Menikmati keindahan alam dunia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan transportasi. Biasanya sebagai pelancong yang menyukai lautan akan menjelajahnya dengan sebuah kapal pesiar. Namun ternyata kapal pesiar tidak hanya berlayar di lautan luas tetapi juga mengarungi sungai-sungai besar dunia.
Baca juga: Restoran di Kapal Pesiar Ini Menyajikan Hidangan SegarKabarPenumpang.com merangkum dari rd.com, kapal pesiar sungai ini bisa mengajak pelancong dan keluarga untuk menikmati keindahan alam bebas di pinggir sungai beberapa negara. Kali ini akan ada lima kapal pesiar sungai yang akan di bahas. Apa saja kapal pesiar itu dan mengarungi sungai mana? Berikut ulasannya.
1. Menjelajahi Amazon
Berada di Amerika Selatan dan membentang di sembilan negara. Hutan hujan Amazon bisa di jelajahi dengan kapal pesiar yakni Delfin River Cruise. Dengan Delfin II, pelayaran ini bisa digunakan untuk keluarga dengan 14 suite yang cukup besar. Perjalanan mengelilingi Amazon sendiri dengan kapal pesiar ini memakan waktu tiga atau empat malam dan jauh ke dalam Cagar Alam Pacaya Samiria yang merupakan hutan hujan terbesar yang di lindungi.
(Reader’s Digest)
Pemandu dalam kapal pesiar akan menjelaskan tentang keanekaragaman hayati di daerah itu. Dengan kapal pesiar sungai ini, pelancong bisa mengikuti kegiatan menarik dengan berenang bersama lumba-lumba di sungai merah muda, memancing piranha, mengamati burung, makan manate dan banyak lainnya. Hutan Amazon dengan segala kemisteriusannya pun memberikan pengalaman unik di malam hari untuk bersafari dengan suara khas hutan dan bintang-bintang yang menghiasi malam di Hutan Amazon.
2. Safari sungai di Afrika
Tak hanya sungai Amerika Selatan yang bisa di arungi kapal pesiar. Sungai di Afrika pun bisa diarungi dengan Chobe River Botswana di AmaWaterways Zambezi Queen. Kapal ini sendiri mampu mengangkut 28 orang penumpang dan dirancang khusus untuk melihat satwa liar seperti singa, macan tutul, zebra, kudanil, gajah dan lainnya.
Penumpang bisa menikmati keindahan singai Afrika dengan duduk di balkon kapal sembari menikmati matahari terbenam dan melihat satwa liar yang keluar di malam hari. Sebelum memulai pelayaran margasatwa Sungai Chobe selama empat malam, Anda akan menghabiskan dua malam di Cape Town, Afrika Selatan dan setelah Anda pergi ke Victoria Falls di Zambia untuk dua malam lagi.
(Reader’s Digest)3. Sungai Seine di Prancis
Menjadi sungai utama di Prancis, Sungai Seine ini bisa diarungi dengan kapal pesiar Disney yakni Seine river cruise yang menggabungkan dua hari perjalanan Paris di darat dan delapan hari di perairan sungai Prancis dengan tujuan yakni Conflans, Vernon dan lainnya. Tak hanya itu petualangan populer oleh kapal pesiar sungai Disney ini menawarkan kunjungan unik lainnya dengan pengalaman kuliner interaktif seperti mencicipi makanan gourmet, anggur regional dan keju serta demonstrasi pembuatan macaron.
Selain panduan wisata ikon Paris, termasuk Notre Dame, Menara Eiffel, dan Louvre, ada perjalanan aktif yang tersedia untuk seluruh keluarga, termasuk bersepeda, kano, dan menunggang kuda. Pengalaman unik lainnya termasuk kunjungan ke Monet’s House and Gardens di Giverny dan tur istana serta cerita sejarah yang kaya di puri. Petualangan oleh tamu Disney juga dapat ditambahkan pada paket perpanjangan di Disneyland Paris Resort untuk menyelesaikan liburan mereka.
4. Menyusuri Angkor Wat dan kuil Kamboja
Menikmati salah satu negara di Asia Tenggara yakni Kamboja, tak lupa menikmati keindahan Angkor Wat. Angkor Wat sendiri sudah menjadi destinasi pilihan utama saat kaki pelancong menjejaki negara ini. Di Kamboja sendiri juga ada desa terapung di atas sungai. Sebab, sungai merupakan salah satu sumber kehidupan, hati dan jiwa masyarakat Kamboja dalam kesehariannya.
