaitu masalah toilet dimana mereka mengeluhkan toilet yang selama ini mereka gunakan mengeluarkan bau tidak sedap – terutama di layanan kereta jarak jauh. Sebuah laporan dari Comptroller and Auditor General of India (CAG) pada tahun 2017 silam menemukan bahwa sebanyak 223 bio-toilet Indian Railways mengeluarkan bau tidak sedap, dimana ini mengindikasikan adanya masalah pada sistem pembilasan dan suplai air yang tidak memadai. Ini menjadi masalah besar bagi Indian Railways mengingat beberapa perjalanan yang mereka operasikan memakan waktu selama 30 hingga 40 jam. Guna mengatasi masalah toilet ini, selain penggunaan bio-toilet, pihak operator kereta api India ini akan menguji toilet hibrida yang menggunakan teknologi penyedot debu – yang mungkin mirip dengan sistem toilet di pesawat. Baca Juga: Megaproyek Kereta Peluru India, Dilengkapi Nursery Room dan Toilet Terpisah Rencananya sebanyak 2.000 toilet hibrida ini akan ditempatkan di 500 gerbong, dan kelanjutannya tergantung pada respon para penggunanya. “Sistem toilet hibrida (vakum) ini akan mengurangi penggunaan air dalam masalah pembilasan toilet,” ujar salah satu pihak Indian Railways. Dirinya yang ingin tetap anonim menambahkan, masalah toilet seperti ini bukanlah sepenuhnya tanggung jawab dari operator semata – melainkan para penggunanya juga harus turut berperan serta dalam menjaganya, minimal dengan tidak membuang sampah seperti botol plastik, pembalut, dan sampah anorganik lainnya ke dalam toilet yang bisa mengganggu sistem pembuangan.    

Siapa Bilang Mendesain Interior Kabin Pesawat Mudah? Ini Kata Pakarnya!

Ketika sudah masuk ke dalam kabin pesawat dan menunggu untuk lepas landas, pernahkah terbesit di pikiran Anda tentang interior dari kabin tersebut? Ya, sebagai pemandangan yang akan menemani penerbangan Anda, kabin didesain sedemikian rupa sehingga memenuhi sejumlah aspek – mulai dari kenyamanan hingga keselamatan. Hal-hal teknis yang menunjang kelancaran penerbangan pun tak pelak masuk ke dalam perhitungan para desainer kabin ini. Baca Juga: 2020: Airbus Sulap Ruang Kargo Pesawat Jadi Kamar Tidur Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (7/9/2018), seorang konsultan desain kabin yang berbasis di London, Priestman Goode mengatakan bahwa mendesain kabin pesawat merupakan pekerjaan terbaik di dunia – menurutnya. “Ini brilian,” ujarnya sumringah. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, mengerjakarn sebuah kabin pesawat bukanlah satu pekerjaan yang mudah. “Orang-orang di luaran sana mungkin tidak benar-benar memahami bahwa membangun sebuah kabin pesawat bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada banyak sekali masukan dan pertimbangan yang harus dihitung dengan matang sebelum diaplikasikan,” tandas Priestman. Ya, pernyataan seorang pimpinan yang menukangi proyek pembuatan kabin Polaris Business Class maskapai United Airlines dan interior E190-E2 dari Embraer ini memang tidak bisa diragukan lagi – karena desain interior kabin harus memperhatikan jarak bangku, kedalaman rel bangku, kapasitas kompartemen atas, hingga perhitungan detail lainnya, seperti nilai-nilai ekonomis, efisiensi, dan juga keamanan. Belum lagi perbedaan seat configuration masing-masing maskapai yang sedikit banyaknya juga berpengaruh terhadap keseluruhan perhitungan yang harus diperhatikan oleh Priestman cs. “Bekerja di sektor aviasi sangatlah ketat, dimana Anda akan menemukan batasan dimana-mana,” terang Priestman. “Tanpa boleh mengesampingkan salah satunya, kami harus teliti menilai dan mengaplikasikan aspek keamanan, beban (di kompartemen atas), hingga kenyamanan penumpang,” Inovasi pun menjadi satu poin penting yang akan meningkatkan value Priestman cs. Ambil contoh desain interior kabin Embraer E2, dimana Priestman merelokasi posisi dari kantung di belakang bangku agar memberikan ruang lebih pada bagian lutut penumpangnya. Baca Juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru “Banyak penumpang yang mengeluhkan soal jarak antar bangku yang terlalu dekat, dan kami menjawabnya dengan sebuah solusi,” terangnya. “Di sini saya dan rekan benar-benar bekerja, karena mendesain interior kabin pesawat bukanlah sesuatu yang bisa ditempelkan begitu saja. Diperlukan teknik yang memadai agar dapat menciptakan produk yang lebih baik lagi.” Tutup Priestman.

