Gunung Agung di Karangasem, Bali saat ini berstatus awas atau berada di level IV dan menjadi salah satu gunung aktif paling eksplosif di Indonesia, yang kabarnya melebihi Gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Gunung Agung sendiri memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut dan dari puncaknya, para pendaki bisa melihat puncak Gunung Rinjani di Lombok.
Baca juga: Bandara Blimbingsari, Andalkan Konsep Green Airport dan Kearifan LokalKabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, yang menyatakan gunung ini merupakan gunung yang disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Berbagai macam upacara adat sering kali dilaksanakan untuk menghormati gunung tertinggi di Bali tersebut.
Sayangnya, Gunung Agung tidak memberikan catatan yang detail tentang letusan yang pernah terjadi. Adapun catatan awal Gunung Agung meletus tahun 1808 yang disertai dengan uap dan abu vulkanik. Letusan kedua terjadi tahun 1821, ini menjadi lanjutan aktivitas tahun 1808.
Namun letusan tahun 1821 tidak terekam dengan jelas dan berlangsung normal. Tahun 1843, Gunung Agung kembali meletus dengan diawali aktivitas kegempaan. Kemudian tahun 1963 atau tepatnya 120 tahun setelah letusan terakhir, Gunung Agung memulai aktivitasnya kembali pada 18 Februari 1963 dengan letusan dahsyat yang mengakibatkan 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka.
Seperti halnya di di Merapi, korban tewas mayoritas terkena awan panas yang menerjang permukaan dengan lebar 70 km per segi. Letusan ini cukup dahsyat dan baru berakhir pada 27 Januari 1964. Tapi berbeda dengan ini, kala itu di Bali belum terlalu menjadi daerah tujuan wisata utama. Jalur penerbangan juga belum terlalu di perhatikan, pasalnya Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dibangun Belanda pada tahun 1930 baru berstatus sebagai bandara internasional pada 10 Agustus 1966 atau tiga tahun setelah pengembangan proyeknya di tahun 1963.
Baca juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?
Penyelesaian Pengembangan Pelabuhan Udara Tuban ditandai dengan peresmian oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Agustus 1969, yang sekaligus menjadi momen perubahan nama dari Pelabuhan Udara Tuban menjadi Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai (Bali International Airport Ngurah Rai).
Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gede Suantika mengatakan, penerbangan tahun itu memang terganggu dan awan panas sampai ke daerah Jawa Timur. “Terganggu iya, tetapi data jelasnya tidak tahu berapa lama. Itu bisa ditanyakan pada bagian yang menangani penerbangan,” ujar Gede saat dihubungi KabarPenumpang.com (25/9/2017).
Saat ini, Gunung Agung dengan status awasnya, Gede menambahkan, di perkirakan letusan akan besar dan bisa mengganggu penerbangan karena awan panasnya. Tapi faktanya, aktivitas bandara Ngurah Rai sampai tulisan ini diturunkan belum ada gangguan sama sekali dan masih dipastikan jalur penerbangan berjalan normal.
Berdasarkan pengukuran dari Google Maps, jarak antara Bandara Ngurah Rai di Denpasar dan Gunung Agung sekitar 75,2 kilometer, atau jika ditempuh dengan mengendarai mobil dalam kondisi lancar bisa dicapai dalam 2,5 jam. Posisi yang jelas tidak terlalu jauh, dan bila terjadi erupsi abu vulkanik, arah angin lah yang akan menentukan operasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Tahun 1977, menjadi tahun bersejarah bagi maskapai Lufthansa. Pasalnya, Boeing 737-200 yang tengah dalam perjalanan dari Majorca menuju Frankfurt dibajak oleh sekumpulan teroris pada bulan Oktober 1977. Kini, kejadian yang hampir genap 40 tahun itu menyisakan kenangan bagi semua orang yang merasakan ketegangan di dalam penerbangan nahas tersebut. Dan sebagai salah satu saksi bisu drama tersebut, sosok pesawat Boeing 737-200 yang dibajak kembali menunjukkan batang hidungnya.
Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (23/9/2017), rencananya pesawat tersebut akan menjadi etalase salah satu sudut di Museum Dornier, Jerman. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, tragedi pembajakan tersebut bermula ketika Boeing 737-200 milik maskapai Lufthansa baru saja bertolak dari Majorca (kini dikenal dengan Mallorca), pulau terbesar di Kepulauan Balearic, yang merupakan bagian dari Spanyol, menuju Frankfurt, Jerman.