(Reader’s Digest)
Untuk menikmati keindahan Kamboja dengan menyusuri sungainya, pelancong bisa menggunakan RV Indocina II yang memiliki 32 kabin dengan muatan 64 penumpang dimana setiap kamarnya memiliki balkon pribadi sehingga pelancong yang menikmati perjalanan tersebut tidak kehilangan pemandangan sungai. Pelayaran sungai, terutama di kapal kecil, memungkinkan Anda untuk melihat di mana jantung penduduk hidup dan tumbuh subur di sungai.
Baca juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah(Reader’s Digest)5. Sungai Danube
Naik dengan kapal Viking River Cruises Danube Waltz untuk pelayaran sungai santai dari Passau, Jerman ke Budapest, Hongaria. Anda akan berhenti di sepanjang Lembah Wachu, situs warisan dunia UNESCO, termasuk Wina di Austria, sementara juga melihat sekilas ke kota-kota Eropa Tengah yang kurang terkenal, termasuk Krems, Austria, dan Bratislava, Slovakia.
Berlayar dengan kecepatan yang santai sejauh 18 mil, longship melewati kebun anggur, desa, biara, dan istana selama tur delapan hari. Kunjungan termasuk pemandian air panas di Budapest, kunjungan ke Gottweig Abbey di Krems, dan Mozart dan Strauss Concert di Wina.
Elon Musk, CEO spaceX mengungkapkan kepada publik bahwa Yusaku Maezawa salah seorang miliarder Jepang dan juga pemilik situs belanja fashion Zozo. Maezawa akan menjadi orang pertama yang akan mengunjungi bulan dan akan diterbangkan pada 2023 mendatang.
Baca juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa
Maezawa akan terbang ke bulan dengan pesawat Big Falcon Rocket (BFR) yang dikembangkan oleh SpaceX. KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (17/9/2018), Musk mengatakan jumlah yang dibayarkan Maezawa untuk perjalanan tersebut tidak diungkapkan namun diketahui miliarder Jepang tersebut mengeluarkan jumlah fantastis yang signifikan dan akan memiliki efek material pada biaya pengembangan BFR.
Musk sendiri memperkirakan bahwa biaya pengembangan untuk BFR sekitar US$5 miliar. Maezawa sebelumnya telah mengejutkan dunia saat melakukan pembelian sebuah lukisan tanpa judul seharga US$110,5 juta milik Jean-Michael Basquiat.
Bahkan dalam misinya mengelilingi bulan, dirinya akan mengajak enam hingga delapan seniman. Namun siapa saja seniman yang akan diajak, Maezawa belum memutuskannya. Tetapi dirinya ingin mereka yang diundang mewakili berbagai bidang seni seperti pelukis, musisi, sutradara film dan lainnya.
“Bagaimana jika Picasso pergi ke Bulan? Atau Andy Warhol atau Michael Jackson atau John Lennon? Bagaimana dengan Coco Chanel? Ini semua artis yang saya suka,” ujar Maezawa.
Namun hingga kini SpaceX sendiri belum memutuskan jenis pelatihan khusus seperti apa yang akan Maezawa lakukan untuk misi tersebut. “Kami akan memulai diskusi dan memutuskan disini ke depan,” ujar Musk.
Ini bukan pertama kalinya SpaceX mengumumkan rencana untuk mengirim pelanggan yang membayar ke Bulan di salah satu kendaraannya. Pada bulan Februari 2017, Musk menyatakan bahwa dua individu masing-masing telah meletakkan deposit signifikan untuk terbang mengelilingi Bulan di roket Falcon Heavy SpaceX, versi lebih besar dari Falcon 9.
Tidak ada rincian tentang penumpang yang diberikan dan penerbangan itu dijadwalkan terjadi sebelum akhir tahun ini. Namun, SpaceX akhirnya memutuskan untuk membuang misi Falcon Heavy Moon.
Baca juga: Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern
Pada peluncuran perdana Falcon Heavy pada bulan Februari, Musk mengatakan bahwa SpaceX telah memutuskan untuk menempatkan orang pada BFR sebagai gantinya. BFR adalah roket besar yang dapat digunakan kembali yang dikembangkan oleh SpaceX untuk membawa orang ke Bulan dan Mars.