Proyek High Speed Rail Malaysia-Singapura Ditangguhkan Hingga 31 Mei 2020

High Speed Rail (HSR) atau kereta cepat yang digadang-gadang akan dibangun Pemerintah Malaysia menuju Singapura sempat mengalami berbagai hambatan. Salah satunya dikarenakan Malaysia yang tengah menghadapi dilema perekonomian, dimana utang luar negeri Negeri Jiran tersebut membengkak. Baca juga: Terkendala Utang, Mahathir Tinjau Berbagai Proyek Kereta di Malaysia Sehingga pihak Malaysia dan Singapura menghentikan sementara pembangunan kereta api berkecepatan tinggi Kuala Lumpur-Singapura hingga 31 Mei 2020 mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman globalrailnews.com (11/9/2018), berita penundaan tersebut muncul setelah Menteri Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan melakukan perjanjian bilateral. Adanya ini membuat pengembang MyHSR mendukung keputusan untuk menarik tender internasional yang sedang berlangsung untuk perusahaan aset yang diluncurkan pada awal tahun 2018 ini. “Kami berterima kasih atas partisipasi dari pemain HSR global serta entitas lokal dalam tender AssetsCo dan berharap untuk melibatkan mereka lagi setelah detail proyek dipastikan. Mengingat perkembangan baru ini, MyHSR Corp, sebagai kendaraan pengiriman proyek di bawah Menteri Keuangan Incorporated, akan terus bekerja dengan pihak berwenang yang relevan selama periode ini,” ujar seorang juru bicara. Bahkan pada Mei 2018, Perdana Menteri malaysia Mahathir Mohamad mengaku karena adanya masalah dilema utang luar negeri, sehingga pembangunan kemungkinan akan ditangguhkan hingga tidak dilanjutkan lagi. Padahal pada pemerintahan Perdana Menteri Malaysia sebelumnya, sudah ada rancangan konsep untuk tujuh stasiun di sepanjang Kuala Lumpur menuju Singapura yang dilalui High Speed Rail. Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu Rancangannya pun tergantung lokasi stasiun-stasiun itu seperti Terminal Bandara Malaysia yang akan dibuat di Kuala Lumpur dengan desain pertemuan kembali Klang dan Sungao Gombak. Bangi-Putrajaya yang letaknya di perbatasan Selangor dan Putrajaya akan dipengaruhi arsitektur Islam. Kami berterima kasih atas partisipasi dari pemain HSR global serta entitas lokal dalam tender AssetsCo dan berharap untuk melibatkan mereka lagi setelah detail proyek dipastikan. Mengingat perkembangan baru ini, MyHSR Corp, sebagai kendaraan pengiriman proyek di bawah Menteri Keuangan Incorporated, akan terus bekerja dengan pihak berwenang yang relevan selama periode ini.