Pembajakan tersebut terjadi pada 13 Oktober 1977 pukul 11.00 waktu setempat, dimana penerbangan Lufthansa LH 181 tengah mengangkut 86 penumpang dengan lima awak pesawat di dalamnya. Setelah berlabuh di berbagai kota untuk mengisi bahan bakar, akhirnya drama pembajakan tersebut berakhir di kota Mogadishu, Somalia pada 18 Oktober 1977. Dalam kejadian bersejarah ini, pembebasan para sandera di dalam pesawat tidak lepas dari peran pasukan anti teror Jerman, Grenzschutzgruppe 9 (GSG 9).
Selain berhasil membebaskan para sandera, insiden pembajakan ini juga merupakan misi pertama dari Police Tactical Unit milik Kepolisian Federal Jerman ini. Walaupun pilot Jürgen Schumann dan beberapa orang lainnya tewas dalam kejadian ini, namun operasi tersebut bisa dibilang berhasil dan menorehkan sejarah baru di dunia aviasi. Mengingat berharganya peristiwa kelam tersebut, maka otoritas setempat sepakat untuk megabadikan benda bersejarah tersebut.
Sumber: dailymail.co.uk
Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, memutuskan untuk membeli bangkai pesawat tersebut seharga £20.000 (setara Rp361 juta) dan membawanya kembali pulang ke Jerman dari Brasil. Selama bertahun-tahun, Landshut, nama pesawat tersebut, bermukim di Fortaleza Airport tanpa ada penanganan khusus. Maka tidak heran jika badan pesawat tersebut nampak usang dan mulai termakan usia. “Ini akan menjadi simbol masyarakat bebas yang menolak menyerah pada ancaman terorisme,” ungkap Sigmar.
Jürgen Vietor. Sumber: dailymail.co.uk
Pesawat tiba di kota Friedrichshafen dan disambut oleh sejumlah wartawan dan saksi hidup dari kejadian mengerikan tersebut, tidak terkecuali sang co-pilot, Jürgen Vietor. Pesawat narrow body tersebut diangkut menggunakan Antonov An-124, dengan bagian sayap dan ekor yang dilepas untuk memudahkan pemindahan.
Jangan hanya terpaku dengan sejarah yang ditorehkan di luar negeri, Indonesia sendiri pernah mengalami hal serupa. Kala itu, 28 Maret 1981, pesawat McDonnell Douglas DC-9-32 milik maskapai Garuda Indonesia mengangkut sekitar 57 penumpang hendak bertolak dari Jakarta pada pukul 08.00 WIB, transit di Palembang, dan akan terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55 WIB. Pembajakan yang dikenal sebagai Peristiwa Woyla ini berawal ketika Garuda Indonesia Penerbangan 206 menyertakan beberapa teroris yang menyamar menjadi penumpang. Aksi tersebut dilakukan oleh lima orang teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, dan mengidentifikasi diri sebagai anggota kelompok Islam ekstremis “Komando Jihad”.
McDonnell Douglas DC-9-32 Dalam Peristiwa Woyla. Sumber: istimewa
Pembajakan ini dilatarbelakangi oleh tuntutan agar para rekan sang teroris yang ditahan pasca Peristiwa Cicendo di Bandung, Jawa Barat, supaya dibebaskan. Drama pembajakan berakhir pada 31 Maret 1981 di Bandara Don Mueang, Bangkok. Dalam peristiwa ini juga, nama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang semula bernama Kopassandha mulai naik pamor setelah sukses melakukan operasi kilat pembebasan pesawat. Satu anggota Kopassus, pilot, dan empat pembajak gugur dalam kejadian ini.
Baca juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an
Jika ditarik benang merahnya, Peristiwa Woyla dan Pembebasan Boeing 737-200 milik Lufthansa di Mogadishu memiliki beberapa kesamaan. Ketika otoritas berwenang Jerman berusaha untuk mengabadikan sejarah kelam dunia penerbangan mereka, lalu bagaimana dengan otoritas Indonesia yang mungkin lupa akan sejarah ini? Akankah mereka mendatangkan pesawat McDonnell Douglas DC-9-32 milik maskapai Garuda Indonesia yang menjadi saksi bisu kejadian kelam tersebut dan menjadikannya monumen agar generasi muda dapat mengingat sejarah?
Usianya sudah tergolong paruh baya, namun setiap aksi Liam Neeson yang kini berusia 65 tahun selalu dinanti para penggemar film action thriller. Dan ikut melengkapi deretan film Hollywood dengan latar cerita di kereta api, Neeson di film terbarunya “The Commuter” akan tampil mengejutkan penuh ketegangan dari atas gerbong kereta Amtrak.