Meskipun mengungkap penumpang baru ini, SpaceX belum meluncurkan siapa pun ke luar angkasa. Perusahaan sedang mengusahakannya. Melalui Program Kru Komersial NASA, SpaceX telah memperbarui kapsul kargo Dragon-nya untuk membawa kru ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Rencananya, seperti sekarang, adalah untuk meluncurkan kendaraan, yang disebut Crew Dragon, untuk pertama kalinya pada penerbangan uji pada bulan Desember tanpa penumpang di kapal. Itu sebulan lebih lama dari tanggal terbaru yang diumumkan oleh NASA.
Perusahaan kemudian berharap untuk menerbangkan kapsul dengan awak dua orang pada kuartal kedua 2019. Musk menyatakan bahwa Commercial Crew masih menjadi prioritas untuk SpaceX saat ini. Sementara itu, Musk dan Maezawa mengatakan bahwa akan terus memperbarui publik dengan berita tentang misi Bulan selama bertahun-tahun mendatang. Dan Musk bahkan membuka kemungkinan bahwa dia akan bergabung dengan perjalanan artis.
Melanjuti rencana PT KAI dan Pemprov Jawa Barat yang akan mereaktivasi empat jalur di Bumi Pasundan, baru-baru ini BUMN yang tengah naik daun mengumumkan besaran rupiah yang sekiranya dibutuhkan untuk melancarkan program ini. Rp7,27 triliun merupakan angka yang muncul sebagai estimasi dana yang bakal digelontorkan PT KAI untuk membiayai reaktivasi empat jalur mati ini.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat
Dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, angka tersebut merupakan gabungan dari tiga pilar utama pendanaan: Rp6,04 triliun untuk prasarana, Rp920 miliar untuk pengadaan sarana, dan Rp230 miliar untuk penertiban lahan. Dari total angka tersebut, masing-masing jalur yang akan direaktivasi ini menelan dana yang berbeda-beda.
Sebut saja jalur sepanjang 37,8km yang menghubungkan Stasiun Cikudapateuh (Bandung) dan Ciwidey ini diproyeksikan menelan dana sebesar Rp2,8 triliun – dengan rincian investasi prasarana (trek, persinyalan, dan bangunan penunjang operasi, seperti stasiun, dll) sebesar Rp2,46 triliun, dan Rp345 miliar sisanya untuk investasi sarana dan penertiban lahan.
Kemudian untuk jalur Banjar – Pangandaran – Cijulang, PT KAI membutuhkan dana sekitar Rp2,28 triliun dengan rincian: investasi prasarana Rp1,76 triliun, pengadaan sarana Rp230 miliar, dan Rp160 miliar sisanya untuk pembebasan lahan.
Lalu untuk rute Rancaekek – Tanjungsari, diperkirakan jalur ini membutuhkan dana senilai Rp1,22 triliun. Dikutip dari laman bisnis.com (18/9/2018), untuk membangun prasarana di jalur sepanjang 11,5km ini, PT KAI membutuhkan dana sekitar Rp1,04 triliun, dan Rp260 miliar sisanya untuk pengadaan sarana dan pembebasan lahan.
Rute terakhir yang akan direaktivasi adalah Cibatu – Cikajang yang diproyeksikan akan menelan dana sekitar Rp964 miliar dengan rincian: investasi prasarana Rp785 miliar dan sisanya untuk pengadaan prasarana dan pembebasan lahan.
Kendati Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan reaktivasi jalur ini masih dalam tahap studi, namun Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik telah terlebih dahulu membocorkan waktu eksekusi dari proyek ini.
Baca Juga: PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang
“Akan mulai tahun depan (2019). Pihak PT KAI juga setelah berbicara sama-sama mereka sanggup tahun depan,” ujar Dedi, dikutip dari laman detik.com (15/9/2018).
Nantinya, keempat jalur ini tidak hanya ‘dihidupkan kembali’ begitu saja, namun juga dikembangkan sebagai daerah Transit Oriented Development (TOD). “Otomatis ada pembangunan TOD. Karena itu bagian dari revitalisasi dari stasiun, yang harus dilengkapi dengan fungsi-fungsi untuk melakukan kegiatan layanan.” ujar Menhub Budi.
Bandara Internasional Changi Singapura sebentar lagi akan memberikan solusi anyar bagi pelancong yang akan mengunjungi Singapura maupun hanya sekedar berpindah pesawat (transit). Solusi tersebut adalah Jewel Changi yang akan dibuka tahun 2019 mendatang yang berwujud bangunan sepuluh lantai.