PT KAI Tawarkan Autonomous Rapid Transit Untuk Atasi Kemacetan di Bandung

Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki kemacetan yang cukup tinggi selain Jakarta. Hal ini kemudian membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan solusi baru untuk Bandung dengan transportasi massal Autonomous Rapid Transit (ART). ART ini sendiri merupakan kereta teknologi Cina yang berjalan di atas rel vitual alias tanpa rel bentukan. Kereta rel virtual tersebut beroperasi dengan mesin bertenaga baterai. Baca juga: Gunakan Rel Virtual, Autonomous Rail Rapid Transit Siap Mengular di Zhuzhou “Setiap kali berhenti untuk menaik dan menurunkan penumpang sekalian men-charge atau mengisi baterai. Pengisian baterai selama 10 menit bisa untuk berjalan 25 km,” ujar Direktur PT KAI Edi Skmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bandung.go.id (14/9/2018) Selain teknologi yang canggih, ART ini diklaim lebih murah karena tidak mengharuskan adanya rel konvensional seperti kereta lainnya. Edi mengatakan ART ini berjalan di virtual track yang membaca dengan sensor untuk mengarahkan perjalanannya. “Tidak menggunakan rel konvensional, sehingga jauh lebih murah dan dikerjakan secara cepat,” ujar Edi. PT KAI dan Pemerintah Kota Banding masih melakukan kajian terkait teknologi tersebut untuk diterapkan di kota Bandung. Rencananya ART akan dioperasikan pada jalur-jalur padat dengan ukuran badan jalan yang besar seperti Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Asia Afrika. Tetapi sampai saat ini belum jelas berapa unit ART yang akan digunakan dan tarif yang akan diterapkan serta rute yang akan dilalui. Diketahui sebelum PT KAI menawarkan solusi ART tersebut, negara pembuatnya yakni Cina juga sudah menghadirkan konsep untuk ART ini dan Amerika Serikat tepatnya di Milwaukee County juga menggunakan solusi itu. Bahkan di Zhuzhou di Provinsi Hunan sudah dilakukan uji coba berjalan di jalan raya. Di Milwaukee, ART tersebut digunakan untuk menunjang transportasi baik ke sekolah maupun ke kantor serta tempat hiburan yang melalui pusat kota Wilwaukee, Near West Side dan Wauwatos. Kereta yang berjalan di rel virtual ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung 300 penumpang di tiga gerbongnya. Tak hanya masalah ART, PT KAI juga meminta dukungan untuk reaktivasi jalur kereta yang melewati Bandung. Oded mengungkapkan, PT KAI akan mengaktifkan kembali empat jalur kereta. Keempatnya yaitu jalur Cibatu-Garut-Cikajang, Bandung – Ciwidey, Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan Rancaekek-Tanjungsari. Salah satu rute tersebut, yaitu Bandung-Ciwidey akan melewati wilayah Kota Bandung. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Oded M Danial Oded menilai, jalur kereta Bandung-Ciwidey menjadi solusi kemacetan yang selama ini terjadi di jalur lalu lintas menuju Ciwidey. Kawasan wisata itu selalu padat di akhir pekan. Oleh karena itu, Oded mengapresiasi gagasan PT KAI untuk membuka kembali jalur tersebut. “Tidak ada alasan buat saya untuk tidak mendukung,” ujar Oded. Menanggapi rencana tersebut, Pemkot Bandung akan mulai menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada warga Bandung, terutama di wilayah yang terdampak pembangunan. Dia mengatakan, dari empat jalur ini mereka sudah siap akan memulai dan meminta kepada Kota Bandung untuk menyosialisasikan kepada warga yang terkena dampak. Baca juga: AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit Oded akan mengawal proses pembangunan tersebut, mulai dari tahap sosialisasi hingga pembangunan. Ia berharap tidak terjadi konflik sosial yang terjadi selama pembangunan berlangsung. “Ini kan program pemerintah pusat. Hal terpenting sebagai Pemerintah Kota Bandung, saya punya tanggung jawab moral untuk mengawal agar masyarakat kita tidak terzalimi,” tuturnya.

Diterjang Topan Mangkhut, Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan Menuju Hong Kong

Setelah sukses memporak-porandakan Filipina dan Kawasan Hong Kong beberapa waktu yang lalu, Topan Mangkhut terus bergerak menuju Cina Bagian Selatan. Topan Mangkhut yang turut membawa hujan deras dan angin berkecepatan 162 km per jam ini tiba di pesisir Cina, dekat kota Jiangmen pada Minggu (16/9/2018) sore waktu setempat. Setidaknya, sudah ada dua warga Cina dan 64 warga Filipina yang meninggal akibat ganasnya topan ini. Baca Juga: Hendak Landing Saat Topan Cimarron Menerpa, Pesawat Asal Jepang Ini Menukik Tajam! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kebanyakan korban tewas disebabkan oleh tanah longsor – kota Ucab di Filipina menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah, dimana menurut pemerintah setempat, 26 orang penambang meninggal dunia. Kini topan yang dikategorikan oleh pemerintah Cina sebagai yang terkuat yang menyentuh kota Guangdong sepanjang tahun 2018 ini menjadi momok menakutkan bagi warga Cina dan sekitarnya. Siaga tertinggi dikerahkan di segala sektor – membuat lebih dari 2,45 juta warga Cina dievakuasi menuju tempat yang aman. Tidak hanya itu, penghentian sejumlah jadwal kereta api dan penerbangan pun turut diberlakukan. Salah satu maskapai yang terdampak topan ini adalah Flag Carrier Garuda Indonesia. Dikutip dari laman kompas.com (16/9/2018), sejumlah penerbangan maskapai plat merah ini membatalkan penerbangan menuju Hong Kong pada tanggal 15 dan 16 September kemarin. Hal ini dibenarkan oleh VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono. Dirinya mengatakan bahwa para penumpang yang penerbangannya tertunda bisa mengubah jadwal penerbangan mereka. “Dengan situasi force majeure ini, maka seluruh penumpang Garuda Indonesia terdampak pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Hong Kong tersebut dapat melakukan reschedule jadwal penerbangannya,” ujar Hengki dalam sebuah keterangan tertulis, Sabtu (15/9/2018). Pembatalan penerbangan ini ditempuh Garuda menyusul peringatan dari otoritas bandara Hong Kong terkait potensi serangan topan yang dinyatakan oleh World Meteorological Organization (WMO) sebagai siklon tropis terkuat di tahun 2018. Menurut laporan yang diterima otoritas Cina, Topan Mangkhut akan bergerak melintasi Laut Cina Selatan dan menyasar Hong Kong dan beberapa wilayah Cina di bagian Selatan. Baca Juga: Meski Penerbangan Langsung Jakarta-London Tutup, Garuda Indonesia Masih Layani via Codeshare Saking kuatnya, topan ini sampai-sampai menumbangkan pohon dan menghancurkan kaca di gedung kantor dan perumahan – beberapa diantaranya sampai bergoyang bak gempa. “Ini bergoyang cukup lama, setidaknya dua jam. Itu membuat saya merasa sangat pusing,” ujar salah satu warga yang di Kowloon yang terdampak Topan Mangkhut, dikutip dari sumber lain.