Baca juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box OfficeKabarPenumpang.com melansir dari laman mensfitness.com (22/9/2017), dalam film ini Liam berperan sebagai seorang salesman asuransi yang selalu disibukkan dengan segala aktivitasnya yang sama hampir setiap hari. Liam menggunakan commuter sebagai alat transportasinya sebab selain cepat, juga lebih murah dibanding dengan yang lainnya.
Dalam film The Commuter, Liam dihadapkan pada situasi dimana ada sebuah rencana mematikan sedang berlangsung dan tanpa sadar terjebak dalam persekongkolan kriminal. Dimana nyawa para penumpang serta dirinya sendiri sebagai taruhan.
(Youtube)
Seperti kisah pembunuhan di film Orient Express tetapi dengan kekerasan yang jauh lebih banyak. Liam harus bertarung nyawa dengan meloncat pada kereta yang melaju kencang.
Tak hanya itu, dalam potongan trailer The Commuter juga terlihat Liam harus bertaruh nyawa dengan kecepatan kereta keluar dari rel sebelum kereta tersebut menggilas dirinya. Memang, terlihat sangat menegangkan dan mengerikan dimana Liam harus melakukannya dengan cepat sebelum tewas terlindas.
The Commuter merupakan film garapan sutradara Jaume Collet Sera diketahui menggunakan kereta Amtrak sebagai set film The Commuter yang akan tayang pada Januari 2018 mendatang. Kereta Amtrak sendiri sudah digunakan pada film Hollywood seperti Under Siege 2: The Dark Teritory (1995), Polar Express (2004) dan Mission Impossible (1996).
Selain The Commuter, film yang menggunakan kereta api sebagai latar belakangnya juga sudah ada dari tahun 1970-an. Film tersebut yakni Murder on the Orient Express (1974), Mr Bean Holiday (2007), Midnight Meat Train (2008), Last Passanger (2013) dan Train to Busan (2016).
Baca juga: Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood(Youtube)
Tak hanya itu Amtrak menghubungkan lebih dari 500 destinasi dari 46 wilayah yang berbeda di Amerika Serikat dan tiga wilayah di Kanada. Setiap harinya, kereta dengan ciri khas berwarna silver kaleng dengan beberapa lekukan pada bagian sampingnya mengoperasikan sekitar 300 kereta dengan total jarak tempuh kurang lebih 34.000 km.
Adanya film The Commuter ini juga menambah panjang deretan film-film Hollywood dengan latar belakang kereta api.
Setiap benda, baik hidup maupun mati pasti memiliki umurnya masing-masing, tidak terkecuali dengan pesawat terbang. Pernahkah Anda bertanya-tanya, berapakah umur pesawat yang sedang Anda tumpangi? Atau bagaimana cara mengetahui umur pesawat Anda? Pertanyaan tersebut seolah berputar dalam benak pikiran, mengingat setiap pesawat yang sudah berumur, tentu memiliki penanganan khusus yang berbeda dengan pesawat baru yang berteknologi lebih modern.
Baca Juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au (7/8/2017), pihak maskapai LCC asal tanah Britania Raya, Jet2 tengah menyelidiki penyebab pendaratan darurat yang dilakukan oleh dua armada Boeing 737 miliknya. Diindikasikan, usia kedua pesawat tersebut sudah terlalu tua untuk terbang. Pesawat pertama dengan rute penerbangan Ibiza menuju Leeds melakukan pendaratan darurat di Barcelona pada 16 Juli 2017. Sedangkan yang satunya lagi, pesawat tujuan Newcastle – Praha melakukan pendaratan darurat di Frankfurt pada 28 Juli 2017.
Setelah ditelusuri, ternyata kedua pesawat tersebut merupakan keluaran tahun 1986. Lalu, apakah usia pesawat yang sudah lebih dari 30 tahun itu mempengaruhi pendaratan darurat tersebut? Seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang juga seorang penulis Cockpit Confidential, Patrick Smith menyangkal pernyataan tersebut. “Salah satu alasan mengapa sebuah pesawat komersial dibanderol dengan harga yang sangat mahal adalah daya tahan pesawat tersebut yang bisa dibilang sangat lama atau bisa dibilang tidak terbatas masa penggunaannya,” tukas Patrick.
Patrick Smith. Sumber: istimewa
“Namun semakin tua umur sebuah pesawat, maka semakin banyak pula aspek yang mesti diperhatikan. Dalam artian, semakin banyak kriteria pemeriksaannya,” imbuhnya. Lalu, bagaimana dengan banyaknya pesawat yang pensiun setelah beroperasi lebih dari 30 tahun? Jawabannya sangat sederhana, karena dalam pengoperasiannya, pesawat-pesawat tersebut dinilai sudah tidak ekonomis, sehingga menimbukan beban biaya operasional dan perawatan yang besar.