Baca juga:Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi SingapuraKabarPenumpang.com merangkum dari laman scmp.com, bahw Jewel Changi ini akan membantu para pelancong bersantai dengan atraksi seperti air terjun dalam ruangan dan Canopy Park. Jewel Changi sendiri terhubung dengan Terminal 1, 2 dan 3 Bandara Changi yang akan menjadikannya sebagaai bandara terbaik dunia.
Sebenarnya konsep Jewel Changi yang memiliki sepuluh lantai ini menggabungkan atraksi, gerai makanan, tempat berbelanja hingga akomodasi bagi pelancong yang lelah. Di Jewel Changi, pelancong selain mendapat hiburan juga bisa mendapat pelayanan yang cukup baik dengan adanya konter check in di awal, layanan bagasi, ruang tunggu penumpang dan lainnya.
Kehadiran Jewel Changi ternyata juga membantu pelancong dengan memberikan solusi untuk masalah kepenatan dalam penerbangan atau menunggu penerbangan mereka. Berikut ini masalah yang bisa di selesaikan melalui Jewel Changi.
1. Mata yang lelah dalam perjalanan
Dengan melihat air terjun menakjubkan dalam ruangan atau Rain Vortex, mata pelancong akan kembali segar. Air terjun ini merupakan yang tertinggi di dunia yakni 40 meter dan akan menyala di malam hari. Rain Vortex sendiri letaknya ditengah Jewel Changi sehingga bisa dilihat dari berbagai sudut.
Jewel Changi hadir di Singapura 2019 mendatang (South China Morning Post)2. Bosan menunggu dengan cara biasa saja
Saat berada di Jewel Changi, Anda yang bosan hanya melihat-lihat atau sekedar menunggu di bandara, di sini hadir sebuah labirin besar. Ini bisa menguji nyali dan membuat waktu tunggu pelancong menjadi lebih seru. Labirin di Jewel Changi sendiri bernama Canopy Maze dan terbesar di Singapura.
3. Terlalu lelah dalam perjalanan
Sebagai pelancong dengan pesawat transit dan berangkat dari Bandara Changi atau melalui perjalanan panjang menuju Singapura untuk berlibur, rasanya keindahan Jewel Changi bisa dinikmati tanpa melakukan apapun alias hanya bersantai menikmati kemewahan yang ada. Duduk yang menyenangkan dan menikmati pemandangan Canopy Park yang terpapar sinar matahari. Jika pesawat transit Anda cukup lama dan ingin beristirahat, bisa ke hotel Yotelair Changi Airport yang mewah.
Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler4. Tidak ada kata lelah dalam bepergian
Jewel Changi menghadikar Sky Nets, dimana ini merupakan jaring berjalan sepanjang 250 meter dengan tinggi 25 meter. Sehingga pelancong bisa berjalan di atas Canopy Park dan bisa menyusuri jaring ini serta menemukan koleksi tanaman indoor terbesar di Singapura.
5. Berjalan seperti berada di awan
Jewel Changi menghadirkan sensasi berjalan seperti di atas awan dengan Foggy Bowls. Dimana saat berjalan di Canopy Park, akan keluar kabut dari mesin yang membuat Anda seolah-olah berjalan di atas awan.
Sebenarnya, dengan kehadiran Jewel Changi, pelancong bisa memanjakan mata, tubuh dan pikiran. Tetapi Anda yang terlalu asik akan terbawa suasana dan bisa terlambat ke penerbangan. Jadi meski menikmati Jewel Changi jangan lupa penerbangan Anda!
Maskapai bintang lima Singapore Airlines membatalkan penerbangan SQ247 dari Melbourne tujuan Wellington. Ini diakibatkan pada Sabtu, 15 September 2018, Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia melakukan tes alkohol dan narkoba secara acak pada semua awak sebelum memulai pemeriksaan pra perbangan mereka.
Baca juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon RanchKabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (17/9/2018), bahwa pilot Singapore Airlines (SIA) tidak diperbolehkan mengonsumsi alkohol dalam waktu sepuluh jam dari tugas penerbangan mereka. Bila kedapatan, maka pilot tersebut akan dikenakan sanksi hukuman yang ditetapkan dalam Undang-Undang Navigasi Udara jika ditemukan berada di bawah pengaruh zat psikoaktif apapun.
“Awak penerbangan kami dilarang mengonsumsi alkohol dalam waktu sepuluh jam sebelum tugas penerbangan mereka. Karena keselamatan pelanggan dan kru kami adalah yang paling penting. Penyalahgunaan zat atau alkohol tidak akan ditoleransi,” ujar juru bicara SIA.