Reaktivasi Jalur Kereta Jawa Barat, Pertanda Peningkatan Sektor Pariwisata di Tanah Pasundan?

Dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan PT KAI beberapa hari yang lalu terkait reaktivasi empat jalur kereta yang tersebar di daerah Jawa Barat (Jabar), bukan tidak mungkin jika ini merupakan pertanda penguatan sektor pariwisata yang berada di sekitaran jalur tersebut. Sebut saja Pangandaran yang terletak di sebelah Tenggara Jabar terkenal akan pantainya – atau Kawah Putih, salah satu destinasi favorit yang terletak di Ciwidey merupakan dua contoh objek yang eksistensinya akan semakin merangkak naik pasca reaktivasi jalur kereta ini. Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat Selain dua lokasi di atas, Jatinangor yang mahsyur sebagai daerah pendidikan di Jabar ini juga akan merasakan manfaat dari reaktivasi tersebut. Namun demi mencapai hipotesa target tersebut, PT KAI yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar akan menemukan rintangan yang tidaklah mudah. “Itu kan jalur jalur yang sudah mati tapi jalurnya masih ada, cuma memang sudah ditempati sama warga, ada beberapa bangunan, jembatannya juga masih tersisa,” ungkap Humas PT KAI, Agus Komarudin, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com (13/9/2018). Rata-rata, keempat jalur kereta ini sudah tidak beroperasi sejak tahun 1980an – dengan beragam alasan yang melatarbelakanginya. “Stasiun Cibatu-Stasiun Garut-Stasiun Cikajang total panjang lintasan 47,5 km. Tidak beroperasi Cibatu-Garut 19,3km tahun 1983, Garut-Cikajang 28,2 km tahun 1982,” ujar Agus. Di tahun yang sama (1982), jalur kereta lain yang tidak beroperasi adalah jalur Stasiun Banjar-Pangandaran-Cijulang dengan panjang lintasan 82km. Sedangkan dua jalur lainnya sudah mengakhiri masa operasinya tahun 1970an. “Jalur dari Stasiun Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari yang memiliki panjang lintasan 11,5 km, resmi tidak operasi mulai tahun 1978,” ujar Agus. “1975, jalur Stasiun Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km berhenti beroperasi,” tambahnya. Tidak hanya Pemprov Jabar saja yang mendukung reaktivasi jalur ini – seperti yang sudah diberitakan pada artikel sebelumnya, pun dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang optimis menyambut rencana ini. “Selain transportasi darat, di Pangandaran juga memiliki jalur penerbangan di bandara Nusawiru, bahkan dalam waktu dekat ini Pangandaran akan memiliki pelabuhan nasional di Bojongsalawe yang bisa meningkatkan di sektor transportasi sebagai daerah pariwisata. Apalagi kalau ditambah dengan transportasi kereta api,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, dikutip dari sumber terpisah. Baca Juga: PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang Adapun objek wisata di Pangandaran yang ‘diramalkan’ akan mengalami peningkatan pasca reaktivasi jalur pada tahun 2030 ini adalah Pantai Barat, Pantai Timur, Cagar Alam Pananjung, Batu Hiu, Batu Karas, Citumang, Santirah, dan Green Canyon – dimana jarak dari semua lokasi tersebut tidaklah terlalu jauh dari jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang. Pada akhirnya, diperlukan sinergi yang mantap antar pemangku kepentingan supaya keempat jalur kereta penunjang setor pariwisata ini bisa beroperasi kembali – salah satu masalah besar yang menghadang adalah soal relokasi warga yang menempati jalur-jalur mati tersebut. “Kan penertiban dulu, kan sosialisasi, dan sebagainya,” tambahnya.