Baca Juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan
Nilai ekonomi dari sebuah pesawat tentunya akan mempengaruhi usia pesawat tersebut. Bukan usia dalam arti sesungguhnya, melainkan waktu pengoperasiannya. Ketika sebuah manufaktur penerbangan mengeluarkan pesawat yang hemat bahan bakar, maka pilihan untuk mempertahankan sebuah jet tua kerap kali dikesampingkan karena secara finansial dianggap tidak masuk akal.
Dari sekian banyak maskapai penerbangan yang ada di dunia, Delta Airlines dianggap sebagai maskapai yang mengoperasikan armada dengan usia produktif mencapai rata-rata 17 tahun. Sedangkan Air Canada dan United Airlines menduduki posisi kedua dan ketiga dengan usia pesawat 14,2 dan 14,1 tahun.
Dalam perspektif maskapai modern, penggantian armada dengan pesawat yang baru dengan teknologi canggih, selain bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan promosi, namun lain dari itu, adopsi pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar dan jarak tempuh lebih panjang dapat menghemat biaya operasional yang dikeluarkan.
Tujuan utama menggunakan jasa penerbangan tentu bukan melihat dari kualitas sajian makanan selama perjalanan. Namun kenyataannya, tak bisa dipungkiri bahwa sajian makanan ikut menjadi pertimbangan serius, terlebih pada penerbangan jarak jauh yang dilayani penerbangan full service. Selain pertimbangan soal harga tiket, sajian panganan selama penerbangan kerap menjadi pertimbangan calon penumpang untuk memutuskan maskapai apa yang akan dipilih.
Bagi umumnya warga Indonesia, rekomendasi pertama untuk hidangan makanan adalah Garuda Indonesia, namun jika dirasa kurang sreg atau tiket dianggap lebih mahal, pilihan kedua adalah maskapai Asia dan Timur Tengah. Dan pilihan terakhir menggunakan maskapai asal Eropa. Selain mengedepankan standar internasional, cita rasa resep dan menu dari negara asal memang dikedepankan oleh maskapai flag carrier sebagai bentuk dari representasi dari wisata kuliner.
Meski selera lidah tiap orang berbeda, sajian makanan dan minuman di kabin pesawat sudah punya acuan standar kelayakan tersendiri. Namun, apa jadinya bila makanan tersebut tidak sesuai dengan yang ada di pikiran Anda maupun penumpang lain? KabarPenumpang.com merangkum dari tripsavvy.com, ternyata ada beberapa maskapai yang memberikan makanan yang dianggap kurang layak untuk penumpangnya. Berikut beberapa maskapai tersebut.
Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!1. Air Cina
Maskapai plat merah milik Negara Tirai Bambu ini memiliki reputasi kurang steril dan menjadi sebuah pernyataan yang menjatuhkan serta meremehkan. Secara obyektif, maskapai ini mendapat peringkat bintang dua dari Skytrax. Dengan bintang dua ini, cukup memalukan dibanding maskapai Jepang yang beberapa maskapainya sudah mendapat peringkat bintang lima. Ini bisa Anda rasakan jika sudah menggunakan Air Cina dalam penerbangan.
Dalam penerbangannya, maskapai layanan penuh ini memberikan makanan baik kelas ekonomi, kelas bisnis hingga kelas satu sama tidak ada perbedaan. Kualitas makanan pada maskapai ini tidak ada perubahan saat berangkat dari bandara di Beijing sebagai pusat distribusi makana dalam penerbangan mereka.
2. United Airlines
Maskapai papan atas asal Amerika Serikat ini namanya kondang lantaran sering membuat kontroversi dari masalah penumpang hingga meniadakan es krim sundae. Seperti pada bulan April lalu, ratusan hingga ribuan penumpang United Airlines mengamuk di media sosial, lantaran maskapai ini selama satu minggu tak menyajikan hidangan penutup yang telah menjadi tradisi turun temurun dari United Airlines, yalni es krim sundae
Baca juga: Hapus Sajian Es Sundae Sesaat, Penumpang United Airlines Ungkap Kekesalan di Media Sosial(Pinterest)3. Air Koryo
Maskapai milik Korea Utara ini benar-benar tidak layak memberikan makanan pada pelayananya. Sebab makanan yang disajikan hanya sebuah burger dengan daging tipis tanpa sayuran, mayones ataupun saus. Maskapai ini bisa dikatakan menjadi salah satu maskapai terburuk di dunia dalam pelayanannya.