SIA juga mengatakan tidak melakukan tes alkohol dan zat lainnya secara acak.
“Meskipun tidak ada tes alkohol acak yang dilakukan oleh Singapore Airlines, awak pesawat kami diharuskan untuk menjalani tes narkoba dan alkohol oleh pihak berwenang yang terkait. Selain itu pilot kami juga menjalani pemeriksaan medis yang ketat setiap tahun untuk memastikan bahwa mereka layak untuk mengoperasikan pesawat,” ujar juru bicara SIA.
Baca juga: Seperempat Penduduk Inggris Mabuk di Bandara dan Penerbangan
Bahkan Singapore Air Navigation Order menyatakan bahwa pilot tidak diperbolehkan terbang saat berada di bawah pengaruh zat psikoaktif apapun termasuk alkohol, opioid dan obat penenang. Bila ketahuan melakukan pelanggaran maka hukuman penjara selama lima tahun dan denda maksimum S$100 ribu atau sekitar Rp1,08 miliar, atau keduanya jika terbukti bersalah.
Hingga saat ini tidak ada standar internasional terkait berapa lama pilot harus menghindari alkohol sebelum terbang. Sebab peraturan tersebut bervariasi menurut wilayah dan maskapai penerbangan. Meski aturan SIA adalah sepuluh jam sebelum penerbangan, tetapi untuk Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat dan Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia adalah delapan jam. Di India pilot tidak diizinkan untuk minum dalam 12 jam sebelum penerbangan.
Kereta otonom atau tanpa pengemudi semakin hari banyak negara yang mengembangkannya untuk digunakan di jalur perkeretaapian mereka. Seperti Perancis yang akan mengenalkan kereta tanpa pengemudinya tahun 2023 mendatang.
Baca juga:Trafik Penumpang Terus Melesat, Bandara Shenzhen Siap Operasikan Sistem Kereta Otonom
SNCF (Société nationale des chemins de fer français) sebagai operator kereta api asal Perancis rencananya akan memperkenalkan prototipe kereta utama tanpa pengemudi untuk barang dan penumpang ini tahun 2023 mendatang. Kemudian setelah itu akan memasukkan kereta-kereta tanpa pengemudi ini dalam layanan terjadwal di tahun-tahun berikutnya.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman france24.com (13/9/2018), Ketua SNCF Guillaume Pepy mengatakan, dengan kereta api otonom atau tanpa pengemudi, semua kereta diharapkan akan berjalan dengan cara yang harmonis pada kecepatan yang sama. Sehingga sistem layanan kereta api akan menjadi lebih baik dan mengalir.
Operator SNCF sendiri berharap peralihan ini memungkinkannya untuk menjalankan lebih banyak kereta api di jalur utama tersibuk di Perancis. Selain itu dengan kereta api tanpa awak juga diharapkan bisa memotong konsumsi energi.
“Banyak kota, termasuk Paris, sudah menjalankan kereta metro tanpa sopir tetapi perjalanan jarak jauh tanpa pengemudi menghadirkan tantangan baru. Kereta api adalah sistem terbuka dan yang tidak terduga adalah aturannya,” kata Pepy.
Adanya kereta tanpa pengemudi ini operator SNCF akan bermitra dengan spesialis rolling stock Alstom dan Bombardier yang masing-masing akan menuju konsorsium untuk lalu lintas barang dan penumpang. Pierre Izard dari divisi teknologi rel SNCF mengatakan, pergeseran kereta tanpa awak sendiri di Prancis akan dilakukan secara bertahap.
“Dimana dari adanya masinis yang mengemudikan kereta api hingga yang paling ekstrim dari otomatisasi dimana tidak ada lagi kehadiran manusia dalam menjalankan kereta api,” ujar Izard.
Pepy menambhakan, bahwa kereta otonom sendiri jelass merupakan masa depan, tetapi dirinya juga mengatakan hal tersebut mungkin butuh waktu sebelum penumpang menerima kereta tanpa pengemudi.
Baca juga: Eco4, Kereta Otonom Ramah Lingkungan Mahakarya Bombardier
“Meskipun Australia, Cina dan Jepang sudah bereksperimen dengan kereta tanpa pengemudi, Prancis tidak datang terlalu terlambat untuk permainan,” ujar Carole Desnost, kepala inovasi di SNCF.
SNCF mengatakan sedang berbicara dengan operator Jerman, Deutsche Bahn tentang mempromosikan standar Eropa untuk kereta tanpa pengemudi.