4. Ukraine International Airlines
Bisa dikatakaan makanan yang diberikan maskapai UIA ini sama seperti yang Anda makan biasanya. Sebab, tidak ada yang spesial dan bukan juga makanan tradisional atau khas dari Ukraina sendiri.
(Pinterest)5. Adria Airlines
Berdiri sejak sebelum 2012, maskapai asal Slovenia ini memberikan pelayanan yang bisa dikatakaan tidak pantas. Memang untuk perjalanan singkat makanan tidak terlalu dibutuhkan, namun dalam penerbangan Adria ini, penumpang akan diberikan sandwich atau roti isi yang tidak layak dimakan baik untuk mengenyangkan perut atau hanya sekedar mengganjal perut.
Belum lama ini bandara tersebuk di Australia Sydney Airport (Kingsford Smith) mengalami situasi chaos, tapi penyebabnya bukan karena ancaman teror. Pada hari pertama liburan sekolah, ribuan orang harus terdampar di bandara tersebut akibat pemadaman listrik dan mengganggu semua penerbangan pada hari Minggu kemarin (24/9). Ini terjadi sekitar pukul 05.00 pagi yang mengakibatkan radar dalam pengendalian lalu lintas udara terganggu, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat KeamananKabarPenumpang.com merangkum dari theguardian.com (24/9/2017), terlihat dari beberapa postingan di Twitter pagi itu, antrian mengular dari pintu depan semua terminal di bandara. Kejadian ini dikarenakan masalah pemadaman listrik, sehingga kontrol lalu lintas udara kembali ke proses manual untuk pesawat yang akan berangkat dan hanya mengizinkan 15 pesawat tinggal landas untuk setiap jamnya.
Pemadaman listrik yang mengganggu lalu lintas penerbangan membuat Virgin Australia, Qantas dan Jetstar mengonfirmasi pada penumpangnya, bahwa masalah juga memengaruhi penerbangan pesawat mereka. Untungnya masalah ini bisa diselesaikan pada jam 09.00 pagi, namun otoritas bandara bekerja keras untuk menyelesaikan timbunan penerbangan yang tertunda hari itu.
Jadwal penerbangan di Bandara Sydney (Daily Telegraph)
“Masalah sudah diatasi, tapi bandara tidak berada pada kapasitas normal. Kami bekerja keras untuk menghapus antrian penerbangan,” ujar juru bicara Air Service Australia (ASA) Sarah Fulton. Seorang penumpang yang pesawatnya tertunda di aspal mengatakan, kapten telah memberitahu mereka bahwa kontrol lalu lintas udara sedang menggunakan sistem manual untuk penerbangan pesawat. Ini berarti hanya 15 yang siap berangkat setiap jamnya dibandingkan yang biasanya 80 penerbangan.
Baca juga: Atasi Lonjakan Trafik, Sydney Bersiap Bangun Bandara Internasional Kedua
Juru bicara Virgin Australia mengonfirmasi bahwa semua penerbangannya didasarkan pada kesalahan teknis yang terjadi di bandara. Maskapai ini juga mengatakan akan berusaha membuat para penumpangnya berangkat secepat mungkin setelah masalah diperbaiki. “Kami akan menghubungi penumpang yang terdampak, tetapi kami juga mengajak agar semua penumpang bisa memeriksa situs kami untuk status penerbangan,” ujar juru bicara Virgin Australia.
Karena masalah ini, pihak bandara Sydney juga berharap agar para pelancong bersabar. “Penerbangan tertunda karena masalah sistem layanan @airservice. Silahkan periksa ke maskapai penerbangan Anda untuk mengetahui status penerbangan. Terimakasih atas kesabaran Anda,” ujar pihak bandara melalui cuitan di Twitter mereka.
Dampak dari kejadian di Sydney juga langsung berpengaruh pada aktivitas di bandara-bandara lain. Seperti pengaruh dirasakan di Melbourne, di mana liburan sekolah juga dimulai. Pesawat yang terbang dari Melbourne menju Sydney tidak bisa berangkat sesuai jadwal dan penundaan penerbangan dilakukan sepanjang hari, kata seorang juru bicara bandara Melbourne.
Diketahui, beberapa penumpang mencuitkan kegundahan mereka di Twitter disertai foto. “Frustasi pesawat di Sydney Airport penundaan besar @abcnews karena gagal sistem,” ujar salah satu cuitan dari Lexy Hamilton Smith.
Flash back ke bulan Juni lalu, sebuah prototipe pesawat terbesar di dunia tidak hanya menampilkan batang hidungnya, tapi juga melewati putaran pertama pengujian mesin yang rencananya akan mengudara di tahun 2019 mendatang. Ya, sebuah usaha transportasi luar angkasa yang mengembangkan peluncuran satelit ke sistem orbit yang bermarkas di Seattle, Stratolaunch diketahui tengah menggarap sebuah pesawat yang bisa mengudara di ruang angkasa dengan biaya yang murah.
Baca Juga: World View Terbangkan Sandwich KFC ke Stratosfer
Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (21/9/2017), pesawat tersebut menggunakan enam mesin turbofan Pratt & Whitney yang biasa digunakan oleh pesawat Boeing 747-400. Uji coba mesin ini sendiri terbagi menjadi tiga tahap. Pertama, mereka menggunakan power source tambahan yang mereka sebut sebagai dry motor. Kedua, mereka memasukkan bahan bakar ke mesin, dimana proses tersebut diberi nama wet motor. Lalu yang terakhir, tim Stratolaunch akan menguji masing-masing mesin secara terpisah, apakah mereka berjalan sesuai ketentuan apa tidak. Ternyata apa yang selama ini mereka ekspektasikan terealisasi.
Walaupun rencana awal pengujicobaan ini akan dilakukan pada tahun 2016 silam, namun Stratolaunch sudah kembali ke timeline mereka. Untuk memastikan perjalanan mereka di tahun 2019 mendatang berjalan dengan lancar, hingga kini Stratolaunch masih melakukan beberapa pembenahan. “Selama beberapa bulan ke depan, kami akan terus menguji mesin pesawat terbang pada tingkat daya yang lebih tinggi dan dengan berbagai konfigurasi,” ungkap CEO Stratolaunch, Jean Floyd.
Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial
Tidak bisa diragukan lagi, pesawat Stratolaunch ini merupakan rekayasa pesawat terbang yang hebat. Bagaimana tidak, pesawat dengan dua badan terpisah ini memiliki sayap yang terbentang sepanjang 117m. Tentu saja, uji coba mesin yang dilakukan Stratolaunch telah mengukir sebuah sejarah baru di dunia aviasi global.
Diketahui dari sumber terpisah, Stratolaunch mengumumkan kemitraannya dengan manufaktur kedirgantaraan dan pertahanan Amerika, Orbital ATK untuk mengantarkan roket Pegasus-XL-nya ke orbit pada tahun 2016 silam. Adapun tujuan dibalik kerja sama tersebut adalah untuk memberikan fleksibilitas bagi pelanggan yang ingin meluncurkan satelit kecil.
Kesal rasanya jika Anda sudah merencanakan untuk pergi keluar, namun terpaksa gagal karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Ditambah dengan dampak pemanasan global yang membuat kondisi cuaca jadi semakin tidak menentu. Namun seiring perkembangan jaman, kini peran rubrik ramalan cuaca yang biasa ditonton di televisi tergantikan dengan hadirnya weather apps.
Dan dari sekian banyak aplikasi bergenre weather monitor yang kini bertebaran di Google Play dan iTunes App Store, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa aplikasi cuaca terbaik yang bisa dipasang di smartphone Anda versi laman pastemagazine.com.
Baca Juga: 8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri OrangBest Truncated Design: Yahoo Weather (iOS, Android)
Tampilan yang tidak terlalu rumit dan mudah dibaca menjadi kelebihan dari aplikasi ini, walaupun informasi yang diberikan tidak terlalu terperinci dan tidak “secerdas” aplikasi lainnya. Anda dapat melakukan konfigurasi terhadap aplikasi ini jika informasi yang ingin Anda ketahui hanyalah seputar suhu. Jika Anda juga ingin mengetahui tentang kecepatan angin atau informasi lainnya seputar cuaca, Anda bisa melakukan pengaturan untuk memunculkannya di layar. Latar belakang hitam dengan tampilan huruf berwarna putih akan semakin memudahkan Anda untuk menggunakan aplikasi cuaca ini.
Best Storm Manager: RainAware (iOS, Android)
Bepergian ke luar kota atau bahkan luar negeri terkadang memaksa kita untuk selalu siaga akan kondisi cuaca yang mungkin saja terjadi di lokasi tujuan. Dengan hadirnya RainAware, Anda bisa memprediksi untuk membawa payung atau tidak jika hendak bepergian di kota orang. Jelas ini akan lebih bermanfaat ketimbang Anda harus selalu membawa payung selama bepergian.