Menilik sejarah perkembangan kereta api di berbagai negara, nampaknya semua membutuhkan proses panjang untuk sampai ke tahapan modern seperti hari ini. Semuanya bermula dengan hal sederhana yang kemudian mulai ‘terkontaminasi’ dengan teknologi dan melahirkan sebuah perkembangan – dan tahapan-tahapan seperti ini terus berulang hingga hari ini. Tanpa pengecualian, termasuk juga jaringan perkeretaapian di Negeri Para Dewa, Yunani. Kita-kira, bagaimana ya perkembangan perkeretaapian di Yunani?
Baca Juga: Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman greekreporter.com (16/9/2018), para Athenians (sebutan untuk orang Athena) dan para pelancong dewasa ini seyogyanya menikmati layanan kereta api listrik Piraeus – Kifissia, layanan kereta yang sudah ada sejak 150 tahun silam. Adapun sistem transportasi ini mulanya menggunakan sebuah kereta yang ditarik oleh kuda – mungkin mirip seperti delman, dan hanya menghubungkan Athena dan Piraeus.
Lambat laun evolusi mulai terjadi. Kereta bertenaga uaplah yang akhirnya menggantikan peran dari kuda-kuda tersebut. Sistem transportasi modern antara Athena dan Piraeus ini mulai mengalami masa transisi pada tahun 1855, dimana Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Alexandros Mavrokordatos bertanggung jawab atas pembangunan jaringan kereta api antara Athena – Piraeus.
14 tahun berselang, atau tepatnya pada 27 Februari 1869, Athena – Piraeus Railway rampung dan menuai pujian dari berbagai kalangan. Mereka beranggapan bahwa jalur kereta pertama ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Bermodalkan lokomotif uap, enam gerbong penumpang, rangkaian kereta ini berhasil menempuh jarak 8,5 km yang menghubungkan Thissio, Athena – Pireas dalam waktu kurang lebih 19 menit.
Perkembangan demi perkembangan terus terjadi di tubuh Athena – Piraeus Railway, hingga pada 16 September 1904, elektrifikasi jalur mulai terjadi dengan mengerahkan tenaga 600V DC, third rail, dan aliran listrik atas yang dikerjakan oleh Thomson Houston (salah satu pelopor berdirinya perusahaan General Electric).
Tidak berhenti sampai di situ, perkembangan terus terjadi di perkeretaapian Yunani yang ditandai dengan hadirnya double track dan pembangunan terowongan pada tahun 1889 – dimana terowongan itu menghubungkan Thissio dan Omonia.
Baca Juga: Sejarah Singkat Kereta di Pulau Jawa, Butuh 36 Tahun Untuk Hadirkan Jaringan Sepanjang 3.000 Km!
Kendati sempat berpindah tangan ke pihak swasta pada tahun 1926 dan berganti nama menjadi Hellenic Electric Railways Company, namun setengah abad kemudian jaringan perkeretaapian ini kembali dinasionalisasikan dan berganti nama kembali menjadi Athens-Piraeus Electric Railways S.A. (I.S.A.P).
Hingga kini, jalur tersebut masih beroperasi dan tetap dipertahankan sebagai bukti bahwa mimpi para Athenians telah terwujud.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Mungkin peribahasa ini cocok untuk menggambarkan situasi dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Pasalnya, tak berselang lama setelah ia mengagumi dan menyatakan ketertarikannya terhadap Boeing 747-8i, Emir Qatar Sheikh Tamim Al Thani justru menyumbangkan salah satu pesawat rilisan raksasa aviasi Boeing miliknya. Adapun nilai dari pesawat tersebut tidaklah murah – US$500 juta atau yang setara dengan Rp7,4 triliun!
Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (17/9/2018), kendati didapatkan secara cuma-cuma, namun anggota parlemen oposisi menyatakan keprihatinan bahwa Presiden terlalu menghambur-hamburkan uang di tengah krisis ekonomi yang tengah mereka tempuh.
Berbanding terbalik dengan sejumlah Negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain yang malah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, Turki malah melakukan kebalikannya.
Mundur ke tahun 2017, dimana Qatar dituduh sebagai pendukung dan penyandang dana bagi kelompok teroris, seperti ISIS, Al Qaida dan Ikhwanul Muslimin. Meski langsung mendapat bantahan dari Pemerintah Qatar, tak pelak pemutusan hubungan diplomatik pada Qatar, terlebih atas alasan terorisme sempat memicu kecemasan bagi banyak penumpang penerbangan internasional.