Selain bisa memperkirakan kemungkinan turun hujan, aplikasi ini juga bisa memberikan perkiraan kasar tentang jalur badai dan melacak daerah mana saja yang berpotensi badai. Walaupun terbukti ampuh untuk menyiapkan diri Anda dari ancaman basah karena hujan, namun tampilan dari aplikasi ini bisa dibilang cukup kuno, dan tidak memungkinkan untuk penyedia aplikasi menampilkan informasi lain seputar cuaca.
Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via SmartphoneBest Interface: Weather Underground (iOS, Android)
Ini mungkin bukan aplikasi yang paling mudah digunakan, namun Weather Underground menyediakan akses ke banyak data dengan visual yang bermanfaat seperti diagram lingkaran dan grafik lainnya. Banyaknya informasi tentang cuaca lokal yang tersedia di aplikasi ini seakan membebaskan diri Anda untuk melakukan kostumisasi terhadap informasi mana saja yang hendak Anda tampilkan. Semua tergantung kebutuhan Anda!
Best Premium App: RadarScope (iOS, Android)
RadarScope menampilkan tornado, badai parah, dan peringatan banjir bandang yang dikeluarkan oleh National Weather Service. RadarScope memfasilitasi Anda untuk melihat radar cuaca NEXRAD pada smartphone Android atau tablet Anda.
Best Overall App: Dark Sky (iOS, Android)
Dark Sky merupakan aplikasi yang mencakup semua kebutuhan informasi Anda akan cuaca. Melalui aplikasi ini, Anda bisa meminta aplikasi ini untuk mengirimkan informasi mengenai cuaca secara berkala ke ponsel Anda, cukup menggunakan nomor telepon Anda.
Masyarakat Lebanon yang bepergian melalui bandara Beirut per Agustus 2017 mau tak mau harus membayar pajak lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan parlemen Lebanon mengeluarkan undang-undang kenaikan pajak baru dan Direktorat Penerbangan Sipil yang berbasis di bandara Beirut mengeluarkan surat edaran pajak keberangkatan resmi diberlakukan.
Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!
“Semua maskapai yang beroperasi di bandara Rafic Hariri diharuskan untuk mulai menambahkan pembiayaan pada tiket tanggal 22 Agustus 2017 atas dasar UU No. 45,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lebanon, Mohammed Shahabudin yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman stepfeed.com (28/8/2017).
Untuk kenaikan pajak tiket sendiri sekitar dua puluh persen dari sebelumnya dan ini yang harus dibayarkan masyarakat bila ingin bepergian menggunakan penerbangan dari bandara Beirut. Tiket untuk kelas ekonomi akan dikenakan $39,83 (60.000 L.L.) kelas bisnis akan membayar $73 (110.000 L.L.).
Untuk penumpang kelas satu harus membayar pajak sebesar $100 (150.000 L.L.) sebelum mereka menaiki penerbangan mereka, sementara yang bepergian dengan jet pribadi akan dikenai biaya sebesar $265 (400.000 L.L). Namun, pajak ini tidak akan dikenakan bila penumpang yang berangkat dari Beirut dengan tujuan Athena, Georgia, Armenia Erbil, Yordania, Suriah, Siprus, Mesir, Baghdad, Najaf, Basra dan Irak.
Salah seorang operator bandara Rafiq Hariri mengatakan, bahwa pelancong membutuhkan klarifikasi lebih lanjut tentang pajak baru yang ditetapkan dengan menghubungi maskapai penerbangan mereka. Operator penerbangan MEA mengatakan, perusahaan mereka belum menerapkan pajak baru pada pelayanan penerbangan dan akan mengumumkan kapan keputusan untuk hal tersebut akan dibuat.
Diketahui, saat undang-undang baru ini berlaku, jutaan masyarakat Lebanon mengungkapkan keprihatinannya tentang hal ini akan memengaruhi kehidupan sehari-hari dan ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.
“Saya datang ke Lebanon setidaknya dua kali setahun, bersama dengan ketiga anak dan suami saya. Selain semua tagihan yang harus kami bayar setiap kali kami tinggal di rumah kami di sini, sekarang kami harus membayar pajak saat melakukan perjalanan kembali ke Abu Dhabi. Ini sangat konyol dan sama sekali tidak terjangkau bagi begitu banyak keluarga, termasuk kita. Saya tidak mengerti bagaimana undang-undang ini berlalu, ” ujar seorang ekspatriat Lebanon di Abu Dhabi, Mireille.
Baca juga: “Duty Free” Pada Minuman Keras, Untung Yang Dihasilkan Sedikit
Tak hanya itu, George, seorang ekspat Lebanon yang telah tinggal di Arab Saudi selama lebih dari sepuluh tahun bersama dengan empat anak dan istrinya, mengatakan bahwa pajak keluar baru tidak dapat diterima. Hal ini dikarenakan dirinya beserta keluarga sedang berada di Lebanon dan akan kembali ke Arab Saudi, jika terhitung George harus membayar pajak untuk enam orang.