Turki yang malah mendukung Qatar melakukan beragam cara yang menunjukkan rasa simpatisnya terhadap negara yang kaya akan gas tersebut – salah satunya dengan cara mengirimkan supply makanan dan minuman via jalur udara dan laut, mengingat jalur darat yang sudah diblokade.
Menurut laman The Drive, Boeing 747-8i dideskripsikan sebagai private jet terbesar dan termahal di dunia. Konfigurasi bangku yang digunakan oleh pesawat hibahan Qatar ini juga berbeda – hanya 76 bangku saja.
Ketika pesawat ini mendarat di Turki awal September kemarin, salah satu kubu oposisi yang juga turut hadir dalam acara penyambutan melontarkan pertanyaan yang sama, yaitu apakah pihak Turki membeli pesawat tersebut atau tidak. “Beliau (Emir Sheikh Tamim Al Thani) mengatakan: Saya tidak akan mengambil uang dari Turki. Ini merupakan hadiah untuk Turki,” ujar Presiden Erdogan menjawab pertanyaan kubu oposisi tersebut.
Baca Juga: Setahun Pasca Blokade Udara, Qatar Airways Alami Kerugian Finansial
Dengan hibah Boeing 747-8i dari pihak Qatar, dapat dipastikan hubungan bilateral diantara kedua negara ini akan terus berjalan mulus. Terlebih setelah Emir Syeikh Tamim Al Thani yang telah menyetujui proyek ekonomi, investasi, dan deposito senilai US$15 miliar atau yang setara dengan Rp222,6 triliun guna mendukung perekonomian Turki yang tengah merosot – pun dengan mata uangnya, Lira.
“Insyaa Allah setelah pesawat selesai dicat ulang, kami bisa mengudara bersamanya.” Tutup Presiden Erdogan.
Pasca dihantam Topan Mangkhut pada Minggu (16/9/2018) kemarin, pihak Hong Kong International Airport dilanda penumpukan penumpang yang cukup parah – sebagai dampak dari pembatalan sejumlah penerbangan dari bandara tersebut. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, pihak bandara membuka kedua landas pacunya dalam jangka waktu yang ditentukan. Kebijakan ini diberlakukan semata-mata untuk mengurangi penumpukan penumpang.
Baca Juga: Diterjang Topan Mangkhut, Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan Menuju Hong Kong
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (17/9/2018), pembukaan dua landas pacu ini akan berlaku sejak Senin (17/9/2018) kemarin hingga Selasa (18/9/2018) guna menangani 2.000 penerbangan yang sempat tertunda.
“Sekitar 900 penerbangan akan dijadwal ulang hari ini dan total ada 2.000 penerbangan dalam jangka waktu 48 jam,” ungkap Ketua Otoritas Bandara, Jack So Chak-kwong Senin kemarin.
“Biasanya dua landas pacu secara bergantian akan ditutup pada malam hari untuk perawatan, namun dengan adanya masalah ini (Topan Mangkhut), maka keduanya akan dibuka hingga malam hari untuk menurunkan volume penumpang yang menumpuk di terminal,” ujar salah satu juru bicara bandara.
Salah satu maskapai yang terkena dampak dari Topan Mangkhut ini adalah Hong Kong Airlines, dimana mereka akan mengoperasikan 95 penerbangan pada Senin kemarin, dengan 26 penerbangan diantaranya dijadwalkan mengudara pada Sabtu dan Minggu sebelumnya. “Setelah hari ini (Senin), semuanya (jadwal penerbangan) harus kembali seperti semula,” tandas Jack So.
Jack So juga menambahkan bahwa para penumpang sekiranya mengkonfirmasi dan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan perubahan jadwal penerbangan mereka.
Baca Juga: Hendak Landing Saat Topan Cimarron Menerpa, Pesawat Asal Jepang Ini Menukik Tajam!
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, sebanyak 889 jadwal penerbangan terpaksa ditunda keberangkatannya pada hari Minggu (16/9/2018) kemarin karena Topan Mangkhut menghantam sejumlah wilayah di Daratan Cina. Topan ganas ini juga tak pelak menimbulkan bencana tambahan lainnya, seperti gelombang badai yang digadang-gadang sebagai yang terbesar yang pernah menghantam wilayah Cina.
Tidak hanya berdampak pada dunia aviasi Cina saja, topan ini juga telah melumpuhkan jaringan perkeretaapian Cina – sebut saja Airport Express yang menghubungkan pusat kota Hong Kong dengan Hong Kong International Airport juga terpaksa tidak beroperasi selama kurang lebih 23 jam pasca kehadiran topan ini pada hari Minggu.