“Kami tinggal di luar negeri untuk menghemat uang dan mendapatkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kami Tapi kami masih ingin kembali ke sini sesekali untuk bertemu dengan keluarga besar. Kami biasanya datang dua kali setiap tahun, saya tidak yakin itu akan terjadi jadilah pilihan untuk kita mulai sekarang, “tambahnya.
Lain lagi dengan Tania yang tinggan di Qatar, dirinya merasa prihatin dengan pajak keluar baru yang ditetapkan pemerintah Lebanon.
“Seseorang mengatakan kepada saya inno yalla itu hanya $40 atau $50, tapi ini adalah masalah sebenarnya Kami selalu menormalisasi pajak dan tagihan keterlaluan Kami membayar dua tagihan listrik dan menganggapnya normal, kami membayar tagihan air bersih dan menganggapnya normal. Bukan, tak satu pun dari tagihan yang kami bayar ini. Terlepas dari apakah seseorang mampu membayar pajak ini atau tidak, itu hanya konyol. Negara apa yang membayar pajaknya untuk bepergian ke luar negeri?” dia menambahkan.
Meskipun banyak orang Lebanon terkejut akan hal ini, negara-negara lain salah satunya Inggris juga memberlakukan pajak penumpang dan menjadi yang tertinggi di dunia. Menurut Airport-Technology, negara tersebut mengenakan pajak keberangkatan £13 ($17) untuk kelas keberangkatan ekonomi dan £26 ($33) untuk semua kelas lainnya.
Penumpang yang terbang lebih jauh dari 2.000 mil membayar £73 ($95) untuk kelas ekonomi dan sampai £146 ($189) untuk semua kelas lainnya. Negara lain yang mengenakan pajak serupa antara lain, Australia, Rusia, Republik Dominika, Bahama, Jerman, Norwegia, Qatar, Yunani, Italia, Jamaika, Spanyol, Belanda, Austria, Belgia, Fiji, Islandia dan Skotlandia.
Penerbangan EasyJet dari Manchester, Inggris tujuan Marrakesh, Maroko terpaksa harus mendarat di Lisbon, Portugal akibat penumpang yang mabuk. Di Lisbon petugas kepolisian sudah menunggu untuk menjemput penumpang mabuk tersebut agar bisa langsung diamankan.
Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang MabukKabarPenumpang.com melansir dari travelpulse.com (19/9/2017) mengabarkan, bahwa pada Sabtu (16/9/2017) seorang penumpang mabuk diduga berteriak tentang hal yang rasis kepada penumpang lainnya dan menyerang seorang awak kabin. Penerbangan tersebut diketahui membawa 200 penumpang dan terpaksa mereka harus menginap satu malam di hotel di ibu kota sebelum melanjutkan perjalanan.
“Saya belum pernah melihat yang seperti ini, penumpang yang mabuk tersebut tampak biasa saja saat masuk ke dalam kabin, dan kemudian dia diberi minum oleh penumpang lain yang mengonsumsi alkohol,” ujar salah seorang penumpang.
Saat pesawat mendarat di Lisbon, sebenarnya pesawat hanya tinggal satu perjalanan untuk tiba di Marrakesh. Saat mendarat, pilot memberitahukan alasan pendaratan tersebut karena terjadi sebuah insiden dimana seorang awak kabin dipegang lehernya dua kali oleh penumpang mabuk tersebut.
“Kami mendarat dan polisi naik ke pesawat dan kemudian kami diberitahu bahwa kami harus bermalam di sana. Sekitar 200 penumpang kemudian harus menginap di hotel yang jauhnya satu jam dari bandara. Ini pengelaman yang mengerikan,” ujar penumpang tersebut.
Seorang penumpang lainnya mengeposkan sebuah video ditempat kejadian dan mengkritik EasyJet karena membiarkan penumpang mabuk tersebut menaiki pesawat. “Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang, dan kami tidak akan mentolerir setiap perkakuan kasar yang mengancam keselamatan penumpang dan awak kabin selama penerbangan,” ujar juru bicara EasyJet
Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor
EasyJet juga meminta maaf dan berterima kasih kepada para penumpang, serta menambahkan bahwa EasyJet menyediakan akomodasi hotel dan voucher penyegaran selama masa penundaan penerbangan. Insiden tersebut juga mempengaruhi penerbangan kembali dari Marrakesh.