30 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah rute layanan kereta api. Terhitung sejak tahun 1988, kereta cepat Shatabdi Express telah melayani ribuan hingga jutaan penumpang di India. Memasuki ulang tahunnya yang ke-30, ada perubahan besar yang coba dibuat oleh Indian Railways guna mengubah image dari kereta yang menghubungi sejumlah kota penting dan kota-kota lain yang mendukung industri pariwisata, bisnis, hingga wisata religi.
Baca Juga: Indian Railways Gunakan WhatsApp Untuk Pemberitahuan Pada Penumpang
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com (16/9/2018), Train 18 akan menjadi kereta self-propulsion pertama yang digunakan oleh Indian Railways untuk beroperasi antar kota. Merujuk pada laman sumber, ada 10 fakta unik dibalik kereta buatan Integral Coach Factory (ICF) ini. Berikut adalah fakta-fakta unik dari Train 18 yang akan menggantikan peran dari Shatabdi Express.
Kereta Self-Propulsion Pertama
Seperti yang sudah disebutkan di atas, Train 18 akan menjadi kereta self-propulsion pertama yang beroperasi di India. Teknologi self-propulsion ini memungkinkan kereta berakselerasi dan deselerasi lebih cepat – yang akan berdampak pada pemangkasan waktu perjalanan secara keseluruhan. “Iniakan menjadi masa depan perkeretaapian India,” ungkap salah satu juru bicara Indian Railways.
Rekor Pembuatan Kereta
Menurut General Manager dari ICF, Sudhanshu Mani, pembuatan Train 18 memakan waktu hanya 18-20 bulan saja, “Sementara untuk kereta lain, kami membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk membangun dan mengembangkan kereta baru,” ujar Sudhanshu.
Kereta Semi-Cepat
Ketika India telah mengumumkan penggunaan kereta cepat yang akan mulai mengular pada tahun 2022 mendatang, maka Train 18 ini akan tergolong sebagai kereta semi-cepat yang bisa berlari hingga kecepatan 160 km per jam.
Pintu Otomatis yang Dilengkapi Dengan Sliding Footsteps
Ketika pintu otomatis sudah bukan lagi menjadi hal baru di dunia perkeretaapian, maka sliding footsteps mungkin akan menjadi yang pertama ada di perkeretapian India – dimana teknologi ini akan memungkinkan penumpang tidak perlu khawatir lagi akan eksistensi dari celah peron yang kerap ‘memakan’ korban luka.
Bangku Bergaya Eropa
Menurut pihak ICF selaku pembuat kereta, bangku bergaya Eropa yang mereka terapkan di Train 18 akan membuat, “bangku lebih kuat dan tahan lama,”
Harga Separo, Kualitas Sama
Karena ini produk asli India, maka ICF mengatakan bahwa harga yang dikeluarkan untuk membangun Train 18 ini hampir setengahnya dari kereta impor dengan kualitas yang sama. Sudhanshu membocorkan, harga untuk satu rangkaian kereta ini dibanderol dengan harga Rs6 crore atau yang setara dengan Rp12,3 miliar. Sedangkan untuk produksi massal, harganya akan turun sekitar Rp2 miliar.
Berwarna Putih
Berbeda dengan kereta lainnya di bawah komando Indian Railways, Train 18 ini nantinya akan berwarna putih dengan beberapa strip berwarna pada bagian sampingnya.
Pantry yang Mewah
Hampir mirip dengan yang ada di Shatabdi Express, nantinya Train 18 akan memiliki mini-pantry yang menyediakan microwave penghangat makanan dan kulkas pendingin minuman. Satu hal yang membedakan keduanya adalah kualitas microwave dan kulkas yang lebih baik ketimbang layanan sebelumnya.
Baca Juga: Indian Railways Hadirkan Gerbong Kereta Pintar dengan ‘Kotak Hitam’Ramah Bagi Penyandang Disabilitas
Disejumlah gerbong Train 18, akan tersedia ruang khusus bagi para pengguna kursi roda yang menandakan bahwa kereta ini ramah terhadap penyandang disabilitas.
Menggantikan Peran dari Shatabdi Express
Menurut Chairman Railway Board, Ashwani Lohani, Train 18 nantinya akan menggantikan peran dari Shatabdi Express yang mengular di rute Delhi – Bhopal. Disinyalir, jalur ini cocok untuk kereta berkecepatan semi-cepat.